08 November 2026

Brigif 6 Marinir Dibentuk untuk Amankan Jakarta, Ini Kekuatannya!

08 November 2026

Brigif 6 Marinir akan mempunyai 6 batalyon beserta kelengkapannya (photo: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.com - Brigade Infanteri (Brigif) 6 Marinir yang baru dibentuk disiapkan untuk memperkuat pengamanan Jakarta Raya. 

"Jadi wilayah untuk penyangga ibu kota, pengamanan ibu kota. Dari sektor arah Tangerang dan dari arah Karawang," kata Komandan 

Brigif 6 Marinir, Kolonel Marinir Ernesto Ardendi Brahmana, saat ditemui di Brigif 1 Marinir, Jakarta, Senin (3/11/2026). Brigif 6 Marinir memiliki enam batalion dengan total kekuatan mencapai 3.639 personel. 

Ia menjelaskan bahwa saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Brigif 6 juga ikut membantu pengamanan ibu kota. 

"Iya, untuk saat ini satu batalion kita sudah insert untuk pengamanan ibu kota," ungkapnya.

Ia menerangkan bahwa Brigif 6 Marinir merupakan satuan baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI. 

Dalam mendukung pengamanan Ibu Kota, Brigif 6 juga akan berintegrasi dengan unsur TNI lainnya, termasuk artileri pertahanan udara TNI Angkatan Darat dan unsur TNI Angkatan Udara. 

Mereka akan bermarkas di daerah Tanjung Burung, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. 

"Yang jelas untuk pertahanan udara. Nanti memang untuk yang di daerah Tanjung Burung itu bukan hanya Marinir saja, di situ nanti ada artileri pertahanan udaranya Angkatan Darat, terus base ring areanya Paskhas, terus dari Angkatan Laut juga ada di situ," jelasnya. 

Marinir humanis, tak mau overprotective 

Dalam menjalankan tugasnya, Korps Marinir menegaskan pendekatan humanis terhadap masyarakat tetap menjadi bagian penting dari pelaksanaan tugas prajurit. 

Menurut dia, prajurit Marinir merupakan bagian dari masyarakat sehingga harus mampu membedakan masyarakat dengan pihak yang menjadi sasaran operasi.

"Kita tidak lepas bagaimana kita Marinir ini humanis. Apapun kita ini bagian dari masyarakat, kita ini bagian dari rakyat. Sebetulnya kita bagian dari mereka, tidak perlu untuk kita overprotective," katanya. 

Sebelumnya, Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) mengungkapkan lima perwira yang ditunjuk sebagai komandan setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan satu Brigade Infanteri (Brigif) Marinir dan empat Batalyon Infanteri Marinir yang membawahinya, pada Senin (5/10/2026).

(Kompas)

210 komentar:

  1. MALAYSIA MELARANG EKSPOR BERAS = DEFISIT
    IMPOR SEJAK LAHIR = 1957-2026 = IMPOR BERAS
    -
    KEMENTERIAN/JABATAN RESMI MALAYSIA =
    KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) = IMPOR BERAS
    DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) = IMPOR BERAS
    BERNAS Malaysia = IMPOR BERAS
    EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia = IMPOR BERAS
    BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) = IMPOR BERAS
    -
    BPS INDONESIA : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
    TIADA MALON
    https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
    --------------------------------
    LARANGAN RE-EKSPOR BERAS =
    Malaysia melarang keras aktivitas ekspor kembali komoditas beras impor guna mengamankan pasokan pangan dalam negeri.
    -
    Dasar Hukum Larangan: Kebijakan ini diatur secara ketat di bawah undang-undang bea cukai nasional Akta Kastam 1967 (P.U. (A) 122/2023).
    -
    Krisis Swasembada (SSR/SSL): Rasio swasembada beras Malaysia berada di level kritis akibat dampak cuaca El Niño dan kelangkaan Beras Putih Tempatan (BPT) [Sumber: DOSM, KPKM, BERNAMA].
    --------------------------------
    IMPOR BERAS MALAYSIA PER DEKADE
    1950-an (Awal Merdeka): 0,25 - 0,30 Juta Ton/tahun. Dipasok dari Thailand & Burma.
    -
    1960-an & 1970-an (Fluktuasi awal): 0,28 - 0,35 Juta Ton/tahun. Tetap fluktuatif meski ada proyek lumbung padi MADA
    -
    1980-an (Industrialisasi): 0,45 - 0,55 Juta Ton/tahun. Kebutuhan melonjak akibat pertumbuhan penduduk dan peralihan sektor industri.
    -
    1990-an (Pertumbuhan Konsumsi): Berkisar 0,31 - 0,63 Juta Ton/tahun. Ditutup dengan volume tertinggi di akhir dekade pasca-krisis 1997
    -
    2000-an (Ketergantungan Stabil): Berkisar 0,48 - 0,75 Juta Ton/tahun. Tingkat kecukupan mandiri (SSL) bertahan di kisaran ~70%
    -
    2010-an (Menembus Batas Baru): Berkisar 0,78 - 1,27 Juta Ton/tahun. Volume impor resmi menembus angka 1 juta ton sejak 2016
    -
    2020-an (Rekor Tertinggi): Berkisar 1,18 - 1,62 Juta Ton/tahun. Sempat melambat saat pandemi COVID-19, lalu melonjak ke rekor tertinggi pada tahun 2025.
    --------------------------------
    MALONYET ’s Military Modernization Is Slow
    1. Budget Allocation Imbalance
    Over 60–70% of the defence budget goes to salaries, pensions, and maintenance, leaving little for new systems or upgrades.
    MALONYET spends around RM15–18 billion annually, but most of it is used to “keep the lights on” rather than invest in future capabilities.
    2. Procurement Delays & Scandals
    The Littoral Combat Ship (LCS) program—meant to modernize the Navy—has faced years of delay, cost overruns, and corruption investigations2.
    These setbacks have eroded public trust and stalled critical upgrades, leaving the Navy with outdated ships.
    3. Fragmented Modernization Strategy
    MALONYET lacks a cohesive long-term defence roadmap.
    Procurement is often reactive, driven by political cycles rather than strategic planning.
    Result: a patchwork of platforms from Russia, the U.S., France, and China, complicating logistics and interoperability.
    4. Weak Indigenous Defence Industry
    MALONYET ’s domestic defence sector focuses on maintenance and basic manufacturing, not advanced systems.
    Outsourcing of maintenance since the 1970s was meant to build self-reliance, but it hasn’t scaled to meet modernization needs.
    5. Currency Depreciation & Fiscal Constraints
    The weak ringgit reduces MALONYET ’s purchasing power for foreign defence equipment.
    Declining oil revenues and economic pressures have shrunk the government’s coffers, limiting capital expenditure.
    ⚠️ Why Readiness Is Poor
    1. Aging Equipment
    Many platforms are decades old, including:
    C-130 Hercules (1970s)
    Condor APCs (1980s)
    Scorpene submarines (2009)
    These systems require frequent maintenance and offer limited combat capability.
    2. Limited Joint Operations Capability
    The Army, Navy, and Air Force operate with minimal integration.
    There’s no unified Joint Operations Command, reducing effectiveness in multi-domain missions.

    BalasHapus
  2. MALAYSIA MELARANG EKSPOR BERAS = DEFISIT
    IMPOR SEJAK LAHIR = 1957-2026 = IMPOR BERAS
    -
    KEMENTERIAN/JABATAN RESMI MALAYSIA =
    KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) = IMPOR BERAS
    DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) = IMPOR BERAS
    BERNAS Malaysia = IMPOR BERAS
    EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia = IMPOR BERAS
    BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) = IMPOR BERAS
    -
    BPS INDONESIA : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
    TIADA MALON
    https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
    --------------------------------
    LARANGAN RE-EKSPOR BERAS =
    Malaysia melarang keras aktivitas ekspor kembali komoditas beras impor guna mengamankan pasokan pangan dalam negeri.
    -
    Dasar Hukum Larangan: Kebijakan ini diatur secara ketat di bawah undang-undang bea cukai nasional Akta Kastam 1967 (P.U. (A) 122/2023).
    -
    Krisis Swasembada (SSR/SSL): Rasio swasembada beras Malaysia berada di level kritis akibat dampak cuaca El Niño dan kelangkaan Beras Putih Tempatan (BPT) [Sumber: DOSM, KPKM, BERNAMA].
    --------------------------------
    IMPOR BERAS MALAYSIA PER DEKADE
    1950-an (Awal Merdeka): 0,25 - 0,30 Juta Ton/tahun. Dipasok dari Thailand & Burma.
    -
    1960-an & 1970-an (Fluktuasi awal): 0,28 - 0,35 Juta Ton/tahun. Tetap fluktuatif meski ada proyek lumbung padi MADA
    -
    1980-an (Industrialisasi): 0,45 - 0,55 Juta Ton/tahun. Kebutuhan melonjak akibat pertumbuhan penduduk dan peralihan sektor industri.
    -
    1990-an (Pertumbuhan Konsumsi): Berkisar 0,31 - 0,63 Juta Ton/tahun. Ditutup dengan volume tertinggi di akhir dekade pasca-krisis 1997
    -
    2000-an (Ketergantungan Stabil): Berkisar 0,48 - 0,75 Juta Ton/tahun. Tingkat kecukupan mandiri (SSL) bertahan di kisaran ~70%
    -
    2010-an (Menembus Batas Baru): Berkisar 0,78 - 1,27 Juta Ton/tahun. Volume impor resmi menembus angka 1 juta ton sejak 2016
    -
    2020-an (Rekor Tertinggi): Berkisar 1,18 - 1,62 Juta Ton/tahun. Sempat melambat saat pandemi COVID-19, lalu melonjak ke rekor tertinggi pada tahun 2025.
    --------------------------------
    🔍 Why MALONYET Deterrence Is Reduced
    1. Limited Military Capabilities
    MALONYET lacks strategic assets like long-range missiles, stealth aircraft, or advanced naval platforms.
    Its air force has only 18 F/A-18Ds and is just beginning to induct FA-50 light fighters, which are not deterrent-grade.
    The Navy’s delayed Littoral Combat Ship (LCS) program and aging submarines weaken maritime deterrence.
    2. Fragmented Force Structure
    The armed forces operate in silos, with weak joint command and coordination.
    This reduces operational effectiveness in multi-domain scenarios like amphibious defense or cyber warfare.
    3. Budget Constraints
    Over 40% of the defence budget goes to personnel costs, leaving little for modernization.
    MALONYET defence spending is ~1% of GDP, far below regional peers like Singapore (~4.9%).
    4. Technological Gaps
    MALONYET defence tech lags behind in:
    Cyber warfare
    Electronic warfare
    Unmanned systems
    This limits its ability to counter modern threats like drones, grey-zone tactics, and hybrid warfare.
    5. Geostrategic Vulnerabilities
    MALONYET sits near critical maritime chokepoints: the Strait of Malacca and South China Sea.
    Chinese Coast Guard incursions near Sarawak and airspace violations in 2021 exposed MALONYET inability to respond decisively.
    6. Diplomatic Ambiguity
    MALONYET non-confrontational foreign policy avoids hard deterrence postures.
    While it promotes regional peace, this can be perceived as strategic passivity, reducing deterrence credibility.

    BalasHapus
  3. IMPOR SEJAK LAHIR = 1957-2026 = DEFISIT : IMPOR BERAS
    -
    KEMENTERIAN/JABATAN RESMI MALAYSIA =
    KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) = IMPOR BERAS
    DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) = IMPOR BERAS
    BERNAS Malaysia = IMPOR BERAS
    EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia = IMPOR BERAS
    BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) = IMPOR BERAS
    -
    BPS INDONESIA : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
    TIADA MALON
    https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
    ________________________________________
    ANALISIS YANG MENGHUBUNGKAN METODE PENGUMPULAN DATA ITC TRADE MAp (sebagaimana dinyatakan oleh Christiantoko) dengan kasus riil data komoditas beras antara BPS Indonesia dan 5 Lembaga Resmi Malaysia:
    🔗 Hubungan Metodologi ITC Trade Map dengan Data Riil Beras
    Pernyataan Christiantoko menjelaskan bahwa ITC Trade Map adalah rujukan dunia karena merekam arus keluar-masuk barang secara resmi dari otoritas pabean berbagai negara anggota. Ketika metode ini diaplikasikan pada kasus data beras Indonesia-Malaysia, berikut adalah titik hubungnya:
    • Sisi Otoritas Pabean Indonesia (BPS):
    BPS bertindak sebagai otoritas resmi yang mencatat arus barang masuk (impor) ke Indonesia. Log pabean Indonesia mencatat angka "nol" atau tidak ada rekam pabean untuk impor beras dari Malaysia.
    • Sisi Otoritas Pabean Malaysia (DOSM & BERNAS):
    Jabatan Perangkaan Malaysia (DOSM) selaku otoritas statistik resmi merekam bahwa arus barang pabean mereka untuk komoditas beras justru didominasi oleh arus masuk (impor bersih) dari negara mitra dagang lain (seperti Thailand atau Vietnam) guna menutup defisit konsumsi mereka yang mencapai 1,2 hingga 1,6 juta ton per tahun.
    ________________________________________
    📊 Perbandingan Konseptual: Pernyataan Teoretis vs Implementasi Lapangan
    Komponen Analisis Teori ITC Trade Map (Christiantoko) Implementasi Kasus Riil Data Beras
    Sumber Validitas Bersumber langsung dari otoritas pabean resmi negara anggota. Terbukti dari sinkronisasi data BPS (Indonesia) dan DOSM (Malaysia) yang sama-sama sah secara hukum.
    Kredibilitas Aliran Barang Merekam arus keluar-masuk barang secara transparan dan diakui global. Menghilangkan klaim sepihak. Log pabean membuktikan Malaysia adalah net-importer (pembeli), sehingga tidak mungkin ada arus keluar beras menuju Indonesia.
    Fungsi Analisis Pasar Digunakan sebagai rujukan untuk melihat potensi dan realisasi pasar global. Menjelaskan secara struktural mengapa target cetak biru (EPU/Kementerian Ekonomi Malaysia) gagal dipenuhi di lapangan.
    -
    📌 KESIMPULAN HUBUNGAN
    1. Pernyataan Christiantoko menjustifikasi dan memperkuat mengapa data BPS dan Lembaga Resmi Malaysia di atas tidak dapat didebat. Karena kedua negara merupakan anggota WTO dan PBB, setiap transaksi keluar-masuk komoditas harus melewati pemeriksaan pabean resmi yang datanya bermuara di ITC Trade Map.
    2. Hasil penelusuran data makro dari kedua negara menunjukkan konsistensi penuh: Otoritas pabean Indonesia tidak mencatat adanya beras masuk dari Malaysia, dan otoritas pabean Malaysia mengonfirmasi bahwa seluruh beras yang mereka kelola habis (bahkan kurang) untuk konsumsi dalam negeri mereka sendiri.

    BalasHapus
  4. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
    2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
    3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
    4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
    5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
    6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
    7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
    8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
    9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
    10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
    11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
    12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
    13. Sewa 28 Heli 15 tahun
    14. Sewa L39 ITCC
    15. Sewa EC120B
    16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
    17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
    18. Sewa Hovercraft
    19. Sewa AW139 Sipil
    20. Sewa Kapal Interseptor
    21. Sewa Utility Boat
    22. Sewa RHFB
    23. Sewa Rover Fiber Glass
    24. Sewa MV Aishah
    25. Sewa BMW R1250RT
    26. Sewa Kendaraan 4x4
    27. Sewa VSHORAD
    28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
    29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
    30. Sewa Kapal Patroli
    31. Sewa Outboard Motors.
    32. Sewa Trailers
    33. Sewa Superbikes
    34. Sewa Simulator MKM
    35. Sewa 12 AW149 TUDM
    36. Sewa 4 AW139 TUDM
    37. Sewa 5 EC120B TUDM
    38. Sewa 2 AW159 TLDM
    39. Sewa 12 AW149 TDM
    40. Sewa 4 AW139 BOMBA
    41. Sewa 2 AW159 MMEA
    42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
    43. Sewa Motor Polisi & PM.
    ------------------------------
    • Skandal Kapal Selam Scorpène: Pengadaan RM4,5 Miliar via shell company titipan kroni yang meraup komisi ilegal RM510 Juta (11%), memicu skandal suap internasional dan pembunuhan politis penerjemah Altantuya.
    • Kontrak Helikopter Little Bird: Proyek RM321 Juta untuk 6 helikopter serang gagal total akibat spesifikasi cacat dan pembatalan pengiriman, namun penyelidikan MACC dihentikan sepihak tanpa tuntutan hukum.
    • Mangkraknya Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal perang dipangkas paksa hanya menjadi 6 unit akibat tata kelola buruk perusahaan kroni UMNO, memicu lonjakan biaya ekstrem dari RM5,35 Miliar ke RM6,75 Miliar.
    • Fiasco Kapal Patroli OPV: Kontrak 6 armada senilai RM4,9 Miliar berujung korup dengan kelebihan bayar siluman 48% (RM1,39 Miliar), menghasilkan hanya 2 kapal cacat sementara denda penundaan dihapus pemerintah.
    • Megaskandal Kapal LCS: Anggaran RM6 Miliar+ ludes tanpa ada satu pun kapal selesai, akibat intervensi pemilihan desain pesanan vendor, manipulasi vendor fiktif RM23 Juta, dan pembengkakan biaya RM1,4 Miliar.
    ________________________________________
    📰 Sumber Berita Resmi
    • [Hasil Audit Forensik PAC Parlemen]: Bukti konkret penyelewengan dana alutsista, kelebihan bayar proyek OPV, dan pengalihan sepihak jenis kapal komando.
    • [Dokumen Pengadilan Prancis & MACC]: Berkas dakwaan korupsi global pejabat pertahanan atas komisi ilegal Scorpène dan memo internal penghentian kasus Little Bird.
    • [Laporan Likuidasi & Restrukturisasi Boustead]: Catatan kegagalan finansial kontraktor kroni yang memicu kebangkrutan korporasi galangan kapal nasional.

    BalasHapus
  5. MEMANGLAH KALO OTAK BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH LEBIH BODOH DARI KELEDAI...HAL ANEH PASTI TERJADI 🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣🤣🔥🔥🔥🔥🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩💩

    tragedi kecelakaan kerja fatal yang dialami oleh personel Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Peristiwa tragis ini menimpa jet latih tempur jenis Hawk 108 di Pangkalan Udara TUDM Butterworth, Pulau Pinang, Malaysia
    • Pelontaran di Ruang Tertutup: Kursi pelontar yang ditenagai oleh bahan peledak/roket pendorong meluncur ke atas dengan kecepatan sangat tinggi di dalam ruang hangar yang tertutup. Karena terjadi di dalam bangunan hangar, sistem penyelamat ini justru berbalik menjadi fatal.
    • Benturan Fatal dengan Atap Hangar: Kursi pelontar beserta teknisi yang berada di atasnya melesat ke atas dan langsung menghantam bagian langit-langit/atap hangar besi dengan keras sebelum akhirnya jatuh kembali ke lantai hangar.
    • Dampak Korban: Teknisi Shawn Christopher Chew tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera parah dari benturan keras tersebut. Sementara itu, enam teknisi junior lainnya yang berada di sekitar pesawat mengalami luka-luka akibat terkena serpihan serta puing hancuran dari kursi pelontar dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
    • Tindakan Lanjutan: Pihak Angkatan Udara Malaysia segera membentuk Dewan Penyelidikan (Board of Inquiry) untuk menginvestigasi penyebab pasti gagal berfungsinya sistem pengaman tuas kursi pelontar tersebut saat pesawat sedang tidak dalam posisi terbang

    https://www.malaysiakini.com/news/10773

    BalasHapus
  6. Apa HELIKOPTER SEWA...? 🔥🔥🔥🤣🤣🤣🤣



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH JENDERAL KORUPSI
      ANAK BUAH = MANTAB-MANTAB WANITA
      -
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      2026 JENDERAL UANG KOPI SEDAP .....
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat MALONYET Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
      -
      • Utusan MALONYET – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
      -
      • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
      -
      • ANTARA News – Imbas isu rasuah, MALONYET ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat MALONYET menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
      -
      • VIVA.co.id – MALONYET Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat MALONYET di tengah skandal rasuah.
      -
      • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat MALONYET Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek militer

      Hapus
    2. SEWA HELI 15 TAHUN
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      --------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....
      --------------------------------
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

      Hapus
    3. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Evolusi Utang: Meningkat dari RM 407 Miliar (2010) menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Cicilan: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Mencapai 84,3% dari GDP (Sangat berisiko bagi stabilitas domestik).
      Model "Negara Penyewa": Akibat krisis kas, militer terpaksa menggunakan skema Leasing (Sewa) untuk helikopter, pesawat latihan, hingga kendaraan polisi.
      -
      Risiko Administrasi & Geopolitik
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat pemain naturalisasi ilegal dan kalah WO 0-3 yang membatalkan tiket Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Tekanan Internasional: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) yang mengancam sektor manufaktur dan ekspor.


