At least two Royal Australian Navy Arafura Class Offshore Patrol Vessels (OPVs) will be homeported at HMAS Cairns, strengthening defence industry and regional security in Northern Australia.
The first, HMAS Arafura, is scheduled to be homeported in Cairns in early 2027.
This decision builds on the Albanese Government's significant investment in the region and recognises the important role HMAS Cairns plays in supporting national security and sovereign defence industry.
Homeporting Arafura Class OPVs in Cairns will enhance Navy's ability to operate and sustain capability in the north and support engagements across the region.
It will further bolster the established maritime sustainment sector in Cairns, supporting the local economy and jobs and providing further confidence for North Queensland industry to invest in workforce capability and skills.
The Arafura Class OPVs are designed to conduct maritime patrol, surveillance and response tasks and will work closely with Australian Border Force and regional partners.
This announcement builds on the Albanese Government's $250 million investment in HMAS Cairns, including expanded berthing capacity and enhanced supporting wharf and landside facilities.
Built for resilience, the wharf has been elevated above surrounding infrastructure to withstand rising king tide levels and ensure it continues to meet Navy operational requirements for decades to come.
Through this project, more than 770 people worked onsite, with $67.7 million awarded to local businesses within 125 kilometres of Cairns.
Quotes attributable to Minister for Defence Industry, Pat Conroy:
“Northern Australia is central to our Defence strategy and Cairns is an increasingly important hub for Navy operations, sustainment and maritime security.
“Cairns has developed one of Australia's most capable maritime sustainment and maintenance sectors, making it a natural location to support the future offshore patrol vessel fleet.
“This decision strengthens sovereign industrial capability while creating opportunities for local businesses to support one of Navy's newest classes of vessels.”
Quotes attributable to Matt Smith MP, Member for Leichhardt:
“Since the release of the National Defence Strategy I have been advocating for the capacity of the Far North.
“The $250 million expanded wharf at HMAS Cairns will see more jobs, more growth, and more security for our region.
“The home porting of at least two Arafura Class OPV’s is an acknowledgement of the capacity of Cairns and the importance of the Far North more broadly.
“Today is a proud day for Cairns as we continue to flex on the national stage."
(Aus DoD)



NSM GAGAL haha!๐❌️๐
BalasHapusmakasi yaaa tipe M,
BalasHapusuda cape2 SELEBRASI kemenangan timnas kami haha!๐คญ๐๐คฃ
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/watch/?v=2124455161519762&vanity=SiaranLangsungTVRIBengkulu
INGAT KAPAL MALAYDESH LCS RONGSOK SEHARGA DESTROYER BUANG UANG PERCUMA MANA HUTANG JUMBO LAGI....NSM KENA KICK HALAAND, DI FIFA ASEAN CUP KENA KICK SI OTONG ....BENAR BENAR KOCAK MALAYDESH BOTOL
BalasHapus๐๐๐๐๐๐๐ฒ๐พ๐คก๐คก๐คก๐คก๐คก๐คก๐คก๐ฒ๐พ๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ฒ๐พ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฉ๐ฒ๐พ
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusFinal FIFA ASEAN CUP 2026
BalasHapuskhusus TIM ELIT SHOPPING SOPING
khusus Kapal Induk Owners haha!๐คญ๐๐
ehh yg MeWeK๐ญ Kalah..kalah ajaa haha!๐๐คฃ๐
Offshore Patrol Vessels to be Homeported in Cairns: Supporting Jobs and Industry in North Queensland
BalasHapus-----------
osi pake opv luursen, diujung
tnang kita lago siyapin 2 OPV 98m Full WEPON๐...
sama 1 bijik on progres..
ada 1 buat markas sorong haha!✌️๐๐
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
BalasHapusBLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
• Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
• Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
--------------------------------------------------
PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
• Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
• Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
--------------------------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------------------------
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
SURAT NGEMIS F18
the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
--------------------------------------------------
Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
Global Firepower (GFP):
Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
MALAYSEWA: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Skala Ekonomi (PDB PPP):
Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALAYSEWA ($5,69 T vs $1,34 T).
Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
-
Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
MALAYSEWA: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
Pesawat latihan L-39.
Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang MALAYSEWA
Evolusi Utang & Liabilitas:
2010: RM 407 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
Kesehatan Fiskal:
Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
Degradasi Reputasi:
Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).
