09 Agustus 2022

Drone Seukuran Serangga, Black Hornet Digunakan dalam Latihan Tempur Super Garuda Shield

09 Agustus 2022

Black Hornet micro UAV (all photos : FLIR)

Suara.com - Kesempatan latihan tempur bersama bertajuk Super Garuda Shield 2022 antara prajurit TNI dengan militer Amerika Serikat digunakan untuk mempraktikkan penggunaan berbagai perlengkapan dan persenjataan kedua belah pihak.

Di Pusat Latihan Tempur Amborawang, Samboja, 50 km utara Balikpapan, Kalimantan Timur, personel Angkatan Darat Amerika Serikat menampilkan UAV atau pesawat tanpa awak sebagai sarana pengintaian dan peringatan dini, dalam ukuran mini yang bernama Black Hornet.

Black Hornet berukuran kecil dengan panjng kurang dari 10 cm. Ia berpenampilan seperti capung dan digunakan untuk pengintaian.


Dengan kamera resolusi tinggi namun mini, satu Black Hornet bisa menyusup teritori lawan tanpa ketahuan dan mengintai meski dalam gelap.

Ada juga UAV yang lebih besar yang bisa membawa senjata.

“TNI juga sudah punya semua peralatan ini,” kata Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, akhir pekan lalu.


Satu Black Hornet berharga hingga Rp 250 juta, dan masuk sistem persenjataan TNI sejak 2021 lampau demikian dilansir dari Antara, Sabtu (7/8/2022).

Sebelum berpraktik tempur di lapangan, para prajurit mengikuti materi yang disampaikan dalam ruangan selama empat hari. Sebelumnya juga dikenalkan rompi MILES untuk melindungi personel dari terjangan peluru dan benda keras/tajam mematikan hingga skala tertentu.

Dalam latihan tempur kali ini, para prajurit dilengkapi sensor di senjata dan dilekatkan pada seragam masing-masing. Maka prajurit yang terkena tembakan maka sensor di tubuhnya akan bersuara atau menyalakan lampu.

Tentara Amerika juga mengajarkan penggunaan throw UAV (photo : Elshinta)

"Ini adalah sistem untuk membuat latihan terasa realistis walaupun pelurunya bukan peluru tajam,” kata Perkasa, yang juga memerintahkan prajurit berinteraksi satu sama lain hingga saling mengenal secara lebih baik.

Amborawang merupakan satu dari tiga lokasi latihan tempur Super Garuda Shield 2022. Dua lokasi lagi adalah Batu Raja, Sumatera Selatan, dan Dabo Singkep, Jambi.

Prajurit Kopasgat dan USPACOM Laksanakan Night Austere Airfield Operation

09 Agustus 2022

Latihan dilaksanakan dengan take off dari Bandung, kemudian pasukan Kopasgat dan USPACOM melakukan perebutan Pangkalan Udara di Palembang (all photos : TNI AU)

Latihan Super Garuda Shield 2022 memasuki tahap lanjut yaitu latihan Night Austere Airfield Operation yang melibatkan prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU dan United State Pacific Command (USPACOM) dalam rangka mengoperasionalkan landasan udara yang sudah lama tidak pernah dipergunakan untuk pelaksanaan operasi udara militer.


Operasi ini di lingkungan TNI dikenal dengan Operasi Perebutan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) yang merupakan bagian dari Operasi Udara Khusus (OUK).



Latihan Airlanded Night Austere Airfield Operation dilaksanakan oleh Pesawat MC-130 J Hercules US PACAF yang take off dari Lanud Husein Sastranegara Bandung menuju sasaran di kawasan Lanud Srimulyono Herlambang, Palembang, Senin (8/8/2022).


Pesawat tersebut membawa personel JTAC, ADG, FPU dan dua rantis P-6 ATAV V3 dari Kopasgat, serta personel ARP 31st Marine Expeditionary Unit (MEU) dan HQ EL dari US PACOM.



