Paparan hasil pelatihan BUK Air Defense bagi personel TNI AD di Belarusia dilakukan di markas Kohanudnas, Jakarta (photos: Kohanusnas)
Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.
Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern.
Belarusia saat ini mengoperasikan BUK MB2K sistem pertahanan udara jarak menengah dan sewaktu gelaran Indo Defence 2025 lalu ditawarkan kepada Indonesia (photo: Vodogray)
Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah dalam pengembangan kemampuan pertahanan udara nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I. beserta para pejabat utama Kohanudnas.



Canggihhhh Pertaalma 2026 haha!😋😋😋
BalasHapusPertama Uji doktrin & strategi para komandan..coz AD baru mau masuk di medium air defense.
HapusNext kalau cocok
Sign kontrak
Kirim crew calon pengawak.
Bentar lg 100 org lg dkirim ke belarus ... gassss
Hapusnyoiihh tanpa basa basi BUK GdeBUK siyap kawal langit RI hore haha!🚀😎🚀
HapusSiyap memangsa kornet n emkaem haha!🚀🦾🚀
BalasHapusMantab di tempatkan di Sumatera Markas Kopasus dan Artileri Medan...
Hapusnyoiihhhh, kalimantan skalian om..jiper dahh seblah, belum datang pun ada yg mendarat gemes haha!🥶😁🥶
Hapus48 KAAN + 48 KF21+ 42 RAFALE = 138 FIGHTER
BalasHapus138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
138 FIGHTER
Break down the implications of Indonesia fielding 42 Rafale, 48 KF-21 Boramae, and potentially KAAN fighter jets.
✈️ Military Implications
Air Superiority:
Rafale (French 4.5-gen multirole) + KF-21 (South Korean 4.5-gen) + KAAN (Turkish 5th-gen project) → Indonesia will have one of the largest and most modern fighter fleets in ASEAN.
This mix covers air-to-air combat, precision strike, and electronic warfare, giving Indonesia flexibility across missions.
Deterrence:
A fleet of nearly 100 advanced fighters will act as a deterrent against regional threats, especially in contested areas like the South China Sea.
Neighbors such as Malaysia, Singapore, and Vietnam will need to recalibrate their defense strategies.
Technology Transfer:
KF-21 and KAAN programs involve joint development, meaning Indonesia gains industrial know-how and strengthens its aerospace industry.
Rafale acquisition includes training and maintenance packages, raising pilot proficiency.
🌍 Geopolitical Implications
Regional Balance:
Indonesia’s air power will surpass Malaysia’s Su-30MKM fleet and rival Singapore’s F-15SG/F-35 plans.
This positions Indonesia as a leading air power in Southeast Asia, potentially reshaping ASEAN’s military balance.
Strategic Autonomy:
By diversifying suppliers (France, South Korea, Turkey), Indonesia reduces dependence on a single country.
This hedging strategy enhances political leverage in international relations.
Global Partnerships:
Participation in KF-21 and KAAN programs ties Indonesia closer to South Korea and Turkey, expanding defense diplomacy beyond traditional Western partners.
===========
===========
F18 KUWAIT 2026-2017 =
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
10 TAHUN NGEMIS = 33 F18 RONGSOK
Malaydesh has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”
INDONESIA akan SHOPPING MERAD Buk Air Defense System Made in Belarus....
BalasHapusItu AWESOME banget.....
PELATIHAN =
BalasHapusBUK AIR DEFENSE
BUK AIR DEFENSE
BUK AIR DEFENSE
Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P. menerima paparan hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training bagi personel TNI AD yang dilaksanakan di Belarusia. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI AD.
Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern.
--------------
KHAN BALISTIK
KHAN BALISTIK
KHAN BALISTIK
Evet, Roketsan tarafından geliştirilen KHAN Balistik Füze Sistemi’nin Endonezya’ya ihracatına yönelik sözleşme, Kasım 2022'de Jakarta'da düzenlenen Indo Defence fuarı sırasında imzalanmıştır.
Sistemin tedarik süreciyle ilgili 2025 yılı itibarıyla öne çıkan güncel gelişmeler şunlardır:
İlk Teslimat Gerçekleşti: KHAN sisteminin ilk partisi Haziran 2025'te Endonezya'ya sevk edilmiş ve 1 Ağustos 2025 itibarıyla Doğu Kalimantan'daki 18. Topçu Taburu üssünde görüntülenmiştir.
Stratejik Konumlandırma: Füzeler, Endonezya'nın yeni başkenti Nusantara (IKN) ve çevresindeki stratejik noktaların güvenliğini sağlamak amacıyla Kalimantan bölgesine yerleştirilmiştir.
İkinci Parti Planı: Endonezya ordusu yetkilileri, sistemin ikinci partisinin 2026 yılı başında teslim alınmasının beklendiğini belirtmiştir.
Lojistik Destek: Aralık 2025 sonu itibarıyla Endonezya, sistemlerin simülatör ve diğer hizmetleri için yaklaşık 7 milyon TL değerinde yeni bir ihale süreci başlatmıştır.
KHAN Füzesinin Özellikleri:
Menzil: Azami 280 kilometre.
Ağırlık: 2.500 kg (Harp başlığı: 470 kg).
Hassasiyet: GPS ve atalet navigasyon sistemleri sayesinde 10 metrenin altında yüksek vuruş hassasiyetine sahiptir.
Platform: 8x8 Tatra araçları üzerine konuşlandırılmış olup yüksek mobilite sağlar.