Kiper Singapur nggak mau nangkap bola ๐คฃ๐คฃ๐คฃ, malondesh bangga ternyata main sabun ๐๐๐
BalasHapushttps://youtube.com/shorts/0Z2EeThMZPI?si=PPv6RoxWqjCgpiyD
Kiper Singapur nggak mau nangkap bola ๐คฃ๐คฃ๐คฃ, malondesh bangga ternyata main sabun ๐๐๐
BalasHapushttps://youtube.com/shorts/0Z2EeThMZPI?si=PPv6RoxWqjCgpiyD
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
• 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
• 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
• 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
• Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
• Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
• 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
• Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
• Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
• 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
--------------------------------
2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
MALONYET’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
--------------------------------
2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
--------------------------------
2025 SIPRI MALONYET = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
--------------------------------
2024 SIPRI MALONYET = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
--------------------------------
2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
--------------------------------
CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
-
Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
2010: RM 407,1 MILIAR
2011: RM 456,1 MILIAR
2012: RM 501,6 MILIAR
2013: RM 547,7 MILIAR
2014: RM 582,8 MILIAR
2015: RM 630,5 MILIAR
2016: RM 648,5 MILIAR
2017: RM 686,8 MILIAR
2018: RM 1,19 TRILIUN
2019: RM 1,25 TRILIUN
2020: RM 1,32 TRILIUN
2021: RM 1,38 TRILIUN
2022: RM 1,45 TRILIUN
2023: RM 1,53 TRILIUN
2024: RM 1,63 TRILIUN
2025: RM 1,71 TRILIUN
2026: RM 1,79 TRILIUN
-
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019) | CNA & The Star (2020) | The Edge MALONYET (2021–2022) | MOF Portal & Bernama (2023–2024)
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
• 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
• 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
• 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
• Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
• Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
• 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
• Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
• Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
• 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
2026 BUDEGT MILITER MALONYET = DIPANGKAS
---------------------------------
1. REUTERS (KANTOR BERITA UTAMA)
Sebagai sumber pertama yang meninjau dokumen internal pemerintah, Reuters melaporkan bahwa Perbendaharaan MALONYET telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk memangkas anggaran operasional tahun 2026. Laporan ini menyoroti bahwa lonjakan harga energi akibat perang di Iran telah membuat tagihan subsidi publik membengkak hingga RM 58,4 miliar, jauh melampaui alokasi awal sebesar RM 15 miliar.
---------------------------------
2. THE STRAITS TIMES
Media ini menekankan upaya pemerintah MALONYET untuk melindungi warga dari lonjakan harga akibat konflik "US-Israeli war on Iran". The Straits Times merinci instruksi dari Sekretaris Jenderal Perbendaharaan, Datuk Johan Mahmood Merican, yang meminta peninjauan kembali pengeluaran operasional dan pengajuan proposal pemotongan biaya paling lambat 15 Mei 2026.
---------------------------------
3. THE EDGE MALONYET
The Edge memfokuskan laporannya pada konfirmasi dari juru bicara pemerintah, Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil, yang menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bertujuan untuk menyelaraskan kembali program dan aktivitas negara di tengah krisis pasokan global. Berita ini juga mencatat bahwa dokumen internal tersebut mengusulkan pembatasan gaji/tunjangan untuk lowongan kerja yang belum terisi serta pengurangan belanja aset.
---------------------------------
4. FREE MALONYET TODAY (FMT)
FMT menyoroti dampak spesifik pada sektor publik, melaporkan usulan pemotongan anggaran sebesar RM 5,4 miliar untuk Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, FMT mencatat instruksi pemerintah untuk menunda konferensi, seminar, bengkel kerja (workshop), serta pembekuan asupan baru pegawai negeri sebagai langkah penghematan tambahan.
---------------------------------
5. NEW STRAITS TIMES (NST)
NST memberikan penekanan bahwa meskipun ada pemotongan anggaran yang signifikan, Kementerian Kewangan menjamin bahwa layanan publik yang kritis atau esensial tidak akan terganggu. Laporan mereka mendetailkan bahwa langkah ini adalah strategi fiskal yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi nasional menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat drastis
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
⚙️ EQUIPMENT & MODERNIZATION ISSUES
• Outdated naval assets: Many of MALONYET ’s ships are aging, and the navy has struggled to modernize its fleet.
• Limited air combat readiness: Out of 28 fighter jets, reportedly only four were operational at one point.
• Delayed procurement: The Littoral Combat Ship (LCS) project, meant to boost naval capabilities, has been plagued by delays and scandals.
๐ฐ Budget Constraints
• Skewed spending priorities: Over 60–70% of the defense budget goes to salaries and maintenance, leaving little for new weapons or modernization.
• Stagnant budget: MALONYET ’s defense budget has hovered around RM15–18 billion annually, which is modest compared to regional peers like Vietnam and Indonesia.
๐งญ Strategic Direction & Policy
• Lack of clear long-term strategy: The defense industry suffers from unclear government guidance on future strategic direction.
• Overreliance on diplomacy: MALONYET has traditionally leaned on quiet diplomacy, especially with China, which may be insufficient given rising tensions in the South China Sea.
Parah INDIANESIA....
