Konsep kendaraan amfibi tak berawak ATLA (images: ATLA)
Jepang telah mengembangkan prototipe skala penuh dari kendaraan amfibi tak berawak masa depannya, kata juru bicara Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA) negara itu kepada Janes pada 9 Juli.
Pengembangan prototipe ini mengikuti program Penelitian Teknologi Amfibi Masa Depan/Future Amphibious Technology Research (FAT-R) ATLA, yang diselesaikan organisasi tersebut pada tahun 2023. “Teknologi dan pengetahuan yang diperoleh melalui program [FAT-R] saat ini diterapkan pada pengembangan kendaraan amfibi tak berawak,” kata juru bicara tersebut.
“Kendaraan amfibi tak berawak yang sedang dikembangkan saat ini diharapkan mampu melakukan manuver otonom, serta manuver dan penggunaan daya tembak yang dikendalikan dari jarak jauh,” tambah juru bicara tersebut, tetapi tidak mengungkapkan tingkat otonomi yang ditunjukkan oleh prototipe tersebut.
Menurut juru bicara tersebut, tantangan teknis yang diatasi selama program tersebut meliputi kemampuan manuver di perairan dangkal, peningkatan kecepatan mobilitas maritim, dan peningkatan keselamatan awak kapal.
Meskipun ATLA tidak mengungkapkan persyaratan kinerja program FAT-R, juru bicara tersebut mengatakan bahwa pengujian menggunakan model simulasi, model skala, dan prototipe skala penuh mengkonfirmasi bahwa “semua persyaratan kinerja berhasil dipenuhi”.
“Di antara… tantangan teknis dalam program FAT-R, teknologi dan pengetahuan yang diperoleh terkait dengan peningkatan kemampuan manuver di perairan dangkal dan keselamatan awak kapal terutama diterapkan pada pengembangan kendaraan amfibi tak berawak,” tambah juru bicara tersebut.
Model yang dipamerkan di MAST Asia 2019, dengan kendaraan yang akan diubah menjadi platform tanpa awak (photo: Shephard)
Program pengembangan kendaraan amfibi tak berawak dimulai pada tahun 2024. Buku putih pertahanan Jepang tahun 2025 menyatakan bahwa kendaraan amfibi tak berawak akan “bertindak secara otonom dalam operasi amfibi dan melakukan misi, termasuk pengangkutan pasokan dari laut ke sekitar pasukan”.
Jepang bermaksud agar kendaraan amfibi tak berawak tersebut dapat melintasi punggung bukit terumbu karang dan mendarat di lokasi mana pun di seluruh pulau terpencilnya.
(Jane's)



Asagiri gratis uhuyy haha!✌️π€π
BalasHapusbolela FAT-R jd pilihan ranpur marinir di masa depan, saingan ama panda punyak haha!π€π✌️
Hapusini atla mirip Expeditionary Fighting Vehicle (EFV) amrik yg batal ituw yak...
BalasHapuskeknya dibuat versi efisien ama samurai haha!πππ
klo liat harga kaav7 ph aja mahal bgt, padahal bukan embiti
apa bisa jepang bikin setengah harganye
Yang bikin mahal itu "EKEKA" nya sob......π€·
HapusAah, itu kan katanya Kakek Sugiono...
Hapuspatner in kraim oh sawah tuw haha!π€«ππ€
Hapus171 ASET USANG 33 TAHUN =
BalasHapus"The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister.
===================
DESEMBER 2024 OPV TAMAT
DESEMBER 2024 OPV TAMAT
DESEMBER 2024 OPV TAMAT
“Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam...
-----
SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT
SEWA UTILITY BOAT
SEWA RIGID HULL FENDER BOAT
SEWA ROVER FIBER GLASS
SEWA EC120B
SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE
Mungkin ada yang tertanya-tanya, namun kaedah penyewaan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM.
Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator dan SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
-----
SEWA KAPAL HIDROLOGI
SEWA KAPAL HIDROLOGI
SEWA KAPAL HIDROLOGI
Panglima TLDM Laksamana Tan Sri Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin berkata Aishah Aims 4 diperoleh melalui kontrak SEWAan bagi menggantikan dua kapal hidrografi sedia ada milik TLDM iaitu KD Mutiara dan KD Perantau yang akan melalui proses lucut tauliah secara berperingkat.
===================
SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 = 15 TAHUN
15 TAHUN MANGKRAK
15 TAHUN MANGKRAK
LCS DIPAY 6 RM 11.2 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the LCS project is NOw RM11.2 billion. It must be NOted from that RM11.2 billion, Lunas or the former BNS used around RM1 billion to pay its DEBTs and to upgrade the facilities for the LCS project. And NOt a single ship has been delivered yet.
-----
NGPVs 2024-1996 = 28 TAHUN
28 TAHUN MANGKRAK
28 TAHUN MANGKRAK
NGPVs DIPAY 27 JADI 6 = The Kedah-class offshore patrol vessels of the Royal MALAYDESH Navy (RMN) are six ships based on the MEKO 100 design by Blohm + Voss. Originally, a total of 27 ships were planned, but due to programme delays and overruns, only six were eventually ordered. Their construction began in the early 2000s, and by 2009, all six were in active service.
