03 Oktober 2026

Offshore Patrol Vessels to be Homeported in Cairns: Supporting Jobs and Industry in North Queensland

03 Oktober 2026

HMAS Arafura OPV (photo: Aus DoD)

At least two Royal Australian Navy Arafura Class Offshore Patrol Vessels (OPVs) will be homeported at HMAS Cairns, strengthening defence industry and regional security in Northern Australia.

The first, HMAS Arafura, is scheduled to be homeported in Cairns in early 2027.

This decision builds on the Albanese Government's significant investment in the region and recognises the important role HMAS Cairns plays in supporting national security and sovereign defence industry. 

Homeporting Arafura Class OPVs in Cairns will enhance Navy's ability to operate and sustain capability in the north and support engagements across the region. 

It will further bolster the established maritime sustainment sector in Cairns, supporting the local economy and jobs and providing further confidence for North Queensland industry to invest in workforce capability and skills.

HMAS Cairns at Queensland (photo: The Cairns Post)

The Arafura Class OPVs are designed to conduct maritime patrol, surveillance and response tasks and will work closely with Australian Border Force and regional partners.

This announcement builds on the Albanese Government's $250 million investment in HMAS Cairns, including expanded berthing capacity and enhanced supporting wharf and landside facilities.

Built for resilience, the wharf has been elevated above surrounding infrastructure to withstand rising king tide levels and ensure it continues to meet Navy operational requirements for decades to come.

Through this project, more than 770 people worked onsite, with $67.7 million awarded to local businesses within 125 kilometres of Cairns.

Quotes attributable to Minister for Defence Industry, Pat Conroy:
“Northern Australia is central to our Defence strategy and Cairns is an increasingly important hub for Navy operations, sustainment and maritime security.

HMAS Cairns at Queensland (image: GoogleMaps)

“Cairns has developed one of Australia's most capable maritime sustainment and maintenance sectors, making it a natural location to support the future offshore patrol vessel fleet.

“This decision strengthens sovereign industrial capability while creating opportunities for local businesses to support one of Navy's newest classes of vessels.”

Quotes attributable to Matt Smith MP, Member for Leichhardt:
“Since the release of the National Defence Strategy I have been advocating for the capacity of the Far North.

“The $250 million expanded wharf at HMAS Cairns will see more jobs, more growth, and more security for our region.

“The home porting of at least two Arafura Class OPV’s is an acknowledgement of the capacity of Cairns and the importance of the Far North more broadly.

“Today is a proud day for Cairns as we continue to flex on the national stage."

221 komentar:

  1. makasi yaaa tipe M,
    uda cape2 SELEBRASI kemenangan timnas kami haha!🤭🍌🤣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/watch/?v=2124455161519762&vanity=SiaranLangsungTVRIBengkulu

    BalasHapus
  2. INGAT KAPAL MALAYDESH LCS RONGSOK SEHARGA DESTROYER BUANG UANG PERCUMA MANA HUTANG JUMBO LAGI....NSM KENA KICK HALAAND, DI FIFA ASEAN CUP KENA KICK SI OTONG ....BENAR BENAR KOCAK MALAYDESH BOTOL
    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Final FIFA ASEAN CUP 2026
    khusus TIM ELIT SHOPPING SOPING
    khusus Kapal Induk Owners haha!🤭😄👌

    ehh yg MeWeK😭 Kalah..kalah ajaa haha!👎🤣🍌

    BalasHapus
  5. Offshore Patrol Vessels to be Homeported in Cairns: Supporting Jobs and Industry in North Queensland
    -----------

    osi pake opv luursen, diujung

    tnang kita lago siyapin 2 OPV 98m Full WEPON🚀...
    sama 1 bijik on progres..
    ada 1 buat markas sorong haha!✌️👍😎

    BalasHapus
  6. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  7. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.



    BalasHapus
  8. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
    • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
    • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
    --------------------------------------------------
    PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
    • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
    • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
    Global Firepower (GFP):
    Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
    Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
    MALAYSEWA: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
    Skala Ekonomi (PDB PPP):
    Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALAYSEWA ($5,69 T vs $1,34 T).
    Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
    -
    Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
    Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
    MALAYSEWA: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
    Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
    Pesawat latihan L-39.
    Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
    Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
    -
    Krisis Fiskal & Spiral Utang MALAYSEWA
    Evolusi Utang & Liabilitas:
    2010: RM 407 Miliar.
    2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
    2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
    2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
    Kesehatan Fiskal:
    Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
    Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
    Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
    Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
    Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
    Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
    Degradasi Reputasi:
    Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
    Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
    Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).

    BalasHapus
  9. Kiper Singapur nggak mau nangkap bola 🤣🤣🤣, malondesh bangga ternyata main sabun 😂😂😂

    https://youtube.com/shorts/0Z2EeThMZPI?si=PPv6RoxWqjCgpiyD

    BalasHapus
  10. Kiper Singapur nggak mau nangkap bola 🤣🤣🤣, malondesh bangga ternyata main sabun 😂😂😂

    https://youtube.com/shorts/0Z2EeThMZPI?si=PPv6RoxWqjCgpiyD

    BalasHapus
  11. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    • 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    • 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    • 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    • Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    • Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    • 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    • Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    • Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    • 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
    2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
    2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
    2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
    2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
    2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
    --------------------------------
    2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
    MALONYET’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
    --------------------------------
    2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
    The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
    --------------------------------
    2025 SIPRI MALONYET = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    --------------------------------
    2024 SIPRI MALONYET = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    --------------------------------
    2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
    --------------------------------
    CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
    -
    Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019) | CNA & The Star (2020) | The Edge MALONYET (2021–2022) | MOF Portal & Bernama (2023–2024)

    BalasHapus
  12. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    • 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    • 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    • 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    • Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    • Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    • 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    • Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    • Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    • 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    2026 BUDEGT MILITER MALONYET = DIPANGKAS
    ---------------------------------
    1. REUTERS (KANTOR BERITA UTAMA)
    Sebagai sumber pertama yang meninjau dokumen internal pemerintah, Reuters melaporkan bahwa Perbendaharaan MALONYET telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk memangkas anggaran operasional tahun 2026. Laporan ini menyoroti bahwa lonjakan harga energi akibat perang di Iran telah membuat tagihan subsidi publik membengkak hingga RM 58,4 miliar, jauh melampaui alokasi awal sebesar RM 15 miliar.
    ---------------------------------
    2. THE STRAITS TIMES
    Media ini menekankan upaya pemerintah MALONYET untuk melindungi warga dari lonjakan harga akibat konflik "US-Israeli war on Iran". The Straits Times merinci instruksi dari Sekretaris Jenderal Perbendaharaan, Datuk Johan Mahmood Merican, yang meminta peninjauan kembali pengeluaran operasional dan pengajuan proposal pemotongan biaya paling lambat 15 Mei 2026.
    ---------------------------------
    3. THE EDGE MALONYET
    The Edge memfokuskan laporannya pada konfirmasi dari juru bicara pemerintah, Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil, yang menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bertujuan untuk menyelaraskan kembali program dan aktivitas negara di tengah krisis pasokan global. Berita ini juga mencatat bahwa dokumen internal tersebut mengusulkan pembatasan gaji/tunjangan untuk lowongan kerja yang belum terisi serta pengurangan belanja aset.
    ---------------------------------
    4. FREE MALONYET TODAY (FMT)
    FMT menyoroti dampak spesifik pada sektor publik, melaporkan usulan pemotongan anggaran sebesar RM 5,4 miliar untuk Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, FMT mencatat instruksi pemerintah untuk menunda konferensi, seminar, bengkel kerja (workshop), serta pembekuan asupan baru pegawai negeri sebagai langkah penghematan tambahan.
    ---------------------------------
    5. NEW STRAITS TIMES (NST)
    NST memberikan penekanan bahwa meskipun ada pemotongan anggaran yang signifikan, Kementerian Kewangan menjamin bahwa layanan publik yang kritis atau esensial tidak akan terganggu. Laporan mereka mendetailkan bahwa langkah ini adalah strategi fiskal yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi nasional menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat drastis

    BalasHapus
  13. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    MALONYET
    1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
    2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
    ---------
    2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
    -
    1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
    -
    2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
    -
    2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
    -
    2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
    -
    2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
    -
    2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
    -
    2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
    -
    2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
    -
    2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
    -
    2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
    -
    2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
    --------------------------------
    ⚙️ EQUIPMENT & MODERNIZATION ISSUES
    • Outdated naval assets: Many of MALONYET ’s ships are aging, and the navy has struggled to modernize its fleet.
    • Limited air combat readiness: Out of 28 fighter jets, reportedly only four were operational at one point.
    • Delayed procurement: The Littoral Combat Ship (LCS) project, meant to boost naval capabilities, has been plagued by delays and scandals.
    💰 Budget Constraints
    • Skewed spending priorities: Over 60–70% of the defense budget goes to salaries and maintenance, leaving little for new weapons or modernization.
    • Stagnant budget: MALONYET ’s defense budget has hovered around RM15–18 billion annually, which is modest compared to regional peers like Vietnam and Indonesia.
    🧭 Strategic Direction & Policy
    • Lack of clear long-term strategy: The defense industry suffers from unclear government guidance on future strategic direction.
    • Overreliance on diplomacy: MALONYET has traditionally leaned on quiet diplomacy, especially with China, which may be insufficient given rising tensions in the South China Sea.

    BalasHapus
  14. Parah INDIANESIA....

    Sudah dibantu PEMAIN BELANDA C, MAIN di kandang sendiri, ribuan penyokong.... masih mengharapkan bantuan wasit untuk LOLOS ke final......HAHAHAHAHA

    KEMENANGAN BIAR BERMARUAH ya.....SALAM 90 + 2 = 97 MINIT.....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
      Equipment
      • Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
      • Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
      • Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
      • Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
      • Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
      Lack of modern equipment
      • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
      • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
      • The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
      Corruption
      • Corruption has been a recurring issue within the MAF
      • Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
      Supply chain management issues

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      LOAN-BASED PROCUREMENT IN MALONYET’S MILITARY
      MALONYET often uses loan agreements to finance large-scale defense acquisitions, especially when the cost exceeds annual defense budgets. These loans can be sourced from foreign governments, international banks, or domestic financial institutions, and are structured to support long-term modernization goals.
      🔑 Key Features of Loan Procurement
      Feature Description
      Source of Loan Foreign governments (e.g., Poland, France, Korea), export credit agencies, or domestic banks.
      Tenor & Terms Typically 5–15 years, with grace periods and interest rates negotiated based on bilateral ties.
      Repayment Structure Paid in installments tied to delivery milestones or operational readiness.
      Currency Often denominated in USD, EUR, or local currency depending on supplier.
      Guarantees May involve sovereign guarantees or performance bonds.
      Offset Clauses Includes industrial participation, technology transfer, or local assembly.
      🛡️ Examples of Loan-Based Military Procurement
      1. Scorpene Submarines (France)
      • Loan Type: Foreign loan via French financial institutions.
      • Value: RM3.4 billion.
      • Offset: Training, infrastructure, and technology transfer to Boustead Naval Shipyard.
      2. PT-91M Pendekar Tanks (Poland)
      • Loan Type: Bilateral loan agreement with Poland.
      • Value: USD 370 million.
      • Offset: Crew training and maintenance support.
      3. FA-50M Fighter Jets (South Korea)
      • Loan Type: Export credit facility from Korean financial institutions.
      • Value: RM4.08 billion.
      • Offset: Pilot training, simulator systems, and potential local maintenance hub.
      4. NGPV Patrol Vessels (Germany)
      • Loan Type: Structured financing with German partners.
      • Value: RM5.35 billion.
      • Offset: Local shipbuilding capacity and technology transfer.

