09 Juni 2026

Indonesia Menerbitkan Surat Pernyataan Minat (LOI) untuk Sistem Pertahanan Udara MSAM-II

09 Juni 2026

Sistem rudal Cheongung II (M-SAM II) (image: LG D&A)

Kementerian Pertahanan Indonesia telah menerbitkan Surat Pernyataan MInat (LOI) kepada LIG Defense & Aerospace untuk pengadaan sistem pertahanan udara MSAM-II (rudal permukaan-ke-udara jarak menengah).

LOI, tertanggal 18 Mei 2026, diberikan kepada Janes oleh sumber industri. Surat tersebut menandakan niat Indonesia untuk melakukan pengadaan langsung MSAM-II untuk memperkuat arsitektur pertahanan udara nasionalnya.

Surat tersebut menetapkan pengadaan dua baterai dalam konfigurasi operasional penuh, termasuk stasiun kontrol penembakan, radar multifungsi, sistem peluncuran vertikal, dan kendaraan pemuat rudal.

LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

MSAM-II, juga dikenal sebagai Cheongung II, adalah sistem rudal permukaan-ke-udara semi-mobile yang dikembangkan oleh Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan dan diproduksi oleh LIG Defense & Aerospace.

Sistem ini berbasis pada platform KIA Military Vehicles KM1500 8×8 dan dilengkapi dengan rudal Cheongung.

Setiap baterai biasanya terdiri dari empat hingga enam pengangkut-pemasang-peluncur, kendaraan radar multifungsi, pusat kendali tembakan, pengangkut ulang, dan kendaraan pembangkit listrik.

Rudal Cheongung memiliki panduan radar pelacak aktif, motor roket propelan padat satu tahap, dan hulu ledak fragmentasi berdaya ledak tinggi yang dipicu oleh sumbu jarak dekat.

Jangkauan maksimum sistem diperkirakan mencapai 40 km, dengan ketinggian jangkauan hingga 20 km.

Surat Pernyataan Minat (LOI) tersebut juga menyerukan pelatihan, dukungan logistik terintegrasi, suku cadang, peralatan pendukung darat, dokumentasi teknis, dan paket offset dan transfer teknologi.

237 komentar:

  1. Apa ituw krisis..
    Kita labjut SHOPPING๐Ÿฅณ๐Ÿ’ฐ

    BalasHapus
    Balasan
    1. klaim ringgit berjayeee...
      masa 2x LOI VL MICA...rekor ini haha!๐ŸŒ๐Ÿ˜†๐Ÿคฅ

      warganyet negri๐ŸŽฐkasino semenanjung kuala lumpo, tak kuasa tahan MeWeK haha!๐Ÿคช๐Ÿ˜๐ŸŒ

      Hapus
    2. Kahsihan tunggu2 dari 2011 NSM KENA BLOKIR Norwegia haha!๐Ÿ˜‚๐ŸŒ๐Ÿคฃ

      LAST LAST VL MICA KENA BLOKIR MBDA haha!๐Ÿ‘✌️๐ŸŒ

      warganyet makin NGAMUK๐Ÿ”ฅ OMFONG GOWING paling LeMaH sekawasan haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜

      Hapus
    3. Beli Alutsista Secara Meminjam..Itu Krisis namanya..Meminjam Terbit Hutang Negara..

      Hapus
  2. Ohhh...baru LOI....bau bau SIGN KONTRAK KOSONG..... ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    Hati hati Korea ingat negara MISKIN yang NUNGGAK HUTANG KFX... MENCURI lagi..... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAYA HEAVY FREGAT KSOT TORPEDO = MISKIN KORVET LEMES NO ASW NO SONAR NO TORPEDO
      -
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      ๐Ÿ“Š Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      NAVAL GRUP = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      LCS REWORK (SALAH PASANG)
      LCS REWORK (SALAH PASANG)
      LCS REWORK (SALAH PASANG)
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      -
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      -
      171 ASET USANG 33 TAHUN =
      108 TDM
      29 TUDM
      34 TLDM
      "The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister

      Hapus
    2. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      • Beban per Kapita: Naik 8,7x (RM 10.821 ke RM 94.544).
      • Utang Pemerintah: RM 98 M (35,8% PDB) menjadi RM 1,79 T (70,5% PDB).
      • Utang Rumah Tangga: RM 135 M (49,3% PDB) menjadi RM 1,65 T (84,3% PDB).

      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. Ingat NSM pur?? Tinggal dikirim aja dibatalkan kongsberg haha

      Hapus
    4. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
    5. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2020–2025)
      Status pengadaan senjata berat Malaydesh menunjukkan grafik yang terus merosot hingga mencapai titik nol:
      2020–2021: Berada pada fase Planned (Dijangka) namun tanpa realisasi.
      2022–2023: Berlanjut ke fase Selected Not Yet Ordered (Dipilih tanpa pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat).
      Perbandingan Regional: Sementara Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, KAAN, A400M, PPA), Malaydesh kini sejajar dengan negara-negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Kamboja, dan Laos yang juga memiliki lembar SIPRI kosong.
      -
      Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Malaydesh terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
      Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
      Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
      Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
      Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
      -
      Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
      Defisit Menahun: Sejak 2010, Malaydesh tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
      Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
      Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
      Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
      Filipina (41): Berhasil menyalip Malaydesh.
      Malaydesh (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Hukum & Administrasi: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan pemain ilegal adalah bukti nyata degradasi tata kelola birokrasi.
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur E&E, yang merupakan sumber pendapatan utama untuk membayar cicilan utang negara.

      Hapus
    6. MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      "Claim of Wealth = Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    7. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿง“ 1. Aging Components Beyond Service Life
      • As of 2024, 171 military assets across the Army, Navy, and Air Force have exceeded 30 years of service2.
      • Many platforms—like the Royal Malaydesh n Navy’s Fast Attack Craft (FAC)—are over 40 years old, with some approaching 50 years.
      • These assets were designed for past-era threats and technologies, and their mechanical systems are now prone to fatigue, corrosion, and failure.
      Result: Even routine operations carry elevated risk of malfunction, requiring constant patchwork maintenance.
      ๐ŸŒด 2. Tropical Climate Accelerates Wear
      • Malaydesh ’s hot, humid, and saline environment is particularly harsh on military hardware:
      o Metal fatigue and corrosion are accelerated, especially in naval vessels and aircraft.
      o Rubber seals, electronics, and hydraulics degrade faster under tropical heat and moisture.
      • The Navy has acknowledged that many vessels no longer meet modern standards due to environmental degradation.
      Result: Maintenance cycles shorten, costs rise, and reliability drops.
      ๐Ÿ”ง 3. Obsolete Systems and Spare Parts Shortage
      • Many legacy platforms rely on foreign OEMs that have ceased production or support.
      • Spare parts must be sourced internationally, often at inflated prices and long lead times.
      • In some cases, technicians resort to cannibalizing other units or fabricating parts locally—neither of which guarantees reliability.
      Result: Delays in repairs, reduced fleet availability, and compromised safety.
      ⚠️ 4. Operational Incidents and Safety Risks
      • A tragic example: In July 2025, a Malaydesh n commando died during a maritime exercise due to suspected failure of aging diving equipment.
      • The Army Chief confirmed that the gear was “rather old,” prompting a full audit of equipment lifecycle and maintenance protocols.
      Result: Legacy systems not only reduce readiness—they pose direct risks to personnel.
      ๐Ÿ“Š Summary Table: Breakdown Drivers in Malaydesh n Military
      Factor Description Operational Impact
      Aging components Platforms >30–50 years old, beyond design limits Frequent failures, low reliability
      Tropical wear Heat, humidity, salt accelerate degradation Shorter maintenance cycles
      Obsolete systems Legacy tech, no OEM support Spare part shortages, delays
      Safety incidents Equipment failures linked to fatal accidents Personnel risk, public scrutiny

      Hapus
  3. ehh geal geol nich negri tepu tepu seblah yang kaw banggain haha!๐Ÿคฅ๐ŸŒ๐Ÿคฃ

    ❌️2018 VL MICA hanya LOI
    LOI for VL MICA for LCS Signed
    https://defense-studies.blogspot.com/2018/04/loi-for-vl-mica-for-lcs-signed.html?m=1

    ❌️2026 masa LOI lagiii ???
    Tukang PRENK haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐ŸŒ

    Dalam masa sama, kerajaan turut mengeluarkan surat niat (LOI) kepada MBDA bagi perolehan 29 unit peluru berpandu VL MICA untuk kapal tempur pesisir (LCS)
    https://www.dagangnews.com/article/terkini/pembelian-peluru-berpandu-k-saam-atmaca-dan-vl-mica-beri-kekuatan-baharu-kepada-tldm-68038

    BalasHapus
  4. Ya ampun.......si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (2018–2026)
      Malaydesh terjebak dalam Debt-Servicing Cycle kronis, di mana pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan pokok utang lama:
      Titik Nadir (2023): Rekor tertinggi 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) lari ke pembayaran utang lama.
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58% - 58,9%. Artinya, lebih dari separuh uang yang dipinjam negara tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti nyata keputusasaan fiskal melalui metode open donation rakyat untuk membantu utang negara yang menembus RM1 Triliun.
      -
      Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
      Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
      Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
      Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
      Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
      -
      Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
      Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
      Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
      Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
      Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi Malaydesh.

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA: "LEMBAR BELANJA PENUH"
      Udara: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (G2G Turki), 48 KF-21, 24 M-346, 20 T-50i, 33 F-16 (Upgrade), 22 Hawk.
      Darat/Laut: Rudal Balistik Khan & Bora, Drone Anka-S, Kapal PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500, Sistem Air Refuel.
      MALAYDESH: "LEMBAR KOSONG"
      Status SIPRI: Kosong/Nihil selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Kegagalan: Pembelian Hornet bekas Kuwait Batal 4 kali.
      Status Sejarah: 2020-2021 (Planned), 2022-2023 (No Order), 2024-2025 (Kosong).
      -
      PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA (TOTAL UNIT)
      INDONESIA (Estimasi 253 Unit):
      Fokus pada teknologi Generasi 4.5 dan 5 (Rafale & KAAN).
      Kemandirian melalui proyek KF-21.
      MALAYDESH (Status Grounded & Hilang):
      Grounded: MiG-29 (Monumen), MB339CM, Nuri, Lynx.
      Kasus Kritis: 48 Pesawat Skyhawk hilang, 2 Mesin Jet hilang.
      Kondisi Aset: Pilatus MK II karatan, AV8 berasap/mogok.
      -
      KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYDESH 2026)
      Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
      Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
      Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
      -
      TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYDESH)
      Akibat ketiadaan dana tunai, Malaydesh beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
      Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
      Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
      Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
      Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
      -
      KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
      Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
      Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, Malaydesh Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
      Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam

      Hapus
    3. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿง“ 1. Obsolete Systems and Aging Platforms
      • As of 2024, 171 military assets across the Army, Navy, and Air Force have exceeded 30 years of service.
      • Many platforms—like the Royal Malaydesh n Navy’s Fast Attack Craft (FAC) and older patrol vessels—are over 40 years old, far beyond their optimal lifespan.
      • These systems were designed decades ago and now lack compatibility with modern sensors, weapons, and communications.
      Impact: Upgrades are either impossible or prohibitively expensive, forcing reliance on outdated capabilities.
      ๐Ÿ”ง 2. Dependence on Foreign Spare Parts
      • Malaydesh military inventory is highly diversified, sourced from the US, UK, France, Russia, and others. This creates logistical complexity:
      o Spare parts must be imported from multiple countries.
      o Some OEMs have ceased production, making parts scarce or unavailable.
      o Political or economic shifts can disrupt supply chains.
      Example: The Army’s Condor APCs and Scorpion light tanks require parts from legacy suppliers that no longer support them.
      Impact: Long lead times, inflated costs, and cannibalization of other units for parts.
      ๐Ÿ” 3. Frequent Breakdowns and Repair Cycles
      • Older platforms experience higher failure rates, especially under tropical conditions and extended use.
      • Maintenance crews often resort to patchwork fixes, which are temporary and unreliable.
      • The Navy reported that 28 of its 34 aging vessels have exceeded 40 years of service, with many no longer meeting operational standards.
      Impact: Reduced availability, increased downtime, and lower mission success rates.
      ๐Ÿ“‰ 4. Budget Drain and Opportunity Cost
      • Between 60–70% of Malaydesh defense budget goes to salaries, maintenance, and operations, leaving little for modernization.
      • Funds spent on keeping obsolete systems running could be redirected toward acquiring new platforms or investing in indigenous maintenance capabilities.
      Impact: Strategic stagnation—Malaydesh spends heavily but gains little in terms of capability.
      ๐Ÿ“Š Summary Table: Why Maintenance Costs Are So High
      Factor Description Consequence
      Obsolete systems Platforms >30–40 years old, incompatible with modern tech Expensive to maintain, low utility
      Foreign parts dependency Diverse suppliers, legacy systems, political risk Long delays, inflated costs
      Frequent breakdowns High failure rates, tropical wear, aging components Reduced readiness, more downtime
      Budget imbalance Majority spent on upkeep, not modernization Strategic stagnation

      Hapus
  5. Pssstttt... LOI BERBASIS HUTANG.... ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ----------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer Malaydesh di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    3. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿง“ 1. Scale of the Aging Inventory
      • As of late 2024, 171 military assets across all three branches of the Malaydesh n Armed Forces (ATM) have exceeded 30 years of service:
      o Army: 108 units
      o Air Force (RMAF): 29 units
      o Navy (RMN): 34 vessels
      • Many of these platforms—like the Fast Attack Craft (FAC) in the Navy—are over 40 years old, with some approaching half a century in service2.
      Implication: These assets suffer from outdated systems, reduced operational capability, and high maintenance costs, making them increasingly unfit for modern warfare.
      ๐Ÿ“‰ 2. No Structured Replacement Plan
      • Malaydesh lacks a multi-year force modernization roadmap. Instead, procurement is often ad hoc, reactive, and politically driven.
      • The budgeting process does not clearly indicate what assets will be replaced, when, or how funding will be allocated over time.
      • For example, the Army is still waiting for approval to replace its aging Condor APC fleet with 136 High Mobility Armoured Vehicles (HMAV), despite urgent operational needs.
      Implication: Without a structured plan, aging platforms remain in service far beyond their intended lifespan, and capability gaps widen.
      ๐Ÿ”„ 3. Maintenance Burden and Capability Decay
      • Older assets require frequent repairs, often with obsolete parts or foreign OEM support, which drives up costs and delays readiness.
      • Technological obsolescence means these platforms cannot integrate with newer systems or meet interoperability standards with allies.
      Example: The RMN’s older vessels no longer meet modern naval standards in terms of sensors, weapons, or endurance2.
      ๐Ÿงญ 4. Strategic Consequences
      • Malaydesh ’s ability to project force, defend its maritime zones, and respond to regional threats is diminished.
      • Neighboring countries like Indonesia, Vietnam, and Singapore have clear modernization trajectories, leaving Malaydesh at risk of falling behind in regional deterrence.
      ๐Ÿ“Š Summary Table: Aging Inventory vs. Lack of Replacement Strategy
      Problem Area Description Strategic Impact
      Aging platforms 171 assets >30 years old across Army, Navy, Air Force Reduced combat effectiveness
      No replacement roadmap No long-term plan for phased recapitalization Procurement delays, capability gaps
      High maintenance costs Obsolete systems, foreign parts, frequent breakdowns Budget strain, low readiness
      Regional disadvantage Neighbors modernizing faster Loss of deterrence, strategic lag

      Hapus
  6. Ya ampun.......si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK ๐ŸฆงGORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Status: Ekspansi Masif):
      The First Export Destination: Menjadi negara pertama di dunia yang mengimpor KF-21 Boramae (Kontrak 16 unit awal dari total rencana 48 unit/3 Skuadron).
      Daftar Belanja Aktif: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (Turki), 24 M-346F, Mesin Kapal LM-2500, PPA-L-Plus, dan Rudal Khan/Bora.
      Keunggulan: Transisi sukses dari pesawat tua (Su-35 & Mirage) ke teknologi Generasi 4.5 dan 5.
      Malaydesh (Status: Stagnasi Total):
      Laporan SIPRI: KOSONG selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Kegagalan (Prank): Pembelian F-18 Kuwait Batal, rencana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas hanya berakhir sebagai wacana tanpa pesanan nyata.
      Kondisi Kritis: FA-50 terhambat blokade komponen dari USA; MiG-29N pensiun tanpa pengganti.
      -
      Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
      Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Filipina: Peringkat 41 (Melampaui Malaydesh).
      Malaydesh: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
      -
      Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (Malaydesh)
      Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
      Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang terhadap GDP:
      2010: 52,4%
      2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
      2024: 70,4%
      2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
      Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
      Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
      -
      Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
      Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
      Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di Malaydesh.
      Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis Malaydesh di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.

