Jika Korps Marinir Thailand mengakuisisi seluruh kebutuhan kendaraan amfibinya dengan AWAV 8x8, maka akan ada total 36 kendaraan, berarti masih ada 15 kendaraan yang perlu diakuisisi, yang mungkin akan diperoleh secara bertahap hingga jumlah yang dibutuhkan tercapai (photos: RTMC)
Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) berencana mengadakan gelombang ketiga yang terdiri dari tujuh unit Kendaraan Amfibi Beroda Lapis Baja (AWAV) Chaiseri 8×8, sehingga total pesanan kendaraan oleh angkatan tersebut menjadi 21 unit.
Dalam rencana pengadaan yang dipublikasikan pada 24 September, RTN menyatakan bahwa pesanan baru ini bernilai THB504 juta (USD15 juta).
Langkah ini menyusul dua pesanan sebelumnya yang masing-masing mencakup tujuh unit AWAV. Kontrak awal senilai THB448 juta diberikan pada Agustus 2023, dan kendaraan-kendaraan tersebut diserahkan kepada Korps Marinir Kerajaan Thailand (RTMC) pada September 2024.
Pengadaan kedua, yang juga mencakup tujuh kendaraan, dimulai pada Februari 2026 dengan anggaran THB504 juta. Menurut informasi yang diperoleh Janes, total kebutuhan pengadaan ini mencapai 36 kendaraan.
Chaiseri memperkenalkan AWAV dalam pameran Defense & Security di Bangkok pada tahun 2023 setelah mengembangkan kendaraan tersebut melalui kerja sama dengan RTMC. AWAV merupakan kendaraan militer 8×8 pertama buatan Chaiseri.
Menurut Chaiseri, AWAV memiliki panjang 9,2 m, lebar 3,1 m, dan tinggi 3 m, dengan berat kotor sekitar 25,7 ton. Didukung oleh mesin bertenaga 711 hp, kendaraan ini memiliki kecepatan maksimum 105 km/jam di darat dan 10 km/jam di air, serta jarak tempuh sejauh 600 km.
Kendaraan ini mampu mengangkut 11 personel pasukan selain tiga orang awak yang terdiri dari pengemudi, komandan, dan penembak. Konfigurasi dasarnya memberikan perlindungan balistik STANAG 4569 Level 3 serta perlindungan terhadap ranjau Level 3a/3b.
(Jane's)


Kita aav
BalasHapusKalau mau ajak barter sama thai boleh juga.
HapusPanser amphibi tuker sama NC 212
barter sama harimo m/t om tupz
Hapus, keknya mreka demen nembak2 meriam haha!๐คญ๐ค๐
mayan dapet AAV7 105 bijik...
BalasHapusmurmer...jago nyebur haha!๐๐คฃ๐ฆพ
Chaiseri memperkenalkan AWAV dalam pameran Defense & Security di Bangkok pada tahun 2023 setelah mengembangkan kendaraan tersebut melalui kerja sama dengan RTMC. AWAV merupakan kendaraan militer 8×8 pertama buatan Chaiseri.
BalasHapus------
Swadikap
Mantap, awas jangan sampe di tempel stiker negri๐ฐkasino genting lagiii haha!๐๐๐
dikira stelah AAV7 105 bijik selesai,
BalasHapuseitttt masi ada Rabdan 8x8...haha!๐ค๐๐ค
warganyet kl, makin PANIK๐ฅถKOYAK๐ฅMeWeK๐ญ haha!๐ถ๐ซ️๐
LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
BalasHapusMALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
Ura..Ura..kamerad Vodka datang haha!๐คช๐ถ๐ซ️๐ฆพ
BalasHapustipe m tak dikunjungi, kahsiyan tak dianggap haha!๐๐๐คฅ
⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/reel/1136844045576450/
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
BalasHapus-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
-
• Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
INDIANESIA KALAH LAGI... MANA PERNAH MENANG LAWAN MALAYSIA guys... BELUM PERANG SUDAH KALAH.......... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusMalaysia Paspor Terkuat Kedua Dunia, RI Tertinggal Jauh di Posisi 56
https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260929171152-33-771904/malaysia-paspor-terkuat-kedua-dunia-ri-tertinggal-jauh-di-posisi-56
LON ..... PAKAI/IMPOR DARI INDONESIA
Hapus-
๐ฆ Ekspor Alat Militer Indonesia
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
LON ...
HapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
FAKTA : USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
-
1. INDONESIA ๐ฎ๐ฉ
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
2. SINGAPURA ๐ธ๐ฌ
Anggaran: SGD 24,9 miliar (~USD 19,5–20 miliar) | 3–4% dari PDB.
Sumber: Bloomberg - Singapore Projects Nearly $20 Billion Defense Spend.
-
3. VIETNAM ๐ป๐ณ
Anggaran: USD 6–7 miliar (Estimasi) | Target USD 10,2 miliar (2029).
Sumber: Data indeks militer regional Lowy Institute Asia Power Index.
-
4. THAILAND ๐น๐ญ
Anggaran: 204.434 juta Baht (~USD 5,7 miliar).
Sumber: Laporan belanja sektor publik Lowy Institute - Military Expenditure.
-
5. FILIPINA ๐ต๐ญ
Anggaran: PHP 295–299 miliar (~USD 5,2 miliar) | Naik 16% dari 2025.
Sumber: Dokumen resmi Department of Budget and Management (DBM) Philippines.
-
6. MALONSIA ๐ฒ๐พ
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
Hapus-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
-
• Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
๐ Pencapaian "Satu-satunya di ASEAN"
Pesawat Terbang: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
Tank Medium: PT Pindad menjadikan Indonesia satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
Kapal Selam Scorpรจne Evolved: Kerja sama PT PAL & Prancis membangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
Kapal Selam Type 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
MRSS & SSV (Kapal Perang): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor Landing Dock ke Filipina.
Kapal Selam Otonom AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia.
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
---------------------------------
2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
---------------------------------
3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
---------------------------------
4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
---------------------------------
2. Dominasi Indonesia di ASEAN
Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
---------------------------------
3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
---------------------------------
4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
๐ Why MALONYET Deterrence Is Reduced
1. Limited Military Capabilities
• MALONYET lacks strategic assets like long-range missiles, stealth aircraft, or advanced naval platforms.
• Its air force has only 18 F/A-18Ds and is just beginning to induct FA-50 light fighters, which are not deterrent-grade.
• The Navy’s delayed Littoral Combat Ship (LCS) program and aging submarines weaken maritime deterrence.
2. Fragmented Force Structure
• The armed forces operate in silos, with weak joint command and coordination.
• This reduces operational effectiveness in multi-domain scenarios like amphibious defense or cyber warfare.
3. Budget Constraints
• Over 40% of the defence budget goes to personnel costs, leaving little for modernization.
• MALONYET defence spending is ~1% of GDP, far below regional peers like Singapore (~4.9%).
4. Technological Gaps
• MALONYET defence tech lags behind in:
o Cyber warfare
o Electronic warfare
o Unmanned systems
• This limits its ability to counter modern threats like drones, grey-zone tactics, and hybrid warfare.
5. Geostrategic Vulnerabilities
• MALONYET sits near critical maritime chokepoints: the Strait of Malacca and South China Sea.
• Chinese Coast Guard incursions near Sarawak and airspace violations in 2021 exposed MALONYET inability to respond decisively.
6. Diplomatic Ambiguity
• MALONYET non-confrontational foreign policy avoids hard deterrence postures.
• While it promotes regional peace, this can be perceived as strategic passivity, reducing deterrence credibility.
INDIANESIA KALAH LAGI... MANA PERNAH MENANG LAWAN MALAYSIA guys... BELUM PERANG SUDAH KALAH.......... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusMalaysia Paspor Terkuat Kedua Dunia, RI Tertinggal Jauh di Posisi 56
https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260929171152-33-771904/malaysia-paspor-terkuat-kedua-dunia-ri-tertinggal-jauh-di-posisi-56
LON ...
HapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
LON ...
HapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
LON ... IMPOR ALAT MILITER MADE IN INDONESIA
HapusCN235
FPB 57
SERAGAM MILITER
SS2
TENDA
PARASUT
MPCD HAWK
RHIB
AMUNISI KECIL DAN BESAR
-
๐ฆ Ekspor Alat Militer Buatan Indonesia
• CN235 (Pesawat): Digunakan oleh Brunei (1 unit), Malaydesh (8 unit), Korea Selatan (8 unit AU, 4 unit Polisi), Pakistan (4 unit), UEA (7 unit), Burkina Faso (1 unit), dan Senegal (3 unit). (Sumber: Data Rilis Produsen / FlightGlobal)
• RHIB (Kapal Patroli Cepat): Sekoci cepat buatan Banyuwangi. Dibeli oleh Singapura (18 unit) dan Malaydesh (24 unit). Brunei berminat membeli 12 unit. (Sumber: Laporan Pengadaan Kontrak Maritim)
• Parasut & Tenda Militer: Diproduksi oleh pabrik Paiman. Militer Malaydesh memesan 7.000 unit tenda. (Sumber: Laporan Industri Manufaktur Pertahanan)
• MPCD Hawk (Avionik Cockpit): Ekspor perdana produk komponen kokpit buatan Infoglobal Surabaya ke Malaydesh pada Oktober 2021. (Sumber: Rilis Resmi Infoglobal)
• MRSS (Multimission Vessel): PT PAL memenangkan kontrak senilai USD 408,32 juta untuk memasok kapal ini ke Uni Emirat Arab. (Sumber: Janes Defence News / Naval News - IDEX 2023)
• SSV (Strategic Sealift Vessel): Angkatan Laut Filipina memesan kembali 2 unit kapal Landing Dock tambahan karena kepuasan performa batch pertama. (Sumber: Rilis Resmi Hubungan Masyarakat PT PAL Indonesia)
• Senapan Serbu SS2: Senjata andalan buatan PT Pindad. Varian SS2-V5 diperkenalkan dan diserahkan secara simbolis kepada militer Malaydesh, serta seri senapan serbu dan amunisinya turut diekspor ke Bangladesh. (Sumber: ANTARA News / Tempo / Laporan Ekspor PT Pindad)
• Amunisi Kaliber Kecil & Besar: Buatan PT Pindad Malang. Diimpor rutin oleh Malaydesh untuk kebutuhan latihan operasional pasukannya. (Sumber: Laporan PT Pindad)
• Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat buatan PT PAL. Diadopsi armada maritim Malaydesh untuk memperkuat pengawasan perbatasan laut. (Sumber: PT PAL / Janes)
• Seragam Militer & Atribut Taktis: Buatan industri tekstil Indonesia (seperti Sritex). Berupa PDL dan rompi antipeluru untuk standar militer Malaydesh. (Sumber: AIPPI)
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "Satu-satunya di ASEAN"
• Industri Penerbangan: PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi produsen pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. (Sumber: Profil Korporat PT Dirgantara Indonesia / FlightGlobal)
• Produksi Tank Medium: PT Pindad menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi tank tempurnya sendiri. (Sumber: Janes Land Warfare / Rilis Resmi PT Pindad)
• Kapal Selam Scorpรจne Evolved: Kerja sama PT PAL dan Naval Group Prancis untuk membangun 2 kapal selam diesel-elektrik di Surabaya lewat transfer teknologi penuh. Kontrak efektif per Juli 2025. (Sumber: Janes / Naval Technology)
• Kapal Selam Type 209 (Nagapasa Class): Sukses memproduksi kapal selam melalui kolaborasi PT PAL dengan Hanwha Ocean (eks DSME) Korea Selatan. (Sumber: Defensenews.com / Komite Kebijakan Industri Pertahanan - KKIP)
• Kapal Selam Otonom berbasis AI (KSOT): PT PAL mengembangkan 30 unit kapal selam tanpa awak untuk mengamankan jalur maritim strategis. Menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia setelah AS, Rusia, dan China yang memiliki kapabilitas ini. (Sumber: Pengumuman Resmi Kementerian Pertahanan RI)
--------------------------------------------
FAKTA : USD 20 MILLIAR/SHOPPING versus USD 4,5 MILLIAR/LEASING
-
INDONESIA ๐ฎ๐ฉ
Anggaran: Rp335,2 triliun (~USD 20 miliar) | Naik 37% dari 2025.
Sumber: CNBC Indonesia - Anggaran Pertahanan RI Loncat ke Rp335 T.
-
MALONSIA ๐ฒ๐พ
Anggaran: RM 21,74 miIiar (~USD 4,5–4,7 miliar).
