05 Oktober 2026

Rudal AIM-260 JATM Terlihat pada Pesawat Super Hornet Australia

05 Oktober 2026

Rudal AIM-260 JATM pada pesawat F/A-18F Super Hornet RAAF pada latihan Gray Flag di California, AS (photo: US Navy)

Sebuah pesawat F/A-18F Super Hornet milik Angkatan Udara Australia (RAAF) telah difoto saat membawa rudal inert (non-aktif) AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM) dalam sebuah kegiatan uji coba berskala besar milik Angkatan Laut AS di California.

Foto tersebut dirilis oleh Angkatan Laut AS dan memperlihatkan pesawat F/A-18F RAAF dari Skuadron No. 1 yang sedang lepas landas dari Pangkalan Angkatan Laut Ventura County Point Mugu pada tanggal 11 September, selama latihan Gray Flag 2026.

 Rudal AIM-260 pada stasiun yang sama di pesawat Super Hornet US Navy (photo: Jonathan Tweedy)

Gray Flag merupakan kegiatan uji coba kekuatan besar (large-force test event) unggulan bagi komunitas uji coba penerbangan angkatan laut, yang memberikan peluang untuk integrasi kemampuan baru berskala besar yang melibatkan berbagai matra, platform, industri, dan pasukan sekutu.

Pelaksanaan Gray Flag sebelumnya telah digunakan untuk menguji senjata baru maupun senjata yang masih dalam tahap pengembangan dalam skenario yang semakin kompleks dan mencerminkan kondisi operasional nyata, termasuk pelibatan rudal yang sesungguhnya terhadap sasaran yang realistis.

Pesawat F/A-18F RAAF juga sedang diintegrasikan ke dalam upaya pengembangan Hypersonic Attack Cruise Missile (HACM) kerja sama AS-Australia di bawah program Southern Cross Integrated Flight Research Experiment (SCIFiRE), di mana Australia menyediakan infrastruktur uji coba untuk program uji terbang senjata tersebut.

(TWZ)

PT DI Adakan Pelatihan Helikopter AW-189 untuk TNI AU

05 Oktober 2026

Pelatihan helikopter AW-189 untuk TNI AU (image: PTDI Training Center)

Akun PT DI Training Center pada 29 September 2026 melakukan unggahan tentang pelatihan helikopter AW-189 bertempat di fasilitas PT DI.

Pelatihan ini terselenggara karena kerjasama antara PT Dirgantara Indonesia dan Leonardo untuk TNI AU.

Kementerian Pertahanan RI dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) pada Juni 2025 lalu telah meneken kontrak pengadaan 6 unit heli AW-189 pada pameran Indo Defence.

Paket pengadaan helikopter AW-189 senilai USD 240 juta ini mencakup 2 unit varian angkut, 2 unit versi CSAR (Combat Search and Rescue), dan 2 unit versi VIP.

Hanwha System Perbarui Penawaran Kapal Selam untuk Filipina dengan KSS III Bertenaga Baterai Litium-ion

05 Oktober 2026

ROKS Jang Yeong-sil (SS-087), kapal selam KSS-III Batch-II bertenaga baterai lithium-ion (photo: ROKNavy)

MANILA, Filipina — Perusahaan galangan kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, telah memperbarui proposal kapal selamnya untuk Angkatan Laut Filipina dengan menawarkan varian khusus dari kelas KSS-III, di tengah persaingan dengan perusahaan galangan kapal Eropa untuk rencana pengadaan kapal selam negara tersebut.

Hanwha menawarkan Jangbogo-III PN, sebuah varian kapal selam yang dikembangkan untuk Angkatan Laut Republik Korea. Perusahaan lain yang terlibat dalam proyek Filipina ini meliputi Naval Group dari Prancis yang menawarkan Scorpene, Navantia dari Spanyol dengan S-80 Plus, serta Fincantieri dari Italia.

