13 Maret 2026

Transfer Persenjataan Dari dan Ke Philippines Tahun 2025

13 Maret 2026

Kendaraan tempur Guarani 6x6 dan tank ringan Sabrah (photo: AFP) 

SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.




Untuk negara Singapore, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 adalah sebagai berikut ini.


45 komentar:

  1. HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    2018 (Fase "Open Donasi"): Utang menembus RM1 triliun; peluncuran Tabung Harapan untuk sumbangan rakyat. [1]
    -
    2019 (59%): Laporan Audit mengungkap mayoritas pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama. [1]
    RASIO HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    2020 (60%): Ketergantungan meningkat; anggaran pembangunan mulai terhimpit beban utang.
    -
    2021 (50,4%): RM98,05 miliar dari total RM194,55 miliar pinjaman digunakan untuk bayar utang matang.
    -
    2022 (52,4%): Pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar di tengah pemulihan pascapandemi.
    -
    2023 (64,3%): Rekor tertinggi; RM145,8 miliar dari RM226,6 miliar pinjaman lari ke utang lama.
    -
    2024 (58,9%): Upaya konsolidasi dimulai; RM121,3 miliar dialokasikan untuk utang matang.
    -
    2025 (58%): Pinjaman kasar RM184 miliar dengan alokasi bayar prinsipal RM106,8 miliar.

    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF) Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara: Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
    utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
    -
    Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
    -
    Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
    ________________________________________
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

    BalasHapus
    Balasan
    1. PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. KRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
      KRISIS DAGING AYAM
      KRISIS DAGING SAPI
      KRISIS DAGING KAMBING
      KRISIS TELUR AYAM
      KRISIS HUTANG
      ________________________________________
      1 KRISIS HUTANG: Data Kementerian Kewangan (MOF) dan Bank Negara Malaydesh (BNM) mengonfirmasi utang negara mencapai RM1,3 triliun (Juni 2025) dengan rasio utang rumah tangga sebesar 84,3% PDB. Laporan CEIC Data memproyeksikan rasio utang pemerintah berada di angka 68,9% PDB.
      -
      2 KRISIS BERAS: Berdasarkan siaran pers Kementerian Pertanian RI dan Perum BULOG, Malaydesh menyepakati impor beras dari Kalimantan Barat sebesar 2.000 ton/bulan (Mei 2025) dengan total proyeksi mencapai 500.000 ton untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
      -
      3 UNGGAS & TELUR: Laporan The Edge Malaydesh dan Jabatan Penerangan mencatat penghentian total subsidi telur per 1 Agustus 2025 guna menghemat anggaran RM1,2 miliar. Analisis USA-ASEAN Business Council menunjukkan transisi penuh ke mekanisme pasar bebas.
      -
      4 DAGING MERAH: Data Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) menunjukkan tingkat kemandirian daging sapi/kambing di bawah 15%. Astro Awani dan The Star melaporkan ketergantungan impor sebesar 90% serta isu penyelundupan daging ilegal di perbatasan.
      -
      5 IMPOR AYAM GPS: Dokumen resmi USTR (15 Oktober 2025) berjudul "United States and Malaydesh Reach Agreement on Reciprocal Trade" merinci pemberian akses pasar preferensial Malaydesh bagi genetika unggas (GPS) asal Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian dagang ART.
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    3. OUTSTANDING BORDER PROBLEMS (OPB) TAMBAH WILAYAH .....
      INDONESIA 5.207 Hektar (52,07 Kilometer Persegi)
      MALAYDESH 780 Hektar (7,8 Kilometer Persegi)
      -
      OPB Sungai Sinapad-Sesai:
      Wilayah Indonesia: Hasil pengukuran dan rundingan sejak 1977 hingga 2023 menetapkan 5.207 hektar di sektor tersebut adalah wilayah Indonesia yang sah.
      -
      Tambahan Wilayah Malaydesh: Berdasarkan penyesuaian terbaru, Malaydesh mendapatkan kepastian kedaulatan (tambahan) seluas 780 hektar di area OBP (Outstanding Boundary Problems) tersebut.
      -
      Dasar Hukum: Penentuan ini merujuk pada konvensi internasional 1891, 1915, dan 1928, bukan timbal balik atau kompensasi politik.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    4. PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.