Sumber: The Sun Malonsia - Budget: Over RM21 billion allocated to boost national security
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
MALONYET LEMAH =
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
ANGGARAN MILITER TERBATAS
---------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
--------------
2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
---------------------------------
3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
---------------------------------
Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
MALONYET (Critical):
Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
---------------------------------
Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
LEMAH =
PENGADAAN MILITER MALONYET
PENGADAAN MILITER MALONYET
PENGADAAN MILITER MALONYET
--------------------------------
Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
1. Sumber Media Berita Internasional
Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
--------------------------------
2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
--------------------------------
3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaysia (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaysia (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaysia (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaysia (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaysia & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaysia (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaysia (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
Peringkat 23: Filipina.
Peringkat 26: Singapura.
Peringkat 40: Thailand.
Status MALONYET: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
-
Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
MALONYET – Peringkat 42
-
Kronologi Kegagalan Kontrak MALONYET (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
MALONYET: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
MALONYET: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
KALAH LAGI guys...................LEMAH....HAHAHAHAHHA
BalasHapusDaya Saing Indonesia Turun ke Posisi 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
https://muc.co.id/id/article/daya-saing-indonesia-turun-ke-posisi-48-dunia-kalah-dari-malaysia-dan-vietnam
LON ...
HapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
LON ..... PAKAI/IMPOR DARI INDONESIA
Hapus-
๐ฆ Ekspor Alat Militer Indonesia
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook
LON ... IMPOR ALAT MILITER MADE IN INDONESIA
HapusCN235
FPB 57
SERAGAM MILITER
SS2
TENDA
PARASUT
MPCD HAWK
RHIB
AMUNISI KECIL DAN BESAR
-
๐ฆ Ekspor Alat Militer Buatan Indonesia
• CN235 (Pesawat): Digunakan oleh Brunei (1 unit), Malaydesh (8 unit), Korea Selatan (8 unit AU, 4 unit Polisi), Pakistan (4 unit), UEA (7 unit), Burkina Faso (1 unit), dan Senegal (3 unit). (Sumber: Data Rilis Produsen / FlightGlobal)
• RHIB (Kapal Patroli Cepat): Sekoci cepat buatan Banyuwangi. Dibeli oleh Singapura (18 unit) dan Malaydesh (24 unit). Brunei berminat membeli 12 unit. (Sumber: Laporan Pengadaan Kontrak Maritim)
• Parasut & Tenda Militer: Diproduksi oleh pabrik Paiman. Militer Malaydesh memesan 7.000 unit tenda. (Sumber: Laporan Industri Manufaktur Pertahanan)
• MPCD Hawk (Avionik Cockpit): Ekspor perdana produk komponen kokpit buatan Infoglobal Surabaya ke Malaydesh pada Oktober 2021. (Sumber: Rilis Resmi Infoglobal)
• MRSS (Multimission Vessel): PT PAL memenangkan kontrak senilai USD 408,32 juta untuk memasok kapal ini ke Uni Emirat Arab. (Sumber: Janes Defence News / Naval News - IDEX 2023)
• SSV (Strategic Sealift Vessel): Angkatan Laut Filipina memesan kembali 2 unit kapal Landing Dock tambahan karena kepuasan performa batch pertama. (Sumber: Rilis Resmi Hubungan Masyarakat PT PAL Indonesia)
• Senapan Serbu SS2: Senjata andalan buatan PT Pindad. Varian SS2-V5 diperkenalkan dan diserahkan secara simbolis kepada militer Malaydesh, serta seri senapan serbu dan amunisinya turut diekspor ke Bangladesh. (Sumber: ANTARA News / Tempo / Laporan Ekspor PT Pindad)
• Amunisi Kaliber Kecil & Besar: Buatan PT Pindad Malang. Diimpor rutin oleh Malaydesh untuk kebutuhan latihan operasional pasukannya. (Sumber: Laporan PT Pindad)
• Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat buatan PT PAL. Diadopsi armada maritim Malaydesh untuk memperkuat pengawasan perbatasan laut. (Sumber: PT PAL / Janes)
• Seragam Militer & Atribut Taktis: Buatan industri tekstil Indonesia (seperti Sritex). Berupa PDL dan rompi antipeluru untuk standar militer Malaydesh. (Sumber: AIPPI)
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "Satu-satunya di ASEAN"
• Industri Penerbangan: PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi produsen pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. (Sumber: Profil Korporat PT Dirgantara Indonesia / FlightGlobal)
• Produksi Tank Medium: PT Pindad menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi tank tempurnya sendiri. (Sumber: Janes Land Warfare / Rilis Resmi PT Pindad)
• Kapal Selam Scorpรจne Evolved: Kerja sama PT PAL dan Naval Group Prancis untuk membangun 2 kapal selam diesel-elektrik di Surabaya lewat transfer teknologi penuh. Kontrak efektif per Juli 2025. (Sumber: Janes / Naval Technology)
• Kapal Selam Type 209 (Nagapasa Class): Sukses memproduksi kapal selam melalui kolaborasi PT PAL dengan Hanwha Ocean (eks DSME) Korea Selatan. (Sumber: Defensenews.com / Komite Kebijakan Industri Pertahanan - KKIP)
• Kapal Selam Otonom berbasis AI (KSOT): PT PAL mengembangkan 30 unit kapal selam tanpa awak untuk mengamankan jalur maritim strategis. Menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia setelah AS, Rusia, dan China yang memiliki kapabilitas ini. (Sumber: Pengumuman Resmi Kementerian Pertahanan RI)
=============
=============
BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK
-
• LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2026. (Free Malonsia Today / Naval News)
-
• OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
-
• STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
-
• VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)...
