18 Juli 2026

HMNZS Aotearoa Conducts a Double Replenishment-At-Sea with HMCS Regina and HMAS Sydney during RIMPAC 2026

18 Juli 2026

Double Replenishment-At-Sea during RIMPAC 2026 (photos: RNZN)

The Stealers Wheel classic has long been associated with a dual Replenishment at Sea (RAS) operations, where a tanker replenishes two ships simultaneously while positioned between them. The lyric is a light-hearted nod to the formation and is commonly played over a tanker's speakers during double RAS evolutions.


During the sea phase of Exercise RIMPAC off Hawaii this week, HMNZS Aotearoa conducted a dual RAS with the Royal Australian Navy's HMAS Sydney and the Royal Canadian Navy's HMCS Regina.
 

A complex and highly skilled manoeuvre, a dual RAS demands precision, teamwork and expert ship-handling from all three vessels and their ship's companies.

 
Thirty nations, 30 ships and 30,000 personnel are taking part in RIMPAC, the world's largest maritime warfare training exercise, working together to help ensure the safety of vital sea lanes and security across the world's oceans.
 
(RNZN)

KAI Selesaikan Pengiriman 6 Pesawat Latih T-50i ke Indonesia

18 Juli 2026

6 pesawat T-50i tambahqn telah diterima TNI AU (photo: TNI AU)

SEOUL, (Yonhap) -- Perusahaan pertahanan Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd., mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyelesaikan pengiriman enam pesawat latih canggih T-50i tambahan ke Indonesia.

KAI menandatangani kontrak untuk memasok pesawat T-50i ke Angkatan Udara Indonesia pada tahun 2021 dan memulai pengiriman pada bulan Februari.

Produsen pesawat ini pertama kali menandatangani kesepakatan untuk memasok 16 pesawat latih T-50 ke Indonesia pada tahun 2011, dan sekarang telah mengirimkan 22 pesawat.

6 pesawat T-50i tambahan sudah tidak lagi menggunakan camo hijau (photo: KAI)

Indonesia adalah pelanggan luar negeri pertama untuk T-50i, varian ekspor dari pesawat latih jet supersonik buatan Korea Selatan pertama.

Negara Asia Tenggara ini telah mengakuisisi 42 pesawat buatan Korea Selatan, termasuk 20 pesawat latih KT-1.

Kedua negara telah memperluas kerja sama di sektor pertahanan, dengan Indonesia mengambil bagian dalam proyek pengembangan bersama jet tempur KF-21 buatan Korea Selatan.

PH Navy Participates in the Naval Gunfire Accuracy Competition for RIMPAC 2026

18 Juli 2026

BRP Miguel Malvar FFG-8 during live fire at RIMPAC 2026 (photos: PN)

The Philippine Navy, through BRP Miguel Malvar (FFG6), demonstrates its gunnery skills alongside 14 allied Navy warships during the Naval Surface Fire Support (NSFS) Rodeo, a live-fire competition of the Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 held on July 14, 2026, off the coast of Hawaii.


As the fourth ship on the firing line, FFG6 tested the system performance and accuracy of its Oto Melara 76mm Super Rapid Multi-Feeding (SRMF) Main Gun. It accurately landed shells on a virtual, two-dimensional land target more than 3.5 Miles away during the practice run and record firing. 


Performance reports will be provided later by the Pacific Missile Range Facility (PMRF), and ships that have the smallest average distance from the target using five salvos shall be declared as winners. Top performers will be awarded with trophies during the RIMPAC Closing Ceremony on July 31, 2026.


Aside from the competition, the exercise focused on standard procedures for targeting, range safety, and communications between a spotter and firing ship in accordance with a joint fire plan. NSFS is also a critical enabler for amphibious operations to suppress enemy coastal defenses, destroy enemy fortified positions, and protect amphibious landing forces.


The Philippine Navy continues to advance its tactical proficiency and operational readiness as it works toward maintaining a modern and capable naval force.

(Philippine Navy)

17 Juli 2026

Lanud ZAM Berikan Dukungan Operasi Penerbangan bagi Pesawat TNI AU T-50i Menuju Pitch Black 2026 di Australia

17 Juli 2026

Lima pesawat T-50i dan 1 pesawat Hercules TNI AU ketika singgah di Lanud ZAM di Rembiga, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (photos: Lanud ZAM)

Lanud TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memberikan dukungan operasi penerbangan (Dukopsbang) kepada lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan satu pesawat Hercules TNI AU yang melaksanakan misi ferry menuju latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di Darwin, Australia. Kedatangan rombongan pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) disambut langsung oleh Komandan Lanud ZAM Kolonel Pnb Suryo Patmonobo, S.Sos., M.M., beserta jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas operasi TNI AU.

Rombongan pesawat berangkat dari home base Lanud Iswahjudi, Madiun, dan menjadikan Bandara Bizam sebagai titik transit untuk melaksanakan pengisian bahan bakar menggunakan metode hot pit refueling. Dukungan tersebut merupakan bagian dari peran Lanud ZAM dalam menjamin kelancaran, keamanan dan kesiapan operasi penerbangan selama pergeseran unsur udara menuju daerah latihan.

Setelah seluruh rangkaian hot pit refueling dan pemeriksaan teknis selesai dilaksanakan, kelima pesawat T-50i Golden Eagle beserta satu pesawat Hercules melanjutkan penerbangan menuju Lanud El Tari, Kupang. Latihan udara multinasional Pitch Black 2026 dijadwalkan berlangsung di Darwin pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.

Melalui dukungan operasi penerbangan yang diberikan, Lanud ZAM menunjukkan komitmennya dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara, khususnya dalam menjamin kelancaran pergerakan unsur udara yang terlibat dalam misi internasional. Dukungan ini menjadi wujud kesiapan Lanud ZAM sebagai pangkalan operasi yang mampu memberikan pelayanan penerbangan secara optimal demi mendukung keberhasilan kontingen TNI AU pada latihan Pitch Black 2026.

(Lanud ZAM)

PT DI Perluas Kapasitas Produksi Menempati Sisi Barat Bandara Kertajati

17 Juli 2026

Penanda-tanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (photo: PT DI)

Jakarta Pusat  – Dalam rangka mendukung upaya strategis ekspansi kapasitas produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), yang meliputi pengembangan klaster Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO), Aerostructure, dan Unmanned Aerial System (UAS), sekaligus memperkuat sinergi pengembangan kawasan industri kedirgantaraan nasional, PTDI dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) (BIJB) Kertajati menandatangani Nota Kesepahaman mengenai Pengembangan Kawasan Sisi Barat Bandara Kertajati sebagai landasan kerja sama pengembangan kawasan industri kedirgantaraan. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Plt. Direktur BIJB, Ronald H. Sinaga, serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrawil), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, dan Bupati Majalengka, Eman Suherman, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Jakarta Pusat.

Penandatanganan ini merupakan kolaborasi strategis kedua belah pihak dalam mendukung kawasan Bandara Kertajati sebagai pusat aktivitas industri kedirgantaraan. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyampaikan, “Hari ini kita menyaksikan penandatanganan MoU antara PTDI dan BIJB sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan Kertajati menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan nasional.” Menurut AHY, pemerintah tidak hanya terus mengupayakan peningkatan aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati, tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi. Ia menambahkan, “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita memiliki kemampuan, memiliki industrinya, tinggal bagaimana kita menciptakan pasarnya. Negara-negara maju selalu memulai dari keberpihakan terhadap industri dalam negerinya sendiri sebelum mampu bersaing di pasar global.”

Tata ruang bandara Kertajati (image: Bandara Kertajati)

Ruang lingkup Nota Kesepahaman ini mencakup kerja sama pengembangan kawasan sisi barat Bandara Kertajati secara bertahap dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahap awal, kedua belah pihak akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas existing, termasuk runway, untuk mendukung kegiatan uji terbang produk PTDI yang meliputi Fixed Wing, Rotary Wing, dan Unmanned Aircraft System (UAS), baik untuk kebutuhan pertahanan maupun komersial. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kedirgantaraan yang terintegrasi, di mana PTDI tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga layanan yang komprehensif mulai dari pengujian, sertifikasi, pemeliharaan, dukungan purna jual, hingga life cycle support, guna memperkuat fleet readiness sebagai salah satu keunggulan kapabilitas PTDI dalam mendukung keberlanjutan ekosistem kedirgantaraan.

Peningkatan kapasitas produksi CN235 dan N219
Dalam sambutan Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dibacakan oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, disampaikan, “Kami sangat yakin di Kertajati ini bisa dibangun suatu industri kedirgantaraan nasional yang tangguh. Di sana ada manufaktur, ada MRO, ada aerostructure, dan tentunya ini akan menjadi suatu kolaborasi antara industri, pemerintah, pemerintah daerah, dan global partner.”

Pengembangan kawasan Bandara Kertajati menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri kedirgantaraan yang terintegrasi di Indonesia. Pengembangan ini juga menjadi langkah strategis PTDI dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi, seiring penugasan pengadaan 80 unit pesawat CN235 dan 30 unit pesawat N219. Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu mendukung proses komersialisasi N219 sekaligus memperkuat kesiapan sarana dan prasarana produksi PTDI guna menjawab kebutuhan pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menyampaikan harapannya agar Kertajati tidak hanya berkembang sebagai bandar udara, tetapi juga menjadi pusat industri kedirgantaraan nasional. ”Harapan kami, Kertajati tidak berhenti sebagai bandara, tetapi juga tumbuh menjadi salah satu pusat industri kedirgantaraan nasional,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, PTDI dan BIJB berkomitmen menjadikan Kertajati sebagai Integrated Aerospace Hub yang mampu menghadirkan ekosistem kedirgantaraan nasional yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan menjadi katalis bagi penguatan rantai nilai industri dirgantara Indonesia, memperluas kolaborasi strategis, mendorong pengembangan teknologi dan sumber daya nasional, serta mempercepat terwujudnya kemandirian industri yang kompetitif di tingkat global.

PAF Contingent, the First Arrival of Fighter Jets for Pitch Black 2026

17 Juli 2026

RAAF Base Darwin welcomes the Philippines Air Force (PAF) in Darwin for Exercise Pitch Black 2026 (photos: Aus DoD)

A warm welcome for the first arrivals
The sunset touchdown of four Philippine Air Force (PAF) FA-50PH Golden Eagles signalled the first arrival of fighter jets for Exercise Pitch Black.

Hosted in Darwin from July 20 to August 7, Pitch Black brings together 20 nations, 100 fighter jets and 2500 personnel to train at RAAF Bases Darwin, Tindal and Amberley over the three weeks of the international exercise.

As the PAF Contingent Commander, Colonel Thomas Ryan Seguin said he is delighted to be back for the Philippines’ second visit to the biennial capstone and international engagement exercise.

“We are excited to have finally arrived in Darwin and thank the RAAF for its warm welcome and outstanding support as we join Exercise Pitch Black 2026,” Colonel Seguin said.


“The Philippine Air Force is proud to once again contribute to this world-class exercise, and we remain committed to learning, collaborating and flying safely throughout the mission.” 

The participation of the Philippines in Pitch Black demonstrates the growing friendship between the PAF and RAAF. Wing Commander Rowan Paice, the Senior ADF Officer at RAAF Base Darwin, said he is keen to have the Philippine team back in Darwin.

“This reflects the growing strength of the Australian-Philippines defence relationship, built on a shared commitment to regional security, professionalism and close cooperation,” Wing Commander Paice said.

“We are also proud to host the contingent in a city with a vibrant and valued Filipino community whose enduring contribution to Darwin helps make this partnership especially meaningful.” 

The Philippines is the first of many participating nations from a range of regional and allied partners set to join RAAF for Pitch Black. 

16 Juli 2026

Kapal Pendaratan Buritan Baru Rancangan Australia Selesaikan Uji Coba Pedaratan di Pantai

16 Juli 2026

Kapal pendaratan buritan/stern landing vessel (SLV) yang akan digunakan oleh USMC (photos: Seatransport)

Sebuah kapal pendaratan buritan/stern landing vessel (SLV) baru yang dirancang oleh perusahaan naval architecture Australia, Seatransport, telah menyelesaikan uji coba pendaratan pantai awal bulan ini.

Kapal Matilda 1 sepanjang 73 meter melakukan manuver pendaratan dan lepas landas di Pantai Dundee, barat daya Darwin, menurunkan landasannya ke pantai dan mempertahankan posisinya. Kemudian, kapal tersebut berhasil lepas landas dan menuju ke laut dalam waktu kurang dari 60 detik.


Seatransport mengatakan bahwa ini adalah pendaratan pantai pertama di dunia untuk SLV yang dioptimalkan untuk penggunaan militer, dan bahwa pendaratan dan lepas landas juga membuktikan kemampuan SLV di lingkungan pesisir yang menantang di mana kondisi dasar laut dan arus pasang surut yang besar memengaruhi aksesibilitas untuk kapal pendaratan landasan haluan konvensional.

Kegiatan ini dilakukan dengan personel Korps Marinir AS di atas kapal dan diamati oleh anggota Australian Defence Force (ADF).


Seminggu sebelumnya, Matilda 1 berhasil melewati uji coba sandar kering di dataran lumpur bakau Hudson Creek, sebuah jalur air muara di Darwin.

Seatransport menyatakan bahwa, selama kegiatan pendaratan di pantai dan penambatan di tempat kering, desain lambung tiga lapis SLV melindungi perlengkapan buritan dan mencegah efek hisap lambung yang memengaruhi kapal pendaratan berlandasan datar konvensional.

Kapal LSV Matilda 1 ini meskipun didesain oleh Seatransport, Australia namun pembuatannya dilakukan di galangan kapal PT Karimun Anugrah Sejati, Indonesia (infographic: Seatransport)

Matilda 1 akan dioperasikan berdasarkan perjanjian sewa tiga tahun dengan Korps Marinir AS, terutama di wilayah Asia-Pasifik.