16 Januari 2026

Singapore and Thai Armies Conclude 25th Edition of Exercise Kocha Singa

16 Januari 2026

Personnel from the Singapore Army and the RTA training with the Hunter AFV simulator (photos: Sing Mindef)

Exercise Kocha Singa was successfully conducted by the Singapore Army and the Royal Thai Army (RTA) in Singapore from 8 to 14 January 2026. 

Exercise Kocha Singa was successfully conducted by the Singapore Army and the Royal Thai Army (RTA) in Singapore from 8 to 14 January 2026. Hosted by Headquarters 8th Singapore Armoured Brigade and 42nd Battalion, Singapore Armoured Regiment, the 25th edition of this exercise involved approximately 720 personnel from the Singapore Army and RTA’s 3rd Infantry Battalion from the 29th Infantry Brigade.


Exercise Kocha Singa saw both armies conducting professional exchanges in various domains, including urban operations, live firing, and digital map planning, as well as experiencing the Hunter Armoured Fighting Vehicle simulator. The field training exercise culminated in a joint battalion-level assault, which was held in SAFTI City for the first time for Exercise Kocha Singa.


The opening ceremony was co-officiated by the Singapore Army’s Chief of Staff - General Staff, Brigadier General (BG) Wong Shi Ming and the RTA’s Assistant Chief of Army, General Narongrit Kumpeera. In his opening address, BG Wong highlighted the significance of the 25th edition of Exercise Kocha Singa. He said, “This milestone is a testament to the close and longstanding bilateral defence relationship between our armies, founded on years of robust cooperation, and professional exchanges.”


First held in 1997, Exercise Kocha Singa underscores the close and long-standing bilateral defence relations between Singapore and Thailand. Apart from bilateral exercises, both armies also interact regularly through high-level visits, professional exchanges, and the cross-attendance of courses.

Henriksen Akan Memasok Sistem Penyapu Ranjau HEMLIS ke TNI AL

16 Januari 2026

Ilustrasi operasional Henriksen HEMLIS (image: Henriksen)

Perusahaan Norwegia H. Henriksen telah mengumumkan akan memasok sistem Henriksen Multi Lightweight Influence Sweep (HEMLIS) ke Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), menandai penjualan komersial pertama sistem tersebut di luar Eropa.

Menurut perusahaan, beberapa sistem HEMLIS akan dikirim dan diintegrasikan pada kapal permukaan tak berawak (USV) yang dipasok oleh perusahaan Prancis Exail (sebelumnya dikenal sebagai ECA Group). Pengiriman ke Angkatan Laut Indonesia akan ditangani oleh PT Agrapana Nugraha Katara, yang merupakan mitra lokal yang dikenal dari pembuat kapal Jerman Abeking & Rasmussen.

H. Henriksen menyatakan bahwa HEMLIS akan menambah kemampuan penyapu ranjau tak berawak modern dan modular ke dalam perlengkapan penanggulangan ranjau/mine countermeasures (MCM) yang sudah ada di Angkatan Laut Indonesia.

Henriksen HEMLIS dan USV Exail Inspector 90 (image: Henriksen)

Sistem ini dirancang untuk operasi berawak dan tak berawak dan dapat diskalakan untuk digunakan di perairan terbatas atau sebagai bagian dari operasi gugus tugas yang lebih besar. Sistem ini menggunakan teknik penyapuan pengaruh untuk membersihkan ranjau laut dengan aman sambil mengurangi risiko bagi awak dan anjungan. HEMLIS juga telah dipasang pada kapal penyapu ranjau kelas Alta Angkatan Laut Kerajaan Norwegia.

Dalam pernyataannya, Henriksen menggunakan citra yang menyerupai USV Inspector 90 milik Exail. Hal ini sejalan dengan pengumuman Exail sendiri pada Juni 2025 bahwa mereka telah mendapatkan kontrak untuk menyediakan empat USV Inspector 90 kepada Angkatan Laut Indonesia, bersama dengan sistem Identifikasi dan Pembuangan Ranjau Seascan dan K-Ster.

