04 Desember 2022

Kisah Pesawat Pengebom Tu-16 AURI, Menembus Jantung Benua Australia Tanpa Terdeteksi Radar

04 Desember 2022

Pembom Tu-16 TNI AU (AURI) di Lanud Madiun (photo : Kompas)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia pernah menyandang sebagai negara dengan angkatan bersenjata terkuat di bumi bagian selatan pada dekade 1960-an. 

Kala itu, kekuatan militer Indonesia sangatlah diperhitungkan karena mempunyai berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) mutakhir pada zamannya. 

Salah satu alutsista yang membuat Indonesia ditakuti oleh musuh-musuhnya adalah kepemilikan pesawat pengebom Tupolev Tu-16. 

Pengebom ini dioperasikan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), kini bernama TNI Angkatan Udara, yang didatangkan dari Uni Soviet, sekarang Rusia.

Koleksi pesawat pengebom Indonesia berjumlah 24 unit, masing-masing 12 Tu-16 versi bomber (Badger A) dan 12 Tu-16 KS-1 (Badger B). 

Deretan pesawat pembom Tu-16 (photo : TNI AU)

Pada era itu, Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai armada pengebom selain Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat. 

China yang saat ini menjadi salah satu negara dengan kemampuan militer terkuat pun ketika itu belum memiliki pesawat pengebom, begitu juga dengan Ausralia.

Spesifikasi

Dikutip dari Majalah Angkasa berjudul “Pesawat Kombatan TNI AU”, Tu-16 mampu mengangkut 6 sampai 7 kru. 

Pengebom ini memiliki panjang 34,80 meter, tinggi 10,36 meter, berat kosong 37.200 kilogram, dan berat landas maksimum 79.000 kilogram. 

Tu-16 dilengkapi dengan mesin 2 x Mikulin AM-3M-500 turbojet dan 93.2 KN thrust each.

Deretan pesawat pembom Tu-16 (photo : David Roeth)

Persenjataan Tu-16 meliputi, 6-7 kanon 23 milimeter (mm) Nudelman-RikhterNR-23, Rudal 2X Raduga KS-1 Komet (AS-2 Kennel) anti-ship missile, 1X Raduga X K-10S (AS-Kipper) anti-ship missile semi-recessed di bomb bay, 2X Raduga KSR-5 (AS-Kingfisf) anti-ship missile, dan bom 9.000 kilogram.

Adapun Tu-16 versi KS-1 mampu membawa sepasang rudal antikapal permukaan KS-1 (AS-1 Kennel). Belanda yang saat itu masih menduduki Irian Barat sangatlah ketakutan dengan rudal ini. 

Sebab, enam rudal KS-1 yang dilepaskan dari Tu-16 cukup untuk menenggelamkan kapal induk kebanggaannya, Karel Doorman. 

Menembus Jantung Benua Australia 

Masih dari Majalah Angkasa, Tu-16 pernah menunjukkan kemampuannya pada pertengahan 1963 atau ketika di masa Operasi Dwikora. 

Ketika itu, AURI mengerahkan tiga Tu-16 versi bomber (Badger A) untuk menyebarkan pamflet di daerah musuh.

Deretan pesawat Tu-16 (photo : Henk Schakelaar)

Dua pesawat pertama terbang ke Serawak, serta Sandakan dan Kinibalu yang masuk wilayah Malaysia.  

Sedangkan satu pesawat lainnya diterbangkan ke Australia yang dipiloti Komodor Udara Suwondo. Ia terbang membawa peralatan militer berupa perasut, alat komunikasi, dan makanan kaleng. 

Suwondo bersama tunggangannya menyiapkan skenario untuk menurunkan barang-barang di Alice Springs yang berada tepat di tengah benua Australia. 

Skenario ini untuk menunjukkan bahwa AURI mampu mencapai jantung benua Australia. 

Menjelang pelaksanaan misi tersebut, semua kru dikumpulkan di Wing 003, Lanud Iswahyudi, Madiun, sekitar pukul 23.00 WIB, untuk briefing sebentar.

Pesawat Tu-16 dengan nomor bodi 1620 (photo : TNI AU)

Pada pukul 01.00 WIB, pesawat pengebom terbang di langit Madiun menuju Australia. 

