31 Mei 2026

AS Berencana Mentransfer Kapal Cutter Coast Guard ke Filipina

31 Mei 2026

Rencananya AS akan mentransfer satu kapal jenis Reliance-class medium endurance cutter ke Filipina (photo: USCG)

Amerika Serikat berencana mentransfer kapal Coast Guard jenis cutter ke Filipina untuk memperkuat keamanan maritim negara tersebut di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Filipina Barat (WPS).

Menteri Perang AS Pete Hegseth mengumumkan transfer kapal cutter tersebut setelah pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Menteri Pertahanan Nasional (DND) Gilberto C. Teodoro Jr. pada hari Sabtu, 30 Mei, di sela-sela Dialog Shangri-La Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) di Singapura.

“Honored to meet Secretary Teodoro for the fifth time as we bolster defense cooperation along the First Island Chain—backed by our most advanced-ever BALIKATAN exercise and a Coast Guard cutter transfer,” kata Hegseth dalam unggahan media sosial di X (sebelumnya Twitter).

“We continue to put Peace through Strength into action,” tambahnya.

Pertemuan tersebut berlangsung saat Manila dan Washington memperingati ulang tahun ke-75 Perjanjian Pertahanan Bersama Filipina-AS (MDT). Perjanjian tahun 1951 tersebut mengikat kedua negara untuk saling membela jika terjadi serangan bersenjata di Pasifik.

Selama pertemuan, Teodoro menegaskan kembali “aliansi yang kokoh” Filipina dengan AS. Ia juga menggarisbawahi “dukungan kuat Manila terhadap komitmen AS untuk memperkuat kemitraan di Indo-Pasifik.”

Teodoro menekankan bahwa Filipina menjadi “saksi atas ketangguhan kemitraan AS di kawasan ini,” dan mencatat bahwa upaya tersebut berkontribusi pada “ketahanan dan pencegahan yang lebih besar di Indo-Pasifik.” 

Sementara itu, Hegseth menyoroti bahwa frekuensi pertemuan mereka menggarisbawahi “kedalaman dan konsistensi kerja sama pertahanan Filipina-AS.”

Australia Opened a New Deep Maintenance Modification Facility (DMMF) at Edinburgh

31 Mei 2026

The facility will support upgrade work for Australian P-8A Poseidons (photos: Aus DoD)

Australian Deputy Prime Minister and Minister for Defence the Hon Richard Marles MP at the official opening of the Deep Maintenance and Modification Facility at RAAF Base Edinburgh, South Australia.


On Friday 15 May 2026, Deputy Prime Minister and Minister for Defence the Hon Richard Marles MP announced the official opening of the Deep Maintenance and Modification Facility at RAAF Base Edinburgh. 

The facility will also support upgrade work for Australian E-7A Wedgetails (photo: USAF)

This facility will accommodate the long-term, deep maintenance and modification of the Australian Defence Force's fleet of RAAF P-8A Poseidon maritime surveillance aircraft and RAAF E-7A Wedgetail airborne early warning and control aircraft.

Shangri-La Dialogue: India Mengatakan Telah Menandatangani Kesepakatan Rudal BrahMos dengan Vietnam

31 Mei 2026

Rudal Brahmos yang diminati Vietnam adalah versi Coastal Defence (photo: Reuters)

NEW DELHI (Reuters) - India telah menandatangani kesepakatan dengan Vietnam di mana India akan memasok rudal BrahMos yang telah dikembangkan bersama dengan Rusia, dan sedang dalam "tahap akhir" untuk kesepakatan serupa dengan Indonesia, kata Sekretaris Pertahanan India Rajesh Kumar Singh pada hari Sabtu.

India memiliki komitmen yang kuat terhadap negara-negara ASEAN, kata Singh, tanpa mengungkapkan detail lebih lanjut tentang kesepakatan terkait BrahMos.

Singh berbicara di forum pertahanan utama Asia, Dialog Shangri-La.

India, yang telah membangun manufaktur pertahanan dalam negeri untuk penggunaan lokal dan ekspor, telah menjual rudal jelajah supersonik ke Filipina.

Kesepakatan dengan Vietnam bisa bernilai sekitar 60 miliar rupee ($629 juta), termasuk pelatihan dan dukungan logistik, seperti yang dilaporkan Reuters sebelumnya, mengutip sebuah sumber.

Holding DEFEND ID Bukukan Pendapatan Rp20,71 triliun di Tahun 2025

31 Mei 2026

Radar GCI buatan LEN-Thales (photo: LEN)

RUPS DEFEND ID Tetapkan Kinerja Positif 2025 dan Perkuat Arah Penguasaan Teknologi Strategis Nasional
Bandung -- DEFEND ID telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada Selasa (26/5). RUPS menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah transformasi DEFEND ID sebagai holding industri pertahanan nasional berbasis penguasaan teknologi strategis masa depan.

Kegiatan RUPS dihadiri oleh BP BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi, serta para pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan akuntabel.

