22 September 2026

TUAH UGV Tampil di Majlis Pelancaran Tim Nukleus Angkatan Siber

22 September 2026

TUAH Unmanned Ground Vehicle (photos: Deftech)

Tactical Utility Autonomous Hybrid (TUAH), platform autonomi maju yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), edge intelligence dan sistem kawalan berpusat, dipamerkan sempena sambutan Hari Angkatan Tentera Malaysia Ke-93 di Pangkalan TLDM Lumut, hari ini.


TUAH hasil kerjasama strategik DEFTECH dan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA). DEFTECH menyumbang kepakaran dalam keperluan ketenteraan, reka bentuk mekanikal dan fabrikasi, manakala UMPSA dalam sistem autonomi, perisian dan robotik.


Pembangunannya turut disokong Geran Penyelidikan Jangka Panjang (LRGS) 2025 daripada Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) bernilai RM1.4 juta, melalui projek "AEROGROUND" yang meneroka robot autonomi aero-darat untuk pengawasan dan peninjauan.

Majlis pelancaran disempurnakan oleh Menteri Pertahanan Malaysia, YB Dato' Seri Mohamed Khaled bin Nordin. 

234 komentar:

  1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
    • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
    Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
    -
    • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
    -
    • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
    -
    • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
    -
    • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
    ________________________________________
    ✈️ ASET UDARA (TUDM)
    • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
    Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
    -
    • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
    -
    • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
    Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
    -
    • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
    Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
    ________________________________________
    🪖 ASET DARAT (TDM)
    • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
    -
    • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
    Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
    -
    • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
    Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
    2. MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ---------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ----------------------------------
      • Blasting
      Proses pembersihan material pada kapal dengan cara menyemprotkan pasir steel grit atau pasir silika dengan tekanan tinggi. Tujuannya untuk menghilangkan kontaminan seperti karat, cat, garam, dan oli.
      • Painting
      Proses pelapisan material pada kapal menggunakan cat dengan metode roll, spray, dan kuas. Tujuannya untuk merawat dan melindungi lambung kapal dari kerusakan akibat korosi dan fouling.
      ----
      Littoral Combat Ship (LCS) 2 has successfully completed the blasting and first level of painting process, marking a significant milestone in its construction journey. It will later transition to further surface preparation and coating applications to ensure all critical areas meet the required standards.
      ===================
      The MALONYET Littoral Combat Ship (LCS) program has faced a number of issues, including:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      FACT LCS 2025 - 2011 = 15 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      ===================
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      ===================
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO


      Hapus
    4. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
      Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
      Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.

      Hapus
    5. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      .

      Hapus
    6. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.

      Hapus
    7. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).

      Hapus
    8. MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ---------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  3. ini beerti sisa tahun kapal induk RONGSOK KARATAN yang mampu dipakai lagi hanya 10 tahun guys...... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
    2. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG):
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    3. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    4. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
      -
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALAYSEWA sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.

      Hapus
    5. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALAYSEWA (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
      -
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG): Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    6. KASTA NOT PAID FFBNP = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      PAC = FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      -
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      --------------------------------
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      --------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).

      Hapus
    7. The cost overrun for the LCS project in MALONYET was RM1 billion. This was part of a RM9.13 billion contract that the government paid RM6.08 billion for.
      Explanation
      • RM1.4 billion was not used for the project
      • RM1 billion was considered a cost overrun
      • RM400 million was used to pay off PSCI's DEBTs
      Cost overruns are a common problem in the construction industry in MALONYET . In fact, most construction projects in MALONYET have cost overruns of 5–10% of the total contract price
      ===========
      MALONYET shipyards face several key problems including: intense competition from neighboring countries like Singapore with more advanced infrastructure, limited techNOLogical capabilities, supply chain disruptions due to global factors like COVID-19, a shortage of skilled labor, inconsistent demand for shipbuilding, and sometimes issues with project management and cost overruns, particularly when building complex vessels; all of which can hinder their competitiveness in the international market.
      Specific challenges:
      • Infrastructure limitations:
      MALONYET ports might not be as modern or well-equipped as those in Singapore, leading to inefficiencies and higher costs.
      • Skill gap:
      A lack of highly skilled workers in shipbuilding can impact quality and production timelines.
      • Nological limitations:
      MALONYET shipyards may not have access to the latest shipbuilding techNOLogies, hindering their ability to build complex vessels.
      • Market volatility:
      Depending heavily on the oil and gas industry for demand, fluctuations in the market can significantly impact orders for offshore vessels.
      • Cost competitiveness:
      Facing pressure to compete on price with other regional shipyards, which can sometimes lead to compromising quality.
      • Project management issues:
      Past instances of delays and cost overruns in major shipbuilding projects have raised concerns about project management capabilities.
      Recent developments:
      • Focus on green nology:
      MALONYET shipyards are increasingly looking to build more environmentally friendly vessels like LNG-powered ships to stay competitive.
      • Collaboration with international partners:
      Some MALONYET shipyards are collaborating with foreign companies to access advanced techNOLogy and expertise.
      • Government initiatives:
      The MALONYET government is providing incentives to boost the shipbuilding industry and address some of these challenges
      ===========
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced problems with its equipment, including outdated assets, technical issues, and budget constraints.
      Outdated assets
      Aircraft
      The MAF has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain. The RMAF's BAE Systems Hawk fleet and Aermacchi MB-339CMs have been grounded.
      Ships
      The RMN's vessels are approaching or have reached their age limit. The KD Rahman submarine had technical issues that prevented it from submerging.
      Weapons
      The MAF has advanced weapon systems from different countries, which can lead to technical and logistical problems.
      Technical issues
      Submarines
      The KD Rahman submarine had technical issues that prevented it from submerging.
      Weapon systems
      The MAF's weapon systems have differing technical standards and specifications, which can lead to inefficiencies.
      Budget constraints
      Defense budget: The MAF's defense budget has been stagnant for several years.
      Procurement system: The MAF's procurement system has been criticized for being inefficient and susceptible to external interference

      Hapus
    8. Betapa malon sangat gelisah dgn salah satu Monster Indonesia ini🤣🤣🤣😜😝🤪

      Hapus
  4. Hanya tinggal sisa 10 tahun guys.....HAHAHAHAHA



    "Dalam catatan kami, usianya itu sudah masa pakai 40 tahun sehingga masa kapal perang itu kalau kita mengacu pada referensi yang normal, itu juga sekitar 40, 45 tahun sehingga kapal Garibaldi ini sisa usia pakainya mungkin hanya 10 tahun saja," tambahnya.

