19 April 2021

Kendaraan Taktis Maung 4x4 Peroleh Sertifikasi

19 April 2021

Kendaraan Taktis Maung 4x4 (photo : Pindad)

Penyerahanan Sertifikat Kelaikan Tipe Kendaraan Ringan Taktis 4x4 Maung PT Pindad

Di ruang rapat Puslaik Kemhan Lt.10 Gedung A.H Nasution, Laksma TNI Teguh Sugiono, S.E., M.M. menandatangani dan menyerahkan Sertifikat Kelaikan Tipe Kendaraan Ringan Taktis 4×4 (Maung) kepada Bapak Zen Wahyudin VP PM & K3LH, selaku perwakilan dari PT. Pindad (Persero) sebagai pembuat Kendaraan Ringan Taktis 4×4 (Maung). Pada kegiatan penyerahan sertifikat Tipe Kendaraan Ringan Taktis 4×4 (Maung) oleh Kapuslaik Kemhan di dampingi oleh Kabid Kelaikan Darat Kolonel Cpl Dadang Hidayat S.Sos. M.M, kegiatan berjalan lancar dengan senantiasa memperhatikan dan mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19.

Kendaraan Taktis Maung 4x4 (photo : Pindad)

Penandatanganan dan Penyerahan Sertifikat Kelaikan Tipe Kendaraan Ringan Taktis 4×4 (Maung) dilaksanakan setelah seluruh proses kegiatan Sertifikasi Kelaikan Militer yang meliputi kegiatan Aplikasi, Verifikasi Dokumen/Review Document, Pemeriksaan Kesesuaian/Conformity Inspection dan Pengujian Fungsi/Functional Test yang telah dilaksanakan oleh Tim IMLA (Indonesian Military Landworthiness Authority).

Kendaraan Ringan Taktis 4×4 (Maung) rencana akan digunakan sebagai kendaraan unsur pejabat di batalyon Infanteri TNI AD dalam rangka mendukung tugas baik tugas Latihan maupun tugas operasi demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia seutuhnya.

PH Navy Gets Green Light to Install Link 16 on Jose Rizal class

19 April 2021

 BRP Jose Rizal frigate FF-150 (photo : Zed Avecilla)

PH Navy gets green light to install US-compatible operating technology on new warships

MANILA, Philippines—The Department of National Defense has given the green light for the Philippine Navy to equip its new Rizal-class warships with Tactical Data Link 16, the standard military network being used by the United States and allies.

Defense Secretary Delfin Lorenzana this week approved the acquisition decision memorandum for the Tactical Data Link 16 equipment and terminals, INQUIRER.net learned from a government source.

The system would likely be acquired from the United States in a government-to-government deal through the US’ foreign military sales program.

The Link 16 would allow monitoring of battle space operations, share information in real time and improve interoperability between allies and other Philippine military platforms with the same capacity.

There would be seamless real-time data swapping with allies or local platforms without the risks of getting hacked or being intercepted by hostile forces.

The Philippine government has recently completed the acquisition of two multi-role frigates worth P16 billion from South Korean shipbuilder Hyundai Heavy Industries (HHI). The process to acquire the warships wasn’t smooth sailing, however.

The involvement of Malacanang, cited in some of the documents related to the frigate deal, drew national attention and even prompted the Senate and House of Representatives to conduct hearings.

The selection of the combat management system, described to be the brains of the warships, was one of the contentious issues of the acquisition process because of the Navy’s Link 16 compatibility requirement.

HHI promised in 2017 that Hanwha Systems’ Naval Shield ICMS would be compatible with Link 16 by 2019 or before the first frigate was delivered.

The compatibility requirement was not officially met upon the delivery of the first ship in 2020, but the South Korean Ministry of National Defense issued a guarantee to resolve it. HHI also said it will shoulder the Link 16 integration costs when the Navy acquires the equipment in the future.

(Inquirer)

InnovaeroFOX Completes Critical Flight Tests

19 April 2021

InnovaeroFOX Maritime UAS (all photos : InnovAero)

InnovaeroFOX has advanced to the next stage of its test flight program — successfully completing a series of challenging flight tests on schedule.

The 100 per cent Australian-made Maritime Unmanned Aerial System (MUAS) InnovaeroFOX has faced a series of tests at 40 per cent scale involving the execution of short, controlled circuits at varying speeds and airframe configuration settings. This follows previous hover tests of the 30 per cent scale Vertical Take-off and Landing (VTOL) system in November 2020.