Sistem-sistem ini akan dikerahkan dari kapal penanggulangan ranjau laut/mine countermeasures vessels (MCMV) sepanjang 62 meter, KRI Pulau Fani (731) dan KRI Pulau Fanildo (732), keduanya dibangun oleh Abeking & Rasmussen dan diserahkan kepada Angkatan Laut Indonesia pada tahun 2023.

USV Exail Inspector 90 (photo: Exail)

Naval News sebelumnya melaporkan bahwa meskipun Abeking & Rasmussen mengusulkan USV tipe Small Waterplane Area Twin Hull (SWATH) untuk melengkapi kedua MCMV tersebut, Inspector 90 milik Exail akhirnya dipilih karena lebih sesuai dengan persyaratan Angkatan Laut Indonesia.

Perlu dicatat, K-Ster sudah digunakan oleh beberapa angkatan laut, termasuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Angkatan Laut Republik Singapura (RSN), dan Angkatan Laut Lituania. Pekan lalu, Exail juga mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan kontrak besar senilai €40 juta dari Badan Dukungan dan Pengadaan NATO untuk memasok beberapa ratus sistem K-Ster.

Lanud Haluoleo Akan Ditingkatkan Menjadi Main Operating Base (MOB)

16 Januari 2026

Kunjungan Wamnenhan ke Lanud Haluoleo  (Kendari (KDI) di Sulawesi Tenggara (photo: Kemhan)

Lanud Haluoleo Terima Kunjungan Wamenhan RI dalam Rangka Peninjauan Peningkatan Lanud Haluoleo Menjadi Main Operating Base (MOB)

Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, S.AP., M.M., M.Sc., menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (Purn) Donny Ernawan T., M.D.S., M.S.P. didampingi Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., beserta rombongan, dalam rangka peninjauan dan pembahasan rencana peningkatan Lanud Haluoleo menjadi Main Operating Base (MOB). Rabu, (14/1/2026)

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhan RI beserta rombongan turut disambut oleh Pangkodau II Marsda TNI M. Untung Suropati, S.E., Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Kopolda Sultra, Danrem 143/HO, Bupati Konawe Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Pertahanan dalam memperkuat postur pertahanan udara nasional khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah, serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Runway Lanud Haluoleo (image: FlightSim)

Komandan Lanud Haluoleo menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Lanud Haluoleo. Diharapkan, dengan peningkatan status menjadi Main Operating Base, Lanud Haluoleo dapat memiliki kemampuan operasional yang lebih optimal, baik dari sisi infrastruktur, alutsista, maupun sumber daya manusia.

Wamenhan RI menegaskan bahwa peningkatan Lanud Haluoleo menjadi Main Operating Base memiliki nilai strategis dalam mendukung sistem pertahanan negara, sekaligus mendorong sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung fasilitas Lanud Haluoleo serta paparan rencana pengembangan pangkalan ke depan, guna memastikan kesiapan dan kelayakan Lanud Haluoleo sebagai pangkalan udara utama yang mampu mendukung operasi pertahanan dan keamanan wilayah udara nasional.

15 Januari 2026

Birdon Awarded $125m Defence Contract to Deliver Next-generation Amphibious Vehicles

15 Januari 2026

Project LAND 8710 Amphibious Vehicles – Logistics (AV-L) for the Australian Army (images: Birdon Group)

Birdon has signed a $125 million contract with the Australian Government to design and build one prototype and 15 Amphibious Vehicles – Logistics (AV-L) for the Australian Army, under Land 8710 – Littoral Manoeuvre.

The AV-L fleet will replace the Army’s legacy LARC-V capability, delivering a step change in amphibious performance, safety and reliability across Australia’s complex operating environments.

Designed for seamless operation across land, surf and open water, the AV-L combines deep-sea vessel performance with on-road mobility, while meeting Australian safety and regulatory requirements. The platform is engineered to operate in high temperatures, extreme humidity, corrosive saltwater and challenging surf zones, supporting reliable operations across diverse terrain and climate conditions.