      Hapus
    3. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿ’ฐ 1. Chronic Budget Constraints
      • Malaydesh defense budget has remained stagnant or modest relative to its strategic needs. Successive governments have been unwilling to reallocate funds from other sectors or reduce manpower to prioritize modernization.
      • For example, the Army is still awaiting Finance Ministry approval for the procurement of 136 High Mobility Armoured Vehicles (HMAV), despite urgent operational requirements.
      Result: Procurement plans are delayed or scaled down, leaving aging platforms in service well past their intended lifespan.
      ๐Ÿงฑ 2. Procurement Mismanagement & Delays
      • The Auditor-General’s 2025 report flagged RM7.8 billion in armoured vehicle contracts plagued by:
      o Delayed deliveries (e.g., 68 GEMPITA units delivered late)
      o Full payments made despite contract breaches
      o Weak enforcement of penalties (RM162.75 million fine claimed two years late)3
      • Maintenance and spare parts for key assets like ADNAN and PENDEKAR were also delayed, with fines left uncollected.
      Result: Even when acquisitions are approved, execution is inefficient and accountability is weak.
      ๐Ÿ•ด️ 3. Middlemen & Non-Transparent Deal Structures
      • Defense procurement is often conducted via limited tenders or single-source contracts, with fewer than one-third awarded through open competition.
      • Politically connected firms—often led by retired military officers—dominate the landscape, inflating costs and reducing transparency.
      • The King of Malaydesh recently rebuked the Defence Ministry for relying on “agents” and “salesmen,” calling out inflated prices and the attempted purchase of 30-year-old Black Hawk helicopters, which he likened to “flying coffins”.
      Result: Corruption risks and inflated pricing erode trust and reduce the effectiveness of spending.
      ๐Ÿง“ 4. Aging Inventory & No Replacement Strategy
      • As of late 2024, 171 military assets across the Army, Air Force, and Navy were over 30 years old.
      • Yet, there is no clear roadmap for phased replacement or recapitalization, and ad hoc purchases continue to dominate.
      Result: Operational readiness suffers, and Malaydesh risks capability gaps in key domains like air defense, maritime patrol, and armored mobility.
      ๐Ÿ“Š Summary Table: Why Malaydesh Struggles to Acquire Military Assets
      Factor Description Impact
      Budget limitations Low prioritization of defense in national spending Delayed or cancelled acquisitions
      Procurement mismanagement Poor contract enforcement, late deliveries Waste of funds, reduced readiness

      Hapus
  7. 2x LOI VL MICA...
    kahsiyan MBDA kena Prenk negri๐ŸŽฐkasino semenanjung kuala lumpo...dmiskinos haha!๐Ÿคฃ๐ŸŒ๐Ÿคฅ

    BalasHapus
  8. Ya ampun.......si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA

      Hapus
    2. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    3. 2026 =
      SIPRI KOSONG 2 TAHUN
      GFP RANK 43
      F18 BATAL
      CAS KALAH
      SANKSI AFC
      HUTANG BAYAR HUTANG
      SANKSI SECTION 301 USA
      SANKSI IEPA US
      -
      PERTAHANAN & MILITER
      SIPRI: Laporan impor senjata kosong selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pengadaan F/A-18: Rencana pembelian Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali upaya (laporan NST & Bernama).
      Peringkat GFP: Berada di peringkat 42 dunia (posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Perbandingan: Indonesia jauh memimpin (Peringkat 13) dengan daftar belanja alutsista baru (Rafale, A400M, kapal selam, dll).
      -
      KRISIS EKONOMI & UTANG
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren membayar utang dengan utang baru terus berlanjut (Proyeksi 58% pinjaman baru di 2026 hanya untuk cicilan).
      Sanksi Dagang AS: Terkena Section 301 (kenaikan tarif 10-25% produk ekspor) dan ancaman IEEPA (pemblokiran aset/transaksi) oleh USTR Amerika Serikat.
      -
      SEPAK BOLA (FAM)
      Putusan CAS: Banding ditolak, wajib bayar denda Rp7,5 Miliar, dan 7 pemain naturalisasi dilarang bermain selamanya.
      Sanksi AFC: Kemenangan kualifikasi diubah menjadi kalah WO (0-3) karena pemain ilegal.
      Gagal Total: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi digantikan oleh Vietnam.
      --------------------------------
      1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
      2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
      Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
      Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
      Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
      3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
      SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
      Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).
      4. Risiko Eksternal: Sanksi Internasional & Reputasi
      Sanksi Olahraga (CAS/AFC): Kekalahan hukum terkait pemain naturalisasi ilegal bukan hanya soal sepak bola, tapi mencerminkan kelemahan administrasi dan diplomasi internasional yang berdampak pada citra negara.
      Tekanan Ekonomi AS (Section 301/IEEPA): Ancaman tarif pembalasasan dari AS pada sektor manufaktur (E&E) dapat memperburuk rasio Debt-to-GDP yang diprediksi menembus 69% pada 2025-2029.

      Hapus
    4. 2026 =
      SIPRI KOSONG 2 TAHUN
      GFP RANK 43
      F18 BATAL
      CAS KALAH
      SANKSI AFC
      HUTANG BAYAR HUTANG
      SANKSI SECTION 301 USA
      SANKSI IEPA USA
      ---------------
      SIPRI 2025 DAN 2024 = KOSONG .....
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ---------------
      TIMELINE HUTANG BAYAR HUTANG MALAYDESH =
      -
      2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan) karena utang tembus RM1 triliun.
      -
      2019: 59% pinjaman baru dipakai bayar utang lama (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: Meningkat ke 60%, anggaran pembangunan mulai terhimpit.
      -
      2021: Sedikit turun ke 50,4% (RM98 miliar untuk cicilan pokok).
      -
      2022: Naik ke 52,4% seiring pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: Rekor tertinggi 64,3% (RM145,8 miliar hanya untuk bayar utang).
      -
      2024: Konsolidasi dimulai, posisi di angka 58,9%.
      -
      2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar disiapkan untuk utang jatuh tempo).
      -
      2026: Tren bayar utang pakai utang diprediksi terus berlanjut berdasarkan Tinjauan Fiskal MOF.
      ---------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------
      hasil sidang CAS terkait banding FAM:
      Sanksi Finansial Tetap: Banding ditolak, FAM wajib membayar denda FIFA sebesar 350.000 Swiss Franc (±Rp 7,5 miliar) tanpa keringanan.
      Pemain Naturalisasi Ilegal: Dokumen 7 pemain dinyatakan tidak sah (melanggar Pasal 22 FDC). Mereka dilarang membela Timnas Malaydesh secara permanen.
      Kerugian Kompetitif: Malaydesh kehilangan poin/posisi yang menguntungkan rival (seperti Vietnam yang dipastikan lolos Piala Asia 2027) serta rusaknya reputasi federasi.
      Keputusan Final: Putusan CAS bersifat inkrah (final dan mengikat). Jalur hukum olahraga bagi FAM resmi tertutup.
      ---------------
      sanksi AFC terhadap FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaydesh):
      Kekalahan WO (0-3): Kemenangan Malaydesh atas Nepal dan Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3 karena menurunkan pemain ilegal.
      Gagal ke Piala Asia 2027: Pengurangan poin akibat status WO menutup peluang Malaydesh untuk lolos, sementara tiket tersebut otomatis jatuh ke tangan Vietnam.
      Denda USD 50.000: FAM wajib membayar denda sekitar Rp 780 juta kepada AFC dalam kurun waktu 30 hari.
      -------------------------------
      SENJATA HUKUM USTR (TARIF PEMBALASAN)
      Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
      IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      Berita dan lembaga riset versi bahasa Inggris yang sering mengulas kelemahan atau isu strategis terkait militer Malaydesh, termasuk aspek logistik dan operasional pada tahun 2025:
      Global Firepower (GFP): Situs ini menyediakan data komprehensif mengenai kekuatan militer Malaydesh yang berada di peringkat 42 dari 145 negara pada tahun 2025 dengan skor PwrIndx 0,7429. Data mereka mencakup statistik ketersediaan bahan bakar dan sumber daya alam sebagai faktor pendukung daya tahan tempur.
      Lowy Institute (Asia Power Index): Lembaga riset ini mencatat bahwa kemampuan militer adalah poin terlemah Malaydesh (peringkat ke-17 di Asia), yang turun satu peringkat pada 2025 setelah disalip oleh Filipina.
      New Straits Times (NST) - Malaydesh: Media lokal berbahasa Inggris yang sering memuat opini atau laporan terkait perlunya pemberantasan korupsi endemik di sektor militer dan isu subsidi bahan bakar yang berisiko pada stabilitas ekonomi militer.
      The Sun Malaydesh: Memberitakan evaluasi tahun 2025 yang menyoroti kerentanan institusional dan perlunya akuntabilitas lebih tinggi di berbagai sektor negara, termasuk pertahanan.
      The Diplomat: Majalah berita internasional yang secara rutin menganalisis tren keamanan dan tantangan logistik militer di kawasan Asia-Pasifik, termasuk di Malaydesh.
      Isu spesifik mengenai kualitas atau kontaminasi bahan bakar militer biasanya dibahas dalam konteks kesiapan operasional (operational readiness) dalam laporan-laporan strategis dari sumber di atas.
      ---------------------------------
      HUTANG ELEKTRIK
      HUTANG INTERNET
      HUTANG SEWAGE
      HUTANG MINYAK BBM
      ==========
      1. Bil Utilitas – RM115 juta
      Dana ini digunakan untuk membayar keperluan asas operasi kem tentera dan fasiliti pertahanan:
      • Elektrik: Menyokong operasi pangkalan dan kem tentera yang memerlukan bekalan tenaga berterusan.
      • Internet: Menjamin komunikasi dan sistem maklumat ATM berfungsi dengan lancar, termasuk sistem pemantauan dan kawalan.
      • Kumbahan (Sewage): Menjaga kebersihan dan kesihatan fasiliti tentera melalui sistem kumbahan yang berfungsi baik.
      ---------------------------------
      ⚓ 2. Operasi Keselamatan Maritim – RM139 juta
      Dana ini diperuntukkan untuk memperkukuh kawalan dan pengawasan perairan negara, termasuk:
      • Patroli laut di kawasan strategik seperti Laut China Selatan dan Selat Melaka.
      • Pengoperasian aset maritim seperti kapal peronda, radar, dan sistem pengawasan.
      • Tindakan terhadap pencerobohan dan penyeludupan di perairan Malaydesh.


      Hapus
    6. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿงพ 1. Delayed or Suppressed Audit Findings
      • The Auditor-General’s Reports, which are meant to expose irregularities in defense spending, often face delays in publication or are selectively tabled in Parliament.
      • Some findings are redacted or softened before release, especially when they involve politically sensitive contracts or high-ranking officials.
      • For example, the 2025 Auditor-General’s Report revealed that RM162.75 million in penalties for late delivery of GEMPITA vehicles were never collected, and RM1.42 million in fines were never imposed2.
      Impact: Delayed audits allow problems to fester, and suppressed findings prevent public scrutiny or corrective action.
      ๐Ÿ•ต️ 2. Limited Enforcement of Audit Recommendations
      • Although the Auditor-General routinely issues recommendations, ministries and agencies often fail to implement them.
      • In 2025, only a fraction of the 22 audit recommendations across seven ministries were acted upon, despite covering RM48.87 billion in programs.
      • The Ministry of Defence was flagged for fragmenting maintenance contracts to bypass procurement controls, yet no disciplinary action was taken.
      Impact: Without enforcement, audits become symbolic rather than corrective.
      ๐Ÿงฑ 3. Structural Weaknesses in Oversight Mechanisms
      • Malaydesh lacks an independent defense procurement oversight body. Oversight is split between the Ministry of Finance, Prime Minister’s Department, and MINDEF itself—creating conflicts of interest.
      • Internal audit units within the Armed Forces are under-resourced and lack authority to challenge senior leadership.
      • There’s no legal requirement for real-time audit tracking or public disclosure of contract performance.
      Impact: Oversight is fragmented, reactive, and vulnerable to political interference.
      ๐Ÿ”„ 4. Culture of Impunity and Political Protection
      • High-profile scandals (e.g. LCS, Scorpene submarines) have rarely led to convictions or full asset recovery.
      • Procurement agents and contractors with political ties often avoid prosecution, even when audit reports implicate them.
      • Transparency International Malaydesh has called this a “culture of impunity”, where systemic failures are normalized.
      Impact: Accountability is undermined, and corruption risks remain entrenched.
      ๐Ÿ“Š Summary Table: Audit Weaknesses and Their Consequences
      Audit Weakness Consequence for Military Procurement
      Delayed or redacted reports Public unaware of mismanagement
      Poor enforcement of recommendations No corrective action taken

      Hapus
  9. Pssstttt... LOI BERBASIS HUTANG guys.... ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
      2. Malondesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
      3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
      4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
      5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
      8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
      2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
      4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
      5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
      8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ----------------------------------
      Analisa SIPRI & Pengadaan Alutsista (2024-2025)
      Status Indonesia (Dominan): Memiliki "Lembar Belanja Penuh" dengan aset generasi terbaru (Rafale F4, KAAN Gen-5, KF-21, Kapal PPA-L-Plus, Rudal Khan/Bora).
      Status Malaydesh (Vakum): Status "KOSONG" di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut.
      Tren Kegagalan: Proyek F/A-18 Hornet Kuwait batal 4 kali; proyek LCS dan OPV mangkrak/karatan.
      Kawasan ASEAN: Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina terus aktif berbelanja, sementara Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Analisa Ekonomi & Spiral Utang Malaydesh
      Beban Fiskal: Utang negara menembus RM 1,79 Triliun dengan rasio 84,3% dari GDP.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
      Krisis Kas: Ketidakmampuan bayar tunai memicu penggunaan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50, PT-91M, dan Sukhoi MKM.
      Sanksi Internasional: Tekanan dagang AS (Section 301) dan ancaman blokir transaksi (IEEPA) memperparah ruang gerak ekonomi.
      Analisa Militer: Dari Kepemilikan ke "Sewa" (Leasing)
      -
      Akibat keterbatasan anggaran, kekuatan militer Malaydesh bergeser menjadi "Military-for-Rent":
      Aset Sewaan (32+ Item): Helikopter Blackhawk, AW139, AW149, pesawat latihan L-39, hingga kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT).
      Kondisi Aset Milik: Banyak yang grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet).
      Daya Gentar: Peringkat GFP merosot ke posisi 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      -
      Analisa Sosial-Politik: Kemiskinan & Reputasi
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang etnis Melayu yang "Malas & Miskin" serta Anwar Ibrahim mengenai korupsi proyek banjir yang memukul rakyat kecil.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan gagal lolos Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Ketidakstabilan Administrasi: Kegagalan federasi sepak bola (FAM) dianggap sebagai cerminan kegagalan administrasi di level yang lebih tinggi.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      ________________________________________
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH .....

