09 September 2026

TNI AL dan Republic of Korea Navy Gelar Latma DIVEX 2026, Perkuat Kemampuan Operasi Bawah Air

09 September 2026

Dive Exercise (DIVEX) 2026 antara TNI AL dan ROKN (photos: TNI AL)

Dalam rangka memperkuat kemampuan operasi bawah air, TNI AL dalam hal ini Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) dan Republic of Korea Navy (ROKN) menyelenggarakan Latihan Bersama (Latma) Dive Exercise (DIVEX) 2026 mulai 25 s.d 30 Agustus 2026. Latihan yang melibatkan Koppeba, Kopaska dan ROKN ini dilaksanakan di Jinhae Naval Base dan Pulau Jeju, Korea Selatan pada Minggu (30/08/2026).


Latma DIVEX 2026 yang dilaksanakan setahun sekali dengan penyelenggaraan bergantian antara TNI AL dan ROKN ini dirancang untuk meningkatan pengetahuan, kemampuan dan profesionalisme prajurit TNI AL dan ROKN dalam melaksanakan operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air pada kegiatan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) serta memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama militer angkatan laut kedua negara dengan melibatkan 10 personel Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) dan 2 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) di bawah komando Dansatgas Letkol Laut (S) Mz Lerry yang berdinas sebagai Wadan Satkoppeba 3.


Materi latihan yang komprehensif mencakup beberapa aspek kritikal, diantaranya pengaplikasian prosedur Wet-Bell Diving pada operasi penyelaman dan penyelamatan bawah air; pengaplikasian prosedur Helicopter Rescue Swimming, pengoperasian peralatan ROV (pengamatan visual dan identifikasi objek); pengoperasian peralatan Side Scan 3D Sonar guna pencarian, pendeteksian dan identifikasi objek bawah air serta Field Tactical Exercise (FATEX): Simulasi misi nyata seperti pencarian dan penyelamatan (SAR) bawah air, evakuasi black box serta pengangkatan benda berat dengan lifting bag.


Dalam kesempatan tersebut Staf Khusus Kasal Laksma TNI Baroyo Eko Basuki didampingi Kolonel Laut (P) Norman Faizal turun meninjau langsung pelaksanaan Latma DIVEX 2026 yang juga turut dihadiri oleh delegasi militer dari ROK Navy.


Dalam pernyataannya, disampaikan bahwa Latma DIVEX-26 bukan hanya sekadar latihan rutin, tetapi merupakan wahana strategis untuk memperdalam hubungan bilateral. “Latihan ini merupakan platform strategis untuk berbagi pengalaman dan mengadopsi teknik penyelaman militer modern. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kesiapan dan profesionalisme kedua angkatan laut dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan.”


Dengan diselenggarakannya latihan ini, TNI AL dan ROKN menunjukkan komitmen nyata guna terus meningkatkan kemampuan operasional, membangun kepercayaan, dan memastikan kesiapan dalam menjawab setiap tantangan keamanan di domain maritim serta memperkuat hubungan bilateral di bidang operasi bawah air serta berbagi pengalaman dalam teknik penyelaman militer modern.

26 komentar:

