11 Juni 2026

Kemenhan Usulkan Tambahan Anggaran Menjadi Rp334 T untuk 2027

11 Juni 2026

Indonesia diketahui berencana menembah pesanan 2 kapal selam Scorpene (photo: Indian Navy)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengusulkan penambahan anggaran untuk tahun 2027 menjadi Rp334 triliun untuk mendukung kesiapan operasional, modernisasi alutsista, pembangunan kekuatan pertahanan, serta program-program prioritas lainnya.

"Kami tadi sudah mengusulkan anggaran tambahan melalui Komisi I DPR RI untuk diteruskan kepada Badan Anggaran agar kami bisa menambah anggaran sebanyak Rp195 triliun," kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin usai rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan pagu anggaran Kemenhan untuk 2027 sebesar Rp139 triliun.

Namun, dia mengusulkan tambahan sebesar Rp195 triliun agar totalnya menjadi Rp334 triliun.

Dia menyampaikan bahwa sebenarnya rencana kebutuhan (renbut) anggaran untuk Kemenhan pada 2027 adalah sebesar Rp667 triliun.

Menurut dia, rencana kebutuhan anggaran itu didasari konsep skala prioritas dan dinamika tugas yang diberikan kepada Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia sebagai instrumen dari pertahanan negara.

Maka dari itu, dia mengatakan usulan penambahan anggaran menjadi Rp334 triliun itu disampaikan agar angkanya tidak beda jauh dengan kebutuhan Kemenhan sebesar Rp667 triliun.

"Yang disetujui berdasarkan surat dari Bappenas dan Kementerian Keuangan hanya Rp139 triliun, jadi bedanya jauh. Oleh karena itu kita mengusulkan tambahan untuk mendekati kebutuhan maksimal Rp667 triliun itu," katanya.

Dia mengatakan bahwa penambahan anggaran itu memiliki makna yang besar untuk kedaulatan negara karena sistem pertahanan negara itu ibaratkan "sabuk pengaman" bagi pembangunan nasional.

Pada 2027, dia mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan memiliki sebanyak 20 daftar kerja yang dibagi ke dalam enam program.

Menurut dia, TNI sebagai alat pertahanan harus siap menghadapi dinamika tugas untuk mendukung tugas-tugas pemerintah, di samping tugas-tugas sistem pertahanan negara.

Sejumlah contoh tugas yang harus dihadapi TNI antara lain soal dinamika konflik di Papua, hingga wilayah-wilayah lainnya. Selain itu, kini TNI juga perlu mendukung pemerintah dalam pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

"Kita sudah ketahui, bekas akibat dari bencana alam. Jadi, sekarang TNI juga sedang menjalankan tugas untuk membangun jembatan dan sebagainya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyampaikan bahwa pagu anggaran Kemenhan untuk 2027 sebesar Rp139 itu menurun dibandingkan anggaran yang disetujui untuk tahun 2026 sebesar Rp187 triliun.

Setelah melakukan simulasi untuk menjaga akselerasi dan kekuatan TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menurut dia, Kemenhan merasa perlu adanya tambahan.

"Tambahan ini tentu bukan Komisi I yang menentukan, tetapi Komisi I menyetujui dan mendukung usulan tambahan itu untuk diteruskan ke Badan Anggaran," kata Utut.

First Evolved Cape-class Patrol Boat for Australian Border Force Launched

11 Juni 2026

The first Evolved Cape–class Patrol Boat (ECCPB) for the Australian Border Force (photo: Austal)

Austal has launched the first Evolved Cape–class Patrol Boat (ECCPB) for the Australian Border Force (ABF).

The event marks a key milestone in the ongoing relationship between Austal, the ABF and the Commonwealth of Australia.

This is the first of six ECCPBs Austal is contracted to deliver to the ABF, with two vessels added to the existing order of four in early May 2026.  

All six will be built at Henderson, supported by Austal’s national and local supply chain and other partnerships. 

The launch follows the recent delivery of the last of 10 ECCPBs for the Royal Australian Navy, with Australian Defence Vessel Cape Hawke handed over in March 2026.

Austal CEO Paddy Gregg said it confirmed both the effectiveness and key role of the ECCPB in supporting ABF to protect Australia’s borders. 

