29 Agustus 2026

Kapal LCS Keempat akan Diluncurkan pada Januari 2027

29 Agustus 2026

Progres kapal LCS keempat pada Januari lalu (photo: LUNAS)

Lumut Naval Shipyard (LUNAS) milik Malaysia berencana meluncurkan kapal tempur pesisir (*littoral combat ship*/LCS) kelas Maharaja Lela keempat pada Januari 2027—sebuah tonggak pencapaian yang mengindikasikan bahwa program yang sempat tertunda lama ini tetap berjalan sesuai jadwal revisi terbaru.


Rencana peluncuran pada Januari 2027 ini menyusul serangkaian pencapaian penting yang diraih pada tahun 2026, termasuk peluncuran kapal ketiga (calon KD Sharif Mashor) pada bulan Februari, serta dimulainya uji coba laut (*sea trials*) oleh kapal pertama (calon KD Maharaja Lela) pada awal tahun yang sama.


Program LCS Malaysia ini mengadopsi desain dasar Gowind dari Naval Group dan menjadi elemen kunci dalam upaya modernisasi armada permukaan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN).


Kapal ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 111 meter dengan bobot benaman (*displacement*) sekitar 3.000 ton pada muatan standar.


Persenjataan yang melengkapi kapal ini meliputi rudal pertahanan udara MBDA VL MICA, meriam laut BAE Systems 57 mm Mk 3, meriam MSI-Defence Seahawk 30 mm, serta peluncur torpedo tiga tabung J+S 324 mm.


Awalnya, kapal-kapal ini direncanakan untuk dipersenjatai dengan rudal Naval Strike Missile buatan Kongsberg, namun rencana tersebut terdampak oleh peraturan pengendalian ekspor terbaru dari Norwegia.


Perangkat sensor kapal ini mencakup radar Thales SMART-S Mk 2, sistem kendali tembakan Rheinmetall TMEO Mk 2 TMX/EO, serta sonar frekuensi rendah dengan kedalaman variabel Thales Captas-2 untuk operasi peperangan anti-kapal selam.


(Jane's)

28 Agustus 2026

BrahMos Memasuki Tahap Akhir Pengiriman

28 Agustus 2026

Pengiriman rudal tahap terakhir ke Filipina (photos: Reddit)

Sistem rudal BrahMos dilaporkan sedang dikirim ke Filipina seiring dengan hampir rampungnya pengiriman tahap akhir dalam kesepakatan pertahanan pesisir.

Sistem ini merupakan bagian dari kontrak India untuk memasok baterai pertahanan pesisir BrahMos kepada Manila.


Pengiriman terbaru ini menandakan bahwa proses penyerahan sedang memasuki tahap akhir.

Pengerahan ini akan memperkuat kemampuan pertahanan pesisir anti-kapal jarak jauh Filipina.

Kesepakatan ini juga menyoroti peningkatan ekspor pertahanan India serta kemitraan strategisnya dengan Filipina.

PT BIBU Panji Sakti Teken Kontrak Pembelian Tiga N219 Amfibi dari PTDI

28 Agustus 2026

Pesawat N219 versi amfibi (image: Antara)

Denpasar (ANTARA) - PT. BIBU Panji Sakti sebagai inisiator atau penggagas utama Bandara Internasional Bali Utara menandatangani kontrak pembelian tiga unit pesawat N219 Amfibi dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) di Kantor PTDI Bandung, Rabu.

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo dalam keterangannya di Denpasar, Rabu, mengatakan penandatanganan kontrak menunjukkan keseriusan perusahaan dalam membangun sistem logistik yang menghubungkan sentra produksi perikanan dengan pasar.

"Dengan ditandatanganinya kontrak pembelian, kami masuk ke tahap implementasi. Kami ingin membangun sistem logistik yang menghubungkan laut dan udara sehingga hasil perikanan dari wilayah-wilayah kepulauan dapat bergerak lebih cepat menuju pasar," kata Erwanto.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membutuhkan sistem transportasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur darat.

N219 Amfibi dinilai dapat menjadi salah satu solusi karena pesawat tersebut dirancang mampu beroperasi dari landasan darat maupun permukaan air.

Erwanto mengatakan kecepatan distribusi menjadi faktor penting, khususnya untuk komoditas perikanan bernilai tinggi seperti ikan segar, tuna kualitas ekspor dan live seafood.

"Kecepatan adalah bagian penting dari nilai ekonomi komoditas laut. Produk seperti ikan segar dan tuna kualitas ekspor tidak bisa terlalu lama menunggu. Karena itu, kami membutuhkan moda transportasi yang bisa mendekatkan sentra produksi dengan pasar," ujarnya.

Tiga pesawat tersebut nantinya akan dioperasikan oleh PT BIBU Agro Maritim, anak usaha PT BIBU Panji Sakti yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan rantai pasok komoditas maritim.

Sementara itu, Direktur Utama PT BIBU Agro Maritim Anak Agung Ngurah Alit Kakarsana mengatakan karakteristik komoditas perikanan bernilai tinggi membutuhkan sistem distribusi yang cepat dan efisien.

