09 Juli 2026

GMF Expands Maintenance Capacity Through Pondok Cabe Facility

09 Juli 2026

GMF has MRO contracts for TNI AU's C-130 Hercules and TNI AD's Bell 412 EP (photos: GMF)

Expanding capacity means creating more room to keep the industry moving.

Through the utilization of the Pondok Cabe facility, GMF strengthens its turbo propeller aircraft maintenance capabilities while optimizing maintenance operations across its facilities.

Designed to facilitate up to 2 aircraft maintained simultaneously, the facility supports maintenance capabilities up to and including C Check and annual scheduled maintenance, reinforced by GMF’s consistent quality assurance systems.

This initiative reflects GMF’s commitment to continuously strengthening maintenance capabilities, expanding service capacity, and delivering more flexible and integrated maintenance solutions for the growing needs of the aviation industry.

All of these achievements are made possible through the dedication of Engineering Heroes across GMF facilities, whose commitment continues to support safer and more reliable flights for every passenger.

(GMF)

13 komentar:

  1. Pernah sekali masuk ke kompleks ini, cuma heran didalam hangar lebih banyak.mobil pribadi ketimbang pesawatnya.....pas diperhatikan lagi, ternyata gue salah baca.....bukan "Pondok Cabe", tapi "Pondok Cabe-Cabean" πŸ€§πŸ‘‡

    https://youtube.com/shorts/THU8gYTm99c?si=XctXtlLrqBAeP1zt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nemu aja mase....insting emang ga bisa bo'ong...πŸ˜‹πŸ˜­

      Hapus
    2. yaa makloum jam terbang tinggi, jejak sendalnya dimana2 om pedang haha!πŸ€«πŸ€­πŸ˜‹

      Hapus
  2. MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    -------------------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    =============
    =============
    INDONESIA
    (Note: The safety threshold of 60%)
    -
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%

    BalasHapus
  3. PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS
    Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
    Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  4. GMF ikut kebagian ToT Harwat Rafale kah...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahuku mereka tidak tertarik masuk bisnis pesawat tempur. Kalau dapat hal lain dari Dassault, kurang tahu. Mereka kan perusahaan software...

      Hapus
  5. GMF has MRO contracts for TNI AU's C-130 Hercules and TNI AD's Bell 412 EP
    ---

    semakin banyak Aset Terbang 3 matra, semakin banyak tumbuh mro, uda hukum alam bisnis haha!✌️πŸ˜ŽπŸ€—

    sampe amrik pun nawarin kontrak servis herkules asia mreka...kalo gmf seriusin, bisa ikutan tuch di kertajati haha!πŸ€‘πŸ‘πŸ˜‰
    mairod tak kena skip haha!πŸ˜‹πŸ˜πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya yg di Kertajati memang milik GMF. Financing dari bank lokal.

      Hapus
    2. Owhh ituw buat dana sang fete, ini beritanya
      ✅️2022 Fetedei Kredit Mandiri
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/10/lanjutkan-proyek-pesanan-kemenhan-ri-pt.html?m=1

      ■tapi batal, kerjasama sang fete & UAC. Tak lanjut..ada nama Chairman Unity Resources Group Chairman Gaurav Srivastava...
      yoii 2026 barusan isu nya kencang di tanah air haha!πŸ˜‰πŸ€«πŸ€­

      guwe dolo uda curiga, liat dah di kolom komentar

      ✅️Kerja Sama dengan UAC, PTDI Raih Kontrak Rp2,2 Triliun Rawat Pesawat C-130 TNI AU

      palu gada2 Agustus 2022 pukul 22.54
      keknya ada yg aneh fetedei kerjasama ama Unity Accipiter Corporation(UAC).
      lha Unity Resources Group ini siapa? apakah holding UAC?

      pas guwe cek, Unity Resources Group ini perusahaan pengamanan macam Wagner-ruski ama Blackwater-amrik.
      bisinis utamanya tentare bayaran gaesz...ada yg mao daptar gak haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹
      klo URG gak tau dech, masa satpam internasional haha!πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/08/kerja-sama-dengan-uac-ptdi-raih-kontrak.html?m=1

      Hapus
    3. Fetedei tak lanjut dengan UAC, lanjut dengan GMF hore haha!πŸ‘πŸ‘ŒπŸ˜‰
      GMF gak ada hubungan lanjutan dengan UAC dalam stetmen gmf om irs haha!πŸ˜‰✌️πŸ€“

      ⬇️✅️⬇️✅️⬇️
      On July 22, 2022, Dirgantara Indonesia signed a general operation agreement with Srivastava’s UAC. The cooperation covered the maintenance, repair, and overhaul (MRO) of C-130 Hercules aircraft in a deal valued at US$150 million, or about Rp2.2 trillion at the exchange rate at the time.
      Gita Amperiawan said the state-owned aerospace company later terminated its cooperation with UAC after the company failed the due diligence process. According to him, the agreement was only an exploratory one. Gita did not deny reports that UAC had serious problems, though he declined to elaborate on why the deal collapsed.
      What is certain is that Dirgantara Indonesia ultimately assigned the Hercules MRO work to Garuda Maintenance Facility Aero Asia, a subsidiary of Garuda Indonesia. “We concluded that UAC was not strong enough. So we built synergies within the domestic ecosystem," Gita said.
      However, it said the support had no connection to any transfer of work from UAC. “There is no connection whatsoever,” GMF said in a written statement on Saturday, June 27, 2026.
      https://magz.tempo.co/read/economy/44411/fake-cia-agent-infiltrated-prabowos-family

      Hapus
    4. KOLAB GMF-FETEDEI resmi dibikin taon lalu haha!πŸ˜‰πŸ‘ŒπŸ‘

      jadi agen pelsongπŸ€₯ ituw gak tembus proyek serpis C130 haha!πŸ˜‹πŸ€­✌️
      ⬇️✅️⬇️✅️⬇️✅️
      Kemhan Ungkap 20 Pesawat C-130 Hercules Tipe H Dimodernisasi PTDI-GMF
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/12/kemhan-ungkap-20-pesawat-c-130-hercules.html?m=1

      Hapus