20 Juni 2026

TNI AU Resmikan Skuadron Udara 18, Rumah bagi Pesawat Falcon 8X

20 Juni 2026

Pesawat Falcon 8X TNI AU (photo: TNI AU)

Jakarta (ANTARA) - TNI AU baru meresmikan Skuadron Udara 18 yang merupakan rumah dari pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, Prancis, Kamis

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dalam siaran pers di Jakarta mengatakan, peresmian ini dilakukan di markas Skuadron Udara 18 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dalam amanat saat upacara peresmian, Tonny mengatakan pesawat ini diperuntukkan untuk mengantar tamu penting kenegaraan ataupun pejabat penting negara.

"Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ujar Tonny dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta.

Pesawat Falcon 8X TNI AU (photo: Rizki Muhammad)

Enam pesawat Falcon 8X 
Dengan adanya skuadron baru ini, Tonny yakin TNI AU akan memberikan pelayanan dan dedikasi yang maksimal dalam memastikan keselamatan perjalanan udara para tamu penting negara.

Dalam upacara tersebut, Tonny juga mengukuhkan Komandan Skadron Udara 18 yakni Letkol Pnb Rachmad Syaputra.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI AU I Nyoman Suadnyana mengatakan seluruh fasilitas dan kebutuhan operasional pesawat Falcon 8X sudah dipenuhi oleh TNI AU.

Tercatat ada enam pesawat Falcon 8X yang bertengger di sana. Dia memastikan ke enam pesawat itu dapat beroperasi dengan baik dan mampu mendukung tugas pertahanan udara Indonesia.

20 komentar:

  1. πŸš¨πŸ“° Skadron 18 akan diisi pesawat VVIP ❗️: πŸ”» 🀴

    https://x.com/i/status/2067489806066839864

    BalasHapus
  2. MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    -------------------------------------------
    1. NERACA KEUANGAN NEGARA
    • Total Pendapatan: RM334,1 Miliar (Target Proyeksi: RM343,1 Miliar)
    • Total Pengeluaran: RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar
    • Defisit Anggaran: Minus RM135,9 Miliar (~3,5% - 3,6% dari PDB)
    --------------------------------------------
    2. ALOKASI BELANJA & BEBAN SUBSIDI
    • Belanja Mengurus (Operasional): RM338,2 Miliar (Habis untuk gaji, pensiun, dan operasional)
    • Belanja Pembangunan (Infrastruktur): RM81 Miliar
    • Beban Subsidi: RM80 Miliar (Memakan 23,9% Pendapatan / 17%-19% Total Belanja)
    --------------------------------------------
    3. SUMBER PENDAPATAN NEGARA
    • Sektor Pajak (75,8%): Pajak penghasilan individu dan korporasi
    • Sektor Non-Pajak (24,2%): Royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan
    --------------------------------------------
    4. PENYEBAB UTAMA WAJIB BERUTANG
    • Pendapatan Habis di Sektor Operasional: Belanja operasional (RM338,2 M) sudah melampaui total pendapatan (RM334,1 M).
    • Gali Lubang Tutup Lubang: Tidak ada sisa uang untuk infrastruktur dan subsidi, sehingga PEMERINTAH WAJIB MENERBITKAN SURAT UTANG BARU.
    --------------------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

    BalasHapus
  3. Khusus Palkon haha!😡‍πŸ’«πŸ§ž‍♂️🀭

    BalasHapus
  4. SHOPPING Jet VVIP nich, Brand New
    kalo yg SEWA seblah kahsiyan..low bajet haha!😝😬🀣

    BalasHapus
  5. INDONESIA punya Skadron Baru....itu keren banget

    BalasHapus
  6. FAKTA.....Kapal Induk RONGSOK yang BOROS minyak siap BEBAN TNI AL.....HAHAHAHAHHA