The latest series of flight tests — part of an ongoing, comprehensive program in the lead up to trials at full-scale of the 8-metre wingspan InnovaeroFOX — have provided valuable data for the vehicle’s operating envelope. Full-scale testing of FOX FTA-1 (VTOL) and FOX FTA-2 (Conventional Take-off and Landing) platforms will occur later this year.


The ongoing success of InnovaeroFOX trials is further proof of the mettle of the vehicle and the culmination of more than two (2) years of privately funded research, development and innovation.

InnovaeroFOX was conceived in response to Defence’s Maritime UAS Continuous Development program, which aims to deliver enhanced situational awareness through the acquisition of maritime unmanned intelligence, surveillance, reconnaissance and targeting aircraft systems.

In a significant step toward the realisation of the Australian Government’s prioritisation of sovereign defence capability, InnovaeroFOX is 100 per cent Australian-owned, designed and developed.

Minister for Defence Industry, the Hon Melissa Price MP officially opened Innovaero’s new modern manufacturing premises in Kardinya, WA on 16 November 2020 stating that Innovaero’s premises demonstrated that “there are unprecedented opportunities ahead for Australian businesses”.


On 26 March 2021, the Innovaero team hosted a visit by WA Defence Advocate Rear Admiral (Rtd) Raydon Gates AO CSM, who offered high praise for the new facilities and Innovaero personnel, particularly acknowledging their expertise across all the airborne assets.

“It is pleasing that the InnovaeroFOX is generating so much interest — particularly from major defence industry participants associated with SEA129-5 — who recognise the company has a unique, home- grown capability, that has already generated significant export sales, and has encouraging growth potential” Innovaero’s Group CEO, Simon Grosser said

“Whilst FOX is still in the developmental phase, we have a proven track record of aeronautical commercialisation success, and that has already led to a number of promising discussions with defence primes regarding potential collaboration opportunities”, Mr Grosser said.

InnovaeroFOX now continues with the next phase of development and refinement with full scale hover tests currently underway in the lead-up to the official launch at the Avalon Airshow between 30 November and 5 December 2021.

Peringkat APC Dunia : Dimana Posisi Ranpur Negara Se-Kawasan ?

19 Februari 2021

Peringkat APC/Armoured Personnel Carrier dunia (all images : The Buzz)

Berbicara mengenai peringkat kendaraan tempur (ranpur) dunia, The Buzz salah satu Youtuber yang mengkhususkan diri dalam membuat peringkat peralatan pertahanan (peralatan militer) pada postingan tanggal 24 April 2020 lalu membuat peringkat kendaraan APC di dunia. The Buzz dalam postingannya selalu mempunyai views puluhan hingga ratusan ribu orang.

Secara umum pembuatan peringkat kendaraan militer didasarkan pada kemampuan mobilitas dalam menghadapi rintangan, proteksi terhadap tembakan maupun ranjau, dan kemudahan untuk dipasang persenjataan - untuk infanteri standarnya adalah kanon utama 30mm dan tambahan senapan mesin 12,7mm, juga kemampuan dalam membawa pasukan.

Untuk peringkat kendaraan Lapis Baja Pengangkut Pasukan/Armoured Personnel Carrier (APC) beroda ban, semua yang masuk peringkat adalah kendaraan beroda 8x8. Kita tinjau dari peringkat 10 hingga peringkat 1 versi The Buzz dibawah ini.


10. BTR-82
Kendaraan 8x8 buatan Rusia ini pertama kali terlihat pada tahun 2009, merupakan pengembangan lebih lanjut dari BTR-80 yang telah diproduksi sejak 1993. Kendaraan ini diproduksi oleh Arzamas Machine-Building Plant dan Nizhniy Novgorod Rusia. Varian BTR-80A dipakai oleh Korps Marinir Indonesia selain 35 negara lainnya.

9. BTR-4MV1
Kendaraan 8x8 buatan Ukraina ini adalah yang merupakan varian terakhir dari BTR-4 yang telah mempunyai kemampuan amfibi dan berstandar NATO yang diperkenalkan tahun 2017. Kendaraan ini didesain dan diproduksi oleh Kharkiv Morozov Machine Building Design Bureau Ukraina. BTR-4 telah dipakai di Ukraina, Irak dan Nigeria, varian amfibi untuk marinir pertama yaitu versi BTR-4M telah digunakan oleh Korps Marinir Indonesia.