--------------
TRISULA ADS
TRISULA ADS
TRISULA ADS
Rudal ADS (Air Defense System) Trisula adalah sistem pertahanan udara modern hasil kerja sama strategis antara Indonesia (Kementerian Pertahanan) dengan perusahaan Roketsan dari Turki. Sistem ini merupakan versi Indonesia dari sistem rudal HISAR milik Turki.
Berikut adalah penjelasan mengenai sistem Trisula berdasarkan data tahun 2025:
1. Varian Sistem Trisula
Indonesia mengadopsi dua varian utama untuk menciptakan sistem pertahanan udara berlapis:
Trisula-O (Medium Range): Berbasis sistem HISAR-O. Memiliki jangkauan tembak hingga 25 km dengan ketinggian target maksimal 10 km.
Trisula-U (Long Range): Berbasis sistem HISAR-U (SAPER). Dirancang untuk menghancurkan sasaran pada jarak hingga 70 km hingga 100 km.
2. Kemampuan Operasional
Multi-Target: Sistem ini mampu melacak hingga 60 target udara secara bersamaan.
Sasaran: Efektif untuk mencegat berbagai ancaman udara, termasuk jet tempur, helikopter, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone).
Komponen: Satu unit sistem Trisula terdiri dari pusat kendali tembak, radar pencari, serta kendaraan peluncur rudal (transporter erector launcher).
3. Status dan Perkembangan Terbaru (Desember 2025)
Kerja Sama Lokal: Pada pameran Indo Defence 2025 (Juni 2025), dipertegas bahwa pengembangan sistem ini melibatkan perusahaan lokal seperti Republikorp melalui konsep "Perisai Trisula Nusantara" untuk memperkuat kemandirian pertahanan nasional.
Integrasi Teknologi: Selain teknologi dari Turki (Roketsan), sistem ini juga mengintegrasikan teknologi radar dan kendaraan dari Republik Ceko untuk menyesuaikan dengan kebutuhan operasional TNI.
Kontrak awal pengadaan sistem Trisula ini ditandatangani pada pameran Indo Defence 2022, bersamaan dengan kontrak rudal balistik KHAN.
Tanda tanda....
BalasHapusBreakinh News heli super lynx malaydesh mengalami kecemasan emergency water ditching wkwkwkkw
BalasHapusmendarat di laut
https://www.freemalaysiatoday.com/category/nation/2026/01/01/navys-super-lynx-helicopter-makes-emergency-water-landing-off-melaka
lahhh belum kena cium Buk GedeBuk...uda nyerah duluan om haha!🚀🤣🚀
HapusLynx lapok udah nggak zaman
HapusSkrng zamannya Wildcat kaya punya Philippines
Melon di ayam2kan.
Jadi beli ini kayanya ...pembuka Rudal Sarmat..😄
BalasHapusMALONDESH SAKING PINTERNYA SAMPAI KELEDAI MINDER ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapus#Pakar Ekonomi MALONDESH Bongkar Kerugian dahsyat Tarif AS!!!!!
https://youtu.be/-UqsZTHhC-Q
BalasHapusMERAD BUK siyap MENGGE-BUK yg usil
tak lama lagi datang pertahanan langit berlapis baruw kita haha!👍🚀👍
sedangkan sebelah...kajiiii mulu beli kagak haha!🤭🤣🥳
klaim kaya...kaya pembuaaalll haha!🤥😜🤥
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsyal TNI Andyawan Martono P., S.I.P., menerima paparan hasil pelatihan "Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training" bagi personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (29/12/2025).
https://youtube.com/watch?v=5OhNHBXp8-0&pp=ygUPQnVrIG1rMiBiZWxhcnVz
Iya om @PG kita ga seperti malaydesh....
HapusSemenjak Pak Prabowo menjabat Menhan... saya percaya beliau pasti melihat situasi dan kondisi sebelum ambil keputusan apapun.....
- situasi dunia saat ini yg luar biasa tak bisa di prediksi
- kondisi keuangan kita...indhan kita...alutsista yg kita miliki...
Dan parameter lainnya..
Dan kiblat kita 1....diri kita sendiri alias kemandirian...
Kita ga ally barat timur dan bla bla bla...
Kita harus segera memiliki alut yg punya deterent....kita juga harus segera bisa buat alut yg juga punya fx deterent...
Demi itu semua kita ampe begal sana sini...
Masih aja ad yg teriak mahal amat....ya namnya juga nge begal cuuyyyy klo mo standar harga ya antriiii beli nya
Beda dengan sistem yg kita beli dari Turki apa yah? Eh, itu AD atau AU?
BalasHapusRudal Hisar Turki atau Trisula rencana yg operasikan AU.
HapusNah AD hampir seluruh batalion Arhanud sudah dilengkapi Shoraad
Rudal hanud jarak pendek mulai dari RBS 70, Mistral,Starstreak,grom.
Sekarang beralih ke Merad
Rudal hanud jarak sedang nah saat ini yg di lirik BUK -GeDeBUK.
Indonesia membeli BUK karena secara teknis BUK adalah medium-range area air defense dengan radar akuisisi, fire control, dan launcher organik yang mampu menghadapi target berkecepatan tinggi pada jarak puluhan kilometer, sedangkan NASAMS bersifat network-dependent point/sector defense dengan pasokan rudal sangat tergantung izin amerika dan HISAR hanya menutup lapisan short–medium range, sehingga BUK diperlukan untuk menutup gap pertahanan udara area yang tidak bisa ditangani keduanya.
BalasHapusNASAMS + HISAR = kuat, tapi masih berlubang di area defense, Akuisisi BUK diharapkan mampu mengisi celah antara point defense dan wide-area air defense.