Sebagai holding BUMN industri pertahanan, DEFEND ID mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, munisi, hingga elektronika pertahanan nasional dalam mendukung penguatan kemandirian industri pertahanan Indonesia.

KRI I Gusti Ngurah Rai 332 salah satu fregat produksi PAL-Damen (photo: TNI AL)

Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan kinerja positif dengan total kontrak mencapai Rp 113,85 triliun. Nilai tersebut terdiri atas carry over sebesar Rp 94,78 triliun dan kontrak baru sebesar Rp19,07 triliun. Capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan portofolio proyek strategis nasional sekaligus tingginya tingkat kepercayaan para mitra terhadap kompetensi dan kapabilitas Holding DEFEND ID.

Dari sisi operasional bisnis, DEFEND ID membukukan pendapatan usaha sebesar Rp20,71 triliun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp913,05 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 430,1% dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp172,24 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan efisiensi operasional, penguatan kinerja bisnis, serta optimalisasi pengelolaan proyek strategis di seluruh entitas usaha.

Penguatan fundamental perusahaan juga tercermin dari peningkatan total aset yang mencapai Rp66,05 triliun atau tumbuh 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun total ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp15,23 triliun atau meningkat 8,2% dibandingkan tahun 2024, yang menunjukkan penguatan struktur keuangan dan kapasitas usaha Holding DEFEND ID.

Pemasangan turet tank Harimau produksi Pindad-FNSS (photo: Pindad)

Selain capaian finansial, tingkat kesehatan perusahaan juga berada pada kategori BBB+, yang menunjukkan kondisi perusahaan tetap sehat, memiliki prospek bisnis yang kuat, serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan usaha perusahaan di masa mendatang.

DEFEND ID juga didukung oleh 11.022 sumber daya manusia, dimana lebih dari 60% berada pada bidang produksi dan engineering. Komposisi tersebut mencerminkan kuatnya kapabilitas manufaktur dan penguasaan teknologi yang menjadi fondasi pengembangan industri pertahanan nasional.

Pada kesempatan tersebut, PT Len Industri (Persero) sebagai induk Holding Defend ID juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat penguasaan teknologi strategis nasional melalui pengembangan teknologi masa depan yang terangkum dalam Asta Cita Len Industri. Fokus pengembangan tersebut mencakup bidang artificial intelligence, semiconductor, command & control system, radar dan electronic warfare system, cybersecurity, teknologi satelit, electro-optic dan sensor technology, hingga autonomous system.

Elephant walk pesawat CN-235 produksi PT DI-Airbus (photo: TNI AU)

Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Holding DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.

“Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Melalui Asta Cita Len Industri, kami terus memperkuat penguasaan teknologi masa depan guna mendukung daya saing industri nasional dan ketahanan negara,” ujar Joga.

Melalui penyelenggaraan RUPS Tahun Buku 2025 ini, DEFEND ID menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, menghadirkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menjadi motor penggerak penguasaan teknologi strategis Indonesia yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.

(LEN)

30 Mei 2026

New Zealand's Announce NZD6.2 billion (USD3.7 billion) for 2026 Defence Budget

30 Mei 2026

HMMZS Te Kaha frigate (photo: NZDF)

Budget 2026 shores up maritime security
The Government is investing in drone systems, critical ship maintenance and work to replace our aging naval fleet as it bolsters New Zealand’s maritime defensive and offensive capability, Defence and Veterans Minister Chris Penk says.

“New Zealand’s prosperity and security depend on the sea. For many years, New Zealand’s geographic distance has been seen as a shield from instability elsewhere in the world,” Mr Penk says.

“However, recent events have served as a reminder of how quickly disruptions to international shipping routes can affect economies and supply chains across the globe. The oceans are not a barrier to danger, but a vital national interest that must be actively secured.

“Budget 2026 provides an additional $880 million of operating funding and $700 million of new capital funding for activities and operations as well as priority projects identified in the Defence Capability Plan (DCP), with a strong focus on maritime security.

“The Maritime Fleet Renewal programme will receive funding for the ongoing work of delivering a modern and combat capable navy, as well as fortwo types of drones.

HMNZS Te Mana frigate (photo: NZDF)

“One will be used in the South-West Pacific to provide long-duration intelligence, surveillance and reconnaissance, while the other is polar-capable and can conduct missions from Royal New Zealand Navy vessels in the Southern Ocean.

“The Budget will also allow for critical maintenance on the Anzac-class frigates and HMNZS Canterbury, to extend the life of the existing ships until they are replaced.

“Further major projects will deliver new and upgraded training facilities and continue the long-term Homes for Families programme; building modern, healthy houses for personnel and their whānau.

“This Budget also includes investment in our national economy through construction, maintenance and sustainment projects with New Zealand-based businesses, and $1.5 million of capital funding alongside $16 million of operating funding to begin work on the Technology Accelerator programme. This pilot programme focuses on connecting industry with Defence to solve specific military challenges.

HMNZS Canterbury multi-role vessel (photo: Bob Leask)

“More than 80 percent of the New Zealand Defence Force’s $2.6 billion operating and personnel budget is spent within New Zealand, bolstering the economy while serving the dual benefit of ensuring we have a strong Defence Force. 

