29 Mei 2026

Philippines Interested In Japan's Type 88 Surface-to-Ship Missile System

29 Mei 2026

Type 88 Surface-to-Ship Missile System (photo: DND)

Type 88 missile system to beef up PH's archipelagic defense thrust
MANILA – Japan's Type 88 surface-to-ship missile system could greatly enhance the defensive capabilities of the country's Comprehensive Archipelagic Defense Concept (CADC) should the Philippines manage to acquire it.

"That will be a big help because it is aligned with our capability development for CADC," Armed Forces of the Philippines spokesperson for the West Philippine Sea Navy, reservist Rear Adm. Roy Vincent Trinidad, said during an interview with reporters on Wednesday.

Once acquired, Trinidad said, this platform will allow the AFP more leeway in carrying out its mandate under the CADC.

Japan's Type 88 surface-to-ship missile system got a lot of fanfare in the "Balikatan" exercise earlier this month when it was used for the first time to sink a decommissioned Philippine Navy (PN) ship during a maritime strike training exercise off Laoag, Ilocos Norte.

Under the CADC, the AFP is required to protect all Philippine territories, including its 200-nautical-mile exclusive economic zone, from all hostile threats.

Type 88 Surface-to-Ship Missile System (photo: AP)

Possibility of Exporting to Philippines
Japanese media reports earlier said Tokyo is looking at the possibility of exporting the weapon system to the Philippines.

This report has yet to be confirmed by Philippine defense and military officials.

Earlier, PN spokesperson Captain Marissa Martinez said that Japan's Type 88 surface-to-ship missile systems could be a valuable addition to the country's coastal defense capabilities.

She declined to comment on what role the Type 88 can play should the Philippines get around to getting it even as the BrahMos cruise missile system, which the Philippines acquired three batteries from India, is now nearing operationalization.

These missiles are capable of a speed of Mach 2.8 and have a warhead of 200 kg. to 300 kg. and a range of 290 km.

The Type 88 has a range of 100 to 180 km. and a warhead weight of 225 kg. and with speeds described as subsonic. 

(PNA)

The Royal Thai Navy Orders Two Airbus C295 in Advanced Transport Configuration

29 Mei 2026

After RTAF ordered for two Airbus C295, Royal Thai Navy following orders for two Airbus C295 (image: Airbus)

Seville, Spain – The Royal Thai Navy has acquired two Airbus C295 in an enhanced transport configuration that will enable surveillance and Search and Rescue missions, on top of the logistic operations for Thailand. 

This order follows the recent contract with the Royal Thai Air Force for two C295s and adds on the three aircraft already operated by the Royal Thai Army, performing cargo and troop transport missions since 2016. The C295 has become the tactical transport aircraft of reference for the Thai Armed Forces.

Royal Thai Navy paint scheme proposal (image: TAF)

The two C295s for the Thai Navy, which will be operated from the U-Tapao air base in Sattahip, will be able to detect, classify, and identify targets at sea or on land, operating effectively in both day and night conditions as they will be equipped with an Electro-Optical/Infra-Red (EO/IR) sensor suite.

The aircraft will be assembled at the Airbus Defence and Space facilities in Seville, Spain, with the first delivery scheduled by the end of 2028.

A total of 90 C295s have been ordered by seven countries in the Asia-Pacific region. The C295 is the global leader in its segment, holding 85% of the market share with 335 orders from 39 countries across four continents. To date, the global C295 fleet has achieved 750,000 flight hours.

PTDI Bukukan Peningkatan Laba Bersih Sebesar 345,97% di Tahun 2025

28 Mei 2026

Produksi pesawat NC-212i di PTDI (photo: Antara)

RUPS Tahun Buku 2025: PTDI Catat Kinerja Positif dan Perkuat Struktur Kepemimpinan Perusahaan
Jakarta – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 Holding DEFEND ID yang diselenggarakan pada Selasa (26/05), di Hotel Shangri-La Jakarta, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai salah satu member Holding DEFEND ID mencatatkan kinerja positif dengan peningkatan laba bersih sebesar 345,97% dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Capaian tersebut mencerminkan peran strategis PTDI sebagai garda terdepan industri dirgantara nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan negara, penguatan ekosistem dirgantara nasional, serta penyediaan solusi teknologi dirgantara yang berdaya saing global, baik untuk segmen militer maupun nonmiliter.