      Hapus
  7. Apa HELIKOPTER SEWA...? 🔥🔥🔥🤣🤣🤣🤣



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      NASIB 🦧GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional MALONYET tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto MALONYET sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALONYET ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      ============
      ============
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN

      Hapus
    2. SEWA HELI 15 TAHUN
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      --------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara MALONYET (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      --------------------------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
  8. SEWA guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Garis Waktu Terbengkalai: Diusulkan sejak 2010, proyek 66 unit SPH terkatung-katung lebih dari satu dekade tanpa keputusan final hingga 2024.
      • Tender Buram: Pengadaan RM819,09 juta didominasi pra-kualifikasi tertutup (6 penawar) dan diwarnai isu nepotisme kroni mantan Wamenhan.
      • Strategi Plin-Plan: Fokus reaktif dan berubah-ubah, berayun dari kesepakatan G2G Yavuz 155mm Türkiye ke pembatalan demi tender terbuka.
      • Birokrasi Terfragmentasi: Kebijakan saling mengunci akibat tumpang tindih wewenang Mindef dan MOF, memicu kelumpuhan regulasi pengadaan alutsista.
      • Kemunduran Kapabilitas: Modernisasi taktis tertunda akibat absennya otoritas terpusat, memaksa militer tertahan pada doktrin lama yang usang.
      • Kesiapan Darat Lumpuh: Kekosongan lini pertahanan darat memaksa artileri bergantung pada meriam tarik (towed howitzer) tua yang lambat dan ringkih.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [The Military Balance - IISS]: Data penuaan sistem persenjataan darat dan kesenjangan taktis artileri regional.
      • [Buku Putih Pertahanan - Mindef]: Evaluasi kegagalan proyek alutsista berat dan restrukturisasi satuan udara/darat.
      • [Laporan Investigasi PAC Parlemen]: Audit forensik inefisiensi anggaran lintas lembaga (Mindef-MOF) dan risiko tender tertutup.

      Hapus
    3. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
      Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
      2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
      2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
      2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
      2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
      Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara MALAYSEWA hanya 0,3%.
      -
      Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
      Terjadi pergeseran drastis di mana MALAYSEWA kehilangan daya gentar di ASEAN:
      Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
      Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
      Peringkat 7: MALAYSEWA (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
      Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, MALAYSEWA resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.



      Hapus
  9. SEWA guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    2. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      12 HELI AW 149 SEWA = The government has decided that RMAF will operate at least twelve Leonardo AW149 utility helicopters under a leasing programme mooted by the Prime Minister’s Department and the National Security Council, Armed Forces chief General TS Mohammad Ab Rahman said today.
      =============
      MENERUSI KAEDAH SEWA HELI LYNX = Panglima TLDM, terdapat kemungkinan angkatan itu mendapatkan helikopter baru itu menerusi kaedah SEWA apabila perkhidmatan helikopter Super Lynx Mk300 itu dihentikan secara berperingkat. Antara nama-nama helikopter yang disebut-sebut berpotensi untuk menggantikan helikopter Super Lynx milik TLDM adalah AW159 “Wildcat” yang dibangunkan oleh syarikat Leonardo.
      =============.
      2024 HELI DEBT HELI SEWA BEKAS BATAL = Tentera Darat MALONYET (TDM) kekal dengan pendirian mengusulkan pembatalan kontrak SEWAan helikopter Black Hawk kepada Kementerian Pertahanan berikutan kegagalan kontraktor memenuhi obligasi yang ditetapkan.
      =============
      SEWA HELI UH60A : Kementerian Pertahanan MALONYET pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      SEWA HELI AW139 : 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALONYET (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      SEWA HELI EC120B : Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      SEWA PESAWAT L39 ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALONYET Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
      SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALONYET sedang mencari untuk menyewa Tarantula
      SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Strategi Plin-Plan: Diusulkan sejak awal 2000-an untuk mengganti jet MiG-29, namun tertunda lebih dari dua dekade tanpa keputusan final akibat pergantian rezim dan absennya cetak biru jangka panjang.
      • Birokrasi Terfragmentasi: Pengambilan keputusan terpecah dan saling mengunci antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan, memicu kelumpuhan birokrasi pada kontrak bernilai besar.
      • Tender Buram: Pengadaan didominasi tender tertutup (hanya 20–30% tender terbuka) dan dikuasai perantara purnawirawan/kroni politik, membuat proses seleksi jet (Rafale, Typhoon, Gripen) tidak transparan.
      • Anggaran Tidak Pasti: Proyek berulang kali dibatalkan karena dana tersedot untuk gaji pegawai dan perawatan pangkalan. Tidak ada jaminan kepastian dana multi-tahun untuk belanja alutsista berat.
      • Turun Kelas (Reaktif): Akibat krisis keuangan, fokus beralih secara reaktif dari jet tempur utama berat ke jet tempur ringan (LCA) FA-50 Korsel yang lebih murah namun kapabilitasnya terbatas.
      • Kesiapan Udara Lumpuh: Penundaan masif ini menciptakan kekosongan fatal pada lini pertahanan udara, memaksa militer mutlak bergantung pada segelintir jet tempur tua F/A-18D dan Su-30MKM yang ringkih.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [The Military Balance - IISS]: Data rujukan global mengenai penuaan armada udara, jam terbang pilot, dan kesenjangan taktis jet tempur regional.
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen kementerian mengenai evaluasi kegagalan proyek MRCA, penurunan status ke program LCA, dan restrukturisasi udara.
      • [Laporan Investigasi Komite PAC Parlemen Malaydesh]: Hasil audit forensik independen terkait inefisiensi penganggaran dua lembaga (Mindef-MOF) dan risiko tender tertutup.

      Hapus
    4. MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      🔍 Why MALONYET Deterrence Is Reduced
      1. Limited Military Capabilities
      • MALONYET lacks strategic assets like long-range missiles, stealth aircraft, or advanced naval platforms.
      • Its air force has only 18 F/A-18Ds and is just beginning to induct FA-50 light fighters, which are not deterrent-grade.
      • The Navy’s delayed Littoral Combat Ship (LCS) program and aging submarines weaken maritime deterrence.
      2. Fragmented Force Structure
      • The armed forces operate in silos, with weak joint command and coordination.
      • This reduces operational effectiveness in multi-domain scenarios like amphibious defense or cyber warfare.
      3. Budget Constraints
      • Over 40% of the defence budget goes to personnel costs, leaving little for modernization.
      • MALONYET defence spending is ~1% of GDP, far below regional peers like Singapore (~4.9%).
      4. Technological Gaps
      • MALONYET defence tech lags behind in:
      o Cyber warfare
      o Electronic warfare
      o Unmanned systems
      • This limits its ability to counter modern threats like drones, grey-zone tactics, and hybrid warfare.
      5. Geostrategic Vulnerabilities
      • MALONYET sits near critical maritime chokepoints: the Strait of Malacca and South China Sea.
      • Chinese Coast Guard incursions near Sarawak and airspace violations in 2021 exposed MALONYET inability to respond decisively.
      6. Diplomatic Ambiguity
      • MALONYET non-confrontational foreign policy avoids hard deterrence postures.
      • While it promotes regional peace, this can be perceived as strategic passivity, reducing deterrence credibility.

      Hapus
  10. Sudah lah HELIKOPTER nya SEWA.... JATUH Lagi.... 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      🔍 Why MALONYET Deterrence Is Reduced
      1. Limited Military Capabilities
      • MALONYET lacks strategic assets like long-range missiles, stealth aircraft, or advanced naval platforms.
      • Its air force has only 18 F/A-18Ds and is just beginning to induct FA-50 light fighters, which are not deterrent-grade.
      • The Navy’s delayed Littoral Combat Ship (LCS) program and aging submarines weaken maritime deterrence.
      2. Fragmented Force Structure
      • The armed forces operate in silos, with weak joint command and coordination.
      • This reduces operational effectiveness in multi-domain scenarios like amphibious defense or cyber warfare.
      3. Budget Constraints
      • Over 40% of the defence budget goes to personnel costs, leaving little for modernization.
      • MALONYET defence spending is ~1% of GDP, far below regional peers like Singapore (~4.9%).
      4. Technological Gaps
      • MALONYET defence tech lags behind in:
      o Cyber warfare
      o Electronic warfare
      o Unmanned systems
      • This limits its ability to counter modern threats like drones, grey-zone tactics, and hybrid warfare.
      5. Geostrategic Vulnerabilities
      • MALONYET sits near critical maritime chokepoints: the Strait of Malacca and South China Sea.
      • Chinese Coast Guard incursions near Sarawak and airspace violations in 2021 exposed MALONYET inability to respond decisively.
      6. Diplomatic Ambiguity
      • MALONYET non-confrontational foreign policy avoids hard deterrence postures.
      • While it promotes regional peace, this can be perceived as strategic passivity, reducing deterrence credibility.

      Hapus
    2. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      1. Korupsi dan Tata Kelola Keuangan (Financial Corruption & Governance)
      • Korupsi Jaringan Makelar: Kontrak alutsista dikuasai oleh perantara purnawirawan dan kroni politik yang melambungkan harga secara tidak wajar. Kasus ini mencakup sewa helikopter uzur yang dikritik keras dan dicap oleh Raja sebagai "peti mati terbang" [The Edge].
      • Modus Pecah Kontrak Ilegal: Ditemukan adanya manipulasi anggaran terstruktur senilai RM107,54 juta. Proyek sengaja dipecah menjadi sub-kontrak kecil yang bertujuan murni untuk menghindari kewajiban proses tender terbuka.
      • Pembiaran Denda Vendor: Kementerian Pertahanan dinilai lambat dan lalai dalam bertindak. Dampaknya, denda keterlambatan vendor senilai RM167 juta hangus begitu saja dan tidak ditagih kembali ke kas negara [The Edge].
      ________________________________________
      2. Transparansi dan Proses Tender (Transparency & Procurement Processes)
      • Dominasi Tender Tertutup: Sistem pengadaan sangat tidak transparan karena hanya 20–30% kontrak yang menggunakan jalur tender terbuka. Sisa kontrak dialihkan melalui metode penunjukan langsung demi menguntungkan perusahaan yang berafiliasi dengan orang dalam.
      • Mega Skandal Kontrak Panser: Kegagalan manajemen pada kontrak panser senilai RM7,8 miliar. Sebanyak 68 unit kendaraan militer dikirim terlambat dari jadwal, namun pemerintah tetap membayar lunas seluruh nilai kontrak tersebut [The Edge].
      ________________________________________
      3. Sumber Informasi Resmi (Official Records & Oversight)
      • Laporan Ketua Audit Negara: Bukti kegagalan tata kelola finansial militer Malaydesh tercatat resmi dalam Auditor-General's Report [The Edge].
      • Titah Teguran Diraja: Pernyataan resmi dan intervensi langsung dari Raja Malaydesh terkait pembatalan keterlibatan makelar dalam pengadaan alutsista [The Edge].
      • Laporan Investigasi Khusus: Penyelidikan mendalam mengenai manajemen finansial pertahanan yang dipimpin langsung oleh Komite Akuntan Publik (PAC) Parlemen.

      Hapus
  11. Sudah lah HELIKOPTER nya SEWA.... JATUH Lagi.... 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      --------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....
      --------------------------------
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

      Hapus
    2. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      --------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara MALONYET (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      --------------------------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    3. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      --------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara MALONYET (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      --------------------------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    4. MALAYSIA MELARANG EKSPOR BERAS = DEFISIT
      IMPOR SEJAK LAHIR = 1957-2026 = IMPOR BERAS
      -
      KEMENTERIAN/JABATAN RESMI MALAYSIA =
      KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) = IMPOR BERAS
      DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) = IMPOR BERAS
      BERNAS Malaysia = IMPOR BERAS
      EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia = IMPOR BERAS
      BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) = IMPOR BERAS
      -
      BPS INDONESIA : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
      TIADA MALON
      https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
      --------------------------------
      LARANGAN RE-EKSPOR BERAS =
      Malaysia melarang keras aktivitas ekspor kembali komoditas beras impor guna mengamankan pasokan pangan dalam negeri.
      -
      Dasar Hukum Larangan: Kebijakan ini diatur secara ketat di bawah undang-undang bea cukai nasional Akta Kastam 1967 (P.U. (A) 122/2023).
      -
      Krisis Swasembada (SSR/SSL): Rasio swasembada beras Malaysia berada di level kritis akibat dampak cuaca El Niño dan kelangkaan Beras Putih Tempatan (BPT) [Sumber: DOSM, KPKM, BERNAMA].
      --------------------------------
      IMPOR BERAS MALAYSIA PER DEKADE
      1950-an (Awal Merdeka): 0,25 - 0,30 Juta Ton/tahun. Dipasok dari Thailand & Burma.
      -
      1960-an & 1970-an (Fluktuasi awal): 0,28 - 0,35 Juta Ton/tahun. Tetap fluktuatif meski ada proyek lumbung padi MADA
      -
      1980-an (Industrialisasi): 0,45 - 0,55 Juta Ton/tahun. Kebutuhan melonjak akibat pertumbuhan penduduk dan peralihan sektor industri.
      -
      1990-an (Pertumbuhan Konsumsi): Berkisar 0,31 - 0,63 Juta Ton/tahun. Ditutup dengan volume tertinggi di akhir dekade pasca-krisis 1997
      -
      2000-an (Ketergantungan Stabil): Berkisar 0,48 - 0,75 Juta Ton/tahun. Tingkat kecukupan mandiri (SSL) bertahan di kisaran ~70%
      -
      2010-an (Menembus Batas Baru): Berkisar 0,78 - 1,27 Juta Ton/tahun. Volume impor resmi menembus angka 1 juta ton sejak 2016
      -
      2020-an (Rekor Tertinggi): Berkisar 1,18 - 1,62 Juta Ton/tahun. Sempat melambat saat pandemi COVID-19, lalu melonjak ke rekor tertinggi pada tahun 2025.
      --------------------------------
      🔍 Why MALONYET Deterrence Is Reduced
      1. Limited Military Capabilities
      MALONYET lacks strategic assets like long-range missiles, stealth aircraft, or advanced naval platforms.
      Its air force has only 18 F/A-18Ds and is just beginning to induct FA-50 light fighters, which are not deterrent-grade.
      The Navy’s delayed Littoral Combat Ship (LCS) program and aging submarines weaken maritime deterrence.
      2. Fragmented Force Structure
      The armed forces operate in silos, with weak joint command and coordination.
      This reduces operational effectiveness in multi-domain scenarios like amphibious defense or cyber warfare.
      3. Budget Constraints
      Over 40% of the defence budget goes to personnel costs, leaving little for modernization.
      MALONYET defence spending is ~1% of GDP, far below regional peers like Singapore (~4.9%).
      4. Technological Gaps
      MALONYET defence tech lags behind in:
      Cyber warfare
      Electronic warfare
      Unmanned systems
      This limits its ability to counter modern threats like drones, grey-zone tactics, and hybrid warfare.
      5. Geostrategic Vulnerabilities
      MALONYET sits near critical maritime chokepoints: the Strait of Malacca and South China Sea.
      Chinese Coast Guard incursions near Sarawak and airspace violations in 2021 exposed MALONYET inability to respond decisively.
      6. Diplomatic Ambiguity
      MALONYET non-confrontational foreign policy avoids hard deterrence postures.
      While it promotes regional peace, this can be perceived as strategic passivity, reducing deterrence credibility.

      Hapus
  12. MEMANGLAH KALO OTAK BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH LEBIH BODOH DARI KELEDAI...HAL ANEH PASTI TERJADI 🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣🤣🔥🔥🔥🔥🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩💩

    tragedi kecelakaan kerja fatal yang dialami oleh personel Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Peristiwa tragis ini menimpa jet latih tempur jenis Hawk 108 di Pangkalan Udara TUDM Butterworth, Pulau Pinang, Malaysia
    • Pelontaran di Ruang Tertutup: Kursi pelontar yang ditenagai oleh bahan peledak/roket pendorong meluncur ke atas dengan kecepatan sangat tinggi di dalam ruang hangar yang tertutup. Karena terjadi di dalam bangunan hangar, sistem penyelamat ini justru berbalik menjadi fatal.
    • Benturan Fatal dengan Atap Hangar: Kursi pelontar beserta teknisi yang berada di atasnya melesat ke atas dan langsung menghantam bagian langit-langit/atap hangar besi dengan keras sebelum akhirnya jatuh kembali ke lantai hangar.
    • Dampak Korban: Teknisi Shawn Christopher Chew tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera parah dari benturan keras tersebut. Sementara itu, enam teknisi junior lainnya yang berada di sekitar pesawat mengalami luka-luka akibat terkena serpihan serta puing hancuran dari kursi pelontar dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
    • Tindakan Lanjutan: Pihak Angkatan Udara Malaysia segera membentuk Dewan Penyelidikan (Board of Inquiry) untuk menginvestigasi penyebab pasti gagal berfungsinya sistem pengaman tuas kursi pelontar tersebut saat pesawat sedang tidak dalam posisi terbang

    https://www.malaysiakini.com/news/10773

    BalasHapus
  13. Ohhh.... Ternyata INDIANESIA JUGA SEWA HELIKOPTER GUYS.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      ------------------------------
      WITHOUT MALONYET = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      ------------------------------
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Armada Udara Uzur: Mengoperasikan jet tempur berusia >20 tahun (Su-30MKM dan F/A-18D) dengan biaya rawatan melonjak. Dipensiunkannya jet MiG-29 sejak 2015 menyisakan kekosongan fatal pada pertahanan udara.
      • Jangkauan Strategis Lumpuh: Nihil kemampuan pengisian bahan bakar di udara (aerial refueling) serta absennya sistem radar terbang (AEW&C) untuk mendeteksi ancaman jarak jauh.
      • Logistik Gado-Gado: Rantai pasok sangat rumit dan boros karena mencampur platform Barat (AS/Inggris) dan Timur (Rusia), memicu kendala interoperabilitas dalam operasi gabungan.
      • Turun Kelas ke Jet Murah: Akibat leher botol anggaran fiskal, rencana membeli jet tempur utama (Rafale/Typhoon) dibatalkan, terpaksa membeli 18 jet tempur ringan FA-50 Korsel yang kapabilitasnya terbatas.
      • Kesiapan Tempur Merosot: Keterbatasan jumlah armada siap tempur memangkas jangkauan patroli udara 24/7 dan memicu pilot berlatih pada platform simulator yang usang.
      • Buta Intelijen & Drone: Kapabilitas pengintaian maritim (ISR) sangat lemah; proyek integrasi pesawat nirawak (drone) pesanan dari Turki masih berjalan lambat di tahap awal.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [The Military Balance - IISS] (Data global inventarisasi alutsista, tingkat kesiapan udara, dan perbandingan usia jet tempur regional).
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef] (Cetak biru resmi evaluasi celah teknologi siber, ISR maritim, dan leher botol anggaran udara).
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh] (Investigasi forensik kerugian logistik suku cadang pertahanan federal) [The Edge]

      Hapus
  14. Ohhh.... Ternyata INDIANESIA JUGA SEWA HELIKOPTER GUYS.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      ---------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      -------------------------------
      • Korupsi Jaringan Makelar: Kontrak pertahanan dikuasai agen perantara dari purnawirawan militer dan kroni politik yang sengaja melambungkan harga alutsista demi komisi sepihak.
      • Skandal Helikopter Usang: Sultan Ibrahim mengintervensi langsung kementerian dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dikecam keras sebagai "peti mati terbang" [The Edge].
      • Tender Tertutup Dominan: Hanya 20–30% kontrak yang menggunakan tender terbuka. Mayoritas proyek dialihkan ke skema penunjukan tunggal guna menguntungkan perusahaan yang memiliki koneksi orang dalam.
      • Kasus Kapal Selam Scorpene: Pembelian kapal selam Prancis terjerat skandal suap masif internasional yang memicu dakwaan hukum di pengadilan Prancis atas kebocoran dana negara.
      • Pengawasan Lembaga Lemah: Negara ini tidak memiliki komite parlemen independen khusus pertahanan untuk menyaring konflik kepentingan, membuat hasil audit sering kali disembunyikan.
      • Kesiapan Tempur Lumpuh: Pembengkakan biaya akibat komisi makelar memicu keterlambatan pengiriman senjata baru, pemborosan APBN, dan mandeknya modernisasi pasukan.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [Laporan Investigasi Komite PAC / The Edge Malaydesh]: Hasil audit forensik terhadap kegagalan tata kelola anggaran, pembatalan makelar alutsista, dan intervensi diraja [The Edge].
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi kementerian mengenai urgensi reformasi birokrasi pengadaan barang dan penataan ulang akuntabilitas eksekusi kebijakan.
      • [Indeks Integritas Pertahanan Pemerintah - Transparency International]: Kajian independen global mengenai risiko korupsi sistemik dan persentase tender tertutup sektor militer.

