18 Agustus 2026

Boeing A-7307 Tuntaskan Check D di Sathar 14

18 Agustus 2026

Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) ketika masuk dan keluar Sathar 14 Depohar 10, Bandung (photos: Sathar 14)

Bandung – Sathar 14. Letkol Tek Syahprial Rahman, secara langsung menyerahan Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) kepada Skadron Udara 17 yang diwakilkan Mayor Pnb Andreas. Giat berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, pada kamis (13/08/2026), dengan penuh kebanggaan.


Pesawat Kencana 07 sebelumnya telah menyelesaikan pemeliharaan berat “Check D”, yakni pemeliharaan berkala tingkat tinggi yang memiliki interval delapan tahun. Proses ini dilaksanakan selama enam bulan penuh oleh para teknisi berpengalaman dari Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Check D merupakan salah satu tahap pemeliharaan paling kompleks dan mendalam untuk memastikan kesiapan pesawat secara menyeluruh sebelum kembali mendukung operasi penerbangan.


Setelah seluruh rangkaian pemeliharaan selesai, Pesawat A-7307 juga berhasil melaksanakan tahapan Uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi tanpa kendala. Hasilnya, Kencana 07 dinyatakan laik terbang dan siap kembali menjalankan tugas-tugas penting yang diembankan oleh TNI Angkatan Udara.


Dengan tuntasnya pemeliharaan tingkat berat ini, Pesawat A-7307 secara resmi kembali ke satuannya untuk mendukung operasional Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini siap memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP serta menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas operasi strategis di lingkungan TNI AU.

Australian Army Tigers ARH in Malaysia for Exercise Keris Strike 26

18 Agustus 2026

Australian Army Tiger ARH pilots from 1st Aviation Regiment prepare for a flying mission during Exercise Keris Strike 26 in Sabah, Malaysia (photos: Aus DoD)

Tigers show their stripes in Malaysia
Members of Task Unit Marlin and 2/30 Training Group contributed aviation and ground-based capabilities respectively to Exercise Keris Strike for three weeks in July.

The annual multilateral army exercise comprised units and assets from Malaysia, the United States and Australia.

CO 2/30 Training Group Lt-Col Adam Seary has seen the exercise grow from a modest infantry contribution as part of the Rifle Company Butterworth (RCB) rotations, to the deployment of a combined arms regional combat team.

This year it was supported by an aviation unit of armed reconnaissance helicopters.


“This year we're very pleased to have the opportunity to return to Kota Belud with a more capable and credible infantry combat team, augmented with attack aviation elements from Aviation Command,” Lt-Col Seary said.

Maj Rhys Davies, of 1st Aviation Regiment, led Task Unit Marlin, which largely comprised of members from 162 Reconnaissance Squadron out of Darwin.

“The ARH Tiger can perform offensive air support reconnaissance roles, and escort roles – it’s a pretty versatile aircraft,” Maj Davies said.

“The reason we brought Tigers to Keris Strike is to fit into a larger aviation task force.”


The task force was led by the US Army’s 2nd Combat Aviation Brigade, which brought UH-60M Black Hawks and HH-60M medevac helicopters.

US Lt-Col Mike Poling, Cmdr of Task Force Nightcard, said the Black Hawk as their all-utility mover of equipment and personnel.

“It is the most proliferated helicopter in the United States Army, and it can do a wide range of things – from air assault to standard movement of cargo,” Lt-Col Poling said.

“We also have specially outfitted medevac helicopters.


“Combined rehearsals are just an invaluable way to see those tactics, techniques and procedures brought together in real life.”

Exercising in this region also exposed the US and Australian participants to a more challenging battlespace.

'Being able to come out to exercise the live-fire, for example, is not something we would normally be able to do back home.'


Brig. Gen. Karin Watson, Adjutant General Guam National Guard
On a visit to her troops, Adjutant General of the Guam National Guard Brig. Gen. Karin Watson said it was a great opportunity for them to do what they normally did – in a garrison environment – in a field environment at a much larger scale.

“One of the challenges that we have in Guam is space and land,” Brig. Gen. Watson said.

“Being able to come out to exercise the live-fire, for example, is not something we would normally be able to do back home.