-----
17 KREDITUR LCS
17 KREDITUR LCS
17 KREDITUR LCS
Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) Bhd.
==============
NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)
RAFAKE DUMMY..... π€£π€£π€£
BalasHapus171 ASET USANG 33 TAHUN =
Hapus"The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister.
===================
DESEMBER 2024 OPV TAMAT
DESEMBER 2024 OPV TAMAT
DESEMBER 2024 OPV TAMAT
“Kementerian Dalam Negeri dibenarkan menamatkan kontrak projek tersebut setelah mendapat pandangan daripada Jabatan Peguam Negara. Sehubungan itu, kerajaan menandatangani perjanjian penamatan bersama pihak syarikat pada 31 Disember 2024,” katanya dalam jawapan bertulis yang dimuat naik dalam laman web Parlimen pada Khamis malam...
-----
SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT
SEWA UTILITY BOAT
SEWA RIGID HULL FENDER BOAT
SEWA ROVER FIBER GLASS
SEWA EC120B
SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE
Mungkin ada yang tertanya-tanya, namun kaedah penyewaan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM.
Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator dan SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
-----
SEWA KAPAL HIDROLOGI
SEWA KAPAL HIDROLOGI
SEWA KAPAL HIDROLOGI
Panglima TLDM Laksamana Tan Sri Ahmad Kamarulzaman Ahmad Badaruddin berkata Aishah Aims 4 diperoleh melalui kontrak SEWAan bagi menggantikan dua kapal hidrografi sedia ada milik TLDM iaitu KD Mutiara dan KD Perantau yang akan melalui proses lucut tauliah secara berperingkat.
===================
SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 = 15 TAHUN
15 TAHUN MANGKRAK
15 TAHUN MANGKRAK
LCS DIPAY 6 RM 11.2 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the LCS project is NOw RM11.2 billion. It must be NOted from that RM11.2 billion, Lunas or the former BNS used around RM1 billion to pay its DEBTs and to upgrade the facilities for the LCS project. And NOt a single ship has been delivered yet.
-----
NGPVs 2024-1996 = 28 TAHUN
28 TAHUN MANGKRAK
28 TAHUN MANGKRAK
NGPVs DIPAY 27 JADI 6 = The Kedah-class offshore patrol vessels of the Royal MALAYDESH Navy (RMN) are six ships based on the MEKO 100 design by Blohm + Voss. Originally, a total of 27 ships were planned, but due to programme delays and overruns, only six were eventually ordered. Their construction began in the early 2000s, and by 2009, all six were in active service.
-----
17 KREDITUR LCS
17 KREDITUR LCS
17 KREDITUR LCS
Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) Bhd.
==============
NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
Hapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
--------------------------------------------
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
Hapus-
2026 = CANCELLED F18
2025-2021 = NGEMIS F18
2025-2021 = MEMBUAL F18
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional Malondesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malondesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malondesh, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malondesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malondesh.
-
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
PADU GUYS....πππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
-18 BUAH SU30MKM
-38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
-18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
-
GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
BEZA ya guys... HAHAHAHA
MALONDESH...
F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALONDESH nanti...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALONDESH...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
18 Buah Su 30MKM
17 Buah Bae hawk 108/208
8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
18 +18 Buah FA-50M Block 20
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
Come to papa F18C/D..... ππππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... πππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALONDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
________________________________________
π€£ON TERUS : BATAL = SIPRI LEMBAR KOSONGπ€£
DETAIL KONFIRMASI RESMI
Hapus-
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malondesh, Adly Zahari.
-
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malondesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
-
Isi Pernyataan: Meskipun sebelumnya dinilai dalam kondisi sangat baik dengan jam terbang rendah, Adly Zahari secara resmi mengonfirmasi bahwa Malondesh membatalkan rencana perolehan jet F/A-18 Hornet dari Kuwait.
-
Alasan Utama: Pembatalan dilakukan karena faktor ketidakpastian waktu pengiriman dari pihak Kuwait serta kebutuhan Malondesh untuk fokus pada strategi modernisasi armada udara yang lebih kompetitif dan jangka panjang.
-
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
PADU GUYS....πππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
-18 BUAH SU30MKM
-38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
-18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
-
GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
BEZA ya guys... HAHAHAHA
MALONDESH...
F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALONDESH nanti...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALONDESH...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
18 Buah Su 30MKM
17 Buah Bae hawk 108/208
8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
18 +18 Buah FA-50M Block 20
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
Come to papa F18C/D..... ππππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... πππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALONDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
________________________________________
π€£ON TERUS : BATAL = SIPRI LEMBAR KOSONGπ€£
FITTED FOR BUT NOT PAID
Hapushttps://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONDESH.......
