04 Juli 2026
Army Chief Vows More Modernization for Artillery, Missile Unit
Technical Refuelling Pesawat E-2D Jepang di Lanud Sam Ratulangi
Aset Udara Dilibatkan dalam Latihan Kuasa Tembakan 2026 untuk Pertingkat Keupayaan Tempur
04 Juli 2026
Aset udara LKT 2026 yang dilibatkan adalah (TLDM) Super Lynx dengan 12,7mm FN M3M HMG, AW139 Long Nose variant, (TDM) MD 530G dengan senapan Gatling M134D 7,62mm, peluncur roket FZ220 dan pod senapan FN M3P HMG 12,7mm, AW109 dengan senapan 7.62mm M134D Gatling, EC725 AP untuk penyisipan dan ekstraksi Special Force serta termasuk penggunaan UAV FlyEye (photos: BTDM, PMBTD, ATM, TUDM)
Latihan Kuasa Tembakan 2026 Pertingkat Keupayaan Tempur dan Operasi Gabungan ATM
GEMAS – Latihan Kuasa Tembakan (LKT) 2026 yang berlangsung di Lapang Sasar Gemas Kem Syed Sirajuddin telah memperlihatkan keupayaan tempur serta kesiagaan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) menerusi demonstrasi operasi gabungan melibatkan Tentera Darat Malaysia (TDM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Latihan tahunan anjuran TDM ini dijadikan sebagai platform untuk memperagakan keupayaan, kesiagaan dan interoperabiliti aset ATM dalam menghadapi cabaran keselamatan semasa.
TDM menampilkan keupayaan tempur darat melalui pengoperasian aset utama seperti PT-91M Pendekar, Malaysian Infantry Fighting Vehicle (MIFV), AV8 Gempita Surveillance serta sistem artileri dalam melaksanakan operasi ofensif yang melibatkan elemen armor, mekanis, risikan dan sokongan tembakan.
Demonstrasi turut memperlihatkan keupayaan operasi gabungan ATM melalui penglibatan aset udara dan sokongan bersama, termasuk penggunaan UAV FlyEye, aset penerbangan serta elemen sokongan TLDM dan TUDM dalam memperkukuhkan kesedaran medan tempur, pemerolehan sasaran dan kuasa serangan.
Melalui konsep peperangan gabungan, latihan ini menggambarkan bagaimana elemen darat, udara dan laut disepadukan bagi menghasilkan kesan operasi yang maksimum.
Keupayaan TDM dalam melaksanakan manuver tempur disokong oleh kuasa tembakan artileri, risikan medan serta sokongan udara dan laut bagi memastikan kejayaan misi.
Kemuncak LKT 2026 menyaksikan demonstrasi kuasa tembakan bersepadu melibatkan pelbagai sistem persenjataan yang membuktikan tahap profesionalisme, disiplin dan kesiagaan pasukan dalam melaksanakan operasi bersama secara tersusun dan berkesan.
LKT ini menjadi bukti komitmen ATM dalam memperkukuhkan keupayaan tempur, integrasi bersama serta kesiapsiagaan menghadapi persekitaran operasi moden.
(TDM)
03 Juli 2026
Ini Analisis Janes Tentang Kapal Selam Myanmar dari Citra Satelit
03 Juli 2026
Citra satelit kapal selam Myanmar (photo: Jane's)Citra satelit yang dianalisis oleh Janes memberikan indikasi terkuat hingga saat ini bahwa program kapal selam pesisir Myanmar yang kurang dikenal, yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2024, tetap aktif dan beroperasi.
Citra tersebut, yang diambil pada Maret 2026 tetapi baru-baru ini tersedia, menunjukkan kapal selam pesisir terdampar di tempat yang tampaknya merupakan alat pengangkat sinkrolift di Galangan Kapal Angkatan Laut Sinmailik di Thanlyin, menunjukkan bahwa kapal tersebut sedang menjalani perawatan atau perbaikan.
Berdasarkan pengukuran yang diambil dari citra satelit, kapal selam tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 37 m dan memiliki susunan kemudi berbentuk salib.
Karakteristik ini sesuai dengan kapal selam pesisir yang terlihat di Sungai Yangon dalam citra satelit yang diambil pada April 2023.
Dalam citra terbaru, kapal selam tersebut berada di samping kapal patroli kelas Yan Nyein Aung, dengan kedua kapal tersebut tampak sedang menjalani perawatan atau servis.
Citra satelit kapal selam Myanmar (photo: DDFNews)
Janes menilai bahwa penampakan ini menunjukkan bahwa kapal selam tersebut bukan sekadar demonstrator teknologi, platform evaluasi, atau kapal yang dipinjam untuk tujuan pengenalan.
Sebaliknya, keberadaan kapal selam di fasilitas perawatan angkatan laut menunjukkan bahwa kapal tersebut dipertahankan dalam struktur kekuatan Angkatan Laut Myanmar, yang menyiratkan setidaknya beberapa tingkat penggunaan operasional dan dukungan kelembagaan.