      Hapus
    4. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿงจ 1. Lack of Transparency and Oversight
      • Limited Competitive Tendering: Fewer than 30% of major defense contracts are awarded through open competition. Most deals are single-source or limited tenders, often favoring politically connected firms.
      • Opaque Contract Structures: Many contracts lack public disclosure of terms, pricing, or delivery milestones, making it difficult to track progress or detect irregularities.
      ๐Ÿ•ด️ 2. Role of Middlemen and Politically Connected Agents
      • Procurement is often mediated by retired military officers or politically linked intermediaries, who act as “agents” or “salesmen” within the Ministry of Defence.
      • These middlemen inflate prices, obscure accountability, and steer contracts toward preferred vendors—sometimes with little regard for capability or quality.
      • The King of Malaydesh recently rebuked this practice, calling out the use of “flying coffins” (referring to outdated helicopters) and warning that inflated middleman pricing would exhaust the defense budget.
      ๐Ÿšจ 3. Major Scandals: Case Studies
      A. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
      • RM9 billion allocated for six ships; none delivered as of 2025.
      • Investigations revealed mismanagement, payment irregularities, and involvement of figures linked to the earlier Scorpene submarine scandal.
      • The Armed Forces Pension Fund (LTAT) was implicated in channeling illegal commissions.
      B. Scorpene Submarine Scandal
      • French court proceedings exposed kickbacks and illegal commissions tied to Malaydesh ’s purchase of two submarines in 2002.
      • Former PM Najib Razak, who was defense minister at the time, was linked to the deal and later convicted in unrelated corruption cases.
      C. MD530G Helicopter Deal
      • Malaydesh paid 35% of the contract value for six helicopters in 2015, but none were delivered by 2018.
      • The deal was flagged for irregularities, and the Defense Ministry lodged a report with the anti-graft agency.
      ๐Ÿงญ 4. Systemic Weaknesses That Enable Scandals
      Weakness Impact
      No centralized procurement authority Fragmented decision-making, poor oversight
      Political interference Contracts awarded based on connections, not merit
      Weak audit enforcement Delayed or suppressed findings, limited accountability
      Budget opacity Hard to trace payments, detect overpricing or ghost assets

      Hapus
  10. Ya ampun.......si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821


      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
  11. Kasihan Malaydesh mati2 an buat narasi Miskin tapi gak ada buktinya ..sementara Malaydesh makin terpuruk ditolak sana sini .... gak dianggap sana sini.... Minta beras, jagung dll ke Indonesia ... Tapi LAGAKNYA NEGARA BESAR...TAK TAHU MALU... SUKA NIPUDAN MALSU DOKUMEN...

    BalasHapus
  12. VL MICA pasang mudah, gak pake lama..langsung pasang haha!๐Ÿ‘๐Ÿค—๐Ÿ˜‰
    ✅️DAMEN PKR REM
    ✅️BUNG TOMO KLAS TERBARUW

    sementara negri๐ŸŽฐkasino genting, masa VL MICA aja dari 2011, 2x LOI haha!๐Ÿคฅ๐ŸŒ๐Ÿ˜„
    ini buktinya, warganyet kl, KALAH LAGIIII๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‹๐ŸŒ
    ❌️2018 VL MICA hanya LOI
    LOI for VL MICA for LCS Signed
    https://defense-studies.blogspot.com/2018/04/loi-for-vl-mica-for-lcs-signed.html?m=1

    ❌️2026 masa LOI lagiii ???
    Tukang PRENK haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐ŸŒ

    Dalam masa sama, kerajaan turut mengeluarkan surat niat (LOI) kepada MBDA bagi perolehan 29 unit peluru berpandu VL MICA untuk kapal tempur pesisir (LCS)
    https://www.dagangnews.com/article/terkini/pembelian-peluru-berpandu-k-saam-atmaca-dan-vl-mica-beri-kekuatan-baharu-kepada-tldm-68038

    BalasHapus
  13. PINJAMAN.. ? ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
      DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.

      Hapus
    4. 2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      2026 Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      ๐Ÿงฉ 1. Fragmented Procurement Budget Structure
      Malaydesh ’s defense procurement budget is not centralized or strategically sequenced, leading to:
      • Progressive Payments Over Multiple Years: Major acquisitions like the FA-50 fighter jets and Littoral Combat Ships (LCS) are funded through staggered payments, which consume annual budgets without delivering immediate capability.
      • No Clear Long-Term Procurement Roadmap: Each year’s budget includes a mix of legacy payments, small one-off purchases (e.g. small arms, radios), and ad hoc upgrades. This prevents coherent modernization across platforms.
      • Overlap of Operational and Capital Expenditures: Funds for maintenance, upgrades, and new acquisitions often compete within the same budget pool, diluting impact.
      ๐Ÿ› ️ 2. Delays in Modernization Programs
      These budget issues directly cause delays in key modernization efforts:
      • Littoral Combat Ship (LCS) Program: Originally planned to deliver six ships starting in 2019, none have been commissioned as of 2025 due to financial mismanagement and contract disputes.
      • Army Vehicle Replacement: The Malaydesh n Army is still awaiting approval to replace its aging Condor APCs with High Mobility Armoured Vehicles (HMAVs), despite urgent operational need.
      • Air Force Capability Gaps: The RMAF’s transition from MiG-29s to FA-50s has been slow, with only partial funding secured and delivery timelines stretched.
      ๐Ÿ’ธ 3. Currency Depreciation and Import Dependence
      • Malaydesh relies heavily on foreign OEMs (original equipment manufacturers) for defense systems.
      • The depreciation of the ringgit reduces real purchasing power, meaning even increased nominal budgets don’t translate into more capability.
      • Domestic defense manufacturing is limited and still dependent on imported components, compounding delays.
      ๐Ÿงญ 4. Lack of Strategic Procurement Governance
      • There’s no unified procurement authority with long-term oversight. Instead, decisions are made across multiple ministries and agencies.
      • Political transitions often lead to shifting priorities, causing cancellations or re-scoping of existing programs.
      • This results in capability gaps, where planned upgrades are delayed or abandoned mid-cycle.

      Hapus
  14. kita uda punyak VLS A50 rudal ASTER dari MBDA haha!๐Ÿฆพ๐Ÿ‘๐Ÿš€

    sedangkan Gowing lcs pun masi KOSONK VLS, kahsiyan Dmiskinos haha!๐Ÿคฃ๐Ÿคฅ๐ŸŒ
    2 x LOI...tanda MBDA tak yaqeen ama negri๐ŸŽฐkasino genting haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜†๐Ÿคฅ

    BalasHapus
  15. NSM??? apa kabar...??
    ohh iyak Norwegia Batal kirim yak haha!๐Ÿ˜ต‍๐Ÿ’ซ๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚
    negri๐ŸŽฐkasino genting, kahsiyan merengek tak dianggap haha!๐Ÿคฅ
    ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ญ

    BalasHapus
  16. 2x LOI VL MICA tanda MBDA tak percaya seblah, last last kena Blokirrrrr haha!๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜๐Ÿคฅ
    ingat gowing lcs Bayar utang dolo ke KUWAIT FINANCE HOUSE dan 17 lainnya haha!๐Ÿ˜„๐Ÿคช๐ŸŒ

    BalasHapus
  17. Habit AURI biasanya medium sama long itu paketan kayak Hisar O dan Hisar U. Kemungkinan MSAM dan LSAM juga satu paket. Tapi agak gak konek sih kalo sama BUKnya ADRI takutnya malah duel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi ini buat AD? Kalau mau gabung Buk siapa tahu tidak sesulit itu. Korea Selatan dulu dapat ToT lumayan ekstensif dari Rusia tentang pertahanan udara.

      Hapus
    2. Katanya sih ini buat AU, AD udah fokus ngidam sama BUK. AU sih bakal kelihatan gado2nya ada Hisar, Nasams, terus ini, untungnya standar NATO semua jadi masih konek.

      Hapus
    3. Setelah lihat spesifikasinya, ini kayaknya buat jaga2 NASAMS kena embargo.๐Ÿ˜… Kalau lihat wilayah yg bisa sampai oleh rudal, dari terdekat ke paling jauh: Hisar-O - NASAMS/MSAM II - Hisar-U.

      Sacara logistik, di Jawa paling enak pakai NASAMS.

      M-SAM II setahuku bukan standar NATO. Paling kompatible dengan sistem AS, tetapi bukan standar NATO.

      Hapus
  18. NSM akan terus jadi bahan ledekan bersama maharajalele haha

    BalasHapus


  19. MERAD-LORAD kita donk๐Ÿš€
    ✅️NASAM
    ✅️ADS 400
    ✅️ASTER
    ✅️BUK, BUK KAAN A KHAN yaaaa haha!✌️๐Ÿš€๐Ÿคญ


    ✅️MSAM2 semakin hampiirrrr..eitt warganyet kl ada yg FANASSSS haha!๐Ÿ˜ค๐Ÿ”ฅ๐ŸŒ
    kahsian negri๐ŸŽฐkasino genting, katanya ringgit berjaye
    masa gak punyak MERAD, SHORAD pun SEWAAAAA haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
  20. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
    1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
    1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
    2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
    2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
    2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
    2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
    2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
    2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
    2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
    2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
    2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
    2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
    2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
    2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
    2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
    2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
    2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
    2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
    2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
    2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
    2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
    2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
    2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
    2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
    2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
    2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
    2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
    2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.


    BalasHapus
  21. Gowing Frigat kelas 2 eh Korvet haha!๐Ÿคฅ๐Ÿคช๐ŸŒ
    ❌️VL MICA Prenk hanya LOI..2X
    ❌️NSM GAGAL haha!๐Ÿคฃ๐Ÿคฅ๐ŸŒ

    last last kapal OMFONG, paling LeMaH sekawasan haha!๐Ÿ˜†๐ŸŒ๐Ÿค“

    BalasHapus
  22. VLS MICA = NSM BANNED
    MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
    INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
    --------------------------------
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    --------------------------------
    KAPAL FREGAT
    ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
    (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
    (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    --------------------------------
    KSOT
    12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
    --------------------------------
    Kapal Korvet
    Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
    Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
    Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
    --------------------------------
    Kapal Cepat Rudal (KCR)
    Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
    KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
    KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
    Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
    --------------------------------
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
    ==================================
    ==================================
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    --------------------------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    --------------------------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    --------------------------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    --------------------------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ❎VLS MICA = LOI
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  23. JANUARI – JUNI 2026
    -
    KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
    -
    KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
    Welcome to in force .......
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    Kedatangan Alutsista Utama
    Beberapa alutsista yang telah tiba atau dijadwalkan tiba di Indonesia pada periode ini meliputi:
    -
    Jet Tempur Dassault Rafale: Gelombang pertama sebanyak tiga unit pesawat Rafale B (tandem) telah tiba di Indonesia pada Januari 2026. Ketiga pesawat ini (nomor registrasi T-0301, T-0302, T-0303) kini ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
    -
    Pesawat Angkut Airbus A400M: Unit kedua dari pesawat angkut berat strategis ini dijadwalkan tiba pada Maret 2026.
    -
    Rudal Balistik Khan (ITBM-600): Pengiriman tahap kedua rudal taktis asal Turki ini direncanakan dilakukan pada awal 2026.
    -
    Kapal Patroli KRI Prabu Siliwangi-321: Dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal tahun 2026 untuk memperkuat jajaran kapal perang TNI AL.
    -----------------------------------
    Penandatanganan Kontrak Baru
    Pemerintah Indonesia juga aktif menyepakati kontrak baru pada kuartal pertama tahun ini:
    -
    Kontrak Kerja Sama Strategis dengan Barzan Holdings (Qatar): Pada Januari 2026, Kemhan RI menandatangani kontrak senilai $2,2 miliar (sekitar Rp34 triliun) untuk pengadaan sistem pertahanan udara, darat, dan solusi digital maritim.
    -
    113 Kontrak Kolektif TNI AL: Pada 27 Januari 2026, TNI AL menandatangani secara serentak 113 kontrak pengadaan barang dan jasa TA 2026 yang mencakup alutsista, pembangunan pangkalan, serta litbang.
    -
    Pesawat Pilatus PC-24: Pada April 2026, Indonesia menyepakati pembelian 12 unit jet Pilatus PC-24 dari Swiss untuk mendukung mobilitas TNI.
    -
    Sistem Pertahanan Udara Ceko: Pada 9 April 2026, dilaporkan adanya kesepakatan pengadaan sistem pertahanan udara senilai $2,5 miliar dengan perusahaan Republik Ceko, Excalibur International.
    -----------------------------------
    Status Kontrak Lainnya
    Jet Tempur KAAN (Turki): Kontrak untuk 48 unit jet tempur stealth generasi kelima ini tetap berjalan dengan pengujian lanjutan prototipe yang dijadwalkan pada 2026.
    -
    Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Proses negosiasi dengan Italia masih berlangsung, dengan target kedatangan sebelum Oktober 2026.
    ============================
    ============================
    Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
    Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
    Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
    Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).
    -
    ๐Ÿ˜KAYA MRCA FREGAT = MISKIN LCA KORVET NO TORPEDO MISSILE BANNED๐Ÿ˜

