06 Juli 2026

Kerjasama Weststar-RTI Australia Memperkuat Kemampuan Teknologi Roket dan Rudal Malaysia

06 Juli 2026

Penanda-tanganan kemitraan strategis Weststar-RTI (photo: MYKemhan)

Selama kunjungan kerja ke Australia, Menteri Pertahanan menyaksikan upacara penandatanganan kemitraan strategis antara
Weststar Defence Industries Sdn Bhd dan Rocket Technologies International Pty Ltd (RTI) di Canberra.

Kemitraan strategis ini merupakan perkembangan penting dalam upaya memperkuat kemampuan industri pertahanan negara, khususnya di bidang teknologi roket dan rudal. Keahlian RTI akan membuka ruang untuk transfer teknologi, penelitian dan pengembangan (R&D), pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi.

Jangka waktu dua tahun
Pemerintah menyambut dan sepenuhnya mendukung kolaborasi ini, yang juga mencakup pembangunan fasilitas produksi di Malaysia. Produksi roket diharapkan dimulai dalam dua tahun sebelum diperluas ke produksi rudal di masa mendatang.

Investasi oleh Weststar juga akan memungkinkan Malaysia untuk bergabung dengan rantai pasokan global RTI, sehingga membuka peluang bagi industri lokal untuk tumbuh dalam ekosistem pertahanan internasional. Inisiatif ini sejalan dengan aspirasi Dasar Industri Pertahanan Negara (DIPN) untuk memperkuat kemampuan pertahanan kedaulatan negara.

Apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan dan persetujuannya terhadap kolaborasi dan transfer teknologi ini. Selamat kepada Weststar atas kepercayaan dan komitmennya untuk berinvestasi di bidang strategis yang akan memperkuat kemampuan pertahanan negara untuk generasi mendatang.

Tank T-1 Vietnam Ternyata Lebih Besar dari PT-76

06 Juli 2026

Tank T-1 Vietnam dan PT-76 (photos: Vietnam Defence II, Do You Know)

Tank T-1 terlihat lebih besar, lebih tinggi, lebih panjang, dan lebih berat daripada PT-76. Hal ini terlihat dari spesifikasi dan penampilannya. T-1 sangat menonjol karena turretnya yang sangat luas, memberikan ruang yang cukup untuk pengisian otomatis dan banyak ruang untuk peningkatan.


Sekarang juga lebih jelas bahwa tank ini memiliki sangkar di kedua sisi dan di penutup kompartemen mesin. Logikanya adalah untuk menutupi sebanyak mungkin, bukan sepenuhnya, jika tidak sangkar akan membuat fitur lain menjadi tidak berguna.


Fitur utamanya adalah kemampuan pengamatan. Ini sangat canggih. Pengemudi memiliki visor siang/malam. Penembak memiliki alat bidik siang/malam. Komandan tank memiliki periskop siang/malam dan dudukan senjata yang dikendalikan dari jarak jauh dengan alas putar terintegrasi; Anda dapat mengendalikannya dari dalam atau luar. Dudukan senjata bahkan menutupi alat bidik panorama di belakang palka atap penembak.


Yang lebih mengesankan lagi adalah sistem perlindungan aktifnya. Sepasang lampu pengacau sinyal, empat sensor radiasi laser yang terhubung ke sistem peluncur granat asap, dan apa yang tampak seperti sistem pengacau sinyal drone yang mirip dengan LMADIS (Light Marine Air Defense Integrated System) AS.

Menhan Laksanakan Groundbreaking Pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin

06 Julli 2026

Groundbreaking pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin, Kalimantan Selatan (photos: Kemhan)

Batulicin, Kalimantan Selatan – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan groundbreaking pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Sabtu (4/7/2026). Pembangunan fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan secara berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Pindad memaparkan bahwa penguatan industri pertahanan dalam negeri merupakan salah satu prioritas strategis pemerintah guna mendukung kemampuan pertahanan negara yang mandiri, modern, dan berkelanjutan. Pembangunan fasilitas produksi ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus meningkatkan daya saing industri strategis nasional.

Menhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya proyek tersebut, mulai dari pemerintah daerah, TNI, PT Pindad, hingga seluruh mitra yang berkontribusi dalam proses persiapan pembangunan. Sinergi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mempercepat penguatan ekosistem industri pertahanan nasional.


