16 Maret 2026

Myanmar Lakukan Komisioning Empat Jet Tempur Buatan Rusia dan China

16 Maret 2026

Pesawat tempur Su-30 SME nomor 1901 dan 1902 serta pesawat latih K-8W nomor 3939 dan 3940 (photos: Myanmar MIO)

Angkatan udara rezim Myanmar pada hari Kamis mengadakan upacara peresmian empat jet tempur, termasuk dua jet tempur multiperan Su-30 buatan Rusia pada upacara di Pangkalan Udara Meiktila Mandalay,

Rezim tidak merilis detail spesifik tentang jet tempur yang baru diresmikan, tetapi berdasarkan foto-foto acara tersebut, mantan personel angkatan udara mengatakan bahwa keempat pesawat tersebut terdiri dari dua jet tempur Su-30 dan dua jet tempur K-8W buatan China.


Militer Myanmar telah membeli enam jet tempur multiperan Su-30 SME buatan Rusia untuk angkatan udaranya berdasarkan kontrak tahun 2018 senilai US$400 juta, yang dibiayai oleh pinjaman Rusia.

Mantan Sersan Angkatan Udara Nay Win Aung, yang bergabung dengan Gerakan Pembangkangan Sipil (CDM) setelah kudeta militer 2021, mengatakan kepada The Irrawaddy bahwa pesawat yang berpartisipasi dalam upacara Kamis lalu sebenarnya bukanlah pesawat yang baru dioperasikan; melainkan jet yang lebih tua, yang sebelumnya telah dioperasikan, katanya.


Sersan tersebut mengatakan rezim memiliki tujuh jet tempur Su-30 dengan nomor lambung 1901 hingga 1907; semakin rendah nomornya, semakin lama masa dinasnya. Pada upacara Kamis lalu, dua Su-30 bernomor 1901 dan 1902 dipamerkan.

Army Recognition Group (ARG) melaporkan pada Januari 2025 bahwa Rusia telah menyelesaikan pengiriman keenam jet tempur Su-30 ke militer Myanmar, dengan dua pesawat tempur terakhir dalam pengiriman tersebut diresmikan di Pangkalan Udara Meiktila selama upacara pada 15 Desember 2024 untuk menandai ulang tahun ke-77 Angkatan Udara, yang dipimpin oleh kepala junta Min Aung Hlaing.


Mantan sersan angkatan udara tersebut mengatakan bahwa nomor dua pesawat tempur K-8W yang hadir pada upacara Kamis adalah nomor 3939 dan 3940 menunjukkan bahwa pesawat tersebut juga merupakan pesawat yang lebih tua, karena pesawat dengan nomor yang lebih baru, 3942, ditembak jatuh oleh kelompok perlawanan di Negara Bagian Karenni pada November 2023.

Namun, The Irrawaddy tidak dapat memverifikasi secara independen apakah pesawat yang diresmikan pada hari Kamis tersebut adalah pesawat lama atau baru.

Sejak kudeta 2021, pasukan anti-rezim telah menembak jatuh 13 pesawat rezim yang total nilainya sekitar US$170 juta.

Transfer Persenjataan Dari dan Ke Vietnam Tahun 2025

16 Maret 2026

Pesawat latih T-6C Texan II Vietnam (photo: Iain Mackenzie)

SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.


Untuk negara Vietnam, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 adalah sebagai berikut ini.


ROKS Jang Bogo (KSS-I) Akan Ditransfer ke Angkatan Laut Filipina?

16 Maret 2026

Semula ROKS Jang Bogo nomor SS-061 komisioning tahun 1993, setelah pensiun akan ditransfer ke Polandia sebagai pemanis penawaran KSS-III dari Hanwha Ocean, namun karena Polandia lebih memilih kapal selam Saab A26 (Blekinge-class) maka rumor yang beredar kapal selam ini ditawarkan ke Filipina sebagai pemanis penawaran KSS-III (photo: Bemil)

Nota Kesepahaman (MOU) pertahanan Filipina-Korea Selatan yang baru saja ditandatangani antara Department of National Defense (DND) dan Defense Acquisition Program Administration (DAPA) dapat membuka pintu bagi salah satu transfer kemampuan strategis terpenting dalam sejarah Filipina - kemungkinan transfer kapal selam kelas Jang Bogo (KSS-I) ke Angkatan Laut Filipina.

