23 Juli 2026

KN Belut Laut 406 Laksanakan Latihan Penembakan Meriam 30MM, Mitraliur 12,7MM, dan Senjata Ringan

23 Juli 2026

KN Belut Laut 406 laksanakan latihan penembakan (photos: Bakamla)

Batam, Dalam rangka peningkatan kemampuan personel KN Bakamla RI. KN Belut Laut 406 yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Haslul Prio Widiatmoko melaksakan giat Latihan dan Pemanasan Peralatan Teknis dan Senjata. KN Belut Laut 406 bersama KN Bintang Laut 401 melaksanakan latihan penembakan Meriam 30MM, Mitraliur 12,7 MM dan Senjata Ringan di Perairan Batam.


Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Eko Wahjono, S.E., M.M, Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Lukman Kharish, S.T., M.Han beserta tim dari Mabes Bakamla RI.


Dalam kegiatan ini Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI menekankan kepada personel KN Bakamla RI agar selalu tanggap, tangguh, trengginas dalam melaksanaan tugas patroli keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia.

New Home for Uncrewed Aerial Systems

23 Juli 2026

822X Squadron is a Royal Australian Navy Fleet Air Arm squadron established in October 2018. Its role is to trial unmanned aerial vehicles. 822X Squadron is permanently headquartered at HMAS Albatross, located roughly 6 kilometers from the town of Nowra, positioned within the Shoalhaven region on the South Coast of New South Wales, Australia (photos: Aus DoD)

Deputy Prime Minister and Defence Minister Richard Marles visited the newly completed uncrewed aerial systems (UAS) facility at Jervis Bay recently.

The visit displayed the facility’s role in supporting emerging aviation and autonomous systems, as well as the personnel who employ and sustain them.

A-61 Integrator on the stand ready for launch at 822X squadron, Jervis Bay Airfield, NSW (photos: Aus DoD)

Acting Commander Fleet Air Arm Captain Samuel Dale highlighted the significance of modern infrastructure in enabling Defence to adapt to an increasingly complex operating environment.

“These facilities are about more than buildings, they provide the foundation for our people to safely operate, maintain and integrate the next generation of Defence capabilities,” Captain Dale said.

“As our systems evolve, so too must the environments in which our personnel train and work.”


Mr Marles spoke about the recently released 2026 National Defence Strategy and the Government’s investment in autonomous and uncrewed capabilities to enhance Australia’s defence readiness and resilience.

“Autonomous systems will play an increasingly important role in our future force, but technology alone does not deliver capability,” Mr Marles said.

“Our people remain our greatest asset, and investing in them is essential to ensuring these systems achieve their full potential.”


Commanding Officer 822X Squadron Commander Jeffery Choat acknowledged the dedication of the squadron’s workforce and the important role they play in delivering capability outcomes.

“We may be a small team of just 53 personnel, but the professionalism, innovation and commitment demonstrated by our people every day is what makes 822X Squadron successful,” Commander Choat said. 

“This facility will help us continue delivering for Defence well into the future.”

BRIN dan Kemenhan Bahas Potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) untuk Industri Pertahanan

23 Juli 2026

Pembahasan Logam Tanah Jarang untuk Industri Pertahanan (photo: BRIN)

Potensi logam tanah jarang (LTJ) sebagai bahan baku industri pertahanan menjadi salah satu fokus pembahasan dalam audiensi Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan (BIK Intelhan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM), Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Iskandar Zulkarnain, Lampung, Kamis (16/7).

Audiensi tersebut membahas pemanfaatan sumber daya mineral strategis melalui dukungan riset serta pengembangan teknologi ekstraksi dan pemurnian mineral guna mendukung kebutuhan industri pertahanan nasional.

Kepala Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Fajar Nurjaman, mengatakan PRTM BRIN didukung infrastruktur riset yang menunjang pengembangan teknologi pengolahan mineral, termasuk untuk mendukung hilirisasi.

Logam Tanah Jarang (photo: BRIN)

"Fasilitas riset mineral BRIN di Lampung didukung oleh infrastruktur modern yang dioptimalkan untuk mendukung hilirisasi mineral, termasuk potensi ekstraksi tingkat lanjut bagi kebutuhan industri strategis nasional," ujar Fajar.

Dengan kapasitas riset tersebut, Kementerian Pertahanan menyampaikan kebutuhan akan informasi ilmiah mengenai potensi mineral strategis yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pertahanan.

Perwakilan Kementerian Pertahanan, Beny D. Widodo dan Bintang Berliant, menyampaikan bahwa penguatan kemandirian alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi salah satu fokus kementerian. Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian Pertahanan melakukan pendataan potensi mineral strategis di berbagai wilayah Indonesia.