Selain mendukung kepentingan pertahanan negara, pembangunan pabrik ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia, serta tumbuhnya berbagai sektor pendukung di Kalimantan Selatan.

Groundbreaking ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri pertahanan nasional sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kemandirian bangsa melalui pembangunan kapasabilitas industri strategis dalam negeri yang mampu mendukung kepentingan pertahanan dan pembangunan nasional secara berkesinambungan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh H. Andi Syamsuddin Arsyad, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, serta para pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan mitra strategis industri pertahanan.

05 Juli 2026

Rusia Berupaya Menjaga Relevansi BMP-3 dengan Opsi Persenjataan Baru

05 Juli 2026

Sebuah BMP-3 yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan turet AU-220M (Seri Berat) Versi 02 yang dipersenjatai dengan meriam 57mm dan memiliki sistem bidik stabil yang terpasang di atap kendaraan (photo: Burevestnik)

Iterasi baru dari sistem meriam 57mm menyoroti dorongan menuju turet multi-peran yang mampu melawan kendaraan lapis baja, drone, dan target udara.

Lembaga Penelitian Pusat Rusia Burevestnik, yang berbasis di Nizhny Novgorod, terus mengembangkan seri AU-220M 57mm dari Dudukan Meriam Serbaguna untuk Angkatan Darat/Multipurpose Gun Mounts for Land Forces (MGMLF) dengan model baru pertama yaitu AMU-220M (Seri Ringan) Versi Satu.

2S38 Derivatsiya dengan turet AMU-220M (Seri Ringan) Versi 01 (photo: Armored Warfare)

Sistem lengkapnya dikenal sebagai 2S38 dengan senjata 57mm sebenarnya yang diberi nama 2A90.

Menara kendali jarak jauh/remote-controlled turret (RCT) ini dipersenjatai dengan meriam otomatis 57mm dengan 80 butir amunisi siap pakai dan senapan mesin koaksial 7,62mm 6P7K (MG) yang dipasang di luar sisi kanan dengan 1.000 butir amunisi. Persenjataan utama memiliki laju tembakan siklik 80 butir.

(Shephard)

Penguin Delivers First of Six Composite Superstructure to Singapore Navy

05 Juli 2026

Composite superstructure at Penguin Shipyard International in Singapore (photo: Penguin)

PENGUIN Shipyard International has completed and delivered a composite superstructure (CSS) using Saab's unique technology for the Republic of Singapore Navy's new Multi Role Combat Vessel (MRCV).

"This milestone marks the successful completion of Penguin's first composite shipbuilding project and our first naval defence project," said Penguin's Managing Director James Tham.

"The capabilities developed through this project will be integrated across our broader shipbuilding operations, strengthening our ability to undertake more advanced programmes in the future."

On 27 June 2026, Penguin handed over to Saab the first of six composite superstructures and masts for this new class of naval vessels.

Saab's composite superstructure integrated onto RSN's MRCV (image: Saab)

Daniel Oscarsson, Head of Saab Business Unit Surface Ships, said, "By integrating composite superstructures into naval ships, our customers benefit from advantages such as low weight, decreased radar cross-section and reduced life-cycle costs."

Commenting on the milestone, Fredrik Martinsson, Head of Project Management, Saab Business Unit Surface Ships, said, "We are seeing a growing number of customers entrust Saab with addressing their operational needs."

"To better serve these customers locally, we continue to strengthen our strategic partnership with Penguin Shipyard International. With its long-standing heritage and deep expertise in shipbuilding in Singapore, Penguin shares Saab’s strong commitment to understand and meet customer requirements. This makes Penguin a valued and trusted partner for Saab.”

Vietnam Ingin Menambah Fregat Gepard-3.9, dengan Kemungkinan Lokalisasi Produksi

05 Juli 2026

HQ-015 Tran Hung Dao, fourth Vietnam's Gepard frigate (photo: Weibo Channel)

MOSKOW (Interfax) - Vietnam telah menunjukkan minat besar pada fregat kelas Gepard-3.9 Proyek 11661E Rusia, dan lokalisasi produksinya di negara tersebut kemungkinan besar akan terjadi, kata Direktur Layanan Kerja Sama Militer-Teknik Federal Rusia, Dmitry Shugayev.