Sesuai dengan skenario latihan, setelah airlanded Tim JTAC, ADG, dan ARP melaksanakan perebutan dan menguasai Tower ATC Bandara.  Sementara Tim FPU dengan dua rantis P-6 ATAV V3 melaksanakan patroli keamanan di runway dan ring dalam Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.


Alutsista yang digunakan dalam latihan ini diantaranya, Pesawat Hercules MC-130 J US PACAF, Rantis P-6 ATAV V3 Satbravo 90 Kopasgat,  Night Vision Googles, Radio Ground to Air dan Alkom perorangan Denmatra 1 dan Satbravo 90.

Exercise Teak Action Returns to New South Wales Skies

09 Agustus 2022

United States Air Force 353rd Special Operations Group MC-130J Commando II aircraft on the RAAF Base Richmond flightline during Exercise Teak Action 21 (photos : Aus DoD)

United States Air Force (USAF) MC-130J Commando II aircraft will conduct training across New South Wales from August 1 to 26 for Exercise Teak Action 22.

The exercise will be based at RAAF Base Richmond, and will focus its flying activity in Western Sydney, the Blue Mountains, RAAF Base Williamtown and parts of central New South Wales.

For local communities, flying activity will be similar to that conducted by RAAF Hercules aircraft training at regional airfields throughout the year, which includes day and night-time flying at low level.


Due to the dynamic nature of the exercise, prior notice of flying times and routes for Exercise Teak Action cannot be publicised.

The MC-130J Commando II aircraft is similar to the C-130J Hercules transport aircraft operated by the RAAF, with exercise participants training to deliver people and equipment in challenging scenarios.

This includes preparations to ensure both Australia and the United States can support humanitarian assistance and disaster relief operations at short notice.


This training will strengthen the close ties between the RAAF and the USAF’s 353rd Special Operations Wing, which has deployed from Kadena Air Force Base in Okinawa for the exercise.

This will be the fourth time Exercise Teak Action has been conducted from RAAF Base Richmond since 2018.

Both the USAF and RAAF frequently conduct training exercises in each other’s countries, exposing personnel to a range of environments and challenges when deployed away from home.

RIMPAC 2022 Resmi Ditutup, TNI AL Sukses Laksanakan Seluruh Kegiatan Latihan

09 Agustus 2022

KRI I Gusti Ngurah Rai 332 (photo : RIMPAC)

TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menyelesaikan puncak Latihan Bersama Multilateral Rim of The Pacific (Latma Rimpac) 2022 yang resmi ditutup pada hari Kamis (04/08) di Hawaii, Amerika Serikat (AS). 

Upacara penutupan dilaksanakan di Ford Island Conference Center yang dipimpin langsung oleh Commander, U.S. 3rd Fleet Vice Admiral Michael Boyle. Pada kegiatan tersebut juga disampaikan closing brief oleh pimpinan latihan serta para komandan satgas dari seluruh negara peserta Latma Rimpac 2022.

Selesainya latihan ditandai dengan dengan kembalinya KRI I Gusti Ngurah Rai-332 serta unsur kapal-kapal perang lain dari latihan sea phase ke Pangkalan Pearl Harbor pada Selasa (02/08).

Latihan sea phase berlangsung selama 21 hari di Perairan Pasifik dan Selatan California yang melibatkan seluruh unsur-unsur tempur negara peserta. Selama itu pula KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan kapal perang negara lain tidak ada yang kembali ke pangkalan. Kebutuhan untuk pembekalan dilaksanakan di laut dengan metode replenishment at sea (RAS). Hal tersebut merupakan salah satu tujuan Latma Rimpac untuk melatih peserta latihan melaksanakan operasi laut jangka panjang.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama USV Nomad - Large Unmanned Surface Vessel (photo : Ed Schaefer)

Pada latihan sea phase, Satuan Tugas (Satgas) Latma Rimpac 2022 yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Lewis N. Nainggolan ini sukses melaksanakan latihan meliputi Miscellaneous Exercise (Miscex), Combined Anti-Submarine Exercise (Casex), Rasex, Raidex, Surface Warfare Exercise (Surfex), Gunnery Exercise (Gunex), Maritime Interception Operation (MIO), Msoex, War at Sea Exercise (Wasex), Teather Anti-Submarine Warfare Exercise (Taswex), Live Fire, Photo Exercise (Photoex), RAS, dan Free Play. 