    BalasHapus
  24. Ya ampun baru LOI sudah mau NGEMIS HUTANG LENDER.......
    si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi guya.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. JANUARI – JUNI 2026
      -
      KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
      -
      KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      Kedatangan Alutsista Utama
      Beberapa alutsista yang telah tiba atau dijadwalkan tiba di Indonesia pada periode ini meliputi:
      -
      Jet Tempur Dassault Rafale: Gelombang pertama sebanyak tiga unit pesawat Rafale B (tandem) telah tiba di Indonesia pada Januari 2026. Ketiga pesawat ini (nomor registrasi T-0301, T-0302, T-0303) kini ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
      -
      Pesawat Angkut Airbus A400M: Unit kedua dari pesawat angkut berat strategis ini dijadwalkan tiba pada Maret 2026.
      -
      Rudal Balistik Khan (ITBM-600): Pengiriman tahap kedua rudal taktis asal Turki ini direncanakan dilakukan pada awal 2026.
      -
      Kapal Patroli KRI Prabu Siliwangi-321: Dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal tahun 2026 untuk memperkuat jajaran kapal perang TNI AL.
      -----------------------------------
      Penandatanganan Kontrak Baru
      Pemerintah Indonesia juga aktif menyepakati kontrak baru pada kuartal pertama tahun ini:
      -
      Kontrak Kerja Sama Strategis dengan Barzan Holdings (Qatar): Pada Januari 2026, Kemhan RI menandatangani kontrak senilai $2,2 miliar (sekitar Rp34 triliun) untuk pengadaan sistem pertahanan udara, darat, dan solusi digital maritim.
      -
      113 Kontrak Kolektif TNI AL: Pada 27 Januari 2026, TNI AL menandatangani secara serentak 113 kontrak pengadaan barang dan jasa TA 2026 yang mencakup alutsista, pembangunan pangkalan, serta litbang.
      -
      Pesawat Pilatus PC-24: Pada April 2026, Indonesia menyepakati pembelian 12 unit jet Pilatus PC-24 dari Swiss untuk mendukung mobilitas TNI.
      -
      Sistem Pertahanan Udara Ceko: Pada 9 April 2026, dilaporkan adanya kesepakatan pengadaan sistem pertahanan udara senilai $2,5 miliar dengan perusahaan Republik Ceko, Excalibur International.
      -----------------------------------
      Status Kontrak Lainnya
      Jet Tempur KAAN (Turki): Kontrak untuk 48 unit jet tempur stealth generasi kelima ini tetap berjalan dengan pengujian lanjutan prototipe yang dijadwalkan pada 2026.
      -
      Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Proses negosiasi dengan Italia masih berlangsung, dengan target kedatangan sebelum Oktober 2026.
      ============================
      ============================
      Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
      Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
      Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
      Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).
      -
      ๐Ÿ˜KAYA MRCA FREGAT = MISKIN LCA KORVET NO TORPEDO MISSILE BANNED๐Ÿ˜

      Hapus
    2. JANUARI – JUNI 2026
      -
      KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
      -
      KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      Dassault Rafale (42 unit)
      Status: Kontrak Efektif
      Estimasi Nilai: US$ 8,1 Miliar (± Rp128 Triliun)
      Keterangan: Kontrak untuk total 42 unit, dengan 3 unit pertama (tipe Rafale B) telah tiba pada Januari 2026.
      -
      Jet KAAN (48 unit)
      Status: Kontrak Pembelian
      Estimasi Nilai: US$ 10,0 Miliar (± Rp164 Triliun)
      -
      Sistem Pertahanan Ceko
      Status: Kontrak Baru
      Estimasi Nilai: US$ 2,5 Miliar (± Rp39,6 Triliun)
      -
      Barzan Holdings (Qatar)
      Status: Kontrak Baru
      Estimasi Nilai: US$ 2,2 Miliar (± Rp34,9 Triliun)
      -
      Airbus A400M (2 unit)
      Status: Kontrak Berjalan
      Estimasi Nilai: US$ 450 - 500 Juta (± Rp7 - 8 Triliun)
      -
      Pilatus PC-24 (12 unit)
      Status: Kontrak Baru
      Estimasi Nilai: US$ 134 - 156 Juta (± Rp2,1 - 2,4 Triliun)
      ============================
      ============================
      Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
      Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
      Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
      Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).
      -
      ๐Ÿ˜KAYA MRCA FREGAT = MISKIN LCA KORVET NO TORPEDO MISSILE BANNED๐Ÿ˜

      Hapus
    3. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    4. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, Malaydesh tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
    5. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
  25. baru LOI sudah siap NGEMIS HUTANG....parah si KASTA PENGUTANG..........KAH...KAH...KAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. JANUARI – JUNI 2026
      -
      KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
      -
      KAYA HEAVY FREGAT = MISKIN KORVET : LMS NO SONAR NO TORPEDO - LCS BLOKIR NSM
      Welcome to in force .......
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      Kedatangan Alutsista Utama
      Beberapa alutsista yang telah tiba atau dijadwalkan tiba di Indonesia pada periode ini meliputi:
      -
      Jet Tempur Dassault Rafale: Gelombang pertama sebanyak tiga unit pesawat Rafale B (tandem) telah tiba di Indonesia pada Januari 2026. Ketiga pesawat ini (nomor registrasi T-0301, T-0302, T-0303) kini ditempatkan di Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
      -
      Pesawat Angkut Airbus A400M: Unit kedua dari pesawat angkut berat strategis ini dijadwalkan tiba pada Maret 2026.
      -
      Rudal Balistik Khan (ITBM-600): Pengiriman tahap kedua rudal taktis asal Turki ini direncanakan dilakukan pada awal 2026.
      -
      Kapal Patroli KRI Prabu Siliwangi-321: Dijadwalkan tiba di Tanah Air pada awal tahun 2026 untuk memperkuat jajaran kapal perang TNI AL.
      -----------------------------------
      Penandatanganan Kontrak Baru
      Pemerintah Indonesia juga aktif menyepakati kontrak baru pada kuartal pertama tahun ini:
      -
      Kontrak Kerja Sama Strategis dengan Barzan Holdings (Qatar): Pada Januari 2026, Kemhan RI menandatangani kontrak senilai $2,2 miliar (sekitar Rp34 triliun) untuk pengadaan sistem pertahanan udara, darat, dan solusi digital maritim.
      -
      113 Kontrak Kolektif TNI AL: Pada 27 Januari 2026, TNI AL menandatangani secara serentak 113 kontrak pengadaan barang dan jasa TA 2026 yang mencakup alutsista, pembangunan pangkalan, serta litbang.
      -
      Pesawat Pilatus PC-24: Pada April 2026, Indonesia menyepakati pembelian 12 unit jet Pilatus PC-24 dari Swiss untuk mendukung mobilitas TNI.
      -
      Sistem Pertahanan Udara Ceko: Pada 9 April 2026, dilaporkan adanya kesepakatan pengadaan sistem pertahanan udara senilai $2,5 miliar dengan perusahaan Republik Ceko, Excalibur International.
      -----------------------------------
      Status Kontrak Lainnya
      Jet Tempur KAAN (Turki): Kontrak untuk 48 unit jet tempur stealth generasi kelima ini tetap berjalan dengan pengujian lanjutan prototipe yang dijadwalkan pada 2026.
      -
      Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Proses negosiasi dengan Italia masih berlangsung, dengan target kedatangan sebelum Oktober 2026.
      ============================
      ============================
      Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
      Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
      Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
      Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).
      -
      ๐Ÿ˜KAYA MRCA FREGAT = MISKIN LCA KORVET NO TORPEDO MISSILE BANNED๐Ÿ˜

      Hapus
    2. 1 RAFALE = 4 FA50Murah
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Prancis): ~USD 100-120 Juta (unit saja). Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      1 APACHE = 3 MD530G
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      MD530G (AS/Malaydesh): ~USD 12-15 Juta. Helikopter intai training, kecil dan lincah, fokus pada kecepatan dan misi kontra-insurgensi.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    3. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpรจne, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.

      Hapus
    4. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK ๐ŸฆงGORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    5. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
      Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
      Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
      Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
      Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
      -
      Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
      Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
      Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
      Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
      -
      Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
      Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
      Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
      Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.

      Hapus
    6. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ---------------------------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.

      Hapus
  26. Malaydesh tak sanggup beli aset baharu, kerajaan bangkrap

    BalasHapus
  27. NSM ditolak , malaydesh tak dianggap penting

    BalasHapus
  28. Lebih banyak malaydesh LOI , dan semua prank

    BalasHapus
  29. eitttt NSM KENSEL pagi2 kaget yaaa
    MSAM2 segra jd milik kami haha!๐Ÿค—๐Ÿ’ฐ๐Ÿ˜

    BalasHapus
  30. VLS MICA = NSM BANNED
    MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
    INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
    --------------------------------
    KAPAL FREGAT
    ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
    (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
    (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
    --------------------------------
    KSOT
    12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
    --------------------------------
    Kapal Korvet
    Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
    Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
    Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
    --------------------------------
    Kapal Cepat Rudal (KCR)
    Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
    KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
    KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
    Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
    --------------------------------
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
    --------------------------------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ==================================
    ==================================
    MISKIN …..
    48 SAM
    Malaydesh teken pembelian 48 unit rudal K-SAAM (Korean Surface to Air Anti Missile System) 'Haegung' senilai US$ 94.8 million atau RM374.67 yang mempunyai jarak jangkau 20 km untuk kapal LMS Batch 2
    --------------------------------
    24 ATMACA
    Malaydesh teken pembelian 24 unit rudal Atmaca anti-ship missile senilai Euros 79.5 million atau RM369.2 million dengan jangkauan 250 km untuk kapal LMS Batch 2
    --------------------------------
    LOI 29 MICA
    Malaydesh teken LOI (Letter of Intent) untuk pengadaan 29 rudal VL MICA vertical launch anti-air missile berjangkauan 20 km diperkirakan senilai RM 504.5 million untuk kapal LCS kelas Maharaja Lela
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  31. Ya ampun baru LOI sudah mau NGEMIS HUTANG LENDER.......
    si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi guya.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpรจne, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      -----------------------------------
      Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
      Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
      Malaydesh (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
      Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
      -
      Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
      Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
      Malaydesh (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
      -
      Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
      Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
      Malaydesh (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
      Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
      Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
      Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malaydesh melalui modernisasi aktif.
      Peringkat 7: Malaydesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
      -
      Krisis Administrasi & Degradasi Aset
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
      -
      Reputasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.

      Hapus
    3. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ----------------------------------
      Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
      Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. Malaydesh resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
      -
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
      -
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      Malaydesh terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Global
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 (pembekuan pengadaan) guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA mempersempit ruang gerak fiskal negara.
      Reputasi Regional: Kekalahan WO 0-3 (sanksi AFC/CAS) dan kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 mencerminkan keruntuhan sistemik di level administrasi nasional.
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).

      Hapus
    4. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      ๐Ÿ“‰ Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
      Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
      Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
      Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
      Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
      Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
      ๐Ÿ“Š Implikasi Defisit Berterusan
      Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
      Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
      Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.

      Hapus
  32. Hati hati Korea bila berurusan dengan negara 1 tu...si MISKIN tu siap mau NGUTANG lagi tu...HUTANG KFX saja NUNGGAK malah ketahuan MENCURI lagi.... HAHHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. VLS MICA = NSM BANNED
      MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
      INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
      --------------------------------
      KAPAL FREGAT
      ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
      (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
      (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
      (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
      --------------------------------
      KSOT
      12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
      --------------------------------
      Kapal Korvet
      Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
      Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
      Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
      --------------------------------
      Kapal Cepat Rudal (KCR)
      Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
      KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
      KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
      Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
      --------------------------------
      ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
      --------------------------------
      CONTRACT 45 ATMACA
      This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
      ==================================
      ==================================
      MISKIN …..
      48 SAM
      Malaydesh teken pembelian 48 unit rudal K-SAAM (Korean Surface to Air Anti Missile System) 'Haegung' senilai US$ 94.8 million atau RM374.67 yang mempunyai jarak jangkau 20 km untuk kapal LMS Batch 2
      --------------------------------
      24 ATMACA
      Malaydesh teken pembelian 24 unit rudal Atmaca anti-ship missile senilai Euros 79.5 million atau RM369.2 million dengan jangkauan 250 km untuk kapal LMS Batch 2
      --------------------------------
      LOI 29 MICA
      Malaydesh teken LOI (Letter of Intent) untuk pengadaan 29 rudal VL MICA vertical launch anti-air missile berjangkauan 20 km diperkirakan senilai RM 504.5 million untuk kapal LCS kelas Maharaja Lela
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ----------------------------------
      Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      Malaydesh (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      Malaydesh (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      Malaydesh (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      -
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      Malaydesh: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      Malaydesh: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
      -
      Dampak Administrasi & Diplomasi
      Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara Malaydesh mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.

      Hapus
    3. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malaydesh setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.
      -
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat Malaydesh rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      Malaydesh: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    4. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      ๐Ÿ“Œ 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      ๐Ÿ“Œ 2. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      ๐Ÿ“Š Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

      Hapus

  33. Keadaan INDIANESIA sekarang... Makin kesian... ๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ



    3 Alarm RI Menyala: IHSG Ambruk, Rupiah Jatuh, Yield Utang Melonjak

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260608153055-128-741103/3-alarm-ri-menyala-ihsg-ambruk-rupiah-jatuh-yield-utang-melonjak

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      1 RAFALE = 4 FA50Murah
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Prancis): ~USD 100-120 Juta (unit saja). Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 APACHE = 3 MD530G
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      MD530G (AS/Malaydesh): ~USD 12-15 Juta. Helikopter intai training, kecil dan lincah, fokus pada kecepatan dan misi kontra-insurgensi.
      --------------------------------------------------
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpรจne, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS)


      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malaydesh setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -
      Krisis Administrasi & Reputasi
      Sanksi Internasional: Tekanan ekonomi dari AS melalui ancaman tarif Section 301 dan sanksi IEEPA yang menghantam sektor manufaktur.
      Kegagalan Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal, mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik yang meluas ke bidang non-militer.
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang "etnis malas/miskin" dan fokus Anwar Ibrahim pada korupsi proyek mencerminkan hilangnya kepercayaan pada tata kelola negara.

      Hapus
    3. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, Scorpรจne, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: Malaydesh (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      Malaydesh (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      Malaydesh — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan Malaydesh (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.
      -
      Jebakan Utang & Krisis Fiskal Malaydesh
      Penyebab utama stagnasi pertahanan adalah beban finansial yang ekstrem:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Inklusi liabilitas 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang).
      Rasio Utang: 70,4% dari PDB (Melewati limit 65%).
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Mengukuhkan diri sebagai Raksasa Ekonomi (Top 6 PPP Dunia) dan kekuatan militer elit global.
      Malaydesh: Mengalami Demiliterisasi De Facto dan penurunan kelas akibat krisis utang sistemik, korupsi, dan kegagalan kontrak berulang.

      Hapus
    4. KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN =
      PEMALAS (MAHATHIR MOHAMAD)
      MISKIN (ANWAR IBRAHIM)
      MALAYDESH EKSODUS 97,000 ORANG
      -
      FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
      TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
      Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
      -
      PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
      Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
      --------------------------------
      1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      --------------------------------
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      --------------------------------
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura

      Hapus
  34. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
    2. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
    3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
    4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
    5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
    6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
    7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
    8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
    9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
    10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
    11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
    2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
    4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
    5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
    6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
    7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
    8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
    9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
    10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
    11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
    ---------------------------------
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE NO TORPEDO NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
    -------------
    KEDAH = FFBNW NO MISSILE SINCE 2025=2009 : 17 YAERS GUNBOAT
    In June 2006, after a total of 18 months of delays, the Royal MALAYDESH Navy commissioned KD Kedah, followed by a second hull, KD Pahang in August of the same year, and a third hull, KD Perak on 12 November 2007. By July 2009, six vessels had been launched.
    -------------
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    Beliau berkata keputusan itu dipersetujui oleh Kabinet pada 22 Mac 2024 sebelum ia dilaksanakan.
    “Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam.