  1. FAKTA MALONYET MENTAL DISORDER
    MAKANAN : 8481/PORK
    GAME : JUDI
    TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
    --------------------------------------------
    • PORNOGRAFI: Berdasarkan survei Pornhub, negara yang dimaksud berada di peringkat #1 di Asia dan #4 di dunia dalam hal akses situs pornografi.
    -
    • KULINER TRADISIONAL: Pemerintah resmi menetapkan bak kut teh (sup iga babi herbal) sebagai salah satu hidangan warisan nasional. Berdasarkan ketetapan resmi dari Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia melalui Jabatan Warisan Negara (Departemen Warisan Nasional) pada Februari 2024.
    -
    • PAJAK JUDI: Berdasarkan klarifikasi regulasi kepatuhan pajak oleh Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / Inland Revenue Board of Malaysia - IRBM).
    -
    • KRISIS IDENTITAS BAHASA: Berdasarkan laporan sosiopolitik domestik mengenai implementasi Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan di bawah naungan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia.
    -
    • INOVASI MEDIS: Berdasarkan rilis produk medis Wondaleaf Unisex Condom yang diciptakan oleh ginekolog asal Malaysia, Dr. John Tang Ing Chinh melalui perusahaan Twin Catalyst.
    -
    • KESEHATAN MENTAL: Berdasarkan data statistik resmi dari National Health and Morbidity Survei (NHMS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM).
    -
    • PAJAK JUDI: Lembaga pendapatan dalam negeri (IRBM) menegaskan bahwa semua hasil kemenangan judi (kasino maupun online) wajib dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak.
    -
    • KRISIS IDENTITAS BAHASA: Hambatan dalam mempromosikan bahasa Melayu karena sebagian populasi masih belum fasih atau hanya menggunakannya pada acara resmi, meski sudah 60 tahun merdeka.
    -
    • INOVASI MEDIS: Seorang ginekolog menciptakan kondom uniseks pertama di dunia yang bisa digunakan pria maupun wanita dari bahan pembalut luka medis.
    -
    • KESEHATAN MENTAL: Sebanyak 1 dari 3 orang mengalami gangguan mental, namun separuhnya belum terdiagnosis, yang berisiko memicu komplikasi serius hingga rawat inap. Berdasarkan data statistik resmi dari National Health and Morbidity Survey (NHMS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM).
    -
    • ISU KEAMANAN: Profesor AS (Bruce Gilley) membatalkan kunjungannya dan menyebut negara tersebut tidak aman bagi wisatawan karena adanya intimidasi massa.
    -
    • KEGAGALAN PROYEK MILITER:
    o LCS Maharaja Lela: Korupsi memangkas proyek menjadi 5 kapal dan belum ada yang selesai sejak 2011.
    o OPV MMEA: Penundaan 3 kapal patroli hingga pemutusan kontrak galangan pada akhir 2024.
    o STRIDE & Senjata: Proyek tank/rudal mangkrak karena nihil dana, serta kegagalan total desain senapan nasional VB Berapi LP06.
    -
    • SKANDAL ASMARA & POLITIK:
    o Sultan Ibrahim & Cissie Hill (Hubungan era 1930-an).
    o Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina (Perceraian kilat dengan Miss Moscow).
    o Najib Razak & Altantuya (Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik).
    -
    • SKANDAL HUBUNGAN SESAMA JENIS: Kasus video intim yang menyeret Azmin Ali (2019) serta kasus hukum sodomi I & II yang melibatkan Anwar Ibrahim.

