17 Juli 2026

Lanud ZAM Berikan Dukungan Operasi Penerbangan bagi Pesawat TNI AU T-50i Menuju Pitch Black 2026 di Australia

17 Juli 2026

Lima pesawat T-50i dan 1 pesawat Hercules TNI AU ketika singgah di Lanud ZAM di Rembiga, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (photos: Lanud ZAM)

Lanud TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memberikan dukungan operasi penerbangan (Dukopsbang) kepada lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan satu pesawat Hercules TNI AU yang melaksanakan misi ferry menuju latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di Darwin, Australia. Kedatangan rombongan pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) disambut langsung oleh Komandan Lanud ZAM Kolonel Pnb Suryo Patmonobo, S.Sos., M.M., beserta jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas operasi TNI AU.

Rombongan pesawat berangkat dari home base Lanud Iswahjudi, Madiun, dan menjadikan Bandara Bizam sebagai titik transit untuk melaksanakan pengisian bahan bakar menggunakan metode hot pit refueling. Dukungan tersebut merupakan bagian dari peran Lanud ZAM dalam menjamin kelancaran, keamanan dan kesiapan operasi penerbangan selama pergeseran unsur udara menuju daerah latihan.

Setelah seluruh rangkaian hot pit refueling dan pemeriksaan teknis selesai dilaksanakan, kelima pesawat T-50i Golden Eagle beserta satu pesawat Hercules melanjutkan penerbangan menuju Lanud El Tari, Kupang. Latihan udara multinasional Pitch Black 2026 dijadwalkan berlangsung di Darwin pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Melalui dukungan operasi penerbangan yang diberikan, Lanud ZAM menunjukkan komitmennya dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara, khususnya dalam menjamin kelancaran pergerakan unsur udara yang terlibat dalam misi internasional. Dukungan ini menjadi wujud kesiapan Lanud ZAM sebagai pangkalan operasi yang mampu memberikan pelayanan penerbangan secara optimal demi mendukung keberhasilan kontingen TNI AU pada latihan Pitch Black 2026.

(Lanud ZAM)

PT DI Perluas Kapasitas Produksi Menempati Sisi Barat Bandara Kertajati

17 Juli 2026

Penanda-tanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (photo: PT DI)

Jakarta Pusat  – Dalam rangka mendukung upaya strategis ekspansi kapasitas produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), yang meliputi pengembangan klaster Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), Aerostructure, dan Unmanned Aerial System (UAS), sekaligus memperkuat sinergi pengembangan kawasan industri kedirgantaraan nasional, PTDI dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) (BIJB) Kertajati menandatangani Nota Kesepahaman mengenai Pengembangan Kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati sebagai landasan kerja sama pengembangan kawasan industri kedirgantaraan. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Plt. Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga, serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, dan Bupati Majalengka, Eman Suherman, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Jakarta Pusat.

Penandatanganan ini merupakan kolaborasi strategis kedua belah pihak dalam mendukung kawasan Bandara Kertajati sebagai pusat aktivitas industri kedirgantaraan. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan, “Hari ini kita menyaksikan penandatanganan MoU antara PTDI dan BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan Kertajati menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan nasional.” Menurut AHY, pemerintah tidak hanya terus mengupayakan peningkatan aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi. Ia menambahkan, “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita memiliki kemampuan, memiliki industrinya, tinggal bagaimana kita menciptakan pasarnya. Negara-negara maju selalu memulai dari keberpihakan terhadap industri dalam negerinya sendiri sebelum mampu bersaing di pasar global.”

Tata ruang bandara Kertajati (image: Bandara Kertajati)

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini mencakup kerja sama pengembangan kawasan sisi barat Bandara Kertajati secara bertahap dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahap awal, kedua belah pihak akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas existing, termasuk runway, untuk mendukung kegiatan uji terbang produk PTDI yang meliputi Fixed Wing, Rotary Wing, dan Unmanned Aircraft System (UAS), baik untuk kebutuhan pertahanan maupun komersial. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kedirgantaraan yang terintegrasi, di mana PTDI tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga layanan yang komprehensif mulai dari pengujian, sertifikasi, pemeliharaan, dukungan purna jual, hingga life cycle support, guna memperkuat fleet readiness sebagai salah satu keunggulan kapabilitas PTDI dalam mendukung keberlanjutan ekosistem kedirgantaraan.