“Constructed by our experienced workforce, with the benefit of our demonstrated partnerships, and incorporating Austal’s commitment to innovation, orders like these for the ABF recognise this platform as a core component of national maritime security.” Paddy Gregg, Austal CEO

“Austal is enthusiastically contributing to the expansion of the ABF fleet once again and looks forward to delivering a vessel that will satisfy its important mission requirements," Mr Gregg said.

“We remain grateful to the ABF and the Commonwealth of Australia for their confidence in Austal and collaboration with us.”

The 58.1 metre ECCPBs are designed to support a wide range of missions, including border protection, and feature enhanced quality-of-life systems and sustainment technologies.

Austal delivered eight original Cape–class Patrol Boats (CCPB) to the ABF between 2012 and 2015, also constructing CCPBs for the Royal Australian Navy and the Trinidad and Tobago Coast Guard.

The new ABF vessel is expected to be completed in the final quarter of 2026.

Indonesia Siap Terima Prototipe Jet Tempur KF-21 Boramae

11 Juni 2026

Pesawat tempur KF-21 Boramae (photos: Reddit)

Seoul (ANTARA) - Indonesia bersiap menerima satu unit prototipe jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan setelah menyelesaikan kewajiban kontribusi pembiayaan dalam proyek pengembangan bersama pesawat tempur generasi baru tersebut.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengatakan pengembangan bersama KF-21 yang telah berlangsung lebih dari satu dekade resmi rampung pada Juni 2026. Salah satu hasil kesepakatan antara kedua negara adalah penyerahan satu prototipe dari enam pesawat KF-21 yang telah diproduksi.

“Prototipe dari enam pesawat KF-21 itu sudah disepakati dan akan diserahkan ke Indonesia yang pesawat prototipe dari enam, satu itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan,” kata Cecep dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Selasa (10/6/2026).

Menurut Cecep, tahap pengembangan bersama telah selesai dan selanjutnya pembahasan akan berfokus pada pemanfaatan hasil proyek tersebut, termasuk berbagai opsi kerja sama lanjutan.

“Bagaimana ke depannya, tentunya kami menyerahkan kepada pengambil keputusan di Indonesia,” sambungnya.

Cecep menilai Indonesia merupakan salah satu mitra strategis Korea Selatan di sektor industri pertahanan. Hubungan kerja sama kedua negara di bidang ini telah terjalin selama puluhan tahun, dengan Indonesia tercatat sebagai pelanggan pertama berbagai produk industri pertahanan Korea sejak 1979.

Pada 2003, Indonesia membeli pesawat latih KT-1 Woongbi yang kini digunakan oleh Tim Jupiter TNI Angkatan Udara. Kemudian pada 2011, Indonesia juga mengakuisisi pesawat yang dikenal sebagai Mini F-16. Kerja sama pertahanan kedua negara berlanjut pada 2017 melalui proyek pembangunan kapal selam.


Selain pengadaan alat utama sistem persenjataan, Cecep menekankan bahwa transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia menjadi nilai penting dalam kemitraan pertahanan Indonesia-Korea Selatan.

“Korea memang belajar industri pertahanan dari Amerika. Dan kita belajar industri pertahanan yang sudah dipelajari Korea dari Amerika ke Korea. Dan banyak hal yang off the record teman-teman Korea menyampaikan ke kami bagaimana cara memperoleh teknologi dengan baik dan less sensitive,” kata Cecep.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Asosiasi Persahabatan Anggota Parlemen Korea Selatan-Indonesia, Kim Gi-Hyeon, menilai industri pertahanan Korea Selatan saat ini termasuk yang paling maju secara teknologi di dunia dengan biaya yang relatif kompetitif.

Ia menyebut berbagai sistem persenjataan Korea Selatan telah menunjukkan kinerja yang baik dalam sejumlah konflik internasional, termasuk perang Rusia-Ukraina dan ketegangan Iran-Israel.

“Saya percaya bahwa akan sangat bermanfaat bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan Korea. Korea Selatan tidak hanya menyediakan transfer teknologi, tetapi juga turut mengembangkan dan melatih sumber daya manusia untuk mengoperasikan serta mengelola sistem-sistem tersebut,” kata Kim.

Indonesia dan Korea Selatan sebelumnya telah menyepakati penyerahan satu prototipe KF-21 kursi tunggal yang digunakan untuk berbagai uji verifikasi, termasuk pengisian bahan bakar di udara.

Paket penyerahan tersebut bernilai sekitar 600 miliar won Korea Selatan, yang mencakup pesawat tempur senilai 350 miliar won serta berbagai komponen biaya pengembangan lainnya.

10 Juni 2026

Yon Parako 472 Pasgat Ikuti Latihan Kesiagaan II Kodau II "Sikatan Daya" TA 2026

10 Juni 2026

Kendaraan taktis P2 dan P6 ATAV digunakan untuk Sikatan Daya 2026 (photos: Kopasgat)

Pen Yon Parako 472 Pasgat Nanggala. Malang --- Suasana tenang di Apron VIP/400 Lanud Abdulrachman Saleh mendadak berubah menjadi zona operasi taktis yang tegang. Sekelompok prajurit dari Batalyon Para Komando 472 Pasgat Nanggala bergerak cepat dengan presisi tinggi guna menatralisir ancaman bom yang di skenariokan mengancam keamanan pangkalan udara strategis tersebut.

Aksi tersebut merupakan bagian dari skenario Latihan Kesiagaan II KODAU II " Sikatan Daya " TA 2026, latihan ini dirancang untuk menguji kecepatan rekasi, koordinasi antar unsur dan kemampuan teknis prajurit dalam menghadapi kontingensi terorisme dan sabotase di objek vital nasional.


Latihan yang bertajuk "KODAU II Beserta Satuan Jajaran Melaksanakan Dukungan Operasi Udara Pengamanan Alki II di Wilayah KODAU II Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI " ini didisaksikan oleh Kaskodau II Marsma TNI Hermawan Widhianto, S.E., M.M., Danlanud Abdulrachman Saleh serta para pejabat Lanud maupun Insub.

Dalam simulasi tersebut, Yon Parako 472 tidak hanya mengandalkan kemampuan infanteri komando, tetapi juga mengerahkan kendaraan taktis untuk melakukan blokade dan perlindungan area(perimeter), rantis tersebut meluncur cepat menuju Apron VIP untuk memberikan perlindungan bagi tim penjinak bahan peledak dan unit pengamanan area, sinergi antara manuver kendaraan tempur dan gerak infanteri menjadi kunci keberhasilan netralisasi ancaman dalam waktu kurang dari 15 menit.


Di sesi lain Komandan Batalyon Para Komando 472 Pasgat Letkol Pas Riwan Sugiyono, M.Han melalui Wadanyon Parako 472 Kapten Pas Rico Falcon Kurniawan., S.T.Han menyampaikan, apresiasi tinggi bagi seluruh prajurit yang terlibat, beliau menekankan bahwa latihan bukan sekedar rutinitas, melainkan cermin dari jati diri prajurit Pasgat, selain itu juga merupakan ajang pembuktian kesiapan mental dan fisik prajurit Nanggala di tengah dinamika global yang semakin kompleks, prajurit Parako harus memiliki insting tempur yang tajam

Ancaman sabotase seperti teror bom menuntut kita untuk bertindak tenang namun mematikan, jangan pernah ada keraguan di lapangan, setiap detik yang kalian ambil adalah keselamatan bagi pangkalan dan negara, latihan ini membuktikan bahwa Yon Parako 472 Pasgat Nanggala selalu dalam kondisi combat-ready kapanpun negara memanggil, tegasnya.


Usai rangkaian latihan terlaksana semua dengan aman dan lancar, kegiatan diakhiri dengan pengantaran Pangkodau II Marsda TNI M. Untung Suropati, S.E., beserta rombongan di VIP room/400 Lanud Abdulrachman Saleh, dimana Wadanyon Parako 472 turut hadir mewakili Komandan Batalyon Para Komando 472 Pasgat.

Quadrotor Thailand Sukses Tembakkan Roket 2,75 inch

10 Juni 2026

Quadrotor NAC Drone VTOL buatan NAC Drone Thailand sukses menembakkan roket udara-ke-darat 2,75 inch (photos: Pop Petasen)

Angkatan Udara Kerajaan Thailand terus membuat kemajuan dalam pengembangan sistem pesawat nirawak (UAV), termasuk prototipe NP Interceptor Drone, yang dikembangkan di Pusat Latihan Angkatan Udara Kerajaan Thailand Nam Phong di provinsi Khon Kaen bekerja sama dengan Fakultas Teknik, Universitas Khon Kaen.


Ini akan menjadi sistem anti-pesawat nirawak (CUAS) berbiaya rendah, berkecepatan tinggi, dan berdaya hancur tinggi dengan efektor yang dicetak 3D dan sistem kontrol siap pakai. Contoh sistem ini telah digunakan oleh Ukraina dalam konfliknya dengan Rusia. Sebuah prototipe diperlihatkan kepada Marsekal Kepala Angkatan Udara Seksan. Kantha, Panglima Tertinggi Angkatan Udara Kerajaan Thailand, pada 30 April 2026.


Sebuah pesawat tanpa awak lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) yang dikembangkan oleh perusahaan Thailand NAC Drone, yang diketahui telah digunakan dalam pertempuran di perbatasan Thailand-Kamboja pada tahun 2025, diuji untuk pemasangan dan penembakan roket udara-ke-permukaan 2,75 inci yang diproduksi oleh Direktorat Persenjataan Angkatan Udara Kerajaan Thailand di Lapangan Latihan Senjata Udara Chai Badan, Provinsi Lopburi pada 1 Mei 2026. 


Hal ini menunjukkan dukungan Angkatan Udara Kerajaan Thailand untuk penelitian kolaboratif dengan lembaga pendidikan Thailand dan perusahaan swasta dalam mencapai kemandirian.

(AAG)

Vitnamese Air Force Officer School: 100% of International Students Achieved Good or Excellent Results in the Graduation Exam

10 Juni 2026

Student from Lao and Cambodia also achieved in the graduation exam (photo: Khanh Hoa)

From May 29th to June 5th, the Aircraft Engine Department of the Air Force Officer School organized the graduation exam for international students specializing in Aircraft Engines.

These are students from the Aviation Engineering College of the Lao People's Army (Class 13) and the Royal Cambodian Army (Class 18). The candidates participated in two graduation exams: a specialized theory exam assessing knowledge of the Mi-8 helicopter and the TB2-117 engine; and a specialized practical exam to comprehensively test each student's theoretical knowledge of aviation engineering and practical skills.

Mi-8 of the Vietnam People's Air Force (photo: VTC News)

Thanks to thorough preparation and close coordination among relevant units and agencies, the exam was conducted seriously, objectively, and in accordance with regulations. 100% of the students achieved good or excellent results.

The success of the exam not only affirms the quality of training at the Air Force Officer School but also contributes to strengthening solidarity and friendship between the armies of Vietnam, Laos, and Cambodia.

09 Juni 2026

Turki Perkenalkan Pesawat Pengacau Sinyal Jarak Jauh Baru

09 Juni 2026

Hava SOJ berbasis pesawat Bombardier Global 6000 (image: Turkish MoD)

Kementerian Pertahanan Nasional Turki (MND) untuk pertama kalinya menunjukkan Hava Stand-Off Jammer (SOJ), dengan pesawat perang elektronik (EW) berbasis jet bisnis Bombardier Global 6000 yang muncul sekilas dalam video resmi yang diposting pada 1 Juni 2026.

Masih dalam kondisi cat dasar pabrik, pesawat yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace dan Aselsan untuk dukungan elektronik jarak jauh dan serangan elektronik (EA), ditunjukkan dalam cuplikan video kurang dari satu detik yang melakukan uji coba pra-pengiriman.

Tampak samping pesawat Hava SOJ (image: Voyage2Victory)

Seperti yang dicatat oleh Janes C4ISR & Mission Systems: Air, Hava SOJ dirancang untuk menekan sistem pengawasan pertahanan udara musuh dalam peran penekanan/penghancuran pertahanan udara musuh (SEAD/DEAD).

Platform SOJ akan digunakan oleh Angkatan Udara Turki (TuAF) untuk mengidentifikasi pemancar radar/komunikasi berbasis udara, darat, dan laut musuh dan mengelabui/ mengganggu mereka tanpa memasuki zona ancaman. Dengan menekan radar dan sistem komunikasi pertahanan udara musuh, hal ini memungkinkan pesawat tempur sekutu untuk masuk dan keluar dari wilayah udara musuh dengan menciptakan koridor aman untuk melakukan misi serangan yang ditargetkan.

Interior Hava SOJ (photo: MilliSavunma)

Meskipun detail sistem belum diungkapkan, arsitektur Hava SOJ kemungkinan akan terdiri dari subsistem dukungan elektronik radar dan komunikasi/serangan elektronik, rangkaian alat bantu pertahanan, paket komunikasi dan tautan data taktis, dan subsistem manajemen misi, dengan peralatan misi penting, perangkat lunak, dan algoritma khusus yang disediakan oleh Aselsan.