    BalasHapus
  35. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    --------------------------------
    PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
    --------
    PRANK INDIA-PRANK TEJAS
    MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
    --------
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    --------
    PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
    --------
    PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
    --------
    PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
    --------
    PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
    --------
    PRANK CHINA-PRANK KS-1A
    MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
    --------
    PRANK UN-PRANK IAG
    Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan
    --------
    SEWA VSHORAD SEWA TRUK
    The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
    SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
    SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
    SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
    Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
    SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.
    SEWA PESAWAT ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario.
    SEWA HELI Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
    SEWA HELI 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
    SEWA HELI = Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
    SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula

    BalasHapus
  36. Gilanya...... Rp18. 000....๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ



    Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/111286/di-luar-negeri-rupiah-sudah-di-atas-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
      2. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
      3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
      4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
      5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
      8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
      2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
      4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
      5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
      8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
      ---------------------------------
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE NO TORPEDO NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
      -------------
      KEDAH = FFBNW NO MISSILE SINCE 2025=2009 : 17 YAERS GUNBOAT
      In June 2006, after a total of 18 months of delays, the Royal MALAYDESH Navy commissioned KD Kedah, followed by a second hull, KD Pahang in August of the same year, and a third hull, KD Perak on 12 November 2007. By July 2009, six vessels had been launched.
      -------------
      THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
      THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
      THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
      Beliau berkata keputusan itu dipersetujui oleh Kabinet pada 22 Mac 2024 sebelum ia dilaksanakan.
      “Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam.

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam Scorpรจne, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: Malaydesh (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALAYDESH (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      Malaydesh – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).
      -
      Daftar Alutsista Indonesia "On Progress"
      Indonesia sedang membangun kekuatan pemukul masif:
      Udara: 42 Rafale, 48 KAAN (Turki), 48 KF-21 Boramae, 2 A400M, 22 Black Hawk.
      Laut: 2 Fregat Brawijaya, 2 Fregat Merah Putih, 2 Fregat Istif, 2 Kapal Selam Scorpรจne Evolved, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      Darat/Rudal: 3 Baterai Rudal KHAN, 3 Baterai Rudal Trisula, 12 Drone Anka, 60 Drone TB3.
      -
      Timeline "Prank" Pertahanan Malaydesh (2005–2026)
      Rentetan kegagalan kontrak dan wacana yang berakhir "Zonk":
      2014: Jet Rafale (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk/Batal).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak, unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim terhadap seluruh pengadaan militer akibat korupsi.
      -
      Analisa "Salam Kosong" SIPRI (2020–2025)
      Status pengadaan Malaydesh yang terjebak dalam retorika:
      2020–2021: Planned (Dijangka/Rencana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Amnesia belanja).

      Hapus
    3. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019) | CNA & The Star (2020) | The Edge Malaydesh (2021–2022) | MOF Portal & Bernama (2023–2024)
      ---------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
  37. ASAGIRI buat kita FREE๐Ÿฅณ
    Mana Tahan...warganyet kl, KEFANASAAN LAGIIII..haha!๐Ÿ”ฅ๐Ÿ˜ค๐ŸŒ

    Link RESMI MOD Nippon yakk..

    sementara negri๐ŸŽฐkasino semenanjung kuala lumpo tak dianggap Jepang Puteh, karna Ngutang kebanyakan tapi gak shopping haha!๐Ÿคฃ๐Ÿ˜ต‍๐Ÿ’ซ๐ŸŒ

    Taking into account these discussions, Minister Sjafrie expressed his intention to materialize defense equipment and technology cooperation, including the transfer of ✅️Asagiri-class destroyers and other equipment, and the two Ministers reached a consensus to start discussions within the working group, including those on education and training, maintenance and sustainment, and operational aspects
    https://www.mod.go.jp/en/article/2026/06/48494034a34136914ea4cf3d4aca2ef21e9a675e.html?fbclid=IwY2xjawSPskFleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA80MDk5NjI2MjMwODU2MDkAAR6TQ0pOa_Q64wGyeMorvbUip2PHQaZYsCokokA8EaWtWcex-vNuqbFOvXnXUA_aem_k6hEgC4vP2pzFSG33S9XEg

    BalasHapus
  38. Ya ampun baru LOI sudah mau NGEMIS HUTANG LENDER.......
    si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi guya.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      1 RAFALE = 4 FA50Murah
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Prancis): ~USD 100-120 Juta (unit saja). Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 APACHE = 3 MD530G
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      MD530G (AS/Malaydesh): ~USD 12-15 Juta. Helikopter intai training, kecil dan lincah, fokus pada kecepatan dan misi kontra-insurgensi.
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.


      Hapus
    2. KLAIM KELUAR ART =
      ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALAYDESH
      ---------------------------------
      MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER MALAYDESH HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    3. TUNDUK BRITISH
      JAGA BUCKINGHAM
      JAGA BUCKINGHAM
      JAGA BUCKINGHAM
      Tugasan untuk berkawal di istana berusia lebih 250 tahun itu digalas penuh rasa tanggungjawab oleh setiap anggota RAMD. MALAYDESH yang pernah dijajah British pada suatu masa dahulu diiktiraf kerana mempunyai barisan tentera yang berketrampilan,
      -
      TUNDUK BRITISH
      NGEMIS MERDEKA
      NGEMIS MERDEKA
      GIVEAWAY BY UK
      The effort for independence was spearheaded by Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, the first Prime Minister of MALAYDESH , who led a delegation of ministers and political leaders of Malaya in negotiations with the British in London for Merdeka
      -
      TUNDUK BRITISH
      NGEMIS BENDERA
      NGEMIS BENDERA
      BENDERA DISETUJUI UK
      The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950. On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    4. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      Malaydesh (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.


      Hapus
    5. TIAP TAHUN KATA KUNCI = AKAN NSM : NASIB SI MISKIN
      2022 2024 2025 2026 =
      BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
      BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
      BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
      ----------------------------------
      GEMPURWIRA4 Juni 2026 pukul 08.10
      Fuhhhhh.... 300KM Guys..... HOREYYYYYY.....๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ
      Pssstttt.... GORILLA OK ke tu... ? ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ
      Jarak tembak 300 km
      "Jadi kapal yang kita akan dapat Disember ini akan ada sistem peluru berpandu 'surface to surface'. Peluru yang mampu tembak jarak jauhnya 300 kilometer, itu yang kita nak," katanya
      ----------------------------------
      2022 2024 2025 2026 = BANNED NSM NORWEGIA
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      ----------------
      Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      ----------------
      Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      ----------------
      Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      ----------------
      Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      Berita Resmi: The Sun Malondesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
      ----------------
      MEI 2026 = NSM BANNED
      -
      • Euronews: Mengulas dinamika hukum internasional dan gugatan kompensasi finansial senilai €216 juta yang dilayangkan oleh pihak Kuala Lumpur melalui artikel Malondesh seeks €216m from Norwegian firm over scrapped missile deal.
      • USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      MALAYDESH = MEMINTA (NGEMIS) NSM
      USA = MEMPERTIMBANGKAN NSM
      NORWEGIA = BANNED NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
      --------------------------------
      MALONDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      ===============
      ===============
      INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️

      Hapus
  39. Gilanya...... Rp18. 000....๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ



    Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/111286/di-luar-negeri-rupiah-sudah-di-atas-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. VLS MICA = NSM BANNED
      MALAYDESH = AKAN LOI : LCS OMPONG
      INDONESIA = MARTADINATA CLASS DAN BUNG TOMO CLASS
      --------------------------------
      TNI AL =
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️EXO B3 = 250 KM
      ✅️ATMACA = 250 KM
      ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
      ✅️C802 = 180 KM
      ✅️C705 = 150 KM
      --------------------------------
      KAPAL FREGAT
      ( 70 x 4 Unit : 280) Kelas Balaputradewa 280 ammo = 64 sel VLS, 6 Torpedo
      (34 x 2 Unit : 68) Kelas Brawijaya 68 ammo = 16 sel VLS, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
      (26 x 2 Unit : 52) Kelas Martadinata 52 ammo = 12 VLS MICA, 6 Tabung Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh.
      (30 x 3 Unit : 90) Kelas Bung Tomo 90 ammo = 16 sel VLS MICA, 6 Torpedo dan 8 Rudal Jarak Jauh
      --------------------------------
      KSOT
      12 Torpedo x 30 Unit Batch 1 = 360 Topedo
      --------------------------------
      Kapal Korvet
      Kelas Diponegoro (SIGMA 9113): Memiliki peluncur rudal Mistral (Tetral) untuk udara dan 4 rudal Exocet MM40 Block 2/3 untuk permukaan.
      Kelas Bung Karno: KRI Bung Karno-369 disiapkan untuk dipasang rudal anti-kapal dan pertahanan udara.
      Kelas Fatahillah: KRI Fatahillah-361 dan KRI Malahayati-362 (sudah di-upgrade untuk membawa rudal Exocet).
      --------------------------------
      Kapal Cepat Rudal (KCR)
      Ini adalah kapal pemukul cepat yang fokus pada rudal anti-kapal:
      KCR 60m (Kelas Sampari): Seperti KRI Sampari, KRI Tombak, dan KRI Halasan (Rudal Exocet MM40 Block 3).
      KCR 40m (Kelas Clurit): Seperti KRI Clurit dan KRI Kujang (Rudal C-705).
      Kelas Klewang: KRI Golok-688 (Kapal siluman/stealth) yang dipersenjatai rudal anti-kapal.
      --------------------------------
      ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions.
      ==================================
      ==================================
      2022 2024 2025 2026 = BANNED NORWEGIA
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      --------------------------------
      Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      --------------------------------
      Tahun 2024
      Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      --------------------------------
      Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      --------------------------------
      TLDM =
      ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
      ❎NSM : 185 KM GHOIB
      ❎VLS MICA = LOI
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara Malaydesh terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Malaydesh (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      Malaydesh (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, Malaydesh berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", Malaydesh KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
    3. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    4. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
  40. FAKTANYA NSM seblah ituw Ngutang haha!๐Ÿ˜„✌️๐ŸŒ
    buktinya dari 2018 belum LuNaS haha!๐Ÿ˜๐Ÿ˜‰๐ŸŒ
    bayar berperingkat=nyicil=NGUTANG

    8 taon tak bayar, pantas NORWAY ST⛔️P MISSILES=NSM haha!๐Ÿ˜ต‍๐Ÿ’ซ๐Ÿคฅ๐ŸŒ

    BalasHapus
  41. Malaydesh langsung panik..
    HAHAHAHAHHA...

    NASSAMS, Hisar, Buk M2k dan sekarang MSAM-II...orang kaya rileks lon

    Silahkan Malaydesh KESURUPAN

    ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜›๐Ÿคช

    BalasHapus
    Balasan
    1. gimana gak PANIK๐Ÿ”ฅKOYAK..om pedang

      NSM BATAL, MALYUNYA 7 turunan di Rendahkan Norwegia haha!๐Ÿ‘Œ๐Ÿคฅ๐Ÿคฃ
      blokir hasil pesanan amrik, gegara mao kensel ART haha!๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Hapus
  42. warganyet negri๐ŸŽฐkasino semenanjung kuala lumpo jangan Salahkan Viking Norwegia⛔️
    masa 8 tahun NGUTANG, PARAAHHHH haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐ŸŒ
    Wajar kena BLOKIR๐Ÿ”ฅ

    BalasHapus
  43. serius tanya mau bayar HUTANG bagaimana ni guys..... HAHAHAHAHA



    Cadangan Devisa Susut Rp21 Triliun, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.200

    https://www.waspada.id/berita/cadangan-devisa-susut-rp21-triliun-rupiah-nyaris-tembus-rp18-200

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      --------
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      --------
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      --------
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      --------
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      --------
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      --------
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan
      --------
      SEWA VSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.
      SEWA PESAWAT ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario.
      SEWA HELI Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      SEWA HELI 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      SEWA HELI = Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula

      Hapus
    2. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      1. Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      o Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      o Dampak Riil:
       Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
       Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
       Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      2. Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
       Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
       Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      3. Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      o Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      o Dampak Riil:
       Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
       Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.

      Hapus
    3. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      4. Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      o Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      o Dampak Riil:
       Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
       Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
       Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      5. Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      o Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      o Dampak Riil:
       Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
       Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      6. Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      o Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      o Dampak Riil:
       Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
       Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

      Hapus
    4. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      4. Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      o Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      o Dampak Riil:
       Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
       Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
       Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      5. Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
       Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
       Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      6. Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      o Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      o Dampak Riil:
       Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
       Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.
      7. Kebijakan Moneter yang Terhambat:
      o Penjelasan: Bank sentral harus mempertimbangkan tingkat utang rumah tangga saat merumuskan kebijakan moneter (terutama suku bunga).
      o Dampak Riil:
       Dilema Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, ini akan meningkatkan beban cicilan utang rumah tangga, berisiko memicu gagal bayar massal dan memperlambat ekonomi. Ini menempatkan bank sentral dalam dilema.
       Efektivitas Kebijakan Berkurang: Kebijakan moneter mungkin menjadi kurang efektif karena adanya tingkat utang yang tinggi.

      Hapus
    5. 2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
      --------------------------------
      Pakistan (JF-17): Ketertarikan pembelian jet tempur JF-17 belum mencapai kesepakatan final.
      -
      India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk menggantikan jet MiG-29 dengan Tejas gagal terwujud.
      -
      Turki (Yavuz): Pembatalan atau peninjauan ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm dari MKE.
      -
      Prancis (Nexter): Komitmen awal (LoI) tahun 2016 untuk 20 unit artileri beserta kendaraan pendukung tidak terealisasi.
      -
      Indonesia (PT PAL): Rencana penandatanganan kontrak kapal MRSS untuk Angkatan Laut Malaydesh batal terlaksana.
      -
      Prancis (Dassault): Negosiasi eksklusif untuk pembelian 18 jet tempur Rafale senilai USD 2 miliar berujung gagal.
      -
      Slovakia (KDS): Rencana kesepakatan untuk pasokan sistem artileri EVA 155mm tidak selesai.
      -
      Cina (KS-1A): Rencana pembelian rudal jarak menengah KS-1A berpola transfer teknologi yang gagal diwujudkan.
      -
      PBB (IAG): Sanksi penahanan ganti rugi dari PBB karena 9 kendaraan IAG Guardian yang dikirim tidak memenuhi syarat operasional.