“Just over a year ago, the Government committed to investing in a combat capable New Zealand Defence Force that pulls its weight internationally and domestically through the Defence Capability Plan (DCP).

“This year’s Budget once again delivers on that promise with $1.6 billion of new funding to support essential Defence activities and priority projects, bringing the total new investment in Defence to $5.8 billion since the DCP was released.

“Budget 2026 provides an essential investment in the ongoing defence of New Zealand and its interests at a time when New Zealand personnel and equipment are expected to be called upon more often, in challenging circumstances

“Whether it be providing support during severe weather events at home or deploying with trusted partners overseas, New Zealand’s personnel undertake vital work and deserve unwavering support.”

Divisi ke-377 AU Vietnam Latihan Pertahanan Udara

30 Mei 2026

Resimen Artileri Anti-Pesawat ke-591 (Trung đoàn 591) di bawah Divisi Pertahanan Udara ke-377 (Sư đoàn 377) Angkatan Udara Rakyat Vietnam mengoperasikan meriam kaliber ganda 37mm M1939 (61-K) buatan Uni Sovyet dan Tipe 65 / Tipe 74 buatan China disamping Meriam 57mm S-60 (photos: QDND)

Selama tiga hari (dari tanggal 22 hingga 24 Mei), Divisi ke-377 (Pertahanan Udara - Angkatan Udara) menyelenggarakan latihan komando dan staf satu sisi, satu tingkat di atas peta dengan komponen tembak langsung sebagian untuk para komandan dan staf dari tiga resimen.

Kolonel Le Tran Phuong, Komandan Divisi, hadir dan mengarahkan latihan tersebut. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan organisasi dan komando, serta koordinasi tempur para komandan resimen dan staf; meningkatkan kemampuan tempur pasukan pertahanan udara dalam situasi pertempuran baru; dan meneliti, menyesuaikan, menambah, dan menyempurnakan rencana dan strategi tempur untuk lebih memenuhi persyaratan pelatihan dan kesiapan tempur Divisi dalam situasi baru tersebut.

Pemasangan peralatan di lokasi peluncuran rudal Batalyon ke-88, Resimen ke-274, batalyon ini mengoperasikan rudal permukaan-ke-udara (SAM) S-125 Pechora (khususnya varian modern S-125-2TM/C125M) (photo: QDND)

Latihan ini terdiri dari empat fase: Transisi menuju kesiapan tempur; pengorganisasian persiapan tempur; pelaksanaan operasi tempur; dan pemulihan kemampuan tempur.

Bidang fokus utama meliputi: pengerahan pos komando bergerak dan sebagian pasukan ke medan perang; pengembangan dan pelaporan rencana tempur; pengorganisasian koordinasi; penanganan situasi tempur pertahanan udara; pekerjaan partai dan politik ; serta dukungan logistik dan teknis selama pertempuran.

Fitur baru dari latihan ini adalah pengarahan latihan secara simultan untuk semua resimen sesuai dengan skenario, dalam kondisi waktu persiapan yang singkat dan mendesak, sesuai dengan semangat Surat Edaran No. 6768/TM-TC tanggal 21 November 2025 dari Staf Umum, yang berkontribusi pada peningkatan kapasitas perencanaan operasional, kemampuan bermanuver dan menangani situasi di medan yang kompleks; efektivitas kerja politik dan ideologis serta dukungan dan koordinasi operasi tempur unit. 

Kompi Batalyon Zeni ke-115 mengadakan pertemuan untuk finalisasi rencana pertempuran (photo: QDND)

Dalam pidato penutupnya mengenai latihan tersebut, Kolonel Le Tran Phuong memuji unit-unit atas rasa tanggung jawab dan upaya mereka dalam mengatasi kesulitan.

Rekan tersebut menekankan bahwa, mengingat perkembangan senjata berteknologi tinggi, kendaraan udara tak berawak (UAV), dan kecerdasan buatan dalam peperangan modern, unit-unit perlu meningkatkan kualitas peramalan dan perencanaan; memperkuat pelatihan dan mengasah keterampilan serta metode komando untuk memenuhi persyaratan dan tugas pelatihan serta kesiapan tempur dalam situasi baru. (QDND)

Meriam anti-pesawat 37 mm Vietnam saat ini sedang menjalani proses modernisasi (photo: QPVN)

Vietnam Lakukan Upgrade Meriam Pertahanan Udara 37 mm
Peningkatan dan modernisasi meriam anti-pesawat 37 mm memberikan kemampuan tempur yang lebih unggul, sehingga efektif dalam peperangan modern.

Saat ini, Tentara Rakyat Vietnam masih memiliki banyak meriam anti-pesawat 37 mm generasi lama dalam inventarisnya.

Setelah digunakan selama beberapa dekade, banyak meriam telah mengalami kerusakan dan memerlukan penggantian dengan suku cadang yang kompatibel.

