Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan

20 Agustus 2026

Anggaran Pertahanan Tembus Rp329,5 Triliun di RAPBN 2027, Naik Rp30 Triliun

20 Agustus 2026

Fly pass pesawat angkut dan tempur TNI AU (photo: Antara)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp329,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk fungsi pertahanan Indonesia.

"Anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp329.472,0 miliar (Rp329,5 triliun)," dikutip dari Buku II Nota Keuangan serta RAPBN 2027.

Apabila dibandingkan dengan outlook Tahun Anggaran 2026, angka tersebut naik sekitar Rp30 triliun. Pada tahun anggaran 2026, outlook Fungsi Pertahanan diperkirakan mencapai Rp299,1 triliun atau meningkat 10,1 persen.

Pemerintah menjelaskan anggaran itu nantinya akan digelontorkan untuk sejumlah output strategis, mulai dari pengadaan dan pemeliharaan alutsista dan nonalutsista hingga pembangunan dan pengadaan sarana prasarana pertahanan.

Kemudian, anggaran tersebut digunakan untuk penelitian dan pengembangan industri pertahanan, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta penyelenggaraan operasi matra. Pemerintah juga menyebut langkah ini sekaligus merespons dinamika geopolitik global serta mengantisipasi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Nantinya, kebijakan Fungsi Pertahanan tahun anggaran 2027 diarahkan untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan melalui sejumlah langkah, antara lain modernisasi/pemeliharaan (harwat) alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan; serta pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.

Lalu, ada pelaksanaan operasi pertahanan dan keamanan, penguatan komponen cadangan dan komponen pendukung, penguatan kemampuan teritorial pertahanan negara, serta penguatan siber, sandi, dan sinyal dalam menjaga ketahanan negara di era digital.

Adapun anggaran dalam fungsi pertahanan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional. Dalam kurun waktu 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025.

GMF Serahkan Pesawat C-130H A-1319 kepada Kemenhan

20 Agustus 2026

Penyerahan pesawat C-130H A-1319 dari GMF kepada Kemenhan (photos: TNI AU, Kemhan)

GMF Selesaikan Modernisasi C-130H Hercules Kedua
Setelah menjalani serangkaian modernisasi, C-130H dengan tail number A-1319 akhirnya kembali mengudara. Pesawat ini resmi diserahterimakan GMF kepada Kementerian Pertahanan RI pada Rabu (19/08) di Hanggar 4 GMF, dengan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mewakili GMF dalam prosesi yang disaksikan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. Keberhasilan ini merupakan buah dedikasi #EngineeringHeroes pada Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP).


A-1319 menjadi C-130H kedua yang dimodernisasi GMF setelah A-1315, sekaligus prototipe pertama yang menjalani rangkaian modifikasi di luar fasilitas Lockheed Martin. Lebih dari sekadar project, pencapaian ini membuktikan kapabilitas anak bangsa dalam menangani pesawat militer sekaligus menjadi langkah strategis GMF menuju Hercules Service Center. Kini, A-1319 kembali mengudara untuk misi selanjutnya. (GMF AeroAsia)


Modernisasi C-130HS perkuat kemandirian pemeliharaan alutsista di dalam negeri
Modernisasi pesawat angkut C-130HS Hercules TNI Angkatan Udara terus diperkuat melalui dukungan industri dirgantara nasional sebagai langkah meningkatkan kemandirian pemeliharaan alutsista di dalam negeri.


Pesawat C-130HS Hercules tail number A-1319 hasil modernisasi Garuda Maintenance Facility (GMF) diserahkan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, kemudian diserahkan kepada TNI AU dan diterima Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di Cengkareng, Tangerang.


Modernisasi A-1319 menjadi salah satu wujud penguatan kemampuan industri dirgantara nasional dalam mendukung kesiapan operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri. (TNI AU)


Menhan hadiri penyerahan C-130H A-1319
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri penyerahan pesawat C-130H A-1319 hasil modernisasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) kepada Kementerian Pertahanan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8).

