22 Agustus 2026

Kabaharwathan Kemhan Tinjau kemampuan Harwat Ranpur PT 76 M di PT Lumindo Artha Sejati Surabaya

22 Agustus 2026

Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Ranpur PT 76 M Marinir TNI AL (photos: Korps Marinir)

Kabaharwathan Kemhan Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, ST., M.Tr. Opsla, IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng.melaksanakan kunjungan kerja ke PT Lumindo Artha Sejati dalam rangka meninjau secara langsung fasilitas dan kemampuan industri pertahanan dalam mendukung Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Matra Laut, khususnya Ranpur PT 76 M Marinir TNI AL.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi dan validasi terhadap kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, peralatan kerja dan alat uji, metode pemeliharaan, pengelolaan suku cadang, serta dukungan purnajual yang dimiliki PT Lumindo Artha Sejati.


Kabaharwathan menegaskan pentingnya mendorong industri pertahanan nasional agar tidak hanya berperan sebagai pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi secara bertahap mampu menjadi mitra strategis TNI dan Kemhan dalam membangun kemandirian Harwat Alpalhankam nasional.


Melalui kunjungan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Kemhan, TNI, dan industri pertahanan nasional dalam meningkatkan kesiapan operasional Alpalhankam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dukungan luar negeri.

21 Agustus 2026

Menhan Pastikan Indonesia Bakal Kedatangan Banyak Jet Tempur dan Transport

21 Agustus 2026

Pesawat tempur J-10CE dari China disebutkan akan didatangkan ke Indonesia (photo: Pakdef)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI memberikan isyarat bahwa ke depan Indonesia akan kedatangan jet tempur dengan jumlah lebih besar. 

"Ke depan kita akan mendapatkan jumlah pesawat transportasi dan juga pesawat tempur yang lebih besar," kata Menhan di Hanggar PT GMF, Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Banten, Rabu (19/8/2026).

Meski begitu, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci berapa alutsista baru yang akan datang dan kapan kedatangan itu terjadi. Dia menyebutkan, ragam pesawat tempur baru itu dipastikan akan menjalani perawatan dan pemeliharaan mesin oleh industri pertahanan dalam negeri.

Upaya itu dilakukan agar Indonesia tidak ketergantungan dengan perusahaan alutsista asing. "Jadi kita tidak hanya membeli alatnya, tapi kita beli sistemnya. Ini yang akan kita terapkan di Indonesia," jelas Sjafrie di acara penerimaan pesawat Hercules C-130 H yang telah menjalani perawatan dan pemeliharaan dari PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) kepada Kemenhan RI.

Pesawat tanker IL-78MK90A dari Rusia dikabarkan akan melengkapi armada transport TNI AU (photo: Alexander Kopitar)

Menurut dia, kemampuan perusahaan dalam negeri dalam melakukan perawatan alutsista sudah teruji melihat dari keberhasilan PT GMF dalam melaksanakan perawatan kelas berat pesawat Hercules C-130 H. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan industri penerbangan nasional karena sebelumnya perawatan kelas berat Hercules C-130 H dilakukan oleh Lockheed Martin.

Sjafrie berharap, keberhasilan industri pertahanan dalam negeri ini bisa berjalan dengan konsisten sehingga ke depan seluruh pesawat tempur baru TNI AU bisa ditangani penuh oleh putra-putri terbaik bangsa. 

Selain jet tempur Rafale asal Prancis, Kemenhan dikaitkan dengan jet tempur KAAN dari Turki, KF-21 Boramae dari Korea Selatan, Sukhoi Su-35 dari Rusia, Chengdu J-10 dari China, dan JF-17 Thunder dari Pakistan.

First Image of the Blue Spear Missile

21 Agustus 2026

RSS Steadfas 70 Formidable class with Blue Spear missile launcher on board (photos: Koji)

An image of the Blue Spear anti-ship missile mounted on the Republic of Singapore Navy frigate RSS Steadfast (70) during its port call in Tokyo, Japan.


