11 Agustus 2026

KRI Golok-688 Kunjungi Kodaeral VI di Makassar

11 Agustus 2026

Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Golok-688 (photos: Kodaeral VI)

Pada hari Minggu tanggal 09 Agustus 2026, KRI Golok-688, Kapal Cepat Rudal (KCR) berteknologi trimaran (tiga lambung) yang punya kemampuan siluman (stealth), menyapa langsung masyarakat di NBOD Kodaeral VI.

Buat warga Kota Makassar yang penasaran sama kekuatan maritim Indonesia, ini adalah kesempatan langka buat kenal lebih dekat dengan alutsista canggih milik TNI Angkatan Laut.


Kapal luar biasa ini dibangun menggunakan bahan komposit serat karbon pilihan yang membuatnya super ringan, tahan korosi, dan yang paling keren: sulit dideteksi oleh radar musuh! Gak cuma itu, KRI Golok-688 juga dibekali spesifikasi sangar yang mempunyai kecepatan maksimum: 28 knot (Kecepatan jelajah 16 knot) dengan sistem persenjataan: Meriam kaliber 30 mm, Senapan mesin 12,7 mm, serta diproyeksikan membawa rudal anti-kapal modern.


Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran KRI Golok-688 di Makassar merupakan wujud nyata keterbukaan TNI AL sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk melihat langsung kemajuan teknologi pertahanan laut Indonesia.

"Kehadiran KRI Golok-688 di tengah masyarakat Makassar bukan sekadar pameran alutsista, tetapi juga wujud kecintaan dan kebanggaan kita bersama terhadap kekuatan maritim TNI Angkatan Laut. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para generasi muda, untuk datang, melihat langsung, dan menumbuhkan semangat kebaharian di dalam diri mereka," ujar Dankodaeral VI.


Adapun rangkaian acara dan atraksi spektakuler lainnya pada event NBOD ini antara lain Fun Bike, Open Ship, Atraksi Terjun Payung, Joy Sailing, Penampilan Drumb Band dan Stand Bazar Kuliner UMKM.

Lockheed Martin Partners With Australian Submarine Agency on Combat Systems Integration for Virginia‑Class Fleet

11 Agustus 2026

Virginia class submarine (photos: ASA)

Bethesda, Md., – The Australian Submarine Agency (ASA) has awarded Lockheed Martin (NYSE: LMT) a two‑year AUD$26.5 million contract to create a sovereign Combat Systems Integration (CSI) capability for Australia’s future Virginia‑class submarines under the AUKUS partnership.

Australian engineers will be supported by U.S.-based Virginia-class submarine subject-matter experts, to accelerate capability development and build a sustainable, sovereign integration capability for the future force.

“Australia is building a sovereign undersea capability that will serve its national security for decades to come,” said Devon Rodgers, vice president and general manager of Undersea Mission Systems at Lockheed Martin. “We’re honored to support that effort by applying our extensive combat system integration expertise to the AUKUS alliance, supporting the technical foundation for Australia’s future nuclear-powered submarines.”


Together with the ASA, Lockheed Martin will conduct a market analysis of Australia’s supply‑chain needs for the Virginia‑class combat system integration effort, identifying opportunities for existing and new local suppliers to join the global supply chain and deepen industry partnerships.

The contract will add more than 20 CSI engineering jobs to support initial work in Western Australia, expanding the company’s maritime combat‑systems and integrated air‑and‑missile‑defense workforce of over 470 specialists.

“Combat systems integration is fundamental to delivering a highly advanced, secure and operationally dominant submarine fleet.” said Jeremy King, Lockheed Martin Australia and New Zealand chief executive.

“This partnership will strengthen our ability to operate seamlessly with allies and deepen the AUKUS industrial base collaboration while contributing to a secure and stable Indo-Pacific.”

10 Agustus 2026

Filipina Menerima Kiriman Terakhir Helikopter Blackhawk

10 Agustis 2026

Lima helikopter S-70i PAF tiba setelah diangkit dengan pesawat Antonov An-124 Ruslan (photo: Antonov Airlines)

Angkata Udara Filipina masih memiliki batch terakhir yang terdiri dari lima unit helikopter combat utility S-70i Black Hawk, bagian dari total 32 unit yang dipesan oleh Departemen Pertahanan Nasional dari PZL Mielec, anak perusahaan Lockheed Martin di Polandia.

