06 Juli 2026
Kerjasama Weststar-RTI Australia Memperkuat Kemampuan Teknologi Roket dan Rudal Malaysia
Tank T-1 Vietnam Ternyata Lebih Besar dari PT-76
Menhan Laksanakan Groundbreaking Pembangunan Pabrik Munisi PT Pindad di Batulicin
05 Juli 2026
Rusia Berupaya Menjaga Relevansi BMP-3 dengan Opsi Persenjataan Baru
05 Juli 2026
Sebuah BMP-3 yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan turet AU-220M (Seri Berat) Versi 02 yang dipersenjatai dengan meriam 57mm dan memiliki sistem bidik stabil yang terpasang di atap kendaraan (photo: Burevestnik)
Iterasi baru dari sistem meriam 57mm menyoroti dorongan menuju turet multi-peran yang mampu melawan kendaraan lapis baja, drone, dan target udara.
Lembaga Penelitian Pusat Rusia Burevestnik, yang berbasis di Nizhny Novgorod, terus mengembangkan seri AU-220M 57mm dari Dudukan Meriam Serbaguna untuk Angkatan Darat/Multipurpose Gun Mounts for Land Forces (MGMLF) dengan model baru pertama yaitu AMU-220M (Seri Ringan) Versi Satu.
2S38 Derivatsiya dengan turet AMU-220M (Seri Ringan) Versi 01 (photo: Armored Warfare)Sistem lengkapnya dikenal sebagai 2S38 dengan senjata 57mm sebenarnya yang diberi nama 2A90.
Menara kendali jarak jauh/remote-controlled turret (RCT) ini dipersenjatai dengan meriam otomatis 57mm dengan 80 butir amunisi siap pakai dan senapan mesin koaksial 7,62mm 6P7K (MG) yang dipasang di luar sisi kanan dengan 1.000 butir amunisi. Persenjataan utama memiliki laju tembakan siklik 80 butir.
(Shephard)
Penguin Delivers First of Six Composite Superstructure to Singapore Navy
Vietnam Ingin Menambah Fregat Gepard-3.9, dengan Kemungkinan Lokalisasi Produksi
04 Juli 2026
Army Chief Vows More Modernization for Artillery, Missile Unit
Technical Refuelling Pesawat E-2D Jepang di Lanud Sam Ratulangi
Aset Udara Dilibatkan dalam Latihan Kuasa Tembakan 2026 untuk Pertingkat Keupayaan Tempur
04 Juli 2026
Aset udara LKT 2026 yang dilibatkan adalah (TLDM) Super Lynx dengan 12,7mm FN M3M HMG, AW139 Long Nose variant, (TDM) MD 530G dengan senapan Gatling M134D 7,62mm, peluncur roket FZ220 dan pod senapan FN M3P HMG 12,7mm, AW109 dengan senapan 7.62mm M134D Gatling, EC725 AP untuk penyisipan dan ekstraksi Special Force serta termasuk penggunaan UAV FlyEye (photos: BTDM, PMBTD, ATM, TUDM)
Latihan Kuasa Tembakan 2026 Pertingkat Keupayaan Tempur dan Operasi Gabungan ATM
GEMAS – Latihan Kuasa Tembakan (LKT) 2026 yang berlangsung di Lapang Sasar Gemas Kem Syed Sirajuddin telah memperlihatkan keupayaan tempur serta kesiagaan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menerusi demonstrasi operasi gabungan melibatkan Tentera Darat Malaysia (TDM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Latihan tahunan anjuran TDM ini dijadikan sebagai platform untuk memperagakan keupayaan, kesiagaan dan interoperabiliti aset ATM dalam menghadapi cabaran keselamatan semasa.
TDM menampilkan keupayaan tempur darat melalui pengoperasian aset utama seperti PT-91M Pendekar, Malaysian Infantry Fighting Vehicle (MIFV), AV8 Gempita Surveillance serta sistem artileri dalam melaksanakan operasi ofensif yang melibatkan elemen armor, mekanis, risikan dan sokongan tembakan.
Demonstrasi turut memperlihatkan keupayaan operasi gabungan ATM melalui penglibatan aset udara dan sokongan bersama, termasuk penggunaan UAV FlyEye, aset penerbangan serta elemen sokongan TLDM dan TUDM dalam memperkukuhkan kesedaran medan tempur, pemerolehan sasaran dan kuasa serangan.
Melalui konsep peperangan gabungan, latihan ini menggambarkan bagaimana elemen darat, udara dan laut disepadukan bagi menghasilkan kesan operasi yang maksimum.
Keupayaan TDM dalam melaksanakan manuver tempur disokong oleh kuasa tembakan artileri, risikan medan serta sokongan udara dan laut bagi memastikan kejayaan misi.
Kemuncak LKT 2026 menyaksikan demonstrasi kuasa tembakan bersepadu melibatkan pelbagai sistem persenjataan yang membuktikan tahap profesionalisme, disiplin dan kesiagaan pasukan dalam melaksanakan operasi bersama secara tersusun dan berkesan.
LKT ini menjadi bukti komitmen ATM dalam memperkukuhkan keupayaan tempur, integrasi bersama serta kesiapsiagaan menghadapi persekitaran operasi moden.
(TDM)
03 Juli 2026
Ini Analisis Janes Tentang Kapal Selam Myanmar dari Citra Satelit
03 Juli 2026
Citra satelit kapal selam Myanmar (photo: Jane's)Citra satelit yang dianalisis oleh Janes memberikan indikasi terkuat hingga saat ini bahwa program kapal selam pesisir Myanmar yang kurang dikenal, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2024, tetap aktif dan beroperasi.
Citra tersebut, yang diambil pada Maret 2026 tetapi baru-baru ini tersedia, menunjukkan kapal selam pesisir terdampar di tempat yang tampaknya merupakan alat pengangkat sinkrolift di Galangan Kapal Angkatan Laut Sinmailik di Thanlyin, menunjukkan bahwa kapal tersebut sedang menjalani perawatan atau perbaikan.
Berdasarkan pengukuran yang diambil dari citra satelit, kapal selam tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 37 m dan memiliki susunan kemudi berbentuk salib.
Karakteristik ini sesuai dengan kapal selam pesisir yang terlihat di Sungai Yangon dalam citra satelit yang diambil pada April 2023.
Dalam citra terbaru, kapal selam tersebut berada di samping kapal patroli kelas Yan Nyein Aung, dengan kedua kapal tersebut tampak sedang menjalani perawatan atau servis.
Citra satelit kapal selam Myanmar (photo: DDFNews)
Janes menilai bahwa penampakan ini menunjukkan bahwa kapal selam tersebut bukan sekadar demonstrator teknologi, platform evaluasi, atau kapal yang dipinjam untuk tujuan pengenalan.
Sebaliknya, keberadaan kapal selam di fasilitas perawatan angkatan laut menunjukkan bahwa kapal tersebut dipertahankan dalam struktur kekuatan Angkatan Laut Myanmar, yang menyiratkan setidaknya beberapa tingkat penggunaan operasional dan dukungan kelembagaan.
Dimensi kapal selam tersebut jauh lebih kecil daripada kapal kelas Kilo bekas India milik Angkatan Laut Myanmar, yang berukuran sekitar 72,6 m panjangnya, dan kapal selam Tipe 035B yang ditransfer dari Tiongkok, yang berukuran sekitar 76 m panjangnya.
Dimensi kapal selam pesisir yang jauh lebih kecil menunjukkan bahwa kapal tersebut dirancang untuk peran operasional yang berbeda.
Janes menilai bahwa kapal tersebut kemungkinan besar digunakan oleh Angkatan Laut Myanmar untuk pengawasan rahasia, penyisipan pasukan khusus, pengumpulan intelijen, dan misi pelatihan.
(Jane's)
The Philippine Navy Selected Chaiseri AWAV 8x8 for its Marine Corps
Indonesia Mulai Pembangunan Dua Kapal Selam Scorpène
03 Juli 2026
Engineer PT PAL Indonesia melakukan pengelasan pertama plat HLES Proyek Kapal Selam Scorpene RI (photos: Antara, PAL)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mulai memasuki tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam Scorpène setelah PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group, memulai proses first steel cutting pada Juli 2026.
Tahap tersebut dimulai lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan pada September tahun ini.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan percepatan pembangunan fisik dilakukan setelah PT PAL bersama Naval Group berhasil menyelesaikan qualification section, yakni tahapan verifikasi yang memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses manufaktur, fasilitas produksi, serta sistem pengendalian mutu sesuai standar pembangunan kapal selam kelas dunia.
"Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri nasional, dan membangun ekosistem manufaktur berteknologi tinggi yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Diana.
Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan tahap tersebut menunjukkan proses alih teknologi telah berjalan efektif dan meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur berpresisi tinggi.
Sebagai bagian dari proses tersebut, PT PAL telah mengirimkan puluhan insinyur ke fasilitas Naval Group di Prancis untuk mengikuti pelatihan intensif di berbagai bidang, mulai dari pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, sistem kelistrikan, hingga pengendalian mutu.
Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan qualification section yang diverifikasi oleh tim Naval Group.
Sementara itu, Program Director Naval Group Vincent Vimont mengatakan keberhasilan tahap qualification section menunjukkan kesiapan PT PAL sebagai mitra strategis dalam pembangunan kapal selam modern.
"Kolaborasi ini bukan sekadar membangun dua unit kapal selam, tetapi membangun fondasi kemampuan industri yang berkelanjutan," ujar Vincent.
Program Kapal Selam Scorpène Republik Indonesia merupakan tindak lanjut kontrak antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL Indonesia yang ditandatangani pada 2024 untuk membangun dua unit kapal selam kelas 1.800-2.800 ton.
Seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan di Indonesia oleh insinyur Indonesia melalui skema alih teknologi yang komprehensif.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teknologi strategis nasional, tetapi juga meningkatkan kapasitas industri pertahanan, kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong terbentuknya ekosistem manufaktur berteknologi tinggi di dalam negeri.
Melalui proyek ini, PT PAL ditargetkan meningkatkan kemampuan hingga mencapai whole local production, yakni membangun kapal selam secara utuh di dalam negeri dengan dukungan penguasaan teknologi dari Naval Group.
Selain memperkuat kemampuan industri pertahanan, pembangunan dua kapal selam Scorpène diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas dengan menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja dan melibatkan berbagai industri dalam negeri sebagai bagian dari rantai pasok nasional.
02 Juli 2026
Marine Protector-class Patrol Boat Undergoes Pre-Transfer Training Ahead of Delivery to the PCG
RNZAF P-8A Poseidon Successfully Launches Harpoon Missiles
US Govt Approve Sale of 24 AGM-11R Hellfire to Singapore
02 Juli 2026
AGM-11R Hellfire missile (photo: Jane's)The U.S. Department of State has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Singapore to purchase AGM-114R Hellfire missiles. The Government of Singapore has requested to buy an additional twenty-four (24) AGM-114R Hellfire missiles; U.S. Government and contractor engineering, technical, and logistics support services; and other related elements of logistics and program support that will be added to a previously implemented case whose value was under the congressional notification threshold. The original Foreign Military Sales (FMS) case, valued at $12.4 million ($9.4 million in major defense equipment (MDE), included personnel training and training equipment; U.S. Government and contractor engineering, technical, and logistics support services; and other related elements of logistics and program support.
This notification is for a combined total of sixty-seven (67) Hellfire missiles (AGM-114R). The following non-MDE items will also be included: five (5) years of AGM-114R Hellfire spare parts; Hellfire technical manual; reprogramming of M299 launchers; return and repair material and services; technical publications; unguided munitions and services; software verification and calibration of AN/AWM-101; Hellfire missiles and support equipment; chaff, flares, and technical assistance; U.S. Government and contractor engineering, technical, and logistics support services; and other related elements of logistics and program support. The estimated total cost is $22.3 million.
This proposed sale will support the foreign policy and national security objectives of the United States by improving the security of a strategic partner that is an important force for political stability and economic progress in Asia.
The proposed sale will improve Singapore’s capability to meet current and future threats by enhancing and extending the Singapore Air Force’s ability to conduct operations and enable effective training. Singapore will have no difficulty absorbing this training into its armed forces.
The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.
01 Juli 2026
Aselsan Indonesia Visited USV Platform in Tesco Indomaritim
01 Juli 2026
Aselsan Indonesia visited PT Tesco Indomaritim (photo: Aselsan Indonesia)Our recent visit to the PT Tesco Indomaritim shipyard gave the ASELSAN Indonesia team the opportunity to review the progress of our ongoing USV platforms currently under production.
Seeing these advanced autonomous systems taking shape is both exciting and motivating. We also explored future opportunities to deepen our collaboration and drive further innovation in maritime technology.

















%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B9%80%E0%B8%97%E0%B8%A8%E0%B9%84%E0%B8%97%E0%B8%A2%E0%B8%A1%E0%B8%B5%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A3%E0%B8%9E%E0%B8%B1%E0%B8%92%E0%B8%99%E0%B8%B2%E0%B9%80%E0%B8%97%E0%B8%84%E0%B9%82%E0%B8%99%E0%B9%82%E0%B8%A5%E0%B8%A2%E0%B8%B5%E0%B8%94%E0%B9%89%E0%B8%B2%E0%B8%99%E0%B8%81.jpg)