    Hasanuddin mempertanyakan apakah anggaran TNI untuk perawatan kapal induk itu memungkinkan. Hasanuddin menilai biaya per bulan yang mesti dikeluarkan untuk kapal induk mencapai EUR 5.000.000.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
    2. KASIH PAHAM ....GANTI 5x KING : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONSIA DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonsia (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONSIA (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.
      Dampak Riil:
      Biaya Pinjaman Lebih Tinggi: Jika peringkat kredit negara turun karena tingkat utang yang tinggi, investor akan meminta imbal hasil (bunga) yang lebih tinggi untuk meminjamkan uang kepada pemerintah. Ini membuat biaya pinjaman semakin mahal.
      Citra Investor Negatif: Peringkat yang buruk juga bisa membuat investor asing ragu untuk berinvestasi di negara tersebut, mengurangi aliran modal asing langsung (FDI) yang penting untuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.

      Hapus
    3. KASIH PAHAM ....GANTI 5x KING : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONSIA DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonsia (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONSIA (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      Dampak Riil:
      Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
      Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.
      Kebijakan Moneter yang Terhambat:
      Penjelasan: Bank sentral harus mempertimbangkan tingkat utang rumah tangga saat merumuskan kebijakan moneter (terutama suku bunga).
      Dampak Riil:
      Dilema Suku Bunga: Jika bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, ini akan meningkatkan beban cicilan utang rumah tangga, berisiko memicu gagal bayar massal dan memperlambat ekonomi. Ini menempatkan bank sentral dalam dilema.
      Efektivitas Kebijakan Berkurang: Kebijakan moneter mungkin menjadi kurang efektif karena adanya tingkat utang yang tinggi.



      Hapus
    4. KASIH PAHAM ....GANTI 5x KING : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      --------------------------------
      1️⃣ MALONSIA DEBT DATA 2026
      -
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      -
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      -
      Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Exceeding the 65% GDP statutory limit)
      -
      Total Population of Malonsia (2026): 36,385,115 citizens
      --------------------------------
      2️⃣ PER CAPITA DEBT CALCULATION FOR MALONSIA (2026)
      -
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      -
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      -
      ➡ Total Cumulative Debt Burden Per Capita: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONSIA bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONSIA menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONSIA: MALONSIA secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONSIAn Government Securities (MGS) dan MALONSIAn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
      • Beban Bunga: Peningkatan hutang berarti pemerintah juga harus membayar bunga atas pinjaman tersebut. Pembayaran bunga ini menjadi pengeluaran tahunan dalam anggaran pemerintah, yang berarti sebagian dari pendapatan negara harus dialokasikan untuk membayar bunga hutang daripada untuk program lain.
      • Risiko Fiskal: Jika rasio hutang terhadap PDB menjadi terlalu tinggi atau jika beban bunga menjadi tidak berkelanjutan, ini dapat menimbulkan risiko fiskal bagi negara, seperti:
      o Penurunan Peringkat Kredit: Lembaga pemeringkat kredit dapat menurunkan peringkat kredit negara, yang membuat biaya pinjaman di masa depan menjadi lebih mahal.
      o Tekanan Inflasi: Jika pemerintah mencetak uang untuk membayar hutang (meskipun jarang terjadi di MALONSIA), ini bisa menyebabkan inflasi.

      Hapus
    5. KASIH PAHAM ....GANTI 5x KING : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 5x PM : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      KASIH PAHAM ....GANTI 6x MINDEF : ZONK MRCA SPH LCS NSM
      -
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      MALONSIA TERTIPU : NOT PAID FFBNP = LEASING
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. DENDA= USUSD83,8 juta
      Seperti dikutip The Edge MALONSIA (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONSIA atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
      -------------
      2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
      Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONSIA.
      Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONSIA (Royal MALONSIAn Navy/RMN).
      Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
      Masalah Utama:
      Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
      Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
      Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
      -------------
      3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
      Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
      Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
      Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
      Masalah Utama:
      Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONSIA.
      Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONSIA.
      -------------
      4. KONTROVERSI PENGADAAN JET TEMPUR A-4 SKYHAWK
      Kasus ini sering diangkat kembali, termasuk oleh Raja MALONSIA sendiri, sebagai contoh kegagalan pengadaan di masa lalu.
      Proyek: Pembelian 88 unit jet tempur A-4 Skyhawk bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an.
      Masalah Utama:
      Kondisi buruk: Dari 88 unit yang dibeli, hanya sekitar 40 unit yang bisa digunakan dan sisanya dianggap tidak layak terbang.
      Tingkat kecelakaan tinggi: Jet-jet yang dioperasikan mengalami tingkat kecelakaan yang tinggi, membahayakan nyawa pilot, dan akhirnya dipensiunkan. Raja MALONSIA menyebutnya sebagai "peti mati terbang" (flying coffin), istilah yang juga digunakan untuk mengkritik rencana pengadaan helikopter Black Hawk yang usianya sudah tua.
      -------------
      5. SKANDAL PENCURIAN MESIN PESAWAT TEMPUR F-5E
      Kasus ini adalah salah satu contoh nyata kelemahan dalam pengawasan aset militer.
      Kasus: Hilangnya dua mesin pesawat tempur Northrop F-5E milik Angkatan Udara Kerajaan MALONSIA (RMAF) senilai sekitar USUSD29 juta.
      Masalah Utama: Investigasi mengungkapkan bahwa mesin-mesin tersebut telah dicuri dari pangkalan militer dan kemudian dijual kepada perusahaan di Amerika Selatan.

      Hapus
    6. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      • 2018: Rilis Tabung Harapan karena utang negara tembus RM1 triliun (80% PDB).
      2019: 59% pinjaman baru dipakai untuk bayar utang lama.
      2020: Naik jadi 60%, anggaran pembangunan terhimpit.
      2021: 50,4% (RM98,05 miliar) digunakan untuk utang jatuh tempo.
      2022: 52,4% (RM113,7 miliar) untuk utang lama pascapandemi.
      2023: 64,3% (Rekor tertinggi), RM145,8 miliar habis untuk utang lama.
      2024: 58,9% (RM121,3 miliar) saat pemerintah mulai konsolidasi.
      2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar) untuk bayar prinsipal utang.
      2026: Tren gali lubang tutup lubang diproyeksikan masih berlanju
      -------------------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ---------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    7. Kau TDK memikirkan kapal induk yg lain milik 🇮🇩💪🇮🇩💪🇮🇩💪🤣🤣🤣

      Hapus
  5. Hanya tinggal sisa 10 tahun guys.....HAHAHAHAHA



    "Dalam catatan kami, usianya itu sudah masa pakai 40 tahun sehingga masa kapal perang itu kalau kita mengacu pada referensi yang normal, itu juga sekitar 40, 45 tahun sehingga kapal Garibaldi ini sisa usia pakainya mungkin hanya 10 tahun saja," tambahnya.