Blue Spear is an anti-ship missile developed through a collaboration between IAI (Israel) and ST Engineering (Singapore), based on the Gabriel V system. It features an electronic counter-countermeasure (ECCM) guidance system, is capable of sea-skimming flight to evade radar detection, and can engage both surface and land-based targets. It has a maximum range of 290 km - more than double the range of the Harpoon missiles currently used by Singapore.


Singapore is adopting this missile as the primary anti-ship weapon for its naval fleet; it is replacing the Harpoon missiles on Formidable-class frigates with Blue Spear and will also install the system on the new Victory-class vessels currently under construction.

(TAF)

Kemhan Pastikan Bandara Kertajati akan Jadi Bengkel Pesawat Tempur TNI

21 Agustus 2026

Bandara Kertajati dicanangkan jadi bengkel pesawat angkut dan tempur AU (photo: TWZ)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan pihaknya akan memanfaatkan Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat menjadi tempat pemeliharaan dan perawatan pesawat tempur TNI AU.

"Kertajati ke depan dikembangkan untuk memperkuat kemampuan pemeliharaan pesawat TNI AU, tidak hanya pesawat angkut seperti Hercules, tetapi secara bertahap juga diarahkan agar memiliki kemampuan mendukung pemeliharaan pesawat tempur," kata Rico saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Rico menjelaskan upaya tersebut dilakukan agar ke depan perawatan pesawat tempur TNI AU dapat dilakukan sepenuhnya di Indonesia dengan menggunakan tenaga sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

Dia menilai banyak keuntungan yang didapat jika seluruh proses perawatan pesawat dilalukan di dalam negeri, salah satu adalah Indonesia tidak akan ketergantungan dengan pihak asing dalam memperbaharui ataupun merawat teknologi pesawat.

Selain itu, industri pertahanan dalam negeri dan SDM di dalamnya juga akan mengalami peningkatan kualitas karena terjadi transfer teknologi antara pihak luar dengan perusahaan di Indonesia.

"Kemajuan itu nantinya juga dapat dimanfaatkan industri pertahanan dalam negeri untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, Rico belum bisa memastikan seperti apa konsep tempat perawatan pesawat tempur yang akan dibangun di Bandara Kertajati.

Saat ini pemerintah masih dalam tahap pembangunan Bandara Kertajati menjadi Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat angkut Hercules se Asia.

Bandara Kertajati dicanangkan jadi bengkel pesawat angkut dan tempur AU (photo: SudOuest)

"Untuk pesawat tempur ini masih merupakan arah pengembangan ke depan, sehingga belum pada tahap penetapan jenis pesawat atau skema MRO-nya," terang dia.

Pada hari yang sama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin optimistis Bandara Kertajati bisa menjadi tempat perawatan pesawat tempur TNI AU.

Hal tersebut dia meyakini karena industri dirgantara dalam negeri sudah memiliki modal yang kuat untuk melakukan hal tersebut.

Salah satu modal yang telah dikantongi yakni keberhasilan perusahaan dalam negeri yakni PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dalam melakukan pemeliharaan kelas berat pesawat Hercules untuk pertama kali.

Keberhasilan itu, kata dia, menandakan bahwa industri dalam negeri telah mengalami peningkatan kualitas di bidang teknologi dan sumber daya manusia.

Keberhasilan itu pula, menurut Sjafrie, menjadikan PT. GMF dan PT.DI sebagai pihak yang akan terlibat dalam pengembangan MRO Kertajati.

Kendati demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci kapan MRO di Kertajati mulai beroperasi untuk melakukan pemeliharaan pesawat tempur.

Dia hanya berharap pembangunan MRO bisa segera diselesaikan sehingga dapat dimanfaatkan PT DI dan PT GMF untuk merawat alutsista pesawat tempur ataupun pesawat angkut TNI AU.

"Kita berupaya pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan dari awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri," ujar Sjafrie.

20 Agustus 2026

Anggaran Pertahanan Tembus Rp329,5 Triliun di RAPBN 2027, Naik Rp30 Triliun

20 Agustus 2026

Fly pass pesawat angkut dan tempur TNI AU (photo: Antara)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp329,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk fungsi pertahanan Indonesia.

"Anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp329.472,0 miliar (Rp329,5 triliun)," dikutip dari Buku II Nota Keuangan serta RAPBN 2027.

Apabila dibandingkan dengan outlook Tahun Anggaran 2026, angka tersebut naik sekitar Rp30 triliun. Pada tahun anggaran 2026, outlook Fungsi Pertahanan diperkirakan mencapai Rp299,1 triliun atau meningkat 10,1 persen.

Pemerintah menjelaskan anggaran itu nantinya akan digelontorkan untuk sejumlah output strategis, mulai dari pengadaan dan pemeliharaan alutsista dan nonalutsista hingga pembangunan dan pengadaan sarana prasarana pertahanan.

Kemudian, anggaran tersebut digunakan untuk penelitian dan pengembangan industri pertahanan, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta penyelenggaraan operasi matra. Pemerintah juga menyebut langkah ini sekaligus merespons dinamika geopolitik global serta mengantisipasi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Nantinya, kebijakan Fungsi Pertahanan tahun anggaran 2027 diarahkan untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan melalui sejumlah langkah, antara lain modernisasi/pemeliharaan (harwat) alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan; serta pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.

Lalu, ada pelaksanaan operasi pertahanan dan keamanan, penguatan komponen cadangan dan komponen pendukung, penguatan kemampuan teritorial pertahanan negara, serta penguatan siber, sandi, dan sinyal dalam menjaga ketahanan negara di era digital.

Adapun anggaran dalam fungsi pertahanan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional. Dalam kurun waktu 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025.

HMNZS Otago Back on the Blue

20 Agustus 2026

HMNZS Otago P-148, Offshore Patrol Vessel (photos: RNZN)

For the first time in over five years, our Offshore Patrol Vessel HMNZS Otago sailed from Devonport Naval Base today.

For the next week, Otago will be undertaking a series of Sea Acceptance Trials in the Hauraki Gulf as it tests new systems and machinery installed as part of its reactivation.

Once those have been successfully checked off, our Maritime Training Group will embark to conduct a core mariner skills work-up with the ship’s company to ensure they are prepared for more advanced training in September.

This is the moment a lot of people have worked towards for well over 12 months. 

“Otago last went to sea in 2021 so sailing out into the Waitemata Harbour today with a 56-strong ship’s company will be something special. Otago is a versatile ship, tailor made for the tasks we’ll shortly be conducting in the Pacific region." ~ Commanding Officer of HMNZS Otago. 

(RNZN)

GMF Serahkan Pesawat C-130H A-1319 kepada Kemenhan

20 Agustus 2026

Penyerahan pesawat C-130H A-1319 dari GMF kepada Kemenhan (photos: TNI AU, Kemhan)

GMF Selesaikan Modernisasi C-130H Hercules Kedua
Setelah menjalani serangkaian modernisasi, C-130H dengan tail number A-1319 akhirnya kembali mengudara. Pesawat ini resmi diserahterimakan GMF kepada Kementerian Pertahanan RI pada Rabu (19/08) di Hanggar 4 GMF, dengan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mewakili GMF dalam prosesi yang disaksikan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. Keberhasilan ini merupakan buah dedikasi #EngineeringHeroes pada Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP).


A-1319 menjadi C-130H kedua yang dimodernisasi GMF setelah A-1315, sekaligus prototipe pertama yang menjalani rangkaian modifikasi di luar fasilitas Lockheed Martin. Lebih dari sekadar project, pencapaian ini membuktikan kapabilitas anak bangsa dalam menangani pesawat militer sekaligus menjadi langkah strategis GMF menuju Hercules Service Center. Kini, A-1319 kembali mengudara untuk misi selanjutnya. (GMF AeroAsia)


Modernisasi C-130HS perkuat kemandirian pemeliharaan alutsista di dalam negeri
Modernisasi pesawat angkut C-130HS Hercules TNI Angkatan Udara terus diperkuat melalui dukungan industri dirgantara nasional sebagai langkah meningkatkan kemandirian pemeliharaan alutsista di dalam negeri.


