02 Februari 2026

Batalyon Roket 1 Marinir Terima Kunjungan PT Pindad

02 Februari 2026

Kunjungan teknis Pindad ke Batalyon Roket Korps Marinir (photos: Korps Marinir)

TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1 -- Batalyon Roket 1 Marinir (Yonroket 1 Mar) menerima kunjungan teknis dari tim ahli PT. Pindad di Markas Komando Batalyon Roket 1 Marinir (Yonroket 1 Mar) Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Marunda, Jakarta Utara. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi strategis demi penyempurnaan performa Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) buatan PT. Pindad, Rabu (28/01/2026).


​Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus pengembangan Alutsista. Pindad sebagai produsen menyerap masukan langsung dari prajurit Korps Marinir sebagai operator di lapangan. Fokus utama diskusi teknis ini adalah meningkatkan efektivitas roket dalam operasi Artileri Medan dan evaluasi mekanisme integrasi antara munisi roket dengan kendaraan peluncur Multiple Launch Rocket System (MLRS) yang digunakan Korps Marinir.


Sementara itu, Komandan Batalyon Roket 1 Marinir Letkol Marinir Baron Habibi, S.M., M.Tr.Opsla., menyambut baik inisiatif PT. Pindad dalam melakukan pendampingan teknis ini. Menurutnya, keterlibatan aktif operator sangat penting agar pengembangan teknologi roket dalam negeri benar-benar menjawab tantangan di medan tugas.


"Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk memastikan Alutsista Pindad menjadi senjata yang tidak hanya canggih di atas kertas, tetapi juga tangguh dan presisi saat digunakan dalam pertempuran sebenarnya," ujar Danyon Roket 1 Marinir.

Gunboat KD Pari 3510 Dipensiunkan

02 Februari 2026

KD Pari 3510 gunboat kelas Jurong (photos: TLDM)

KD PARI-3510: 40 Tahun Menabur Bakti
SANDAKAN - Majlis Pelucutan Tauliah KD PARI telah disempurnakan oleh Panglima Armada Timur, Laksamana Madya Dato’ Khir Junaidi bin Idris bertempat di Jeti Pangkalan TLDM Sandakan, hari ini.

Turut hadir ke majlis, Panglima Wilayah Laut 2, Laksamana Muda Dato’ Yusne bin Mokhtar, Pegawai-pegawai TLDM dan tetamu jemputan khas iaitu 25 orang mantan Pegawai Memerintah KD PARI.

KD PARI berkekuatan akhir seramai 38 orang terdiri dari 3 Pegawai dan 35 Anggota Lain-lain Pangkat diketuai Lt Muhamad Zulhazreen bin Fazin TLDM selaku Pegawai Memerintah.
Majlis dimulakan dengan bacaan sejarah KD PARI oleh Pegawai Memerintah kemudian penyerahan senarai nama warga kapal kepada Panglima Armada Timur.
 
Seterusnya upacara penurunan panji-panji, diikuti dengan ketukan loceng mengikut jumlah tahun kapal berkhidmat di dalam tldm iaitu 49 ketukan  dan penurunan gada-gada lucut tauliah berukuran 136.5 meter, yang mana panjang tersebut diperolehi berdasarkan kiraan panjang kapal dan usia perkhidmatan kapal dan seterusnya akan diiringi dengan alunan retreat. Upacara diakhiri dengan penurunan insignia Pegawai Memerintah KD PARI.


Sejarah KD PARI
KD PARI telah dilancarkan pada tahun 1975 di Limbungan Hong Leong-Lurssen, Butterworth, Pulau Pinang dan ditauliahkan pada tahun 23 Mac 1977. Menggunakan panggilan antarabangsa 9MJO dan nombor pennant 3510, kapal ini diletakkan di bawah Skuadron Fast Attack Craft (GUN) bersama enam buah kapal ronda di bawah Kelas Jerong. Pada tahun 2019, Skuadron Fast Attack Craft (GUN) telah ditukarkan kepada Skuadron Kapal Ronda Laju Ke-6 (SKRL-6) dan diletakkan dibawah naungan Markas Wilayah Laut 2 bagi menjalankan tugas rondaan di Pantai Timur Sabah.

