03 Oktober 2026

The Launching Ceremony of New Tugboat of the Royal Thai Navy

03 Oktober 2026

The Royal Thai Navy (RTN) held launching ceremony of the new Tug boat "Sattahip Commercial Port-RTN 26" at Asian Marine Service PCL (ASIMAR) shipyard in Samut Prakan Province (photos: Royal Thai Navy)

The Royal Thai Navy launched its new tugboat, HTMS-RTN.26, at the shipyard of Asian Marine Services PCL (ASIMAR) in Laem Fa Pha Subdistrict, Phra Samut Chedi District, Samut Prakan Province on September 24, 2026. 

This is another example of the Royal Thai Navy's continued support of the domestic shipbuilding industry by Thai private sector companies.


The ceremony was presided over by Admiral Pairoj Fuengchan, Commander-in-Chief of the Royal Thai Navy, along with Mrs. Ariya Fuengchan, President of the Royal Thai Navy Wives Association, and other dignitaries. The keel-laying ceremony for the tugboat, HTMS-RTN.26, measuring 31.5m in length, 12.6m in width, with a draft of 5.49m and a displacement of 35 tonnes, took place at the ASIMAR shipyard in Thailand on November 21, 2025. 

The new tugboat, model HTMS-RTN.26, has a minimum power of 3,000 horsepower, a maximum speed of 12.1 knots, and an operational range of at least 1,000 nautical miles at 8 knots at full displacement. It is also capable of withstanding sea conditions up to Sea State 3. This new vessel is intended for use at Sattahip Commercial Port, Royal Thai Navy, as part of the port's modernization development.

(AAG)

224 komentar:

  1. TERLIHAT JELAS MAIN SABUN SESAMA NEGARA BUDAK MAMA ELY....KIPERNYA SING OGAH NANGKAP BOLA 🤣🤣🤣🤣🤣🤡🤡🤡🤡🤡💩💩💩🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾

    https://youtube.com/shorts/0Z2EeThMZPI?si=q4oNFaD36EUDSlHE

    BalasHapus
  2. MATCH FIXING = KALAH
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
    -
    MALAYDESH IMPOR =
    • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
    • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
    • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
    • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
    • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
    --------------------------------------------
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
    • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
    -
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
    --------------------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
    • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
    • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
    • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
    • Peru: Mata uang (Soles).
    • Bangladesh: Mata uang (Taka).
    • Somalia: Mata uang (Shilling).
    • Argentina: Mata uang (Peso).
    • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
    • Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
    • Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
    .
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  3. MATCH FIXING = KALAH
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ==============================
    ==============================
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    --------------------------------
    🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

    BalasHapus
  4. MATCH FIXING = KALAH
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    --------------------------------
    1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
    -
    Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
    --------------------------------
    2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
    -
    Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

    BalasHapus
  5. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
    ---------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 70.5
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
    --------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. MALONYET 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  6. Thailand bot kecil saja BARU ya guys...manakala INDIANESIA.... KAPAL INDUK RONGSOKAN KARATAN saja sudah mampu buat GORILLA GEMBIRA....HAHAHHAHAHA

    SALAM 90+2 = 97......HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt

      Hapus
  7. Thailand bot kecil saja BARU ya guys...manakala INDIANESIA.... KAPAL INDUK RONGSOKAN KARATAN saja sudah mampu buat GORILLA GEMBIRA....HAHAHHAHAHA

    SALAM 90+2 = 97......HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt

      Hapus
    2. Malon bir kecil gak bisa bikin🤣🤣🤣🙊🙈🙉🙊🙈🙉

      Hapus
  8. ALHAMDULILAH ....PELUNCURAN KAPAL TERBESAR COAST GUARD MALAYSIA guys....HOREYYYYYY

    https://www.youtube.com/watch?v=40FIpDlaYvI&t=2s

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt

      Hapus
  9. ALHAMDULILAH ....PELUNCURAN KAPAL TERBESAR COAST GUARD MALAYSIA guys....HOREYYYYYY

    https://www.youtube.com/watch?v=40FIpDlaYvI&t=2s

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt

      Hapus
  10. Ngebuka sejarah kelam Si M 😁

    Begini Sejarah Isu Match Fixing Malaysia-Singapura | Republika Online https://share.google/7EZJWkYj5z1HuYhtd
    ‎
    ‎Baik Malaysia dan Singapura sempat didera kasus besar pengaturan skor.
    ‎
    ‎REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemenangan besar Timnas Sepak Bola Malaysia melawan Singapura dalam pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, semalam mengundang tanda tanya.
    ‎
    ‎Jawabannya barangkali pada negara asal tim yang bertanding. Sejumlah perkara besar dalam tiga dekade terakhir membuat Malaysia dan Singapura berulang kali disebut dalam peta pengaturan pertandingan sepak bola Asia Tenggara.
    ‎
    ‎Di Asia Tenggara, merujuk Aljazirah, Malaysia dan Singapura pernah disebut sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing regional. Sejarah perkara di Malaysia dan Singapura memperlihatkan persoalan itu dengan jelas.
    ‎
    ‎Malaysia memang memiliki sejarah panjang terkait dugaan pengaturan pertandingan. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 1994. Media Malaysia The Star melansir, lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa dalam perkara yang mengguncang sepak bola Malaysia. Puluhan pemain kemudian dikenai sanksi.
    ‎
    ‎Dua dekade kemudian, pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencabut larangan terhadap 84 pemain yang sebelumnya terseret dalam skandal tersebut. Perkara itu penting karena memperlihatkan bahwa persoalan match fixing di Malaysia bukan produk era taruhan daring. Ia telah menjadi masalah sepak bola domestik jauh sebelum pasar perjudian internet berkembang seperti sekarang.
    ‎
    ‎Jika Malaysia mempunyai sejarah panjang skandal domestik, Singapura menjadi sangat menonjol dalam perkara jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an. Pada 2013, seperti dilaporkan the Strait Times, Europol mengungkap investigasi terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura. Dalam pengumuman tersebut, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut sebagai pertandingan yang dicurigai menjadi sasaran jaringan.
    ‎
    ‎Salah satu kasus yang paling menarik justru mempertemukan kedua negara tersebut. Pada 2012, pertandingan Malaysia Super League antara LionsXII dan Sarawak FA menjadi sasaran skema pengaturan pertandingan. Pertandingan berlangsung di Singapura dan berakhir 3-0 untuk LionsXII.
    ‎
    ‎Seorang mantan pemain tim nasional Malaysia, Thana Segar, bersama Selvarajan Letchuman dan wasit Malaysia Shokri Nor, terlibat dalam perkara tersebut. Selvarajan kemudian dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, sementara Thana Segar dijatuhi hukuman 24 bulan.
    ‎
    ‎Kasus itu menggambarkan wajah match fixing Asia Tenggara. Pertandingan berlangsung di Singapura. Pemain dan wasit terkait berasal dari Malaysia. Ada kepentingan taruhan. Dan pengaturan pertandingan melibatkan aktor yang bergerak di antara dua yurisdiksi.
    ‎
    ‎Pada 2013, otoritas antikorupsi Singapura juga mengungkap perkara yang melibatkan tiga ofisial pertandingan AFC Cup antara Tampines Rovers dan East Bengal. Ketiganya ditangkap setelah penyelidikan menemukan pemberian gratifikasi berupa layanan seksual untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Mereka kemudian didakwa.
    ‎
    ‎Kasus Rajendran Kurusamy memperlihatkan lebih jauh bagaimana jaringan tersebut bekerja. Menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Rajendran berusaha mengatur agar Timor-Leste kalah dari Malaysia. Ia menawarkan uang kepada pemain dan pejabat Timor-Leste.
    ‎
    ‎Rajendran kemudian dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. Singkat cerita, pelaku berasal dari Singapura. Pertandingan berlangsung dalam ajang yang diselenggarakan di Singapura. Tim yang hendak dipengaruhi adalah Timor-Leste. Dan hasil yang ingin dikendalikan berkaitan dengan pertandingan melawan Malaysia.
    ‎
    ‎Kasus tersebut menunjukkan bahwa
    ‎Lebih dari 1.000 penggerebekan dilakukan dan sekitar 1.400 orang ditangkap. Interpol memperkirakan jaringan yang menjadi sasaran operasi menangani taruhan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
    ‎
    ‎Pada 2016, konsultan integritas olahraga Chris Eaton menyebut Malaysia telah menggantikan Singapura sebagai pusat aktivitas match fixing di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  11. swadikap hap...🤓

    Tim Elit Semua SHOPPING TAGBOT BARUW

    cuman negri🎰kasino genting yg sewa..jimat kos ama bokek beda tifis haha!🍌🤥✌️

    BalasHapus
  12. PELANCARAN KAPAL BARU MALAYSIA lagi guys....up beritnya admin..........HOREEYYYYYY



    MPMS-1 Built for the Malaysia Coast Guard Launched at DESAN Shipyard

    https://defenceturkey.com/news/mpms-1-built-for-the-malaysia-coast-guard-launched-at-desan-shipyard

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      ANALISIS EKONOMI & FISKAL
      Krisis Utang: Utang MALAYSEWA diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
      Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
      -
      KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
      Kekuatan Udara:
      Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
      MALAYSEWA: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
      Budaya "Sewa" (Leasing): MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
      -
      REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
      Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara MALAYSEWA merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.

      Hapus
  13. PELANCARAN KAPAL BARU MALAYSIA lagi guys....up beritnya admin..........HOREEYYYYYY



    MPMS-1 Built for the Malaysia Coast Guard Launched at DESAN Shipyard

    https://defenceturkey.com/news/mpms-1-built-for-the-malaysia-coast-guard-launched-at-desan-shipyard

    BalasHapus
  14. ALHAMDULILAH ....VIDEO PELANCARAN KAPAL TERBESAR COAST GUARD MALAYSIA guys....HOREYYYYYY

    https://www.youtube.com/watch?v=40FIpDlaYvI&t=2s

    BalasHapus
  15. ALHAMDULILAH ....VIDEO PELANCARAN KAPAL TERBESAR COAST GUARD MALAYSIA guys....HOREYYYYYY

    https://www.youtube.com/watch?v=40FIpDlaYvI&t=2s

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
      Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
      Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
      Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
      Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
      -
      Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
      Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
      Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
      Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
      Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALAYSEWA.