      Hapus
    3. REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
  15. HELIKOPTER SEWA guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      ------------------------------
      WITHOUT MALONYET = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 Türkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Armada Kadaluarsa: >60% kapal perang melewati batas usia pakai (>40 tahun) [The Edge]. Korvet tua sering rusak, menguras dana operasional, dan kalah canggih dari kapal modern kawasan.
      • Skandal LCS Mangkrak: Proyek kapal LCS (6 dipesan, 0 terkirim) gagal total akibat korupsi dan salah kelola, memicu kekosongan fatal di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) [The Edge].
      • Anggaran Seret: Dana minim membuat rencana perampingan armada (15-to-5) mandek. Anggaran habis untuk biaya rutin pegawai, bukan modernisasi.
      • Kedaulatan Maritim Lemah: Militer tidak memiliki kemampuan laut lepas (blue-water) untuk mengamankan 4.700 km garis pantai dari intrusi asing di Laut China Selatan.
      • Ketergantungan Teknologi: Galangan lokal (BNS) hanya menjadi perakit yang mutlak bergantung pada teknologi asing, membuat biaya mahal dan produksi lambat.
      • Kebijakan di Atas Kertas: Doktrin baru seperti Concentric Deterrence dalam Buku Putih Pertahanan mandek tanpa eksekusi nyata di lapangan.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh] (Investigasi forensik mega skandal LCS dan statistik penuaan kapal) [The Edge].
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef] (Cetak biru resmi evaluasi kerentanan wilayah ZEE).
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI] (Data global komparasi kekuatan laut dan anggaran militer ASEAN).

      Hapus
    3. IMPOR SEJAK LAHIR = 1957-2026 = DEFISIT : IMPOR BERAS
      -
      KEMENTERIAN/JABATAN RESMI MALAYSIA =
      KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) = IMPOR BERAS
      DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) = IMPOR BERAS
      BERNAS Malaysia = IMPOR BERAS
      EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia = IMPOR BERAS
      BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) = IMPOR BERAS
      -
      BPS INDONESIA : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
      TIADA MALON
      https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
      ________________________________________
      ANALISIS YANG MENGHUBUNGKAN METODE PENGUMPULAN DATA ITC TRADE MAp (sebagaimana dinyatakan oleh Christiantoko) dengan kasus riil data komoditas beras antara BPS Indonesia dan 5 Lembaga Resmi Malaysia:
      🔗 Hubungan Metodologi ITC Trade Map dengan Data Riil Beras
      Pernyataan Christiantoko menjelaskan bahwa ITC Trade Map adalah rujukan dunia karena merekam arus keluar-masuk barang secara resmi dari otoritas pabean berbagai negara anggota. Ketika metode ini diaplikasikan pada kasus data beras Indonesia-Malaysia, berikut adalah titik hubungnya:
      • Sisi Otoritas Pabean Indonesia (BPS):
      BPS bertindak sebagai otoritas resmi yang mencatat arus barang masuk (impor) ke Indonesia. Log pabean Indonesia mencatat angka "nol" atau tidak ada rekam pabean untuk impor beras dari Malaysia.
      • Sisi Otoritas Pabean Malaysia (DOSM & BERNAS):
      Jabatan Perangkaan Malaysia (DOSM) selaku otoritas statistik resmi merekam bahwa arus barang pabean mereka untuk komoditas beras justru didominasi oleh arus masuk (impor bersih) dari negara mitra dagang lain (seperti Thailand atau Vietnam) guna menutup defisit konsumsi mereka yang mencapai 1,2 hingga 1,6 juta ton per tahun.
      ________________________________________
      📊 Perbandingan Konseptual: Pernyataan Teoretis vs Implementasi Lapangan
      Komponen Analisis Teori ITC Trade Map (Christiantoko) Implementasi Kasus Riil Data Beras
      Sumber Validitas Bersumber langsung dari otoritas pabean resmi negara anggota. Terbukti dari sinkronisasi data BPS (Indonesia) dan DOSM (Malaysia) yang sama-sama sah secara hukum.
      Kredibilitas Aliran Barang Merekam arus keluar-masuk barang secara transparan dan diakui global. Menghilangkan klaim sepihak. Log pabean membuktikan Malaysia adalah net-importer (pembeli), sehingga tidak mungkin ada arus keluar beras menuju Indonesia.
      Fungsi Analisis Pasar Digunakan sebagai rujukan untuk melihat potensi dan realisasi pasar global. Menjelaskan secara struktural mengapa target cetak biru (EPU/Kementerian Ekonomi Malaysia) gagal dipenuhi di lapangan.
      -
      📌 KESIMPULAN HUBUNGAN
      1. Pernyataan Christiantoko menjustifikasi dan memperkuat mengapa data BPS dan Lembaga Resmi Malaysia di atas tidak dapat didebat. Karena kedua negara merupakan anggota WTO dan PBB, setiap transaksi keluar-masuk komoditas harus melewati pemeriksaan pabean resmi yang datanya bermuara di ITC Trade Map.
      2. Hasil penelusuran data makro dari kedua negara menunjukkan konsistensi penuh: Otoritas pabean Indonesia tidak mencatat adanya beras masuk dari Malaysia, dan otoritas pabean Malaysia mengonfirmasi bahwa seluruh beras yang mereka kelola habis (bahkan kurang) untuk konsumsi dalam negeri mereka sendiri.

      Hapus
  16. HELIKOPTER SEWA guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      WITHOUT MALONYET = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 Türkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      --------------------------------

      2026 2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALONYET
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2024 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALONYET (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      --------------------------------
      BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG ..
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608


      Hapus
    3. KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    4. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      🧓 Krisis Penuaan Aset Tiga Matra
      • 171 Aset Kadaluarsa: Sebanyak 171 alutsista berusia >30 tahun dipaksa beroperasi (108 unit Angkatan Darat, 29 unit Angkatan Udara, dan 34 kapal Angkatan Laut). Aset uzur ini memicu pembengkakan biaya perawatan jangka panjang dengan performa yang terus merosot.
      • Setengah Armada Laut Uzur: Dari 53 kapal perang Angkatan Laut, 34 kapal telah melewati batas usia pakai normalnya, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berumur di atas 40 tahun. Armada ini kehilangan taji karena nihil sensor digital, persenjataan modern, dan sistem propulsi mutakhir.
      🕴️ Pengadaan Bermasalah & Skandal Makelar
      • Korupsi Jaringan Makelar: Pengadaan dikuasai agen/perantara dari kalangan purnawirawan militer yang melambungkan harga kontrak alutsista demi komisi ilegal.
      • Skandal "Peti Mati Terbang": Sultan Malaydesh mengintervensi langsung dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dicap sebagai "peti mati terbang" [The Edge].
      • Tender Tertutup: Hanya 20–30% proyek menggunakan tender terbuka, memicu pembungkaman transparansi, inefisiensi kas negara, dan risiko korupsi tinggi.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh] (Investigasi forensik kerugian logistik suku cadang, jumlah kapal perang kadaluarsa, dan kegagalan tata kelola kontrak) [The Edge].
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef] (Cetak biru resmi evaluasi risiko pertahanan, restrukturisasi pasukan, dan kelemahan teknologi siber/maritim).
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI] (Data perbandingan global mengenai efisiensi belanja militer, komparasi anggaran, dan kesenjangan persenjataan regional).

      Hapus
  17. Geng GORILLA ZIMBABWE klaim mereka tak Sewa heli.... Mereka beli.....GORILLA MEMANG SUKA KLAIM DAN MEMBUAL 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALONYET (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.

      Hapus
    3. KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.

      Hapus
    4. REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
  18. Geng GORILLA ZIMBABWE klaim mereka tak Sewa heli.... Mereka beli.....GORILLA MEMANG SUKA KLAIM DAN MEMBUAL 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      --------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      2018 (Fase "Open Donasi"): Utang menembus RM1 triliun; peluncuran Tabung Harapan untuk sumbangan rakyat. [1]
      -
      2019 (59%): Laporan Audit mengungkap mayoritas pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama. [1]
      RASIO HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      2020 (60%): Ketergantungan meningkat; anggaran pembangunan mulai terhimpit beban utang.
      -
      2021 (50,4%): RM98,05 miliar dari total RM194,55 miliar pinjaman digunakan untuk bayar utang matang.
      -
      2022 (52,4%): Pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar di tengah pemulihan pascapandemi.
      -
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; RM145,8 miliar dari RM226,6 miliar pinjaman lari ke utang lama.
      -
      2024 (58,9%): Upaya konsolidasi dimulai; RM121,3 miliar dialokasikan untuk utang matang.
      -
      2025 (58%): Pinjaman kasar RM184 miliar dengan alokasi bayar prinsipal RM106,8 miliar.

      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF) Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara: Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      --------------------------------
      BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG ..
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      --------------------------------
      1. UTANG PEMERINTAH FEDERAL (FISKAL)
      Posisi Utang: Mencapai RM 1,25 Triliun (akhir 2024) dan diproyeksi naik ke RM 1,3 Triliun (2025).
      Rasio PDB: Berada di kisaran 64% – 69%. Data Statista memprediksi lonjakan hingga 70,4% pada 2025.
      Status: Melebihi target jangka menengah (60%), namun diklaim masih di bawah plafon hukum instrumen tertentu (65%).
      ________________________________________
      2. UTANG RUMAH TANGGA (RAKYAT)
      Total Utang: Terakumulasi sebesar RM 1,63 Triliun per Desember 2024 (naik drastis dari RM 1,19 Triliun di 2018).
      Rasio PDB: Level kritis 84,1% – 84,3%; salah satu yang tertinggi di ASEAN.
      Komposisi: Didominasi kredit perumahan (60,5%), disusul kendaraan dan pinjaman pribadi.
      Risiko: BNM klaim masih "terkendali" meski rasio utang rakyat sangat tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Tantangan Kebijakan & Politik: Proses penganggaran pertahanan tidak transparan dan tidak dapat diprediksi, mempersulit perencanaan modernisasi jangka panjang. Krisis diperparah oleh pergantian rezim politik yang sering terjadi sejak 2018, yang merusak kontinuitas eksekusi kebijakan militer.
      • Leher Botol Fiskal & Kurs: Meskipun anggaran nominal naik (seperti RM19,73 miliar pada 2024), lebih dari 40% dana habis tersedot untuk gaji dan tunjangan, menyisakan porsi minim untuk pembelian senjata. Pelemahan mata uang Ringgit kian mengikis daya beli riil terhadap alutsista impor.
      • Krisis Armada Tua & Ketergantungan: Banyak alutsista utama (seperti panser Condor) sudah kedaluwarsa, namun proyek penggantinya berjalan lambat akibat birokrasi. Industri domestik juga mandek dan mutlak bergantung pada produsen luar negeri (OEM).
      • Kelemahan Industri & Riset (R&D): Industri pertahanan lokal terfragmentasi dan kekurangan kapasitas untuk memproduksi sistem tempur canggih secara mandiri. Hal ini diperparah oleh minimnya investasi negara di bidang sains, teknologi, dan riset pertahanan.
      • Retaknya Integrasi Sipil-Militer: Strategi Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering kali salah ditafsirkan sebagai doktrin militer murni, bukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan sektor sipil. Sinergi sipil-militer yang kuat di masa lalu kini telah memudar dan melemah.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi pertahanan kementerian mengenai penataan doktrin HANRUH, evaluasi anggaran pembangunan, dan restrukturisasi matra.
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh]: Hasil investigasi forensik independen terkait inefisiensi pengadaan alutsista, leher botol anggaran, dan kegagalan kontrak federal [The Edge].
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI]: Kajian data global mengenai efisiensi belanja militer, komparasi anggaran terhadap PDB di ASEAN, serta kesenjangan kapabilitas teknologi pertahanan regional.

      Hapus
  19. 2 Buah helikopter jatuh hanya dalam beberapa hari...KESIAN...

    1. HELIKOPTER TNI
    2 HELIKOPTER SEWA BNPB

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALONYET
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      --------------------------------
      2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALONYET
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Tantangan Kebijakan & Politik: Proses penganggaran pertahanan tidak transparan dan tidak dapat diprediksi, mempersulit perencanaan modernisasi jangka panjang. Krisis diperparah oleh pergantian rezim politik yang sering terjadi sejak 2018, yang merusak kontinuitas eksekusi kebijakan militer.
      • Leher Botol Fiskal & Kurs: Meskipun anggaran nominal naik (seperti RM19,73 miliar pada 2024), lebih dari 40% dana habis tersedot untuk gaji dan tunjangan, menyisakan porsi minim untuk pembelian senjata. Pelemahan mata uang Ringgit kian mengikis daya beli riil terhadap alutsista impor.
      • Krisis Armada Tua & Ketergantungan: Banyak alutsista utama (seperti panser Condor) sudah kedaluwarsa, namun proyek penggantinya berjalan lambat akibat birokrasi. Industri domestik juga mandek dan mutlak bergantung pada produsen luar negeri (OEM).
      • Kelemahan Industri & Riset (R&D): Industri pertahanan lokal terfragmentasi dan kekurangan kapasitas untuk memproduksi sistem tempur canggih secara mandiri. Hal ini diperparah oleh minimnya investasi negara di bidang sains, teknologi, dan riset pertahanan.
      • Retaknya Integrasi Sipil-Militer: Strategi Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering kali salah ditafsirkan sebagai doktrin militer murni, bukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan sektor sipil. Sinergi sipil-militer yang kuat di masa lalu kini telah memudar dan melemah.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi pertahanan kementerian mengenai penataan doktrin HANRUH, evaluasi anggaran pembangunan, dan restrukturisasi matra.
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh]: Hasil investigasi forensik independen terkait inefisiensi pengadaan alutsista, leher botol anggaran, dan kegagalan kontrak federal [The Edge].
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI]: Kajian data global mengenai efisiensi belanja militer, komparasi anggaran terhadap PDB di ASEAN, serta kesenjangan kapabilitas teknologi pertahanan regional.

      Hapus
  20. HELIKOPTER SEWA guys.... Apa nak di MALUKAN guys.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALONYET kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    3. KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
      Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
      Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi

      Hapus
  21. GORILLA LUPA PESAWAT TNI LANGGAR HANGAR HINGGA HANCUR...... 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ----------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALONYET setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALONYET terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALONYET kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALONYET (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALONYET: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Krisis Finansial & Modernisasi Lambat: Angkatan Tentara Malaydesh beroperasi di bawah tekanan anggaran yang ketat selama puluhan tahun, memicu pemaksaan penggunaan alutsista kedaluwarsa serta penundaan masif peremajaan pasukan.
      • Armada Udara Uzur (RMAF): Jet tempur MiG-29 dan F-5E dipaksa beroperasi di atas 30 tahun. Dampaknya, biaya perawatan membengkak, suku cadang langka, dan jumlah jet tempur siap pakai untuk patroli udara merosot tajam.
      • Armada Laut Kadaluarsa (RMN): Kapal perang seperti korvet kelas Kasturi dan patroli kelas Perdana sudah berusia puluhan tahun; membutuhkan pemeliharaan konvensional konstan namun kapabilitas tempurnya kalah jauh dari kapal perang modern di kawasan.
      • Armada Darat Tertinggal (TDM): Masih mengoperasikan panser Condor (era 1980-an) dan sistem artileri tua yang lambat, padahal ancaman perang modern menuntut sistem pemukul yang mobile, taktis, dan cepat.
      • Dampak Sistemik Aset Tua: Menguras sumber daya kas negara hanya untuk menambal sistem lama (patchwork), efektivitas tempur konvensional merosot, serta alutsista tidak kompatibel dengan alat komunikasi digital modern.
      • Penyebab Utama Mandeknya Proyek: Alokasi belanja militer sangat rendah (~1,5% dari PDB), birokrasi pengadaan barang yang berbelit-belit, ketergantungan mutlak pada impor asing, serta persepsi politik yang keliru yang menganggap urgensi pertahanan eksternal bernilai rendah.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [The Military Balance - IISS]: Data rujukan global mengenai inventarisasi jumlah alutsista, tingkat kesiapan tempur (readiness), dan perbandingan usia pakai armada militer di Asia Tenggara.
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi kementerian pertahanan mengenai evaluasi risiko kedaulatan, pangkalan wilayah timur, dan leher botol anggaran pembangunan militer.
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh]: Hasil audit forensik independen yang membongkar kerugian operasional akibat penumpukan suku cadang usang dan penundaan pengadaan proyek federal [The Edge]

      Hapus
  22. Eject di hanggar OK Lagi... Nah ini TABRAK HANGGAR.... Lagi parah guys...



