Contract will sign during President Prabowo Subianto make a state visit to South Korea on Maret, 31 to April, 20 2026 (photo: DAPA)
The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the first export destination is Indonesia.
On the 19th, a government official stated, "Indonesian President Prabowo Subianto will make a state visit to Korea on the 1st of next month, visit Korea Aerospace Industries (KAI), and sign an export contract for the KF-21," adding, "We plan to sign an implementation contract during the first half of the year after coordinating the final agreement amount." Indonesia initially intended to acquire 48 KF-21 fighter jets. However, due to budget constraints, the plan is to initially acquire 16 units.
The South Korean government and Indonesia are currently coordinating final negotiations regarding technology transfer and MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul). Both countries plan to sign a contract within the first half of the year. The Indonesian side is reportedly planning to hold the implementation contract signing ceremony locally.
Starting with exports to Indonesia, KAI anticipates exports not only to Southeast Asia but also to the Middle East, including Saudi Arabia and the United Arab Emirates (UAE). As countries like Saudi Arabia and the UAE pursue the modernization of their air forces, there is a steady demand for next-generation fighter jets. The KF-21 is considered to have an advantage in securing orders due to its price competitiveness and flexibility in technology transfer compared to U.S. and European models.
"A government official said, 'When the first mass-produced KF-21 for our Air Force is rolled out on the 25th of this month, all of our Air Force's aging fighter jets will be replaced,' adding, 'It appears that we will be able to achieve the feat of exporting the KF-21 in line with the mass production of domestic fighter jets.'"
Meanwhile, South Korea's defense industry exports are expected to expand further in conjunction with changes in the international security environment. Poland also signed a comprehensive defense export contract worth $44.2 billion (approximately 63 trillion won) with the South Korean government in 2022. Since then, it has been sequentially proceeding with the first phase of export implementation contracts worth $12.32 billion (180 K2 tanks, 212 K9 self-propelled howitzers, and 48 FA-50 light attack aircraft).
(Asiae)

2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
BalasHapusFEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
-------------------
The MALAYDESH Armed Forces (MAF) face many challenges, including:
Personnel: The MAF has difficulty recruiting and retaining high-quality personnel, partly due to poor service conditions.
Equipment: The MAF needs to modernize its equipment, including replacing its fleet of Nuri helicopters.
Infrastructure: The MAF needs to improve its defense infrastructure, including living quarters.
Ethnic composition: The MAF needs to rebalance the ethnic composition of its forces.
Local content: The MAF needs to increase the local content of its equipment.
Research and development: The MAF needs to increase its research and development activities.
Logistic management: The MAF needs to improve its logistic management, including planning, operation implementation, and supply pre-budgeting.
Non-traditional security challenges: The MAF needs to increase its authority to tackle non-traditional security challenges.
===========
The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has a lack of modern military assets due to a small defense budget and aging equipment. This has left the MAF vulnerable to internal and external threats.
Causes
• Small defense budget: The MAF has had small procurement budgets for the past quarter-century.
• Aging equipment: Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
• Foreign dependence: The MAF relies on foreign Original Equipment Manufacturers (OEMs) for its military hardware and software.
Effects
• Vulnerability to threats
The MAF is vulnerable to internal and external threats due to its lack of modern military assets.
• Challenges with air force
The MAF's air force has been challenged by the withdrawal of its MiG-29 Fulcrum fighter aircraft in 2017.
• Challenges with naval assets
The MAF's naval assets are aging, as evidenced by the KD Rahman submarine issue in 2010.
TIMELINE NGEMIS = JET HORNET KUWAIT (2017–2026)
Hapus-
2017: TUDM (Tentara Udara Diraja Malaydesh) mulai menyatakan ketertarikan untuk mengakuisisi armada Hornet Kuwait. Langkah ini diambil menyusul pemensiunan armada MiG-29N yang menciptakan celah kemampuan tempur.
-
2021: Pemerintah Malaydesh secara terbuka mengonfirmasi keinginan untuk membeli 33 pesawat Hornet Kuwait (terdiri dari varian F/A-18C dan F/A-18D). Isu ini kembali mencuat setelah insiden masuknya 16 pesawat transportasi China ke ruang udara Malaydesh.
-
2023: Kuwait menandatangani kontrak dengan Boeing untuk jet tempur F/A-18E/F Super Hornet baru. Malaydesh memantau proses ini karena Kuwait hanya akan melepaskan Hornet lama setelah menerima penggantinya.
-
Mei – Juli 2024:
Panglima TUDM mengumumkan rencana pengiriman tim teknis ke Kuwait.
Menteri Pertahanan Malaydesh bertemu Duta Besar Kuwait untuk membahas percepatan nota kesepahaman (MoU) kerjasama pertahanan.
-
Februari – Juni 2025:
Muncul laporan bahwa kesepakatan hampir final dan menunggu persetujuan ekspor dari Amerika Serikat.
-
Juni 2025: AS dilaporkan memberikan lampu hijau untuk transfer jet tersebut ke Malaydesh.
-
Agustus 2025: Spekulasi pembatalan mulai muncul di media, namun TUDM menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap evaluasi akhir. Di saat yang sama, satu jet F/A-18D TUDM yang ada jatuh akibat bird strike.
-
November 2025: Tim evaluasi teknis TUDM dikirim ke Kuwait (11–27 November) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan sistem pesawat.