Selain itu, perkembangan peperangan berteknologi tinggi, dengan munculnya jet tempur super cepat, rudal jelajah dengan penampang radar rendah, dan kemampuan terbang rendah di atas permukaan tanah, telah mengurangi peran artileri anti-pesawat.

Mengingat situasi ini, peningkatan meriam anti-pesawat yang sudah usang ini dengan teknologi kendali otomatis dan peralatan elektronik modern untuk memastikan efektivitasnya yang berkelanjutan di era baru merupakan kebutuhan mendesak.

Baru-baru ini, para perwira dan insinyur dari Institut Otomasi Teknik Militer telah melaksanakan program modernisasi untuk meriam anti-pesawat 37 mm dan 57 mm, dengan tujuan mempertahankan semua sistem senjata ini sementara anggaran pertahanan belum memungkinkan untuk penggantian.

Ini adalah kendaraan komando untuk sistem meriam anti-pesawat 37 mm terintegrasi (photo: QPVN)

Berdasarkan teknologi dan material yang tersedia di dalam negeri, Institut Otomasi Teknik Militer telah memfokuskan penelitiannya pada peningkatan peralatan pengintaian dan pengendalian tembakan terintegrasi, memberikan kemampuan baru pada meriam 37 mm.

Fitur tersebut mencakup deteksi target pada jarak 20 km siang dan malam dalam kondisi gangguan elektronik, dengan sistem pelacakan elektro-optik yang dipasang pada kendaraan komando untuk mendeteksi dan melacak target dengan akurasi tinggi.

Selain itu, awak meriam dilengkapi dengan sistem komunikasi TBDK-PH37, yang membantu mengirimkan perintah dari komandan kepada penembak di semua dudukan meriam dengan lebih akurat.

Baterai meriam anti-pesawat 37 mm sekarang saling terhubung ke dalam sistem yang memungkinkan Komandan Kompi untuk langsung menembakkan semua meriam di bawah komandonya secara bersamaan, menciptakan kepadatan daya tembak yang andal.

Dengan paket peningkatan ini, meriam anti-pesawat 37 mm dan 57 mm Vietnam memiliki probabilitas penghancuran target yang jauh lebih tinggi dibandingkan versi aslinya, kinerja yang setara dengan sistem meriam anti-pesawat canggih yang saat ini digunakan.

Di masa depan, jika amunisi yang dikendalikan secara elektronik diintegrasikan dan pengendalian tembakan dicapai melalui sistem tim terpadu, dapat dipastikan bahwa senjata ini akan sepenuhnya memenuhi semua persyaratan peperangan modern. (BaongHean)

Pindad Bukukan Peningkatan Laba Bersih 102% di Tahun 2025

30 Mei 2026

Harimau APC, produk baru ranpur beroda rantai (photo: Pindad)

PT Pindad melaksanakan RUPS Tahunan bersama Holding BUMN Indhan DEFEND ID yang diikuti oleh PT Len Industri (Persero) selaku induk holding, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia dan PT Dahana pada 26 Mei 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta. RUPS Tahun Buku 2025 ini dipimpin oleh Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Joga Dharma Setiawan selaku pemegang saham seri B dan dihadiri oleh Direktur Ketahanan Pangan dan Industri Strategis BP BUMN, Rainoc selaku pemegang saham seri A serta Jajaran direksi dan komisaris perusahaan PT Pindad.

Tank medium Harimau dengan kanon 105mm (photo: Pindad)

Agenda utama RUPS adalah penyampaian laporan kinerja & keuangan tahun buku 2025 oleh Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa serta penyampaian permohonan persetujuan RUPS.

Pandur II ranpur beroda ban 8x8 berkemampuan amfibi (photo: Pindad)

Tahun buku 2025, PT Pindad berhasil meraup pendapatan usaha sebesar Rp 3.969 M. Kinerja EBITDA tahun 2025 senilai Rp 733,34 M atau tumbuh 192% dari tahun sebelumnya dan mencatat laba bersih senilai Rp 7,28 M, tumbuh 102% dari tahun 2024. 

Anoa III ranpur beroda ban 6x6 (photo: Pindad)

Pada laporan kinerja tahun buku 2025 ini, PT Pindad berhasil meraih kontrak senilai Rp 19,79 T atau 97% dari target RKAP 2025. Adapun Tingkat Kesehatan Perusahaan PT Pindad berdasarkan kinerja usaha tahun 2025 memperoleh rating BBB+/stable dari Lembaga Pemeringkat Pefindo.

29 Mei 2026

Philippines Interested In Japan's Type 88 Surface-to-Ship Missile System

29 Mei 2026

Type 88 Surface-to-Ship Missile System (photo: DND)

Type 88 missile system to beef up PH's archipelagic defense thrust
MANILA – Japan's Type 88 surface-to-ship missile system could greatly enhance the defensive capabilities of the country's Comprehensive Archipelagic Defense Concept (CADC) should the Philippines manage to acquire it.