Dalam penerbangannya, Tu-16 yang dipiloti Suwondo terbang rendah untuk menghindari over the horizon radar system. Radar ini mampu memantau seluruh kawasan Asia-Pasifik. 

Pesawat pun sukses menembus Australia dan men-drop barang bawaannya. Skenario berjalan lancar tanpa ada hambatan. 

Pesawat pencegat F-86 Sabre pun tak terlihat aktivitasnya. Begitu pun rudal antipesawat Bloodhound Australia yang ditakuti juga tertidur lelap. 

Pesawat kembali ke Madiun pada pukul 08.00 WIB, hari yang sama dalam penerbangan dari Madiun menuju Australia. 

Sementara, misi di Sandakan, Tu-16 berangkat dari Lanud Iswahyudi pukul 00.00 WIB, satu jam sebelum keberangkatan Tu-16 ke Australia. 

Pesawat Tu-16 dengan nomor bodi 1625 (photo : TNI AU)

Pesawat ini menuju Sandakan dengan membubung hingga 11.000 meter dan sampai ke daerah misi menjelang azan subuh.

Saat itu, lampu-lampu rumah penduduk setempat masih menyala. Pesawat terus turun sampai ketinggian 400 meter. 

Persis di atas target, ruang bom atau bomb bay dibuka untuk menurunkan pamflet. Pamflet pun berhamburan keluar, disedot angin yang berembus kencang. 

Usai satu sortie, pesawat berputar, dan kembali ke lokasi semula. Sekembalinya ke lokasi, lampu-lampu rumah penduduk yang sebelumnya menyala seketika gelap gulita. 

Rupanya, penduduk setempat telah diajari Inggris untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan udara. Pesawat pun kembali ke pangkalan pukul 08.30 WIB.

43 komentar:

  1. Balasan
    1. Apakah TNI bisa mengaktifkan kembali skadron udara 41, 42, dst

      Hapus
    2. Pesawat bomber identik dengan negara agresor ga si abang2 ?mohon pencerahanya

      Hapus
  2. Pernah nembus ke Malon juga..

    Kih..kih..kih

    BalasHapus
  3. Dia punya MEMBUAL bikin seram... Wkwkkwkwkwkw

    Tau tau kalah konfrontasi sama MALAYSIA... WKWKKWKWKWKW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mata lu buta akut Gempork ... Membual otak lu membual
      ... Negeri lu tuh
      Giveaway lu baru merdeka 3 tahun .. masih bayi baru merangkak jalan .. AURI sudah mempunyai 24 TU16.. TUDM masih menggunakan pesawat kertas πŸ˜€πŸ˜‚

      Hapus
  4. Lawan pejuang senjata sederhana saja kesusahan mau menang... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  5. Memang KUAT.... Tapi KUAT NGUTANG la.... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  6. Kenapa gk di jatuhkan saja waktu itu di serawak dan ausy...biar rame .

    BalasHapus
  7. Wkwkkwkwkw..... Cari HUTANG lagi ke MAJIKAN...

    BalasHapus
  8. Malon hutang pun buat bayar hutang, hutang tu dibayar dari penghasilan puuur, kalau miskin ya bayar hutang paket hutang wkwkwkwkwkwk wkwkwk

    BalasHapus
  9. Malon konon negara kaya tapi beli aset sederhana pun tak mampu malah US sumbang Paskal, miskiiin wkwkwkwkwkwk wkwkwk

    BalasHapus
  10. Happy Eighth Birthday LCS mangkrak puuur , Malon lawak mendonia wkwkwkwkwk wkwkwk

    BalasHapus
  11. LCS mangkrak.

    SPH ghoib setan...

    MRSS ghoib setan.....

    LCA jadi setan benar kagak keliatan...


    LeMeS B2 ghoib.....


    GHOIB.. GHOIB... SERBA GHOIB.


    LCS hutang tak bayar.... KAPAL jadi sarang setan

    BalasHapus
  12. HAPPY BIRTHDAY KE 12 TAHUN

    LCS


    SELAMATπŸŽŠπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ‰πŸŽŠπŸŽ‰


    SEMOGA

    -SEMAKIN BERKARAT.
    -SEMAKIN BERLUMUT.
    -dan TIKUSnya semakin banyak.