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
---------------------------------
Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
---------------------------------
Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
---------------------------------
Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
1. Performa Belanja: "Shopping" vs "Empty"
Indonesia (Agresif): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista kelas berat dan teknologi tinggi (Rafale F-4, A400M, kapal perang PPA, peluru kendali Bora/Khan, hingga mesin jet LM-2500). Ini menunjukkan daya beli yang kuat dan kepercayaan diri fiskal.
MALONYET (Stagnan): Laporan SIPRI yang kosong selama 2 tahun mengonfirmasi status "No Shopping". Ketidakhadiran kontrak baru menunjukkan kelumpuhan modernisasi akibat keterbatasan anggaran.
---------------------------------
2. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
Data utang terhadap GDP menjadi kunci mengapa kedua negara berada di jalur berbeda:
Indonesia (Zona Aman): Total utang (80-95%) dan utang pemerintah (41,1%) berada di level yang sehat secara regional. Rasio ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjamin pendanaan alutsista jangka panjang.
MALONYET (Zona Merah): Dengan total utang mencapai 224% dan utang pemerintah 70,5% terhadap GDP, negara ini terjebak dalam beban bunga utang. Tingginya utang membatasi kemampuan negara untuk mengalokasikan dana ke sektor pertahanan yang bersifat non-productive spending.
---------------------------------
3. Penyakit Sistemik Pengadaan
Analisa laporan 2025 menunjukkan bahwa kelemahan MALONYET bukan hanya soal uang, tapi juga manajemen:
Anggaran Terkunci: 60-70% anggaran habis hanya untuk gaji dan perawatan barang tua, menyisakan sedikit ruang untuk inovasi.
Skandal & Inefisiensi: Kasus korupsi baru di akhir 2025, kegagalan proyek LCS (hanya 73% selesai), dan intervensi "orang tengah" (broker) membuat biaya pengadaan membengkak tanpa menghasilkan aset nyata.
Ketergantungan Asing: Berbeda dengan Indonesia yang mulai mengunci kontrak Transfer of Technology (ToT), MALONYET masih terjebak pada ketergantungan impor yang rentan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
Hapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR =
Batubara: Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
Analisa Fiskal: "Spiral Utang & Overlimit"
Data menunjukkan MALONYET telah melewati ambang batas aman finansial:
Beban Utang Ganda: Utang Pemerintah mencapai 70,5% (Melebihi limit aman 65%) dan utang Rumah Tangga menembus 85,8% dari GDP. Total utang nasional (publik + swasta) mencapai 224%, menempatkan MALONYET sebagai salah satu negara dengan beban utang terberat di Asia Tenggara.
---------------------------------
Strategi Pertahanan: "Shopping" vs "Barter & Sewa"
Perbedaan cara perolehan senjata menunjukkan tingkat likuiditas negara:
Indonesia (Direct Purchase & ToT): Membeli aset mutakhir (Rafale, KAAN, PPA, A400M) dengan kepemilikan penuh dan transfer teknologi tinggi (mesin LM-2500, mesin kapal, dll).
MALONYET (Survival Mode):
Barter Minyak Sawit (Palm Oil): Hampir semua aset utama (Su-30MKM, MiG-29, Scorpene, PT-91, FA-50) dibayar menggunakan komoditas sawit. Ini menunjukkan keterbatasan cadangan devisa (Cash).