Menurut Kakarsana, N219 diharapkan dapat menjadi penghubung antara wilayah produksi perikanan di kawasan timur Indonesia dengan pusat perdagangan serta pasar ekspor.

"Produk seperti live seafood dan tuna kualitas sashimi-grade membutuhkan sistem distribusi yang cepat agar memperoleh nilai terbaik di pasar," katanya.

Kerja sama PT BIBU Panji Sakti dengan PTDI sendiri telah dimulai sejak Desember 2025.

Saat itu, kedua perusahaan menandatangani MoU pengadaan tiga unit N219 konfigurasi kargo di Hanggar Aircraft Services PTDI, Bandung.

Dalam kesepakatan awal tersebut, N219 dirancang sebagai feeder aircraft untuk mengangkut komoditas laut dari sejumlah titik sebelum diteruskan menggunakan pesawat berkapasitas lebih besar menuju pasar ekspor.

Direktur Utama PTDI Marsda TNI (Purn.) Gita Amperiawan mengatakan penguatan pasar N219 menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan industri pesawat nasional.

"Kontrak ini menunjukkan bahwa N219 bukan hanya sebuah produk teknologi, tetapi mulai menjadi solusi nyata bagi kebutuhan konektivitas Indonesia," kata Gita.

Ia menilai kebutuhan pesawat yang mampu beroperasi di wilayah kepulauan, daerah terpencil dan kawasan dengan keterbatasan infrastruktur masih cukup besar.

Gita juga mengatakan pengembangan industri dirgantara nasional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari produsen pesawat, operator, pengguna jasa, pemerintah hingga sektor swasta.

N219 Amfibi memiliki kapasitas hingga 19 penumpang dan dapat dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan, termasuk angkutan kargo, evakuasi medis, patroli maritim dan pencarian serta pertolongan (SAR).

Angkatan Darat Australia Mengerahkan AS9 Huntsman dalam Latihan untuk Pertama Kalinya

28 Agustus 2026

AS9 Hunstman SPH beroperasi bersama AS10 Armoured Ammunition Resupply Vehicle (AARV) (photos: Aus DoD)

Angkatan Darat Australia telah mengerahkan howitzer swa-gerak (SPH) beroda rantai AS9 Huntsman kaliber 155 mm/52—yang diproduksi di dalam negeri—dalam latihan lapangan untuk pertama kalinya; hal ini diumumkan oleh Departemen Pertahanan (DoD) Australia pada tanggal 20 Agustus.

Menurut DoD, AS9 tersebut berpartisipasi dalam Latihan 'Pozieres Run', sebuah kegiatan Divisi ke-1 (Australia) yang diselenggarakan di Area Latihan Lapangan Townsville, Queensland, mulai 30 Juli hingga 23 Agustus.


Personel dari Resimen ke-4 Artileri Kerajaan Australia (4 RAA) di bawah Brigade ke-3 menguji platform tersebut dalam serangkaian kegiatan latihan terintegrasi selama latihan berlangsung. Resimen ini bermarkas di Barak Lavarack, Townsville.

Letnan Kolonel Simon Frewin, komandan 4 RAA, menyatakan bahwa transisi dari artileri tarik (*towed artillery*) ke platform swa-gerak akan meningkatkan kemampuan resimen serta memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar bagi para komandan.

Menurut Letkol Frewin, AS9 menawarkan mobilitas dan daya tanggap yang lebih baik dibandingkan howitzer tarik M777 yang saat ini digunakan, sekaligus meningkatkan kemampuan dukungan tembakan brigade.


"Kendaraan ini dapat bergerak dari posisi perlindungan ke posisi tembak dalam hitungan detik, menembakkan peluru lebih cepat daripada M777, dan kembali dengan sangat cepat ke posisi perlindungan. Artinya, jika musuh mendeteksi keberadaan kami, mereka tidak akan sempat merespons sebelum AS9 berpindah ke posisi baru," ujar Letkol Frewin.

Sebelumnya pada bulan Agustus 2026, sebuah upacara resmi di Barak Lavarack, Townsville, menandai dimulainya masa tugas Baterai 106, 4 RAA, sebagai baterai tembakan bergerak terlindung pertama Angkatan Darat Australia. Baterai tersebut telah menerima enam unit SPH AS9 dan satu kendaraan lapis baja pengangkut amunisi AS10.

27 Agustus 2026

Helikopter TNI AU untuk Pertama Kalinya Mendarat di Helideck KRI TNI AL

27 Agustus 2026

Pelaksanakan take off-landing di helideck simulator LPD KRI Makassar di Dermaga Batoe Poron (photos: Skadron Udara 6)



Pelaksanaan Ship Board Operation (SBO) yang dilaksanakan secara terintegrasi dan melibatkan tiga matra TNI (AD, AL dan AU) dilaksanakan di Puspenerbal, Surabaya selama 3 hari pada tanggal 24 s.d. 26 Agustus 2026.


For the first time, main wheel Helikopter TNI AU mendarat di LPD (Landing Platform Deck) KRI Makassar yang berada di Koarmada II.