Pesawat C-130H A-1319 tetap berdinas di Skadron Udara 32 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur (photo: Detik)

Modernisasi ini menjadi tonggak penguatan kemampuan industri nasional dalam pemeliharaan dan modernisasi alutsista. C-130H A-1319 merupakan Hercules pertama yang menjalani modifikasi besar di GMF di luar fasilitas Lockheed Martin, meliputi Center Wing Box Replacement, Avionics Upgrade Program, dan Structural Integrity Program.

pesawat C-130H A-1319 sebelum modernisasi (photo: Fariz Fadhilah)

Modernisasi meningkatkan keandalan, kemampuan avionik, kesiapan operasional, serta memperpanjang usia pesawat sekitar 15–20 tahun. Menhan Sjafrie menegaskan langkah ini memperkuat kemandirian pertahanan dan kemampuan pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri. (Kemhan)

19 Agustus 2026

Terima Kunjungan SIG Sauer, Jajaki Modernisasi Persenjataan Korps Marinir

19 Agustus 2026

SIG Sauer lakukan kunjungan kehormatan ke Korps Marinir (photo: Korps Marinir)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Executive President SIG Sauer Inc. USA Amaro Goncalves dan Director Global Defence Jonatan Edward Abramovic beserta rombongan melaksanakan courtesy call kepada Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. dalam rangka mempererat hubungan serta menjajaki peluang kerja sama di bidang teknologi dan modernisasi persenjataan prajurit Korps Marinir. Kegiatan berlangsung di Gedung Neptunus, Mabesal Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/08/2026).

M18 pistol kaliber 9 mm USMC (photo: SIG Sauer)

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk bertukar informasi mengenai perkembangan teknologi persenjataan modern, khususnya senjata perorangan dan persenjataan ringan yang memiliki tingkat keandalan, akurasi, ergonomi, serta fleksibilitas tinggi guna mendukung kebutuhan prajurit Marinir dalam melaksanakan berbagai tugas operasi.

SIG Sauer MCX yang dipakai pasukan komando Royal Marine (photo: Gold Troop)

Dalam kesempatan tersebut, Pangkormar menyambut baik kunjungan perwakilan SIG Sauer Inc. USA dan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi persenjataan perlu terus diikuti guna mendukung peningkatan kemampuan tempur dan kesiapan prajurit Korps Marinir. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang komunikasi dan kerja sama yang konstruktif dalam pengembangan serta modernisasi persenjataan sesuai kebutuhan operasional Korps Marinir.

SIG Sauer NGWS yang digunakan USMC (photo: SIG Sauer)

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Korps Marinir untuk memperoleh informasi dan wawasan mengenai perkembangan persenjataan modern, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kemampuan prajurit, baik dari aspek ketepatan, daya guna, maupun efektivitas penggunaan senjata di medan tugas.

SIG Sauer Mk22 sniper US Army (photo: SIG Sauer)

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan profesional, serta diakhiri dengan pemberian cendera mata dan foto bersama sebagai dokumentasi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asrena Pangkormar, Dandenma Mako Kormar, Danyon Roket 1 Marinir, Korsmin Pangkormar, rombongan SIG Sauer Inc. USA, serta rombongan PT Prawira Indodarma.

DPR Tindak Lanjuti Surat Presiden Soal Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

19 Agustus 2026

KRI Ki Hajar Dewantara 364 buatan Uljanik shipyard, Yogoslavia (photo: Antara)

DPR menindaklanjuti surat presiden (surpres) mengenai penjualan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara.

Ihwal pengiriman surpres tersebut diumumkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco saat membuka Rapat Paripurna Ke-2 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

“Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli hal permohonan persetujuan DPR RI terhadap penjualan barang milik negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara,” kata Dasco.

18 Agustus 2026

Boeing A-7307 Tuntaskan Check D di Sathar 14

18 Agustus 2026

Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) ketika masuk dan keluar Sathar 14 Depohar 10, Bandung (photos: Sathar 14)

Bandung – Sathar 14. Letkol Tek Syahprial Rahman, secara langsung menyerahan Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) kepada Skadron Udara 17 yang diwakilkan Mayor Pnb Andreas. Giat berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, pada kamis (13/08/2026), dengan penuh kebanggaan.