    BalasHapus
  2. FAKTA : ISLAM MALONYET = MENTAL DISORDER
    MAKANAN : 8481/PORK
    GAME : JUDI
    TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
    -
    SITUS DEWASA NOMOR : 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
    -
    BAK KUT TEH (PORK-8481) : Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malaysia.
    -
    PAJAK JUDI : Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malaysia.
    -
    KESEHATAN MENTAL : Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malaysia
    ===================
    1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
    2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
    3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. MKM BARTER PALM OIL
    62. MIG29N BARTER PALM OIL
    63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
    64. SCORPENE BARTER PALM OIL
    65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
    67. FA50M BARTER PALM OIL
    ===================
    SEWA MALONDESH SEWA
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4x4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. TUDM SEWA 12 AW149
    24. TUDM SEWA 4 AW139
    25. TUDM SEWA 5 EC120B
    26. TLDM SEWA 2 AW159
    27. TDM SEWA 4 UH-60A
    28. TDM SEWA 12 AW149
    29. BOMBA SEWA 4 AW139
    30. MMEA SEWA 2 AW159
    31. POLIS SEWA 7 BELL429
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus
  3. IQ SUPER MALONYET = MABOK DADAH
    PECAT DARI KAMPUS
    PROFESOR DICABUT
    -
    Akibat rentetan pernyataan kontroversial yang dinilai tidak masuk akal oleh komunitas akademik ini (0:03), Universitas Islam Internasional Malonyet (UIAM/IIUM) mengambil tindakan tegas:
    • Resmi diberhentikan dari kampus terhitung sejak 27 April 2026
    • Dilarang keras menggunakan gelar profesor atau mencatut nama afiliasi UIAM dalam publisitas, media sosial, maupun iklan
    • Langkah ini diambil UIAM demi menjaga integritas institusi dan reputasi akademik perguruan tinggi Malonyet
    Sumber Informasi Pemberhentian: Kantor Komunikasi Advokasi dan Promosi UIAM melalui laporan Malay Mail dan South China Morning Post
    ________________________________________
    klaim kontroversial Solehah Yaacob beserta verifikasi sumber berita resminya berdasarkan data valid yang Anda lampirkan:
    ➡️ 1. Klaim Bangsa Romawi Belajar Membuat Kapal dari Melayu
    • Isi Klaim: Solehah mengeklaim bahwa bangsa Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu kuno
    • Sumber Berita: Liputan video Kompas.com dan artikel Malonyetkini.
    ➡️ 2. Klaim Masyarakat Melayu Kuno Dapat Terbang
    • Isi Klaim: Ia menyebutkan bahwa masyarakat Melayu di masa lampau memiliki kemampuan supranatural untuk terbang di udara
    • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan liputan video Kompas.com.
    ➡️ 3. Klaim Bangsa China Belajar "Kungfu Terbang" dari Melayu
    • Isi Klaim: Ia mengeklaim bahwa ilmu bela diri terbang (flying kung fu) di peradaban Tiongkok sebenarnya dipelajari dari orang Malonyet/Melayu
    • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan narasi video Kompas.com.
    ➡️ 4. Klaim Siti Khadijah Memiliki Hubungan dengan Dunia Melayu
    • Isi Klaim: Ia melemparkan dugaan bahwa istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah, memiliki keterkaitan sejarah dengan wilayah Melayu
    • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan dokumentasi video Kompas.com
    ➡️ 5. Klaim Kelimpahan Bijih Besi Kedah dari Aktivitas Meteor
    • Isi Klaim: Ia mengemukakan teori bahwa kelimpahan deposit bijih besi di wilayah Kedah berkaitan erat dengan aktivitas meteor pada masa lampau.
    • Sumber Berita: Artikel Kompas.com (Kanal Tren).
    ________________________________________
    MAKANAN : 8481/PORK
    GAME : JUDI
    TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
    -
    SITUS DEWASA NOMOR : 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
    -
    BAK KUT TEH (PORK-8481) : Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malonyet.
    -
    PAJAK JUDI : Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malonyet.
    -
    KESEHATAN MENTAL : Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malonyet
    ________________________________________
    SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
    • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
    • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
    • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
    -
    SKANDAL SESAMA JENIS
    • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
    • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)