      Hapus
  16. PELANCARAN KAPAL BARU MALAYSIA lagi guys....up beritanya admin..........HOREEYYYYYY



    MPMS-1 Built for the Malaysia Coast Guard Launched at DESAN Shipyard

    https://defenceturkey.com/news/mpms-1-built-for-the-malaysia-coast-guard-launched-at-desan-shipyard

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
      Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
      Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
      Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
      Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
      -
      Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
      Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
      Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
      Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
      Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
      Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
      MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
      -

      Hapus
  17. KAPAL TERBESAR COAST GUARD MALAYSIA .....HOREYYYYYY



    DESAN Launches Multi-Purpose Coast Guard Vessel for Malaysia

    https://turdef.com/article/desan-launches-multi-purpose-coast-guard-vessel-for-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
      GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
  18. KAPAL TERBESAR COAST GUARD MALAYSIA .....HOREYYYYYY



    DESAN Launches Multi-Purpose Coast Guard Vessel for Malaysia

    https://turdef.com/article/desan-launches-multi-purpose-coast-guard-vessel-for-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

      Hapus
  19. lha ngapaen kapal kosgard bikin di turkiyem, pertanda OPV DAMEN MIRING TAMAT total haha!❌️👎🤥
    iq jongkok..kok..kookkk😝

    bkinbtuw maxam ini,
    USV 21..brand new dron...menyala haha!🤑🔥🚀

    rcws & Full rudal Cakir🚀

    siyap buru si maha lele 2501 Omfong haha!🍌🥶😆
    apalagi si LeMeS

    ====
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1409554831373882&id=100069581346514

    BalasHapus
  20. Ngebuka sejarah kelam Si M 😁
    ‎
    ‎Begini Sejarah Isu Match Fixing Malaysia-Singapura | Republika Online https://share.google/7EZJWkYj5z1HuYhtd
    ‎
    ‎Baik Malaysia dan Singapura sempat didera kasus besar pengaturan skor.
    ‎
    ‎REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemenangan besar Timnas Sepak Bola Malaysia melawan Singapura dalam pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, semalam mengundang tanda tanya.
    ‎
    ‎Jawabannya barangkali pada negara asal tim yang bertanding. Sejumlah perkara besar dalam tiga dekade terakhir membuat Malaysia dan Singapura berulang kali disebut dalam peta pengaturan pertandingan sepak bola Asia Tenggara.
    ‎
    ‎Di Asia Tenggara, merujuk Aljazirah, Malaysia dan Singapura pernah disebut sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing regional. Sejarah perkara di Malaysia dan Singapura memperlihatkan persoalan itu dengan jelas.
    ‎
    ‎Malaysia memang memiliki sejarah panjang terkait dugaan pengaturan pertandingan. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 1994. Media Malaysia The Star melansir, lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa dalam perkara yang mengguncang sepak bola Malaysia. Puluhan pemain kemudian dikenai sanksi.
    ‎
    ‎Dua dekade kemudian, pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencabut larangan terhadap 84 pemain yang sebelumnya terseret dalam skandal tersebut. Perkara itu penting karena memperlihatkan bahwa persoalan match fixing di Malaysia bukan produk era taruhan daring. Ia telah menjadi masalah sepak bola domestik jauh sebelum pasar perjudian internet berkembang seperti sekarang.
    ‎
    ‎Jika Malaysia mempunyai sejarah panjang skandal domestik, Singapura menjadi sangat menonjol dalam perkara jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an. Pada 2013, seperti dilaporkan the Strait Times, Europol mengungkap investigasi terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura. Dalam pengumuman tersebut, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut sebagai pertandingan yang dicurigai menjadi sasaran jaringan.
    ‎
    ‎Salah satu kasus yang paling menarik justru mempertemukan kedua negara tersebut. Pada 2012, pertandingan Malaysia Super League antara LionsXII dan Sarawak FA menjadi sasaran skema pengaturan pertandingan. Pertandingan berlangsung di Singapura dan berakhir 3-0 untuk LionsXII.
    ‎
    ‎Seorang mantan pemain tim nasional Malaysia, Thana Segar, bersama Selvarajan Letchuman dan wasit Malaysia Shokri Nor, terlibat dalam perkara tersebut. Selvarajan kemudian dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, sementara Thana Segar dijatuhi hukuman 24 bulan.
    ‎
    ‎Kasus itu menggambarkan wajah match fixing Asia Tenggara. Pertandingan berlangsung di Singapura. Pemain dan wasit terkait berasal dari Malaysia. Ada kepentingan taruhan. Dan pengaturan pertandingan melibatkan aktor yang bergerak di antara dua yurisdiksi.
    ‎
    ‎Pada 2013, otoritas antikorupsi Singapura juga mengungkap perkara yang melibatkan tiga ofisial pertandingan AFC Cup antara Tampines Rovers dan East Bengal. Ketiganya ditangkap setelah penyelidikan menemukan pemberian gratifikasi berupa layanan seksual untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Mereka kemudian didakwa.
    ‎
    ‎Kasus Rajendran Kurusamy memperlihatkan lebih jauh bagaimana jaringan tersebut bekerja. Menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Rajendran berusaha mengatur agar Timor-Leste kalah dari Malaysia. Ia menawarkan uang kepada pemain dan pejabat Timor-Leste.
    ‎
    ‎Rajendran kemudian dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. Singkat cerita, pelaku berasal dari Singapura. Pertandingan berlangsung dalam ajang yang diselenggarakan di Singapura. Tim yang hendak dipengaruhi adalah Timor-Leste. Dan hasil yang ingin dikendalikan berkaitan dengan pertandingan melawan Malaysia.
    ‎
    ‎Kasus tersebut menunjukkan bahwa
    ‎Lebih dari 1.000 penggerebekan dilakukan dan sekitar 1.400 orang ditangkap. Interpol memperkirakan jaringan yang menjadi sasaran operasi menangani taruhan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
    ‎
    ‎Pada 2016, konsultan integritas olahraga Chris Eaton menyebut Malaysia telah menggantikan Singapura sebagai pusat aktivitas match fixing di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  21. Ini kapal PERTAMA ya guys ada lagi sebuah sedang dibina..... HOREYYYYYYYY



    First Malaysia Coast Guard MPMS Launched

    https://adj.com.my/2026/10/02/first-malaysia-coast-guard-mpms-launched/

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
      Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
      Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi


      Hapus
  22. Ini kapal PERTAMA ya guys ada lagi sebuah sedang dibina..... HOREYYYYYYYY



    First Malaysia Coast Guard MPMS Launched

    https://adj.com.my/2026/10/02/first-malaysia-coast-guard-mpms-launched/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: "Spiral Utang & Overlimit"
      Data menunjukkan MALONYET telah melewati ambang batas aman finansial:
      Beban Utang Ganda: Utang Pemerintah mencapai 70,5% (Melebihi limit aman 65%) dan utang Rumah Tangga menembus 85,8% dari GDP. Total utang nasional (publik + swasta) mencapai 224%, menempatkan MALONYET sebagai salah satu negara dengan beban utang terberat di Asia Tenggara.
      ---------------------------------
      Strategi Pertahanan: "Shopping" vs "Barter & Sewa"
      Perbedaan cara perolehan senjata menunjukkan tingkat likuiditas negara:
      Indonesia (Direct Purchase & ToT): Membeli aset mutakhir (Rafale, KAAN, PPA, A400M) dengan kepemilikan penuh dan transfer teknologi tinggi (mesin LM-2500, mesin kapal, dll).
      MALONYET (Survival Mode):
      Barter Minyak Sawit (Palm Oil): Hampir semua aset utama (Su-30MKM, MiG-29, Scorpene, PT-91, FA-50) dibayar menggunakan komoditas sawit. Ini menunjukkan keterbatasan cadangan devisa (Cash).
      Cicilan (Debt Acquisition): Pembelian A400M dilakukan secara berperingkat (hutang), kontras dengan Indonesia yang melakukan percepatan pengadaan.
      ---------------------------------
      Fenomena "Leasing Defence" (Negara Penyewa)
      MALONYET tercatat melakukan penyewaan masif pada hampir seluruh lini operasional, yang merupakan indikasi kebangkrutan aset:
      Sewa Jangka Panjang (30 Tahun): Truk dan sistem VSHORAD dari China disewa selama 3 dekade.
      Sewa Helikopter & Pesawat: Blackhawk bekas, AW139, EC120B, hingga pesawat latih L-39 disewa dari penyedia swasta karena tidak mampu membeli unit baru.
      Sewa Logistik Dasar: Bahkan motor patroli (BMW), mobil 4x4 (Tarantula), kapal hidrografi (MV Aishah), hingga bot interseptor semuanya berstatus SEWA.
      Sewa Simulator: Simulator jet tempur (MKM) dikontrakkan ke pihak swasta (HeiTech Padu), bukan aset organik militer.
      ---------------------------------
      Dampak Operasional: "2 Tahun SIPRI Kosong"
      Status "No Shopping" di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025) membuktikan bahwa:
      Daya Beli Nol: Tidak ada kontrak baru alutsista strategis yang mampu ditandatangani.
      Mangkrak & Karat: Proyek yang ada (LCS) terhenti, sementara kebutuhan baru hanya dipenuhi dengan skema sewa untuk menutupi celah kapabilitas (capability gap).
      Ketergantungan Swasta: Militer tidak lagi memiliki aset secara mandiri, melainkan bergantung pada kontrak sewa bulanan/tahunan yang membebani APBN jangka panjang.

      Hapus
  23. ASET BARU lagi guys....HOREYYYYYYYYYY

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: "Spiral Utang & Overlimit"
      Data menunjukkan MALONYET telah melewati ambang batas aman finansial:
      Beban Utang Ganda: Utang Pemerintah mencapai 70,5% (Melebihi limit aman 65%) dan utang Rumah Tangga menembus 85,8% dari GDP. Total utang nasional (publik + swasta) mencapai 224%, menempatkan MALONYET sebagai salah satu negara dengan beban utang terberat di Asia Tenggara.
      ---------------------------------
      Strategi Pertahanan: "Shopping" vs "Barter & Sewa"
      Perbedaan cara perolehan senjata menunjukkan tingkat likuiditas negara:
      Indonesia (Direct Purchase & ToT): Membeli aset mutakhir (Rafale, KAAN, PPA, A400M) dengan kepemilikan penuh dan transfer teknologi tinggi (mesin LM-2500, mesin kapal, dll).
      MALONYET (Survival Mode):
      Barter Minyak Sawit (Palm Oil): Hampir semua aset utama (Su-30MKM, MiG-29, Scorpene, PT-91, FA-50) dibayar menggunakan komoditas sawit. Ini menunjukkan keterbatasan cadangan devisa (Cash).
      Cicilan (Debt Acquisition): Pembelian A400M dilakukan secara berperingkat (hutang), kontras dengan Indonesia yang melakukan percepatan pengadaan.
      ---------------------------------
      Fenomena "Leasing Defence" (Negara Penyewa)
      MALONYET tercatat melakukan penyewaan masif pada hampir seluruh lini operasional, yang merupakan indikasi kebangkrutan aset:
      Sewa Jangka Panjang (30 Tahun): Truk dan sistem VSHORAD dari China disewa selama 3 dekade.
      Sewa Helikopter & Pesawat: Blackhawk bekas, AW139, EC120B, hingga pesawat latih L-39 disewa dari penyedia swasta karena tidak mampu membeli unit baru.
      Sewa Logistik Dasar: Bahkan motor patroli (BMW), mobil 4x4 (Tarantula), kapal hidrografi (MV Aishah), hingga bot interseptor semuanya berstatus SEWA.
      Sewa Simulator: Simulator jet tempur (MKM) dikontrakkan ke pihak swasta (HeiTech Padu), bukan aset organik militer.
      ---------------------------------
      Dampak Operasional: "2 Tahun SIPRI Kosong"
      Status "No Shopping" di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025) membuktikan bahwa:
      Daya Beli Nol: Tidak ada kontrak baru alutsista strategis yang mampu ditandatangani.
      Mangkrak & Karat: Proyek yang ada (LCS) terhenti, sementara kebutuhan baru hanya dipenuhi dengan skema sewa untuk menutupi celah kapabilitas (capability gap).
      Ketergantungan Swasta: Militer tidak lagi memiliki aset secara mandiri, melainkan bergantung pada kontrak sewa bulanan/tahunan yang membebani APBN jangka panjang.