Pesawat Kencana 07 sebelumnya telah menyelesaikan pemeliharaan berat “Check D”, yakni pemeliharaan berkala tingkat tinggi yang memiliki interval delapan tahun. Proses ini dilaksanakan selama enam bulan penuh oleh para teknisi berpengalaman dari Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Check D merupakan salah satu tahap pemeliharaan paling kompleks dan mendalam untuk memastikan kesiapan pesawat secara menyeluruh sebelum kembali mendukung operasi penerbangan.


Setelah seluruh rangkaian pemeliharaan selesai, Pesawat A-7307 juga berhasil melaksanakan tahapan Uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi tanpa kendala. Hasilnya, Kencana 07 dinyatakan laik terbang dan siap kembali menjalankan tugas-tugas penting yang diembankan oleh TNI Angkatan Udara.


Dengan tuntasnya pemeliharaan tingkat berat ini, Pesawat A-7307 secara resmi kembali ke satuannya untuk mendukung operasional Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini siap memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP serta menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas operasi strategis di lingkungan TNI AU.

17 Agustus 2026

Batekhan Kemhan Teken MoU Pengembangan Teknologi Rantis Fortes H.V 9.0.

17 Agustus 2026

Rantis Fortes H.V 9.0. lansiran PT ESM yang akan dikembangkan (photo: ESM, Batekhan)

Kabatekhan hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Mengenai kerja sama pengembangan Teknologi Kendaraan Taktis Militer Terbaru Fortes H.V 9.0.


Prosesi Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM (Elang Sukses Mardika) selaku mitra industri Pertahaanan dalam negeri.


Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri Pertahanan Nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

16 Agustus 2026

Kemampuan Multi-Mission Kamikaze Unmanned Surface Vehicle (USV) PT PAL Indonesia

16 Agustus 2026

USV Kamikaze PT PAL Indonesia tampil perdana dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8) (photos & video:  PAL)

Surabaya, (13/08) – Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze buatan PT PAL Indonesia tidak hanya dirancang untuk menjalankan misi serang dengan menghantam sasaran secara langsung. Disamping itu, kapal permukaan tanpa awak dengan kecepatan hingga 55 knot ini, memiliki kemampuan Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR).

Seperti diberitakan sebelumnya, USV Kamikaze buatan PT PAL Indonesia berhasil menjalankan misi serang dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8). Dalam skenario swarm formation, USV dengan hulu ledak 150 kilogram itu berhasil menghantam sasaran.


Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan industri pertahanan nasional dalam mengembangkan produk inovatif untuk mendukung penguatan alat utama sistem senjata (Aalutsista) TNI Angkatan Laut.

Menurut dia, pengembangan USV tidak semata-mata menghasilkan sebuah wahana tanpa awak, tetapi juga menjadi bagian dari proses penguasaan teknologi di dalam negeri.


“Keberhasilan USV ini bukan hanya tentang menghasilkan sebuah platform, tetapi tentang membangun kemampuan teknologi di dalam negeri. Mulai dari kompetensi engineer, penguasaan sistem, hingga kemampuan integrasi dan pengujian, semuanya menjadi bagian penting dari proses menuju industri pertahanan yang semakin mandiri,” ujar Kaharuddin.

Ia menambahkan, teknologi nirawak membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi (technology-driven). Integrasi sistem otonom (autonomous system), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan sistem navigasi nirawak dalam satu platform menjadi bagian dari pengembangan kemampuan tersebut.


“Autonomous, artificial intelligence, dan sensor fusion akan menjadi bagian penting dari masa depan teknologi maritim. Karena itu, inovasi tidak berhenti pada satu produk, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya,” katanya.

Kaharuddin menegaskan pengembangan USV juga berpotensi memperkuat ekosistem industri nasional. Penguasaan teknologi ini mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan rantai pasok nasional, khususnya pada sektor elektronika, sensor, perangkat lunak, sistem komunikasi, manufaktur, dan integrasi sistem.