    Hasanuddin mempertanyakan apakah anggaran TNI untuk perawatan kapal induk itu memungkinkan. Hasanuddin menilai biaya per bulan yang mesti dikeluarkan untuk kapal induk mencapai EUR 5.000.000.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
    2. KASIH PAHAM GUYS = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    3. KASIH PAHAM GUYS = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    4. KASIH PAHAM GUYS = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    5. KASIH PAHAM GUYS = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
    6. KASIH PAHAM GUYS = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------

      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    7. LCS By LUNAS = TIDAK LUNAS 16 TAHUN
      -
      17 VENDOR TAGIH HUTANG LCS = 16 TAHUN
      PROTANK = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
      Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      iXblue SAS = TAGIH HUTANG
      iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Pembangunan MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
      MTU Services = TAGIH HUTANG
      Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
      Bank Muamalat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd = TAGIH HUTANG
      Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
      Kuwait Finance House (MALONYET) Bhd = TAGIH HUTANG
      https://theedgeMALONYET.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ---------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  6. Saya sudah kata dari awal...sedangkan BBM KAPAL saja TNI NUNGGAK HUTANG ke Pertamina..... HAHAHAHHA



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
    2. KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYSEWA 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALAYSEWA (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALAYSEWA (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    3. KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    4. KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
      ----------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    5. KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
      ---------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    6. KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
      ---------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    7. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ----------------------------------
      • Blasting
      Proses pembersihan material pada kapal dengan cara menyemprotkan pasir steel grit atau pasir silika dengan tekanan tinggi. Tujuannya untuk menghilangkan kontaminan seperti karat, cat, garam, dan oli.
      • Painting
      Proses pelapisan material pada kapal menggunakan cat dengan metode roll, spray, dan kuas. Tujuannya untuk merawat dan melindungi lambung kapal dari kerusakan akibat korosi dan fouling.
      ----
      Littoral Combat Ship (LCS) 2 has successfully completed the blasting and first level of painting process, marking a significant milestone in its construction journey. It will later transition to further surface preparation and coating applications to ensure all critical areas meet the required standards.
      ===================
      The MALONYET Littoral Combat Ship (LCS) program has faced a number of issues, including:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      FACT LCS 2025 - 2011 = 15 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      ===================
      FACT NOT YET DELIVERED :
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
      The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      ===================
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
      LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
      PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
      HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
      JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO


      Hapus
  7. Mainan apalagi yg kau beli itu beruk malondesh ???
    🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  8. ✅️kita dapet Gift Kapal Induk 180meter dari Italia

    ❌️seblah NGEMIS kapal Butut WW2..2x
    pasti dikasi Amrik lah, coba minta Nimitz klas kalo brani?.. brani malyu haha!😆😝🍌

    ❌️📛❌️📛
    Delegasi Malaysia Tinjau Ex-USCGC Valiant, Bakal Dihibahkan ke APMM
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/09/delegasi-malaysia-tinjau-ex-uscgc.html?sc=1789979690405&m=1#c6484325985650941203

    BalasHapus
  9. Mirip yg ada di.mall, masukkan coin dan bisa berputar2 10 menit.

    BalasHapus
  10. Min berita kedatangan 35 unit Ranpur Amfibi LVT-7 atau AAF-7 dari Amerika Serikat tlg ditampilkan ya min. Biar beruk.makin gila

    BalasHapus
  11. MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ---------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  12. lha ini seblah NGEMIS kapal WW2 pendek
    FULL KARAT padahal belum kirim haha!😂🍌👎

    kapal Butut umur 60 tahun lebih mao ngapaen coba,

    datang aja super lelet/ lama banget 50 hari haha!🤣😱🍌
    Departure: September 18, 2025 (from the United States)
    Arrival Date: November 4, 2025 (arrived in Malaysia)

    USCG bagi, NAM & PH kapal kosgard lebih panjang, 113m
    lha ini cuman 60 meter cuy..👎
    klaim kaya, anti rongsok..bikim Malyu Britis ajah haha!😆🍌😶‍🌫️
    ❌️📛❌️📛
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1519210233564206&id=100064257302472

    BalasHapus
  13. Tactical Utilitil...apakah sanggup menahan gempuran jamming....itu perkara taktis lapangan 👇🤞

    https://www.facebook.com/share/r/18KHDSNTXy/

    BalasHapus
  14. FACT = LCS KARATAN
    BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
    PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
    ----------------------------------
    • Blasting
    Proses pembersihan material pada kapal dengan cara menyemprotkan pasir steel grit atau pasir silika dengan tekanan tinggi. Tujuannya untuk menghilangkan kontaminan seperti karat, cat, garam, dan oli.
    • Painting
    Proses pelapisan material pada kapal menggunakan cat dengan metode roll, spray, dan kuas. Tujuannya untuk merawat dan melindungi lambung kapal dari kerusakan akibat korosi dan fouling.
    ----
    Littoral Combat Ship (LCS) 2 has successfully completed the blasting and first level of painting process, marking a significant milestone in its construction journey. It will later transition to further surface preparation and coating applications to ensure all critical areas meet the required standards.
    ===================
    The MALONYET Littoral Combat Ship (LCS) program has faced a number of issues, including:
    • Delayed delivery
    The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
    • Design issues
    The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
    • Financial issues
    Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
    • Corruption
    A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
    • Aging fleet
    The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
    ===================
    FACT LCS 2025 - 2011 = 15 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    ===================
    FACT NOT YET DELIVERED :
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
    ===================
    NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    5X RAJA 5X PM 6X MINDEF = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    --------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    LMS B1 = NO MISSILE NO TORPEDO
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO MISSILE NO TORPEDO
    LAKSAMANA = NO MISSILE NO TORPEDO
    KEDAH = NO MISSILE NO TORPEDO
    PERDANA = NO MISSILE NO TORPEDO
    HANDALAN = NO MISSILE NO TORPEDO
    JERUNG = NO MISSILE NO TORPEDO


    BalasHapus
  15. kita donk dapet kapal induk 180 meter
    Garibaldi Free dr italia haha!🥳👍🏴‍☠️
    pasti warganyet kl iri dengki

    masi mulus dan lebih muda 20 tahun, dari kapal butut sedekah amrik buat seblah haha!🤗👍😝

    Laju Garibaldi masi Super Kencang⚡️
    itali selat sumatra aja 23 hari,
    FULL 4 Gas Turbin

    Departure Date: August 24, 2026, from Taranto, Italy.
    Arrival Date: September 18, 2026, at Tanjung Priok Port, Jakarta.

    nih lagi Show Force sepanjang Semenanjung kl dan upil hahah!🤭✌️🍌

    ⬇️⬇️☢️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/4349607305290632/?referral_source=external_deeplink&original_uri=https://www.facebook.com/share/r/196vAM3Puq/

