Tampilkan postingan dengan label Helikopter Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Helikopter Ringan. Tampilkan semua postingan

18 Agustus 2026

Seluruh Helikopter AW 109 Night Hawk AU Filipina akan Dialihkan ke Coast Guard

18 Agustus 2026

Dua helikopter serang ringan AW 109 PAF bernomor ekor 816 dan 823 disiapkan sebagai tahap pertama yang akan diserahkan ke PCG (photo: PAF)

Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force-PAF) akan mengalihkan seluruh helikopter serang ringan AW 109 Night Hawk miliknya kepada Philippine Coast Guard-PCG/Penjaga Pantai Filipina.

Rencana pengalihan seluruh delapan unit heliopeter tersebut akan secara bertahap, dua unit awal dari total delapan helikopter akan dilakukan transisinya dalam waktu dekat.

Kendala pada Gun Pod
Wing Serang ke-15 (15th Strike Wing) PAF—unit yang mengoperasikan AW109E sebagai helikopter bersenjata—mengalami kendala operasional sejak helikopter tersebut mulai digunakan, khususnya saat menggunakan gun pod (pod senjata) dimana hentakan balik (recoil) dari senapan mesin berat tersebut merusak sensor helikopter dan berisiko menimbulkan masalah struktural pada helikopter dalam jangka panjang.

Kendala ini tidak dijumpai saat helikopter menembakkan roket, karena peluncuran roket tidak menghasilkan efek hentakan balik yang sama kerasnya terhadap badan helikopter. 

PAF tetap menginginkan adanya senapan mesin sebagai bagian dari persenjataan helikopter serang mereka, dan dalam hal ini, AW109E Nighthawk dinilai tidak cocok untuk tugas tersebut.

Dengan adanya perkembangan ini, diperkirakan PAF akan mencari pengganti bagi AW109E Nighthawk. Langkah paling logis adalah mengakuisisi helikopter serang baru, seperti TAI T129B ATAK yang saat ini sudah dioperasikan oleh Wing Serang ke-15.

Saat ini, Skuadron Serang ke-18 (18th Attack Squadron) PAF hanya mengoperasikan enam helikopter serang T129B ATAK, dan mereka diperkirakan akan menjadi prioritas utama jika DND (Departemen Pertahanan Nasional) dan PAF memutuskan untuk mengakuisisi unit tambahan.

08 Mei 2026

US Approves Sale of 22 Bell 505 Jet Ranger X Helicopters to Philippines

08 Mei 2026

Bell 505 Jet Ranger X helicopter (photo: Chris Lofting)

The U.S. Department of State has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of the Philippines of Bell 505 Jet Ranger X Helicopters and related equipment. The estimated total cost is $150 million.

The Government of the Philippines has requested to buy Bell 505 Jet Ranger X Helicopters; spare parts including main rotor blades; tail rotor blades; full length trainer shoes; pilot training for twenty-two (22) pilots including ground and flight training, left seat orientation, and Instrument Meteorological Conditions and Helicopter Upset Recovery; maintenance training for six (6) students including Bell 505 Maintenance Officer Course; field maintenance, integrated avionics, component maintenance, and Safran engine maintenance training for twenty-two (22) students. This proposed acquisition also includes Bell 505 Veris flight simulators; an Integrated Logistics Support (ILS) package for five (5) years, and operator and maintenance training for six (6) students; Field Support Representative and Logistics Support Representative for one (1) year; ILS, tools, and ground support equipment for two (2) operating bases supporting twenty-two (22) aircraft operating two hundred (200) hours per year for a duration of five (5) years; subscriptions including electronic online; technical publications for twenty (20) years; Garmin subscription for five (5) years; Program Management Reviews for three (3) years hosted once annually; delivery and reassembly of the Bell 505 Jet Ranger X Helicopters; and other related elements of logistics and program support. 

This proposed sale will support the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a treaty Ally that continues to be an important partner for political stability, peace, and economic progress in the Southeast Asia.

The proposed sale will improve the Philippines’ capability to meet current and future threats by addressing aircraft competency gaps in operating rotary wing aircraft as part of an upgraded Bell 505 Jet Ranger X Helicopter modern aircraft equipped with advanced system and thereby enhancing comprehensive training.  This enhanced capability will facilitate the smooth transition for pilots to more complex rotary aircraft within the Armed Forces Philippines, and it is a cost-effective solution for developing rotary wing pilots.

(US Dept of State)

07 Desember 2025

Airbus Helicopters Hosts Delegation from Indonesia for a Factory Visit of H145 Helicopters

07 Desember 2025

Visiting of H145 assembling for Indonesian Air Force in Airbus Helicopters (photo: Airbus Helicopters)

Airbus Helicopters had the honour of hosting a delegation from the Ministry of Defence of Indonesia, the Indonesian Air Force, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), and the Embassy of Indonesia in Germany, as part of the Validation Visit for the upcoming acquisition of four H145 helicopters for the Indonesian Air Force.

The first of 15 multi-role H145Ms for the Belgian Defence recently completed its first test flight (photo: Airbus Helicopters)

This visit is an important milestone in the acquisition process, allowing the delegation to assess the industrial capabilities, production standards, and quality assurance processes of our Donauwörth facility. 