    Fokker-27 Tabrak Hanggar, 24 TNI Tewas

    https://m.jpnn.com/amp/news/fokker-27-tabrak-hanggar-24-tni-tewas

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Armada Tua & Celah Kapabilitas: Kapal perang permukaan (seperti KD Kasturi dan KD Lekir) berusia >30 tahun dengan kemampuan tempur minim; tidak memiliki platform perang antikapalselam (ASW) modern serta sistem rudal jarak jauh.
      • Mega Skandal Penundaan LCS: Proyek kapal perang LCS senilai RM11 miliar mandek akibat salah kelola dan intervensi politik. Pengiriman molor parah, meninggalkan kekosongan fatal pada lini pertahanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) [The Edge].
      • Struktur Armada Fragmented (Gado-Gado): Mengoperasikan terlalu banyak jenis/kelas kapal yang berbeda. Skema penyederhanaan (15-to-5 Transformation Plan) berjalan lambat, memicu inefisiensi logistik suku cadang dan pembengkakan biaya perawatan.
      • Leher Botol Anggaran Fiskal: Pendanaan sangat minim karena >40% anggaran pertahanan habis hanya untuk belanja rutin pegawai (gaji/pensiun), memotong kuota dana pembelian teknologi tempur maritim baru.
      • Pengawasan Maritim Lemah: Wilayah laut seluas 500.000 km² rawan penyusupan akibat minimnya radar jarak jauh, pesawat nirawak (UAV), dan sensor deteksi bawah air. Posisi armada terpecah dan kewalahan berpatroli di wilayah semenanjung serta bagian timur.
      • Tekanan Geopolitik & Kerentanan Strategis: Kebijakan luar negeri yang terlalu netral membatasi akses ke aliansi pertahanan kuat (seperti AUKUS/QUAD). Akibatnya, ZEE Malaydesh rentan terhadap agresivitas kapal Coast Guard asing dan pencurian ikan massal.
      📊 Tabel Ringkasan Kelemahan Angkatan Laut (RMN)
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Laporan Investigasi Komite PAC Parlemen Malaydesh]: Dokumen audit forensik resmi yang membongkar anomali keuangan, penundaan uji coba laut (sea trials), dan tata kelola proyek LCS.
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi cetak biru kementerian mengenai evaluasi kerentanan wilayah laut, pangkalan Sabah/Sarawak, dan rencana transformasi armada 15-to-5.
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI]: Kajian data global mengenai kekuatan maritim, efisiensi belanja militer pertahanan, serta peta kekuatan alutsista di kawasan Asia Tenggara.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALONYET terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALONYET (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALONYET (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALONYET berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALONYET KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    3. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALONYET (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
  23. Eject di hanggar OK Lagi... Nah ini TABRAK HANGGAR.... Lagi parah guys...



    Fokker-27 Tabrak Hanggar, 24 TNI Tewas

    https://m.jpnn.com/amp/news/fokker-27-tabrak-hanggar-24-tni-tewas

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALONYET (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
      -
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALONYET sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALONYET (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
      -
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALONYET: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    3. KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

      Hapus
  24. Eject di hanggar OK Lagi... Nah ini TABRAK HANGGAR.... Lagi parah guys...



    Fokker-27 Tabrak Hanggar, 24 TNI Tewas

    https://m.jpnn.com/amp/news/fokker-27-tabrak-hanggar-24-tni-tewas

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALONYET
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALONYET terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALONYET
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
      -
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALONYET (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALONYET: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Alokasi Anggaran Minim: Dana pertahanan mandek dan rendah, hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB. Rasio ini jauh di bawah rata-rata negara tetangga di Asia Tenggara, sehingga memotong jatah riset (R&D) serta pembelian senjata canggih.
      • Tersedot Biaya Operasional Rutin: Fiskal terkunci karena mayoritas anggaran habis hanya untuk biaya rutin seperti gaji, tunjangan, pensiun prajurit, dan perawatan pangkalan alih-alih program modernisasi.
      • Kalah Prioritas Politik Domestik: Pemerintah lebih mengutamakan alokasi dana untuk sektor sosial (pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur umum) karena lebih menguntungkan secara politik dibanding belanja militer.
      • Ketergantungan Teknologi Asing: Akibat nihilnya industri mandiri, negara ini terpaksa membeli alutsista mahal dari luar negeri. Karena keterbatasan kas, Malaydesh sering terpaksa membeli alutsista bekas (second-hand) atau menunda kontrak.
      • Kelumpuhan Kesiapan Strategis: Krisis dana memicu operasional aset uzur melampaui batas usia pakai, penundaan massal proyek jet tempur/kapal perang baru, serta pemangkasan frekuensi latihan tempur prajurit.
      • Ketidakpastian Ekonomi Makro: Anggaran pertahanan bersifat reaktif dan sangat rapuh terhadap volatilitas pendapatan negara (seperti fluktuasi harga minyak mentah) serta pergantian rezim politik.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Laporan Belanja Tahunan Sektor Publik / Kementerian Keuangan Malaydesh]: Dokumen resmi neraca fiskal, defisit anggaran, belanja belanjawan, dan kerugian kurs valas [The Edge].
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Peta jalan pertahanan resmi kementerian mengenai evaluasi kerentanan wilayah maritim, pangkalan Sabah/Sarawak, dan leher botol anggaran.
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI]: Kajian data global mengenai efisiensi belanja militer, komparasi anggaran terhadap PDB di ASEAN, serta kesenjangan taktis persenjataan regional.

      Hapus
  25. Kata kunci.... SEWA....


    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
      TUDM : TUKANG URUSAN DUGEM MABOK
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      -
      Siasatan terhadap 21 pegawai Tentera Udara Diraja Mayadesh (TUDM) yang terbabit dengan aktiviti tidak bermoral, dikaitkan dengan budaya 'Yeye' seperti yang tular di media sosial baru-baru ini, akan beralih kepada proses perundangan dalam masa terdekat.
      Siasatan terhadap 21 pegawai TUDM yang terlibat dalam aktiviti tidak bermoral dikaitkan dengan budaya 'Yeye' bakal masuk fasa perundangan.
      Larangan membawa tetamu bukan ahli keluarga ke dalam mess TUDM telah lama ditetapkan dalam peraturan ATM.
      --------------------------------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      --------------------------------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      --------------------------------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Tender Kronisme: Kontrak pertahanan didominasi perusahaan terkoneksi politik dan purnawirawan militer ketimbang aspek meritokrasi, memicu kegagalan eksekusi proyek akibat kontraktor tidak kualifid.
      • Konflik Kepentingan: Alokasi kontrak rentan diarahkan langsung ke lingkar keluarga mantan pejabat pertahanan, memicu kecurigaan publik dan desakan negosiasi ulang pada kesepakatan kritis (Contoh: Skandal SPH).
      • Kebocoran & Finansial Boncos: Perusahaan kroni yang minim kompetensi memicu pembengkakan biaya ekstrem—seperti revisi anggaran proyek LCS dari RM9 Miliar melonjak hingga RM11 Miliar+—serta penundaan pengiriman armada OPV hingga tiga tahun.
      • Akuntabilitas Mandek: Penegakan hukum berjalan lambat akibat keengganan otoritas menggugat kontraktor gagal, didorong oleh kekhawatiran terbongkarnya simpul korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
      • Kesiapan Militer Lumpuh: Krisis tata kelola ini secara reaktif menunda modernisasi helikopter, kapal, dan artileri, menciptakan kekosongan fatal yang membuat angkatan bersenjata berada dalam posisi rentan di wilayah strategis.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [Laporan Audit Pengadaan Alutsista]: Data rujukan internal mengenai pembengkakan biaya (cost overruns) proyek LCS dan catatan keterlambatan unit OPV.
      • [Analisis Pakar Strategis/Militer]: Evaluasi independen terkait dampak penurunan kesiapan operasional (military readiness) dan risiko geopolitik regional.
      • [Laporan Investigasi Komite PAC]: Hasil pemeriksaan forensik terhadap konflik kepentingan keluarga birokrat pertahanan dan kelemahan penegakan hukum tata kelola kontrak.

      Hapus
    3. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
      Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
      Peringkat 23: Filipina.
      Peringkat 26: Singapura.
      Peringkat 40: Thailand.
      Status MALONYET: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
      -
      Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
      Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALONYET – Peringkat 42
      -
      Kronologi Kegagalan Kontrak MALONYET (Timeline "Prank")
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
      2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
      2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
      -
      Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
      Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
      PDB PPP (Daya Beli Riil):
      Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
      MALONYET: US$ 1,34 Triliun
      Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
      PDB Nominal (Nilai Pasar):
      Indonesia: US$ 1,69 Triliun
      MALONYET: US$ 0,46 Triliun
      Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.

      Hapus
  26. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
    TUDM : TUKANG URUSAN DUGEM MABOK
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    -
    Siasatan terhadap 21 pegawai Tentera Udara Diraja Mayadesh (TUDM) yang terbabit dengan aktiviti tidak bermoral, dikaitkan dengan budaya 'Yeye' seperti yang tular di media sosial baru-baru ini, akan beralih kepada proses perundangan dalam masa terdekat.
    Siasatan terhadap 21 pegawai TUDM yang terlibat dalam aktiviti tidak bermoral dikaitkan dengan budaya 'Yeye' bakal masuk fasa perundangan.
    Larangan membawa tetamu bukan ahli keluarga ke dalam mess TUDM telah lama ditetapkan dalam peraturan ATM.
    --------------------------------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    --------------------------------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    --------------------------------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi

    BalasHapus
  27. INDONESIA BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER DAN PMX
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------
    SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
    -
    SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
    ------------------------------
    WITHOUT MALONYET = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1 Ukraina
    2 India
    3 Arab Saudi
    4 Qatar
    5 Pakistan
    6 Jepang
    7 Polandia
    8 Amerika Serikat
    9 Kuwait
    10 Australia
    11 UEA
    12 Mesir
    13 Inggris
    14 Israel
    15 Belanda
    16 Korea Selatan
    17 Jerman
    18 Indonesia
    19 Yunani
    20 Norwegia
    21 China
    22 Italia
    23 Filipina
    24 Türkiye
    25 Brasil
    26 Singapura
    27 Bahrain
    28 Maroko
    29 Denmark
    30 Rumania
    31 Belgia
    32 Belarusia
    33 Aljazair
    34 Taiwan
    35 Hungaria
    36 Kazakhstan
    37 Serbia
    38 Kanada
    39 Spanyol
    40 Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ------------------------------
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

    BalasHapus
  28. Negara setaraf ZIMBABWE saja SEWA HELIKOPTER..... Apa nak di MALUKAN... 🤣🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
      --------------------------------
      BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG ..
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALONYET (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      --------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      🚨 Contoh Kasus Raksasa
      • Proyek Kapal Perang LCS: Anggaran melonjak dari RM9 miliar ke RM11+ miliar [The Edge]; jumlah armada dipangkas dari 6 menjadi 5 kapal, dan baru ditargetkan selesai bertahap mulai 2026 akibat manipulasi perusahaan cangkang.
      • Kapal Patroli NGPV: Biaya membengkak dari RM5,35 miliar ke RM6,75 miliar [The Edge] akibat salah kelola dan masalah kualitas, serta hanya menghasilkan sebagian kecil kapal dari target awal 27 unit.
      • Kapal Selam Scorpène: Anggaran awal RM4,3 miliar membengkak akibat isu suap internasional, keterlibatan makelar politik, serta lonjakan tak terduga biaya pelatihan pangkalan.
      • Helikopter MD530G: Pengiriman gagal dan kontrak bermasalah setelah uang muka dibayar, memicu kerugian finansial massal dan biaya ekstra pencarian unit alternatif.
      📉 Akar Penyebab Utama
      • Manajemen & Perencanaan Buruk: Menyusun lini masa tidak realistis serta meremehkan kerumitan integrasi teknologi militer modern.
      • Intervensi Politik & Kronisme: Pemilihan kontraktor didasarkan pada koneksi orang dalam (patronase) demi lobi keuntungan, bukan kapabilitas teknis militer.
      • Korupsi & Makelar: Penggunaan kontrak buram dan manipulasi pembayaran tidak langsung lewat agen perantara guna menyalurkan suap.
      • Sengaja Menutup Transparansi: Memanfaatkan Undang-Undang Rahasia Resmi (Official Secrets Act) untuk memblokir pengawasan Parlemen dan menyembunyikan anomali keuangan.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita Resmi
      • [The Edge Malaydesh / Free Malaysia Today] (Audit forensik restrukturisasi utang Boustead Naval Shipyard dan pembengkakan dana NGPV) [The Edge].
      • [Laporan Investigasi Komite PAC Parlemen Malaydesh] (Dokumen resmi pembongkaran anomali keuangan proyek LCS).
      • [Metro TV News / Channel News Asia]

      Hapus
    4. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
      MALONYET (Stagnasi total 6 tahun).
      Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
      Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
      Vietnam (Peringkat 23)
      Thailand (Peringkat 24)
      Singapura (Peringkat 29)
      Myanmar (Peringkat 35)
      Filipina (Peringkat 41)
      MALONYET (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
      -
      Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
      Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
      Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
      Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALONYET kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
      Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
      MALONYET (Demiliterisasi De Facto):
      Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
      Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

      Hapus
  29. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------
    SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
    -
    SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
    --------------------------------
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    2. Filipina (1,2%)
    STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
    Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
    -
    3. Singapura (1,1%)
    STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
    Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
    -
    4. Thailand (0,5%)
    STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
    Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
    -
    5. MALONYET (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
    -
    6. Kamboja (0,1%)
    STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
    Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
    --------------------------------
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

    BalasHapus
  30. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------
    SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
    -
    SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
    --------------------------------
    BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG ..
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALONYET KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    --------------------------------
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    MALONYET (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
    --------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
    -
    2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
    -
    3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
    -
    4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
    -
    5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
    -
    6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
    -
    7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
    -
    8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
    -
    9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
    --------------------------------
    2026 2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
    -
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALONYET
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

    BalasHapus
  31. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------
    SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = KOSONG-FFBNP NOT PAID
    -
    SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll
    --------------------------------
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    MALONYET (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
    --------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
    -
    2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
    -
    3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
    -
    4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
    -
    5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
    -
    6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
    -
    7. MALONYET – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
    -
    8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
    -
    9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
    --------------------------------
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    2018 (Fase "Open Donasi"): Utang menembus RM1 triliun; peluncuran Tabung Harapan untuk sumbangan rakyat. [1]
    -
    2019 (59%): Laporan Audit mengungkap mayoritas pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama. [1]
    RASIO HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    2020 (60%): Ketergantungan meningkat; anggaran pembangunan mulai terhimpit beban utang.
    -
    2021 (50,4%): RM98,05 miliar dari total RM194,55 miliar pinjaman digunakan untuk bayar utang matang.
    -
    2022 (52,4%): Pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar di tengah pemulihan pascapandemi.
    -
    2023 (64,3%): Rekor tertinggi; RM145,8 miliar dari RM226,6 miliar pinjaman lari ke utang lama.
    -
    2024 (58,9%): Upaya konsolidasi dimulai; RM121,3 miliar dialokasikan untuk utang matang.
    -
    2025 (58%): Pinjaman kasar RM184 miliar dengan alokasi bayar prinsipal RM106,8 miliar.

    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF) Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara: Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  32. MEMANG KALO OTAK BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH LEBIH BODOH DARI KELEDAI...HAL ANEH PASTI TERJADI 🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣🤣🔥🔥🔥🔥🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩💩

    tragedi kecelakaan kerja fatal yang dialami oleh personel Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Peristiwa tragis ini menimpa jet latih tempur jenis Hawk 108 di Pangkalan Udara TUDM Butterworth, Pulau Pinang, Malaysia
    Pelontaran di Ruang Tertutup: Kursi pelontar yang ditenagai oleh bahan peledak/roket pendorong meluncur ke atas dengan kecepatan sangat tinggi di dalam ruang hangar yang tertutup. Karena terjadi di dalam bangunan hangar, sistem penyelamat ini justru berbalik menjadi fatal.
    • Benturan Fatal dengan Atap Hangar: Kursi pelontar beserta teknisi yang berada di atasnya melesat ke atas dan langsung menghantam bagian langit-langit/atap hangar besi dengan keras sebelum akhirnya jatuh kembali ke lantai hangar.
    • Dampak Korban: Teknisi Shawn Christopher Chew tewas seketika di lokasi kejadian akibat cedera parah dari benturan keras tersebut. Sementara itu, enam teknisi junior lainnya yang berada di sekitar pesawat mengalami luka-luka akibat terkena serpihan serta puing hancuran dari kursi pelontar dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
    • Tindakan Lanjutan: Pihak Angkatan Udara Malaysia segera membentuk Dewan Penyelidikan (Board of Inquiry) untuk menginvestigasi penyebab pasti gagal berfungsinya sistem pengaman tuas kursi pelontar tersebut saat pesawat sedang tidak dalam posisi terbang

    https://www.malaysiakini.com/news/10773

    BalasHapus
  33. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
    2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
    3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
    4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
    5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
    6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
    7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
    8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
    9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
    10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
    11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
    12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
    13. Sewa 28 Heli 15 tahun
    14. Sewa L39 ITCC
    15. Sewa EC120B
    16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
    17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
    18. Sewa Hovercraft
    19. Sewa AW139 Sipil
    20. Sewa Kapal Interseptor
    21. Sewa Utility Boat
    22. Sewa RHFB
    23. Sewa Rover Fiber Glass
    24. Sewa MV Aishah
    25. Sewa BMW R1250RT
    26. Sewa Kendaraan 4x4
    27. Sewa VSHORAD
    28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
    29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
    30. Sewa Kapal Patroli
    31. Sewa Outboard Motors.
    32. Sewa Trailers
    33. Sewa Superbikes
    34. Sewa Simulator MKM
    35. Sewa 12 AW149 TUDM
    36. Sewa 4 AW139 TUDM
    37. Sewa 5 EC120B TUDM
    38. Sewa 2 AW159 TLDM
    39. Sewa 12 AW149 TDM
    40. Sewa 4 AW139 BOMBA
    41. Sewa 2 AW159 MMEA
    42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
    43. Sewa Motor Polisi & PM.
    ------------------------------
    • Armada Tua & Celah Kapabilitas: Kapal perang permukaan (seperti KD Kasturi dan KD Lekir) berusia >30 tahun dengan kemampuan tempur minim; tidak memiliki platform perang antikapalselam (ASW) modern serta sistem rudal jarak jauh.
    • Mega Skandal Penundaan LCS: Proyek kapal perang LCS senilai RM11 miliar mandek akibat salah kelola dan intervensi politik. Pengiriman molor parah, meninggalkan kekosongan fatal pada lini pertahanan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) [The Edge].
    • Struktur Armada Fragmented (Gado-Gado): Mengoperasikan terlalu banyak jenis/kelas kapal yang berbeda. Skema penyederhanaan (15-to-5 Transformation Plan) berjalan lambat, memicu inefisiensi logistik suku cadang dan pembengkakan biaya perawatan.
    • Leher Botol Anggaran Fiskal: Pendanaan sangat minim karena >40% anggaran pertahanan habis hanya untuk belanja rutin pegawai (gaji/pensiun), memotong kuota dana pembelian teknologi tempur maritim baru.
    • Pengawasan Maritim Lemah: Wilayah laut seluas 500.000 km² rawan penyusupan akibat minimnya radar jarak jauh, pesawat nirawak (UAV), dan sensor deteksi bawah air. Posisi armada terpecah dan kewalahan berpatroli di wilayah semenanjung serta bagian timur.
    • Tekanan Geopolitik & Kerentanan Strategis: Kebijakan luar negeri yang terlalu netral membatasi akses ke aliansi pertahanan kuat (seperti AUKUS/QUAD). Akibatnya, ZEE Malaydesh rentan terhadap agresivitas kapal Coast Guard asing dan pencurian ikan massal.
    📊 Tabel Ringkasan Kelemahan Angkatan Laut (RMN)
    ________________________________________
    📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
    • [Laporan Investigasi Komite PAC Parlemen Malaydesh]: Dokumen audit forensik resmi yang membongkar anomali keuangan, penundaan uji coba laut (sea trials), dan tata kelola proyek LCS.
    • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi cetak biru kementerian mengenai evaluasi kerentanan wilayah laut, pangkalan Sabah/Sarawak, dan rencana transformasi armada 15-to-5.
    • [The Military Balance - IISS & SIPRI]: Kajian data global mengenai kekuatan maritim, efisiensi belanja militer pertahanan, serta peta kekuatan alutsista di kawasan Asia Tenggara.