    TANJOUBI OMEDETOU

    BalasHapus
  13. Kegagalan Food Estate; Hutan Rusak Hingga Tak Ada Petani yang Berminat Meski Lahan Sudah Siap


    BARISAN.CO – Pemerintah menetapkan program Food Estate sebagai Proyek Strategis Nasional. Hal ini untuk menjawab ancaman krisis pangan saat pandemi. Harapannya, dengan membuka sawah baru dan mendirikan lumbung pangan, pasokan makanan dalam negeri tidak akan mengalami kekurangan.

    Presiden Joko Widodo pun menunjuk Kementerian Pertahanan yang dikepalai oleh Prabowo Subianto sebagai penggerak utama proyek ini. Tiga daerah akhirnya dipilih menjadi lokasi food estate yaitu Sumatera Utara, Kalimantan, dan NTT.

    Sejak 2 tahun proyek ini dimulai pada 2020, ternyata kondisi proyek food estate sekarang justru tampak menyedihkan. Kegagalan ini terlihat salah satunya di daerah Gunung Mas Kalimantan Tengah, di mana 600 hektare hutan hujan telah dibabat habis untuk ditanami singkong.

    Temuan Greenpeace di lapangan menunjukkan hamparan lahan yang terbengkalai serta tanaman singkong yang jauh dari kata subur.

    Hutan sudah terlanjur dibabat, namun food estate justru mendatangkan bencana bagi lingkungan dan masyarakat.

    Hutan dan lahan gambut adalah ekosistem yang memiliki peran penting untuk mencegah banjir dan mengatasi krisis iklim. Masyarakat setempat adalah pihak yang paling merasakan dampak dari food estate.

    BalasHapus
  14. Food Estate Senilai Rp2,3 Triliun Jadi Proyek Mangkrak

    Selasa, 29 Nov 2022 - 14:34 WIB
    Penulis : Iwan Purwantono


    Satu lagi, proyek berpotensi mangkrak di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namanya food estate atau lumbung pangan yang dianggarkan Rp2,3 triliun.

    Pengamat anggaran dari Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengkritisi perkembangan proyek food estate yang digagas Presiden Jokowi. Proyek lumbung pangan yang dirancang di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga Papua ini, dianggarkan Rp2,3 triliun.

    “Proyek food estate ini, bagus tujuannya, harus dikawal betul. Apalagi anggarannya triliunan. Ini saya baca informasinya sudah tidak ada semangat lagi. Bisa-bisa mangkrak ini proyek,” ungkapnya kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg mangkrak otak ko Rusli

      Hapus
    2. LCS MANGKRAK 20 TRILIUN PUUR ,MENJADIKAN MALON BANGKRAP

      Hapus
  15. Proyek batal masih kena denda..wkwkwkkkk malon bodoh 2x...

    BalasHapus
  16. Macam ni lagi bagus, citer jaman dulu, jaman dinosaurus ke jaman es... Kalau zaman now, sure tertinggal ngan banyak negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti aset Malon sekarang usang semua buat ketar ketir Vanuatu wkwkwk wkwkwkkwkwk

      Hapus
  17. Keren masa itu punya pesawat pembom ,masa masa jaya AuRI.

    Kira2 bisa gak di oprek sama PTDI,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha wong antar pesawat aja dulu parts-nya sulit dikanibal/dipertukarkan kok bro..😁

      Sering gak match/presisi..πŸ˜₯

      Hapus
    2. OM PEDANG

      SUSAH SPAREPART SEBAB KITA KAGAK DEKAT LAGI AMA SOVIET.... SEBAB DAH ZAMAN "ORBA"

      ITULAH SEBABNYA KITA KAGAK DATANGKAN LAGI SPAREPARTnya

      Hapus
  18. Dassault unit ExecuJet kicks off construction of new Malaysian MRO centre


    KUALA LUMPUR: ExecuJet MRO Services Malaysia, a Dassault Aviation subsidiary, has started construction of its new purpose-built maintenance, repair and overhaul (MRO) centre at Malaysia's Subang Airport - helping to reinforce Malaysia's position as a regional hub for MRO.

    ExecuJet, which is already Malaysia's largest business aviation maintenance, repair and overhaul organisation, has a facility at Subang Airport, but will be relocating to the larger, purpose-built facility in 2023's fourth quarter when construction is completed.

