02 Oktober 2026

Fourth and Final RAAAF MC-55A Peregrine Delivered

02 Oktober 2026

MC-55A Peregrine N542GD (photos: Rod B)

Seen arriving at Edinburgh this afternoon (Sept, 29) is MC-55A Peregrine N542GD. 


This is the fourth and final delivery of the type to the RAAF and it will eventually wear serial A51-002. 

The Peregrine passed through Honolulu before spending last weekend in Nadi, Fiji 

92 komentar:

  1. MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
    -
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    ==============================
    ==============================
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    --------------------------------
    🤣NYET MANA =Ariff Aiman 🤣

    BalasHapus
  2. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    • 2018: Rilis Tabung Harapan karena utang negara tembus RM1 triliun (80% PDB).
    2019: 59% pinjaman baru dipakai untuk bayar utang lama.
    2020: Naik jadi 60%, anggaran pembangunan terhimpit.
    2021: 50,4% (RM98,05 miliar) digunakan untuk utang jatuh tempo.
    2022: 52,4% (RM113,7 miliar) untuk utang lama pascapandemi.
    2023: 64,3% (Rekor tertinggi), RM145,8 miliar habis untuk utang lama.
    2024: 58,9% (RM121,3 miliar) saat pemerintah mulai konsolidasi.
    2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar) untuk bayar prinsipal utang.
    2026: Tren gali lubang tutup lubang diproyeksikan masih berlanjut.
    ----------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  3. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
    KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
    KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
    -
    Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
    Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
    Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
    -
    Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
    Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
    Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
    -
    Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
    Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
    Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
    -
    Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
    Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
    Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
    -
    Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
    Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
    Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
    UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
    Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
    Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
    Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
    Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
    Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
    Dampak Riil:
    Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
    Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
    Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
    Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
    Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
    Dampak Riil:
    Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
    Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
    Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
    Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.

    BalasHapus
  4. tenang kita ada lawan buat jet gondok gini, Palkon 8x VVIP haha!👌😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. PalKon vs Perekgering....nih sekuelnya 👇

      https://www.facebook.com/share/r/1FF7vzBtKy/

      Hapus
    2. sabn mana sabun om smikili haha!😋🍌🔥

      Hapus
  5. Gol kaki ke 3 Mitchel haha!🤭✌️🤣🥳

    bikin kl, Kecewa Lagiiiiiii😭

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/shorts/sBiJYIMTjCw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gol terakhir pake burung om haaaaaaaa ......

      Hapus
    2. Bérgson mewek > mengadu ke JDT > JDT perintahkan FAM mengadu ke FIFA karena AFC ga ada anginnya...

      HAHAHAHAHAHAHA...
      😂🤣🤣🤣🤣😛🤪...puas semalam tidur nyenyak, OOM..

      Bye MALAYDESH...🤪🤪😛😛

      Kih..kih..kih

      Hapus
    3. nyooihhh sentuhan anti handsball tuw om pemburu haha!😄🤣🏴‍☠️

      Hapus
    4. kantor fifa depan gbk pura2 budek om pedang...haha!😆🍌🤣

      Hapus
  6. Kalah 6-0 wajib diperiksa apakah pemain Singapura dapat siap dari mafia judi Malaysia?

    BalasHapus
  7. Tadi malam jangan " Pemain Singapura kerasukan pemain Guam jadi kebobolan sampai 6 gol tanpa balas, 🤣🤣🤣, sampai segitunya malondesh di bela mantan provinsi nya, sungguh gak masuk di nurul 😂😂😂

    Itu malondesh nyuap berapa sampai beraninya si upil jual diri sehina hinanya, padahal menang adalah keniscayaan

    BalasHapus
  8. BEDA KASTA – BEDA LEVEL
    -
    Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
    Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
    Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
    -
    Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
    Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
    Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
    -
    Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
    Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
    Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
    -
    Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
    Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
    Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
    -
    Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
    Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
    Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global.
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  9. INDONESIA SHOPPING = TETANGGA GADUH
    --------------------------------------------
    ✈️ MATRA UDARA
    • Jet Tempur Siluman KAAN (Turki)
    Kegaduhan Tetangga: Menantang dominasi radar dan armada F-35 milik Australia serta Singapura.
    • Jet Tempur Rafale (Prancis)
    Kegaduhan Tetangga: Menggeser peta kekuatan udara regional dan memaksa Malaysia serta Australia merombak total sistem hanud mereka.
    • Jet Tempur F-15IDN / F-15EX (AS)
    Kegaduhan Tetangga: Menantang dominasi udara mutlak Singapura dan Australia lewat perannya sebagai "truk rudal" jarak jauh.
    • Radar Hanud GCI Thales GM400 Alpha (Prancis)
    Kegaduhan Tetangga: Membuat wilayah udara tetangga "telanjang" karena pergerakan pesawat mereka langsung terkunci sejak lepas landas.
    --------------------------------------------
    🚀 MATRA DARAT
    • Indonesian Tactical Ballistic Missile / ITBM (Khan Turki)
    Kegaduhan Tetangga: Penempatannya dekat perbatasan memaksa negara tetangga panik mencari penangkal rudal balistik.
    --------------------------------------------
    ⚓ MATRA LAUT
    • Kapal Selam Otonom / KSOT bersenjata Torpedo Piranha (Domestik/PT PAL)
    Kegaduhan Tetangga: Menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia yang menguasai teknologi kapal selam tanpa awak; media internasional menyoroti kemampuan kawanan drone bawah air bersenjata yang siap menyergap kapal perang lawan secara senyap tanpa risiko kehilangan nyawa awak kabin.
    • Kapal Selam Scorpène Evolved (Prancis)
    Kegaduhan Tetangga: Menjadi predator maut senyap total di bawah air berbasis baterai Lithium-ion yang membuat Singapura gerah.
    • Kapal Selam Alugoro-405 (Type 209/1400)
    Kegaduhan Tetangga: Kemandirian bawah air RI mengejutkan ASEAN dan memaksa tetangga menaikkan anggaran perang anti-kapal selam.
    • Fregat Berat Merah Putih / Arrowhead 140 (Inggris)
    Kegaduhan Tetangga: Mampu mengunci total ALKI dan Selat Malaka, serta jauh melampaui kemampuan kapal patroli pantai Malaysia.
    • Kapal Cepat Rudal Kelas KCR-60M
    Kegaduhan Tetangga: Menjadi kawanan penyergap lincah yang siap merontokkan kapal besar lawan di blok sengketa (Ambalat).
    • ITS Giuseppe Garibaldi (Eks-Kapal Induk Italia)
    Kegaduhan Tetangga: Memberikan RI kemampuan proyeksi kekuatan jarak jauh untuk menggelar pasukan masif ke mana saja di ASEAN.
    • Lapis Baja AAV M35 (Amphibious Assault Vehicle)
    Kegaduhan Tetangga: Meningkatkan kemampuan ekspedisi agresif dan membuat garis pantai negara tetangga menjadi rentan dalam konflik.