      Hapus
    4. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      🔹 Overview
      • Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      • Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      • Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      • Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      • Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      💰 Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    5. Negara kecil memang tak punya harga diri!🙉🙈🙊🙉🙈🙊🙉🙈🙊😝😝😝😝

      Hapus
  15. Parah INDIANESIA....

    Sudah dibantu PEMAIN BELANDA C, MAIN di kandang sendiri, ribuan penyokong.... masih mengharapkan bantuan wasit untuk LOLOS ke final......HAHAHAHAHA

    KEMENANGAN BIAR BERMARUAH ya.....SALAM 90 + 2 = 97 MINIT.....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
      1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
      o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
      o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
      2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
      o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
       Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
      3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
      o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
      Lack of modern equipment
      • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
      • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
      • The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
      Corruption
      • Corruption has been a recurring issue within the MAF
      • Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
      Supply chain management issues

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.

      Hapus
    4. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
      1. Kapal Selam Scorpene
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
      c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      • Skema: Loan agreement + milestone payment
      • Detail:
      a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      • Skema: Loan agreement + offset lokal
      • Detail:
      a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      • Skema: Loan agreement bilateral
      • Detail:
      a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
      c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      🔁 Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
  16. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
    • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
    Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
    Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
    Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
    1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
    o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
    o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
    2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
    o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
    o Dampak Riil:
     Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
     Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
    3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
    o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
    o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

    BalasHapus
  17. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    MALONYET
    1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
    2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
    ---------
    2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
    -
    1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
    -
    2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
    -
    2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
    -
    2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
    -
    2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
    -
    2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
    -
    2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
    -
    2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
    -
    2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
    -
    2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
    -
    2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
    --------------------------------
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
    Lack of modern equipment
    • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
    • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
    • The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
    Corruption
    • Corruption has been a recurring issue within the MAF
    • Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
    Supply chain management issues

    BalasHapus
  18. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
    MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
    1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
    • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
    • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
    2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
    Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
    • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
    o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
    o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
    o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
    • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
    o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
    3. Dampak terhadap Hutang Negara:
    • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
    • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.

    BalasHapus
  19. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    1. DENDA= USUSD83,8 juta
    Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
    -------------
    2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
    Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
    • Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
    • Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
    • Masalah Utama:
    a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
    b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
    c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
    -------------
    3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
    Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
    • Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
    • Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
    • Masalah Utama:
    a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
    b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.

    BalasHapus
  20. Bangladesh saja hairan....BELUM PERNAH SAYA LIHAT....... HAHAHAHAHHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      🔹 Overview
      • Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      • Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      • Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      • Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      • Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      💰 Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      • 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      • 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      • 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      • Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      • Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      • 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      • Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      • Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      • 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      2026 BUDEGT MILITER MALONYET = DIPANGKAS
      ---------------------------------
      1. REUTERS (KANTOR BERITA UTAMA)
      Sebagai sumber pertama yang meninjau dokumen internal pemerintah, Reuters melaporkan bahwa Perbendaharaan MALONYET telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk memangkas anggaran operasional tahun 2026. Laporan ini menyoroti bahwa lonjakan harga energi akibat perang di Iran telah membuat tagihan subsidi publik membengkak hingga RM 58,4 miliar, jauh melampaui alokasi awal sebesar RM 15 miliar.
      ---------------------------------
      2. THE STRAITS TIMES
      Media ini menekankan upaya pemerintah MALONYET untuk melindungi warga dari lonjakan harga akibat konflik "US-Israeli war on Iran". The Straits Times merinci instruksi dari Sekretaris Jenderal Perbendaharaan, Datuk Johan Mahmood Merican, yang meminta peninjauan kembali pengeluaran operasional dan pengajuan proposal pemotongan biaya paling lambat 15 Mei 2026.
      ---------------------------------
      3. THE EDGE MALONYET
      The Edge memfokuskan laporannya pada konfirmasi dari juru bicara pemerintah, Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil, yang menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bertujuan untuk menyelaraskan kembali program dan aktivitas negara di tengah krisis pasokan global. Berita ini juga mencatat bahwa dokumen internal tersebut mengusulkan pembatasan gaji/tunjangan untuk lowongan kerja yang belum terisi serta pengurangan belanja aset.
      ---------------------------------
      4. FREE MALONYET TODAY (FMT)
      FMT menyoroti dampak spesifik pada sektor publik, melaporkan usulan pemotongan anggaran sebesar RM 5,4 miliar untuk Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, FMT mencatat instruksi pemerintah untuk menunda konferensi, seminar, bengkel kerja (workshop), serta pembekuan asupan baru pegawai negeri sebagai langkah penghematan tambahan.
      ---------------------------------
      5. NEW STRAITS TIMES (NST)
      NST memberikan penekanan bahwa meskipun ada pemotongan anggaran yang signifikan, Kementerian Kewangan menjamin bahwa layanan publik yang kritis atau esensial tidak akan terganggu. Laporan mereka mendetailkan bahwa langkah ini adalah strategi fiskal yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi nasional menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat drastis

      Hapus
  21. Bangladesh saja hairan....BELUM PERNAH SAYA LIHAT....... HAHAHAHAHHA



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      --------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      FA-50M FIGHTER JET PROCUREMENT: FINANCIAL BREAKDOWN
      🔹 Overview
      • Contract Value: USD 920 million (≈ RM4.08 billion)
      • Quantity: 18 FA-50M Block 20 light combat aircraft
      • Supplier: Korea Aerospace Industries (KAI)
      • Contract Signed: May 2023 at LIMA (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition)
      • Delivery Timeline: First batch expected in 20262
      💰 Financial Structure
      Component Description
      Loan Source Export credit facility from South Korean financial institutions, likely backed by KEXIM (Korea Export-Import Bank).
      Loan Type Government-to-government structured loan with sovereign guarantee.
      Tenor Estimated 10–15 years, with grace period during manufacturing phase.
      Interest Rate Preferential rate negotiated under bilateral defense cooperation.
      Repayment Schedule Milestone-based: tied to aircraft delivery and acceptance testing.
      Currency USD-denominated, with hedging options to mitigate forex risk.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  22. Cie... Cieeee..... malaydesh MISKIN GAGAL TOTAL NEGATIVE FRAMING terhadap INDONESIA nih yeeee....


    WKWKWK

    BalasHapus
  23. sejak bila dalam peraturan permainan FIFA..... Tambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
      1. Kapal Selam Scorpene
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
      c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      • Skema: Loan agreement + milestone payment
      • Detail:
      a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      • Skema: Loan agreement + offset lokal
      • Detail:
      a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      • Skema: Loan agreement bilateral
      • Detail:
      a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
      c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      🔁 Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  24. sejak bila dalam peraturan permainan FIFA..... Tambahan masa boleh berubah 2 kali.....??? HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
  25. Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. DENDA= USUSD83,8 juta
      Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
      -------------
      2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
      Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
      • Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
      • Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
      • Masalah Utama:
      a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
      b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
      c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
      -------------
      3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
      Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
      • Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
      • Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
      • Masalah Utama:
      a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
      b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.

      Hapus
  26. Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.

      Hapus
  27. MATCH FIXING DUNIA = KALAH
    2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
    -
    CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
    • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
    • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
    • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
    • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
    • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
    --------------------------------
    1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
    -
    Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
    --------------------------------
    2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
    -
    Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

    BalasHapus
  28. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ==============================
    ==============================
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    --------------------------------
    🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

    BalasHapus
  29. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
    1. SOURCES OF LOANS
    • Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
    Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
    o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
    • International Banks / Syndicated Loans:
    Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
    • Domestic Financial Institutions:
    In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
    ________________________________________
    2. Loan Structures
    • Export Credit Facilities:
    Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
    • Tied Loans / Buyer’s Credit:
    Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
    • Mixed Financing:
    A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
    • Grace Periods:
    Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
    ________________________________________
    3. Why MALONYET Uses Loans
    • Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
    • Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
    • Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
    • Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
    ________________________________________
    4. Risks & Weaknesses
    • Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
    • Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
    • Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
    • Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
    • Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.

    BalasHapus
  30. MAIN BOLA saja KALAH...terpaksa minta bantuan wasit....MEMALUKAN....HAHAHAHAH

    kalau tetap masa tambahan hanya 2 minit...memang jelas MALAYSIA ke FINAL..... HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      • Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
      • International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      • Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      • Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      • Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      • Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      • Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONYET Uses Loans
      • Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      • Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      • Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      • Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      • Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      • Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      • Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
      • Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
      • Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      • Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
      • International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      • Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      • Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      • Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      • Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      • Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONYET Uses Loans
      • Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      • Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      • Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      • Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      • Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      • Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      • Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
      • Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
      • Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.

