Pesawat Falcon 8X TNI AU (photo: TNI AU)
Jakarta (ANTARA) - TNI AU baru meresmikan Skuadron Udara 18 yang merupakan rumah dari pesawat Falcon 8X buatan Dassault Aviation, Prancis, Kamis
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dalam siaran pers di Jakarta mengatakan, peresmian ini dilakukan di markas Skuadron Udara 18 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Dalam amanat saat upacara peresmian, Tonny mengatakan pesawat ini diperuntukkan untuk mengantar tamu penting kenegaraan ataupun pejabat penting negara.
"Dukungan penerbangan VIP dan VVIP merupakan amanat kehormatan yang menuntut profesionalisme, keamanan, serta tanggung jawab yang tinggi. Setiap misi membawa kepercayaan negara sekaligus mencerminkan kualitas pengabdian TNI Angkatan Udara dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan,” ujar Tonny dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta.
Pesawat Falcon 8X TNI AU (photo: Rizki Muhammad)
Enam pesawat Falcon 8X
Dengan adanya skuadron baru ini, Tonny yakin TNI AU akan memberikan pelayanan dan dedikasi yang maksimal dalam memastikan keselamatan perjalanan udara para tamu penting negara.
Dalam upacara tersebut, Tonny juga mengukuhkan Komandan Skadron Udara 18 yakni Letkol Pnb Rachmad Syaputra.
Di saat yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI AU I Nyoman Suadnyana mengatakan seluruh fasilitas dan kebutuhan operasional pesawat Falcon 8X sudah dipenuhi oleh TNI AU.
Tercatat ada enam pesawat Falcon 8X yang bertengger di sana. Dia memastikan ke enam pesawat itu dapat beroperasi dengan baik dan mampu mendukung tugas pertahanan udara Indonesia.
(Antara)
-1126912-1080.webp)
🚨📰 Skadron 18 akan diisi pesawat VVIP ❗️: 🔻 🤴
BalasHapushttps://x.com/i/status/2067489806066839864
Asset mevvah ini…cihuyyy
HapusMISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
BalasHapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-------------------------------------------
1. NERACA KEUANGAN NEGARA
• Total Pendapatan: RM334,1 Miliar (Target Proyeksi: RM343,1 Miliar)
• Total Pengeluaran: RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar
• Defisit Anggaran: Minus RM135,9 Miliar (~3,5% - 3,6% dari PDB)
--------------------------------------------
2. ALOKASI BELANJA & BEBAN SUBSIDI
• Belanja Mengurus (Operasional): RM338,2 Miliar (Habis untuk gaji, pensiun, dan operasional)
• Belanja Pembangunan (Infrastruktur): RM81 Miliar
• Beban Subsidi: RM80 Miliar (Memakan 23,9% Pendapatan / 17%-19% Total Belanja)
--------------------------------------------
3. SUMBER PENDAPATAN NEGARA
• Sektor Pajak (75,8%): Pajak penghasilan individu dan korporasi
• Sektor Non-Pajak (24,2%): Royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan
--------------------------------------------
4. PENYEBAB UTAMA WAJIB BERUTANG
• Pendapatan Habis di Sektor Operasional: Belanja operasional (RM338,2 M) sudah melampaui total pendapatan (RM334,1 M).
• Gali Lubang Tutup Lubang: Tidak ada sisa uang untuk infrastruktur dan subsidi, sehingga PEMERINTAH WAJIB MENERBITKAN SURAT UTANG BARU.
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
BalasHapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-------------------------------------------
1. NERACA KEUANGAN NEGARA
• Total Pendapatan: RM334,1 Miliar (Target Proyeksi: RM343,1 Miliar)
• Total Pengeluaran: RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar
• Defisit Anggaran: Minus RM135,9 Miliar (~3,5% - 3,6% dari PDB)
--------------------------------------------
2. ALOKASI BELANJA & BEBAN SUBSIDI
• Belanja Mengurus (Operasional): RM338,2 Miliar (Habis untuk gaji, pensiun, dan operasional)
• Belanja Pembangunan (Infrastruktur): RM81 Miliar
• Beban Subsidi: RM80 Miliar (Memakan 23,9% Pendapatan / 17%-19% Total Belanja)
--------------------------------------------
3. SUMBER PENDAPATAN NEGARA
• Sektor Pajak (75,8%): Pajak penghasilan individu dan korporasi
• Sektor Non-Pajak (24,2%): Royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan
--------------------------------------------
4. PENYEBAB UTAMA WAJIB BERUTANG
• Pendapatan Habis di Sektor Operasional: Belanja operasional (RM338,2 M) sudah melampaui total pendapatan (RM334,1 M).
• Gali Lubang Tutup Lubang: Tidak ada sisa uang untuk infrastruktur dan subsidi, sehingga PEMERINTAH WAJIB MENERBITKAN SURAT UTANG BARU.
--------------------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
Khusus Palkon haha!😵💫🧞♂️🤭
BalasHapusSHOPPING Jet VVIP nich, Brand New
BalasHapuskalo yg SEWA seblah kahsiyan..low bajet haha!😝😬🤣