09 Januari 2026

Pesawat Hawk 109/209 Dipindahkan dari Skadron Udara 12 ke Skadron Udara 1

09 Januari 2025

Menjelang kedatangan Rafale ke SkU 12, pesawat Hawk 109/209 dipindahkan dari SkU 12 di Pekanbaru ke SkU 1 di Pontianak (photos: TNI AU)

Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M. memimpin tradisi pelepasan pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 menuju Skadron Udara 1 di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026). Prosesi ini menjadi simbol estafet pengabdian alutsista antarsatuan dalam mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara.


Dalam sambutannya, Pangkoopsau menegaskan bahwa tradisi pelepasan merupakan bentuk penghormatan TNI AU terhadap alutsista yang telah mengabdi.


Selama bertugas di Skadron Udara 12, pesawat Hawk 109/209 berperan penting dalam pembinaan kemampuan tempur penerbang, pelaksanaan latihan, serta menjaga kesiapsiagaan satuan—sekaligus melanjutkan pengabdian di satuan baru demi kekuatan udara nasional. (TNI AU)

Tiga pesawat Rafale batch pertama akan segera tiba di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Pekanbaru (photo: Swiderek MaciejKa)

TNI AU Bakal Tempatkan Rafale di Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) berencana untuk menempatkan pesawat tempur terbaru, Rafale, di Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Rencana tersebut disampaikan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris dalam Upacara Tradisi Pelepasan Pesawat Hawk 109/209 di apron base operations Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (7/1).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto selaku inspektur upacara.

“Ke depan, Skadron Udara 12 akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang direncanakan tiba pada akhir Januari 2026, sebagai bagian dari modernisasi alutsista untuk semakin meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara,” ujar Marsma TNI Abdul Haris dikutip dari unggahan instagram Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (8/1).

Sebelumnya, Skadron Udara 12 merupakan home base pesawat tempur Hawk 109/209. Menjelang kedatangan Rafale, TNI AU kemudian memindahkan operasional tiga pesawat Hawk ke Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak. (IDM)

LCS 3 Akan Diluncurkan Februari 2026

09 Januari 2025

LCS 3 akan mengikuti 2 LCS sebelumnya yang telah selesai diluncurkan (photo: LUNAS)

Panglima Armada Barat, Laksamana Madya Dato’ Baharudin bin Wan Md Nor telah mengadakan Kunjungan Hormat ke atas Tuan Yang Terutama Yang di-Pertua Negeri Sarawak sempena persilaan ke Upacara Penamaan dan Pelancaran Kapal Tempur Pesisir 3 (LCS 3). Kunjungan tersebut telah berlangsung pada 8 Januari 2026 bertempat di Kediaman Rasmi TYT Negeri Sarawak.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima Armada Barat selaku Ketua Delegasi dan mewakili Panglima Tentera Laut telah menzahirkan setinggi-tinggi penghargaan dan ucapan terima kasih kepada TYT Negeri Sarawak dan YBhg Toh Puan, serta Kerajaan Negeri Sarawak, atas kesudian menerima kunjungan delegasi TLDM dan Lumut Naval Shipyard Sdn Bhd (LUNAS) bagi sesi taklimat berhubung pelaksanaan Upacara Penamaan dan Pelancaran Kapal Littoral Combat Ship (LCS) 3.

Pada kesempatan sama, jemputan rasmi turut disampaikan kepada TYT Negeri Sarawak dan YBhg Toh Puan, serta delegasi Kerajaan Negeri Sarawak, untuk menghadiri rangkaian program di Pangkalan TLDM Lumut pada bulan Februari ini, bagi Upacara Penamaan dan Pelancaran LCS 3.

TYT Negeri Sarawak turut merakamkan penghargaan atas taklimat dan jemputan yang disampaikan kepada delegasi Negeri Sarawak. Kunjungan Hormat ini diakhiri dengan sesi penyampaian cenderahati sebagai tanda kenang-kenangan antara TYT Sarawak, TLDM dan LUNAS.

Semoga hubungan erat dan kerjasama strategik antara TLDM, industri pertahanan negara serta Kerajaan Negeri Sarawak akan terus erat dalam menyokong pembangunan keupayaan maritim negara.

Indonesia Berupaya Menghidupkan Kembali Kontrak KF-21 dengan Langsung Mengakuisisi Blok 2

09 Januari 2026

KF-21 Blok 2 adalah pesawat tempur dengan kemampuan lengkap, tidak hanya kemampuan tempur Air-to-Air namun juga Air-to-Ground (photo: FW Mag)

Keterlibatan Indonesia dalam program pesawat tempur KF-21 Boramae Korea Selatan tampaknya akan semakin dalam, dengan indikasi baru bahwa Jakarta mungkin akan membeli 16 varian Blok 2 pesawat tersebut sebagai bagian dari paket untuk menghidupkan kembali kontrak yang telah lama terhenti.

Perkembangan ini muncul dari pertemuan tertutup di Kementerian Pertahanan Indonesia (KPU) di Jakarta pada 7 Januari, yang diadakan menyusul usulan yang diajukan oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung selama pertemuan pribadi di KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada Oktober 2025.

Menurut dokumen yang diberikan kepada Janes, pertemuan 7 Januari tersebut dipimpin oleh Kepala Program dan Evaluasi di Badan Logistik Pertahanan KPU, Komodor Udara Jon Ginting.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Korea Aerospace Industries (KAI) dan perusahaan kedirgantaraan milik negara Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Menurut catatan diskusi, pertemuan tersebut berpusat pada harapan bahwa pemerintah Korea Selatan akan memperpanjang fasilitas kredit ekspor melalui Exim Bank Korea untuk mendukung pembiayaan Indonesia atas kewajiban pengadaan pesawat tempur KF-21.

Sebagian dari fasilitas tersebut juga akan digunakan untuk mendanai pembelian 16 unit pesawat Block 2, dengan jumlah unit ini sebagai pelengkap untuk satu skuadron penuh menurut nomenklatur Angkatan Udara Indonesia.

Tidak ada rincian yang diberikan mengenai fasilitas kredit ekspor yang mungkin akan diperpanjang.

Demikian pula, belum ada rincian mengenai apakah perjanjian sebelumnya bagi Indonesia untuk pengadaan hingga 48 pesawat akan diubah untuk mencerminkan pertimbangan pengadaan 16 unit Block 2 ini.

08 Januari 2026

Pesawat F-16 A/B Kesepuluh Program EMLU Jalani Uji Terbang

08 Januari 2026

Pesawat F-16A nomor registrasi TS-1608 melaksanakan uji terbang (photo: Adrian MK)

Unggahan Adrian MK yang diposting ulang oleh Lembaga Keris pada tanggal 8 Januari 2026 menandai akan selesainya program upgrade 10 pesawat F-16 A/B milik TNI AU. Kesepuluh pesawat ini menjalani program EMLU (Enhanced Mid-Life Update) - Falcon STAR (The Falcon Structural Augmentation Rodmap) sehingga berhak menyandang nama baru menjadi F-16 AM/BM, adapun nama "M" disini merupakan singkatan dari "Modified".

Rentang waktu antara pesawat F-16 A/B hasil EMLU ke sembilan dan kesepuluh memang cukup lama. Uji terbang pesawat ke-9 dilakukan pada November 2024 sedangkan pesawat ke-10 dilakukan pada Januari 2026. Lamanya waktu upgrade ini menandai tingkat kesulitan pesawat F-16 no registrasi TS-1608 ini dalam menjalani upgrade.

Kini setelah menjalani upgrade melalui proyek EMLU-Falcon STAR maka pesawat F-16AM/BM akan mempunyai kemampuan membawa rudal BVRAAM, juga membawa JDAM (Joint Direct Attack Munition) yang merupakan bom dengan dilengkapi pemandu laser serta munisi presisi lainnya.

Tantangan selanjutnya adalah pada F-16 C/D TNI AU, dimana TNI AU saat ini memiliki 23 unit dari 24 unit yang pernah dimilikinya (1 unit TS-1643 dinyatakan Total Loss karena terbakar saat akan lepas landas di Lanud Halim Perdanakusuma). Kementerian Pertahanan dikabarkan masih mencari skema pendanaan untuk melakukan upgrade agar ke-23 pesawat tempur ini mempunyai kemampuan yang setara dengan F-16AM/BM.

Pesawat EA-18G Membantu Melumpuhkan Pertahanan Udara Venezuela Selama Serangan AS

08 Januari 2026

Pesawat EA-18G Growler yang saat ini hanya dioperasikan 2 negara: Amerika dan Australia (photo: Navair)

Satu-satunya platform serangan elektronik udara/electronic attack (EA) militer AS, EA-18G Growler Angkatan Laut AS (USN), adalah bagian dari kekuatan yang membuka jalan bagi serangan AS pada 3 Januari terhadap Venezuela yang menyebabkan penangkapan dan penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, menurut Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan.

Growler adalah bagian dari “komponen udara gabungan yang mulai membongkar dan melumpuhkan sistem pertahanan udara di Venezuela, menggunakan senjata untuk memastikan jalur aman helikopter ke area target”, kata Jenderal Caine dalam pernyataan publiknya pada 3 Januari tentang misi militer yang disebut Operasi ‘Absolute Resolve’.

AN/ALQ-99 Tactical Jamming System (TJS) (image: FAS)

Berbicara kepada Janes tentang kekuatan Growler, analis pertahanan, serta sumber-sumber industri dan militer, baik yang lama maupun yang sekarang, yang familiar dengan pesawat tersebut, mencatat bahwa EA-18G yang kemungkinan besar digunakan untuk operasi tersebut diluncurkan dari kapal induk USS Gerald R Ford (CVN 78), yang dialihkan ke wilayah tersebut dari Mediterania pada bulan Oktober.

Skuadron Serangan Elektronik Growler (VAQ)-142 ditempatkan di Ford, menurut pejabat Angkatan Laut AS. EA-18G yang berbasis di Ford dilengkapi dengan Sistem Pengacakan Taktis ALQ-99 (TJS), sebuah pod EA udara eksternal yang digunakan terhadap target radar dan komunikasi untuk menekan pertahanan udara terpadu musuh.

Malaysia to Confirm Second MPMS Order During Türkiye Visit

08 Januari 2025

The second MPMS for MMEA is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million) (image: Desan)

Malaysia will confirm plans to procure a second MPMS from Türkiye, with the decision linked to PM Ibrahim’s official visit and Foreign Ministry disclosures.

Malaysia will confirm plans to procure a second multi-purpose mission ship (MPMS) from Türkiye, with the decision linked to Prime Minister Anwar Ibrahim’s official visit and Foreign Ministry disclosures.

Malaysia is set to expand the fleet of the Malaysian Maritime Enforcement Agency through the procurement of a second multi-purpose mission ship (MPMS) from Türkiye, according to Malaysian media reports citing the Ministry of Foreign Affairs Malaysia, commonly referred to as Wisma Putra.

Based on information released by the Foreign Ministry, the acquisition is expected to be formalised during Prime Minister Anwar Ibrahim’s ongoing three-day official visit to Türkiye. The visit programme includes the handover of a Letter of Acceptance (LoA) for the MPMS, alongside the signing and witnessing of several memoranda of understanding covering economic, financial, technological and strategic cooperation.

The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia.

The initial MPMS procurement, valued at RM304.29 million, was concluded through Malaysia’s Ministry of Home Affairs and covers a 99-metre-long vessel designed to carry a crew of around 70 personnel. The platform is intended to strengthen Malaysia’s maritime security posture, particularly in the South China Sea, with roles including maritime surveillance, deterrence against incursions, search and rescue operations, and logistical support. The design allows for the deployment of fast boats and supports multi-mission operations.

In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malaysian Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malaysia and Turk Eximbank, as well as institutional cooperation between Institute of Strategic and International Studies Malaysia and SETA.

07 Januari 2026

Kasau Resmikan Tower Satrad 404 Congot

07 Januari 2025

Tower radar Satrad 404 Congot (photos: TNI AU)

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., meresmikan tower Satuan Radar (Satrad) 404 Congot, Senin (5/1/2026).

Pembangunan tower ini merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur Satrad 404 Congot yang berada di bawah naungan Kosek IV, sehingga kemampuan pengawasan udara di wilayah tanggung jawabnya semakin efektif.


Keberadaan tower tersebut diharapkan dapat menambah kesiapsiagaan satuan dalam melaksanakan tugas pengawasan dan penjagaan wilayah udara nasional.