    In a statement today, the company said the new facility would have a gross floor area of approximately 149,500 sq ft including corporate offices, customer areas and back shops that further expand ExecuJet's MRO capabilities.

    BalasHapus
  19. Wowww.... Dassault buka MRO di MALAYSIA....

    BalasHapus
    Balasan
    1. NKRI HARUS FOKUS UNTUK BERDAULAT DALAM TECHNOLOGY ,PRODUCTION & OVERHAUL MRO IF 21 NEXT GENERATION INDONESIAN FIGHTER JET.

      Hapus
  20. ITU MASA LALU ,SUSAH DI ULANG SEKARANG MASANYA KITA FOKUS
    IF 21 HARUS MASUK JAJARAN SQUADRON NKRI & JADI PRODUSEN FIGHTER & BOMBER JET IF 21.
    UNTUK TEGAKAN KEDAULATAN & SUPREMASI HUKUM NKRI DI UDARA DARAT & LAUT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. NKRI PUN HARUS MEMPERKUAT KEMAMPUAN UNTUK PRODUKSI & PENGEMBANGAN DRONE MALE ELANG HITAM SEBAGAI BASIS ALUTSISTA DRONE MALE NKRI !

      Hapus
    2. Iya pasti negara barat pucet dan make sure Sukarno turun digantiin ama Suharto setelah itu TNI mana ada acara show force kaya jaman dulu. Udah diteken oleh negara2 barat biar ngak bisa maju ato jadi kuat. Jadi terbalik Australia punya F111 yg bisa ngebom. Singapore punya pespur jumlahnya minimum double to what Indo own. So no more offensive capability. Only defensive lewat laut dan darat.

      Hapus
  21. MRO Dassault buka di MALAYSIA guys...



    Lim added that the hangar can easily accommodate the largest business jets in development, such as the ultra-large cabin Dassault Falcon 10X which is due to enter into service in 2025.

    He added that it was important for ExecuJet to build its own purpose-built MRO facility, because the company is committed to its clients on a long-term basis, with Malaysia being its centre for MRO activities in the region.

    ExecuJet MRO Services serves Dassault, Bombardier and Gulfstream operators from across the Asia region and is certified by the CAA of Malaysia, US FAA, EASA and many other international airworthiness authorities.

    BalasHapus
  22. Dassault bina pusat MRO di Subang, labur RM100 juta


    KUALA LUMPUR: Malaysia terus menjadi hab penyenggaraan, pembaikan dan baik pulih (MRO) pilihan di rantau ini dengan pembangunan pusat penyenggaraan sehenti bersepadu pertama di negara ini untuk jet perniagaan.

    Langkah berkenaan yang akan membabitkan pelaburan lebih RM100 juta oleh Dassault Aviation, adalah hasil kerjasama strategik terkini antara Malaysia Airports Holdings Bhd (Malaysia Airports) dengan anak syarikat Dassault Aviation, ExecuJet MRO Services Malaysia (ExecuJet).

    Pusat MRO dibangunkan di Lapangan Terbang Sultan Abdul Aziz Shah atau lebih dikenali Lapangan Terbang Subang itu juga menjadi Pusat Kecemerlangan Asia Dassault Aviation bagi MRO.

    Pusat sehenti untuk jet perniagaan itu akan menjalankan penyenggaraan berskala besar bagi pesawat Dassault, Bombardier dan Gulfstream serta pengubahsuaian dalaman.

    Ia dijangka beroperasi suku keempat 2023 di tapak seluas 144,000 kaki persegi dan boleh menampung sehingga 45 pesawat sebulan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Realtynya banyak pesawat pejuang Malon grounded takde Wang buatrawat pesawat lawak wkwkwkwkwkwk wkwkwk

      Hapus
  23. GEMPURWIRA 4 Desember 2022 14.16
    Dassault bina pusat MRO di Subang, labur RM100 juta


    KUALA LUMPUR: Malaysia terus menjadi hab penyenggaraan, pembaikan dan baik pulih (MRO) pilihan di rantau ini dengan pembangunan pusat penyenggaraan sehenti bersepadu pertama di negara ini untuk jet perniagaan.