      Hapus
    3. Negara kecil memang boneka atau the doll of england..wajar gak punya harga diri..duo kacung inggris😜🤪😝🙉🙈🙊

      Hapus
  31. MAIN BOLA saja KALAH...terpaksa minta bantuan wasit....MEMALUKAN....HAHAHAHAH

    kalau tetap masa tambahan hanya 2 minit...memang jelas MALAYSIA ke FINAL..... HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. SOURCES OF LOANS
      • Foreign Governments / Export Credit Agencies (ECAs):
      Example: when MALONYET buys equipment from France, Germany, or South Korea, financing is often backed by the exporting country’s credit agency (e.g., COFACE in France, KEXIM in Korea).
      o These loans reduce the upfront burden but tie MALONYET to the supplier’s country.
      • International Banks / Syndicated Loans:
      Commercial banks may finance large contracts, usually guaranteed by government sovereign commitments.
      • Domestic Financial Institutions:
      In some cases, MALONYET uses state-owned banks or domestic bonds to raise funds for major defense projects.
      ________________________________________
      2. Loan Structures
      • Export Credit Facilities:
      Structured specifically for defense acquisitions, with repayment terms of 5–15 years.
      • Tied Loans / Buyer’s Credit:
      Funds must be spent on equipment or services from the lending country. This is common in deals with European or Asian suppliers.
      • Mixed Financing:
      A combination of loans + government budget allocations (often for training, infrastructure, or local offsets).
      • Grace Periods:
      Many defense loans have grace periods (e.g., 3–5 years before repayment starts), matching delivery and commissioning timelines.
      ________________________________________
      3. Why MALONYET Uses Loans
      • Budget Constraints: Annual defense budget (about RM 15–20 billion in recent years) is too small for multi-billion ringgit projects like submarines, fighters, or frigates.
      • Modernization Goals: Loans allow simultaneous modernization (air, sea, land) instead of waiting decades.
      • Political Timing: Loans make it easier for governments to announce big procurements without overwhelming a single year’s budget.
      • Industry Development: Loans tied to offsets/technology transfers can support local shipyards (e.g., Boustead for LCS, local assembly of vehicles).
      ________________________________________
      4. Risks & Weaknesses
      • Debt Burden: Repayments commit future defense budgets, limiting flexibility.
      • Currency Risks: If loans are in USD/EUR, fluctuations in the ringgit increase costs.
      • Tied Procurement: Loans often force MALONYET to buy from specific suppliers, limiting competition.
      • Cost Overruns: If a project is delayed (e.g., LCS), MALONYET is repaying loans even before receiving the full capability.
      • Opaque Terms: Some loan agreements are not fully transparent to the public, raising concerns about governance.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  32. Negara kecil memang tak punya harga diri!🙊🙈🙉🙊🙈🙉🙊🙈🙉😝😝😝😝😝😝😝😜🤪😜🤪😜🤪😜🤪😜

    BalasHapus
  33. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ==============================
    ==============================
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    --------------------------------
    🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

    BalasHapus
  34. INDIANESIA - hello wasit...MALAYSIA sudah cetak 6 GOL.... OK ubah masa 2 minit ke 7 minit....kalau masih tak gol kita tambah lagi masa 7 minit......HAHHAHAHAH

    MEMALUKAN...............

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
    2. MATCH FIXING DUNIA = KALAH
      2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
  35. Duo negara kecil tak punya harga diri! 🙊🙈🙉😝🤪😜🙊🙈🙉😝🤪😜 Kacung inggris

    BalasHapus
  36. Pmx suka jubur..wajar rakyat kelakuan mafia! Sabah sarawak harus lepas! Dr kebejatan malaydes dan singa o_on💪🇮🇩💪🇮🇩💪🇮🇩

    BalasHapus
  37. penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....

    yang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......

    NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. MATCH FIXING DUNIA = KALAH
      2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
  38. penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....

    yang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......

    NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  39. penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....

    yang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......

    NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
      1. Kapal Selam Scorpene
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
      c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      • Skema: Loan agreement + milestone payment
      • Detail:
      a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      • Skema: Loan agreement + offset lokal
      • Detail:
      a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      • Skema: Loan agreement bilateral
      • Detail:
      a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
      c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      🔁 Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG BARTER
      -------------
      Barter & Hutang Pengadaan Alutsista MALONYET
      1. Kapal Selam Scorpene
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. Dibeli dari Naval Group (Prancis) dengan nilai sekitar RM 3.4 miliar.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri (PLN) yang disetujui oleh Kementerian Keuangan MALONYET.
      c. Termasuk offset berupa pelatihan awak, pembangunan fasilitas, dan kerja sama dengan PT PAL2.
      -----------------
      2. Kapal LCS (Littoral Combat Ship)
      • Skema: Loan agreement + milestone payment
      • Detail:
      a. Proyek LCS melibatkan Boustead Naval Shipyard (BNS) dan Thales.
      b. Pembayaran dilakukan bertahap sesuai progres pembangunan.
      c. Menggunakan pinjaman dalam negeri dan luar negeri, namun proyek ini mengalami keterlambatan dan audit karena masalah manajemen.
      -----------------
      3. Kapal NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      • Skema: Loan agreement + offset lokal
      • Detail:
      a. Dipesan dari BNS dengan desain MEKO A-100 dari Jerman.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman pemerintah dan milestone kontrak.
      c. Offset berupa pembangunan galangan kapal dan pelatihan teknisi lokal.
      -----------------
      4. Tank PT-91M Pendekar
      • Skema: Loan agreement bilateral
      • Detail:
      a. Dibeli dari Polandia dengan nilai sekitar USD 370 juta.
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman bilateral antara pemerintah MALONYET dan Polandia.
      c. Termasuk pelatihan awak dan dukungan teknis dari Bumar Labedy.
      -----------------
      6. Pesawat FA-50M
      • Skema: Loan agreement + offset industri
      • Detail:
      a. MALONYET menandatangani kontrak dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      b. Pembayaran dilakukan melalui pinjaman luar negeri dan milestone pengiriman.
      c. Offset berupa pelatihan pilot dan teknisi serta kerja sama industri dirgantara.
      🔁 Tabel Ringkasan Skema Pembayaran
      Alutsista Skema Pembayaran Hutang
      Scorpene Loan agreement + offset ✅
      Kapal LCS Loan + milestone ✅
      Kapal NGPV Loan + offset ✅
      Tank PT-91M Loan bilateral ✅
      FA-50M Loan + offset ✅

      Hapus
  40. Mari kita to'a kan semoga malaydes dan singa o_on mendapat bencana besar yg belum pernah mereka saksikan selama ini amin ya Allah🤲

    BalasHapus
  41. penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....

    yang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......

    NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.

      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. DENDA= USUSD83,8 juta
      Seperti dikutip The Edge MALONYET (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONYET atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
      -------------
      2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
      Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONYET.
      • Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONYET (Royal MALONYETn Navy/RMN).
      • Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
      • Masalah Utama:
      a. Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
      b. Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
      c. Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
      -------------
      3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
      Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
      • Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
      • Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
      • Masalah Utama:
      a. Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONYET.
      b. Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONYET.

      Hapus
  42. penyokong MALAYSIA tiada isu masa tambahan kalau dari awal 7 minit....

    yang jadi ISU.....awalnya di umum masa tambahan 2 minit tiba tiba berubah jadi 7 minit selepas bangladesh cetak gol ke 2 dan MALAYSIA menambah gol ke 6......

    NAMPAK tak.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.

      Hapus
  43. Nampak jelas ke FINAL atas BANTUAN WASIT....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.


      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      • UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      • UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
      1. Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
      o Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
      o Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
      2. Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
      o Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
      o Dampak Riil:
       Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
       Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
      3. Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
      o Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
      o Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

      Hapus
  44. Sy paling benci dgn orang malaisia sejak dahulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benci pasal tak dapat kerja di MALAYSIA la tu....HAHAHHAHAHA

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.




      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
      Equipment
      • Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
      • Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
      • Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
      • Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
      • Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection

      Hapus
  45. Nampak jelas ke FINAL atas BANTUAN WASIT....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Informasi mengenai hasil sidang Court of Arbitration for Sport (CAS) terkait banding FAM (Federasi Sepak Bola MALONYET) dan tujuh pemain naturalisasi yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026 dirilis oleh berbagai media olahraga terkemuka.
      Berikut adalah beberapa sumber berita resmi yang melaporkan keputusan tersebut:
      Sumber Berita Indonesia
      BolaSport.com: Melaporkan bahwa CAS menolak banding FAM dan menyatakan tujuh pemain naturalisasi tetap terbukti ilegal serta dihukum 12 bulan.
      Bola.com: Menyebutkan secara rinci bahwa CAS menolak sebagian banding tersebut dan tetap memberlakukan larangan bermain selama satu tahun bagi para pemain yang terlibat.
      MSN Indonesia: Mengonfirmasi pemalsuan dokumen naturalisasi MALONYET telah terbukti dan kini nasib tim nasional mereka berada di tangan AFC.
      TVOneNews: Merilis hasil sidang yang menyatakan CAS hanya mengabulkan sebagian kecil banding terkait aktivitas latihan pemain, namun tetap menguatkan sanksi utama.
      Asatunews: Menyoroti kewajiban finansial FAM yang tetap harus membayar denda sebesar Rp7,5 miliar sesuai keputusan CAS.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      Scoop.my: Merinci bahwa panel arbiter yang diketuai Lars Hilliger mengonfirmasi adanya pelanggaran Kode Disiplin FIFA.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.

      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including a lack of modern equipment, corruption, and supply chain management issues.
      Lack of modern equipment
      • Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and is now outdated
      • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets
      • The MAF has faced issues with the maintenance of its equipment
      Corruption
      • Corruption has been a recurring issue within the MAF
      • Corruption has affected the MAF's supply chain management, which includes the procurement of weapons, uniforms, food, and other military supplies
      Supply chain management issues

      Hapus
    3. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  46. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  47. Deg deg an waria kami menunggu final FIFA Asean cup ini..FIFA brooo🇮🇩💪🇮🇩💪🇮🇩

    BalasHapus
  48. Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      ________________________________________
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALONYET (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan


      Hapus
    2. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      ________________________________________
      TIPU SULTAN - PSIM FAKE
      Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
      -
      TIPU PAKISTAN-PRANK JF17
      “The MALONYET government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
      -
      TIPU INDIA-PRANK TEJAS
      MALONYET has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
      -
      TIPU TURKI = PRANK YAVUZ
      PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      -
      TIPU FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
      -
      TIPU INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
      -
      TIPU FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
      -
      TIPU SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
      -
      TIPU CHINA-PRANK KS-1A
      MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
      -
      TIPU FIFA/GAGAL BANDING CAS
      Berdasarkan hasil investigasi FIFA yang dikuatkan oleh keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) pada 5-6 Maret 2026, Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terbukti melakukan manipulasi data terorganisir untuk menaturalisasi pemain tanpa garis keturunan yang sah.