Korea Selatan saat ini menawarkan kepada Filipina paket kapal selam KSS-III PN canggihnya, yang mencakup tidak hanya kapal selam itu sendiri tetapi juga infrastruktur pangkalan kapal selam, fasilitas pemeliharaan, dan pelatihan awak yang komprehensif. Proposal ini dipresentasikan oleh perusahaan pembuat kapal Korea, Hanwha Ocean, selama pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. di Korea Selatan.

Namun, membangun kekuatan kapal selam dari awal sangatlah kompleks. Hal ini membutuhkan awak kapal selam terlatih, spesialis pemeliharaan, dan pengalaman operasional bertahun-tahun sebelum angkatan laut dapat secara efektif mengerahkan kapal selam modern.

Kapal selam KSS-III yang ditawarkan Korea Selatan ke Filipina (infographic: Hanwha Ocean)

Di sinilah kelas Jang Bogo (KSS-I) menjadi sangat penting secara strategis.

Seiring dengan pensiunnya kapal selam Type-209 Korea Selatan dan diperkenalkannya kapal selam KSS-III yang lebih baru, para analis menyarankan agar salah satu kapal selam ini dapat dialihkan ke negara mitra seperti Filipina sebagai bagian dari paket kerja sama kapal selam yang lebih luas.

Pengalihan tersebut akan memberikan beberapa keuntungan langsung:

Platform Pelatihan untuk Awak Kapal Selam Filipina
Kapal selam KSS-I yang disumbangkan atau berbiaya rendah dapat berfungsi sebagai platform pelatihan dan pengembangan doktrin, memungkinkan awak Filipina untuk mendapatkan pengalaman operasional bawah laut yang nyata sebelum kedatangan kapal selam baru.

Kemampuan Kapal Selam yang Dipercepat
Alih-alih menunggu hampir satu dekade hingga program kapal selam sepenuhnya matang, Angkatan Laut Filipina dapat segera memulai pembelajaran operasional.

15 Maret 2026

Hunter Class Frigate Visualisation – Explore the World’s Most Advanced Anti-submarine Warship

15 Maret 2026

Latest rendering of Australian Hunter-class frigate with CEAFAR2 tri-band phased array sensor system radar (photo ssv: BAE Systems)

From detection to defence, the Hunter class frigate is engineered for decisive action. 


Equipped with advanced sensors, world-leading sonar and integrated weapons systems, it can detect, track and counter threats across air and sea.  


Its adaptable Mission Bay supports multi-mission operations - from deploying autonomous systems to delivering humanitarian assistance.


With quiet propulsion, acoustic dampening and advanced torpedo defence, Hunter is built to stay one step ahead, strengthening Australia’s maritime security.

Transfer Persenjataan Dari dan Ke Myanmar Tahun 2025

15 Maret 2026

Myanmar Air Force Shaanxi Y-8 (photo: Wiki)

SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.


Untuk negara Myanmar, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 adalah sebagai berikut ini.


Menhan Australia Soroti Peluang Kerja Sama Latihan Militer di Morotai

15 Maret 2026

Morotai dapat menjadi gerbang bagi Australia untuk masuk ke Asia Timur (image: GoogleMaps)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles melihat peluang bagi Australia untuk menggunakan fasilitas pelatihan militer internasional milik Indonesia yang akan dibangun di Morotai, Maluku Utara.

"Ini adalah fasilitas pelatihan Indonesia, tetapi kami melihat ada peluang bagi Australia untuk terlibat dalam pelatihan di sana," kata Marles dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan pernyataan itu menyusul pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Kamis, dalam rangkaian kegiatan kunjungannya ke Indonesia pekan ini.

Pelabuhan kota Daruba, ibukota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (photo: Kontan)

Dalam pertemuan tersebut, menteri pertahanan kedua negara membahas tentang tindak lanjut Traktat Keamanan Bersama Australia-Indonesia yang ditandatangani pada Februari 2026 serta Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia yang ditandatangani pada Agustus 2024.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu ialah tentang rencana Australia akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai pada akhir tahun untuk meninjau potensi kerja sama dalam pengembangan infrastruktur fasilitas pelatihan militer Indonesia.

"Kami akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai untuk meninjau bagaimana kami dapat melakukan lebih banyak pekerjaan infrastruktur di sana, di fasilitas pelatihan yang sangat penting bagi TNI," jelasnya.

Airstrip di Morotai peninggalan Perang Dunia II (photo: Dave Robitaille)

Marles menegaskan bahwa fasilitas pelatihan tersebut ialah milik Indonesia dan akan digunakan sebagai fasilitas pelatihan militer bagi tentara Indonesia. Namun demikian, Marles tidak menutup kemungkinan bagi tentara Australia untuk berlatih di fasilitas pelatihan tersebut.

"Ini akan menjadi fasilitas milik Indonesia dan kami memikirkan bagaimana dapat menggunakan fasilitas pelatihan satu sama lain telah menjadi bagian penting dari diskusi yang telah kami lakukan antara kedua angkatan pertahanan kita," jelasnya.

Australia juga memiliki area pelatihan yang cukup luas di negaranya. Marles pun mempersilakan Indonesia untuk mengirimkan anggota TNI dan menggunakan area pelatihan tersebut.

Armada Angkatan Laut Australia (photo: Aus DoD)

"Kami telah melihat hal (kerja sama semacam) itu terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saya pikir ini adalah kesempatan bagi Australia ke depannya untuk melihat Morotai dikembangkan dengan cara ini, tetapi tempat ini akan lebih banyak menjadi fasilitas pelatihan bagi Indonesia," katanya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa keterlibatan Australia dalam pembangunan fasilitas pelatihan militer di Morotai itu ialah di bidang infrastruktur.

"Beliau (Menhan Sjafrie) sangat ingin melibatkan kami dalam masalah ini, dalam hal-hal yang dapat kami lakukan untuk mendukung infrastruktur yang perlu dikembangkan di Morotai. Ini sebagian besar dipimpin oleh Indonesia, tetapi kami melihat ini sebagai peluang besar bagi kami juga," ujar Menhan Marles.

Kapal TNI AL KRI Canopus-936 Memulai Pelayaran Perdana dari Jerman ke Indonesia

15 Maret 2026

KRI Canopus-936 memulai pelayaran perdana dari Bremen, Jerman, menuju Indonesia untuk memperkuat riset hidro-oseanografi (photo: KBRI Berlin)

Bremen: Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) KRI Canopus-936 resmi mengawali pelayaran perdananya menuju Indonesia dari galangan kapal Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Bremen, Jerman pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Dalam siaran pers KBRI Berlin yang diterima Metrotvnews.com, disebutkan bahwa keberangkatan ini menjadi tonggak penting bagi TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kemampuan riset kelautan dan pemetaan maritim nasional.

Setelah melalui rangkaian pembangunan, uji fungsi, dan persiapan operasional, KRI Canopus-936 kini memasuki fase akhir sebelum bertugas penuh di tanah air. Pelayaran jarak jauh ini sekaligus menjadi uji kesiapan kapal riset modern tersebut dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.

KRI Canopus-936 akan mengarungi rute pelayaran internasional dengan sejumlah titik singgah penting untuk pemenuhan logistik, koordinasi diplomatik, serta pengecekan teknis berkala.

Adapun rute yang ditempuh meliputi: Lemwerder (Jerman) – Las Palmas (Spanyol) – Lagos (Nigeria) – Cape Town (Afrika Selatan) – Port Louis (Mauritius) – Lampung – Jakarta.

KRI Canopus-936, kapal bantu hidro-oseanografi (photo: Bernd U)

Selama pelayaran, tim teknisi dari galangan kapal turut mendampingi untuk memastikan seluruh sistem kapal berfungsi optimal hingga tiba di Indonesia.

Kapal Riset Modern untuk Misi Kelautan Masa Depan
Dibangun melalui kerja sama antara PT Palindo Marine Shipyard (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen Shipyard (Jerman), KRI Canopus-936 dirancang sebagai kapal riset hidro-oseanografi generasi baru yang mampu menjalankan berbagai misi strategis, antara lain: penelitian hidro-oseanografi dan pemetaan dasar laut, penguatan keamanan maritim, dukungan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), serta operasi maritim jarak jauh.

Dengan panjang 105 meter, lebar 16 meter, dan displacement sekitar 3.650 ton, kapal ini mampu melaju hingga 16 knot dan memiliki daya tahan tinggi untuk operasi di laut lepas.

Momentum Penting bagi Indonesia
Pelayaran KRI Canopus-936 menuju tanah air bukan sekadar perjalanan teknis, tetapi simbol komitmen Indonesia dalam memperkuat kemandirian riset kelautan dan meningkatkan kesiapan TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah maritim nasional.

Upacara pelepasan kapal turut dihadiri oleh Koordinator Fungsi Politik KBRI Berlin serta perwakilan Abeking & Rasmussen Shipyard, menandai eratnya kerja sama Indonesia–Jerman dalam pengembangan teknologi maritim.