Pesawat C-130HS Hercules tail number A-1319 hasil modernisasi Garuda Maintenance Facility (GMF) diserahkan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, kemudian diserahkan kepada TNI AU dan diterima Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di Cengkareng, Tangerang.


Modernisasi A-1319 menjadi salah satu wujud penguatan kemampuan industri dirgantara nasional dalam mendukung kesiapan operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri. (TNI AU)


Menhan hadiri penyerahan C-130H A-1319
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri penyerahan pesawat C-130H A-1319 hasil modernisasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) kepada Kementerian Pertahanan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8).

Pesawat C-130H A-1319 tetap berdinas di Skadron Udara 32 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur (photo: Detik)

Modernisasi ini menjadi tonggak penguatan kemampuan industri nasional dalam pemeliharaan dan modernisasi alutsista. C-130H A-1319 merupakan Hercules pertama yang menjalani modifikasi besar di GMF di luar fasilitas Lockheed Martin, meliputi Center Wing Box Replacement, Avionics Upgrade Program, dan Structural Integrity Program.

pesawat C-130H A-1319 sebelum modernisasi (photo: Fariz Fadhilah)

Modernisasi meningkatkan keandalan, kemampuan avionik, kesiapan operasional, serta memperpanjang usia pesawat sekitar 15–20 tahun. Menhan Sjafrie menegaskan langkah ini memperkuat kemandirian pertahanan dan kemampuan pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri. (Kemhan)

19 Agustus 2026

Terima Kunjungan SIG Sauer, Jajaki Modernisasi Persenjataan Korps Marinir

19 Agustus 2026

SIG Sauer lakukan kunjungan kehormatan ke Korps Marinir (photo: Korps Marinir)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Executive President SIG Sauer Inc. USA Amaro Goncalves dan Director Global Defence Jonatan Edward Abramovic beserta rombongan melaksanakan courtesy call kepada Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. dalam rangka mempererat hubungan serta menjajaki peluang kerja sama di bidang teknologi dan modernisasi persenjataan prajurit Korps Marinir. Kegiatan berlangsung di Gedung Neptunus, Mabesal Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/08/2026).

M18 pistol kaliber 9 mm USMC (photo: SIG Sauer)

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk bertukar informasi mengenai perkembangan teknologi persenjataan modern, khususnya senjata perorangan dan persenjataan ringan yang memiliki tingkat keandalan, akurasi, ergonomi, serta fleksibilitas tinggi guna mendukung kebutuhan prajurit Marinir dalam melaksanakan berbagai tugas operasi.

SIG Sauer MCX yang dipakai pasukan komando Royal Marine (photo: Gold Troop)

Dalam kesempatan tersebut, Pangkormar menyambut baik kunjungan perwakilan SIG Sauer Inc. USA dan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi persenjataan perlu terus diikuti guna mendukung peningkatan kemampuan tempur dan kesiapan prajurit Korps Marinir. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang komunikasi dan kerja sama yang konstruktif dalam pengembangan serta modernisasi persenjataan sesuai kebutuhan operasional Korps Marinir.

SIG Sauer NGWS yang digunakan USMC (photo: SIG Sauer)

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Korps Marinir untuk memperoleh informasi dan wawasan mengenai perkembangan persenjataan modern, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kemampuan prajurit, baik dari aspek ketepatan, daya guna, maupun efektivitas penggunaan senjata di medan tugas.