      Hapus
    6. 2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
      --------------------------------
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

      Hapus
  44. FAKTANYA NSM seblah ituw Ngutang haha!๐Ÿ˜„✌️๐ŸŒ
    buktinya dari 2018 belum LuNaS haha!๐Ÿ˜๐Ÿ˜‰๐ŸŒ
    bayar berperingkat=nyicil=NGUTANG

    8 taon tak bayar, pantas NORWAY ST⛔️P MISSILES=NSM haha!๐Ÿ˜ต‍๐Ÿ’ซ๐Ÿคฅ๐ŸŒ

    BalasHapus
  45. Gilanya...... Rp18. 200...panik...panik...panik.๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ



    Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/111286/di-luar-negeri-rupiah-sudah-di-atas-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      --------
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      --------
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      --------
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      --------
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      --------
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      --------
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan
      --------
      SEWA VSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.
      SEWA PESAWAT ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario.
      SEWA HELI Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      SEWA HELI 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      SEWA HELI = Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula

      Hapus
    2. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
      -
      Rudal Yakhont : 300 KM
      Brahmos : 290 KM
      Yj12E/CM302 : 290 KM
      ITBM Khan : 280 KM
      Kh 35 UE terbaru : 260 KM
      Atmaca : 250 KM
      Exocet blok 3c : 250 KM
      Harpoon 2 ER : 248 KM
      Exocet B3 : 200 KM
      ======================
      ======================
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
      "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
      -
      Rudal Yakhont : 300 KM
      Brahmos : 290 KM
      Yj12E/CM302 : 290 KM
      ITBM Khan : 280 KM
      Kh 35 UE terbaru : 260 KM
      Atmaca : 250 KM
      Exocet blok 3c : 250 KM
      Harpoon 2 ER : 248 KM
      Exocet B3 : 200 KM
      ======================
      ======================
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
      "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      ----------------------------------
      2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway

      Hapus
    4. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
      -
      RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
      -
      KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
      M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      ===================
      ===================
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      -----------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
    5. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      Malondesh (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      Malondesh (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      Malondesh (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      -
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      Malondesh: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      Malondesh: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
      -
      Dampak Administrasi & Diplomasi
      Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara Malondesh mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.

      Hapus
  46. Mau bayar HUTANG bagaimana guys....??? HAHAHAHA



    3 Alarm RI Menyala: IHSG Ambruk, Rupiah Jatuh, Yield Utang Melonjak

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260608153055-128-741103/3-alarm-ri-menyala-ihsg-ambruk-rupiah-jatuh-yield-utang-melonjak

    BalasHapus
    Balasan
    1. WELCOME 24 J10CE - PL15E
      WELCOME 24 J10CE - PL15E
      WELCOME 24 J10CE - PL15E
      ISLAMABAD: Indonesia dilaporkan sedang bersiap untuk secara signifikan memperluas rencana akuisisi jet tempur J-10CE buatan China, dengan laporan baru yang menunjukkan bahwa Jakarta bermaksud untuk meningkatkan pesanan dari 12 menjadi 24 jet sekaligus membeli paket rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15E.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/indonesia-dilaporkan-mencapai.html#comment-form
      ----------------------------------
      MEDIA MALAYDESH :
      WELCOME 24 J10CE - PL15E
      WELCOME 24 J10CE - PL15E
      WELCOME 24 J10CE - PL15E
      -
      (DEFENCE SECURITY ASIA) — Indonesia dilaporkan telah memutuskan untuk menggandakan perolehan pesawat pejuang pelbagai peranan J-10CE buatan China daripada 12 kepada 24 buah pesawat, sekali gus mempercepat perubahan besar terhadap keseimbangan kuasa udara di Asia Tenggara ketika Jakarta mula mengurangkan pergantungan tradisional terhadap pembekal Barat.
      Pendedahan pada 1 Jun oleh wartawan penerbangan dan pertahanan terkenal Alan Warnes segera meningkatkan perhatian serantau kerana laporan mengenai penyertaan peluru berpandu jarak jauh PL-15E mewujudkan dimensi baharu pertempuran udara jarak jauh dalam salah satu rantau paling strategik di dunia.
      https://defencesecurityasia.com/indonesia-j10ce-pl15e-china-kuasa-udara-asia-tenggara/
      ====================
      ====================
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malondesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malondesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malondesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALONDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malondesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malondesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malondesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malondesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malondesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malondesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malondesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.

      Hapus
    2. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malondesh setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.
      -
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat Malondesh rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      Malondesh: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    3. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      tatus Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malondesh setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -
      Krisis Administrasi & Reputasi
      Sanksi Internasional: Tekanan ekonomi dari AS melalui ancaman tarif Section 301 dan sanksi IEEPA yang menghantam sektor manufaktur.
      Kegagalan Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal, mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik yang meluas ke bidang non-militer.
      Kritik Internal: Pernyataan Mahathir Mohamad tentang "etnis malas/miskin" dan fokus Anwar Ibrahim pada korupsi proyek mencerminkan hilangnya kepercayaan pada tata kelola negara.

      Hapus
    4. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
      -
      RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
      -
      KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
      M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      ===================
      ===================
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Rasio Utang terhadap GDP Malondesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
      2. Malondesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
      3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
      4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
      5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
      8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
      2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
      4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
      5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
      8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€

      Hapus
    5. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
      -
      RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
      -
      KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
      M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      ===================
      ===================
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      ----------------------------------
      Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
      -
      India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
      -
      Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
      -
      Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
      -
      Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
      -
      Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
      -
      Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
      -
      China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
      -
      PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  47. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
    2. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
    3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
    4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
    5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
    6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
    7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
    8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
    9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
    10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
    11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
    2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
    4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
    5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
    6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
    7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
    8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
    9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
    10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
    11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
    ---------------------------------
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    GORILA MALAYDESH = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE NO TORPEDO NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
    -------------
    KEDAH = FFBNW NO MISSILE SINCE 2025=2009 : 17 YAERS GUNBOAT
    In June 2006, after a total of 18 months of delays, the Royal MALAYDESH Navy commissioned KD Kedah, followed by a second hull, KD Pahang in August of the same year, and a third hull, KD Perak on 12 November 2007. By July 2009, six vessels had been launched.
    -------------
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    THHE OPV 2 DAN OPV 3 = FFBNW TAMAT
    Beliau berkata keputusan itu dipersetujui oleh Kabinet pada 22 Mac 2024 sebelum ia dilaksanakan.
    “Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam.

    BalasHapus
  48. Mau bayar HUTANG bagaimana guys....??? HAHAHAHA



    3 Alarm RI Menyala: IHSG Ambruk, Rupiah Jatuh, Yield Utang Melonjak

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260608153055-128-741103/3-alarm-ri-menyala-ihsg-ambruk-rupiah-jatuh-yield-utang-melonjak

    BalasHapus
  49. Indonesia terus shoping barang mahal. Warganyet cari yg murahan aja. Duitnya utk beli pakan ternak, makanin beruk2

    BalasHapus
  50. katanya ringgit berjayeee...
    Tau usah banyak omong, jurus jimat kos langsung bereaksi haha!๐Ÿ˜‚๐Ÿคฅ๐Ÿ˜ญ
    ❌️BLEKHOK HELI KENSEL
    ❌️HORNET KUWAIT KENSEL
    ❌️VL MICA LOI ONLI
    ❌️BAJET MINDEF DI POTONG

    last last NSM BATAL๐Ÿ”ฅ hahah!๐Ÿ˜ค๐Ÿคฅ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  51. Baru LOI...INDIANESIA sudah bincang NGUTANG LENDER....HAHAHAHHAHA

    Parah........... NGUTANG saja tahunya.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. BERUK KELAPARAN BERAS .....
      SEBAR HOAX = KUNJUNGAN DITOLAK
      -
      FAKTA .....
      Istana Kepresidenan menegaskan rumor Presiden Prabowo membatalkan kunjungan ke Italia, Austria, dan Hungaria adalah hoaks.
      • Tidak ada agenda: Istana menegaskan kunjungan ke ketiga negara tersebut memang tidak pernah dijadwalkan.
      • Hanya ke Prancis: Agenda diplomasi luar negeri resmi yang diumumkan Menlu Sugiono hanya tertuju ke Prancis.
      • Klarifikasi sumber: Isu rencana lawatan berasal dari rilis internal partai, bukan agenda resmi Istana.
      -
      • Tempo.co: Memuat klarifikasi Bakom RI terkait pembatalan ke negara Eropa lain dan merangkum kesepakatan komersial miliaran dolar AS.
      -
      • CNN Indonesia: Menyiarkan bantahan resmi Istana terkait isu ke Italia dan menyoroti tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden.
      -
      • Kompas TV: Menayangkan konferensi pers Bakom RI terkait isu destinasi Eropa dan memaparkan empat poin kesepakatan baru hasil kunjungan.
      -
      • Detikcom: Merilis video penjelasan bahwa agenda di luar Prancis hanya dinamika perjalanan dan bukan kunjungan resmi.
      ------------------
      FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERBEDAAN
      INDONESIA VS MALAYDESH
      -
      • Status Konstitusi: Presiden RI merupakan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan (State Visit), sedangkan PM Malaydesh hanya Kepala Pemerintahan (Official/Working Visit).
      • Ukuran Pasar: Indonesia memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara, memberikan daya tawar investasi ekonomi jauh lebih masif bagi China dan AS.
      • Kekuatan Militer: Status Indonesia sebagai kekuatan militer utama ASEAN membuat AS, Rusia, dan Timur Tengah memberikan karpet merah lebih tinggi.
      • Retorika Politik: Gaya diplomasi Prabowo cenderung pragmatis penengah, sedangkan Anwar Ibrahim sangat vokal mengkritik Barat terkait isu Palestina.
      ---------------------------------
      KARAKTERISTIK SAMBUTAN DI TIAP WILAYAH
      • Prancis: Prabowo mendapat upacara militer penuh karena kontrak alutsista Rafale; Anwar mendapat protokol level rendah.
      • China: Prabowo disambut Xi Jinping dengan komitmen investasi raksasa; Anwar lebih banyak menghadiri forum ekonomi multilateral.
      • Rusia: Prabowo dijamu hangat di Kremlin sebagai mitra strategis; Anwar diterima baik di sela-sela forum dalam misi masuk BRICS.
      • Amerika Serikat: Prabowo diterima resmi di Gedung Putih untuk stabilitas kawasan; Anwar dibatasi protokol formal akibat kritik kerasnya pada AS.
      • Timur Tengah: Prabowo dihormati karena memimpin negara Muslim terbesar dunia; Anwar diapresiasi tinggi secara ideologis dan solidaritas Islam.
      ---------------------------------
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : Malondesh hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      ------------------
      1. Anwar Ibrahim (PM ke-10)Negara Menolak: Jepang (Bandara Narita, Tokyo) pada Januari 2014.
      Alasan: Riwayat vonis penjara kasus korupsi dan sodomi tahun 1999.
      -
      2. Najib Razak (PM ke-6)Negara Menolak: Malaydesh (Negara Sendiri) pada Mei 2018.
      Alasan: Dicekal imigrasi saat hendak terbang ke Jakarta, Indonesia.
      ------------------
      BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
      BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
      BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
      -
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      -
      DITOLAK/DIBLOKIR = UEA CHINA ARAB JEPANG NORWEGIA USA BRICS G20

      Hapus
  52. Ya ampun baru LOI sudah mau NGEMIS HUTANG LENDER.......
    si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi guya.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
      20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
      --
      2023 PRANK MKE : The Malaydesh n Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --
      2022 PRANK KDS : Malaydesh is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm self-propelled howitzers for the Malaydesh n Army.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      Malaydesh (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
      -
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat Malaydesh sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).

      Hapus
  53. Ya ampun baru LOI sudah mau NGEMIS HUTANG LENDER.......
    si MISKIN siap siap mau NGEMIS HUTANG lagi guya.... baca Guys... ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
  54. warganyet negri๐ŸŽฐkasino semenanjung kuala lumpo jangan Salahkan Viking Norwegia⛔️
    masa 8 tahun NGUTANG, PARAAHHHH haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐ŸŒ
    Wajar kena BLOKIR๐Ÿ”ฅ

    BalasHapus
  55. SALAM SAMURAI BONDS
    SALAM SAMURAI BONDS
    The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029 were successfully priced at a full cost of 0.63% per annum. The Finance Ministry said on Friday this marks the government’s return to the Japanese yen bond market after a 30-year absence. This will be the largest Japan Bank for International Cooperation (JBIC) guaranteed sovereign bond issuance in the market.
    ---------------
    SALAM PANDA BONDS
    SALAM PANDA BONDS
    The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances, revealed China's ambassador to MALAYDESH Bai Tian.
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  56. baru mau LOI sistem MSAM-II...GORILLA sudah sebut PINJAMAN/HUTANG....KAH....KAH...KAH.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
      20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
      --
      2023 PRANK MKE : The Malaydesh n Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --
      2022 PRANK KDS : Malaydesh is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm self-propelled howitzers for the Malaydesh n Army.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    2. 1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667--------------------------------_
      + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
      2. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
      3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
      4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
      5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
      8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
      2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
      4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
      5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
      8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ================
      ================
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      ---------------------------------
      ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿคฃ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿคฃ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿคฃ

      Hapus
    3. KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    4. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ----------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.

      Hapus
  57. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
    1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
    2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
    3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
    4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
    5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
    6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
    7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
    8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
    9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
    --------------------------------
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
    BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
    AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
    --------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
    • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
    Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
    Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
    Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
    1. Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
    o Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
    o Dampak Riil:
     Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
     Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
     Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
    2. Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
    o Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
    o Dampak Riil:
     Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
     Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
    3. Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
    o Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.



