27 Agustus 2026

Singapore MINDEF Signs Contract to Acquire Two Landing Crafts

27 Agustus 2026


Vessels built by Penguin International shipyard (photo: Dymon Asia)

The Ministry of Defence (MINDEF) has signed a contract with Penguin International Limited to construct two landing crafts, intended to progressively replace the Republic of Singapore Navy’s (RSN) ageing Fast Craft Equipment and Personnel (FCEP) and Fast Craft Utility (FCU) vessels, which have been in service for more than 30 years.


 

The landing craft will be assessed for its suitability to meet the RSN’s operational requirements before any decision is made on the full replacement of the FCEP and FCU. This reflects MINDEF’s progressive approach towards capability development, ensuring that new platforms are rigorously evaluated before full fleet replacement.

 

Delivery of the craft is expected from 2029.


(RSN)

26 Agustus 2026

PAF Menerima 9 Kendaraan Tempur KLTV K152 Versi APC

26 Agustus 2026

Kendaraan angkut personel lapis baja KLTV K152 (photo: AFPMPU)

Angkatan Udara Filipina/Philippine Air Force (PAF) telah menerima kendaraan angkut personel lapis baja (APC) 4x4 baru—tepatnya sebanyak sembilan unit.

Foto yang memperlihatkan kendaraan angkut personel lapis baja KLTV K152 baru milik Angkatan Udara Filipina ini dibagikan oleh seorang anggota komunitas.

Kendaraan ini memiliki kapasitas delapan penumpang, serta dilengkapi perlindungan standar STANAG Level 2 hingga 3 (tergantung pada spesifikasi yang diajukan oleh PAF) dan perlindungan terhadap ledakan ranjau.

Kendaraan ini dapat dipasangi senapan mesin 7,62 mm, peluncur granat, atau sistem senjata anti-tank. APC ini kemungkinan besar akan ditugaskan ke unit 710th SPOW.

TNI AL Uji Coba HC-545 VTOL Fixed Wing UAV Buatan China

26 Agustus 2026

HC-545 VTOL fixed wing UAV buatan China (photos: TNI AL)

Kadislitbangal Laksma TNI Danny Hotler Bachtera, S.T., M.Tr. Opsla., memimpin kegiatan Uji Coba Litbang HC-545 VTOL Fixed Wing UAV buatan Honeycomb Aerospace China oleh PT Orela Shipyard bertempat di Lapangan Terbang R.E.B.O Tjokroadirejo, Grati, Pasuruan, Jawa Timur. (20/8/2026).


Pengujian HC-545 VTOL Fixed Wing UAV di Lapangan Terbang TNI AL Pasuruan berjalan lancar (20/8/2026). Kegiatan bersama Kadislitbangal dan jajaran ini menjadi bagian dari penguatan teknologi dan pertahanan matra laut.


Honeycomb UAV adalah perusahaan teknologi tinggi asal China yang berbasis di Beijing dan bergerak di bidang desain, pengembangan, serta produksi sistem pesawat nirawak (UAV) dan perangkat lunak drone industri.

XCB01 Resmi Bergabung dengan Divisi ke-308 AD Vietnam

26 Agustus 2026

Sekretaris Jenderal PKV dan Presiden To Lam dan para delegasi mengunjungi kompi infanteri mekanis yang sedang berlatih melewati rintangan air di Divisi Infantri Mekanis Ke-308 AD Vietnam (photos: QDND)

Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam (PKV) dan Presiden Vietnam ke-13 yang menjabat saat ini To Lam melaksanakan kunjungan kerja ke Divisi Infanteri Mekanis ke-308 Korps Angkatan Darat Vietnam Ke-12.

Divisi ke-308 mengeluarkan persenjataannya untuk latihan tembak langsung. Fokus perhatian tidak lain adalah kendaraan tempur infanteri XCB01 yang berlatih berenang melewati rintangan air.


Informasi paling berharga kali ini bukanlah uji coba kendaraan, tetapi jumlahnya. Batch pertama sebanyak 18 kendaraan XCB01 telah resmi diserahkan kepada unit ini untuk kesiapan tempur. Itu berarti kendaraan tersebut telah melewati semua tahap pengujian penerimaan yang paling ketat dan menyelesaikan standar kualitas untuk dioperasikan secara aktual. 

Divisi ke-308 Korps Angkatan Darat ke-12 adalah kekuatan utama angkatan darat. Unit elit dengan sejarah panjang sejak 1949 yang bertempur sengit di Khe Xanh, dan medan perang Quang Tri pada tahun 1972.


Untuk melengkapi kekuatan yang begitu dahsyat, peralatannya harus benar-benar berkualitas tinggi. Seperti yang kita ketahui, jumlah kendaraan tempur infanteri beroda rantai kita saat ini cukup sedikit.

Kendaraan tempur BMP1 hanya sekitar 200 hingga 300 unit, BMP2 sedikit lebih dari satu batalion. Jika kita menerapkan jadwal pengerahan pasukan standar untuk membangun divisi infanteri mekanis, itu tentu tidak cukup. Proses desain dan produksi XCB01 adalah bagian untuk mengisi kesenjangan peralatan ini.


Dari segi asal, proyek ini dimulai pada tahun 2021, berawal dari kenyataan bahwa angkatan darat Vietnam jelas melihat situasi medan perang modern. 

Tank lapis baja berat Barat memang memberikan perlindungan yang baik, tetapi terlalu berat di medan yang lemah atau area perkotaan yang sempit, sehingga mudah menjadi sasaran empuk bagi UAV atau drone FPV bunuh diri. Oleh karena itu, tantangan bagi XCB01 adalah fleksibilitasnya.


Dibandingkan dengan M113 atau BMP1 dalam hal ukuran dan berat, XCB01 sama sekali tidak kalah. Meskipun tidak mengklaim sepenuhnya lebih unggul dalam setiap aspek dibandingkan kendaraan impor, kuncinya adalah kami 100% mandiri mulai dari desain hingga manufaktur, sehingga menurunkan biaya hingga hanya 50% dibandingkan dengan membelinya.

Oleh karena itu, memprioritaskan pengiriman pertama XCB01 untuk Divisi ke-308 Korps ke-12 bukan hanya keputusan peralatan sederhana, tetapi juga memiliki makna simbolis dan strategis yang sangat signifikan.

25 Agustus 2026

Boeing Secures $131 Bln IDIQ Contract for F-15 Aircraft include Indonesia

25 Agustus 2026

In August 2023, Indonesia signed a MoU for the purchase of 24 F-15EX fighter jets (image: Boeing)

The Boeing Co., St. Louis, Missouri, has been awarded a $131,230,000,000 ceiling, indefinite-delivery/indefinite-quantity contract for the F-15 Eagle Crest in support of the F-15 Program Office. 

This contract provides for aircraft production, systems integration, modernization, upgrades, retrofits, sustainment, and the establishment of organic depot maintenance capabilities to deliver and maintain critical F-15 Eagle Weapon System capabilities for the Air Force, Air National Guard, and other Department of War customers. 

Work will be performed at St. Louis, Missouri, and is expected to be completed by August 2037. The ordering period is expected to end Aug. 24, 2031, with an option to extend the ordering period to Aug. 24, 2036. 

This contract involves Foreign Military Sales to Japan, Israel, Saudi Arabia, South Korea, Singapore, Indonesia, and Poland. 

This contract was a sole-source acquisition. Fiscal 2026 research, development, test and evaluation funds in the amount of $343,740 are being obligated at the time of award. The Air Force Life Cycle Management Center, Wright-Patterson Air Force Base, Ohio, is the contracting activity (FA8634-26-D-B001).

'Keel Laying' for Australia's First Hunter Class Frigate

25 Agustus 2026

Keel laying ceremony for the first Hunter class frigate (photos: Aus DoD)

The Albanese Government has marked a significant milestone in delivering Australia’s future surface combatant fleet today, with the laying of the keel for the first Hunter class frigate at South Australia’s Osborne Naval Shipyard. 

Honouring a centuries-old naval tradition, the keel laying sees a coin placed beneath the keel of the ship to bestow good fortune on the vessel during its construction and throughout its life at sea. 

Construction of the Hunter class frigates is part of the Albanese Government’s commitment to continuous naval shipbuilding in South Australia and the delivery of a larger and more lethal surface combatant fleet for the Royal Australian Navy. 

The Hunter class will provide Navy with an advanced anti-submarine warfare capability, one of the most important capabilities for Australia’s maritime security, and strengthen our ability to operate alongside allies and partners. 

This program, being delivered by BAE Systems Maritime Australia, is directly supporting more than 2,500 jobs, with the majority of the workforce based in South Australia. An additional 5,000 Australian industry jobs are being supported through the supply chain for the build.


The Hunter class fleet will also integrate Australian‑made radar technology and advanced combat system elements from the United States.

Construction of 20 of the first ship’s 22 blocks is already underway, which will see the Royal Australian Navy receive the first Hunter class frigate in the early 2030s.

Quotes attributable to Deputy Prime Minister, Richard Marles:
“Today’s milestone is a vital step forward for the Australian workers building these ships, the men and women who will serve on them, and our nation’s future maritime security.

“The laying of the keel for the first Hunter class frigate demonstrates tangible progress in the delivery of a more capable, lethal and resilient surface combatant fleet for Australia.

“The Hunter class frigates will provide a world-class anti-submarine warfare capability, designed to operate in complex maritime environments.”

Quotes attributable to Minister for Defence Industry, Pat Conroy:
“This Hunter class frigate program is already supporting thousands of high-skilled and well-paid jobs. So, this is a landmark moment that demonstrates Australia already has the skilled workforce needed to undertake complex projects like this. 

“The Hunter class frigate program is a critical part of the Albanese Government’s plan for giving the Navy the capabilities it needs to help keep Australia safe. It’s also about supporting continuous naval shipbuilding and contributing a secure future made in Australia.


“Through the construction of the Hunter frigates, we are strengthening South Australia’s role as a national centre for complex naval shipbuilding and supporting skilled Australian jobs across the broader national supply chain.”

Quotes attributable to Premier of South Australia, Peter Malinauskas:
“This is a momentous day for South Australian shipbuilding.

“More than 2,500 highly skilled men and women are now working at Osborne building the Hunter Frigates, a massive undertaking that represents the start of continuous naval shipbuilding here in Adelaide.

“BAE have almost 600 tradespeople now working on this project -- some of them young people trained up at our remarkable Technical Colleges, and now locked into well paid, interesting lifelong careers. And there’s still AUKUS to come.

“Recruiting the workforce for these tasks represents a massive challenge. But it is also a massive opportunity for our state, and we are working hand in hand with the Albanese Government to ensure we can capitalise on it.”

Giuseppe Garibaldi, Mulai Berlayar ke Tanah Air

25 Agustus 2026

ITS Giuseppe Garibaldi mampu mencapai kecepatan maksimal 30 knot, melebihi kecepatan kapal fregat (photo: Marina Militare)

JAKARTA, KOMPAS.com - Giuseppe Garibaldi, calon kapal induk pertama Indonesia, mulai berlayar dari Italia menuju Tanah Air pada Senin (24/8/2026) malam atau Selasa (25/8/2026) dini hari waktu setempat. 

“Benar, sesuai rencana kapal Garibaldi akan bertolak dari Italia (Senin) malam ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026) malam. 

Dalam perjalanan menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi direncanakan melintasi Terusan Suez dan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.

“Untuk detail rute pelayaran selanjutnya akan menyesuaikan dengan rencana operasi dan navigasi kapal,” ungkap Rico.

Sebelum pelayaran ini, TNI Angkatan Laut (AL) mengonfirmasi bahwa sebanyak 100 prajuritnya telah bertolak ke Italia untuk menjemput Giuseppe Garibaldi. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Marsekal Pertama Tunggul mengatakan, 100 prajurit TNI AL ini berlatih sebelum mengawaki kapal induk pertama Indonesia itu. 

“Saat ini perkembangannya, kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian pelatihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ujar Tunggul saat dihubungi Kompas.com, 14 Juli 2026.

Setelah itu, mereka akan membawa Giuseppe Garibaldi berlayar ke Indonesia dengan skema joint crew, yakni pengawak gabungan yang terdiri atas personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia. 

“Kemudian setelah tiba di Indonesia akan dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas dia. 

Sebelumnya, rapat paripurna DPR RI menyetujui permohonan pemerintah untuk menerima hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia, 21 Juli 2026.

Persetujuan itu diambil setelah DPR mendengarkan laporan Komisi I DPR RI mengenai hasil pembahasan permohonan penerimaan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri. 

Ketua DPR RI Puan Maharani kemudian meminta persetujuan seluruh anggota dewan dalam rapat paripurna. 

“Sidang Dewan yang kami hormati, selanjutnya kami menanyakan kepada Sidang Dewan yang terhormat, apakah Laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italia dapat kita setujui?" kata Puan saat memimpin rapat paripurna. 

Pertanyaan itu langsung dijawab serempak oleh anggota dewan dengan ucapan, "Setuju", yang kemudian disahkan dengan ketukan palu pimpinan sidang.