      Hapus
  49. Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      ________________________________________
      1. Kehancuran Skuad Utama & Teknis
      Lumpuhnya Kekuatan Timnas: Kehilangan 7 pemain inti sekaligus selama 12 bulan membuat kerangka timnas hancur total. Pelatih harus merombak strategi dari nol dengan pemain lokal yang secara kualitas mungkin belum setara.
      Krisis Kepercayaan Diri: Moral pemain lain akan anjlok karena merasa perjuangan mereka di lapangan sia-sia akibat sanksi administratif dan pengurangan poin.
      ________________________________________
      2. Bencana di Kualifikasi Piala Asia 2027
      Peluang Lolos Menipis: Pengurangan poin dan potensi kekalahan WO (0-3) adalah hukuman mati di fase grup. MALONYET kemungkinan besar akan tersingkir lebih awal, menghambat visi jangka panjang federasi.
      Nasib di Tangan AFC: Dengan bukti dokumen ilegal, AFC bisa memberikan sanksi tambahan atau diskualifikasi jika ditemukan pelanggaran lebih lanjut dalam pendaftaran pemain di kompetisi mereka.
      ________________________________________
      3. Kerugian Finansial & Reputasi
      Beban Denda Berat: Denda 350.000 CHF (Rp7,2 - 7,6 Miliar) adalah angka yang sangat besar untuk federasi. Ini akan memotong anggaran pembinaan usia muda atau kompetisi domestik.
      Krisis Kredibilitas Internasional: Skandal "dokumen ilegal" mencoreng wajah FAM di mata FIFA dan AFC. Di masa depan, proses naturalisasi mereka akan dipantau secara super ketat dan skeptis.
      ________________________________________
      4. Dampak bagi Pemain & Klub
      Karier yang Terhenti: Larangan beraktivitas 1 tahun bagi ketujuh pemain tersebut adalah kerugian besar di masa emas mereka. Meski boleh berlatih (berdasarkan keringanan CAS), hilangnya atmosfer kompetisi kompetitif akan menurunkan performa mereka secara drastis.
      Konflik Kontrak: Klub-klub tempat pemain ini bernaung merugi secara finansial karena membayar gaji pemain yang tidak bisa bertanding.
      ________________________________________
      5. Tekanan Sosial dan Politik
      Desakan Mundur: Publik dan suporter dipastikan akan menuntut pertanggungjawaban petinggi FAM. Kegagalan dalam verifikasi dokumen yang berujung sanksi berat adalah bentuk kelalaian manajemen yang fatal.

      Hapus
    2. BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      BANGSA PENIPU : GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALONYET...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALONYET nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALONYET...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALONYET sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
      ________________________________________
      🤣ONTERUS : BATAL = CAS – FAM : GAGAL🤣

      Hapus
  50. Setelah mimpi buruk kapal induk kami skrg gagal nyabun malaydes smbkembarannya😝🤪😜🙊🙈🙉

    BalasHapus
  51. Sabah dan sarawak harus lepas! 🇮🇩💪🇮🇩💪🇮🇩🇮🇩

    BalasHapus
  52. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
    ---------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 70.5
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
    --------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. MALONYET 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  53. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
    --------------------------------
    1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    --------------------------------
    2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
    Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
    Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
    Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
    Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
    --------------------------------
    3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
    Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
    Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
    Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
    Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
    --------------------------------
    4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
    Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
    Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
    Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
    Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
    --------------------------------
    5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
    Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
    Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
    Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
    Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
    Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
    --------------------------------
    6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
    Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
    Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
    Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
    Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
    Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
    Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
    Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
    ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667

    BalasHapus
  54. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
    ________________________________________
    Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
    Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
    Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
    Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
    Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
    Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
    ________________________________________
    Sumber Berita Internasional & MALONYET
    The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
    VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
    Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
    ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.04
    Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 10.02
    290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
    LETOYYY!!!
    🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
    --------------------------------
    MMW29 September 2026 pukul 09.55
    Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ==============================
    ==============================
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
    Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
    Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
    --------------------------------
    🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

    BalasHapus
  55. Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      --------------------------------
      GYROSCOPE NSM NORWEGIA BY USA = ITAR USA ART USD 240 B = KLAIM KELUAR ART “MISSPOKEN” = BANNED NSM MALONYET
      MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
      NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
      😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
      ---------------------------------
      MALONYET HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
      The status of the deal has been unclear since the MALONYET trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
      https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-MALONYETn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
      --------------------------------
      CORRECTION. THE MINISTER HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
      The confusion came to a head on Sunday when Trade Minister Johari Abdul Ghani told reporters that the court ruling had rendered the deal invalid. “It is not on hold. It is no longer there, it’s null and void,” he was quoted as saying by local English-language daily The Star.By Sunday evening, his own ministry had issued a correction. The minister had “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”, it said, offering no further explanation.
      https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-MALONYET-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
      ---------------------------------
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : Kacung Aussie Butterworth
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : China di BPA : 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : China 43 kasus pencerobohan ruang udara.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : RAMD menjaga Istana Buckingham
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia di Rusia
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : Gagal menjadi anggota penuh.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal menjadi anggota penuh.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit : Rafale Typhon GAGAL
      ---------------------------------
      2025 - 2026 KACUNG JAMBUL KONENG = ART USD 240 MILIAR
      -
      1958 – 2026 BABU KACUNG = BRITISH CHINA
      -
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20

      Hapus
    2. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALONYET terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALONYET (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALONYET (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALONYET berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALONYET KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
  56. Ke FINAL dengan bantuan wasit...... Mohon FIFA siasat......



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2021 ......
      NGEMIS = SURAT AKUISISI
      -
      1x NGEMIS 2021:
      Pengirim: Datuk Seri Hishammuddin Hussein (Menteri Pertahanan saat itu).
      Tujuan: Menyatakan minat awal secara formal dari pihak MALONYET untuk membeli 33 unit pesawat F/A-18C/D Hornet milik Angkatan Udara Kuwait (KAF) yang akan segera dipensiunkan.
      -
      2x NGEMIS 2023 :
      Pengirim: Datuk Seri Mohamad Hasan (Menteri Pertahanan penerus).
      Tujuan: Menindaklanjuti permohonan sebelumnya setelah adanya pergantian kepemimpinan di MALONYET. Surat ini bertujuan untuk menjaga momentum negosiasi di tengah ketidakpastian politik di Kuwait saat itu.
      -
      3x NGEMIS 2024:
      Pengirim: Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin (Menteri Pertahanan saat ini).
      Tujuan: Mengonfirmasi kembali keseriusan MALONYET. Momentum ini diperkuat dengan kunjungan kerja resmi Khaled Nordin ke Kuwait pada Oktober 2024 untuk mendiskusikan teknis akuisisi secara langsung dengan otoritas Kuwait
      -
      4x NGEMIS 2024 :
      Antara perkara yang dibincangkan adalah berkenaan hasrat negara untuk memperoleh jet-jet pejuang F/A-18 Legacy Hornet milik Tentera Udara Kuwait (KAF) setelah KAF menerima Super Hornet baharunya.
      -
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      Strategi "Ngemis" Berkelanjutan (2021–2024): Keterbatasan budget pertahanan memaksa MALONYET melakukan upaya akuisisi jet bekas (F/A-18 Hornet) dari Kuwait melalui empat kali pengiriman Surat Akuisisi secara formal oleh tiga Menteri Pertahanan yang berbeda demi menjaga momentum negosiasi.
      -
      Ketergantungan pada Alutsista Bekas: Penggunaan surat-surat tersebut menunjukkan ambisi MALONYET untuk memperkuat armada udara dengan biaya minim (loakan), mengingat anggaran yang tidak mencukupi untuk pembelian pesawat tempur baru.
      -
      Kegagalan Total di 2026: Meski sudah melakukan upaya diplomasi intensif selama bertahun-tahun, proses akuisisi dinyatakan CANCELLED (batal) oleh Wakil Menteri Pertahanan Adly Zahari di Sidang Dewan Rakyat pada 26 Februari 2026.
      -
      Krisis Pertahanan Udara: Pembatalan ini berujung pada status TIADA GANTI, yang mengonfirmasi bahwa budget pertahanan MALONYET gagal mengamankan aset pengganti, meninggalkan celah besar dalam sistem pertahanan udara mereka.

      Hapus
    2. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Kontras Belanja Pertahanan: Agresif vs Lumpuh
      Indonesia (Status: Shopping Kaya):
      Nilai Fantastis: Investasi pertahanan hanya dengan Turki saja mencapai USD 12–13 miliar (±Rp200 Triliun).
      Loncatan Teknologi: Mengakuisisi jet tempur generasi ke-5 KAAN, rudal balistik KHAN, drone tempur canggih (ANKA, AKINCI, TB3), dan kapal perang modern (I-Class, PPA).
      Kemandirian: Fokus pada skema Joint Venture dan produksi lokal melalui PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
      MALONYET (Status: Miskin No Shopping):
      ---------------------------------
      Tahun SIPRI Kosong: Tidak ada kontrak pengadaan alutsista utama yang tercatat di SIPRI selama 2024–2025.
      Anggaran Terjepit: Belanja militer hanya sekitar 0,93% dari PDB Statista, jauh di bawah standar keamanan regional.
      Belanja "Mini": Total belanja dengan Turki hanya USD 1,17 miliar (hanya ~9% dari nilai belanja Indonesia).
      Analisa Beban Utang & Kelumpuhan Fiskal
      Kesehatan Fiskal Indonesia:
      Utang pemerintah yang rendah (41,1% terhadap PDB) memberikan ruang bagi Kementerian Pertahanan RI untuk melakukan pengadaan melalui kredit ekspor yang terencana.
      Krisis Utang MALONYET:
      Beban Utang Menggunung: Proyeksi utang mencapai RM 1,79 triliun pada 2026.
      Hutang Bayar Hutang: Fenomena eksodus modal dan beban liabilitas (seperti 1MDB) memaksa negara terjebak dalam siklus pelunasan bunga utang yang tidak berujung.
      Utang Rumah Tangga: Tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di ASEAN menurut Bank Negara MALONYET, menekan daya beli nasional secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      Kegagalan Proyek Strategis (Era "Game Over")
      Kelemahan MALONYET bukan hanya soal dana, tetapi manajemen pengadaan yang kronis:
      Mangkrak & PHP: Proyek LCS yang tidak kunjung selesai sejak 2011 dan pembatalan berbagai rencana (MRCA, SPH, MRSS) menciptakan "celah kapabilitas" yang membahayakan kedaulatan.
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5x Perdana Menteri dan 6x Menteri Pertahanan dalam waktu singkat mengakibatkan ketidakpastian kebijakan pertahanan.
      Hutang Utilitas: Fakta adanya tunggakan tagihan dasar (listrik, internet, air) di kamp militer menunjukkan bahwa anggaran operasional harian pun sudah sangat tertekan.

