20 Agustus 2026

Anggaran Pertahanan Tembus Rp329,5 Triliun di RAPBN 2027, Naik Rp30 Triliun

20 Agustus 2026

Fly pass pesawat angkut dan tempur TNI AU (photo: Antara)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp329,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk fungsi pertahanan Indonesia.

"Anggaran Fungsi Pertahanan dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp329.472,0 miliar (Rp329,5 triliun)," dikutip dari Buku II Nota Keuangan serta RAPBN 2027.

Apabila dibandingkan dengan outlook Tahun Anggaran 2026, angka tersebut naik sekitar Rp30 triliun. Pada tahun anggaran 2026, outlook Fungsi Pertahanan diperkirakan mencapai Rp299,1 triliun atau meningkat 10,1 persen.

Pemerintah menjelaskan anggaran itu nantinya akan digelontorkan untuk sejumlah output strategis, mulai dari pengadaan dan pemeliharaan alutsista dan nonalutsista hingga pembangunan dan pengadaan sarana prasarana pertahanan.

Kemudian, anggaran tersebut digunakan untuk penelitian dan pengembangan industri pertahanan, penguatan komponen cadangan dan pendukung, serta penyelenggaraan operasi matra. Pemerintah juga menyebut langkah ini sekaligus merespons dinamika geopolitik global serta mengantisipasi ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Nantinya, kebijakan Fungsi Pertahanan tahun anggaran 2027 diarahkan untuk melanjutkan pembangunan postur pertahanan melalui sejumlah langkah, antara lain modernisasi/pemeliharaan (harwat) alutsista, nonalutsista, dan sarana prasarana pertahanan; serta pembangunan dan pengembangan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.

Lalu, ada pelaksanaan operasi pertahanan dan keamanan, penguatan komponen cadangan dan komponen pendukung, penguatan kemampuan teritorial pertahanan negara, serta penguatan siber, sandi, dan sinyal dalam menjaga ketahanan negara di era digital.

Adapun anggaran dalam fungsi pertahanan ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional. Dalam kurun waktu 2022-2025, realisasi anggaran Fungsi Pertahanan mengalami peningkatan dari Rp150.276,9 miliar pada tahun anggaran 2022 menjadi Rp348.580,9 miliar pada tahun anggaran 2025.

HMNZS Otago Back on the Blue

20 Agustus 2026

HMNZS Otago P-148, Offshore Patrol Vessel (photos: RNZN)

For the first time in over five years, our Offshore Patrol Vessel HMNZS Otago sailed from Devonport Naval Base today.

For the next week, Otago will be undertaking a series of Sea Acceptance Trials in the Hauraki Gulf as it tests new systems and machinery installed as part of its reactivation.

Once those have been successfully checked off, our Maritime Training Group will embark to conduct a core mariner skills work-up with the ship’s company to ensure they are prepared for more advanced training in September.

This is the moment a lot of people have worked towards for well over 12 months. 

“Otago last went to sea in 2021 so sailing out into the Waitemata Harbour today with a 56-strong ship’s company will be something special. Otago is a versatile ship, tailor made for the tasks we’ll shortly be conducting in the Pacific region." ~ Commanding Officer of HMNZS Otago. 

(RNZN)

GMF Serahkan Pesawat C-130H A-1319 kepada Kemenhan

20 Agustus 2026

Penyerahan pesawat C-130H A-1319 dari GMF kepada Kemenhan (photos: TNI AU, Kemhan)

GMF Selesaikan Modernisasi C-130H Hercules Kedua
Setelah menjalani serangkaian modernisasi, C-130H dengan tail number A-1319 akhirnya kembali mengudara. Pesawat ini resmi diserahterimakan GMF kepada Kementerian Pertahanan RI pada Rabu (19/08) di Hanggar 4 GMF, dengan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mewakili GMF dalam prosesi yang disaksikan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. Keberhasilan ini merupakan buah dedikasi #EngineeringHeroes pada Center Wing Box Replacement (CWBR), Avionic Upgrade Program (AUP), dan Structural Integrity Program (SIP).


A-1319 menjadi C-130H kedua yang dimodernisasi GMF setelah A-1315, sekaligus prototipe pertama yang menjalani rangkaian modifikasi di luar fasilitas Lockheed Martin. Lebih dari sekadar project, pencapaian ini membuktikan kapabilitas anak bangsa dalam menangani pesawat militer sekaligus menjadi langkah strategis GMF menuju Hercules Service Center. Kini, A-1319 kembali mengudara untuk misi selanjutnya. (GMF AeroAsia)


Modernisasi C-130HS perkuat kemandirian pemeliharaan alutsista di dalam negeri
Modernisasi pesawat angkut C-130HS Hercules TNI Angkatan Udara terus diperkuat melalui dukungan industri dirgantara nasional sebagai langkah meningkatkan kemandirian pemeliharaan alutsista di dalam negeri.


Pesawat C-130HS Hercules tail number A-1319 hasil modernisasi Garuda Maintenance Facility (GMF) diserahkan Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, kemudian diserahkan kepada TNI AU dan diterima Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., di Cengkareng, Tangerang.


Modernisasi A-1319 menjadi salah satu wujud penguatan kemampuan industri dirgantara nasional dalam mendukung kesiapan operasional sekaligus meningkatkan kemandirian pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri. (TNI AU)


Menhan hadiri penyerahan C-130H A-1319
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri penyerahan pesawat C-130H A-1319 hasil modernisasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) kepada Kementerian Pertahanan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8).

Pesawat C-130H A-1319 tetap berdinas di Skadron Udara 32 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur (photo: Detik)

Modernisasi ini menjadi tonggak penguatan kemampuan industri nasional dalam pemeliharaan dan modernisasi alutsista. C-130H A-1319 merupakan Hercules pertama yang menjalani modifikasi besar di GMF di luar fasilitas Lockheed Martin, meliputi Center Wing Box Replacement, Avionics Upgrade Program, dan Structural Integrity Program.

pesawat C-130H A-1319 sebelum modernisasi (photo: Fariz Fadhilah)

Modernisasi meningkatkan keandalan, kemampuan avionik, kesiapan operasional, serta memperpanjang usia pesawat sekitar 15–20 tahun. Menhan Sjafrie menegaskan langkah ini memperkuat kemandirian pertahanan dan kemampuan pemeliharaan alutsista TNI AU di dalam negeri. (Kemhan)

19 Agustus 2026

Terima Kunjungan SIG Sauer, Jajaki Modernisasi Persenjataan Korps Marinir

19 Agustus 2026

SIG Sauer lakukan kunjungan kehormatan ke Korps Marinir (photo: Korps Marinir)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Executive President SIG Sauer Inc. USA Amaro Goncalves dan Director Global Defence Jonatan Edward Abramovic beserta rombongan melaksanakan courtesy call kepada Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. dalam rangka mempererat hubungan serta menjajaki peluang kerja sama di bidang teknologi dan modernisasi persenjataan prajurit Korps Marinir. Kegiatan berlangsung di Gedung Neptunus, Mabesal Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/08/2026).

M18 pistol kaliber 9 mm USMC (photo: SIG Sauer)

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk bertukar informasi mengenai perkembangan teknologi persenjataan modern, khususnya senjata perorangan dan persenjataan ringan yang memiliki tingkat keandalan, akurasi, ergonomi, serta fleksibilitas tinggi guna mendukung kebutuhan prajurit Marinir dalam melaksanakan berbagai tugas operasi.

SIG Sauer MCX yang dipakai pasukan komando Royal Marine (photo: Gold Troop)

Dalam kesempatan tersebut, Pangkormar menyambut baik kunjungan perwakilan SIG Sauer Inc. USA dan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi persenjataan perlu terus diikuti guna mendukung peningkatan kemampuan tempur dan kesiapan prajurit Korps Marinir. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang komunikasi dan kerja sama yang konstruktif dalam pengembangan serta modernisasi persenjataan sesuai kebutuhan operasional Korps Marinir.