SIG Sauer Mk22 sniper US Army (photo: SIG Sauer)

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan profesional, serta diakhiri dengan pemberian cendera mata dan foto bersama sebagai dokumentasi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asrena Pangkormar, Dandenma Mako Kormar, Danyon Roket 1 Marinir, Korsmin Pangkormar, rombongan SIG Sauer Inc. USA, serta rombongan PT Prawira Indodarma.

Vietnam Unveils VCU5 Electromagnetic Pulse-Based Antidrone System

19 Agustus 2026

VCU5 ElectroMagnetic Pulse-based antidrone system (photos: Viettel)

Pictured here is the VCU5—a tactical-level reconnaissance and jamming system designed to counter unmanned aerial vehicles (UAVs)—featuring an EMP (Electromagnetic Pulse) capability produced by Viettel. 

The system integrates an EMP module capable of reconnaissance, detection, identification, localization, radio-frequency jamming, and EMP-based neutralization to bring down enemy UAVs and protect critical areas.

The EMP module is mounted on a military truck, allowing for rapid deployment and recovery—features well-suited for modern warfare. 

As a tactical-level system designed to counter enemy drone swarms, it is naturally not intended for use against simple, individual drones. 

The successful production of this system demonstrates the military's tireless, round-the-clock efforts to ensure the Fatherland is never caught off guard by any situation.

(QDND)

DPR Tindak Lanjuti Surat Presiden Soal Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

19 Agustus 2026

KRI Ki Hajar Dewantara 364 buatan Uljanik shipyard, Yogoslavia (photo: Antara)

DPR menindaklanjuti surat presiden (surpres) mengenai penjualan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara.

Ihwal pengiriman surpres tersebut diumumkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco saat membuka Rapat Paripurna Ke-2 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

“Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli hal permohonan persetujuan DPR RI terhadap penjualan barang milik negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara,” kata Dasco.

18 Agustus 2026

Boeing A-7307 Tuntaskan Check D di Sathar 14

18 Agustus 2026

Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) ketika masuk dan keluar Sathar 14 Depohar 10, Bandung (photos: Sathar 14)

Bandung – Sathar 14. Letkol Tek Syahprial Rahman, secara langsung menyerahan Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) kepada Skadron Udara 17 yang diwakilkan Mayor Pnb Andreas. Giat berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, pada kamis (13/08/2026), dengan penuh kebanggaan.


Pesawat Kencana 07 sebelumnya telah menyelesaikan pemeliharaan berat “Check D”, yakni pemeliharaan berkala tingkat tinggi yang memiliki interval delapan tahun. Proses ini dilaksanakan selama enam bulan penuh oleh para teknisi berpengalaman dari Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Check D merupakan salah satu tahap pemeliharaan paling kompleks dan mendalam untuk memastikan kesiapan pesawat secara menyeluruh sebelum kembali mendukung operasi penerbangan.


Setelah seluruh rangkaian pemeliharaan selesai, Pesawat A-7307 juga berhasil melaksanakan tahapan Uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi tanpa kendala. Hasilnya, Kencana 07 dinyatakan laik terbang dan siap kembali menjalankan tugas-tugas penting yang diembankan oleh TNI Angkatan Udara.


Dengan tuntasnya pemeliharaan tingkat berat ini, Pesawat A-7307 secara resmi kembali ke satuannya untuk mendukung operasional Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini siap memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP serta menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas operasi strategis di lingkungan TNI AU.

Australian Army Tigers ARH in Malaysia for Exercise Keris Strike 26

18 Agustus 2026

Australian Army Tiger ARH pilots from 1st Aviation Regiment prepare for a flying mission during Exercise Keris Strike 26 in Sabah, Malaysia (photos: Aus DoD)

Tigers show their stripes in Malaysia
Members of Task Unit Marlin and 2/30 Training Group contributed aviation and ground-based capabilities respectively to Exercise Keris Strike for three weeks in July.

The annual multilateral army exercise comprised units and assets from Malaysia, the United States and Australia.

CO 2/30 Training Group Lt-Col Adam Seary has seen the exercise grow from a modest infantry contribution as part of the Rifle Company Butterworth (RCB) rotations, to the deployment of a combined arms regional combat team.