BalasHapusSudah dibantu PEMAIN BELANDA C, MAIN di kandang sendiri, ribuan penyokong.... masih mengharapkan bantuan wasit untuk LOLOS ke final......HAHAHAHAHA
KEMENANGAN BIAR BERMARUAH ya.....SALAM 90 + 2 = 97 MINIT.....HAHAHAHHAHA
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
Equipment
• Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
• Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
• Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
• Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
• Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
Lack of modern equipment
• Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
• The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
• The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
Corruption
• Corruption has been a recurring issue within the MAF
• Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
Supply chain management issues
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALONYET’S MILITARY
MALONYET often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
๐ Key Features of Loan Procurement
Feature Description
Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
๐ก️ Examples of Loan-Based Military Procurement
1. Scorpene Submarines (France)
• Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
• Value: RM3.4 billion.
• Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
• Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
• Value: USD 370 million.
• Offset: Crew training and maintenance support.
3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
• Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
• Value: RM4.08 billion.
• Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
• Loan Type: Structured financing with German partners.
• Value: RM5.35 billion.
• Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
๐น Overview
• Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
• Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
• Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
• Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
• Delivery Timeline: First batch expected in 20262
๐ฐ Financial Structure
Component Description
Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.
Negara kecil memang tak punya harga diri!๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
HapusParah INDIANESIA....
BalasHapusSudah dibantu PEMAIN BELANDA C, MAIN di kandang sendiri, ribuan penyokong.... masih mengharapkan bantuan wasit untuk LOLOS ke final......HAHAHAHAHA
KEMENANGAN BIAR BERMARUAH ya.....SALAM 90 + 2 = 97 MINIT.....HAHAHAHHAHA
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
• UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
• UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
o Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
Lack of modern equipment
• Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
• The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
• The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
Corruption
• Corruption has been a recurring issue within the MAF
• Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
Supply chain management issues
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
DENDA= USUSD83,8 juta
• RM17.5 million in special damages
• RM38.7 million in further damages
• USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
-------------
Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
• RM17.5 million in special damages
• RM38.7 million in further damages
• USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
-------------
Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
1. Kapal Selam Scorpene
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
-----------------
2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
• Skema: Loan agreement + milestone payment
• Detail:
a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
-----------------
3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
• Skema: Loan agreement + offset lokal
• Detail:
a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
-----------------
4. Tank PT-91M Pendekar
• Skema: Loan agreement bilateral
• Detail:
a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
-----------------
6. Pesawat FA-50M
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
๐ Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
Alutsista Skema Pembayaran Hutang
Scorpene Loan agreement + offset ✅
Kapal LCS Loan + milestone ✅
Kapal NGPV Loan + offset ✅
Tank PT-91M Loan bilateral ✅
FA-50M Loan + offset ✅
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
• UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
• UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
o Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
Lack of modern equipment
• Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
• The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
• The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
Corruption
• Corruption has been a recurring issue within the MAF
• Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
Supply chain management issues
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
• Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
• ๐ฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami ๐ฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
• Penerbitan Obligasi Pemerintah:
o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
• Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
3. Dampak terhadap Hutang Negara:
• Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
• Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. DENDA= USUSD83,8 juta
Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
-------------
2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
• Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
• Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
• Masalah Utama:
a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
-------------
3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
• Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
• Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
• Masalah Utama:
a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.
Bangladesh saja hairan....BELUM PERNAH SAYA LIHAT....... HAHAHAHAHHA
BalasHapusAsisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat
https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
๐น Overview
• Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
• Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
• Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
• Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
• Delivery Timeline: First batch expected in 20262
๐ฐ Financial Structure
Component Description
Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
• 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
• 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
• 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
• Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
• Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
• 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
• Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
• Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
• 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
2026 BUDEGT MILITER MALONYET = DIPANGKAS
---------------------------------
1. REUTERS (KANTOR BERITA UTAMA)
Sebagai sumber pertama yang meninjau dokumen internal pemerintah, Reuters melaporkan bahwa Perbendaharaan MALONYET telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk memangkas anggaran operasional tahun 2026. Laporan ini menyoroti bahwa lonjakan harga energi akibat perang di Iran telah membuat tagihan subsidi publik membengkak hingga RM 58,4 miliar, jauh melampaui alokasi awal sebesar RM 15 miliar.
---------------------------------
2. THE STRAITS TIMES
Media ini menekankan upaya pemerintah MALONYET untuk melindungi warga dari lonjakan harga akibat konflik "US-Israeli war on Iran". The Straits Times merinci instruksi dari Sekretaris Jenderal Perbendaharaan, Datuk Johan Mahmood Merican, yang meminta peninjauan kembali pengeluaran operasional dan pengajuan proposal pemotongan biaya paling lambat 15 Mei 2026.
---------------------------------
3. THE EDGE MALONYET
The Edge memfokuskan laporannya pada konfirmasi dari juru bicara pemerintah, Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil, yang menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bertujuan untuk menyelaraskan kembali program dan aktivitas negara di tengah krisis pasokan global. Berita ini juga mencatat bahwa dokumen internal tersebut mengusulkan pembatasan gaji/tunjangan untuk lowongan kerja yang belum terisi serta pengurangan belanja aset.