8. Terrex
Kendaraan 8X8 yang didesain oleh ST Engineering Land Systems dan ST Engineering Timoney of Irlandia dan dipoduksi oleh ST Engineering Land Systems Singapura ini pernah ikut dalam program  Marine Personnel Carrier program USMC (varian Terrex 2) dan Land 400 Angakatan Darat Australia (Terrex 3), namun keduanya gagal keluar sebagai pemenang. Varian Terrex 1 dipakai oleh Angkatan Darat Singapura.


7. AV8 Gempita
Kendaraan 8x8 ini merupakan kerjasama desain dan produksi antara FNSS Defence Systems Turki dan DefTech Malaysia yang muncul pertama kali pada tahun 2014. Kendaraan ini dipakai oleh Angkatan Darat Malaysia.

6. Arma 8x8
Kendaraan 8x8 ini didesain oleh Otokar Turki dengan mengambil basis dari Arma 6x6. Combat proven saat terjadi perang antara Saudi dan Yaman. Saat ini kendaraan ini digunakan oleh Bahrain.

5. Pandur II
Kendaraan 8x8 ini didesain oleh perusahaan Austria Steyr-Daimler-Puch (anak perusahaan  General Dynamics European Land Combat Systems) yang bermitra dengan perusahaan Swiss MOWAG dan perusahaan Spanyol Santa B├írbara Sistemas dan diproduksi dibawah lisensi di Ceko dan Portugal. Kendaraan ini telah digunakan oleh Austria, Ceko, dan Portugal. Akan disusul kemudian oleh Angkatan Darat Indonesia dan Filipina.

4. Boomerang K-16
Kendaraan 8x8 ini didesain oleh perusahaan Rusia Military Industrial Company dan diproduksi oleh Arzamas Machine-Building Plant Rusia. Kendaraan yang muncul pertama kali tahun 2015 ini menempatkan Rusia sebagai pemakai tunggal, namun setelah ijin ekspor dibuka menurut rencana akan dipesan oleh Korps Marinir Indonesia.


3. Piranha V
Kendaraan 8x8 ini didesain oleh General Dynamics European Land Systems - Mowag dan selanjutnya diproduksi oleh Mowag dan juga diproduksi dibawah lisensi di Romania. Piranha V merupakan kelanjutan dari kendaraan Piranha I, II, dan III yang telah menuai kesuksesan. Serie kendaraan ini telah digunakan di DEnmark, Spanyol, Romania dan Swiss.

2. Boxer
Kendaraan 8x8 ini didesain dan diproduksi oleh 3 negara yaitu UK, Belanda dan Jerman. Muncul pertama kali tahun 2002, kendaraan ini juga akan diproduksi dan digunakan oleh Australia setelah memenangkan Land 400 Phase 2. Kendaraan ini digunakan di German, Belanda, Lithuania, UK dan Aljazair akan menyusul.

1. Patria AMV
Kendaraan 8x8 ini didesain dan diproduksi oleh perusahaan Finlandia Patria. Selain di Finlandia ranpur ini juga digunakan di Kroasia, Polandia, Slovakia, Slovenia, Afrika Selatan, Swedia dan UAE, serta sempat menjadi finalis program Land 400 Phase 2 Angkatan Darat Australia. Kendaraan ini secara luas memang banyak menduduki peringkat 1 versi pemeringkat manapun.

Selain kendaraan tersebut saat ini di kawasan menggunakan kendaraan 8x8 tipe LAV-25 (Australia dan New Zealand), BTR-3E1 (Thailand), Stryker (Thailand), dan BTR-3U (Myanmar) namun terlihat The Buzz tidak memasukkan ranpur versi lama ke dalam peringkatnya ataupun ranpur tersebut tidak termasuk  peringkat 10 besar ini.  

(Defense Studies)

18 April 2021

HUT ke-69 Kopassus, Ini Kisah Heroik Prajurit Korps Baret Merah di Medan Operasi

18 April 2021

Operasi Woyla, Thailand 1981 (image : Historia)

JAKARTA - Hari ini, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merayakan hari jadinya yang ke 69 tahun. Di rentang usianya tersebut, Kopassus telah banyak melahirkan prajurit-prajurit handal, terbaik dan heroik yang siap mempertaruhkan jiwa dan raganya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai pasukan yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan antiteror membuat pasukan ini selalu berhasil dalam menjalankan tugas-tugas berat di medan operasi, tidak hanya di dalam tapi juga di luar negeri. Tak heran jika pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) ini semakin disegani dan masuk dalam jajaran pasukan elite dunia.

Sejarah membuktikan, sejak dibentuk pada 16 April 1952, kesatuan elite yang awalnya bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) ini memiliki kemampuan tempur dan taktik perang yang sangat mumpuni. Berikut ini kisah-kisah heroik prajurit Kopassus di medan operasi.

Operasi Pembebasan 1.300 Sandera di Tembagapura, Papua (2017)

Berawal dari penyanderaan terhadap 1.300 warga di Kampung Banti 1, Banti 2 Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika Papua yang dilakukan oleh separatis bersenjata.

Sebanyak 13 anggota Kopassus bersama 30 personel Yonif Raider 751/Vira Jaya Sakti kemudian bergerak melakukan operasi pembebasan pada Jumat, 17 November 2017 pagi. Operasi pembebasan pada pagi buta tersebut berlangsung dramatis.

Sebelum melakukan pembebasan, para prajurit Kopassus telah melakukan pengintaian selama lima hari. Mereka bergerak dengan sangat senyap, mengendap, membeku sambil mempelajari situasi. Secara perlahan mereka sampai di titik sasaran. Bahkan, selama satu hari mereka tidak makan pada hari H dan jam J operasi pembebasan.

Dalam operasi pembebasan tesebut dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas. Sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka.

Operasi Sinar Kudus, Somalia 2011 (photo : SindoNews)

Operasi Pembebasan KM Sinar Kudus dari Perompak Somalia (2011)

Operasi pembebasan kapal KM Sinar Kudus berawal ketika kapal yang membawa empat Warga Negara Indonesia (WNI) dan 22 orang warga negara asing yang sedang melakukan pelayaran dari Kolaka, Sulawesi Selatan menuju Rotterdam, Belanda dibajak oleh perompak Somalia di Kepulauan Seychelles, Somalia pada 16 Maret 2011.

Kabar pembajakan ini langsung mendapat tanggapan dari pemerintahan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung menggelar rapat terbatas dan memutuskan untuk mengambil opsi militer terhadap para perompak. Satgas Merah Putih yang terdiri dari Sat-81 Gultor Kopassus, Denjaka, Kopaska dan Batalyon Taifib Marinir kemudian melakukan operasi pembebasan.

Kontak tembak dengan para perompak pun tak terelakkan. Dalam operasi tersebut, empat perompak berhasil ditembak mati dan jatuh ke laut. Dari tangan para perompak, disita sejumlah peralatan seperti 1 unit speead boat, GPS Garmin, amunisi tajam kaliber 7,62 mm, selongsongamunisi kaliber 7,62 mm, baju loreng dan sebagainya.

Berawal dari penyanderaan terhadap 1.300 warga di Kampung Banti 1, Banti 2 Kimbeli, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika Papua yang dilakukan oleh separatis bersenjata.

Sebanyak 13 anggota Kopassus bersama 30 personel Yonif Raider 751/Vira Jaya Sakti kemudian bergerak melakukan operasi pembebasan pada Jumat, 17 November 2017 pagi. Operasi pembebasan pada pagi buta tersebut berlangsung dramatis.

Selanjutnya, para sandera kemudian dibawa ke sebuah kapal di Hobyo, sekitar 511 dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu. Mereka kemudian dibawa ke safe house di Golkayo Town untuk selanjutnya menuju Wajir Airport yang berada di perbatasan Kenya dan Somalia. Mereka kemudian dibawa ke Bandara Nairobi, Kenya dan selanjutnya berhasil dibawa ke luar dari Somalia.

Operasi Mapenduma, Papua (1996)

Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma adalah operasi militer untuk membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik di Desa Mapenduma, Kecamatan Tiom, Jayawijaya.

Aksi penculikan ini menyita perhatian dunia internasional. Bahkan, Sekjen PBB saat itu, Boutros Boutros Ghali dan Paus Johanes II ikut andil dalam upaya membujuk para penculik dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk membebaskan sandera. Selama 129 hari berbagai upaya mediasi dilakukan untuk membebaskan para sandera tersebut.