Pada latihan tersebut KRI I Gusti Ngurah Rai-332 beberapa kali mendapat kehormatan untuk memimpin operasi dengan menjadi Commander Task Unit (CTU), Search and Attack Unit Commander (SAUC) dan Air Control Unit (ACU) yang mengendalikan Maritime Patrol and Reconnaissance Aircraft (MPRA) pada latihan Taswex. Serta menjadi Surface Action Group Commander (SAGC), memimpin unsur SAG dalam melaksanakan penyerangan terhadap ancaman kapal atas air dan udara pada latihan Wasex.

Sedangkan Unsur Tugas (UT) Marinir melaksanakan pengamanan Landing Zone Dove Sector A latihan serangan amfibi di Pyramid Rock beach, Marine Corps Base Hawaii (MCBH) pada Senin (01/08), yang merupakan puncak pelaksanaan Latma Rimpac 2022. Skema penyerangan UT Marinir dilakukan dengan menggunakan Heli MV 22 Osprey yang diterbangkan dari kapal USS Essex. Selama Latma Rimpac 2022, UT Marinir yang dikomandani oleh Mayor Mar Achmad Toripin juga berhasil melaksanakan latihan meliputi Serangan Amfibi, Pertempuran Kota, Squad/Platoon Attack, Small Boat Operation, Air Assault, dan Jungle Operation.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 saat di Pearl Harbour (photo : WarshipCam)

Komandan Satgas (Dansatgas) Latma Rimpac 2022 menyampaikan bahwa latihan ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi Satgas, baik personel KRI I Gusti Ngurah Rai-332 maupun personel Marinir, untuk mempelajari operasi multinasional skala besar seperti Rimpac. Dansatgas juga berharap bahwa TNI AL yang telah mengikuti Latma Rimpac sejak 2008, kedepannya dapat terus mengikuti kegiatan latihan tersebut untuk semakin meningkatkan kemampuannya.

Sedangkan pada closing brief, Dansatgas menyampaikan beberapa keberhasilan Satgas diantaranya tiga Perwira exercise control (excon) telah melaksanakan tugasnya, berhasil melaksanakan seluruh kegiatan tanpa ada kerugian personel maupun materil, melaksanakan tugas sebagai CTU, ACU, ADC, SAUC, dan SAGC dengan negara peserta lain, melaksanakan kontrol terhadap aset tanpa awak, serta melatih rule of engagement multinasional. 

Pada kesempatan tersebut Dandatgas juga menyampaikan bahwa seluruh tujuan mengikuti latihan telah tercapai yaitu penugasan jarak jauh, interoperabilitas pada operasi multinasional yang kompleks, serta mempererat persahabatan dan kemitraan dengan negara peserta lain.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 saat melaksanakan Gunnery Exercise (photo : DVIDS)

Keberhasilan Satgas Latma Rimpac 2022 menyelesaikan seluruh rangkaian latihan membuktikan bahwa TNI AL memiliki kemampuan melaksanakan operasi laut jangka panjang dengan kemampuan persenjataannya yang sudah teruji pada latihan angkatan laut terbesar di dunia, Rimpac 2022. Keberhasilan tersebut juga membuktikan bahwa TNI AL dapat melaksanakan peran diplomasinya dengan baik.