    BalasHapus
  16. FACT ..........
    BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
    PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
    ----------------------------------
    • Blasting
    Proses pembersihan material pada kapal dengan cara menyemprotkan pasir steel grit atau pasir silika dengan tekanan tinggi. Tujuannya untuk menghilangkan kontaminan seperti karat, cat, garam, dan oli.
    • Painting
    Proses pelapisan material pada kapal menggunakan cat dengan metode roll, spray, dan kuas. Tujuannya untuk merawat dan melindungi lambung kapal dari kerusakan akibat korosi dan fouling.
    ----
    Littoral Combat Ship (LCS) 2 has successfully completed the blasting and first level of painting process, marking a significant milestone in its construction journey. It will later transition to further surface preparation and coating applications to ensure all critical areas meet the required standards.
    ===================
    The MALONYET Littoral Combat Ship (LCS) program has faced a number of issues, including:
    • Delayed delivery
    The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
    • Design issues
    The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
    • Financial issues
    Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
    • Corruption
    A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
    • Aging fleet
    The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
    ===================
    FACT LCS 2025 - 2011 = 15 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    ===================
    FACT NOT YET DELIVERED :
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 PER UNIT
    The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
    ===================
    17 KREDITUR LCS
    17 KREDITUR LCS
    17 KREDITUR LCS
    Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) Bhd.
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT

    BalasHapus
  17. Saya sudah kata dari awal Kapal induk RONGSOKAN KARATAN ini hanya akan jadi Monoment.....KOS menjaganya terlalu MAHAL...sedangkan BBM KAPAL saja TNI NUNGGAK HUTANG ke Pertamina..... HAHAHAHHA



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
  18. Saya sudah kata dari awal Kapal induk RONGSOKAN KARATAN ini hanya akan jadi Monoment.....KOS menjaganya terlalu MAHAL...sedangkan BBM KAPAL saja TNI NUNGGAK HUTANG ke Pertamina..... HAHAHAHHA



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
  19. Gempurwaria dan malaydes lainnya selalu menghibur diri mereka sendiri..biasanya dapat ide tu dr Jamban..ya kan..jgn bo ong🤣😁🤣😁🤣😁🤪😝😜

    BalasHapus
  20. 🤣🤣🤣😁😁😁 Mainan anak tadika..norak malon!

    BalasHapus
  21. Gak sabar LG Sabah dan serawak Merdeka!

    BalasHapus
  22. Serius benda aneh kayak begini dipamerkan? 🤣🤣🤣. Indonesia sudah membuat KSOT dan UCAV, kamu malah buat mainan sekelas odong2. Kl di Indonesia, ini mah kelas buatan tukang las pinggir jalan.

    Btw, Pur, mau tanya? Sebelah TUAH itu JARJIT bukan? Itu Jarjit kan? Khas topi India itu..🤣🤣

    BalasHapus
  23. Kyk lp o6 Vita birahi.
    Lucuuuu..trus di potonya orangnya kyk profesor malaydes pandir semuaaa😁😁😁🤣🤣🤣😜😝💪

    BalasHapus
  24. Ini benda proyek tampal sticker terbaru si MALAYDESH ...

    Kih..kih..kih...😂😂😂🤣🤪

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minim literasi!
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
  25. Hebat Tuah UMV with AI
    INDON ketar ketir!
    Padam KARHUTLA pun minta bantuan Malaysia!
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.youtube.com/watch?v=CG3A3FBz4MY
    https://www.youtube.com/watch?v=6t8pPWbYqcU

    BalasHapus
    Balasan
    1. KERETA UFO..LUCU

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  26. Hebat! Tuah UMV with AI
    INDON ketar ketir!
    Padam KARHUTLA pun minta bantuan Malaysia!
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.youtube.com/watch?v=CG3A3FBz4MY
    https://www.youtube.com/watch?v=6t8pPWbYqcU

    BalasHapus
    Balasan
    1. KERETANYA MIRIP UFO..

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  27. KERETANYA MIRIP UFO..

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  28. Kapal INDUK RONGSOK KARATAN ternyata sisa dipakai hanya 10 tahun guys....HAHAHAHAHAH

    LAWAK apakah ini.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. KERETANYA MIRIP UFO..

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  29. Kapal INDUK RONGSOK KARATAN ternyata sisa dipakai hanya 10 tahun guys....HAHAHAHAHAH

    LAWAK apakah ini.............

    BalasHapus
    Balasan
    1. SI MISSQUEEN KEPANASAN..INDO PUNYA KAPAL INDUK..

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  30. Cutter class warganyet lebih muda dari Garibaldi. Usianya baru 60 thn 😁😁😁😁😁

    BalasHapus
  31. HUTANG di buat ugal ugalan.....Sisa dipakai hanya dianggarkan 10 tahun saja lagi guys.......HAHAHAHAH



    Legislator Soroti Usia Kapal Induk Hibah Italia 40 Tahun, Singgung Anggaran

    https://news.detik.com/berita/d-8582368/legislator-soroti-usia-kapal-induk-hibah-italia-40-tahun-singgung-anggaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  32. HUTANG di buat ugal ugalan.....Sisa dipakai hanya dianggarkan 10 tahun saja lagi guys.......HAHAHAHAH



    Legislator Soroti Usia Kapal Induk Hibah Italia 40 Tahun, Singgung Anggaran

    https://news.detik.com/berita/d-8582368/legislator-soroti-usia-kapal-induk-hibah-italia-40-tahun-singgung-anggaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. MANAKALA KITA DAPAT FREE KAPAL INDUK SI MISSQUEEN CUMAN DAPAT KAPAL COASTGUARD US ZAMAN FIRAUN...KESIAN DI HINAKAN US


      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  33. Garibaldi memang akan dipakai 15 thn. Setelah itu kita bikin sendiri. Sudah dpt blue printnya.

    BalasHapus
  34. MANAKALA KITA DAPAT FREE KAPAL INDUK SI MISSQUEEN CUMAN DAPAT KAPAL COASTGUARD US ZAMAN FIRAUN...KESIAN DI HINAKAN US


    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  35. BACA guys............. kapal induk RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran..... HAHHAHAHA



    "Dalam catatan kami, usianya itu sudah masa pakai 40 tahun sehingga masa kapal perang itu kalau kita mengacu pada referensi yang normal, itu juga sekitar 40, 45 tahun sehingga kapal Garibaldi ini sisa usia pakainya mungkin hanya 10 tahun saja," tambahnya.

