MC-55A Peregrine N542GD (photos: Rod B)
Seen arriving at Edinburgh this afternoon (Sept, 29) is MC-55A Peregrine N542GD.
This is the fourth and final delivery of the type to the RAAF and it will eventually wear serial A51-002.
The Peregrine passed through Honolulu before spending last weekend in Nadi, Fiji
MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
BalasHapus-
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
==============================
==============================
GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.04
Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
π€£π€£π€£π€£π€£ππ€£π€£
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.02
290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
π€£π€£π€£π€£π€£ππ€£π€£
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 09.55
Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
--------------------------------
π€£NYET MANA =Ariff Aiman π€£
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BalasHapusDaftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
• 2018: Rilis Tabung Harapan karena utang negara tembus RM1 triliun (80% PDB).
2019: 59% pinjaman baru dipakai untuk bayar utang lama.
2020: Naik jadi 60%, anggaran pembangunan terhimpit.
2021: 50,4% (RM98,05 miliar) digunakan untuk utang jatuh tempo.
2022: 52,4% (RM113,7 miliar) untuk utang lama pascapandemi.
2023: 64,3% (Rekor tertinggi), RM145,8 miliar habis untuk utang lama.
2024: 58,9% (RM121,3 miliar) saat pemerintah mulai konsolidasi.
2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar) untuk bayar prinsipal utang.
2026: Tren gali lubang tutup lubang diproyeksikan masih berlanjut.
----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
BalasHapusKONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
-
Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
-
Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
-
Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
-
Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
-
Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
Dampak Riil:
Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
Dampak Riil:
Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
tenang kita ada lawan buat jet gondok gini, Palkon 8x VVIP haha!πππ
BalasHapusPalKon vs Perekgering....nih sekuelnya π
Hapushttps://www.facebook.com/share/r/1FF7vzBtKy/
sabn mana sabun om smikili haha!πππ₯
HapusGol kaki ke 3 Mitchel haha!π€✌️π€£π₯³
BalasHapusbikin kl, Kecewa Lagiiiiiiiπ
⬇️⬇️⬇️⬇️
https://youtube.com/shorts/sBiJYIMTjCw
Gol terakhir pake burung om haaaaaaaa ......
HapusBΓ©rgson mewek > mengadu ke JDT > JDT perintahkan FAM mengadu ke FIFA karena AFC ga ada anginnya...
HapusHAHAHAHAHAHAHA...
ππ€£π€£π€£π€£ππ€ͺ...puas semalam tidur nyenyak, OOM..
Bye MALAYDESH...π€ͺπ€ͺππ
Kih..kih..kih
Kalah 6-0 wajib diperiksa apakah pemain Singapura dapat siap dari mafia judi Malaysia?
BalasHapusTadi malam jangan " Pemain Singapura kerasukan pemain Guam jadi kebobolan sampai 6 gol tanpa balas, π€£π€£π€£, sampai segitunya malondesh di bela mantan provinsi nya, sungguh gak masuk di nurul πππ
BalasHapusItu malondesh nyuap berapa sampai beraninya si upil jual diri sehina hinanya, padahal menang adalah keniscayaan