    BalasHapus
  10. Parah GORILLA.. kerana takut Kalah sama MALAYSIA ke final.... Tambah Lagi Masa dari 2 MINIT ke 7 MINIT.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    Pssttttt..... 90 + 2 = 97 MINIT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malaydes negara penuh dgn kebohongan dan kelicikan..berapa bayar Singapur sampai 6 0..itu blum pernah terjadi..Sabah Sarawak harus lepas!🇮🇩💪🇮🇩💪🇮🇩💪

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    3. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    4. GAME OVER = BANGSA PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = BANGSA PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    5. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALONYET
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
      -
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALONYET (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALONYET: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
    6. JAGA-JAGA DEFISIT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      JAGA-JAGA DEFISIT : 1998 - 2026 = 28 TAHUN HUTANG BAYAR HUTANG
      ---------------------------------
      MALAYDESH CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALAYDESH = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALAYDESH = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALAYDESH = MASS LAYOFFS
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
      2024 MALAYDESH = SIPRI EMPTY
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALAYDESH SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    7. MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)



      Hapus
    8. SONGLAP PESAWAT TERBESAR
      48 SKYHAWK
      48 SKYHAWK
      48 SKYHAWK
      Sultan Ibrahim juga mengingatkan Kementerian Pertahanan MALONYET untuk "tidak mengulangi kesalahan masa lalu" dalam pengadaan militer. Dia merujuk pada pembelian puluhan pesawat serangan darat A-4 Skyhawk oleh MALONYET tahun 1982 silam seharga USUSD 1 juta per unit. Dari 88 unit yang dibeli, hanya 40 unit pesawat tempur era Perang Vietnam itu yang diperbarui dan dioperasikan.
      =============
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  11. Parah GORILLA.. kerana takut Kalah sama MALAYSIA ke final.... Tambah Lagi Masa dari 2 MINIT ke 7 MINIT.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    Pssttttt..... 90 + 2 = 97 MINIT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    4. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
      GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
    5. INDONESIA=
      KAPAL INDUK✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      48 KAAN Gen 5✔️
      42 RAFALE Gen 4.5✔️
      16 Sukhoi 27/30✔️
      33 F16✔️
      12 M346FA✔️
      20 T50i✔️
      24 HAWK✔️
      4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
      2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
      2 FREEGAT ISTIF✔️
      4 SCORPENE EVOLVED✔️
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ===============
      ===============
      MALONYET
      18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
      18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
      7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
      16 HAWK = LACK SPAREPART❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      ---------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.

      Hapus
    6. MISKIN 🦧GORILA MALAYA = 2026 .....
      RM1. 65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      RM1. 65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      RM1. 65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      MARCH 2025 — deputy finance minister. KUALA LUMPUR (Aug 13): MALONYET 's household debt stood at RM1. 65 trillion as of end-March 2025, equivalent to 84.3% of gross domestic product (GDP) as at end-March 2025, a level that remains elevated but is balanced by strong household assets
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    7. KLAIM CASH =
      LEASING (HUTANG)
      LEASING (HUTANG)
      LEASING (HUTANG)
      ----------
      BAE Systems Says MALONYET Seeking Fighter Jet Leasing Bids
      21 Februari 2014
      "The MALONYET n government is openly saying they have some issues on finance, and while they're ending subsidies and bringing in new value added tax, it's unlikely there's an appetite to buy Typhoon at this point," BAE's Group Business Development Director Alan Garwood told analysts on Thursday.
      "What they have done is solicit leasing proposals from every major aerospace company.
      https://defense-studies.blogspot.com/2014/02/bae-systems-says-MALONYET -seeking.html?m=1
      ----------
      Three Fighter Jet Makers to Submit Leasing Bids
      https://defense-studies.blogspot.com/2014/03/three-fighter-jet-makers-to-submit.html?m=1
      --------
      Dassault Offers MALONYET 10-yr Bank Loan to Fund Rafale Purchase
      https://defense-studies.blogspot.com/2015/03/dassault-offers-MALONYET -10-yr-bank.html?m=1
      ----------
      BAE Proposes UK Government Financing to MALONYET for Typhoon Jet Deal
      https://defense-studies.blogspot.com/2018/02/bae-proposes-uk-government-financing-to.html?m=1
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  12. Eitttt harusnya tambah 15 menit...ituw baruw adil haha!✌️🤣🤗
    karna bedes buang2 waktuw lamaaaa

    BalasHapus
  13. THIS IS BODOH DAN TOLOL ...BYE MALAYDESH 🤣🤣🤣💩💩💩💩🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾🤡🤡🤡🤡

    https://youtube.com/shorts/hnRmnMOq4M0?si=oy59cDdERbf1d3Qx

    BalasHapus
  14. Mewek di jamban lagi si waria..kl..kalah lagi..kali ni dlm bdg sepak bola🤣🤣🤣😝😜🤪🙉🙈🙊

    BalasHapus
  15. Dari kejadian semalam di FIFA ASEAN cup.
    ‎
    ‎Dia bukakan siapa mereka sebenarnya, sekelompok negara vassal kolonial globalis mafia, yang meneruskan kebiasaan majikan2nya yakni merampok merugikan negara lain - Indonesia di ASEAN. Musuh dalam selimut, duri dlm daging, srigala berbulu domba. Gerombolan siberat yang menghalalkan segala cara, namun sok ham hem hom, pasport kuat di karang2 sendiri, isinya kumpulan perompak penipu nan munafik dst dst..

