22 Maret 2026

RTAF Conducted Live Firing Exercise with RBS-70 MK-2

22 Maret 2026

Royal Thai Air Force conducted live firing exercise with RBS-70 MK-2 at Wing 5, Prachuap Khiri Khan (photos: RTAF)

Air defense readiness begins with realistic training. Because in a real mission…there may only be “one chance.”


The inspection team for the 2026 annual air defense missile firing exercise conducted a test firing of the RBS-70 MK-2 air defense missile using a "decoy" simulating a medium-range aircraft at Wing 5, Prachuap Khiri Khan.


This test was a "One Shot One Kill" approach, demonstrating the "intensity and seriousness" of the Royal Thai Air Force's air defense training.


RTAF is committed to developing the capabilities of personnel to have the ability and readiness in using equipment with accuracy and efficiency.

SEA Strengthens Royal Malaysian Naval Partnership With Support And Training Contract

22 Maret 2026

SEA to provide in-country training and support to the Royal Malaysian Navy (photo: SEA)

SEA has been awarded a contract with Lumut Naval Shipyard (LUNAS) to provide in-country training and support to the Royal Malaysian Navy (RMN). The agreement will enhance the navy’s operational readiness, availability and its capability effectiveness. 

The support and training contract will provide the Royal Malaysian Navy with two sets of ship spares, supported by a Train the Trainer course hosted at SEA’s facility in Barnstaple (UK) and an in-country Operator & Maintainer Training course to further develop naval technical expertise. 

Following successful completion of the Train the Trainer course in 2026, SEA’s ongoing support includes a recertification opportunity in 2028 to provide ongoing knowledge transfer and enable the self-sufficiency and long-term capability availability for the RMN.  

The contract builds on SEA’s existing relationship with the RMN following the contract extension with LUNAS to supply its fixed triple configuration Torpedo Launcher System (TLS) to the Royal Malaysian Navy (RMN).

Maharaja class will equipped with anti-submarine warfare capabilities, including the use of the SEA three-barreled torpedo launcher system (photo: SEA)

Stuart Gisbey, Support & Services Programme Manager at SEA said, “This contract reflects our approach to partnership, focusing not just on capability delivery but on long-term service and support. By delivering high-quality support, training and transfer of expertise, the Royal Malaysian Navy will benefit from greater self-sufficiency and confidence over the availability of their capabilities.” 

SEA’s long-term technical support for the RMN will be supported by SEA's Sales Director Asia Pacific, Victor Chavardes, further enhancing the company’s presence and responsiveness to its naval customers, shipbuilders and partners in Southeast Asia. 

Ir. Muhammad Hanif bin Muhammad, Deputy Project Director Management at LUNAS said, “SEA’s technical expertise, training and focus on maintainability will play a key role in supporting the operational readiness of the Royal Malaysian Navy’s torpedo launcher systems. Building on our strong partnership to incorporate long-term support and training will enable future capability availability and build essential skills and expertise within the navy.” 

(SEA)

Barata Indonesia dan Naval Group Perkuat Kerja Sama Peningkatan TKDN Kapal Selam Scorpene dan Komponen Frigate

22 Maret 2026

Kesepakatan kerjasama Naval Group-Barata Indonesia (photo: Barata Indonesia)

PT Barata Indonesia (Persero) menindaklanjuti kerja sama strategis bersama Naval Group dalam rangka peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk platform kapal selam Scorpene dan pengembangan komponen kapal frigate, dengan target TKDN lebih dari 50% (Jakarta, 12/02).

Kolaborasi ini difokuskan pada optimalisasi kapabilitas manufaktur dalam negeri, penguatan kualitas produksi sesuai standar industri pertahanan internasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui skema transfer teknologi.

Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. “Barata Indonesia siap mendukung pencapaian TKDN lebih dari 50% melalui optimalisasi kapabilitas manufaktur dan penerapan standar kualitas global. Kolaborasi ini memperkuat peran industri nasional dalam proyek pertahanan berkelas dunia,” ujarnya.

Naval Group juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan kapabilitas industri pertahanan Indonesia melalui transfer teknologi dan integrasi industri lokal ke dalam rantai pasok global.

Melalui sinergi ini, Barata Indonesia menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung transformasi dan kemandirian industri pertahanan nasional.

21 Maret 2026

New Zealand Army's Bushmaster Live Firing

21 Maret 2026

Bushmaster live firing at Exercise Nui Dat 2026 (photos: RNZ Army)

Whiskey Company, 1RNZIR live firing on Exercise NUI DAT, employing the Bushmaster at section and platoon level.

Integration of vehicles, weapons, and soldiers working together to deliver combat effects when it matters. Train hard. Be ready.

Victor, Whiskey, and Support Companies are steadily building toward platoon-level combined live-fire exercises—day and night- incorporating both NZLAV and Bushmaster vehicles by the end of the exercise.

This training is a key step in maintaining the Battalion’s combat readiness, bringing infantry, armour, and support elements together as a cohesive, capable team—ready for operations when called upon.

(RNZAC, 1 RNZIR)

Transformasi 15-to-5: TLDM Sasar 31 Platform Baharu Menjelang 2040

21 Maret 2026

Pangkalan angkatan laut Lumut (photo: TLDM)

KUALA LUMPUR – Kementerian Pertahanan (MINDEF) menegaskan komitmennya dalam memperkasakan kedaulatan maritim negara melalui pelan transformasi Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) 15-to-5, yang kini disusun semula sebagai Force Structure 2040 (FS40).

Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin memaklumkan, melalui pelan tersebut TLDM merancang memperoleh sebanyak 31 platform baharu daripada pelbagai jenis secara berperingkat sehingga tahun 2040.

Perkara itu dinyatakan oleh beliau, bagi menjawab pertanyaan Senator Datuk Rosni Sohar mengenai status semasa program berkenaan di Dewan Negara.

Menurut beliau, dalam Rancangan Malaysia Ke-12 (RMK12), kerajaan telah meluluskan semua perolehan aset baharu mengikut perancangan TLDM.

“Dalam RMK12, kerajaan telah meluluskan perolehan 5 buah Littoral Combat Ship (LCS), 4 buah Littoral Mission Ship (LMS) dan 3 buah LMS Batch 2,” katanya dalam jawapan lisan di Dewan Negara.

Selain itu, TLDM turut menerima beberapa aset sokongan yang berfungsi sebagai force multiplier, seperti Helikopter Operasi Maritim (HOM), sistem pesawat tanpa pemandu ScanEagle serta Fast Interceptor Craft (FIC) yang diterima secara berperingkat.

Bagi Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13), kerajaan telah meluluskan perolehan 2 buah Multi-Role Support Ship (MRSS) melalui Rolling Plan 1 (RP1).

Dalam masa sama, kementerian berharap cadangan perolehan 3 buah LMS Batch 4 turut dapat dipertimbangkan dan diluluskan selaras dengan perancangan TLDM dalam RMK13.

Bagi memastikan kesiapsiagaan armada kekal pada tahap optimum, TLDM turut melaksanakan beberapa langkah termasuk penyenggaraan kapal secara berjadual, latihan yang konsisten serta sokongan logistik berterusan.

Program 15-to-5 sebelum ini diperkenalkan bagi merasionalisasikan struktur armada TLDM daripada 15 kelas kapal kepada lima kelas utama. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kecekapan operasi, penyelenggaraan dan pengurusan logistik dalam jangka panjang.

Prajurit Marinir Setia Menjaga Pulau Batek Yang Tidak Berpenghuni

21 Maret 2026

Operasi Pengamanan Pulau Terluar RI (photos: Korps Marinir)

Menjelang Idul Fitri, Satgasmar Ops Pengamanan Pulau Terluar XXlX Pulau Batek Tingkatkan Kewaspadaan
Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Kupang) Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut Satgasmar Ops Pengamanan Pulau Terluar XXlX meningkatkan kewaspadaan dalam melaksanakan pengamanan perbatasan  Negara Kesatuan Republik Indonesia di Pulau Batek, Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Senin (16/03)


Pulau Batek merupakan pulau yang tidak berpenghuni dengan luas ±0.5 Kilometer persegi dan berbatasan langsung dengan Timor Leste.


Peningkatan kewaspadaan yang dilaksanakan oleh prajurit TNI tersebut, dilaksanakan melalui peningkatan intensitas patroli dan pemantauan sebagai langkah proaktif untuk menjamin keamanan, stabilitas, dan ketertiban wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, serta merespons cepat terhadap kemungkinan adanya perubahan situasi.

20 Maret 2026

Pemeriksaan Tahunan Mawilud 1 ke Pangkalan Udara Kuantan, Calon Markas Pesawat FA-50M

20 Maret 2026

Panglima Markas Wilayah Udara 1 melakukan kunjungan ke Pangkalan Udara Kuantan ibu kota negara bagian Pahang, Malaysia yang menghadap ke Laut China Selatan (photos: TUDM)

KUANTAN -- Markas Wilayah Udara 1 (MAWILUD 1) telah melaksanakan pemeriksaan tahunan ke Pangkalan Udara Kuantan bermula 9 hingga 13 Mac 26 bagi menilai tahap kesiagaan pangkalan serta memastikan setiap operasi dan senggaraan dilakukan mengikut prosedur operasi standard (SOP) yang telah ditetapkan oleh TUDM.


Pemeriksaan tahunan ini diketuai Panglima Wilayah Udara 1 (PANGWILUD 1), Mej Jen Dato’ Mahadzer bin Amin TUDM. Sebaik ketibaan, PANGWILUD 1 telah diberikan taklimat pengoperasian oleh Komander Pangkalan, Kol Baharin bin Mohamad TUDM di Bilik Mesyuarat Pangkalan.


Usai taklimat, PANGWILUD 1 membuat lawatan ke No 10 Skuadron, Skuadron 320, Skuadron 401 serta melawat tapak projek bagi perolehan pesawat Light Combat Aircraft (LCA) dan Maritime Patrol Aircraft (MPA).


Lawatan ini penting bagi melihat tahap kemajuan projek supaya pengoperasian aset-aset TUDM dapat dilakukan mengikut garis masa yang telah dirancang sekaligus meningkatkan kesiagaan bagi melindungi kedaulatan ruang udara negara.


Turut serta semasa lawatan adalah Ketua Staf MAWILUD 1, Brig Jen Ahmad Edros bin Ahmad Osman TUDM dan Pengarah A4 MAWILUD 1, Kol Khairul Anuar bin Abdul Razak TUDM.