Sebuah pesawat angkut kargo berat komersial Antonov An-124 Ruslan mendarat kemarin di Pangkalan Udara Clark membawa kelima helikopter terakhir tersebut. Helikopter-helikopter ini selanjutnya akan menjalani perakitan akhir dan pemasangan perlengkapan, uji darat dan uji terbang, serta pemeriksaan lainnya sebelum resmi masuk dalam jajaran operasional Angkatan Udara Filipina (PAF).

Setelah resmi beroperasi, jumlah total armada S-70i Black Hawk milik PAF akan mencapai 47 unit. Selain itu, PAF masih mengoperasikan satu unit helikopter S-70A-5 Black Hawk era 1980-an yang digunakan oleh Grup Pencarian dan Penyelamatan (Search and Rescue Group)  ke 505.

Kapal Ketiga LMS Batch 2 Tunku Osman Jewa Diluncurkan

10 Agustus 2026

Seremoni peluncuran LMS Batch 2 kapal ketiga KD Tunku Osman Jewa 143 (photos: TLDM)

ISTANBUL - Industri pertahanan dan ketenteraan maritim negara melakar satu lagi pencapaian bersejarah hari ini dengan terlaksananya Majlis Penamaan dan Pelancaran kapal ketiga Littoral Mission Ship Batch 2 (LMSB2) bagi Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM). 

Majlis penuh tradisi ketenteraan ini telah berlangsung di Istanbul Shipyard, Türkiye dengan disaksikan oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Kedah, Al Aminul Karim Sultan Sallehuddin Ibni Almarhum Sultan Badlishah, dan disempurnakan oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultanah Kedah, Sultanah Maliha binti Almarhum Tengku Ariff selaku Royal Sponsor. Kerabat diraja Negeri Kedah turut berangkat mengiringi baginda berdua.

Delegasi Kementerian Pertahanan pula diketuai oleh Panglima Angkatan Tentera, Jeneral Tan Sri Dato’ Seri Haji Malek Razak bin Sulaiman, dan turut disertai oleh Timbalan Ketua Setiausaha (Pengurusan), Datin Roszanina binti Wahab dan Timbalan Panglima Tentera Laut, Laksamana Madya Datuk Ts. Badarudin bin Taha mewakili Panglima Tentera Laut.


Kapal perang moden ketiga dalam siri LMSB2 ini secara rasminya dinamakan sebagai "TUNKU OSMAN JEWA" dengan nombor pennant 143. Penamaan ini merupakan penghormatan tertinggi negara bagi mengenang jasa serta mengabadikan legasi Almarhum Jeneral Tan Sri Tunku Osman bin Tunku Mohammad Jewa, seorang kerabat diraja Kedah dan merupakan Panglima Angkatan Tentera pertama yang dilantik di kalangan anak watan.

Upacara bersejarah pada hari ini melengkapkan tiga siri pelancaran bagi kapal LMSB2 di Istanbul Shipyard. Kemuncak pelancaran kapal ketiga ini menyaksikan ketiga-tiga aset tempur strategik tersebut iaitu TUNKU LAKSAMANA ABDUL JALIL (141), RAJA LAUT (142), dan TUNKU OSMAN JEWA (143) kini bersedia sepenuhnya untuk melangkah ke fasa seterusnya secara serentak.

Kesemua kapal ini akan mula menjalani fasa integrasi sistem penderia, pemasangan sistem peperangan dan persenjataan moden, serta melalui siri penilaian ujian pelabuhan (Harbour Acceptance Trials) dan ujian laut (Sea Acceptance Trials). Momentum pembinaan mengikut jadual ini meletakkan ketiga-tiga kapal ini berada pada landasan yang tepat untuk diserahkan secara rasmi kepada TLDM pada penghujung tahun hadapan.

