12 Februari 2026

PH Gets 5 Coastal Surveillance Radars from Japan's Security Aid

12 Februari 2026

Ceremonial turnover of five coastal surveillance radar systems to Philippines (photo: DND)

MANILA – Security ties between the Philippines and Japan got a further boost following the Japanese government's "ceremonial turnover" of five coastal surveillance radar systems to the country's defense establishment Wednesday.

The equipment was provided to the Philippines under Japan's Official Security Assistance (OSA) Framework.

It was finalized during the November 2023 visit of then Japanese Prime Minister Kishida Fumio to Manila, where Japan and the Philippines exchanged notes for JPY600 million (around PHP228 million) in OSA for the provision of coastal radar systems to the Philippine Navy (PN).

The project includes radar units, surveillance and monitoring equipment, and other support components designed to strengthen coastal monitoring and maritime security operations.

During the turnover ceremony at Camp Aguinaldo, Quezon City, DND Secretary Gilberto Teodoro Jr. thanked Tokyo for its "concrete contributions in widening and deepening our bilateral and multilateral ties" with the Philippines, with the end view of a free and open Indo-Pacific Region and maintaining regional peace and stability.

He also expressed confidence that the Philippines' relationship with Japan will continue to grow stronger in the coming years due to the "mutual trust and sincerity" enjoyed by the two nations.

"Japan's approach to its bilateral relations with the Philippines has been rooted in fundamental sincerity and values," the DND chief said.

Teodoro said Filipinos strongly welcome any partnership with Japan.

"So I think it is appropriate merely to state to the people of Japan represented by His Excellency Ambassador Endo Kazuya, maraming salamat po sa inyong pagtitiwala. (thank you very much for your trust) Domo arigato gozaimasu. Thank you," the DND chief said.

Earlier, the Japanese ambassador called the turnover of the five coastal surveillance radars a "meaningful milestone" in line with the deepening relationship between the Philippines and Japan.


"It is a great honor to join you today for the handover ceremony of the five coastal surveillance radar systems provided under Japan's OSA framework. This occasion marks not only the transfer of critical equipment from Japan to the Philippines but also a meaningful milestone in the steadily deepening partnership between our two countries," Endo said.

He added the OSA Framework reflects Japan's resolute commitment to working closely with like-minded partners to maintain peace and security across the Indo-Pacific.

"At a time when the security environment is becoming increasingly complex and difficult, strategic challenges in the region serve as a clear reminder that peace and stability cannot be taken for granted. It must be actively and collectively sustained. As maritime democracies positioned along vital sea lanes, Japan and the Philippines are natural partners," Endo said.

Likewise, the Japanese envoy said Tokyo places the utmost value on its collaboration with Manila, a strategic partner that shares the vision for realizing a free and open Indo-Pacific.

"Against this backdrop, I am pleased that the coastal surveillance radar systems provided under Japan's OSA for Fiscal Year 2023 successfully arrived in the Philippines. Today's handover ceremony marks the culmination of our close coordination and cooperation," he added.

Once made operational by the PN, these coastal radar systems are expected to significantly enhance the country's maritime domain awareness by improving the ability to monitor activities in the surrounding waters.

Endo said such capabilities are indispensable for safeguarding maritime security, protecting lawful activities at sea, and responding effectively to potential risks.

"The South China Sea is a vital sea lane for many countries through which a large portion of our trade and energy supplies pass. Safety, openness, and stability of these waters are therefore of direct importance to our own security and prosperity. Enhancing the Philippines' maritime domain capability is not only an investment in the Philippines' security, but also a meaningful contribution to regional and global stability," he added.

Since the launch of the OSA in 2023, Endo said the Philippines has been the only country to receive OSA for three consecutive years, underscoring the high level of trust and strategic significance Japan places on its partnership with the country. 

(PNA)

11 Februari 2026

TNI AU Uji Coba Pendaratan Pesawat Tempur di Jalan Tol Trans Sumatera

11 Februari 2026

Pesawat tempur F-16 TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera. Provinsi Lampung (photo: Antara)

Bandarlampung (ANTARA) - TNI AU menggelar uji coba pendaratan dua pesawat tempur yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, pertama kali di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematanag Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231 Provinsi Lampung.

"Uji coba pendaratan pesawat tempur berjalan sukses. Begitu pula dengan lepas landasnya berjalan aman. Uji coba ini menjadi yang pertama dilakukan di jalan tol di Indonesia," kata Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, dalam keterangan yang diterima di Provinsi Lampung, Rabu.

Menurut dia, uji coba ini menjadi penanda penting penguatan sistem pertahanan negara, khususnya dalam menyiapkan infrastruktur sipil yang dapat difungsikan untuk kepentingan pertahanan saat kondisi darurat.