Logam Tanah Jarang (photo: Magnific)

Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin memperoleh gambaran mengenai potensi logam tanah jarang di Lampung yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

"Kami bermaksud mencari tahu secara pasti apakah terdapat kandungan mineral strategis atau Logam Tanah Jarang (LTJ) spesifik di wilayah Lampung yang dapat dipetakan untuk kemudian diolah oleh BRIN demi mencukupi kebutuhan material pertahanan di masa depan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Ahli Madya BRIN, Fika Rofiek Mufakhir, memaparkan potensi ekonomi pengembangan logam tanah jarang di Indonesia. Paparan tersebut mencakup karakteristik LTJ, kegunaannya, tren harga komoditas global, perkembangan riset BRIN, serta pengembangan teknologi ekstraksi dan pemurnian sebagai bagian dari pengembangan teknologi mineral kritis.

Logam Tanah Jarang/Rare Earth Element Indonesia (infographic: BRIN)

Fika juga menjelaskan bahwa logam tanah jarang memiliki berbagai aplikasi dalam industri berteknologi tinggi, termasuk sektor pertahanan.

"Logam tanah jarang dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi strategis, mulai dari komponen pemandu rudal, sistem radar, hingga komponen alutsista yang memerlukan material berkekuatan tinggi," jelas Fika.

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang pertukaran informasi mengenai kebutuhan material sektor pertahanan, potensi mineral strategis di Lampung, serta kapabilitas riset BRIN dalam teknologi ekstraksi dan pemurnian mineral. 

Pertukaran informasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam penjajakan kerja sama riset guna mendukung pemanfaatan mineral strategis bagi kebutuhan industri pertahanan nasional. 

22 Juli 2026

Leonardo, PT ESystem Solutions and the Indonesia MoD Sign Letter of Intent for AW149 Helicopters to Meet Naval Rotorcraft Requirements

22 Juli 2026

AW149 helicopter for search and disaster relief for the Indonesian Navy (photo: Leonardo)

Farnborough, Leonardo, PT ESystem Solutions and the Ministry of Defence of the Republic of Indonesia (MoD) today announced the signing of a Letter of Intent (LOI) for the supply and support of naval helicopters for the Indonesian Navy. The agreement also includes plans to develop local technical assistance, maintenance, completion and training capabilities.
 
If followed by a contract, this could lead to the supply of AW149 helicopters for search and rescue and disaster relief, for both land-based and embarked operations. The programme supports Indonesia's naval modernisation programme, strengthening its emergency response capabilities. It would also further expand the presence of Leonardo in the Indonesian helicopter market particularly in rescue, law enforcement and passenger transport requirements.
 
The LOI highlights the growing partnership between Leonardo and PT ESystem Solutions, following the launch of the Indonesia’s M-346 F Block 20 light fighter programme. It shows continued confidence by Indonesia's MoD in Leonardo’s products and technologies as well as in the company’s commitment to providing a major contribution to the growth of the country's national aerospace and defence industry.
 
The AW149 is a latest generation multirole medium weight military helicopter designed to meet the most demanding needs of armed forces and is in service internationally to perform a wide range of mission including tactical transport, utility, close support, MEDEVAC/CASEVAC, SAR and Combat Search and Rescue. Its selection in Indonesia would further strengthen its presence in Southeast Asia.

Penerbang T-50i Golden Eagle TNI AU Jalani Latihan DBFM pada Pitch Black 2026

22 Juli 2026

Pesawat T-50i Golden Eagle TNI saat Latihan Pitch Black 2026 (photos: TNI AU, Aus DoD)

Penerbang pesawat tempur T-50i Golden Eagle TNI Angkatan Udara mengikuti latihan Dissimilar Basic Fighter Maneuver (DBFM) dalam rangkaian latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di wilayah udara Darwin, Australia, Senin (20/7/2026).
 

Latihan ini menjadi bagian dari Air Maneuver Exercise (AMX) untuk meningkatkan pemahaman taktis, kemampuan tempur udara, serta interoperabilitas dengan angkatan udara negara sahabat sebelum memasuki skenario latihan yang lebih kompleks.


Pada sesi DBFM, para penerbang TNI AU mempelajari karakteristik dan performa berbagai jenis pesawat tempur, prosedur penerbangan, komunikasi, serta tata cara operasi di wilayah udara Darwin. Sebagai bagian dari Force Integration Training (FIT), penerbang T-50i melaksanakan latihan bersama penerbang pesawat F-16D milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) dan F-35A Japan Air Self-Defense Force (JASDF).


Keikutsertaan TNI AU dalam Pitch Black 2026 mencerminkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, serta memperkuat kerja sama dan interoperabilitas dengan angkatan udara negara-negara sahabat.

Leonardo, PT ESystem Solutions and the Indonesia MoD Sign Twelve M-346 F Block 20 Aircraft Procurement Contract to Meet Indonesian Air Force Training and Combat Requirements

22 Juli 2026

Indonesia signed contract for 12 M-346 F Block 20 aircraft (photos: Leonardo)

Farnborough,  Leonardo and PT ESystem Solutions Indonesia today announced the signing of a contract to provide the Ministry of Defence (MoD) of the Republic of Indonesia with 12 Leonardo M-346 F “Block 20” multirole light fighter aircraft to meet Indonesian Air Force operational requirements. The contract, which follows the Letter of Intent (LOI) announced in February this year, includes the localisation of a range of support, maintenance, overhaul and training capabilities as well as human capital development. Deliveries are expected to start in 2030.