KD PARI juga berperanan penting dalam menyokong misi Eastern Sabah Security Command (ESSCOM). Turut terlibat dalam Op DAULAT pada tahun 2013 bagi mengekang pencerobohan Tentera Sulu di Lahad Datu.

KD PARI telah menjalani naik taraf melalui program Repowering pada tahun 2022, namun sejajar dengan proses permodenan Armada TLDM seperti yang telah digariskan dalam Pelan Transformasi TLDM 15to5 dan perancangan Phasing Out bagi aset sedia ada, KD PARI menjadi kapal pertama daripada Skuadron ini yang dilucutkan tauliah.

RTA Prepares to Receive Boeing AH-6i Little Bird

02 Februari 2026

Army Aviation Center (AAC), Royal Thai Army (RTA) held AH-6i Patches ceremony to first pilots, technicians and personnel have passed the entrance examination for eight AH-6i Little Bird light attack helicopters (photos: Royal Thai Army)

The latest progress on the project to purchase eight Boeing AH-6i Little Bird armed reconnaissance helicopters for the Royal Thai Army is that the Army Aviation Center (AAC) held a ceremony in January 2026 to hand over the AH-6i attack helicopter patches to the first batch of pilots, mechanics, and personnel from various units who passed the system training selection process.

Since signing the approximately $103.8 million (approximately 3,342,589,014 baht) supply contract approved by the U.S. government in 2019, Boeing's Mesa aircraft factory has begun flight testing the first of eight AH-6i armed reconnaissance helicopters for the Royal Thai Army starting in 2024, with the original contract stipulating delivery in 2025.


However, delivery has been postponed to sometime in 2026. The Royal Thai Army will deploy the AH-6i to the 3rd Aviation Battalion, Aviation Regiment, Army Aviation Center after the completion of delivery to Thailand. Boeing will close its AH-6i light attack helicopter production line as there are no further customer orders.

According to the US sales approval documents, eight new AH-6i armed reconnaissance helicopters will replace seven long-serving Bell AH-1F Cobra attack helicopters currently in service at the 3rd Aviation Battalion, Aviation Regiment, Army Aviation Center. The first four of these helicopters entered service with the Royal Thai Army between 1990-1991, with one lost in an accident in 2000.

AH-6i Little Bird light attack helicopters for Royal Thai Army (photo: Boeing)

And to procure another 4 aircraft that had previously served in the US Army in 2012, it is noteworthy that while being procured under the armed reconnaissance helicopter program, similar to the 8 AS550 C3 Fennec (Airbus Helicopters H125M) aircraft stationed at the 1st Aviation Battalion, Army Aviation Department, which have been deployed in actual field operations such as deployment in the southern border region.

In its latest press releases, the Royal Thai Army will refer to the AH-6i as an "Attack Helicopter" (ฮ.จ.) rather than an "Armed Reconnaissance Helicopter" (ฮ.ลว/อว.). This is according to the Royal Thai Army White Paper 2024, which specifies the procurement of new attack helicopters (via the US Foreign Trade Sales (FMS), either the Boeing AH-6E Apache or the Bell AH-1Z Viper) as part of a multi-pronged plan to enhance the Royal Thai Army's aircraft capabilities during the fiscal years 2026-2036.

(AAG)

01 Februari 2026

Kemhan Serahkan Kembali KRI Teluk Kupang-519 ke TNI AL Usai Perbaikan Intensif

01 Februari 2026

Serah terima kembali Kapal LST KRI Teluk Kupang-519 (photos: Kemhan)

Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) secara resmi menyerahkan kembali KRI Teluk Kupang-519 (KRI TKP-519) kepada TNI Angkatan Laut usai menjalani perbaikan platform secara intensif. Acara serah terima dipimpin oleh Sekretaris Badan Logistik Pertahanan (Ses Baloghan) Kemhan, Laksamana Muda TNI Mochamad Taufiq Hidayat, yang mewakili Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, di Dermaga Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (23/1/2026).