Cicilan (Debt Acquisition): Pembelian A400M dilakukan secara berperingkat (hutang), kontras dengan Indonesia yang melakukan percepatan pengadaan.
---------------------------------
Fenomena "Leasing Defence" (Negara Penyewa)
MALONYET tercatat melakukan penyewaan masif pada hampir seluruh lini operasional, yang merupakan indikasi kebangkrutan aset:
Sewa Jangka Panjang (30 Tahun): Truk dan sistem VSHORAD dari China disewa selama 3 dekade.
Sewa Helikopter & Pesawat: Blackhawk bekas, AW139, EC120B, hingga pesawat latih L-39 disewa dari penyedia swasta karena tidak mampu membeli unit baru.
Sewa Logistik Dasar: Bahkan motor patroli (BMW), mobil 4x4 (Tarantula), kapal hidrografi (MV Aishah), hingga bot interseptor semuanya berstatus SEWA.
Sewa Simulator: Simulator jet tempur (MKM) dikontrakkan ke pihak swasta (HeiTech Padu), bukan aset organik militer.
---------------------------------
Dampak Operasional: "2 Tahun SIPRI Kosong"
Status "No Shopping" di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025) membuktikan bahwa:
Daya Beli Nol: Tidak ada kontrak baru alutsista strategis yang mampu ditandatangani.
Mangkrak & Karat: Proyek yang ada (LCS) terhenti, sementara kebutuhan baru hanya dipenuhi dengan skema sewa untuk menutupi celah kapabilitas (capability gap).
Ketergantungan Swasta: Militer tidak lagi memiliki aset secara mandiri, melainkan bergantung pada kontrak sewa bulanan/tahunan yang membebani APBN jangka panjang.
LON ...
BalasHapusRINGGIT DAN PASPOR : MADE IN INDONESIA
IMPOR ALAT MILITER : MADE IN INDONESIA
-
๐ฆ EKSPOR ALAT MILITER INDONESIA
• CN235 (PESAWAT): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
• RHIB (KAPAL PATROLI): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
• PARASUT & TENDA: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
• MPCD HAWK (AVIONIK): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
• FAST PATROL BOAT (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
• SENJATA & AMUNISI: Senapan SS2, amunisi, dan alutsista PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
• SERAGAM & ATRIBUT: PDL dan rompi antipeluru buatan lokal (Sritex) digunakan militer Malaysia.
--------------------------------------------
๐ Pencapaian "SATU-SATUNYA DI ASEAN"
• PESAWAT TERBANG: PTDI menjadi produsen pesawat pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
• TANK MEDIUM: PT Pindad membawa Indonesia jadi satu-satunya produsen tank tempur mandiri di ASEAN.
• KAPAL SELAM SCORPรNE EVOLVED: Kerja sama PT PAL & Prancis untuk bangun 2 kapal selam lewat transfer teknologi penuh.
• KAPAL SELAM TYPE 209: Sukses memproduksi kapal selam kolaborasi PT PAL dan Korea Selatan.
• MRSS & SSV (KAPAL PERANG): Kontrak kapal MRSS dengan UEA (USD 408,32 juta) dan ekspor kapal Landing Dock (SSV) ke Filipina
• KAPAL SELAM OTONOM AI: Pengembangan 30 kapal selam tanpa awak, menjadikan Indonesia negara ke-4 di dunia dengan teknologi ini.
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
--------------------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
BalasHapus-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
-
• Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
PASPOR RINGGIT LISTRIK DAN KELAPARAN TERGANTUNG INDONESIA
BalasHapus-
MALAYDESH IMPOR =
• Batubara: Fakta. Malaydesh impor 21,84 juta ton untuk 69% listriknya. (Sumber: Kemendag RI / CNN Indonesia & Liputan6)
• Ringgit & Paspor: Buatan oleh PERUM PERURI INDONESIA. (Sumber: Perum Peruri / iNews & IDX Channel)
• Beras: ekspor beras 200.000 ton ke Malaydesh (Sumber: Kementan & Bulog / CNBC Indonesia & Kumparan)
• Jagung: Ekspor 240.000 ton ke Malaydesh. (Sumber: Kementan / VIVA & Kompas)
• LNG: Malaydesh impor rutin 56.431,6 METRIK TON. (Sumber: BPS & ESDM)
--------------------------------------------
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
IMPORT COAL INDONESIA
Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 JUTA METRIK TON batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
--------------------------------------------
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
KURANG BERAS 50-60%
Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
--------------------------------------------
IMPORT LNG INDONESIA
• Tahun 2024: Malaysia mengimpor 56.431,6 metrik ton (atau sekitar 56,43 ribu ton) LNG dari Indonesia.