02 Desember 2025

Kisah Colibri di Juanda Berakhir, Puspenerbal Serahkan Dua Helikopter EC-120B ke TNI AU untuk Perkuat Sinergi

02 Desember 2025

Serah terima dua unit helikopter EC-120B Colibri beserta suku cadang dari TNI AL ke TNI AU (photos: TNI AL)

TNI AL-Puspenerbal -- Melalui Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) pada Rabu (26/11) Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Puspenerbal) resmi menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) berupa dua unit helikopter EC-120B Colibri beserta suku cadang kepada TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Serah terima yang digelar di Gedung Neptunus Mabesal, Jakarta ini menjadi penanda berakhirnya masa bakti Colibri sebagai alutsista andalan di Puspenerbal.

Helikopter EC-120B Colibri memiliki nilai sejarah yang mendalam bagi Puspenerbal. Selama lebih dari dua dekade, tepatnya sejak tahun 2000 hingga 2022, pesawat ini menjadi tulang punggung di Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda, tempat para calon ‘Rajawali Laut’ ditempa.


EC-120B berfungsi utama sebagai pesawat latih dasar bagi penerbang TNI AL, sebelum akhirnya digantikan oleh helikopter latih yang lebih modern, Bell 505 JetRanger X.

Asisten Logistik (Aslog) Kasal menegaskan bahwa alih status BMN ini adalah hasil evaluasi ketat demi efektivitas penggunaan alutsista secara nasional.

“Kami menaruh kepercayaan penuh bahwa TNI Angkatan Udara mampu memanfaatkan helikopter ini secara optimal,” ujar Aslog Kasal.

Sisi historis dan logistik penyerahan ini mendapat perhatian dari seluruh jajaran pimpinan Puspenerbal.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menyampaikan bahwa penyerahan ini merupakan bentuk dukungan nyata TNI AL terhadap peningkatan kualitas pendidikan penerbang di matra udara, EC-120B Colibri adalah bagian integral dari sejarah pembentukan penerbang-penerbang terbaik TNI AL.

"Dengan diserahkannya unit-unit ini kepada TNI AU, kami yakin warisan keandalannya akan terus berlanjut. Ini adalah sinergi positif, di mana aset negara yang telah kami modernisasi dengan kehadiran Bell 505, kini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh matra lain untuk tujuan yang sama pentingnya,” ujar Kolonel Adam Firmansyah.


Senada dengan itu, Komandan Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal, Letkol Laut (P) Bani Safangat, yang merupakan satuan operator utama helikopter ini, mengungkapkan rasa bangga dan optimisme.

"Skuadron Udara 200 telah mencetak ratusan penerbang andal menggunakan Colibri, meskipun kini kami bertransisi ke Bell 505 yang lebih modern dan berteknologi FADEC, Colibri tetap menjadi pesawat latih yang tangguh. Kami berharap EC-120B ini dapat memperkuat alutsista latih TNI AU, sehingga semangat pengabdiannya berlanjut di Lanud-Lanud mereka,” tutur Letkol Bani Safangat.

Setelah penandatanganan berita acara serah terima oleh Aslog Kasal dan Aslog Kasau, proses logistik disiapkan dengan cermat oleh tim gabungan dan dilaksanakan pada Rabu (26/11) di Hanggar Fasharkan Pesud, Lanudal Juanda.

Bell 505 Jet Ranger X TNI AL helicopter latih baru TNI AL (photo: AlasanNews)

Rencananya, dua helikopter EC-120B Colibri yang sudah dibongkar diberangkatkan dari Juanda menggunakan dua unit Truk Tronton Salf Loader. Tujuan pengiriman adalah Depohar 90, Kalijati, Subang, yang merupakan pangkalan penting bagi pemeliharaan dan perbaikan alutsista udara sekaligus sebagai pangkalan yang mebawahi Skuadron Udara 7 dan Skuadron Pendidikan 105 yang mengoperasikan Helikopter Latih EC-120B Colibri.

Penyerahan ini bukan sekadar pemindahan aset, tetapi juga wujud nyata dari upaya TNI AL dalam memperkuat sinergi logistik dan operasional antarmatra demi pertahanan nasional yang lebih efisien dan modern.

05 November 2025

Entrol to Develop an H135 FTD Level 3 Simulator for the RTAF Through its Partner RV Connex

05 November 2025

The FTD Level 3 certified device will feature a detailed replica of the H135 T3H cockpit with Helionix avionics (photos: Entrol)

Madrid, Entrol -- the manufacturer of EASA and FAA certified FNPT, FTD, and FFS flight simulators, announces the sale of an H135 FTD Level 3 helicopter simulator to the Royal Thai Air Force. This agreement marks a significant milestone, strengthening the company’s presence in the defense market and the Asia-Pacific region.

The simulator’s final acceptance test (FAT) is scheduled for December 2025 at entrol’s facilities in Madrid, with its delivery and installation in Thailand to be completed during the first quarter of 2026.

A high-fidelity solution for mission training
The core of the simulator is an exact replica of the Airbus H135 T3H cockpit, featuring a configuration tailored to that of the Royal Thai Air Force, including the Euronav 7 Digital Moving Map and a GTN 750 Xi. The cockpit, which includes windows for greater immersion, is designed to precisely replicate the pilots’ operational environment.