Selain mencatatkan capaian finansial dan operasional yang positif, PTDI juga berhasil membukukan capaian Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100,65 dari target skor 100, yang didorong oleh penguatan indikator nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta dan sumber daya manusia unggul di sektor dirgantara. 

Produksi pesawat CN-235 di PTDI (photo: Antara)

Pada kesempatan RUPS ini juga disetujui perubahan susunan pengurus Perusahaan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung arah pengembangan dan penguatan Perusahaan ke depan. Salah satu perubahan yang ditetapkan adalah perubahan nomenklatur jabatan anggota-anggota Direksi, yaitu jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang dijabat oleh Moh. Arif Faisal, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM menjadi Direktur Keuangan & SDM yang dijabat oleh Dhias Widhiyati, serta mengangkat Ony Arifianto sebagai pejabat baru Direktur Teknologi & Manajemen Risiko. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fokus Perusahaan dalam pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri dirgantara yang semakin kompetitif.

Selain itu, RUPS juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris, khususnya pada posisi Wakil Komisaris Utama yang kini dijabat oleh Bagus Puruhito menggantikan Bonar H. Hutagaol, serta menetapkan pengangkatan Erwin Dimas sebagai Komisaris.

Produksi pesawat N219 di PTDI (photo: Tempo)

Direktur Niaga & Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal menyampaikan bahwa capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi. ”Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID. Ke depan, PTDI akan terus memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional guna mendukung kemandirian pertahanan dan daya saing industri Indonesia di tingkat global,” ujar Moh. Arif Faisal.

Memasuki tahun berikutnya, PTDI akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas eksekusi proyek, penguatan manajemen kas, optimalisasi rantai pasok, serta percepatan penyelesaian program-program strategis Perusahaan guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

28 Mei 2026

The 14th P-8A Poseidon Arrived in Australia

28 Mei 2026

The 14th P-8A Poseidon is last Poseidon aircraft for RAAF (photos: Aus DoD)

The 14th Royal Australian Air Force P-8A Poseidon from No. 11 Squadron arrives at RAAF Base Edinburgh, South Australia.

The 14th Air Force P-8A Poseidon gets a water arch salute from the aviation firefighters on arrival at RAAF Base Edinburgh, marking the fleet complete.


Australia has received delivery of its 14th aircraft in the P‑8A Poseidon fleet, based at RAAF Base Edinburgh and operated by No. 11, 12 and 292 Squadrons. 

The aircraft have demonstrated strong performance across operations and exercises since first entering service. 


Under AIR7000, approved upgrades will further enhance the fleet’s anti‑submarine warfare, maritime strike and intelligence capabilities, while supporting Australian industry through significant local involvement and more than $1 billion in investment.

PAF Hentikan Operasi Armada SF-260 Setelah Kecelakaan di Benguet

28 Mei 2026


10 pesawat SF-260 pesawat training PAF dilakukan grounded di Loakan Airport (photo: Conrad Rotor)

MANILA — Angkatan Udara Filipina (PAF) untuk sementara menghentikan operasi pesawat latih SIAI-Marchetti SF-260 yang tersisa dan menangguhkan kegiatan pelatihan yang melibatkan platform tersebut menyusul kecelakaan di Tuba, Benguet yang menewaskan dua pilotnya.

“Ke-16 pesawat [SF-260] yang tersisa dihentikan operasinya sambil menunggu penyelidikan,” kata juru bicara PAF Kolonel Ma. Christina Basco kepada ABS-CBN News melalui pesan teks pada hari Kamis.

PAF berduka atas kehilangan pilot instruktur Letnan Satu Ruth Angelique Pasos dan siswa penerbangan Letnan Dua Cherky Embudo, yang berada di dalam SF-260 selama penerbangan pelatihan navigasi pada hari Rabu.