    Puass.. Semalam.. Seluruh dunia makin tahu siapa mereka 🤓

    BalasHapus
  16. Malaydesh koyak....marah karena leluhurnya dibantai...😂😂🤣🤣🤪😛

    BalasHapus
  17. Parah GORILLA.. kerana takut Kalah sama MALAYSIA ke final.... Tambah Lagi Masa dari 2 MINIT ke 7 MINIT.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    Pssttttt..... 90 + 2 = 97 MINIT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    2. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALONYET
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALONYET HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the MALONYET trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-MALONYETn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      The confusion came to a head on Sunday when Trade Minister Johari Abdul Ghani told reporters that the court ruling had rendered the deal invalid. “It is not on hold. It is no longer there, it’s null and void,” he was quoted as saying by local English-language daily The Star.By Sunday evening, his own ministry had issued a correction. The minister had “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”, it said, offering no further explanation.
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-MALONYET-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : Kacung Aussie Butterworth
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : China di BPA : 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : China 43 kasus pencerobohan ruang udara.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : RAMD menjaga Istana Buckingham
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia di Rusia
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : Gagal menjadi anggota penuh.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal menjadi anggota penuh.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit : Rafale Typhon GAGAL
      ---------------------------------
      2025 - 2026 KACUNG JAMBUL KONENG = ART USD 240 MILIAR
      -
      1958 – 2026 BABU KACUNG = BRITISH CHINA
      -
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20

      Hapus
    3. INDONESIA=
      KAPAL INDUK✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      48 KAAN Gen 5✔️
      42 RAFALE Gen 4.5✔️
      16 Sukhoi 27/30✔️
      33 F16✔️
      12 M346FA✔️
      20 T50i✔️
      24 HAWK✔️
      4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
      2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
      2 FREEGAT ISTIF✔️
      4 SCORPENE EVOLVED✔️
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ===============
      ===============
      MALONYET
      18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
      18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
      7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
      16 HAWK = LACK SPAREPART❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      ---------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA

      Hapus
    4. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      MALONYET (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
      ---------------------------------
      Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
      Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
      Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
      Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
      Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

      Hapus
    5. KLAIM CASH =
      LEASING (HUTANG)
      LEASING (HUTANG)
      LEASING (HUTANG)
      ----------
      BAE Systems Says MALONYET Seeking Fighter Jet Leasing Bids
      21 Februari 2014
      "The MALONYET n government is openly saying they have some issues on finance, and while they're ending subsidies and bringing in new value added tax, it's unlikely there's an appetite to buy Typhoon at this point," BAE's Group Business Development Director Alan Garwood told analysts on Thursday.
      "What they have done is solicit leasing proposals from every major aerospace company.
      https://defense-studies.blogspot.com/2014/02/bae-systems-says-MALONYET -seeking.html?m=1
      ----------
      Three Fighter Jet Makers to Submit Leasing Bids
      https://defense-studies.blogspot.com/2014/03/three-fighter-jet-makers-to-submit.html?m=1
      --------
      Dassault Offers MALONYET 10-yr Bank Loan to Fund Rafale Purchase
      https://defense-studies.blogspot.com/2015/03/dassault-offers-MALONYET -10-yr-bank.html?m=1
      ----------
      BAE Proposes UK Government Financing to MALONYET for Typhoon Jet Deal
      https://defense-studies.blogspot.com/2018/02/bae-proposes-uk-government-financing-to.html?m=1
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    6. KLAIM CASH =
      LEASING (HUTANG)
      LEASING (HUTANG)
      LEASING (HUTANG)
      ----------
      BAE Systems Says MALONYET Seeking Fighter Jet Leasing Bids
      21 Februari 2014
      "The MALONYET n government is openly saying they have some issues on finance, and while they're ending subsidies and bringing in new value added tax, it's unlikely there's an appetite to buy Typhoon at this point," BAE's Group Business Development Director Alan Garwood told analysts on Thursday.
      "What they have done is solicit leasing proposals from every major aerospace company.
      https://defense-studies.blogspot.com/2014/02/bae-systems-says-MALONYET -seeking.html?m=1
      ----------
      Three Fighter Jet Makers to Submit Leasing Bids
      https://defense-studies.blogspot.com/2014/03/three-fighter-jet-makers-to-submit.html?m=1
      --------
      Dassault Offers MALONYET 10-yr Bank Loan to Fund Rafale Purchase
      https://defense-studies.blogspot.com/2015/03/dassault-offers-MALONYET -10-yr-bank.html?m=1
      ----------
      BAE Proposes UK Government Financing to MALONYET for Typhoon Jet Deal
      https://defense-studies.blogspot.com/2018/02/bae-proposes-uk-government-financing-to.html?m=1
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  18. Parah GORILLA.. kerana takut Kalah sama MALAYSIA ke final.... Tambah Lagi Masa dari 2 MINIT ke 7 MINIT.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    Pssttttt..... 90 + 2 = 97 MINIT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    2. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2021 ......
      NGEMIS = SURAT AKUISISI
      -
      1x NGEMIS 2021:
      Pengirim: Datuk Seri Hishammuddin Hussein (Menteri Pertahanan saat itu).
      Tujuan: Menyatakan minat awal secara formal dari pihak MALONYET untuk membeli 33 unit pesawat F/A-18C/D Hornet milik Angkatan Udara Kuwait (KAF) yang akan segera dipensiunkan.
      -
      2x NGEMIS 2023 :
      Pengirim: Datuk Seri Mohamad Hasan (Menteri Pertahanan penerus).
      Tujuan: Menindaklanjuti permohonan sebelumnya setelah adanya pergantian kepemimpinan di MALONYET. Surat ini bertujuan untuk menjaga momentum negosiasi di tengah ketidakpastian politik di Kuwait saat itu.
      -
      3x NGEMIS 2024:
      Pengirim: Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin (Menteri Pertahanan saat ini).
      Tujuan: Mengonfirmasi kembali keseriusan MALONYET. Momentum ini diperkuat dengan kunjungan kerja resmi Khaled Nordin ke Kuwait pada Oktober 2024 untuk mendiskusikan teknis akuisisi secara langsung dengan otoritas Kuwait
      -
      4x NGEMIS 2024 :
      Antara perkara yang dibincangkan adalah berkenaan hasrat negara untuk memperoleh jet-jet pejuang F/A-18 Legacy Hornet milik Tentera Udara Kuwait (KAF) setelah KAF menerima Super Hornet baharunya.
      -
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      Strategi "Ngemis" Berkelanjutan (2021–2024): Keterbatasan budget pertahanan memaksa MALONYET melakukan upaya akuisisi jet bekas (F/A-18 Hornet) dari Kuwait melalui empat kali pengiriman Surat Akuisisi secara formal oleh tiga Menteri Pertahanan yang berbeda demi menjaga momentum negosiasi.
      -
      Ketergantungan pada Alutsista Bekas: Penggunaan surat-surat tersebut menunjukkan ambisi MALONYET untuk memperkuat armada udara dengan biaya minim (loakan), mengingat anggaran yang tidak mencukupi untuk pembelian pesawat tempur baru.
      -
      Kegagalan Total di 2026: Meski sudah melakukan upaya diplomasi intensif selama bertahun-tahun, proses akuisisi dinyatakan CANCELLED (batal) oleh Wakil Menteri Pertahanan Adly Zahari di Sidang Dewan Rakyat pada 26 Februari 2026.
      -
      Krisis Pertahanan Udara: Pembatalan ini berujung pada status TIADA GANTI, yang mengonfirmasi bahwa budget pertahanan MALONYET gagal mengamankan aset pengganti, meninggalkan celah besar dalam sistem pertahanan udara mereka.