The visual system will be spherical, offering an extremely wide and realistic field of view, which is fundamental for mission training. The visual database will include strategic locations to the Royal Thai Air Force’s mission, with detailed representations of helipads, buildings and ground references.

Equipped for complex mission training
Certified as FTD Level 3, this device will allow the Royal Thai Air Force to conduct a wide range of training scenarios that would not be possible in the real aircraft, enhancing safety and efficiency. The simulator is equipped with advanced options designed for tactical and mission training:
-Vibration system: simulates the physical sensations of the helicopter in different phases of flight.
-Enclosed Instructor Operating Station (IOS): featuring 6 screens, it offers the instructor full control and a comprehensive view of the exercise.
-Debriefing station: facilitates post-flight mission analysis and evaluation to maximize learning.

RTAF H135 helicopter (photo: Airbus)

Nacho Navacerrada, entrol’s Sales Director, comments: “It is an honor that RV Connex and the Royal Thai Air Force have placed their trust in entrol for such a significant project. An H135 FTD Level 3 simulator is an extremely powerful training tool, and this device, equipped with cutting-edge technology like NVIS and the integrated Euronav 7 Digital Moving Map, will provide unprecedented realism. This project underscores our commitment to the defense sector and our ability to develop bespoke solutions for the world’s most demanding operators.”

11 Juli 2025

Airbus Helicopters Tanda-tangani 2 MoU dengan Pelaku Industri Kedirgantaraan dan Pertahanan Malaysia

11 Juli 2025

Airbus Helicopters H125M (photo: ChenRT)

AIRBUS Helicopters telah menandatangani dua nota kesepahaman (MOU) dengan para pelaku utama di sektor kedirgantaraan dan pertahanan Malaysia – satu untuk mendorong kerja sama industri dalam teknologi kedirgantaraan, dan satu lagi untuk meningkatkan kemampuan perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan menyeluruh (maintenance, repair and overhaul/MRO) helikopter militer – yang menggarisbawahi komitmen bersama mereka terhadap inovasi dan keamanan regional. Perjanjian tersebut ditandatangani di Paris di hadapan menteri pertahanan Malaysia Khaled Nordin, selama kunjungan resmi ke Prancis.

Berdasarkan perjanjian pertama, Airbus Helicopters dan Koalisi Industri Pertahanan Malaysia atau Coalition of Defence Industry Malaysia – CDI (M) – berencana untuk mengejar peluang industri dengan perusahaan anggota CDI (M) yang mengkhususkan diri dalam pengembangan kedirgantaraan dan pertahanan. MOU ini menandai yang pertama dari jenisnya antara Airbus dan industri pertahanan Malaysia, yang membangun kerangka kerja khusus untuk mendorong inovasi, pertumbuhan, dan pengembangan helikopter militer di sektor pertahanan lokal.

Airbus Helicopters H120 (photo: KTU)

Berdasarkan perjanjian kedua, Airbus Helicopters bermaksud untuk bermitra dengan penyedia layanan MRO lokal Global Turbine Asia (GTA) untuk memajukan kemampuan MRO komponen helikopter di dalam negeri. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pertahanan Malaysia dan mempercepat pertumbuhan industri yang sejalan dengan rencana negara untuk memperoleh helikopter baru bagi angkatan bersenjatanya dan lembaga pemerintah terkait.

“Saya berharap dapat memperdalam kolaborasi dengan industri-industri besar Eropa, membangun kemitraan industri kedirgantaraan Malaysia yang langgeng dengan para pemimpin seperti Airbus. Kami berkomitmen untuk memperkuat hubungan ini dan mengeksplorasi area-area kerja sama baru, memastikan inovasi, pertumbuhan, dan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan,” kata Ketua Eksekutif GTA dan Presiden CDI (M) Nonee Ashirin.

Airbus Helicopters H225M (photo: Yau Yu Hao)

“Kemitraan ini menggarisbawahi komitmen kuat Airbus terhadap tujuan jangka panjang Malaysia untuk membangun ekosistem pertahanan yang tangguh dan mandiri. Dengan memperdalam pertumbuhan industri lokal dan memperluas kemampuan MRO, kami memperkuat sektor kedirgantaraan dan pertahanan negara, mendukung kemajuan teknologi, dan memungkinkan kedaulatan industri yang lebih besar,” kata Kepala Airbus Helicopters untuk Asia-Pasifik Vincent Dubrule.

“Seiring dengan upaya Malaysia untuk memperoleh helikopter untuk misi-misi utama seperti dukungan taktis, pencarian dan penyelamatan tempur, dan peperangan antipermukaan, kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat keahlian lokal, mendorong transfer teknologi, dan membangun otonomi. Airbus melihat CDI (M) dan GTA sebagai mitra tepercaya yang selaras untuk memajukan prioritas-prioritas ini,” tambah Dubrule.

(ADJ)

31 Mei 2025

Two PAF's Attack Helicopters Back In Service

31 Mei 2025

PAF the MD-520MG and AW-109AH (photo: PAF)

PAF Reactivates Strike Aircraft to Enhance Mission Readiness

The Philippine Air Force (PAF) held the Blessing Ceremony of two recovered air assets, the MD-520MG and AW-109AH, on May 28, 2025 at Major Danilo Atienza Air Base, Sangley Point, Cavite City. Lieutenant General Arthur M Cordura PAF, Commanding General, PAF, led the activity, joined by Major General Roman M Dioso PAF, Commander of Air Combat Command, and Brigadier General Gerold N Gagan PAF, Wing Commander of the 15th Strike Wing.