    BalasHapus
  58. TIAP TAHUN KATA KUNCI = AKAN NSM : NASIB SI MISKIN
    2022 2024 2025 2026 =
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    BANNED NSM NORWEGIA – NGEMIS NSM USA
    ----------------------------------
    GEMPURWIRA4 Juni 2026 pukul 08.10
    Fuhhhhh.... 300KM Guys..... HOREYYYYYY.....๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ
    Pssstttt.... GORILLA OK ke tu... ? ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ
    Jarak tembak 300 km
    "Jadi kapal yang kita akan dapat Disember ini akan ada sistem peluru berpandu 'surface to surface'. Peluru yang mampu tembak jarak jauhnya 300 kilometer, itu yang kita nak," katanya
    ----------------------------------
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NSM NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malondesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    MEI 2026 = NSM BANNED
    -
    • Euronews: Mengulas dinamika hukum internasional dan gugatan kompensasi finansial senilai €216 juta yang dilayangkan oleh pihak Kuala Lumpur melalui artikel Malondesh seeks €216m from Norwegian firm over scrapped missile deal.
    • USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
    --------------------------------
    MALONDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    ---------------------------------
    MALAYDESH = MEMINTA (NGEMIS) NSM
    USA = MEMPERTIMBANGKAN NSM
    NORWEGIA = BANNED NSM
    -
    Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
    “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
    --------------------------------
    ๐Ÿ˜NSM = NGEMIS SAMPAI MATI๐Ÿ˜

    BalasHapus
  59. KASTA tertinggi FRIGAT TURKIYEM
    ✅️ISTIF KLAS

    Milik kita...haha!✨️✌️๐Ÿค“

    klaim ringgit berjaye..hanya mamapu opv, ituw pun DONGRED tanpa ASW Torpedo, KETIPU LAGIIII haha!๐Ÿคช๐ŸŒ๐Ÿ˜ฌ

    BalasHapus
  60. Hati hati korea.....si MISKIN sudah UP tu mau LOI BERBASIS HUTANG.....HAHAHAHAHHA



    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
      -
      Rudal Yakhont : 300 KM
      Brahmos : 290 KM
      Yj12E/CM302 : 290 KM
      ITBM Khan : 280 KM
      Kh 35 UE terbaru : 260 KM
      Atmaca : 250 KM
      Exocet blok 3c : 250 KM
      Harpoon 2 ER : 248 KM
      Exocet B3 : 200 KM
      ======================
      ======================
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
      "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    3. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
  61. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
    -
    Rudal Yakhont : 300 KM
    Brahmos : 290 KM
    Yj12E/CM302 : 290 KM
    ITBM Khan : 280 KM
    Kh 35 UE terbaru : 260 KM
    Atmaca : 250 KM
    Exocet blok 3c : 250 KM
    Harpoon 2 ER : 248 KM
    Exocet B3 : 200 KM
    ======================
    ======================
    MALAYDESH = KLAIM 300 KM
    RUDAL 5 TAHUN SIAP
    BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
    LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
    LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
    LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
    LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
    LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
    -
    Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
    "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  62. lagi MEMALUKAN..si MISKIN NGEMIS ke QATAR minta kapal Istif dibayarkan....HAHAHAHAHHA

    itu FAKTA ya..... malah yang mengurus kontrak kapal istif tu QATAR buat serah ke INDIANESIA katanya.......HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA MALONDESH MENANGIS ....
      OPM YANG DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA :
      1. Yesias Mate (Danlog Kodap IV Soraya)
      2. Army Kogoya (Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama)
      3. Bilip Kobak (Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo)
      4. Dinus Tigau (Danki Tanah Merah)
      5. Manuel Yohanes Aimau (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
      6. Hurbianus Murip (Ka Keu Kodap III/D Dulla)
      7. Alfon Sorry (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
      8. Jeki Murib (Danwil Kodap XVII/Ilaga)
      9. Lau Gwijangge (Danwil Mugie)
      10. Ket Gwijangge (Danops Yon Mugi)
      11. Peltu Usmabul (Wadanops Mugi)
      12.Serlu Wonimbo
      14. 3 Anggota OPM (Wilayah Paniai)
      -
      Sumber Berita Terpercaya:
      Antara News (Sumber rilis utama)
      Tribunnews
      JPNN
      Indonesia Defense
      Media Sosial Resmi:
      Instagram Kogabwilhan III (@kogabwilhan.iii)
      Media Lokal:
      BatasPapua.com
      ---------------------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALONDESH di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      -----
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALONDESH tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      -----
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALONDESH Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALONDESH Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALONDESH .
      -----
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALONDESH (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      -----
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
      ---------------------------
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALONDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      --------
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALONDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      --------
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      --------
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      --------
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      --------
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      --------
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      --------
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyaratan ini

      Hapus
    2. 1. INDONESIA VS ASEAN (SKALA EKONOMI)
      PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      vs Vietnam: Indonesia 3,01x lebih besar ($5,69 T vs $1,89 T)
      vs Filipina: Indonesia 3,04x lebih besar ($5,69 T vs $1,87 T)
      vs Thailand: Indonesia 3,07x lebih besar ($5,69 T vs $1,85 T)
      vs Malondesh: Indonesia 4,24x lebih besar ($5,69 T vs $1,34 T)
      vs Singapura: Indonesia 6,69x lebih besar ($5,69 T vs $0,85 T)
      -
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      vs Thailand: Indonesia 2,91x lebih besar ($1,69 T vs $0,58 T)
      vs Singapura: Indonesia 3,18x lebih besar ($1,69 T vs $0,53 T)
      vs Filipina: Indonesia 3,31x lebih besar ($1,69 T vs $0,51 T)
      vs Vietnam: Indonesia 3,44x lebih besar ($1,69 T vs $0,49 T)
      vs Malondesh: Indonesia 3,67x lebih besar ($1,69 T vs $0,46 T)
      --------------------------------
      2. POSISI INDONESIA DI ASIA & DUNIA (2025)
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Di atas Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Peringkat 15 Dunia (Nominal): Di atas Australia dan Turki.
      Peringkat 5 Asia (Nominal): Di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korsel.
      --------------------------------

      3. PROFIL RISIKO: INDONESIA VS MALONDESH
      Indonesia: Ekonomi sehat dengan Utang Pemerintah 40% (Limit 60%) dan Utang Rumah Tangga rendah (16%).
      Malondesh: Tekanan fiskal tinggi dengan Utang Pemerintah 69% (Melewati limit 65%) dan Utang Rumah Tangga ekstrem (84,3%).
      Proyeksi Utang Malondesh (2026): Diperkirakan terus naik mencapai RM 1,79 Triliun
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
    3. 10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
      1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
      (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
      2. Jepang – US$ 4,28 triliun
      (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
      3. India – US$ 4,12 triliun
      (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
      4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
      (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
      5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
      6. Turki – US$ 1,32 triliun
      (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
      7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
      (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
      8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
      (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
      9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
      (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
      10. Thailand – US$ 546,21 miliar
      (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

      Hapus
    4. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
      -
      Rudal Yakhont : 300 KM
      Brahmos : 290 KM
      Yj12E/CM302 : 290 KM
      ITBM Khan : 280 KM
      Kh 35 UE terbaru : 260 KM
      Atmaca : 250 KM
      Exocet blok 3c : 250 KM
      Harpoon 2 ER : 248 KM
      Exocet B3 : 200 KM
      ======================
      ======================
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
      "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      ----------------------------------
      2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway

      Hapus
    5. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
      -
      Rudal Yakhont : 300 KM
      Brahmos : 290 KM
      Yj12E/CM302 : 290 KM
      ITBM Khan : 280 KM
      Kh 35 UE terbaru : 260 KM
      Atmaca : 250 KM
      Exocet blok 3c : 250 KM
      Harpoon 2 ER : 248 KM
      Exocet B3 : 200 KM
      ======================
      ======================
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
      "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malondesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malondesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malondesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587

      Hapus
  63. GORILA BOTOL MALONDESH MENANGIS ....
    -----------------------------------
    OPM YANG DINYATAKAN MENINGGAL DUNIA :
    1. Yesias Mate (Danlog Kodap IV Soraya)
    2. Army Kogoya (Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama)
    3. Bilip Kobak (Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo)
    4. Dinus Tigau (Danki Tanah Merah)
    5. Manuel Yohanes Aimau (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
    6. Hurbianus Murip (Ka Keu Kodap III/D Dulla)
    7. Alfon Sorry (Wadan Ops Kodap IV/Soraya)
    8. Jeki Murib (Danwil Kodap XVII/Ilaga)
    9. Lau Gwijangge (Danwil Mugie)
    10. Ket Gwijangge (Danops Yon Mugi)
    11. Peltu Usmabul (Wadanops Mugi)
    12.Serlu Wonimbo
    14. 3 Anggota OPM (Wilayah Paniai)
    --------------------------------
    NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
    -
    Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
    -
    ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ Malondesh: USD 242 Miliar
    Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
    -
    ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
    Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
    -
    ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ Thailand: USD 85 - 110 Miliar
    Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
    -
    ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ Filipina: USD 35 - 55 Miliar
    Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
    -
    ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Indonesia: USD 38,4 Miliar
    Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
    -
    ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
    Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
    -
    ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ Singapura: Tidak ada nilai baru
    Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
    ---------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ---------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    --------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING
    --------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    -----------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

    BalasHapus
  64. Hati hati korea.....si MISKIN sudah UP tu mau LOI BERBASIS HUTANG.....HAHAHAHAHHA



    LOI menyatakan bahwa akuisisi tersebut tunduk pada alokasi anggaran dan pengaturan pembiayaan yang telah dikonfirmasi, termasuk perjanjian pinjaman sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

    Surat tersebut juga menguraikan persyaratan untuk jaminan penawaran dan kinerja, jaminan pembayaran di muka, dan pembayaran berbasis tonggak pencapaian (milestone) yang menunjukkan ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = YAKHONT BRAHMOS ATMACA EXOCET KHAN
      -
      Rudal Yakhont : 300 KM
      Brahmos : 290 KM
      Yj12E/CM302 : 290 KM
      ITBM Khan : 280 KM
      Kh 35 UE terbaru : 260 KM
      Atmaca : 250 KM
      Exocet blok 3c : 250 KM
      Harpoon 2 ER : 248 KM
      Exocet B3 : 200 KM
      ======================
      ======================
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata antara syarikat negara yang sedang diteliti termasuklah Itali, Perancis, Turkiye, Korea Selatan, Amerika Syarikat (AS) dan Jepun.
      "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      --------------------------------
      "Claim of Wealth = Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    2. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
      Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
      Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
      Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
      Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
      -
      Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
      Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
      Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
      Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
      -
      Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
      Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
      Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
      Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.

      Hapus
  65. TISU JAMBAN lagi berharga ya dari matawang sebelah tu...HAHAHHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. JANGKAUAN RADAR 250 KM
      MEMBUAL RUDAL 300KM
      NAFSU GEDHE – MATA BUTA - LONTONG KECIL haaaaa
      -
      Kapal perang kelas Maharaja Lela dilengkapi dengan beberapa sistem radar dan deteksi :
      Radar Pengawasan 3-D (Thales SMART-S Mk2): Radar utama yang berfungsi untuk pengawasan udara dan permukaan. Jangkauan deteksinya mencapai hingga 250 km
      ----------------------------------
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      ----------------------------------
      2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway

      Hapus
    2. JANGKAUAN RADAR 250 KM
      MEMBUAL RUDAL 300KM
      NAFSU GEDHE – MATA BUTA - LONTONG KECIL haaaaa
      -
      Kapal perang kelas Maharaja Lela dilengkapi dengan beberapa sistem radar dan deteksi :
      Radar Pengawasan 3-D (Thales SMART-S Mk2): Radar utama yang berfungsi untuk pengawasan udara dan permukaan. Jangkauan deteksinya mencapai hingga 250 km
      ----------------------------------
      MALAYDESH = KLAIM 300 KM
      RUDAL 5 TAHUN SIAP
      BANNED NORWEGIA – NGEMIS USA
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA – PLONGO
      LCS OMPONG PLANGA - PLONGO
      -
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata "Peluru berpandu ini perlu ditempah, tetapi masalahnya tempahan baharu mengambil masa empat hingga lima tahun untuk siap. Mungkin AS tengah buat untuk kapal-kapal dia, Itali juga tengah buat, jadi kalau ada saya nak minta dulu.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/06/malaydesh-teliti-beli-peluru-berpandu.html#comment-form
      ----------------------------------
      2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      MEMBUAL NSM = BANNED NSM = NGEMIS NSM
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      NSM : Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2024
      Kerajaan Malondesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      -------------------------------
      NSM : Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malondeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malondesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      -------------------------------
      NSM : Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      -------------------------------
      NSM : 2026 = NSM BANNED
      -
      USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malondeshn Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.
      --------------------------------
      NSM : 2026 = NGEMIS NSM
      -
      Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
      “Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway

      Hapus
    3. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
      Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
      Malondesh (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
      Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
      -
      Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
      Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
      Malondesh (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
      -
      Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
      Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
      Malondesh (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
      Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
      Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
      Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malondesh melalui modernisasi aktif.
      Peringkat 7: Malondesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
      -
      Krisis Administrasi & Degradasi Aset
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
      -
      Reputasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.

      Hapus
  66. MEROKETTTT.....HAHAHAHAHHA



    ISEAI Soroti Risiko Fiskal karena Utang RI Terus Naik Dekati Batas Psikologis

    |https://investortrust.id/macro/100652/iseai-soroti-risiko-fiskal-karena-utang-ri-terus-naik-dekati-batas-psikologis

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      Malaydesh bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah Malaydesh menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • ๐ŸฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami ๐ŸฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di Malaydesh: Malaydesh secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti Malaydeshn Government Securities (MGS) dan Malaydeshn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
      • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
      o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
      o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di Malaydesh), ini bisa menyebabkan inflasi.

      Hapus
    2. KATA KUNCI =
      SEDANG DIUSAHAKAN = AKAN NGEMIS ITALIA
      SEDANG DIUSAHAKAN = AKAN NGEMIS ITALIA
      SEDANG DIUSAHAKAN = AKAN NGEMIS ITALIA
      -
      Kami membincangkan usaha memperkukuh hubungan pertahanan Malaydesh-Itali, termasuk perkembangan beberapa instrumen kerjasama yang sedang diusahakan termasuk dalam perolehan pertahanan secara kerajaan-ke-kerajaan (G2G), pembangunan industri pertahanan dan pembangunan kapasiti.
      https://x.com/KhaledNordin/status/2060702222489694599
      --------------------------------
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      MALONDESH CUT DEFENSE BUDGET
      -
      • Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM674 juta.
      • Perbendaharaan (Kementerian Kewangan): Dipotong RM664 juta.
      • Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah (KKDW): Dipotong RM571 juta.
      • Kementerian Pertahanan (MINDEF): Dipotong RM508 juta.
      • Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
      --------------------------------
      2026 APRIL = CUT BUDGET = MISKIN
      Malondesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 JANUARY = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malondesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malondesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malondesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587

      Hapus
    3. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
      -
      RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
      -
      KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
      M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      ===================
      ===================
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------

      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Rasio Utang terhadap GDP Malondesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 347%
      2. Malondesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 224%
      3. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 223%
      4. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: 161%
      5. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~130 - 150%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: ~110 - 120%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: ~80 - 95%
      8. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: ~75 - 85%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~60 - 70%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~30 - 40%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura ๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฌ: 176,3%
      2. Laos ๐Ÿ‡ฑ๐Ÿ‡ฆ: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ: 70,5%
      4. Thailand ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ญ: 62,2%
      5. Myanmar ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡ฒ: 63,0%
      6. Filipina ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ญ: 58,8%
      7. Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ: 41,1%
      8. Vietnam ๐Ÿ‡ป๐Ÿ‡ณ: ~34% - 37%
      9. Kamboja ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ญ: ~31,4%
      10. Timor Leste ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ฑ: ~16% - 20%
      11. Brunei ๐Ÿ‡ง๐Ÿ‡ณ: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€๐Ÿคฃ๐Ÿ˜๐Ÿ˜€

      Hapus
  67. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
    Malaydesh bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
    1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
    • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah Malaydesh menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
    • ๐ŸฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami ๐ŸฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
    2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
    Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
    • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
    o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
    o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
    o Contoh di Malaydesh: Malaydesh secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti Malaydeshn Government Securities (MGS) dan Malaydeshn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
    • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
    o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
    3. Dampak terhadap Hutang Negara:
    • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
    • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
    • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
    o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
    o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di Malaydesh), ini bisa menyebabkan inflasi.