"That will be a big help because it is aligned with our capability development for CADC," Armed Forces of the Philippines spokesperson for the West Philippine Sea Navy, reservist Rear Adm. Roy Vincent Trinidad, said during an interview with reporters on Wednesday.

Once acquired, Trinidad said, this platform will allow the AFP more leeway in carrying out its mandate under the CADC.

Japan's Type 88 surface-to-ship missile system got a lot of fanfare in the "Balikatan" exercise earlier this month when it was used for the first time to sink a decommissioned Philippine Navy (PN) ship during a maritime strike training exercise off Laoag, Ilocos Norte.

Under the CADC, the AFP is required to protect all Philippine territories, including its 200-nautical-mile exclusive economic zone, from all hostile threats.

Type 88 Surface-to-Ship Missile System (photo: AP)

Possibility of Exporting to Philippines
Japanese media reports earlier said Tokyo is looking at the possibility of exporting the weapon system to the Philippines.

This report has yet to be confirmed by Philippine defense and military officials.

Earlier, PN spokesperson Captain Marissa Martinez said that Japan's Type 88 surface-to-ship missile systems could be a valuable addition to the country's coastal defense capabilities.

She declined to comment on what role the Type 88 can play should the Philippines get around to getting it even as the BrahMos cruise missile system, which the Philippines acquired three batteries from India, is now nearing operationalization.

These missiles are capable of a speed of Mach 2.8 and have a warhead of 200 kg. to 300 kg. and a range of 290 km.

The Type 88 has a range of 100 to 180 km. and a warhead weight of 225 kg. and with speeds described as subsonic. 

(PNA)

The Royal Thai Navy Orders Two Airbus C295 in Advanced Transport Configuration

29 Mei 2026

After RTAF ordered for two Airbus C295, Royal Thai Navy following orders for two Airbus C295 (image: Airbus)

Seville, Spain – The Royal Thai Navy has acquired two Airbus C295 in an enhanced transport configuration that will enable surveillance and Search and Rescue missions, on top of the logistic operations for Thailand. 

This order follows the recent contract with the Royal Thai Air Force for two C295s and adds on the three aircraft already operated by the Royal Thai Army, performing cargo and troop transport missions since 2016. The C295 has become the tactical transport aircraft of reference for the Thai Armed Forces.

Royal Thai Navy paint scheme proposal (image: TAF)

The two C295s for the Thai Navy, which will be operated from the U-Tapao air base in Sattahip, will be able to detect, classify, and identify targets at sea or on land, operating effectively in both day and night conditions as they will be equipped with an Electro-Optical/Infra-Red (EO/IR) sensor suite.

The aircraft will be assembled at the Airbus Defence and Space facilities in Seville, Spain, with the first delivery scheduled by the end of 2028.

A total of 90 C295s have been ordered by seven countries in the Asia-Pacific region. The C295 is the global leader in its segment, holding 85% of the market share with 335 orders from 39 countries across four continents. To date, the global C295 fleet has achieved 750,000 flight hours.

PTDI Bukukan Peningkatan Laba Bersih Sebesar 345,97% di Tahun 2025

28 Mei 2026

Produksi pesawat NC-212i di PTDI (photo: Antara)

RUPS Tahun Buku 2025: PTDI Catat Kinerja Positif dan Perkuat Struktur Kepemimpinan Perusahaan
Jakarta – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Holding DEFEND ID yang diselenggarakan pada Selasa (26/05), di Hotel Shangri-La Jakarta, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai salah satu member Holding DEFEND ID mencatatkan kinerja positif dengan peningkatan laba bersih sebesar 345,97% dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PTDI sebagai garda terdepan industri dirgantara nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan negara, penguatan ekosistem dirgantara nasional, serta penyediaan solusi teknologi dirgantara yang berdaya saing global, baik untuk segmen militer maupun nonmiliter.

Selain mencatatkan capaian finansial dan operasional yang positif, PTDI juga berhasil membukukan capaian Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100,65 dari target skor 100, yang didorong oleh penguatan indikator nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta dan sumber daya manusia unggul di sektor dirgantara. 

Produksi pesawat CN-235 di PTDI (photo: Antara)

Pada kesempatan RUPS ini juga disetujui perubahan susunan pengurus Perusahaan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung arah pengembangan dan penguatan Perusahaan ke depan. Salah satu perubahan yang ditetapkan adalah perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi, yaitu jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang dijabat oleh Moh. Arif Faisal, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM menjadi Direktur Keuangan & SDM yang dijabat oleh Dhias Widhiyati, serta mengangkat Ony Arifianto sebagai pejabat baru Direktur Teknologi & Manajemen Risiko. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fokus Perusahaan dalam pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri dirgantara yang semakin kompetitif.

Selain itu, RUPS juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris, khususnya pada posisi Wakil Komisaris Utama yang kini dijabat oleh Bagus Puruhito menggantikan Bonar H. Hutagaol, serta menetapkan pengangkatan Erwin Dimas sebagai Komisaris.

Produksi pesawat N219 di PTDI (photo: Tempo)

Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi. ”Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID. Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global,” ujar Moh. Arif Faisal.