    KISAH PERWIRA MESIN RAMAL NASIB KAPAL INDUK GARIBALDI INDONESIA

    https://www.youtube.com/watch?v=y93z36mHSNg&t=368s

    BalasHapus
  7. 2026 CUT BUDGET =
    SUBSIDI MEMBENGKAK RM 58,4 MILLIAR
    -
    MAKAN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    -
    • Pemicu: Krisis energi akibat konflik Timur Tengah (Perang Iran).
    • Target: Hemat RM10 miliar untuk menutup subsidi yang membengkak (RM58,4 miliar).
    Sumber Utama: Channel News Asia, Free Malondesh Today, The Edge Malondesh, Astro Awani
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45%
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55%
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  8. 10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
    2026 : KNDS – ADS
    2016 : NEXTER – ADS
    2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
    2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
    -----------
    2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
    2016 LOI SPH CAESAR
    2016 LOI SPH CAESAR
    PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
    20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
    -----------
    2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
    BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
    Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
    -----------
    KASIAN LOI = SURAT HASRAT
    KLAIM KAYA = MOD 6X PM 5X AKAN SEWA MORTAR
    -
    LIMA 2025
    -LOI kepada Mildef International Technologies Sdn Bhd bagi permohonan perolehan 136 unit Kenderaan Perisai Jenis A (KJA) & Infrastruktur yang bernilai RM1.88 bilion.
    -Penambahan 2 Long Range Radar (LRR) di Bukit Peteri, Terengganu dan Bukit Lunchu, Johor bernilai RM277 juta.
    -Perolehan 178 buah Light Anti-Tank Weapon Reloadable (LATW) – Short Range bernilai RM49 juta
    -Membekal dan menghantar 780 laras Light Anti-Tank Weapon (LAW) C90 bernilai RM35 juta
    -Membekal dan menghantar 18 laras Mortar 81mm bernilai RM30 juta
    -Pembekalan 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
    -Membekal dan menghantar 1,300 butir Rounds 84mm Recoilless High Explosive (HE) bernilai RM42 juta.
    -Membekal dan menghantar 5,000 butir Mortar Bomb 60mm Illuminating IR kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta
    -Membekal dan menghantar 1,900 butir Mortar Bomb 120mm High Explosive (HE) kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta;l
    -Membekal dan menghantar peluru 5.56mm Ball bernilai RM32 juta
    -Membekal dan menghantar 1,000 butir Rounds 125mm HEAT-SD-T” bernilai RM31 juta.
    -----------
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
    Tahun depan 2024
    18 SPH
    12 HELIKOPTER CSAR
    50-60 KENDERAAN ARMOR
    3 KAPAL LMS BATCH 2
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
    Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🀣🀣🀣🀣
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
    Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
    18 buah puan syukur beli CASH...
    dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🀣🀣🀣🀣🀣
    -
    SPH CAESAR =
    GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
    Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
    -
    SPH YAVUZ =
    GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
    SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
    -
    SPH EVA =
    GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
    Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
    -----------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
    -
    MAKAN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9

    BalasHapus
  9. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
    Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
    Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
    Hegemon ASEAN:
    Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi Malaydesh dan 6,69x lipat Singapura.
    Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari Malaydesh ($1,69 T vs $0,46 T).
    Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
    -
    Krisis Fiskal & "Debt Trap" Malaydesh (2010–2026)
    Data menunjukkan tren akumulasi utang Malaydesh yang mengkhawatirkan:
    Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
    Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang Malaydesh membengkak hampir 4,4 kali lipat.
    Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,4% (2024), melewati batas aman (65%).
    -
    Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
    Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada Malaydesh:
    Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara Malaydesh habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
    Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga Malaydesh yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

    BalasHapus
  10. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Trajektori Utang Malaydesh (2010–2026)
    Data menunjukkan akumulasi utang yang tidak terkendali:
    Era Transparansi (2018): Lonjakan drastis dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun terjadi karena inklusi liabilitas tersembunyi (kasus 1MDB & proyek PPP).
    Beban Pandemi & Pasca-Pandemi: Utang terus mendaki dari RM 1,32 T (2020) hingga diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
    Defisit Fiskal: Meskipun menyusut ke 3,8% (2025), nominal defisit tetap tinggi (± USD 17,8 Miliar), memaksa penambahan utang baru setiap tahun.
    -
    Implikasi Geopolitik & Pertahanan
    Kesenjangan ekonomi ini berdampak langsung pada postur militer:
    Indonesia: Memiliki Fiscal Space luas untuk modernisasi alutsista (Rafale, Scorpene) karena beban bunga utang yang rendah.
    Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Hutang Bayar Hutang". Beban bunga utang yang masif memaksa pemerintah melakukan pembekuan total pengadaan militer dan beralih ke skema sewa (leasing) karena ketidaksediaan dana tunai.
    -
    Kesimpulan Utama: Indonesia kini berada di liga elit ekonomi global (G20 Top 6 PPP), sementara Malaydesh menghadapi risiko sistemik akibat beban utang pemerintah dan rumah tangga yang ekstrem, yang berujung pada stagnasi nasional.

    BalasHapus
  11. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Dominasi Skala Ekonomi: Indonesia sebagai Gajah Asia
    Indonesia telah melakukan decoupling (pemisahan kasta) dari ekonomi regional ASEAN:
    PDB PPP (Daya Beli Riil): Dengan angka US$ 5,69 Triliun, Indonesia menempati Peringkat 6 Dunia, melampaui Jerman, Inggris, dan Prancis.
    Skala Banding: Ekonomi riil Indonesia setara dengan gabungan Thailand + Vietnam + Filipina.
    Rasio vs Malaydesh: Indonesia 4,24x lebih besar.
    PDB Nominal (Nilai Pasar): Indonesia mencapai US$ 1,69 Triliun (Peringkat 15 Dunia).
    Rasio vs Malaydesh: Indonesia 3,67x lebih besar.
    -
    Kontras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
    Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
    Indonesia (Pruden & Sehat):
    Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
    Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
    Malaydesh (Zona Merah Fiskal):
    Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,4% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
    Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.