Peningkatan kapasitas produksi CN235 dan N219
Dalam sambutan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dibacakan oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, disampaikan, “Kami sangat yakin di Kertajati ini bisa dibangun suatu industri kedirgantaraan nasional yang tangguh. Di sana ada manufaktur, ada MRO, ada aerostructure, dan tentunya ini akan menjadi suatu kolaborasi antara industri, pemerintah, pemerintah daerah, dan global partner.”

Pengembangan kawasan Bandara Kertajati menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kedirgantaraan yang terintegrasi di Indonesia. Pengembangan ini juga menjadi langkah strategis PTDI dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi, seiring penugasan pengadaan 80 unit pesawat CN235 dan 30 unit pesawat N219. Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu mendukung proses komersialisasi N219 sekaligus memperkuat kesiapan sarana dan prasarana produksi PTDI guna menjawab kebutuhan pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menyampaikan harapannya agar Kertajati tidak hanya berkembang sebagai bandar udara, tetapi juga menjadi pusat industri kedirgantaraan nasional. ”Harapan kami, Kertajati tidak berhenti sebagai bandara, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu pusat industri kedirgantaraan nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, PTDI dan BIJB berkomitmen menjadikan Kertajati sebagai Integrated Aerospace Hub yang mampu menghadirkan ekosistem kedirgantaraan nasional yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi katalis bagi penguatan rantai nilai industri dirgantara Indonesia, memperluas kolaborasi strategis, mendorong pengembangan teknologi dan sumber daya nasional, serta mempercepat terwujudnya kemandirian industri yang kompetitif di tingkat global.

PAF Contingent, the First Arrival of Fighter Jets for Pitch Black 2026

17 Juli 2026

RAAF Base Darwin welcomes the Philippines Air Force (PAF) in Darwin for Exercise Pitch Black 2026 (photos: Aus DoD)

A warm welcome for the first arrivals
The sunset touchdown of four Philippine Air Force (PAF) FA-50PH Golden Eagles signalled the first arrival of fighter jets for Exercise Pitch Black.

Hosted in Darwin from July 20 to August 7, Pitch Black brings together 20 nations, 100 fighter jets and 2500 personnel to train at RAAF Bases Darwin, Tindal and Amberley over the three weeks of the international exercise.

As the PAF Contingent Commander, Colonel Thomas Ryan Seguin said he is delighted to be back for the Philippines’ second visit to the biennial capstone and international engagement exercise.

“We are excited to have finally arrived in Darwin and thank the RAAF for its warm welcome and outstanding support as we join Exercise Pitch Black 2026,” Colonel Seguin said.


“The Philippine Air Force is proud to once again contribute to this world-class exercise, and we remain committed to learning, collaborating and flying safely throughout the mission.” 

The participation of the Philippines in Pitch Black demonstrates the growing friendship between the PAF and RAAF. Wing Commander Rowan Paice, the Senior ADF Officer at RAAF Base Darwin, said he is keen to have the Philippine team back in Darwin.

“This reflects the growing strength of the Australian-Philippines defence relationship, built on a shared commitment to regional security, professionalism and close cooperation,” Wing Commander Paice said.

“We are also proud to host the contingent in a city with a vibrant and valued Filipino community whose enduring contribution to Darwin helps make this partnership especially meaningful.” 

The Philippines is the first of many participating nations from a range of regional and allied partners set to join RAAF for Pitch Black. 

16 Juli 2026

Kapal Pendaratan Buritan Baru Rancangan Australia Selesaikan Uji Coba Pedaratan di Pantai

16 Juli 2026

Kapal pendaratan buritan/stern landing vessel (SLV) yang akan digunakan oleh USMC (photos: Seatransport)

Sebuah kapal pendaratan buritan/stern landing vessel (SLV) baru yang dirancang oleh perusahaan naval architecture Australia, Seatransport, telah menyelesaikan uji coba pendaratan pantai awal bulan ini.