---------------------------------
4. FREE MALONYET TODAY (FMT)
FMT menyoroti dampak spesifik pada sektor publik, melaporkan usulan pemotongan anggaran sebesar RM 5,4 miliar untuk Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, FMT mencatat instruksi pemerintah untuk menunda konferensi, seminar, bengkel kerja (workshop), serta pembekuan asupan baru pegawai negeri sebagai langkah penghematan tambahan.
---------------------------------
5. NEW STRAITS TIMES (NST)
NST memberikan penekanan bahwa meskipun ada pemotongan anggaran yang signifikan, Kementerian Kewangan menjamin bahwa layanan publik yang kritis atau esensial tidak akan terganggu. Laporan mereka mendetailkan bahwa langkah ini adalah strategi fiskal yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi nasional menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat drastis
Bangladesh saja hairan....BELUM PERNAH SAYA LIHAT....... HAHAHAHAHHA
BalasHapusAsisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat
https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
๐น Overview
• Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
• Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
• Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
• Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
• Delivery Timeline: First batch expected in 20262
๐ฐ Financial Structure
Component Description
Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Cie... Cieeee..... malaydesh MISKIN GAGAL TOTAL NEGATIVE FRAMING terhadap INDONESIA nih yeeee....
BalasHapusWKWKWK
sejak bila dalam peraturan permainan FIFA..... Tambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? HAHAHAHHA
BalasHapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
-------------
Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
1. Kapal Selam Scorpene
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
-----------------
2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
• Skema: Loan agreement + milestone payment
• Detail:
a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
-----------------
3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
• Skema: Loan agreement + offset lokal
• Detail:
a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
-----------------
4. Tank PT-91M Pendekar
• Skema: Loan agreement bilateral
• Detail:
a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
-----------------
6. Pesawat FA-50M
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
๐ Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
Alutsista Skema Pembayaran Hutang
Scorpene Loan agreement + offset ✅
Kapal LCS Loan + milestone ✅
Kapal NGPV Loan + offset ✅
Tank PT-91M Loan bilateral ✅
FA-50M Loan + offset ✅
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
sejak bila dalam peraturan permainan FIFA..... Tambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? HAHAHAHHA
BalasHapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
DENDA= USUSD83,8 juta
• RM17.5 million in special damages
• RM38.7 million in further damages
• USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
-------------
Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
• RM17.5 million in special damages
• RM38.7 million in further damages
• USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......
BalasHapusPelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. DENDA= USUSD83,8 juta
Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
-------------
2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
• Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
• Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
• Masalah Utama:
a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
-------------
3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
• Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
• Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
• Masalah Utama:
a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.
Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......
BalasHapusPelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
SUMBER :
BNM | MOF | Statista/Trading Economics
--------------------------------
Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 347%
2. MALONYET ๐ฒ๐พ: 224%
3. Thailand ๐น๐ญ: 223%
4. Vietnam ๐ป๐ณ: 161%
5. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~130 - 150%
6. Filipina ๐ต๐ญ: ~110 - 120%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: ~80 - 95%
8. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: ~75 - 85%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~60 - 70%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~30 - 40%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 176,3%
2. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~84,7% - 91%
3. MALONYET ๐ฒ๐พ: 70,5%
4. Thailand ๐น๐ญ: 62,2%
5. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: 63,0%
6. Filipina ๐ต๐ญ: 58,8%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: 41,1%
8. Vietnam ๐ป๐ณ: ~34% - 37%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~31,4%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~16% - 20%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
• Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
• ๐ฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami ๐ฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
• Penerbitan Obligasi Pemerintah:
o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
• Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
3. Dampak terhadap Hutang Negara:
• Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
• Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
MATCH FIXING DUNIA = KALAH
BalasHapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.04
Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.02
290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 09.55
Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
==============================
==============================
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
--------------------------------
๐คฃCAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)๐คฃ
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. SOURCES OF LOANS
• Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
• International Banks / Syndicated Loans:
Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
• Domestic Financial Institutions:
In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
________________________________________
2. Loan Structures
• Export Credit Facilities:
Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
• Tied Loans / Buyer’s Credit:
Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
• Mixed Financing:
A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
• Grace Periods:
Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
________________________________________
3. Why MALONYET Uses Loans
• Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
• Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
• Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
• Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
________________________________________
4. Risks & Weaknesses
• Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
• Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
• Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
• Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
• Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
MAIN BOLA saja KALAH...terpaksa minta bantuan wasit....MEMALUKAN....HAHAHAHAH
BalasHapuskalau tetap masa tambahan hanya 2 minit...memang jelas MALAYSIA ke FINAL..... HAHAHAHAH
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. SOURCES OF LOANS
• Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
• International Banks / Syndicated Loans:
Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
• Domestic Financial Institutions:
In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
________________________________________
2. Loan Structures
• Export Credit Facilities:
Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
• Tied Loans / Buyer’s Credit:
Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
• Mixed Financing:
A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
• Grace Periods:
Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
________________________________________
3. Why MALONYET Uses Loans
• Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
• Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
• Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
• Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
________________________________________
4. Risks & Weaknesses
• Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
• Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
• Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
• Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
• Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. SOURCES OF LOANS
• Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
• International Banks / Syndicated Loans:
Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
• Domestic Financial Institutions:
In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
________________________________________
2. Loan Structures
• Export Credit Facilities:
Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
• Tied Loans / Buyer’s Credit:
Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
• Mixed Financing:
A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
• Grace Periods:
Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
________________________________________
3. Why MALONYET Uses Loans
• Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
• Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
• Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
• Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
________________________________________
4. Risks & Weaknesses
• Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
• Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
• Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
• Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
• Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
Negara kecil memang boneka atau the doll of england..wajar gak punya harga diri..duo kacung inggris๐๐คช๐๐๐๐
HapusMAIN BOLA saja KALAH...terpaksa minta bantuan wasit....MEMALUKAN....HAHAHAHAH
BalasHapuskalau tetap masa tambahan hanya 2 minit...memang jelas MALAYSIA ke FINAL..... HAHAHAHAH
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. SOURCES OF LOANS
• Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
• International Banks / Syndicated Loans:
Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
• Domestic Financial Institutions:
In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
________________________________________
2. Loan Structures
• Export Credit Facilities:
Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
• Tied Loans / Buyer’s Credit:
Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
• Mixed Financing:
A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
• Grace Periods:
Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
________________________________________
3. Why MALONYET Uses Loans
• Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
• Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
• Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
• Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
________________________________________
4. Risks & Weaknesses
• Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
• Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
• Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
• Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
• Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
Negara kecil memang tak punya harga diri!๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐คช๐๐คช๐๐คช๐๐คช๐
BalasHapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.04
Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.02
290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 09.55
Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
==============================
==============================
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
--------------------------------
๐คฃCAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)๐คฃ
INDIANESIA - hello wasit...MALAYSIA sudah cetak 6 GOL.... OK ubah masa 2 minit ke 7 minit....kalau masih tak gol kita tambah lagi masa 7 minit......HAHHAHAHAH
BalasHapusMEMALUKAN...............
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.04
Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.02
290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 09.55
Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
==============================
==============================
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
--------------------------------
๐คฃCAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)๐คฃ
MATCH FIXING DUNIA = KALAH
Hapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
Duo negara kecil tak punya harga diri! ๐๐๐๐๐คช๐๐๐๐๐๐คช๐ Kacung inggris
BalasHapusPmx suka jubur..wajar rakyat kelakuan mafia! Sabah sarawak harus lepas! Dr kebejatan malaydes dan singa o_on๐ช๐ฎ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ
BalasHapuspenyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....
BalasHapusyang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......
NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH
MATCH FIXING DUNIA = KALAH
Hapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
-
CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
• Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
• Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
• Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
• Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
• Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
--------------------------------
1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
-
Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
--------------------------------
2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
-
Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.04
Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.02
290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 09.55
Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
==============================
==============================
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
--------------------------------
๐คฃCAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)๐คฃ
penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....
BalasHapusyang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......
NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....
BalasHapusyang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......
NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
-------------
Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
1. Kapal Selam Scorpene
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
-----------------
2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
• Skema: Loan agreement + milestone payment
• Detail:
a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
-----------------
3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
• Skema: Loan agreement + offset lokal
• Detail:
a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
-----------------
4. Tank PT-91M Pendekar
• Skema: Loan agreement bilateral
• Detail:
a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
-----------------
6. Pesawat FA-50M
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
๐ Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
Alutsista Skema Pembayaran Hutang
Scorpene Loan agreement + offset ✅
Kapal LCS Loan + milestone ✅
Kapal NGPV Loan + offset ✅
Tank PT-91M Loan bilateral ✅
FA-50M Loan + offset ✅
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
-------------
Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
1. Kapal Selam Scorpene
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
-----------------
2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
• Skema: Loan agreement + milestone payment
• Detail:
a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
-----------------
3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
• Skema: Loan agreement + offset lokal
• Detail:
a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
-----------------
4. Tank PT-91M Pendekar
• Skema: Loan agreement bilateral
• Detail:
a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
-----------------
6. Pesawat FA-50M
• Skema: Loan agreement + offset industri
• Detail:
a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
๐ Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
Alutsista Skema Pembayaran Hutang
Scorpene Loan agreement + offset ✅
Kapal LCS Loan + milestone ✅
Kapal NGPV Loan + offset ✅
Tank PT-91M Loan bilateral ✅
FA-50M Loan + offset ✅
Mari kita to'a kan semoga malaydes dan singa o_on mendapat bencana besar yg belum pernah mereka saksikan selama ini amin ya Allah๐คฒ
BalasHapuspenyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....
BalasHapusyang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......
NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
SUMBER :
BNM | MOF | Statista/Trading Economics
--------------------------------
Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 347%
2. MALONYET ๐ฒ๐พ: 224%
3. Thailand ๐น๐ญ: 223%
4. Vietnam ๐ป๐ณ: 161%
5. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~130 - 150%
6. Filipina ๐ต๐ญ: ~110 - 120%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: ~80 - 95%
8. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: ~75 - 85%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~60 - 70%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~30 - 40%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 176,3%
2. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~84,7% - 91%
3. MALONYET ๐ฒ๐พ: 70,5%
4. Thailand ๐น๐ญ: 62,2%
5. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: 63,0%
6. Filipina ๐ต๐ญ: 58,8%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: 41,1%
8. Vietnam ๐ป๐ณ: ~34% - 37%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~31,4%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~16% - 20%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
DENDA= USUSD83,8 juta
• RM17.5 million in special damages
• RM38.7 million in further damages
• USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
-------------
Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
• RM17.5 million in special damages
• RM38.7 million in further damages
• USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
1. DENDA= USUSD83,8 juta
Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
-------------
2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
• Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
• Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
• Masalah Utama:
a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
-------------
3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
• Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
• Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
• Masalah Utama:
a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.
penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....
BalasHapusyang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......
NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
• Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
• ๐ฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami ๐ฆงGORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
• Penerbitan Obligasi Pemerintah:
o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
• Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
3. Dampak terhadap Hutang Negara:
• Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
• Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
Nampak jelas ke FINAL atas BANTUAN WASIT....HAHAHAHAHHA
BalasHapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
• UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
• UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
o Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
Sy paling benci dgn orang malaisia sejak dahulu
BalasHapusBenci pasal tak dapat kerja di MALAYSIA la tu....HAHAHHAHAHA
Hapus2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
-------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
Equipment
• Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
• Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
• Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
• Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
• Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection
Nampak jelas ke FINAL atas BANTUAN WASIT....HAHAHAHAHHA
BalasHapusBANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
HapusBANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Informasi mengenai hasil sidang Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait banding FAM (Federasi Sepak Bola MALONYET) dan tujuh pemain naturalisasi yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026 dirilis oleh berbagai media olahraga terkemuka.
Berikut adalah beberapa sumber berita resmi yang melaporkan keputusan tersebut:
Sumber Berita Indonesia
BolaSport.com: Melaporkan bahwa CAS menolak banding FAM dan menyatakan tujuh pemain naturalisasi tetap terbukti ilegal serta dihukum 12 bulan.
Bola.com: Menyebutkan secara rinci bahwa CAS menolak sebagian banding tersebut dan tetap memberlakukan larangan bermain selama satu tahun bagi para pemain yang terlibat.
MSN Indonesia: Mengonfirmasi pemalsuan dokumen naturalisasi MALONYET telah terbukti dan kini nasib tim nasional mereka berada di tangan AFC.
TVOneNews: Merilis hasil sidang yang menyatakan CAS hanya mengabulkan sebagian kecil banding terkait aktivitas latihan pemain, namun tetap menguatkan sanksi utama.
Asatunews: Menyoroti kewajiban finansial FAM yang tetap harus membayar denda sebesar Rp7,5 miliar sesuai keputusan CAS.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
Scoop.my: Merinci bahwa panel arbiter yang diketuai Lars Hilliger mengonfirmasi adanya pelanggaran Kode Disiplin FIFA.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
Hapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
⚽ Skandal Sepak Bola
1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
-
2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
-
2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
-
Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
-
Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
--------------------------------
๐ช Skandal Militer & Pertahanan
2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
-
Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
-
Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
-
2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
--------------------------------
MALONYET
1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
---------
2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
-
1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
-
2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
-
2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
-
2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
-
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
--------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
Lack of modern equipment
• Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
• The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
• The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
Corruption
• Corruption has been a recurring issue within the MAF
• Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
Supply chain management issues
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
Hapus-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
---------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
SUMBER :
BNM | MOF | Statista/Trading Economics
--------------------------------
Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 347%
2. MALONYET ๐ฒ๐พ: 224%
3. Thailand ๐น๐ญ: 223%
4. Vietnam ๐ป๐ณ: 161%
5. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~130 - 150%
6. Filipina ๐ต๐ญ: ~110 - 120%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: ~80 - 95%
8. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: ~75 - 85%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~60 - 70%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~30 - 40%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 176,3%
2. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~84,7% - 91%
3. MALONYET ๐ฒ๐พ: 70,5%
4. Thailand ๐น๐ญ: 62,2%
5. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: 63,0%
6. Filipina ๐ต๐ญ: 58,8%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: 41,1%
8. Vietnam ๐ป๐ณ: ~34% - 37%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~31,4%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~16% - 20%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDeg deg an waria kami menunggu final FIFA Asean cup ini..FIFA brooo๐ฎ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ
BalasHapusKe FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......
BalasHapusPelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
Hapus________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
________________________________________
TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALONYET (2005 – 2026)
-
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
HapusBANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
________________________________________
TIPU SULTAN - PSIM FAKE
Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
-
TIPU PAKISTAN-PRANK JF17
“The MALONYET government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
-
TIPU INDIA-PRANK TEJAS
MALONYET has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
-
TIPU TURKI = PRANK YAVUZ
PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
-
TIPU FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
-
TIPU INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
-
TIPU FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
-
TIPU SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
-
TIPU CHINA-PRANK KS-1A
MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
-
TIPU FIFA/GAGAL BANDING CAS
Berdasarkan hasil investigasi FIFA yang dikuatkan oleh keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) pada 5-6 Maret 2026, Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terbukti melakukan manipulasi data terorganisir untuk menaturalisasi pemain tanpa garis keturunan yang sah.
Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......
BalasHapusPelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
HapusBANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
________________________________________
1. Kehancuran Skuad Utama & Teknis
Lumpuhnya Kekuatan Timnas: Kehilangan 7 pemain inti sekaligus selama 12 bulan membuat kerangka timnas hancur total. Pelatih harus merombak strategi dari nol dengan pemain lokal yang secara kualitas mungkin belum setara.
Krisis Kepercayaan Diri: Moral pemain lain akan anjlok karena merasa perjuangan mereka di lapangan sia-sia akibat sanksi administratif dan pengurangan poin.
________________________________________
2. Bencana di Kualifikasi Piala Asia 2027
Peluang Lolos Menipis: Pengurangan poin dan potensi kekalahan WO (0-3) adalah hukuman mati di fase grup. MALONYET kemungkinan besar akan tersingkir lebih awal, menghambat visi jangka panjang federasi.
Nasib di Tangan AFC: Dengan bukti dokumen ilegal, AFC bisa memberikan sanksi tambahan atau diskualifikasi jika ditemukan pelanggaran lebih lanjut dalam pendaftaran pemain di kompetisi mereka.
________________________________________
3. Kerugian Finansial & Reputasi
Beban Denda Berat: Denda 350.000 CHF (Rp7,2 - 7,6 Miliar) adalah angka yang sangat besar untuk federasi. Ini akan memotong anggaran pembinaan usia muda atau kompetisi domestik.
Krisis Kredibilitas Internasional: Skandal "dokumen ilegal" mencoreng wajah FAM di mata FIFA dan AFC. Di masa depan, proses naturalisasi mereka akan dipantau secara super ketat dan skeptis.
________________________________________
4. Dampak bagi Pemain & Klub
Karier yang Terhenti: Larangan beraktivitas 1 tahun bagi ketujuh pemain tersebut adalah kerugian besar di masa emas mereka. Meski boleh berlatih (berdasarkan keringanan CAS), hilangnya atmosfer kompetisi kompetitif akan menurunkan performa mereka secara drastis.
Konflik Kontrak: Klub-klub tempat pemain ini bernaung merugi secara finansial karena membayar gaji pemain yang tidak bisa bertanding.
________________________________________
5. Tekanan Sosial dan Politik
Desakan Mundur: Publik dan suporter dipastikan akan menuntut pertanggungjawaban petinggi FAM. Kegagalan dalam verifikasi dokumen yang berujung sanksi berat adalah bentuk kelalaian manajemen yang fatal.
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
HapusBANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
________________________________________
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
PADU GUYS....๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-18 BUAH SU30MKM
-38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
-18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
-
GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
BEZA ya guys... HAHAHAHA
MALONYET...
F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALONYET nanti...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALONYET...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
18 Buah Su 30MKM
17 Buah Bae hawk 108/208
8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
18 +18 Buah FA-50M Block 20
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
Come to papa F18C/D..... ๐๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALONYET sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
________________________________________
๐คฃONTERUS : BATAL = CAS – FAM : GAGAL๐คฃ
Setelah mimpi buruk kapal induk kami skrg gagal nyabun malaydes smbkembarannya๐๐คช๐๐๐๐
BalasHapusSabah dan sarawak harus lepas! ๐ฎ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
BalasHapusGAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
BalasHapus-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
---------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
SUMBER :
BNM | MOF | Statista/Trading Economics
--------------------------------
Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
--------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 347%
2. MALONYET ๐ฒ๐พ: 224%
3. Thailand ๐น๐ญ: 223%
4. Vietnam ๐ป๐ณ: 161%
5. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~130 - 150%
6. Filipina ๐ต๐ญ: ~110 - 120%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: ~80 - 95%
8. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: ~75 - 85%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~60 - 70%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~30 - 40%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura ๐ธ๐ฌ: 176,3%
2. Laos ๐ฑ๐ฆ: ~84,7% - 91%
3. MALONYET ๐ฒ๐พ: 70,5%
4. Thailand ๐น๐ญ: 62,2%
5. Myanmar ๐ฒ๐ฒ: 63,0%
6. Filipina ๐ต๐ญ: 58,8%
7. Indonesia ๐ฎ๐ฉ: 41,1%
8. Vietnam ๐ป๐ณ: ~34% - 37%
9. Kamboja ๐ฐ๐ญ: ~31,4%
10. Timor Leste ๐น๐ฑ: ~16% - 20%
11. Brunei ๐ง๐ณ: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
BalasHapus-
2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
--------------------------------
1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
--------------------------------
3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
--------------------------------
4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
--------------------------------
5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
--------------------------------
6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
BalasHapus2026 = MALAYDESH CAS KALAH
2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
--------------------------------
MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
• Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
• Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
-
SKANDAL FAM 2026
• Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
• Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
• Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
-
SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
• 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
• 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
--------------------------------
GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & MALONYET
The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.04
Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 10.02
290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
LETOYYY!!!