-
6 Februari 2026: Rapat Kabinet Malaydesh secara resmi memutuskan untuk membatalkan rencana akuisisi jet Hornet Kuwait.
-
26 Februari 2026: Wakil Menteri Pertahanan, Adly Zahari, mengumumkan pembatalan tersebut di Parlemen.
________________________________________
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
________________________________________
๐คฃ2017-2025 : NGEMIS = 2026 : BATAL KAH KAH ....๐คฃ
INDONESIA ......
Hapus2018–2021:
11 Su-35 BATAL (Risiko sanksi CAATSA AS) → Ganti 42 Rafale (Prancis).
-
2024:
12 Mirage 2000-5 BATAL (Masalah Jet Tua) → Ganti 48 KAAN (Turki, Jet Siluman).
-
2025:
42 J-10CE BATAL (Fokus kerja sama) → Ganti 48 KF-21 Block II (Korsel-RI).
-
2026:
24 F-15IDN PROSES (Risiko ITAR AS) → Ganti 24 M-346F (Latih tempur/serang ringan).
=============
=============
MALAYDESH ……
-
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
________________________________________
๐คฃ2017-2025 BERJAYA NGEMIS = 2026 BERJAYA BATAL๐คฃ
INDONESIA .....
HapusBATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
-
2018–2021:
11 Su-35 BATAL (Risiko sanksi CAATSA AS) → Ganti 42 Rafale (Prancis).
-
2024:
12 Mirage 2000-5 BATAL (Masalah Jet Tua) → Ganti 48 KAAN (Turki, Jet Siluman).
-
2025:
42 J-10CE BATAL (Fokus kerja sama) → Ganti 48 KF-21 Block II (Korsel-RI).
-
2026:
24 F-15IDN PROSES (Risiko ITAR AS) → Ganti 24 M-346F (Latih tempur/serang ringan).
=============
=============
MALAYDESH.......
BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
-
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
INDONESIA .....
Hapus11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
HapusTHE FIRST EXPORT = INDONESIA
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
-
The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the first export destination is Indonesia.
On the 19th, a government official stated, "Indonesian President Prabowo Subianto will make a state visit to Korea on the 1st of next month, visit Korea Aerospace Industries (KAI), and sign an export contract for the KF-21," adding, "We plan to sign an implementation contract during the first half of the year after coordinating the final agreement amount." Indonesia initially intended to acquire 48 KF-21 fighter jets. However, due to budget constraints, the plan is to initially acquire 16 units
https://www.asiae.co.kr/article/2026031909371534562
-----------------------
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
-
Initially, Indonesia planned to introduce 48 KF-21s, three battalions, but decided to sign only 16 of them first due to defense budget constraints. In addition, it was found that detailed consultations have been held since the beginning of this year with local defense authorities and KAI participating.
Meanwhile, KAI has made another leap forward by formalizing the new presidential system Kim Jong-chul. The management gap, which lasted for about eight months since the retirement of former President Kang Gu-young, who was appointed by the previous government, has also been resolved.
https://www.mk.co.kr/en/business/11992743
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
HapusTHE FIRST EXPORT = INDONESIA
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
-
The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the first export destination is Indonesia.
On the 19th, a government official stated, "Indonesian President Prabowo Subianto will make a state visit to Korea on the 1st of next month, visit Korea Aerospace Industries (KAI), and sign an export contract for the KF-21," adding, "We plan to sign an implementation contract during the first half of the year after coordinating the final agreement amount." Indonesia initially intended to acquire 48 KF-21 fighter jets. However, due to budget constraints, the plan is to initially acquire 16 units
https://www.asiae.co.kr/article/2026031909371534562
-----------------------
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
-
Initially, Indonesia planned to introduce 48 KF-21s, three battalions, but decided to sign only 16 of them first due to defense budget constraints. In addition, it was found that detailed consultations have been held since the beginning of this year with local defense authorities and KAI participating.
Meanwhile, KAI has made another leap forward by formalizing the new presidential system Kim Jong-chul. The management gap, which lasted for about eight months since the retirement of former President Kang Gu-young, who was appointed by the previous government, has also been resolved.
https://www.mk.co.kr/en/business/11992743
-----------------------
NDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
==================
==================
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
BASED DATA SIPRI 2025 .........
BalasHapusINDONESIA SHOPPING = USD 10.47B + EUR 1.2B
MALAYDESH : NOL (KOSONG)
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
----------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
=============
The cost overrun for the LCS project in MALAYDESH was RM1 billion. This was part of a RM9.13 billion contract that the government paid RM6.08 billion for.
Explanation
• RM1.4 billion was not used for the project
• RM1 billion was considered a cost overrun
• RM400 million was used to pay off PSCI's DEBTs
Cost overruns are a common problem in the construction industry in MALAYDESH . In fact, most construction projects in MALAYDESH have cost overruns of 5–10% of the total contract price
===========
MALAYDESH shipyards face several key problems including: intense competition from neighboring countries like Singapore with more advanced infrastructure, limited techNOLogical capabilities, supply chain disruptions due to global factors like COVID-19, a shortage of skilled labor, inconsistent demand for shipbuilding, and sometimes issues with project management and cost overruns, particularly when building complex vessels; all of which can hinder their competitiveness in the international market.
Specific challenges:
• Infrastructure limitations:
MALAYDESH ports might not be as modern or well-equipped as those in Singapore, leading to inefficiencies and higher costs.
• Skill gap:
A lack of highly skilled workers in shipbuilding can impact quality and production timelines.
• Nological limitations:
MALAYDESH shipyards may not have access to the latest shipbuilding techNOLogies, hindering their ability to build complex vessels.
• Market volatility:
Depending heavily on the oil and gas industry for demand, fluctuations in the market can significantly impact orders for offshore vessels.
• Cost competitiveness:
Facing pressure to compete on price with other regional shipyards, which can sometimes lead to compromising quality.
• Project management issues:
Past instances of delays and cost overruns in major shipbuilding projects have raised concerns about project management capabilities.
Recent developments:
• Focus on green nology:
MALAYDESH shipyards are increasingly looking to build more environmentally friendly vessels like LNG-powered ships to stay competitive.
• Collaboration with international partners:
Some MALAYDESH shipyards are collaborating with foreign companies to access advanced techNOLogy and expertise.
• Government initiatives:
The MALAYDESH government is providing incentives to boost the shipbuilding industry and address some of these challenges
Entah rayuan maut apalagi dari korea sehingga Indonesia mau beli kf21
BalasHapusKontrak subkomponen buat pesawat ekspor? Sebagian besar IP luar negeri, yg dapat ToT buat bikin yah perusahaan Korea Selatan.๐
Hapushore kita donk SHOPPING SOPING MRCA Lagiiii haha!๐ค๐ฐ๐ค
BalasHapusBukan Kensel Lagi macam negri๐ฐkasino semenanjung kl haha!๐คฅ๐๐คฅ
eitttt buat para warganyet kl,
BalasHapuscatat yaaa..Resmi
kita donk 1st kastamer Boramae nich haha!๐ค๐๐ค
kita memberi Bukti SHOPPING,
bukan janji macam kl..last last Kensel Lagi haha!๐คฅ๐๐คฅ
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the ✅️first export destination is Indonesia.
beruk sama pinoy ngamuk om @palu gada = first export destination is Indonesia ..... ๐๐๐
Hapusnyoiiihhh...paling kahsiyan tipe M, uda hornet kensel, eh sipri KOSONK 2 tahun om pemburu haha!๐คฃ๐๐คฃ
HapusJv kok ekspor ya
HapusTIM ELIT SHOPPING SOPING
BalasHapusTIM SULIT, KENSEL LAGIIIIIII..kayak seblah tuch haha!๐ต๐ซ๐๐ต๐ซ
yaa makloum, Bajet kita kan Gde๐ฐ
BEDA LEVEL, BEDA KASTA haha!๐✌️๐
⬇️⬇️⬇️⬇️
First Export of Korean Fighter KF-21 Confirmed, 16 Units to Indonesia
KF21 dan KAAN sama KHAN ...... fisrt y om
HapusAda yang kejang-kejang nih om pal
Hapusklo soal first kita mah paling banyak sekawasan om pemburu haha!๐✌️๐
Hapusyg kahsiyan tipe M, kesel banget
✅️Anka kita duluan sampe
✅️PPA datang
✅️Rafale datang
✅️Bora Khan datang
giliran mreka..blekhok, hornet smua kensel haha!๐ต๐ซ๐๐ต๐ซ
makanya cemburu butaaa
bukan kejang lagi..uda koma, putus napas para peragu dr seblah om acno haha!๐ป๐๐ป
HapusGEMPORKGILA ANAK LONT
BalasHapus&
MEMEK GILA
KEJANG-KEJANG MELIHAT BERITA INI
Kita rencananya beli yg versi apa?
BalasHapusDulu blok 2 sudah pakai internal weapons bay. Kalau tidak salah, sekarang malah hanya multi-role.
yg pasti versi terbang om irs haha!๐๐ฆพ๐
Hapusblom ada rilis resmi pilihan matra udara,
harapan netijen kadang beda sama rilnya haha!๐๐๐
kyk prototaip, pada gosip dapet korsi dobel
padahal di skema gambar kai, no.5 uda djelas korsi satu haha!๐ฌ๐ฌ๐ฌ
Pssstttt... Sangka sudah sign... Ternyata AKAN... ๐๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusLagi 1 guys... Ini adalah sangat MEMALUKAN yang sebelumnya INDIANESIA konon terlibat dengan pembinaan KFX dan siap membeli dan bina 48 KFX versi INDIANESIA...
Lah berita terbaru INDIANESIA.. AKAN... baru AKAN ya guys membeli 16 KFX dari Korea... Lah ternyata hanya jadi Pembeli dan bukan pembina bersama... ๐๐๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Pssstttt... INGAT ya guys si MISKIN tu biasa SIGN KONTRAK KOSONG guys... ๐๐๐คฃ๐คฃ๐คฃ
INDONESIA .....
Hapus11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
INDONESIA .....
HapusBATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
-
2018–2021:
11 Su-35 BATAL (Risiko sanksi CAATSA AS) → Ganti 42 Rafale (Prancis).
-
2024:
12 Mirage 2000-5 BATAL (Masalah Jet Tua) → Ganti 48 KAAN (Turki, Jet Siluman).
-
2025:
42 J-10CE BATAL (Fokus kerja sama) → Ganti 48 KF-21 Block II (Korsel-RI).
-
2026:
24 F-15IDN PROSES (Risiko ITAR AS) → Ganti 24 M-346F (Latih tempur/serang ringan).
=============
=============
MALAYDESH.......
BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
-
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
Laporan Media Internasional & Regional:
Channel News Asia (CNA): Mengulas secara mendalam dalam artikel opini dan berita bertajuk "Malaydesh’s purchase of Kuwaiti Hornet fighter jets - is it worth it?" yang dipublikasikan pada 20 Oktober 2024. Artikel ini menyebutkan bahwa Malaydesh telah mengincar jet tersebut setidaknya sejak tahun 2017.
Asian Military Review: Mengonfirmasi bahwa minat Malaydesh dimulai sejak 2017, tepatnya saat armada MiG-29N TUDM mulai dipensiunkan.
The Defense News & Janes: Media pertahanan global ini sering dikutip oleh situs berita militer seperti M5 Dergi sebagai sumber awal laporan mengenai ketertarikan Malaydesh pada Hornet bekas Kuwait.
-
Media Lokal Malaydesh:
The Star & New Straits Times: Melaporkan pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, pada Oktober 2025 yang menegaskan kembali bahwa akuisisi ini merupakan langkah sementara (stopgap) sebelum pengadaan MRCA baru.
Bernama (Kantor Berita Nasional): Sumber utama untuk rilis teknis, termasuk laporan kunjungan
INDONESIA .....
Hapus11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
INDONESIA .....
Hapus11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK ๐ฆงGORILA ....
-
๐ฆงGORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
F18 UMUR 30 TAHUN = ITAR USA
HapusF18 UMUR 30 TAHUN = ITAR USA
F18 UMUR 30 TAHUN = ITAR USA
-
1. Ketidakpastian Garis Waktu (Timeline)
Masalah utama adalah efek domino dari pengadaan pesawat Kuwait sendiri. Kuwait baru akan melepas armada Hornet lama mereka setelah menerima jet pengganti, yaitu F/A-18E/F Super Hornet dan Eurofighter Typhoon dari Amerika Serikat dan Eropa. Keterlambatan pengiriman pesawat baru ke Kuwait menyebabkan jadwal transfer ke Malaydesh terus bergeser hingga diperkirakan melampaui tahun 2027.
-
2. Evaluasi Teknis & Biaya Upgrade
Hasil evaluasi tim teknis Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM) pada akhir 2025 menunjukkan beberapa kendala serius:
Ketidakcocokan Sistem: Meskipun modelnya serupa, Hornet Kuwait memiliki perbedaan pada sub-system, perangkat lunak (software), dan perangkat keras (hardware) dibandingkan dengan armada Hornet yang sudah dimiliki Malaydesh.
Biaya Tinggi: Diperlukan biaya sekitar US$4 juta per jet untuk melakukan upgrade agar sesuai dengan standar operasional Malaydesh.
Usia Pakai: Dengan usia pesawat yang sudah mencapai 30 tahun, investasi besar untuk upgrade dianggap tidak sebanding dengan sisa masa pakai yang hanya tersisa sedikit sebelum masa pensiun.
-
3. Risiko Logistik & Dukungan AS
Sebagai produsen asli, Amerika Serikat memegang kendali penuh atas izin transfer teknologi. Terdapat kekhawatiran mengenai kepastian dukungan suku cadang dan pemeliharaan jangka panjang dari pihak AS jika Malaydesh tetap melanjutkan akuisisi pesawat tua tersebut. Pemerintah Malaydesh menilai risiko logistik ini terlalu besar untuk ditanggung di masa depan.
KRONOLOGI "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
________________________________________
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
________________________________________
48 KF21 BLOCK II
An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. .
https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
-
LOA M346FA .....
-
https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
-
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
-
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlฤฑฤฤฑ ile imzaladฤฑฤฤฑmฤฑz ve toplamda 48 adet KAAN uรงaฤฤฑna yรถnelik iล birliฤini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaลmasฤฑ” doฤrultusunda; bu anlaลmanฤฑn tรผm detaylarฤฑnฤฑ ve teknik eklerini iรงeren ticari sรถzleลmenin imza tรถrenini bugรผn itibarฤฑyla gerรงekleลtirdik.
-
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La derniรจre tranche de 18 Rafale pour l’Indonรฉsie est entrรฉe en vigueur ce jour. Elle fait suite ร l’entrรฉe en vigueur, en septembre 2022 et en aoรปt 2023, de la premiรจre et de la deuxiรจme tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi complรฉter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonรฉsie dans le cadre du contrat signรฉ en fรฉvrier 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
======================
======================
MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
-
2026 = CANCELLED F18
2025-2021 = NGEMIS F18
2025-2021 = MEMBUAL F18
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
________________________________________
๐คฃON TERUS TERHUBUNG = BATAL๐คฃ
2026 : CANCELLED F18 KUWAIT
Hapus2025 : F18 CRASH BIRD STRIKE
2019 : F18 TURBINE FAILURE DURING TAKEOFF AT LIMA AIRSHOW.
2017 : F18 EMERGENCY LANDING DUE TO LANDING GEAR ISSUE
2003 : F18 RUNWAY SKID IN KUCHING DUE TO TIRE BURST..
