15 Juni 2026

Yoarmed 22 Adakan Pelatihan MLRS ITBM

15 Juni 2026

Batalyon Artileri Medan 22/Kesumawira adalah batalyon artileri TNI Angkatan Darat di bawah Kodam VI/Mulawarman yang bwrmarkas di Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang mengoperasikan alutsista strategis terbaru berupa MLRS ITBM (Indonesia Tactical Ballistic Missile) dengan rudal darat-ke-darat KHAN (photos: Yonarmed 22)

Tenggarong — Danyonarmed 22/Kesumawira, Letkol Arm Novihardi, S.E., M.H.I., memimpin acara pembukaan latihan Incountry Training Transfer of Knowledge Trak MLRS ITBM menandai secara resmi kegiatan pelatihan dimulai. 

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kompetensi teknis, serta memperkuat pemahaman operasional sistem MLRS ITBM.


Pelaksanaan Incountry Training TA. 2026 melibatkan professional instructor dan expertise dari tiga korporasi berbeda yaitu Excalibur International, Tatra Defense Vehicle Systems, dan Roketsan International. Kegiatan Incountry Training dijadwalkan akan berlangsung hingga akhir bulan Juli 2026.

Melalui transfer ilmu dan pengalaman yang berkelanjutan, diharapkan seluruh peserta mampu menguasai teknologi yang ada secara optimal guna mendukung kesiapan satuan dalam menjalankan setiap tugas yang diemban.


“Belajar hari ini untuk kesiapan yang lebih baik esok hari. Profesional, kompeten, dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara.” 

Third MC-55A Peregrine ISREW Arrived in AUstralia

15 Juni 2026

Arrival of the third MC-55A Peregrine (photos: Aus DoD)

The third Royal Australian Air Force MC-55A Peregrine lands for the first time at RAAF Base Edinburgh, South Australia.


The MC-55A Peregrine is a first-of-type, airborne intelligence, surveillance, reconnaissance and electronic warfare (ISREW) aircraft for the Australian Defence Force (ADF). 


The first MC-55A arrived in Australia in January 2026. Modelled on the Gulfstream G550 airframe and extensively modified by L3Harris Technologies, the MC-55A is a long-range, persistent ISREW platform able to deliver multi-intelligence effects. 


The MC-55A Peregrine will be operated by RAAF’s Number 10 Squadron and will be based at RAAF Base Edinburgh in South Australia. 


Government approved the purchase of four MC-55A aircraft at an allocated cost of $2.399 billion.

KRI Teluk Sangkulirang-542 Pasca Re-Powering Bertugas Kembali di Koarmada II

15 Juni 2026

KRI Teluk Sangkulirang 524 (TSR) ketika bersanda di Lanal Mamuju (photo: Kabarsulbar)

TNI AL. Koarmada II -- Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., menerima kunjungan Sekretaris Dinas Material TNI Angkatan Laut (Sekdismatal) Kolonel Laut (T) Hindarto di Ruang Kerja Pangkoarmada II, Kamis (11/6). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka penyerahan KRI Teluk Sangkulirang-542 yang telah selesai menjalani program re-powering oleh Dinas Material TNI Angkatan Laut guna meningkatkan kesiapan operasional kapal dalam mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut.

Peninjauan ke KRI KRI Teluk Sangkulirang 524 (photos: Koarmada II)

Usai pertemuan, kegiatan dilanjutkan di geladak KRI Teluk Sangkulirang-542 yang sandar di Dermaga E Koarmada II dengan pelaksanaan tasyakuran atas selesainya program re-powering. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus simbol keberhasilan proses peningkatan kemampuan sistem penggerak kapal yang diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dan keandalan unsur dalam mendukung pelaksanaan operasi di laut.


Pada kesempatan tersebut, Kaskoarmada II Laksma TNI Agam Endrasmoro, bersama Sekdismatal melaksanakan peninjauan langsung terhadap kondisi KRI Teluk Sangkulirang-542 pasca re-powering. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Aslog Pangkoarmada II Kolonel Laut (T) Rudi Hermawan, dan para Kepala Satuan Kerja Koarmada II. Dengan selesainya program re-powering, KRI Teluk Sangkulirang-542 diharapkan semakin siap melaksanakan berbagai tugas operasi dan memperkuat kemampuan Koarmada II dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan Indonesia.

