21 Agustus 2026

First Image of the Blue Spear Missile

21 Agustus 2026

RSS Steadfas 70 Formidable class with Blue Spear missile launcher on board (photos: Koji)

An image of the Blue Spear anti-ship missile mounted on the Republic of Singapore Navy frigate RSS Steadfast (70) during its port call in Tokyo, Japan.


Blue Spear is an anti-ship missile developed through a collaboration between IAI (Israel) and ST Engineering (Singapore), based on the Gabriel V system. It features an electronic counter-countermeasure (ECCM) guidance system, is capable of sea-skimming flight to evade radar detection, and can engage both surface and land-based targets. It has a maximum range of 290 km - more than double the range of the Harpoon missiles currently used by Singapore.


Singapore is adopting this missile as the primary anti-ship weapon for its naval fleet; it is replacing the Harpoon missiles on Formidable-class frigates with Blue Spear and will also install the system on the new Victory-class vessels currently under construction.

(TAF)

50 komentar:

  1. rudal blm battle proven msi mirip2 lah sama minuman matcha buatan turki

    BalasHapus
  2. Can't see it. That's just the missile container.😢

    BalasHapus
    Balasan
    1. mirip loncer mm38 yak om haha!πŸ€«πŸ˜‚✌️

      Hapus
  3. rada aneh La Fayette klas, no vls, no herakles🀫
    turunan La Fayette, formidable malah pake herakles sama vls...sama persis sperti paris FREMM..
    emang sich, jaman la fayette dibikin, herakles ama slyver vls blom nongol, tapi setidak di apgred yak...ternyata pelit jgk mod sono yak haha!πŸ€­πŸ˜‹πŸ˜†
    apa nunggu kita sikatttt..free donk,
    masa SHOPPING lebih dari $ 10 bln, kagak dapet upeti macam kapal induk Garibaldi...Grazie Italia ..URA haha!πŸ‘ŒπŸ¦ΎπŸ₯³

    BalasHapus
  4. 2011 konon dulu gowing lcs pengen jadi frigat no.2 terkuat di kawasan setelah formidable

    last last NSM KENSEL cuman jadi GANBOT FFB NOT PAID haha!❌️🍌🀣

    BalasHapus
  5. MALAYSIA.....3 BUAH LMS BATCH 2.... ATMACA... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET CLOWN : CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. USD 18,56 MILIAR VERSUS USD 4,68 MILIAR FFBNP
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).
      KESIMPULAN:
      5X PM 6X MOD + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + HUTANG RM 1,79T = KEBANGKRUTAN TOTAL


      Hapus
    3. BADUT NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
      BADUT NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    4. BADUT NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      BADUT FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
      BADUT FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    5. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      (safety threshold of 65%)
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821
      =============
      =============
      INDONESIA
      (safety threshold of 60%)
      -
      2026 Govt Debt-to-GDP : 40,46%
      2026 Household Debt-to-GDP : 15,70%