This year it was supported by an aviation unit of armed reconnaissance helicopters.


“This year we're very pleased to have the opportunity to return to Kota Belud with a more capable and credible infantry combat team, augmented with attack aviation elements from Aviation Command,” Lt-Col Seary said.

Maj Rhys Davies, of 1st Aviation Regiment, led Task Unit Marlin, which largely comprised of members from 162 Reconnaissance Squadron out of Darwin.

“The ARH Tiger can perform offensive air support reconnaissance roles, and escort roles – it’s a pretty versatile aircraft,” Maj Davies said.

“The reason we brought Tigers to Keris Strike is to fit into a larger aviation task force.”


The task force was led by the US Army’s 2nd Combat Aviation Brigade, which brought UH-60M Black Hawks and HH-60M medevac helicopters.

US Lt-Col Mike Poling, Cmdr of Task Force Nightcard, said the Black Hawk as their all-utility mover of equipment and personnel.

“It is the most proliferated helicopter in the United States Army, and it can do a wide range of things – from air assault to standard movement of cargo,” Lt-Col Poling said.

“We also have specially outfitted medevac helicopters.


“Combined rehearsals are just an invaluable way to see those tactics, techniques and procedures brought together in real life.”

Exercising in this region also exposed the US and Australian participants to a more challenging battlespace.

'Being able to come out to exercise the live-fire, for example, is not something we would normally be able to do back home.'


Brig. Gen. Karin Watson, Adjutant General Guam National Guard
On a visit to her troops, Adjutant General of the Guam National Guard Brig. Gen. Karin Watson said it was a great opportunity for them to do what they normally did – in a garrison environment – in a field environment at a much larger scale.

“One of the challenges that we have in Guam is space and land,” Brig. Gen. Watson said.

“Being able to come out to exercise the live-fire, for example, is not something we would normally be able to do back home.


“Being able to come out here and really hone our skills in an austere environment – that maybe work on a tactical level and bring it up to a more collective level – pays huge dividends for us.”

The exercise also engendered cohesion building.

“Working with the Malaysians has been fantastic. Malaysian Army, and not to mention the Malaysian civilian organisations, have provided a great deal of assistance throughout the exercise,” Maj Davies said.

“We are continuing to develop the coalition relationship we have with the US Army as well. Working with them is very smooth, just like plugging in and getting on with the job.”
 
Director Malaysian Army Aviation Brigadier General Mohd Zaki bin Abu visits Australian Army personnel to tour the Tiger ARH during Exercise Keris Strike in Sabah, Malaysia (photo: Aus DoD)

Lt-Col Poling concurred.

“Just through shared hardships we naturally form friendships, which ultimately on the battlefield or through humanitarian relief will pay dividends if we ever were called on in a real-world scenario,” he said.

The exercise culminated with a live-fire demonstration, comprising infantry and artillery live-fire on the ground, and a live-fire and flight from the Black Hawks and Tigers in the air. 


Seluruh Helikopter AW 109 Night Hawk AU Filipina akan Dialihkan ke Coast Guard

18 Agustus 2026

Dua helikopter serang ringan AW 109 PAF bernomor ekor 816 dan 823 disiapkan sebagai tahap pertama yang akan diserahkan ke PCG (photo: PAF)

Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force-PAF) akan mengalihkan seluruh helikopter serang ringan AW 109 Night Hawk miliknya kepada Philippine Coast Guard-PCG/Penjaga Pantai Filipina.

Rencana pengalihan seluruh delapan unit heliopeter tersebut akan secara bertahap, dua unit awal dari total delapan helikopter akan dilakukan transisinya dalam waktu dekat.

Kendala pada Gun Pod
Wing Serang ke-15 (15th Strike Wing) PAF—unit yang mengoperasikan AW109E sebagai helikopter bersenjata—mengalami kendala operasional sejak helikopter tersebut mulai digunakan, khususnya saat menggunakan gun pod (pod senjata) dimana hentakan balik (recoil) dari senapan mesin berat tersebut merusak sensor helikopter dan berisiko menimbulkan masalah struktural pada helikopter dalam jangka panjang.

Kendala ini tidak dijumpai saat helikopter menembakkan roket, karena peluncuran roket tidak menghasilkan efek hentakan balik yang sama kerasnya terhadap badan helikopter. 

PAF tetap menginginkan adanya senapan mesin sebagai bagian dari persenjataan helikopter serang mereka, dan dalam hal ini, AW109E Nighthawk dinilai tidak cocok untuk tugas tersebut.

Dengan adanya perkembangan ini, diperkirakan PAF akan mencari pengganti bagi AW109E Nighthawk. Langkah paling logis adalah mengakuisisi helikopter serang baru, seperti TAI T129B ATAK yang saat ini sudah dioperasikan oleh Wing Serang ke-15.

Saat ini, Skuadron Serang ke-18 (18th Attack Squadron) PAF hanya mengoperasikan enam helikopter serang T129B ATAK, dan mereka diperkirakan akan menjadi prioritas utama jika DND (Departemen Pertahanan Nasional) dan PAF memutuskan untuk mengakuisisi unit tambahan.

17 Agustus 2026

Bushmaster Diposisikan untuk Peran 'Kapal Induk' bagi Sistem Darat Otonom

17 Agustus 2026

UGV Guardian Angel buatan Thales Australia bersanding dengan Bushmaster PMV (photos: Thales)

Thales Australia memosisikan kendaraan mobilitas terlindung (PMV) Bushmaster 4x4 sebagai "kapal induk" untuk operasi darat otonom di masa depan, demikian disampaikan juru bicara perusahaan kepada Janes.

Konsep ini terkait dengan kendaraan darat tak berawak (UGV) Guardian Angel buatan Thales Australia, yang diperkenalkan pada bulan Agustus 2026.

Menurut juru bicara tersebut, Guardian Angel telah menjalani uji coba penembakan langsung serta dapat dikerahkan, dikendalikan, dan didukung dari kendaraan Bushmaster, tergantung pada kebutuhan misi dan tingkat otonomi yang diterapkan pada UGV tersebut.

Juru bicara itu mengatakan bahwa Bushmaster 5.6—yang juga dikenal sebagai varian utilitas Bushmaster Mulga—telah dirancang dengan kemampuan "interoperabilitas dalam sistem kerja sama tim yang kompleks", seraya menambahkan bahwa armada Bushmaster yang saat ini beroperasi tetap "sangat mudah disesuaikan di berbagai varian".

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa varian utilitas Bushmaster Mulga juga dapat bertindak "sebagai titik kendali, sekaligus platform transportasi untuk mengerahkan UGV tersebut".


Bushmaster Mulga diperkenalkan oleh Thales Australia pada bulan Juni di ajang Eurosatory 2026 di Paris; dalam acara tersebut, perusahaan menampilkan kendaraan ini sebagai anggota generasi berikutnya dari keluarga Bushmaster.

Menurut juru bicara Thales Australia, UGV Guardian Angel yang baru ini merupakan "prototipe pembuktian konsep" yang dikembangkan melalui kerja sama dengan perusahaan lokal, Chaos 1 dan W&E Platt, untuk menunjukkan kemampuan Australia dalam mengembangkan teknologi otonom.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pelajaran yang diperoleh dari program ini telah diterapkan pada "platform otonom yang lebih kompleks dan berkemampuan tinggi".

Menurut juru bicara tersebut, UGV Guardian Angel mampu mengintegrasikan stasiun senjata kendali jarak jauh (RWS) dan efektor lainnya, termasuk minigun buatan W&E Platt. Ia menambahkan bahwa desain modular platform ini memungkinkannya dikonfigurasi untuk keperluan logistik, evakuasi korban, dan peran pendukung lainnya.