02 November 2026

Chess Dynamics Secures Additional Contract with PT Len for Indonesian Navy Light Frigate Upgrades

01 November 2026

Bung Tomo-class multi-role light frigates (MRLF) (photo: Chess Dynamics)

We’re proud to announce that we have recently secured a contract worth approximately £3 million with Indonesian state-owned defence and electronics company PT Len for the supply of our SeaEagle Fire Control Electro-Optical (FCEO) systems for two Indonesian Navy Bung Tomo-class multi-role light frigates (MRLF).

This contract builds on an existing programme between Chess Dynamics and PT Len, which began with an initial order for the first Bung Tomo-class vessel in 2023. The latest order covers ships two and three, completing the planned class-wide upgrade with SeaEagle FCEO systems.

SeaEagle FCEO-A (Fire Control Electro Optical Analogue) (photo: Chess Dynamics)

The Bung Tomo-class multi-role frigates entered service in the early 2000s and are undergoing refurbishment to extend their operational life and maintain combat effectiveness. Our SeaEagle FCEO systems will replace legacy electro-optical fire control equipment, providing a modern capability designed to integrate with the vessels’ existing 76 mm OTO Melara naval guns and interface with the upgraded Thales TACTICOS Combat Management System.

We already have an established presence in Indonesia, following the successful installation of our SeaEagle FCEO systems on Indonesian Navy KCR-60 vessels as part of the combat systems delivered and integrated by Terma.

This contract forms part of our increasing focus on supporting navies across Southeast Asia and the wider Asia-Pacific region. We have supported naval programmes in Southeast Asia for more than 15 years, including programmes in Thailand and Malaysia, while in Australia, we have an established partnership with Owen International to support the local maintenance, repair and upgrade capability of the SeaEagle family.


Dua Buah Pesawat FA-50M Selamat Tiba di Pangkalan Udara Kuantan

02 November 2026

Pesawat FA-50M ‘M58-01’ dan 'M58-02' tiba di Pangkalan Udara Kuantan (photos: TUDM)

KUANTAN – Panglima Tentera Udara, Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Haji Muhamad Norazlan bin Aris TUDM menyaksikan ketibaan dua buah pesawat FA-50M di Pangkalan Udara Kuantan, menandakan penghantaran pertama pesawat tersebut daripada keseluruhan 18 buah yang akan diperoleh Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) daripada Korea Aerospace Industries (KAI).


Kedua-dua pesawat berlepas dari Sacheon, Korea Selatan pada 29 Oktober 26 sebelum melaksanakan beberapa hentian transit di Jeju, Laoag, Filipina dan Labuan. Pesawat berlepas dari Pangkalan Udara Labuan hari ini pada jam 1.45 petang dan selamat mendarat di Pangkalan Udara Kuantan pada jam 3.38 petang.


Pesawat FA-50M ‘M58-01’ diterbangkan oleh juruterbang KAI, Mr Lee Donkyu bersama Pegawai Memerintah No 15 Skuadron, Mejar Mohd Jamil bin Awang TUDM. Manakala pesawat ‘M58-02’ diterbangkan oleh Mr Kim Inchul bersama Pegawai Laksana No 15 Skuadron, Mejar Muhammad Ashraf bin Wahab TUDM.


Kedua-dua pesawat seterusnya akan menjalani proses Final Acceptance Test (FAT) oleh TUDM sebelum penerimaan rasmi yang dijangka dilaksanakan pada penghujung November 2026.


Turut hadir menyaksikan detik bersejarah tersebut ialah Timbalan Panglima Tentera Udara, Leftenan Jeneral Dato’ Sri Nur Hafis bin Abdul Karim TUDM; Panglima Pendidikan dan Latihan Udara, Leftenan Jeneral Dato’ Mohd Sani bin Omar TUDM; Panglima Bantuan Udara, Mejar Jeneral Dato’ Ahmad Khusairi bin Ahmad Fadli TUDM; Mr Jae Byoung Cha, SEVP & Chief of Development Division KAI serta pegawai-pegawai kanan TUDM, wakil syarikat KEMALAK dan barisan eksekutif Pangkalan Udara Kuantan.

01 November 2026

Kapal CSB 9003 Bertugas Kembali

01 November 2026

Kapal Vietnam Coast Guard CSB 9003 bertugas kembali selesai menjalani perbaikan (photo: Congly, CSB)

Pada tanggal 26 Oktober, di komune Nha Be (Kota Ho Chi Minh), sebuah delegasi dari Komando Penjaga Pantai Wilayah 4, yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Dao Ba Viet - Komandan Wilayah, melakukan inspeksi teknis dan menerima penyerahan kapal CSB 9003 setelah perbaikan di Galangan Kapal X51.