    BalasHapus
  4. Malaydesh enggak diajak ? Kesian tuh beruk2 merasa dipinggirkan

    BalasHapus
  5. Manakala INDIANESIA..... Padam Kebakaran Hutan saja NGEMIS BANTUAN MALAYSIA... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. IQ SUPER MALONYET MABOK DADAH = WARGA NYA SAKAUW DADAH
      PECAT DARI KAMPUS
      PROFESOR DICABUT
      -
      Akibat rentetan pernyataan kontroversial yang dinilai tidak masuk akal oleh komunitas akademik ini (0:03), Universitas Islam Internasional Malonyet (UIAM/IIUM) mengambil tindakan tegas:
      • Resmi diberhentikan dari kampus terhitung sejak 27 April 2026
      • Dilarang keras menggunakan gelar profesor atau mencatut nama afiliasi UIAM dalam publisitas, media sosial, maupun iklan
      • Langkah ini diambil UIAM demi menjaga integritas institusi dan reputasi akademik perguruan tinggi Malonyet
      Sumber Informasi Pemberhentian: Kantor Komunikasi Advokasi dan Promosi UIAM melalui laporan Malay Mail dan South China Morning Post
      ________________________________________
      klaim kontroversial Solehah Yaacob beserta verifikasi sumber berita resminya berdasarkan data valid yang Anda lampirkan:
      ➡️ 1. Klaim Bangsa Romawi Belajar Membuat Kapal dari Melayu
      • Isi Klaim: Solehah mengeklaim bahwa bangsa Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu kuno
      • Sumber Berita: Liputan video Kompas.com dan artikel Malonyetkini.
      ➡️ 2. Klaim Masyarakat Melayu Kuno Dapat Terbang
      • Isi Klaim: Ia menyebutkan bahwa masyarakat Melayu di masa lampau memiliki kemampuan supranatural untuk terbang di udara
      • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan liputan video Kompas.com.
      ➡️ 3. Klaim Bangsa China Belajar "Kungfu Terbang" dari Melayu
      • Isi Klaim: Ia mengeklaim bahwa ilmu bela diri terbang (flying kung fu) di peradaban Tiongkok sebenarnya dipelajari dari orang Malonyet/Melayu
      • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan narasi video Kompas.com.
      ➡️ 4. Klaim Siti Khadijah Memiliki Hubungan dengan Dunia Melayu
      • Isi Klaim: Ia melemparkan dugaan bahwa istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah, memiliki keterkaitan sejarah dengan wilayah Melayu
      • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan dokumentasi video Kompas.com
      ➡️ 5. Klaim Kelimpahan Bijih Besi Kedah dari Aktivitas Meteor
      • Isi Klaim: Ia mengemukakan teori bahwa kelimpahan deposit bijih besi di wilayah Kedah berkaitan erat dengan aktivitas meteor pada masa lampau.
      • Sumber Berita: Artikel Kompas.com (Kanal Tren).
      ________________________________________
      MAKANAN : 8481/PORK
      GAME : JUDI
      TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
      -
      SITUS DEWASA NOMOR : 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
      -
      BAK KUT TEH (PORK-8481) : Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malonyet.
      -
      PAJAK JUDI : Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malonyet.
      -
      KESEHATAN MENTAL : Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malonyet
      ________________________________________
      SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
      • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
      • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
      • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
      -
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
      • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)

      Hapus
    2. FAKTA : ISLAM MALONYET = MENTAL DISORDER
      MAKANAN : 8481/PORK
      GAME : JUDI
      TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
      ========
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORN 1 ASIA 4 WORLD
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORN 1 ASIA 4 WORLD
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORN 1 ASIA 4 WORLD
      In a recent survey conducted by Pornhub, MALONYET was found to be the #1 country in Asia with the most visits to porNOgraphy websites. Globally, MALONYET was ranked as the #4 country with the most visits to porNOgraphy websites.
      ========
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORK
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORK
      CLAIM ISLAMIS STATE = PORK
      The MALONYET government has gazetted bak kut teh, a hearty dish of pork ribs simmered in herbs and spices, as one of the country’s heritage dishes.
      ========
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      Per the IRBM, any form of gambling winnings, whether from land-based casinos or online platforms, is deemed income and should be declared for tax purposes.
      ========
      IDENTITY CRISIS
      IDENTITY CRISIS
      IDENTITY CRISIS
      It is only in MALONYET that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ========
      CONDOMS
      CONDOMS
      CONDOMS
      A MALONYET gynaecologist has created what he says is the world's first unisex condom that can be worn by females or males and is made from a medical grade material usually used as a dressing for injuries and wounds.
      ========
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 in 3 people in MALONYET suffers from a mental disorder of some sort. But, unfortunately, half of those individuals have not been diagnosed. To aggravate things, most people who do not get mental health treatment may develop serious complications and even get hospitalised.
      ========
      NOT SAFE
      NOT SAFE
      NOT SAFE
      A US professor who faces backlash after a talk at Universiti Malaya (UM) slams the government and declares MALONYET is unsafe for travel.
      Portland State University Political Science professor Bruce Gilley said he left MALONYET due to safety concerns from what he described as an 'Islamo-fascist mob whipped up by the government there’.
      "I have safely departed from MALONYET , one step ahead of the Islamo-fascist mob whipped up by the government there.
      "This is not a safe country to travel to now. Updates to follow," he posted on X today
      ========
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2026. (Free Malaysia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malaysia / Kemenlu Malaysia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      ========
      SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
      • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
      • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
      • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
      -
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
      • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)