      Hapus
  24. ternyata ke turkiyem cuman ngarep kapal kecil..mana omfong...masi kalah ama kapal induk kita haha!👌🚀😉

    BalasHapus
  25. PARAH....BESAR KAPALnya guys................ 2 BUAH ya.....ORANG KAYA


    https://defenceturkey.com/api/defence-gcs-cdn-wm/article/1790938487843-DESAN_Malezya__5_.jpeg?wm=0&logo=1&v=13

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.

      Hapus
  26. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
    F18 = SURAT NGEMIS
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
    • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
    • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
    • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
    • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
    Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
    Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
    Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
    Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
    Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
    Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
    Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.

    BalasHapus
  27. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
    F18 = SURAT NGEMIS
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
    • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
    • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
    • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
    • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
    Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
    Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
    Vietnam: Peringkat 23.
    Thailand: Peringkat 24.
    Singapura: Peringkat 29.
    Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
    MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
    -
    Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
    Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
    Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Utang terhadap GDP:
    2010: 52,4%
    2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
    2024: 70,4%
    2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
    Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
    Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
    -
    Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
    Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
    Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
    Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.

    BalasHapus
  28. Ini baru di GELAR SHOPING kapal BARU...Bukan NGUTANG KAPAL RONGSOKAN KARATAN....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      ---------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------
      hasil sidang CAS terkait banding FAM:
      Sanksi Finansial Tetap: Banding ditolak, FAM wajib membayar denda FIFA sebesar 350.000 Swiss Franc (±Rp 7,5 miliar) tanpa keringanan.
      Pemain Naturalisasi Ilegal: Dokumen 7 pemain dinyatakan tidak sah (melanggar Pasal 22 FDC). Mereka dilarang membela Timnas MALAYSEWA secara permanen.
      Kerugian Kompetitif: MALAYSEWA kehilangan poin/posisi yang menguntungkan rival (seperti Vietnam yang dipastikan lolos Piala Asia 2027) serta rusaknya reputasi federasi.
      Keputusan Final: Putusan CAS bersifat inkrah (final dan mengikat). Jalur hukum olahraga bagi FAM resmi tertutup.
      ---------------
      sanksi AFC terhadap FAM (Asosiasi Sepak Bola MALAYSEWA):
      Kekalahan WO (0-3): Kemenangan MALAYSEWA atas Nepal dan Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3 karena menurunkan pemain ilegal.
      Gagal ke Piala Asia 2027: Pengurangan poin akibat status WO menutup peluang MALAYSEWA untuk lolos, sementara tiket tersebut otomatis jatuh ke tangan Vietnam.
      Denda USD 50.000: FAM wajib membayar denda sekitar Rp 780 juta kepada AFC dalam kurun waktu 30 hari.
      -------------------------------
      SENJATA HUKUM USTR (TARIF PEMBALASAN)
      Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
      IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.

      Hapus
    2. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Ekonomi & Spiral Utang MALAYSEWA
      Beban Fiskal: Utang negara menembus RM 1,79 Triliun dengan rasio 84,3% dari GDP.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
      Krisis Kas: Ketidakmampuan bayar tunai memicu penggunaan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50, PT-91M, dan Sukhoi MKM.
      Sanksi Internasional: Tekanan dagang AS (Section 301) dan ancaman blokir transaksi (IEEPA) memperparah ruang gerak ekonomi.
      Analisa Militer: Dari Kepemilikan ke "Sewa" (Leasing)
      -
      Akibat keterbatasan anggaran, kekuatan militer MALAYSEWA bergeser menjadi "Military-for-Rent":
      Aset Sewaan (32+ Item): Helikopter Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L-39, hingga kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT).
      Kondisi Aset Milik: Banyak yang grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet).
      Daya Gentar: Peringkat GFP merosot ke posisi 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      -
      Analisa Sosial-Politik: Kemiskinan & Reputasi
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang etnis Melayu yang "Malas & Miskin" serta Anwar Ibrahim mengenai korupsi proyek banjir yang memukul rakyat kecil.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan gagal lolos Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Ketidakstabilan Administrasi: Kegagalan federasi sepak bola (FAM) dianggap sebagai cerminan kegagalan administrasi di level yang lebih tinggi.


      Hapus
  29. Ini baru di GELAR SHOPING kapal BARU...Bukan NGUTANG KAPAL RONGSOKAN KARATAN....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    2. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      Beban Utang Per Kapita (2025):
      Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
      Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
      Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
      Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kehilangan Dominasi: MALAYSEWA merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
      Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur MALAYSEWA.
      Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).
      -
      Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs MALAYSEWA)
      Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
      MALAYSEWA (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
      -
      Krisis Ketahanan Nasional
      Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
      Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.

      Hapus
  30. PARAH....BESAR KAPALnya guys................ 2 BUAH ya.....ORANG KAYA


    https://defenceturkey.com/api/defence-gcs-cdn-wm/article/1790938487843-DESAN_Malezya__5_.jpeg?wm=0&logo=1&v=13

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
      2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
      Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
      Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
      Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
      3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
      SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
      Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).

      Hapus
    2. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.


      Hapus
  31. BLUEPRINT = LCS MANGKRAK : OPV MIRING
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
    F18 = SURAT NGEMIS
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
    • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
    • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
    • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
    • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
    Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
    Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
    2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
    Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
    Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
    Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
    3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
    SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
    Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).

    BalasHapus
  32. OPV miring.....??? ada ada saja GORILLA MISKIN KUAT FITNAH......HAHAHAHHA

    Biar video berbicara....buka linknya....HAHAHAHHAHA


    https://www.youtube.com/shorts/QGKw9QnlVoc

    BalasHapus
    Balasan
    1. FRANCE - NETHERLANDS = DIHINAKAN MALAYDESH BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    2. FRANCE - NETHERLANDS = DIHINAKAN MALAYDESH BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-FRANCE
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-NETHERLANDS
      F18 = SURAT NGEMIS
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    3. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      Kontras Belanja Pertahanan: Agresif vs Lumpuh
      Indonesia (Status: Shopping Kaya):
      Nilai Fantastis: Investasi pertahanan hanya dengan Turki saja mencapai USD 12–13 miliar (±Rp200 Triliun).
      Loncatan Teknologi: Mengakuisisi jet tempur generasi ke-5 KAAN, rudal balistik KHAN, drone tempur canggih (ANKA, AKINCI, TB3), dan kapal perang modern (I-Class, PPA).
      Kemandirian: Fokus pada skema Joint Venture dan produksi lokal melalui PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
      MALONYET (Status: Miskin No Shopping):
      ---------------------------------
      Tahun SIPRI Kosong: Tidak ada kontrak pengadaan alutsista utama yang tercatat di SIPRI selama 2024–2025.
      Anggaran Terjepit: Belanja militer hanya sekitar 0,93% dari PDB Statista, jauh di bawah standar keamanan regional.
      Belanja "Mini": Total belanja dengan Turki hanya USD 1,17 miliar (hanya ~9% dari nilai belanja Indonesia).
      Analisa Beban Utang & Kelumpuhan Fiskal
      Kesehatan Fiskal Indonesia:
      Utang pemerintah yang rendah (41,1% terhadap PDB) memberikan ruang bagi Kementerian Pertahanan RI untuk melakukan pengadaan melalui kredit ekspor yang terencana.
      Krisis Utang MALONYET:
      Beban Utang Menggunung: Proyeksi utang mencapai RM 1,79 triliun pada 2026.
      Hutang Bayar Hutang: Fenomena eksodus modal dan beban liabilitas (seperti 1MDB) memaksa negara terjebak dalam siklus pelunasan bunga utang yang tidak berujung.
      Utang Rumah Tangga: Tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di ASEAN menurut Bank Negara MALONYET, menekan daya beli nasional secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      Kegagalan Proyek Strategis (Era "Game Over")
      Kelemahan MALONYET bukan hanya soal dana, tetapi manajemen pengadaan yang kronis:
      Mangkrak & PHP: Proyek LCS yang tidak kunjung selesai sejak 2011 dan pembatalan berbagai rencana (MRCA, SPH, MRSS) menciptakan "celah kapabilitas" yang membahayakan kedaulatan.
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5x Perdana Menteri dan 6x Menteri Pertahanan dalam waktu singkat mengakibatkan ketidakpastian kebijakan pertahanan.
      Hutang Utilitas: Fakta adanya tunggakan tagihan dasar (listrik, internet, air) di kamp militer menunjukkan bahwa anggaran operasional harian pun sudah sangat tertekan.

      Hapus
    4. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
  33. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
    SEWA HELI : 119 HELI BARU
    LMS B2 : TERMURAH
    FA50M : TERMURAH
    -
    ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
    Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
    KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
    Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
    LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
    --------------------------------
    🚁 SEWA VS BELI AW149
    Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
    Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
    Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
    --------------------------------
    🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
    Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
    Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
    Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
    ---------------------------------
    🛩️ JET TEMPUR FA-50
    FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
    FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
    FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
    FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
    --------------------------------
    Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
    Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
    MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
    ---------------------------------
    Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
    Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
    MALONYET (Critical):
    Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
    Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
    ---------------------------------
    Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
    Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
    Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
    Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
    Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

    BalasHapus
  34. PARAH....BESAR KAPAL BARUnya guys......Ini kapal PERTAMA ya...ada lagi sebuah...............HOREYYYYY


    https://defenceturkey.com/api/defence-gcs-cdn-wm/article/1790938487843-DESAN_Malezya__5_.jpeg?wm=0&logo=1&v=13

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      ANALISIS EKONOMI & FISKAL
      Krisis Utang: Utang MALAYSEWA diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
      Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
      -
      KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
      Kekuatan Udara:
      Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
      MALAYSEWA: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
      Budaya "Sewa" (Leasing): MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
      -
      REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
      Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara MALAYSEWA merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.

      Hapus
    2. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      1. Kontras Belanja Pertahanan (Shopping vs Stagnan)
      Indonesia (Global Player): Memasuki era "Golden Age" militer dengan daftar belanja yang masif dan bervariasi dari berbagai negara produsen utama. Fokus pada deterrence (penangkalan) jarak jauh (Rafale, KAAN, Rudal KHAN).
      MALONYET (Survival Mode): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" menandakan kegagalan dalam mengamankan kontrak baru yang signifikan. Aktivitas militer hanya berfokus pada mempertahankan apa yang ada (sustainability) daripada modernisasi.
      ---------------------------------
      2. Analisa Kemitraan Strategis dengan Turki
      Perbandingan nilai kontrak dengan Turki menunjukkan jurang kemampuan finansial yang sangat lebar:
      Indonesia (USD 12-13 Miliar): Mendominasi dengan akuisisi jet siluman KAAN (48 unit), kapal perang kelas berat, hingga sistem rudal balistik. Ini menunjukkan kepercayaan Turki terhadap kemampuan bayar Indonesia.
      MALONYET (USD 1,17 Miliar): Nilai kontrak hanya sekitar 9% dari nilai belanja Indonesia. Fokus terbatas pada kapal patroli (LMS) dan drone ringan, mencerminkan anggaran yang sangat terbatas.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal & Beban Utang (GDP Ratio)
      Data utang menjelaskan mengapa MALONYET kesulitan belanja alutsista:
      Indonesia (Low Risk): Dengan utang pemerintah hanya 41,1%, Indonesia memiliki "napas" panjang untuk mengambil pinjaman luar negeri guna membiayai MEP (Minimum Essential Force).
      MALONYET (High Risk): Utang pemerintah mencapai 70,5% dengan total utang nasional (swasta+publik) di angka 224%. Hal ini memicu prioritas anggaran dialihkan untuk membayar bunga utang daripada membeli senjata baru.