“Dilaksanakan pada hari ini, ini untuk yang pertama kali ya, uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar,” kata dia.

Pesawat tempur Super Tucano TNI AU menguji coba pendaratan dan lepas landas di Jalan Tol Trans Sumatera. Provinsi Lampung (photo: Gakorpan)

Ia menjelaskan, dua jenis pesawat tempur yang diuji memiliki karakteristik berbeda. Super Tucano merupakan pesawat turboprop yang digunakan TNI AU untuk patroli udara, pengintaian, serta dukungan udara jarak dekat. Sementara F-16 merupakan pesawat tempur supersonik yang berfungsi sebagai garda terdepan pertahanan udara nasional.

“Kedua pesawat tempur yang diuji, Super Tucano dan F-16, dilaporkan dalam kondisi aman. Artinya, apa yang kita rencanakan berhasil dan berjalan sesuai skenario,” kata dia.

Ia menegaskan, uji coba ini bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari konsep besar pertahanan negara yang melibatkan seluruh elemen, termasuk infrastruktur sipil.

"Jalan tol disiapkan sebagai alternatif landasan pacu ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan," kata dia.

Ia menyebut konsep ini sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari upaya bela negara, termasuk kementerian teknis, operator jalan tol, hingga masyarakat.

“Ini adalah perwujudan sistem pertahanan semesta. Pertahanan negara bukan hanya urusan TNI, tetapi melibatkan kementerian, pengelola jalan tol, dan masyarakat yang hari ini bersedia mengalah menggunakan jalur alternatif,” ujar dia.

Dua Pesawat T-50i Pesanan Indonesia Tiba Lanud Iswahjudi

11 Februari 2026

Dua truk trailer membawa fuselage pesawat T-50i TNI AU (photo ssv: SM22)

Setelah mengalami penundaan dari jadwal awal November 2025, pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle tambahan pesanan TNI AU akhirnya dilaporkan tiba pada 5 Februari di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi Madiun.

Pesawat dikirim dari Korea Selatan dalam kondisi terurai dan akan dirakit terlebih dahulu sebelum uji terbang.

Kehadiran ini memperkuat Wing Udara 3 Tempur sebagai tulang punggung regenerasi pilot tempur nasional.

(SnappyMoment22)

Malaysia Memberi Nama Kapal LCS 3

10 Februari 2026

Kapal LCS ke-3 diberi nama KD Sharif Mashor 2503 (photos: MYKemhan)

LUMUT – Timbalan Menteri Pertahanan, YB Adly Zahari telah hadir mewakili Menteri Pertahanan ke Upacara Penamaan dan Pelancaran Kapal Tempur Pesisir (LCS) ketiga Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), LCS3 SHARIF MASHOR, yang berlangsung di Limbungan Lumut Naval Shipyard Sdn Bhd (LUNAS) hari ini.


Upacara penuh istiadat ini diserikan dengan keberangkatan Tuan Yang Terutama Yang di-Pertua Negeri Sarawak, Tun Pehin Sri Dr. Haji Wan Junaidi bin Tuanku Jaafar, manakala penamaan dan pelancaran kapal telah disempurnakan oleh Yang Amat Berbahagia Toh Puan Datuk Patinggi Fauziah binti Mohd Sanusi. Penamaan SHARIF MASHOR mengangkat semangat kepahlawanan dan keberanian tokoh Sarawak tersebut sebagai simbol kekuatan serta keazaman TLDM dalam mempertahankan kedaulatan maritim negara.


Majlis ini mencerminkan kemajuan berstruktur Program LCS serta komitmen Kerajaan MADANI dalam memperkukuh keupayaan pertahanan laut negara melalui pembangunan aset berteknologi tinggi dan pemerkasaan industri pertahanan tempatan. LCS3 turut menjadi simbol kebanggaan negara sebagai kapal kelas frigat pertama yang dibina sepenuhnya oleh syarikat tempatan, sekali gus memperkukuh ekosistem industri maritim dan keselamatan negara.


Turut hadir ialah Ketua Setiausaha Kementerian Pertahanan, YBhg. Datuk Lokman Hakim Ali, Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri (Dr.) Zulhelmy bin Ithnain, pengurusan tertinggi Lumut Naval 

10 Februari 2026

Brigif 1 Marinir Selenggarakan Pelatihan Penembakan Mortir Berbasis Komputer

10 Februari 2026

Penembakan mortir berbasis komputer di Pasmar 1 (photo: Pasmar 1)

TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1 -- Prajurit Brigade Infanteri 1 Marinir (Brigif 1 Mar) telah melaksanakan pelatihan sistem penembakan Mortir berbasis komputer yang diselenggarakan oleh PT. Hariff Dipa Persada. Kegiatan ini resmi ditutup oleh Asisten Logistik Komandan Pasmar 1 (Aslog Danpasmar 1) Kolonel Marinir Yasri Sani Pulungan bertempat di Brigif 1 Marinir, Kesatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, kamis (05/02/2026).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit dalam mengoperasikan sistem penembakan mortir secara modern, akurat, dan efektif dengan memanfaatkan teknologi berbasis komputer. Melalui pelatihan ini, prajurit diharapkan mampu mengaplikasikan sistem penembakan mortir secara tepat guna mendukung tugas pokok satuan di medan operasi.