    Hasanuddin mempertanyakan apakah anggaran TNI untuk perawatan kapal induk itu memungkinkan. Hasanuddin menilai biaya per bulan yang mesti dikeluarkan untuk kapal induk mencapai EUR 5.000.000.


    https://news.detik.com/berita/d-8582368/legislator-soroti-usia-kapal-induk-hibah-italia-40-tahun-singgung-anggaran?page=2

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=http://defense-studies.blogspot.com/2025/09/kapal-ex-uscg-cutter-steadfast-resmi.html&ved=2ahUKEwip0MC9j4GXAxXIjuEIHbtDPHYQFnoECD8QAQ&sqi=2&usg=AOvVaw3QdkQlR3P_LXuxJRKdigKP


      BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA


      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  36. Warganyet hanya bisa mimpi basah utk punya kapal induk. Heli aja masih sewa. Ha ha ha ha level warganyet setara Timor Leste

    BalasHapus
  37. Detail Usia dan Kondisi Kapal TLDMPersentase Usia Lanjut: Berdasarkan laporan rasmi Angkatan Tentera Malaysia (ATM), lebih dari 60% hingga 75% armada kapal TLDM dikategorikan sudah tua dan sebahagiannya berumur antara 40 hingga 50 tahun.

    Ha ha ha ha ngacaaaaaa.

    BalasHapus
  38. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=http://defense-studies.blogspot.com/2025/09/kapal-ex-uscg-cutter-steadfast-resmi.html&ved=2ahUKEwip0MC9j4GXAxXIjuEIHbtDPHYQFnoECD8QAQ&sqi=2&usg=AOvVaw3QdkQlR3P_LXuxJRKdigKP


    BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA


    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  39. Kapal perang tertua milik Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang masih aktif beroperasi saat ini adalah KD Sri Sabah dan KD Sri Sarawak. Kedua-dua kapal peronda laju (FAC) ini telah mencecah usia lebih 50 tahun. Tepatnya 64 tahun. Ha ha ha ha ha

    BalasHapus
  40. Baca guys.... JEBAKAN BIAYA yang akan menekan anggaran TNI AL.... HAHAHAHAHA



    Kapal induk hibah Italia Giuseppe Garibaldi yang akan dinamai KRI Gadjah Mada menuai sorotan soal biaya operasional dan retrofit. Analisis menyebut biaya O&M bisa mencapai Rp1 triliun–Rp1,3 triliun per tahun, dengan konsumsi BBM dasar Rp1,2–Rp1,8 miliar per hari. Jika operasi aktif 30 hari, kebutuhan BBM saja diperkirakan Rp36–Rp54 miliar.

    Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin bahkan memperkirakan biaya operasional bisa tembus Rp101 miliar per bulan, sementara retrofit mencapai Rp7,2–Rp16,8 triliun tergantung spesifikasi.

    Menanggapi hal ini, Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan seluruh alutsista baru sudah melalui perencanaan anggaran. "Perhitungan biaya operasional, pemeliharaan maupun retrofit bergantung pada kebutuhan, pola operasi, serta tahapan modernisasi," ujarnya, Minggu (6/9/2026).

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  41. Baca guys.... JEBAKAN BIAYA yang akan menekan anggaran TNI AL.... HAHAHAHAHA



    Kapal induk hibah Italia Giuseppe Garibaldi yang akan dinamai KRI Gadjah Mada menuai sorotan soal biaya operasional dan retrofit. Analisis menyebut biaya O&M bisa mencapai Rp1 triliun–Rp1,3 triliun per tahun, dengan konsumsi BBM dasar Rp1,2–Rp1,8 miliar per hari. Jika operasi aktif 30 hari, kebutuhan BBM saja diperkirakan Rp36–Rp54 miliar.

    Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin bahkan memperkirakan biaya operasional bisa tembus Rp101 miliar per bulan, sementara retrofit mencapai Rp7,2–Rp16,8 triliun tergantung spesifikasi.

    Menanggapi hal ini, Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan seluruh alutsista baru sudah melalui perencanaan anggaran. "Perhitungan biaya operasional, pemeliharaan maupun retrofit bergantung pada kebutuhan, pola operasi, serta tahapan modernisasi," ujarnya, Minggu (6/9/2026).

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  42. Kapal tertua yang dioperasikan oleh Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) atau Malaysia Coast Guard adalah KM Bendahara (sebelumnya dikenal sebagai kapal eks-USCGC Steadfast dari Penjaga Pantai Amerika Serikat), yang ditauliahkan pertama kali pada tahun 1968.

    BalasHapus
  43. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

    Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  44. 75% kapal tldm berusia diatas 59 tahun. H aha ha ha ha dan 100% tak ada rudal aktif. Ha ha ha ha tentara gembel

    BalasHapus
  45. GILA..... Semahal itu guys.....LAWAKnya TNI AL NUNGGAK HUTANG BBM kapal ya guys...... HAHAHAHAHA



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  46. GILA..... Semahal itu guys.....LAWAKnya TNI AL NUNGGAK HUTANG BBM kapal ya guys...... HAHAHAHAHA



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  47. KAPAL AKI2 SAMPAH MASIH DI TERIMA MALONDESH...KESIAN AKIBAT MISSQUEENNYA TERDEWA..TAKDE DUIT ALIAS BOKEK


    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  48. Kolektor kapal2 usang. Memalukan kawasan

    BalasHapus
  49. Pantas TDK ada negara yg mau latihan dg TLDM. Kawatir kapal.mereka tenggelam karena karat dan mogok ditengah laut

    BalasHapus
  50. SAKING MISSQUEENYA...KAPAL RONGSOKPUN MASIH DI TERIMA..TERLALU US HINAKAN MALONDESH

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  51. MALONDESH KOLEKTOR BARANG2 ANTIK...


    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  52. GORILLA pun teriak teriak kapal induknya FREE...KAH...KAH...KAH...


    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  53. GORILLA pun teriak teriak kapal induknya FREE...KAH...KAH...KAH...


    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keledai Malaya makin koyak...Kah.....kah......kah....

      Hapus
    2. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  54. MAKLUMLAH BUDGET INDO 20 BILLION WAJAR KALO SHOPPING TERIS..SEMENTARA MALONDESH CUMA 3 BILLION DI BAGI 5..KESIAN YA GAES..MISSQUEEN


    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  55. GORILLA pun teriak teriak kapal induk RONGSOKAN FREE..... Kalau FREE tiada nya INDIANESIA terpaksa NGEMIS HUTANG LENDER....HAHAHAHAHAH



    RI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan

    https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
    2. Keledai Malaya makin koyak.... kah...... kah......kah.....

      Hapus
  56. DI HINAKAN US DENGAN DI KASIH KAPAL ZAMAN FIRAUNPUN...WARGANYET MALONDESH TETAP BAHAGIA..MAKLUM BUDGET KECIK TAK MAMPU BELI KAPAL BARU

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  57. LAWAK...... NGUTANG guys....HAHAHAHAHA



    BAPPENAS setujui rencana pinjaman luar negeri 450 juta USD untuk pengadaan kapal induk Giuseppe Garibaldi bekas Angkatan Laut Italia

    https://www.airspace-review.com/2025/09/21/bappenas-setujui-rencana-pinjaman-luar-negeri-450-juta-usd-untuk-pengadaan-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-bekas-angkatan-laut-italia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
    2. Lawak......bikin kapal sampai 16 tahun tapi jadi kapal karatan 😅😅😅😅

      Hapus
  58. KAPAL TUA 56 TAHUN????YAAAA AMPUUUUN..MALU2IN KAWAN ASEAN SAJA...