      Hapus
    3. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
      Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

      Hapus
    4. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALONSIA’S MILITARY
      MALONSIA often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
      🔑 Key Features of Loan Procurement
      Feature Description
      Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
      Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
      Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
      Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
      Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
      Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
      🛡️ Examples of Loan-Based Military Procurement
      1. Scorpene Submarines (France)
      Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
      Value: RM3.4 billion.
      Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
      2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
      Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
      Value: USD 370 million.
      Offset: Crew training and maintenance support.
      3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
      Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
      Value: RM4.08 billion.
      Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
      4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
      Loan Type: Structured financing with German partners.
      Value: RM5.35 billion.
      Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.

      Hapus
    5. 1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      3️⃣ ANALISIS UTANG MALONYET
      -
      Beban Individu: RM 94.544 per orang.
      -
      70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
      -
      DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
      -
      Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
    6. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED DEFENSE PROCUREMENT: A STRATEGIC FINANCIAL MODEL
      🔹 Why Loans Are Used
      MALONSIA’s annual defense budget is limited and must cover personnel, operations, maintenance, and development. When major acquisitions—such as submarines, fighter jets, or armored vehicles—exceed available funds, the government turns to loan agreements to:
      Spread payments over multiple years.
      Avoid sudden budget shocks.
      Enable long-term modernization without compromising operational readiness.
      -----------------
      🔸 Sources of Loans
      Source Type Description
      Foreign Governments Bilateral defense deals often include soft loans or export credits. Example: Poland for PT-91M tanks.
      Export Credit Agencies Institutions like Korea Eximbank or France’s Coface offer financing tied to defense exports.
      International Banks Commercial banks may offer syndicated loans for large naval or aerospace projects.
      Domestic Institutions MALONSIAn banks or government-linked investment entities may co-finance local components.
      -----------------
      🔸 Structure of Loan Agreements
      Component Details
      Tenor Typically 5–15 years depending on asset lifespan and delivery schedule.
      Grace Period Often 1–3 years during manufacturing phase before repayment begins.
      Interest Rate Negotiated based on bilateral ties; may be fixed or floating.
      Repayment Terms Milestone-based: payments tied to delivery, testing, or commissioning.
      Currency Usually USD or EUR; hedging used to manage forex risk.
      Guarantees Sovereign guarantees or performance bonds to secure repayment.



      Hapus
  19. Bila GORILLA tahu yang MALAYSIA sudah 6-0....Mereka Baru 7 dan peluang ke final NOL....nah tiba tiba 2 MINIT jadi 7 MINIT masa tambahan guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      ________________________________________
      2021 = NO SALE OF HORNETS
      2021 = NO SALE OF HORNETS
      2021 = NO SALE OF HORNETS
      -
      KUWAIT (KUNA) -- Kuwait's Ministry of Defense on Thursday denied reports about purported negotiations to sell 33 used F/A-18 Hornet aircraft in possession of the Kuwait Air Force to the MALONYETn Air Force.
      The Kuwait Army Chairmanship of Staff said any negotiations to sell ordnance owned by the Ministry of Defense would be declared directly.
      Such deals are conducted via the assets commissions affiliated to the ministry, as well as in coordination with the Ministry of Finance after approval of the manufacturing country and in line with standing procedures.
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-MALONYET-kuwait.html
      ________________________________________
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026
      ________________________________________
      2017 – 2026 …..
      9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
      9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
      9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
      1. Tragedi F/A-18 Kuwait: "9 Tahun Menunggu, Berujung Debu"
      Timeline yang Anda sajikan (2017–2026) menunjukkan inefisiensi birokrasi dan kegagalan diplomasi pertahanan yang kronis:
      Aspirasi Tanpa Eksekusi: Menunggu sejak 2017 menunjukkan bahwa MALONYET tidak memiliki "Rencana B" yang solid. Ketergantungan pada pesawat bekas (Hornet) yang sudah berusia 30 tahun lebih mencerminkan keputusasaan fiskal.
      Kendala Teknis (Februari 2026): Alasan pembatalan terkait modifikasi software (15 bulan) dan ketidakpastian pengiriman membuktikan bahwa alutsista bekas seringkali menjadi "beban" daripada "aset". MALONYET terjebak dalam kondisi di mana mereka butuh pesawat sekarang, tapi secara teknis pesawat tersebut butuh waktu terlalu lama untuk layak terbang.
      Lampu Hijau AS yang Percuma: Izin dari AS (Juni 2025) menjadi tidak relevan ketika kondisi fisik pesawat (hasil inspeksi November 2025) tidak memenuhi ekspektasi atau biaya integrasinya terlalu mahal untuk kantong MALONYET.

      Hapus
    4. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      🔹 Overview
      Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      💰 Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    5. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      🔹 Overview
      Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      💰 Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    6. 1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      3️⃣ ANALISIS UTANG MALONYET
      -
      Beban Individu: RM 94.544 per orang.
      -
      70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
      -
      DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
      -
      Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
      --------------------------------
      ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN MALONYET (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 MALONYETns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (MALONYET): "Economic factors, family main reasons 61,116 MALONYETns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of MALONYETns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of MALONYETns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive MALONYETns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah MALONYET mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga MALONYET resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara MALONYET. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga MALONYET melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ---------------------------
      Analisis :
      1. MALONYET & Korea Selatan → berada di puncak Asia dengan nisbah hutang isi rumah tertinggi (~85% KDNK).
      -
      2. Thailand → relatif tinggi di ASEAN (~70%), tetapi masih jauh di bawah MALONYET.
      -
      3. China → meningkat pesat, namun masih lebih rendah (~61%).
      -
      4. Indonesia & Filipina → nisbah sangat rendah, menunjukkan isi rumah kurang bergantung pada hutang untuk membiayai perbelanjaan.
      ---------------------------
      ⚠️ Implikasi
      1. MALONYET: Risiko kewangan isi rumah tinggi, terutama jika kadar faedah naik atau ekonomi perlahan.
      -
      2. Thailand: Menghadapi cabaran serupa, tetapi nisbah lebih rendah memberi sedikit ruang.
      -
      3. Indonesia & Filipina: Nisbah rendah bermakna risiko sistemik lebih kecil, tetapi juga menunjukkan akses kredit isi rumah lebih terbatas.
      -
      4. China & Korea Selatan: Walaupun nisbah tinggi, mereka memiliki pasaran kewangan lebih besar dan sokongan institusi