    BalasHapus
  34. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------
    Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
    Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
    INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
    Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
    Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
    Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    MALONYET (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
    2020–2021: Planned (Hanya wacana).
    2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
    2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
    2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
    -
    Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALONYET:
    Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
    Vietnam – Peringkat 23
    Thailand – Peringkat 24
    Singapura – Peringkat 29
    Myanmar – Peringkat 35
    Filipina – Peringkat 41
    MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
    -
    Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
    Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
    Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALONYET kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
    Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
    -
    Fenomena Demiliterisasi De Facto MALONYET
    Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
    Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
    Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
    Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
    -
    Kesimpulan Strategis 2026
    Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
    MALONYET: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

    BalasHapus
  35. Negara setaraf ZIMBABWE saja SEWA HELIKOPTER..... Apa nak di MALUKAN... 🤣🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
  36. Negara setaraf ZIMBABWE saja SEWA HELIKOPTER..... Apa nak di MALUKAN... 🤣🤣🤣🤣



    Helikopter Super Puma Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Misi Pemadaman Karhutla

    https://www.jawapos.com/nasional/2611080212/helikopter-super-puma-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-saat-misi-pemadaman-karhutla

    BalasHapus
  37. GORILLA ZIMBABWE tak perlu banyak cakap..... INDIANESIA juga SEWA HELIKOPTER.... Titik....🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  38. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  39. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  40. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  41. LOGIK AKAL GORILLA LEVEL ZIMBABWE...INDIANESIA BOLEH SEWA.... kalau MALAYSIA TAK BOLEH....LAWAK.......🤣🤣🤣🤣

    LAYAK la dengan tahap IQ GORILLA yang RENDAH....

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
      MALONYET (Stagnasi total 6 tahun).
      Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
      Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
      Vietnam (Peringkat 23)
      Thailand (Peringkat 24)
      Singapura (Peringkat 29)
      Myanmar (Peringkat 35)
      Filipina (Peringkat 41)
      MALONYET (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
      -
      Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
      Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
      Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
      Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALONYET kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
      Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
      MALONYET (Demiliterisasi De Facto):
      Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
      Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Ketergantungan Ekstrem Asing: Sangat bergantung pada produsen luar negeri (OEM) untuk komponen vital (avionik, sistem tempur, mesin). Hambatan geopolitik atau logistik global langsung melumpuhkan proyek domestik.
      • Manufaktur Lokal Dangkal: Industri pertahanan domestik hanya mampu melakukan perawatan dasar (MRO) dan merakit senjata ringan, tanpa kapasitas memproduksi sistem canggih seperti radar atau rudal mandiri.
      • Ekosistem Rantai Pasok Fragmented: Tidak adanya integrasi terpusat antara pihak kementerian, vendor lokal, dan OEM luar negeri memicu kekacauan distribusi suku cadang serta koordinasi yang lambat.
      • Krisis Kustomisasi Desain: Sering meminta konfigurasi khusus di tengah jalan (seperti pada proyek LCS), memaksa OEM merancang ulang komponen yang berujung pada malfungsi teknis dan molornya lini masa.
      • Kalah Skala Ekonomi: Jumlah pesanan Malaydesh yang relatif kecil membuat posisinya digeser ke antrean prioritas terbawah oleh OEM global dengan harga satuan yang jauh lebih mahal.
      • Birokrasi & Skandal Finansial: Proses persetujuan kontrak lambat, buram, dan sering berubah kepemimpinan, terbukti pada proyek kapal LCS yang menelan RM6 miliar tanpa ada satu pun kapal yang dikirim akibat kacaunya koordinasi pasokan [The Edge].
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Laporan Forensik Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh]: Hasil investigasi hilangnya dana operasional, pemborosan suku cadang tidak kompatibel, dan kegagalan tata kelola rantai pasok kontraktor utama pertahanan [The Edge].
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi kementerian mengenai evaluasi kemandirian industri lokal, kegagalan tata kelola logistik, dan ketergantungan mutlak pada pasokan asing.

      Hapus
  42. LOGIK AKAL GORILLA LEVEL ZIMBABWE...INDIANESIA BOLEH SEWA.... kalau MALAYSIA TAK BOLEH....LAWAK.......🤣🤣🤣🤣

    LAYAK la dengan tahap IQ GORILLA yang RENDAH....

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
      INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
      Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
      2020–2021: Planned (Hanya wacana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
      -
      Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALONYET:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
      -
      Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
      Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
      Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALONYET kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
      Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
      -
      Fenomena Demiliterisasi De Facto MALONYET
      Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
      Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
      Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
      Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
      -
      Kesimpulan Strategis 2026
      Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
      MALONYET: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

      Hapus
    3. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
      Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
      Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.
      -
      Perbandingan Ekonomi (PDB 2026)
      PDB PPP: Indonesia ($5,69 T) vs MALAYSEWA ($1,34 T). Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar.
      Status Regional: Indonesia menjadi satu-satunya raksasa (The Giant) ASEAN, sementara MALAYSEWA masuk kategori negara statis (The Stagnant).

      Hapus
  43. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET = F18 BATAL
    2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET = PHK MASSAL
    2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET = UH60A BATAL
    2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  44. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
      Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
      Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Dominasi Skala Ekonomi: Indonesia sebagai Gajah Asia
      Indonesia telah melakukan decoupling (pemisahan kasta) dari ekonomi regional ASEAN:
      PDB PPP (Daya Beli Riil): Dengan angka US$ 5,69 Triliun, Indonesia menempati Peringkat 6 Dunia, melampaui Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Skala Banding: Ekonomi riil Indonesia setara dengan gabungan Thailand + Vietnam + Filipina.
      Rasio vs MALONYET: Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal (Nilai Pasar): Indonesia mencapai US$ 1,69 Triliun (Peringkat 15 Dunia).
      Rasio vs MALONYET: Indonesia 3,67x lebih besar.
      -
      Kontras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
      Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
      Indonesia (Pruden & Sehat):
      Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
      Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
      MALONYET (Zona Merah Fiskal):
      Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,4% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
      Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.
      -
      Trajektori Utang MALONYET (2010–2026)
      Data menunjukkan akumulasi utang yang tidak terkendali:
      Era Transparansi (2018): Lonjakan drastis dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun terjadi karena inklusi liabilitas tersembunyi (kasus 1MDB & proyek PPP).
      Beban Pandemi & Pasca-Pandemi: Utang terus mendaki dari RM 1,32 T (2020) hingga diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Defisit Fiskal: Meskipun menyusut ke 3,8% (2025), nominal defisit tetap tinggi (± USD 17,8 Miliar), memaksa penambahan utang baru setiap tahun.
      -
      Implikasi Geopolitik & Pertahanan
      Kesenjangan ekonomi ini berdampak langsung pada postur militer:
      Indonesia: Memiliki Fiscal Space luas untuk modernisasi alutsista (Rafale, Scorpene) karena beban bunga utang yang rendah.
      MALONYET: Terjebak dalam siklus "Hutang Bayar Hutang". Beban bunga utang yang masif memaksa pemerintah melakukan pembekuan total pengadaan militer dan beralih ke skema sewa (leasing) karena ketidaksediaan dana tunai.
      -
      Kesimpulan Utama: Indonesia kini berada di liga elit ekonomi global (G20 Top 6 PPP), sementara MALONYET menghadapi risiko sistemik akibat beban utang pemerintah dan rumah tangga yang ekstrem, yang berujung pada stagnasi nasional.

      Hapus
  45. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALONYET yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALONYET berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALONYET resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALONYET merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB
      Indonesia (Pruden): ~40% — Berada dalam kategori sangat sehat, jauh di bawah batas aman undang-undang (60%).
      MALONYET (Zona Merah): ~69–70% — Sudah melewati limit plafon utang mereka (65%).
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga
      Indonesia (Aman): 16% — Rendah, memberikan ketahanan tinggi terhadap konsumsi domestik.
      MALONYET (Ekstrem): 84,3% — Sangat tinggi (mencekik), sebagian besar pendapatan rakyat habis untuk membayar cicilan.
      -
      Defisit Fiskal (Tahun Anggaran 2025)
      Indonesia (Terkendali): Di bawah 3% — Menunjukkan disiplin fiskal yang ketat dan manajemen anggaran yang stabil.
      MALONYET (Tinggi): 3,8% — Masih cukup tinggi, menambah beban akumulasi utang baru setiap tahun.
      -
      Kapasitas Belanja Negara
      Indonesia (Tinggi): Fokus pada modernisasi alutsista strategis (Rafale, Scorpène) dan pembangunan infrastruktur karena fiscal space yang luas.
      MALONYET (Rendah): Fokus pada pembayaran bunga utang yang membengkak, mengakibatkan pembekuan pengadaan militer.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Salah Kelola Dana: Kontrak diteken sejak 2011; per 2022 RM6,08 miliar amblas tanpa ada satu pun kapal yang berhasil dikirim akibat lemahnya akuntabilitas [The Edge].
      • Perubahan Desain: Rencana awal memakai desain Prancis (MEKO A-100) mendadak diubah di tengah jalan atas permintaan AL, memicu kekacauan integrasi sistem dan sertifikasi ulang.
      • Rantai Pasok Macet: Keterlambatan pengiriman komponen dari produsen asli (OEM) luar negeri membuat jadwal konstruksi galangan kapal lumpuh.
      • Pembengkakan Biaya: Anggaran melonjak dari RM9 miliar menjadi RM11,22 miliar (+RM2,22 M), memaksa jumlah pesanan dipangkas dari 6 menjadi 5 kapal saja.
      • Target Lini Masa Mundur: Jadwal penyelesaian awal (2019–2023) molor parah dan kini ditargetkan baru rampung bertahap pada 2026–2029.
      • Krisis Kedaulatan Laut: Penundaan ini membuat Malaydesh sangat rentan di wilayah sengketa Laut China Selatan karena terpaksa mengandalkan kapal-kapal tua yang uzur.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Laporan Investigasi Komite PAC Parlemen Malaydesh]: Dokumen forensik resmi yang membongkar anomali keuangan, perubahan desain sepihak, dan intervensi politik proyek LCS.
      • [The Edge Malaydesh / Free Malaysia Today]: Liputan komprehensif audit finansial restrukturisasi utang Boustead Naval Shipyard (BNS) dan pemotongan jumlah armada [The Edge].
      • [Naval News / Jane's Defence Weekly]: Analisis teknis kemunduran lini masa pengiriman kapal perang dan evaluasi risiko keamanan maritim regional.

      Hapus
  46. ohhh....INDIANESIA juga SEWA HELIKOPTER puluhan HELIKOPTER ya.... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      📉 Mengapa Modernisasi Militer Malaydesh Lambat?
      • Anggaran Terkunci Belanja Rutin: Sekitar 60–70% dana habis hanya untuk gaji, pencen, dan perawatan, bukan untuk membeli teknologi baru.
      • Mega Skandal & Korupsi: Pengadaan macet total akibat kasus penyalahgunaan dana menahun, salah satunya pada proyek kapal perang LCS [The Edge].
      • Strategi Patchwork (Gado-Gado): Pembelian alutsista bersifat reaktif tanpa cetak biru jangka panjang, menghasilkan campuran platform dari AS, Rusia, Prancis, dan China yang mempersulit rantai logistik.
      • Industri Domestik Dangkal: Sektor pertahanan lokal hanya mampu melakukan perawatan dasar (MRO) dan gagal membangun kemandirian produksi senjata canggih.
      • Erosi Kurs Mata Uang: Pelemahan nilai tukar Ringgit memangkas daya beli riil terhadap alutsista impor dari luar negeri.
      ⚠️ Mengapa Kesiapan Tempur Buruk?
      • Krisis Armada Tua: Memaksa operasional aset uzur yang ringkih seperti pesawat C-130 (1970-an) dan panser Condor (1980-an).
      • Silo Matra Komando: Angkatan Darat, Laut, dan Udara berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya Komando Operasi Gabungan yang terintegrasi.
      • Nihil Doktrin Modern: Pemangkasan dana memicu minimnya simulasi latihan tempur intensitas tinggi, pertahanan siber, dan operasional pesawat nirawak (drone).
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [Laporan Ketua Audit Negara / The Edge Malaydesh]: Investigasi forensik penyalahgunaan dana, kerugian suku cadang logistik, dan kegagalan tata kelola kontrak kementerian pertahanan [The Edge].
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Dokumen resmi evaluasi risiko pertahanan, restrukturisasi tiga matra, dan peta jalan pembiayaan militer.
      • [The Military Balance - IISS & SIPRI]: Data global perbandingan efisiensi belanja militer, usia operasional alutsista, dan kesenjangan taktis regional.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALONYET (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALONYET (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).
      -
      Daftar Alutsista Indonesia "On Progress"
      Indonesia sedang membangun kekuatan pemukul masif:
      Udara: 42 Rafale, 48 KAAN (Turki), 48 KF-21 Boramae, 2 A400M, 22 Black Hawk.
      Laut: 2 Fregat Brawijaya, 2 Fregat Merah Putih, 2 Fregat Istif, 2 Kapal Selam Scorpène Evolved, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      Darat/Rudal: 3 Baterai Rudal KHAN, 3 Baterai Rudal Trisula, 12 Drone Anka, 60 Drone TB3.
      -
      Timeline "Prank" Pertahanan MALONYET (2005–2026)
      Rentetan kegagalan kontrak dan wacana yang berakhir "Zonk":
      2014: Jet Rafale (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk/Batal).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak, unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim terhadap seluruh pengadaan militer akibat korupsi.
      -
      Analisa "Salam Kosong" SIPRI (2020–2025)
      Status pengadaan MALONYET yang terjebak dalam retorika:
      2020–2021: Planned (Dijangka/Rencana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Amnesia belanja).

      Hapus
  47. ohhh....INDIANESIA juga SEWA HELIKOPTER puluhan HELIKOPTER ya.... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, Scorpène, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALONYET (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      MALONYET (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      MALONYET — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan MALONYET (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.
      -
      Jebakan Utang & Krisis Fiskal MALONYET
      Penyebab utama stagnasi pertahanan adalah beban finansial yang ekstrem:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Inklusi liabilitas 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang).
      Rasio Utang: 70,4% dari PDB (Melewati limit 65%).
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Mengukuhkan diri sebagai Raksasa Ekonomi (Top 6 PPP Dunia) dan kekuatan militer elit global.
      MALONYET: Mengalami Demiliterisasi De Facto dan penurunan kelas akibat krisis utang sistemik, korupsi, dan kegagalan kontrak berulang.

      Hapus
    2. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
      Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
      F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
      Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
      Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
      Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan & Sosial
      Negara terjebak dalam ketergantungan impor dasar:
      Pangan: Ketergantungan tinggi impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah (<15% mandiri).
      Subsidi: Pencabutan total subsidi telur (Agustus 2025) memperparah inflasi.
      Reputasi: Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 yang memalukan.

      Hapus
  48. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Kapabilitas Terbatas: Nihil rudal jarak jauh, jet siluman, maupun kapal selam canggih; diperparah mangkraknya proyek kapal LCS [The Edge].
      • Matra Terfragmentasi: Operasi berjalan sendiri-sendiri (silo) tanpa adanya sistem komando gabungan terpadu yang solid.
      • Anggaran Kritis: Belanja militer minim (~1% dari PDB) dibandingkan Singapura (~4,9% PDB), dengan >40% dana habis hanya untuk gaji/pensiun.
      • Buta Teknologi: Tertinggal jauh dalam integrasi sistem otonom (drone), pertahanan siber, dan taktik perang elektronik (electronic warfare).
      • Kerentanan ZEE: Tidak berkutik merespons provokasi masif kapal Coast Guard asing yang berulang kali menerobos wilayah perairan Sarawak.
      • Diplomasi Pasif: Kebijakan luar negeri yang non-konfrontatif sering kali dibaca oleh negara besar sebagai bentuk kepasifan strategis.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • [The Military Balance - IISS]: Dokumen rujukan komparatif belanja militer pertahanan terhadap PDB dan inventarisasi alutsista regional.
      • [Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef]: Evaluasi resmi pemerintah terkait kerentanan ZEE, celah teknologi siber, dan kebutuhan restrukturisasi komando militer.
      • [Laporan Investigasi Komite PAC / The Edge Malaydesh]: Hasil audit forensik terhadap kegagalan tata kelola anggaran dan mega skandal penundaan alutsista federal [The Edge].

      Hapus
  49. INDIANESIA SEWA 61 buah HELIKOPTER dan PESAWAT.... jadi bagaimana tu ya guys..... SEWA..... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Pasukan Minim: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif, jauh di bawah Indonesia (~400.000) dan Vietnam (~600.000).
      • Matra Terfragmentasi: Angkatan Darat, Laut, dan Udara bekerja tanpa doktrin operasi gabungan terpadu.
      • Defisit Jangkauan: Lemah dalam mobilitas udara (aerial refueling) dan angkut laut, serta nihil kapal induk maupun rudal balistik.
      • Krisis Armada Tua: Terlalu bergantung pada alutsista usang berusia >30 tahun akibat penundaan menahun proyek baru (seperti kapal LCS).
      • Anggaran Terkunci: Lebih dari 40% dana habis untuk gaji/pensiun, memangkas porsi belanja modal untuk modernisasi teknologi.
      • Industri Dangkal: Perusahaan domestik hanya mampu menjadi perakit berlisensi dan perawat (MRO) tanpa kemampuan memproduksi rudal atau radar mandiri.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • The Military Balance - IISS: Data komparatif jumlah personel aktif dan inventarisasi alutsista global.
      • Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef: Dokumen evaluasi resmi terkait fragmentasi matra, reformasi SDM, dan penataan ulang struktur pasukan.
      • Kajian Strategis RSIS (SIPRI & Mindef Data): Analisis leher botol anggaran, inefisiensi pengadaan vendor, dan keterlambatan modernisasi


      Hapus
    2. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
      Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

      Hapus
    3. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
  50. INDIANESIA SEWA 61 buah HELIKOPTER dan PESAWAT.... jadi bagaimana tu ya guys..... SEWA..... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      • Pasukan Minim: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif, jauh di bawah Indonesia (~400.000) dan Vietnam (~600.000).
      • Matra Terfragmentasi: Angkatan Darat, Laut, dan Udara bekerja tanpa doktrin operasi gabungan terpadu.
      • Defisit Jangkauan: Lemah dalam mobilitas udara (aerial refueling) dan angkut laut, serta nihil kapal induk maupun rudal balistik.
      • Krisis Armada Tua: Terlalu bergantung pada alutsista usang berusia >30 tahun akibat penundaan menahun proyek baru (seperti kapal LCS).
      • Anggaran Terkunci: Lebih dari 40% dana habis untuk gaji/pensiun, memangkas porsi belanja modal untuk modernisasi teknologi.
      • Industri Dangkal: Perusahaan domestik hanya mampu menjadi perakit berlisensi dan perawat (MRO) tanpa kemampuan memproduksi rudal atau radar mandiri.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • The Military Balance - IISS: Data komparatif jumlah personel aktif dan inventarisasi alutsista global.
      • Buku Putih Pertahanan Negara - Mindef: Dokumen evaluasi resmi terkait fragmentasi matra, reformasi SDM, dan penataan ulang struktur pasukan.
      • Kajian Strategis RSIS (SIPRI & Mindef Data): Analisis leher botol anggaran, inefisiensi pengadaan vendor, dan keterlambatan modernisasi


      Hapus
    2. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Alutsista (SIPRI 2020–2026)
      Vakum Total (2024–2025): Status KOSONG dalam laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Tren Janji Palsu (Prank): Riwayat panjang kegagalan kontrak mulai dari Rafale (2014), JF-17 (2017), hingga pembatalan resmi F/A-18 Hornet Kuwait (2026) yang gagal total setelah 4 kali upaya.
      Pembekuan Total (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk Procurement Freeze (pembekuan pengadaan) akibat skandal suap dan kartel proyek di angkatan darat.
      -
      Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      Beban Utang Per Kapita (2025):
      Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
      Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
      Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
      Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.