      Hapus
    6. FACT 5x KING MALONYET =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 5x PM MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 6x MINDEF MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      RANK GFP 42 = GUGUR FRIENDLY FIRE
      TEMBAK KE KANAN = PELURU KE KIRI = MAMPUS KAWAN SENDIRI .....
      -
      TENTARA LAWAK
      https://www.instagram.com/reel/CiP0NxRjG18/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
      TENTARA PINGSAN
      https://m.antaranews.com/foto/22455/tentara-MALONYET -pingsan
      TENTARA SAKIT
      https://m.jpnn.com/news/latihan-perang-anggota-pasukan-elit-MALONYET -sakit-perut
      GGK TEWAS DITEMBAK TEMAN
      https://batam.tribunnews.com/2019/09/05/perwira-tentara-elite-MALONYET -tewas-tertembak-oleh-teman-sendiri-saat-demonstrasi-militer
      GGK TENGGELAM
      https://www.viva.co.id/militer/militer-dunia/1574481-hilang-di-selat-malaka-prajurit-pasukan-khusus-MALONYET -sudah-seminggu-belum-ketemu
      -----
      CAP AYAM = Ahli Parlimen Tanah Merah, Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz hari ini mendakwa anggota Angkatan Tentera MALONYET (ATM) dibekalkan dengan pakaian dan kasut sukan ‘cap ayam’ kerana tidak berjenama serta no kualiti.
      -----
      THE REGIONS WEAKEST = The MALONYET military is today the region’s weakest. It is riddled with corruption, poor planning, and interference by political leaders in procurement.......
      https://www.asiasentinel.com/p/MALONYET -unready-armed-forces
      ---------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALONYET di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      -----
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALONYET tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      -----
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALONYET Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALONYET Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALONYET .
      -----
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALONYET (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      -----
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
      =============
      TUNDUK BRITISH
      JAGA BUCKINGHAM
      JAGA BUCKINGHAM
      JAGA BUCKINGHAM
      Tugasan untuk berkawal di istana berusia lebih 250 tahun itu digalas penuh rasa tanggungjawab oleh setiap anggota RAMD. MALONYET yang pernah dijajah British pada suatu masa dahulu diiktiraf kerana mempunyai barisan tentera yang berketrampilan,
      -
      TUNDUK BRITISH
      NGEMIS MERDEKA
      NGEMIS MERDEKA
      GIVEAWAY BY UK
      The effort for independence was spearheaded by Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, the first Prime Minister of MALONYET , who led a delegation of ministers and political leaders of Malaya in negotiations with the British in London for Merdeka
      -
      TUNDUK BRITISH
      NGEMIS BENDERA
      NGEMIS BENDERA
      BENDERA DISETUJUI UK
      The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950. On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
      -
      TUNDUK BRITISH
      TIRU BENDERA USA
      TIRU BENDERA USA
      TIRU BENDERA USA
      The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALONYET , and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.

      Hapus
    7. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      MALONYET’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke MALONYET akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALONYET = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALONYET = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------

      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET armed forces face several problems with procurement, including:
      • Cost: The cost of procurement is a major challenge.
      • Corruption: Corruption is a recurring problem in the MALONYET military.
      • Budgetary uncertainty: The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere to fund defense.
      • Opaque decision making: The decision-making process is often opaque and vendor-driven.
      • Political influence: Political influence is often used to circumvent established protocols.
      • External influences: The procurement process is subject to external influences, such as political influence from suppliers.
      • Weak external oversight: The external oversight of the procurement process is weak.

      Hapus
    8. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
      Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
      Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Analisa Sosial-Reputasi: Krisis Identitas & Administrasi
      Kritik Pemimpin: Pernyataan Mahathir tentang "Melayu Malas/Miskin" dan Anwar Ibrahim tentang korupsi proyek banjir mempertegas masalah struktural ekonomi.

      Hapus
  6. Yang Kapal GUN BOAT OMPONG tu tepi sikit... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET CLOWN : CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. USD 18,56 MILIAR VERSUS USD 4,68 MILIAR FFBNP
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONYET tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONYET karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    3. 1998 - 2026 = 28 TAHUN
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    4. MALONYET CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALONYET yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALONYET berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALONYET resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALONYET merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.