      Hapus
  57. BANGLADESH sendiri terkejut bagaimana masa tambahan dari 2 minit boleh berubah jadi 7 minit....??? HAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      ________________________________________
      2021 = NO SALE OF HORNETS
      2021 = NO SALE OF HORNETS
      2021 = NO SALE OF HORNETS
      -
      KUWAIT (KUNA) -- Kuwait's Ministry of Defense on Thursday denied reports about purported negotiations to sell 33 used F/A-18 Hornet aircraft in possession of the Kuwait Air Force to the MALONYETn Air Force.
      The Kuwait Army Chairmanship of Staff said any negotiations to sell ordnance owned by the Ministry of Defense would be declared directly.
      Such deals are conducted via the assets commissions affiliated to the ministry, as well as in coordination with the Ministry of Finance after approval of the manufacturing country and in line with standing procedures.
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-MALONYET-kuwait.html
      ________________________________________
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026
      ________________________________________
      2017 – 2026 …..
      9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
      9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
      9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
      1. Tragedi F/A-18 Kuwait: "9 Tahun Menunggu, Berujung Debu"
      Timeline yang Anda sajikan (2017–2026) menunjukkan inefisiensi birokrasi dan kegagalan diplomasi pertahanan yang kronis:
      Aspirasi Tanpa Eksekusi: Menunggu sejak 2017 menunjukkan bahwa MALONYET tidak memiliki "Rencana B" yang solid. Ketergantungan pada pesawat bekas (Hornet) yang sudah berusia 30 tahun lebih mencerminkan keputusasaan fiskal.
      Kendala Teknis (Februari 2026): Alasan pembatalan terkait modifikasi software (15 bulan) dan ketidakpastian pengiriman membuktikan bahwa alutsista bekas seringkali menjadi "beban" daripada "aset". MALONYET terjebak dalam kondisi di mana mereka butuh pesawat sekarang, tapi secara teknis pesawat tersebut butuh waktu terlalu lama untuk layak terbang.
      Lampu Hijau AS yang Percuma: Izin dari AS (Juni 2025) menjadi tidak relevan ketika kondisi fisik pesawat (hasil inspeksi November 2025) tidak memenuhi ekspektasi atau biaya integrasinya terlalu mahal untuk kantong MALONYET.

      Hapus
    2. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
      GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      KASIH PAHAM = UDARA
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
      -
      KASIH PAHAM = DARAT
      • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
      -
      KASIH PAHAM = LAUT
      • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      -
      KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
      • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------
      2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
      Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

      Hapus
  58. BANGLADESH sendiri terkejut bagaimana masa tambahan dari 2 minit boleh berubah jadi 7 minit....??? HAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ---------------------------------
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      ANKA = LEVEL ANGOLA
      SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
      -------------------------
      KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
      -
      Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
      Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
      -
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
      MALONYET: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
      Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
      -------------------------
      2025-2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      -
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      ---------------------------------
      MALONYET = OVERLIMITS DEBT = HUTANG BAYAR HUTANG
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

      Hapus
    2. BLUEPRINT PERANCIS-BELANDA = MANGKRAK
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      F18 = SURAT NGEMIS = PENIPU FIFA : MATCH FIXING
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL LCS (BLUEPRINT GOWIND 2500)
      • Masalah: Mangkrak akibat korupsi dan salah manajemen meskipun telah dibayar RM6 miliar (Rp20 triliun) Target dipangkas menjadi 5 unit; kapal pertama diserahkan akhir 2026 tanpa rudal akibat kendala lisensi.
      • Sumber: CNN Indonesia ("Proyek Mandek"), Wikipedia ("Skandal LCS"), South China Morning Post ("Warship Without Missiles").
      --------------------------------------------------
      PROYEK KAPAL OPV (BLUEPRINT DAMEN 1800)
      • Masalah: Terlambat parah akibat krisis keuangan kontraktor dan viral karena miring ekstrem saat diluncurkan dengan balon udara.
      • Sumber: Naval News ("Coast Guard Receives OPV"), Malaysian Defence ("Work Starts"), dokumentasi maritim.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALAYSEWA:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
      -
      Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
      Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
      Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALAYSEWA kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
      Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
      -
      Fenomena Demiliterisasi De Facto MALAYSEWA
      Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
      Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
      Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
      Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
      -
      Kesimpulan Strategis 2026
      Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
      MALAYSEWA: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

      Hapus
  59. Ke final dengan cara CURANG....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....



      Hapus
    2. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....



      Hapus
    3. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      MALONYET 's defense policy has faced several weaknesses, including a lack of funding, outdated equipment, and political interference.
      Funding
      • Small procurement budgets
      The military has had small procurement budgets for decades, which has led to a lack of resources to update equipment
      • Fiscal constraints
      The government has been focused on reducing the national deficit and the fiscal cost of the COVID-19 pandemic, which has limited defense funding
      Equipment
      • Outdated equipment
      The military's equipment is aging, and the country has struggled to keep its aircraft operational
      • Imported equipment
      Most of the military's equipment is imported from other countries, and local companies have struggled to develop the capabilities to produce their own equipment
      Political interference
      • Lack of transparency
      The process for promoting and appointing military personnel is not transparent, and Parliament is not involved in reviewing senior-level appointments

      Hapus
  60. Ke final dengan cara CURANG....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) are modernizing their equipment and increasing their military spending, but some say that political interference and corruption are undermining their combat readiness.
      Equipment
      • Main Battle Tanks (MBT): The MAF has acquired MBTs to make the army more powerful in the region
      • Armored Personnel Carriers (APC): The MAF has acquired APCs to make the army more powerful in the region
      • Infantry Fighting Vehicles (IFV): The MAF has acquired IFVs to make the army more powerful in the region
      • Modern artillery: The MAF has acquired modern artillery to make the army more powerful in the region
      • Personal Protection Equipment (PPE): The MAF has a program to equip all soldiers with PPE like Kevlar helmets, Kevlar vests, Oakley goggles, and ear protection equipment
      Military spending
      • MALONYET has increased its military spending, joining the global trend of rising defense budgets
      • The country's 2025 defense allocation was RM21.2 billion (USD4.5 billion), which is a 7.08% increase from the previous year

      Hapus
    2. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALONYET
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis
      ________________________________________
      2026 USD 1.8 BILLION MINDEF =
      PROCUREMENTS USD0.6 BILLION = USD 600 MILLION
      INFRASTRUCTURE PROJECTS USD0.6 BILLION = USD 600 MILLION
      DEVELOPMENT EXPENDITURE USD0.6 BILLION = USD 600 MILLION
      MALONYET has taken a decisive step toward strengthening its national defence architecture with the allocation of RM21.2 billion to the Ministry of Defence (MINDEF) under the 2026 National Budget, unveiled by Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim in Parliament today.Of this, RM14.11 billion is designated for Operational Expenditure, covering maintenance, training, and ongoing deployments, while RM7.63 billion is directed toward Development Expenditure, funding new procurements and infrastructure projects.
      -
      Ringgit 1 Billion = USD 236,686,000 ( baca Dua ratus tiga puluh enam juta enam ratus delapan puluh enam ribu US Dollar)
      RM21,2 Billion X 236,686,000 = USD5,01 Billion
      -
      Ringgit 1 Billion = USD 236,686,000 ( baca Dua ratus tiga puluh enam juta enam ratus delapan puluh enam ribu US Dollar)
      Jadi
      RM 7.63 Billion =
      7.63 X 236,686,000 = US USD 1,805,914,180 ( baca satu milyar delapan ratus lima juta sembilan ratus empat belas ribu seratus delapan puluh US Dollar) Atau US USD 1.8 Billion ( baca Satu koma delapan milyar US Dollar)/3 = USD 600 MILLION FOR PROCUREMENTS


      Hapus
  61. ada warganyet tipe m gak trima 90+2=7
    nanya ke AI groks...dijawab stelah pesan2 dibawah ini⬇️ haha!👌😄😆

    warganyet kl kalo uda baca, makin NGAMUK haha!😤🔥🤭

    ❌️🍌❌️🍌❌️
    https://www.facebook.com/groups/575481234603797/posts/1534417252043519/

    BalasHapus
  62. Kita yang Lolos Final Hepi🥳
    kl yang Kalah sibuk menjelaskan haha!👎🍌🤣

    BalasHapus
  63. yang bikin heran, timnas kita berasa lawan 3....

    ❌️pemaen dhaka pusat kecewa banget setelah pertandingan sampe mao ngajak ribut
    indikasi= gagal cair..wang kupi dr tipe m haha!😝👎🍌

    ❌️Ini sing ikut2an maen sabun..
    tapi uda cair, kerjaan done haha!👌😂🤣
    NO REFUND ...asoiyy haha!👍😉🤑

    BalasHapus
  64. ❌️jepang ijo🇧🇩 ranking 181 Fifa, wajar kebobolan 9 dari timnas kita donk,

    ❌️lah ini singapur ranking fifa 148,
    tim yg lolos Piala Asia 2027...
    masa kalah dari negri🎰kasino semenanjung kuala dhaka eh lumpo.
    padahal semenanjung gagal lolos piala Asia 2027
    uda pasti maen sabun cair💰 haha!🤭😂🍌

    BalasHapus
  65. timnas dikeroyok 3 negara pun, tetap lolos🔥🦾

    SloMo Cinematix = El Otong🍌 Buyarkan impian hamiwow pembual haha!👎🤥🤣

    kashiyan tipe M Selebrasi eh Kena Prenk haha!😂🍌🤪
    muka taro dimana mukaaaa🍌

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/2284759762375955/?referral_source=external_deeplink&mibextid=ZZyLBr&original_uri=https://www.facebook.com/reel/2284759762375955/?mibextid=ZZyLBr

    BalasHapus
  66. warganyet kl mao MeWeK😭 kemanaaa
    tanpa AFC kleian bukan siapa2....👎

    genk FIFA nich..kantornya disini haha!🤗😎🦾

    BalasHapus
  67. Hanya terjadi di INDIANESIA...... HAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
      Outdated equipment
      • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
      • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
      • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
      Limited procurement budgets
      • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
      • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
      • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
      Political interference
      • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.


      Hapus
    2. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several challenges that affect their readiness, including a lack of funding, outdated assets, and a need for more training.
      Funding
      • Insufficient funding
      The MAF's combat readiness is affected by a lack of funding, which can impact training, techNOLogy, and morale.
      • Delayed projects
      The LCS project has faced delays and cost overruns, which has delayed the delivery of new equipment to the MAF.
      Outdated assets
      • Lack of modern assets
      The MAF lacks modern military assets, which can expose them to internal and external threats.
      • Technical issues
      The MAF has faced technical issues with assets like the KD Rahman submarine, which was unable to submerge in 2010.
      Training
      • Lack of disaster relief training
      While the MAF is well-trained in combat, they have not received specific training in disaster relief.
      • Knowledge and skills
      Problems with military personnel's knowledge, skills, and abilities can compromise their performance in complex situations.
      Other challenges

      Hapus
  68. Hanya terjadi di INDIANESIA...... HAHAHAHAH



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      ⚙️ EQUIPMENT & MODERNIZATION ISSUES
      • Outdated naval assets: Many of MALONYET ’s ships are aging, and the navy has struggled to modernize its fleet.
      • Limited air combat readiness: Out of 28 fighter jets, reportedly only four were operational at one point.
      • Delayed procurement: The Littoral Combat Ship (LCS) project, meant to boost naval capabilities, has been plagued by delays and scandals.
      💰 Budget Constraints
      • Skewed spending priorities: Over 60–70% of the defense budget goes to salaries and maintenance, leaving little for new weapons or modernization.
      • Stagnant budget: MALONYET ’s defense budget has hovered around RM15–18 billion annually, which is modest compared to regional peers like Vietnam and Indonesia.