      Hapus
    3. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
    4. MALONYET BAKAR LAHAN .......
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    5. NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      -
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      --------------------------------------------
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      --------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    6. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    7. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    8. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    9. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
    10. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------

      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
  6. Manakala INDIANESIA..... Padam Kebakaran Hutan saja NGEMIS BANTUAN MALAYSIA... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. IQ SUPER MALONYET MABOK DADAH = WARGA NYA SAKAUW DADAH
      PECAT DARI KAMPUS
      PROFESOR DICABUT
      -
      Akibat rentetan pernyataan kontroversial yang dinilai tidak masuk akal oleh komunitas akademik ini (0:03), Universitas Islam Internasional Malonyet (UIAM/IIUM) mengambil tindakan tegas:
      • Resmi diberhentikan dari kampus terhitung sejak 27 April 2026
      • Dilarang keras menggunakan gelar profesor atau mencatut nama afiliasi UIAM dalam publisitas, media sosial, maupun iklan
      • Langkah ini diambil UIAM demi menjaga integritas institusi dan reputasi akademik perguruan tinggi Malonyet
      Sumber Informasi Pemberhentian: Kantor Komunikasi Advokasi dan Promosi UIAM melalui laporan Malay Mail dan South China Morning Post
      ________________________________________
      klaim kontroversial Solehah Yaacob beserta verifikasi sumber berita resminya berdasarkan data valid yang Anda lampirkan:
      ➡️ 1. Klaim Bangsa Romawi Belajar Membuat Kapal dari Melayu
      • Isi Klaim: Solehah mengeklaim bahwa bangsa Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu kuno
      • Sumber Berita: Liputan video Kompas.com dan artikel Malonyetkini.
      ➡️ 2. Klaim Masyarakat Melayu Kuno Dapat Terbang
      • Isi Klaim: Ia menyebutkan bahwa masyarakat Melayu di masa lampau memiliki kemampuan supranatural untuk terbang di udara
      • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan liputan video Kompas.com.
      ➡️ 3. Klaim Bangsa China Belajar "Kungfu Terbang" dari Melayu
      • Isi Klaim: Ia mengeklaim bahwa ilmu bela diri terbang (flying kung fu) di peradaban Tiongkok sebenarnya dipelajari dari orang Malonyet/Melayu
      • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan narasi video Kompas.com.
      ➡️ 4. Klaim Siti Khadijah Memiliki Hubungan dengan Dunia Melayu
      • Isi Klaim: Ia melemparkan dugaan bahwa istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khadijah, memiliki keterkaitan sejarah dengan wilayah Melayu
      • Sumber Berita: South China Morning Post (SCMP) dan dokumentasi video Kompas.com
      ➡️ 5. Klaim Kelimpahan Bijih Besi Kedah dari Aktivitas Meteor
      • Isi Klaim: Ia mengemukakan teori bahwa kelimpahan deposit bijih besi di wilayah Kedah berkaitan erat dengan aktivitas meteor pada masa lampau.
      • Sumber Berita: Artikel Kompas.com (Kanal Tren).
      ________________________________________
      MAKANAN : 8481/PORK
      GAME : JUDI
      TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
      -
      SITUS DEWASA NOMOR : 1 ASIA Nomor 4 Dunia: Laporan statistik tahunan Pornhub Insights.
      -
      BAK KUT TEH (PORK-8481) : Pengumuman resmi Jabatan Warisan Negara (MOTAC) Malonyet.
      -
      PAJAK JUDI : Panduan resmi Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / IRBM) Malonyet.
      -
      KESEHATAN MENTAL : Laporan National Health and Morbidity Survey (NHMS) dari Kementerian Kesehatan Malonyet
      ________________________________________
      SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
      • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
      • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
      • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
      -
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
      • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)