The ceremony marks a significant boost to the PAF’s operational readiness. A combat veteran since 1990, the MD-520MG remains a backbone of close air support missions, while the AW-109AH, introduced in 2015, brought night strike capability to the force. Their return enhances the Wing’s ability to deliver rapid and decisive airpower in support of joint operations across the archipelago.


In his message, LtGen Cordura reminded the 15th Strike Wing to consistently demonstrate dedication and take a proactive approach in planning and executing maintenance activities. He emphasized that these efforts should go beyond merely meeting the target operational readiness rate, highlighting the high stakes involved in the organization’s ability to provide readily deployable air assets.

This milestone highlights the Philippine Air Force’s steadfast commitment to national defense and mission readiness. The return of these aircraft reflects the skill and dedication of the airmen behind their restoration and strengthens the 15th Strike Wing’s ability to deliver decisive airpower anytime, anywhere.

(PAF)

29 Mei 2025

Skuadron Udara 200 Berlatih Terbang Malam dengan Helikopter Bell 505

29 Mei 2025

Helikopter latih Bell 505 TNI AL (all photos: Puspenerbal)

Asah Keterampilan Terbang Malam, Penerbang Helikopter Skuadron Udara 200 Laksanakan Latihan di Surabaya

TNl AL-Dispen Puspenerbal -- Personel Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal baru saja merampungkan latihan terbang malam intensif di wilayah langit Surabaya dan Sidoarjo. Latihan ini, dilaksanakan mulai Senin, 26 Mei hingga Selasa 27 Mei 2025.


Latihan ini bertujuan untuk memantapkan kualifikasi terbang dan meningkatkan kesiapan operasional dalam mendukung berbagai tugas di masa mendatang. Dalam latihan ini, para penerbang menggunakan Helikopter Bell 505, sebuah alutsista modern yang dioperasikan oleh Puspenerbal.

Latihan terbang malam sangat krusial bagi para penerbang helikopter, mengingat kompleksitas operasional di lingkungan minim cahaya. Kemampuan ini menjadi bekal penting untuk mendukung misi-misi seperti pengawasan maritim, SAR, hingga dukungan logistik dalam kondisi cuaca dan visibilitas yang menantang.


Mayor Laut (P) Bani Safangat, Komandan Skuadron Udara 200, menekankan pentingnya latihan ini. "Terbang malam memerlukan konsentrasi tinggi dan presisi. Latihan rutin dengan Helikopter Bell 505 ini memastikan personel kami selalu siap menghadapi segala kondisi. Ini vital untuk menjaga kualifikasi dan profesionalisme para penerbang," tegas Mayor Bani.

Senada dengan hal tersebut, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, menyatakan, "Peningkatan kemampuan terbang malam adalah salah satu prioritas kami.


Latihan ini menunjukkan komitmen Puspenerbal dalam mempersiapkan penerbang-penerbang terbaik yang mampu mendukung tugas-tugas TNI AL di masa depan, baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.

Latihan ini menjadi bukti nyata komitmen Puspenerbal dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapan operasional para penerbangnya, demi menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia.

18 Mei 2025

Inggris Menerima Helikopter H145 Pertama untuk Misi di Brunei Sebagai Pengganti Puma HC2

18 Mei 2025

Helikopter rotorcraft H145 Airbus Helicopters pertama dari enam yang akan digunakan oleh Inggris di Brunei dan Siprus (photo: UK DE&S)

Inggris (United Kingdom) telah menerima helikopter rotorcraft Airbus Helicopters H145  pertama dari enam yang akan digunakan di Brunei dan Siprus.

Kementerian Pertahanan Inggris (MoD) mengumumkan hal ini pada tanggal 12 Mei, pada acara tersebut, yang menampilkan helikopter pertama yang dikontrak untuk menjalankan peran pelatihan dan dukungan Airbus Puma HC2 di kedua lokasi di luar negeri, berlangsung di fasilitas pabrik pembuatnya di Oxford, Inggris.

“Armada baru tersebut dipesan oleh UK DE&S (Defence Equipment and Support) lebih dari setahun yang lalu dan, di Airbus Helicopters UK di Oxford, telah menjalani modifikasi yang diperlukan untuk mendukung pasukan Inggris di luar negeri,” kata MoD. “H145 akan memenuhi persyaratan operasional yang sebelumnya dijalankan oleh Puma HC2, yang penarikannya dari layanan dimulai pada bulan Maret tahun ini.”

Ditandatangani pada bulan April 2024, kesepakatan senilai GBP122 juta (USD152 juta pada saat itu) mencakup enam helikopter berbilah lima standar D3 untuk mendukung misi pelatihan Angkatan Darat Inggris di Brunei menyusul pensiunnya Bell 212 dan Puma HC2 yang berfungsi sebagai pengganti sementara, serta Bell 412 dan pengganti sementara Puma HC2 yang melakukan tugas pencarian dan penyelamatan (SAR) dan dukungan di Royal Air Force (RAF) Akrotiri di Siprus.