Dalam perkembangan teknologi pertahanan global, USV juga semakin bergeser dari sekadar platform eksperimental menjadi bagian dari konsep system of systems. Konsep tersebut memungkinkan wahana tanpa awak berkolaborasi dengan kapal berawak maupun sistem pertahanan lainnya dalam satu ekosistem operasi.

“Penguasaan teknologi USV tidak hanya memperkuat kemampuan operasional, tetapi juga memperluas kapasitas industri nasional untuk menghasilkan solusi teknologi maritim yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan Indonesia,” pungkas Kaharuddin.

(PAL)

14 Agustus 2026

TNI AL Melaksanakan Uji Tembak MLRS Pertama dari Flight Deck Kapal PPA

14 Agustus 2026

Flight deck kapal PPA KRI Prabu Siliwangi 321 (photo: TNI AL)

TNI Angkatan Laut telah melaksanakan uji tembak pertama sistem peluncur roket ganda (multiple-launch rocket system atau MLRS) dari geladak penerbangan salah satu kapal perang kelas Brawijaya, yakni jenis Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA).

Uji tembak tersebut dilakukan dari kapal kedua di kelasnya, KRI Prabu Siliwangi 321, dalam sebuah latihan angkatan laut di wilayah Kepulauan Riau antara akhir Juli dan awal Agustus 2026.

MLRS RM-70 Vampire kaliber 122 mm milik Korps Marinir TNI AL menembakkan roket dari flight deck/geladak penerbangan KRI Prabu Siliwangi 321 (photo: TNI AL)

Gambar-gambar yang dirilis oleh TNI AL menunjukkan bahwa MLRS yang dikerahkan di atas kapal PPA tersebut adalah sistem RM-70 Vampire kaliber 122 mm milik Korps Marinir Indonesia, yang sebelumnya telah terlihat di atas kapal tersebut sejak Mei 2026.

RM-70 Vampire merupakan sistem roket artileri berbasis truk yang dikembangkan dari keluarga BM-21 Grad.

Sejumlah kalangan menyebutkan bahwa uji tembak MLRS ini menggunakan roket kendali TRG-122 yang pada bulan Mei 2026 lalu baru diterima dari Turkiye (photo: Roketsan) 

Sistem ini menembakkan roket kaliber 122 mm dalam salvo cepat untuk menyasar target area, memberikan daya tembak masif (saturation fire) terhadap posisi pertahanan dan sasaran darat lainnya.

KRI Prabu Siliwangi adalah satu dari dua kapal PPA yang dibeli Indonesia dari perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri, melalui kesepakatan senilai 1,18 miliar euro (1,36 miliar dolar AS).

Spesifikasi teknik TRG-122 roket kendali kaliber 122mm buatan Roketsan, Turkiye (image: Roketsan)

Kapal ini mulai beroperasi secara resmi pada Desember 2025, sementara kapal saudaranya yang merupakan kapal pertama di kelas tersebut, KRI Brawijaya 320, telah lebih dulu masuk dalam jajaran armada Indonesia pada Juli 2025.

Kedua kapal tersebut dilengkapi dengan meriam utama kaliber 127 mm, meriam kaliber 76 mm, serta sel sistem peluncur vertikal (vertical launch system atau VLS) yang mampu meluncurkan senjata anti-udara dan anti-permukaan.

13 Agustus 2026

Kunjungan Kerja Komandan Batalyon Ranratfib 2 Marinir Di Skuadron Udara 700 Puspenerbal

13 Agustus 2026

Kunjungan kerja Komandan Batalyon Ranratfib 2 Marinir di Skuadron Udara 700 Puspenerbal (photos: PasMar2)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Surabaya). menyongsong era modernisasi Alutsista berbasis teknologi ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) Komandan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar), Mayor Mar Ferry Prasetiadi menyambangi Skuadron Udara 700 Puspenerbal yang merupakan satuan khusus Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di bawah jajaran Wing Udara 2 Puspenerbal yang berlokasi di Juanda Surabaya Jawa timur. Senin (10/08)


Langkah strategis ini diambil untuk mempelajari dan menyerap kapabilitas teknologi drone intai guna memperkuat referensi kebutuhan taktis Kavaleri Marinir di medan operasi.