      Hapus
    3. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      1. Performa Belanja (SIPRI & Kontrak)
      Indonesia (Full Shopping): Lembar pengadaan penuh alutsista Tier-1 (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan). Nilai kontrak dengan Turki saja mencapai USD 12–13 Miliar.
      MALONYET (Zonk): Status 2 Tahun SIPRI Kosong. Tidak ada kontrak strategis baru. Nilai belanja dengan Turki hanya USD 1,17 Miliar (hanya 9% dari nilai Indonesia).
      ---------------------------------
      2. Status Kepemilikan & Pembayaran
      Indonesia (Owner): Membeli tunai/kredit sehat dengan Transfer Teknologi (ToT) dan produksi lokal (PT Pindad, PT DI).
      MALONYET (Renter & Barter): Terjebak skema Barter Sawit (MKM, FA-50, Scorpene) dan Sewa (Leasing) masif pada helikopter, pesawat latih, hingga motor patroli karena tidak mampu membayar DP.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
      Indonesia (Safe): Utang pemerintah rendah (41,1% GDP), memberikan ruang fiskal luas untuk modernisasi militer.
      MALONYET (Overlimit): Utang pemerintah menembus 70,5% GDP (melewati limit aman 65%). Total utang gabungan (Publik + Rumah Tangga) mencapai 224% GDP.
      ---------------------------------
      4. Beban Rakyat (Per Kapita 2025)
      Beban Utang: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang gabungan rata-rata RM 82.000 per orang.
      Dampak Sosial: Tekanan ekonomi memicu krisis mental (1 dari 3 orang gangguan jiwa) dan badai PHK massal (300.000+ pengangguran baru).
      ---------------------------------
      5. Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Membangun Hegemoni Regional dengan kepemilikan aset absolut dan teknologi siluman (KAAN).
      MALONYET: Mengalami Kelumpuhan Pertahanan; militer berubah fungsi dari "pelindung kedaulatan" menjadi "penyewa aset swasta" akibat kebangkrutan fiskal

      Hapus
    4. HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      --------------------------------
      RAMALAN? = BUKTI : MAHAL ELIT versus MURAH SULIT
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      -

      😝RONGSOK1967, 1968😝

      Hapus
    5. KAYA CV SRIWIJAYA-HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO TORPEDO - LCS BANNED NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024

      Hapus
    6. HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      --------------------------------
      RAMALAN? = BUKTI : MAHAL ELIT versus MURAH SULIT
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      -

      😝RONGSOK1967, 1968😝

      Hapus
    7. MATCH FIXING = KALAH
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
  35. PARAH....BESAR KAPAL BARUnya guys......Ini kapal PERTAMA ya...ada lagi sebuah...............HOREYYYYY


    https://defenceturkey.com/api/defence-gcs-cdn-wm/article/1790938487843-DESAN_Malezya__5_.jpeg?wm=0&logo=1&v=13

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
      Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
      Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
      Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
      Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
      -
      Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
      Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
      Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
      Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
      Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALAYSEWA.

      Hapus
    2. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      Dominasi vs Kelumpuhan Alutsista (SIPRI Status)
      Indonesia (Power House): Daftar belanja "Satu Lembar Penuh" menunjukkan kedaulatan finansial. Akuisisi mesin LM-2500, jet Rafale, hingga sistem rudal KHAN membuktikan Indonesia membeli aset sebagai "pemilik" dengan dukungan APBN yang sehat.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah bukti nyata negara sedang Miskin No Shopping. Tidak ada kontrak baru alutsista strategis yang mampu ditandatangani karena anggaran habis untuk membayar bunga utang.
      ---------------------------------
      Metode Pembayaran: "Cash/Kredit Sehat" vs "Barter Sawit"
      Ketidakmampuan finansial MALONYET terlihat dari cara mereka memperoleh senjata:
      Barter Komoditas: Hampir semua aset utama (Su-30MKM, MiG-29, Scorpene, PT-91, FA-50) dibayar menggunakan minyak sawit dan karet. Ini adalah metode "ekonomi darurat" karena menipisnya cadangan devisa tunai.
      Debt Acquisition: Pembelian A400M dilakukan secara berperingkat (cicilan), menunjukkan ketidakmampuan bayar tunai (cash) yang kontras dengan Indonesia.
      ---------------------------------
      Analisa Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 menunjukkan kondisi "Gali Lubang Tutup Lubang" di MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap penduduk MALONYET menanggung beban utang gabungan (Pemerintah + Rumah Tangga) sebesar RM 82.000 per kapita.
      Penyedot Anggaran: Utang Pemerintah (70,5% dari GDP) menyebabkan pendapatan negara tersedot hanya untuk membayar bunga (servis utang), sehingga anggaran pertahanan, pendidikan, dan kesehatan terpaksa dipotong.
      Daya Beli Runtuh: Utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari GDP membuat masyarakat kehilangan daya beli, yang berdampak pada pelambatan ekonomi nasional secara masif.
      ---------------------------------
      Risiko Sistemik & "Game Over"
      Kerentanan Makro: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan global.
      Stabilitas Perbankan: Tingginya beban RM 45.859 per orang untuk utang rumah tangga meningkatkan risiko Kredit Macet (NPL) yang dapat meruntuhkan sektor perbankan MALONYET.
      Indonesia (Safe Zone): Dengan utang pemerintah hanya 41,1%, Indonesia memiliki ruang fiskal yang luas untuk terus melakukan modernisasi militer tanpa membebani rakyat dengan pajak berlebih di masa depan.

      Hapus
    3. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------

      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.

      Hapus
  36. KAPAL BARU lagi GUYS..........HOREYYYYYYYYYYYY



    https://defenceturkey.com/api/defence-gcs-cdn-wm/article/1790938483851-DESAN_Malezya__6_.jpeg?wm=0&logo=1&v=13

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
      Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

      Hapus
    2. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      1. STATUS PENGADAAN MILITER
      Indonesia (Aktif/Agresif):
      Daftar belanja terealisasi: Rafale F-4, Pesawat A400M Atlas, Rudal Bora & Khan, Drone Anka-S, Mesin Kapal PPA-L-Plus, Air Refuel System, dan Mesin LM-2500.
      MALONYET (Stagnan/Kosong):
      2020-2021: Berstatus Planned (Direncanakan).
      2022: Berstatus Selected Not Yet Ordered (Dipilih tanpa pesanan).
      2023-2025: Berstatus Not Yet Ordered hingga lembar laporan kosong.
      2026: Pembatalan total rencana akuisisi F/A-18 Hornet bekas Kuwait.
      --------------------------------
      2. PERINGKAT KEKUATAN MILITER ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN)
      Vietnam: Peringkat 23
      Thailand: Peringkat 24
      Singapura: Peringkat 29
      Myanmar: Peringkat 35
      Filipina: Peringkat 41
      MALONYET: Peringkat 42 (Berada di bawah Filipina)
      --------------------------------
      3. ANALISIS KRISIS PENGADAAN MALONYET
      Pembatalan F-18 Hornet: Kabinet resmi membatalkan akuisisi pada 6 Februari 2026 karena risiko logistik dan usia pesawat yang lebih tua dari armada yang ada.
      Pembekuan Tender (Freezes Procurement): Per 16 Januari 2026, PM menghentikan pengadaan militer akibat investigasi suap dan korupsi oleh MACC (lembaga anti-korupsi).
      Efisiensi Anggaran: Sejak 2023, dilakukan pembatalan 5 proyek besar untuk menghindari kebocoran pengeluaran negara.
      --------------------------------
      4. PERBANDINGAN BELANJA SIPRI 2025-2026
      Negara Belanja Aktif: Indonesia, Vietnam, Myanmar, Thailand, Filipina, Singapura.
      Negara "Lembar Kosong" (Tanpa Aset Baru): MALONYET, Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.

      Hapus
    3. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
      GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.

      Hapus
  37. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
    • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
    • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
    • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
    • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
    MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
    Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
    Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
    Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
    Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
    -
    Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
    Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
    Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
    -
    Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
    Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
    Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
    Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
    Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
    MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
    -

    BalasHapus
  38. KAPAL MALAYSIA yang dalam pembinaan di Turkiye ada 5 buah ya guys... HOREYYYYYYYYYY

    3 Buah kapal LMS BATCH 2 - TLDM
    2 Buah kapal MPMS - COAST GUARD

    BalasHapus
    Balasan
    1. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.

      Hapus
    2. GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

      Hapus
    3. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------

      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.

      Hapus
  39. KAPAL MALAYSIA yang dalam pembinaan di Turkiye ada 5 buah ya guys... HOREYYYYYYYYYY

    3 Buah kapal LMS BATCH 2 - TLDM
    2 Buah kapal MPMS - COAST GUARD

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
      GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
      Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
      Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi

      Hapus
    2. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
      GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      MALONYET (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
      ---------------------------------
      Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
      Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
      Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
      Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
      Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

      Hapus
    3. FACT 5x KING MALONYET =ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 5x PM MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      FACT 6x MINDEF MALONYET = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      FAKTA = SALAM BATAL ......
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -

      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      "Claim of Wealth = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
  40. Up beritanya admin biar GORILLA yang curang BOLA makin TERSAKITI.....HAHAHAHAHA



    MPMS-1 Built for the Malaysia Coast Guard Launched at DESAN Shipyard

    https://defenceturkey.com/news/mpms-1-built-for-the-malaysia-coast-guard-launched-at-desan-shipyard

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAYA CV SRIWIJAYA-HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO TORPEDO - LCS BANNED NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      LCS PAY DEBT NGPVs = seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALONYET semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) BHD.

