07 November 2026

Dua Hlikopter AW139 Baharu Perkukuh Keupayaan Operasi Udara JBPM

07 November 2026

Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) menerima 2 buah helikopter AW139 baharu (photos: KPKT

SUBANG - Kementerian Perumahan dan Kerajaan Tempatan (KPKT) terus memperkasa keupayaan operasi udara Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) menerusi penambahan dua (2) buah helikopter AW139 baharu yang dilengkapi Perkhidmatan Perubatan Kecemasan Helikopter (HEMS), menjadikan keseluruhan aset udara JBPM kini sebanyak 10 buah helikopter.

Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan, YB Tuan Nga Kor Ming berkata, penambahan aset strategik ini dijangka meningkatkan keupayaan pengoperasian Bahagian Udara JBPM daripada 50 peratus kepada 85 peratus, sekali gus memperkukuh kesiapsiagaan pasukan dalam melaksanakan misi menyelamat dan kecemasan.

“Penambahan dua helikopter AW139 ini bukan sekadar memperkukuh aset udara JBPM, tetapi meningkatkan keupayaan kita untuk bertindak lebih pantas dalam menyelamatkan nyawa dan melindungi keselamatan rakyat,” kata beliau.


Helikopter berkenaan akan menyokong pelbagai misi termasuk pemadaman kebakaran hutan, operasi mencari dan menyelamat (SAR), pemindahan pesakit (MEDIVAC), ambulans udara (Air Ambulance) serta sokongan logistik.

Bagi memastikan pengoperasian yang optimum, seramai 12 juruterbang dan 12 kru penerbangan turut menjalani latihan khusus untuk mengendalikan aset baharu ini.

Penambahan aset ini mencerminkan komitmen Kerajaan MADANI dalam memodenkan aset dan memperkukuh kepakaran JBPM, sekali gus memastikan perkhidmatan penyelamatan negara lebih pantas, cekap dan berkesan demi melindungi nyawa serta menjamin keselamatan rakyat.

PAF Decommissions UH-1H Helicopters After Nearly Six Decades of Service

07 November 2026

Decommissioning ceremony of its UH-1H helicopter (photos: PAF)

The Philippine Air Force (PAF) held the Decommissioning Ceremony of its UH-1H helicopter fleet on November 5, 2026, at Brigadier General Benito N Ebuen Air Base, Lapu-Lapu City, Cebu. The ceremony marked the retirement of the aircraft type from PAF service, bringing to a close a legacy that began with the arrival of the first four UH-1H helicopters at Villamor Air Base on March 29, 1969.


The PAF leadership, led by the Commanding General, Philippine Air Force, Lieutenant General Arthur M Cordura PAF, joined the ceremony to honor the contributions of the UH-1H fleet throughout its nearly six decades of service.


Over the years, the helicopters supported various military operations and humanitarian efforts across the country, reflecting the dedication and professionalism of generations of pilots, aircrew, and maintenance personnel who operated and sustained them.


As the PAF continues its modernization and capability development efforts, the decommissioning marks the end of an important chapter in its history. The UH-1H's legacy of service and the dedication of the personnel behind it will remain part of the institution's enduring heritage.

(PAF)

PT DI Serahkan Kembali Helikopter Bell 412 EPI Kepada TNI AD

07 November 2026

Bell 412 EPI, nomor ekor HA-5227 (photo: PT DI)

Hari ini, kami dengan bangga mengirim kembali Bell 412 EPI, nomor ekor HA-5227, ke Angkatan Darat Indonesia setelah pemeliharaannya yang sukses di PTDI.

Dukungan oleh tim kami yang presisi dan dedikasi, pesawat ini siap untuk terbang dan mendukung setiap misi yang akan datang.

06 November 2026

RSAF and the IAF Conclude Inaugural Patkor Indopura 2026

06 November 2026

Patkor Indopura 2026 (photos: RSAF, TNI AU)

The Republic of Singapore Air Force (RSAF) and the Indonesian Air Force (TNI AU) have conducted the first joint fighter air patrol from 3 to 4 November 2026 as part of the inaugural Patkor Indopura. Two F-16 fighter aircraft from each air force participated in the operation.

The joint air patrol underscores both air forces' shared commitment to safeguarding their borders against transnational terrorism threats. As part of the operation, both air forces conducted combined briefings, exercised standing operating procedures, and patrolled the airspace along the border of Singapore and Indonesia together. The conduct of the joint air patrol also strengthened cooperation and deepened mutual trust and understanding between the RSAF and TNI AU.