      Hapus
    3. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
  51. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
    Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
    MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
    ---------------------------------
    Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
    Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
    MALONYET (Critical):
    Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
    Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
    ---------------------------------
    Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
    Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
    Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
    Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
    Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

    BalasHapus
  52. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  53. GORILLA level ZIMBABWE teriak teriak pasal SEWA...

    lah ternyata PEMERINTAH INDIANESIA SEWA lagi banyak, 61 buah PESAWAT dan HELIKOPTER guys.....HAHAHAHAHHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      I. STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2020–2026)
      INDONESIA (Agresif & Realisasi Tinggi):
      Udara: Rafale F-4 (Prancis), A400M Atlas (Transport & Air Refuel System).
      Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
      Laut: Mesin Kapal PPA-L-Plus & LM-2500 (Italia/AS).
      Teknologi: Drone ANKA-S (Turki), TP400-D6 Engine.
      -
      MALONYET (Stagnan & Pembatalan):
      2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
      2022: Terpilih tapi tidak ada kontrak (Selected Not Yet Ordered).
      2023–2025: Status kosong/tanpa pesanan (Not Yet Ordered).
      2026: BATAL TOTAL akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait karena kendala teknis/logistik.
      --------------------------------
      II. PERINGKAT MILITER & EKONOMI (ASEAN 2026)
      Peringkat Global Firepower (GFP):
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      MALONYET: Peringkat 42 (Di bawah Filipina yang ada di posisi 41).
      Skala Ekonomi (PDB PPP):
      Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALONYET ($5,69 T vs $1,34 T).
      Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
      --------------------------------
      III. ANALISIS KRISIS FISKAL & KORUPSI MALONYET
      Januari 2026: PM membekukan seluruh pengadaan militer (Freezes Procurement) akibat skandal suap proyek angkatan darat yang diselidiki MACC.
      Februari 2026: Pembatalan resmi F-18 Hornet Kuwait melalui sidang Dewan Rakyat.
      Warisan Hutang: Sejak 2023, pemerintah membatalkan 5 tender besar guna mencegah kebocoran anggaran.
      --------------------------------
      IV. DATA HUTANG & LIABILITAS MALONYET (2010–2026)
      Fase Awal (2010–2017): Tumbuh dari RM 407 Miliar ke RM 686 Miliar.
      Fase Transparansi (2018–2019): Melonjak ke RM 1,25 Triliun (Termasuk hutang 1MDB).
      Fase Pandemi (2020–2022): Meningkat ke RM 1,45 Triliun akibat stimulus COVID-19.
      Proyeksi Krisis (2023–2026):
      2023: RM 1,53 Triliun.
      2025: RM 1,71 Triliun.
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen hutang kritis).
      --------------------------------
      V. PROFIL RISIKO NEGARA
      Indonesia: Rasio hutang pemerintah sehat (40%), hutang rumah tangga rendah (16%).
      -
      MALONYET: Rasio hutang pemerintah melewati limit (69% vs limit 65%), hutang rumah tangga sangat tinggi (84,3%).

      Hapus
    2. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      1. STATUS INVENTARIS SIPRI 2025
      Indonesia (Aktif/Masif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Mesin TP400-D6, Air Refuel System.
      Darat: Rudal Bora, Rudal Khan, Drone Anka-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine, LM-2500.
      MALONYET (Kosong/Stagnan):
      Status: "Salam Kosong" (2020–2025). Tidak ada kontrak efektif, hanya rencana (planned) atau pesanan yang belum dieksekusi.
      --------------------------------
      2. PERINGKAT GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41.
      MALONYET: Peringkat 42 (Turun ke posisi 7 di ASEAN).
      --------------------------------
      3. ANALISA KONTRAS FISKAL & EKONOMI
      INDONESIA (SEHAT):
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Debt-to-GDP: 40% (Di bawah batas aman 60%).
      Kemampuan: Belanja tunai dan kredit ekspor resmi untuk modernisasi.
      MALONYET (Kritis):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Debt-to-GDP: 69% (Melampaui limit 65%).
      Beban: Hutang negara RM 1,65 Triliun; 84% warga tidak memiliki tabungan bulanan.
      --------------------------------
      4. PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA & LAUT
      INDONESIA (TRANSFORMASI GEN 4.5/5):
      Akuisisi 42 Rafale, 24 F-15IDN, dan pengembangan KF-21 Boramae.
      MALONYET (Kelistrikan & "Prank"):
      Aset Grounded: MiG-29N, MB339CM, Heli Nuri.
      Skandal: Kehilangan 48 unit Skyhawk dan 2 mesin jet.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS (karatan) dan OPV.
      --------------------------------
      5. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING)
      AKIBAT KETERBATASAN ANGGARAN, MALONYET BERALIH DARI KEPEMILIKAN MENJADI PENYEWA ASET:
      Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan simulator.
      Darat: Sewa truk 3 ton, motor polisi (BMW R1250RT), dan kendaraan 4x4.
      Laut: Sewa kapal hidro-oseanografi dan berbagai jenis boat (FIB, RHFB).
      --------------------------------
      6. TIMELINE KEGAGALAN PENGADAAN (2005–2026)
      BATAL/MANGKRAK:
      Rafale (2014), Artileri Caesar (2016), JF-17 (2017), Tejas (2022).
      Blokade/Isu Teknis: Komponen FA-50 (USA), F/A-18 Hornet Kuwait (2026 - Batal biaya logistik).
      Kebijakan Terbaru: PM Anwar Ibrahim melakukan Pembekuan Total (Freeze) pengadaan militer 2026 karena investigasi korupsi.

      Hapus
    3. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALONYET setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.
      -
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat MALONYET rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      MALONYET: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
  54. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    I. STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2020–2026)
    INDONESIA (Agresif & Realisasi Tinggi):
    Udara: Rafale F-4 (Prancis), A400M Atlas (Transport & Air Refuel System).
    Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
    Laut: Mesin Kapal PPA-L-Plus & LM-2500 (Italia/AS).
    Teknologi: Drone ANKA-S (Turki), TP400-D6 Engine.
    -
    MALONYET (Stagnan & Pembatalan):
    2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
    2022: Terpilih tapi tidak ada kontrak (Selected Not Yet Ordered).
    2023–2025: Status kosong/tanpa pesanan (Not Yet Ordered).
    2026: BATAL TOTAL akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait karena kendala teknis/logistik.
    --------------------------------
    II. PERINGKAT MILITER & EKONOMI (ASEAN 2026)
    Peringkat Global Firepower (GFP):
    Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
    Vietnam: Peringkat 23.
    Thailand: Peringkat 24.
    Singapura: Peringkat 29.
    MALONYET: Peringkat 42 (Di bawah Filipina yang ada di posisi 41).
    Skala Ekonomi (PDB PPP):
    Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALONYET ($5,69 T vs $1,34 T).
    Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
    --------------------------------
    III. ANALISIS KRISIS FISKAL & KORUPSI MALONYET
    Januari 2026: PM membekukan seluruh pengadaan militer (Freezes Procurement) akibat skandal suap proyek angkatan darat yang diselidiki MACC.
    Februari 2026: Pembatalan resmi F-18 Hornet Kuwait melalui sidang Dewan Rakyat.
    Warisan Hutang: Sejak 2023, pemerintah membatalkan 5 tender besar guna mencegah kebocoran anggaran.
    --------------------------------
    IV. DATA HUTANG & LIABILITAS MALONYET (2010–2026)
    Fase Awal (2010–2017): Tumbuh dari RM 407 Miliar ke RM 686 Miliar.
    Fase Transparansi (2018–2019): Melonjak ke RM 1,25 Triliun (Termasuk hutang 1MDB).
    Fase Pandemi (2020–2022): Meningkat ke RM 1,45 Triliun akibat stimulus COVID-19.
    Proyeksi Krisis (2023–2026):
    2023: RM 1,53 Triliun.
    2025: RM 1,71 Triliun.
    2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen hutang kritis).
    --------------------------------
    V. PROFIL RISIKO NEGARA
    Indonesia: Rasio hutang pemerintah sehat (40%), hutang rumah tangga rendah (16%).
    -
    MALONYET: Rasio hutang pemerintah melewati limit (69% vs limit 65%), hutang rumah tangga sangat tinggi (84,3%).

    BalasHapus
  55. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
    Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALONYET kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
    Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
    -
    Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
    Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
    -
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  56. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
    2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
    3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
    4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
    5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
    6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
    7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
    8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
    9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
    10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
    11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
    12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
    13. Sewa 28 Heli 15 tahun
    14. Sewa L39 ITCC
    15. Sewa EC120B
    16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
    17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
    18. Sewa Hovercraft
    19. Sewa AW139 Sipil
    20. Sewa Kapal Interseptor
    21. Sewa Utility Boat
    22. Sewa RHFB
    23. Sewa Rover Fiber Glass
    24. Sewa MV Aishah
    25. Sewa BMW R1250RT
    26. Sewa Kendaraan 4x4
    27. Sewa VSHORAD
    28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
    29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
    30. Sewa Kapal Patroli
    31. Sewa Outboard Motors.
    32. Sewa Trailers
    33. Sewa Superbikes
    34. Sewa Simulator MKM
    35. Sewa 12 AW149 TUDM
    36. Sewa 4 AW139 TUDM
    37. Sewa 5 EC120B TUDM
    38. Sewa 2 AW159 TLDM
    39. Sewa 12 AW149 TDM
    40. Sewa 4 AW139 BOMBA
    41. Sewa 2 AW159 MMEA
    42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
    43. Sewa Motor Polisi & PM.
    ------------------------------
    🛡️ 📉 1. Anggaran Minim & Inefisiensi AlokasiMalaydesh: Anggaran hanya ~USD 5,7 Miliar, dengan porsi besar habis untuk biaya rutin pegawai alih-alih modernisasi teknologi.Kawasan: Tertinggal jauh dari Singapura (USD 15 Miliar / 4,9% dari PDB, tertinggi di ASEAN) dan Indonesia (USD 10,6 Miliar pada 2025) yang fokus penuh pada modernisasi maritim.
    --------------------------------
    🧓 2. Penuaan Alutsista & Kelambatan PeremajaanMalaydesh: Masih mengoperasikan armada tua (seperti jet MiG-29 yang dipensiunkan), kapal selam tanpa sistem AIP, serta proyek kapal LCS yang mangkrak bertahun-tahun.Kawasan: Singapura melompat ke jet siluman gen-5 F-35B dan unit perang siber, Indonesia memborong jet tempur Rafale baru, dan Vietnam berinvestasi masif pada sistem rudal pertahanan pantai.
    --------------------------------
    📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
    • Laporan Neraca Militer Global dan Perbandingan Asia Tenggara oleh IISS (The Military Balance).
    • Dokumen Analisis Belanja Fiskal dan Transparansi Senjata Konvensional oleh SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute).
    • Dokumen Kajian Strategis Kawasan ASEAN dari CSIS (Center for Strategic and International Studies).

    BalasHapus
  57. Parah INDIANESIA lagi banyak SEWA dari MALAYSIA guys..... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALONYET
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
      -
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALONYET (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALONYET: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
    2. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ----------------------------------
      Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      MALONYET (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      MALONYET (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      MALONYET (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      -
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      MALONYET: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      MALONYET: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
      -
      Dampak Administrasi & Diplomasi
      Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara MALONYET mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.

      Hapus
    3. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
      Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. MALONYET resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
      -
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
      -
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      MALONYET terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Global
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 (pembekuan pengadaan) guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA mempersempit ruang gerak fiskal negara.
      Reputasi Regional: Kekalahan WO 0-3 (sanksi AFC/CAS) dan kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 mencerminkan keruntuhan sistemik di level administrasi nasional.
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).


      Hapus
  58. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
    Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
    Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
    Peringkat 23: Filipina.
    Peringkat 26: Singapura.
    Peringkat 40: Thailand.
    Status MALONYET: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
    -
    Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
    Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
    Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
    Vietnam – Peringkat 23
    Thailand – Peringkat 24
    Singapura – Peringkat 29
    Myanmar – Peringkat 35
    Filipina – Peringkat 41
    MALONYET – Peringkat 42
    -
    Kronologi Kegagalan Kontrak MALONYET (Timeline "Prank")
    2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
    2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
    2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
    2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
    2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
    -
    Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
    Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
    PDB PPP (Daya Beli Riil):
    Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
    MALONYET: US$ 1,34 Triliun
    Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
    PDB Nominal (Nilai Pasar):
    Indonesia: US$ 1,69 Triliun
    MALONYET: US$ 0,46 Triliun
    Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.

    BalasHapus
  59. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
    -----------------------------------
    Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
    Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
    MALONYET (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
    Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
    -
    Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
    Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
    MALONYET (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
    -
    Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
    Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
    MALONYET (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
    Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
    -
    Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
    Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
    Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip MALONYET melalui modernisasi aktif.
    Peringkat 7: MALONYET (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
    -
    Krisis Administrasi & Degradasi Aset
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
    Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
    Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
    -
    Reputasi & Tekanan Internasional
    Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.

    BalasHapus
  60. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
    • TUDM: 12 unit
    • POLIS: 7 unit
    • MMEA: 4 unit
    • TLDM: 2 unit
    • BOMBA: 2 unit
    • Jabatan PM: 1 unit
    -
    Referensi Utama & Sumber Berita
    • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
    • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
    • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
    • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
    • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
    --------------------------------GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALONYET – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    ---------------------------------
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
    ---------------------------------
    Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
    Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
    Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
    Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
    Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
    -
    Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
    Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
    Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
    Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
    Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
    -
    Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
    Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
    Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
    Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.

    BalasHapus
  61. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    📌 1. Small Defense Budget (Overall Envelope)
    MALONYET spends around RM15–18 billion per year on defense (≈ 1% of GDP).
    This is low compared to regional peers:
    Singapore: ~3% of GDP (RM70+ billion equivalent)
    Indonesia: ~0.8% of GDP, but larger economy → higher absolute spending (~RM60 billion)
    Thailand & Vietnam also outspend MALONYET in modernization.
    👉 MALONYET ’s small budget puts it at a disadvantage from the start.
    ________________________________________
    📌 2. Budget Distribution – Heavy on Salaries
    Typical MALONYET n defense budget split:
    60% → Salaries & pensions
    20–25% → Operations & maintenance (O&M)
    15–20% → Procurement / modernization
    🔎 In practice:
    Most of the money pays for personnel (over 100,000 active forces + veterans pensions).
    Very little left for buying new weapons or even maintaining old ones.
    👉 This creates a large but poorly equipped force.
    ________________________________________
    📌 3. Pensions Burden
    MALONYET has a generous pensions system for retired military personnel.
    As veterans population grows, pension spending keeps rising.
    Defense Ministry becomes a welfare ministry for ex-servicemen as much as a warfighting institution.
    This crowds out funds for modernization.
    ________________________________________
    📌 4. Operations & Maintenance (O&M) Shortfall
    The O&M budget (fuel, spare parts, training, repairs) is chronically underfunded.
    Impact:
    Aircraft often grounded due to lack of parts.
    Navy ships idle in dockyards.
    Troops train less (pilots fewer flight hours, sailors fewer sea days).
    👉 This lowers readiness, even before considering modernization gaps.
    ________________________________________
    📌 5. Procurement = Stop-Go Cycle
    With only 15–20% for procurement, MALONYET struggles to commit to big projects.
    Big-ticket items (frigates, fighter jets, armored vehicles) are so expensive that the government buys in small batches or delays purchases for years.
    Example:
    MRCA (fighter jet replacement) delayed since 2010.
    Littoral Combat Ship (LCS) consumed billions, but no ships delivered yet.
    Each time budgets tighten (economic slowdown, political crisis), procurement is the first to be cut.

    BalasHapus
  62. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    🚢 1. Aging Fleet Beyond Serviceable Lifespan
    • As of 2025, over half of RMN’s 49 ships are operating beyond their designed lifespan, some exceeding 40–45 years2.
    • Example: The KD Pendekar, commissioned in 1979, sank in 2024 after colliding with an underwater object—experts cited wear and tear as a contributing factor.
    • Naval experts warn that vessels typically have a 20–25 year lifespan, after which structural integrity and system reliability degrade significantly.
    Impact: Increased risk of mechanical failure, reduced combat effectiveness, and safety hazards for personnel.
    🔧 2. Delayed Replacement and Procurement Failures
    • MALONYET planned to acquire 18 new vessels, but only 4 have been delivered as of mid-2025.
    • The Littoral Combat Ship (LCS) program, intended to modernize the fleet, has been plagued by delays, mismanagement, and corruption.
    • The Auditor-General’s report revealed continued reliance on outdated ships due to non-delivery of replacements.
    Impact: Strategic gaps in patrol coverage, reduced deterrence, and overreliance on aging platforms.
    🧱 3. Obsolete Systems and Spare Part Incompatibility
    • RMN has incurred RM384.5 million in losses from 1.62 million unused spare parts that are no longer compatible with its ships.
    • Many vessels use legacy systems from diverse foreign suppliers (France, UK, Italy, Germany), making interoperability and maintenance complex.
    Impact: High maintenance costs, long repair cycles, and logistical inefficiencies.
    🌊 4. Limited Deterrence and Strategic Reach
    • MALONYET maritime domain spans over 500,000 sq km, yet its aging fleet lacks the endurance and sensor range to patrol effectively.
    • Analysts warn that RMN’s current posture offers insufficient deterrence against rising threats, especially from China’s naval and coast guard presence.
    Impact: Reduced strategic options for defense planners and vulnerability in contested waters.
    📊 Summary Table: Key Weaknesses of MALONYET n Navy Vessels
    Weakness Description Strategic Impact
    Aging platforms Over half the fleet >40 years old High failure risk, low combat value
    Procurement delays Only 4 of 18 planned ships delivered Capability gaps, reduced patrol reach
    Obsolete systems Legacy tech, incompatible spare parts Maintenance burden, poor interoperability
    Limited deterrence Inadequate coverage of vast maritime domain Strategic vulnerability in South China Sea

    BalasHapus
  63. HELI SEWA JATUH guys......



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      🧨 1. Lack of Transparency and Oversight
      • Limited Competitive Tendering: Fewer than 30% of major defense contracts are awarded through open competition. Most deals are single-source or limited tenders, often favoring politically connected firms.
      • Opaque Contract Structures: Many contracts lack public disclosure of terms, pricing, or delivery milestones, making it difficult to track progress or detect irregularities.
      🕴️ 2. Role of Middlemen and Politically Connected Agents
      • Procurement is often mediated by retired military officers or politically linked intermediaries, who act as “agents” or “salesmen” within the Ministry of Defence.
      • These middlemen inflate prices, obscure accountability, and steer contracts toward preferred vendors—sometimes with little regard for capability or quality.
      • The King of MALONYET recently rebuked this practice, calling out the use of “flying coffins” (referring to outdated helicopters) and warning that inflated middleman pricing would exhaust the defense budget.
      🚨 3. Major Scandals: Case Studies
      A. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
      • RM9 billion allocated for six ships; none delivered as of 2025.
      • Investigations revealed mismanagement, payment irregularities, and involvement of figures linked to the earlier Scorpene submarine scandal.
      • The Armed Forces Pension Fund (LTAT) was implicated in channeling illegal commissions.
      B. Scorpene Submarine Scandal
      • French court proceedings exposed kickbacks and illegal commissions tied to MALONYET ’s purchase of two submarines in 2002.
      • Former PM Najib Razak, who was defense minister at the time, was linked to the deal and later convicted in unrelated corruption cases.
      C. MD530G Helicopter Deal
      • MALONYET paid 35% of the contract value for six helicopters in 2015, but none were delivered by 2018.
      • The deal was flagged for irregularities, and the Defense Ministry lodged a report with the anti-graft agency.