Kapal CSB 9003, milik Skuadron 401, Komando Wilayah Penjaga Pantai 4, dikirim ke galangan kapal untuk perbaikan terjadwal. Selama proses perbaikan, Komando Wilayah Penjaga Pantai 4 berkoordinasi erat dengan Galangan Kapal X51, mengatur dan melaksanakan pekerjaan perbaikan sesuai dengan rencana yang disetujui; secara teratur memantau, memeriksa, dan mengawasi kemajuan dan kualitas item perbaikan, memastikan kepatuhan terhadap prosedur teknis, kepatuhan ketat terhadap peraturan keselamatan, dan memenuhi kualitas dan jadwal yang dibutuhkan.


Selama inspeksi penerimaan, kelompok kerja dari Komando Wilayah Penjaga Pantai 4 memeriksa kondisi teknis, kompatibilitas, dan kinerja operasional sistem dan peralatan sesuai dengan kriteria penerimaan; dan meninjau catatan dan dokumen perbaikan yang relevan. Inspeksi menyimpulkan bahwa kapal CSB 9003 memenuhi persyaratan penerimaan, memastikan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis dari rencana perbaikan yang disetujui.

Dalam konferensi tersebut, Mayor Jenderal Dao Ba Viet, Komandan Wilayah Penjaga Pantai 4, mengakui dan sangat mengapresiasi hasil koordinasi antara unit dan Pabrik X51 dalam proses pelaksanaan tugas perbaikan; pada saat yang sama, beliau meminta instansi dan unit terkait untuk terus menerapkan secara ketat manajemen, eksploitasi, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan teknis; dengan fokus pada pemeliharaan kondisi teknis kapal dan memastikan keselamatan selama operasi dan penggunaan.


Penyelesaian uji penerimaan untuk kapal CSB 9003 setelah perbaikan rutin memiliki signifikansi praktis dalam meningkatkan kualitas pemeliharaan teknis, menjaga koefisien teknis dan keandalan peralatan; berkontribusi pada peningkatan kesiapan tempur dan kesiapan misi Komando Wilayah 4 Penjaga Pantai, memenuhi persyaratan pengelolaan dan perlindungan kedaulatan, keamanan, ketertiban, dan keselamatan di wilayah laut barat daya Tanah Air.

AH-6i Little Bird Melakukan Penerbangan Pedana di Thailand

01 November 2026

Uji terbang helikopter AH-6i Little Bird (photos: Nattapol Kerdsak)

8 unit AH-6i helikopter serang ringan dan pengintaian telah dikirim melalui kapal kargo dan tiba di Kerry Siam Seaport kawasan Pelabuhan Internasional Laem Chabang, Thailand pada 27 September 2026 lalu.

Helikopter ini memperkuat Battalion Penerbangan ke-3 di Lopburi, Angkatan Darat Thailand dan langsung dilakukan perakitan ulang, inspeksi, dan uji terbang operasional pertama.


Helikopter AH6i ini melakukan uji terbang terlihat mengudara secara penuh pada 10 Oktober 2026 sebagaimana unggahan yang dilakukan oleh  Aviation Story ASTH dan Nattapol Kerdsak.

Helikopter AH-6i Little Bird ini dipersiapkan untuk menggantikan armada helikopter serang AH-1F Cobra yang sudah menua. Angkatan Darat Thailand berkeinginan menambah 8 helikopter tipe ini apabila fasilitas produksi Boeing di fasilitas manufaktur helikopter yang berlokasi di Mesa, Arizona, Amerika Serikat bersedia melanjutkan produksinya.

TNI AU Terima Kembali C-130H Hercules A-1317 Usai Modernisasi, Memperpanjang Usia Pakai Hingga 15–20 Tahun

01 November 2026

Serah terima pesawat C-130H Hercules A-1317 (photo: Grup1 Angkut)

Malang-Grup 1 Angkut. TNI Angkatan Udara melalui Grup 1 Angkut menerima kembali pesawat C-130H Hercules A-1317 usai menjalani modernisasi di PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia. Penyerahan dilaksanakan di Hanggar Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis (29/10/2026).

Secara simbolis, VP SBU Defence PT GMF Aero Asia Rajesh Ferdinand Kusuma menyerahkan pesawat kepada Pusalpalhan Kemhan, untuk selanjutnya diserahkan kepada TNI AU yang diwakili Dangrup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han.

A-1317 menjadi pesawat kedua yang kembali setelah menjalani Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionics Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP).

Dalam sambutannya, Dangrup 1 Angkut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan atas program modernisasi C-130 Hercules serta PT GMF Aero Asia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Kerja sama ini menunjukkan pentingnya peran industri nasional dalam mendukung modernisasi alpalhankam di dalam negeri.


Dangrup juga menekankan bahwa modernisasi harus diikuti kemampuan satuan dalam menjaga dan memanfaatkan pesawat secara optimal. Untuk itu, Dangrup berpesan kepada jajaran Skadron Udara 32 agar mengemban tanggung jawab tersebut dengan profesionalisme, disiplin, serta mengutamakan keselamatan terbang dan kerja.