Keterlibatan TNI AL dalam Latma Rimpac merupakan salah satu program antara TNI AL dengan U.S. Navy dalam rangka meningkatkan profesionalisme, mempererat hubungan kerjasama dan secara eksternal memiliki tujuan untuk meningkatkan peran diplomasi TNI AL sesuai dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

Sebanyak 26 negara, 38 kapal perang, 4 kapal selam, lebih dari 170 pesawat tempur dan 25.000 personel dari berbagai negara berpartisipasi dalam Latma RIMPAC 2022 yang dilaksanakan pada 29 Juni sampai 4 Agustus 2022 di kepulauan Hawaii. Pada latihan RIMPAC yang ke-28 ini, TNI AL mengirimkan satu kapal perang, yaitu KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan 35 prajurit Marinir.

08 Agustus 2022

Sling Load Training

08 Agustus 2022

Sling load training between US Army, Australian Army and TNI AD (photos : Garuda Shield)

U.S. Army, Australian, and TNI Angkatan Darat soldiers trained together on sling load operations at Baturaja, Indonesia on Aug. 4, 2022 in support of exercise Super Garuda Shield 22.


Super Garuda Shield, a part of Operation Pathways and a longstanding annual, bilateral military exercise conducted between the U.S. military and Indonesia National Armed Forces, reinforces the U.S. commitments to our allies, and regional partners, joint readiness, and the interoperability to fight and win together.


The exercise will last until August 14, encompassing army, navy, air force, and marine drills.


South East Asia, Middle East States to Buy BrahMos Missiles in Next 2 Years

08 Agustus 2022

3 baterris of BrahMos for Philippines will be completed in the next three years (photo : pdff)

NEW DELHI/TASS/. About three or four countries in South East Asia and the Middle East will purchase BrahMos supersonic cruise missiles in the next two years, BrahMos Aerospace Russia-India Joint Venture Managing Director and CEO Atul Rane told TASS on Monday.

"I expect another one or two we will have another three-four countries on board from South East Asia and Middle East. Those countries which are coming in the press - Vietnam, Indonesia, Malaysia," the chief executive said.

"In Middle East it could be UAE, Saudi Arabia," Rane stressed.

The talks will be completed within two years, the BrahMos Aerospace head said, adding that the coronavirus pandemic and geopolitics had affected the negotiating process but he saw no problems with the countries he mentioned.

Oman in the Middle East has also displayed interest in the BrahMos missiles, Rane said.

BrahMos for Philippines

The BrahMos supersonic cruise missile is produced by the Indo-Russian BrahMos Aerospace Joint Venture. The missile has been developed by Russia’s Research and Production Association of Machine-Building (situated in the suburban town of Reutov near Moscow) and India’s Defense Research and Development Organization.

The BrahMos missile was test-launched for the first time in 2001. Its different versions are operational in all the three branches of India’s Armed Forces: the Air Force, the Army and the Navy. The Joint Venture is headquartered in New Delhi. The BrahMos missile was named after the Brahmaputra River of India and the Moskva River of Russia.

The first deal worth $375 million for the export of BrahMos missiles was inked with the Philippines in January this year. Under the contract, Manila will get three batteries of BrahMos supersonic cruise missiles in the next three years.

Pasgat Dilibatkan dalam Latihan Pra Infiltrasi ke Daerah Sasaran di Pantai Dabo Kepulauan Riau

08 Agustus 2022

Pesawat ISR Beechcraft King Air pendukubf infiltrasi (photos : TNI AU)

TNI AU -- Latihan Bersama Super Garuda Shield 2022 melibatkan 2 personel Kopasgat yang on board dalam Pesawat ISR King Air US SOCPAC. 


Pesawat ISR King Air US SOCPAC melaksanakan misi inteligence, Surveillance and Reconnaissance untuk mendukung infiltrasi personil JTAC Kopasgat, Intai Amfibi Marinir dan US Marine Recon pra operasi amfibi di pantai Dabo singkep Kepulauan Riau (4/8/2022).


Infiltrasi pasukan ke daerah sasaran yang merupakan bagian dari latihan JTAC merupakan tahap lanjutan operasi untuk menguasai dan menduduki daerah kekuasaan musuh.