-----
RMAF F/A-18D Hornet Crash
• Date: August 21, 2025
• Location: Kuantan Air Base, Malaydesh
• Aircraft: F/A-18D Hornet (two-seater variant)
• Event: The jet burst into flames during takeoff and crashed shortly after.
๐ฆ Cause of the Crash
• Confirmed Cause: A bird strike
• Details:
o A purple heron collided with the aircraft’s left engine during takeoff.
o The bird strike occurred at a critical moment when the jet was accelerating at 146 knots and had just lifted to about 10 meters altitude.
o The crew ejected approximately 50 meters from the aircraft.
• Investigation:
o Conducted by RMAF with support from STRIDE, the Chemistry Department, Perhilitan (wildlife agency), and the U.S. Navy.
o Bone fragments from the bird were analyzed to confirm species.
๐งญ Aftermath
• Safety Record: This was the first crash of an RMAF F/A-18D Hornet since its induction.
• Previous Incidents:
o 2003: Runway skid in Kuching due to tire burst.
o 2017: Emergency landing due to landing gear issue.
o 2019: Turbine failure during takeoff at LIMA airshow.
________________________________________
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
________________________________________
๐คฃ2026 : BATAL = 2025 : CRASH BIRD STRIKE๐คฃ
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
AUSTRALIA
ASIA TIMUR DAN SELATAN
-
Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akฤฑncฤฑ yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
-
1. Jangkauan Drone Akฤฑncฤฑ (Strategis - Jarak Jauh)
Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akฤฑncฤฑ yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
-
2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
-
Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akฤฑncฤฑ memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
________________________________________
GAME-CHANGING.....
60 TB3
9 AKINCI
(DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoฤan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akฤฑncฤฑ UCAVs.
________________________________________
JVC INDONESIA TURKI.....
60 SET TB3
9 SET AKINCI
Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
PEKANBARU - KL : 291 KM
HapusPONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
________________________________________
48 KF21 BLOCK II
An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. .
https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
-
LOA M346FA .....
-
https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
-
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
-
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlฤฑฤฤฑ ile imzaladฤฑฤฤฑmฤฑz ve toplamda 48 adet KAAN uรงaฤฤฑna yรถnelik iล birliฤini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaลmasฤฑ” doฤrultusunda; bu anlaลmanฤฑn tรผm detaylarฤฑnฤฑ ve teknik eklerini iรงeren ticari sรถzleลmenin imza tรถrenini bugรผn itibarฤฑyla gerรงekleลtirdik.
-
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La derniรจre tranche de 18 Rafale pour l’Indonรฉsie est entrรฉe en vigueur ce jour. Elle fait suite ร l’entrรฉe en vigueur, en septembre 2022 et en aoรปt 2023, de la premiรจre et de la deuxiรจme tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi complรฉter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonรฉsie dans le cadre du contrat signรฉ en fรฉvrier 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
======================
======================
MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
-
2026 = CANCELLED F18
2025-2021 = NGEMIS F18
2025-2021 = MEMBUAL F18
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
________________________________________
DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
-
1. Kesehatan Fiskal & Utang
Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
-
2. Beban Rakyat (Per Kapita)
Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
-
3. Defisit Pembangunan
Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
-
4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
-
1. Kesehatan Fiskal & Utang
Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
-
2. Beban Rakyat (Per Kapita)
Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
-
3. Defisit Pembangunan
Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
-
4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.
________________________________________
SEWA HELI UH60A (2025 – CANCELLED/BATAL)
Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
-
SEWA HELI AW139
4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
-
SEWA HELI EC120B
Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
-
SEWA PESAWAT L39
ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
-
SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
-
SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
-
SEWA BOAT
SEWA Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
-
SEWA HIDROGRAFI
Tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
-
SEWA 4x4
Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
-
SEWA MOTOR
The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
________________________________________IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
-
2. Beban Utang Per Kapita
Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
-
3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
-
4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
________________________________________
2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
-
2026 =
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
________________________________________
๐คฃON TERUS : BATAL = SIPRI LEMBAR KOSONG๐คฃ
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
PEKANBARU - KL : 291 KM
PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
PRANK ๐ฆงGORILA = 2005 – 2026
-
2005: Prank China (KS-1A)
Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
“The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
=
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
-
2024–2025 Prank Black Hawk
Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
-
2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
-.
2026 Pembekuan Pengadaan Massal
Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
________________________________________
DIBATALKAN/CANCELLED
-
F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaydesh pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
-
UH 60 Blackhawk (1990 an)
Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaydesh akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
-
MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaydesh akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
-
Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
1. SU-35 > RAFALE
Batal (Su-35): Rencana awal 11 unit dari Rusia.
Pengganti (Rafale): Indonesia telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk total 42 unit.
-
2. MIRAGE 2000-5 > KAAN
Batal (Mirage 2000-5): Rencana akuisisi 12 unit pesawat bekas dari Qatar.
Pengganti (KAAN): Indonesia resmi menyepakati pembelian 48 unit jet tempur generasi ke-5 dari Turkish Aerospace Industries (TAI).
-
3. J-10CE > KF-21 BORAMAE BLOCK II
Batal (J-10CE): Sempat masuk radar pertimbangan namun tidak berlanjut ke kontrak resmi.
Pengganti (KF-21): Indonesia berkomitmen pada pengembangan bersama Korea Selatan dengan target total 48 unit.