      Hapus
  41. Up beritanya admin biar GORILLA yang curang BOLA makin TERSAKITI.....HAHAHAHAHA



    MPMS-1 Built for the Malaysia Coast Guard Launched at DESAN Shipyard

    https://defenceturkey.com/news/mpms-1-built-for-the-malaysia-coast-guard-launched-at-desan-shipyard

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAYA CV SRIWIJAYA-HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO TORPEDO - LCS BANNED NSM
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      🤣PARAH : HIBAH KAPAL 1967, 1968🤣

      Hapus
    2. MATCH FIXING = KALAH
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
  42. Si M pusat mafia bola ASEAN 🤓

    ‎Begini Sejarah Isu Match Fixing Malaysia-Singapura | Republika Online https://share.google/7EZJWkYj5z1HuYhtd
    ‎
    ‎Baik Malaysia dan Singapura sempat didera kasus besar pengaturan skor.
    ‎
    ‎REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Kemenangan besar Timnas Sepak Bola Malaysia melawan Singapura dalam pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, semalam mengundang tanda tanya.
    ‎
    ‎Jawabannya barangkali pada negara asal tim yang bertanding. Sejumlah perkara besar dalam tiga dekade terakhir membuat Malaysia dan Singapura berulang kali disebut dalam peta pengaturan pertandingan sepak bola Asia Tenggara.
    ‎
    ‎Di Asia Tenggara, merujuk Aljazirah, Malaysia dan Singapura pernah disebut sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing regional. Sejarah perkara di Malaysia dan Singapura memperlihatkan persoalan itu dengan jelas.
    ‎
    ‎Malaysia memang memiliki sejarah panjang terkait dugaan pengaturan pertandingan. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 1994. Media Malaysia The Star melansir, lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa dalam perkara yang mengguncang sepak bola Malaysia. Puluhan pemain kemudian dikenai sanksi.
    ‎
    ‎Dua dekade kemudian, pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencabut larangan terhadap 84 pemain yang sebelumnya terseret dalam skandal tersebut. Perkara itu penting karena memperlihatkan bahwa persoalan match fixing di Malaysia bukan produk era taruhan daring. Ia telah menjadi masalah sepak bola domestik jauh sebelum pasar perjudian internet berkembang seperti sekarang.
    ‎
    ‎Jika Malaysia mempunyai sejarah panjang skandal domestik, Singapura menjadi sangat menonjol dalam perkara jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an. Pada 2013, seperti dilaporkan the Strait Times, Europol mengungkap investigasi terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura. Dalam pengumuman tersebut, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut sebagai pertandingan yang dicurigai menjadi sasaran jaringan.
    ‎
    ‎Salah satu kasus yang paling menarik justru mempertemukan kedua negara tersebut. Pada 2012, pertandingan Malaysia Super League antara LionsXII dan Sarawak FA menjadi sasaran skema pengaturan pertandingan. Pertandingan berlangsung di Singapura dan berakhir 3-0 untuk LionsXII.
    ‎
    ‎Seorang mantan pemain tim nasional Malaysia, Thana Segar, bersama Selvarajan Letchuman dan wasit Malaysia Shokri Nor, terlibat dalam perkara tersebut. Selvarajan kemudian dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, sementara Thana Segar dijatuhi hukuman 24 bulan.
    ‎
    ‎Kasus itu menggambarkan wajah match fixing Asia Tenggara. Pertandingan berlangsung di Singapura. Pemain dan wasit terkait berasal dari Malaysia. Ada kepentingan taruhan. Dan pengaturan pertandingan melibatkan aktor yang bergerak di antara dua yurisdiksi.
    ‎
    ‎Pada 2013, otoritas antikorupsi Singapura juga mengungkap perkara yang melibatkan tiga ofisial pertandingan AFC Cup antara Tampines Rovers dan East Bengal. Ketiganya ditangkap setelah penyelidikan menemukan pemberian gratifikasi berupa layanan seksual untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Mereka kemudian didakwa.
    ‎
    ‎Kasus Rajendran Kurusamy memperlihatkan lebih jauh bagaimana jaringan tersebut bekerja. Menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Rajendran berusaha mengatur agar Timor-Leste kalah dari Malaysia. Ia menawarkan uang kepada pemain dan pejabat Timor-Leste.
    ‎
    ‎Rajendran kemudian dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. Singkat cerita, pelaku berasal dari Singapura. Pertandingan berlangsung dalam ajang yang diselenggarakan di Singapura. Tim yang hendak dipengaruhi adalah Timor-Leste. Dan hasil yang ingin dikendalikan berkaitan dengan pertandingan melawan Malaysia.
    ‎
    ‎Kasus tersebut menunjukkan bahwa
    ‎Lebih dari 1.000 penggerebekan dilakukan dan sekitar 1.400 orang ditangkap. Interpol memperkirakan jaringan yang menjadi sasaran operasi menangani taruhan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
    ‎
    ‎Pada 2016, konsultan integritas olahraga Chris Eaton menyebut Malaysia telah menggantikan Singapura sebagai pusat aktivitas match fixing di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  43. KAYA CV SRIWIJAYA-HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO TORPEDO - LCS BANNED NSM
    -
    Welcome to in force .......
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    HIBAH KAPAL 1967
    The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -
    HIBAH KAPAL 1968
    USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    -
    HIBAH KAPAL 1980
    KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
    -
    PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
    Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
    -
    🤣PARAH : HIBAH KAPAL 1967, 1968🤣

    BalasHapus
  44. KAYA CV SRIWIJAYA-HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO TORPEDO - LCS BANNED NSM
    -
    Welcome to in force .......
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
    PSC = 1995 = TRAWLERS
    PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
    BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
    PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024

    BalasHapus
  45. HIBAH KAPAL 1967
    The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -
    HIBAH KAPAL 1968
    USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    -
    HIBAH KAPAL 1980
    KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
    -
    PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
    Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
    -
    KAPAL MCMV 1984
    Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
    -
    HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
    Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
    -
    HIBAH KAPAL1990–1991
    KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
    -
    HIBAH KAPAL 1989
    KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
    --------------------------------
    RAMALAN? = BUKTI : MAHAL ELIT versus MURAH SULIT
    1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
    2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
    3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
    4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
    5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
    6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
    7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
    8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
    9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
    --------------------------------
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
    BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
    AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
    --------------------------------
    DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    -

    😝RONGSOK1967, 1968😝

    BalasHapus
  46. Malah pihak bangladesh juga protes guys bagaimana masa tambahan yang diberi hanya 2 MINIT boleh bertukar menjadi 7 MINIT....??? Hanya terjadi di INDIANESIA......HAHAHHAHAHA



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------

      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.

      Hapus
    2. MATCH FIXING DUNIA = KALAH
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH KELAM
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    3. MATCH FIXING = KALAH
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    4. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
      Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
      -
      Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
      Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
      Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang terhadap GDP:
      2010: 52,4%
      2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
      2024: 70,4%
      2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
      Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
      Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
      -
      Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
      Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
      Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
      Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.


      Hapus
  47. Malah pihak bangladesh juga protes guys bagaimana masa tambahan yang diberi hanya 2 MINIT boleh bertukar menjadi 7 MINIT....??? Hanya terjadi di INDIANESIA......HAHAHHAHAHA



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).

      Hapus
    2. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).

      Hapus
    3. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).

      Hapus
    4. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    5. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
      2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
      Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
      Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
      Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
      3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
      SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
      Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).

      Hapus
    6. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
  48. Si M pusat mafia bola ASEAN 👹🤮👎
    ‎
    ‎Begini Sejarah Isu Match Fixing Malaysia-Singapura | Republika Online https://share.google/7EZJWkYj5z1HuYhtd
    ‎
    ‎Baik Malaysia dan Singapura sempat didera kasus besar pengaturan skor.
    ‎
    ‎REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Kemenangan besar Timnas Sepak Bola Malaysia melawan Singapura dalam pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, semalam mengundang tanda tanya.
    ‎
    ‎Jawabannya barangkali pada negara asal tim yang bertanding. Sejumlah perkara besar dalam tiga dekade terakhir membuat Malaysia dan Singapura berulang kali disebut dalam peta pengaturan pertandingan sepak bola Asia Tenggara.
    ‎
    ‎Di Asia Tenggara, merujuk Aljazirah, Malaysia dan Singapura pernah disebut sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing regional. Sejarah perkara di Malaysia dan Singapura memperlihatkan persoalan itu dengan jelas.
    ‎
    ‎Malaysia memang memiliki sejarah panjang terkait dugaan pengaturan pertandingan. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 1994. Media Malaysia The Star melansir, lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa dalam perkara yang mengguncang sepak bola Malaysia. Puluhan pemain kemudian dikenai sanksi.
    ‎
    ‎Dua dekade kemudian, pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencabut larangan terhadap 84 pemain yang sebelumnya terseret dalam skandal tersebut. Perkara itu penting karena memperlihatkan bahwa persoalan match fixing di Malaysia bukan produk era taruhan daring. Ia telah menjadi masalah sepak bola domestik jauh sebelum pasar perjudian internet berkembang seperti sekarang.
    ‎
    ‎Jika Malaysia mempunyai sejarah panjang skandal domestik, Singapura menjadi sangat menonjol dalam perkara jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an. Pada 2013, seperti dilaporkan the Strait Times, Europol mengungkap investigasi terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura. Dalam pengumuman tersebut, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut sebagai pertandingan yang dicurigai menjadi sasaran jaringan.
    ‎
    ‎Salah satu kasus yang paling menarik justru mempertemukan kedua negara tersebut. Pada 2012, pertandingan Malaysia Super League antara LionsXII dan Sarawak FA menjadi sasaran skema pengaturan pertandingan. Pertandingan berlangsung di Singapura dan berakhir 3-0 untuk LionsXII.
    ‎
    ‎Seorang mantan pemain tim nasional Malaysia, Thana Segar, bersama Selvarajan Letchuman dan wasit Malaysia Shokri Nor, terlibat dalam perkara tersebut. Selvarajan kemudian dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, sementara Thana Segar dijatuhi hukuman 24 bulan.
    ‎
    ‎Kasus itu menggambarkan wajah match fixing Asia Tenggara. Pertandingan berlangsung di Singapura. Pemain dan wasit terkait berasal dari Malaysia. Ada kepentingan taruhan. Dan pengaturan pertandingan melibatkan aktor yang bergerak di antara dua yurisdiksi.
    ‎
    ‎Pada 2013, otoritas antikorupsi Singapura juga mengungkap perkara yang melibatkan tiga ofisial pertandingan AFC Cup antara Tampines Rovers dan East Bengal. Ketiganya ditangkap setelah penyelidikan menemukan pemberian gratifikasi berupa layanan seksual untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Mereka kemudian didakwa.
    ‎
    ‎Kasus Rajendran Kurusamy memperlihatkan lebih jauh bagaimana jaringan tersebut bekerja. Menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Rajendran berusaha mengatur agar Timor-Leste kalah dari Malaysia. Ia menawarkan uang kepada pemain dan pejabat Timor-Leste.
    ‎
    ‎Rajendran kemudian dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. Singkat cerita, pelaku berasal dari Singapura. Pertandingan berlangsung dalam ajang yang diselenggarakan di Singapura. Tim yang hendak dipengaruhi adalah Timor-Leste. Dan hasil yang ingin dikendalikan berkaitan dengan pertandingan melawan Malaysia.
    ‎
    ‎Kasus tersebut menunjukkan bahwa
    ‎Lebih dari 1.000 penggerebekan dilakukan dan sekitar 1.400 orang ditangkap. Interpol memperkirakan jaringan yang menjadi sasaran operasi menangani taruhan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
    ‎
    ‎Pada 2016, konsultan integritas olahraga Chris Eaton menyebut Malaysia telah menggantikan Singapura sebagai pusat aktivitas match fixing di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  49. MATCH FIXING = KALAH
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
    -
    MALAYDESH IMPOR =
    • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
    • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
    • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
    • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
    • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
    --------------------------------------------
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
    • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
    -
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
    --------------------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
    • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
    • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
    • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
    • Peru: Mata uang (Soles).
    • Bangladesh: Mata uang (Taka).
    • Somalia: Mata uang (Shilling).
    • Argentina: Mata uang (Peso).
    • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
    • Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
    • Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
    .
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  50. Bukan hanya MALAYSIA...BANGLADESH yang LAWAN INDIANESIA saja HAIRAN bagaimana masa tambahan yang Diumumkan selama 2 MINIT boleh bertukar menjadi 7 MINIT...??? PERTUKARAN MASA 2 KALI guys....HAHAHAHHAHAH



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
  51. Bukan hanya MALAYSIA...BANGLADESH yang LAWAN INDIANESIA saja HAIRAN bagaimana masa tambahan yang Diumumkan selama 2 MINIT boleh bertukar menjadi 7 MINIT...??? PERTUKARAN MASA 2 KALI guys....HAHAHAHHAHAH



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
  52. MENANG ATAS KECURANGAN....... KEMENANGAN yang tak bermakna pada saya ya guys....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
  53. DUNIA JUGA HERAN SAMA MALAYDESH ,KOK ADA ATURAN VALID FIFA MASIH SAJA DIPROTES !!!!!

    Tambahan waktu pada laga Indonesia vs Bangladesh berubah dari 2 menit menjadi 7 menit karena adanya koreksi atas kesalahan teknis penghitungan awal oleh ofisial keempat dan akumulasi waktu yang terbuang.

    Penyebab Perubahan Waktu Tambahan
    • Kesalahan Papan Skor: Ofisial keempat mengakui bahwa kemunculan angka 2 menit pada awalnya merupakan sebuah kekeliruan teknis.
    • Pengecekan VAR: Sepanjang babak kedua, terjadi empat kali pengecekan Video Assistant Referee (VAR) yang menyita waktu hingga 5 menit bersih. Penjelasan lengkap mengenai aturan ini dapat disimak melalui ulasan Tribun News.
    • Insiden di Lapangan: Terdapat tambahan waktu yang terbuang akibat pelanggaran dan kartu kuning di masa injury time.
    • Aturan Wasit: Berdasarkan aturan sepak bola, durasi pada papan tambahan waktu bersifat minimal dan wasit berhak menambah waktu jika ada kejadian yang membuang banyak waktu.

    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
    🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim

    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus
  54. BANGLADESH saja Hairan....HANYA terjadi di INDIANESIA...Akibat Panik takut MALAYSIA yang ke final.....HAHAHAHHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
  55. BANGLADESH saja Hairan....HANYA terjadi di INDIANESIA...Akibat Panik takut MALAYSIA yang ke final.....HAHAHAHHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
  56. SAMA SAMA NEGARA BABU MAMA ELY MAIN SABUN.....BIKIN GELAK DUNIA SAJA LON 🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus
  57. DUNIA JUGA HERAN SAMA MALAYDESH ,KOK ADA ATURAN VALID FIFA MASIH SAJA DIPROTES !!!!!

    Tambahan waktu pada laga Indonesia vs Bangladesh berubah dari 2 menit menjadi 7 menit karena adanya koreksi atas kesalahan teknis penghitungan awal oleh ofisial keempat dan akumulasi waktu yang terbuang.

    Penyebab Perubahan Waktu Tambahan
    • Kesalahan Papan Skor: Ofisial keempat mengakui bahwa kemunculan angka 2 menit pada awalnya merupakan sebuah kekeliruan teknis.
    • Pengecekan VAR: Sepanjang babak kedua, terjadi empat kali pengecekan Video Assistant Referee (VAR) yang menyita waktu hingga 5 menit bersih. Penjelasan lengkap mengenai aturan ini dapat disimak melalui ulasan Tribun News.
    • Insiden di Lapangan: Terdapat tambahan waktu yang terbuang akibat pelanggaran dan kartu kuning di masa injury time.
    • Aturan Wasit: Berdasarkan aturan sepak bola, durasi pada papan tambahan waktu bersifat minimal dan wasit berhak menambah waktu jika ada kejadian yang membuang banyak waktu.

    PASAL TU ORG TUA DULU² SELALU PESAN.. BODOH,TOLOL DAN HAL MEMALUKAN JANGAN TUNJUK KAT ORG...APALAGI REKAM JEJAK DIGITAL
    🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim

    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus
  58. Bukan hanya MALAYSIA...BANGLADESH yang LAWAN INDIANESIA saja HAIRAN bagaimana masa tambahan yang Diumumkan selama 2 MINIT boleh bertukar menjadi 7 MINIT...??? PERTUKARAN MASA 2 KALI guys....HAHAHAHHAHAH



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
  59. Bukan hanya MALAYSIA...BANGLADESH yang LAWAN INDIANESIA saja HAIRAN bagaimana masa tambahan yang Diumumkan selama 2 MINIT boleh bertukar menjadi 7 MINIT...??? PERTUKARAN MASA 2 KALI guys....HAHAHAHHAHAH



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
  60. kerana itu saya tanya dimana game bola yang pertukaran masa tambahan berlaku 2 kali....??? HAHAHAHAHAH

    Jawapannya mudah.... HANYA DI INDIANESIA.....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
  61. kerana itu saya tanya dimana game bola yang pertukaran masa tambahan berlaku 2 kali....??? HAHAHAHAHAH

    Jawapannya mudah.... HANYA DI INDIANESIA.....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
  62. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    --------------------------------
    1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
    -
    Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
    --------------------------------
    2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
    -
    Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

    BalasHapus
  63. BANGLADESH saja Hairan....HANYA terjadi di INDIANESIA...Akibat Panik takut MALAYSIA yang ke final.....HAHAHAHHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  64. Mau ke FINAL tapi dengan cara CURANG.....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  65. Mau ke FINAL tapi dengan cara CURANG.....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  66. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  67. Mohon FIFA siasat....... HAHAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
  68. Mohon FIFA siasat....... HAHAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
  69. Bangladesh juga hairan bagaimana penambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? TAK PERNAH SAYA LIHAT kata pelatih Bangladesh....HAHAHAHAHAHHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
    3. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Ekonomi & Spiral Utang MALAYSEWA
      Beban Fiskal: Utang negara menembus RM 1,79 Triliun dengan rasio 84,3% dari GDP.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
      Krisis Kas: Ketidakmampuan bayar tunai memicu penggunaan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50, PT-91M, dan Sukhoi MKM.
      Sanksi Internasional: Tekanan dagang AS (Section 301) dan ancaman blokir transaksi (IEEPA) memperparah ruang gerak ekonomi.
      Analisa Militer: Dari Kepemilikan ke "Sewa" (Leasing)
      -
      Akibat keterbatasan anggaran, kekuatan militer MALAYSEWA bergeser menjadi "Military-for-Rent":
      Aset Sewaan (32+ Item): Helikopter Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L-39, hingga kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT).
      Kondisi Aset Milik: Banyak yang grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet).
      Daya Gentar: Peringkat GFP merosot ke posisi 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      -
      Analisa Sosial-Politik: Kemiskinan & Reputasi
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang etnis Melayu yang "Malas & Miskin" serta Anwar Ibrahim mengenai korupsi proyek banjir yang memukul rakyat kecil.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan gagal lolos Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Ketidakstabilan Administrasi: Kegagalan federasi sepak bola (FAM) dianggap sebagai cerminan kegagalan administrasi di level yang lebih tinggi.

      Hapus
    4. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Performa Belanja: "Shopping" vs "Empty"
      Indonesia (Agresif): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista kelas berat dan teknologi tinggi (Rafale F-4, A400M, kapal perang PPA, peluru kendali Bora/Khan, hingga mesin jet LM-2500). Ini menunjukkan daya beli yang kuat dan kepercayaan diri fiskal.
      MALONYET (Stagnan): Laporan SIPRI yang kosong selama 2 tahun mengonfirmasi status "No Shopping". Ketidakhadiran kontrak baru menunjukkan kelumpuhan modernisasi akibat keterbatasan anggaran.
      ---------------------------------
      2. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
      Data utang terhadap GDP menjadi kunci mengapa kedua negara berada di jalur berbeda:
      Indonesia (Zona Aman): Total utang (80-95%) dan utang pemerintah (41,1%) berada di level yang sehat secara regional. Rasio ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjamin pendanaan alutsista jangka panjang.
      MALONYET (Zona Merah): Dengan total utang mencapai 224% dan utang pemerintah 70,5% terhadap GDP, negara ini terjebak dalam beban bunga utang. Tingginya utang membatasi kemampuan negara untuk mengalokasikan dana ke sektor pertahanan yang bersifat non-productive spending.
      ---------------------------------
      3. Penyakit Sistemik Pengadaan
      Analisa laporan 2025 menunjukkan bahwa kelemahan MALONYET bukan hanya soal uang, tapi juga manajemen:
      Anggaran Terkunci: 60-70% anggaran habis hanya untuk gaji dan perawatan barang tua, menyisakan sedikit ruang untuk inovasi.
      Skandal & Inefisiensi: Kasus korupsi baru di akhir 2025, kegagalan proyek LCS (hanya 73% selesai), dan intervensi "orang tengah" (broker) membuat biaya pengadaan membengkak tanpa menghasilkan aset nyata.
      Ketergantungan Asing: Berbeda dengan Indonesia yang mulai mengunci kontrak Transfer of Technology (ToT), MALONYET masih terjebak pada ketergantungan impor yang rentan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.

      Hapus
  70. Bangladesh juga hairan bagaimana penambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? TAK PERNAH SAYA LIHAT kata pelatih Bangladesh....HAHAHAHAHAHHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      ________________________________________
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALONYET (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan

      Hapus
    3. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      ---------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------
      hasil sidang CAS terkait banding FAM:
      Sanksi Finansial Tetap: Banding ditolak, FAM wajib membayar denda FIFA sebesar 350.000 Swiss Franc (±Rp 7,5 miliar) tanpa keringanan.
      Pemain Naturalisasi Ilegal: Dokumen 7 pemain dinyatakan tidak sah (melanggar Pasal 22 FDC). Mereka dilarang membela Timnas MALAYSEWA secara permanen.
      Kerugian Kompetitif: MALAYSEWA kehilangan poin/posisi yang menguntungkan rival (seperti Vietnam yang dipastikan lolos Piala Asia 2027) serta rusaknya reputasi federasi.
      Keputusan Final: Putusan CAS bersifat inkrah (final dan mengikat). Jalur hukum olahraga bagi FAM resmi tertutup.
      ---------------
      sanksi AFC terhadap FAM (Asosiasi Sepak Bola MALAYSEWA):
      Kekalahan WO (0-3): Kemenangan MALAYSEWA atas Nepal dan Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3 karena menurunkan pemain ilegal.
      Gagal ke Piala Asia 2027: Pengurangan poin akibat status WO menutup peluang MALAYSEWA untuk lolos, sementara tiket tersebut otomatis jatuh ke tangan Vietnam.
      Denda USD 50.000: FAM wajib membayar denda sekitar Rp 780 juta kepada AFC dalam kurun waktu 30 hari.
      -------------------------------
      SENJATA HUKUM USTR (TARIF PEMBALASAN)
      Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
      IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.