"Ada minat besar dalam pengembangan proyek fregat kelas Gepard-3.9, karena empat fregat ini sudah beroperasi di Angkatan Laut Vietnam. Saya pikir kita dapat mengandalkan ini untuk terus berlanjut, termasuk lokalisasi produksi," kata Shugayev dalam sebuah wawancara dengan Channel One.

"Vietnam saat ini dipersenjatai dengan pesawat terbang kita, perangkat keras pasukan darat, dan peralatan angkatan laut merupakan komponen penting," katanya.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Vietnam membeli empat fregat kelas Gepard dari Rusia. Sepasang kapal pertama dibangun dan dikirim ke Vietnam pada tahun 2010-2011. Pasangan kedua dipesan dalam versi anti-kapal selam dan dikirimkan kepada pelanggan pada Desember 2017.

Biro Desain Zelenodolsk mengembangkan dan membangun empat fregat kelas Project 11661E Gepard-3.9.

04 Juli 2026

Army Chief Vows More Modernization for Artillery, Missile Unit

04 Juli 2026

1st Ground-Launched Missile Battalion prepared to receive and operate one or a combination of the following missile systems BrahMos Supersonic Missile System (complementing with PMC) and K239 Chunmoo MLRS multiple rocket launcher system (photo: Philippine Army)

MANILA – Philippine Army (PA) chief Lt. Gen. Antonio Nafarrete on Monday said he will do everything he can to support the ongoing modernization of the Army Artillery Regiment (AAR) to make it more capable in defending the country against all forms of threats.

"We will continue to invest in modernization, professional development, operational readiness, and innovation to ensure that the Philippine Artillery remains highly capable, adaptive, and always mission-ready," he said in a statement.

Nafarrete stressed the need for sustained modernization and readiness amid a rapidly evolving security environment, noting that today's threats demand agility, competence and the capacity to act with precision and decisiveness.

The PA chief also challenged the AAR to press forward in deepening professional development and strengthening operational readiness.

Among the recent modernization and organizational updates from the AAR were the provisional activation of the 1st Ground-Launched Missile Battalion which enhances the PA’s ability to deter threats and defend national sovereignty and the strengthening of its Light Deployable Battery Communication System.

"We will meet the challenges together. We will remain relentless in our pursuit of excellence," the PA chief said.

Incidentally, the AAR celebrated its 128th founding anniversary on June 27 at Fort Magsaysay in Nueva Ecija.

The event was jointly celebrated with the Artillery Foundation of the Philippines Inc. which honored the long line of PA cannoneers who have defined the legacy of the AAR, also known for its moniker "King of Battle." 

(PNA)

Technical Refuelling Pesawat E-2D Jepang di Lanud Sam Ratulangi

04 Juli 2026

Latihan dukungan technical refuelling terhadap pesawat E-2D Hawkeye JASDF (photos: TNI AU)

MANADO, LANUD SAM RATULANGI. Lanud Sam Ratulangi melaksanakan dukungan technical refuelling terhadap pesawat E-2D Hawkeye milik Japan Air Self-Defense Force (JASDF) yang singgah di Lanud Sam Ratulangi. Jum'at (3/7/2026).


Kegiatan technical refuelling ini merupakan bagian dari dukungan operasional yang diberikan TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sam Ratulangi guna memastikan kelancaran penerbangan pesawat. Seluruh proses pengisian bahan bakar dan pelayanan darat dilaksanakan secara profesional, aman, dan sesuai prosedur yang berlaku.


Kedatangan pesawat E-2D Hawkeye di Lanud Sam Ratulangi menjadi salah satu bentuk kepercayaan negara sahabat terhadap kesiapan fasilitas dan kemampuan Lanud Sam Ratulangi dalam memberikan dukungan logistik penerbangan bagi pesawat militer asing yang melaksanakan misi dengan izin Pemerintah Republik Indonesia.


Melalui dukungan ini, Lanud Sam Ratulangi terus menunjukkan profesionalisme serta kesiapan dalam mendukung berbagai kegiatan kerja sama militer internasional, sejalan dengan upaya mempererat hubungan pertahanan dan persahabatan antarnegara di kawasan Indo-Pasifik.