      Hapus
    5. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      -
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      ________________________________________
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ________________________________________
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    6. 2026 USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis
      =============
      =============
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
  2. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
    Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    ________________________________________
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    2. Filipina (1,2%)
    STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
    Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
    -
    3. Singapura (1,1%)
    STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
    Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
    -
    4. Thailand (0,5%)
    STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
    Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
    -
    5. Malaydesh (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
    -
    6. Kamboja (0,1%)
    STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
    Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  3. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ------------------------------
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  4. 2 lembar..luar biasa haha!👍✌️👍

    sedangkan kl, kosong lagiiiii haha!🤭😋🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Brahmosnya 60 om.. mantap

      Hapus
    2. nyoiihhh..persiyapan belah dua si LeMeS & lcs pelsong om haha!😋😋😋

      Hapus
  5. Manakala INDIANESIA 1 LEMBAR je guys... 👎👎🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. manakala Malaydesh krik krik krik,kertas kosong 👎👎👎💩💩💩🧠🧠🧠🐒🐒🐒🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    3. 2026 USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis
      =============
      =============
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    4. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    5. KRISIS PANGAN
      KRISIS HUTANG
      -
      1. Krisis Pangan & Ketergantungan Impor
      Beras: Impor dari Indonesia (Kalbar) sebesar 2.000 ton/bulan, dengan total proyeksi mencapai 500.000 ton pada 2025.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% karena tingkat kemandirian domestik di bawah 15%.
      Unggas & Telur: Penghapusan total subsidi per Agustus 2025 (hemat RM1,2 miliar) dan pembukaan akses pasar untuk genetika ayam (GPS) asal Amerika Serikat.
      -
      2. Krisis Utang & Liabilitas (Proyeksi 2020–2029)
      Total Utang (USD): Terus meningkat dari USD 221,49 miliar (2020) hingga diproyeksikan mencapai USD 438,09 miliar (2029).
      Rasio Utang terhadap PDB: Bertahan di level tinggi, berkisar antara 67,6% hingga 69,5% (Melebihi plafon normal).
      Akumulasi RM: Utang dan liabilitas melonjak drastis dari RM 407 miliar (2010) menjadi estimasi RM 1,79 triliun (2026).
      -
      3. Sumber Referensi Utama
      Otoritas: Kementerian Kewangan (MOF), Bank Negara Malaydesh (BNM), dan Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS).
      Lembaga Internasional: Statista (Data 2020–2029), CEIC Data, dan USTR (Perjanjian Dagang).
      Media: Bloomberg, Reuters, The Edge, dan The Star (Terkait skandal 1MDB, dana COVID-19, dan reformasi fiskal PM Anwar Ibrahim).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    6. 1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Posisi Utang: Mencapai RM1,25 triliun (akhir 2024) dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada akhir 2025.
      Rasio terhadap PDB: Diperkirakan stabil di kisaran 64% – 69% hingga 2025. Angka ini masih di bawah plafon hukum 65% untuk instrumen utama (MGS/MGII).
      Tren Jangka Panjang: Data Statista memprediksi rasio akan naik tipis ke 70,4% (2025) sebelum stabil hingga 2029.
      -
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Posisi Utang: Tercatat sebesar RM1,63 triliun (Desember 2024), meningkat dari RM1,19 triliun pada 2018.
      Rasio terhadap PDB: Berada di level tinggi, yakni 84,1% – 84,3% (2024/2025).
      Komposisi & Risiko: Didominasi pinjaman perumahan (60,5%). Bank Negara Malaydesh (BNM) menilai kondisi masih terkendali dengan rasio kredit macet rendah (1,1%).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    7. TREN "HUTANG BAYAR HUTANG" MALAYDESH (2018-2026)
      Data berdasarkan Laporan Ketua Audit Negara & Kemenkeu Malaydesh:
      -
      2023 (Puncak): 64,3% pinjaman baru untuk bayar utang lama.
      -
      2020: 60,0% ketergantungan utang untuk gali lubang tutup lubang.
      -
      2024: 58,9% alokasi pembayaran utang matang.
      -
      2025 (Proyeksi): 58,0% (RM106,8 Miliar dari total RM184 Miliar pinjaman).
      -
      2019: 59,0% penggunaan pinjaman untuk pelunasan.
      -
      2022: 52,4% realisasi pembayaran prinsipal.
      -
      2021: 50,4% dari total pinjaman RM194,55 Miliar.
      -
      2018 (Awal): Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan) saat utang tembus RM1 Triliun.
      -
      2026: Diproyeksikan tetap dalam siklus pembayaran utang matang.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    8. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      -
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    9. TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah


      Hapus
  6. KESIAN INDIANESIA ...1 LEMBAR je guys..? KAH... KAH... KAH.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar 750
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    3. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      ------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      =================
      =================
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
    4. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      ------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      =================
      =================
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
    5. OUTSTANDING BORDER PROBLEMS (OPB) TAMBAH WILAYAH .....
      INDONESIA 5.207 Hektar (52,07 Kilometer Persegi)
      MALAYDESH 780 Hektar (7,8 Kilometer Persegi)
      -
      OPB Sungai Sinapad-Sesai:
      Wilayah Indonesia: Hasil pengukuran dan rundingan sejak 1977 hingga 2023 menetapkan 5.207 hektar di sektor tersebut adalah wilayah Indonesia yang sah.
      -
      Tambahan Wilayah Malaydesh: Berdasarkan penyesuaian terbaru, Malaydesh mendapatkan kepastian kedaulatan (tambahan) seluas 780 hektar di area OBP (Outstanding Boundary Problems) tersebut.
      -
      Dasar Hukum: Penentuan ini merujuk pada konvensi internasional 1891, 1915, dan 1928, bukan timbal balik atau kompensasi politik.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    6. DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      ________________________________________
      PERBANDINGAN RASIO UTANG TERSEBUT:
      -
      Tahun 2010
      Data Resmi: 49.5% - 52.4%
      Sumber: Macrotrends / World Bank
      -
      Tahun 2015
      Data Resmi: 55.1%
      Sumber: World Bank
      -
      Tahun 2020
      Data Resmi: 62.0%
      Sumber: World Bank
      -
      Tahun 2024
      Data Resmi: 70.4%
      Sumber: Trading Economics
      -
      Tahun 2025
      Data Resmi: 69.0% - 70.4%
      Sumber: Statista / Trading Economics

      Hapus
    7. TREN "HUTANG BAYAR HUTANG" MALAYDESH (2018-2026)
      Data berdasarkan Laporan Ketua Audit Negara & Kemenkeu Malaydesh:
      -
      2023 (Puncak): 64,3% pinjaman baru untuk bayar utang lama.
      -
      2020: 60,0% ketergantungan utang untuk gali lubang tutup lubang.
      -
      2024: 58,9% alokasi pembayaran utang matang.
      -
      2025 (Proyeksi): 58,0% (RM106,8 Miliar dari total RM184 Miliar pinjaman).
      -
      2019: 59,0% penggunaan pinjaman untuk pelunasan.
      -
      2022: 52,4% realisasi pembayaran prinsipal.
      -
      2021: 50,4% dari total pinjaman RM194,55 Miliar.
      -
      2018 (Awal): Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan) saat utang tembus RM1 Triliun.
      -
      2026: Diproyeksikan tetap dalam siklus pembayaran utang matang.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    8. SKEMA UTANG ASET MILITER
      -
      Turki (LMS Batch 2): Model Antar-Pemerintah (G2G) via SSB; Bunga 4%–6% (Fixed/OECD); Tenor 10–15 tahun.
      Korea Selatan (FA-50): Model Hybrid (Kredit KEXIM + Barter CPO 50%); Biaya manajemen rendah (0,10%–0,50%).
      -
      Inggris (Hawk): Standar UKEF; Wajib DP 15% (OECD); Bunga stabil mengikuti National Loans Fund.
      -
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor (China Eximbank); Bunga murah 3,5% Fixed; Tenor 10 tahun.
      -
      Polandia (PT-91M): DP 15% + Barter CPO (30–40%); Tenor cicilan 10 tahun.
      -
      Jerman (Kedah-Class): Kredit Komersial dijamin Euler Hermes; Pendana Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      Kredit Sindikasi (LCS): Skala masif (17 Kreditor); Bunga 6% (Saldo Menurun); Tenor 15 tahun (akibat penundaan).
      ________________________________________
      Dampak Kebijakan Perdana Menteri (2023 & 2026)
      -
      2023 (Efisiensi): Pembatalan 5 tender pengadaan (suplai, jasa, infrastruktur) demi mencegah kebocoran anggaran dan beralih ke sistem tender terbuka.