    BalasHapus
  68. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
    -
    RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
    -
    KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
    M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
    ===================
    ===================
    MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    -----------------------------------
    Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
    Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    --------------------------------
    1️⃣ 2026 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.79 trillion
    Household Debt: RM 1.65 trillion
    Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
    Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
    Total Population: 36,385,115
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 49,196
    Household Debt: RM 45,348
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
    --------------------------------
    2️⃣ 2025 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.30 trillion
    Household Debt: RM 1.65 trillion
    Total Population: 35,977,838
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 36,139
    Household Debt: RM 45,859
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
    --------------------------------
    3️⃣ 2024 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.22 trillion
    Household Debt: RM 1.53 trillion
    Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
    Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
    Total Population: 34,671,895
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 35,187
    Household Debt: RM 44,128
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
    --------------------------------
    4️⃣ 2023 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.17 trillion
    Household Debt: RM 1.45 trillion
    Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
    Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
    Total Population: 35,126,298
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 33,308
    Household Debt: RM 41,279
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
    --------------------------------
    5️⃣ 2022 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.08 trillion
    Household Debt: RM 1.38 trillion
    Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
    Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
    Total Population: 34,695,493
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 31,127
    Household Debt: RM 39,774
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
    --------------------------------
    6️⃣ 2021 DEBT DATA
    Government Debt: RM 979.81 billion
    Household Debt: RM 1.34 trillion
    Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
    Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
    Total Population: 34,282,399
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 28,580
    Household Debt: RM 39,087
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667

    BalasHapus
  69. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
    Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. Malondesh resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
    Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
    -
    Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
    Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
    Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
    Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
    -
    Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
    Malondesh terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
    Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
    Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
    Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
    -
    Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
    Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
    Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
    -
    Krisis Administrasi & Tekanan Global
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 (pembekuan pengadaan) guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
    Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA mempersempit ruang gerak fiskal negara.
    Reputasi Regional: Kekalahan WO 0-3 (sanksi AFC/CAS) dan kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 mencerminkan keruntuhan sistemik di level administrasi nasional.

    BalasHapus
  70. MEROKETTTT.....HAHAHAHAHHA



    ISEAI Soroti Risiko Fiskal karena Utang RI Terus Naik Dekati Batas Psikologis

    |https://investortrust.id/macro/100652/iseai-soroti-risiko-fiskal-karena-utang-ri-terus-naik-dekati-batas-psikologis

    BalasHapus
    Balasan
    1. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
      -
      RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
      https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
      -
      KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
      M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
      ===================
      ===================
      MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      ----------------------------------
      PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALONDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      -
      PRANK INDIA-PRANK TEJAS
      MALONDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      -
      PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --
      PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      -
      PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      -
      PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      -
      PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      -
      PRANK CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      -
      PRANK UN-PRANK IAG
      Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyarata
      --------------------------------
      "Claim of Wealth = Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
      2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
      2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
      2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
      2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
      2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      Detailed Annual Breakdown
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    2. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALAYDESH’S MILITARY
      Malaydesh often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
      ๐Ÿ”‘ Key Features of Loan Procurement
      Feature Description
      Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
      Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
      Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
      Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
      Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
      Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
      ๐Ÿ›ก️ Examples of Loan-Based Military Procurement
      1. Scorpene Submarines (France)
      • Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
      • Value: RM3.4 billion.
      • Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
      2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
      • Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
      • Value: USD 370 million.
      • Offset: Crew training and maintenance support.
      3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
      • Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
      • Value: RM4.08 billion.
      • Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
      4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
      • Loan Type: Structured financing with German partners.
      • Value: RM5.35 billion.
      • Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.
      -------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      ๐Ÿ”น Overview
      • Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      • Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      • Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      • Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      • Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      ๐Ÿ’ฐ Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    3. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Analisa SIPRI: 6 Tahun Tanpa Realisasi (2020–2025)
      Data menunjukkan tren penurunan dari ekspektasi menuju kevakuman total:
      Fase Janji (2020–2021): Status hanya Planned (Dijangka), tidak ada eksekusi kontrak.
      Fase Ketidakpastian (2022–2023): Status Selected Not Yet Ordered. Alutsista dipilih tapi tidak dibayar/dipesan karena kendala anggaran.
      Fase Kelumpuhan (2024–2025): Lembar SIPRI KOSONG TOTAL. Malondesh resmi absen dari aktivitas transfer senjata berat global, setara dengan negara-negara ekonomi kecil di ASEAN.
      Kontras Regional: Indonesia menunjukkan "Lembar Belanja Penuh" dengan pengadaan strategis (Rafale, A400M, Rudal Khan) yang mengonfirmasi kekuatan fiskal dan visi modernisasi yang jelas.
      -
      Kelemahan Struktural: Absennya Korps Marinir
      Berbeda dengan Indonesia (KORMAR), Filipina (PMC), dan Thailand (RTMC), Malondesh tidak memiliki Korps Marinir yang berdedikasi, yang berdampak pada:
      Fragmentasi Kekuatan: Kemampuan amfibi terpecah antara AD (Briged 10 Para) dan AL (PASKAL). Hal ini memicu masalah koordinasi dan absennya komando tunggal dalam operasi pendaratan.
      Ketertinggalan Doktrin: Masih terjebak pada doktrin land-centric (berbasis darat), padahal tantangan utama adalah kedaulatan maritim.
      Kekosongan Aset Amfibi: Tanpa korps khusus, pengadaan aset seperti kapal pendarat dan kendaraan amfibi bersifat sepotong-sepotong (piecemeal) dan tidak terintegrasi.
      -
      Kerentanan di Laut China Selatan
      Daya Gentar Lemah: Kapal-kapal RMN (Royal Malondesh Navy) seringkali lebih kecil dan kurang bertenaga dibanding kapal Coast Guard China yang merambah EEZ mereka.
      Kesulitan Logistik Island-Hopping: Tanpa kekuatan Marinir yang terintegrasi, memperkuat pertahanan di pos-pos terpencil (terumbu karang/pulau sengketa) menjadi lambat dan berisiko tinggi.
      -
      Akar Masalah: Fiskal dan Administrasi
      Hambatan Anggaran: Anggaran pertahanan yang fluktuatif dan beban utang negara membuat pembentukan cabang militer baru (Marinir) selalu dibatalkan.
      Jebakan Birokrasi: Kompleksitas administrasi menyebabkan modernisasi berjalan di tempat, sementara negara tetangga (Indonesia & Filipina) terus melesat dengan penguatan pertahanan kepulauan.
      -
      Kesimpulan:
      Status "SIPRI KOSONG" selama 2 tahun terakhir bukan sekadar masalah teknis, melainkan sinyal kebangkrutan pertahanan. Tanpa alutsista baru dan tanpa Korps Marinir yang kuat, Malondesh kehilangan daya tawar (deterrence) secara signifikan di kawasan ASEAN.

      Hapus
    4. Utang malaydesh 70% noh

      Hapus
  71. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
    -
    RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
    -
    KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
    M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
    ===================
    ===================
    MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    --------------------------------
    DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    --------------------------------
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4X4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus
  72. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
    -
    RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
    -
    KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
    M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
    ===================
    ===================
    MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    ----------------------------------
    Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
    -
    India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
    -
    Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
    -
    Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
    -
    Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
    -
    Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
    -
    Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
    -
    China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
    -
    PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  73. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
    -
    RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
    -
    KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
    M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
    ===================
    ===================
    MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    ----------------------------------
    Pakistan (JF-17): Hanya sebatas minat, kesepakatan tidak pernah final.
    -
    India (Tejas): Negosiasi tingkat lanjut untuk ganti MiG-29, namun gagal terpilih.
    -
    Turki (Yavuz): Rencana akuisisi SPH 155mm yang terus-menerus ditinjau ulang tanpa hasil.
    -
    Prancis (Nexter): Sudah tanda tangan LoI (2016) untuk 20 unit, tapi tidak berlanjut ke kontrak.
    -
    Indonesia (PT PAL): Klaim kontrak kapal MRSS akan diteken Agustus, namun batal terealisasi.
    -
    Prancis (Rafale): Sempat klaim hanya bicara dengan Dassault untuk 18 unit, tapi akhirnya tidak dibeli.
    -
    Slovakia (EVA): Ekspektasi kesepakatan SPH 155mm yang berakhir tanpa kontrak.
    -
    China (KS-1A): Persetujuan prinsip pembelian rudal dan transfer teknologi yang tidak terwujud.
    -
    PBB (IAG Guardian): Kendaraan ditolak PBB karena tidak memenuhi syarat operasional, biaya tidak diganti.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malondesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malondesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  74. RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
    -
    RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
    https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
    -
    KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
    M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
    ===================
    ===================
    MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    ----------------------------------
    PRANK PAKISTAN-PRANK JF17
    “The MALONDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
    -
    PRANK INDIA-PRANK TEJAS
    MALONDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
    -
    PRANK TURKI = PRANK YAVUZ
    PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    --
    PRANK FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
    -
    PRANK INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
    -
    PRANK FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
    -
    PRANK SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
    -
    PRANK CHINA-PRANK KS-1A
    MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
    -
    PRANK UN-PRANK IAG
    Malaydesg dikenakan sanksi oleh PBB terkait penggantian biaya operasional kendaraan, karena sembilan IAG Guardians yang dikerahkannya tidak memenuhi persyarata
    --------------------------------
    "Claim of Wealth = Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
    Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
    2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
    2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
    2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
    2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
    2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
    2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    --------------------------------
    Detailed Annual Breakdown
    1️⃣ 2026 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.79 trillion
    Household Debt: RM 1.65 trillion
    Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
    Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
    Total Population: 36,385,115
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 49,196
    Household Debt: RM 45,348
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
    =============
    =============
    INDONESIA
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
    (Note: The safety threshold of 60%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
    (Note: The safety threshold of 60%)

    BalasHapus
  75. 1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    -
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    -
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    --------------------------------
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    -
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    -
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    -
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    DENDA= USUSD83,8 juta
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    -------------
    Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the Malaydeshn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the Malaydeshn army's air force unit.
    Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
    In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
    • RM17.5 million in special damages
    • RM38.7 million in further damages
    • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
    Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
    In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
    Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
    -----------------
    Helicopter deal timeline and delays
    Under the agreement, Aerotree was to deliver two helicopters within six months of the April 2023 acceptance letter, and the remaining two within nine months. The company also had to provide a non-cancellable RM1.87 million implementation bond, which it secured from Perwira Affin Bank in June 2023.
    Aerotree was also required to run a training and industrial collaboration programme. For this, it requested access to the Kuantan Air Force base to prepare a maintenance manual and obtain certification as an Approved Maintenance Organisation.
    In July 2023, Aerotree signed a deal with Turkey’s Havelsan for Blackhawk simulator training for 14 RMAF pilots. The following month, it signed a sales agreement with Slovakia’s Training Academy to purchase and upgrade four Blackhawk helicopters.

    BalasHapus
  76. KLAIM UANG KUAT = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Perbandingan Status SIPRI (Shopping vs Kosong)
    Indonesia (Full Shopping List): Terdaftar sebagai importir senjata terbesar ke-18 dunia. Merealisasikan aset strategis secara masif: Rafale F4, A400M Atlas, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
    Malondesh (Blank List): Status KOSONG di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025). Tidak ada transfer senjata berat, menempatkan posisinya sejajar dengan Laos dan Kamboja.
    -
    Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
    Indonesia (Buying): Melakukan pembelian aset baru (Procurement) secara tunai atau melalui kredit ekspor yang sehat. Kepemilikan aset penuh menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
    Malondesh (Leasing/Sewa): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis seperti Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis. Militer bertransformasi menjadi "Military-for-Rent".
    -
    Siklus Aset (Procurement vs Retirement)
    Indonesia (Modernisasi Aktif): Mengganti alutsista tua dengan teknologi generasi terbaru (Generasi 4.5 ke atas) secara sistematis di tiga matra.
    Malondesh (Retirement/Pensiun Dini): Mengalami degradasi armada akibat penghentian operasional aset tanpa pengganti (MiG-29, MB339CM, Nuri). Ditambah catatan buruk hilangnya 48 Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang.
    -
    Ketahanan Fiskal & Ambang Batas Utang
    Indonesia (Fiskal Sehat):
    Gov. Debt: 40% dari PDB (Batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% GDP).
    GDP: USD 1,44 Triliun (Ekonomi raksasa kawasan).
    Malondesh (Fiskal Kritis):
    Gov. Debt: 69% dari PDB (Melewati batas limit 65%).
    Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
    Spiral Utang: 58% pinjaman baru di 2026 habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-servicing).
    -
    Stabilitas Politik & Administrasi
    Indonesia: Keberlanjutan visi jangka panjang dalam program "Minimum Essential Force" (MEF) dan transformasi industri pertahanan dalam negeri.
    Malondesh: Ketidakstabilan politik (5x PM, 6x Menhan) menyebabkan arah kebijakan lumpuh. Akibatnya, terjadi Procurement Freeze 2026 (Pembekuan total pengadaan) dan pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait yang memalukan secara diplomasi.
    -
    Dampak Geopolitik & Daya Gentar (GFP)
    Indonesia: Kokoh di Peringkat 13 Dunia (Pemimpin mutlak ASEAN).
    Malondesh: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41). Penurunan ini mencerminkan hilangnya daya gentar di kawasan akibat ketergantungan pada alat sewaan dan mangkraknya proyek strategis (LCS/OPV).

    BalasHapus
  77. HUTANG INDIANESIA MEROKETTTT.....

    ppppssstttttt LOI saja HUTANG........MEMALUKAN....HAHAHAHAHHA



    ISEAI Soroti Risiko Fiskal karena Utang RI Terus Naik Dekati Batas Psikologis

    |https://investortrust.id/macro/100652/iseai-soroti-risiko-fiskal-karena-utang-ri-terus-naik-dekati-batas-psikologis

    BalasHapus
  78. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    -
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  79. MEROKETTTT.....HAHAHAHAHHA



    ISEAI Soroti Risiko Fiskal karena Utang RI Terus Naik Dekati Batas Psikologis

    |https://investortrust.id/macro/100652/iseai-soroti-risiko-fiskal-karena-utang-ri-terus-naik-dekati-batas-psikologis

    BalasHapus
  80. Santai, dengan defisit anggaran masih dibawah 3 persen, indonesia masih memiliki ruang fiskal yang lebih luas dibandingkan Malaysia yang masih berjuang keras menekan defisit anggarannya. Pada tahun 2025 defisit Malaysia berada di angka 3,8% dan baru ditargetkan turun perlahan ke angka 3,5% di tahun 2026 ini melalui kebijakan pemangkasan subsidi energi secara bertahap ๐Ÿ˜

    Next akuisisi pesawat peringatan dini dengan teknologi integrasi dan asistensi dari turki atau india ๐Ÿ˜Œ

    BalasHapus
  81. Shocking ๐Ÿ˜ฑ While the Entire World Economy is COLLAPSING.

    ‎๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ณIndia Has OFFICIALLY Become the FASTEST GROWING MAJOR ECONOMY in the WORLD! ๐Ÿ”ฅ as per NEW Report.

    ‎๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณChina? Struggling.
    ‎๐Ÿ‡บ๐Ÿ‡ธUS ? Barely crawling.
    ‎๐Ÿ‡ช๐Ÿ‡บ Europe? Stuck in the mud, gasping for air.

    ‎๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ณBut India? DOMINATING with a jaw-dropping 7.7% GDP GROWTH.

    ‎๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ INDONESIA is now the 2nd FASTEST GROWING MAJOR ECONOMY on Earth

    ‎https://x.com/i/status/2062894739351843047

    BalasHapus