​Kegiatan ini selaras dengan misi komandan, yaitu membangun batalyon yang profesional, berkarakter, modern dan siap terintegrasi dengan teknologi mutakhir.

11 Agustus 2026

KRI Golok-688 Kunjungi Kodaeral VI di Makassar

11 Agustus 2026

Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Golok-688 (photos: Kodaeral VI)

Pada hari Minggu tanggal 09 Agustus 2026, KRI Golok-688, Kapal Cepat Rudal (KCR) berteknologi trimaran (tiga lambung) yang punya kemampuan siluman (stealth), menyapa langsung masyarakat di NBOD Kodaeral VI.

Buat warga Kota Makassar yang penasaran sama kekuatan maritim Indonesia, ini adalah kesempatan langka buat kenal lebih dekat dengan alutsista canggih milik TNI Angkatan Laut.


Kapal luar biasa ini dibangun menggunakan bahan komposit serat karbon pilihan yang membuatnya super ringan, tahan korosi, dan yang paling keren: sulit dideteksi oleh radar musuh! Gak cuma itu, KRI Golok-688 juga dibekali spesifikasi sangar yang mempunyai kecepatan maksimum: 28 knot (Kecepatan jelajah 16 knot) dengan sistem persenjataan: Meriam kaliber 30 mm, Senapan mesin 12,7 mm, serta diproyeksikan membawa rudal anti-kapal modern.


Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran KRI Golok-688 di Makassar merupakan wujud nyata keterbukaan TNI AL sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk melihat langsung kemajuan teknologi pertahanan laut Indonesia.

"Kehadiran KRI Golok-688 di tengah masyarakat Makassar bukan sekadar pameran alutsista, tetapi juga wujud kecintaan dan kebanggaan kita bersama terhadap kekuatan maritim TNI Angkatan Laut. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para generasi muda, untuk datang, melihat langsung, dan menumbuhkan semangat kebaharian di dalam diri mereka," ujar Dankodaeral VI.


Adapun rangkaian acara dan atraksi spektakuler lainnya pada event NBOD ini antara lain Fun Bike, Open Ship, Atraksi Terjun Payung, Joy Sailing, Penampilan Drumb Band dan Stand Bazar Kuliner UMKM.

09 Agustus 2026

Profesionalisme Tim Pendukung Jadi Penentu Kesiapan Misi TNI AU di Exercise Pitch Black 2026

09 Agustus 2026

Kontingen TNI Angkatan Udara pada Exercise Pitch Black 2026 (photos: TNI AU)

Darwin, Australia-Dispenau. Profesionalisme dan sinergi personel pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapan misi Kontingen TNI Angkatan Udara pada Exercise Pitch Black 2026 di Darwin, Australia. Ground crew, tim ACMI, teknisi pemeliharaan, dan staf administrasi bekerja terpadu memastikan pesawat T-50i Golden Eagle selalu siap melaksanakan latihan.


Ground crew bertugas menyiapkan dan memeriksa pesawat sebelum maupun setelah penerbangan, sementara tim ACMI mendukung pemantauan serta evaluasi manuver udara.


Para teknisi memastikan kondisi pesawat laik terbang sesuai SOP, sedangkan staf administrasi mendukung perencanaan dan koordinasi operasional.


Sinergi seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran latihan dan mencerminkan kesiapan TNI AU dalam melaksanakan operasi udara bersama negara sahabat.

07 Agustus 2026

PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene yang Bisa Nyelam Lebih Lama

07 Agustus 2026

Seremoni first steel cutting dimulainya pembangunan membangun kapal selam Scorpene oleh PT PAL Indonesia di Surabaya (photos: PAL, Antara)

Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia mulai membangun kapal selam Scorpene untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui seremoni first steel cutting di Surabaya, Jawa Timur, dengan target penyelesaian selama 96 bulan atau sekitar delapan tahun.

"Alhamdulillah berjalan lancar dan pembangunan kapal selam ini akan berlangsung selama 96 bulan, kurang lebih delapan tahun," kata Kepala Staf TNI  Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali di Surabaya, Jumat.