Di lain tempat, Danbrigif 1 Marinir Kolonel Marinir Alim Firdaus, S.H., M.T.r Hanla., M.M., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi militer menuntut setiap prajurit Marinir untuk terus meningkatkan kemampuan dan wawasan, khususnya dalam penguasaan alutsista berbasis teknologi.

“Manfaatkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Terus berlatih dan tingkatkan kemampuan agar senantiasa siap melaksanakan tugas operasi maupun latihan,” tegas Danbrigif 1 Marinir.

KAI Raih Kontrak Pemeliharaan Jet FA-50PH Senilai 101,4 Miliar Won dari Filipina

10 Februari 2026

Pesawat FA50 dalam pengecekan akhir sebelum serah terima (photo: Defense24)

SEOUL (Yonhap) -- Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd. pada hari Jumat mengumumkan telah mengamankan kontrak logistik berbasis kinerja/performance-based logistics (PBL) senilai 101,4 miliar won (US$69,1 juta) dari Filipina untuk menyediakan dukungan pemeliharaan dan logistik jangka panjang bagi jet tempur FA-50PH yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Filipina.

Berdasarkan kontrak tiga tahun tersebut, KAI akan menyediakan dukungan pemeliharaan dan logistik untuk jet tempur tersebut hingga tahun 2028. FA-50PH adalah varian modifikasi dari jet FA-50 KAI yang dirancang khusus untuk militer Filipina.

PBL dianggap sebagai model dukungan logistik canggih yang dirancang untuk memastikan dukungan yang stabil dan efisien sepanjang masa pakai pesawat sekitar 30 hingga 40 tahun.

Kesepakatan ini menyusul kontrak percontohan PBL satu tahun sebelumnya senilai sekitar 27 miliar won yang ditandatangani KAI dengan Filipina pada Desember 2024.

KAI mengatakan keberhasilan pelaksanaan program percontohan tersebut mengarah pada penandatanganan kontrak terbaru ini.

Filipina adalah salah satu operator luar negeri utama pesawat FA-50 KAI. Negara ini awalnya membeli 12 unit FA-50PH pada tahun 2014 dan telah memesan tambahan 12 unit tahun lalu.

Singapura Akan Membeli Radar Giraffe 1X

10 Februari 2026

(photo: Saab)

Singapura membeli Saab Giraffe 1X untuk menggantikan Radar Pencarian dan Akuisisi Target Portabel/Portable Search and Target Acquisition Radar (PSTAR) miliknya.

Pengembangan ini diungkapkan oleh Kepala Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) Mayor Jenderal Kelvin Fan Sui Siong, dalam jawaban tertulis atas pertanyaan dari media menjelang Singapore Airshow 2026.

“Giraffe 1X akan meningkatkan kemampuan kita untuk mendeteksi berbagai ancaman udara yang lebih luas, termasuk drone kecil, dan akan memberikan pengawasan jarak pendek yang vital untuk mendukung operasi militer,” kata Mayjen Fan.

“Untuk lebih meningkatkan mobilitas dan memperluas cakupan pertahanan udara, kami juga akan mengakuisisi kendaraan URO Vehículo de Alta Movilidad Táctico (VAMTAC), yang akan memasang RBS-70 atau Giraffe 1X kami,” tambah kepala tersebut.

PSTAR adalah radar medan perang portabel yang dikembangkan oleh Lockheed Martin dan juga disebut sebagai AN/PPQ-2.

Ini adalah radar pita L yang ringkas dan ringan yang dirancang untuk tujuan peringatan dini dan akuisisi target.

Dalam layanan Angkatan Darat Singapura, PSTAR biasanya bekerja bersama unit yang menggunakan sistem pertahanan udara jarak pendek portabel RBS-70.

Sementara itu, Giraffe 1X adalah radar yang ringkas dan ringan yang dirancang untuk penyebaran cepat dan mobilitas tinggi.

Dengan berat kurang dari 150 kg dan mampu dipasang pada kendaraan ringan seperti VAMTAC, ia menawarkan kemampuan pengawasan 360° terhadap berbagai ancaman udara termasuk drone kecil yang terbang rendah; helikopter; dan pesawat terbang yang bergerak cepat.

Radar Giraffe 1X juga dapat memberikan peringatan dini terhadap roket, artileri, dan mortir yang datang.

(Jane's)