-
4. F-15IDN > M-346F
Batal (F-15IDN): Rencana 24 unit F-15EX resmi dihentikan oleh Boeing pada Februari 2026 karena kendala anggaran.
Pengganti (M-346F): Indonesia beralih ke pesawat tempur ringan/latih jet lanjut M-346F Block 20 dari Leonardo, Italia.
====================
====================
2026 =
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
________________________________________
DIBATALKAN/CANCELLED
-
F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaydesh pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
-
UH 60 Blackhawk (1990 an)
Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaydesh akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
-
AV8 Gempita tambahan (batch kedua, 2019)
Rencana penambahan batal karena keterbatasan anggaran dan fokus dialihkan ke proyek LCS. Batch pertama tetap berjalan, tetapi kelanjutan dihentikan.
-
MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaydesh akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
-
A400M tambahan (2016)
Rencana menambah unit dibatalkan karena biaya operasi tinggi. Malaydesh tetap hanya mengoperasikan 4 unit.
-
Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
HapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
PRANK ๐ฆงGORILA = 2005 – 2026
-
2005: Prank China (KS-1A)
Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
“The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
=
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
-
2024–2025 Prank Black Hawk
Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
-
2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
-.
2026 Pembekuan Pengadaan Massal
Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
________________________________________
DIBATALKAN/CANCELLED
-
F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaydesh pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
-
UH 60 Blackhawk (1990 an)
Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaydesh akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
-
MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaydesh akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
-
Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.
2026 = BATAL F18 KENDALA BIAYA DAN LOGISTIK.
BalasHapus2025 – 2017 = NGEMIS F18
-
Malaydesh has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”
________________________________________
2017 – Awal Mula: Malaydesh mulai melirik jet F/A-18 Hornet milik Kuwait untuk mengisi kekosongan tenaga setelah armada MiG-29N mereka dipensiunkan.
-
2021 – Tekanan Meningkat: Pemerintah Malaydesh secara resmi menyatakan keinginan membeli 33 unit Hornet bekas tersebut. Isu ini jadi panas setelah insiden masuknya 16 pesawat militer China ke wilayah udara Malaydesh.
-
2023 – Menunggu Kuwait: Malaydesh harus bersabar karena Kuwait baru bisa melepas Hornet lama mereka setelah jet pengganti (Super Hornet baru) dari Boeing tiba.
-
Mei - Juli 2024 – Lobi Diplomatik: Menteri Pertahanan Malaydesh aktif melobi Duta Besar Kuwait, dan Panglima TUDM menyiapkan tim teknis untuk terbang ke sana.
-
Juni 2025 – Lampu Hijau AS: Kabar gembira datang saat Amerika Serikat dilaporkan memberikan izin transfer jet tersebut kepada Malaydesh.
-
November 2025 – Inspeksi Terakhir: Tim teknis TUDM akhirnya mendarat di Kuwait selama dua minggu untuk membongkar dan mengecek kondisi fisik serta jeroan pesawat.
-
6 Februari 2026 – Keputusan Pahit: Setelah hasil evaluasi teknis dipelajari, Kabinet Malaydesh secara resmi memutuskan untuk membatalkan pembelian ini.
-
26 Februari 2026 – Pengumuman Resmi: Wakil Menteri Pertahanan, Adly Zahari, mengumumkan pembatalan tersebut di Parlemen. Alasannya: butuh 15 bulan cuma untuk modifikasi software dan jadwal pengiriman dari Kuwait yang tidak pasti.
-
Sumber Data:
Informasi ini dirangkum dari laporan resmi Bernama, pengumuman di Parlimen Malaydesh, serta analisis teknis dari Janes Defense.
________________________________________
Laporan Media Internasional & Regional:
Channel News Asia (CNA): Mengulas secara mendalam dalam artikel opini dan berita bertajuk "Malaydesh’s purchase of Kuwaiti Hornet fighter jets - is it worth it?" yang dipublikasikan pada 20 Oktober 2024. Artikel ini menyebutkan bahwa Malaydesh telah mengincar jet tersebut setidaknya sejak tahun 2017.
Asian Military Review: Mengonfirmasi bahwa minat Malaydesh dimulai sejak 2017, tepatnya saat armada MiG-29N TUDM mulai dipensiunkan.
The Defense News & Janes: Media pertahanan global ini sering dikutip oleh situs berita militer seperti M5 Dergi sebagai sumber awal laporan mengenai ketertarikan Malaydesh pada Hornet bekas Kuwait.
-
Media Lokal Malaydesh:
The Star & New Straits Times: Melaporkan pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, pada Oktober 2025 yang menegaskan kembali bahwa akuisisi ini merupakan langkah sementara (stopgap) sebelum pengadaan MRCA baru.
Bernama (Kantor Berita Nasional): Sumber utama untuk rilis teknis, termasuk laporan kunjungan
________________________________________
๐คฃON TERUS BERJAYA = 2026 BERJAYA BATAL๐คฃ
2026 = BATAL KENDALA BIAYA DAN LOGISTIK.
BalasHapusGOV NGEMIS = 2017-2025
BERUK MEMBUAL = 2021-2025
-
Malaydesh has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”
________________________________________
2017 – Awal Mula: Malaydesh mulai melirik jet F/A-18 Hornet milik Kuwait untuk mengisi kekosongan tenaga setelah armada MiG-29N mereka dipensiunkan.