Kapal Matilda 1 sepanjang 73 meter melakukan manuver pendaratan dan lepas landas di Pantai Dundee, barat daya Darwin, menurunkan landasannya ke pantai dan mempertahankan posisinya. Kemudian, kapal tersebut berhasil lepas landas dan menuju ke laut dalam waktu kurang dari 60 detik.


Seatransport mengatakan bahwa ini adalah pendaratan pantai pertama di dunia untuk SLV yang dioptimalkan untuk penggunaan militer, dan bahwa pendaratan dan lepas landas juga membuktikan kemampuan SLV di lingkungan pesisir yang menantang di mana kondisi dasar laut dan arus pasang surut yang besar memengaruhi aksesibilitas untuk kapal pendaratan landasan haluan konvensional.

Kegiatan ini dilakukan dengan personel Korps Marinir AS di atas kapal dan diamati oleh anggota Australian Defence Force (ADF).


Seminggu sebelumnya, Matilda 1 berhasil melewati uji coba sandar kering di dataran lumpur bakau Hudson Creek, sebuah jalur air muara di Darwin.

Seatransport menyatakan bahwa, selama kegiatan pendaratan di pantai dan penambatan di tempat kering, desain lambung tiga lapis SLV melindungi perlengkapan buritan dan mencegah efek hisap lambung yang memengaruhi kapal pendaratan berlandasan datar konvensional.

Kapal LSV Matilda 1 ini meskipun didesain oleh Seatransport, Australia namun pembuatannya dilakukan di galangan kapal PT Karimun Anugrah Sejati, Indonesia (infographic: Seatransport)

Matilda 1 akan dioperasikan berdasarkan perjanjian sewa tiga tahun dengan Korps Marinir AS, terutama di wilayah Asia-Pasifik.

Royal Thai Army Memperpanjang Masa Pakai Tank M48 A5 Mereka

16 Juli 2026

Tank tempur utama M48 A5 buatan AS (photos: Royal Thai Army)

MBT M48A5 milik Royal Thai Army penggunaannya terus berlanjut. Dana dialokasikan untuk perbaikan dan alat bidik laser bagi penembak setelah kinerja mereka yang mengesankan, termasuk menghancurkan pasukan Kamboja di beberapa daerah, khususnya di Khao Sattasom, Provinsi Sisaket, di mana mereka terlibat pertempuran dengan tank T-55 Kamboja, menunjukkan kemampuan tank Amerika melawan tank China.

Dalam anggaran 2027, Angkatan Darat tidak akan membeli tank baru atau membuang tank yang sudah ada, tetapi akan fokus pada perbaikan, termasuk sistem laser, dengan biaya sekitar 16 juta baht. Selain itu, mereka akan mendanai restorasi tank Oplot dengan tambahan 97 juta baht, perbaikan mesin untuk kendaraan pengangkut personel lapis baja M113 (83 juta baht), dan restorasi kendaraan lapis baja beroda BTR-3 (100 juta baht) untuk meningkatkan kesiapan tempur.

Laporan dari Angkatan Darat menunjukkan bahwa anggaran tahun 2027 mengalokasikan lebih banyak dana untuk pemeliharaan dan perbaikan peralatan daripada untuk pembelian baru.


Ini termasuk perbaikan helikopter, tank, kendaraan lapis baja, kendaraan tempur, artileri, dan peralatan teknik. Awalnya, mungkin tidak ada anggaran untuk pemeliharaan, tetapi karena situasi perbatasan, Angkatan Darat Kerajaan Thailand mengalokasikan dana untuk perbaikan guna menjaga kesiapan tempur.

Pada saat yang sama, pembelian baru diperlukan, seperti berbagai jenis amunisi SP.5, senapan, kendaraan lapis baja Stryker, helikopter pengintai, peluncur roket ganda, artileri, dll.

Tank tempur utama M48 A5 pertama kali digunakan oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand pada tahun 1979 dan telah digunakan hingga saat ini, selama total 47 tahun.