    BalasHapus
  12. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
    Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
    Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
    Malaydesh (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
    -
    Krisis Ketahanan Pangan Malaydesh
    Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
    Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
    Krisis Protein:
    Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
    Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
    Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

    BalasHapus
  13. 10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
    2026 : KNDS – ADS
    2016 : NEXTER – ADS
    2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
    2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
    -----------
    2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
    2016 LOI SPH CAESAR
    2016 LOI SPH CAESAR
    PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
    20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malaydesh n Army's firepower inventory.
    -----------
    2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
    BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
    Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
    -----------
    MAKAN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    -----------
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
    Tahun depan 2024
    18 SPH
    12 HELIKOPTER CSAR
    50-60 KENDERAAN ARMOR
    3 KAPAL LMS BATCH 2
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
    Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🀣🀣🀣🀣
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
    Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
    18 buah puan syukur beli CASH...
    dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🀣🀣🀣🀣🀣
    -
    SPH CAESAR =
    GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
    Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
    -
    SPH YAVUZ =
    GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
    SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
    -
    SPH EVA =
    GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
    Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
    ====================
    ====================
    ITBM KHAN = 280 KM
    55 SPH CAESAR
    -
    ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
    ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
    -
    ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
    Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
    Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
    Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
    Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
    -
    CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
    CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
    CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
    -
    CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (ArmΓ©e de Terre), the DGA (Direction GΓ©nΓ©rale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
    The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.

    BalasHapus
  14. KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
    INDONESIA = SIPRI SHOPPING
    MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    ----------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ==============
    DIBAWAH KAKI =
    LAOS
    VIETNAM
    MYANMAR
    BANGLADESH
    KENYA
    -
    The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
    -
    SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
    -
    SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
    -
    SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
    -
    SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
    -
    SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
    -
    NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
    This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
    -------------------------------------
    The MALAYDESH army has faced some challenges, including corruption and issues with military personnel:
    • Corruption
    MALAYDESH 's military has been involved in corruption, and the country's military doctrine doesn't recognize it as a threat. The Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document, and commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
    • Military personnel
    Some say that military personnel have struggles with thinking skills, decision-making, and problem-solving.
    • Logistics
    Some say that MALAYDESH has had problems ensuring the readiness of the MALAYDESH Armed Forces (MAF) in the face of threats
    -
    ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
    (5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
    2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
    2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
    2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
    2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
    2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
    2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin


    BalasHapus
  15. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
    Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
    Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
    Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
    Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
    -
    Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
    Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
    Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
    Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
    -
    Kesimpulan Analisis
    Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
    Malaydesh terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

    BalasHapus
  16. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------Tantangan Operasional & Internal
    Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
    Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
    SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
    Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
    -
    Sorotan Skandal & Opini Publik
    Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
    Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
    Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
    Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
    -
    Kesimpulan Perbandingan
    Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
    Malaydesh: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

    BalasHapus
  17. KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
    INDONESIA = SIPRI SHOPPING
    MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    ----------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ==============
    2016 PRANK NEXTER
    Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALAYDESH Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALAYDESH Army's firepower inventory.
    --
    2023 PRANK MKE
    The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
    --
    2022 PRANK KDS
    MALAYDESH is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm self-propelled howitzers for the MALAYDESH Army.
    -------------------------------------
    The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
    -
    SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
    -
    SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
    -
    SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
    -
    SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
    -
    SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
    -
    NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
    This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
    -
    ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
    (5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
    2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
    2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
    2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
    2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
    2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
    2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin

    BalasHapus
  18. MEMALUKAN SEKALI INI ....RONGSOK ASETNYA GUYS !!!!!
    FAKTA BERITA SAH DAN VALID INI DARI MENTERI MINDEF BERUK MALAYDESH SENDIRI.....DITAMBAH DARI PANGLIMA ARMADA BARAT BERUK ASET TLDM 75% RONGSOK SEMUA 🀑🀑🀑🀑🀣🀣🀣🀣🀣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Khaled mengatakan Anka-S juga mampu membawa senjata, tetapi Malaysia memilih untuk tidak melengkapi pesawat tersebut dengan senjata

    ANKA BASIC MALAYDESH CUMA PUSING PUSING CARI POKOK PISANG DAN UBI BUAT BERUK BOTOL KASTA SUBSIDI MAKLUM NEGARA MISKIN 🀑🀑🀑🀑🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  19. Hanggar pesawat ini jika ada drone bersenjata ataupun rudal musuh mampir, akan rata dengan tanah, perlu adanya bungker2 alutsista strategis yg modern, memanfaatkan geografis dan geologis Indonesiabyang kaya

    BalasHapus