      Hapus
    2. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH JENDERAL KORUPSI
      ANAK BUAH = MANTAB-MANTAB WANITA
      -
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      2026 JENDERAL UANG KOPI SEDAP .....
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat MALONYET Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
      -
      • Utusan MALONYET – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
      -
      • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
      -
      • ANTARA News – Imbas isu rasuah, MALONYET ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat MALONYET menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
      -
      • VIVA.co.id – MALONYET Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat MALONYET di tengah skandal rasuah.
      -
      • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat MALONYET Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek militer

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      -------------------------------
      📉 Ringkasan Masalah Anggaran Militer Malaydesh
      • Beban Pegawai Tinggi: Lebih dari 40% anggaran habis untuk belanja rutin seperti gaji dan pensiun (~RM8,2 miliar pada 2024), menyisakan ruang yang sangat sempit untuk belanja modal pengadaan.
      • Perencanaan Fragmented: Pendanaan bersifat tahun-ke-tahun tanpa cetak biru multi-tahun yang konsisten, memicu penundaan proyek masif dan pembengkakan biaya (seperti skandal kapal perang LCS).
      • Inersia Politik: Pemerintah enggan memangkas jumlah personel atau merestrukturisasi militer karena sensitif secara politik terhadap persatuan veteran dan serikat pegawai.
      • Erosi Kurs & Ilusi Dana Baru: Pelemahan Ringgit mengikis daya beli alutsista impor, ditambah alokasi tahunan yang sebenarnya terkunci untuk mencicil utang kontrak masa lalu (seperti jet FA-50), bukan untuk senjata baru.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • Laporan Belanja Keuangan Tahunan Sektor Publik oleh Kementerian Keuangan Malaydesh (MoF) [The Edge].
      • Buku Putih Pertahanan Negara (Defence White Paper) resmi mengenai audit struktur organisasi militer [Mindef].
      • Analisis Pembelian Alutsista dan Alokasi Fiskal Asia Tenggara oleh SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) dan IISS (The Military Balance)

      Hapus
  64. HELI SEWA JATUH guys......



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      🧾 1. Delayed or Suppressed Audit Findings
      • The Auditor-General’s Reports, which are meant to expose irregularities in defense spending, often face delays in publication or are selectively tabled in Parliament.
      • Some findings are redacted or softened before release, especially when they involve politically sensitive contracts or high-ranking officials.
      • For example, the 2025 Auditor-General’s Report revealed that RM162.75 million in penalties for late delivery of GEMPITA vehicles were never collected, and RM1.42 million in fines were never imposed2.
      Impact: Delayed audits allow problems to fester, and suppressed findings prevent public scrutiny or corrective action.
      🕵️ 2. Limited Enforcement of Audit Recommendations
      • Although the Auditor-General routinely issues recommendations, ministries and agencies often fail to implement them.
      • In 2025, only a fraction of the 22 audit recommendations across seven ministries were acted upon, despite covering RM48.87 billion in programs.
      • The Ministry of Defence was flagged for fragmenting maintenance contracts to bypass procurement controls, yet no disciplinary action was taken.
      Impact: Without enforcement, audits become symbolic rather than corrective.
      🧱 3. Structural Weaknesses in Oversight Mechanisms
      • MALONYET lacks an independent defense procurement oversight body. Oversight is split between the Ministry of Finance, Prime Minister’s Department, and MINDEF itself—creating conflicts of interest.
      • Internal audit units within the Armed Forces are under-resourced and lack authority to challenge senior leadership.
      • There’s no legal requirement for real-time audit tracking or public disclosure of contract performance.
      Impact: Oversight is fragmented, reactive, and vulnerable to political interference.

      Hapus
    2. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      NASIB 🦧GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional MALONYET tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto MALONYET sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALONYET ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      ============
      ============
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN

      Hapus
    3. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kehilangan Dominasi: MALAYSEWA merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
      Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur MALAYSEWA.
      Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).
      -
      Krisis Ketahanan Nasional
      Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
      Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.

      Hapus
  65. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
    TUDM : TUKANG URUSAN DUGEM MABOK
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    YE YE = PARTI DAN WANITA
    -
    Siasatan terhadap 21 pegawai Tentera Udara Diraja Mayadesh (TUDM) yang terbabit dengan aktiviti tidak bermoral, dikaitkan dengan budaya 'Yeye' seperti yang tular di media sosial baru-baru ini, akan beralih kepada proses perundangan dalam masa terdekat.
    Siasatan terhadap 21 pegawai TUDM yang terlibat dalam aktiviti tidak bermoral dikaitkan dengan budaya 'Yeye' bakal masuk fasa perundangan.
    Larangan membawa tetamu bukan ahli keluarga ke dalam mess TUDM telah lama ditetapkan dalam peraturan ATM.
    --------------------------------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    --------------------------------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    --------------------------------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi

    BalasHapus
  66. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    🧨 1. Lack of Transparency and Oversight
    • Limited Competitive Tendering: Fewer than 30% of major defense contracts are awarded through open competition. Most deals are single-source or limited tenders, often favoring politically connected firms.
    • Opaque Contract Structures: Many contracts lack public disclosure of terms, pricing, or delivery milestones, making it difficult to track progress or detect irregularities.
    🕴️ 2. Role of Middlemen and Politically Connected Agents
    • Procurement is often mediated by retired military officers or politically linked intermediaries, who act as “agents” or “salesmen” within the Ministry of Defence.
    • These middlemen inflate prices, obscure accountability, and steer contracts toward preferred vendors—sometimes with little regard for capability or quality.
    • The King of MALONYET recently rebuked this practice, calling out the use of “flying coffins” (referring to outdated helicopters) and warning that inflated middleman pricing would exhaust the defense budget.
    🚨 3. Major Scandals: Case Studies
    A. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
    • RM9 billion allocated for six ships; none delivered as of 2025.
    • Investigations revealed mismanagement, payment irregularities, and involvement of figures linked to the earlier Scorpene submarine scandal.
    • The Armed Forces Pension Fund (LTAT) was implicated in channeling illegal commissions.
    B. Scorpene Submarine Scandal
    • French court proceedings exposed kickbacks and illegal commissions tied to MALONYET ’s purchase of two submarines in 2002.
    • Former PM Najib Razak, who was defense minister at the time, was linked to the deal and later convicted in unrelated corruption cases.
    C. MD530G Helicopter Deal
    • MALONYET paid 35% of the contract value for six helicopters in 2015, but none were delivered by 2018.
    • The deal was flagged for irregularities, and the Defense Ministry lodged a report with the anti-graft agency.

    BalasHapus
  67. HELI SEWA JATUH guys......



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      🧩 1. Fragmented Procurement Budget Structure
      MALONYET ’s defense procurement budget is not centralized or strategically sequenced, leading to:
      • Progressive Payments Over Multiple Years: Major acquisitions like the FA-50 fighter jets and Littoral Combat Ships (LCS) are funded through staggered payments, which consume annual budgets without delivering immediate capability.
      • No Clear Long-Term Procurement Roadmap: Each year’s budget includes a mix of legacy payments, small one-off purchases (e.g. small arms, radios), and ad hoc upgrades. This prevents coherent modernization across platforms.
      • Overlap of Operational and Capital Expenditures: Funds for maintenance, upgrades, and new acquisitions often compete within the same budget pool, diluting impact.
      🛠️ 2. Delays in Modernization Programs
      These budget issues directly cause delays in key modernization efforts:
      • Littoral Combat Ship (LCS) Program: Originally planned to deliver six ships starting in 2019, none have been commissioned as of 2025 due to financial mismanagement and contract disputes.
      • Army Vehicle Replacement: The MALONYET n Army is still awaiting approval to replace its aging Condor APCs with High Mobility Armoured Vehicles (HMAVs), despite urgent operational need.
      • Air Force Capability Gaps: The RMAF’s transition from MiG-29s to FA-50s has been slow, with only partial funding secured and delivery timelines stretched.
      💸 3. Currency Depreciation and Import Dependence
      • MALONYET relies heavily on foreign OEMs (original equipment manufacturers) for defense systems.
      • The depreciation of the ringgit reduces real purchasing power, meaning even increased nominal budgets don’t translate into more capability.
      • Domestic defense manufacturing is limited and still dependent on imported components, compounding delays.

      Hapus
    2. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      🧩 1. Fragmented Procurement Budget Structure
      MALONYET ’s defense procurement budget is not centralized or strategically sequenced, leading to:
      • Progressive Payments Over Multiple Years: Major acquisitions like the FA-50 fighter jets and Littoral Combat Ships (LCS) are funded through staggered payments, which consume annual budgets without delivering immediate capability.
      • No Clear Long-Term Procurement Roadmap: Each year’s budget includes a mix of legacy payments, small one-off purchases (e.g. small arms, radios), and ad hoc upgrades. This prevents coherent modernization across platforms.
      • Overlap of Operational and Capital Expenditures: Funds for maintenance, upgrades, and new acquisitions often compete within the same budget pool, diluting impact.
      🛠️ 2. Delays in Modernization Programs
      These budget issues directly cause delays in key modernization efforts:
      • Littoral Combat Ship (LCS) Program: Originally planned to deliver six ships starting in 2019, none have been commissioned as of 2025 due to financial mismanagement and contract disputes.
      • Army Vehicle Replacement: The MALONYET n Army is still awaiting approval to replace its aging Condor APCs with High Mobility Armoured Vehicles (HMAVs), despite urgent operational need.
      • Air Force Capability Gaps: The RMAF’s transition from MiG-29s to FA-50s has been slow, with only partial funding secured and delivery timelines stretched.
      💸 3. Currency Depreciation and Import Dependence
      • MALONYET relies heavily on foreign OEMs (original equipment manufacturers) for defense systems.
      • The depreciation of the ringgit reduces real purchasing power, meaning even increased nominal budgets don’t translate into more capability.
      • Domestic defense manufacturing is limited and still dependent on imported components, compounding delays.

      Hapus
    3. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      📉 1. Ketidakseimbangan Struktur Anggaran KronisAlokasi Anggaran: Anggaran pertahanan terjebak dalam pola kaku jangka panjang: ~70% habis untuk gaji/pensiun, ~20–25% untuk pemeliharaan (O&M), dan <10% tersisa untuk pembangunan/modernisasi.Pemicu Utama: Struktur Angkatan Darat yang padat karya (banyak personel), preferensi politik pemerintah untuk mengamankan tunjangan/pensiun veteran dibanding modernisasi, serta ketiadaan sistem pendanaan multi-tahun.
      --------------------------------
      ⚓ 2. Dampak Riil Terhadap Tiga Matra Militer
      ✈️ Angkatan Udara (RMAF): Jam terbang pilot minim di bawah standar NATO, kesulitan merawat berbagai jenis armada (Su-30, F/A-18D, Hawk), dan penggantian jet MiG-29 yang pensiun tertunda puluhan tahun.
      🚢 Angkatan Laut (RMN): Proyek modernisasi seperti kapal LCS macet akibat nihilnya dana berkelanjutan, operasional kapal di laut berkurang karena jatah bahan bakar dipangkas, dan kapal selam Scorpène terbebani biaya perawatan tinggi.
      🪖 Angkatan Darat (TDM): Didominasi belanja pegawai yang menguras APBN, pengadaan panser dan artileri baru mandek, serta latihan tempur terbatas pada skala kecil di hutan demi menghemat biaya.
      --------------------------------
      ⚠️ 3. Konsekuensi Makro & Kesiapan TempurKelumpuhan Modernisasi: Terjebak membeli "proyek gengsi" tunggal tanpa kelanjutan dana pemeliharaan (sustainment) jangka panjang.Krisis Suku Cadang: Minimnya dana O&M memicu kelangkaan suku cadang asing, membuat banyak alutsista canggih menganggur di hanggar.Tertinggal dari Tetangga: Malaydesh kalah taji dari Singapura (jet F-35) dan Indonesia (proyek MEF) yang konsisten melakukan peremajaan sistem tempur.Krisis Morale & SDM: Ahli teknologi, insinyur, dan pilot militer banyak yang mengundurkan diri (retention issue) demi upah sektor sipil yang lebih kompetitif.

      Hapus
  68. HELI SEWA JATUH guys......



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. MABOK : PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
      TUDM : TUKANG URUSAN DUGEM MABOK
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      YE YE = PARTI DAN WANITA
      -
      Siasatan terhadap 21 pegawai Tentera Udara Diraja Mayadesh (TUDM) yang terbabit dengan aktiviti tidak bermoral, dikaitkan dengan budaya 'Yeye' seperti yang tular di media sosial baru-baru ini, akan beralih kepada proses perundangan dalam masa terdekat.
      Siasatan terhadap 21 pegawai TUDM yang terlibat dalam aktiviti tidak bermoral dikaitkan dengan budaya 'Yeye' bakal masuk fasa perundangan.
      Larangan membawa tetamu bukan ahli keluarga ke dalam mess TUDM telah lama ditetapkan dalam peraturan ATM.
      --------------------------------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALONYET berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      --------------------------------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat MALONYET bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      --------------------------------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALONYET. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      ------------------------------
      💱 Dampak Pelemahan Mata Uang (Ringgit)Biaya Impor Melonjak: Ketergantungan mutlak pada produsen asing membuat pembelian jet FA-50, A400M, dan kapal LCS membengkak akibat jatuhnya nilai tukar Ringgit terhadap valas.Beban Cicilan Jangka Panjang: Kontrak multi-tahun dalam mata uang asing menguras APBN di masa depan, termasuk untuk impor suku cadang, lisensi perangkat lunak, dan biaya pelatihan.Erosi Daya Beli Riil: Meskipun anggaran tampak naik secara nominal, nilai riilnya menyusut sehingga volume alutsista terpaksa dikurangi atau spesifikasinya diturunkan.
      --------------------------------
      📉 Hambatan Struktur Fiskal & APBNPendapatan Negara Statis: Volatilitas sektor andalan (migas dan sawit) ditambah subsidi domestik yang tinggi memangkas ruang fiskal untuk belanja pertahanan.Didominasi Biaya Rutin: Sekitar 60–70% dana habis tersedot untuk gaji, pensiun, dan perawatan pangkalan, menyisakan kurang dari 30% untuk modernisasi teknologi baru.Kalah Prioritas Politik: Sektor militer kerap dikorbankan demi dana sosial, pendidikan, dan kesehatan akibat doktrin diplomasi pasif tanpa konfrontasi luar negeri.Alih Daya Swasta yang Gagal: Skema outsourcing perawatan logistik sejak era 1970-an minim pengawasan, memicu pemborosan dana dan kesenjangan kesiapan tempur
      --------------------------------
      .📰 Sumber Berita & Rujukan ResmiLaporan Neraca Fiskal Belanja Belanjawan dan Risiko Valuta Asing oleh Kementerian Keuangan Malaydesh (MoF) [The Edge].Laporan Ketua Audit Negara (Auditor-General's Report) terkait efisiensi kontrak vendor swasta militer [The Edge].Analisis Pembelian Senjata dan Dampak Ekonomi Makro Asia Tenggara oleh SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) dan IISS (The Military Balance

      Hapus
    3. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs MALAYSEWA)
      Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
      MALAYSEWA (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
      -
      Degradasi Administrasi & Reputasi Internasional
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai 48 pesawat Skyhawk yang hilang dan 2 mesin jet tempur yang raib dari gudang.
      Sanksi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan kehilangan tiket Piala Asia 2027 yang diambil alih oleh Vietnam.
      Tekanan AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang mengincar sektor manufaktur utama.

      Hapus
  69. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    🧩 1. Fragmented Procurement Budget Structure
    MALONYET ’s defense procurement budget is not centralized or strategically sequenced, leading to:
    • Progressive Payments Over Multiple Years: Major acquisitions like the FA-50 fighter jets and Littoral Combat Ships (LCS) are funded through staggered payments, which consume annual budgets without delivering immediate capability.
    • No Clear Long-Term Procurement Roadmap: Each year’s budget includes a mix of legacy payments, small one-off purchases (e.g. small arms, radios), and ad hoc upgrades. This prevents coherent modernization across platforms.
    • Overlap of Operational and Capital Expenditures: Funds for maintenance, upgrades, and new acquisitions often compete within the same budget pool, diluting impact.
    🛠️ 2. Delays in Modernization Programs
    These budget issues directly cause delays in key modernization efforts:
    • Littoral Combat Ship (LCS) Program: Originally planned to deliver six ships starting in 2019, none have been commissioned as of 2025 due to financial mismanagement and contract disputes.
    • Army Vehicle Replacement: The MALONYET n Army is still awaiting approval to replace its aging Condor APCs with High Mobility Armoured Vehicles (HMAVs), despite urgent operational need.
    • Air Force Capability Gaps: The RMAF’s transition from MiG-29s to FA-50s has been slow, with only partial funding secured and delivery timelines stretched.
    💸 3. Currency Depreciation and Import Dependence
    • MALONYET relies heavily on foreign OEMs (original equipment manufacturers) for defense systems.
    • The depreciation of the ringgit reduces real purchasing power, meaning even increased nominal budgets don’t translate into more capability.
    • Domestic defense manufacturing is limited and still dependent on imported components, compounding delays.
    🧭 4. Lack of Strategic Procurement Governance
    • There’s no unified procurement authority with long-term oversight. Instead, decisions are made across multiple ministries and agencies.

    BalasHapus
  70. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    🧨 1. Lack of Transparency and Oversight
    • Limited Competitive Tendering: Fewer than 30% of major defense contracts are awarded through open competition. Most deals are single-source or limited tenders, often favoring politically connected firms.
    • Opaque Contract Structures: Many contracts lack public disclosure of terms, pricing, or delivery milestones, making it difficult to track progress or detect irregularities.
    🕴️ 2. Role of Middlemen and Politically Connected Agents
    • Procurement is often mediated by retired military officers or politically linked intermediaries, who act as “agents” or “salesmen” within the Ministry of Defence.
    • These middlemen inflate prices, obscure accountability, and steer contracts toward preferred vendors—sometimes with little regard for capability or quality.
    • The King of MALONYET recently rebuked this practice, calling out the use of “flying coffins” (referring to outdated helicopters) and warning that inflated middleman pricing would exhaust the defense budget.
    🚨 3. Major Scandals: Case Studies
    A. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
    • RM9 billion allocated for six ships; none delivered as of 2025.
    • Investigations revealed mismanagement, payment irregularities, and involvement of figures linked to the earlier Scorpene submarine scandal.
    • The Armed Forces Pension Fund (LTAT) was implicated in channeling illegal commissions.
    B. Scorpene Submarine Scandal
    • French court proceedings exposed kickbacks and illegal commissions tied to MALONYET ’s purchase of two submarines in 2002.
    • Former PM Najib Razak, who was defense minister at the time, was linked to the deal and later convicted in unrelated corruption cases.
    C. MD530G Helicopter Deal
    • MALONYET paid 35% of the contract value for six helicopters in 2015, but none were delivered by 2018.
    • The deal was flagged for irregularities, and the Defense Ministry lodged a report with the anti-graft agency.

