17 Oktober 2026

Puspenerbal Pandu Latihan Shipboard Operation Helikopter Caracal TNI AU di KRI Sriwijaya-100

17 Oktober 2026

Latihan Shipboard Operation bagi penerbang helikopter Caracal TNI AU (photos: Puspenerbal)

TNI AL - Puspenerbal - Dalam rangka meningkatkan kemampuan serta profesionalisme penerbang helikopter pada operasi di atas kapal perang, Instruktur Penerbang dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) memandu latihan Shipboard Operation bagi penerbang helikopter Caracal TNI Angkatan Udara (TNI AU) di KRI Sriwijaya-100, Jumat (16/10).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Komando Latihan Penerbangan Angkatan Laut (Dankolat Penerbal), Kolonel Laut (P) Rai Terianom ini dirancang untuk membekali dan memperdalam pemahaman serta keterampilan para penerbang TNI AU dalam menghadapi tantangan operasional di lingkungan maritim.


Sebelum terjun langsung melaksanakan praktik pendaratan dan lepas landas di geladak KRI Sriwijaya, para peserta terlebih dahulu dibekali dengan materi teori dan latihan simulasi (dry run). Sesi materi teori disampaikan oleh Kapten Laut (P) M. Yudhie Andika bersama Kapten Laut (P/W) Virnanda. Selanjutnya, para peserta menjalani latihan simulasi di Helideck Simulator Puspenerbal Juanda untuk memahami secara mendalam prosedur operasional standar (SOP), teknik pendaratan, serta faktor keselamatan (safety guidelines) di atas kapal.


Memasuki tahap praktik lapangan, materi Shipboard Operation diberikan secara intensif oleh tim instruktur berpengalaman, antara lain Kolonel Laut (P) Rai Terianom, Letkol Laut (P) Rachmat Fetaro Hia, Mayor Laut (P) Desly, dan Kapten Laut (P) Riffan Ringga.


Melalui latihan kolaboratif ini, para penerbang tidak hanya ditempa untuk menguasai karakteristik unik geladak kapal dan teknik take-off/landing di laut lepas, tetapi juga mengasah koordinasi mutlak antara awak helikopter dan personel kapal perang.


Diharapkan, terlaksananya latihan Shipboard Operation ini dapat memperkuat kesiapan operasional serta meningkatkan interoperabilitas sinergis antara TNI AU dan TNI AL dalam mendukung berbagai misi dan operasi udara maritim di wilayah perairan Indonesia.

Australia's Defense Spending will Rise to About 3% of GDP

17 Oktober 2026

The Royal Australian Navy Fleet (photo: RAN)

MOSCOW — RIA Novosti. Australia's defense spending, calculated using NATO methodology, will increase to approximately 3% of GDP by 2033-2034, according to a report from the country's Ministry of Finance.

The NATO methodology indicator includes not only direct defense spending but also other public investments in defense, including funding for the intelligence community, infrastructure, military operations, and housing for military personnel.

"This funding will be the largest amount of defence spending in Australia's history and the highest share of GDP since the end of the Cold War," the document says.

At the same time, expenditures directly within the defense portfolio, according to the forecast, will increase from 2.1% of GDP in the 2025-2026 financial year (July 1, 2025 to June 30, 2026) to 2.5% of GDP in 2033-2034 (July 1, 2033 to June 30, 2034).

The report's authors attribute the increase in spending to the increasingly complex global strategic environment.

Kaskormar Tinjau Uji Munisi RPG NORINCO, Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter

17 Oktober 2026

Uji fungsi munisi RPG HEAT Norinco Tipe 69 kaliber 40 mm (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Pasuruan). Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan meninjau uji fungsi munisi RPG HEAT Norinco Tipe 69 kaliber 40 mm di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis. (15/10/2026).


Pengujian ini bertujuan memastikan munisi memenuhi spesifikasi teknis TNI AL, berfungsi dengan baik, serta memenuhi standar keamanan dan keselamatan guna mendukung kesiapan operasional prajurit Korps Marinir.


Didampingi Dankolatmar Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra dan sejumlah pejabat TNI AL, Kaskormar menyaksikan rangkaian pengujian yang meliputi pemeriksaan visual, dimensi, hingga uji fungsi munisi.


Dalam uji tembak menggunakan peluncur RPG Norinco, munisi berhasil mengenai sasaran pada jarak 300 meter hingga sasaran hancur. Hasil pengujian tersebut menjadi bagian dari evaluasi fungsi munisi di lapangan.