14 Juni 2026

USMC Retired Its Last Fleet of AV-8B Harrier II Attack Aircraft

14 Juni 2026

AV-8B Harrier II of the United States Marine Corps will be replaced by F-35B Lightning II (photos: USMC)

VMA-223 celebrates sundown as Marine Corps’ final Harrier squadron

NORTH CAROLINA, UNITED STATES -- Marine Attack Squadron (VMA) 223, known as “the Bulldogs”, celebrated the conclusion of nearly 40 years of operational history with the AV-8B Harrier II during a public ceremony at Marine Corps Air Station Cherry Point, Wednesday. The ceremony marked an important moment in time for VMA-223 and also signaled the end of an era for Marine Corps aviation as the service continues its transition to an all-5th generation tactical aircraft fleet.

“The Bulldogs are extremely proud to conduct the final Harrier operations for the U.S. Marine Corps”, said Lt. Col. John B. Cumbie, commanding officer of VMA-223. “As a platform that has continuously forward deployed across the globe, the Harrier will be remembered for its distinguished combat legacy, legendary Vertical/Short Take Off and Landing (V/STOL) capability, and the Marines and Sailors that made the community special.”

Wednesday’s ceremony was attended by over 5,000 people. Attendees included senior Marine Corps leaders, state and local officials, active-duty service members, local community members, family and friends of VMA-223, and veterans with ties to the Harrier community. The ceremony included a five-aircraft formation flight and vertical landing that showcased the Harrier’s unique V/STOL capability.

The Harrier platform has maintained a proud and storied legacy throughout its 55 years of service with the U.S. Marine Corps. In 1971, the Marine Corps accepted the first AV-8A into its inventory. In 1985, VMA-331, stationed aboard Marine Corps Air Station Beaufort, South Carolina, became the Marine Corps’ first operational AV-8B squadron. VMA-223 began flying the AV-8B in early 1987. 

Since its inception with the Marine Corps, the Harrier has been instrumental in numerous combat operations, including Operations Desert Shield and Desert Storm, Operation Allied Force, Operation Enduring Freedom, Operation Iraqi Freedom, Operation Odyssey Dawn, Operation Inherent Resolve, and operations during the Red Sea crisis. Time and again, the Harrier distinguished itself as a lethal, capable and versatile tactical air platform.

Colloquially known as a “jump jet” for its ability to take off and land within short distances, the AV-8B is a V/STOL aircraft designed to support the Marine Air Ground Task Force commander by destroying surface targets and escorting friendly aircraft. The AV-8B's lethality and V/STOL capability made it uniquely suited for deployments in support of Marine Expeditionary Units (MEUs). VMA-223's final detachment of Harriers to support a MEU returned to Marine Corps Air Station Cherry Point last month after supporting operations with the 22nd Marine Expeditionary Unit in the Caribbean.

In fiscal year 2028 VMA-223 is scheduled to reactivate as Marine Fighter Attack Squadron (VMFA)-223 and will begin flying the F-35B Lightning II. VMA-223 is the last Marine Corps squadron to operate the Harrier.

(USMC)

Kamboja Menerima 30-an Tank Type-59D dari Lebih 100 Unit Pesanan dari China

14 Juni 2026

MBT Type-59D untuk AD Kamboja (photos: Army Military Force)

Ketua Senat Hun Sen telah mengklarifikasi bahwa kedatangan pengiriman pertama tank tempur utama baru tidak ada hubungannya dengan bentrokan perbatasan baru-baru ini dengan Thailand. The Post memahami bahwa pesanan tersebut, yang pada akhirnya akan berjumlah lebih dari 100 tank Type-59D Tiongkok, dilakukan sebelum konflik baru-baru ini.

Pelaksana tugas kepala negara menjelaskan bahwa kendaraan lapis baja tersebut sepenuhnya untuk membela diri, yang merupakan hak semua negara berdaulat.

Dalam pertemuan dengan warga setempat di Battambang hari ini, 11 Juni, Hun Sen menepis laporan-laporan yang menimbulkan ketakutan yang muncul di beberapa media Thailand.