Aset Udara Dilibatkan dalam Latihan Kuasa Tembakan 2026 untuk Pertingkat Keupayaan Tempur

04 Juli 2026

Aset udara LKT 2026 yang dilibatkan adalah (TLDM) Super Lynx dengan 12,7mm FN M3M HMG, AW139 Long Nose variant, (TDM) MD 530G dengan senapan Gatling M134D 7,62mm, peluncur roket FZ220 dan pod senapan FN M3P HMG 12,7mm,  AW109 dengan senapan 7.62mm M134D Gatling, EC725 AP untuk penyisipan dan ekstraksi Special Force  serta termasuk penggunaan UAV FlyEye (photos: BTDM, PMBTD, ATM, TUDM)

Latihan Kuasa Tembakan 2026 Pertingkat Keupayaan Tempur dan Operasi Gabungan ATM

GEMAS – Latihan Kuasa Tembakan (LKT) 2026 yang berlangsung di Lapang Sasar Gemas Kem Syed Sirajuddin telah memperlihatkan keupayaan tempur serta kesiagaan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menerusi demonstrasi operasi gabungan melibatkan Tentera Darat Malaysia (TDM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Latihan tahunan anjuran TDM ini dijadikan sebagai platform untuk memperagakan keupayaan, kesiagaan dan interoperabiliti aset ATM dalam menghadapi cabaran keselamatan semasa.

TDM menampilkan keupayaan tempur darat melalui pengoperasian aset utama seperti PT-91M Pendekar, Malaysian Infantry Fighting Vehicle (MIFV), AV8 Gempita Surveillance serta sistem artileri dalam melaksanakan operasi ofensif yang melibatkan elemen armor, mekanis, risikan dan sokongan tembakan.

Demonstrasi turut memperlihatkan keupayaan operasi gabungan ATM melalui penglibatan aset udara dan sokongan bersama, termasuk penggunaan UAV FlyEye, aset penerbangan serta elemen sokongan TLDM dan TUDM dalam memperkukuhkan kesedaran medan tempur, pemerolehan sasaran dan kuasa serangan.

Melalui konsep peperangan gabungan, latihan ini menggambarkan bagaimana elemen darat, udara dan laut disepadukan bagi menghasilkan kesan operasi yang maksimum. 

Keupayaan TDM dalam melaksanakan manuver tempur disokong oleh kuasa tembakan artileri, risikan medan serta sokongan udara dan laut bagi memastikan kejayaan misi.

Kemuncak LKT 2026 menyaksikan demonstrasi kuasa tembakan bersepadu melibatkan pelbagai sistem persenjataan yang membuktikan tahap profesionalisme, disiplin dan kesiagaan pasukan dalam melaksanakan operasi bersama secara tersusun dan berkesan.

LKT ini menjadi bukti komitmen ATM dalam memperkukuhkan keupayaan tempur, integrasi bersama serta kesiapsiagaan menghadapi persekitaran operasi moden.

(TDM)

03 Juli 2026

Ini Analisis Janes Tentang Kapal Selam Myanmar dari Citra Satelit

03 Juli 2026

Citra satelit kapal selam Myanmar (photo: Jane's)

Citra satelit yang dianalisis oleh Janes memberikan indikasi terkuat hingga saat ini bahwa program kapal selam pesisir Myanmar yang kurang dikenal, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2024, tetap aktif dan beroperasi.

Citra tersebut, yang diambil pada Maret 2026 tetapi baru-baru ini tersedia, menunjukkan kapal selam pesisir terdampar di tempat yang tampaknya merupakan alat pengangkat sinkrolift di Galangan Kapal Angkatan Laut Sinmailik di Thanlyin, menunjukkan bahwa kapal tersebut sedang menjalani perawatan atau perbaikan.

Berdasarkan pengukuran yang diambil dari citra satelit, kapal selam tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 37 m dan memiliki susunan kemudi berbentuk salib.

Karakteristik ini sesuai dengan kapal selam pesisir yang terlihat di Sungai Yangon dalam citra satelit yang diambil pada April 2023.

