AME-A514, dari seri senjata infanteri AME buatan ST Engineering (photo: EDR Magz)
ST Engineering secara resmi meluncurkan seri senjata infanteri AME di Singapore Airshow 2026, menandai debut publik penuh pertama dari seri ini setelah sebelumnya diperkenalkan secara terbatas di DSEI 2025 di Inggris.
Berbicara kepada Janes di pameran tersebut, Tay Han Koon, kepala Senjata Ringan di ST Engineering, menggambarkan seri AME sebagai lini yang dikembangkan sebagai respons terhadap permintaan pasar luar negeri untuk senapan yang sangat modular.
Seri AME terdiri dari beberapa model berbeda, masing-masing menggunakan peluru NATO 5.56×45 mm dan beroperasi dengan sistem impinging langsung.
Semua model memiliki kontrol yang sepenuhnya ambidextrous, termasuk pemilih pengaman tembakan, pelepas magazin, pelepas baut, dan tuas pengisian, memastikan kemudahan penggunaan bagi operator kidal maupun kanan.
Desainnya juga menggabungkan popor yang dapat disesuaikan enam posisi, harmonik laras yang disetel untuk stabilitas dan bobot optimal, dan ergonomi kontrol senjata yang ditingkatkan.
Seri senjata AME (photo: ST Engineering)
AME-A510 adalah varian kompak, menampilkan laras 10 inci, panjang keseluruhan 700 mm, dan berat kosong 2,6 kg.
Senapan ini memiliki kecepatan peluru 770 m/s dan laju tembakan antara 700 dan 950 peluru per menit, menjadikannya ideal untuk pasukan yang beroperasi di lingkungan terbatas, kata Tay.
AME-A514 berfungsi sebagai senapan serbu standar, dilengkapi dengan laras 14 inci, panjang keseluruhan 820 mm, dan berat kosong 2,7 kg.
Senapan ini menghasilkan kecepatan peluru 850 m/s dan mempertahankan laju tembakan yang sama dengan varian terkaitnya.
Senapan ini dioptimalkan untuk penggunaan infanteri umum, menyeimbangkan jangkauan, akurasi, dan kemampuan manuver.
(Jane's)


✨️Si Ale Ale uda datang, lg take off haha!ππ₯π
BalasHapusM346F ditunggu kedatangannya di PKU, gantiin hawk sama palkon, jadi dah tendem Si Ale haha!π¦Ύππ¦Ύ
waks kahsiyan warganyet kl, tidur makin tak tenang haha!π₯Άππ₯Ά
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/reel/750350224437390/?referral_source=external_deeplink
M 346F bukan di PKU om pal
HapusKe Madiun rencana homebasenya bekas Skadron 14 yg lama sampingan dengan Skadron 15.
Coz kmrn sudah di inspeksi...tapi baru rencana.. sebelum ada perintah pembangunan masih bisa berubah sih.
lha emang, ini ngarep doank 1 batch lagi mondok di pku om tupz haha!π€ππ€
Hapuskale smuanya ale disono, kejauhan buat latihan pilotnye.
klo di pku mayan kan buat patroli tendem, skalian geber sebelah pake knalpot kembar brong haha!ππ¦Ύπ
Gila itu skadron, dari lama nggak update pesawat jadi yg paling sering ganti. π
HapusDari F-5 ke Su-27/30 ke F-16 dan nanti ke M346.
F-16 kita nanti mau ditaruh di mana? Availability masih bagus kan?
artikel seblomnya pindad brin pasang poto senjata cakep
BalasHapusartikel sing jugak senjata cakep
asal jangan tetangga seblah tongolin VB yak abis ini..bikin Malyu kawasan aja..sumpel haha!ππ€π
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BalasHapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM KAYA KLAIM CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
Kok kyk buatan komodo ya
BalasHapusRifle itu garis besarnya ada 3 .
Hapus1.Long piston seperti AK 46/ 74 /12
2. Short piston : SS 1 Pindad, FN Scar , HK 416
3. Direct Impingement : M4 / AR 15.
Kalau direct Impingement hampir sama semua model nya.. HK 416 special karena short piston tapi dibuat mirip M4 lay out nya.
Semua kembali ke khitah bentuk semula senapan serbu,,bukan model bulb pop yg trend sebentar tur jarang yg pakai pula,,Pindad sudah on de track dgn SS series nya,,lanjutken!
BalasHapusVB MALONDESH NEGARA MANA YANG PAKAI SELAIN NEGARA MISKIN PEMBIATNYA,LON..... π€£π€£π€£π€£π€£π€£
BalasHapushttps://www.airspace-review.com/2026/02/06/sebuah-negara-asia-tenggara-yang-tidak-disebutkan-namanya-memesan-100-kendaraan-lapis-baja-patriot-ll-dari-ceko/
BalasHapusMALONDESH KAH INI....KONON NEGARA KAYA DUNIA GHOIB π€£π€£π€£π€£π€£π€£