Dikenal sebagai Jupiter HT1 (Helicopter Training Mk 1) yang digunakan dengan Sistem Pelatihan Terbang Militer Inggris di RAF Shawbury di Inggris dan RAF Valley di Wales, H145 diberi nama Jupiter HC2 (Helicopter Cargo Mk 2) dalam peran dukungannya di Brunei dan Siprus.

03 Mei 2025

Tingkatkan Kesiapan Alutsista, Dankoharmatau Tinjau Fasilitas Depohar 90 Subang

03 Mei 2025


kunjungan kerja Komandan Koharmatau ke Depohar 90 yang berada di Lanud Suryadarma, Subang (photos: Koharmatau)

Subang - Koharmatau -- Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau), Marsda TNI Asfan Jauhari, M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Depohar 90 yang berada di Lanud Suryadarma, Subang, pada Senin (28/04/2025). Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi Komandan Depohar 90 Kolonel Tek Amin Rahardjo, S.T., serta jajaran pejabat Depohar 90. Agenda ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan alat pendukung yang vital dalam mendukung tugas-tugas satuan.


Dankoharmatau secara langsung meninjau beberapa fasilitas utama, termasuk Satuan Pemeliharaan (Sathar) 92 dan 93. Tidak hanya itu, kunjungan juga mencakup pengecekan di Gudang Persediaan Depohar (GPD) Depohar 90 yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan logistik serta kelancaran operasional satuan.


Dalam arahannya, Dankoharmatau menegaskan pentingnya merawat alat dan fasilitas pendukung yang dimiliki. “Alat yang kita miliki ini bukan sekadar inventaris, melainkan aset berharga yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Rawatlah dengan baik, dan laporkan setiap kendala kepada satuan atas agar segera ditangani," tegas Marsda TNI Asfan Jauhari di hadapan para perwira Sathar.


Dankoharmatau juga mengingatkan bahwa kerusakan sekecil apa pun tidak boleh diabaikan. Penanganan yang cepat akan mencegah kerusakan yang lebih parah dan memperpanjang usia pakai peralatan. Dengan demikian, efektivitas tugas-tugas pemeliharaan dapat terus terjaga secara optimal.


Kunjungan ini menjadi momen penting bagi seluruh personel Depohar 90 untuk semakin meningkatkan kedisiplinan dalam pemeliharaan alat dan fasilitas. Semangat profesionalisme dan kepedulian terhadap aset negara menjadi penekanan utama yang dibawa oleh Dankoharmatau dalam kesempatan tersebut.


Melalui kunjungan ini, diharapkan Depohar 90 semakin siap mendukung misi besar TNI AU dalam menjaga kesiapan operasional alutsista, serta meningkatkan kinerja satuan pemeliharaan secara keseluruhan.

16 April 2025

US Goverment Approved Sale of TH-73A Training Helicopters and Support to the Philippines

16 April 2025

The budget would be enough to procure between 18 to 20 TH-73A training helicopters for PAF and PN (photo: Leonardo)

WASHINGTON - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of the Philippines of TH-73A Training Helicopters and Support for an estimated cost of $120 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today.

The Government of the Philippines has requested to buy the following defense articles and services: TH-73A training helicopters; aircraft simulator; spare engines; pack up kits; fuel tanks; aircraft hoists and lifts; commercial avionics; commercial flight management systems; commercial Global Positioning Systems; shipping containers; support and test equipment; consumables and accessories; integration and test support; repair and return support; spare and repair parts; unclassified software delivery and support; unclassified publications and technical documentation; personnel training and commercial training equipment; U.S. Government and contractor engineering, technical, logistics, and transportation support services, including in-country representative support; studies and surveys; and other related elements of logistics and program support. The estimated total cost is $120 million.

This proposed sale will support the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a strategic partner that continues to be an important force for political stability, peace, and economic progress in Southeast Asia.

The proposed sale will improve the Philippines’ capability to meet current and future threats by providing an aircraft platform that will serve as the primary method of improving pilot training and skills, thus helping to ensure the development of a proficient rotary wing aviator corps. The Philippines will have no difficulty absorbing these articles and services into its armed forces.

The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

The principal contractor will be AgustaWestland Philadelphia Corporation (Leonardo), located in Philadelphia, PA. At this time, the U.S. Government is not aware of any offset agreement proposed in connection with this potential sale. Any offset agreement will be defined in negotiations between the purchaser and the contractor.

19 Maret 2025

Jaga Kelaikan Terbang, Sathar 13 Laksanakan Banharlap EC-120B Colibri di Lanud Suryadarma

19 Maret 2025

Helikopter EC-120B HL-1202 Colibri dilakukan pengecekan oleh Sathar 13 Depohar 10 (all photos: TNI AU)

TNI AU.  Dalam rangka menjaga kesiapan operasional dan keselamatan terbang, personel teknisi dari Satuan Pemeliharaan (Sathar) 13 Depohar 10 melaksanakan Bantuan Pemeliharaan Lapangan (Banharlap) pada helikopter EC-120B Colibri dengan nomor registrasi HL-1202. Kegiatan ini berlangsung di Sathar 92 Depohar 90, Lanud Suryadarma, Kalijati, dan menjadi bagian dari inspeksi berkala PI 1500.


