24 Februari 2026

Vietnam Begins Production the First Prototype of XTC-03 8x8

24 Februari 2026

The first prototype of XTC-08 8x8 armored vehicle (photos: SiviNews)

The XTC-03 8x8 armored vehicle, researched and developed by Vietnam, is attracting attention with the revelation of improvements that promise to surpass the Russian BTR-80.

One of the biggest differences lies in the hull design: the XTC-03 has its engine positioned at the front, freeing up space at the rear to accommodate a rear door for quick and safe infantry entry and exit – a crucial tactical upgrade that the BTR-80, with its side door, lacks.


In terms of firepower, the vehicle impresses with its stable 30mm 2A42 automatic cannon, coupled with a modern fire control system. Observers expect the final version to integrate a remote weapon system (RCWS) for commanders, enhancing its combat capabilities in all terrains.

Although not yet fully formed, the XTC-03 promises to be a breakthrough for Vietnam's defense industry.

23 Februari 2026

AUKUS Enters New Era with the Arrival of UK Submarine into Western Australia

23 Februari 2026

HMS Anson S-123 an Astute class nuclear-powered attack submarine arrived at HMAS Stirling (photos: Aus DoD)

HMS Anson has arrived at Western Australia’s HMAS Stirling for the first‑ever maintenance activity on a United Kingdom nuclear‑powered submarine in Australia, marking a historic step in our nation’s readiness to operate and maintain conventionally‑armed, nuclear‑powered submarines.

Over the coming weeks, Australian personnel will work alongside partners from the United Kingdom (UK) and United States (US) on maintenance and familiarisation activities on the Astute-class submarine.

Around 100 personnel will contribute to the UK Submarine Maintenance Period (UK SMP) including members of the Royal Navy, the UK Submarine Delivery Agency, Royal Australian Navy, ASC Pty Ltd, and Pearl Harbor Naval Shipyard.

This builds on previous work completed on US Virginia-class submarines USS Vermont in 2025 and USS Hawaii in 2024, and strengthens the skills, systems and supply chains required for routine maintenance of nuclear‑powered submarines.
 

Participation in the UK SMP represents another significant milestone in the lead up to the establishment of Submarine Rotational Force–West at HMAS Stirling from 2027 and will further build Australia’s familiarity with UK-designed submarines as the nation prepares to begin construction of SSN-AUKUS in Adelaide by the end of the decade. 

Two Royal Australian Navy officers have been embedded aboard HMS Anson, gaining invaluable operational experience on a conventionally-armed, nuclear‑powered submarine.

More than 50 Australians are now embedded within the UK Defence Nuclear Enterprise, and the Royal Navy has provided offshore nuclear safety training to over 950 Australian Submarine Agency personnel.

The presence of HMS Anson also provides another opportunity to test and strengthen Australia’s nuclear stewardship systems, drawing on the world-leading safety practices of AUKUS partners. 

During the HMS Anson visit, AUKUS partners will also undertake a combined AUKUS Pillar I and Pillar II activity, testing the interoperability of the Australian Speartooth large uncrewed underwater vehicle (LUUV) with the UK SSN, and assessing and enhancing AUKUS Pillar II anti-submarine warfare AI algorithms fitted to the RAAF P-8A Poseidon.


Quotes attributable to Deputy Prime Minister, Richard Marles:
“Australia’s acquisition of a nuclear-powered submarine capability will create jobs, strengthen our local industry and help keep Australians safe. 

“This Submarine Maintenance Period is the latest demonstration of the continued momentum across all three partners to deliver AUKUS.

“Australia, the UK and the US will work together over the coming weeks on the maintenance of HMS Anson – developing our skills, systems and infrastructure as we prepare for Submarine Rotational Force–West to begin next year.”

Quotes attributable to Minister for Defence Industry, Pat Conroy:
“This is an important milestone that will build confidence in our strategic partners that we have the workforce able to deliver AUKUS submarines, and also lays ground for more jobs for locals.

“Alongside our AUKUS teammates, our workforce and industry partners are moving with purpose to accelerate Australia’s future nuclear-powered submarine capability.

“AUKUS partners are working together to achieve real operational benefits today, faster than we can working alone.”

Helikopter Subaru-Bell 412EPX Pertama untuk PAF Telah Tiba

23 Februari 2026

Kedatangan helikopter Bell 412EPX (photo ssv: Batanguenong CM)

Dua helikopter utility tempur Subaru-Bell 412EPX pertama untuk Angkatan Udara Filipina telah tiba, tetapi perlu menyelesaikan perakitan akhir sebelum dikirimkan ke Angakatan Udara Filipina (PAF).