      Hapus
    5. FACT 5x KING MALONYET =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 5x PM MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 6x MINDEF MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      RANK GFP 42 = GUGUR FRIENDLY FIRE
      TEMBAK KE KANAN = PELURU KE KIRI = MAMPUS KAWAN SENDIRI .....
      -
      CHINESE ARMY BERJAYA = GIVEAWAY BPA
      BUKTI POSTER 3 TENTARA CHINESE
      BUKTI POSTER 3 TENTARA CHINESE
      BUKTI POSTER 3 TENTARA CHINESE
      The scrapbook competition poster for the secondary school in mainland Penang which went viral on social media and received widespread criticism had displayed images of three members of the Chinese army which was purportedly a propaganda material.
      =============
      TENTARA LAWAK
      https://www.instagram.com/reel/CiP0NxRjG18/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
      TENTARA PINGSAN
      https://m.antaranews.com/foto/22455/tentara-MALONYET -pingsan
      TENTARA SAKIT
      https://m.jpnn.com/news/latihan-perang-anggota-pasukan-elit-MALONYET -sakit-perut
      GGK TEWAS DITEMBAK TEMAN
      https://batam.tribunnews.com/2019/09/05/perwira-tentara-elite-MALONYET -tewas-tertembak-oleh-teman-sendiri-saat-demonstrasi-militer
      GGK TENGGELAM
      https://www.viva.co.id/militer/militer-dunia/1574481-hilang-di-selat-malaka-prajurit-pasukan-khusus-MALONYET -sudah-seminggu-belum-ketemu
      -----
      CAP AYAM = Ahli Parlimen Tanah Merah, Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz hari ini mendakwa anggota Angkatan Tentera MALONYET (ATM) dibekalkan dengan pakaian dan kasut sukan ‘cap ayam’ kerana tidak berjenama serta no kualiti.
      -----
      THE REGIONS WEAKEST = The MALONYET military is today the region’s weakest. It is riddled with corruption, poor planning, and interference by political leaders in procurement.......
      https://www.asiasentinel.com/p/MALONYET -unready-armed-forces
      ---------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALONYET di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      -----
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALONYET tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      -----
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALONYET Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALONYET Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALONYET .
      -----
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALONYET (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      -----
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22

      Hapus
    6. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      MALONYET’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke MALONYET akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALONYET = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALONYET = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
      Outdated equipment
      • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
      • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
      • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
      Limited procurement budgets
      • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
      • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
      • The MAF has struggled to acquire modern military assets.



      Hapus
    7. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
  7. Itu kapal perangnya malaydesh, right?

    GEMPURWIRA21 Agustus 2026 pukul 12.07
    Yang Kapal GUN BOAT OMPONG tu tepi sikit... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


    Netizen INDONESIA tertawa lepas terhadap malaydesh MISKIN
    WKWKWK

    BalasHapus
  8. Kapal OMPONG GUN BOAT tu SEPERTI FRIGAT PUTING MERAH dan PPA... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET CLOWN : CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. USD 18,56 MILIAR VERSUS USD 4,68 MILIAR FFBNP
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + INDUSTRI "TUKANG RAKIT" + MISMANAJEMEN LCS = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. NOT PAID FFBNP = BADUT ...... KAH KAH
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

      Hapus
    4. NOT PAID FFBNP = BADUT BERUK ...... KAH KAH
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15

      Hapus
    5. BADUT NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
      BADUT NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      ---------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    6. BERUK NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
      BERUK NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BERUK FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BERUK FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BERUK FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BERUK FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BERUK FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BERUK FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BERUK FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    7. PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
      #kerajaanPembunuh
      #kerajaanGagal
      #kerajaanZalim
      tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
      -
      “#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
      Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574

      Hapus
    8. MALONYET BERUK CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam ScorpΓ¨ne, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALONYET (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALONYET (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).
      -
      Daftar Alutsista Indonesia "On Progress"
      Indonesia sedang membangun kekuatan pemukul masif:
      Udara: 42 Rafale, 48 KAAN (Turki), 48 KF-21 Boramae, 2 A400M, 22 Black Hawk.
      Laut: 2 Fregat Brawijaya, 2 Fregat Merah Putih, 2 Fregat Istif, 2 Kapal Selam Scorpène Evolved, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      Darat/Rudal: 3 Baterai Rudal KHAN, 3 Baterai Rudal Trisula, 12 Drone Anka, 60 Drone TB3.
      -
      Timeline "Prank" Pertahanan MALONYET (2005–2026)
      Rentetan kegagalan kontrak dan wacana yang berakhir "Zonk":
      2014: Jet Rafale (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk/Batal).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak, unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim terhadap seluruh pengadaan militer akibat korupsi.
      -
      Analisa "Salam Kosong" SIPRI (2020–2025)
      Status pengadaan MALONYET yang terjebak dalam retorika:
      2020–2021: Planned (Dijangka/Rencana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Amnesia belanja).

