12 Januari 2026

Kunjungi Aselsan, Menhan Dapat Helm Pilot KAAN

12 Januari 2026

Menhan Sjafrie diberikan cenderamata helm pilot KAAN (photo: Kemhan)

Menhan Sjafrie Dapat Cenderamata Helm Pilot Jet Tempur KAAN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke kompleks industri pertahanan Aselsan, Ankara, Turki, Jumat (10/1/2026). Sjafrie melihat berbagai produk Aselsan, termasuk sistem antidrone, sistem pertahanan udara (hanud), radar dan torpedo, hingga mock up jet tempur KAAN.

Dalam video yang dilihat Republika, didampingi Menhan Turki Yasar Guler, Sjafrie dengan saksama memerhatikan berbagai produk terkini Aselsan. Kunjungan diakhiri dengan pemberian cenderamata helm pilot jet tempur generasi kelima KAAN yang diserahkan Guler ke Sjafrie. Bahkan, helm karya Aselsan tersebut tertulis nama "Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin" dan bendera Turki-Indonesia.

"Helm pilot (KAAN)," kata Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi Republika di Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Momen penyerahan helm dilakukan Guler ke Sjafrie didampingi CEO Aselsan Ahmet Akyol dan Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun.

Dik urip dari akun X @avionot, kontrak pembelian 48 unit jet KAAN sudah mencakup masalah mesin. "Indonesia bergantung pada persetujuan mesin AS untuk menerima pengiriman pesawat KAAN yang telah dibelinya? Perjanjian ekspor final yang ditandatangani dengan Indonesia merencanakan pengiriman pesawat tersebut dengan mesin TEI-TF35000 buatan Turki," demikian keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki yang telah terjalin erat selama ini. Baik Sjafrie dan Guler sepakat mengembangkan industri pertahanan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara.

Indonesia dan Turki menegaskan komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang. Menhan Sjafrie menekankan, Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

Menteri Luar Negeri turut serta membahas kerjasama pertahanan (photo: Kemlu)

"Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global," ucap Sjafrie dalam siaran pers. 

Sekretaris SSB Haluk Gorgun di akun media sosialnya menjelaskan tentang makna kehadiran Menhan Sjafrie di fasilitas Aselsan. Menurut dia, selama kunjungan tersebut, kedua pihak melakukan penilaian komprehensif terhadap kemampuan pengembangan dalam negeri Turki di industri pertahanan.

"Kami membahas kolaborasi yang ada serta peluang kemitraan baru yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Kami percaya bahwa peningkatan dialog antara Turki dan Indonesia di bidang industri pertahanan akan semakin diperkuat berdasarkan kepercayaan timbal balik dan visi strategis jangka panjang. Teknologi, infrastruktur produksi, dan keahlian teknik yang ditampilkan di Aselsan memberikan landasan penting untuk mengembangkan kolaborasi yang berkelanjutan, konkret, dan saling menguntungkan di industri pertahanan antara kedua negara. Saya berterima kasih kepada Menteri atas kunjungan dan penilaian konstruktifnya," kata Gorgun.

Kunjungan Sjafrie ke Ankara didampingi wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Dubes RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari, Dirjen Strahan Kemenhan Mayjen Agus Widodo, serta delegasi Kemenhan. Adapun agenda Sjafrie dan Menlu Sugiono di Turki adalah melakukan pertemuan perdana 2+2 dengan Menhan Guler dan Menlu Turki Hakan Fidan.

(Republika)

11 Januari 2026

Growler Australia Terlihat Dilengkapi dengan Next-Generation Jammer-Medium Band (NGJ-MB)

11 Januari 2026

RAAF EA-18G Growler no A46-304 (photo: Mitch Andrews)

Sebuah pesawat Boeing EA-18G Growler Royal Australian Air Force (RAAF) yang dilengkapi dengan pod Next-Generation Jammer-Medium Band (NGJ-MB) AN/ALQ-249 baru telah difoto saat beroperasi dari Pangkalan RAAF Williamtown.

Akuisisi sistem NGJ-MB oleh Australia merupakan bagian dari peningkatan yang direncanakan untuk pesawat Growler Australia. Departemen Pertahanan Australia (DoD) berkolaborasi dengan Pentagon AS dan Angkatan Laut AS (USN) dalam pengembangan dua sistem NGJ. AN/ALQ-249 NGJ-MB berfokus pada penargetan ancaman di pita frekuensi menengah spektrum elektromagnetik. Sistem kedua adalah NGJ-Pita Rendah (NGJ-LB).