STATUS 2023-2026: RENCANA DI ATAS KERTAS & MISKIN
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KEGAGALAN KERTAS PUTIH PERTAHANAN (DWP) 2019:
Rencana Tanpa Realisasi: DWP 2019 dimaksudkan sebagai peta jalan jangka panjang hingga 2030, namun gagal total akibat runtuhnya pemerintahan Pakatan Harapan pada 2020.
Tanpa Payung Hukum: Berbeda dengan Indonesia, Malondesh tidak memiliki undang-undang yang memaksa pemerintahan baru untuk melanjutkan rencana pendahulunya.
Anggaran Tahunan yang Mencekik: Alokasi anggaran yang bersifat year-by-year membuat proyek multi-tahun (seperti LCS dan jet tempur) tidak memiliki kepastian dana.
Hasil Nol: Modernisasi hanya menjadi aspirasi. Angkatan Laut masih menunggu kapal LCS yang mangkrak, Angkatan Udara terjebak dengan jet tempur tua, dan Angkatan Darat masih menggunakan APC tahun 1980-an.
________________________________________
INDONESIA MINIMUM ESSENTIAL FORCE (MEF) - KONTRAK STRATEGIS:
Keberlanjutan Sejak 2004: Indonesia memiliki rencana MEF yang konsisten dijalankan dalam tiga fase (2004-2024) meskipun terjadi pergantian presiden/menteri.
Dasar Hukum Kuat: MEF memiliki rencana pendanaan multi-tahun yang diakui secara hukum, sehingga tidak terpengaruh gejolak politik jangka pendek.
Hasil Nyata: Pengadaan Rafale, kapal selam Scorpene Evolved, dan frigat Merah Putih merupakan bukti eksekusi fase III yang tetap berjalan stabil.
________________________________________
DAMPAK ANGGARAN KECIL & KETIMPANGAN PERSONEL:
Modernisasi Terhambat: Anggaran ~1% PDB hanya cukup untuk "bertahan hidup". Pengadaan dilakukan secara eceran (piecemeal) dan tidak seimbang.
Kesiapan Tempur Rendah (O&M): Hanya 20-25% dana yang tersisa untuk bahan bakar dan suku cadang. Akibatnya, jet Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
Gemuk di Personel, Kurang Peralatan: ~60% anggaran habis untuk gaji dan pensiun 110.000 personel aktif. Prajurit dibayar dengan baik tetapi tidak dibekali alat tempur modern, mengurangi efektivitas tempur secara drastis.
Siklus Gagal: Program yang ditunda berulang kali (LCS, MRCA, SPH) menyebabkan pemborosan dana dan ketertinggalan jauh dari standar regional Singapura dan Indonesia.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + DWP 2019 GAGAL TOTAL + ANGGARAN HABIS UNTUK GAJI = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN
FITTED FOR BUT NOT PAID
Hapushttps://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN O&M & MISKIN
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN OPERASIONAL & PEMELIHARAAN (O&M FAILURE):
Defisit Anggaran O&M: Hanya 20–25% dari anggaran pertahanan yang sangat kecil (~1% PDB) dialokasikan untuk bahan bakar dan suku cadang.
Aset Lumpuh (Grounded): Pesawat tidak bisa terbang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo karena tidak ada biaya pemeliharaan. Contoh: Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang laik terbang akibat krisis suku cadang.
Degradasi Skill: Jam terbang pilot berkurang drastis; kru kapal jarang melaut; kemahiran operasional pasukan terjun bebas.
Budaya Reaktif: Pemeliharaan hanya dilakukan setelah aset rusak total (breakdown). Pemeliharaan preventif dilewati demi hemat biaya, memperpendek umur alutsista.
Kanibalisasi Suku Cadang: Banyak platform impor (Rusia, Prancis, AS) yang suku cadangnya tidak lagi diproduksi, memaksa militer mencopot bagian dari satu unit untuk menghidupkan unit lainnya.
________________________________________
DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN & MODERNISASI:
Matra Udara (RMAF): Program MRCA untuk ganti MiG-29 (pensiun 2017) tertunda belasan tahun karena plin-plan politik. Bergantung pada armada tua dengan kesiapan tempur sangat rendah.
Matra Laut (RMN): Fiasco proyek LCS (RM 9 Miliar) sejak 2011; nol kapal operasional hingga 2025 akibat salah urus dan korupsi. Bergantung pada kapal era 80-an yang sudah rongsok.
Matra Darat (TDM): APC Condor era 80-an masih dipaksa dinas. Proyek AV-8 Gempita mahal dan produksinya sangat lambat. Artileri tetap ketinggalan zaman.
Penyebab Utama:
Porsi Gaji Terlalu Besar: ~60% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit untuk belanja barang.
Siklus "Stop-Go": Proyek dimulai lalu dipotong atau dikecilkan karena politik/ekonomi.
Intervensi Politik: Kontrak diberikan berdasarkan koneksi, bukan prioritas operasional AL/AU/AD.
Tanpa Rencana Multi-Tahun: Tidak ada rencana jangka panjang yang mengikat secara hukum; program berubah setiap ganti menteri.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + KANIBALISASI ASET + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN