17 Februari 2026
RTAF Tested its SATCOM Satellite Communication System with the Domestically Developed SIKAN UAV
Kemhan Pastikan TNI Telah Siapkan Personel Untuk Jadi Awak Kapal Induk
17 Februari 2026
ITS Guiseppe Garibaldi (photo: Reddit)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan sejauh ini TNI sudah mempersiapkan prajurit yang akan menjadi awak kapal induk Giuseppe Garibaldi.
"Kemhan bersama TNI juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki kapal tersebut, termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan," kata Rico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Namun demikian, Rico tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah awak kapal yang telah di siapkan dan di mana program pelatihan tersebut berlangsung.
Dia hanya memastikan awak kapal induk yang telah dipersiapkan merupakan prajurit terlatih dan berpengalaman di bidang perkapalan.
Hingga saat ini, lanjut Rico, Kementerian Pertahanan masih membahas proses hibah kapal induk tersebut oleh pemerintah Italia.
Rico melanjutkan, penerimaan kapal secara hibah tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
Pemerintah tetap harus merogoh kocek untuk memodifikasi mesin dan teknologi kapal bekas angkatan laut Italia itu.
"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Namun demikian, Rico kembali tidak menjelaskan secara rinci berapa anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk penyesuaian teknologi kapal induk.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI yakni 5 Oktober 2026.
"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Ali saat jumpa pers di Markas Puspom AL, Jakarta Pusat, Kamis (12/2)
Ali menjelaskan hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negoisasi dengan galang kapal Italia Fincantieri selaku pihak yang memproduksi Garibaldi.
Dia melanjutkan, negoisasi antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia selaku pihak yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut hingga saat ini juga masih berlangsung.
Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.
(Antara)
TUDM Mungkin Akan Mengirim Su-30MKM ke India untuk Perawatan
17 Februari 2026
Fasilitas HAL untuk Su-30MKI di Nashik, India (photo: DefenceIN)KUALA LUMPUR: Malaysia sedang menjajaki kemungkinan mengirim jet tempur Sukhoi milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) ke India untuk pekerjaan perawatan, perbaikan, dan balik-pulih/upgrade (MRO) menyusul kesulitan mendapatkan layanan di Rusia karena sanksi internasional.
Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan mengatakan India telah menawarkan alternatif untuk pesawat buatan Rusia, karena negara tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi suku cadang dan merawat pesawat.
Ia mengatakan masalah ini dibahas dan diputuskan selama kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Malaysia akhir pekan lalu.
Malaysia, India, dan Vietnam juga memiliki banyak kesamaan dalam hal aset, terutama aset TUDM, termasuk penggunaan pesawat Sukhoi.
"Kami sedang membahas bagaimana kami dapat mengirim dan membangun hubungan, terutama dalam hal MRO karena India memiliki banyak aset Sukhoi dan negara tersebut dapat memproduksi suku cadang.
"Kami mengalami masalah dalam mengirim suku cadang atau merawat mesin jet tempur Sukhoi ke Rusia." Kita bisa mengirim, tetapi kita tidak bisa membayar karena Rusia dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS), dan kita tidak bisa membayar melalui 'swift' atau pembayaran biasa.
"Sekarang, India memberi kita kesempatan untuk mengirim dan memperbaiki (suku cadang) atau melakukan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) mesin jet tempur Sukhoi ini di India," katanya saat Sesi Tanya Jawab Menteri di Dewan Rakyat, di sini, hari ini.
Ia menjawab pertanyaan asli dari Lim Guan Eng (PH-Bagan) tentang hasil perdagangan dan keamanan regional setelah kunjungan Modi ke Malaysia pekan lalu dan sejauh mana Malaysia dan India dapat mengambil langkah bersama untuk melawan penerapan tarif oleh AS.
Saat ini, Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) memiliki 18 pesawat Sukhoi Su-30MKM yang bersertifikasi operasional hingga tahun 2035.
Malaysia menandatangani kontrak senilai US$900 juta pada Agustus 2003 untuk membeli 18 jet tempur tersebut dari Rusia, dengan pengiriman dimulai pada tahun 2007.
Pada Agustus tahun lalu, Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan akan meng-upgrade jet tempur Sukhoi jika akuisisi jet tempur F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait memakan waktu lama.
Ia mengatakan kementeriannya berencana untuk melakukan upgrade pesawat Sukhoi pada tahun 2030 jika Malaysia belum mengakuisisi pesawat tersebut.
16 Februari 2026
Pangkoarmada II Pimpin Serial Latihan Unsur Kogasgabfib Latopshantai 2025
16 Februari 2026
KRI John Lie 358, KRI Brawijaya 320, dan KRI Martadinata 331 (photo: TNI AL)TNI AL. Koarmada II -- Dalam rangka Latihan Operasi Pertahanan Pantai (Latopshantai) Tahun 2025, unsur Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib) yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, serta KRI Pulau Fani-731 melaksanakan serial latihan saat menuju daerah latihan (Rahlat) di Perairan Bangka Belitung, Sabtu (14/2).

KRI Pulau Fani 731 (photo: TNI AL)
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KRI John Lie-358 merupakan unsur yang turut tergabung dalam Latopshantai 2025.
Rangkaian serial latihan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., selaku Panglima Kogasgabfib, yang on board di KRI Brawijaya-320.
Seluruh serial latihan merupakan bagian penting dalam skenario Latopshantai 2025 guna meningkatkan interoperabilitas serta kesiapan tempur unsur-unsur yang terlibat, dalam mendukung pelaksanaan operasi pertahanan pantai secara optimal dan profesional.
Australia Opens Drone Faclity at RAAF Base Tindal for Northern Defense
16 Februari 2026
Triton facility opening RAAF Base Tindal (photos: Aus DoD)
Strengthening northern air power
The recent completion of the new MQ‑4C Triton facilities at RAAF Base Tindal is a major boost to Australia’s northern air power and marks a significant milestone for Defence with the introduction of next‑generation uncrewed capability.
Opened by Assistant Minister for Defence Peter Khalil, the $355.7 million AIR7000 Phase 1B Project has delivered purpose‑built facilities to support the MQ‑4C Triton, including maintenance hangars, new airfield pavements, working accommodation and essential supporting infrastructure.
During the opening ceremony, Mr Khalil praised the collaboration between Defence and industry partners, acknowledging their essential role in strengthening Australia’s defence posture.
“What you see here is a whole‑of‑country effort,” Mr Khalil said.
“Industry, Defence, contractors and our men and women in uniform working together towards a common goal – protecting our national interests.”
Commencing construction in May 2023, the project was designed by BVN architects and delivered by Sitzler Pty Ltd, with Jacobs Pty Ltd engaged as the project manager and contract administrator. The project injected more than $166 million into Northern Territory businesses through awarded work packages, with a significant amount directed to Indigenous subcontractors.
Mr Khalil highlighted that this milestone ensured Defence was better positioned to deliver on the priorities outlined in the 2024 National Defence Strategy, such as strengthening northern bases and enhancing Defence’s ability to respond to evolving security challenges.
“The defence of Australia’s national interests depends on our ability to protect and monitor the northern maritime approaches,” Mr Khalil said.
“The work the Tritons will do contributes directly to the security and stability of our region, and that underpins the prosperity of our nation as a trading country.”
'It provides us with our permanent home at RAAF Base Tindal – a facility that has been designed, conceived and built with our people in mind, and will serve the squadron for many years to come.'
While the Triton aircraft will be operated remotely by aircrew from 9 Squadron based at RAAF Base Edinburgh, they will be launched, recovered and maintained at RAAF Base Tindal. The newly formed squadron will occupy the facility, supported by Northrop Grumman Australia.
Commander Surveillance and Reconnaissance Group Air Commodore Michael Durant stated that a key attribute of the MQ-4C Triton was its ability to operate independently, and from a range of locations.
“The Triton does not need the controllers to be co-located with the aircraft itself,” Air Commodore Durant said.
“Our intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) hub at RAAF Base Edinburgh provides the ideal location for 9 Squadron aircrew to access and integrate with our full range of ISR capabilities.”
Air Commodore Durant emphasised that the new facilities were established at RAAF Base Tindal for several key reasons, including enabling operations within our primary area of strategic interest and supporting the priorities outlined in the 2024 National Defence Strategy.
“Locating the aircraft inland at RAAF Base Tindal provides a northern operating position while also reducing our exposure to the coastal weather systems that frequently affect northern Australia,” Air Commodore Durant said.
Commanding Officer 9 Squadron Wing Commander Neale Thompson said the completion of the new facility also marked an important milestone for the squadron.
“It’s incredibly satisfying to see this facility finished,” Wing Commander Thompson said.
“It provides us with our permanent home at RAAF Base Tindal – a facility that has been designed, conceived and built with our people in mind, and will serve the squadron for many years to come.”
(Aus DoD)




