    Langkah berkenaan yang akan membabitkan pelaburan lebih RM100 juta oleh Dassault Aviation, adalah hasil kerjasama strategik terkini antara Malaysia Airports Holdings Bhd (Malaysia Airports) dengan anak syarikat Dassault Aviation, ExecuJet MRO Services Malaysia (ExecuJet).

    Pusat MRO dibangunkan di Lapangan Terbang Sultan Abdul Aziz Shah atau lebih dikenali Lapangan Terbang Subang itu juga menjadi Pusat Kecemerlangan Asia Dassault Aviation bagi MRO.

    Pusat sehenti untuk jet perniagaan itu akan menjalankan penyenggaraan berskala besar bagi pesawat Dassault, Bombardier dan Gulfstream serta pengubahsuaian dalaman.........

    Ia dijangka beroperasi suku keempat 2023 di tapak seluas 144,000 kaki persegi dan boleh menampung sehingga 45 pesawat sebulan

    ________________________________

    BAIK KAU HAPUS KOMEN NIH WOI.


    BACE YANG BETUL, BARU KAUBCOPY TUH LINK


    "Pusat sehenti untuk jet perniagaan itu akan menjalankan penyenggaraan berskala besar bagi pesawat Dassault, Bombardier dan Gulfstream serta pengubahsuaian dalaman......... "



    OH BUAT PESAWAT PENUMPANG SIPIL YA....

    KASIAN

    BalasHapus
  24. GEMPURWIRA 4 Desember 2022 14.16
    Dassault bina pusat MRO di Subang, labur RM100 juta


    KUALA LUMPUR: Malaysia terus menjadi hab penyenggaraan, pembaikan dan baik pulih (MRO) pilihan di rantau ini dengan pembangunan pusat penyenggaraan sehenti bersepadu pertama di negara ini untuk jet perniagaan.

    Langkah berkenaan yang akan membabitkan pelaburan lebih RM100 juta oleh Dassault Aviation, adalah hasil kerjasama strategik terkini antara Malaysia Airports Holdings Bhd (Malaysia Airports) dengan anak syarikat Dassault Aviation, ExecuJet MRO Services Malaysia (ExecuJet).

    Pusat MRO dibangunkan di Lapangan Terbang Sultan Abdul Aziz Shah atau lebih dikenali Lapangan Terbang Subang itu juga menjadi Pusat Kecemerlangan Asia Dassault Aviation bagi MRO.

    Pusat sehenti untuk jet perniagaan itu akan menjalankan penyenggaraan berskala besar bagi pesawat Dassault, Bombardier dan Gulfstream serta pengubahsuaian dalaman.........

    Ia dijangka beroperasi suku keempat 2023 di tapak seluas 144,000 kaki persegi dan boleh menampung sehingga 45 pesawat sebulan



    GUYS BABI TAK DE OTAK SATU NIH MEMANG DEGIL....


    SEMBANG BESAK "MANTAP DASSAULT BINA MRO DI MALAYSIA" TAK TAUNYE MRO SIPIL.


    ITUPUN MASIH BELUM JELAS ALIAS GHOIB... BERITA LAMA TUH

    BalasHapus
  25. SEMBANG BESAK


    BUAL BESAK "DASSAULT BINA MRO DI MALAYSIA".......... PADAHAL BUAT PESAWAT SIPIL.


    ITUPUN BELUM JELAS...

    KASI LINK BASI, BERITA OLD....



    YANG TAMPAK JE MANGKRAK, BERKARAT ENTAH BILA HALIMUNANYA HILANG.... πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  26. Konfrontasi Ganyang malingsial ...tentara Indonesia bertempur vs british,anzac.....Melayu masih jadi babu bawa perbekalan majikannya...wakakakak

    BalasHapus
  27. China punya versi modifikasinya H-6,, kalau saja Indonesia masih punya ikut di modif pasti keren,,dan canggih itu,,kalau yg belum pernah punya pembom harap tepi jauh2! πŸ‘πŸ˜Ž

    BalasHapus
  28. Ntar 50 tahun lagi di ausairpower.net bakal muncul artikel dengan judul:

    "Kisah Pesawat Siluman F-35A RAAF, Menembus Jantung Kepulauan Indonesia Tanpa Terdeteksi Radar"

    🀣🀣🀣

    BalasHapus