-
2021 – Tekanan Meningkat: Pemerintah Malaydesh secara resmi menyatakan keinginan membeli 33 unit Hornet bekas tersebut. Isu ini jadi panas setelah insiden masuknya 16 pesawat militer China ke wilayah udara Malaydesh.
-
2023 – Menunggu Kuwait: Malaydesh harus bersabar karena Kuwait baru bisa melepas Hornet lama mereka setelah jet pengganti (Super Hornet baru) dari Boeing tiba.
-
Mei - Juli 2024 – Lobi Diplomatik: Menteri Pertahanan Malaydesh aktif melobi Duta Besar Kuwait, dan Panglima TUDM menyiapkan tim teknis untuk terbang ke sana.
-
Juni 2025 – Lampu Hijau AS: Kabar gembira datang saat Amerika Serikat dilaporkan memberikan izin transfer jet tersebut kepada Malaydesh.
-
November 2025 – Inspeksi Terakhir: Tim teknis TUDM akhirnya mendarat di Kuwait selama dua minggu untuk membongkar dan mengecek kondisi fisik serta jeroan pesawat.
-
6 Februari 2026 – Keputusan Pahit: Setelah hasil evaluasi teknis dipelajari, Kabinet Malaydesh secara resmi memutuskan untuk membatalkan pembelian ini.
-
26 Februari 2026 – Pengumuman Resmi: Wakil Menteri Pertahanan, Adly Zahari, mengumumkan pembatalan tersebut di Parlemen. Alasannya: butuh 15 bulan cuma untuk modifikasi software dan jadwal pengiriman dari Kuwait yang tidak pasti.
-
Sumber Data:
Informasi ini dirangkum dari laporan resmi Bernama, pengumuman di Parlimen Malaydesh, serta analisis teknis dari Janes Defense.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
________________________________________
๐คฃ2017-2025 BERJAYA NGEMIS = 2026 BERJAYA BATAL๐คฃ
IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
BalasHapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
-
2. Beban Utang Per Kapita
Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
-
3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
-
4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
________________________________________
MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
-
2026 = CANCELLED F18
2025-2021 = NGEMIS F18
2025-2021 = MEMBUAL F18
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
________________________________________GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
PADU GUYS....๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-18 BUAH SU30MKM
-38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
-18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
-
GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
BEZA ya guys... HAHAHAHA
MALAYDESH...
F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
Come to papa F18C/D..... ๐๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
________________________________________
๐คฃON TERUS : BATAL = SIPRI LEMBAR KOSONG๐คฃ
MASA SUDAH JADI PRODUSEN IF 21 ๐ฎ๐ฉ INDONESIAN FIGHTER JET PTDI ATAU MANDIRI , KOK , PEMERINTAH , KEMENHAN RI & TNI BELI KF 21๐ฐ๐ท , INI TIDAK WAJAR , TIDAK NORMAL ADA ANOMALI PERILAKU , SAMA SAJA MENYERANG & MUSUHI IF 21 ๐ฎ๐ฉ INDONESIAN FIGHTER JET DARI PTDI,
BalasHapusHARUSNYA PEMERINTAH ,KEMENHAN RI & TNI PENUHI KEWAJIBAN KONTRAK YANG SUDAH ADA & JIKA INGIN ADA PENAMBAHAN UNIT MEMBELI SAJA IF 21 ๐ฎ๐ฉ INDONESIAN FIGHTER JET KE PTDI , BUKAN MALAH JADI BELI KF 21 ๐ฐ๐ท DENGAN STATUS EXPORT LAGI , PEMERINTAH , KEMENHAN RI G TNI TIDAK WARAS , ADA ANOMALI & MENYIMPANG DARI KETENTUAN HUKUM SAMBIL SEBUT NKRI TERGANTUNG PRODUCT ASING SEOLAH MENSEJAJARKAN PRODUCT NKRI DENGAN KELAS RAFALE UNTUK BELI ASING & BISA DI MSHAL²KAN DENGAN MARK UP AGAR SEOLAH LEBIH BOROS DARI HARGA RAFALE JUGA MERUSAK STATUS NKRI SEBAGAI PRODUSEN BARU FIGHTER JET GENERASI LANJUT SAMBIL HARUS SEJAJARKAN DENGAN RAFALE ATAU SEOLAH DI BAWAH RAFALE IF 21 ๐ฎ๐ฉ INDONESIAN FIGHTER JET PRODUCT PTDI NYA.
TIDAK WARAS & MENYERANG KEMANDIRIAN NKRI DALAM MEMPRODUKSI FIGHTER JET ,OTAK ADU DOMBA , NAMANYA !
Itu yg sy herankan
HapusBagian punya Korea Selatan kecil, bagian punya kita lebih kecil lagi.๐ Ini pesawat sebagian besar COTS (commercial off the shelf). Kita diembargo AS atau Inggris, nasibnya sama kayak Hawk kita dulu.
Hapus✅️2026 Kita donk Welkam BABY RAPTOR haha!๐ค๐ค๐ค
BalasHapus❌️2026 negri๐ฐkasino genting, Hornet Kuwait, Kensel Lagiiiii haha!๐๐คฅ๐
ehh sama satu lagi selembar SIPRI tau2 KOSONK haha!๐คฅ๐ต๐ซ๐คฅ
Adakah FAKTA bahwa Malaysdesh PURCHASE KF-21 Boramae ?