Video menunjukkan badan Bell 412 yang sedang diturunkan dari truk trailer, namun tidak disebutkan tanggalnya.

8 helikopter diperoleh di bawah Proyek Akuisisi Helikopter Utilitas Tambahan (Bell 412) di bawah Daftar ke-2 fase Horizon 2 RAFPMP.

Peroleh Sertifikasi, PT Dahana Siap Produksi Massal Bom BNT-250 untuk TNI AU

23 Februari 2026

Penyerahan Type Certificate serta Defence Production Facility Bomb BNT-250 (photos: Dahana)

PT Dahana menerima penyerahan Design Approval Type Certificate (TC) Bomb BNT-250 serta Sertifikat Defence Production Facility dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (Puslaik Kemhan). Penyerahan dilaksanakan di kantor Puslaik Kemhan pada Jumat (20/2).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana Yusep Nugraha Rubani beserta jajaran, serta pejabat Puslaik Kemhan, di antaranya Kepala Puslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng, Kabidlaik Udara Kol. Tek BRP Sianturi, MBA, serta para Perwira Kelaikan Udara.


Penyerahan Type Certificate Bomb BNT-250 menandai bahwa produk bom BNT-250 yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT Dahana, Dislitbangau, dan PT Sari Bahari telah melalui seluruh tahapan verifikasi dokumen dan lapangan, meliputi evaluasi desain, analisis teknis, serta witnessing pada uji operasional. Berdasarkan hasil proses tersebut, bom BNT-250 dinyatakan _telah lolos sertifikasi_dan siap digunakan oleh user, khususnya TNI Angkatan Udara.

Selain itu, PT Dahana juga menerima Sertifikat Defence Production Facility yang menyatakan bahwa fasilitas produksi bom perusahaan telah memenuhi standar kelaikan dari Puslaik Kemhan. Sertifikasi ini mencakup fasilitas produksi bom P-Series (P-100L, P-250L, P-500L) serta fasilitas produksi bom BNT-250, yang telah diverifikasi melalui pemeriksaan dokumen dan lapangan meliputi aspek peralatan, sumber daya manusia, keselamatan, serta sistem pendukung lainnya.


Direktur Teknologi & Pengembangan PT Dahana menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

“Sertifikasi ini menegaskan bahwa Bom BNT-250 dan fasilitas produksi PT Dahana telah memenuhi standar kelaikan Kementerian Pertahanan. PT Dahana siap mendukung produksi massal guna memenuhi kebutuhan alutsista nasional, khususnya TNI Angkatan Udara,” ungkap Yusep.


Sertifikat fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari proses sertifikasi berkala yang dilakukan setiap tahun oleh Puslaik Kemhan guna memastikan kesiapan fasilitas produksi pertahanan tetap memenuhi standar kualitas dan keselamatan.

Melalui pencapaian ini, PT Dahana menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas, keselamatan, serta kesiapan produksi dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

22 Februari 2026

Pangkormar Likuidasi 14 Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan

22 Februari 2026

Upacara likuidasi organisasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (photo: Korps Marinir)

Pangkormar Resmikan Likuidasi Organisasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) -- Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memimpin  upacara Likuidasi Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) yang dilaksanakan di Batalyon Infanteri 6 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kamis (12/02/2026).

Likuidasi Yonmarhanlan ini berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) pada bulan Agustus 2025 lalu. Tunggul Yonmarhanlan 1 s.d 14 diselubung dan diserahakn kepada Panglima Korps Marinir.

Pangkormar mengatakan bahwa validasi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir, merupakan langkah strategis yang imperatif guna menjawab dinamika ancaman global, regional, serta kompleksitas keamanan nasional yang menuntut prajurit untuk selalu adaptif dan responsif. “Likuidasi satuan yang dilaksanakan bukanlah langkah mundur, melainkan bagian dari proses transformasi menuju organisasi yang lebih modern, efektif, dan efisien,” kata Pangkormar.

Yonmarhanlan adalah satuan pelaksana Pasukan Marinir (Pasmar) yang ditempatkan di bawah kendali operasional (BKO) Lantamal TNI AL. Bertugas mempertahankan pangkalan utama, sarana, dan fasilitas hukumnya (photo: Korps Marinir)

Lebih lanjut disampaikan bahwa Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan wilayah pesisir serta pengamanan pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut. Atas pengabdian tersebut, Pangkormar menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Komandan Yonmarhanlan yang telah menorehkan sejarah serta memimpin satuannya dengan penuh tanggung jawab.

“Penyelubungan tunggul satuan ini memang menandai berakhirnya pengabdian satuan secara administratif. Namun, hal tersebut bukanlah akhir dari dedikasi para prajurit. Nilai-nilai perjuangan, loyalitas, dan disiplin yang telah ditunjukkan oleh Yonmarhanlan akan selalu terpatri dalam tinta emas sejarah kejayaan Korps Marinir,” ujarnya.

Diakhiri amanatnya, Pangkormar mengajak seluruh prajurit untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberikan bimbingan, petunjuk, dan perlindungan dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara. “Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit atas dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan yang telah dipersembahkan demi kejayaan dan kehormatan Korps Baret Ungu.

(Korps Marinir)

Philippine Army Eyes Air Defense Capability

22 Februari 2026

Bofors 40 mm L60 gun of the Armed Forces of the Philippines for Air Defense (photo: Wiki)

MANILA – The Philippine Army (PA) is looking to develop an air defense capability that would allow the service to support the Comprehensive Archipelagic Defense Concept (CADC) now being operationalized by the country's military forces.

"We have proposed air defense capabilities. This is not only for force protection but also to project our force within the 200-nautical mile exclusive economic zone (EEZ)," Army spokesperson Col. Louie Dema-ala told the Philippine News Agency (PNA).

This is in response to the PNA's queries on whether the service is planning to acquire weapons and platforms designed to neutralize threats coming from the air.

The CADC is a strategic shift where the Armed Forces of the Philippines is tasked to defend all Philippine territories, including its 200-nautical mile EEZ.

Having a potent anti-air capability, Dema-ala said, will allow the PA to undertake missions "as part or in support of CADC."

Earlier, Dema-ala said the PA is also considering developing more potent drone capabilities. 

"Part of our future plan is to develop the PA's drone capability, doctrine and training," he said.

Dema-ala said the drone capability will be used for "recon and combat."

Recon refers to reconnaissance or surveillance, while combat refers to drones with the capability to attack military targets.

While the Army already has an existing drone capability, this is only good for a "limited recon capability," Dema-ala said.

Military use of drones were highlighted following the continued use of the platforms in the ongoing Russian-Ukraine War by the two opposing sides in varying effects. 

(PNA)

Runway Pulau Sudong Diperpanjang Menjadi 3 km untuk Melayani Pesawat F-35B

22 Februari 2026

Pulau Sudong pasca reklamasi dalam Master Plan 2025 (image: URA)

Master Plan 2025 dari Urban Redevelopment Authority Singapura telah mengungkapkan konfigurasi Pulau Sudong pasca-reklamasi, menunjukkan lapangan terbang militer yang diperluas secara signifikan yang dapat memperpanjang landasan pacu pulau yang ada dari 2.000 meter menjadi sekitar 3.000 meter. Perluasan ini, yang dijadwalkan selesai pada tahun 2028, berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pelatihan Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) yang terus meningkat sekaligus mengurangi polusi suara pesawat yang memengaruhi daerah pemukiman di daratan utama.

Landasan pacu yang diperpanjang akan memungkinkan RSAF untuk melakukan latihan pendaratan F-35B di lokasi lepas pantai, mengurangi beban kebisingan di daerah padat penduduk yang saat ini terpapar operasi pesawat tempur canggih tersebut. Fasilitas ini juga akan memungkinkan pesawat sayap tetap RSAF lainnya untuk melakukan latihan pendaratan yang saat ini dilakukan di pangkalan udara Tengah dan Paya Lebar, yang keduanya dikelilingi oleh lingkungan perumahan yang mengalami peningkatan keluhan tentang kebisingan jet.

Pendaratan pesawat F-35B (photo: Lockheed Martin)

Menurut artikel dari Straits Times, Housing and Development Board (HDB) akan mereklamasi sekitar 31,1 hektar lahan di bagian timur Pulau Sudong untuk mengakomodasi peningkatan landasan pacu dan infrastruktur terkait. Proyek yang mulai pengadaannya pada tahun 2024 ini juga akan mencakup pembangunan tanggul laut baru di sekeliling area reklamasi. HDB menyatakan pada Januari 2024 bahwa peningkatan tersebut akan "meningkatkan keselamatan penerbangan, terutama saat cuaca buruk."