Ali mengatakan first steel cutting dilakukan sekitar 12 bulan setelah kontrak pembangunan kapal selam tersebut efektif. Saat ini progres pembangunan kapal selam Scorpene telah mencapai sekitar 20,5 persen.

Kasal berharap pembangunan kapal selam Scorpene dapat selesai sesuai jadwal sehingga proses penyerahan kepada TNI AL juga berlangsung tepat waktu.

"Kami berharap ini bisa terbangun dengan tepat waktu. Jadi, delivery time-nya bisa tepat waktu," ujarnya.

Ali menegaskan pembangunan kapal selam Scorpene melibatkan putra-putri terbaik Indonesia dengan dukungan dan pendampingan dari Naval Group Prancis.

Menurut dia, kapal selam yang dibangun di Indonesia merupakan generasi terbaru Scorpene.

"Scorpene yang kita bangun ini lebih maju dibandingkan dengan Scorpene-Scorpene sebelumnya yang dibangun di beberapa negara. Ini yang terakhir, keluaran terakhir," katanya.

Ia menjelaskan kapal selam Scorpene memiliki panjang hampir 72 meter atau sekitar 10 meter lebih panjang dibandingkan kapal selam TNI AL sebelumnya. Kapal selam tersebut juga memiliki kemampuan menyelam lebih lama dan lebih dalam.

Dari sisi persenjataan, Scorpene tidak hanya dilengkapi torpedo, tetapi juga peluru kendali.

"Selain torpedo, ia dilengkapi juga dengan peluru kendali. Ini merupakan hal yang baru mungkin bagi kita untuk menembakkan peluru kendali dari bawah air," katanya.

Ali menambahkan TNI AL telah menyiapkan satuan tugas pengawak kapal selam tersebut, termasuk mengirim personel secara bertahap ke Prancis untuk mengikuti pelatihan bersama Angkatan Laut Prancis dan Naval Group.

Menurut dia, pembangunan kapal selam Scorpene di dalam negeri merupakan langkah penting untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia.

"Ini merupakan hal yang sangat bagus sekali. Ini pertama kali kita membangun kapal selam dari awal, dari awal di Indonesia. Di negara-negara ASEAN mungkin kita yang pertama kali membangun kapal selam di dalam negerinya," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan first steel cutting menjadi bukti kerja sama konsorsium antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis berjalan baik.

"First steel cutting ini juga menunjukkan bagaimana konsorsium kerja sama antara Naval Group dan PT PAL Indonesia berlangsung dengan sangat baik," kata Djenod.

Ia menilai kerja sama tersebut tidak hanya terkait pembangunan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga menjadi sarana transfer teknologi antara Indonesia dan Prancis.

(Antara)

Pesawat Tempur Rafale dan A400M Unjuk Taring di Langit Dabo Singkep, Babak Baru Kekuatan TNI AU

07 Agustus 2026

Pesawat tempur Rafale dan pesawat angkut A400M uji kemampuan di Langit Dabo Singkep (all photos: TNI AU)

Langit Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mendadak menjadi wahana unjuk kekuatan udara Tentara Nasional Indonesia (TNI). Di tengah latihan gabungan tiga matra TNI, formasi pesawat tempur generasi terbaru milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) membelah angkasa, menandai babak baru modernisasi pertahanan udara Indonesia.

Sorotan utama tertuju pada kehadiran empat pesawat tempur Rafale buatan Prancis yang terbang mengawal pesawat angkut strategis A400M. Pemandangan itu menjadi simbol kemampuan baru TNI AU yang kini mulai mengoperasikan alutsista berteknologi tinggi hasil program modernisasi pertahanan.


Dalam foto dokumentasi resmi TNI AU, A400M—pesawat angkut terbesar yang kini dimiliki Indonesia—terlihat terbang di udara dengan dua Rafale mengawal di sisi kanan dan kiri bagian belakang. Formasi itu bukan sekadar atraksi udara, melainkan simulasi operasi tempur terpadu yang menguji koordinasi antarpesawat dalam berbagai skenario operasi militer.