Ia menekankan bahwa pesanan tersebut kecil, dan tidak berbeda dengan pembelian yang mungkin dilakukan negara lain, sambil mencatat bahwa Kamboja tidak mengkritiknya karena memahami bahwa semua negara memiliki hak kedaulatan masing-masing.

Menurut media Thailand, seorang atase militer China mengkonfirmasi bahwa pengiriman tersebut merupakan bagian dari program bantuan militer yang telah lama direncanakan, bukan eskalasi langsung.

“Membangun kapasitas militer dengan cara ini bukanlah ancaman bagi siapa pun; ini adalah bagian dari pertahanan diri… Kami sudah memiliki ratusan tank. Tiga puluh lebih unit yang tiba, dengan sekitar sembilan puluh unit lagi dalam perjalanan, bukanlah jumlah yang besar bagi militer Kamboja, terutama karena kami sudah memiliki ratusan,” kata Hun Sen.


“Kamboja ingin mengklarifikasi bahwa kami tidak menyerang siapa pun. Kamboja tidak mengancam siapa pun, baik negara itu kuat atau lemah. Kamboja tidak memiliki kebiasaan menyerang siapa pun,” tambahnya.

Ia menyoroti bahwa satu-satunya waktu Kamboja mengirimkan pasukan ke luar perbatasannya sendiri adalah untuk mengambil bagian dalam operasi perdamaian PBB. Di bawah pemerintahan kolonial Prancis, ia mengakui, beberapa warga Kamboja memang berperang di tempat-tempat seperti Aljazair dan Maroko, tetapi mereka hanya pergi sebagai bagian dari militer Prancis, bukan atas nama negara Kamboja.

“Izinkan saya mengklarifikasi; tidak ada ancaman. Sikap damai kami berarti kami tidak menyerang orang lain — itu saja masalahnya,” katanya.

Hun Sen mencatat bahwa kendaraan baru tersebut belum diuji, dan beberapa bahkan belum dikeluarkan dari kontainernya. Ia secara tegas membantah laporan bahwa tank-tank baru tersebut telah dikerahkan di perbatasan.

Korsel Ajak PT DI Jadi Rantai Pasok Jet Tempur KF-21

14 Juni 2026

Lini produksi pesawat tempur KF-21 di KAI (photo: newspim)

Seoul (ANTARA) - Korea Aerospace Industries (KAI) menyampaikan harapan agar PT Dirgantara Indonesia (DI) nantinya dapat menjadi bagian dari rantai pasok jet tempur KF-21 Boramae yang menjadi proyek pengembangan bersama antara Korea Selatan dengan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Team Leader International Business Development, Asia Team 2, KAI, Park Seonghee kepada waratawan Indonesia pada acara ‘Indonesian Next-Generation Journalist Network’ yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Sacheon, Korea Selatan, Kamis (11/6).

“Kami ingin terus memperluas kemitraan ini. Kami berharap PT DI dapat menjadi mitra yang kuat dan menjadi bagian dari rantai pasok global kami,” katanya.

Park menyampaikan bahwa KAI dan PT DI telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis di bidang pertahanan. Perjanjian tersebut mencakup tidak hanya program KF-21, tetapi juga pesawat latih dasar KT-1B, serta berbagai program rotary aircraft.

Park menjelaskan bahwa KF-21 yang satu dari enam purwarupanya akan dikirim ke Indonesia, telah mendapatkan sejumlah minat yang besar dari sejumlah calon pelanggan. Beberapa negara bahkan sudah mulai melakukan pembahasan mengenai program ini.

“Terkait program KT-1, kami juga berencana memindahkan lini produksi ke Indonesia sehingga fasilitas produksi di Indonesia dapat digunakan untuk mendukung program ekspor tambahan di masa depan,” kata Park.

Lini produksi pesawat tempur KT-1B di KAI (photo: daum)

Pada kesempatan yang sama, Director International Business Development Asia KAI, Jo Junhyun menyampaikan bahwa KAI sedang menjalankan program penguatan struktur pesawat KT-1B dan sebagian besar pekerjaan tersebut telah dikerjakan oleh PT DI.

Terkait KF-21 yang satu dari enam prototipenya telah disepakati akan dikirim ke Indonesia, KAI berharap nantinya pemerintah Indonesia akan melalukan pengadaan sebanyak 48 pesawat.