    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  59. GILA..... Semahal itu guys.....hanya untuk sebuah kapal INDUK RONGSOK KARATAN yang sisa dipakai hanya tinggal 10 tahun....HAHAHAHAHA



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  60. GILA..... Semahal itu guys.....hanya untuk sebuah kapal INDUK RONGSOK KARATAN yang sisa dipakai hanya tinggal 10 tahun....HAHAHAHAHA



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
    2. Bikin kapal karatan sampai 16 tahun 😅😅😅😅😅

      Hapus
  61. LAWAK GAES...MALONDESH SEKARANG JADI KOLEKTOR BARANG ANTIK



    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  62. Bikin kapal karatan sampai 16 tahun 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  63. Lawak.....bikin kapal karatan sampai 16 tahun 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  64. GILAAA..KAPAL TUA 56 TAHUNPUN TETAP DI TERIMA GAES..


    Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  65. Lawak......bikin kapal karatan sampai 16 tahun 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  66. LAWAK...... NGUTANG guys....HAHAHAHAHA



    BAPPENAS setujui rencana pinjaman luar negeri 450 juta USD untuk pengadaan kapal induk Giuseppe Garibaldi bekas Angkatan Laut Italia

    https://www.airspace-review.com/2025/09/21/bappenas-setujui-rencana-pinjaman-luar-negeri-450-juta-usd-untuk-pengadaan-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-bekas-angkatan-laut-italia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  67. LAWAK...... NGUTANG guys....HAHAHAHAHA



    BAPPENAS setujui rencana pinjaman luar negeri 450 juta USD untuk pengadaan kapal induk Giuseppe Garibaldi bekas Angkatan Laut Italia

    https://www.airspace-review.com/2025/09/21/bappenas-setujui-rencana-pinjaman-luar-negeri-450-juta-usd-untuk-pengadaan-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-bekas-angkatan-laut-italia/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BACA guys............. kapal coastguard RONGSOKAN ini siap jadi BAHAN KETAWA jiran usia sudah 56 tahun..... HAHHAHAHA

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  68. GILA..... Rp 16 Triliun ...Semahal itu guys.....hanya untuk sebuah kapal INDUK RONGSOK KARATAN yang sisa dipakai hanya tinggal 10 tahun....HAHAHAHAHA



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS Mangkrak karatan ya gempurwaria 😅😅😂😂😂😂

      Hapus
  69. GILA..... Rp 16 Triliun ...Semahal itu guys.....hanya untuk sebuah kapal INDUK RONGSOK KARATAN yang sisa dipakai hanya tinggal 10 tahun....HAHAHAHAHA



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
      • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
      Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
      -
      • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
      -
      • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
      -
      • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
      -
      • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
      Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
      ________________________________________
      ✈️ ASET UDARA (TUDM)
      • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
      Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
      -
      • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
      -
      • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
      Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
      -
      • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
      Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
      ________________________________________
      🪖 ASET DARAT (TDM)
      • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
      -
      • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
      Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
      -
      • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
      Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

      Hapus
    2. LCS karatan ya gempurwaria 😅😂😂😂

      Hapus
  70. Kapal LCS mangkrak karatan ya gempurwaria 😅😅🤣🤣

    BalasHapus
  71. 🚢 ASET LAUT (TLDM)
    • LCS = MANGKRAK 15 YEARS BANNED NSM
    Sumber/Verifikasi: Kasus penundaan proyek Littoral Combat Ship (LCS) telah dilaporkan secara luas sejak tahun 2020 oleh PAC. Masalah terbaru mengenai pembatalan izin ekspor rudal Naval Strike Missile (NSM) oleh pemerintah Norwegia diverifikasi oleh laporan media internasional seperti USNI News - Norway Cancels Malonsian Contract for NSM serta media lokal Airtimes MY .
    -
    • LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: Littoral Mission Ship (LMS) Batch 1 (Kelas Keris) yang dibeli dari China dengan persenjataan terbatas (hanya meriam) tanpa rudal atau torpedo. Ulasannya dimuat di jurnal Janis Navy International dan portal lokal Malonsian Defence.
    -
    • LMS B2 = DOWNGRADE BABUR CLASS NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: LMS Batch 2 Berbeda dengan kelas Babur milik Pakistan yang memiliki kemampuan anti-kapal selam berat, LMS Batch 2 Malonsia difokuskan pada pertahanan udara dan anti-kapal permukaan. Proses peluncuran kapal ini dilaporkan oleh Naval News - Malonsia’s Third LMS Batch II Corvette Launched in Türkiye.
    -
    • LEKIU & KASTURI = EXO B2 EXPIRED RADAR CMS USANG / NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: Laporan mengenai modernisasi dan isu penuaan sistem Combat Management System (CMS) serta kedaluwarsanya rudal Exocet MM40 Block 2 pada kapal kelas Lekiu dan Kasturi dirilis oleh Jurnal Pertahanan Malonsia (Kementerian Pertahanan) dan buletin militer regional Asia Pacific Defense Journal.
    -
    • LAKSAMANA, KEDAH, PERDANA, HANDALAN, JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE NO TORPEDO
    Sumber/Verifikasi: Kapal-kapal tua ini (seperti Kelas Laksamana yang awalnya memiliki rudal Aspide/Otomat dan Kelas Perdana/Handalan) telah dicopot sistem rudalnya karena usia pakai yang habis. Status operasional ini terdaftar di direktori kapal perang dunia IHS Janes Fighting Ships.
    ________________________________________
    ✈️ ASET UDARA (TUDM)
    • SU-30MKM = LOW SERVICEABILITY SPAREPARTS EMBARGO
    Sumber/Verifikasi: Masalah rantai pasok suku cadang jet tempur Sukhoi dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Malonsia saat sidang Parlemen dan media analisis pertahanan Defense News
    -
    • F/A-18D HORNET = AGING AIRFRAME LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    Sumber/Verifikasi: TUDM hanya mengoperasikan 8 unit Hornet (1 jatuh/rusak, tersisa 7-8 unit operasional). Ketergantungan terhadap persetujuan Amerika Serikat untuk upgrade sistem senjata dibahas dalam dokumen RMAF Capability Development Plan 2055 (CAP55).
    -
    • HAWK 108/208 = FREQUent CRASHES & MIG-29N = RETIRED TOTAL FAILURE
    Sumber/Verifikasi: Rentetan kecelakaan jet latihan/tempur Hawk 108/208 (termasuk insiden fatal di Pangkalan Udara Butterworth) dilaporkan resmi oleh Bernama (Kantor Berita Malonsia). Sementara status armada MiG-29N yang di-mothballed (disimpan/pensiun) di Kuantan
    -
    • FA-50M = LIGHTWEIGHT DELAYED DELIVERY & BANNED AMRAAM 120
    Sumber/Verifikasi: oleh media analisis militer Defence UA - U.S. Blocked AIM-120 Integration on FA-50 Jets, meskipun Malonsia terus mengupayakan integrasinya untuk Batch terbaru Defence Security Asia.
    ________________________________________
    🪖 ASET DARAT (TDM)
    • PT-91M PENDEKAR = SPARES DISCONTINUED & ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    Sumber/Verifikasi: Insiden mogoknya tank utama (MBT) PT-91M Pendekar di jalan raya Kuala Lumpur dilaporkan oleh media global CNN - Tank stops traffic as Malonsian army vehicles break down
    -
    • AV8 GEMPITA = TENDER IRREGULARITIES UNPAID FINES (RM162M)
    Sumber/Verifikasi: Kasus denda keterlambatan AV8 Gempita oleh DRB- Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) Malonsia yang dipublikasikan secara terbuka kepada publik dan pers.
    -
    • MILDEF TARANTULA, CONDOR 4X4, & ASTROS II
    Sumber/Verifikasi: Penghentian operasional panser tua Condor dan Sibmas pada tahun 2023 diumumkan resmi oleh pihak Angkatan Darat Malonsia. Sedangkan analisis komersialitas Mildef Tarantula (HAPC 4x4 lokal) yang kesulitan menembus pasar skala besar sering dibahas di majalah Asian Defence Journal (ADJ).

