23 Juni 2026

The Last Guardian-class Patrol Boat has Arrived in the Maldives

23 Juni 2026

The Guardian-class patrol vessel that will be in service with the Maldives National Defence Force (photos: MNDF)

Maldives welcomed Australian-gifted Guardian-class Patrol Boat to its home port for the first time.

Transiting from Perth to Malé, the longest voyage conducted by a Guardian, the vessel will boost Maldives’ sovereign capability to contribute to northeast Indian Ocean maritime security, and is a milestone in Australia-Maldives defence cooperation.


All 24 vessels delivered under the SEA 3036-1 project are now operated by our Indo-Pacific partners as their sovereign assets, reflecting Defence’s ongoing commitment to enabling the region’s resilience, stability and prosperity.

13 komentar:

  1. 171 USANG =
    TDM 108 UNIT
    TLDM 34 KAPAL
    TUDM 29 PESAWAT
    -
    Angkatan Tentera Malaydesh (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
    -
    Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
    -
    Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
    -
    Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
    -
    Sumber = Astro Awani, Malaydeshkini, DagangNews, dan Airtimes Malaydesh.
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  2. BLACKHAWK = GAGAL
    Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berkata, ia susulan pelanjutan kontrak oleh syarikat itu pada Oktober lalu selepas gagal mematuhi kontrak penyerahannya.
    "Oktober sudah berakhir. Tiada apa-apa (Black Hawks), tiada apa-apa.
    --------------------------------------------

    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    2017:
    MiG-29N → PENSIUN
    Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
    -
    2018 - 2022:
    RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
    Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
    -
    2023:
    TEJAS → GAGAL
    Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
    -
    2023:
    FA-50 (M) → DEAL
    Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
    -
    2026: FA-50 → VETO USA
    AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
    -
    2026:
    F-18 KUWAIT → BATAL
    Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALAYDESH (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  3. INDIANESIA NGEMIS minta KERJA KE MALAYSIA guys....🤣🤣🤣🤣



    Malaysia Sambut Positif Usulan Indonesia Perluas Penempatan Tenaga Kerja Kesehatan

    https://www.metrotvnews.com/read/kj2CD6w7-malaysia-sambut-positif-usulan-indonesia-perluas-penempatan-tenaga-kerja-kesehatan

    BalasHapus
  4. INDIANESIA NGEMIS minta KERJA KE MALAYSIA guys....🤣🤣🤣🤣



    Malaysia Sambut Positif Usulan Indonesia Perluas Penempatan Tenaga Kerja Kesehatan

    https://www.metrotvnews.com/read/kj2CD6w7-malaysia-sambut-positif-usulan-indonesia-perluas-penempatan-tenaga-kerja-kesehatan

    BalasHapus
  5. Malaydesh sudah TDK dianggap penting oleh australia

    BalasHapus
  6. Malaydesh hanya suka sampah besi tua dari amerika

    BalasHapus
  7. LAWAK....TERNYATA NGEMIS bukan hanya MINYAK TETAPI JUGA ELETRIK MALAYSIA.....🤣🤣🤣🤣🤣



    Indonesia Ternyata Impor Listrik dari Malaysia

    https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/bisnis/2025/10/17/165743/indonesia-ternyata-impor-listrik-dari-malaysia

    BalasHapus
  8. LAWAK....TERNYATA NGEMIS bukan hanya MINYAK TETAPI JUGA ELETRIK MALAYSIA.....🤣🤣🤣🤣🤣



    Indonesia Ternyata Impor Listrik dari Malaysia

    https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/bisnis/2025/10/17/165743/indonesia-ternyata-impor-listrik-dari-malaysia

    BalasHapus
  9. Min, shoping kapal selam dari Italia blm nongol ?

    BalasHapus
  10. KAH....KAH....KAH....KAH....🤣🤣🤣



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
  11. KAH....KAH....KAH....KAH....🤣🤣🤣



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
  12. Parah..... KAH....KAH....KAH....KAH....🤣🤣🤣



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus