23 Juni 2026

Koarmada II dan TLDM Gelar Sea Phase Latma Malindo Jaya 28 AB/26

23 Juni 2026

TNI AL mengerahkan korvet KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan KCR KRI Tombak-629 sementara TLDM mengerahkan KD Selangor 176 OPV dan KD Rencong 114 LMS (photos: Koarmada II)

TNI AL. Koarmada II -- Unsur-unsur Komando Armada II yang tergabung dalam Latihan Bersama Malindo Jaya 28 AB/26 melaksanakan tahap Sea Phase di Perairan Laut Jawa, Jumat (19/6). Manuver lapangan ini menjadi puncak latihan bersama antara TNI Angkatan Laut dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam rangka meningkatkan kerjasama taktis, profesionalisme serta memperkuat keamanan maritim kedua negara.


Dalam latihan tersebut, Koarmada ll mengerahkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 dari Satuan Kapal Eskorta, KRI Tombak-629 dari Satuan Kapal Cepat, Heli Bell HU-4205 dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut, serta Tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) Satkopaska. Sementara itu, TLDM melibatkan KD Rencong, KD Selangor, serta satu tim Pasukan Khas Laut (PASKAL).


Berbagai serial latihan yang dilaksanakan yaitu diawali dengan Departure and Pilotage serta Officer of the Watch Maneuvering Exercise (OOW MANEX) guna mengasah kemampuan olah gerak kapal dan koordinasi antarsatuan di laut. Selain itu, unsur-unsur latihan juga melaksanakan Photo Exercise (PHOTEX) dan Screen Exercise (SCREENEX) sebagai bagian dari peningkatan kemampuan operasi taktis bersama.


Latihan dilanjutkan dengan Gunnery Exercise (GUNNEX), Publication Exercise (PUBEX), serta Vertical Replenishment (VERTREP) yang melibatkan kerjasama kapal dan helikopter. Serial latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kerjasama taktis dan kesiapan operasional kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan maritim.


Latihan juga mencakup RASAP (Replenishment at Sea Approach) dan Boarding Exercise (BOARDEX) yang melibatkan personel pasukan khusus dari Satkopaska Koarmada II dan PASKAL TLDM.


Melalui pelaksanaan Sea Phase Latma Malindo Jaya 28 AB/26, diharapkan kerjasama taktis, profesionalisme, dan hubungan persahabatan antara TNI AL dan TLDM semakin erat dalam menjaga keamanan serta stabilitas kawasan.

22 Juni 2026

Aselsan Indonesia to Support TNI-AU in Maintaining Peak Operational Readiness

22 Juni 2026

Aselsan Gergedan Electronic Warfare (EW) systems used by TNI AU (photos: Aselsan Indonesia)

Aselsan Indonesia was on-site with Koopsudnas this week to deliver critical briefings on our advanced Electronic Warfare (EW) systems and conduct a hands-on refresher training session for the GERGEDAN jammer.


Keeping operators sharp, confident, and fully capable with our technology remains our top priority. Thank you to the Koopsudnas team for a highly productive engagement.

Brigade 170 Successfully Completed Its Training and Live-fire Exercises at Sea

22 Juni 2026

HQ 356 belonging to Brigade 170 of the Vietnamese Navy is Osa II Class Fast Missile Boat made by the Soviet Union (photos: QDND)

From June 9th to 19th, Brigade 170, Naval Region 1, conducted training and inspection of K2 at sea and the first live-fire exercise of 2026.

Immediately after receiving orders from higher command, the Party Committee and the Brigade's command focused on leading and directing agencies and units to quickly and comprehensively prepare for the mission. The forces were fully briefed on the directives of the Commander of Naval Region 1 ; assigned tasks, developed and approved plans, and provided maritime skills training for officers at all levels; assigned command responsibilities effectively; and simultaneously inspected, reviewed, and ensured thorough preparation in terms of personnel, weapons, technical equipment, vehicles, logistics, and safety measures. Tactical briefings were organized, and various scenarios were practiced to improve coordination capabilities and the ability to handle situations at sea.


The brigade effectively implemented Party and political work activities in line with mission requirements; it did a good job in political and ideological education, propaganda, and motivating the troops. It organized and launched a surprise emulation campaign to awaken the determination and sense of responsibility of officers and soldiers; creating a vibrant and widespread atmosphere throughout the unit.

The ship's officers, departmental officers, and professional staff are highly competent, responsible, united, and determined to excellently fulfill their duties. The officers and soldiers have good professional skills, have received basic training, and are proficient in using the technical equipment assigned to them.


The training and testing content will focus on operating combat deployment boards on the ship and handling situations close to real combat scenarios, live firing of the ship's guns and cannons (first time in 2026); and torpedo firing practice.

Results: The torpedo training exercise was successfully conducted according to plan; 100% of live-fire gun and ship artillery shots achieved good or excellent results; targets were destroyed with the first salvo, ensuring absolute safety for personnel and weapons and technical equipment.