Namun karena menemukan titik buntu. Akhirnya, operasi pembebasan oleh Kopassus pada 8 Januari 1996 yang dipimpin langsung Komandan Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto digelar. Operasi berakhir 9 Mei 1996 setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika. Dalam penyerbuan ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas.

Operasi Woyla, Thailand 1981 (photo : Tempo)

Operasi Woyla, di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand (1981)

Operasi pembebasan sandera penumpang pesawat Garuda Indonesia di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand ini berlangsung pada 31 Maret 1981. Berawal saat pesawat yang terbang dari Bandara Talangbetutu, Palembang menuju ke Bandara Polonia, Medan dibajak oleh lima orang teroris yang tergabung dalam kelompok Komando Jihad pada 28 Maret 1981.

Pesawat yang dipiloti Kapten Pilot Herman Rante ini diminta untuk menerbangkan pesawat ke Kolombo, Sri Langka. Namun karena terkendala bahan bakar, pesawat kemudian dialihkan ke Penang, Malaysia untuk mengisi bahan bakar avtur. Selanjutnya pesawat melanjutkan penerbangan ke Thailand. Informasi pembajakan itu kemudian ditanggapi cepat oleh pemerintah Indonesia.

Kemudian disiapkanlah sejumlah prajurit Kopassandha yang kini bernama Kopassus untuk melakukan operasi pembebasan. Dipimpin langsung oleh Letkol Sintong Panjaitan, tim kecil yang terdiri dari prajurit terbaik Kopassandha dibentuk. Selanjutnya, pada 30 Maret 1981 Perdana Menteri Thailand, Prem Tinsulanonda memberikan lampu hijau terkait operasi militer pembebasan awak pesawat yang disandera.

Selanjutnya, pada 31 Maret 1981 pukul 03.00 waktu setempat, operasi penyerbuan dilakukan. Dalam operasi yang berlangsung sangat cepat yakni 3 menit, seluruh penumpang yang disandera berhasil dibebaskan. Sedangkan lima pembajak tewas ditembak. Tiga orang tewas di luar pesawat sedangkan dua lainnya tewas di dalam pesawat. Dalam operasi tersebut, calon perwira (Capa) Kopassus Lettu Ahmad Kirang gugur.

Operasi Mapenduma, Papua 1996 (photo : SindoNews)

Pratu Suparlan, Habisi Puluhan Musuh Sendirian (1983)

Keberanian dan Kepahlawanan Pratu Suparlan ini berawal saat dia ditugaskan dalam operasi Timor Timur (saat ini Timor Leste) pada 9 Januari 1983. Kala itu, Suparlan yang tergabung dalam unit Nanggala L-II Kopassandha, pimpinan Letnan Poniman Dasuki tengah melakukan patroli di KV 34-34/Komplek Liasidi. Daerah tersebut sangat rawan karena merupakan sarang dari pemberontak Fretilin, sayap militer Timor Timur terlatih karena memiliki pengalaman perang di Angola, Mozambik dan sebagainya sehingga dikenal sangat sadis dan kejam.

Saat sedang berpatroli, tiba-tiba 300-an Fretilin lengkap dengan senapan serbu, GLM, mortir menghadang tim kecil yang tengah berpatroli tersebut. Kontak tembak antara pasukan kecil yang berjumlah 9 orang, terdiri dari 4 Kopassus dan 5 Kostrad dengan ratusan Fretilin pun terjadi. Pertempuran berlangsung tidak seimbang dimana Fretilin berada di ketinggian sedangkan Pratu Suparlan berada di pinggir jurang. Satu persatu anggota pasukan kecil ini gugur dimangsa peluru Fretilin.

Menyadari hal ini, Dantim kemudian memerintahkan pasukan untuk meloloskan diri ke celah bukit. Namun waktu yang tersedia hanya sedikit. Saat itulah, keberanian dan kepahlawanan Pratu Suparlan untuk menyelamatkan teman-temannya kemudian membuang senjatanya dan mengambil senapan mesin milik temannya yang telah gugur. Tanpa gentar sedikitpun, Pratu Suparlan menerjang ke arah musuh.