“Being able to come out here and really hone our skills in an austere environment – that maybe work on a tactical level and bring it up to a more collective level – pays huge dividends for us.”

The exercise also engendered cohesion building.

“Working with the Malaysians has been fantastic. Malaysian Army, and not to mention the Malaysian civilian organisations, have provided a great deal of assistance throughout the exercise,” Maj Davies said.

“We are continuing to develop the coalition relationship we have with the US Army as well. Working with them is very smooth, just like plugging in and getting on with the job.”
 
Director Malaysian Army Aviation Brigadier General Mohd Zaki bin Abu visits Australian Army personnel to tour the Tiger ARH during Exercise Keris Strike in Sabah, Malaysia (photo: Aus DoD)

Lt-Col Poling concurred.

“Just through shared hardships we naturally form friendships, which ultimately on the battlefield or through humanitarian relief will pay dividends if we ever were called on in a real-world scenario,” he said.

The exercise culminated with a live-fire demonstration, comprising infantry and artillery live-fire on the ground, and a live-fire and flight from the Black Hawks and Tigers in the air. 


Seluruh Helikopter AW 109 Night Hawk AU Filipina akan Dialihkan ke Coast Guard

18 Agustus 2026

Dua helikopter serang ringan AW 109 PAF bernomor ekor 816 dan 823 disiapkan sebagai tahap pertama yang akan diserahkan ke PCG (photo: PAF)

Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force-PAF) akan mengalihkan seluruh helikopter serang ringan AW 109 Night Hawk miliknya kepada Philippine Coast Guard-PCG/Penjaga Pantai Filipina.

Rencana pengalihan seluruh delapan unit heliopeter tersebut akan secara bertahap, dua unit awal dari total delapan helikopter akan dilakukan transisinya dalam waktu dekat.

Kendala pada Gun Pod
Wing Serang ke-15 (15th Strike Wing) PAF—unit yang mengoperasikan AW109E sebagai helikopter bersenjata—mengalami kendala operasional sejak helikopter tersebut mulai digunakan, khususnya saat menggunakan gun pod (pod senjata) dimana hentakan balik (recoil) dari senapan mesin berat tersebut merusak sensor helikopter dan berisiko menimbulkan masalah struktural pada helikopter dalam jangka panjang.

Kendala ini tidak dijumpai saat helikopter menembakkan roket, karena peluncuran roket tidak menghasilkan efek hentakan balik yang sama kerasnya terhadap badan helikopter. 

PAF tetap menginginkan adanya senapan mesin sebagai bagian dari persenjataan helikopter serang mereka, dan dalam hal ini, AW109E Nighthawk dinilai tidak cocok untuk tugas tersebut.

Dengan adanya perkembangan ini, diperkirakan PAF akan mencari pengganti bagi AW109E Nighthawk. Langkah paling logis adalah mengakuisisi helikopter serang baru, seperti TAI T129B ATAK yang saat ini sudah dioperasikan oleh Wing Serang ke-15.

Saat ini, Skuadron Serang ke-18 (18th Attack Squadron) PAF hanya mengoperasikan enam helikopter serang T129B ATAK, dan mereka diperkirakan akan menjadi prioritas utama jika DND (Departemen Pertahanan Nasional) dan PAF memutuskan untuk mengakuisisi unit tambahan.

17 Agustus 2026

Bushmaster Diposisikan untuk Peran 'Kapal Induk' bagi Sistem Darat Otonom

17 Agustus 2026

UGV Guardian Angel buatan Thales Australia bersanding dengan Bushmaster PMV (photos: Thales)

Thales Australia memosisikan kendaraan mobilitas terlindung (PMV) Bushmaster 4x4 sebagai "kapal induk" untuk operasi darat otonom di masa depan, demikian disampaikan juru bicara perusahaan kepada Janes.

Konsep ini terkait dengan kendaraan darat tak berawak (UGV) Guardian Angel buatan Thales Australia, yang diperkenalkan pada bulan Agustus 2026.