Raytheon mengatakan NGJ-MB mampu mengacaukan beberapa target secara bersamaan pada jarak yang lebih jauh (photo: Raytheon)

Foto tersebut, yang dipublikasikan di situs web fotografi penerbangan pada Desember 2025, menunjukkan sebuah pesawat RAAF Growler (nomor seri A46-304) yang dilengkapi dengan dua pod NGJ-MB di titik tumpu bawah sayap tengahnya, menggantikan pod Sistem Pengacakan Taktis AN/ALQ-99 yang sudah tua yang biasanya dibawa di posisi tersebut.

Namun, satu pod AN/ALQ-99 yang dikonfigurasi untuk serangan pita rendah tetap terpasang pada titik tumpu tengah di bawah badan pesawat.

Meskipun Departemen Pertahanan Australia tidak menjawab pertanyaan Janes tentang kapan pod tersebut dikirim, seorang juru bicara mengkonfirmasi bahwa departemen tersebut telah “memesan delapan set AN/ALQ-249 NGJ-MB (dua pod per set) untuk RAAF hingga saat ini”.

Konfigurasi umum pod NGJ-MB, dengan ram-air power generator dan dua AESA di setiap ujungnya (image: US Navy)

“Angkatan Laut AS telah mengontrak Raytheon (El Segundo, California), dengan total nilai USD368,3 juta,” tambah juru bicara Departemen Pertahanan.

Pada Mei 2025, Raytheon mengumumkan kontrak produksi lanjutan senilai USD 580 juta dari Angkatan Laut AS untuk pod NGJ-MB tambahan, termasuk pod untuk Angkatan Udara Australia (RAAF). Ini menyusul kontrak produksi awal tingkat rendah senilai USD 590,8 juta yang diberikan kepada Raytheon pada November 2024 yang mencakup empat set untuk pesawat RAAF dan sembilan untuk Angkatan Laut AS, menurut informasi yang diterbitkan oleh Departemen Pertahanan AS.

Prajurit Yonif 2 Marinir TNI AL Laksanakan Latihan Perorangan Kesenjataan

11 Januari 2026

Latihan Perorangan Kesenjataan Pasukan Marinir 1 (photos: Pasmar 1)

TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1 (Sukabumi) -- Prajurit Batalyon Infanteri 2 Marinir (Yonif 2 Mar) melaksanakan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar di daerah latihan Puslatpurmar 6 Antralina, Sukabumi, Jawa Barat.


Kegiatan latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan prajurit guna meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur, Rabu (7/01/2025).


Dalam latihan tersebut, para prajurit melaksanakan latihan menembak berbagai jenis senjata bantuan, meliputi Mortir Ringan, Mortir Sedang, Senjata Mesin Sedang (SMS), Grenade Launcher Machine (GLM), serta Rocket Propelled Grenade (RPG). Seluruh materi latihan dilaksanakan sesuai prosedur dan standar keamanan yang berlaku, dengan pengawasan ketat dari pelatih serta unsur pengendali latihan.


Di sela-sela latihan Danyonif 2 Mar Letkol Marinir Helilintar Setiojoyo Laksono, S.E., mengatakan bahwa latihan tersebut bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar prajurit dalam mengoperasikan senjata bantuan secara tepat, cepat, dan aman, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas pokok Yonif 2 Marinir di berbagai medan penugasan.


Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan latihan ini juga menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta soliditas antarprajurit. Diharapkan melalui latihan yang berkesinambungan, prajurit Yonif 2 Marinir senantiasa siap menghadapi setiap tantangan tugas yang diberikan oleh satuan.


Pelaksanaan Latihan Perorangan Kesenjataan Triwulan IV Tahun 2025 ini menjadi wujud komitmen Yonif 2 Marinir dalam menjaga dan meningkatkan kemampuan tempur prajurit demi mendukung kesiapan operasional Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Kopassus Kini Dilengkapi V-BAT Drone

11 Januari 2026

Shield AI V-BAT drone vertikal and take off landing (photos: Defense Talks)

Global Defense Insight (Defense Talks) dalam unggahannya pada 7 Januari 2026 lalu mengungkapkan bahwa Komando Pasukan Khusus Indonesia (Kopassus) kini mengoperasikan V-BAT unilateral, yang mencerminkan pergeseran yang semakin meningkat menuju kemampuan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial System-UAS) yang tidak bergantung pada landasan pacu untuk misi berkecepatan tinggi.