      Hapus
    4. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    5. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  71. Bangladesh juga hairan bagaimana penambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? TAK PERNAH SAYA LIHAT kata pelatih Bangladesh....HAHAHAHAHAHHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    4. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
      -
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALAYSEWA sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.

      Hapus
    5. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
  72. Si M pusat mafia bola ASEAN 👹🤮👎
    ‎
    ‎Begini Sejarah Isu Match Fixing Malaysia-Singapura | Republika Online https://share.google/7EZJWkYj5z1HuYhtd
    ‎
    ‎Baik Malaysia dan Singapura sempat didera kasus besar pengaturan skor.
    ‎
    ‎REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –  Kemenangan besar Timnas Sepak Bola Malaysia melawan Singapura dalam pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, semalam mengundang tanda tanya.
    ‎
    ‎Jawabannya barangkali pada negara asal tim yang bertanding. Sejumlah perkara besar dalam tiga dekade terakhir membuat Malaysia dan Singapura berulang kali disebut dalam peta pengaturan pertandingan sepak bola Asia Tenggara.
    ‎
    ‎Di Asia Tenggara, merujuk Aljazirah, Malaysia dan Singapura pernah disebut sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing regional. Sejarah perkara di Malaysia dan Singapura memperlihatkan persoalan itu dengan jelas.
    ‎
    ‎Malaysia memang memiliki sejarah panjang terkait dugaan pengaturan pertandingan. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 1994. Media Malaysia The Star melansir, lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa dalam perkara yang mengguncang sepak bola Malaysia. Puluhan pemain kemudian dikenai sanksi.
    ‎
    ‎Dua dekade kemudian, pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencabut larangan terhadap 84 pemain yang sebelumnya terseret dalam skandal tersebut. Perkara itu penting karena memperlihatkan bahwa persoalan match fixing di Malaysia bukan produk era taruhan daring. Ia telah menjadi masalah sepak bola domestik jauh sebelum pasar perjudian internet berkembang seperti sekarang.
    ‎
    ‎Jika Malaysia mempunyai sejarah panjang skandal domestik, Singapura menjadi sangat menonjol dalam perkara jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an. Pada 2013, seperti dilaporkan the Strait Times, Europol mengungkap investigasi terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura. Dalam pengumuman tersebut, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut sebagai pertandingan yang dicurigai menjadi sasaran jaringan.
    ‎
    ‎Salah satu kasus yang paling menarik justru mempertemukan kedua negara tersebut. Pada 2012, pertandingan Malaysia Super League antara LionsXII dan Sarawak FA menjadi sasaran skema pengaturan pertandingan. Pertandingan berlangsung di Singapura dan berakhir 3-0 untuk LionsXII.
    ‎
    ‎Seorang mantan pemain tim nasional Malaysia, Thana Segar, bersama Selvarajan Letchuman dan wasit Malaysia Shokri Nor, terlibat dalam perkara tersebut. Selvarajan kemudian dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, sementara Thana Segar dijatuhi hukuman 24 bulan.
    ‎
    ‎Kasus itu menggambarkan wajah match fixing Asia Tenggara. Pertandingan berlangsung di Singapura. Pemain dan wasit terkait berasal dari Malaysia. Ada kepentingan taruhan. Dan pengaturan pertandingan melibatkan aktor yang bergerak di antara dua yurisdiksi.
    ‎
    ‎Pada 2013, otoritas antikorupsi Singapura juga mengungkap perkara yang melibatkan tiga ofisial pertandingan AFC Cup antara Tampines Rovers dan East Bengal. Ketiganya ditangkap setelah penyelidikan menemukan pemberian gratifikasi berupa layanan seksual untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Mereka kemudian didakwa.
    ‎
    ‎Kasus Rajendran Kurusamy memperlihatkan lebih jauh bagaimana jaringan tersebut bekerja. Menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Rajendran berusaha mengatur agar Timor-Leste kalah dari Malaysia. Ia menawarkan uang kepada pemain dan pejabat Timor-Leste.
    ‎
    ‎Rajendran kemudian dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. Singkat cerita, pelaku berasal dari Singapura. Pertandingan berlangsung dalam ajang yang diselenggarakan di Singapura. Tim yang hendak dipengaruhi adalah Timor-Leste. Dan hasil yang ingin dikendalikan berkaitan dengan pertandingan melawan Malaysia.
    ‎
    ‎Kasus tersebut menunjukkan bahwa
    ‎Lebih dari 1.000 penggerebekan dilakukan dan sekitar 1.400 orang ditangkap. Interpol memperkirakan jaringan yang menjadi sasaran operasi menangani taruhan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
    ‎
    ‎Pada 2016, konsultan integritas olahraga Chris Eaton menyebut Malaysia telah menggantikan Singapura sebagai pusat aktivitas match fixing di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  73. Mohon FIFA siasat....... HAHAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  74. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
    2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
    2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
    2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
    2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
    2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
    2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
    2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
    2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
    2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
    2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
    2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
    2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
    2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
    2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
    2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
    2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
    2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
    2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
    2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
    2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
    2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
    2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
    2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
    2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
    2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
    2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
    2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
    1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
    1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.


    BalasHapus
  75. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    --------------------------------
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
    1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
    1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
    1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
    --------------------------------
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    --------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------
    Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
    NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
    NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Realisasi & Kontrak G2G):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
    F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
    Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
    MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
    -
    Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
    Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG):
    Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
    KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
    -
    Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
    Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
    NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
    MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
    Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
    Status SIPRI: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
    -
    Beban Rakyat & Masa Depan
    Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
    Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

    BalasHapus
  76. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  77. Bangladesh juga hairan bagaimana penambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? TAK PERNAH SAYA LIHAT kata pelatih Bangladesh....HAHAHAHAHAHHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
    4. NO MISSILE NO TORPEDO = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALAYSEWA (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
      -
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG): Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
  78. Bukan hanya MALAYSIA....BANGLADESH saja Hairan......HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      I. STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2020–2026)
      INDONESIA (Agresif & Realisasi Tinggi):
      Udara: Rafale F-4 (Prancis), A400M Atlas (Transport & Air Refuel System).
      Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
      Laut: Mesin Kapal PPA-L-Plus & LM-2500 (Italia/AS).
      Teknologi: Drone ANKA-S (Turki), TP400-D6 Engine.
      -
      MALONYET (Stagnan & Pembatalan):
      2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
      2022: Terpilih tapi tidak ada kontrak (Selected Not Yet Ordered).
      2023–2025: Status kosong/tanpa pesanan (Not Yet Ordered).
      2026: BATAL TOTAL akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait karena kendala teknis/logistik.
      --------------------------------
      II. PERINGKAT MILITER & EKONOMI (ASEAN 2026)
      Peringkat Global Firepower (GFP):
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      MALONYET: Peringkat 42 (Di bawah Filipina yang ada di posisi 41).
      Skala Ekonomi (PDB PPP):
      Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALONYET ($5,69 T vs $1,34 T).
      Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
      --------------------------------
      III. ANALISIS KRISIS FISKAL & KORUPSI MALONYET
      Januari 2026: PM membekukan seluruh pengadaan militer (Freezes Procurement) akibat skandal suap proyek angkatan darat yang diselidiki MACC.
      Februari 2026: Pembatalan resmi F-18 Hornet Kuwait melalui sidang Dewan Rakyat.
      Warisan Hutang: Sejak 2023, pemerintah membatalkan 5 tender besar guna mencegah kebocoran anggaran.
      --------------------------------
      IV. DATA HUTANG & LIABILITAS MALONYET (2010–2026)
      Fase Awal (2010–2017): Tumbuh dari RM 407 Miliar ke RM 686 Miliar.
      Fase Transparansi (2018–2019): Melonjak ke RM 1,25 Triliun (Termasuk hutang 1MDB).
      Fase Pandemi (2020–2022): Meningkat ke RM 1,45 Triliun akibat stimulus COVID-19.
      Proyeksi Krisis (2023–2026):
      2023: RM 1,53 Triliun.
      2025: RM 1,71 Triliun.
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen hutang kritis).
      --------------------------------
      V. PROFIL RISIKO NEGARA
      Indonesia: Rasio hutang pemerintah sehat (40%), hutang rumah tangga rendah (16%).
      -
      MALONYET: Rasio hutang pemerintah melewati limit (69% vs limit 65%), hutang rumah tangga sangat tinggi (84,3%).

      Hapus
  79. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
    SEWA HELI : 119 HELI BARU
    LMS B2 : TERMURAH
    FA50M : TERMURAH
    -
    ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
    Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
    KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
    Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
    LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
    --------------------------------
    🚁 SEWA VS BELI AW149
    Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
    Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
    Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
    --------------------------------
    🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
    Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
    Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
    Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
    ---------------------------------
    🛩️ JET TEMPUR FA-50
    FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
    FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
    FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
    FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
    --------------------------------
    1. Performa Belanja: "Shopping" vs "Empty"
    Indonesia (Agresif): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista kelas berat dan teknologi tinggi (Rafale F-4, A400M, kapal perang PPA, peluru kendali Bora/Khan, hingga mesin jet LM-2500). Ini menunjukkan daya beli yang kuat dan kepercayaan diri fiskal.
    MALONYET (Stagnan): Laporan SIPRI yang kosong selama 2 tahun mengonfirmasi status "No Shopping". Ketidakhadiran kontrak baru menunjukkan kelumpuhan modernisasi akibat keterbatasan anggaran.
    ---------------------------------
    2. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
    Data utang terhadap GDP menjadi kunci mengapa kedua negara berada di jalur berbeda:
    Indonesia (Zona Aman): Total utang (80-95%) dan utang pemerintah (41,1%) berada di level yang sehat secara regional. Rasio ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjamin pendanaan alutsista jangka panjang.
    MALONYET (Zona Merah): Dengan total utang mencapai 224% dan utang pemerintah 70,5% terhadap GDP, negara ini terjebak dalam beban bunga utang. Tingginya utang membatasi kemampuan negara untuk mengalokasikan dana ke sektor pertahanan yang bersifat non-productive spending.
    ---------------------------------
    3. Penyakit Sistemik Pengadaan
    Analisa laporan 2025 menunjukkan bahwa kelemahan MALONYET bukan hanya soal uang, tapi juga manajemen:
    Anggaran Terkunci: 60-70% anggaran habis hanya untuk gaji dan perawatan barang tua, menyisakan sedikit ruang untuk inovasi.
    Skandal & Inefisiensi: Kasus korupsi baru di akhir 2025, kegagalan proyek LCS (hanya 73% selesai), dan intervensi "orang tengah" (broker) membuat biaya pengadaan membengkak tanpa menghasilkan aset nyata.
    Ketergantungan Asing: Berbeda dengan Indonesia yang mulai mengunci kontrak Transfer of Technology (ToT), MALONYET masih terjebak pada ketergantungan impor yang rentan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.