Dalam citra terbaru, kapal selam tersebut berada di samping kapal patroli kelas Yan Nyein Aung, dengan kedua kapal tersebut tampak sedang menjalani perawatan atau servis.

Citra satelit kapal selam Myanmar (photo: DDFNews)

Janes menilai bahwa penampakan ini menunjukkan bahwa kapal selam tersebut bukan sekadar demonstrator teknologi, platform evaluasi, atau kapal yang dipinjam untuk tujuan pengenalan.

Sebaliknya, keberadaan kapal selam di fasilitas perawatan angkatan laut menunjukkan bahwa kapal tersebut dipertahankan dalam struktur kekuatan Angkatan Laut Myanmar, yang menyiratkan setidaknya beberapa tingkat penggunaan operasional dan dukungan kelembagaan.

Dimensi kapal selam tersebut jauh lebih kecil daripada kapal kelas Kilo bekas India milik Angkatan Laut Myanmar, yang berukuran sekitar 72,6 m panjangnya, dan kapal selam Tipe 035B yang ditransfer dari Tiongkok, yang berukuran sekitar 76 m panjangnya.

Dimensi kapal selam pesisir yang jauh lebih kecil menunjukkan bahwa kapal tersebut dirancang untuk peran operasional yang berbeda.

Janes menilai bahwa kapal tersebut kemungkinan besar digunakan oleh Angkatan Laut Myanmar untuk pengawasan rahasia, penyisipan pasukan khusus, pengumpulan intelijen, dan misi pelatihan.

(Jane's)

The Philippine Navy Selected Chaiseri AWAV 8x8 for its Marine Corps

03 Juli 2026

Chaiseri AWAV 8x8 armored vehicle (photo: TNNTech)

On June 30, the Philippine Navy announced the selection of the AWAV 8x8 amphibious wheeled armored vehicle from Chaiseri Corporation of Thailand for deployment in its Marine Corps.

This project is part of the Philippine Armed Forces modernization plan, focusing on amphibious assault capabilities for the Marine Corps. The use of wheeled armored vehicles capable of operating both on land and at sea is crucial for transporting personnel from landing craft to shore, a key mission for maintaining security in the Philippines, which comprises numerous islands and maritime territories.

This first phase of the procurement includes five AWAV 8x8 vehicles, scheduled for delivery by 2027. The Philippine Navy is the second user of this vehicle model, after the Royal Thai Navy's Marine Corps, and the first foreign user of the AWAV 8x8.


The AWAV 8x8 armored vehicle is manufactured by Chaiseri Corporation. Manufactured to meet the demand for wheeled armored vehicles capable of performing modern missions both on land and in water, these vehicles boast high mobility, robust armor protection, and an automated turret weapon system. They can reach speeds of 105 kilometers per hour on land and 10 kilometers per hour in the sea using a waterjet engine, with a crew of 14.

The Royal Thai Navy has already acquired 14 AWAV 8x8 vehicles under two contracts. The first batch of 7 vehicles has passed testing, entered service, and commenced operations to protect Thailand's borders amidst conflict in the eastern region, proving the vehicle's capability in real-world missions.

The Philippine Navy's order further reinforces the capabilities of Thailand's defense industry in the field of military vehicles, which has been recognized in numerous procurement projects with foreign armed forces.

Indonesia Mulai Pembangunan Dua Kapal Selam Scorpène

03 Juli 2026

Engineer PT PAL Indonesia melakukan pengelasan pertama plat HLES Proyek Kapal Selam Scorpene RI (photos: Antara, PAL)

Jakarta (ANTARA) - Indonesia mulai memasuki tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam Scorpène setelah PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group, memulai proses first steel cutting pada Juli 2026.

Tahap tersebut dimulai lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan pada September tahun ini.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan percepatan pembangunan fisik dilakukan setelah PT PAL bersama Naval Group berhasil menyelesaikan qualification section, yakni tahapan verifikasi yang memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses manufaktur, fasilitas produksi, serta sistem pengendalian mutu sesuai standar pembangunan kapal selam kelas dunia.

"Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri nasional, dan membangun ekosistem manufaktur berteknologi tinggi yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Diana.

Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan tahap tersebut menunjukkan proses alih teknologi telah berjalan efektif dan meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur berpresisi tinggi.

Sebagai bagian dari proses tersebut, PT PAL telah mengirimkan puluhan insinyur ke fasilitas Naval Group di Prancis untuk mengikuti pelatihan intensif di berbagai bidang, mulai dari pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, sistem kelistrikan, hingga pengendalian mutu.

Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan qualification section yang diverifikasi oleh tim Naval Group.

Sementara itu, Program Director Naval Group Vincent Vimont mengatakan keberhasilan tahap qualification section menunjukkan kesiapan PT PAL sebagai mitra strategis dalam pembangunan kapal selam modern.

"Kolaborasi ini bukan sekadar membangun dua unit kapal selam, tetapi membangun fondasi kemampuan industri yang berkelanjutan," ujar Vincent.

Program Kapal Selam Scorpène Republik Indonesia merupakan tindak lanjut kontrak antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL Indonesia yang ditandatangani pada 2024 untuk membangun dua unit kapal selam kelas 1.800-2.800 ton.

Seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan di Indonesia oleh insinyur Indonesia melalui skema alih teknologi yang komprehensif.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teknologi strategis nasional, tetapi juga meningkatkan kapasitas industri pertahanan, kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong terbentuknya ekosistem manufaktur berteknologi tinggi di dalam negeri.

Melalui proyek ini, PT PAL ditargetkan meningkatkan kemampuan hingga mencapai whole local production, yakni membangun kapal selam secara utuh di dalam negeri dengan dukungan penguasaan teknologi dari Naval Group.

Selain memperkuat kemampuan industri pertahanan, pembangunan dua kapal selam Scorpène diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas dengan menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja dan melibatkan berbagai industri dalam negeri sebagai bagian dari rantai pasok nasional.

(AntaraNews)

02 Juli 2026

Marine Protector-class Patrol Boat Undergoes Pre-Transfer Training Ahead of Delivery to the PCG

02 Juli 2026

U.S. Coast Guard Marine Protector-Class Patrol Boat (photos: PCG)

On 25 June 2026, a former U.S. Coast Guard Marine Protector-Class Patrol Boat scheduled for transfer to the Philippine Coast Guard (PCG) is conducting a series of training and operational drills in Curtis Bay, Maryland, as part of its pre-transfer preparations. The activities are designed to verify the vessel’s operational readiness while familiarizing its future crew with the boat’s systems, capabilities, and standard operating procedures prior to its official turnover.


The training is being conducted by Coast Guard Fleet personnel, who are currently undergoing an intensive qualification program in the United States. Throughout the exercise, the crew performs a wide range of practical evolutions, including vessel handling, engineering operations, navigation, communications, damage control, firefighting, and emergency response procedures.

The hands-on drills ensure that the personnel acquire the technical knowledge and operational proficiency necessary to safety and effectively operate the Marine Protector-Class Patrol Boat upon its delivery to the Philippine Coast Guard, further enhancing the organization’s maritime law enforcement, search and rescue, and maritime security capabilities.

RNZAF P-8A Poseidon Successfully Launches Harpoon Missiles

02 Juli 2026

Harpoon missile from P-8A Poseidon hit the decommissioned target ship (photo: Scoop, NZDF)

A Royal New Zealand Air Force (RNZAF) P-8A Poseidon has launched Harpoon missiles for the first time during an international exercise near Guam.

In coordination with a Royal Australian Air Force (RAAF) Poseidon and two United States Navy Poseidons, the New Zealand aircraft and crew from No. 5 Squadron successfully detected, identified and fired two AGM-84 Harpoon guided missiles at a decommissioned target ship, with both missiles hitting the target.

It was part of multi-domain Exercise Valiant Shield involving aircraft, ships and submarines from New Zealand, Australia, Canada, Japan and the United States.

The live-fire exercise used weapons fired from the air, surface vessels and submarines to sink the ship.

“This exercise marked a significant step forward for the RNZAF with the first successful launch of air-to-surface missiles by our P-8A,” Air Component Commander, Air Commodore Andy Scott said.


“These activities are critical to the New Zealand Defence Force’s readiness to be able to meet the challenges of a deteriorating strategic environment, and we are incredibly grateful for the support of partners to assist us in regenerating the ability to rapidly strike targets at distance.”