      Hapus
    2. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ________________________________________
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....


      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -

      Hapus
  69. nak tanya geng GORILLA...sejak bila ada peraturan bola yang tambahan masa boleh berubah 2 kali.... dalam masa yang singkat....??? HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------

      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET armed forces face several problems with procurement, including:
      • Cost: The cost of procurement is a major challenge.
      • Corruption: Corruption is a recurring problem in the MALONYET military.
      • Budgetary uncertainty: The MALONYET government has been unwilling to cut spending elsewhere to fund defense.
      • Opaque decision making: The decision-making process is often opaque and vendor-driven.
      • Political influence: Political influence is often used to circumvent established protocols.
      • External influences: The procurement process is subject to external influences, such as political influence from suppliers.
      • Weak external oversight: The external oversight of the procurement process is weak.
      • Mixing and matching equipment: The MALONYET military sources equipment from many different sources, which can make it difficult to find personnel to manage the equipment.
      • Outdated inventory: The MALONYET armed forces have outdated inventory stock.

      Hapus
  70. nak tanya geng GORILLA...sejak bila ada peraturan bola yang tambahan masa boleh berubah 2 kali.... dalam masa yang singkat....??? HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------=
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll



      Hapus
  71. nak tanya geng GORILLA...sejak bila ada peraturan bola yang tambahan masa boleh berubah 2 kali.... dalam masa yang singkat....??? HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  72. FIFA tidak ada masalah ....

    Kenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR


    WKWKWK

    Hahahaha

    BalasHapus
  73. FIFA tidak ada masalah ....

    Kenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR


    WKWKWK

    Hahahaha

    BalasHapus
  74. 90 + 2 = 97 HANYA ADA DI INDIANESIA... PELATIH Bangladesh saja pertama kali lihat..... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  75. 90 + 2 = 97 HANYA ADA DI INDIANESIA... PELATIH Bangladesh saja pertama kali lihat..... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt

      Hapus
  76. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  77. Ini peetandingan level FIFA ya..... Sekali Masa tambahan di naikan maka itulah Masa yang di Tetapkan.... Bukan sekejap 2 MINIT.. SEKEJAP 7 MINIT... 🔥🔥🤣🤣🤣👎👎👎...

    FIFA MOHON SIASAT...!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.


      Hapus
  78. Ini peetandingan level FIFA ya..... Sekali Masa tambahan di naikan maka itulah Masa yang di Tetapkan.... Bukan sekejap 2 MINIT.. SEKEJAP 7 MINIT... 🔥🔥🤣🤣🤣👎👎👎...

    FIFA MOHON SIASAT...!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA = CAS TOLAK BANDING FAM
      ________________________________________
      Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola MALONYET (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
      Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
      Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas MALONYET tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
      Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
      Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
      Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
      ________________________________________
      Sumber Berita Internasional & MALONYET
      The Star (MALONYET): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
      VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding MALONYET dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
      Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola MALONYET, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
      ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.04
      Ya Ampun, 290 juta warga, sorang pun tak layak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 10.02
      290 juta warga, sorang pun tak masuk dlm kesebelasan Belandanesia.... yang diayam-ayam aje oleh Ariff Aiman.
      LETOYYY!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣😍🤣🤣
      --------------------------------
      MMW29 September 2026 pukul 09.55
      Ingat hebat sangat....Kesebelasan Belandanesia pun diayam-ayamkan oleh Ariff Aiman jee...
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ==============================
      ==============================
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      INDONESIA FINAL = FIFA ASEAN CUP
      Indonesia berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Hasil ini membuat Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
      Indonesia vs Bangladesh berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pertandingan dimulai pukul 19.30 WIB.
      --------------------------------
      🤣CAS KALAH = ASIAN CUP DIGANTI VIETNAM = FIFA ASEAN CUP KL (KALAH LAGI)🤣

      Hapus
  79. FIFA tidak ada masalah ....

    Kenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR


    WKWKWK

    Hahahaha

    BalasHapus
  80. FIFA tidak ada masalah ....

    Kenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR


    WKWKWK

    Hahahaha

    BalasHapus
  81. HANYA BERLAKU DI INDIANESIA..... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      2026 PENIPU FIFA = CAS KALAH = ULTRAS BOIKOT
      -
      CAS Tolak Banding FAM: Sanksi FIFA Tetap Berlaku
      • Pemain Ilegal: Tujuh pemain naturalisasi dinyatakan tetap ilegal karena terbukti menggunakan dokumen palsu.
      • Skorsing 1 Tahun: Sanksi larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain tersebut tetap berjalan.
      • Denda Rp7,5 Miliar: FAM wajib membayar denda sebesar 350.000 CHF kepada FIFA.
      • Potong Poin: Pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 resmi tetap diterapkan.
      • Boikot Ultras Malaya: Sebagai bentuk protes atas skandal dokumen palsu dan buruknya tata kelola federasi, kelompok suporter Ultras Malaya resmi memboikot seluruh laga Timnas Malaysia. Aksi pengosongan tribun ini terus berlanjut hingga turnamen terbaru seperti FIFA ASEAN Cup 2026.
      --------------------------------
      1994 FAM = 80 PEMAIN JUDI ILEGAL
      -
      Mengalami skandal besar pada tahun 1994, di mana Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) menghukum lebih dari 80 pemain akibat sindikat judi ilegal. Kasus korupsi skala kecil juga beberapa kali diselidiki oleh Komisi Antirasuah Malaydesh (MACC).
      --------------------------------
      2010 SINGAPARNO = MATCH FIXING
      -
      Dikenal sebagai pusat operasional mafia judi internasional pada dekade 2010-an. Tokoh asal Singaparno seperti Raj Perumal dan Dan Tan diidentifikasi oleh Interpol/Europol sebagai otak pengaturan ratusan pertandingan di Eropa, Afrika, dan Amerika. Rekam jejak ini membuat publik sangat sensitif terhadap hasil laga Singaparno yang janggal
      --------------------------------
      GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
      -
      2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
      -
      2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
      -
      2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
      -
      2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
      -
      2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
      -
      2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
      -
      2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
      -
      2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
      -
      2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.

      Hapus
  82. HANYA BERLAKU DI INDIANESIA..... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      • 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      • 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      • 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      • Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      • Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      • 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      • Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      • Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      • 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      2026 BUDEGT MILITER MALONYET = DIPANGKAS
      ---------------------------------
      1. REUTERS (KANTOR BERITA UTAMA)
      Sebagai sumber pertama yang meninjau dokumen internal pemerintah, Reuters melaporkan bahwa Perbendaharaan MALONYET telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah untuk memangkas anggaran operasional tahun 2026. Laporan ini menyoroti bahwa lonjakan harga energi akibat perang di Iran telah membuat tagihan subsidi publik membengkak hingga RM 58,4 miliar, jauh melampaui alokasi awal sebesar RM 15 miliar.
      ---------------------------------
      2. THE STRAITS TIMES
      Media ini menekankan upaya pemerintah MALONYET untuk melindungi warga dari lonjakan harga akibat konflik "US-Israeli war on Iran". The Straits Times merinci instruksi dari Sekretaris Jenderal Perbendaharaan, Datuk Johan Mahmood Merican, yang meminta peninjauan kembali pengeluaran operasional dan pengajuan proposal pemotongan biaya paling lambat 15 Mei 2026.
      ---------------------------------
      3. THE EDGE MALONYET
      The Edge memfokuskan laporannya pada konfirmasi dari juru bicara pemerintah, Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil, yang menyatakan bahwa penyesuaian anggaran ini bertujuan untuk menyelaraskan kembali program dan aktivitas negara di tengah krisis pasokan global. Berita ini juga mencatat bahwa dokumen internal tersebut mengusulkan pembatasan gaji/tunjangan untuk lowongan kerja yang belum terisi serta pengurangan belanja aset.
      ---------------------------------
      4. FREE MALONYET TODAY (FMT)
      FMT menyoroti dampak spesifik pada sektor publik, melaporkan usulan pemotongan anggaran sebesar RM 5,4 miliar untuk Kementerian Kesehatan dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, FMT mencatat instruksi pemerintah untuk menunda konferensi, seminar, bengkel kerja (workshop), serta pembekuan asupan baru pegawai negeri sebagai langkah penghematan tambahan.
      ---------------------------------
      5. NEW STRAITS TIMES (NST)
      NST memberikan penekanan bahwa meskipun ada pemotongan anggaran yang signifikan, Kementerian Kewangan menjamin bahwa layanan publik yang kritis atau esensial tidak akan terganggu. Laporan mereka mendetailkan bahwa langkah ini adalah strategi fiskal yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan ekonomi nasional menghadapi tekanan biaya hidup yang meningkat drastis

      Hapus
  83. Jangankan MALAYSIA... BANGLADESH saja Baru lihat Masa tambahan Berubah 2 kali.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      • 1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      • 2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      • 2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      • Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      • Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      • 2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      • Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      • Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      • 2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      2026 = PHK MASSAL = CUT BUDGET
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      2025 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
      2023 = CANCELLED PROCUREMENT = NO MONEY
      --------------------------------
      2026 = BATAL : NSM-AMRAAM-F18-UH60A
      MALONYET’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict, according to a government directive reviewed by Reuters.
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT = CUT BUDGET
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALONYET = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALONYET = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita (Januari 2023).
      --------------------------------
      CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      -
      Bloomberg & The Straits Times: Memberitakan restrukturisasi Petronas yang memangkas ±5.000 karyawan
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019) | CNA & The Star (2020) | The Edge MALONYET (2021–2022) | MOF Portal & Bernama (2023–2024)

      Hapus
  84. Jangankan MALAYSIA... BANGLADESH saja Baru lihat Masa tambahan Berubah 2 kali.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.


      Hapus
  85. FIFA tidak ada masalah ....

    Kenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR


    WKWKWK

    Hahahaha

    BalasHapus
  86. Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.


      Hapus
  87. Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      -------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
  88. FIFA tidak ada masalah ....