      Hapus
    2. FAKTA MALONYET MENTAL DISORDER
      MAKANAN : 8481/PORK
      GAME : JUDI
      TONTONAN : JUARA PORNO ASIA DAN DUNIA
      --------------------------------------------
      • PORNOGRAFI: Berdasarkan survei Pornhub, negara yang dimaksud berada di peringkat #1 di Asia dan #4 di dunia dalam hal akses situs pornografi.
      -
      • KULINER TRADISIONAL: Pemerintah resmi menetapkan bak kut teh (sup iga babi herbal) sebagai salah satu hidangan warisan nasional. Berdasarkan ketetapan resmi dari Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia melalui Jabatan Warisan Negara (Departemen Warisan Nasional) pada Februari 2024.
      -
      • PAJAK JUDI: Berdasarkan klarifikasi regulasi kepatuhan pajak oleh Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN / Inland Revenue Board of Malaysia - IRBM).
      -
      • KRISIS IDENTITAS BAHASA: Berdasarkan laporan sosiopolitik domestik mengenai implementasi Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan di bawah naungan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia.
      -
      • INOVASI MEDIS: Berdasarkan rilis produk medis Wondaleaf Unisex Condom yang diciptakan oleh ginekolog asal Malaysia, Dr. John Tang Ing Chinh melalui perusahaan Twin Catalyst.
      -
      • KESEHATAN MENTAL: Berdasarkan data statistik resmi dari National Health and Morbidity Survei (NHMS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM).
      -
      • PAJAK JUDI: Lembaga pendapatan dalam negeri (IRBM) menegaskan bahwa semua hasil kemenangan judi (kasino maupun online) wajib dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak.
      -
      • KRISIS IDENTITAS BAHASA: Hambatan dalam mempromosikan bahasa Melayu karena sebagian populasi masih belum fasih atau hanya menggunakannya pada acara resmi, meski sudah 60 tahun merdeka.
      -
      • INOVASI MEDIS: Seorang ginekolog menciptakan kondom uniseks pertama di dunia yang bisa digunakan pria maupun wanita dari bahan pembalut luka medis.
      -
      • KESEHATAN MENTAL: Sebanyak 1 dari 3 orang mengalami gangguan mental, namun separuhnya belum terdiagnosis, yang berisiko memicu komplikasi serius hingga rawat inap. Berdasarkan data statistik resmi dari National Health and Morbidity Survey (NHMS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM).
      -
      • ISU KEAMANAN: Profesor AS (Bruce Gilley) membatalkan kunjungannya dan menyebut negara tersebut tidak aman bagi wisatawan karena adanya intimidasi massa.
      -
      • KEGAGALAN PROYEK MILITER:
      o LCS Maharaja Lela: Korupsi memangkas proyek menjadi 5 kapal dan belum ada yang selesai sejak 2011.
      o OPV MMEA: Penundaan 3 kapal patroli hingga pemutusan kontrak galangan pada akhir 2024.
      o STRIDE & Senjata: Proyek tank/rudal mangkrak karena nihil dana, serta kegagalan total desain senapan nasional VB Berapi LP06.
      -
      • SKANDAL ASMARA & POLITIK:
      o Sultan Ibrahim & Cissie Hill (Hubungan era 1930-an).
      o Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina (Perceraian kilat dengan Miss Moscow).
      o Najib Razak & Altantuya (Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik).
      -
      • SKANDAL HUBUNGAN SESAMA JENIS: Kasus video intim yang menyeret Azmin Ali (2019) serta kasus hukum sodomi I & II yang melibatkan Anwar Ibrahim.