• Tahun 2022: Malaysia mengimpor 10.965 metrik ton (10,96 juta kg) LNG dari Indonesia
-
Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
--------------------------------------------
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
PETRONAS HUTANG KE PGN
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
--------------------------------------------
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
IMPOR JAGUNG 240.000 TON
Malaydesh mengimpor jagung dari Indonesia hingga 240.000 ton per tahun atau 20.000 ton per bulan demi mengamankan pasokan pakan ternak dan industri makanan olahan dalam negerinya
--------------------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara Luar Negeri (PERURI INDONESIA)
• Malaysia: Mata uang (Ringgit) & Paspor (sejak 2010).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Peru: Mata uang (Soles).
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Guinea: Dokumen Negara (Paspor).
• Pakistan: Dokumen Negara (Pita Cukai).
• Filipina: Dokumen Negara (Prangko).
.
--------------------------------------------
PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
• Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
-
• BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
-
• Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
-
• Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
KASIH PAHAM GUYS ……
BalasHapusRINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
PASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
๐ช Daftar Negara & Produk
• Peru: Mata uang (Soles).
• Malonsia: Mata uang (Ringgit) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Pakistan: Pita Cukai.
• Filipina: Prangko.
• Guinea: Paspor.
-------------------------------------------
๐ Sumber Berita & Media Resmi
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers Ringgit) – Kerja sama cetak Ringgit Malonsia sejak 2010.
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail proyek dokumen imigrasi Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara cetak mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
4. Kompas – Catatan cetak prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
5. CNN Indonesia – Laporan ekspansi cetak uang Nepal dan paspor Guinea.
--------------------------------
PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BEBAN SUBSIDI 23,9%
PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
--------------------------------------------
BEBAN SUBSIDI
Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
--------------------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
KASIH PAHAM GUYS ……
BalasHapusRINGGIT = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
PASPOR = SEJAK 2010 MADE IN INDONESIA
-
๐ช Daftar Negara & Produk
• Peru: Mata uang (Soles).
• Malonsia: Mata uang (Ringgit) & Paspor.
• Nepal: Mata uang (Rupee), Pita Cukai, & Prangko.
• Bangladesh: Mata uang (Taka).
• Sri Lanka: Mata uang (Rupee) & Paspor.
• Somalia: Mata uang (Shilling).
• Argentina: Mata uang (Peso).
• Pakistan: Pita Cukai.
• Filipina: Prangko.
• Guinea: Paspor.
-------------------------------------------
๐ Sumber Berita & Media Resmi
1. Situs Resmi Peruri (Rilis Pers Ringgit) – Kerja sama cetak Ringgit Malonsia sejak 2010.
2. Situs Resmi Peruri (Paspor Sri Lanka) – Detail proyek dokumen imigrasi Sri Lanka.
3. detikFinance – Wawancara cetak mata uang Nepal, Somalia, dan Argentina.
4. Kompas – Catatan cetak prangko Filipina dan pita cukai Pakistan.
5. CNN Indonesia – Laporan ekspansi cetak uang Nepal dan paspor Guinea.
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
--------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
gaesz Perhatikan detik 53 sewaktuw Menteri Angkatan Bersenjata France, ke Surabaya nengok Skorpeng Evo
BalasHapuspenampakan FMP tanpa SSV Filipin,
artinya FMP masyuk Dok,
SSV uda keluar donk?
wahh..lagi persiyapan uji laut tuch..slamet haha!✌️๐๐
⬇️⬇️⬇️⬇️
Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, H.E. Catherine Vautrin, dan Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan mengunjungi PT PAL Indonesia dalam rangka memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia–Prancis, khususnya di bidang industri pertahanan maritim| PT PAL Indonesia |
https://www.facebook.com/watch/?v=1450692076991190&vanity=HumasPTPAL
Ada kok oom, foto lain pas rombongan ini lewat didepan SSV 603 Pinoy masih di dry dock ..๐
HapusBUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
BalasHapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaysia (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaysia (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaysia (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaysia (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaysia & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaysia (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaysia (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
๐ 1. Ambitious Policy Documents with Limited Follow-Through
• MALONYET ’s first Defence White Paper (DWP), launched in 2019, laid out a 10-year roadmap for force modernization, defense industry reform, and multi-domain readiness.
• It proposed initiatives like:
o A revised National Military Strategy
o A Defence Capacity Plan
o A National Defence Industry Policy
• However, by 2021–2025, many of these remained in draft form or unimplemented, with only partial progress on cyber and air surveillance capabilities.
Impact: Strategic clarity exists, but execution lags, creating a credibility gap between policy and reality.
๐ฐ️ 2. Stalled Programs and Missed Timelines
• The Littoral Combat Ship (LCS) program is the most glaring example:
o RM9 billion allocated for six ships
o None delivered as of 2025
o Delays linked to mismanagement, redacted audits, and political interference
• Other programs like the Ground-Based Air Defence (GBAD) system and High Mobility Armoured Vehicles (HMAV) remain unfunded or stuck in approval stages.
Impact: Operational capability suffers, and the military continues to rely on aging platforms.
๐️ 3. Political Instability and Policy Discontinuity
• MALONYET experienced multiple changes in government between 2020 and 2022, disrupting defense planning cycles.
• Each administration brought new priorities, causing re-scoping, delays, or abandonment of existing programs.
• Even when policies are reaffirmed, bureaucratic inertia and fragmented oversight slow implementation.
Impact: Defense reform lacks continuity, and long-term planning is undermined.
๐งฑ 4. Weak Institutional Mechanisms for Execution
• There’s no centralized authority to monitor and enforce defense policy implementation.
• Oversight is split between MINDEF, the Ministry of Finance, and political leadership, leading to diffused accountability.
• Audit findings are often delayed or redacted, and recommendations go unenforced.
Impact: Programs stall without consequence, and systemic inefficiencies persist.
๐งญ Strategic Consequences
• MALONYET ’s defense posture remains reactive and maintenance-heavy, not transformation-driven.
• The credibility of future policy documents is weakened unless backed by institutional reform and budget discipline.
• Regional peers like Indonesia and Vietnam are executing modernization plans more consistently, widening the capability gap.
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
BalasHapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaysia (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaysia (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaysia (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaysia (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaysia & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaysia (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaysia (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
What Are MALONYET Force Structure Limitations?
1. Small Active Force Size
• MALONYET has ~113,000 active personnel and ~51,600 reserves.
• Compared to regional peers like Indonesia (~400,000) and Vietnam (~600,000), MALONYET manpower is modest.
• This limits its ability to sustain multi-domain operations or respond to simultaneous threats across Peninsular and East MALONYET .
2. Fragmented Tri-Service Coordination
• The MALONYET n Army, Navy, and Air Force operate with limited joint doctrine and interoperability.
• There’s no unified Joint Operations Command, which hampers integrated responses in complex scenarios (e.g. amphibious landings, cyber warfare).
• Exercises like CARAT and Bersama Shield help, but internal coordination remains weak.
3. Lack of Force Projection Capability
• MALONYET lacks long-range strategic assets:
o No aircraft carriers, heavy bombers, or ballistic missile systems
o Limited aerial refueling and sealift capacity
• This restricts MALONYET ability to deploy forces beyond its borders or sustain operations in contested zones like the South China Sea.
4. Overreliance on Legacy Platforms
• Many platforms are aging or obsolete, such as:
o MiG-29s (retired), F/A-18Ds (limited numbers), and Scorpene submarines (aging)
• Procurement delays (e.g. Littoral Combat Ships) have stalled modernization
• New acquisitions like FA-50 jets and LMS Batch 2 are promising but not yet integrated into full operational doctrine
5. Budget Allocation Imbalance
• Over 40% of the defence budget goes to personnel costs
• Capital expenditure for modernization is squeezed, limiting upgrades and new systems
• Multi-year commitments (e.g. aircraft payments) crowd out fresh investments
6. Limited Indigenous Defence Industry
• MALONYET domestic defence production focuses on maintenance, small arms, and vehicles
• It lacks capacity for advanced systems like missiles, radar, or naval combatants
• This increases dependence on foreign suppliers and slows force structure evolution
BUATAN INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER
BalasHapus-
๐ฆ MALAYDESH IMPOR :
MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaysia (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaysia (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaysia (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaysia (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaysia & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaysia (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaysia (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
๐ช Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALONYET setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.