The K2 training and inspection mission at sea, including the first live-fire exercise in 2026, is one of the central political tasks. Successfully completing this mission affirms the leadership capacity, organizational and command skills, coordination abilities, and mastery of weapons, equipment, and technology of the officers, soldiers, and non-commissioned officers of the Brigade, contributing to building a strong, comprehensive, "exemplary and outstanding" Brigade; and firmly protecting the sovereignty  of the nation's seas and islands .

TNI AL Berangkatkan 100 Calon Awak Kapal Induk ke Italia pada 10 Juli

22 Juni 2026

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (photo: Wiki)

Jakarta (ANTARA) - TNI AL memberangkatkan 100 personel calon awak kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Italia pada Juli 2026 untuk mengikuti pelatihan.

"Rencananya mudah-mudahan 10 Juli udah diberangkatkan (ke Italia)," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat jumpa pers di gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis.

Ali menjelaskan sebanyak 100 personel TNI AL yang akan mengikuti pelatihan itu dipilih berdasarkan pengalaman dan latar belakang yang berkaitan dengan penugasan di kapal.

Mereka, kata Ali, akan tergabung dalam sebuah satuan tugas (satgas) yang berisi pengawak pendahuluan.

Selama di Italia, para personel TNI AL itu akan mengikuti pelatihan secara teori hingga praktik di atas kapal induk secara langsung.

Setelah mengikuti pendidikan di Italia, Ali berharap para personel TNI AL ini mampu membawa kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia.

Cover majalah Teknologi & Strategi Militer memuat ITS Giuseppe Garibaldi edisi Maret 1988 (photo: Tokped)

"Harapan kita bisa hadir (kapal induk beserta para awak) sebelum 5 Oktober 2026. Itu harapan kita, tapi kita lihat perkembangan situasi seperti apa, nanti kita mengikuti saja," jelas Ali.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan TNI AL harus menyiapkan kurang lebih 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi.

"Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Mulai dari sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk," kata Yayan dalam diskusi bertajuk Indonsia's Blue Water Transition: Why High-Value ASW/ AAW Assets Will Decide Its Credibility yang digelar secara daring, Rabu (25/2).

Yayan menyebutkan jumlah kru kapal bahkan diperkirakan bisa lebih dari 500 karena belum mencakup kru tidak inti yakni di luar kru navigasi hingga penerbang.

Selain kru, jajarannya juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung kapal induk seperti tempat bersandar dan kebutuhan teknis lain yang harus dimiliki kapal, serta kebutuhan logistik untuk para kru yang akan bertugas di kapal dalam waktu lama.

"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," kata Yayan.

Meski harus melakukan banyak persiapan, Yayan meyakini TNI AL siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi pengoperasian kapal induk itu secara maksimal.

Hingga saat ini, TNI Al masih menunggu proses akuisisi yang berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan dan pihak Italia dan juga Fincantieri selaku galangan kapal.

21 Juni 2026

Hercules Upgrade has Officially Reached Full Operational Capability

21 Juni 2026

RAAF C-130J successful completion of the AIR5440 program (photos: Aus DoD)

Capability Acquisition and Sustainment Group has hosted an event at RAAF Base Richmond, NSW, to mark the successful completion of the AIR5440 program, an important milestone in the delivery of a complex air mobility capability upgrade achieved through strong defence industry collaboration. 

The program focused on delivering crucial upgrades to RAAF’s fleet of 12 C-130J Hercules aircraft. Its completion ensures the fleet remains safe, compliant, interoperable and operationally relevant in a modern and evolving airspace environment.

Upgrades delivered under AIR5440 include enhanced avionics, communications and navigation systems; improvements to safety-critical software and hardware; upgraded mission systems and satellite datalink capability; and enhanced instrument approach capability to meet contemporary airspace requirements.


Delivered in close partnership with industry partners Lockheed Martin Australia, Airbus and CAE, the program has strengthened the C-130J fleet’s mission effectiveness, communications and access to both national and international airspace. These enhancements support Defence’s ability to conduct air mobility operations, including humanitarian assistance and disaster relief, as well as regional and coalition missions. 

Director General Airlift and Tanker Systems Air Commodore Noel Corbet said the event was about recognising the journey, acknowledging the achievement and strengthening partnerships for the future.

“This program completion is an impressive milestone for Defence and industry. This event is an appropriate acknowledgment for all personnel involved in delivering the program and the strength that is derived from collaboration as a foundation for our future capability delivery,” he said.

“Without the persistence, resilience and commitment of the teams across Defence, our international partners and industry over the life of the project, none of this would have been possible.”