      Hapus
    7. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      🔸 Offset & Industrial Participation
      Loan-based deals often include offset clauses, which benefit MALONSIA’s local defense industry:
      Technology Transfer: Training, simulators, or assembly know-how.
      Local Manufacturing: Involvement of Boustead Naval Shipyard, SME Ordnance, or AIROD.
      Maintenance Contracts: Long-term MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) agreements with MALONSIAn firms.
      -----------------
      🔸 Examples of Loan-Based Defense Deals
      Program Supplier Country Loan Type & Offset
      Scorpene Submarines France Export credit + training + infrastructure development
      PT-91M Tanks Poland Bilateral loan + crew training + spare parts support
      FA-50M Fighter Jets South Korea Export credit + pilot training + simulator systems
      NGPV Patrol Vessels Germany Structured financing + local shipbuilding capacity
      ⚠️ Risks & Safeguards
      Risk Mitigation Strategy
      Exchange Rate Volatility Use of currency hedging and multi-currency reserves.
      Delivery Delays Penalty clauses and performance guarantees in contract.
      Budget Overruns Parliamentary oversight and audit mechanisms.
      Political Sensitivity Transparency initiatives and public reporting (e.g., LCS scandal).

      Hapus
  20. Bila GORILLA tahu yang MALAYSIA sudah 6-0....Mereka Baru 7 dan peluang ke final NOL....nah tiba tiba 2 MINIT jadi 7 MINIT masa tambahan guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ---------------------------------
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      ANKA = LEVEL ANGOLA
      SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
      -------------------------
      KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
      -
      Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
      Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
      -
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
      MALONYET: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
      Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
      -------------------------
      2025-2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      -
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      ---------------------------------
      MALONYET = OVERLIMITS DEBT = HUTANG BAYAR HUTANG
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

      Hapus
    4. NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 YEARS - BANNED NSM
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED NO TORPEDO
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

      Hapus
    5. 1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      3️⃣ ANALISIS UTANG MALONYET
      -
      Beban Individu: RM 94.544 per orang.
      -
      70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
      -
      DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
      -
      Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
      --------------------------------
      CLAUSE ART MALONYET (https://www.miti.gov.my/ART)
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to MALONYET.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on MALONYETn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1

      .3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): MALONYET shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): MALONYET is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: MALONYET commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from MALONYET or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, MALONYET is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by MALONYET not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: MALONYET facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if MALONYET enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.

      Hapus
    6. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      MALONSIA's approach to financing large-scale defense acquisitions often involves the use of loan agreements :
      1. The Need for Loan Agreements
      • High Cost of Modern Defense Systems: Modern military equipment, such as fighter jets, naval vessels, submarines, air defense systems, and advanced armored vehicles, are extremely expensive. A single major acquisition can easily exceed MALONSIA's annual defense budget.
      • Budgetary Constraints: While MALONSIA allocates a significant portion of its budget to defense, there are always competing demands from other sectors like education, healthcare, infrastructure, and social welfare. This limits the amount that can be immediately spent on defense acquisitions.
      • Long-Term Modernization Goals: MALONSIA has a continuous need to modernize its armed forces to maintain regional security, protect its sovereignty, and respond to evolving threats. Loan agreements facilitate these long-term strategic objectives by spreading the financial burden over several years.
      -----------------
      2. Sources of Loans
      MALONSIA can tap into various sources for these defense-related loans:
      • Foreign Governments (Government-to-Government Loans):
      o Direct Financing: Often, a selling country's government (e.g., France, the UK, Germany, South Korea) will offer direct government-backed loans or credit lines to MALONSIA to facilitate the purchase of their defense products. This can be part of a larger diplomatic or trade package.
      o Export Credit Agencies (ECAs): Many countries have ECAs (e.g., UK Export Finance, COFACE in France, Euler Hermes in Germany) that provide guarantees or direct loans to support their national defense industries' exports. These loans often come with favorable terms.
      o Advantages: These loans can sometimes offer lower interest rates, longer repayment periods, and more flexible terms than commercial loans, as they are often intertwined with strategic partnerships.
      • International Banks/Financial Institutions:
      o Commercial Loans: MALONSIA can secure loans from large international commercial banks or consortia of banks. These are typically market-rate loans, but for large sums, they might involve syndicated lending (multiple banks pooling resources).

      Hapus
  21. Parah....... 90 + 2= 97 MINIT... 🦍🦍🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....

      Hapus
    4. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONSIA buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      These loans reduce the upfront burden but tie MALONSIA to the supplier’s country.
      International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONSIA uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONSIA Uses Loans
      Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      Tied Procurement: Loans often force MALONSIA to buy from specific suppliers, limiting competition.
      Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONSIA is repaying loans even before receiving the full capability.
      Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.

      Hapus
    5. GORILA KLAIM CASH =
      SKEMA NON TUNAI = NON CASH
      SKEMA NON TUNAI = NON CASH
      SKEMA NON TUNAI = NON CASH
      --------------------
      1. Inventarisasi Alutsista Skema Non-Tunai
      Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Skema: EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Hutang Lender Turki).
      Status: Hutang G-to-G melalui Turk Eximbank.
      -
      Kapal LMS Batch 2
      Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) / Hutang Luar Negeri.
      -
      Jet Tempur FA-50M & Scorpene
      Skema: Barter Komoditas (Minyak Sawit/Palm Oil).
      Logika: Tidak mampu bayar cash, menggunakan hasil bumi.
      -
      Pesawat Airbus A400M
      Skema: Pembayaran Berperingkat (Ansuran/Debt).
      -
      Tank PT-91 Twardy
      Skema: Barter 30% Palm Oil & Rubber (Karet).
      -
      Jet Mig-29N & MKM
      Skema: Barter Palm Oil.
      -
      Helikopter AW139
      Skema: Sewa (Leasing).
      -
      2. Daftar Entitas Penagih Hutang (Tagih Hutang)
      Daftar lembaga dan vendor yang memiliki piutang terhadap proyek pertahanan/infrastruktur:
      Lembaga Perbankan: Maybank, AmBank, Affin Bank, Bank Muamalat, Bank Pembangunan MALONYET, Kuwait Finance House.
      Vendor/Kontraktor: MTU Services, Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, iXblue SAS, Tyco Fire & Security.
      --------------------------------
      NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544