V-BAT dirancang untuk penyebaran cepat dan kemudahan pengoperasian, V-BAT menawarkan kemampuan bagi Kopassus Grup 5 tanpa memerlukan landasan pacu tetap, ini akan mengurangi kerentanan terhadap penargetan dan memungkinkan peluncuran dan pemulihan dari lokasi yang sulit. Jejaknya yang kompak juga mendukung penggunaan yang sangat mobile, termasuk pengangkutan dengan kendaraan standar untuk reposisi cepat.

Platform ini dipasarkan untuk mempertahankan operasi bahkan di lingkungan peperangan elektronik yang diperebutkan, mempertahankan kinerja penerbangan ketika GPS dan komunikasi terdegradasi atau terganggu—kemampuan yang semakin penting bagi operasi khusus modern.

10 Januari 2026

Menhan RI Awali Kunjungan Kerja di Turki, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Turki

10 Januari 2026

Delegasi Indonesia melaksanakan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Turki, Angkatan Bersenjata dan perwakilan perusahaan dari ASELSAN, ASFAT, Roketsan dan lain-lain (photos: Kemhan)

Ankara, Turki — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengawali rangkaian kunjungan kerja di Turki dengan melaksanakan pertemuan dan courtesy call bersama Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries (SSB). Pertemuan tersebut berlangsung di kompleks ASELSAN, Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026).


Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Turki yang telah terjalin erat selama ini, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara. Indonesia dan Turki menegaskan komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.


Pada kesempatan ini, Menhan RI menekankan bahwa Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional. Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global.


Selain itu, dalam pertemuan ini Menhan bersama jajarannya juga meninjau fasilitas industri pertahanan Turki di ASELSAN guna memperoleh gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi pertahanan yang dimiliki Turki. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.


Di akhir pertemuan, Indonesia dan Turki sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang intensif melalui mekanisme kerja sama yang telah ada, guna memastikan implementasi kerja sama pertahanan Indonesia–Turki berjalan secara efektif dan berkelanjutan, sejalan dengan kepentingan nasional masing-masing negara serta stabilitas kawasan.

Dalam pertemuan ini Menhan RI turut didampingi Wakil Panglima TNI, Duta Besar RI untuk Turki, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan, serta delegasi Kementerian Pertahanan RI lainnya. Sementara dari pihak Turki yaitu Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Gabungan, Sekretaris Industri Pertahanan, dan perwakilan perusahaan dari ASELSAN, ASFAT, Roketsan dan lainnya. 

‘Rapid Infiltration Capability" on Show at Exercise Kenney Strikes Back

10 Januari 2026

An Australian Army M142 HIMARS is prepared for loading onto a United States Air Force C-17 Globemaster III at RAAF Base Amberley (photos: Aus DoD)

The Australian Army, United States Army and United States Air Force demonstrated a new capability as part of Exercise Kenney Strikes Back.

Multiple high mobility artillery rocket systems (HIMARS) from 10th Brigade’s 14th Regiment, Royal Australian Artillery (14 Regt, RAA), were loaded onto USAF C-17 Globemaster IIIs, operated by 62nd Airlift Wing.  

The HIMARS, along with Australian Army Bushmaster protected mobility vehicles and US Army MRZR all-terrain vehicles, were transported from Royal Australian Air Force base Amberley to far-north Queensland and the south coast of NSW before rapidly establishing communications, simulating a fire mission and re-loading onto the C-17s for a quick exit.

Battery Sergeant Major of 14 Regt’s 54th Siege Battery, Warrant Officer Class Two Mick Krek, said it was a successful and educational exercise.

He said after deploying to RAAF Base Scherger and HMAS Albatross, they established forward positions to execute targets of opportunity with the launchers, denying avenues of approach to Australia.

“Working with our American counterparts is always a rewarding activity. They come with a lot of experience, which is helpful for us as we’re a new unit and we still have a lot to learn,” WO2 Krek said.

“At the same time, the USAF also learns a lot from the Australian call signs, and I feel our training has postured us perfectly to execute missions such as this to deny avenues of approach to the north.”

Working alongside 14 Regt were elements of the US Army’s 17th Field Artillery Battery (17th FAB).

17th FAB Battery Commander Captain Daniel Schell said the learning opportunities were mutual, and it was rewarding to demonstrate proof of concept for combined HIMARS rapid infiltration missions.