The vehicle integrates advanced propulsion, steering and traction systems to enable smooth transitions between marsh, beach and surf environments, enhanced manoeuvrability in-water, and improved responsiveness during recovery and emergency scenarios. Operator safety is central to the design, with systems that actively manage traction, reduce fatigue and improve vehicle stability during high-risk missions.

The AV-L’s modular payload system, deck crane and adaptable configuration allow the platform to support a wide range of defence and humanitarian tasks, reinforcing its flexibility as a logistics and resupply asset.

All vehicles will be designed and built at Birdon’s Port Macquarie shipyard, supporting local jobs, skills development and Australia’s sovereign maritime and defence capability.

This project reflects Birdon’s ongoing commitment to design-led engineering, integrated delivery and long-term partnership with Defence.

Defend ID Bidik Kontrak Rp132 Triliun di Pasar Asia-Afrika Pada 2026

15 Januari 2026

Tank Harimau Pindad (photo: Pindad)

Bandung (ANTARA) - Holding Industri Pertahanan Defend ID menargetkan perolehan total kontrak senilai Rp132,05 triliun selama 2026 melalui penetapan strategi operasional baru yang menyasar ekspansi pasar di Asia Pasifik hingga Afrika.

Langkah agresif ini diusung dalam peta jalan perusahaan pada 2026, yang diputuskan untuk dijalankan perusahaan, guna memastikan kemandirian industri pertahanan nasional sekaligus memperkuat daya saing, di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Utama Holding Defend ID Joga Dharma Setiawan dalam keterangan di Bandung, Jawa Barat, Senin, menegaskan bahwa peta jalan menuju 2026 tersebut dirancang tidak hanya untuk bertahan, tetapi untuk bersaing secara kompetitif di tingkat regional dan global.

"Strategi 2026 kami rumuskan ke dalam Corporate Strategic Scenario (CSS) dan diterjemahkan ke dalam tujuh pilar utama, mulai dari penguatan bisnis, inovasi produk dan layanan, hingga transformasi proses bisnis, SDM, dan teknologi informasi sebagai penggerak utama bisnis," ujar Joga yang merupakan Dirut PT LEN tersebut.

Dalam rencana strategis tersebut, perseroan tidak hanya mematok target kontrak jumbo, tetapi juga membidik pendapatan sebesar Rp35,47 triliun serta peningkatan burn rate operasional hingga 26,86 persen.

CN-235 buatan PT DI (photo: PT DI)

Untuk mencapai target tersebut, Defend ID melakukan pembenahan fundamental, salah satunya dengan melakukan streamlining atau perampingan anak usaha.

Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien dan bankable (layak kredit), sehingga kapasitas produksi dan digitalisasi proses bisnis dapat dipercepat.

"Kami juga fokus pada penguatan kapasitas produksi, digitalisasi proses bisnis, serta peningkatan kompetensi SDM agar seluruh lini perusahaan bergerak lebih agile dan produktif," ucap Joga menambahkan.

Lebih lanjut, Joga mengatakan pada 2026 ini Defend ID menitikberatkan pada diversifikasi pasar yang signifikan. Selain memperkuat pasar domestik melalui proyek lintas kementerian, seperti Kementerian Pertahanan, Perhubungan, ESDM, hingga Kominfo, perusahaan kini secara serius melirik potensi pasar internasional yang spesifik.

Joga menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan peluang kontrak pertahanan baru di wilayah yang sedang berkembang pesat kebutuhan pertahanannya.

"Pasar Asia Pasifik dan Afrika menjadi fokus kami, seiring dengan peluang kontrak pertahanan baru dan proyek lintas kementerian," katanya.

LPD buatan PT PAL (photo: PAL)

Namun, manajemen menyadari adanya tantangan eksternal berupa fluktuasi suku bunga dan rantai pasok global. Oleh karena itu, Defend ID menyeimbangkan strategi pertumbuhan agresif ini dengan penguatan fundamental keuangan yang hati-hati.

"Kami menyeimbangkan strategi pertumbuhan dengan penguatan fundamental keuangan. Di sisi lain, tren peningkatan anggaran pertahanan global dan kebutuhan teknologi pertahanan modern menjadi pendorong utama ekspansi pasar ekspor dan penguasaan teknologi kunci," ucap Joga.

Selain sektor pertahanan, holding BUMN ini juga akan menggenjot sektor komersial yang memiliki sinergi dengan kompetensi inti mereka, mencakup energi, transportasi dan sistem elektronik terintegrasi.

Aliansi strategis dengan mitra global juga diposisikan bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan sebagai pintu masuk ke rantai pasok global (global supply chain) untuk mendongkrak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Melalui inovasi produk dan layanan, peningkatan kualitas sistem, efisiensi biaya dan kinerja keuangan yang berkelanjutan, kami optimistis dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan dan pemegang saham," tutur Joga menambahkan.

DBM Lakukan Pembayaran pada Pesanan 8 Helokopter Bell 412 EPX

16 Januari 2026

Bell 412 EPX (photo: Subaru)

Pada pertengahan Desember 2025, Departemen Anggaran dan Manajemen (Department of Budget and Management) pemerintah Filipina melakukan pembayaran ketiga dan terakhir kepada Subaru untuk pengiriman delapan helikopter utilitas Bell 412EPX buatan Subaru.

Kontrak untuk pesawat tersebut ditandatangani pada tahun 2023. Bell 412EPX akan menambah armada yang ada yang terdiri dari lima Bell 412EP yang dioperasikan oleh Skuadron Helikopter Taktis ke-207 dari Hukbong Himpapawid ng Pilipinas (Philippine Air Force).

Akuisisi ini merupakan bagian dari modernisasi aset sayap putar Angkatan Udara yang lebih luas. Ini melengkapi pengiriman 47 helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk buatan PZL Mielec yang sedang berlangsung. Bell 412EPX terutama akan berfungsi sebagai helikopter utilitas dan transportasi menengah untuk misi di mana Black Hawk yang lebih besar dan lebih mumpuni tidak diperlukan.

Menyusul kecelakaan helikopter S-70i pada Juni 2021 dan penghentian sementara operasional armada Black Hawk, kebutuhan akan jenis helikopter kedua menjadi semakin jelas. Dengan pembayaran terakhir yang kini telah selesai, pengiriman Bell 412EPX diharapkan akan segera dimulai.

14 Januari 2026

Angkatan Darat Thailand Menambah Kendaraan Norinco VN-1

14 Januari 2026

AD Thailand melakukan penambahan kendaraan lapis baja VN-1 pada Fase 4 program pengadaan kendaraan lapis baja beroda. Ini termasuk versi pengangkut pasukan, medis, dan recovery (tidak termasuk versi anti-tank), dengan nilai 960 juta baht, melengkapi 111 kendaraan VN1 yang telah dikirimkan sebelumnya (photo: Atase Pertahanan di Beijing)

Pada hari Senin, 12 Januari 2026, pukul 11:30 pagi, Kolonel Siwat Rattananant, Asisten Atase Militer dan Pelaksana Tugas Asisten Atase Militer di Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Beijing, dan Sersan Mayor Pharada Jampreechasakul, Petugas Administrasi di Kantor Asisten Atase Militer di Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Beijing, mendampingi delegasi dari Angkatan Darat Kerajaan Thailand, yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Nattaporn Khwan-yaem, Direktur Departemen Persenjataan Angkatan Darat, untuk membahas masalah resmi dengan Bapak Liu Jinkui, Wakil Presiden Senior China North Industries Corporation (NORINCO), dan untuk berpartisipasi dalam upacara penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Kerajaan Thailand dan Pemerintah Republik Rakyat China. 

Norinco VN-1 8x8 (photo: RTA)

Direktur Jenderal Departemen Persenjataan Angkatan Darat, mewakili pihak Thailand, dan Bapak Zhang Xin, Kepala Perwakilan NORINCO di Thailand, mewakili pihak China, bertemu di ruang resepsi gedung kantor NORINCO di Beijing, Republik Rakyat China. NORINCO adalah organisasi di bawah kendali Pemerintah Republik Rakyat China.

(Atase Pertahanan Thailand di Beijing)