      Hapus
    9. FACT 5x KING MALONYET =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 5x PM MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 6x MINDEF MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      RANK GFP 42 = GUGUR FRIENDLY FIRE
      TEMBAK KE KANAN = PELURU KE KIRI = MAMPUS KAWAN SENDIRI .....
      -
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      --------------------------------
      TENTARA LAWAK
      https://www.instagram.com/reel/CiP0NxRjG18/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
      TENTARA PINGSAN
      https://m.antaranews.com/foto/22455/tentara-MALONYET -pingsan
      TENTARA SAKIT
      https://m.jpnn.com/news/latihan-perang-anggota-pasukan-elit-MALONYET -sakit-perut
      GGK TEWAS DITEMBAK TEMAN
      https://batam.tribunnews.com/2019/09/05/perwira-tentara-elite-MALONYET -tewas-tertembak-oleh-teman-sendiri-saat-demonstrasi-militer
      GGK TENGGELAM
      https://www.viva.co.id/militer/militer-dunia/1574481-hilang-di-selat-malaka-prajurit-pasukan-khusus-MALONYET -sudah-seminggu-belum-ketemu
      -----
      CAP AYAM = Ahli Parlimen Tanah Merah, Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz hari ini mendakwa anggota Angkatan Tentera MALONYET (ATM) dibekalkan dengan pakaian dan kasut sukan ‘cap ayam’ kerana tidak berjenama serta no kualiti.
      -----
      THE REGIONS WEAKEST = The MALONYET military is today the region’s weakest. It is riddled with corruption, poor planning, and interference by political leaders in procurement.......
      https://www.asiasentinel.com/p/MALONYET -unready-armed-forces
      -------------------------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALONYET di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      -----
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALONYET tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      -----
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALONYET Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALONYET Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALONYET .
      -----
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALONYET (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      -----
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22

      Hapus
    10. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      MALONYET’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke MALONYET akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALONYET = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALONYET = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      ⚙️ EQUIPMENT & MODERNIZATION ISSUES
      • Outdated naval assets: Many of MALONYET ’s ships are aging, and the navy has struggled to modernize its fleet.
      • Limited air combat readiness: Out of 28 fighter jets, reportedly only four were operational at one point.
      • Delayed procurement: The Littoral Combat Ship (LCS) project, meant to boost naval capabilities, has been plagued by delays and scandals.
      πŸ’° Budget Constraints
      • Skewed spending priorities: Over 60–70% of the defense budget goes to salaries and maintenance, leaving little for new weapons or modernization.
      • Stagnant budget: MALONYET ’s defense budget has hovered around RM15–18 billion annually, which is modest compared to regional peers like Vietnam and Indonesia.

      Hapus
    11. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
  9. Mana gambarnya....mana linknya....kenapa dalam canisternya woey min 🀞

    Kayak gue nih....share link daleman rudal blue spear ga tanggung-jawab πŸ‘‡

    https://www.facebook.com/share/r/193uxHjM12/

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. sorii yeee.....
    ATMACA SPESIAL MILIK KAMI YANG PERTAMA SE KAWASAN haha!πŸ‘πŸš€πŸ‘
    kita bisa tunjuk...

    warganyet kl mana mampu tunjuk benda atmaca...AKAANNNNN LAGIIIII, FFB NOT PAID haha!πŸ˜†πŸ€₯🍌

    ❌️🍌❌️🍌
    GEMBLUNGWIRA21 Agustus 2026 pukul 12.07
    MALAYSIA.....3 BUAH LMS BATCH 2.... ATMACA

    BalasHapus
  12. LeMeS 2 hanyalah OPV DONGRED FATAMORGANA haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ₯΄
    kapal apung, senggol tenggelem haha!πŸ€ͺπŸ€₯πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Garibaldi berangkat 22 Aug, tuuh oom...link cari sendiri

      Hihihihi...😁🀟

      Hapus
    2. waahhh asoyyy...gausa link lah...ntar dateng master link ribet urusannye om pedang haha!🀣✌️🀭

      Hapus
  13. Ngasih tahu Si M 😁

    Beda kelas yaa πŸ€—πŸ˜˜


    Dua frigat kelas Δ°stif yg dialokasikan untuk Indonesia:

    ✅ F-519 (TCG Akdeniz) — dibangun oleh Anadolu Shipyard dan telah diluncurkan pada 2 Februari 2026.