Memasuki tahun berikutnya, PTDI akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, penguatan manajemen kas, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian program-program strategis Perusahaan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

28 Mei 2026

The 14th P-8A Poseidon Arrived in Australia

28 Mei 2026

The 14th P-8A Poseidon is last Poseidon aircraft for RAAF (photos: Aus DoD)

The 14th Royal Australian Air Force P-8A Poseidon from No. 11 Squadron arrives at RAAF Base Edinburgh, South Australia.

The 14th Air Force P-8A Poseidon gets a water arch salute from the aviation firefighters on arrival at RAAF Base Edinburgh, marking the fleet complete.


Australia has received delivery of its 14th aircraft in the P‑8A Poseidon fleet, based at RAAF Base Edinburgh and operated by No. 11, 12 and 292 Squadrons. 

The aircraft have demonstrated strong performance across operations and exercises since first entering service. 


Under AIR7000, approved upgrades will further enhance the fleet’s anti‑submarine warfare, maritime strike and intelligence capabilities, while supporting Australian industry through significant local involvement and more than $1 billion in investment.

PAF Hentikan Operasi Armada SF-260 Setelah Kecelakaan di Benguet

28 Mei 2026


10 pesawat SF-260 pesawat training PAF dilakukan grounded di Loakan Airport (photo: Conrad Rotor)

MANILA — Angkatan Udara Filipina (PAF) untuk sementara menghentikan operasi pesawat latih SIAI-Marchetti SF-260 yang tersisa dan menangguhkan kegiatan pelatihan yang melibatkan platform tersebut menyusul kecelakaan di Tuba, Benguet yang menewaskan dua pilotnya.

“Ke-16 pesawat [SF-260] yang tersisa dihentikan operasinya sambil menunggu penyelidikan,” kata juru bicara PAF Kolonel Ma. Christina Basco kepada ABS-CBN News melalui pesan teks pada hari Kamis.

PAF berduka atas kehilangan pilot instruktur Letnan Satu Ruth Angelique Pasos dan siswa penerbangan Letnan Dua Cherky Embudo, yang berada di dalam SF-260 selama penerbangan pelatihan navigasi pada hari Rabu.


Basco mengatakan pesawat tersebut jatuh sekitar pukul 10:30 pagi di Sitio Cabuyao saat dalam perjalanan menuju Kota Baguio.

Pesawat tersebut merupakan bagian dari kelompok 11 pesawat latih SF-260 yang berangkat dari Pangkalan Udara Fernando di Kota Lipa, Batangas untuk misi pelatihan.

Namun, hanya sepuluh pesawat yang sampai ke tujuan.

Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan tersebut.

Meskipun operasi yang melibatkan armada SF-260 tetap ditangguhkan, Basco mengatakan model pesawat lain yang digunakan oleh PAF untuk kegiatan pelatihan akan terus digunakan.

Laba Tahun 2025 PT PAL Melonjak 108,58%

28 Mei 2026

Progress fregat Arrowhead 140 di PT PAL (photo: PAL)

RUPST Defend ID Tahun Buku 2025, PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Signifikan Laba Bersih
Jakarta – PT PAL Indonesia membukukan peningkatan signifikan laba bersih pada Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa laba bersih perusahaan meningkat sebesar 108,58% dibandingkan tahun 2024.

Kaharuddin menjelaskan, peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh percepatan proses produksi, efisiensi operasional secara menyeluruh, serta akselerasi digitalisasi yang meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan. “Capaian ini merupakan hasil transformasi yang telah kami jalankan selama lima tahun terakhir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, PT PAL Indonesia saat ini tengah menjalankan transformasi Industri Maritim 4.0 yang mencakup perubahan model bisnis, budaya kerja, hingga arah strategi perusahaan. Implementasi transformasi tersebut dijalankan melalui lima pilar utama, salah satunya transformasi digital yang mengintegrasikan proses manajemen proyek, pengelolaan sumber daya manusia, hingga rantai pasok ke dalam sistem terpadu guna meningkatkan efisiensi perusahaan.

Transformasi juga dilakukan pada sektor produksi melalui modernisasi fasilitas, reorganisasi alur kerja, serta peningkatan kapasitas fabrikasi. Langkah tersebut berdampak pada peningkatan kapasitas sekaligus percepatan proses produksi. “Saat ini kami mampu menghasilkan 50 blok kapal per bulan dan waktu pengerjaan di dock berhasil dipangkas menjadi enam bulan dari sebelumnya mencapai dua tahun,” jelas Kaharuddin.

Lebih lanjut, Kaharuddin menyampaikan bahwa transformasi yang dijalankan PT PAL turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan usaha perusahaan. “Produk pertahanan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan perusahaan sekaligus menegaskan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kapabilitas engineering dan kemampuan produksi PT PAL,” ujarnya.

Progress fregat Arrowhead 140 dan LPD Filipina di PT PAL (photo: PAL)

Kinerja positif tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan ekosistem industri pendukung dalam negeri.

