10 Januari 2026

Menhan RI Awali Kunjungan Kerja di Turki, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Turki

10 Januari 2026

Delegasi Indonesia melaksanakan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Turki, Angkatan Bersenjata dan perwakilan perusahaan dari ASELSAN, ASFAT, Roketsan dan lain-lain (photos: Kemhan)

Ankara, Turki — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengawali rangkaian kunjungan kerja di Turki dengan melaksanakan pertemuan dan courtesy call bersama Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries (SSB). Pertemuan tersebut berlangsung di kompleks ASELSAN, Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026).


Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Turki yang telah terjalin erat selama ini, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara. Indonesia dan Turki menegaskan komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.


Pada kesempatan ini, Menhan RI menekankan bahwa Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional. Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global.


Selain itu, dalam pertemuan ini Menhan bersama jajarannya juga meninjau fasilitas industri pertahanan Turki di ASELSAN guna memperoleh gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi pertahanan yang dimiliki Turki. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.


Di akhir pertemuan, Indonesia dan Turki sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang intensif melalui mekanisme kerja sama yang telah ada, guna memastikan implementasi kerja sama pertahanan Indonesia–Turki berjalan secara efektif dan berkelanjutan, sejalan dengan kepentingan nasional masing-masing negara serta stabilitas kawasan.

Dalam pertemuan ini Menhan RI turut didampingi Wakil Panglima TNI, Duta Besar RI untuk Turki, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan, serta delegasi Kementerian Pertahanan RI lainnya. Sementara dari pihak Turki yaitu Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Gabungan, Sekretaris Industri Pertahanan, dan perwakilan perusahaan dari ASELSAN, ASFAT, Roketsan dan lainnya. 

61 komentar:

  1. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
    NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
    MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
    MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
    MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
    -
    GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
    KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
    -
    GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
    misi NGEMIS HUTANG LENDER....
    Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
    MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
    -
    Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
    Peserta: 19 negara anggota
    1. PL – Polandia
    2. DE – Jerman
    3. FR – Prancis
    4. IT – Italia
    5. ES – Spanyol
    6. NL – Belanda
    7. GR – Yunani
    8. RO – Rumania
    9. BG – Bulgaria
    10. LT – Lituania
    11. LV – Latvia
    12. EE – Estonia
    13. CZ – Republik Ceko
    14. SK – Slovakia
    15. SE – Swedia
    16. FI – Finlandia
    17. DK – Denmark
    18. PT – Portugal
    19. BE – Belgia
    Fokus Khusus:
    Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
    Yunani → modernisasi armada laut.
    Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
    Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
    Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
    Target Dana: 150 miliar Euro.
    Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
    Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
    Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
    -
    Banyak negara di Amerika, Asia, Eropa, dan Afrika menggunakan skema loan atau credit untuk membiayai akuisisi alat militer. Praktik ini umum karena biaya sistem persenjataan sangat besar dan sering melibatkan pinjaman luar negeri atau fasilitas kredit ekspor.
    🌎 Amerika
    Amerika Serikat (AS) – sering memberikan Foreign Military Financing (FMF) berupa kredit kepada sekutu, sekaligus menggunakan pinjaman domestik untuk belanja militer.
    Brasil – menggunakan kredit ekspor untuk pembelian jet tempur Gripen dari Swedia.
    Kolombia & Peru – memanfaatkan pinjaman luar negeri untuk modernisasi angkatan udara dan laut.
    Meksiko – beberapa akuisisi kapal dan helikopter dilakukan dengan kredit dari mitra industri pertahanan.
    🌏 Asia
    JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
    luar negeri (2020–2024) untuk belanja sistem persenjataan, termasuk kapal selam dan pesawat tempur.
    India – menggunakan kredit dari Rusia untuk pembelian sistem pertahanan udara S-400.
    Pakistan – memanfaatkan kredit dari Tiongkok untuk akuisisi jet tempur JF-17 dan kapal perang.
    Filipina – memperoleh kredit dari Korea Selatan untuk pembelian kapal perang dan jet FA-50.
    Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A
    🌍 Eropa
    Negara-negara Uni Eropa (UE) – pada 2025 sepakat membuat dana pinjaman €150 miliar untuk membeli senjata, termasuk mendukung Ukraina.
    Polandia – menggunakan kredit luar negeri untuk pembelian tank Abrams dari AS.
    Hungaria & Yunani – memanfaatkan kredit ekspor untuk pembelian jet tempur dan sistem pertahanan udara.
    Ukraina – menerima pinjaman dari UE untuk memperkuat pertahanan menghadapi Rusia.
    🌍 Afrika
    Afrika Selatan – dalam sejarahnya menggunakan kredit luar negeri untuk program senjata, termasuk jet tempur dan kapal.
    Mesir – memperoleh kredit dari Prancis untuk pembelian Rafale dan kapal perang.
    Aljazair – menggunakan kredit dari Rusia untuk akuisisi tank dan pesawat tempur.
    Nigeria – memanfaatkan pinjaman luar negeri untuk modernisasi angkatan udara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jgn spam komen dong boskuu...kasian kawan2 yg mo komen...