H-3218 Skadron Udara 6 dengan PIC Letkol Pnb Sofan Hasani, S.E. sebagai perwakilan TNI AU dalam latihan Integrasi SBO di Puspenerbal dan disupervisi langsung oleh Danwingud 2.1 Grup 2 Heli, Kolonel Pnb A. Mauludin Mulyono, S.E.


Kegiatan yang diawali dengan kegiatan Klasikal/Ground school di Skadron Udara 400, kemudian dilanjutkan hari berikutnya melaksanakan take off-landing di helideck simulator serta siluet Kapal Induk Garibaldi, dan diakhiri dengan take off-landing di LPD KRI Makassar di Dermaga Batoe Poron.


Latihan ini merupakan rangkaian HUT TNI memdatang dalam rangka mempersiapkan Naval Parade dan peresmian Kapal Induk Garibaldi yang nantinya akan berubah nama menjadi KRI Gajah Mada.


Kualifikasi Ship Board Operation dengan legalitas Fly deck certificate yang diterima penerbang Grup 2 Heli khususnya bagi Skadron Udara 6 menjadi modal matang untuk menjawab tantangan bagi kesiapan operasi di masa yang akan datang.

MOF Tinjau Tadbir Urus dan Kesiapsiagaan Aset Su-30MKM di Gong Kedak

27 Agustus 2026

Rudal udara-ke-udara, rudal anti radiasi dan rudal anti kapal yang melengkapi Su-30MKM (photo: TUDM)

GONG KEDAK - Pengurusan aset, alat ganti serta tahap kesiapsiagaan pesawat Su-30MKM menjadi fokus lawatan pemantauan Bahagian Pengurusan Aset Awam (PAM), Kementerian Kewangan (MOF) ke Pangkalan Udara Gong Kedak.

Pemantauan dilaksanakan bagi menilai aspek tadbir urus, pengurusan dan penyelenggaraan aset agar terus mematuhi dasar serta tatacara pengurusan aset Kerajaan yang berkuat kuasa. Lawatan ini juga memberi peluang kepada MOF untuk melihat secara langsung peranan aset TUDM dalam mendukung keupayaan pertahanan udara serta menjaga keselamatan dan kedaulatan negara.

Delegasi seramai 20 orang pegawai itu diketuai oleh Setiausaha Bahagian Pengurusan Aset Awam, YBhg. Datuk Alan bin Abdul Rahim serta melibatkan wakil Bahagian Perolehan Kerajaan (BPK) dan Pejabat Belanjawan Negara (NBO).

Lawatan turut disertai oleh Timbalan Ketua Setiausaha (Pengurusan), Kementerian Pertahanan (MINDEF), YBhg. Datin Roszanina binti Wahab bersama Timbalan Setiausaha Bahagian Kewangan, Puan Mas Sakdah binti Kamaruzzaman dan Ketua Penolong Setiausaha Cawangan Pengurusan Aset, Encik Zul Azri bin Abdullah.

TUDM pula diwakili oleh Panglima Operasi Udara, Leftenan Jeneral Dato’ Masro bin Kaliwon TUDM, Panglima Bantuan Udara, Mejar Jeneral Dato’ Ahmad Khusairi bin Ahmad Fadli TUDM dan Asisten Ketua Staf Materiel, Brigedier Jeneral Norizan binti Wahab TUDM.

Ketibaan delegasi telah disambut oleh Komander Pangkalan Udara Gong Kedak, Kolonel Hasfa Nyzam bin Abdul Hamid TUDM bersama Pegawai Eksekutif Pangkalan.

Selepas menerima taklimat ringkas mengenai pengoperasian pangkalan, delegasi dibawa meninjau pesawat Su-30MKM di Tactical Shelter No. 12 Skn dan Sistem Misil di Terminal Peluru 4.

Delegasi turut meninjau kemudahan Automated Storage and Retrieval System (ASRS) di MATRA 3 yang digunakan bagi pengurusan alat ganti serta Pusat Simulator Su-30MKM.

Tinjauan secara langsung ini memperkukuh kefahaman bersama antara MOF, MINDEF dan TUDM mengenai keperluan pengurusan aset pertahanan, sekali gus memastikan aset strategik negara diurus secara berkesan, berintegriti dan sentiasa berada pada tahap kesiapsiagaan yang optimum.

Singapore MINDEF Signs Contract to Acquire Two Landing Crafts

27 Agustus 2026


Vessels built by Penguin International shipyard (photo: Dymon Asia)

The Ministry of Defence (MINDEF) has signed a contract with Penguin International Limited to construct two landing crafts, intended to progressively replace the Republic of Singapore Navy’s (RSN) ageing Fast Craft Equipment and Personnel (FCEP) and Fast Craft Utility (FCU) vessels, which have been in service for more than 30 years.


 

The landing craft will be assessed for its suitability to meet the RSN’s operational requirements before any decision is made on the full replacement of the FCEP and FCU. This reflects MINDEF’s progressive approach towards capability development, ensuring that new platforms are rigorously evaluated before full fleet replacement.

 

Delivery of the craft is expected from 2029.


(RSN)