Latihan gabungan terintegrasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan pertahanan yang mampu bergerak cepat, presisi, dan saling terhubung antarmtara. Di sinilah kemampuan tempur udara, laut, dan darat diuji dalam satu kesatuan operasi.


Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, latihan ini dirancang untuk memperkuat interoperabilitas seluruh unsur TNI.

Menurutnya, pengerahan alutsista terbaru bukan hanya menunjukkan kesiapan operasional, tetapi juga menjadi ajang menguji performa pesawat beserta personel yang mengawakinya dalam berbagai kondisi operasi.


Namun kekuatan yang ditampilkan tidak berhenti pada Rafale dan A400M.

TNI AU juga mengerahkan sejumlah aset tempur andalan lainnya, mulai dari pesawat tanpa awak (UAV), pesawat angkut Hercules C-130, pesawat intai, hingga Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat). Seluruh elemen tersebut memainkan peran berbeda dalam simulasi operasi militer yang dirancang menyerupai situasi nyata di medan tempur.


Bagi TNI AU, latihan seperti ini menjadi laboratorium untuk memastikan seluruh sistem senjata, teknologi, hingga sumber daya manusia mampu bekerja dalam satu komando yang terintegrasi. Kehadiran Rafale dan A400M pun menjadi penanda bahwa proses transformasi kekuatan udara Indonesia tidak lagi sebatas rencana, melainkan mulai diuji langsung dalam operasi lapangan.

Menurut I Nyoman, seluruh rangkaian latihan berlangsung aman dan lancar. Ia berharap latihan terpadu ini semakin memperkuat kesiapan tempur TNI AU sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.


Di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang, kemunculan Rafale dan A400M dalam latihan gabungan bukan hanya menjadi demonstrasi kekuatan, tetapi juga pesan bahwa Indonesia terus membangun postur pertahanan yang modern, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

06 Agustus 2026

Korps Marinir Adakan Kajian Meriam Howitzer 105mm LG1 MK III

06 Agustus 2026

Presentasi howitzer 105 mm LG1 MK III (photo: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) -- Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., berkenan menerima Presentasi dan Diskusi Teknis Meriam Howitzer 105 mm LG1 MK III produk KNDS Prancis yang berlangsung di Golf Driving Range Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (03/08/2026).

Pada kegiatan tersebut, Pangkormar didampingi Kepala Staf Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Suherlan, Ir. Kormar, Komandan Pasmar 1 yang diwakili oleh Aslog Danpasmar 1, Asrena Pangkormar, Aster Pangkormar, Sahli A Bidang Operasi Kormar, Waaslog Kormar, Waasrena Kormar, Kadisenlekal Kormar, Danmenart 1 Mar, serta Danyon Howitzer 1 Mar.


Kegiatan diawali dengan pemaparan oleh Direktur PT Lentera Sumber Makmur Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo mengenai kemampuan, spesifikasi teknis, serta perkembangan teknologi Meriam Howitzer 105 mm LG1 MK III. Sistem senjata artileri medan ringan ini memiliki mobilitas tinggi, bobot yang ringan, laju tembak yang optimal, serta dirancang untuk memberikan dukungan tembakan secara efektif dalam berbagai operasi tempur.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung interaktif, dibahas berbagai aspek teknis, operasional, hingga dukungan logistik dan pemeliharaan sistem senjata. Kegiatan ini menjadi sarana bertukar informasi dan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi alutsista modern yang dapat menjadi bahan kajian dalam mendukung peningkatan kemampuan tempur Korps Marinir TNI Angkatan Laut.


Pada kesempatan tersebut, Pangkormar menekankan bahwa setiap pengembangan kemampuan tempur Korps Marinir harus didukung oleh alutsista yang modern, andal, dan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Oleh karena itu, setiap pemaparan teknologi pertahanan harus dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kemampuan tempur, interoperabilitas, dukungan logistik, pemeliharaan, serta efektivitas penggunaannya dalam mendukung pelaksanaan tugas Korps Marinir di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, Korps Marinir terus berupaya mengikuti perkembangan teknologi pertahanan modern sebagai bagian