17 April 2026

Pesawat Angkut C-27J Spartan Australia Akan Dipensiunkan Dini

17 April 2026

Pesawat angkut taktis C-27J Spartan Angkatan Udara Australia (photos: RAAF)

Dalam berita hari ini, Menteri Industri Pertahanan, Pat Conroy, mengumumkan dalam sebuah wawancara media di ABC mengenai dokumen Strategi Pertahanan Nasional.

"MENTERI CONROY:" Jadi yang terbesar adalah kita akan mempensiunkan pesawat taktis ringan C-27 Spartan karena pesawat ini sangat mahal untuk dioperasikan untuk tujuan penggunaannya saat ini, yaitu untuk mendukung negara-negara Pasifik dan transportasi. Dan kita akan menggantinya melalui program penerbangan Pasifik".

"Jadi itu adalah penyesuaian ruang lingkup terbesar, dan itu bukan pemotongan. Mereka sebenarnya mengatakan, "Proyek ini tidak dapat kita benarkan dalam keadaan strategis saat ini, kita akan mempensiunkan kemampuan itu lebih awal dan berinvestasi dalam hal lain". Itu adalah manajemen keuangan yang bijaksana dan wajib pajak akan mengharapkan kita tidak hanya meminta lebih banyak uang, tetapi juga memastikan bahwa uang yang kita miliki kita gunakan seefektif mungkin". 


"Jadi, operasi Skuadron 35 akan dihentikan, dengan armada C-27 yang masih sangat muda berjumlah 10 unit, kita akan melihat mereka dikeluarkan dari layanan aktif....kapan kita belum mengetahuinya. Akankah mereka disimpan untuk digunakan kembali di masa depan atau dijual ke luar negeri?

Mungkin saja operasi C-130J Hercules yang direncanakan diperluas di pangkalan RAAF Richmond akan mengambil alih peran C-27 ini. Tetapi jika anggota parlemen Pemerintah Federal menganggap C-27 mahal, lalu sampai di mana "pemikiran" itu berhenti... aset pertahanan termahal apa selanjutnya yang perlu disingkirkan dan disiapkan untuk penarikan di masa depan?

KD Ganas Beroperasi Kembali Selesai Jalani Re-hull

17 April 2026

Serah terima KD Ganas setelah re-hull (photos: TLDM)

KOTA KINABALU - KD GANAS telah selesai menjalani projek refit secara re-hull dan diterima oleh pihak TLDM dalam satu majlis yang disempurnakan oleh Panglima Logistik Timur, Laksamana Pertama Ts. Hassan bin Zainudin dan disaksikan oleh Panglima Armada Timur, Laksamana Madya Dato’ Khir Junaidi bin Idris.

Penerimaan tersebut adalah mengikut perancangan, malah lebih awal berbanding projek refit terdahulu yang melibatkan KD BAUNG.

KD Ganas sebelum menjalani re-hull (photo: TLDM)

KD GANAS merupakan kapal keempat yang berjaya menjalani refit secara re-hull, selepas menjalani refit secara repowering pada tahun 2019.  Maklumat berkaitan repowering dan re-hull adalah seperti di pautan berikut:


KD Ganas setelah menjalani re-hull (photo: TLDM)

Pendekatan re-hull merupakan langkah interim pelaksanaan senggaraan berjadual berkonsepkan new ways of doing things, sementara menunggu ketibaan aset baharu. Keberhasilan re-hull KD GANAS lebih membanggakan keranan keupayaan ini bukan sahaja memberi nafas baharu kepada keupayaan kapal, namun bakal memberi return on investment (ROI) yang tinggi kepada TLDM.

Success Story refit KD GANAS membuktikan bahawa limbungan di Sabah juga berupaya menyahut cabaran “We can do it locally”, selaras dengan hasrat self-reliance yang terkandung di dalam Kertas Putih Pertahanan dan Dasar Industri Pertahanan Negara.
  
KD Ganas waktu menjalani re-hull (photo: Keane Rara)

Semoga kejayaan ini menjadi motivasi dan inspirasi kepada warga Navy People untuk terus kreatif dan berinovasi dalam apa jua bidang untuk kecemerlangan TLDM. 

16 April 2026

Australian Navy Navy Names Autonomous Systems Unit

16 April 2026

Maritime Autonomous Systems Unit (MASU) Ghost Shark extra-large autonomous underwater vehicle (XL-UUV) (photo: Reuters)

The Royal Australian Navy has formally named the Maritime Autonomous Systems Unit (MASU), marking a key step in Navy’s transition to a more integrated and highly advanced technology‑enabled future force.