Dalam sambutan Kabaloghan Kemhan yang dibacakan oleh Ses Baloghan, mengapresiasi sinergi antara Kemhan, TNI AL, industri pertahanan dalam negeri, dan PT Tesco Indomaritim. Perbaikan yang dilakukan mencakup sektor vital, mulai dari sistem bangunan kapal, pendorong, kelistrikan, keselamatan, hingga akomodasi prajurit. Langkah ini merupakan upaya strategis untuk memastikan alutsista Indonesia selalu dalam kondisi prima.


“Kami berharap hasil perbaikan ini dapat mengembalikan performa KRI TKP-519 ke kondisi optimal, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas-tugas strategis TNI AL dan memperkuat postur pertahanan laut Indonesia di berbagai medan penugasan,” ujar Ses Baloghan dalam sambutan Kabaloghan Kemhan.


Lebih lanjut, Kemhan berpesan kepada seluruh Anak Buah Kapal (ABK) KRI TKP-519 untuk senantiasa merawat kapal ini agar memiliki usia pakai yang panjang dan selalu siap tempur menjaga kedaulatan NKRI. Rangkaian acara diakhiri dengan peninjauan langsung (ship tour) oleh jajaran pejabat Kemhan dan TNI AL ke berbagai sektor kapal untuk memverifikasi hasil perbaikan. Dengan kembalinya KRI TKP-519 ke jajaran armada, diharapkan semangat Jalesveva Jayamahe semakin kokoh di lautan Nusantara.

Menart 2 Marinir Cek Kesiapan Tempur

01 Februari 2026

Alutsista Resimen Artileri 2 Pasukan Marinir 2 (photos: Korps Marinir)

TNI AL. Dispen Kormar (Surabaya) Resimen Artileri 2 Marinir menggelar apel organik di lapangan apel Kesatrian Sutedi Senaputra Karangpilang. 


Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, disiplin dan profesionalisme prajurit dipimpin oleh Komandan Resimen Artileri 2 Marinir Kolonel Marinir Marhabang, S.H., M. Tr.Hanla., M.M, dihadiri Wadanmenart, Pastaf Resimen, para Dansatlak serta segenap Prajurit dan material kesenjataan Menart 2 Mar. Kamis (29/01).


Pasukan Marinir 2 atau (Pasmar 2) merupakan Komando Pelaksana Utama Korps Marinir, yang meliputi wilayah tengah Indonesia. Pasmar 2 mempunyai tugas pokok, yaitu membina kekuatan dan kemampuan serta kesiapsiagaan operasional sebagai pasukan pendarat TNI Angkatan Laut dalam rangka proyeksi kekuatan ke darat lewat laut, operasi pertahanan pantai di pulau-pulau strategis serta operasi tempur lainnya sesuai kebijakan Panglima TNI.

Australia Delivers New Guardian-class Patrol Boat to the Republic of the Marshall Islands

01 Februari 2026

RMIS Jelmae the Guardian‑class Patrol Boat, marking its formal handover to the Republic of the Marshall Islands (RMI) in Western Australia (photo: Aus DoD)

The Republic of the Marshall Islands has taken delivery of a new Guardian-class Patrol Boat, RMIS Jelmae, in a ceremony at HMAS Stirling, Western Australia.

The Foreign Minister of the Republic of the Marshall Islands, the Hon Kalani Kaneko, received the vessel on behalf of the Government of the Marshall Islands.

Australia and the Marshall Islands share a strong partnership, underpinned by a shared focus on maritime security.

The vessel will strengthen the Marshall Islands’ maritime capability and assist in responding to national and regional priorities.

The vessel will replace Pacific Patrol Boat, RMIS Lomor 03, which was delivered to the Marshall Islands by Australia in 1991. RMIS Lomor 03 was the longest-serving Pacific Patrol Boat, operating for almost 35 years.

