12 April 2026
Malaysia Terima 113 Radio HF XL Mulai 2028 , Pelanggan Export Pertama Thales
17 Februari 2026
RTAF Tested its SATCOM Satellite Communication System with the Domestically Developed SIKAN UAV
31 Januari 2026
Reublikorp dan Aselsan Teken Perjanjian ToT untuk HYBRA Digital Mobile Radio (DMR)
07 Januari 2026
Batalyon Parako 471 Pasgat Terima Dua Unit Kendaraan Pendukung Baru
07 Desember 2025
TNI AL Resmikan Sistem Pusat Komando dan Pengendalian (Sispuskodal) Komando Operasi Kapal Selam
16 September 2025
Thales Wins with Malaysia Its First Export Contract for Its Land-based High-Frequency XL Radio Systems
05 September 2025
Australian Navy Upgrades Its Satellite Communications
08 Februari 2025
Havelsan Successfully Upgrades Turkish CN-235 Aircraft with Advent Marti System
08 Februari 2025
The interoperability feature of Havelsan's Advent Marti C2 system integrated with Türkiye's Coast Guard Command's TCSG-553 aircraft (infographic: Havelsan)ADVENT MARTI Command and Control System Integrated into TCSG-553 Aircraft
Developed with national engineering capabilities, the ADVENT MARTI Command and Control System has been successfully integrated into the TCSG-553 aircraft of the Turkish Coast Guard Command. This integration aims to enhance the operational efficiency of critical airborne platforms used in security and defense missions.
Air platforms, equipped with advanced mission systems, play a pivotal role in intelligence, reconnaissance, and surveillance operations. They are essential tools in combating drug smuggling, migrant trafficking, human trafficking, and preventing high-risk incidents like hijackings. Advanced decision support systems like ADVENT MARTI are vital in ensuring mission success in these scenarios.
CN-235 no registration TSCG-553 of the Turkish Coast Guard integrated with Advent Marti Command and Control System (photos: Havelsan)
The ADVENT MARTI solution, part of the ADVENT CMS product family developed under the leadership of the Turkish Naval Forces Command, is specifically designed for special mission aircraft and helicopters. It provides real-time situational awareness, advanced command and control capabilities, and a flexible structure to adapt to various mission requirements.
Advanced Features of ADVENT MARTI
The ADVENT MARTI system is highly adaptable and configurable, seamlessly integrating with a wide range of sensors and equipment. It is suitable for platforms such as Maritime Patrol Aircraft, Maritime Surveillance Aircraft, Helicopters, and UAVs.
Key Capabilities:
-Intelligence, Reconnaissance, and Surveillance
-Anti-Submarine Warfare (ASW) and Surface Warfare
-Electronic Warfare
-Search and Rescue (SAR)
-Tactical Data Link Relay
-Preventing Illegal Activities like Drug Smuggling, Human Trafficking, and Hijacking
HAVELSAN’s Combat Management System (CMS) enhances mission effectiveness through real-time decision-making capabilities and seamless integration with existing defense infrastructure.
By leveraging national engineering expertise, ADVENT MARTI continues to strengthen the operational efficiency of security forces and contribute to global security initiatives.
(Havelsan)
02 Februari 2025
New Drone Radio Production Line will Boost Advanced Defence Manufacturing in SA
25 Desember 2024
Northrop Grumman Selected to Deliver US Navy’s E-130J Aircraft
27 November 2023
Debut Viettel Secara Internasional Dimulai di Thailand
27 November 2023
Viettel perusahaan Vietnam dalam pameran Defense and Security 2023 di Bangkok, Thailand (all photos : TAF)
Nguyen Hai Dong, Kepala Pemodelan dan Simulasi Viettel, mengatakan kepada TAF: "Ini adalah pertama kalinya kami berpartisipasi dalam pameran di luar negeri. Viettel berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan Vietnam dan Viettel High Technology Corporation adalah unit penelitian utama dan unit pengembangan Grup Viettel. Kami memiliki tujuh lini produk: radar, peralatan komunikasi militer; Peralatan peperangan elektronik, Optronik, Sistem komando dan kontrol kendaraan udara tak berawak, Sistem simulasi strategi dan Jaringan 5G"
Semua produk dirancang, dikembangkan dan diproduksi di Vietnam. dan telah cukup sukses dalam menjual ke pelanggan asing. Secara khusus, sistem jaringan 5G telah dijual ke 11 negara, sementara beberapa sistem persenjataan sudah mulai diekspor ke negara tetangga seperti Laos atau Kamboja. Selain itu, perusahaan juga memiliki hubungan baik dengan produsen dan pemilik teknologi di luar negeri yang siap bekerja sama dalam pengembangan produk.
“Kami memiliki perusahaan asing yang bekerja sama dalam pembangunan, seperti perusahaan di Singapura atau Amerika Serikat, dan kami juga mencari peluang untuk mengekspor dan bekerja sama dengan perusahaan di Thailand.”
Tuan Nguyen Hai Dong juga menambahkan bahwa semua produk yang dipamerkan sudah digunakan oleh militer Vietnam. Dan perusahaan tersebut memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam penelitian dan pengembangan teknologi militer.
“Tentara Vietnam akan mengkomunikasikan kebutuhannya kepada perusahaan pengembang sampai mereka memiliki prototipe. Tentara Vietnam akan menguji dan mengevaluasi sampai mereka puas dan melakukan pemesanan, yang dianggap sebagai faktor yang sangat penting dalam pengembangan peralatan militer".
Pada pameran Defense and Security 2023, Viettel memamerkan produknya seperti Sistem radar pengawasan pantai jarak menengah, Sistem radar pengawasan 3D, Radio HF, Radar pertahanan udara jarak menengah 3D, Sistem kamera termal jarak jauh di udara dan di laut, dll.