Selanjutnya, dalam sambutan tertulis Kapusalpalhan Baloghan Kemhan Marsma TNI Jon Keneddy Ginting, MMsgSud, QTC, yang dibacakan Kapuslaik Kemhan Marsma TNI Catur Martowo Aji, M.Eng., disampaikan bahwa modernisasi diperlukan karena C-130 Hercules telah mencapai usia operasional tinggi dalam menjadi tulang punggung mobilitas udara TNI. Program ini juga merupakan investasi strategis dalam pembangunan pertahanan negara.

Sementara itu, VP SBU Defence PT GMF Aero Asia menyampaikan bahwa modernisasi tersebut diproyeksikan memperpanjang usia struktur pesawat hingga 15–20 tahun, sekaligus meningkatkan keandalan dan kesiapan operasionalnya. Kepercayaan Kementerian Pertahanan menjadi motivasi bagi GMF untuk terus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri.

31 Oktober 2026

Menhan Tinjau Kemajuan Fasilitas Produksi Pindad

31 Oktober 2026

Kunjungan kerja Menhan ke PT Pindad (photos: Pindad)

Bandung – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke PT Pindad (Persero), Bandung pada selasa, 27 Oktober 2026. Direktur Utama PT Pindad (Persero), Sigit P. Santosa beserta seluruh jajaran Direksi menyambut kunjungan Menhan RI ke kantor pusat Pindad, Bandung. Pada kunjungan kali ini, Menhan RI didampingi oleh Sekjen Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema, Dirjen Pothan Kemhan RI Laksda TNI Sri Yanto, Aslog Kasad Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan, Aslog Kasal Laksda TNI Mulyatna, Aslog Kasau Marsda TNI Nur Surachman, dan Karo TU & Protokol Kemhan RI Brigjen TNI Charles Yohanes Alling.

Kunjungan Menhan RI ke Pindad merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke entitas DEFEND ID sekaligus untuk meninjau perkembangan industri pertahanan dan berbagai proyek strategisnya. Dalam kesempatan tersebut, Menhan meninjau kesiapan dan fasilitas produksi Pindad untuk mendukung Program Pemerintah yang tertuang pada RPJMN tahun 2025-2029 dan Program Asta Cita Presiden & Wakil Presiden RI. Menhan juga menyampaikan arahan terhadap Pindad dan berharap dapat berjalan optimal dan mendukung ketahanan nasional. 

Direktur Utama, Sigit P. Santosa menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Pindad, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan nasional. Beliau memaparkan perkembangan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas produksi dan kerja sama strategis Pindad dengan mitra global termasuk potensi pasar bagi produk Pindad di berbagai negara. 

“Suatu kehormatan bagi kami dapat menyambut Bapak Menhan di PT Pindad (Persero). Kami telah mendapatkan berbagai penugasan strategis dan izin kami sampaikan berbagai kemajuan, kesiapan fasilitas produksi, dan peningkatan kapasitas produksi yang telah dilaksanakan.” terang Direktur Utama, Sigit P. Santosa.

Selain peningkatan kapasitas produksi senjata yang terus dilakukan, Pindad juga meningkatkan kemampuan teknologi terhadap konponen utama senjata. 

Dalam kunjungan kali ini, Menhan RI meninjau berbagai fasilitas produksi serta produk yang tengah diproduksi maupun yang telah diselesaikan Pindad untuk memenuhi kontrak Kementerian Pertahanan. Salah satu produk yang ditinjau adalah senapan serbu SS3-M1 yang saat ini menjadi senapan standar untuk operasional berbagai kesatuan TNI. Sebanyak 51.459 pucuk senjata SS3-M1 saat ini telah digunakan oleh TNI dan akan terus ditingkatkan.

(Pindad)

Naval Shipyard X55 Begins Construction of 4 New Military Vessels

31 Oktober 2026

The delegates performed the groundbreaking ceremony (photos: QDND)

On the morning of October 28th, in Can Tho City, the X55 Naval Shipyard (Hai Binh One-Member Limited Liability Company), Logistics and Technical Department of the Navy, held a groundbreaking ceremony for the construction of four new military vessels.

Over the years, the X55 Naval Shipyard has successfully built many classes of support vessels for the Navy  and its units. The project involves building four military vessels with approved configurations and features; these vessels are designed to participate in protecting maritime sovereignty and islands, search and rescue operations, and other assigned tasks.


Speaking at the groundbreaking ceremony, Colonel Bui Van Tien, Head of the Shipbuilding Management Department, General Staff, Vietnam Navy, said that the investment in building new military ships demonstrates the deep concern of the Party, the State, the Central Military Commission, and the Ministry of National Defense  for the Navy, as well as for shipbuilding factories in the military; contributing to improving the capacity, level and experience of shipbuilding in the country, gradually mastering modern shipbuilding technology.

"To ensure the shipbuilding proceeds according to schedule and meets quality standards, I request that the X55 Naval Shipyard, consulting and classification societies, and contractors supplying materials and equipment adhere strictly to the coordination regulations; paying particular attention to occupational safety , equipment safety, and fire prevention and control; and ensuring the ship is delivered to the Navy on schedule," Colonel Bui Van Tien emphasized.