Peningkatan aktivitas produksi dan pembangunan proyek strategis PT PAL turut mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari industri baja nasional, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, elektronik pertahanan, hingga teknologi maritim nasional.

Keterlibatan industri dalam negeri tersebut diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi, meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mendorong terbentuknya rantai pasok maritim nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing global.

“PT PAL saat ini bukan hanya produsen kapal, tetapi juga berperan sebagai lead integrator dan national consolidator ekosistem galangan nasional dengan melibatkan industri-industri pendukung dalam negeri agar dapat tumbuh bersama,” pungkas Kaharuddin.

Melalui sinergi dalam Defend ID, PT PAL Indonesia optimistis dapat terus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan industri maritim regional sekaligus mempercepat terwujudnya industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berdaya saing global. (PAL)

Progress LPD Filipina di PT PAL (photo: PAL)

Dirut PAL: Kapal selam Scorpene Evolved masuki tahap praproduksi
Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved untuk TNI AL telah memasuki tahap praproduksi sebagai bagian dari penguatan strategis pertahanan laut nasional melalui kerja sama dengan Naval Group asal Prancis.

“Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN, keberadaan industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di regional,” kata Kaharuddin dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jatim, Senin.

Ia menjelaskan, tahapan tersebut mencakup kesiapan desain, sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, hingga kesiapan infrastruktur pendukung agar pembangunan kapal selam berjalan sesuai target dan standar kualitas internasional.

Selain itu, kata dia, PT PAL bersama Naval Group terus memperkuat koordinasi, transfer teknologi dan transfer pengetahuan guna mendukung keberhasilan program sekaligus meningkatkan kapabilitas industri pertahanan nasional.

"Tahap praproduksi menjadi rangkaian persiapan teknis sebelum proses produksi utama dimulai," ucapnya.

Kaharuddin menambahkan, pembangunan kapal selam Scorpene Evolved menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan nasional karena Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang mampu membangun kapal selam sendiri, termasuk pengembangan kapal selam dengan teknologi Advanced and Improved Propulsion (AIP).

“Kemampuan ini menegaskan kemajuan penguasaan teknologi strategis nasional sekaligus memperlihatkan kesiapan industri pertahanan Indonesia untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Sejumlah engineer PT PAL foto bersama saat mengikuti program transfer of technology (ToT) bersama Naval Group di Cherbourg, Prancis, beberapa waktu lalu (photo: Antara)

Lebih lanjut, ia menambahkan, puluhan engineer PT PAL diberangkatkan ke Cherbourg, Prancis, untuk mengikuti program transfer of technology (ToT) bersama Naval Group sebagai bagian dari penguatan keterampilan pembangunan kapal selam modern berstandar global.

Program tersebut, lanjutnya, bertujuan agar tim PT PAL mampu memproduksi dan mengkualifikasi “pilot hull sub-section” pertama sebagai bagian tahapan awal pembangunan Scorpene Evolved.

"Di sisi lain proses fabrikasi untuk qualification section telah dimulai dan ditandai secara resmi pada 12 Desember 2025 di Surabaya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program SRI Naval Group Vincent Vimont menyampaikan kolaborasi dengan PT PAL menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan industri pertahanan nasional Indonesia secara berkelanjutan.

“Dengan bermitra dengan Naval Group dalam program transfer keterampilan yang ambisius, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat kemampuan ekosistem industrinya,” katanya.

Ia menambahkan perjanjian yang ditandatangani dengan PT PAL sebagai galangan kapal berpengalaman akan mendukung terwujudnya penguatan industri pertahanan nasional.

"Perjanjian yang ditandatangani dengan PT PAL, galangan kapal berpengalaman, akan mewujudkan ambisi ini," ucapnya. (AntaraNews)

27 Mei 2026

Kodaeral XI Kunker ke Wanam, Merauke untuk Survey Lahan Pembangunan Pangkalan Angkatan Laut

27 Mei 2026

Survey lahan untuk Lanal di Wanam, Merauke, Papua Selatan (photos: Kodaeral XI)

TNI AL. Kodaeral XI -- Asrena Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Dadan Hamdani melaksanakan kunjungan kerja ke Posal Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meninjau dan mensurvey lokasi yang direncanakan sebagai lahan pembangunan Pangkalan TNI AL (Lanal) Wanam sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamanan wilayah pesisir selatan Papua. Merauke (23/05/2026)


Dalam pelaksanaannya, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi geografis, akses transportasi, serta kesiapan lahan pembangunan pangkalan. Survey ini dinilai penting karena Wanam menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan nasional, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur di Papua Selatan.

Posal Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (image: GoogleMaps)

Selain survey lahan, rombongan juga melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan rencana pembangunan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi keamanan serta pembangunan wilayah. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asops Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Totok Susilo, Pgs Aslog Dankodaeral XI Kolonel Laut (T) Luluk, Pgs Dansathantai Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Fery Anton, serta Danposal Wanam.