“Menurut Kaskormar Mayjen TNI (Mar) Suherlan, uji fungsi ini dilaksanakan untuk memastikan munisi memenuhi spesifikasi teknis, memiliki tingkat keamanan dan keselamatan yang dapat diandalkan, serta berfungsi sesuai ketentuan guna mendukung  kesiapan operasional prajurit Korps Marinir.”

16 Oktober 2026

TNI AL Uji Tembak Meriam KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di Perairan Teluk Semangka

16 Oktober 2026

KRI Raja Haji Fisabilillah-391 OPV (photo: sxarleet)

RADARTVNEWS.COM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan uji penembakan meriam kaliber 76 mm dan 40 mm menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14–15 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan integrasi akhir dan sertifikasi kelayakan tempur kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV). Uji penembakan dilakukan untuk mendukung proses evaluasi kesiapan sistem persenjataan kapal sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan kelayakan tempur.

Dalam kegiatan ini, KRI Raja Haji Fisabilillah-391 digunakan sebagai sarana pengujian penembakan meriam berkaliber 76 mm dan 40 mm. Pelaksanaan latihan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 14–15 Oktober 2026, di wilayah perairan Teluk Semangka, Lampung.

KRI Raja Haji Fisabilillah-391 (photo ssv: Ariefianto)

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan militer tersebut, masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan, khususnya nelayan, pemandu kapal, serta pengguna jasa kelautan, diimbau untuk sementara waktu menjauhi lokasi latihan. Imbauan ini disampaikan guna menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Masyarakat juga diharapkan memperhatikan informasi dan arahan terkait area latihan agar tidak memasuki wilayah yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pengujian persenjataan kapal sekaligus meminimalkan risiko bagi pengguna perairan.

Pelaksanaan uji penembakan meriam ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses integrasi dan sertifikasi KRI Raja Haji Fisabilillah-391 sebagai kapal patroli lepas pantai. Seluruh kegiatan diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Training Together in Singapore's Skies

16 Oktober 2026

RSAF's F-15SGs, F-16s and RAAF F-35As (photos: RSAF)

From 30 Sep to 8 Oct, the RSAF's F-15SGs and F-16s trained alongside the Royal Australian Air Force's (RAAF) F-35As during Exercise Churinga.


The exercise provided valuable opportunities for aircrew from both air forces to train together, exchange experiences and strengthen our ability to operate alongside one another.


Here's to continued cooperation and friendship between our two air forces.

GMF Kembangkan Kapabilitas Maintenance Falcon 8X melalui Program Offset

16 Oktober 2026

Pesawat Falcon 8X nomor registrasi A-0801 (photo: Kangpotret)

Tangerang — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menerima pesawat Falcon 8X milik TNI Angkatan Udara di Hanggar 4 GMF pada (06/10). Pesawat dengan registrasi A-0801 tersebut menjadi pesawat Falcon 8X pertama yang menjalani perawatan di Fasilitas GMF, menjadi bagian dari total enam pesawat Falcon 8X untuk pelaksanaan scheduled maintenance.

Pesawat A-0801 akan menjalani rangkaian perawatan dalam program FalconCare hingga 2029. Program ini menjadi bagian dari proses pengembangan kapabilitas GMF dalam melakukan perawatan Falcon 8X, dengan target agar GMF dapat melaksanakan pekerjaan maintenance Falcon 8X secara mandiri di masa mendatang.

Pengembangan kapabilitas maintenance Falcon 8X menjadi bagian dari upaya GMF dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Program ini juga mencerminkan sinergi antara GMF dan TNI Angkatan Udara dalam mengembangkan kemampuan industri dalam negeri untuk mendukung keberlanjutan pemeliharaan dan kesiapan operasional alutsista.

(GMF)

15 Oktober 2026

Pengujian Penerimaan Sistem Artileri Swagerak PTH-152 dan PTH-130

15 Oktober 2026

Prototipe sistem artileri swagerak PTH-152 dan PTH-130 Vietnam (photos: QPVN, QDND)

Pada pagi hari tanggal 14 Oktober, delegasi dari Kementerian Pertahanan Nasional, yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Pham Hoai Nam, Anggota Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Anggota Komite Tetap Komisi Militer Pusat, dan Wakil Menteri Pertahanan Nasional, memeriksa hasil penelitian, desain, manufaktur, dan pengujian sistem artileri swagerak PTH-152 dan PTH-130.

Yang turut serta dalam delegasi tersebut adalah Letnan Jenderal Le Van Huong, Wakil Kepala Staf Umum.

Yang hadir dalam inspeksi tersebut adalah Mayor Jenderal Nguyen Hong Phong, Komandan Komando Artileri dan Rudal.


Sistem artileri swagerak PTH-152 dan PTH-130 masing-masing ditugaskan oleh Kementerian Pertahanan Nasional kepada Viettel High-Tech Industry Corporation (bagian dari Grup Industri dan Telekomunikasi Militer) dan Akademi Teknik Militer.

Sistem artileri swa-gerak PTH-152 dan PTH-130 masing-masing dikerjakan oleh Viettel High-Tech Industry Corporation (bagian dari Grup Industri dan Telekomunikasi Militer) dan Akademi Teknik Militer.

Hingga saat ini, setiap proyek telah menyelesaikan penelitian, desain, manufaktur, dan perakitan sistem; melakukan pengujian mobilitas dan beberapa uji tembak, dengan hasil yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.


Unit-unit utama menyerahkan konfigurasi dan fitur teknis tempur dasar kepada Staf Umum untuk persetujuan; menyelesaikan produk, memastikan sistem beroperasi secara stabil dan andal, serta melayani proses evaluasi dan penerimaan di semua tingkatan.

Secara paralel, Komando Artileri-Rudal secara aktif berkoordinasi dengan unit-unit utama selama pelaksanaan tugas; secara teratur memantau situasi dan kemajuan proyek; dan secara langsung mengawasi uji tembak produk.

Sistem artileri swa-gerak PTH-152 dan sistem artileri swa-gerak PTH-130 masing-masing ditugaskan oleh Kementerian Pertahanan Nasional kepada Viettel High-Tech Industry Corporation (bagian dari Grup Industri Telekomunikasi Militer) dan Akademi Teknik Militer.


Hingga saat ini, setiap proyek telah menyelesaikan penelitian, desain, manufaktur, dan perakitan sistem; melakukan pengujian mobilitas dan beberapa uji tembak, dengan hasil yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Unit-unit utama saat ini sedang mengajukan konfigurasi dan fitur taktis dan teknis dasar kepada Staf Umum untuk persetujuan; menyelesaikan produk untuk memastikan pengoperasian sistem yang stabil dan andal, serta melayani proses evaluasi dan penerimaan di semua tingkatan.

Selain itu, Komando Artileri-Rudal telah aktif berkoordinasi dengan unit-unit utama selama pelaksanaan proyek; secara teratur memantau situasi dan kemajuan proyek; dan secara langsung mengawasi uji tembak produk.


Setelah memeriksa sistem dan mendengarkan masukan dari instansi dan unit terkait, Letnan Jenderal Pham Hoai Nam menilai: Unit-unit utama telah menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi, secara proaktif mengembangkan rencana dan secara serius menerapkan isi penelitian untuk menguasai teknologi perancangan dan pembuatan produk; berfokus pada pemenuhan kebutuhan unit pengguna dan mengikuti perkembangan baru dalam penggunaan artileri dalam peperangan modern. Mereka telah berkoordinasi erat dengan Komando Artileri-Rudal untuk mengembangkan rencana pengujian produk yang ilmiah dan sinkron, mematuhi indikator kinerja dasar; dan secara ketat mematuhi peraturan dan ketentuan keselamatan selama proses pengujian.

Ke depannya, Letnan Jenderal Pham Hoai Nam meminta agar unit-unit tersebut segera berkoordinasi untuk menyelenggarakan pengujian, menyelesaikan produk, dan melakukan evaluasi dan penerimaan di semua tingkatan sebelum menyerahkannya kepada Komando Artileri-Rudal untuk digunakan dalam pelatihan dan kesiapan tempur. Pada saat yang sama, mereka harus melaksanakan berkas tugas produksi serial sesuai rencana. Berkoordinasi dengan instansi terkait Kementerian Pertahanan Nasional, Kementerian Pertahanan Nasional menetapkan standar dukungan logistik dan teknis yang sesuai untuk sistem artileri swa-gerak yang baru diperkenalkan.


Berdasarkan peningkatan desain dan teknologi manufaktur, Letnan Jenderal Pham Hoai Nam meminta unit-unit utama untuk terus mengkoordinasikan penelitian dan pengembangan sistem artileri swa-gerak PTH-152 dan PTH-130, dengan menggabungkan komando dan pengendalian tembakan otomatis.

Wakil Menteri Pertahanan Nasional juga menginstruksikan unit-unit tersebut untuk terus meneliti dan mengembangkan peluru artileri pintar, peluru jarak jauh, dan pesawat tanpa awak (UAV) untuk pengintaian guna mendukung komando penembakan artileri dan rudal.