      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan sementara keputusan pengadaan militer dan polisi akibat investigasi korupsi oleh MACC dan indikasi suap

      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics


      Hapus
  7. Seblah Yg Kosonk Dag Dig Dug tuch haha!😋🤭😋

    BalasHapus
  8. President of Indonesia Prabowo Subianto will visit South Korea from March 31st to April 2nd, and President of France Emmanuel Macron will visit from April 2nd to April 3rd

    IF 21, Rafale batch 4, FDI, dllsb neh.. 😘🤗

    https://x.com/i/status/2032276483801301295

    BalasHapus
  9. KING INDO TAK PERLU BANYAK LEMBAR, CUKUP 1 LEMBAT TAPI ISINYA BARANG PREMIUM AKA MAHAL SEMUA 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  10. "Beware of the Meteor"
    😎😘
    IF-21 & Rafale F4

    https://x.com/i/status/2032138007789424815

    BalasHapus
  11. DAMPAK KHAN
    DAMPAK BRAHMOS
    -
    1. Dampak Rudal Balistik KHAN (Turki)
    Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan rudal balistik taktis (ITBM) setelah menerima sistem KHAN pada Agustus 2025.
    Keunggulan Jangkauan & Presisi: Dengan jangkauan sekitar 280 km, rudal ini telah ditempatkan di Batalyon Artileri Medan 18, Kalimantan Timur. Posisi ini sangat strategis karena mencakup wilayah sengketa Ambalat dan perbatasan Sabah, Malaysia.
    Dampak Psikologis & Deterensi: Pengerahan ini dilaporkan sempat mengejutkan pihak Malaysia. Kapabilitas rudal balistik memberikan kemampuan deep strike (serangan jauh ke dalam wilayah lawan) yang sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara standar, memaksa Malaysia untuk mempertimbangkan kembali eskalasi di wilayah perbatasan.
    ________________________________________
    2. Dampak Rudal Supersonik BrahMos (India-Rusia)
    Indonesia resmi menandatangani kontrak pengadaan BrahMos pada Maret 2026 sebagai bagian dari modernisasi kekuatan maritim.
    Dominasi Maritim: BrahMos adalah rudal jelajah tercepat di dunia (Mach 2.8) dengan sistem fire-and-forget. Kecepatannya membuat kapal perang lawan hampir mustahil melakukan intersepsi tepat waktu.
    Ancaman bagi Armada TLDM: Jika dipasang pada kapal perang atau pesawat tempur (seperti Su-30), BrahMos dapat melumpuhkan aset-aset utama Angkatan Laut Malaysia (TLDM) bahkan sebelum mereka masuk ke jarak tembak efektif mereka.
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
    utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
    -
    Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
    -
    Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
    ________________________________________
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

    BalasHapus
  12. TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
    -
    2005: Prank China (Rudal KS-1A)
    Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
    Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
    Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
    Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
    Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
    Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
    Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
    Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
    Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    -
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
    Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
    -
    2024–2025: Prank Black Hawk
    Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
    Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
    -
    2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
    Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
    Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
    -
    2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
    Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah


    BalasHapus
  13. Manakala si KASTA PENGUTANG SIPRI nya hanya SELEMBAR... 🔥🔥👎👎🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    3. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).

      Hapus
  14. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
    Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    ________________________________________
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    2. Filipina (1,2%)
    STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
    Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
    -
    3. Singapura (1,1%)
    STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
    Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
    -
    4. Thailand (0,5%)
    STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
    Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
    -
    5. Malaydesh (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
    -
    6. Kamboja (0,1%)
    STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
    Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).

    BalasHapus
  15. Pssstttt...... SIPRI nya Hanya SELEMBAR guys... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).

      Hapus
    2. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).

      Hapus