(TAF)
08 September 2023
Spectra Akan Menyediakan Sistem Satcom SlingShot Kepada TNI AD
17 Juli 2023
Menlu Turki Sambangi Kemhan, Menhan Prabowo Bicara Peluang Kerjasama Pertahanan ke Depan
17 Juli 2023
Paeralatan komunikasi PT Wellracom Megahjaya (photos : Wellracom)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Turki HE Mr Hakan Fidan di kantor Kemhan Jakarta pada Sabtu (15/7/2023).
Dalam pertemuan tersebut Prabowo Subianto dan Fidan membahas sejumlah topik terkait hubungan bilateral kedua negara, termasuk kerja sama di bidang pertahanan.
Prabowo Subianto menilai Turki negara sahabat yang penting dan telah lama saling membangun kerja sama di bidang pertahanan dengan Indonesia dalam kerangka bilateral.
"Saya melihat bahwa masih banyak ruang dan bidang kerja sama pertahanan yang dapat dimanfaatkan oleh kedua negara di masa mendatang," kata Prabowo dalam keterangan resmi Biro Humas Setjen Kemhan dikutip Minggu (16/7/2023).
"Ini harus ditingkatkan dalam rangka membangun rasa saling percaya dan peningkatan kapasitas angkatan bersenjata maupun sektor industri pertahanan kedua negara," sambung dia.
Berdasarkan catatan Kementerian Pertahanan, Indonesia dan Turki memiliki kerjasama di bidang pertahanan yang cukup erat.
Kedua negara memiliki dokumen kesepakatan kerjasama di bidang industri pertahanan yang ditandatangani pada tahun 2010 lalu.
Hubungan itu juga tercermin dari adanya forum dialog pertahanan antara Indonesia dan Turki (Defence Dialogue Meeting Indonesia-Turkiye yang mulai berjalan sejak 2020.
Selain itu, kedua negara juga memiliki kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang pertahanan.
Kerjasama yang telah dilaksanakan saat ini di antaranya kerjasama penelitian dan pengembangan software defence radio antara Aselsan (Turki) dengan PT Wellracom Megahjaya dan PT LEN (Indonesia).
Kemudian kerjasama penelitian dan pengembangan IFV-Infantry Fighting Vehicle antara FNSS (Turki) dan PT Pindad (Indosesia).
Selanjutnya, kedua negara juga memiliki kerjasama untuk peningkatan kapasitas industri pertahanan.
Turut hadir dalam penyambutan Menlu Turki sejumlah pejabat yaitu Sekjen Kemhan, Dirjen Strahan Kemhan, Dirjen Renhan Kemhan dan Dirkersinhan Ditjen Strahan Kemhan.
21 Desember 2022
Thales Wins Australian Navy Communications Contract
12 Oktober 2022
Boeing Completes Currawong Battlespace Communications System
26 September 2022
Lanud Wiriadinata Terima Ransus Repeater


18 September 2022
Kegiatan Kunjungan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Dirjen Pothan Kemhan di Fasilitas SCYTALYS, Yunani
07 Januari 2022
Lockheed Martin Aust Adds More Companies for JP9102 SATCOM
07 Januari 2022
Lockheed Martin JP9102 (image : LockheedMartin)CANBERRA – Lockheed Martin Australia today announced the addition of two leading Australian companies, Blacktree Technology and DXC Technology Australia, to its JP9102 team.
The companies join a large and elite grouping of Australian SMEs and service providers supporting Lockheed Martin Australia to deliver a sovereign, resilient military satellite communication (MILSATCOM) capability for the Australian Defence Force (ADF).
“Lockheed Martin Australia’s JP9102 team is ready to accelerate the delivery of an operationally agile and flexible solution that has the capacity to meet the ADF’s evolving needs,” said David Ball, regional director for space at Lockheed Martin Australia. “We’re working hand-in-glove with an extensive set of local industry partners to build a highly skilled, high-value Australian workforce. These Australian companies will contribute to an extensible and resilient sovereign MILSATCOM solution that strengthens Australia’s space capability long into the future.”
Blacktree Technology, an Australian owned communications solutions specialist, has deep experience in mission-critical ultra-high frequency—or UHF—services for Defence. Blacktree will primarily support the Lockheed Martin Australia narrowband MILSATCOM ground segment.
“Blacktree welcomes the opportunity to support Lockheed Martin Australia on JP9102,” said Joe Nevin, managing director of Blacktree. “This agreement capitalises on our deep heritage in high mobility MILSATCOM and will in turn add to our capability and reputation as a market leader in UHF ground segment solutions.”
DXC Technology, a leading global IT services company, will oversee the development of ground and control segment cybersecurity architectures, including interfaces with existing hardware and external software elements.
“DXC in Australia is looking forward to working closely with Lockheed Martin Australia, a company that is spearheading the development of Australia’s space-oriented industries and technologies,” said Seelan Nayagam, DXC president, Asia Pacific.
“The opportunity to deliver cybersecurity architectures for JP9102 positions us at the very forefront of the industry, generating local and global opportunities.”
DXC and Blacktree join a growing network of Australian SMEs and team members, including Conscia, Av-Comm, Calytrix Technologies, EM Solutions, Shoal Group, Clearbox Systems, STEM Punks and Ronson Gears, that are supporting Lockheed Martin Australia to deliver best-of-breed sovereign solutions and supply chain opportunities for JP9102 and beyond.










.jpg)
.jpg)



