Jangbogo-III PN menggantikan model Ocean 1400 (sebelumnya dikenal sebagai DSME 1400) dalam proposal Hanwha kepada Angkatan Laut Filipina.

Kapal selam yang diusulkan ini memiliki panjang sekitar 77 meter, lebar 9,7 meter, dan bobot benaman (displacement) di permukaan sekitar 2.800 ton, menurut spesifikasi yang diberikan Hanwha kepada publikasi pertahanan Janes.

Desainnya juga menggunakan baterai lithium-ion. Hanwha menyoroti sistem baterai ini sebagai salah satu fitur utama dalam proposalnya untuk Angkatan Laut Filipina.

Hanwha Ocean KSS-III Batch II kapal selam diesel-electric dengan Li-ion AIP, dan dilengkapi 10 VLS (image: urotoBezier)

Hanwha menyatakan bahwa Jangbogo-III PN didasarkan pada kapal selam kelas KSS-III yang dioperasikan oleh Korea Selatan.

Perusahaan tersebut juga menawarkan pelatihan, fasilitas pangkalan, dan dukungan logistik sebagai bagian dari proposalnya. Dalam sebuah pernyataan tahun 2024, Hanwha menyebutkan bahwa paket penawarannya mencakup "pelatihan awak, fasilitas pangkalan yang esensial, serta dukungan peralatan dan logistik."

Proposal khusus untuk Filipina ini merupakan kelanjutan dari penawaran Ocean 1400 sebelumnya oleh Hanwha dan mencerminkan perubahan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan Filipina.

KSS-III merupakan bagian dari program pengembangan kapal selam dalam negeri Korea Selatan. Hanwha Ocean mengambil alih bisnis pembuatan kapal selam milik Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering setelah Hanwha Group mengakuisisi perusahaan tersebut pada tahun 2023.

04 Oktober 2026

Visionary Machines and Hanwha Defence Australia Advance Joint Counter-Drone Capability Assessment for Redback IFV

04 Oktober 2026

HDA’s AS21 Redback Infantry Fighting Vehicle used in the joint development activity (photo: HDA)

Australian counter-drone technology company, Visionary Machines, and Hanwha Defence Australia (HDA) have entered into a new phase of joint development, assessing counter-drone sensing capability on HDA’s Redback Infantry Fighting Vehicle (IFV) using Visionary Machines’ Pandion™ Sentinel drone detection and tracking technology.

Uncrewed aerial systems have become one of the most persistent threats facing land forces, changing how armies plan, move and fight on the modern battlefield. Global demand for counter-drone capability reflects that shift. For Visionary Machines and HDA, that growth curve represents a significant opportunity to assess sovereign Australian sensing technology integrated to a combat platform with a heritage proven on the international stage.

The joint development activity is focused on exploring how Pandion™ Sentinel autonomous sensing capabilities could support force protection and situational awareness for land combat vehicles operating in increasingly complex environments.

This work builds on the Memorandum of Understanding (MOU) signed by Visionary Machines, HDA and Hanwha Systems at the Avalon International Airshow in March 2025, which established a framework for identifying and developing opportunities that bring together Australian innovation and leading defence platforms. Through this relationship, the companies have been working together to assess how sovereign technologies can contribute to future defence capability outcomes.

The activity reflects a shared commitment to advancing solutions that address emerging global threats, while supporting the continued growth of Australia’s sovereign defence industry. By combining Visionary Machines’ drone detection expertise with HDA’s Redback IFV, the companies are working to demonstrate the potential for enhanced counter-drone awareness in land combat environments.

The collaboration underscores both companies’ commitment to local capability, industry partnership, and the development of advanced technologies within Australia’s defence ecosystem.

Visionary Machines and HDA will be represented at the Land Forces International Land Defence Exposition, running from 6 to 8 October 2026 at the Perth Convention and Exhibition Centre.

“Drones now pose one of the most persistent threats to land forces anywhere in the world and this collaboration with Hanwha Defence Australia is about making sure Australia stays at the forefront of this innovation.”