Basco mengatakan pesawat tersebut jatuh sekitar pukul 10:30 pagi di Sitio Cabuyao saat dalam perjalanan menuju Kota Baguio.

Pesawat tersebut merupakan bagian dari kelompok 11 pesawat latih SF-260 yang berangkat dari Pangkalan Udara Fernando di Kota Lipa, Batangas untuk misi pelatihan.

Namun, hanya sepuluh pesawat yang sampai ke tujuan.

Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kecelakaan tersebut.

Meskipun operasi yang melibatkan armada SF-260 tetap ditangguhkan, Basco mengatakan model pesawat lain yang digunakan oleh PAF untuk kegiatan pelatihan akan terus digunakan.

Laba Tahun 2025 PT PAL Melonjak 108,58%

28 Mei 2026

Progress fregat Arrowhead 140 di PT PAL (photo: PAL)

RUPST Defend ID Tahun Buku 2025, PT PAL Indonesia Bukukan Kenaikan Signifikan Laba Bersih
Jakarta – PT PAL Indonesia membukukan peningkatan signifikan laba bersih pada Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa laba bersih perusahaan meningkat sebesar 108,58% dibandingkan tahun 2024.

Kaharuddin menjelaskan, peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh percepatan proses produksi, efisiensi operasional secara menyeluruh, serta akselerasi digitalisasi yang meningkatkan efektivitas kinerja perusahaan. “Capaian ini merupakan hasil transformasi yang telah kami jalankan selama lima tahun terakhir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, PT PAL Indonesia saat ini tengah menjalankan transformasi Industri Maritim 4.0 yang mencakup perubahan model bisnis, budaya kerja, hingga arah strategi perusahaan. Implementasi transformasi tersebut dijalankan melalui lima pilar utama, salah satunya transformasi digital yang mengintegrasikan proses manajemen proyek, pengelolaan sumber daya manusia, hingga rantai pasok ke dalam sistem terpadu guna meningkatkan efisiensi perusahaan.

Transformasi juga dilakukan pada sektor produksi melalui modernisasi fasilitas, reorganisasi alur kerja, serta peningkatan kapasitas fabrikasi. Langkah tersebut berdampak pada peningkatan kapasitas sekaligus percepatan proses produksi. “Saat ini kami mampu menghasilkan 50 blok kapal per bulan dan waktu pengerjaan di dock berhasil dipangkas menjadi enam bulan dari sebelumnya mencapai dua tahun,” jelas Kaharuddin.

Lebih lanjut, Kaharuddin menyampaikan bahwa transformasi yang dijalankan PT PAL turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan usaha perusahaan. “Produk pertahanan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan perusahaan sekaligus menegaskan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap kapabilitas engineering dan kemampuan produksi PT PAL,” ujarnya.

Progress fregat Arrowhead 140 dan LPD Filipina di PT PAL (photo: PAL)

Kinerja positif tersebut tidak hanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap kemampuan industri pertahanan nasional, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penguatan ekosistem industri pendukung dalam negeri.

Peningkatan aktivitas produksi dan pembangunan proyek strategis PT PAL turut mendorong pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari industri baja nasional, manufaktur komponen, sistem kelistrikan, elektronik pertahanan, hingga teknologi maritim nasional.

Keterlibatan industri dalam negeri tersebut diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi, meningkatkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mendorong terbentuknya rantai pasok maritim nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing global.

“PT PAL saat ini bukan hanya produsen kapal, tetapi juga berperan sebagai lead integrator dan national consolidator ekosistem galangan nasional dengan melibatkan industri-industri pendukung dalam negeri agar dapat tumbuh bersama,” pungkas Kaharuddin.

Melalui sinergi dalam Defend ID, PT PAL Indonesia optimistis dapat terus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan industri maritim regional sekaligus mempercepat terwujudnya industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berdaya saing global. (PAL)

Progress LPD Filipina di PT PAL (photo: PAL)

Dirut PAL: Kapal selam Scorpene Evolved masuki tahap praproduksi
Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menyatakan pembangunan kapal selam kelas Scorpene Evolved untuk TNI AL telah memasuki tahap praproduksi sebagai bagian dari penguatan strategis pertahanan laut nasional melalui kerja sama dengan Naval Group asal Prancis.

“Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan dunia di kawasan ASEAN, keberadaan industri pertahanan yang kuat menjadi daya tawar strategis bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang disegani di regional,” kata Kaharuddin dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jatim, Senin.

Ia menjelaskan, tahapan tersebut mencakup kesiapan desain, sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, hingga kesiapan infrastruktur pendukung agar pembangunan kapal selam berjalan sesuai target dan standar kualitas internasional.

Selain itu, kata dia, PT PAL bersama Naval Group terus memperkuat koordinasi, transfer teknologi dan transfer pengetahuan guna mendukung keberhasilan program sekaligus meningkatkan kapabilitas industri pertahanan nasional.

"Tahap praproduksi menjadi rangkaian persiapan teknis sebelum proses produksi utama dimulai," ucapnya.

Kaharuddin menambahkan, pembangunan kapal selam Scorpene Evolved menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan nasional karena Indonesia tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang mampu membangun kapal selam sendiri, termasuk pengembangan kapal selam dengan teknologi Advanced and Improved Propulsion (AIP).

“Kemampuan ini menegaskan kemajuan penguasaan teknologi strategis nasional sekaligus memperlihatkan kesiapan industri pertahanan Indonesia untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Sejumlah engineer PT PAL foto bersama saat mengikuti program transfer of technology (ToT) bersama Naval Group di Cherbourg, Prancis, beberapa waktu lalu (photo: Antara)

Lebih lanjut, ia menambahkan, puluhan engineer PT PAL diberangkatkan ke Cherbourg, Prancis, untuk mengikuti program transfer of technology (ToT) bersama Naval Group sebagai bagian dari penguatan keterampilan pembangunan kapal selam modern berstandar global.

Program tersebut, lanjutnya, bertujuan agar tim PT PAL mampu memproduksi dan mengkualifikasi “pilot hull sub-section” pertama sebagai bagian tahapan awal pembangunan Scorpene Evolved.

"Di sisi lain proses fabrikasi untuk qualification section telah dimulai dan ditandai secara resmi pada 12 Desember 2025 di Surabaya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program SRI Naval Group Vincent Vimont menyampaikan kolaborasi dengan PT PAL menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan industri pertahanan nasional Indonesia secara berkelanjutan.

“Dengan bermitra dengan Naval Group dalam program transfer keterampilan yang ambisius, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat kemampuan ekosistem industrinya,” katanya.

Ia menambahkan perjanjian yang ditandatangani dengan PT PAL sebagai galangan kapal berpengalaman akan mendukung terwujudnya penguatan industri pertahanan nasional.

"Perjanjian yang ditandatangani dengan PT PAL, galangan kapal berpengalaman, akan mewujudkan ambisi ini," ucapnya. (AntaraNews)

27 Mei 2026

Kodaeral XI Kunker ke Wanam, Merauke untuk Survey Lahan Pembangunan Pangkalan Angkatan Laut

27 Mei 2026

Survey lahan untuk Lanal di Wanam, Merauke, Papua Selatan (photos: Kodaeral XI)

TNI AL. Kodaeral XI -- Asrena Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Dadan Hamdani melaksanakan kunjungan kerja ke Posal Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meninjau dan mensurvey lokasi yang direncanakan sebagai lahan pembangunan Pangkalan TNI AL (Lanal) Wanam sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamanan wilayah pesisir selatan Papua. Merauke (23/05/2026)


Dalam pelaksanaannya, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi geografis, akses transportasi, serta kesiapan lahan pembangunan pangkalan. Survey ini dinilai penting karena Wanam menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan nasional, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur di Papua Selatan.

Posal Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (image: GoogleMaps)

Selain survey lahan, rombongan juga melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan rencana pembangunan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi keamanan serta pembangunan wilayah. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asops Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Totok Susilo, Pgs Aslog Dankodaeral XI Kolonel Laut (T) Luluk, Pgs Dansathantai Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Fery Anton, serta Danposal Wanam.