    BalasHapus
  71. SEWA (PAJAKAN) ASET
    -
    1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
    2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
    3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
    4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
    5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
    6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
    7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
    8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
    9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
    10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
    11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
    12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
    13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
    14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
    15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
    16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
    17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
    18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
    19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
    20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
    21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
    22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
    24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
    25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
    26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
    27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
    28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
    29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
    30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
    31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
    --------------------------------
    💰 1. Budget Priorities Skewed Toward Salaries and Pensions
    • In 2024, MALONYET allocated RM19.73 billion (~USD 4.16 billion) for defense, but over 40% of that went to salaries and allowances.
    • This leaves a much smaller portion for capital expenditure (CAPEX) like procurement, upgrades, and maintenance.
    • The imbalance means aging equipment stays in service longer without proper refurbishment, increasing breakdowns and reducing combat readiness.
    🧾 2. Procurement Funding Is Fragmented and Reactive
    • The budget for procurement includes progressive payments for ongoing contracts (e.g., FA-50 fighter jets, A400M upgrades, Littoral Combat Ships).
    • These payments are pre-committed, leaving little flexibility for new upgrades or emergency repairs.
    • Funding for large-scale modernization is often spread across multiple years, making it hard to respond quickly to urgent needs.
    📉 3. Currency Depreciation Reduces Purchasing Power
    • MALONYET sources much of its military equipment from foreign suppliers, and the weakening ringgit erodes the real value of allocated funds.
    • Even when budgets increase nominally, the actual capability to purchase spare parts or upgrade systems may remain stagnant or decline.
    🧱 4. Political Reluctance to Reallocate Spending
    • Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce manpower to boost defense funding.
    • Defense modernization is often deprioritized in favor of social programs, infrastructure, or healthcare.
    • This results in a military that is operationally stretched, with outdated platforms and limited upgrade cycles.
    🚢 5. Real-World Consequences: Equipment Failures
    • A 45-year-old MALONYET n Navy vessel, KD Pendekar, sank during patrol in 2024 due to hull failure, highlighting the dangers of underfunded maintenance.
    • Half of the Navy’s 49 ships are operating beyond their serviceable lifespan, according to the Auditor-General.

    BalasHapus
  72. HELI SEWA JATUH guys......



    Detik-detik Helikopter Sewaan BNPB Jatuh di Sungai Barito, Berton: 3 Kru Berhasil Dievakuasi

    https://www.viva.co.id/amp/berita/nasional/1941936-detik-detik-helikopter-sewaan-bnpb-jatuh-di-sungai-barito-berton-3-kru-berhasil-dievakuasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII
      -
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      --------------------------------------------
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      Permohonan itu dibentangkan pada 6 Mei 2025 dan syarikat dikenakan denda berjumlah RM162 juta dan bon pelaksanaan berjumlah RM53 juta serta baki nilai denda akan dituntut secara pelunasan timbal balik iaitu melalui kontrak semasa atau kutipan secara berasingan daripada syarikat," katanya ketika penggulungan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2025 di Dewan Rakyat, di sini hari ini.
      --------------------------------------------
      VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
      https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
      --------------------------------------------
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
    2. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      --------------------------------
      🧓 1. Aging Equipment Across All Branches
      • Over 171 military assets—including tanks, aircraft, and naval vessels—have exceeded 30 years of service.
      • These aging platforms require frequent repairs, often using obsolete parts that are hard to source or no longer manufactured.
      • For example, 28 Royal MALONYET n Navy (RMN) ships have been in service for over 40 years, far beyond their optimal lifespan.
      Impact: Older systems break down more often, reducing operational availability and increasing downtime.
      🔧 2. Outsourced Maintenance with Governance Issues
      • MALONYET has long relied on outsourcing maintenance to private contractors, aiming to reduce costs and improve efficiency.
      • However, poor oversight and fragmented contracts have led to inconsistent service quality, delays, and inflated costs.
      • The lack of centralized control means that maintenance standards vary, and accountability is diluted.
      Impact: Maintenance becomes reactive instead of preventive, driving up costs and reducing reliability.
      💸 3. Budget Constraints and Spending Priorities
      • A large portion of MALONYET ’s defense budget goes to salaries and pensions, leaving limited funds for asset upkeep.
      • Capital expenditure (CAPEX) and operational expenditure (OPEX) are split almost evenly, but OPEX often falls short of what’s needed to maintain aging systems.
      • Modernization plans are frequently delayed due to competing national priorities.
      Impact: Insufficient funding for spare parts, upgrades, and technical support leads to degraded performance.
      🧠 4. Technological Obsolescence
      • Many older platforms lack interoperability with newer systems and are incompatible with modern digital warfare tools.
      • Upgrading legacy systems is often more expensive than replacing them, but replacements are slow due to procurement delays.
      Impact: Even when operational, outdated equipment may not meet mission requirements or integrate with allied forces.

      Hapus
    3. BNPB SIPIL = MALAYDESH MILITER POLISI SIPIL PMX : SEWA
      • TUDM: 12 unit
      • POLIS: 7 unit
      • MMEA: 4 unit
      • TLDM: 2 unit
      • BOMBA: 2 unit
      • Jabatan PM: 1 unit
      -
      Referensi Utama & Sumber Berita
      • PM Anwar Ibrahim: Membela efisiensi model pajakan RM16,5 miliar di Dewan Rakyat (Malaysian Defence).
      • Penandatanganan Kontrak: Kesepakatan resmi Kemenhan & Weststar di Putrajaya (Malaysian Defence).
      • Liputan Regional: Detail pengadaan & penyerahan 28 unit helikopter (Defence Security Asia).
      • Ulasan Korporat: Rincian alokasi per agensi hasil proses RFP (The Malaysia Corporate).
      • Pernyataan Menhan: Paparan awal anggaran sewa pada RUU Perbekalan (Dagang News).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, MALONYET tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
  73. Video HELIKOPTER SEWA INDIANESIA JATUH guys....


    https://www.youtube.com/shorts/CquDe9PJwsM

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII
      -
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      --------------------------------------------
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      Permohonan itu dibentangkan pada 6 Mei 2025 dan syarikat dikenakan denda berjumlah RM162 juta dan bon pelaksanaan berjumlah RM53 juta serta baki nilai denda akan dituntut secara pelunasan timbal balik iaitu melalui kontrak semasa atau kutipan secara berasingan daripada syarikat," katanya ketika penggulungan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2025 di Dewan Rakyat, di sini hari ini.
      --------------------------------------------
      VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
      https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
      --------------------------------------------
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.

      Hapus
    2. 1. Aset Usang 171 Unit : 108 TDM, 29 TUDM, 34 TLDM usia >30 tahun.
      2. Utang Turki (LMS Batch 2): G2G via SSB, bunga 4%-6%, tenor 10-15 tahun.
      3. Utang Korsel (FA-50): Hybrid Kredit KEXIM & Barter CPO 50%, fee 0,10%-0,50%.
      4. Utang Inggris (Hawk): DP 15%, bunga stabil via National Loans Fund.
      5. Utang China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor Eximbank, bunga 3,5%, tenor 10 tahun.
      6. Utang Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO 30-40%, tenor 10 tahun.
      7. Utang Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial Euler Hermes via Deutsche Bank & Konsorsium.
      8. Utang Sindikasi (LCS): Konsorsium 17 Kreditor, bunga 6%, tenor 15 tahun.
      9. Barter Sawit Jet: Pembelian Su-30MKM & MiG-29N.
      10. Barter Sawit Kapal & FA-50M: Pembelian Scorpene & FA-50M.
      11. Barter Tank PT-91M: Pembelian tank pakai komoditas karet & sawit.
      12. Utang A400M: Cicilan jangka panjang pesawat angkut.
      13. Sewa 28 Heli 15 tahun
      14. Sewa L39 ITCC
      15. Sewa EC120B
      16. Sewa FSTD: Simulator penerbang.
      17. Sewa Simulator EC120B: 1 unit simulator heli latih.
      18. Sewa Hovercraft
      19. Sewa AW139 Sipil
      20. Sewa Kapal Interseptor
      21. Sewa Utility Boat
      22. Sewa RHFB
      23. Sewa Rover Fiber Glass
      24. Sewa MV Aishah
      25. Sewa BMW R1250RT
      26. Sewa Kendaraan 4x4
      27. Sewa VSHORAD
      28. Sewa Truk Logistik 3 ton.
      29. Sewa Honda Civic: Mobil patroli polisi.
      30. Sewa Kapal Patroli
      31. Sewa Outboard Motors.
      32. Sewa Trailers
      33. Sewa Superbikes
      34. Sewa Simulator MKM
      35. Sewa 12 AW149 TUDM
      36. Sewa 4 AW139 TUDM
      37. Sewa 5 EC120B TUDM
      38. Sewa 2 AW159 TLDM
      39. Sewa 12 AW149 TDM
      40. Sewa 4 AW139 BOMBA
      41. Sewa 2 AW159 MMEA
      42. Sewa 7 Bell 429 POLIS
      43. Sewa Motor Polisi & PM.
      -------------------------------
      🕒 Penundaan Proyek & Birokrasi
      • Gagal Lini Masa LCS: Mega proyek kapal perang LCS tidak menghasilkan satu pun unit meski kontrak sudah diteken lebih dari satu dekade [The Edge].
      • Kelambatan Transformasi: Rencana Strategis Angkatan Tentara 4 Dimensi (4D MAF) berjalan lambat akibat inersia birokrasi dan ketidakpastian dana tahunan.
      ⚔️ Celah Kapabilitas & Kesiapan Tempur
      • 171 Aset Kadaluarsa: Lebih dari 171 alutsista di tiga matra berusia >30 tahun sehingga kehilangan efektivitas tempur konvensional.
      • Buta Teknologi Modern: Sangat tertinggal dalam integrasi kecerdasan buatan (AI), sistem otonom drone, dan pertahanan siber akibat minimnya dana riset (R&D).
      • Logistik Indonesia Timur Lemah: Infrastruktur pangkalan aju dan pasokan logistik di wilayah timur (Sabah & Sarawak) sangat minim, menghambat mobilitas pasukan darurat.
      • Doktrin Damai Pasif: Orientasi taktis masih terjebak pada pencegahan masa damai, tidak siap menghadapi konflik hibrida intensitas tinggi di wilayah sengketa Laut China Selatan.
      • Ego Sektoral Matra: Kompetisi internal dan ego sektoral antar-angkatan memperlambat penyusunan perencanaan strategis pertahanan yang padu.
      ________________________________________
      📰 Sumber Berita & Rujukan Resmi
      • Laporan Investigasi Penundaan Alutsista Komite Akuntan Publik (Public Accounts Committee / PAC) Parlemen Malaydesh [The Edge].
      • Buku Putih Pertahanan Negara (Defence White Paper) resmi mengenai evaluasi kapabilitas siber dan pangkalan Sabah/Sarawak [Mindef].
      • Analisis Kesenjangan Teknologi Militer Kontemporer Asia Tenggara oleh IISS (The Military Balance) dan SIPRI.
      .

      Hapus
    3. 1. DEFISIT BERAS (NET IMPORTIR) SEJAK 1957
      2. DEFISIT KEUANGAN SEJAK 1998
      3. HUTANG GOVT DAN HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. HANYA BAYAR FAEDAH : TIDAK POKOK HUTANG
      5. SEWA ALAT MILITER : 15 TAHUN
      -
      1. STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      • Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      • Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      • Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      • Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
      --------------------------------
      3. REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      • Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.


      Hapus
  74. BAYAR WOIIII
    -
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA= USUSD83,8 JUTA
    Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
    Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
    In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    --------------------------------------------
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    Permohonan itu dibentangkan pada 6 Mei 2025 dan syarikat dikenakan denda berjumlah RM162 juta dan bon pelaksanaan berjumlah RM53 juta serta baki nilai denda akan dituntut secara pelunasan timbal balik iaitu melalui kontrak semasa atau kutipan secara berasingan daripada syarikat," katanya ketika penggulungan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2025 di Dewan Rakyat, di sini hari ini.
    --------------------------------------------
    VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    --------------------------------------------
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

    BalasHapus
  75. BAYAR WOIIII
    -
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA= USUSD83,8 JUTA
    Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
    Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
    In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    --------------------------------------------
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    Permohonan itu dibentangkan pada 6 Mei 2025 dan syarikat dikenakan denda berjumlah RM162 juta dan bon pelaksanaan berjumlah RM53 juta serta baki nilai denda akan dituntut secara pelunasan timbal balik iaitu melalui kontrak semasa atau kutipan secara berasingan daripada syarikat," katanya ketika penggulungan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2025 di Dewan Rakyat, di sini hari ini.
    --------------------------------------------
    VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    --------------------------------------------
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

    BalasHapus
  76. Gabung sewa heli sewa MALAYSIA pun masih kalah jauh jumlah dari apa yang pemerintah INDIANESIA SEWA guys...... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  77. Gabung sewa heli sewa MALAYSIA pun masih kalah jauh jumlah dari apa yang pemerintah INDIANESIA SEWA guys...... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  78. Video HELIKOPTER SEWA INDIANESIA JATUH guys....


    https://www.youtube.com/shorts/CquDe9PJwsM

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII
      -
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation

      Hapus
    2. BAYAR WOIIII
      -
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation

      Hapus
    3. SEWA (PAJAKAN) ASET
      -
      1. Sewa 28 Heli 15 Tahun. Sumber: Malaysian Defence & Defence Security Asia.
      2. Sewa L39 ITCC. Sumber: Dagang News.
      3. Sewa EC120B. Sumber: Defence Security Asia.
      4. Sewa FSTD. Sumber: Malaysian Defence.
      5. Sewa Simulator EC120B. Sumber: Malaysian Defence.
      6. Sewa Hovercraft. Sumber: Dagang News.
      7. Sewa AW139 Sipil. Sumber: The Malaysia Corporate.
      8. Sewa Kapal Interseptor. Sumber: Defence Security Asia.
      9. Sewa Utility Boat. Sumber: The Malaysia Corporate.
      10. Sewa RHFB. Sumber: Malaysian Defence.
      11. Sewa Rover Fiber Glass. Sumber: Defence Security Asia.
      12. Sewa MV Aishah. Sumber: The Malaysia Corporate.
      13. Sewa BMW R1250RT. Sumber: Malaysian Defence.
      14. Sewa Kendaraan 4x4. Sumber: Malaysian Defence.
      15. Sewa VSHORAD. Sumber: Dagang News.
      16. Sewa Truk Logistik 3 ton. Sumber: Dagang News.
      17. Sewa Honda Civic. Sumber: The Malaysia Corporate.
      18. Sewa Kapal Patroli. Sumber: Dagang News.
      19. Sewa Outboard Motors. Sumber: The Malaysia Corporate.
      20. Sewa Trailers. Sumber: Malaysian Defence.
      21. Sewa Superbikes. Sumber: The Malaysia Corporate.
      22. Sewa Simulator MKM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      23. Sewa 12 AW149 TUDM. Sumber: Malaysian Defence.
      24. Sewa 4 AW139 TUDM. Sumber: Defence Security Asia.
      25. Sewa 5 EC120B TUDM. Sumber: The Malaysia Corporate.
      26. Sewa 2 AW159 TLDM. Sumber: Malaysian Defence.
      27. Sewa 12 AW149 TDM. Sumber: Malaysian Defence.
      28. Sewa 4 AW139 BOMBA. Sumber: Defence Security Asia.
      29. Sewa 2 AW159 MMEA. Sumber: The Malaysia Corporate.
      30. Sewa 7 Bell 429 POLIS. Sumber: Malaysian Defence.
      31. Sewa Motor Polisi & PM. Sumber: Malaysian Defence.
      ---------------------------------
      🕒 Missed Timelines
      These refer to delays in procurement, deployment, or modernization of military assets and infrastructure:
      • Delayed Equipment Acquisition: Major programs like the procurement of Littoral Combat Ships (LCS) have faced years-long delays, with none delivered despite contracts signed over a decade ago.
      • Slow Modernization Cycles: MALONYET defense planning often suffers from bureaucratic inertia and inconsistent funding, causing long gaps between planning and execution.
      • Strategic Planning Lags: The implementation of the 4th Dimension MALONYET n Armed Forces Strategic Plan (4D MAF) has been slower than anticipated, limiting the pace of transformation.
      ⚔️ Capability Gaps
      These are areas where MALONYET military lacks sufficient resources, technology, or readiness:
      1. Aging Equipment
      • Over 171 military assets across the Army, Navy, and Air Force are more than 30 years old.
      • This includes outdated fighter jets, naval vessels, and armored vehicles, many of which are no longer combat-effective.
      2. AI and Cyber Warfare Deficiencies
      • MALONYET lags behind in artificial intelligence (AI) integration for defense, especially in surveillance, autonomous systems, and cyber warfare.
      • The shortage of skilled professionals and limited R&D investment exacerbates this gap.
      3. Logistics and Mobility
      • Limited infrastructure for rapid deployment and logistics resilience, especially in East MALONYET (Sabah and Sarawak), hinders operational flexibility.
      •
      • .

      Hapus
  79. Video HELIKOPTER SEWA INDIANESIA JATUH guys....


    https://www.youtube.com/shorts/CquDe9PJwsM

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII
      -
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation

      Hapus
  80. Gabung semua heli sewa MALAYSIA pun masih kalah jauh jumlah... dari apa yang pemerintah INDIANESIA SEWA guys...... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  81. Gabung semua heli sewa MALAYSIA pun masih kalah jauh jumlah... dari apa yang pemerintah INDIANESIA SEWA guys...... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  82. Gabung semua heli sewa MALAYSIA pun masih kalah jauh jumlah... dari apa yang pemerintah INDIANESIA SEWA guys...... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
  83. Gabung semua heli sewa MALAYSIA pun masih kalah jauh jumlah... dari apa yang pemerintah INDIANESIA SEWA guys...... 61 buah SEWA SEMUA guys......🤣🤣🤣🤣



    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak memiliki pesawat atau helikopter sebagai aset pribadi, melainkan menggunakan sistem sewa atau kontrak operasional sesuai kebutuhan dan masa penugasan.

    Berdasarkan data operasional nasional terkini:
    • Total Armada Nasional (Standby): Sekitar 61 unit pesawat dan helikopter yang disiagakan untuk operasi darurat (seperti penanganan karhutla dan bencana), dengan perincian:
    • 44 unit untuk water-bombing (pengeboman air)
    • 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

    • Sifat Kepemilikan: Semua armada udara yang memakai identitas atau dikelola BNPB merupakan milik operator pihak ketiga atau negara penyewa yang dikontrak, seperti helikopter water bombing (misalnya Super Puma atau helikopter sewaan luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA AEROTREE UH60A
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      --------------------------------------------
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      DENDA GEMPITA
      Permohonan itu dibentangkan pada 6 Mei 2025 dan syarikat dikenakan denda berjumlah RM162 juta dan bon pelaksanaan berjumlah RM53 juta serta baki nilai denda akan dituntut secara pelunasan timbal balik iaitu melalui kontrak semasa atau kutipan secara berasingan daripada syarikat," katanya ketika penggulungan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2025 di Dewan Rakyat, di sini hari ini.
      --------------------------------------------
      VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
      https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
      --------------------------------------------
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      PERTAMINA TAGIH PETRONAS
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.

      Hapus
  84. DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA AEROTREE UH60A
    DENDA= USUSD83,8 JUTA
    Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
    Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
    In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    --------------------------------------------
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    DENDA GEMPITA
    Permohonan itu dibentangkan pada 6 Mei 2025 dan syarikat dikenakan denda berjumlah RM162 juta dan bon pelaksanaan berjumlah RM53 juta serta baki nilai denda akan dituntut secara pelunasan timbal balik iaitu melalui kontrak semasa atau kutipan secara berasingan daripada syarikat," katanya ketika penggulungan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2025 di Dewan Rakyat, di sini hari ini.
    --------------------------------------------
    VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 15 TAHUN
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
    https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
    --------------------------------------------
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    PERTAMINA TAGIH PETRONAS
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.

    BalasHapus