Menurut juru bicara tersebut, Guardian Angel telah menjalani uji coba penembakan langsung serta dapat dikerahkan, dikendalikan, dan didukung dari kendaraan Bushmaster, tergantung pada kebutuhan misi dan tingkat otonomi yang diterapkan pada UGV tersebut.

Juru bicara itu mengatakan bahwa Bushmaster 5.6—yang juga dikenal sebagai varian utilitas Bushmaster Mulga—telah dirancang dengan kemampuan "interoperabilitas dalam sistem kerja sama tim yang kompleks", seraya menambahkan bahwa armada Bushmaster yang saat ini beroperasi tetap "sangat mudah disesuaikan di berbagai varian".

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa varian utilitas Bushmaster Mulga juga dapat bertindak "sebagai titik kendali, sekaligus platform transportasi untuk mengerahkan UGV tersebut".


Bushmaster Mulga diperkenalkan oleh Thales Australia pada bulan Juni di ajang Eurosatory 2026 di Paris; dalam acara tersebut, perusahaan menampilkan kendaraan ini sebagai anggota generasi berikutnya dari keluarga Bushmaster.

Menurut juru bicara Thales Australia, UGV Guardian Angel yang baru ini merupakan "prototipe pembuktian konsep" yang dikembangkan melalui kerja sama dengan perusahaan lokal, Chaos 1 dan W&E Platt, untuk menunjukkan kemampuan Australia dalam mengembangkan teknologi otonom.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pelajaran yang diperoleh dari program ini telah diterapkan pada "platform otonom yang lebih kompleks dan berkemampuan tinggi".

Menurut juru bicara tersebut, UGV Guardian Angel mampu mengintegrasikan stasiun senjata kendali jarak jauh (RWS) dan efektor lainnya, termasuk minigun buatan W&E Platt. Ia menambahkan bahwa desain modular platform ini memungkinkannya dikonfigurasi untuk keperluan logistik, evakuasi korban, dan peran pendukung lainnya.

Batekhan Kemhan Teken MoU Pengembangan Teknologi Rantis Fortes H.V 9.0.

17 Agustus 2026

Rantis Fortes H.V 9.0. lansiran PT ESM yang akan dikembangkan (photo: ESM, Batekhan)

Kabatekhan hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Mengenai kerja sama pengembangan Teknologi Kendaraan Taktis Militer Terbaru Fortes H.V 9.0.


Prosesi Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh pihak Batekhan Kemhan bersama jajaran Direksi PT. ESM (Elang Sukses Mardika) selaku mitra industri Pertahaanan dalam negeri.


Langkah taktis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan teknologi serta modernisasi alutsista TNI, sekaligus mempromosikan industri Pertahanan Nasional menjadi lebih kompetitif di kancah global.

PAF, JASDF Strengthen Air Interoperability through Joint Flight

17 Agustus 2026

PAF’s FA-50 and a JASDF E-2D (photos: PAF)

The Philippine Air Force (PAF) and Japan Air Self-Defense Force (JASDF) reinforced their growing defense partnership through a joint flight involving PAF’s FA-50 and a JASDF E-2D within Philippine airspace, as the Japanese contingent returned home following its participation in Exercise Pitch Black 2026.


More than a coordinated flight, the activity demonstrated the two air forces’ growing interoperability, operational coordination, and readiness to work alongside one another—capabilities essential to strengthening collective responses to evolving regional security challenges.

The joint activity further underscores the PAF’s commitment to expanding engagements with like-minded partners, enhancing its operational capabilities, and contributing to a more secure, stable, and resilient regional air environment.

(PAF)

16 Agustus 2026

HIMARS Arrives at the School of Artillery

16 Agustus 2026

HIMARS arrives at the Australian Army - School of Artillery (photo: Australian Army

The School of Artillery has welcomed the arrival of High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) platforms, marking another significant step in the evolution of the Australian Army’s long-range fires capability.

With HIMARS now incorporated into full-time training at the School of Artillery, our people will develop the knowledge and skills required to operate, support and employ this capability as it continues to be introduced into service.

The integration of HIMARS into training represents an important shift for Australian Artillery—building the workforce, expertise and readiness required to deliver long-range precision fires in support of the future force.

New capability. New skills. Greater reach.