Pemeliharaan yang dilakukan meliputi pengecekan weight and balance serta swing compass. Proses weight and balance penting untuk memastikan distribusi beban pesawat tetap sesuai standar, sehingga pesawat memiliki stabilitas dan performa terbang yang optimal. Sementara itu, swing compass berfungsi mengkalibrasi sistem navigasi agar akurasi arah penerbangan tetap terjaga.

Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang solid antar satuan di jajaran pemeliharaan TNI Angkatan Udara. Tim dari Sathar 13 hadir langsung ke lokasi dengan membawa peralatan khusus dan tenaga ahli untuk menjamin pelaksanaan inspeksi berjalan lancar dan tepat sasaran sesuai standar keselamatan.


Menurut tim teknis, hasil pengecekan menunjukkan bahwa helikopter EC-120B Colibri HL-1202 dalam kondisi baik dan memenuhi persyaratan kelaikan udara. Namun demikian, setiap temuan kecil tetap dicatat dan ditindaklanjuti sebagai langkah preventif terhadap kemungkinan gangguan teknis di kemudian hari.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata dari komitmen Sathar 13 dalam mendukung pemeliharaan alutsista secara profesional, sistematis, dan berstandar tinggi. Pelaksanaan pemeliharaan tidak hanya fokus pada teknis, namun juga pada aspek dokumentasi dan evaluasi sebagai bagian dari manajemen mutu.


Dengan selesainya kegiatan Banharlap ini, EC-120B Colibri HL-1202 diharapkan dapat kembali beroperasi secara optimal, siap mendukung berbagai misi latihan maupun operasional yang diemban oleh TNI Angkatan Udara.

28 Februari 2025

Boeing Akan Hentikan Produksi AH-6i Setelah Pesanan Thailand Selesai

28 Februari 2025

Helikopter AH-6i pesanan Thailand saat ini sedang dilakukan uji coba (photo: Boeing)

Boeing akan mengakhiri produksi helikopter serang dan pengintai ringan AH-6i setelah pesanan untuk pelanggan terbaru jenis itu yaitu Thailand selesai.

Direktur senior, pengembangan bisnis untuk vertical lift di Boeing, Mark Ballew, mengatakan kepada Janes dan media pertahanan lainnya pada tanggal 26 Februari bahwa lini produksi 'Little Bird' milik perusahaan di Mesa, Arizona, akan ditutup segera setelah delapan helikopter yang sekarang dipesan untuk Thailand selesai dibuat.

Thailand memesan 8 AH-6i untuk menggantikan AH-1F yang saat ini tercatat 7 unit yang dioperasikan Batalyon Penerbangan ke-3, Army Aviation Center (AAC) (photo: Boeing) 

“Kami akan menghentikan produksi AH-6i, setelah kami mendapatkan pesanan dari Thailand. Saat ini, kecuali ada negara lain yang datang segera dan berkata, 'Hei, kami ingin AH-6i hari ini,' [produksi akan berakhir],” kata Ballew pada konferensi IQPC International Military Helicopter (IMH) 2025 di London.

Ballew tidak menjelaskan lebih lanjut mengapa keputusan ini diambil saat itu, tetapi dengan hanya Saudi Arabian National Guard dan Angkatan Darat Kerajaan Thailand yang membeli 32 helikopter, Boeing tampaknya telah memutuskan bahwa pasar untuk pesanan lebih lanjut yang substansial tidak ada.

Spesifikasi AH-6i (infographic: Global Defense Aerospace) 

Diluncurkan pada tahun 2009 setelah program Helikopter Pengintai Bersenjata (ARH) Angkatan Darat AS yang dibatalkan, AH-6i dirancang oleh Boeing untuk memenuhi kebutuhan negara-negara yang tidak mampu atau tidak memerlukan kemampuan helikopter serang khusus seperti AH-64 Apache milik perusahaan tersebut.

Dalam fungsi sebagai platform serang ringan/berat, keamanan dan pengawalan, penyisipan pasukan, pengintaian, dan pencarian serta penyelamatan tempur, AH-6i dilengkapi dengan turet sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR), dan dikonfigurasi untuk membawa berbagai senjata udara-ke-permukaan yang tidak berpandu dan berpandu termasuk rudal presisi Lockheed Martin AGM-114 Hellfire.

13 Desember 2024

Puspenerbal Terima Tiga Helikopter BO-105 dari BASARNAS

13 Desember 2024

Tiga helikopter BO-105 memperkuat Puspenerbal (photo: Puspenerbal)

TNl AL. Dispen Puspenerbal --- Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) kembali menerima secara resmi tiga unit helikopter BO-105 dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Senin (9/12/2024).

Acara serah terima yang berlangsung di Lanud Atang Sendjaja, Bogor ini, ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Kusworo, dan Paban VI Sopsal, Kolonel Laut (P) Victor Pardamean.

Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, yang mewakili Komandan Puspenerbal, Laksda TNI Sisyani Jaffar, turut serta melaksanakan inspeksi langsung terhadap helikopter yang diserahkan.

Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah mengapresiasi dukungan Basarnas dalam memperkuat kapasitas TNI AL, khususnya dalam misi pencarian dan pertolongan (SAR).


"Helikopter BO-105 memiliki sejarah panjang dalam mendukung berbagai misi darurat, dan kini, dengan integrasi ke Puspenerbal, kami siap meningkatkan respon terhadap berbagai kebutuhan operasi, baik dalam bidang SAR maupun operasi militer," ujarnya.