      Hapus
    6. 1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      3️⃣ ANALISIS UTANG MALONYET
      -
      Beban Individu: RM 94.544 per orang.
      -
      70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
      -
      DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
      -
      Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      CLAUSE ART MALONYET (https://www.miti.gov.my/ART)
      Tarif & Kuota: Penghapusan tarif ekspor AS ke MALONYET; tarif timbal balik AS sebesar 19% (kecuali produk tertentu 0%); pelarangan pembatasan jumlah barang (kuota) dari AS.
      -
      Hambatan Non-Tarif: Jaminan akses pasar untuk produk daging/keju AS; komitmen transparansi regulasi; standarisasi sertifikasi Halal serta pengakuan standar keamanan kendaraan AS.
      -
      Perdagangan Digital: Bebas transfer data lintas batas; pelarangan pajak digital diskriminatif terhadap perusahaan AS; pelarangan paksa transfer teknologi atau kode sumber.
      -
      Aturan Asal Barang: Penentuan kriteria khusus agar barang mendapatkan tarif preferensial.
      -
      Keamanan Nasional: MALONYET wajib mengikuti langkah sanksi dan kontrol ekspor AS; pembatasan pengadaan nuklir dari negara tertentu; jaminan pasokan mineral kritis dan logam tanah jarang ke AS.
      -
      Komitmen Ekonomi: Pembelian 30 pesawat Boeing, 5 juta ton LNG per tahun, dan batu bara oleh MALONYET; komitmen investasi MALONYET ke AS sebesar USD 70 miliar selama 10 tahun.
      -
      Ketentuan Akhir: AS berhak membatalkan perjanjian jika MALONYET bekerja sama dengan pihak yang merugikan kepentingan AS; sengketa diselesaikan melalui konsultasi bilateral.

      Hapus
    7. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. Identification of Needs:
      The MALONSIAn Armed Forces (MAF) first identifies its operational requirements and strategic defense needs. This involves assessments of current threats, technological advancements, and the lifespan of existing equipment. For example, the Royal MALONSIAn Navy might identify a need for new littoral mission ships (LMS) or the Royal MALONSIAn Air Force for multi-role combat aircraft.
      -----------------
      2. Budget Allocation and Approval:
      Defense spending is a significant part of the national budget. The Ministry of Defence (MINDEF) prepares budget proposals, which are then subject to approval by the MALONSIAn Parliament. For major acquisitions, special allocations or supplementary budgets may be required.
      -----------------
      3. Procurement Methods:
      MALONSIA employs various procurement methods, including:
      * Direct Negotiation: For specialized equipment or where only a few suppliers exist, direct negotiation with manufacturers or foreign governments is common.
      * International Tendering: For more competitive markets, international tenders are issued, allowing various global defense contractors to bid.
      * Government-to-Government (G2G) Agreements: Sometimes, procurement is done directly between the MALONSIAn government and a foreign government, which can facilitate financing options.
      -----------------
      4. Financing Options – How Loans Come In:
      When the outright purchase of military equipment is too costly for the immediate national budget, loans become a crucial financing mechanism. Here are the common sources and types of loans:

      Hapus
  22. Parah....... 90 + 2= 97 MINIT... 🦍🦍🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU FIFA =
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      ==============================
      ==============================
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------------------------------
      🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

      Hapus
    3. BANGSA PENIPU FIFA =
      MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
      -
      CAS = KALAH FAM
      ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
      ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    4. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....
      ________________________________________
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

      Hapus
    5. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALONYET
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis
      ________________________________________
      2026 USD 1.8 BILLION MINDEF =
      PROCUREMENTS USD0.6 BILLION = USD 600 MILLION
      INFRASTRUCTURE PROJECTS USD0.6 BILLION = USD 600 MILLION
      DEVELOPMENT EXPENDITURE USD0.6 BILLION = USD 600 MILLION
      MALONYET has taken a decisive step toward strengthening its national defence architecture with the allocation of RM21.2 billion to the Ministry of Defence (MINDEF) under the 2026 National Budget, unveiled by Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim in Parliament today.Of this, RM14.11 billion is designated for Operational Expenditure, covering maintenance, training, and ongoing deployments, while RM7.63 billion is directed toward Development Expenditure, funding new procurements and infrastructure projects.
      -
      Ringgit 1 Billion = USD 236,686,000 ( baca Dua ratus tiga puluh enam juta enam ratus delapan puluh enam ribu US Dollar)
      RM21,2 Billion X 236,686,000 = USD5,01 Billion
      -
      Ringgit 1 Billion = USD 236,686,000 ( baca Dua ratus tiga puluh enam juta enam ratus delapan puluh enam ribu US Dollar)
      Jadi
      RM 7.63 Billion =
      7.63 X 236,686,000 = US USD 1,805,914,180 ( baca satu milyar delapan ratus lima juta sembilan ratus empat belas ribu seratus delapan puluh US Dollar) Atau US USD 1.8 Billion ( baca Satu koma delapan milyar US Dollar)/3 = USD 600 MILLION FOR PROCUREMENTS