“We were able to receive a mission during our flight window and then store that information,” Captain Schell said.

“We hit the ground running and moved over to the firing point, then transferred the information from US forces to Australian forces, who then prosecuted the target.

“One of the great things about this exercise has been the chance to see some of the similarities we have with Australian forces, share lessons learned and work through some of the new things that we’re doing as part of coalition and joint training.”

(Aus DoD)

PTDI Serahkan Pesawat CN-235 A-2305 Hasil Restorasi ke TNI AU

10 Januari 2026

Pesawat CN-235-100M nomor registrasi A-2305 telah menggunakan logo Skadron Udara 27 TNI AU (photos: TNI AU)

Bandung – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) hari Jumat (09/01) melaksanakan serah terima pesawat CN235-100M dengan tail number A-2305 milik Skadron 27 TNI AU yang telah tuntas menjalankan program restorasi di fasilitas PTDI. Kegiatan seremonial serah terima ini dilaksanakan di Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Bandung, dihadiri oleh Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau), Marsda TNI Suryanto, serta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Husein Sastranegara, Marsma TNI MD. Irman Fathurahman. Program restorasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan PTDI dalam menjaga dan meningkatkan kesiapan operasional alutsista nasional, sekaligus menandai keberhasilan PTDI dalam pemulihan pesawat yang sebelumnya berada dalam kondisi Unserviceable (US).

Program restorasi pesawat A-2305 ini meliputi pekerjaan basic inspection (3C-check), perpanjangan usia struktur pesawat, pembaruan sistem avionik, rewiring, pengecatan ulang eksterior, hingga refurbishment interior yang dilaksanakan seluruhnya di fasilitas PT DI.  Strategi yang digunakan dalam program ini adalah melakukan mid-life upgrade pada sistem avionik dan kelistrikan, dengan tetap mempertahankan struktur dan sistem utama yang masih layak. Fokus strategi tersebut mencakup konversi digital cockpit baru, pemasangan Flight Management System (FMS) terbaru, peningkatan situational awareness, serta interoperabilitas dengan sistem komunikasi militer. Program ini merupakan pekerjaan perawatan dan struktur pesawat berkompleksitas tinggi, dengan fokus utama pada peningkatan aspek keselamatan penerbangan dan keandalan pesawat sebelum kembali dioperasikan oleh TNI AU.

”Program restorasi CN235-100M ini merupakan wujud komitmen PTDI dalam mendukung kesiapan operasional alutsista nasional. Melalui pendekatan mid-life upgrade, PTDI tidak hanya mengaktifkan kembali pesawat yang sebelumnya berstatus Unserviceable, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan, keandalan, serta kompatibilitas sistem pesawat dengan kebutuhan operasi TNI AU saat ini,” ujar Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI.


Marsda TNI Suryanto mengatakan, ”Kami bersyukur bahwa program restorasi pesawat CN235-100M A-2305 yang telah berhasil diselesaikan dan kini siap kembali memperkuat kesiapan operasional TNI AU. Mengingat kesiapan alutsista Skadron Udara 27 masih sangat terbatas, sehingga selesainya restorasi pesawat ini diharapkan dapat segera memperkuat jajaran Grup Angkut, khususnya dalam mendukung pelaksanaan operasi dan latihan di wilayah Papua.”

Program restorasi pesawat A-2305 ini diarahkan untuk mengaktifkan kembali pesawat sebagai platform angkut taktis yang relevan dengan kebutuhan operasi TNI AU dan kompatibel dengan sistem pertahanan udara modern. Selain mendukung misi operasi militer, pesawat ini juga diharapkan dapat berperan dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, sejalan dengan setiap kebutuhan nasional. Dalam rangkaian penyelesaian program restorasi, pesawat ini telah memperoleh Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) pada 6 Januari 2026 dan customer acceptance pada 8 Januari 2026.

Pelaksanaan program ini juga didukung oleh mayoritas SDM muda PTDI, mencerminkan kematangan proses regenerasi engineer nasional, sekaligus mempertegas sinergi berkelanjutan antara Kementerian Pertahanan RI dan PTDI dalam memperkuat kemampuan dan kemandirian industri pertahanan Indonesia. Keberhasilan program restorasi pesawat A-2305 ini diharapkan dapat menjadi benchmark bagi pelaksanaan modernisasi teknologi alutsista nasional lainnya melalui peningkatan dan pemeliharaan pesawat di dalam negeri.