RMIS Jelmae the Guardian‑class Patrol Boat (photo: ShipsHub)

RMIS Jelmae is the 23rd vessel delivered under Australia’s Pacific Maritime Security Program – a 30-year commitment with our Pacific partners to support a stable, prosperous and secure region. 

This milestone marks the final delivery of a Guardian-class Patrol Boat to a Pacific partner nation under the Pacific Maritime Security Program.

The Australian Government continues to partner with the Pacific on our shared regional maritime security, through the $5.9 billion invested into the Pacific Maritime Security Program.

Quotes attributable to Susan Bodell, First Assistant Secretary Pacific Division:

“Through our partnership with the Republic of the Marshall Islands, we are increasing regional maritime security and will be more effective in tackling our shared regional challenges together.

“The Pacific Maritime Security Program is empowering protection of the Pacific, by the Pacific – by delivering enduring sovereign capability that is underpinned by through-life sustainment, training and regional coordination.”

(Aus DoD)

31 Januari 2026

Kapal Fregat TCG İzmir dan TCG İçel dari Turki Bakal Perkuat TNI AL

31 Januari 2026

Fregat kelas I TCG Izmir 516 (photo: Donanim Haber)

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) TCG Izmir dan TCG Icel yang menjadi kebanggaan Angkatan Laut Turki, meraih kesuksesan besar di panggung internasional. Kini, di bidang industri pertahanan, Turki telah menjadi salah satu pengekspor senjata terpenting di dunia.

Platform-platform megah itu yang dikembangkan dalam lingkup proyek MILGEM, pertama kalinya akan diekspor ke Indonesia untuk dioperasikan TNI AL. Konsorsium galangan kapal Turki, TAIS telah menandatangani perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar. Berdasarkan perjanjian ini, dua fregat kelas İstif, setara dengan TCG Izmir dan TCG Icel, akan dikirim ke Indonesia.

Fregat kelas I TCG Icel 518 (photo: Haluk Görgün on NSosyal)

Dikutip dari Mirathaber, ekspor itu menandai penjualan luar negeri pertama kelas İstif dan sekali lagi menunjukkan daya saing global Turki di industri pertahanan. Model kerja sama trilateral ini, yang difasilitasi oleh Qatar, juga merupakan cerminan keberhasilan Turki dalam diplomasi dan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Erdoğan, Turki terus menulis kisah-kisah epik di industri pertahanan: Lebih banyak lagi TCG Izmir dan TCG Icel akan dengan bangga mengibarkan bendera Turki di tanah air dan di luar negeri! Perjanjian ini adalah salah satu bukti paling nyata tentang seberapa jauh Partai AK telah membawa industri pertahanan dalam lebih dari 20 tahun kekuasaannya.

Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) adalah fregat dengan panjang 113,2m dan berat 3.100ton (image: Donanim Haber)

Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun menjelaskan, program MILGEM sebagai "simbol nyata tekad Turki untuk mandiri di industri pertahanan, kapasitas tekniknya yang tinggi, dan visinya untuk produksi dalam negeri." Merujuk pada proyek tersebut yang dikerjakan dengan kontribusi lebih 200 lembaga, organisasi, dan perusahaan, Gorgün mengatakan, proyek kapal fregat terus menghadirkan hal-hal pertama bagi Turki.

Dia mencatat, Turki termasuk di antara negara-negara terkemuka di dunia dalam hal pembangunan kapal militer secara simultan. Menurut Gorgun, TCG IÇEL mengandung banyak solusi lokal di berbagai subsistem, dari radar dan sonar hingga sistem pengendalian tembakan dan rudal anti-kapal, dengan tingkat kandungan lokal mencapai hingga 80 persen.

"Pencapaian ini adalah hasil dari visi bersama bukan hanya dari Angkatan Laut Turki tetapi juga dari semua pemangku kepentingan di industri pertahanan kita," katanya dikutip dari Stm.