MASU has been created through Project SEA 1200 to accelerate the development, integration and operational employment of maritime autonomous systems, optimised for persistent, long‑range intelligence, surveillance, and reconnaissance and strike missions. 

The unit will operate multiple complementary capabilities, including the Ghost Shark extra-large autonomous underwater vehicle (XL-UUV), Bluebottle uncrewed surface vessel (USV) and the Speartooth large uncrewed underwater vehicle (LUUV).

The unit comprises the Uncrewed Systems Control Centre and Deployable Vehicle Team, enabling the deployment and control of autonomous systems from any wharf location anywhere in the world. 

MASU Bluebottle uncrewed surface vessel (USV) (photo: Aus DoD)

MASU’s motto, ‘We Wait, We Strike’, reflects the strategic impact of maritime uncrewed systems through multifaceted roles, including extended endurance and kinetic strike effect. 

Officer in Charge of MASU Commander Chris Forward said it was exciting to see Navy’s newest unit taking shape.

“Announcing MASU’s name gives the team a formal sense of identity as we work to rapidly introduce this capability into the Fleet,” Commander Forward said. 

As part of the Royal Australian Navy’s contribution to AUKUS Pillar Two, MASU will act as the focal point for doctrine development, experimentation, employment, training, and test and evaluation of maritime uncrewed systems.

Speartooth large uncrewed underwater vehicle (LUUV) (photo: C2 Robotics)

The unit will work closely with Defence industry, research partners and international allies to rapidly deliver emerging capabilities.

Commander Submarines Commodore Dan Sutherland said he was pleased to see MASU continue its progress towards full integration into Navy.

“MASU will provide Navy with a long-range autonomous undersea capability through uncrewed systems like the Ghost Shark XL-UUV, Bluebottle USV and Speartooth LUUV to provide a range of asymmetric options to complement Defence's existing crewed force,” Commodore Sutherland said.

By complementing crewed platforms, MASU will extend the Royal Australian Navy’s reach, persistence and resilience while reducing risk to sailors – positioning Navy to meet the demands of the future battlespace.

Royal Thai Navy Mengundang 11 Galangan Kapal dalam Tender Fregat

16 April 2026

RTN frigate sail with with replenishment oiler ship (photo: The Globe and Mail)

Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy) telah mengungkapkan nama-nama 11 perusahaan pembuat kapal internasional yang diundang untuk mengajukan proposal untuk program pengadaan kapal fregat barunya, dengan tiga perusahaan Korea Selatan termasuk di antara para pesaing.

Laksamana Muda Parach Rattanachaiyaphan, juru bicara angkatan laut, mengatakan angkatan laut telah menyelesaikan kerangka acuan (TOR) untuk proyek kapal fregat, yang digambarkan sebagai pengadaan kunci yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan maritim negara.

Ia mengatakan TOR mencakup persyaratan operasional, teknologi, nilai uang, dan kompatibilitas dengan misi angkatan laut saat ini dan di masa mendatang.

Syarat utama dalam TOR mengharuskan para penawar untuk memberikan kompensasi ekonomi dan dukungan untuk industri pertahanan Thailand, termasuk persyaratan bahwa setidaknya 20% dari kapal tersebut dibangun di Thailand. Angkatan laut mengatakan langkah ini dimaksudkan untuk mempromosikan pembuatan kapal lokal, menciptakan lapangan kerja, menghasilkan pendapatan, mengembangkan keahlian domestik, dan memfasilitasi transfer teknologi jangka panjang.

Setelah menyelesaikan TOR, angkatan laut mengeluarkan undangan kepada 11 perusahaan dari Eropa dan Asia yang memiliki kemampuan pembuatan kapal fregat dan pengalaman internasional. Perusahaan yang diundang adalah: Damen Naval (Belanda), Navantia (Spanyol), Fincantieri (Italia), Tais Shipyards (Turki), Asfat (Turki), ST Engineering Marine (Singapura), Hanwha Ocean (Korea Selatan), SK Oceanplant (Korea Selatan), Hyundai Heavy Industries (Korea Selatan), CSTC (China), dan Rosoboronexport (Rusia).

Angkatan laut mengatakan proposal akan diserahkan paling lambat 21 April.

Para pejabat mengatakan proyek ini akan mengikuti prinsip transparansi, keterbukaan, dan persaingan yang adil untuk memastikan angkatan laut menerima penawaran terbaik dalam hal kemampuan, nilai jangka panjang, dan manfaat nasional.

