05 Juli 2026
Sebuah BMP-3 yang dimodifikasi dan dilengkapi dengan turet AU-220M (Seri Berat) Versi 02 yang dipersenjatai dengan meriam 57mm dan memiliki sistem bidik stabil yang terpasang di atap kendaraan (photo: Burevestnik)
Iterasi baru dari sistem meriam 57mm menyoroti dorongan menuju turet multi-peran yang mampu melawan kendaraan lapis baja, drone, dan target udara.
Lembaga Penelitian Pusat Rusia Burevestnik, yang berbasis di Nizhny Novgorod, terus mengembangkan seri AU-220M 57mm dari Dudukan Meriam Serbaguna untuk Angkatan Darat/Multipurpose Gun Mounts for Land Forces (MGMLF) dengan model baru pertama yaitu AMU-220M (Seri Ringan) Versi Satu.
2S38 Derivatsiya dengan turet AMU-220M (Seri Ringan) Versi 01 (photo: Armored Warfare)Sistem lengkapnya dikenal sebagai 2S38 dengan senjata 57mm sebenarnya yang diberi nama 2A90.
Menara kendali jarak jauh/remote-controlled turret (RCT) ini dipersenjatai dengan meriam otomatis 57mm dengan 80 butir amunisi siap pakai dan senapan mesin koaksial 7,62mm 6P7K (MG) yang dipasang di luar sisi kanan dengan 1.000 butir amunisi. Persenjataan utama memiliki laju tembakan siklik 80 butir.
(Shephard)