    ✅ F-521 (TCG Ege) — dibangun oleh Sefine Shipyard dan direncanakan diluncurkan pada Oktober 2026.

    πŸ”— Sumber di reply πŸ‘‡

    https://x.com/AntoniusWibow10/status/2089614544825946130

    BalasHapus
  14. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    -
    INDONESIA
    AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
    a. 140 M
    b. 6.626 TON
    c. Meriam 76mm Otmel
    d. CIWS 35mm Millenium
    e. 12.7mm Lionfish RCWS
    f. 64 Midlas VLS
    g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
    h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
    i. SONAR HMS Fersah
    j. Torpedo B515
    k. SSM
    l. SAM
    =============================
    =============================
    MALONYET
    GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    a. 111 M
    b. 3.100 TON
    c. Meriam 57mm
    d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
    e. 30mm RCWS
    f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
    g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
    h. SONAR = NOT PAID
    i. NO TORPEDO = NOT PAID
    j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
    k. SAM FFBNP = NOT PAID
    --------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------
    FACT NOT YET DELIVERED :
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
    --------------------------------
    Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
    Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
    Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
    Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
    -
    Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
    Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
    Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
    Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    -
    Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
    Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
    Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
    Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
    Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
    -
    Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
    Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

    BalasHapus
  15. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    -
    INDONESIA
    AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
    a. 140 M
    b. 6.626 TON
    c. Meriam 76mm Otmel
    d. CIWS 35mm Millenium
    e. 12.7mm Lionfish RCWS
    f. 64 Midlas VLS
    g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
    h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
    i. SONAR HMS Fersah
    j. Torpedo B515
    k. SSM
    l. SAM
    =============================
    =============================
    MALONYET
    GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    a. 111 M
    b. 3.100 TON
    c. Meriam 57mm
    d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
    e. 30mm RCWS
    f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
    g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
    h. SONAR = NOT PAID
    i. NO TORPEDO = NOT PAID
    j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
    k. SAM FFBNP = NOT PAID
    --------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------
    FACT NOT YET DELIVERED :
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
    --------------------------------

    Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
    Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
    2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
    2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
    2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
    2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
    -
    Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
    Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
    2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
    2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
    2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
    Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
    -
    Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
    Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
    Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
    Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
    Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
    Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
    -
    Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
    Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
    2010: RM 407,1 Miliar.
    2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
    2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
    Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.

    BalasHapus
  16. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    -
    INDONESIA
    AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
    a. 140 M
    b. 6.626 TON
    c. Meriam 76mm Otmel
    d. CIWS 35mm Millenium
    e. 12.7mm Lionfish RCWS
    f. 64 Midlas VLS
    g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
    h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
    i. SONAR HMS Fersah
    j. Torpedo B515
    k. SSM
    l. SAM
    =============================
    =============================
    MALONYET
    GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    a. 111 M
    b. 3.100 TON
    c. Meriam 57mm
    d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
    e. 30mm RCWS
    f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
    g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
    h. SONAR = NOT PAID
    i. NO TORPEDO = NOT PAID
    j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
    k. SAM FFBNP = NOT PAID
    --------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------
    FACT NOT YET DELIVERED :
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
    --------------------------------
    Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
    Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
    Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
    F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
    Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
    MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
    -
    Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
    Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
    Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
    KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
    -
    Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
    Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
    Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
    MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
    Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
    Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
    -
    Beban Rakyat & Masa Depan
    Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
    Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

    BalasHapus
  17. Garibaldi berangkat 22 Aug tuuh...link cari sendiri

    Salam orang kaya
    Hihihihi...😁🀟

    BalasHapus
  18. Ngasih tahu Si M 😁

    KCR kita buatan dalam negeri, udah lama pakai Atmaca 😎

    Kri Belati

    https://youtube.com/shorts/RZtOEMXxdew?si=1Q2TSyWbqZiIOPzD

    BalasHapus