The P-8A Poseidon can be armed with Harpoon anti-ship guided missiles, used to strike ships accurately from at least 100 kilometres away. The successful firing of the missiles, supplied by the Australian Defence Force, demonstrates the fleet’s utility as a strike capability against surface targets.

Air Commodore Scott said as with all weapons, it was hoped they wouldn’t need to be used.

“But part of military readiness is having the ability to do so if called upon and this is not something you can generate overnight.

“This firing has been the culmination of a lot of work across multiple parts of Defence and we would not have been able to rebuild so quickly without the support of our Australian and US partners.”


Poseidon captain, Squadron Leader Michael Craies, says the missile firing success was thanks to a large team effort.

“As we felt the weapons fall from the airframe and watched the Harpoon missiles strike their target, we knew it was the work of so many people across the RNZAF and our partners that made it possible.

“The first successful Harpoon firing from our P-8A is a testament to our armament, maintenance, and logistics personnel.”

The coordinated missile firings between one RNZAF and two United States Navy Poseidons highlighted the ability to work seamlessly with a partner, Squadron Leader Craies said.

“When the time came for our firing, the professionalism of all three P-8A crews involved meant that we were able to rapidly acquire the target and fire four Harpoons in total.”


This is the first time an RNZAF Poseidon has taken part in Valiant Shield, which started in 2006 and is in its 11th iteration this year.

 The countries involved worked closely together to test tactics and procedures, and develop interchangeability and interoperability in the air, space, sea, land and cyberspace domains.

During the anti-submarine warfare phase of the exercise, the RNZAF Poseidon operated as part of a task force to find, track and conduct simulated MK54 torpedo attacks against multiple submarines.

The task force included a RAAF Poseidon, US Navy Poseidons, the Canadian frigate HMCS Charlottetown, Japanese Maritime Self-Defense Force’s JS Kaga and JS Fuyuzuki, and the United States’ George Washington Carrier Strike Group.

US Govt Approve Sale of 24 AGM-11R Hellfire to Singapore

02 Juli 2026

AGM-11R Hellfire missile (photo: Jane's)

The U.S. Department of State has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Singapore to purchase AGM-114R Hellfire missiles.  The Government of Singapore has requested to buy an additional twenty-four (24) AGM-114R Hellfire missiles; U.S. Government and contractor engineering, technical, and logistics support services; and other related elements of logistics and program support that will be added to a previously implemented case whose value was under the congressional notification threshold. The original Foreign Military Sales (FMS) case, valued at $12.4 million ($9.4 million in major defense equipment (MDE), included personnel training and training equipment; U.S. Government and contractor engineering, technical, and logistics support services; and other related elements of logistics and program support.

This notification is for a combined total of sixty-seven (67) Hellfire missiles (AGM-114R). The following non-MDE items will also be included: five (5) years of AGM-114R Hellfire spare parts; Hellfire technical manual; reprogramming of M299 launchers; return and repair material and services; technical publications; unguided munitions and services; software verification and calibration of AN/AWM-101; Hellfire missiles and support equipment; chaff, flares, and technical assistance; U.S. Government and contractor engineering, technical, and logistics support services; and other related elements of logistics and program support. The estimated total cost is $22.3 million.

This proposed sale will support the foreign policy and national security objectives of the United States by improving the security of a strategic partner that is an important force for political stability and economic progress in Asia.

The proposed sale will improve Singapore’s capability to meet current and future threats by enhancing and extending the Singapore Air Force’s ability to conduct operations and enable effective training. Singapore will have no difficulty absorbing this training into its armed forces.

The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

(US State Gov)

01 Juli 2026

Aselsan Indonesia Visited USV Platform in Tesco Indomaritim

01 Juli 2026

Aselsan Indonesia visited PT Tesco Indomaritim (photo: Aselsan Indonesia)

Our recent visit to the PT Tesco Indomaritim shipyard gave the ASELSAN Indonesia team the opportunity to review the progress of our ongoing USV platforms currently under production.

Seeing these advanced autonomous systems taking shape is both exciting and motivating. We also explored future opportunities to deepen our collaboration and drive further innovation in maritime technology.