Singapore and Thailand Navies Successfully Conclude 22nd Edition of Exercise Singsiam, Marked 45th Anniversary of Exercise

27 Mei 2026

HTMS Kraburi 457 and RSS Stalwart 72 (photo: RTN)

The Republic of Singapore Navy (RSN) and the Royal Thai Navy (RTN) concluded the 22nd edition of Exercise Singsiam earlier today. Held from 18 to 26 May 2026 in both Singapore and Phuket, Thailand, the exercise saw the participation of the RSN’s Formidable-class Frigate RSS Stalwart, Independence-class Littoral Mission Vessel RSS Unity, and a Republic of Singapore Air Force Fokker-50 Maritime Patrol Aircraft (MPA). The RTN participated with a Naresuan-class Frigate, HTMS Taksin, a Chao Phraya-class Frigate, HTMS Kraburi, and a Dornier-228 MPA.

HTMS Kraburi, RSS Unity, HTMS Taksin and RSS Stalwart in formation during the sea phase of Exercise Singsiam 2026 (photo: SIng Mindef)

During the exercise, both navies conducted a series of maritime security and conventional warfare drills, including gunnery firings, communication exercises, and manoeuvring serials. Ashore, the navies conducted subject matter exchanges on unmanned systems, and anti-drone operations.

RSAF Fokker-50 MPA and Dornier-228 MPA (photo: SIng Mindef)

Deputy Fleet Commander Colonel Ng Yen Meng, and Royal Thai Fleet, Chief-of-Staff, Vice Admiral Eakasit Woodypao, co-officiated the opening ceremony at RSS Singapura – Changi Naval Base on 18 May 2026. Deputy Commander First Flotilla and Commander Task Group for the exercise, Senior Lieutenant Colonel Koh Guan How, highlighted the importance of Exercise Singsiam in his opening address. He said, "This edition marks the 45th anniversary of Exercise Singsiam, a testament to our close relationship and shared commitment to strengthening our bilateral ties." The closing ceremony was conducted at the RTN’s Third Naval Area Command in Phuket.

Both Navies executed precision manoeuvres during a manoeuvring exercise (MANEX) (photo: SIng Mindef)

Since its inauguration in 1981, Exercise Singsiam has expanded in scope and complexity over the years to include more advanced naval serials. Besides Exercise Singsiam, both navies also interact regularly through a range of activities including professional exchanges and courses. These interactions continue to underscore the close and long-standing defence ties between Singapore and Thailand and strengthen the mutual understanding and cooperation between the two navies.

AMP Corporation Malaysia Luncurkan Sistem Radar Bergerak

27 Mei 2026

MSU Mk-III dari AMP Corporation terlihat dipamerkan di DSA 2026 (photo: EDR Magz)

Perusahaan Malaysia, AMP Corporation, telah meluncurkan kendaraan radar dan pengawasan bergerak – yang diberi nama Mobile Surveillance Unit (MSU) Mk-III – di pameran Defence Services Asia (DSA) 2026 pada bulan lalu.

Engineer dari AMP Corporation, Jamaluddin Sulaiman, mengatakan kepada Janes bahwa MSU Mk-III adalah sistem generasi ketiga dalam keluarga MSU dan dirancang untuk melengkapi infrastruktur radar yang ada yang dioperasikan oleh lembaga keamanan sipil, bukan angkatan bersenjata. Ia menambahkan bahwa sistem ini ditujukan untuk digunakan oleh organisasi seperti Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA).

Menurut Sulaiman, varian MSU sebelumnya didasarkan pada stasiun radar tetap. “Ini adalah unit sipil bergerak untuk melengkapi cakupan radar yang ada,” katanya. “MSU Mk-III dirancang untuk pengerahan cepat – kita bisa pergi ke mana saja, bahkan di jalanan yang sulit sekalipun.”

Ruang kontrol MSU Mk-III (photo: EDR Magz)

Sulaiman mengatakan MSU Mk-III mengintegrasikan dua sensor utama: radar laut dan sistem elektro-optik yang dilengkapi kamera pencitraan termal. Sistem pengawasan ini ditenagai oleh baterai onboard, yang menyediakan hingga delapan jam operasi terus menerus dengan sekali pengisian penuh.

Ia menambahkan bahwa MSU Mk-III diharapkan akan menjalani uji penerimaan dengan MMEA pada akhir Mei. Sulaiman mengatakan bahwa varian MSU sebelumnya telah menunjukkan kemampuan pengawasan yang mendasar, dan Mk-III mempertahankan fungsi tersebut sambil menambahkan mobilitas.

Sulaiman mengatakan, "Konfigurasi MSU sebelumnya membutuhkan tenaga kerja dan dukungan logistik yang besar, termasuk beberapa kendaraan pengangkut. MSU MK-I, misalnya, menggunakan dua pengangkut besar, yang mengakibatkan durasi penyebaran dan penyiapan yang lebih lama.

"MSU ​​MK-III mengatasi keterbatasan ini melalui desain tangguh 4x4 terintegrasi, memungkinkan penyebaran cepat, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi operasional dalam kondisi lapangan," tambah Sulaiman.