      Hapus
    2. lah kl, heli kecik aja ngutang
      apalagi sewaaaaaaaa...nyicil jugaaaaa haha!😄😄😄

      Hapus
  2. ALASAN EKONOMI =
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA
    ---------------------------
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaysia mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaysia resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaysia melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah pembual seblah bilang paspor negri🎰kasino genting kuat...taunya kabur ke mantan propinsinya yg jauh Lebih Pawer Paspornya haha!🤣🤣🤣
      catat lebih kaya pulak om pemburu

      Hapus
  3. ALASAN EKONOMI =
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    MALONs PINDAH WARGA NEGARA 2026
    -------------------
    Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh per awal Januari 2026 =
    1. Statistik Pelepasan Kewarganegaraan (2020–2025)
    Dalam kurun waktu lima tahun yang berakhir pada 17 Desember 2025, tercatat 61.116 warga Malaydesh resmi menanggalkan status kewarganegaraan mereka.
    Destinasi Utama: Singapura menjadi pilihan mutlak bagi 57.300 orang (93,78%).
    Destinasi Lainnya: Australia menyerap 2,15% (sekitar 1.314 orang), diikuti Brunei Darussalam di bawah 1%.
    Demografi: Kelompok usia 31 hingga 40 tahun adalah yang paling dominan (31,6%), dengan persentase wanita mencapai 57,9% dari total pemohon.
    -------------------
    2. Analisis Faktor Pemicu Utama
    Pemerintah mengidentifikasi dua pendorong utama di balik tren ini:
    Faktor Ekonomi: Banyak warga yang bekerja di Singapura memilih berpindah kewarganegaraan demi stabilitas pendapatan, jenjang karier, dan akses penuh ke fasilitas ekonomi di sana.
    Faktor Keluarga: Pernikahan dengan warga negara asing menjadi alasan signifikan, di mana individu memilih mengikuti kewarganegaraan pasangan untuk memudahkan urusan administratif dan residensi.
    Larangan Kewarganegaraan Ganda: Berdasarkan Konstitusi Malaydesh Pasal 24, Malaydesh tidak mengakui dwi-kewarganegaraan. Hal ini memaksa warga yang ingin menetap permanen di negara seperti Singapura untuk melepas paspor Malaydesh mereka.
    -------------------
    3. Tren Jangka Panjang (2015–2025)
    Laju pelepasan kewarganegaraan ini bukan fenomena baru. Sepanjang satu dekade (2015 hingga Juni 2025), total terdapat 98.318 warga yang melepaskan kewarganegaraannya. Rata-rata pelarian modal manusia (human capital) ini stabil di angka 10.000 orang per tahun.
    -------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia.

    BalasHapus
  4. Rencananya mau beli apalagi..??

    BalasHapus
  5. Tinggalkan kerjasama dengan Koryo !!!
    Lebih baik laksanakan kerjasama dengan turki atau dengan prancis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain KF-X, bukannya pada baik2 saja? LPD malah jadi produk ekspor. Galangan Koreanya malah hanya ekspor sekali setelah ke kita. Itu juga hanya karena bank kita tidak ada yg mau kasih pinjaman.

      Hapus
  6. Cakir u under korvet.....atmaca u korvet up

    BalasHapus
  7. menhan kita pulang pergi turkiye, SHOPPING aset PREMIUM haha!🤑👍🤑

    lha seblahhhh?!@$$

    BalasHapus
  8. Dlm bbrp tahun terakhir 61 RB warga malaydes berpindah kewarganegaraan 97 persen ke singapur slebihnya ke Australia Brunei dll..gmn Pur negara bual yg kau agung agungkan begitu na'if kenyataannya😁🤣😄

    BalasHapus
  9. Ternyata kapal patroli 45 m yg di buat di Malon adalah kapal patroli fasmer buatan Jerman..JD Malon cuma ngerakit itupun di bantu ahli asing😄🤣😁 Tong kosong..tak de kapasity kecuali tipu tipu always..🤣🤣🤣😁😁😁

    BalasHapus
  10. Indonesia yang katanya miskin trnyata menaikkan anggaran militer 2026 menjadi 20 milyar dollar.

    Akuisisi Satelit militer dan pesawat awacs semoga segera terealisasi

    Sementara Jiran yang mengaku kaya 🥱

    BalasHapus
  11. 2025-2015 ALASAN EKONOMI = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = PINDAH NEGARA
    -------------------
    pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
    -
    Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
    Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
    Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
    Destinasi Utama:
    1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
    2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
    3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
    Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
    -
    Profil Demografis & Penyebab
    Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
    Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
    -
    Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
    -
    Sumber Berita Resmi
    Data ini pertama kali dilaporkan secara luas oleh media lokal Malaydesh seperti Harian Metro pada 7 Januari 2026 dan kemudian dikutip oleh berbagai media internasional termasuk The Straits Times dan CNBC Indonesia

    BalasHapus
  12. GORILA KLAIM KAYA = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    ---------------------------
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    -------------------
    1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
    Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
    Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
    Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
    Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
    -------------------
    2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
    Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
    Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
    Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
    Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
    Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).
    -------------------
    Sumber Berita & Referensi Utama:
    Statista: National Debt of Malaydesh to GDP (1990-2030)
    Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Belanjawan & Debt Management
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Financial Stability Review 2025
    Media Ekonomi: Analisis detail mengenai utang rumah tangga di The Edge Malaydesh.

    BalasHapus
  13. GORILA KLAIM KAYA = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
    ---------------------------
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  14. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH ......
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    -
    GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
    KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
    -
    GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
    misi NGEMIS HUTANG LENDER....
    Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
    MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  15. Mana gempur..shock ya..Kat jamban dong..😁🤣😄

    BalasHapus
  16. Anduk kesian si MISKIN... 🤣🤣

    Kesana malah sekadar tengok tengok BROSUR... 🤣🤡🤡

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA KLAIM KAYA = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      ---------------------------
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade.

      Hapus
    2. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
      NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      -
      GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
      KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      misi NGEMIS HUTANG LENDER....
      Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
      -
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter)
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      --------------
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG

      Hapus
    3. SHOPPING - KAYA = 🤝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Çakır di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
      ==============
      ==============
      SHOPPING - MISKIN =
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      Sumber: Bernama
      -
      3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      Sumber: Defence Security Asia


      Hapus
    4. GORILA KLAIM KAYA = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      -------------------
      Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh per awal Januari 2026 =
      1. Statistik Pelepasan Kewarganegaraan (2020–2025)
      Dalam kurun waktu lima tahun yang berakhir pada 17 Desember 2025, tercatat 61.116 warga Malaydesh resmi menanggalkan status kewarganegaraan mereka.
      Destinasi Utama: Singapura menjadi pilihan mutlak bagi 57.300 orang (93,78%).
      Destinasi Lainnya: Australia menyerap 2,15% (sekitar 1.314 orang), diikuti Brunei Darussalam di bawah 1%.
      Demografi: Kelompok usia 31 hingga 40 tahun adalah yang paling dominan (31,6%), dengan persentase wanita mencapai 57,9% dari total pemohon.
      -------------------
      2. Analisis Faktor Pemicu Utama
      Pemerintah mengidentifikasi dua pendorong utama di balik tren ini:
      Faktor Ekonomi: Banyak warga yang bekerja di Singapura memilih berpindah kewarganegaraan demi stabilitas pendapatan, jenjang karier, dan akses penuh ke fasilitas ekonomi di sana.
      Faktor Keluarga: Pernikahan dengan warga negara asing menjadi alasan signifikan, di mana individu memilih mengikuti kewarganegaraan pasangan untuk memudahkan urusan administratif dan residensi.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Berdasarkan Konstitusi Malaydesh Pasal 24, Malaydesh tidak mengakui dwi-kewarganegaraan. Hal ini memaksa warga yang ingin menetap permanen di negara seperti Singapura untuk melepas paspor Malaydesh mereka.
      -------------------
      3. Tren Jangka Panjang (2015–2025)
      Laju pelepasan kewarganegaraan ini bukan fenomena baru. Sepanjang satu dekade (2015 hingga Juni 2025), total terdapat 98.318 warga yang melepaskan kewarganegaraannya. Rata-rata pelarian modal manusia (human capital) ini stabil di angka 10.000 orang per tahun.
      -------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.
      Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia.

      Hapus
    5. GORILA KLAIM KAYA = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      -------------------
      pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
      -
      Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
      Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
      Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
      Destinasi Utama:
      1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
      2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
      3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
      Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
      -
      Profil Demografis & Penyebab
      Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
      Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
      -
      Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
      -
      Sumber Berita Resmi
      Data ini pertama kali dilaporkan secara luas oleh media lokal Malaydesh seperti Harian Metro pada 7 Januari 2026 dan kemudian dikutip oleh berbagai media internasional termasuk The Straits Times dan CNBC Indonesia

      Hapus
    6. Hallo Bahasa Rojak Malaydesh Mendunia.....

      Hapus
    7. Ehhhh...jangan salah Pur, brosurpun kelas2an yg ditawarkan ..klo yg tak de duit macam Malondes yg cukup barang2 kecik pespur malondes cuma dikasih brosur hurjet, lain kalau King Indo..langsung ditawari KAAN..😀😀😀😀😀

      Hapus
    8. USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR :
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      ---------------------------
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.

      Hapus
  17. Beza dengan MALAYSIA NEGARA KAYA...ke Turkiye LANGSUNG SIGN SHOPING KAPAL besar... CASH ya guys... 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malondesh SULIT BERAS
      Ngaku negara kaya, tapi ngemis beras
      👎👎👎

      Hapus
    2. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
      NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      -
      GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
      KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      misi NGEMIS HUTANG LENDER....
      Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
      -
      19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
      1. JERMAN
      2. PRANCIS
      3. ITALIA
      4. SPANYOL
      5. BELANDA
      6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
      7. RUMANIA
      8. BULGARIA
      9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
      10. LATVIA
      11. ESTONIA
      12. REPUBLIK CEKO
      13. SLOVAKIA
      14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
      15. FINLANDIA
      17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
      18. PORTUGAL
      19. BELGIA
      Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
      Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber Berita Utama:
      European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
      The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
      European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
      -
      20. MESIR
      Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
      Kredit dari Italia: Mesir menggunakan skema pembiayaan dari lembaga SACE Italia untuk pengadaan kapal frigat kelas FREMM dan kemungkinan jet latih M-346.
      Sumber Berita: Laporan France 24 mengenai ekspor pertahanan dan data DSCA Amerika Serikat (Update Januari 2026).
      -
      21. INDIA
      Skema Kredit Ekspor Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
      Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket kredit ekspor yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
      Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
      -
      22. PAKISTAN
      Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
      Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema kredit ekspor dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
      Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
      -
      23. BRASIL
      Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
      -
      24. TAIWAN
      Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
      -
      24. JEPANG
      Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
      -
      24. KOREA SELATAN
      Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang


      Hapus
    3. 🤝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      💰 Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

      Hapus
    4. GORILA KLAIM KAYA = GORILA KLAIM RINGGIT KUAT
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      2025-2015 ALASAN EKONOMI = 97.000 PINDAH NEGARA
      ---------------------------
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -------------------
      1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
      -------------------
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).
      -------------------
      Sumber Berita & Referensi Utama:
      Statista: National Debt of Malaydesh to GDP (1990-2030)
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Belanjawan & Debt Management
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Financial Stability Review 2025
      Media Ekonomi: Analisis detail mengenai utang rumah tangga di The Edge Malaydesh.

      Hapus
    5. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
      NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      -
      GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
      KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      misi NGEMIS HUTANG LENDER....
      Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan Kredit Ekspor (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui Kredit Ekspor dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan Kredit Ekspor Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      Kredit Ekspor (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports

      Hapus
    6. USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      ---------------------------
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
  18. MALAYSIA ke Turkiye SHOPING KAPAL...

    manakala INDIANESIA ke Turkiye tengok BROSUR.... 🤡🤡🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Urus beras tuh !!!
      Malu laah ngaku negara kaya tapi ngemis beras

      Hapus
    2. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
      NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      -
      GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
      KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      misi NGEMIS HUTANG LENDER....
      Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan Kredit Ekspor (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui Kredit Ekspor dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan Kredit Ekspor Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      Kredit Ekspor (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports

      Hapus
    3. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
      NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      -
      GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
      KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      misi NGEMIS HUTANG LENDER....
      Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
      -
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter)
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      --------------
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG

      Hapus
    4. MENURUT IQ GORILA MALAYDESH =
      NEGARA KASTA PENGHUTANG : MISKIN
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      MILITER = SKEMA LOAN/KREDIT/BARTER
      -
      GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
      KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      misi NGEMIS HUTANG LENDER....
      Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
      MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
      -
      Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      Peserta: 19 negara anggota
      1. PL – Polandia
      2. DE – Jerman
      3. FR – Prancis
      4. IT – Italia
      5. ES – Spanyol
      6. NL – Belanda
      7. GR – Yunani
      8. RO – Rumania
      9. BG – Bulgaria
      10. LT – Lituania
      11. LV – Latvia
      12. EE – Estonia
      13. CZ – Republik Ceko
      14. SK – Slovakia
      15. SE – Swedia
      16. FI – Finlandia
      17. DK – Denmark
      18. PT – Portugal
      19. BE – Belgia
      Fokus Khusus:
      Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
      Yunani → modernisasi armada laut.
      Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
      Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
      Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
      Target Dana: 150 miliar Euro.
      Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
      Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
      -
      20. Mesir 🇪🇬
      Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
      Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
      AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
      Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
      -
      21. India 🇮🇳
      Rusia: Kredit ekspor dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
      Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
      Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
      Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
      -
      22. Pakistan 🇵🇰
      Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
      Turki: Kredit ekspor untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
      Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
      -
      23. Thailand 🇹🇭
      Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
      Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
      Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
      -
      24. Taiwan 🇹🇼
      AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
      Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
      Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
      -
      25. Vietnam 🇻🇳
      Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
      Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
      Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
      -
      26. Brasil 🇧🇷
      Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
      Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
      -
      27. Jepang 🇯🇵
      Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
      Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
      -
      28. Korea Selatan 🇰🇷
      Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
      Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.
      -
      ✨ Kesimpulan
      UE (SAFE) = Fokus pada joint procurement & interoperabilitas, dengan dana besar (150 miliar Euro).
      Mesir & Pakistan = Sangat bergantung pada kredit luar negeri.
      India & Vietnam = Lebih variatif, memanfaatkan kredit ekspor & pendanaan domestik.
      Thailand & Taiwan = Fokus pada cicilan jangka panjang & dukungan sekutu.
      Brasil, Jepang, Korea Selatan = Menggunakan mekanisme domestik/alternatif agar tetap stabil secara ekonomi.

      Hapus
    5. Kapal Api ya pur 🤣😂 alias Kopi

      Hapus
    6. USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      ---------------------------
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
      ------------------
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
      ==============
      ==============
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENHAN = AKAN
      SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
      -
      2025 = 84,3% DARI GDP
      MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      --------------------------
      NGEMIS MRCA 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2026 = ZONK = NGEMIS MEMBUAL MISKIN
      ---------------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP

      Hapus
  19. Mana ada negara kaya sewa heli bekas, itupon gagal...🤣🤣🤣😂😛🤪🤪

    BalasHapus
  20. Semoga paket lengkap, 48 (+12) KAAN + kizilelma + Gokbora, 2 istif + usv + Siper D1.. 🥰 🤗

    https://x.com/i/status/1948678463226843440

    BalasHapus
  21. ANWAR BAWA ROHANA=ROMBONGAN HANYA NANYA DAN ROJALI=ROMBONGAN JALAN2 GAK BELI.. KE TURKI...😝😝😝😝

    BalasHapus
  22. manaaaa ANKA seblah...3 bijik pun AKAN haha!😝😝😝
    pembuaaaallllll dmiskinoossss

    BalasHapus
  23. Paspor kuat
    Ringgit kuat
    ehh 60 ribu rakyat kaburrrrrr ke mantan propinsi yg kaya raya haha!😁😋😁
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Puluhan Ribu Warga Malaysia Tukar Paspor ke Singapura, Ada Apa?
    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260109141604-128-701045/puluhan-ribu-warga-malaysia-tukar-paspor-ke-singapura-ada-apa

    BalasHapus
  24. 57 ribu rakyat negri🎰kasino genting bosan ditipu gowing lcs palsuw 15 taon mangkrak, 33 Hornet Rongsok
    Pilih Kabur ke negri Singa...Tajir jek, f35 ama kapal 150 meter mudah saja haha!🤣🤑🤣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    57.000 WN Malaysia Ganti Paspor Jadi Singapura, Ini Pemicu Utamanya
    "Dari jumlah itu, 93,78% atau sekitar 57.315 orang memilih pindah ke Singapura, disusul Australia sebanyak 2,15%, dan Brunei Darussalam 0,97%," catat Badrul dikutip dari Asia One, Jumat (9/1/2026).
    https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260109134602-33-701036/57000-wn-malaysia-ganti-paspor-jadi-singapura-ini-pemicu-utamanya/amp

    BalasHapus
  25. GORILA KLAIM KAYA = 97.000 PINDAH NEGARA =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ----------------------------
    Hutang Kerajaan Persekutuan:
    -
    1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
    Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
    -
    2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
    ---------------
    Hutang Isi Rumah:
    -
    1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
    Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
    Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
    ---------------
    ⚠️ Implikasi & Risiko
    Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
    Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaysia antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
    Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

    BalasHapus
  26. GORILA KLAIM KAYA : 97.000 PINDAH NEGARA =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ----------------------------
    Hutang Kerajaan Persekutuan:
    -
    1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
    Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
    -
    2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
    ---------------
    Hutang Isi Rumah:
    -
    1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
    Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
    Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
    ---------------
    ⚠️ Implikasi & Risiko
    Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
    Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaysia antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
    Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

    BalasHapus
  27. GORILA KLAIM KAYA : 97.000 PINDAH NEGARA =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ---------------------------
    Analisis :
    1. Malaysia & Korea Selatan → berada di puncak Asia dengan nisbah hutang isi rumah tertinggi (~85% KDNK).
    -
    2. Thailand → relatif tinggi di ASEAN (~70%), tetapi masih jauh di bawah Malaysia.
    -
    3. China → meningkat pesat, namun masih lebih rendah (~61%).
    -
    4. Indonesia & Filipina → nisbah sangat rendah, menunjukkan isi rumah kurang bergantung pada hutang untuk membiayai perbelanjaan.
    ---------------------------
    ⚠️ Implikasi
    1. Malaysia: Risiko kewangan isi rumah tinggi, terutama jika kadar faedah naik atau ekonomi perlahan.
    -
    2. Thailand: Menghadapi cabaran serupa, tetapi nisbah lebih rendah memberi sedikit ruang.
    -
    3. Indonesia & Filipina: Nisbah rendah bermakna risiko sistemik lebih kecil, tetapi juga menunjukkan akses kredit isi rumah lebih terbatas.
    -
    4. China & Korea Selatan: Walaupun nisbah tinggi, mereka memiliki pasaran kewangan lebih besar dan sokongan institusi

    BalasHapus
  28. GORILA KLAIM KAYA : 97.000 PINDAH NEGARA =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    ---------------------------
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade.

    BalasHapus
  29. CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    CLUB CAESAR
    ------------------
    CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (Armée de Terre), the DGA (Direction Générale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
    The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
    ====================
    ====================
    GORILA KLAIM = 2024 SPH DATANG
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    WOIIII SUDAH 2026
    ------------------
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
    Tahun depan 2024
    18 SPH
    12 HELIKOPTER CSAR
    50-60 KENDERAAN ARMOR
    3 KAPAL LMS BATCH 2
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
    Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
    Alhamdulilah MALAYSIA shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
    18 buah puan syukur beli CASH...
    dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
    -
    SPH CAESAR =
    GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
    Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
    -
    SPH YAVUZ =
    GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
    SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
    -
    SPH EVA =
    GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
    Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys

    BalasHapus
  30. 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  31. USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    ---------------------------
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
    ------------------
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
    ==============
    ==============
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENHAN = AKAN
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
    -
    2025 = 84,3% DARI GDP
    MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
    --------------------------
    MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
    -
    1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
    Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
    Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
    Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
    -
    2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
    Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
    Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
    Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
    -----------------
    Sumber Berita :
    Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
    1. Institute of Strategic & International Studies (ISIS) Malaydesh: Dalam artikel berjudul "Malaydesh's budget boosts defence, but reform still out of range" (Anggaran Malaydesh mendongkrak pertahanan, tetapi reformasi masih di luar jangkauan), ISIS Malaydesh merinci pembagian tersebut dan menyoroti ketimpangan yang ada, menyebutnya sebagai "gajah di dalam ruangan" yang harus diatasi untuk modernisasi angkatan bersenjata.
    -
    2. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
    -
    3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek

    BalasHapus