(Aselsan Indonesia)

Australia Memulai Operasi Pesawat MC-55A Peregrine

01 Juli 2026

Operasi pesawat MC-55a Peregrine ke utara (photos: Aus DoD)

Royal Australian Air Force (RAAF) telah melakukan operasi pertamanya dari Australia utara dengan MC-55A Peregrine L3Harris Technologies yang baru diperoleh.

Departemen Pertahanan Australia (DoD) mengatakan pada 26 Juni bahwa sebuah MC-55A yang ditugaskan ke Skuadron No. 10 dikerahkan ke Pangkalan RAAF Darwin pada awal Juni untuk melakukan penerbangan uji dan evaluasi operasional (OT&E).


“Penerbangan OT&E memberikan pengujian awal angkatan udara terhadap pesawat dan sistem pendukung, dan berkontribusi pada gambaran real-time Angkatan Pertahanan Australia tentang wilayah tersebut, termasuk pendekatan maritim Australia,” kata DoD.

Penerbangan tersebut "mirip dengan penerbangan pengawasan maritim yang dilakukan oleh [Boeing] P-8A Poseidon" dalam layanan RAAF, tambah Departemen Pertahanan.


Peregrine didasarkan pada jet bisnis Gulfstream G550 yang dimodifikasi. Platform dasar memiliki jangkauan sekitar 6.750 mil laut, dan ketinggian terbang maksimum 51.000 kaki.

Direktur Jenderal Operasi Komando Udara, Komodor Udara Peter Robinson, mengatakan MC-55A melengkapi kemampuan RAAF yang ada, termasuk P-8A Poseidon dan sistem pesawat tanpa awak (RPAS) Northrop MQ-4C Triton dengan daya tahan lama di ketinggian tinggi (HALE).


Hal ini memungkinkan Departemen Pertahanan "untuk mempertahankan kesadaran situasional yang berkelanjutan di area kepentingan militer utama kami," kata ACM Robinson.

Australia menerima Peregrine pertama dari empat yang dipesan pada Januari 2026 dan yang kedua pada Maret. Pada 12 Juni, RAAF mengumumkan kedatangan pesawat ketiga di Pangkalan RAAF Edinburgh, pangkalan utama armada tersebut. Foto-foto yang dirilis oleh Departemen Pertahanan mengidentifikasi pesawat ketiga sebagai pesawat dengan registrasi sipil AS N540GA.

PT PAL Lakukan Launching Kapal LPD Ke-3 Filipina LD-603

01 Juli 2026

Launching kapal LPD ke-3 Filipina (photo: PAL)

PT PAL Indonesia kembali menorehkan tonggak penting melalui Launching Ceremony The Future Landing Dock Philippines#1 (LD-603), kapal Landing Dock yang dibangun untuk Philippine Navy. Momen ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Filipina dalam memperkuat kapabilitas pertahanan maritim di kawasan.

Kapal LPD ke-3 Filipina (photo: Keris)

CEO PT PAL Indonesia, Dr. Kaharuddin Djenod, M. Eng., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan Filipina dan Philippine Navy, serta menegaskan komitmen PT PAL Indonesia untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi.

Kapal LPD ke-3 Filipina (photo: Keris)

Sementara itu, Flag Officer in Command Philippine Navy, VADM Jose Ma Ambrosio Q. Ezpeleta, PN, bersama Vice Chief of Staff Armed Forces of the Philippines, LTGEN Rommel P. Roldan, PAF, menegaskan bahwa LD-603 akan memperkuat kapabilitas maritim Philippine Navy sekaligus menjadi simbol eratnya kolaborasi pertahanan antara Indonesia dan Filipina.

Kapal LPD ke-3 Filipina diberi nama BRP Ilocos Norte (photo: DefenArt)

Lebih dari sekadar sebuah kapal, Landing Dock Philippines#1 (LD-603) merupakan hasil dari docking 6 bulan serta representasi kualitas, inovasi, dan dedikasi anak bangsa dalam menghadirkan solusi pertahanan maritim berkelas dunia. Sebagai National Consolidator industri galangan kapal nasional, PT PAL Indonesia terus berkomitmen memperkuat industri pertahanan Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global. 

(PAL)