Angkatan laut juga mengatakan pihaknya mengizinkan pengamat masyarakat sipil dari organisasi anti-korupsi untuk memantau setiap tahap pengadaan berdasarkan pakta integritas yang ditandatangani dengan Comptroller General's Department/Departemen Pengawas Keuangan di bawah Kementerian Keuangan. Pengawasan akan mencakup penyusunan TOR, proses undangan, pengajuan penawaran, seleksi, dan manajemen kontrak.

Angkatan laut mengatakan program fregat ini dilaksanakan melalui proses yang jelas dan dapat diaudit.

PasMar 2 Gelar Latihan Satuan Dasar (LSD) Darat dan Laut di Baluran

16 April 2026

Latihan Satuan Dasar (LSD) darat dan laut Pasukan Marinir 2 Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di daerah latihan Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur (all photos: PasMar 2)

Komandan Resimen Kavaleri 2 Marinir (Danmenkav 2 Mar) Kolonel Marinir Dr. Iwan Permana melaksanakan peninjauan Latihan Tempur dalam rangkaian Latihan Satuan Dasar (LSD) darat dan laut Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di daerah latihan Banongan, Asembagus, Situbondo, Selasa (07/04).


Kegiatan latihan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan kemampuan tempur prajurit Resimen Kavaleri 2 Marinir dalam meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan operasional, khususnya dalam menghadapi skenario operasi amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.


Meningkatkan kesiapan operasional Alustista maupun profesionalisme prajurit, Kendaraan Tempur (Ranpur) Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) mendaratkan pasukan dalam skenario latihan Operasi Amfibi Latihan Satuan Dasar (LSD) TW. I TA. 2026 yang di gelar di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo. Selasa (07/04).


Pentingnya mempertahankan profesionalismenya dalam menguasai kemampuan tempur aspek laut. Untuk memelihara dan meningkatkan kesiapan operasional satuan tahap laut, prajurit Yontankfib 2 Mar melaksanakan Latihan Satuan Dasar I Triwulan 1 Tahun 2026 materi GKK (Gerakan Kapal ke Pantai) di Pantai Banongan, Kec. Asembagus, Kab. Situbondo, Selasa (07/04).


Aksi kendaraan pengangkut artileri
Kendaraan tempur amfibi Batalyon Kapa 2 Marinir KAPA K-61 menjadi Alutsista andalan melaksanakan latihan LSD TW I TA 2026 aspek laut di daerah latihan Pantai Banongan, Puslatpur 5 Baluran, Situbondo. Rabu (08/04).


Materi latihan hari ini difokuskan pada embarkasi dan debarkasi personel dan material, serta simulasi peran peninggalan Ranpur saat pendaratan. Latihan digelar untuk menguji prosedur bongkar-muat cepat, stabilitas kendaraan di surf zone, dan koordinasi awak dalam skenario amfibi.


Pendaratan pasukan
Serangan demi serangan tembakan Kendaraan Tempur (Ranpur) BTR 50 PM Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) hancurkan kekuatan musuh dalam gelar Latihan Satuan Dasar (LSD) I Aspek Darat TA.2026 yang dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur. Kamis (09/26).


Penembakan dengan howitzer
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur, prajurit Resimen Artileri 2 Marinir melaksanakan Latihan Satuan Dasar (LSD) TW I Tahun 2026 di daerah latihan Asembagus Situbondo.


Latihan satuan dasar yang merupakan bagian penting dalam proses pembinaan satuan ini guna membentuk prajurit yang tangguh, disiplin dan profesional dalam setiap penugasan.
*"Tembak, Tepat, Hancur"*, Kamis (08/04).


Gerakan taktis artileri pertahanan udara
Prajurit Batalyon Arhanud 2 Marinir melaksanakan Latihan Gerakan Taktis Arhanud sebagai bagian dari rangkaian Latihan Satuan Dasar (LSD) I Triwulan I TA 2026 di medan latihan Puslatpur Marinir 5 Baluran Banyuputih Situbondo, Kamis (09/04).


Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengawak material tempur, memelihara naluri tempur, dan memaksimalkan kesiapan operasional prajurit dalam manuver taktis terintegrasi.


Penembakan oleh ranpur tank
Tingkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur, prajurit Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir (Yontankfib 2 Mar) melaksanakan latihan menembak statis pada Latihan Satuan Dasar (LSD) I Triwulan I tahun 2026.  


Latihan menembak statis melibatkan kendaraan tempur (Ranpur) andalan Kavaleri Marinir, Tank BMP-3F dan PT-76 (M) latihan ini digelar di daerah latihan tempur Puslatpurmar 5 Baluran, Banyuputih, Situbondo. Jumat (10/04).


Penembakan oleh ranpur roket
Prajurit Wisanggeni Batalyon Roket 2 Marinir melaksanakan latihan materi menembak dalam rangka Latihan Satuan Dasar (LSD) TW I Tahun 2026 pada tanggal 07 s.d. 10 April 2026 di Puslatpurmar 5 Karang Tekok Situbondo, Jumat (10/04).


Latihan yang dipimpin langsung oleh Danyon Roket 2 Mar Letkol Marinir Ahmad Badawi, CTMP., CRMP., CBEI, melibatkan personel dan mengerahkan 2 unit kendaraan tempur MLRS Vampire 122 mm guna meningkatkan kemampuan bantuan tembakan dan profesionalisme kesiapan tempur prajurit Wisanggeni.

15 April 2026

First Malaysian LMS Batch 2 Program has been Launched

15 April 2026

KD Tunku Laksamana Abdul Jalil with pennant number 141 as first LMS Batch 2 (photos: Malaysia Military Review)

Malaysia Military Review announced the launch of Tunku Laksamana Abdul Jalil, the first ship of its class built under the LMS Batch 2 program. With STM as the main contractor, the project aims for the corvette to be delivered to Malaysia by the end of 2027.


STM commenced work in December 2024 on the construction of three corvettes for the Royal Malaysian Navy under the LMS Batch-2 program. In this project, with STM as the main contractor, the steel cutting ceremony for the corvettes was held at the Istanbul Maritime Inc. shipyard this month.

LMS Batch 2 (image: STM)

Following the steel cutting ceremony, the keel-laying ceremony for the corvette blocks was also held at Istanbul Maritime Inc. Shipyard on April 8th. The ceremony was attended by the Secretary General of the Malaysian Ministry of Defence, Datuk Lokman Hakim bin Ali, the Commander of the Royal Malaysian Navy, Admiral (ADM) Datuk Zulhelmy bin Ithnain, and the Deputy General Manager of STM Naval Systems, Bülent Soydal.

BAE Systems Australia Awarded Anzac Class Designer Support Contract

14 April 2026

HMAS Parramatta FFH 154, an Anzac class frigate (photo: BAE Systems)

BAE Systems Australia – Maritime will work with BMT on the contract which is dubbed ‘DSC-West’, reflecting the decades of dedicated warship sustainment capabilities at the Henderson maritime precinct in West Australia – the home of the Anzac class – that the teams will be able to bring to this new contract.  

The BAE Systems Australia – Maritime & BMT partnership, dubbed ‘DSC-West’, reflects the decades of dedicated warship sustainment capabilities at the Henderson maritime precinct in West Australia – the home of the Anzac class – that the teams will be able to bring to this new contract.  

It is a strategic collaboration that highlights both companies’ joint commitment to deliver superior, sovereign maritime capabilities for Australia.   

BAE Systems and BMT (which last year acquired Australian Maritime Technologies - AMT-with their heritage link to the original Anzac class designer), combine platform expertise,  design authority access, and sovereign capability support to enhance Anzac class vessels.    

This position is uniquely suited to meet the Commonwealth’s stringent requirements, providing the "know-how and the know-why" essential for optimal platform sustainment.   

David Shepherd, Managing Director, Surface Ships, BAE Systems Australia – Maritime, said:  

“This award marks a new chapter in Anzac class sustainment. As the company that constructed the Anzac fleet,  and successfully helped deliver two major upgrade programs across the class,  we’re proud to combine our experience with the expanded capabilities of BMT to deliver safe,  efficient and reliable outcomes for the Commonwealth.”  

Graeme Nayler, Managing Director, BMT said:  
“We are delighted the Commonwealth has selected the DSC-West team. With AMT now part of BMT, we bring together decades of Anzac class knowledge, ensuring we can continue delivering operational excellence for the Anzac class fleet.  

“The DSC-West contract will be delivered out of the Henderson shipyard in Perth, as well across multiple offices in Melbourne, Sydney and other locations. The contract award leverages these teams’ deep platform knowledge, direct design authority access, and robust sovereign capability to deliver assured availability and future ready upgrades for the Anzac class.”