    BalasHapus
  72. HORANG KAYA...BIAYA 16 TRILYUNPUN KITA SANGGUP DANAIN GAES BUAT OPERASIONAL KRI SRIWIJAYA..MAKLUM BUDGET BESAR GAES,20 TRILLIUN

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  73. HAHAHAHAHA............. MONUMENT BESI KARATAN...



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS MANGKRAK Karatan ya gempurwaria 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  74. HAHAHAHAHA............. MONUMENT BESI KARATAN...



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS Mangkrak karatan ya gempurwaria 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  75. LCS Mangkrak karatan ya gempurwaria 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  76. Mampus kau gempurwaria 🤣🤣🤣🤣🤣 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  77. Makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 😅😅😂😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  78. Geng GORILLA pun teriak teriak...kapal induk nya FREE...KAH...KAH...KAH



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHAHA............. MONUMENT BESI KARATAN...

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
    2. Gempur waria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 😅😅😅😅😅😅😅

      Hapus
  79. Geng GORILLA pun teriak teriak...kapal induk nya FREE...KAH...KAH...KAH



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHAHA............. MONUMENT BESI KARATAN...

      Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

      🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK...HIK

      Hapus
  80. HAHAHAHAHA............. MONUMENT BESI KARATAN...

    Dalam ucapannya, Mr James Knight berkata, kapal yang diserahkan merupakan kapal yang ditauliahkan pada 1968 dan telah berkhidmat dengan cemerlang selama 56 tahun. Menurutnya lagi, kehadiran kapal ini dalam armada Maritim Malaysia diharap mampu memperkukuh keselamatan maritim negara

    🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK...HIK

    BalasHapus
  81. Gempur waria Makan tuh LCS MANGKRAK Karatan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  82. Gempur waria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 😅😅😅😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  83. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  84. LAWAK..... dengan nilai Rp16 Triliun hanya untuk sebuah kapal RONGSOK KARATAN yang sisa 10 tahun.........bagus beli kapal baru....HAHAHAHAHAH



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  85. LAWAK..... dengan nilai Rp16 Triliun hanya untuk sebuah kapal RONGSOK KARATAN yang sisa 10 tahun.........bagus beli kapal baru....HAHAHAHAHAH



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  86. Malaysewa.....malaysewa ....negara yang bikin gelak dunia akhirat 😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  87. FOTO LCS 1 - TERBARU ya guys..... KELIHATAN GAGAH DI AIR..


    https://www.facebook.com/photo/?fbid=1521183996700163&set=pcb.1521185530033343

    BalasHapus
  88. FOTO LCS 1 - TERBARU ya guys..... KELIHATAN GAGAH DI AIR..


    https://www.facebook.com/photo/?fbid=1521183996700163&set=pcb.1521185530033343

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  89. FOTO LCS 1 - TERBARU ya guys..... KELIHATAN GAGAH DI AIR..


    https://www.facebook.com/photo/?fbid=1521183996700163&set=pcb.1521185530033343

    BalasHapus
  90. LAWAK..... dengan nilai Rp16 Triliun hanya untuk sebuah kapal RONGSOK KARATAN yang sisa 10 tahun.........bagus beli kapal baru....HAHAHAHAHAH



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
  91. LAWAK..... dengan nilai Rp16 Triliun hanya untuk sebuah kapal RONGSOK KARATAN yang sisa 10 tahun.........bagus beli kapal baru....HAHAHAHAHAH



    Biaya Operasional Kapal Induk KRI Gadjah Mada Diperkirakan “Capai 16 Triliun Lebih” Jadi Sorotan

    https://matahukum.net/biaya-operasional-hingga-retrofit-kri-gadjah-mada-jadi-sorotan-ini-respons-kemhan/

    BalasHapus
  92. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  93. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  94. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  95. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  96. Memang jelas masuk JEBAKAN.... Kapal RONGSOK ini siap dijangka jadi MONUMENT KARATAN di PELABUHAN.... anggaran menjaga kapal ini terlalu MAHAL......HAHAHAHAHHA



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
    Balasan
    1. GARIBALDI BUATAN 1981
      Kapal induk Giuseppe Garibaldi (551) milik Angkatan Laut Italia dibangun mulai 26 Maret 1981. Kapal ini diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi masuk ke dinas aktif (mulai beroperasi) pada 30 September 1985:
      -
      1. Media Nasional Indonesia (Versi Bahasa Inggris)
      Antara News: Menyebutkan konfirmasi dari Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait bahwa kapal tersebut adalah hibah murni sehingga tidak ada biaya pembelian unit.
      RI to receive its first aircraft carrier from Italy grant: Official
      Indonesia's first aircraft carrier expected to arrive in 2026
      -
      2. Media Pertahanan & Internasional
      Defence Security Asia: Menilai akuisisi ini sebagai penanda dimulainya era kapal induk dek penuh (full-deck carrier) pertama di Asia Tenggara.
      Italy's Retired Aircraft Carrier Giuseppe Garibaldi Set to Join Indonesian Navy by October 2026
      -
      Indonesian National Police (INP) News Portal: Menyediakan rincian alokasi anggaran sekitar US$450 juta untuk integrasi sistem senjata baru.
      Indonesia to Receive Italy's Giuseppe Garibaldi Aircraft Carrier
      ================
      ================
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
      RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
      -
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      =======================
      • 2003–2008 PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      • 2011–sekarang LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      • 2018–2021 LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 2024–2026 LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      • 1994–1995 LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      • 1981–1983 KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1982–1987 LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 2002–2009 KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1971–1973 PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1976–1977 HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1975–1976 JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
  97. Memang jelas masuk JEBAKAN.... Kapal RONGSOK ini siap dijangka jadi MONUMENT KARATAN di PELABUHAN.... anggaran menjaga kapal ini terlalu MAHAL......HAHAHAHAHHA