(Wassana Nanuam via Sompong Nondhasa)

Kunjungan Danpuspenerbad ke Skadron 31/AYC Dalam Rangka Operasional Alutsista Baru

16 Juli 2026

Helikopter brand news Puspenerbad Mi-17V5 nomor HA-5234 dan HA-5235 (photos: Skadron 31/AYC)

Dalam rangka meningkatkan kesiapan dan keselamatan operasional penerbangan, Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad) melaksanakan kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan doa bersama sebagai wujud ikhtiar memohon perlindungan dan keselamatan bagi seluruh personel serta Alutsista helikopter yang baru.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan profesionalisme dalam mendukung tugas pokok Penerbad. Dengan harapan, setiap pelaksanaan operasi penerbangan senantiasa diberikan kelancaran, keamanan, serta keberhasilan dalam mengemban setiap tugas demi kepentingan bangsa dan negara.


Proff Flight Helikopter Mi-17V5 No HA-5234 & HA-5235
Dalam rangka mendukung kesiapan pelaksanaan tugas operasi, Helikopter Mi-17V5 HA-5234 dan HA-5235 melaksanakan Proof Flight sebagai bagian dari tahapan untuk memastikan kesiapan alutsista dalam mengemban berbagai misi penerbangan.

Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen Penerbad TNI Angkatan Darat dalam menjaga profesionalisme, kesiapan operasional, serta keselamatan terbang, sehingga setiap alutsista senantiasa siap digerakkan kapan pun dan di mana pun negara memanggil.

Dengan semangat “Mental Juara”, Skadron-31/Amur Yudha Cakti terus berkomitmen menghadirkan kemampuan terbaik dalam mendukung setiap tugas operasi demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Skadron 31/AYC)

15 Juli 2026

Kemhan Malaysia Tanda-tangani Kontrak RM150 Juta dengan Ketech Asia untuk Pasokan Amunisi

15 Juli 2026

Amunisi produksi Ketech Asia (photos: Ketech Asia)

Kuala Lumpur – Kementerian Pertahanan telah mengambil langkah untuk memperkuat rantai pasokan amunisi lokal melalui mekanisme Kontrak Pusat dengan Ketech Asia Sdn Bhd untuk mengatasi masalah kekurangan amunisi di Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

Menurut tanggapan tertulis dari Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di Dewan Rakyat, kontrak yang dikoordinasikan oleh Kementerian Keuangan ini melibatkan pasokan amunisi senjata ringan, yaitu amunisi 9mm dan 5.56mm, kepada instansi pemerintah di seluruh negeri.

“Kontrak ini diperkirakan bernilai RM150 juta untuk jangka waktu tiga tahun,” kata Khaled Nordin.


Langkah ini dinyatakan sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Dato’ Khlir Mohd Nor (kota Ketereh) yang meminta Kementerian Pertahanan untuk menyatakan tindakan yang telah diambil untuk menyelesaikan masalah kekurangan amunisi di ATM.

Pada saat yang sama, kementerian juga memperkuat kemampuan industri pertahanan lokal melalui pengoperasian pabrik pembuatan amunisi oleh Ketech Asia di Lipis, Pahang.

"Pabrik tersebut saat ini mampu memproduksi hingga 120 juta butir amunisi kaliber 9mm dan 5,56mm per tahun, selain rencana untuk memproduksi amunisi kaliber 7,62mm dan 12,7mm," jelasnya.


Oleh karena itu, untuk memastikan kualitas amunisi yang dipasok memenuhi kebutuhan operasional ATM, Institut Penyelidikan Sains dan Teknologi Pertahanan (STRIDE) menerapkan keahlian teknis, pengujian, dan layanan evaluasi pada amunisi yang diproduksi.

Menurut kementerian, langkah ini untuk memastikan bahwa amunisi memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan oleh ATM.

Sementara itu, kementerian juga mendorong pengembangan komponen amunisi penting oleh industri lokal sesuai dengan Dasar Industri Pertahanan Negara (DIPN).

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan domestik dan mengurangi ketergantungan pada sumber eksternal.