The programme will provide a major contribution to the Indonesian MoD’s aircraft fleet modernization plan, leveraging the M-346 advanced technology and performance. The M-346 F Block 20 will provide multirole combat capabilities and enable advanced training for Indonesian pilots.   

Indonesia will be the 23rd user of the M-346. The contract also introduces the new “Block 20” standard in Asia, following Europe and North America. Just eight months after the first order, strong and rapid global demand for the latest version of the aircraft clearly demonstrates it is meeting customer requirements. 

The strong partnership with PT ESystem confirms Leonardo’s commitment to establishing solid, enduring collaborations, and to supporting the Indonesian aerospace and defence industry with significant localised benefits. 

Lorenzo Mariani, Leonardo CEO and General Manager said: “The introduction of the M-346 F in Indonesia provides clear evidence not only of the aircraft system's inherent quality but also of the country’s continued and yet growing trust in our capabilities across domains. We’re here to stay and further expand our contribution and engagement, in both established and new sectors, to deliver the level of technology the country requires in its long-term aerospace and defence development roadmap.”

The new M-346 F “Block 20” light fighter configuration standard will be equipped with cockpits featuring a Large Area Display (LAD), active electronically scanned radar, a Link 16 data-link, electronic countermeasures, and new weapons systems.  It offers a complete, integrated advanced flight training system, including a GBTS (Ground Based Training System) - combined simulated elements and scenarios with real flights according to a Live, Virtual and Constructive (LVC) logic - with additional light combat capabilities for air-to-air and air-to-surface missions, enabled by advanced mission systems, equipment, and sensors, including aerial refuelling capability.

The M-346 is the core element of a cutting-edge and continuously evolving advanced flight-training system that has already demonstrated its effectiveness: a success story that has logged over 170,000 hours in flight with over 170 aircraft ordered to date, enabling several air forces worldwide – including Asia - to train pilots for flying high-performance, latest generation fighters and to prepare transition towards the next-generation of ‘combat air systems’.

The M-346 system has been selected by 23 users to train their pilots, including at Italy’s International Flight Training School. It is also used to perform tactical operations as a light multirole fighter. Thanks to its high-performance capabilities and manoeuvrability, the M 346 has also been chosen by the Italian Air Force as the future aircraft for the “Frecce Tricolori”, Italy’s national aerobatic team.

(Leonardo)

21 Juli 2026

Kelompok Kerja Departemen Angkatan Bersenjata Lakukan Kunjungan Kerja ke Factory Z111

21 Juli 2026

Kunjungan kerja ke Factory Z111 termasuk melihat dari dekat senapan gatling 6 laras buatan lokal (photos: NQSH)

Pada tanggal 14 Juli 2026, sebuah kelompok kerja yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Nguyen Van Xuan, Direktur Departemen Angkatan Bersenjata/Staf Umum, mengunjungi, memeriksa, dan bekerja di Pabrik Z111. Pemeriksaan tersebut berfokus pada penilaian kapasitas dan hasil kontrak produksi, perbaikan, dan peningkatan peralatan dan senjata militer di pabrik tersebut.


Selama pertemuan, Kolonel Hoang Quoc Vinh, Ketua dan Direktur Perusahaan, melaporkan hasil kontrak produksi dan perbaikan peralatan dan senjata militer yang didanai oleh anggaran negara; beberapa hasil produksi dan bisnis; penelitian dan pengembangan produk baru; dan kondisi kehidupan para perwira, karyawan, dan pekerja pada periode sebelumnya. Secara bersamaan, beberapa rekomendasi diajukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memastikan pendanaan dan material, serta meningkatkan kebijakan dan peraturan bagi karyawan.


Setelah mendengarkan pendapat dari instansi-instansi dalam kelompok kerja, Kepala Departemen Personel Militer sangat mengapresiasi kepemimpinan, arahan, dan manajemen dalam melaksanakan kontrak produksi dan perbaikan senjata dan peralatan teknis menggunakan dana anggaran; penelitian dan pengujian produk baru oleh unit tersebut telah menghasilkan banyak terobosan, dengan beberapa produk sangat diapresiasi oleh instansi-instansi Kementerian Pertahanan Nasional dan pertama kali diproduksi dalam seri "O"; dan perhatian serta dukungan kepada karyawan telah terjamin dengan baik… Dalam waktu dekat, Kepala meminta instansi-instansi Departemen Personel Militer, Direktorat Jenderal Industri Pertahanan, dan Pabrik untuk secara teratur bertukar informasi, menyelesaikan prosedur sesuai jadwal dan sesuai peraturan, serta segera memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk memastikan semua kegiatan produksi Pabrik di masa mendatang.