Dimensi kapal selam tersebut jauh lebih kecil daripada kapal kelas Kilo bekas India milik Angkatan Laut Myanmar, yang berukuran sekitar 72,6 m panjangnya, dan kapal selam Tipe 035B yang ditransfer dari Tiongkok, yang berukuran sekitar 76 m panjangnya.
Dimensi kapal selam pesisir yang jauh lebih kecil menunjukkan bahwa kapal tersebut dirancang untuk peran operasional yang berbeda.
Janes menilai bahwa kapal tersebut kemungkinan besar digunakan oleh Angkatan Laut Myanmar untuk pengawasan rahasia, penyisipan pasukan khusus, pengumpulan intelijen, dan misi pelatihan.
(Jane's)
The Philippine Navy Selected Chaiseri AWAV 8x8 for its Marine Corps
Indonesia Mulai Pembangunan Dua Kapal Selam Scorpène
03 Juli 2026
Engineer PT PAL Indonesia melakukan pengelasan pertama plat HLES Proyek Kapal Selam Scorpene RI (photos: Antara, PAL)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mulai memasuki tahap pembangunan fisik dua unit kapal selam Scorpène setelah PT PAL Indonesia bersama perusahaan pertahanan Prancis, Naval Group, memulai proses first steel cutting pada Juli 2026.
Tahap tersebut dimulai lebih cepat dari target semula yang dijadwalkan pada September tahun ini.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan percepatan pembangunan fisik dilakukan setelah PT PAL bersama Naval Group berhasil menyelesaikan qualification section, yakni tahapan verifikasi yang memastikan kesiapan sumber daya manusia, proses manufaktur, fasilitas produksi, serta sistem pengendalian mutu sesuai standar pembangunan kapal selam kelas dunia.
"Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi engineer Indonesia, memperkuat industri nasional, dan membangun ekosistem manufaktur berteknologi tinggi yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Diana.
Menurut dia, keberhasilan menyelesaikan tahap tersebut menunjukkan proses alih teknologi telah berjalan efektif dan meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menguasai teknologi manufaktur berpresisi tinggi.
Sebagai bagian dari proses tersebut, PT PAL telah mengirimkan puluhan insinyur ke fasilitas Naval Group di Prancis untuk mengikuti pelatihan intensif di berbagai bidang, mulai dari pengelasan, rekayasa konstruksi, sistem mekanikal, sistem kelistrikan, hingga pengendalian mutu.
Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan qualification section yang diverifikasi oleh tim Naval Group.
Sementara itu, Program Director Naval Group Vincent Vimont mengatakan keberhasilan tahap qualification section menunjukkan kesiapan PT PAL sebagai mitra strategis dalam pembangunan kapal selam modern.
"Kolaborasi ini bukan sekadar membangun dua unit kapal selam, tetapi membangun fondasi kemampuan industri yang berkelanjutan," ujar Vincent.
Program Kapal Selam Scorpène Republik Indonesia merupakan tindak lanjut kontrak antara Kementerian Pertahanan, Naval Group, dan PT PAL Indonesia yang ditandatangani pada 2024 untuk membangun dua unit kapal selam kelas 1.800-2.800 ton.
Seluruh proses pembangunan akan dilaksanakan di Indonesia oleh insinyur Indonesia melalui skema alih teknologi yang komprehensif.
Program tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penguasaan teknologi strategis nasional, tetapi juga meningkatkan kapasitas industri pertahanan, kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong terbentuknya ekosistem manufaktur berteknologi tinggi di dalam negeri.
Melalui proyek ini, PT PAL ditargetkan meningkatkan kemampuan hingga mencapai whole local production, yakni membangun kapal selam secara utuh di dalam negeri dengan dukungan penguasaan teknologi dari Naval Group.
Selain memperkuat kemampuan industri pertahanan, pembangunan dua kapal selam Scorpène diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luas dengan menyerap lebih dari 2.000 tenaga kerja dan melibatkan berbagai industri dalam negeri sebagai bagian dari rantai pasok nasional.











%E0%B8%9B%E0%B8%A3%E0%B8%B0%E0%B9%80%E0%B8%97%E0%B8%A8%E0%B9%84%E0%B8%97%E0%B8%A2%E0%B8%A1%E0%B8%B5%E0%B8%81%E0%B8%B2%E0%B8%A3%E0%B8%9E%E0%B8%B1%E0%B8%92%E0%B8%99%E0%B8%B2%E0%B9%80%E0%B8%97%E0%B8%84%E0%B9%82%E0%B8%99%E0%B9%82%E0%B8%A5%E0%B8%A2%E0%B8%B5%E0%B8%94%E0%B9%89%E0%B8%B2%E0%B8%99%E0%B8%81.jpg)