BalasHapusKarena itulah netizen Indonesia tertawa lepas
Wkwkwkwkwkwkwk
Kenapa?
Berita yang ada HANYA BUAL BESAR malaydesh purchase KF-21.
Gak percaya...baca nich :
Malaysia has reportedly initiated preliminary discussions with Korea Aerospace Industries (KAI) to explore the potential acquisition of the KF-21 Boramae, formally opening an early-stage engagement that places Kuala Lumpur at the forefront of South Korea’s emerging export push for its 4.5-generation fighter aircraft.
https://defencesecurityasia.com/en/malaysia-kf-21-boramae-talks-kai-fa-50m-batch-two/
Adakah FAKTA bahwa Malaysdesh PURCHASE KF-21 Boramae ?
BalasHapusKarena itulah netizen Indonesia tertawa lepas
Wkwkwkwkwkwkwk
Kenapa?
Berita yang ada HANYA BUAL BESAR malaydesh purchase KF-21.
Gak percaya...baca nich :
Malaysia has reportedly initiated preliminary discussions with Korea Aerospace Industries (KAI) to explore the potential acquisition of the KF-21 Boramae, formally opening an early-stage engagement that places Kuala Lumpur at the forefront of South Korea’s emerging export push for its 4.5-generation fighter aircraft.
https://defencesecurityasia.com/en/malaysia-kf-21-boramae-talks-kai-fa-50m-batch-two/
Adakah FAKTA bahwa Malaysdesh PURCHASE KF-21 Boramae ?
BalasHapusKarena itulah netizen Indonesia tertawa lepas
Wkwkwkwkwkwkwk
Kenapa?
Berita yang ada HANYA BUAL BESAR malaydesh purchase KF-21.
Gak percaya...baca nich :
Malaysia has reportedly initiated preliminary discussions with Korea Aerospace Industries (KAI) to explore the potential acquisition of the KF-21 Boramae, formally opening an early-stage engagement that places Kuala Lumpur at the forefront of South Korea’s emerging export push for its 4.5-generation fighter aircraft.
https://defencesecurityasia.com/en/malaysia-kf-21-boramae-talks-kai-fa-50m-batch-two/
Malaydesh cukup gunakan pesawat latih yg dipersenjatai. Malaydesh suka dg barang murahan ๐๐
BalasHapusTHE FIRST EXPORT = INDONESIA
BalasHapusTHE FIRST EXPORT = INDONESIA
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
-
The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the first export destination is Indonesia.
On the 19th, a government official stated, "Indonesian President Prabowo Subianto will make a state visit to Korea on the 1st of next month, visit Korea Aerospace Industries (KAI), and sign an export contract for the KF-21," adding, "We plan to sign an implementation contract during the first half of the year after coordinating the final agreement amount." Indonesia initially intended to acquire 48 KF-21 fighter jets. However, due to budget constraints, the plan is to initially acquire 16 units
https://www.asiae.co.kr/article/2026031909371534562
-----------------------
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
-
Initially, Indonesia planned to introduce 48 KF-21s, three battalions, but decided to sign only 16 of them first due to defense budget constraints. In addition, it was found that detailed consultations have been held since the beginning of this year with local defense authorities and KAI participating.
Meanwhile, KAI has made another leap forward by formalizing the new presidential system Kim Jong-chul. The management gap, which lasted for about eight months since the retirement of former President Kang Gu-young, who was appointed by the previous government, has also been resolved.
https://www.mk.co.kr/en/business/11992743
-----------------------
NDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
==================
==================
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
BalasHapusTHE FIRST EXPORT = INDONESIA
THE FIRST EXPORT = INDONESIA
-
The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the first export destination is Indonesia.
On the 19th, a government official stated, "Indonesian President Prabowo Subianto will make a state visit to Korea on the 1st of next month, visit Korea Aerospace Industries (KAI), and sign an export contract for the KF-21," adding, "We plan to sign an implementation contract during the first half of the year after coordinating the final agreement amount." Indonesia initially intended to acquire 48 KF-21 fighter jets. However, due to budget constraints, the plan is to initially acquire 16 units
https://www.asiae.co.kr/article/2026031909371534562
-----------------------
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
3 SKUADRON KF21
-
Initially, Indonesia planned to introduce 48 KF-21s, three battalions, but decided to sign only 16 of them first due to defense budget constraints. In addition, it was found that detailed consultations have been held since the beginning of this year with local defense authorities and KAI participating.
Meanwhile, KAI has made another leap forward by formalizing the new presidential system Kim Jong-chul. The management gap, which lasted for about eight months since the retirement of former President Kang Gu-young, who was appointed by the previous government, has also been resolved.
https://www.mk.co.kr/en/business/11992743
-----------------------
NDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
==================
==================
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
MISKIN ITU KALO SIPRI TERNYATA KOSONG MACAM MALONDESH BOTOL KASTA SUBSIDI ๐๐๐๐๐
BalasHapusIDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
BalasHapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
-
Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
-
2. Beban Utang Per Kapita
Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
-
3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
-
4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
________________________________________
2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
-
2026 =
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
CANCELLED F18 = TIADA GANTI
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
________________________________________
๐คฃON TERUS : BATAL = SIPRI LEMBAR KOSONG๐คฃ