      Hapus
    3. BANTUAN MALONYET = DITOLAK
      2026 AGUSTUS = MALONYET IMPOR BERAS INDONESIA
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana.
      -
      • Tempo.co: Memuat penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi mengenai kecukupan logistik nasional.
      -
      • Kompas.com: Mengulas keputusan pemerintah menolak uluran tangan asing.
      --------------------------------------------
      2026 AGUSTUS = MALONYET IMPOR BERAS INDONESIA
      -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587

      Hapus
    4. PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    5. PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    6. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    7. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    8. NOT PAID FFBNP = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
  7. PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation and Industry (Riau): Anak usaha KLK Berhad. Kerap terjerat hukum karhutla di Riau, termasuk vonis penjara direkturnya dan penyegelan berulang oleh Gakkum KLHK akibat titik api pekat.
    Sumber Berita: Kementerian LHK (Gakkum), Detik.com, dan Tempo.co terkait rekam jejak penyegelan dan vonis pidana korporasi sawit asing di Riau.
    -
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat): Anak usaha TDM Berhad (BUMN Terengganu). Digugat perdata oleh KLHK senilai lebih dari Rp900 miliar atas kasus kebakaran lahan ribuan hektare di Kabupaten Melawi.
    Sumber Berita: CNN Indonesia dan Antara News mengenai rilis resmi gugatan perdata triliunan rupiah oleh KLHK terhadap korporasi Malonyet di Kalbar.
    -
    3. PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat): Anak usaha Sime Darby Plantation (SD Guthrie). Lahan konsesinya di Sanggau disegel oleh KLHK setelah satelit mendeteksi kebakaran, memicu sorotan atas komitmen kebijakan tanpa bakar (zero-burning).
    Sumber Berita: BBC News Indonesia dan CNBC Indonesia terkait rilis penyegelan lahan anak usaha raksasa sawit Kuala Lumpur oleh pemerintah RI.
    -
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat): Anak usaha IOI Corporation Berhad. Perkebunannya di Ketapang masuk pengawasan ketat pemerintah karena berulang kali menjadi episentrum titik api yang mengganggu ruang udara penerbangan.
    Sumber Berita: Kompas.com dan Mongabay Indonesia mengenai laporan pengawasan satgas udara terhadap titik api di wilayah konsesi korporasi raksasa Ketapang.
    -
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah): Terafiliasi dengan Genting Plantations Berhad. Saluran drainase kanal di lahan gambutnya memicu pengeringan parah, menyebabkan kebakaran bawah tanah (underground fire) yang sulit dipadamkan.
    Sumber Berita: Laporan Investigasi Greenpeace Indonesia dan WALHI mengenai deforestasi, pengeringan kubah gambut, dan kebakaran berulang di Kalimantan Tengah.
    =================================
    INDONESIA = 11 PESAWAT DI KALIMANATAN
    MALONYET = 1 PESAWAT DI PERBATASAN
    --------------------------------------------
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Dilaporkan oleh Website Resmi TNI (5 Sept 2026), Situs Resmi TNI AU (27 Agst 2026), dan CNN Indonesia terkait operasi modifikasi cuaca penanganan karhutla di Kalimantan.
    -
    8 Pesawat Satgas Udara di Kalbar: Dilaporkan oleh LKBN ANTARA (22 Agst 2026) mengenai operasi patroli, pemadaman, dan penyemaian awan di wilayah kritis Kalbar.
    --------------------------------------------
    1 Pesawat C-130 Hercules Malonyet: Dilaporkan oleh Kompas.com (4 Sept 2026), Media Indonesia (3 Sept 2026), dan Suara.com terkait kesiagaan armada di Kuching serta izin masuk ruang udara RI untuk atasi kabut asap PERBATASAN.
    --------------------------------------------
    😝MALONYET BAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA = 1 PESAWAT vs 11 PESAWAT😝

    BalasHapus
  8. Manakala Malaysewa NGEMIS BERAS Ke Indonesia πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus