29 Januari 2026

Kapal BHO-105 Jalani Sea Trial di Jerman

29 Januari 2026

Kapal bantu hidro-oseanografi berkemampuan ocean going bakal KRI Canopus 936 TNI AL (photos: Marine Traffic, Bernd U)

KRI Canopus (936) adalah sebuah kapal bantu hidro-oseanografi (BHO) milik TNI Angkatan Laut. Pada awal proyek pembangunan, kapal ini sering disebut dengan kode BHO-105.


Kapal ini dibangun di galangan kapal swasta PT. Palindo Marine di Batam dengan asistensi dan desain dari Fassmer, tetapi untuk proses pemasangan sistemnya (fitting out) dilakukan di Jerman melalui galangan kapal Abeking & Rasmussen.


Upacara pemotongan baja pertama (first steel cutting) dilakukan pada 15 September 2023 dan peletakan lunas pertamanya pada tanggal 14 Desember 2023. Lalu pada 25 September 2024 dilakukan proses peluncuran kapal ke badan air di dermaga PT. Palindo Marine di Batam, Kepulauan Riau.


Dengan dimensi panjang yang mencapai 105 meter dan lebar hingga 17,4 meter, KRI ini memiliki kemampuan ocean going atau mampu menjelajahi samudra lepas.

Kini di bulan Desember 2015 dan Januari 2026, kapal ini memasuki tahapan sea trial yang berlangsung di Jerman sebelum dikirimkan ke Indonesia.

TNI AU Siapkan Tiga Skadron untuk Pesawat Tempur Rafale

29 Januari 2026

Pesawat tempur Rafale TNI AU (photos: Swiderek Maciejka)

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) bakal menyiapkan tiga skadron udara untuk mengoperasikan pesawat tempur terbaru mereka, Rafale.

Hal tersebut diungkap oleh Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo seusai upacara peringatan HUT ke-4 Koopsudnas yang digelar di Lapangan Upacara Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (28/1).


“Sesuai dengan perencanaan dan kedatangan, Rafale ini tidak cuma satu skadron, tapi kita siapkan menjadi tiga skadron,” jelas Minggit kepada awak media.

Meski demikian, Minggit tidak merinci skadron udara mana saja yang akan menjadi home base pesawat produksi pabrikan Prancis, Dassault Aviation.

Namun, salah satu satuan yang telah disiapkan untuk mengoperasikan Rafale adalah Skadron Udara 12 yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.


Informasi tersebut disampaikan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris saat upacara tradisi pelepasan pesawat Hawk 109/209 pada 7 Januari 2026.

“Ke depan, Skadron Udara 12 akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, sebagai bagian dari modernisasi alutsista untuk semakin meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara,” ujar Marsma TNI Abdul Haris dikutip dari unggahan Instagram @lanud_roesmin_nurjadin.

(IDM)

Pengiriman Kapal LCS-1 Ditunda Hingga Desember 2026

29 Januari 2026

Persiapan akhir LCS 1 untuk tahap sea trial (photos: LUNAS)

Hadir di Dewan Rakyat pada Rabu 28/01 untuk menjawab pertanyaan mengenai status pembangunan Kapal Tempur Pesisir (LCS) 1, yang memang terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Pada tanggal 25 Desember 2025, Kementerian diinformasikan oleh Lumut Naval Shipyard (LUNAS) bahwa kemajuan keseluruhan proyek LCS telah mencapai 75,75% aktual dibandingkan dengan 81,57% menurut rencana. Sementara LCS 1 berada di angka 82,9%.

Kapal LCS 1 telah berhasil diluncurkan ke air dan sekarang berada dalam fase instalasi dan integrasi sistem utama. Uji coba laut tingkat galangan kapal dimulai pada tanggal 20 Januari 2026, dengan "first sea going" dijadwalkan pada tanggal 28 Januari 2026 untuk pengujian mesin, pembangkit listrik, pendingin udara, dan sistem propulsi.


Pengiriman LCS 1 telah direvisi menjadi Desember 2026 dengan penundaan sekitar 4 bulan, sementara jadwal pengiriman kapal berikutnya tetap hingga 2029. Nilai total proyek LCS adalah RM11,2 miliar dengan pengeluaran saat ini sekitar RM8,3 miliar atau 74% dari total kontrak.

Kementerian Pertahanan terus melakukan pemantauan ketat dengan Angkatan Laut Malaysia (RMN) sebagai pengguna akhir dan pihak pelaksana untuk memastikan bahwa setiap fase pengembangan, pengujian, dan pengiriman kapal dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan operasional.

Prioritas Kementerian adalah untuk memastikan bahwa aset yang diterima sepenuhnya aman, berfungsi dengan baik, dan memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

28 Januari 2026

Keel Laying Ceremony for Second MRCV

28 Januari 2026

Keel Laying Ceremony for second Multi-Role Combat Vessel (MRCV) at ST Engineering Marine Limited (photos: RSN)

Today, Chief of Defence Force Vice Admiral (VADM) Aaron Beng officiated the Keel Laying Ceremony for our second Multi-Role Combat Vessel (MRCV) at ST Engineering Marine Limited. The ceremony was also attended by Chief of Navy Rear Admiral (RADM) Sean Wat and senior officials and representatives from the RSN, DSTA and ST Engineering Marine.


The keel laying ceremony is a time-honoured tradition in shipbuilding, commemorating the ‘birth’ of a new ship cradled in its shipyard.


The RSN’s MRCVs will progressively replace our Victory-class Missile Corvettes (MCVs), which have been in service since 1989. The MRCVs are expected to be delivered from 2028 onwards.

(RSN)

KAAN Pakai Mesin TF35000, Turki Jamin Bebas ITAR

28 Januari 2026

KAAN akan memakai mesin TF35000 (photo: IDEF)

Pakai Mesin TF35000, Kontrak 48 Jet KAAN Indonesia Rp 251 Triliun
REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- CEO Turkish Aerospace Industries (TAI/TUSAS) Mehmet Demiroglu menjelaskan tentang penting mengenai proyek Pesawat Tempur Nasional (MMU) KAAN dalam saluran Youtube SAHA Istanbul. Demiroglu menyatakan, prototipe uji pertama KAAN dalam konfigurasi sebenarnya, yang disebut P1, direncanakan melakukan penerbangan perdananya pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni 2026.

Dia menekankan, jet tempur generasi 5 itu mewakili titik balik strategis bagi Turki. "Kami memproduksi total tiga prototipe. P0 adalah pesawat uji teknik dan telah melakukan dua penerbangan. Sekarang, dengan P1, kami memulai uji penerbangan dalam konfigurasi sebenarnya. Pesawat kami akan terbang pada akhir April, Mei, atau paling lambat Juni," ucap Demiroglu dikutip dari Aerohaber.

Dia menjelaskan, aktivitas pengujian KAAN berjalan secara paralel. Menurut Demiroglu, prototipe P2 akan melakukan penerbangan pertama pada akhir 2026 dan prototipe P3 dijadwalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.

Dia menggarisbawahi, setiap prototipe menjalani setidaknya dua sampai tiga bulan pengujian darat intensif sebelum penerbangan. Demiroglu menekankan, tidak ada penerbangan yang dilakukan sebelum validasi sistem selesai.

Demiroglu mencatat, mesin F110, yang juga digunakan pada jet F-16, akan diutamakan untuk penerbangan uji Blok 10 KAAN. Dia menambahkan, permintaan Turki kepada Kongres Amerika Serikat (AS) untuk 80 mesin untuk produksi serial belum disetujui.

Mesin TEI TF35000 buatan Turki (photo: TEI)

Demiroglu menyatakan, pengujian akan terus dilakukan menggunakan 10 mesin F110 yang dipasok dari AS. Dia pun menyebut, tujuan jangka panjangnya adalah mesin turbofan TF35000 buatan dalam negeri yang sedang dikembangkan oleh TEI, digunakan untuk KAAN.

Menurut Demiroglu, teknologi mesin adalah salah satu bidang yang paling menantang dalam industri pertahanan. Dia merangkum peta jalan untuk TF35000 yang dikembangkan.

"Untuk TF35000, proses pengujian dan produksi akan dimulai pada tahun 2031. Tujuan kami adalah menyelesaikan mesin pada tahun 2032 dan menyelesaikan sebagian besar integrasi pada tahun yang sama," kata Demiroglu.

Fakta bahwa Demiroglu adalah seorang insinyur mekanik yang sebelumnya bekerja di BMC Power dan TEI membuat penilaiannya tentang pengembangan mesin menjadi lebih penting. Demiroglu menjelaskan, mesin TF35000 direncanakan akan digunakan pada versi KAAN yang akan diekspor ke Indonesia.

Dia membagikan detail proyek penjualan 48 unit jet KAAN ke Indonesia. Di antaranya, total nilai proyek 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,8 triliun. Demiroglu mengungkapkan, fase pertama kontrak ditandatangani di IDEF, Istanbul pada pertengahan 2025 dan fase kedua diteken pada 2026.

Demiroglu menerangkan, pihak Indonesia meminta mesin bebas ITAR, yang berarti mesin sepenuhnya buatan dalam negeri tanpa batasan ekspor. Dia mencatat bahwa pekerjaan terus berlanjut sesuai dengan persyaratan.

"Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan bahwa proyek KAAN telah memasuki fase kritis dalam hal pengujian penerbangan, pengembangan mesin, dan potensi ekspor. Penerbangan prototipe konfigurasi nyata pertama dianggap sebagai salah satu tonggak terpenting dalam tujuan Turki untuk mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5," jelas Demiroglu.

ST Engineering Secures MINDEF Contract for Next Gen Infantry Fighting Vehicles

28 Januari 2026

Terrex s5 8x8 next generation Infantry Fighting Vehicles (IFVs) (photo: ST Eng)

Singapore – ST Engineering announced today that its Land Systems business had been awarded a contract by the Ministry of Defence (MINDEF) in December 2025 for the production and supply of the next generation Infantry Fighting Vehicles (IFVs). This milestone underscores ST Engineering’s leadership in delivering advanced defence solutions to meet evolving operational needs. 

The IFVs, scheduled for progressive delivery from 2028 onwards, will be based on ST Engineering’s Terrex s5, the latest addition to the Group’s family of 8x8 armoured fighting platforms. Designed for future-ready operations, the Terrex s5’s capabilities are designed around five core pillars - Smartness, Superiority, Sustainability, Survivability and Serviceability.

Built on the proven lineage of the Terrex family of IFVs, the vehicle offers cutting-edge capabilities, including: 

-Digitalised systems for enhanced situational awareness and operational efficiency
-Cyber-secure Generic Vehicle Architecture providing robust protection against cyber threats
-Advanced vehicle electronics and enhanced firepower.

Terrex s5 8x8 next generation Infantry Fighting Vehicles (IFVs) (photo: EDR Magz)

ST Engineering will also be partnering MINDEF and the Defence Science and Technology Agency to integrate additional capabilities into the IFVs.

This next-generation platform represents a significant leap in land defence technology, combining superior mobility, lethal firepower and advanced survivability to meet the demands of modern warfare.  

“MINDEF’s selection of the Terrex s5 as its next generation IFV reaffirms our ability in designing and building advanced armoured mobility platforms. With our multi-domain expertise and engineering depth, we are confident that the new IFV will deliver outstanding mobility, advanced smart technologies and unmatched adaptability to support Singapore’s future fighting force,” said Lim Kok Ann, President of Land Systems business at ST Engineering.

“As we continue to innovate and address the evolving needs of the modern armed forces, the Terrex s5 will strengthen our portfolio of integrated defence offerings for nations seeking proven and robust solutions to expand their national defence capabilities,” he adds.

Kemhan Sebut Gelombang Kedua Kedatangan Rafale di Pertengahan 2026

28 Januari 2026

3 Rafale batch pertama (photo: Swiderek Maciejka)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan gelombang kedua kedatangan pesawat Rafale baru milik TNI AU akan terjadi pada pertengahan 2026.

"Untuk gelombang kedua dipastikan pertengahan tahun ini," Kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Namun demikian, Rico belum bisa memastikan jumlah pesawat yang akan datang pada gelombang kedua tersebut.

Adapun saat ini, tiga pesawat Rafale yang merupakan bagian dari kedatangan gelombang pertama sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Pesawat tersebut sudah berada di sana sejak diterbangkan dari Prancis oleh penerbang tempur TNI AU pada pertengahan Januari 2026.

"Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU," kata Rico.

Dengan adanya pesawat tempur Rafale, dia memastikan TNI AU akan semakin kuat dalam menjaga wilayah udara Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Prancis.

Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan yang kala itu dijabat Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.

"Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit," kata Edwin.

Dia menyebut pesawat tempur Rafale pertama pesanan Indonesia dijadwalkan tiba di tanah air pada awal 2026.