09 Agustus 2026

Profesionalisme Tim Pendukung Jadi Penentu Kesiapan Misi TNI AU di Exercise Pitch Black 2026

09 Agustus 2026

Kontingen TNI Angkatan Udara pada Exercise Pitch Black 2026 (photos: TNI AU)

Darwin, Australia-Dispenau. Profesionalisme dan sinergi personel pendukung menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapan misi Kontingen TNI Angkatan Udara pada Exercise Pitch Black 2026 di Darwin, Australia. Ground crew, tim ACMI, teknisi pemeliharaan, dan staf administrasi bekerja terpadu memastikan pesawat T-50i Golden Eagle selalu siap melaksanakan latihan.


Ground crew bertugas menyiapkan dan memeriksa pesawat sebelum maupun setelah penerbangan, sementara tim ACMI mendukung pemantauan serta evaluasi manuver udara.


Para teknisi memastikan kondisi pesawat laik terbang sesuai SOP, sedangkan staf administrasi mendukung perencanaan dan koordinasi operasional.


Sinergi seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin kelancaran latihan dan mencerminkan kesiapan TNI AU dalam melaksanakan operasi udara bersama negara sahabat.

Angkatan Laut Kamboja Mulai Pelayaran dengan Fregat Barunya

09 Agustus 2026

Fregat RCNS Koh Kong Senchey 622 (photos: TV Siam Rep)

Sabtu, tanggal  8 Agustus 2026 Yang Mulia Jenderal Tea Seiha, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Nasional, meninjau pelatihan para pelaut Angkatan Laut Kerajaan Kamboja. 

Pelatihan Angkatan Laut berlangsung dengan kapal fregatnya, No. 622 (Koh Kong Senchey), sedang berpatroli di perairan Kamboja—di bawah arahan Yang Mulia Samdech Pichey Sena, Jenderal Bintang Lima (Bintang Emas), Tea Banh, Penasihat Tertinggi bagi Raja Kamboja.

(TV Siam Rep)

08 Agustus 2026

Australia Successful First Flight-test of KR3.0 Solid Rocket Motor

08 Agustus 2026

Koonibba Rising 3.0 solid rocket moto (photos: Aus DoD)

The first successful test flight of a fully Australian-designed and manufactured advanced solid rocket motor has taken place at the Koonibba Test Range near Ceduna, South Australia.

This milestone marks another significant step towards Australia’s sovereign guided weapons capability, demonstrating the ability of Australian industry to design, manufacture, integrate and test rocket motor technologies relevant to future tactical missile systems.

Key facts about the Koonibba Rising 3.0 solid rocket motor: 
-A 100kg-class solid rocket motor.
-Incorporates technologies and design features required for high-performance, military-relevant applications.
-Launched in a flight test conducted by Southern Launch, a South Australian industry partner.
-Rocket motors are a critical component of most missile systems, providing propulsion during flight. 
-Solid rocket motors are generally used for military applications due to their simplicity, high energy density and ability to be stored for extended periods while remaining ready to launch at short notice.


Post-flight analysis confirmed the rocket motor performed as designed throughout the test. The test also successfully demonstrated real-time monitoring of flight vehicle and rocket motor performance data and enabled the recovery of the flight vehicle for inspection and data validation.

This test builds on the successful static firing of the larger-scale DRACO solid rocket motor at Woomera in February 2026.

Koonibba Rising 3.0 was developed through the Advanced Rocket Motor Technology Demonstrator Program program, a partnership between the Defence Science and Technology Group and Thales Australia. The program brings together a network of Australian industry partners involved in component design and manufacturing.


This achievement demonstrates a viable pathway for the domestic development, manufacture, testing and evaluation of future rocket motors, reinforcing Australia’s sovereign industrial capabilities and supporting the delivery of advanced defence technologies.

Quotes attributable to Minister for Defence Industry Pat Conroy:
“This is a significant achievement for Australia’s defence industry and a major step forward in our ability to design, develop and test advanced rocket motor and missile system technologies right here in Australia.

“It showcases the strength of collaboration between Defence, Australian industry and research organisations in delivering cutting-edge capabilities that support our national security and sovereign industrial resilience.”