Danwing Udara 2 Puspenerbal, juga menegaskan kesiapan Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda untuk memaksimalkan peran helikopter ini melalui pengawakan yang profesional dan pelatihan berkelanjutan.

Tiga unit helikopter yang diserahkan meliputi HR-1521, HR-1522, dan HR-1524 yang masing-masing diawaki oleh pilot dari Wing Udara 1 Puspenerbal dan Wing Udara 2 Puspenerbal.

Sampai saat ini BO-105 masih memperkuat Skuadron Udara 200, 400, dan 600 Puspenerbal (photo: Puspenerbal)

Komandan Wing Udara 2 menyebut bahwa HR-1521 akan menjadi bagian integral dalam operasi Wing Udara 2, sementara HR-1522 dan HR-1524 ditempatkan di wilayah barat untuk mendukung pembinaan operasi SAR di bawah Wing Udara 1 Puspenerbal Tanjungpinang.

"Sinergi antara Wing Udara 1 dan Wing Udara 2 akan memastikan optimalisasi pengoperasian helikopter ini demi kepentingan nasional," tambahnya.

Menurutnya, serah terima ini mencerminkan kepercayaan terhadap TNI AL sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan masyarakat.

"Kami mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Helikopter ini bukan hanya aset strategis, tetapi juga simbol dari sinergi antarinstansi untuk melayani masyarakat.

04 Oktober 2024

Boeing Conducts First Flight of Thailand’s First AH-6 Little Bird Helicopter

04 Oktober 2024

First of eight Boeing AH-6 Little Bird light attack helicopters for the Royal Thai Army flies (photo: Boeing)

MESA, Ariz.  — The first of eight Boeing [NYSE: BA] AH-6 Little Bird light attack helicopters for the Royal Thai Army completed a successful first flight Aug. 22 at the company’s Mesa, Ariz. site.

“With its superior performance and flexible, easily configurable mission equipment, the Little Bird packs enormous versatility into a small, combat-proven package to get the job done,” said Christina Upah, vice president of Attack Helicopter Programs and senior Boeing Mesa site executive. “We are proud to partner with the U.S. Army to provide Thailand with these critical defense capabilities, and we look forward to supporting training for the first Thai Little Bird pilots in the near future.”

After completing Thailand’s fleet, Boeing will train the Royal Thai Army pilots at its Mesa site and at U.S. Army Yuma Proving Ground, where they will learn to operate the Little Bird and leverage its versatile mission capabilities.

The Royal Thai Army has procured the AH-6 as part of its ongoing efforts to enhance aviation readiness and modernize national defense capabilities. Featuring a purpose-built military fuselage, integrated cockpit, and the latest fully integrated weapons, the AH-6 was designed for a wide range of missions and operating environments to meet customers’ needs around the world.

Boeing was awarded a contract by the U.S. Department of Defense as part of a Foreign Military Sales order for eight Little Birds in February 2022, which includes spares, training devices, support equipment, and technical publications for the Thailand customer.

19 September 2024

Indonesian Air Force Orders Four Airbus H145 Helicopters

19 September 2024

For TNI AU, Airbus H145 helicopters will be deployed for military training and light search-and-rescue missions (photo: Airbus)

Bali – The Indonesian Air Force has placed an order for four Airbus H145 helicopters as part of its training modernisation programme. The order was announced during the Bali International Airshow taking place this week.

Under the agreement between the Indonesian Air Force and PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Airbus will deliver the five-bladed H145s to PTDI, who will manage the reassembly and completion of the mission equipment and other customisation work at its facility in Bandung, Indonesia, for final delivery to the air force. These multi-mission helicopters will be deployed for military training and light search-and-rescue missions.

“We are honoured by Indonesia’s selection of the country’s first Airbus H145 for its new training fleet. We are fully confident that the highly versatile H145 will make a positive impact in enhancing its military pilot training and at the same time be a critical enabler for its search-and-rescue operations. With a trusted partner in PTDI, we look forward to working together in support of Indonesia’s fleet,” said Vincent Dubrule, Head of Asia-Pacific, Airbus Helicopters.

“We are deeply honoured by the trust placed by the Indonesian Air Force through their order of the H145 helicopters as part of their training modernisation programme. This collaboration not only strengthens the long-standing partnership between PTDI and Airbus, but also showcases our commitment to providing innovative and reliable solutions for national operational needs. Through this close partnership, PTDI will not only support the delivery of the H145 helicopters but will also enhance our capabilities in terms of integration and assembly at our facilities. We are confident that this cooperation will create new opportunities for the development of the national aerospace industry and further sustain the long-term relationship between PTDI and Airbus, which we continue to strengthen for a more advanced future,” said Gita Amperiawan, President Director, PT Dirgantara Indonesia.

H145 cockpit (photo: Airbus)

Airbus Helicopters and Indonesia have an enduring relationship of close to 50 years dating back to 1976 when PTDI first obtained a licence to produce the NBO-105 helicopter. PTDI became a key supplier of Airbus H225’s rear fuselage and main airframe in 2008, with full production in place in Indonesia by 2011. The two companies expanded the industrial cooperation in 2017, to include support and services dedicated for the Indonesian military fleet of helicopters, and most recently deepened the collaboration to explore the development of aerostructure production for the manufacturer's helicopter platform, helicopter completions, and enhancing local maintenance, repair and overhaul capabilities.