“For Visionary Machines, it’s a chance to demonstrate how sovereign Australian technology can be matched with a platform already proven on the international stage, and we’re pleased to be continuing that work with HDA.”

Hunter AFV Takes Part in Exercise Wallaby 2026 (XWB) in Australia and Exercise Panzer Strike (XPS) in Germany

04 Oktober 2026

Hunter AFV during XWB and XPS 2026 (photos: The Singapore Army)

Exercise Wallaby 2026 (XWB) in Australia
In September 26, our soldiers from 42 SAR made history by completing the first-ever Hunter Battalion Army Training Evaluation Centre (ATEC) evaluation at Exercise Wallaby 2026 (XWB).


Across the vast terrain of Shoalwater Bay Training Area, our soldiers put the Hunter’s capabilities to the test, integrating digital battle planning, armoured manoeuvre and combined-arms operations in a demanding training environment.


This milestone was made possible by the commitment of every soldier and supporting entity who trained, fought and pushed together. (The Singapore Army)

Exercise Panzer Strike (XPS) in Germany
Minister for Defence Chan Chun Sing visited Exercise Panzer Strike (XPS) at the Oberlausitz Military Training Area (OMTA) in Germany yesterday, where he engaged our soldiers and received briefs on the training conducted by the School of Armour.


During his visit, Mr Chan experienced the Hunter Armoured Fighting Vehicle (AFV) first-hand by firing live rounds from the platform. He also observed our Tankees from the Tank Commander Wing (TCW) conducting their Tank Platoon Armour Live Firing System (ALFS) on the Leopard 2SG (L2SG), putting their skills and platoon coordination to the test.


Throughout XPS, cadets from the School of Armour have been undergoing both Hunter and Tank ALFS, sharpening their competencies as future Armoured Infantry and Tank commanders through demanding live-firing training.


This year marks the 17th edition of XPS and 10 years of SAF training at OMTA. At approximately a quarter the size of Singapore, the expansive training area allows our Armour forces to train on a larger scale and execute more complex missions.


Whether Armoured Infantry or Tank, our cadets train with the same purpose — to build the confidence, competence and readiness to lead our Armour forces. (The Singapore Army)

PCG Commissioned New Vessel Donated from Taiwan

04 Oktober 2026

BRP Sarangani (6177) (photos: PTV, PCG)

Former Taiwan Coast Guard vessel Kinmen (CG123) has been commissioned by the Philippine Coast Guard (PCG) as BRP Sarangani (6177).

The fully refurbished 61-meter-long vessel was acquired by the We Protect Our Seas (WPS) Foundation and donated to the PCG “at no cost.”


“Our objective was straightforward: if we could bring a capable vessel to the Philippine Coast Guard without asking Filipino taxpayers to foot the bill, we should find a way to make it happen,” said Dr. Jeffrey Ordaniel, President and CEO of the WPS Foundation, in a statement today, Oct. 2. 

The WPS Foundation also thanked its partners in Taiwan, including the Taiwan Coast Guard Administration and the Taipei Economic and Cultural Office in the Philippines, for their assistance in facilitating the transfer.

(PTV)

Kapal MPMS 1 Diluncurkan di Turkiye

04 Oktober 2026

Kapal MPMS 1 diluncurkan di Desan Shipyard, Turkiye (photos: APMM)

TURKIYE – Usaha pemodenan armada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) mencatat satu lagi pencapaian penting menerusi pelancaran Kapal Misi Pelbagai Guna Pertama (Multi Purpose Mission Ship – MPMS 1) di Desan Shipyard, Türkiye, semalam.

Majlis pelancaran tersebut disempurnakan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Yang Berhormat Datuk Seri Saifuddin Nasution bin Ismail bersama Menteri Dalam Negeri Türkiye, His Excellency Mustafa Çiftçi dan Menteri Industri dan Teknologi Türkiye, His Excellency Mehmet Fatih Kacır serta delegasi kedua-dua negara.