Chief of the RSAF, Major-General (MG) Kelvin Fan, and the Chief of Staff of TNI AU, Air Chief Marshal Mohamad Tonny Harjono both participated in the joint patrol, flying in their respective nation’s fighter aircraft.

Emphasising the significance of the inaugural operation, MG Fan said, “This inaugural Patkor Indopura is a special milestone for our air forces. To be able to conduct this joint patrol together shows the trust, friendship and the professionalism between the two air forces.”

Patkor Indopura underscores the close and long-standing bilateral defence ties between Singapore and Indonesia. In addition to Patkor Indopura, the two air forces regularly engage in bilateral exercises, such as Exercise Elang Indopura, Exercise Camar Indopura and Exercise Manyar Indopura, as well as high-level visits, professional exchanges and cross-attendance of courses. These interactions serve to reinforce mutual understanding, strengthen friendships, and enhance interoperability between the two air forces.

(Sing Mindef)

Brunei Terima 16 Kendaraan Auto Tactical Cendana

06 November 2026

Penyerahan 16 kendaraan Auto Tactical Cendana kepada TDDB (photo: TBBD)

Tentera Darat Diraja Brunei (TDDB) telah mengadakan majlis penyerahan 16 buah Light Strike Vehicles (LSV) kepada unit-unit TDDB bertempat di Padang Kawad 1Bn TDDB, Berakas Garison, pada 25 September 2026 lalu. 

Hadir pada majlis tersebut ialah Pemerintah TDDB, Brigedier Jeneral Aldi bin Haji Hassan. Turut hadir ialah Pemangku Timbalan Pemerintah TDDB, Pegawai-pegawai Kanan dan pegawai-pegawai TDDB.

Menurut sumber, Cendana Auto Sdn Bhd, Malaysia, telah berhasil menyegel ekspor enam belas unit ARTAC Weapon Carriers mereka ke Brunei. Kesepakatan Royal Brunei Defense diperoleh melalui Brunei Engineering Logistic and Training Solutions (BELTS)

Pangkodau III Tinjau Pembangunan Fasilitas di Lanud Manuhua, Dukung Kesiapan Operasional Pesawat CH-4

06 November 2026

Lanud Manuhua, Biak, Papua Barat untuk operasional pesawat tanpa awak CH-4 (photos: Kodau III)

(Biak-Penkodau III) Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara III (Pangkodau III) Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D., S.Sos., M.M., M.Han., meninjau langsung pembangunan fasilitas pendukung operasional pesawat CH-4 di Lanud Manuhua, Biak, didampingi Komandan Lanud Manuhua Marsma TNI Rohmat Kusmayadi, S.Sos., M.Soc.Sc.


Pembangunan yang telah dimulai sejak September 2025 ini mencakup sejumlah fasilitas, di antaranya landasan pacu (runway) sepanjang 2 KM dengan lebar 30 meter, hanggar, serta menara pengawas lalu lintas udara (tower). Seluruh fasilitas tersebut dipersiapkan untuk menunjang kebutuhan operasional pesawat CH-4, baik dalam aktivitas penerbangan maupun penempatan dan pemeliharaan pesawat.


Dalam peninjauan ini, Pangkodau III melihat secara langsung perkembangan pembangunan serta kondisi fasilitas yang tengah dikerjakan. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan dan mampu mendukung kesiapan infrastruktur dalam rencana pengoperasian pesawat CH-4 di wilayah Kodau III.


Turut hadir dalam peninjauan tersebut Asisten Logistik (Aslog) Kaskodau III Kolonel Tek Yekti Sulistyo N., S.T., Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Kaskodau III Kolonel Lek Febri Eko Hadi P., S.E., serta Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Kodau III Mayor Kal Febri Saputro, S.S.T.Han.

05 November 2026

Australia Akan Mempensiunkan 2 Kapal Huon Class MCMV Terakhir

05 November 2026

Kapal MCMV Huon class (photo: RAN)

Royal Australian Navy akan mempensiunkan dua kapal penyapu ranjau kelas Huon terakhir mereka lebih awal, sebagai bagian dari kebijakan Albanese.

Dari enam kapal penyapu ranjau kelas Huon yang pernah dimiliki, kini hanya tersisa dua, yakni HMAS Yarra dan HMAS Diamantina. 

Dokumen Integrated Investment Program (IIP) tahun 2024 telah mengisyaratkan bahwa tidak akan ada penggantian kapal dengan jenis yang serupa, sehingga tugas pembersihan ranjau di pelabuhan nantinya akan diserahkan kepada tim kendaraan bawah air otonom (Autonomous Underwater Vehicle/AUV) yang dapat dikerahkan secara fleksibel.