“Saat ini pembicaraan masih berfokus pada tahap pertama. Namun, kami juga telah memperluas diskusi mengenai pengadaan tambahan KF-21 di masa mendatang. Kami memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia,” tambah Jo.

Adapun Korea Selatan meluncurkan proyek tersebut pada 2015 untuk mengembangkan jet tempur supersonik buatan dalam negeri, sementara Indonesia bergabung sebagai mitra dengan menyepakati skema berbagi biaya pengembangan sebagai imbalan transfer teknologi, prototipe, dan ketentuan lainnya.

Badan Program Akuisisi Pertahanan diperkirakan akan menetapkan jadwal penyerahan prototipe dan dokumen teknologi terkait setelah Indonesia melunasi kontribusinya sebesar 600 miliar won (Rp6,8 triliun) untuk proyek jet tempur bersama tersebut.

Indonesia awalnya menyepakati kontribusi sekitar 20 persen dari total biaya proyek sebagai negara mitra, namun kemudian mengusulkan penurunan kontribusi menjadi 6 persen sebagai imbalan atas pengurangan tingkat transfer teknologi.

Bersamaan dengan penyerahan prototipe, Seoul dilaporkan kantor berita Yonhap telah bernegosiasi dengan Jakarta untuk menandatangani kesepakatan ekspor 16 unit jet tempur KF-21, yang akan menjadi penjualan luar negeri pertama jet tempur buatan dalam negeri tersebut.

13 Juni 2026

Boeing Unveils Advanced MQ-28 Capabilities, Extended Combat Reach

13 Juni 2026

Evolved Ghost Bat with extended combat capabilities (photo: Boeing)

BERLIN – Boeing [NYSE: BA] unveiled extended combat capabilities of the MQ-28 Ghost Bat at the ILA Berlin Air Show in Germany. The new features within the MQ-28 technology roadmap further enhance the platform’s flexibility, range and capacity for global customers. 

The enhancements include an increased wingspan, which allows the MQ-28 to carry an additional 2,000 pounds of fuel, stores, and mission payloads. It can also be provisioned to carry two AMRAAM missiles or four small diameter bombs (SDBs) internally. 

“That additional capacity gives operators freedom to balance payload and endurance to configure for the mission at hand, whether that means carrying extra fuel for longer-range operations, increasing weapons carriage, or any combination of both,” said Glen Ferguson, MQ-28 global program director. 

“These features, developed in partnership with the Royal Australian Air Force, will be progressively released to the fleet through a spiral upgrade program, and are available to interested allied countries.”  

Other new MQ-28 capabilities include: 
-Significant software development upgrades compliant with Government Reference Architecture – open standards enable operators to tailor weapons, payloads, command and control, and mission autonomy to suit their operational requirements.
-Upgraded modular, missionised nose – provides enhanced payload configuration options and supports insertion of third-party capability.
-Introduction of Beyond Line of Sight (BLOS) communication links – enabling the MQ-28 custodian to operate from a crewed aircraft, ground station or Naval vessel at unlimited standoff distances.
-Two internal weapons stations with capacity for one AMRAAM missile or two SDBs each side, plus provision for three external weapons stations – providing mission flexibility for combat operations.  
 
“Inclusion of features such as BLOS capability are a direct result of our learnings to date along with feedback from Air Forces as they understand more about the role and integration of CCAs into joint force operations,” said Ferguson. 

“The advanced maturity of the MQ-28 systems is what allows us to continually adapt to the changing operational environment and minimise the risk as we transition to operations,” said Amy List, vice president and managing director of Boeing Defence Australia. 

“Combined with the MQ-28’s confirmed low observability characteristics, and survivability upgrades, these capability enhancements support more flexible mission concepts and further allow Defence customers to distribute operational risk.” 

They improve interchangeability and interoperability with Boeing and non-Boeing platforms for allied forces and give operators a highly configurable, mission-adaptable solution that can be tailored to meet their sovereign operational needs.  

Key statistics
-Maximum take-off weight – increased from 10,000lb to 12,000lb (one ton)
25% percent larger wing 
-Useful load – >4,500lb
-Internal stores capacity – 2 x AMRAAM or 4 x SDB (plus option for three external weapon stations if needed)