Pelancaran ini menandakan kemajuan pembinaan aset strategik yang akan memperluas jangkauan operasi dan memperkukuh kehadiran Maritim Malaysia di laut. Sebagai platform pelbagai misi, MPMS 1 direka untuk melaksanakan pengawasan dan penguatkuasaan maritim, Operasi Mencari dan Menyelamat (CARILAMAT), bantuan kemanusiaan, tindak balas bencana serta pelbagai keperluan operasi lain.


Ketua Pengarah Maritim Malaysia, Laksamana Maritim Datuk Haji Mohd Rosli bin Abdullah berkata, MPMS 1 merupakan pengganda keupayaan yang akan meningkatkan daya tahan operasi Maritim Malaysia dalam menghadapi cabaran keselamatan maritim yang semakin kompleks.

“Keupayaan MPMS 1 untuk beroperasi lebih lama di laut membolehkan Maritim Malaysia memperkukuh pengawasan dan penguatkuasaan secara lebih berterusan, khususnya di kawasan berkepentingan strategik.

“Bagi rakyat, keupayaan ini bermakna perlindungan yang lebih berkesan terhadap sumber maritim, tindakan yang lebih menyeluruh terhadap jenayah di laut serta kesiapsiagaan yang lebih baik untuk membantu mereka yang memerlukan,” katanya.


Beliau berkata, kapal tersebut akan menyokong usaha menangani pencerobohan vesel asing, aktiviti perikanan haram, penyeludupan dan jenayah rentas sempadan, di samping memperkukuh pelaksanaan CARILAMAT.

“Pemodenan aset perlu diterjemahkan kepada keberkesanan operasi. Tumpuan kita adalah memastikan keupayaan baharu ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk menjaga keselamatan, kedaulatan dan kepentingan negara di Zon Maritim Malaysia,” katanya.

Pembinaan MPMS 1 kini mencapai kira-kira 85 peratus dan mendahului jadual yang dirancang. Sementara itu, pembinaan MPMS 2 mencapai 34.05 peratus berbanding 32 peratus yang dirancang, menunjukkan kemajuan positif dalam usaha memperkukuh keupayaan armada Maritim Malaysia secara berperingkat.


MPMS 1 dijangka dibawa pulang ke Malaysia pada awal 2027 dan dirancang menyertai Pameran Antarabangsa Maritim dan Aeroangkasa Langkawi (LIMA) 2027 bagi memperkenalkan keupayaan baharu agensi kepada masyarakat serta komuniti maritim antarabangsa.

Projek MPMS turut mencerminkan hubungan strategik Malaysia–Türkiye dalam industri maritim, selain membuka ruang kerjasama lebih luas antara Maritim Malaysia dan Turkish Coast Guard dalam bidang latihan, pembangunan kapasiti, CARILAMAT, perkongsian maklumat serta eksesais bersama.


Turut hadir ialah Timbalan Ketua Pengarah Logistik Maritim Malaysia, Laksamana Madya Maritim Datuk Saiful Lizan bin Ibrahim, pegawai-pegawai kanan Kementerian Dalam Negeri, Maritim Malaysia dan Kementerian Ekonomi, Duta Besar Malaysia ke Republik Türkiye serta Konsul Jeneral Malaysia di Istanbul selain wakil-wakil agensi dan pihak berkepentingan yang terlibat secara langsung dalam projek pembinaan kapal berkenaan. Majlis turut disertai wakil Kerajaan Republik Turkiye dan pihak pengurusan Desan Shipyard.

Pelancaran MPMS 1 merupakan langkah nyata ke arah pembentukan armada Maritim Malaysia yang lebih moden, berdaya tahan dan responsif untuk melindungi rakyat, memelihara sumber maritim serta mempertahankan kepentingan negara, selaras dengan amanah Mengawal, Melindung dan Menyelamat.