    BalasHapus
  80. Pelatih Bangladesh saja tak pernah melihat perubahan masa begitu ya guys.....HAHAHAHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      ________________________________________
      1. Kehancuran Skuad Utama & Teknis
      Lumpuhnya Kekuatan Timnas: Kehilangan 7 pemain inti sekaligus selama 12 bulan membuat kerangka timnas hancur total. Pelatih harus merombak strategi dari nol dengan pemain lokal yang secara kualitas mungkin belum setara.
      Krisis Kepercayaan Diri: Moral pemain lain akan anjlok karena merasa perjuangan mereka di lapangan sia-sia akibat sanksi administratif dan pengurangan poin.
      ________________________________________
      2. Bencana di Kualifikasi Piala Asia 2027
      Peluang Lolos Menipis: Pengurangan poin dan potensi kekalahan WO (0-3) adalah hukuman mati di fase grup. MALONYET kemungkinan besar akan tersingkir lebih awal, menghambat visi jangka panjang federasi.
      Nasib di Tangan AFC: Dengan bukti dokumen ilegal, AFC bisa memberikan sanksi tambahan atau diskualifikasi jika ditemukan pelanggaran lebih lanjut dalam pendaftaran pemain di kompetisi mereka.
      ________________________________________
      3. Kerugian Finansial & Reputasi
      Beban Denda Berat: Denda 350.000 CHF (Rp7,2 - 7,6 Miliar) adalah angka yang sangat besar untuk federasi. Ini akan memotong anggaran pembinaan usia muda atau kompetisi domestik.
      Krisis Kredibilitas Internasional: Skandal "dokumen ilegal" mencoreng wajah FAM di mata FIFA dan AFC. Di masa depan, proses naturalisasi mereka akan dipantau secara super ketat dan skeptis.
      ________________________________________
      4. Dampak bagi Pemain & Klub
      Karier yang Terhenti: Larangan beraktivitas 1 tahun bagi ketujuh pemain tersebut adalah kerugian besar di masa emas mereka. Meski boleh berlatih (berdasarkan keringanan CAS), hilangnya atmosfer kompetisi kompetitif akan menurunkan performa mereka secara drastis.
      Konflik Kontrak: Klub-klub tempat pemain ini bernaung merugi secara finansial karena membayar gaji pemain yang tidak bisa bertanding.
      ________________________________________
      5. Tekanan Sosial dan Politik
      Desakan Mundur: Publik dan suporter dipastikan akan menuntut pertanggungjawaban petinggi FAM. Kegagalan dalam verifikasi dokumen yang berujung sanksi berat adalah bentuk kelalaian manajemen yang fatal.

      Hapus
    3. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    4. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      Beban Utang Per Kapita (2025):
      Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
      Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
      Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
      Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kehilangan Dominasi: MALAYSEWA merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
      Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur MALAYSEWA.
      Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).
      -
      Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs MALAYSEWA)
      Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
      MALAYSEWA (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
      -
      Krisis Ketahanan Nasional
      Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
      Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.

      Hapus
    5. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  81. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    ________________________________________
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
    PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -18 BUAH SU30MKM
    -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
    -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
    -
    GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
    BEZA ya guys... HAHAHAHA
    MALONYET...
    F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALONYET nanti...
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
    Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALONYET...
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
    INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
    18 Buah Su 30MKM
    17 Buah Bae hawk 108/208
    8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
    18 +18 Buah FA-50M Block 20
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
    horeyyyyy...F18 come to PAPA
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
    Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
    39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
    39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALONYET sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
    ________________________________________
    🤣ONTERUS : BATAL = CAS – FAM : GAGAL🤣

    BalasHapus
  82. Ke FINAL dengan cara CURANG sangat MEMALUKAN....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  83. Ke FINAL dengan cara CURANG sangat MEMALUKAN....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  84. SALAM 90 + 2 = 97 MINIT.....HAHAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  85. Pelatih Bangladesh saja tak pernah melihat perubahan masa begitu ya guys.....HAHAHAHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  86. Pelatih Bangladesh saja tak pernah melihat perubahan masa begitu ya guys.....HAHAHAHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  87. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  88. Pelatih Bangladesh saja tak pernah melihat perubahan masa begitu ya guys.....HAHAHAHAHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    2. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    4. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALONYET
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALONYET HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the MALONYET trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-MALONYETn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      The confusion came to a head on Sunday when Trade Minister Johari Abdul Ghani told reporters that the court ruling had rendered the deal invalid. “It is not on hold. It is no longer there, it’s null and void,” he was quoted as saying by local English-language daily The Star.By Sunday evening, his own ministry had issued a correction. The minister had “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”, it said, offering no further explanation.
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-MALONYET-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : Kacung Aussie Butterworth
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : China di BPA : 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : China 43 kasus pencerobohan ruang udara.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : RAMD menjaga Istana Buckingham
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia di Rusia
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : Gagal menjadi anggota penuh.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal menjadi anggota penuh.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit : Rafale Typhon GAGAL
      ---------------------------------
      2025 - 2026 KACUNG JAMBUL KONENG = ART USD 240 MILIAR
      -
      1958 – 2026 BABU KACUNG = BRITISH CHINA
      -
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20

      Hapus
    5. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2021 ......
      NGEMIS = SURAT AKUISISI
      -
      1x NGEMIS 2021:
      Pengirim: Datuk Seri Hishammuddin Hussein (Menteri Pertahanan saat itu).
      Tujuan: Menyatakan minat awal secara formal dari pihak MALONYET untuk membeli 33 unit pesawat F/A-18C/D Hornet milik Angkatan Udara Kuwait (KAF) yang akan segera dipensiunkan.
      -
      2x NGEMIS 2023 :
      Pengirim: Datuk Seri Mohamad Hasan (Menteri Pertahanan penerus).
      Tujuan: Menindaklanjuti permohonan sebelumnya setelah adanya pergantian kepemimpinan di MALONYET. Surat ini bertujuan untuk menjaga momentum negosiasi di tengah ketidakpastian politik di Kuwait saat itu.
      -
      3x NGEMIS 2024:
      Pengirim: Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin (Menteri Pertahanan saat ini).
      Tujuan: Mengonfirmasi kembali keseriusan MALONYET. Momentum ini diperkuat dengan kunjungan kerja resmi Khaled Nordin ke Kuwait pada Oktober 2024 untuk mendiskusikan teknis akuisisi secara langsung dengan otoritas Kuwait
      -
      4x NGEMIS 2024 :
      Antara perkara yang dibincangkan adalah berkenaan hasrat negara untuk memperoleh jet-jet pejuang F/A-18 Legacy Hornet milik Tentera Udara Kuwait (KAF) setelah KAF menerima Super Hornet baharunya.
      -
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      Strategi "Ngemis" Berkelanjutan (2021–2024): Keterbatasan budget pertahanan memaksa MALONYET melakukan upaya akuisisi jet bekas (F/A-18 Hornet) dari Kuwait melalui empat kali pengiriman Surat Akuisisi secara formal oleh tiga Menteri Pertahanan yang berbeda demi menjaga momentum negosiasi.
      -
      Ketergantungan pada Alutsista Bekas: Penggunaan surat-surat tersebut menunjukkan ambisi MALONYET untuk memperkuat armada udara dengan biaya minim (loakan), mengingat anggaran yang tidak mencukupi untuk pembelian pesawat tempur baru.
      -
      Kegagalan Total di 2026: Meski sudah melakukan upaya diplomasi intensif selama bertahun-tahun, proses akuisisi dinyatakan CANCELLED (batal) oleh Wakil Menteri Pertahanan Adly Zahari di Sidang Dewan Rakyat pada 26 Februari 2026.
      -
      Krisis Pertahanan Udara: Pembatalan ini berujung pada status TIADA GANTI, yang mengonfirmasi bahwa budget pertahanan MALONYET gagal mengamankan aset pengganti, meninggalkan celah besar dalam sistem pertahanan udara mereka.

      Hapus
  89. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
    -
    MALAYDESH IMPOR =
    • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
    • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
    • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
    • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
    • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
    --------------------------------------------
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
    • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
    -
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
    --------------------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
    • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
    • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
    • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
    • Peru: Mata uang (Soles).
    • Bangladesh: Mata uang (Taka).
    • Somalia: Mata uang (Shilling).
    • Argentina: Mata uang (Peso).
    • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
    .
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  90. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
    -
    MALAYDESH IMPOR =
    • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
    • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
    • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
    • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
    • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
    --------------------------------------------
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
    • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
    -
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
    --------------------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
    • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
    • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
    • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
    • Peru: Mata uang (Soles).
    • Bangladesh: Mata uang (Taka).
    • Somalia: Mata uang (Shilling).
    • Argentina: Mata uang (Peso).
    • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
    .
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  91. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
    ________________________________________
    2025-2021 ......
    NGEMIS = SURAT AKUISISI
    -
    1x NGEMIS 2021:
    Pengirim: Datuk Seri Hishammuddin Hussein (Menteri Pertahanan saat itu).
    Tujuan: Menyatakan minat awal secara formal dari pihak MALONYET untuk membeli 33 unit pesawat F/A-18C/D Hornet milik Angkatan Udara Kuwait (KAF) yang akan segera dipensiunkan.
    -
    2x NGEMIS 2023 :
    Pengirim: Datuk Seri Mohamad Hasan (Menteri Pertahanan penerus).
    Tujuan: Menindaklanjuti permohonan sebelumnya setelah adanya pergantian kepemimpinan di MALONYET. Surat ini bertujuan untuk menjaga momentum negosiasi di tengah ketidakpastian politik di Kuwait saat itu.
    -
    3x NGEMIS 2024:
    Pengirim: Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin (Menteri Pertahanan saat ini).
    Tujuan: Mengonfirmasi kembali keseriusan MALONYET. Momentum ini diperkuat dengan kunjungan kerja resmi Khaled Nordin ke Kuwait pada Oktober 2024 untuk mendiskusikan teknis akuisisi secara langsung dengan otoritas Kuwait
    -
    4x NGEMIS 2024 :
    Antara perkara yang dibincangkan adalah berkenaan hasrat negara untuk memperoleh jet-jet pejuang F/A-18 Legacy Hornet milik Tentera Udara Kuwait (KAF) setelah KAF menerima Super Hornet baharunya.
    -
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
    ________________________________________
    Strategi "Ngemis" Berkelanjutan (2021–2024): Keterbatasan budget pertahanan memaksa MALONYET melakukan upaya akuisisi jet bekas (F/A-18 Hornet) dari Kuwait melalui empat kali pengiriman Surat Akuisisi secara formal oleh tiga Menteri Pertahanan yang berbeda demi menjaga momentum negosiasi.
    -
    Ketergantungan pada Alutsista Bekas: Penggunaan surat-surat tersebut menunjukkan ambisi MALONYET untuk memperkuat armada udara dengan biaya minim (loakan), mengingat anggaran yang tidak mencukupi untuk pembelian pesawat tempur baru.
    -
    Kegagalan Total di 2026: Meski sudah melakukan upaya diplomasi intensif selama bertahun-tahun, proses akuisisi dinyatakan CANCELLED (batal) oleh Wakil Menteri Pertahanan Adly Zahari di Sidang Dewan Rakyat pada 26 Februari 2026.
    -
    Krisis Pertahanan Udara: Pembatalan ini berujung pada status TIADA GANTI, yang mengonfirmasi bahwa budget pertahanan MALONYET gagal mengamankan aset pengganti, meninggalkan celah besar dalam sistem pertahanan udara mereka.

    BalasHapus
  92. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  93. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus