24 Oktober 2026

Hasil Sea Trial KD Maharaja Lela Dapat Mencapai Kecepatan 27,5 Knot

24 Oktober 2026

KD Maharaja Lela 2501 (photos: Lunas)

Terlepas dari berbagai kendala yang terjadi, pekerjaan terus berjalan dan uji coba laut untuk LCS 1 tetap dilanjutkan.

Pada tanggal 20 Oktober, KD Maharaja Lela diuji lebih lanjut dan dapat mencapai kecepatan 27,5 knot di sepanjang Selat Malaka.

Menggunakan sistem propulsi CODAD dengan empat mesin MTU 20V 1163 M94, fregat turunan dari desain kelas Gowind ini dirancang untuk mencapai kecepatan maksimum 28 knot.


Satu lagi pencapaian penting telah diraih, dan diharapkan akan ada lebih banyak lagi pencapaian di masa mendatang.

Saat ini di Lumut Naval Shipyard lebih dari seribu personel bekerja dalam tiga giliran (shift), tidak hanya untuk merampungkan lima unit kapal LCS, tetapi juga untuk melakukan perbaikan dan pembaruan (refit) pada sejumlah kapal milik Tentera Laut Diraja Malaysia.

23 Oktober 2026

TNI AU Uji Jalan Tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) sebagai Landasan Alternatif

23 Oktober 2026

Uji kemampuan take off dan landing pesawat F-16 Fighting Falcon dan EMB-314 di jalan tol di Jawa Timur (photos: TNI AU)

TNI Angkatan Udara berhasil menguji kemampuan take off dan landing pesawat EMB-314 Super Tucano dan F-16 Fighting Falcon di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengevaluasi pemanfaatan infrastruktur alternatif dalam mendukung fleksibilitas operasi udara.


Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., meninjau kesiapan lokasi, termasuk kondisi permukaan jalan, pengamanan, serta penggelaran Runway Light Portable.
 

Pelaksanaan uji coba didukung koordinasi lintas instansi dengan mengutamakan persyaratan teknis, keamanan, dan keselamatan penerbangan.


Uji coba ini menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan prosedur, meningkatkan kesiapan personel, dan memperkuat dukungan operasi udara.


Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif tetap bersifat terbatas dan situasional, dengan tetap mengutamakan keselamatan serta fungsi utama jalan tol bagi masyarakat.


Contract Signing for the Procurement of Support Vehicles for Self-Propelled Howitzer Systems Between Chaiseri/TDI and SHAFLEENA (Malaysia)

23 Oktober 2026

Signing of contract between TDI and Shafleena (photo: Sompong Nondhasa)

On October 20, General Napont Sangsomwong, Chairman of the Board of the Defence Technology Institute (DTI), had the honor of witnessing the signing of a contract for the procurement of support vehicles for the CAESAR self-propelled howitzer system for the Malaysian Army. The ceremony took place at the Grand Ballroom of the Chatrium Grand Hotel, Bangkok.

The agreement marks a collaborative effort within the defense industry between Chaiseri Metal & Rubber Co., Ltd. / Thai Defence Industry Co., Ltd. (TDI) - represented by Managing Director Mr. Karn Kulhiran - and the Malaysian firm SHAFLEENA Sdn. Bhd., represented by its Managing Director, Dato’ Shafii Hj Roshad.

Total of 34 vehicles will be provided by Chaiseri/TDI (image: TDI)

This procurement project is part of an initiative to enhance the operational capabilities of the Malaysian Army’s CAESAR self-propelled howitzer systems. It involves a total of 34 vehicles across five categories: Ammunition Supply Vehicles (ASV), Forward Repair Vehicles (FRV), Fire Control Coordinating Vehicles (FCC), Medium Recovery Vehicles (MRV), and JACKAL 4x4 armored forward reconnaissance vehicles.

Furthermore, the signing ceremony... Held as part of the 93rd-anniversary celebrations of the Malaysian Armed Forces, the event was presided over by H.E. Datuk Wan Zaidi Wan Abdullah, Ambassador of Malaysia to Thailand.

Jackal 4x4 (photo: Defense Info)

This occasion serves to further strengthen the relationship and security cooperation between Thailand and Malaysia, as well as to foster the development of the defense industry in both nations.

Firing Test ITBM Yonarmed 22/Kesumawira

23 Oktober 2026

uji coba penembakan roket TRG-122 Yonarmed 22/Kesumawira (photos ssv: PussenArmed)

Kutai Kertanegara - Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan TNI Angkatan Darat Mayjen TNI Dr. Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.M., CHRMP., meninjau pelaksanaan Firing Test ITBM oleh Yonarmed 22/Kesumawira. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan operasional, sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mengawaki alutsista strategis Indonesia Tactical Ballistic Missile (ITBM). Selasa (20/10/2026)


Rangkaian kegiatan diawali dengan pilot shoot dan dilanjutkan dengan penembakan tiga unit roket TRG-122, disaksikan langsung oleh Danpussenarmed, Kasdam VI/Mulawarman, pejabat Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabesad, unsur Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga ditandai dengan penembakan langsung oleh Danpussenarmed, Kasdam VI/Mulawarman, dan Danyonarmed 22/Kesumawira.


Keberhasilan ini mencerminkan kemajuan teknologi alutsista, kemampuan mencapai akurasi tembakan yang tinggi, serta daya hancur yang signifikan. Hal ini sekaligus menegaskan peran ITBM sebagai alutsista strategis yang berpotensi menjadi game changer dalam peperangan modern. 


Lebih dari itu, keberhasilan ini merupakan wujud nyata pembinaan satuan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme prajurit, dan kesiapan operasional Yonarmed 22/Kesumawira dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

22 Oktober 2026

Latihan Puncak Keris Woomera 2026, Marinir dan ADF Kerahkan HIMARS Hingga Vampire, Gempur Sasaran

22 Oktober 2026

Latihan Keris Woomera 2026 TNI dan ADF (photos: Marinir, ADF)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta).  Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Australian Defence Force (ADF) mengerahkan sederet senjata tempur dalam latihan puncak Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) Latgabma Keris Woomera 2026.


Latihan berlangsung di PLP 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).


Dalam latihan tersebut, pasukan Indonesia dan Australia menyimulasikan operasi penyerbuan ke wilayah yang dikuasai musuh.


Berbagai alutsista dikerahkan secara terpadu untuk menghancurkan sasaran sekaligus menguji koordinasi dan kemampuan tempur gabungan kedua negara.


Sejumlah senjata andalan turut dikerahkan, mulai dari MLRS Vampire milik Korps Marinir, sistem roket HIMARS M142 milik Australia, hingga meriam Howitzer kaliber 105 milimeter dari kedua negara.


Serangan udara menggunakan pesawat Tucano juga menjadi bagian dari skenario latihan tersebut.


Tidak hanya itu, Marinir Indonesia mengerahkan RPG-7, sementara Australia menggunakan rudal antitank Javelin FGM-148. 


Kedua senjata ini melengkapi daya gempur pasukan dalam latihan operasi gabungan.


Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. menegaskan bahwa Latgabma Keris Woomera 2026 bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Australia, serta memantapkan kesiapan operasi gabungan.

Infoglobal dan Terafulk Jajaki Kolaborasi Pengembangan Naval Systems

21 Oktober 2026

Infoglobal dan Terafulk jajaki pengembangan teknologi dan integrasi sistem yang dapat mendukung kebutuhan operasional pertahanan maritim (photo: Infoglobal)

PT Infoglobal Teknologi Semesta (Infoglobal) menerima kunjungan Terafulk di Workshop Infoglobal pada 15 Oktober 2026. Kunjungan yang dipimpin oleh Direktur Terafulk, Eko Prasetyanto, beserta jajaran manajemennya tersebut disambut oleh COO Infoglobal, Bagoes Soediarto.

Dalam dunia marionics (marine electronics) masih didominasi pemain besar dunia seperti Garmin, Sperry Marine, Raymarine, Navico, Furuno dan lain-lain, mungkin dengan kolaborasi ini Infoglobal akan memasuki industri ini (photos: Infoglobal) 

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kedua perusahaan untuk bertukar wawasan, mengenal kapabilitas masing-masing, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan naval systems dan teknologi pertahanan maritim.

Dalam pertemuan tersebut, Infoglobal memperkenalkan kompetensi dan pengalamannya dalam pengembangan teknologi pertahanan, meliputi avionik, pemrosesan data radar, serta rekayasa dan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak. Sementara itu, Terafulk memiliki kompetensi di bidang desain kapal, mencakup berbagai jenis platform, mulai dari kapal feri, kapal pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) hingga unmanned surface vehicle (USV) atau kapal permukaan tanpa awak.


Perbedaan kompetensi tersebut membuka ruang untuk mengeksplorasi potensi sinergi, khususnya dalam pengembangan teknologi dan integrasi sistem yang dapat mendukung kebutuhan operasional pertahanan maritim. Melalui diskusi dan pertukaran pengetahuan, kedua perusahaan berupaya mengidentifikasi area kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan operasional serta perkembangan teknologi pertahanan.

Bagi Infoglobal, penjajakan ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk memperluas penerapan kompetensi rekayasa ke berbagai domain pertahanan, termasuk maritim.


Ke depan, Infoglobal berharap penjajakan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang konstruktif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan pertahanan maritim dan kemajuan industri pertahanan nasional.

TLDM Bakal Peroleh 2 Kapal Hidrografi Baru dengan Belanjawan 2027

22 Oktober 2026

KD Perantau 151 satu-satunya kapal survei hidrografi TLDM saat ini (photos: TLDM)

KUALA LUMPUR: Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) dijangka dapat mempercepat pemetaan dasar laut menerusi perolehan dua kapal hidrografi baharu jenis Survey Motor Launch (SML), yang diluluskan di bawah Belanjawan 2027.

Panglima TLDM, Laksamana Tan Sri Dr Zulhelmy Ithnain berkata perolehan itu diluluskan di bawah Rolling Plan Kedua Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13), namun proses untuk mendapatkan kapal berkenaan belum dimulakan.

Beliau berkata penambahan aset hidrografi itu penting bagi meningkatkan keupayaan pemetaan dasar laut, yang menjadi asas kepada penyelidikan saintifik, pembangunan dan keselamatan negara.

"Buat masa ini kita ada satu sahaja kapal hidrografi untuk membuat pemetaan. Jadi, untuk meliputi seluruh perairan Malaysia agak sukar.

"Dengan perolehan dua SML ini, proses itu akan boleh dipercepat. Kita harap pemetaan sepenuhnya menjelang 2050," katanya kepada pemberita selepas merasmikan program Seabed 2030 Indo-pacific Ocean Mapping Meeting & Data Sprint 2026 di sini hari ini.

Terdahulu dalam ucapannya, beliau berkata laporan Seabed 2030 mendapati hanya 28.7 peratus dasar laut dunia telah dipetakan mengikut piawaian moden, manakala lebih 70 peratus masih belum dipetakan dengan secukupnya.

Beliau berkata jurang itu mempunyai implikasi terhadap bidang sains, pembangunan dan keselamatan, sekali gus mengukuhkan keperluan Malaysia untuk meningkatkan keupayaan hidrografi negara.

Selain dua aset berkenaan, beliau berkata TLDM masih perlu bergantung kepada kapal sewaan bagi mempercepat proses pemetaan dasar laut, kerana aset sedia ada iaitu KD Perantau sudah berusia.

Dalam pada itu, Zulhelmy berkata pihaknya berpuas hati dengan peruntukan diumumkan dalam Belanjawan 2027, kerana membolehkan TLDM melaksanakan operasi yang diperlukan serta memperoleh aset baharu.

"Ada peningkatan daripada apa yang kita minta sebelum ini, tetapi kena faham juga bahawa harga sebelum ini dengan masa akan datang tidak sama. Jadi bajet itu stabil pada saya," katanya.

Mengenai perolehan aset lain, beliau berkata sebahagian keperluan yang dimohon sebelum ini masih dalam proses pelaksanaan dan perlu diselesaikan terlebih dahulu, sebelum TLDM memberi tumpuan kepada keperluan seterusnya.

Dalam perkembangan lain, Zulhelmy berkata cadangan bagi mewujudkan Akta Hidrografi yang bertujuan memberikan sandaran undang-undang kepada Pusat Hidrografi Nasional (PHN), masih dalam perbincangan.

Media sebelum ini melaporkan Ketua Pengarah PHN, Laksamana Muda Dr Najhan Md Said berkata akta khusus diperlukan, bagi menetapkan pusat itu sebagai pihak berkuasa nasional tunggal yang bertanggungjawab terhadap penghasilan carta nautika rasmi, tadbir urus data batimetri, serta pengisytiharan keselamatan maritim.