    Kenapa malaydesh yang MISKIN KEPANASAN sambil Loncat Loncat kesana kemari bergelantungan makan Pisang dengan Teriak BUAL BESAR


    WKWKWK

    Hahahaha

    BalasHapus
  89. Bangladesh juga protest Hal PENUKARAN Masa yang aneh tu ya guys..... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  90. Bangladesh juga protest Hal PENUKARAN Masa yang aneh tu ya guys..... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣



    Pelatih Bangladesh Protes Durasi Tambahan Waktu Lawan Indonesia

    https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20261002162337-142-1411029/pelatih-bangladesh-protes-durasi-tambahan-waktu-lawan-indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. MALONYET 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  91. MOHON FIFA SIASAT..... BUKTI JELAS DIDEPAN MATA... 😎😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
      • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
      • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
      -
      SKANDAL FAM 2026
      • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
      • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
      • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
      -
      SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
      • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
      • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
      --------------------------------
      PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
      -
      MALAYDESH IMPOR =
      • Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
      • Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
      • Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
      • Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
      • LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
      --------------------------------------------
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      • Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
      • Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
      -
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      PETRONAS HUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      --------------------------------------------
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      IMPOR JAGUNG 240.000 TON
      Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
      --------------------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
      • Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
      • Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
      • Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
      • Peru: Mata uang (Soles).
      • Bangladesh: Mata uang (Taka).
      • Somalia: Mata uang (Shilling).
      • Argentina: Mata uang (Peso).
      • Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
      .
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  92. MOHON FIFA SIASAT..... BUKTI JELAS DIDEPAN MATA... 😎😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2026 = MALAYDESH CAS KALAH
      2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
      1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
      2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
      --------------------------------
      ⚽ Skandal Sepak Bola
      1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
      -
      2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
      -
      2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
      -
      Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
      -
      Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
      --------------------------------
      🪖 Skandal Militer & Pertahanan
      2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
      -
      Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
      -
      Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
      -
      2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
      --------------------------------
      MALONYET
      1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
      2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
      ---------
      2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
      -
      1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
      -
      2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
      -
      2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
      -
      2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
      -
      2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
      -
      2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
      -
      2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
      -
      2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
      -
      2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
      -
      2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
      -
      2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
      --------------------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) face several challenges that affect their readiness, including a lack of funding, outdated assets, and a need for more training.
      Funding
      • Insufficient funding
      The MAF's combat readiness is affected by a lack of funding, which can impact training, techNOLogy, and morale.
      • Delayed projects
      The LCS project has faced delays and cost overruns, which has delayed the delivery of new equipment to the MAF.
      Outdated assets
      • Lack of modern assets
      The MAF lacks modern military assets, which can expose them to internal and external threats.
      • Technical issues
      The MAF has faced technical issues with assets like the KD Rahman submarine, which was unable to submerge in 2010.
      Training
      • Lack of disaster relief training
      While the MAF is well-trained in combat, they have not received specific training in disaster relief.
      • Knowledge and skills
      Problems with military personnel's knowledge, skills, and abilities can compromise their performance in complex situations.
      Other challenges

      Hapus
  93. INGAT KAPAL MALAYDESH LCS RONGSOK SEHARGA DESTROYER BUANG UANG PERCUMA MANA HUTANG JUMBO LAGI....NSM KENA KICK HALAAND, DI FIFA ASEAN CUP KENA KICK SI OTONG ....BENAR BENAR KOCAK MALAYDESH BOTOL
    🙈🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩💩💩💩💩🇲🇾

    BalasHapus
  94. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge MALONYET | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah MALONYET dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 70.5
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONYET PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara MALONYET.
    --------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. MALONYET 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. MALONYET 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  95. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  96. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------=
    MALONYET
    1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
    2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
    ---------
    2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
    -
    1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
    -
    2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
    -
    2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
    -
    2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
    -
    2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
    -
    2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
    -
    2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
    -
    2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
    -
    2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
    -
    2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
    -
    2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
    --------------------------------
    SIPRI MALONYET 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
    -
    SIPRI MALONYET 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALONYET 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALONYET 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALONYET 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALONYET 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    SIPRI MALONYET 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.htmll



    BalasHapus
  97. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    MALONYET
    1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
    2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
    ---------
    2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
    -
    1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
    -
    2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
    -
    2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
    -
    2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
    -
    2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
    -
    2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
    -
    2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
    -
    2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
    -
    2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
    -
    2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
    -
    2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
    --------------------------------
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
    Outdated equipment
    • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
    • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
    • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
    Limited procurement budgets
    • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
    • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
    • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
    Political interference
    • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
    • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.


    BalasHapus
  98. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    MALONYET
    1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
    2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
    ---------
    2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
    -
    1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
    -
    2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
    -
    2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
    -
    2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
    -
    2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
    -
    2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
    -
    2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
    -
    2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
    -
    2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
    -
    2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
    -
    2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
    --------------------------------
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
    Outdated equipment
    • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
    • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
    • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
    Limited procurement budgets
    • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
    • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
    • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
    Political interference
    • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
    • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.


    BalasHapus
  99. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    --------------------------------
    ⚽ Skandal Sepak Bola
    1994 (Malaydesh): Skandal judi massal di liga domestik diusut badan antikorupsi; 80+ pemain disanksi.
    -
    2010 (Singaparno): Sindikat global (Raj Perumal & Dan Tan) terungkap mengatur ratusan laga internasional.
    -
    2025 (Malaydesh/FAM): Investigasi ungkap 7 pemain naturalisasi timnas gunakan dokumen keturunan palsu.
    -
    Maret 2026 (CAS & FAM): Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tolak banding Asosiasi Sepak Bola Malaydesh (FAM); sanksi denda Rp7,5 M dan skorsing tetap berlaku.
    -
    Oktober 2026 (Malaydesh vs Singaparno): Kemenangan 6-0 Malaydesh atas Singaparno di FIFA ASEAN Cup dicurigai match fixing.
    --------------------------------
    🪖 Skandal Militer & Pertahanan
    2011 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Perang Pesisir (LCS) dimulai dan langsung salah manajemen.
    -
    Februari 2026 (Mindef Malaydesh & Kuwait): Malaydesh batalkan rencana pembelian armada jet F/A-18 bekas Kuwait karena kendala biaya dan waktu.
    -
    Juli 2026 (Tentara Laut Diraja Malaydesh): Krisis 16 tahun proyek LCS RM6 Miliar; target dipangkas jadi 5 unit dan kapal pertama diserahkan tanpa rudal.
    -
    2026 (Mindef Malaydesh): Proyek Kapal Patroli (OPV) tertunda akibat krisis finansial vendor; viral karena kapal miring saat peluncuran.
    --------------------------------
    MALONYET
    1958 – 2026 BABU = PANDA MAT PUTEH
    2018 – 2026 DITOLAK = EU, UN, FIFA, UEA, SAU, BRICS, G20
    ---------
    2026 KLAIM SEPIHAK ART : perjanjian dagang ART dengan AS terancam batal tanpa dokumen resmi ("hitam di atas putih"), memicu risiko hukum dan politik bagi MALONYET.
    -
    1958 – 2026 KLAIM NON BLOK (PRINSIP POLITIK BEBAS AKTIF) : kontradiksi kehadiran militer Australia di Pangkalan Butterworth secara permanen
    -
    2024-2025 KEDAULATAN LAUT : Tekanan kapal penjaga pantai China di Beting Patinggi Ali mencapai 359 hari pada 2024 dan 257 hari pada 2025.
    -
    2023 KEDAULATAN UDARA : Tercatat 43 kasus pencerobohan ruang udara oleh pesawat asing pada periode Januari–Mei 2023, termasuk insiden formasi 16 pesawat.
    -
    2024 JAGA BUCKINGHAM : Penugasan tentara RAMD menjaga Istana Buckingham pada 2024 dikritik sebagai bentuk tunduk pada simbol kolonial Inggris.
    -
    2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
    -
    2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
    -
    2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
    -
    2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
    -
    2024 – 2025 BRICS : MALONYET hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
    -
    2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
    -
    2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
    --------------------------------
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of problems with its assets, including outdated equipment, limited procurement budgets, and political interference.
    Outdated equipment
    • Many of the MAF's assets are outdated, with most of the equipment purchased between the 1970s and 1990s.
    • The Royal MALONYET Navy (RMN) has many vessels that are past their intended service life.
    • The Royal MALONYET Air Force (RMAF) needs to replace its Nuri helicopters, which were first commissioned in 1968.
    Limited procurement budgets
    • The MAF has had limited procurement budgets for the past quarter-century.
    • The global financial crisis caused the MAF to postpone large purchases.
    • The MAF has struggled to acquire modern military assets.
    Political interference
    • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
    • The MAF has faced challenges in engaging with non-traditional security challenges.


    BalasHapus
  100. 2026 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2026 = MALAYDESH CAS KALAH
    2025 = MALAYDESH NATURALISASI PALSU
    1994 = MALAYDESH MATCH FIXING
    2010 = SINGAPARNO MATCH FIXING
    -------------------------------
    MALAYDESH VS SINGAPARNO (MATCH FIXING)
    • Isu: Kemenangan 6-0 dicurigai diatur berdasarkan analisis pengamat, pelatih, dan sejarah judi.
    • Media: VIVA, Harian Fajar, RCTI+/Okezone, Koran Gala, Pontianak Post, Republika.
    -
    SKANDAL FAM 2026
    • Sanksi FIFA: CAS tolak banding; denda Rp7,5 M dan potong poin Kualifikasi Piala Asia 2027 tetap berlaku.
    • Pemain: 7 pemain naturalisasi diskors 1 tahun akibat dokumen palsu.
    • Boikot: Ultras Malaya kosongkan tribun di semua laga (termasuk FIFA ASEAN Cup 2026).
    -
    SEJARAH MATCH FIXING = MALAYDESH SINGAPARNO
    • 1994: 80+ pemain FAM dihukum karena judi ilegal dan diinvestigasi MACC.
    • 2010: Singaporno jadi pusat mafia judi global (Raj Perumal & Dan Tan) pengatur ratusan laga dunia.
    --------------------------------
    BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
    2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
    2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
    2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
    2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
    2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
    2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
    2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
    2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
    2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
    2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
    2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
    2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
    2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
    2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
    2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
    2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
    2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
    2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
    2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
    2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
    2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
    2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
    2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
    2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
    2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
    2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
    2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
    1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
    1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  101. KE FINAL BIAR BERMARUAH...... Bukan pakai bantuan PENGADIL.... 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣

    SALAM 90 + 2 = 97...👎👎🤣🤣🤣

    BalasHapus
  102. KE FINAL BIAR BERMARUAH...... Bukan pakai bantuan PENGADIL.... 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣

    SALAM 90 + 2 = 97...👎👎🤣🤣🤣

    BalasHapus
  103. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
    ________________________________________
    2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    -
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------------------------
    NOMOR 1 (SATU) DIPERAS TERBESAR
    -
    Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
    -
    🇲🇾 MALONYET: USD 242 Miliar
    Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
    -
    🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
    Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
    -
    🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
    Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
    -
    🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
    Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
    -
    🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
    Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
    -
    🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
    Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
    -
    🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
    Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
    -
    🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
    Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
    -
    🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
    Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
    -
    🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
    Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah....


    GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -

    BalasHapus
  104. BUATAN INDONESIA = RINGGIT PASPOR MILITER LISTRIK
    -
    📦 MALAYDESH IMPOR :
    MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    --------------------------------
    MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
    MALONYET (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
    Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
    -
    Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
    Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
    Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
    Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
    -
    Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
    Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
    Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
    Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
    -
    Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
    Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
    Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
    Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
    -
    Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
    Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
    Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

    BalasHapus
  105. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
    SEWA HELI : 119 HELI BARU
    LMS B2 : TERMURAH
    FA50M : TERMURAH
    -
    ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
    Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
    KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
    Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
    LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
    --------------------------------
    🚁 SEWA VS BELI AW149
    Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
    Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
    Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
    --------------------------------
    🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
    Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
    Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
    Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
    ---------------------------------
    🛩️ JET TEMPUR FA-50
    FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
    FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
    FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
    FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
    --------------------------------
    1. Performa Belanja (SIPRI & Kontrak)
    Indonesia (Full Shopping): Lembar pengadaan penuh alutsista Tier-1 (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan). Nilai kontrak dengan Turki saja mencapai USD 12–13 Miliar.
    MALONYET (Zonk): Status 2 Tahun SIPRI Kosong. Tidak ada kontrak strategis baru. Nilai belanja dengan Turki hanya USD 1,17 Miliar (hanya 9% dari nilai Indonesia).
    ---------------------------------
    2. Status Kepemilikan & Pembayaran
    Indonesia (Owner): Membeli tunai/kredit sehat dengan Transfer Teknologi (ToT) dan produksi lokal (PT Pindad, PT DI).
    MALONYET (Renter & Barter): Terjebak skema Barter Sawit (MKM, FA-50, Scorpene) dan Sewa (Leasing) masif pada helikopter, pesawat latih, hingga motor patroli karena tidak mampu membayar DP.
    ---------------------------------
    3. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
    Indonesia (Safe): Utang pemerintah rendah (41,1% GDP), memberikan ruang fiskal luas untuk modernisasi militer.
    MALONYET (Overlimit): Utang pemerintah menembus 70,5% GDP (melewati limit aman 65%). Total utang gabungan (Publik + Rumah Tangga) mencapai 224% GDP.
    ---------------------------------
    4. Beban Rakyat (Per Kapita 2025)
    Beban Utang: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang gabungan rata-rata RM 82.000 per orang.
    Dampak Sosial: Tekanan ekonomi memicu krisis mental (1 dari 3 orang gangguan jiwa) dan badai PHK massal (300.000+ pengangguran baru).
    ---------------------------------
    5. Kesimpulan Strategis
    Indonesia: Membangun Hegemoni Regional dengan kepemilikan aset absolut dan teknologi siluman (KAAN).
    MALONYET: Mengalami Kelumpuhan Pertahanan; militer berubah fungsi dari "pelindung kedaulatan" menjadi "penyewa aset swasta" akibat kebangkrutan fiskal

    BalasHapus
  106. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
    GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    KASIH PAHAM = UDARA
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
    -
    KASIH PAHAM = DARAT
    • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
    -
    KASIH PAHAM = LAUT
    • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    -
    KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------
    2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET = F18 BATAL
    2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET = PHK MASSAL
    2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET = UH60A BATAL
    2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  107. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
    GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    KASIH PAHAM = UDARA
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
    -
    KASIH PAHAM = DARAT
    • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
    -
    KASIH PAHAM = LAUT
    • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    -
    KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------
    2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET = F18 BATAL
    2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET = PHK MASSAL
    2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET = UH60A BATAL
    2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  108. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
    GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    KASIH PAHAM = UDARA
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
    -
    KASIH PAHAM = DARAT
    • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
    -
    KASIH PAHAM = LAUT
    • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    -
    KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------
    2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET = F18 BATAL
    2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET = PHK MASSAL
    2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET = UH60A BATAL
    2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  109. KASIH PAHAM = TIDAK BAYAR HUTANG
    GOVT 70,5 % HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    KASIH PAHAM = UDARA
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Senjata terbatas akibat kunci source code oleh AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional karena kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal karena risiko logistik (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal akibat keterlambatan pengiriman (The Star Malaysia).
    -
    KASIH PAHAM = DARAT
    • Tank Pendekar: Mogok akibat penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Dikritik karena bodi tipis tanpa perisai tambahan (Detik Oto/Deftech).
    -
    KASIH PAHAM = LAUT
    • LCS: Norwegia melarang ekspor rudal utama • NSM (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1 dan 2 : Beroperasi tanpa persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    -
    KASIH PAHAM = EKONOMI & KEBIJAKAN
    • Beban ART USD 240 M: Terikat komitmen dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal: Terkena larangan rudal NSM dan pembatasan AMRAAM (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------
    2026 MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET = F18 BATAL
    2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET = PHK MASSAL
    2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET = UH60A BATAL
    2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  110. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    -
    2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
    ---------------------------------
    2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
    -
    ANKA = LEVEL ANGOLA
    SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
    -------------------------
    KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
    -
    Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
    Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
    -
    Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
    MALONYET: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
    Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
    -------------------------
    2025-2024 = SIPRI KOSONG = NO SHOPPING
    -
    SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    SIPRI 2025 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
    TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    ---------------------------------
    SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
    -
    SIPRI 2024 MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    ---------------------------------
    MALONYET = OVERLIMITS DEBT = HUTANG BAYAR HUTANG
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

    BalasHapus
  111. Bangladesh saja pertama kali. Lihat Masa tambahan boleh Berubah 2 kali... 🔥🔥👎👎👎🤣🤣🤣



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
  112. Bangladesh saja pertama kali. Lihat Masa tambahan boleh Berubah 2 kali... 🔥🔥👎👎👎🤣🤣🤣



    Asisten Pelatih Bangladesh Heran Injury Time Indonesia Berubah 2 Jadi 7 Menit: Belum Pernah Saya Lihat

    https://www.viva.co.id/bola/1932783-asisten-pelatih-bangladesh-heran-injury-time-indonesia-berubah-2-jadi-7-menit-belum-pernah-saya-lihat

    BalasHapus
  113. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    ________________________________________
    2021 = NO SALE OF HORNETS
    2021 = NO SALE OF HORNETS
    2021 = NO SALE OF HORNETS
    -
    KUWAIT (KUNA) -- Kuwait's Ministry of Defense on Thursday denied reports about purported negotiations to sell 33 used F/A-18 Hornet aircraft in possession of the Kuwait Air Force to the MALONYETn Air Force.
    The Kuwait Army Chairmanship of Staff said any negotiations to sell ordnance owned by the Ministry of Defense would be declared directly.
    Such deals are conducted via the assets commissions affiliated to the ministry, as well as in coordination with the Ministry of Finance after approval of the manufacturing country and in line with standing procedures.
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-MALONYET-kuwait.html
    ________________________________________
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026
    ________________________________________
    2017 – 2026 …..
    9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
    9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
    9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
    1. Tragedi F/A-18 Kuwait: "9 Tahun Menunggu, Berujung Debu"
    Timeline yang Anda sajikan (2017–2026) menunjukkan inefisiensi birokrasi dan kegagalan diplomasi pertahanan yang kronis:
    Aspirasi Tanpa Eksekusi: Menunggu sejak 2017 menunjukkan bahwa MALONYET tidak memiliki "Rencana B" yang solid. Ketergantungan pada pesawat bekas (Hornet) yang sudah berusia 30 tahun lebih mencerminkan keputusasaan fiskal.
    Kendala Teknis (Februari 2026): Alasan pembatalan terkait modifikasi software (15 bulan) dan ketidakpastian pengiriman membuktikan bahwa alutsista bekas seringkali menjadi "beban" daripada "aset". MALONYET terjebak dalam kondisi di mana mereka butuh pesawat sekarang, tapi secara teknis pesawat tersebut butuh waktu terlalu lama untuk layak terbang.
    Lampu Hijau AS yang Percuma: Izin dari AS (Juni 2025) menjadi tidak relevan ketika kondisi fisik pesawat (hasil inspeksi November 2025) tidak memenuhi ekspektasi atau biaya integrasinya terlalu mahal untuk kantong MALONYET.

    BalasHapus
  114. GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA
    -
    2026: GAME OVER = CAS KALAH : PENIPU FIFA (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
    -
    2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
    -
    2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
    -
    2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
    -
    2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
    -
    2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
    -
    2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
    -
    2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
    ________________________________________
    2021 = NO SALE OF HORNETS
    2021 = NO SALE OF HORNETS
    2021 = NO SALE OF HORNETS
    -
    KUWAIT (KUNA) -- Kuwait's Ministry of Defense on Thursday denied reports about purported negotiations to sell 33 used F/A-18 Hornet aircraft in possession of the Kuwait Air Force to the MALONYETn Air Force.
    The Kuwait Army Chairmanship of Staff said any negotiations to sell ordnance owned by the Ministry of Defense would be declared directly.
    Such deals are conducted via the assets commissions affiliated to the ministry, as well as in coordination with the Ministry of Finance after approval of the manufacturing country and in line with standing procedures.
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-MALONYET-kuwait.html
    ________________________________________
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    2026 = CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026
    ________________________________________
    2017 – 2026 …..
    9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
    9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
    9 TAHUN MENUNGGU = BERUJUNG DEBU
    1. Tragedi F/A-18 Kuwait: "9 Tahun Menunggu, Berujung Debu"
    Timeline yang Anda sajikan (2017–2026) menunjukkan inefisiensi birokrasi dan kegagalan diplomasi pertahanan yang kronis:
    Aspirasi Tanpa Eksekusi: Menunggu sejak 2017 menunjukkan bahwa MALONYET tidak memiliki "Rencana B" yang solid. Ketergantungan pada pesawat bekas (Hornet) yang sudah berusia 30 tahun lebih mencerminkan keputusasaan fiskal.
    Kendala Teknis (Februari 2026): Alasan pembatalan terkait modifikasi software (15 bulan) dan ketidakpastian pengiriman membuktikan bahwa alutsista bekas seringkali menjadi "beban" daripada "aset". MALONYET terjebak dalam kondisi di mana mereka butuh pesawat sekarang, tapi secara teknis pesawat tersebut butuh waktu terlalu lama untuk layak terbang.
    Lampu Hijau AS yang Percuma: Izin dari AS (Juni 2025) menjadi tidak relevan ketika kondisi fisik pesawat (hasil inspeksi November 2025) tidak memenuhi ekspektasi atau biaya integrasinya terlalu mahal untuk kantong MALONYET.

    BalasHapus