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐๐คฃ๐คฃ
--------------------------------
MMW29 September 2026 pukul 09.55
Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
==============================
==============================
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
--------------------------------
๐คฃCAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)๐คฃ
Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......
BalasHapusPelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia
Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......
BalasHapusPelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia
BANGLADESH sendiri terkejut bagaimana masa tambahan dari 2 minit boleh berubah jadi 7 minit....??? HAHAHAHAH
BalasHapusAsisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat
https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat
BANGLADESH sendiri terkejut bagaimana masa tambahan dari 2 minit boleh berubah jadi 7 minit....??? HAHAHAHAH
BalasHapusAsisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat
https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat
Ke final dengan cara CURANG....HAHAHAHAHA
BalasHapusKe final dengan cara CURANG....HAHAHAHAHA
BalasHapusada warganyet tipe m gak trima 90+2=7
BalasHapusnanya ke AI groks...dijawab stelah pesan2 dibawah ini⬇️ haha!๐๐๐
warganyet kl kalo uda baca, makin NGAMUK haha!๐ค๐ฅ๐คญ
❌️๐❌️๐❌️
https://www.facebook.com/groups/575481234603797/posts/1534417252043519/
Kita yang Lolos Final Hepi๐ฅณ
BalasHapuskl yang Kalah sibuk menjelaskan haha!๐๐๐คฃ
yang bikin heran, timnas kita berasa lawan 3....
BalasHapus❌️pemaen dhaka pusat kecewa banget setelah pertandingan sampe mao ngajak ribut
indikasi= gagal cair..wang kupi dr tipe m haha!๐๐๐
❌️Ini sing ikut2an maen sabun..
tapi uda cair, kerjaan done haha!๐๐๐คฃ
NO REFUND ...asoiyy haha!๐๐๐ค
❌️jepang ijo๐ง๐ฉ ranking 181 Fifa, wajar kebobolan 9 dari timnas kita donk,
BalasHapus❌️lah ini singapur ranking fifa 148,
tim yg lolos Piala Asia 2027...
masa kalah dari negri๐ฐkasino semenanjung kuala dhaka eh lumpo.
padahal semenanjung gagal lolos piala Asia 2027
uda pasti maen sabun cair๐ฐ haha!๐คญ๐๐
timnas dikeroyok 3 negara pun, tetap lolos๐ฅ๐ฆพ
BalasHapusSloMo Cinematix = El Otong๐ Buyarkan impian hamiwow pembual haha!๐๐คฅ๐คฃ
kashiyan tipe M Selebrasi eh Kena Prenk haha!๐๐๐คช
muka taro dimana mukaaaa๐
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/reel/2284759762375955/?referral_source=external_deeplink&mibextid=ZZyLBr&original_uri=https://www.facebook.com/reel/2284759762375955/?mibextid=ZZyLBr
warganyet kl mao MeWeK๐ญ kemanaaa
BalasHapustanpa AFC kleian bukan siapa2....๐
genk FIFA nich..kantornya disini haha!๐ค๐๐ฆพ
Hanya terjadi di INDIANESIA...... HAHAHAHAH
BalasHapusAsisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat
https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat
Hanya terjadi di INDIANESIA...... HAHAHAHAH
BalasHapusAsisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat
https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat
nak tanya geng GORILLA...sejak bila ada peraturan bola yang tambahan masa boleh berubah 2 kali.... dalam masa yang singkat....??? HAHAHAHAHHA
BalasHapusnak tanya geng GORILLA...sejak bila ada peraturan bola yang tambahan masa boleh berubah 2 kali.... dalam masa yang singkat....??? HAHAHAHAHHA
BalasHapusnak tanya geng GORILLA...sejak bila ada peraturan bola yang tambahan masa boleh berubah 2 kali.... dalam masa yang singkat....??? HAHAHAHAHHA
BalasHapusFIFA tidak ada masalah ....
BalasHapusKenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR
WKWKWK
Hahahaha