SIG Sauer NGWS yang digunakan USMC (photo: SIG Sauer)

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Korps Marinir untuk memperoleh informasi dan wawasan mengenai perkembangan persenjataan modern, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kemampuan prajurit, baik dari aspek ketepatan, daya guna, maupun efektivitas penggunaan senjata di medan tugas.

SIG Sauer Mk22 sniper US Army (photo: SIG Sauer)

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan profesional, serta diakhiri dengan pemberian cendera mata dan foto bersama sebagai dokumentasi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asrena Pangkormar, Dandenma Mako Kormar, Danyon Roket 1 Marinir, Korsmin Pangkormar, rombongan SIG Sauer Inc. USA, serta rombongan PT Prawira Indodarma.

Vietnam Unveils VCU5 Electromagnetic Pulse-Based Antidrone System

19 Agustus 2026

VCU5 ElectroMagnetic Pulse-based antidrone system (photos: Viettel)

Pictured here is the VCU5—a tactical-level reconnaissance and jamming system designed to counter unmanned aerial vehicles (UAVs)—featuring an EMP (Electromagnetic Pulse) capability produced by Viettel. 

The system integrates an EMP module capable of reconnaissance, detection, identification, localization, radio-frequency jamming, and EMP-based neutralization to bring down enemy UAVs and protect critical areas.

The EMP module is mounted on a military truck, allowing for rapid deployment and recovery—features well-suited for modern warfare. 

As a tactical-level system designed to counter enemy drone swarms, it is naturally not intended for use against simple, individual drones. 

The successful production of this system demonstrates the military's tireless, round-the-clock efforts to ensure the Fatherland is never caught off guard by any situation.

(QDND)

DPR Tindak Lanjuti Surat Presiden Soal Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara

19 Agustus 2026

KRI Ki Hajar Dewantara 364 buatan Uljanik shipyard, Yogoslavia (photo: Antara)

DPR menindaklanjuti surat presiden (surpres) mengenai penjualan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Ki Hajar Dewantara.

Ihwal pengiriman surpres tersebut diumumkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco saat membuka Rapat Paripurna Ke-2 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

“Perlu kami beritahukan bahwa pimpinan dewan telah menerima surat dari Presiden RI, yaitu R-33 tanggal 14 Juli hal permohonan persetujuan DPR RI terhadap penjualan barang milik negara berupa satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara,” kata Dasco.

18 Agustus 2026

Boeing A-7307 Tuntaskan Check D di Sathar 14

18 Agustus 2026

Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) ketika masuk dan keluar Sathar 14 Depohar 10, Bandung (photos: Sathar 14)

Bandung – Sathar 14. Letkol Tek Syahprial Rahman, secara langsung menyerahan Pesawat B-737-400 No. Reg. A-7307 (Kencana 07) kepada Skadron Udara 17 yang diwakilkan Mayor Pnb Andreas. Giat berlangsung di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, pada kamis (13/08/2026), dengan penuh kebanggaan.


Pesawat Kencana 07 sebelumnya telah menyelesaikan pemeliharaan berat “Check D”, yakni pemeliharaan berkala tingkat tinggi yang memiliki interval delapan tahun. Proses ini dilaksanakan selama enam bulan penuh oleh para teknisi berpengalaman dari Satuan Pemeliharaan 14 Depohar 10. Check D merupakan salah satu tahap pemeliharaan paling kompleks dan mendalam untuk memastikan kesiapan pesawat secara menyeluruh sebelum kembali mendukung operasi penerbangan.


Setelah seluruh rangkaian pemeliharaan selesai, Pesawat A-7307 juga berhasil melaksanakan tahapan Uji terbang untuk memastikan seluruh sistem pesawat berfungsi tanpa kendala. Hasilnya, Kencana 07 dinyatakan laik terbang dan siap kembali menjalankan tugas-tugas penting yang diembankan oleh TNI Angkatan Udara.


Dengan tuntasnya pemeliharaan tingkat berat ini, Pesawat A-7307 secara resmi kembali ke satuannya untuk mendukung operasional Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini siap memperkuat dukungan penerbangan VIP/VVIP serta menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran tugas operasi strategis di lingkungan TNI AU.