The latest version of Airbus’ best-selling H145 adds an innovative five-bladed rotor to the multi-mission H145, increasing the useful load of the helicopter by 150 kg. The simplicity of the new bearingless main rotor design eases maintenance operations, improves serviceability and reliability, and enhances flight comfort for both passengers and crew.

Worldwide there are more than 1,700 H145 family helicopters in service, with a total of more than 7.9 million flight hours. The Helionix digital avionics suite includes a high performance 4-axis autopilot, increasing safety and reducing pilot workload. Its particularly low acoustic footprint makes the H145 the quietest helicopter in its class, while its CO2 emissions are the lowest among its competitors. The H145 family is used to train military personnel by armed forces around the world, including the US Army, the UK Armed Forces and soon Germany.

27 Agustus 2024

Cambodia Interested to Purchase Helicopters and Light Weapons from Indonesia

27 Agustus 2024

Fennec light helicopter assembled by PT DI (photo: Penerbad)

TEMPO.CO, Jakarta - Cambodia is interested in buying several of military equipment produced by Indonesia, said Foreign Minister Retno Marsudi on Wednesday, August 21, 2024, when holding a bilateral meeting with the country to commemorate 65 years of diplomatic relations.

Retno led the bilateral meeting together with Cambodian Foreign Minister and Deputy Prime Minister Sok Chenda Sophea, at the Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) in the capital city of Phnom Penh. This JCBC is the fifth meeting after previously being held in 2018.

Indonesia and Cambodia discussed five major topics, namely political cooperation, defense and security cooperation, economic cooperation, socio-cultural and tourism cooperation, and regional and global issues.

Regarding defense and security cooperation, Retno encouraged strengthening the long-standing partnership, through dialogue, joint exercises, and capacity building.

"In this case, Cambodia expressed interest in buying several of military equipment produced by Indonesia such as helicopters and light weapons," she said in a press statement.

Pindad various small rifles (photo: Pindad)

She then invited the Cambodian side to visit the Indonesian defense industry, such as PT PINDAD and PT Dirgantara Indonesia, and also participate in the Indo Defense Expo & Forum which will be held on November 6-9, 2024.

In addition to defense and security, the two countries also discussed the issue of human trafficking/tindak pidana perdagangan orang (TPPO), especially concerning online fraud or online scams which are increasing. According to government records, the Indonesian Embassy (KBRI) in Phnom Penh has handled 842 online scam cases involving Indonesian citizens.

"To strengthen efforts to combat TPPO, in the meeting, I also encouraged the establishment of a special bilateral mechanism for more effective TPPO prevention," said Retno.

She also expressed the interest and readiness of several Indonesian companies to invest in the food and infrastructure industries in Cambodia, encouraged the finalization of a memorandum of understanding in the field of cultural cooperation, and encouraged joint studies for direct shipping and the opening of direct flight routes between Indonesia and Cambodia.

The trade value between Indonesia and Cambodia reached almost US$1 billion last year. Retno said she and her fellow foreign minister, Sok Chenda Sophea, agreed that the value could still be improved.

In discussing regional and global issues, both pushed for the implementation of the Five-Point Consensus to address the situation in Myanmar and expressed concern over Israel's attacks on the Gaza Strip.

03 Mei 2024

MoD Signs Contract Agreement with Airbus Helicopters S.A.S. for the Acquisition of Six Airbus H145M Helicopters

03 Mei 2024

H145M light twin engine helicopters to replace Bolkow BO105 helicopters (photo: Airbus Helicopters)

BOLKIAH GARRISON, Tuesday, 30 April 2024 – The Ministry of Defence, as a representative of the Government of His Majesty the Sultan and Yang Di-Pertuan of Negara Brunei Darussalam, signed a contract agreement with Airbus Helicopters S.A.S. for the acquisition of six new Airbus H145M helicopters today.  The signing ceremony took place at the Officers’ Mess, Bolkiah Garrison.

Signing on behalf of the Ministry of Defence was Yang Mulia Brigadier General (Retired) Dato Seri Pahlawan Haji Alirupendi bin Haji Perudin, Permanent Secretary at the Ministry of Defence, while representing Airbus Helicopters S.A.S. was Mr. Fabrice Rochereau, Vice President and Head of Sales, Strategy, and Marketing, Asia-Pacific.

The contract agreement signing ceremony was witnessed by Yang Berhormat Pehin Datu Lailaraja Major General (Retired) Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji Mohd Yussof, Minister at the Prime Minister’s Office and Minister of Defence II.  The ceremony was also attended by Yang Mulia Major General Dato Paduka Seri Haji Muhammad Haszaimi bin Bol Hassan, Commander Royal Brunei Armed Forces (RBAF), Service Commanders, Acting Joint Force Commander, Deputy Permanent Secretary, Directors and Senior Officers from the Ministry of Defence.

The Airbus H145M helicopter is a multi-role aircraft currently operated by more than 34 countries. All six helicopters will be introduced into service gradually starting from the year 2026 to replace the Bolkow BO105 helicopters, which have been retired from service.  These helicopters will significantly enhance the RBAF’s operational capabilities for missions such as Close Air Support (CAS), Aerial Observation, and various other operations.

(Bru MoD)