TUDM Terima Sistem Persenjataan FN MAG 58M 7.62MM Bagi Memperkasa Keupayaan Helikopter EC 725AP/H225M Dalam Misi CSAR

21 Juni 2026

Sistem Persenjataan FN MAG 58M 7.62mm bagi helikopter EC 725 AP/H225M TUDM (photos: TUDM)

KUANTAN – Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) hari ini menerima penyerahan rasmi Sistem Persenjataan FN MAG 58M 7.62mm bagi helikopter EC 725 AP/H225M sebagai langkah memperkukuhkan keupayaan operasi Combat Search and Rescue (CSAR) dalam melaksanakan misi menyelamat di kawasan berisiko tinggi.

Perolehan sistem persenjataan ini merupakan sebahagian daripada usaha berterusan TUDM dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keberkesanan aset udara selaras dengan Pelan Pembangunan Keupayaan TUDM 2055 (CAP 55). Helikopter EC 725 AP/H225M merupakan aset utama TUDM yang berkeupayaan melaksanakan pelbagai misi termasuk operasi CSAR, bantuan kemanusiaan, pengangkutan taktikal dan operasi khas.


Bagi memenuhi keperluan operasi CSAR yang memerlukan perlindungan kendiri semasa berada di kawasan ancaman, TUDM telah melaksanakan perolehan awal sistem persenjataan untuk dipasang pada helikopter EC 725 AP/H225M. Sistem ini akan meningkatkan tahap keselamatan anak kapal dan anggota yang terlibat dalam misi menyelamat, sekali gus membolehkan operasi dilaksanakan dengan lebih berkesan dan selamat.

Kerajaan Malaysia telah menandatangani Letter of Acceptance (LOA) bersama syarikat pembuat senjata terkemuka dari Belgium, FN HERSTAL, bagi perolehan lima unit mesingan FN MAG 58M berkaliber 7.62mm. Senjata ini merupakan antara sistem persenjataan yang telah terbukti keberkesanannya dan digunakan secara meluas oleh angkatan tentera di seluruh dunia.


Sebelum penyerahan rasmi dilaksanakan, proses Final Acceptance Test (FAT) telah dijalankan bermula 30 Mac 2026 hingga 4 Jun 2026 melibatkan No 10 Skuadron di Pangkalan Udara Kuantan dan No 5 Skuadron di Pangkalan Udara Labuan. Pengujian tersebut bertujuan memastikan setiap sistem memenuhi spesifikasi teknikal, standard keselamatan dan keperluan operasi yang ditetapkan oleh TUDM.

Majlis penyerahan rasmi sistem persenjataan tersebut telah disampaikan oleh wakil syarikat Airbus Helicopters, Mr Axel de Pascal (Managing Director) kepada Panglima Tentera Udara, Jeneral Tan Sri Dato' Sri Haji Muhamad Norazlan bin Aris TUDM bertempat di Pangkalan Udara Kuantan.

TNI AU Tingkatkan Status Tiga Lanud dari Tipe "C" menjadi Tipe "B"

21 Juni 2026

Lanud Pangeran M. Bun Yamin Lampung AKQ (photo: GoogleMaps)

TNI AU -- TNI Angkatan Udara meningkatkan status tiga Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) dari tipe "C" menjadi tipe "B" sebagai langkah strategis memperkuat dukungan operasional dan kesiapan satuan dalam menghadapi dinamika tugas yang terus berkembang.

Pengukuhan peningkatan status dipimpin Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., di GOR Antarikshe, Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/6/2026). 


Lanud Wiriadinata Tasikmalaya TSY (image: GoogleMaps)

Dalam amanatnya, Pangkoopsudnas menegaskan peningkatan Lanud, selain merupakan tindak lanjut dari validasi organisasi TNI AU, juga untuk menjawab kompleksitas tantangan tugas yang terus meningkat. Peningkatan Lanud tipe "B", menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan operasional tugas-tugas satuan jajaran Koops Udara Nasional.

"Ketiga Lanud memiliki nilai strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas Koopsudnas sesuai karakteristik wilayah dan tantangan operasional masing-masing," ujar Pangkoopsudnas.Lebih lanjut Pangkoopsudnas menambahkan, ketiga Lanud yang dinaikkan status dari Tipe "C" menjadi Tipe "B" berperan penting dalam mendukung operasi udara, pengamanan wilayah udara nasional, mobilitas udara, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta OMP dan OMSP.

Lanud Yohanis Kapiyau, Timika TIM (image: GoogleMaps)

Pangkoopsudnas berharap pengukuhan menjadi momentum memperkuat sinergitas, kapabilitas, dan interoperabilitas guna mewujudkan TNI AU AMPUH.

Bersamaan dengan pengukuhan peningkatan Lanud, Pangkoopsudnas juga melantik tiga Komandan Lanud yaitu Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. (Danlanud Wiriadinata Tasimalaya), Kolonel Pnb Achmad Iwan Retmawan (Danlanud M. Bun Yamin Lampung), dan Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy (Danlanud Yohanes Kapiyau Timika).Turut hadir dalam upacara, Pangkodau I, pejabat utama Koopsudnas, Kodau I, Kodau III, Komandan Lanud Wiriadinata, Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, serta para Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN Kodau I.