Saat bersamaan hujan peluru senapan mesin musuh juga mengoyak tubuh Pratu Suparlan, hingga baju lorengnya berubah warna menjadi merah karena darah yang mengalir dari tubuhnya. Bagai banteng ketaton, Pratu Suparlan mengamuk membalas dengan rententan peluru hingga amunisinya habis.

Bukannya roboh, Pratu Suparlan justru menghunus pisau komandonya lalu mengejar musuhnya ke semak belukar hingga berhasil menewaskan 6 pasukan Fretilin. Hingga tiba pada ambang kesanggupannya, Pratu Suparlan terduduk dan tak lagi mampu menggenggam pisau komandonya. Mengetahui prajurit Kopassus tersebut kehabisan daya, pasukan Fretilin mengerumuninya dan memberikan tembakan di lehernya.

Di antara sisa-sisa tenaganya, Pratu Suparlan mencabut pin granat yang diambil dari kantongnya. Sambil berteriak Allahu Akbar, Pratu Suparlan melompat ke arah kerumunan pasukan Fretilin di depannya. Ledakan keras membahana mengiringi robohnya puluhan prajurit komunis bersama seorang prajurit Kopassus bernama Pratu Suparlan. Sang Prajurit Komando itu gugur demi Ibu Pertiwi yang dicintainya.

Kapal Selam Indonesia Pernah Menyusup Jauh ke Australia

18 April 2021

Kapal selam Whiskey class RI Nanggala (S 02) pada tahun 1959 (photo : weaponstechnology)

Bukan KRI Alugoro, Ini Kapal Selam TNI yang Bikin Australia Jiper

VIVA – Kapal Selam KRI Alugoro (405) memiliki peran penting dalam peningkatan armada tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI Angkatan Laut. Dengan segala kehebatannya, kapal selam ini diharap mampu menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari sektor laut.

KRI Alugoro adalah satu dari tiga kapal selam yang menjadi hasil kerjasama antara PT PAL yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan perusahaan pembuat kapal milk Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering. Selain KRI Alugoro, ada pula KRI Nagapasa (403) dan KRI Ardadedali (404).

Meskipun memiliki kemampuan yang jauh lebih modern, ketiga kapal selam terbaru TNI Angkatan Laut belum pernah menjalankan misi yang sama bahayanya dengan seniornya, KRI Nagabanda (402).

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari The National Interest, kapal selam KRI Nagabanda pernah dikerahkan dalam misi menantang maut. 

Bagaimana tidak berbahaya, kapal selam  Whiskey Class buatan Uni Soviet itu mampu menerobos wilayah perairan Australia. Bahkan, posisi KRI Nagabanda kala hanya berjarak 50 mil, atau 80 kilometer lagi dari wilayah selatan kota Perth.

Misi penyusupan itu dilakukan di antara 1963 hingga 1964, sebagai bagian dari Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Australia secara otomatis menjadi lawan karena Negeri Kangguru itu adalah sekutu Malaysia, selain Selandia Baru.

Setelah sempat sandar, para prajurit TNI awak kapal KRI Nagabanda mengumpulkan sejumlah sampah yang bertuliskan 'Made in Indonesia, atau "Buatan Indonesia". Sampah itu adalah tanda bahwa Indonesia telah berhasil menyusup ke wilayah Australia, tanpa diketahui oleh armada militernya.

Setelah menemukan serakan sampah yang terapung di tengah samudera, pemerintah termasuk militer Australia menjadi was-was. Australia sulit mempercayai bahwa ada kapal selam asing yang berhasil menerobos wilayahnya, tanpa terdeteksi pergerakannya sedikit pun.

(Viva)

Philippines, Poland Sign Agreement to Facilitate Defence Sales

18 April 2021

Philippines planned acquisition of additional Black Hawk helicopters (photo : Inquirer)

The Philippines and Poland have signed an agreement aimed at paving the way for government-to-government deals on defence equipment, including Manila’s planned acquisition of additional Polish-made Sikorsky Black Hawk multirole helicopters, according to Philippine media reports.

The new accord – known as the ‘Implementation Arrangement with Regard to the Purchase of Arms and Military Equipment’ – was signed on 7 April by Philippine Defense Assistant Secretary Jesus Rey Avilla and Polish Brigadier General Karol Dymanowski, according to an announcement made the following day by the Polish Embassy in Manila.