      Hapus
    6. 1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      3️⃣ ANALISIS UTANG MALONYET
      -
      Beban Individu: RM 94.544 per orang.
      -
      70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
      -
      DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
      -
      Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
      --------------------------------
      DITOLAK ARAB SAUDI - PM X – Anwar Ibrahim (Arab Saudi, 2023): Gagal bertemu Raja Salman dan MBS karena tidak bisa memperpanjang kunjungan (bentrok jadwal ke Kamboja). Dikritik sebagai kegagalan diplomatik.
      ---------------------------------
      DITOLAK UEA - PM IX – Ismail Sabri (UEA, 2022): Tidak mendapat sambutan resmi di bandara akibat kesalahan koordinasi Wisma Putra, yang berujung pada penarikan dua diplomat senior.
      ---------------------------------
      DITOLAK ARAB SAUDI - PM VIII – Muhyiddin Yassin (Arab Saudi, 2021): Hanya bertemu Raja Salman secara daring (online) meski sudah berada di lokasi karena protokol ketat pandemi COVID-19.
      ---------------------------------
      DITOLAK WARGA LEBANON = MUNDUR TAKUT
      DITOLAK WARGA LEBANON = MUNDUR TAKUT
      MALONYET telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ---------------------------------
      DITOLAK WARGA LEBANON
      DITOLAK WARGA LEBANON
      DITOLAK WARGA LEBANON
      BUKTI DISERANG WARGA LEBANON
      BUKTI DILEMPARI BATU WARGA LEBANON
      https://www.youtube.com/watch?v=d0h0NrZ1NwQ
      ---------
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      ---------
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      ---------
      TUNDUK BRITISH JAGA BUCKINGHAM
      TUNDUK BRITISH JAGA BUCKINGHAM
      TUNDUK BRITISH JAGA BUCKINGHAM
      Tugasan untuk berkawal di istana berusia lebih 250 tahun itu digalas penuh rasa tanggungjawab oleh setiap anggota RAMD. MALONYET yang pernah dijajah British pada suatu masa dahulu diiktiraf kerana mempunyai barisan tentera yang berketrampilan,.
      ---------
      DITOLAK ARAB SAUDI
      DITOLAK ARAB SAUDI
      DITOLAK ARAB SAUDI
      Kegagalan Anwar untuk bertemu putera mahkota Mohammed bukanlah kegagalan diplomatik pertama yang dialami oleh seorang pemimpin MALONYET sejak beberapa tahun kebelakangan ini.
      ---------
      DITOLAK EU
      DITOLAK EU
      DITOLAK EU
      EU PALM OIL CURBS - NO RAFALE
      MALONYET says EU palm oil curbs may undermine France's fighter jet bid.......
      on Thursday the European Union's decision to curb imports of the commodity could undermine France's hopes of winning one of Asia's biggest fighter plane deals.
      ---------
      TUNDUK CHINA = HUTANG = GIVEAWAY BPA
      TUNDUK CHINA = HUTANG = GIVEAWAY BPA
      TUNDUK CHINA = HUTANG = GIVEAWAY BPA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONYET telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      TUNDUK CHINA = HUTANG = GIVE AWAY RUANG UDARA
      TUNDUK CHINA = HUTANG = GIVE AWAY RUANG UDARA
      TUNDUK CHINA = HUTANG = GIVE AWAY RUANG UDARA
      Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan.

      Hapus
    7. 1️⃣DATA UTANG MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      -
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      -
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      --------------------------------
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      -
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      -
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      -
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      3️⃣ ANALISIS UTANG MALONYET
      -
      Beban Individu: RM 94.544 per orang.
      -
      70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
      -
      DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
      -
      Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      DATA KOMERSIAL BUKAN KEPENDUDUKAN
      DOMINASI SAHAM FREEPORT
      EFISIENSI NEGOSIASI
      -
      poin-poin kesepakatan strategis tersebut:
      -
      Kedaulatan Data Digital: Pertukaran data lintas negara murni bersifat komersial dan transaksional, bukan data kependudukan (identitas pribadi). Seluruh proses tunduk pada UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk menjamin keamanan informasi warga negara.
      -
      Dominasi Saham Freeport: Kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi naik dari 51,23% menjadi 63%. Tambahan 12% saham ini diperoleh secara cuma-cuma (gratis) melalui kesepakatan di MoU Washington 2026.
      -
      Investasi Raksasa: Freeport berkomitmen menambah investasi sebesar US$ 20 Miliar untuk penguatan hilirisasi dan eksplorasi tanpa membebani APBN.
      -
      Efisiensi Negosiasi Internasional: Indonesia menunjukkan posisi tawar yang kuat dengan biaya komitmen akses pasar 10x lebih murah dibandingkan MALONYET, namun berhasil mengamankan tarif 0% untuk pos produk yang lebih banyak (1.819 produk).

      Hapus
    8. KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x RAJA : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KONTRAK KOSONG ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      USE OF LOANS IN DEFENSE PROCUREMENT
      1. Why Loans Are Used
      Budget Limits: MALONSIA’s annual defense budget is relatively modest (about RM15–20 billion in recent years). Buying big-ticket items like submarines, frigates, or fighter jets in one year would swallow a large chunk of the budget.
      Need for Modernization: To maintain regional balance (especially with neighbors like Singapore, Indonesia, Thailand, and Vietnam), MALONSIA wants to modernize across all services (army, navy, air force) simultaneously.
      Smoothing Expenditure: Loans allow MALONSIA to spread payments over 5–15 years, instead of paying everything upfront.
      Political Optics: Loans make it easier for governments to announce “big” purchases without creating sudden budget spikes.
      ________________________________________
      2. Where the Loans Come From
      Foreign Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: France’s COFACE, Germany’s Euler Hermes, South Korea’s KEXIM.
      These agencies guarantee loans tied to purchases from their industries.
      International Banks / Syndicated Loans:
      Global banks provide financing secured by sovereign guarantees.
      Domestic Financing:
      MALONSIA sometimes uses local banks or issues government bonds to support large contracts (especially if local shipyards are involved).
      ________________________________________
      3. How the Loans Are Structured
      Buyer’s Credit (Tied Loans):
      MALONSIA borrows from the supplier’s country → money must be spent on that country’s defense products.
      Supplier’s Credit:
      The vendor arranges financing on MALONSIA’s behalf.
      Mixed Financing:
      Part loan, part direct allocation from MALONSIA’s budget.
      Grace Periods:
      Often 3–5 years before repayment begins, matching the delivery of ships/planes.
      Repayment Terms:
      Usually 5–15 years, in USD or EUR, sometimes with concessional interest if linked to government-to-government deals.