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
  98. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  99. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  100. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  101. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  102. GARIBALDI BUATAN 1981
    Kapal induk Giuseppe Garibaldi (551) milik Angkatan Laut Italia dibangun mulai 26 Maret 1981. Kapal ini diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi masuk ke dinas aktif (mulai beroperasi) pada 30 September 1985:
    -
    1. Media Nasional Indonesia (Versi Bahasa Inggris)
    Antara News: Menyebutkan konfirmasi dari Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait bahwa kapal tersebut adalah hibah murni sehingga tidak ada biaya pembelian unit.
    RI to receive its first aircraft carrier from Italy grant: Official
    Indonesia's first aircraft carrier expected to arrive in 2026
    -
    2. Media Pertahanan & Internasional
    Defence Security Asia: Menilai akuisisi ini sebagai penanda dimulainya era kapal induk dek penuh (full-deck carrier) pertama di Asia Tenggara.
    Italy's Retired Aircraft Carrier Giuseppe Garibaldi Set to Join Indonesian Navy by October 2026
    -
    Indonesian National Police (INP) News Portal: Menyediakan rincian alokasi anggaran sekitar US$450 juta untuk integrasi sistem senjata baru.
    Indonesia to Receive Italy's Giuseppe Garibaldi Aircraft Carrier
    ================
    ================
    KAPAL BUATAN 1960 =
    BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
    -
    KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
    RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
    -
    HIBAH KAPAL 1967
    The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -
    HIBAH KAPAL 1968
    USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    -
    HIBAH KAPAL 1980
    KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
    -
    PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
    Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
    -
    KAPAL MCMV 1984
    Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
    -
    HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
    Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
    -
    HIBAH KAPAL1990–1991
    KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
    -
    HIBAH KAPAL 1989
    KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
    =======================
    • 2003–2008 PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    • 2011–sekarang LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    • 2018–2021 LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 2024–2026 LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    • 1994–1995 LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    • 1981–1983 KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1982–1987 LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 2002–2009 KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1971–1973 PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1976–1977 HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1975–1976 JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  103. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  104. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  105. siap siap jadi MONUMENT DI DERMAGA guys.....KEMAHALAN. menjaganya...HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
  106. siap siap jadi MONUMENT DI DERMAGA guys.....KEMAHALAN. menjaganya...HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
  107. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  108. Memang jelas masuk JEBAKAN.... Kapal RONGSOK ini siap dijangka jadi MONUMENT KARATAN di PELABUHAN.... anggaran menjaga kapal ini terlalu MAHAL......HAHAHAHAHHA



    Jebakan Biaya di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

    https://www.law-justice.co/artikel/210707/jebakan-biaya-di-balik-hibah-kapal-induk-giuseppe-garibaldi/

    BalasHapus
  109. Siap siap LCS jadi monumen karatan 😅😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  110. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  111. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  112. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  113. Retrofit KAPAl INDUK RONGSOKAN KARATAN ini saja sudah memakan anggaran antara Rp 7 Triliun hingga Rp16 triliun....

    GILAnya guys....LAWAKnya anggaran sisa operasi KAPAL TUA ni hanya tersisa 10 tahun saja lagi....HAHAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. GARIBALDI BUATAN 1981
      Kapal induk Giuseppe Garibaldi (551) milik Angkatan Laut Italia dibangun mulai 26 Maret 1981. Kapal ini diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi masuk ke dinas aktif (mulai beroperasi) pada 30 September 1985:
      ================
      ================
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
      RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
      -
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      =======================
      • 2003–2008 PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      • 2011–sekarang LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      • 2018–2021 LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 2024–2026 LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      • 1994–1995 LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      • 1981–1983 KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1982–1987 LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 2002–2009 KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1971–1973 PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1976–1977 HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1975–1976 JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
  114. Retrofit KAPAl INDUK RONGSOKAN KARATAN ini saja sudah memakan anggaran antara Rp 7 Triliun hingga Rp16 triliun....

    GILAnya guys....LAWAKnya anggaran sisa operasi KAPAL TUA ni hanya tersisa 10 tahun saja lagi....HAHAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. GARIBALDI BUATAN 1981
      Kapal induk Giuseppe Garibaldi (551) milik Angkatan Laut Italia dibangun mulai 26 Maret 1981. Kapal ini diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi masuk ke dinas aktif (mulai beroperasi) pada 30 September 1985:
      ================
      ================
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
      RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
      -
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      =======================
      • 2003–2008 PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      • 2011–sekarang LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      • 2018–2021 LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 2024–2026 LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      • 1994–1995 LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      • 1981–1983 KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1982–1987 LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 2002–2009 KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1971–1973 PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1976–1977 HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      • 1975–1976 JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO

      Hapus
  115. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  116. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  117. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  118. GARIBALDI BUATAN 1981
    Kapal induk Giuseppe Garibaldi (551) milik Angkatan Laut Italia dibangun mulai 26 Maret 1981. Kapal ini diluncurkan pada 11 Juni 1983 dan resmi masuk ke dinas aktif (mulai beroperasi) pada 30 September 1985:
    ================
    ================
    KAPAL BUATAN 1960 =
    BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
    -
    KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
    RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
    -
    HIBAH KAPAL 1967
    The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -
    HIBAH KAPAL 1968
    USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    -
    HIBAH KAPAL 1980
    KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
    -
    PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
    Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
    -
    KAPAL MCMV 1984
    Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
    -
    HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
    Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
    -
    HIBAH KAPAL1990–1991
    KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALONYET in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
    -
    HIBAH KAPAL 1989
    KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALONYET Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
    =======================
    • 2003–2008 PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    • 2011–sekarang LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    • 2018–2021 LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 2024–2026 LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    • 1994–1995 LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    • 1981–1983 KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1982–1987 LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 2002–2009 KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1971–1973 PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1976–1977 HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
    • 1975–1976 JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO

    BalasHapus
  119. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  120. Gempurwaria makan tuh LCS MANGKRAK KARATAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus