25 Januari 2026

Malaysia Segera Menambah Pesanan 18 FA-50M

25 Januari 2026

Model pesawat FA50M TUDM (photo: ADM)

Kementerian Pertahanan Malaysia semakin memposisikan pesawat tempur ringan FA-50M sebagai pilar utama struktur kekuatan jangka pendek dan menengah Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), dengan pemerintah kini memberikan sinyal fokus strategis yang jelas pada pengadaan pesawat tambahan di bawah program Fighter Lead-In Trainer–Light Combat Aircraft (FLIT-LCA) Fase 2 sebagai bagian dari modernisasi bertahap yang lebih luas dari armada penerbangan tempur negara tersebut.

Penekanan baru ini mengikuti perjanjian pengadaan penting yang ditandatangani pada tahun 2023 antara Kementerian Pertahanan dan Korea Aerospace Industries (KAI), di mana Malaysia berkomitmen untuk mengakuisisi 18 pesawat tempur ringan FA-50 dengan nilai mendekati RM4 miliar, menandai salah satu investasi penerbangan taktis paling signifikan yang dilakukan oleh Kuala Lumpur dalam lebih dari satu dekade.

Berdasarkan jadwal pengiriman saat ini, TUDM akan menerima gelombang pertama enam pesawat FA-50M pada akhir tahun ini, dengan empat pesawat dijadwalkan untuk dikirim pada bulan Oktober dan dua sisanya pada bulan Desember, sementara 12 pesawat lainnya akan diintegrasikan secara bertahap sepanjang tahun berikutnya untuk memastikan penyerapan yang terkontrol dan berkelanjutan ke dalam layanan operasional.

Berbicara dalam jawaban lisan parlemen pada tanggal 22 Januari sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Anggota Parlemen Batu Pahat, Onn Abu Bakar, Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin menggambarkan pengadaan FLIT-LCA Fase 2 sebagai komponen yang disengaja dari upaya Malaysia untuk memenuhi kebutuhan operasional jangka menengah dan panjang secara terstruktur dan metodis.

Beliau menekankan bahwa pendekatan pemerintah saat ini memprioritaskan percepatan perencanaan untuk pengadaan Multi-Role Combat Aircraft  (MRCA) di bawah Rencana Malaysia ke-13 (RMK13), sambil secara bersamaan mempertahankan fokus yang kuat pada perluasan armada FLIT-LCA untuk menjaga kesiapan pasukan dan keberlanjutan pelatihan pilot.

“Pendekatan yang saat ini sedang dipertimbangkan mencakup percepatan perencanaan untuk pengadaan Pesawat Tempur Multi-Peran (MRCA) - pesawat tempur serbaguna yang mampu melakukan berbagai misi—di bawah Rencana Malaysia ke-13 (RMK13), sambil juga menekankan pengadaan Pesawat Latih Tempur Ringan (FLIT-LCA) Fase 2.”

Tanggapan parlemen ini secara luas ditafsirkan di kalangan pertahanan sebagai konfirmasi tersirat bahwa Malaysia bermaksud untuk melanjutkan fase kedua pengadaan FA-50, pada saat spekulasi industri meningkat mengenai kemungkinan bahwa diskusi awal antara RMAF dan KAI telah dimulai untuk pengadaan Fase 2.

Jika Fase 2 berjalan sesuai harapan, Kementerian Pertahanan diharapkan akan membeli tambahan 18 pesawat FA-50M, yang secara efektif menggandakan armada dan menjadikan jumlah total pesawat tempur ringan buatan Korea Selatan yang beroperasi di RMAF menjadi 36 pesawat.

(DSA)

First Four of MC-55A Peregrine ISREW Strengthening Australia's Defence

25 Januari 2026

A Royal Australian Air Force MC-55A Peregrine from No. 10 Squadron arrives at RAAF Base Edinburgh, South Australia (photo: Aus DoD)

MC-55A Peregrine: a first-of-type capability strengthening Australia's Defence
The first of four MC-55A Peregrine – Australia’s inaugural airborne Intelligence, Surveillance, Reconnaissance and Electronic Warfare (ISREW) aircraft – has arrived, marking a major milestone in strengthening the nation’s sovereign defence capability.

The Albanese Government is pleased to announce the first MC-55A arrived at RAAF Base Edinburgh, South Australia, late last week. Modelled on the Gulfstream G550 airframe and extensively enhanced by L3Harris Technologies, the MC-55A is a long-range, surveillance and reconnaissance aircraft designed to deliver multiple sources of intelligence in support of Defence operations.

This advanced capability reinforces Australia’s national defence posture and contributes to deterrence. Integrated within a focused and agile force, the MC-55A ensures the Royal Australian Air Force (RAAF) is ready to detect, disrupt, deter, and if necessary defeat threats – underpinning the Australian Defence Force’s (ADF) commitment to readiness and resilience.


The MC-55A will be a key component of Australia’s broader ISR enterprise, complementing platforms such as the P-8A Poseidon and MQ-4C Triton, and forming a critical link in the nation’s sovereign network of surveillance and electronic warfare assets.

Operated by Number 10 Squadron, the MC-55A Peregrine will be based at RAAF Base Edinburgh, South Australia.

Quotes attributable to the Deputy Prime Minister and Minister for Defence, the Hon. Richard Marles MP:
“The introduction of the MC-55A Peregrine represents a significant step forward in strengthening Australia’s ability to monitor and protect its strategic interests, including key maritime approaches.


“This capability will integrate seamlessly with allied and partner systems, enabling the Air Force and ADF to share intelligence with security partners like the United Kingdom and United States – reinforcing our collective security and enhancing regional stability.”

Quotes attributable to Minister for Defence Industry, the Hon. Pat Conroy MP:
“This investment strengthens Australia’s sovereign intelligence, surveillance, and electronic warfare capability and ensures our Defence Force is prepared for the challenges of tomorrow.”

Quotes attributable the Chief of Air Force, Air Marshal Stephen Chappell DSC, CSC, OAM: 
“The introduction of the MC-55A to Air Force’s fleet will ensure we have a critical enabler for advanced ADF capabilities and, as identified in the 2024 Integrated Investment Program, provide important intelligence information to support ADF missions.  

“The MC-55A Peregrine is more than an aircraft—it is a strategic capability that reinforces our ability to protect national interests in an increasingly complex security environment.”

5th Batch of Black Hawks Strengthens PAF Helicopter Fleet

25 Januari 2026

Five units of S-70i Black Hawks helicopters formally joined PAF (photos: PAF)

The Philippine Air Force (PAF) formally accepted five (5) units of S-70i Black Hawk Utility Helicopters and eight (8) units of M134D-H Gatling Guns during a Joint Acceptance, Turnover, and Blessing Ceremony held on January 23, 2026, at Colonel Jesus Villamor Air Base, Pasay City. This delivery marks the fifth batch, bringing the total to 25 units out of the 32 units programmed under the Department of National Defense (DND) and Armed Forces of the Philippines (AFP) modernization initiatives.

The ceremony, conducted through the Air Force Systems Engineering and Modernization Office (AFSEMO), was graced by Honorable Rolando U Toledo, Acting Secretary of the Department of Budget and Management, as Guest of Honor. Lieutenant General Arthur M Cordura PAF, Commanding General of the Philippine Air Force, actively participated in the turnover rites.


During the event, the aircraft and their armament documents were formally received by Brigadier General Moises L Micor PAF, Wing Commander of the 205th Tactical Helicopter Wing. The new air assets are set to significantly enhance the PAF’s air mobility, operational readiness, and disaster response capabilities.

In his message, Hon. Toledo highlighted the strategic importance of modernizing the Air Force, stating, “A modern, capable, and mission-ready Air Force is no longer optional, it is essential,” emphasizing the government’s commitment to ensuring the PAF remains prepared for evolving security and humanitarian challenges.


The acquisition of these platforms reflects the PAF’s continuous efforts to strengthen mission readiness, support joint and combined operations, and respond effectively to both national security and humanitarian requirements. Through capability development initiatives under the AFP Modernization Program, the Philippine Air Force remains committed to building a mission-oriented, capability-driven, and values-based force ready to meet the nation’s dynamic needs.

(PAF)

24 Januari 2026

SF260FH Number 029 Back Into Service

24 Januari 2026

SF260FH Number 029 training aircraft (photo: PAF)

The 410th Maintenance Wing headed by BGEN JOSE BONIFACIO F CALUB PAF conducted a Blessing and Turn-over Ceremony for the SF260FH Nr 029 upon the successful completion of its scheduled 3,000 hour inspection. The ceremony was held at Bay 1 Hangar, 410th Maintenance Wing, Clark Air Base (CAB) on 22 January 2026. The said activity was graced by the Commander Air Logistics Command (ALC), MGEN DENNIS G ESTRELLA PAF who served as the Guest of Honor. 

The ceremony serves as the formal and ceremonial acceptance of the completed aircraft project by the end-user. The Commander, Air Education and Training Command (AETC), MGEN JESUS NELSON B MORALES PAF and the Acting Group Commander, 440th (AMG) LTC RYAN JOSEPH MAGBOHOS PAF attended the activity and officially received the SF260H Nr 029. 

This event highlights the 410th Maintenance Wing’s technical proficiency and unwavering commitment to ensuring aircraft safety, reliability, and operational effectiveness in support of Philippine Air Force objectives. It likewise exemplifies the strong collaboration between the Air Logistics Command (ALC) and the Air Education and Training Command (AETC) toward the quality and sustainment of operational readiness in the accomplishment of the PAF mission.

(PAF)

KRI Prabu Siliwangi-321 Jalani Uji Tembak Meriam Perdana

24 Januari 2026

Uji coba penembakan meriam Sovraponte 76 mm (photos: TNI AL)

KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan penembakan perdana Meriam Sovraponte 76 mm dalam rangka pelayaran uji coba structural firing sebagai bagian dari rangkaian sea going lanjutan atau uji coba tahap lanjut, Kamis (22/1). Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kekuatan struktur kapal, integrasi sistem senjata, serta memastikan seluruh sistem mekanis dan elektrikal berfungsi sesuai dengan spesifikasi teknis.


Penembakan perdana tersebut merupakan tahapan penting dalam proses uji coba kapal perang, di mana respons struktur kapal, tingkat getaran, dan stabilitas platform senjata diamati secara menyeluruh. Evaluasi ini dilakukan untuk menjamin keselamatan awak kapal serta efektivitas sistem persenjataan saat kapal memasuki tahap operasional selanjutnya.


Selain pelaksanaan structural firing, pada pelayaran uji coba ini juga dilaksanakan uji coba peran sekoci guna menguji kesiapan sistem penurunan dan pengoperasian sekoci. Melalui rangkaian uji coba tersebut diharapkan kesiapan personel pengawak KRI Prabu Siliwangi-321 semakin bertambah guna memasuki tahapan operasional berikutnya, serta mampu mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan nasional.

(TNI AL

Final Guardian-Class Patrol Boat Launched

24 Januari 2026

Hull 544 the final Guardian-class Patrol Boat (photo: Austal)

We're proud to announce the successful launch of Hull 544 — the final Guardian-class Patrol Boat contracted for construction under the Pacific Patrol Boat Replacement Project (SEA3036-1) for Defence Australia.

The launch marks a significant milestone in the (now) 24 vessel program that began in May 2017 with the plate cutting on the first Guardian, HMPNGS Ted Diro; and has seen 22 vessels delivered to date, to support maritime security across the Pacific.

Every Guardian-class Patrol Boat constructed by Austal here in Henderson Western Australia reflects the skill, dedication and resilience of our #team and our supply chain and industry partners. 

Through challenges and change, we have worked collaboratively to refine processes, strengthen capability and establish a highly efficient steel shipbuilding production line.

23 Januari 2026

ST Engineering Membawa Terrex S5 Amfibi di DIMDEX 2026

23 Januari 2026

Terrex amfibi telah diproduksi 200 unit di Kazakhstan (photo: Jane’s)

ST Engineering Singapura memperkenalkan kendaraan tempur infanteri (IFV) amfibi Terrex S5 di pameran pertahanan DIMDEX yang diadakan di Doha, Qatar, dari 19 hingga 22 Januari 2026.

Terrex S5 memiliki panjang 8,3 m, lebar 3 m, dan tinggi 2,7 m tanpa senjata yang terpasang di atas. Kendaraan ini dapat membawa muatan 13 ton dan memiliki awak sebanyak 12 orang, menurut perusahaan tersebut.

Lin Xiaoning, insinyur utama senior di pusat rekayasa terintegrasi ST Engineering untuk sistem pertahanan darat, mengkonfirmasi kepada Janes di DIMDEX 2026 bahwa varian amfibi yang dipamerkan dapat beroperasi hingga kondisi laut tingkat 3.

Hal ini sebelumnya telah dinyatakan oleh ST Engineering pada Desember 2024 ketika mereka menandatangani perjanjian kemitraan dengan Kazakhstan Paramount Engineering (KPE) untuk memasok kendaraan lapis baja amfibi 8×8 baru, berdasarkan desain Terrex 2, kepada militer Kazakhstan.

Sebanyak 200 kendaraan Terrex amfibi diproduksi di bawah kemitraan dengan KPE tersebut, kata Xiaoning, dengan memodifikasi kendaraan yang sudah ada daripada membangunnya dari awal.

Kit renang yang diterapkan pada Terrex s5 mencakup dua baling-baling di bagian belakang, memungkinkan kendaraan tersebut untuk melaju dengan kecepatan 8–10 km/jam di dalam air. Sistem penggerak air, sistem daya apung, kontrol penggerak, dan peralatan terkait berarti bahwa lapisan pelindung S5 harus dikurangi dari level 6 pada varian standar (non-amfibi) seberat 35 ton.

Dengan berat 32 ton, S5 amfibi memiliki perlindungan energi kinetik NATO STANAG 4569 level 4 (KE4) dan perlindungan ledakan ranjau level 4a dan 4b (MB 4a/4b).