      Hapus
  23. BANGSA PENIPU FIFA =
    -
    CAS = KALAH FAM
    ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
    ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
    --------------------------------
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    ==============================
    ==============================
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    --------------------------------
    🤣NYET MANA = Ariff Aiman 🤣

    BalasHapus
  24. BANGSA PENIPU FIFA =
    MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
    -
    CAS = KALAH FAM
    ASIAN CUP = DIGANTI VIETNAM
    ASEAN FIFA CUP = KALAH GOL
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ==============================
    ==============================
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    --------------------------------
    🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

    BalasHapus
  25. BANGSA PENIPU FIFA =
    MALAYDESH (MALAY+BANGLADESH) = KL (KALAH LAGI)
    ---------------------------------
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena dokumen tidak sah.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tetap berlaku.
    • Denda Rp7 Miliar+: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    --------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  26. BANGSA PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    --------------------------------
    PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
    -
    MALAYDESH IMPOR =
    • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
    • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
    • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
    • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
    • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
    --------------------------------------------
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
    • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
    -
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
    --------------------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
    • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
    • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
    • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
    • Peru: Mata uang (Soles).
    • Bangladesh: Mata uang (Taka).
    • Somalia: Mata uang (Shilling).
    • Argentina: Mata uang (Peso).
    • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
    • Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
    • Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
    .
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  27. BANGSA PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    ---------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 70.5
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
    --------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. MALONYET 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  28. BANGSA PENIPU FIFA = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    --------------------------------
    PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
    -
    MALAYDESH IMPOR =
    • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
    • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
    • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
    • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
    • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
    --------------------------------------------
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    --------------------------------------------
    IMPORT LNG INDONESIA
    • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
    • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
    -
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    --------------------------------------------
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    PETRONAS HUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    --------------------------------------------
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    IMPOR JAGUNG 240.000 TON
    Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
    --------------------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
    • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
    • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
    • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
    • Peru: Mata uang (Soles).
    • Bangladesh: Mata uang (Taka).
    • Somalia: Mata uang (Shilling).
    • Argentina: Mata uang (Peso).
    • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
    • Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
    • Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
    .
    --------------------------------------------
    PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  29. Begini Sejarah Isu Match Fixing Malaysia-Singapura | Republika Online https://share.google/7EZJWkYj5z1HuYhtd
    ‎
    ‎Baik Malaysia dan Singapura sempat didera kasus besar pengaturan skor.
    ‎
    ‎REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemenangan besar Timnas Sepak Bola Malaysia melawan Singapura dalam pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, semalam mengundang tanda tanya.
    ‎
    ‎Jawabannya barangkali pada negara asal tim yang bertanding. Sejumlah perkara besar dalam tiga dekade terakhir membuat Malaysia dan Singapura berulang kali disebut dalam peta pengaturan pertandingan sepak bola Asia Tenggara.
    ‎
    ‎Di Asia Tenggara, merujuk Aljazirah, Malaysia dan Singapura pernah disebut sebagai bagian penting dari ekosistem match fixing regional. Sejarah perkara di Malaysia dan Singapura memperlihatkan persoalan itu dengan jelas.
    ‎
    ‎Malaysia memang memiliki sejarah panjang terkait dugaan pengaturan pertandingan. Salah satu skandal terbesar terjadi pada 1994. Media Malaysia The Star melansir, lebih dari 100 pemain dan pelatih diperiksa dalam perkara yang mengguncang sepak bola Malaysia. Puluhan pemain kemudian dikenai sanksi.
    ‎
    ‎Dua dekade kemudian, pada 2016, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencabut larangan terhadap 84 pemain yang sebelumnya terseret dalam skandal tersebut. Perkara itu penting karena memperlihatkan bahwa persoalan match fixing di Malaysia bukan produk era taruhan daring. Ia telah menjadi masalah sepak bola domestik jauh sebelum pasar perjudian internet berkembang seperti sekarang.
    ‎
    ‎Jika Malaysia mempunyai sejarah panjang skandal domestik, Singapura menjadi sangat menonjol dalam perkara jaringan match fixing internasional pada dekade 2010-an. Pada 2013, seperti dilaporkan the Strait Times, Europol mengungkap investigasi terhadap jaringan perjudian sepak bola yang disebut berbasis di Singapura. Dalam pengumuman tersebut, sekitar 380 pertandingan di berbagai negara disebut sebagai pertandingan yang dicurigai menjadi sasaran jaringan.
    ‎
    ‎Salah satu kasus yang paling menarik justru mempertemukan kedua negara tersebut. Pada 2012, pertandingan Malaysia Super League antara LionsXII dan Sarawak FA menjadi sasaran skema pengaturan pertandingan. Pertandingan berlangsung di Singapura dan berakhir 3-0 untuk LionsXII.
    ‎
    ‎Seorang mantan pemain tim nasional Malaysia, Thana Segar, bersama Selvarajan Letchuman dan wasit Malaysia Shokri Nor, terlibat dalam perkara tersebut. Selvarajan kemudian dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, sementara Thana Segar dijatuhi hukuman 24 bulan.
    ‎
    ‎Kasus itu menggambarkan wajah match fixing Asia Tenggara. Pertandingan berlangsung di Singapura. Pemain dan wasit terkait berasal dari Malaysia. Ada kepentingan taruhan. Dan pengaturan pertandingan melibatkan aktor yang bergerak di antara dua yurisdiksi.
    ‎
    ‎Pada 2013, otoritas antikorupsi Singapura juga mengungkap perkara yang melibatkan tiga ofisial pertandingan AFC Cup antara Tampines Rovers dan East Bengal. Ketiganya ditangkap setelah penyelidikan menemukan pemberian gratifikasi berupa layanan seksual untuk memengaruhi jalannya pertandingan. Mereka kemudian didakwa.
    ‎
    ‎Kasus Rajendran Kurusamy memperlihatkan lebih jauh bagaimana jaringan tersebut bekerja. Menjelang SEA Games 2015 di Singapura, Rajendran berusaha mengatur agar Timor-Leste kalah dari Malaysia. Ia menawarkan uang kepada pemain dan pejabat Timor-Leste.
    ‎
    ‎Rajendran kemudian dijatuhi hukuman 48 bulan penjara. Singkat cerita, pelaku berasal dari Singapura. Pertandingan berlangsung dalam ajang yang diselenggarakan di Singapura. Tim yang hendak dipengaruhi adalah Timor-Leste. Dan hasil yang ingin dikendalikan berkaitan dengan pertandingan melawan Malaysia.
    ‎
    ‎Kasus tersebut menunjukkan bahwa
    ‎Lebih dari 1.000 penggerebekan dilakukan dan sekitar 1.400 orang ditangkap. Interpol memperkirakan jaringan yang menjadi sasaran operasi menangani taruhan sekitar 2,2 miliar dolar AS.
    ‎
    ‎Pada 2016, konsultan integritas olahraga Chris Eaton menyebut Malaysia telah menggantikan Singapura sebagai pusat aktivitas match fixing di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  30. MATCH FIXING DUNIA = KALAH
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH KELAM
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    --------------------------------
    1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
    -
    Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
    --------------------------------
    2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
    -
    Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

    BalasHapus