23 Agustus 2026

Truk Militer Belarus MAZ-5316 Siap Mendukung Operasi TNI AD dan Marinir

23 Agustus 2026

Truk MAZ-5316 tiba di Indonesia (photo: Denis Marsya)

TNI AD dan Korps Marinir dikabarkan akan mengoperasikan truk militer serbaguna MAZ-5316 4x4 buatan Belarus untuk memperkuat armada logistik dan angkut personel.

Proses unloading truk MAZ-5316 di pelabuhan (photo ssv: worldofwar)

Kendaraan tangguh asal Eropa Timur ini dikenal memiliki keandalan tinggi di berbagai medan ekstrem, mampu membawa perlengkapan, amunisi, menarik artileri, hingga dilengkapi perlindungan dari ancaman drone.

Truk MAZ-5316 dalam pengiriman (photo: Nusa Indah Travel)

Kehadiran truk taktis ini diharapkan semakin menunjang kesiapsiagaan operasional dan mobilitas pasukan dalam mengawal berbagai jalur strategis di tanah air.

Naval Command Western Mindanao Receives 42-foot Speedboat for Maritime Security

23 Agustus 2026

NCWM received a 42-foot donated speedboat (photos: NCWM)

ZAMBOANGA CITY — The Naval Command Western Mindanao (NCWM) received a 42-foot speedboat donated by Philip Morris Fortune Corporation, Inc. (PMFCI) during a turnover and blessing ceremony on 18 August 2026.


The additional asset will enhance NCWM’s capability to conduct rapid maritime patrols, surveillance, and security operations, strengthening the Command’s continuing efforts to curb illegal activities and maintain order in the waters of Western Mindanao.


NCWM expressed its appreciation to PMFCI for its valuable support to the Philippine Navy and for contributing to a safer and more secure maritime environment.

Hyundai Rotem and KAI Collaborate on Long-Range Air-to-Air Missile Development

23 Agustus 2026

KF-21 with air-to-air missile (photo: KAI)

Hyundai Rotem is partnering with Korea Aerospace Industries (KAI) to internalize aviation weapon technology, including long-range air-to-air missiles to be mounted on the KF-21.

Hyundai Rotem announced on the 13th that it signed a Memorandum of Understanding (MOU) on aviation armament business cooperation with KAI at the KAI headquarters in Sacheon, Gyeongnam on the 12th to enhance the global competitiveness of the K-defense industry and develop aviation armament.

The signing ceremony for the MOU, held in the presence of officials including Cho Hyung-joon, Head of Hyundai Rotem’s AD&RH Business Division, and Kim Yong-min, Head of KAI’s Business Division, was organized to expand technological cooperation and mutual exchange in the field of aviation armament based on the core competencies of both companies and to enhance competitiveness in the global market.

Through this agreement, the two companies plan to expand cooperation in various fields, including: 
 technical cooperation for the development and system integration of aircraft platforms, such as the Korean supersonic fighter KF-21, and air armaments, including long-range air-to-air missiles; 
▲ identification of package-type export models linking aircraft platforms and onboard armaments; and 
▲ joint identification of domestic and international business opportunities and global marketing.


This collaboration aims to secure a competitive edge in providing a "Total Solution" that offers aircraft and weapons as a single unit by combining Hyundai Rotem's guided weapon and propulsion system technologies with KAI's aircraft platform technology, in response to the recent trend in the global defense market of expanding package-type exports that offer integrated aircraft and weapons. In addition to this agreement, Hyundai Rotem plans to contribute to strengthening the competitiveness of the domestic space industry and expanding domestic and international markets through its diverse space business capabilities.

Meanwhile, Hyundai Rotem has continuously expanded its business scope beyond ground weapon systems into the aerospace sector. The company has accumulated independent aerospace technological capabilities by conducting R&D on various future propulsion systems, including the development of hypersonic propulsion systems, a core technology for aircraft armament. Last year, the company secured various key technology R&D projects, such as the development of methane engine technology for reusable launch vehicles led by the Agency for Defense Development (ADD), and the development of a long-range air-to-air guided weapon prototype and the hypersonic vehicle 'HyCore' led by the Agency for Defense Development (ADD), thereby expanding its position as a key player in the future aerospace field.

"This agreement will serve as an opportunity to further strengthen competitiveness in the future aviation armament sector by combining the core technologies of both companies," said a Hyundai Rotem official. "Based on the expertise and business capabilities of both companies, we will contribute to strengthening national defense and enhancing self-reliant defense capabilities through healthy competition, and strive to help the domestic defense industry develop based on diversity."

BRIN Optimistis Kuasai Teknologi Roket Dua Tingkat, Bidik Uji Terbang 2029

23 Agustus 2026

Platform yang akan digunakan untuk roket dua tingkat adalah RX 450 (photos: BRIN)

Bogor – Humas. Pengembangan roket dua tingkat menjadi salah satu fokus riset teknologi roket BRIN menuju target uji terbang pada 2029. Dalam peta jalan terbaru, sejumlah teknologi kunci disiapkan secara bertahap, mulai dari motor roket RX 450, sistem separasi, sistem kontrol, hingga telemetri.

Pengembangan tersebut mendapat dukungan melalui Program Riset Invitasi Strategis (PRIS). Skema pendanaan ini memberikan ruang bagi periset untuk menjalankan tahapan riset sesuai dengan target yang telah disusun dalam peta jalan pengembangan roket dua tingkat.

“Kehadiran PRIS sangat membantu dan membuat teman-teman periset semakin bersemangat dalam menjalankan riset. Dukungan ini turut membuka ruang bagi periset untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci. Salah satunya adalah pengembangan motor roket RX 450 yang menjadi bagian penting dalam peta jalan pengembangan roket dua tingkat,” kata Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Nur Hakim, dalam Town Hall Meeting Peta Jalan Penerbangan dan Keantariksaan, Jumat (14/8).


Dalam pertemuan tersebut, Arif memaparkan peta jalan terbaru pengembangan roket dua tingkat yang disusun berdasarkan evaluasi capaian teknologi terkini. Peta jalan tersebut menargetkan uji terbang pada 2029. Ia menjelaskan, penyesuaian tahapan dilakukan sebagai bagian dari proses pematangan riset agar peta jalan lebih solid dan realistis, terutama dalam penguasaan teknologi kunci seperti sistem kontrol dan telemetri.

“Peta jalan tersebut disusun berdasarkan asumsi dan tingkat penguasaan teknologi pada saat itu. Setelah dilakukan evaluasi, setiap tahapan perlu dipastikan dapat dikuasai dengan baik, terutama dalam mendukung pencapaian dan perolehan data yang dibutuhkan,” ia menjelaskan.

Menurut Arif, tahapan menuju 2029 sudah disusun secara bertahap dan terukur. Pada 2026, tim akan merampungkan desain roket dua tingkat secara keseluruhan sekaligus desain sistem separasi, dengan dukungan anggaran PRIS untuk mengembangkan motor roket RX 450 berjangkau 100 km. Kemudian, dilanjutkan dengan review desain kritis (Critical Design Review/CDR) roket dua tingkat, uji statis motor roket berperforma tinggi, serta uji terbang sistem separasi pada 2027.

Tahapan berlanjut pada 2028 dengan uji terbang roket tingkat pertama dan tingkat kedua secara terpisah. Pengujian tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum pelaksanaan uji terbang roket dua tingkat secara utuh pada 2029. Hal ini merupakan pencapaian yang akan menjadi tonggak penting kemandirian teknologi roket nasional.


Selain program roket, Arif juga memaparkan perkembangan pembangunan Bandar Antariksa yang diamanatkan undang-undang. Untuk mempercepat realisasinya, BRIN kini menggandeng mitra investor strategis, dengan dua mitra yang saat ini tengah aktif bergerak. Satu berfokus pada segmen roket besar, dan satu lagi pada segmen roket kecil.

Arif menjelaskan, kolaborasi ini kini memasuki tahap konsolidasi kesepakatan antara BRIN dan para mitra. Tahun ini, tim menargetkan penyelesaian desain dasar Bandar Antariksa, yang akan dilanjutkan dengan pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar pada tahun berikutnya, seiring proses penyelesaian regulasi dan perjanjian kerja sama dengan negara mitra.

Ia menegaskan, proses konsolidasi lintas negara dalam proyek strategis seperti pembangunan bandar antariksa membutuhkan kehati-hatian dan waktu. Proses tersebut juga lazim dilakukan oleh berbagai negara dalam membangun kapabilitas keantariksaan. 

Pemaparan Kepala PRTR dalam Town Hall Meeting Peta Jalan Penerbangan dan Keantariksaan menunjukkan upaya BRIN dalam memperkuat peta jalan riset roket dan pembangunan bandar antariksa. Upaya tersebut sejalan dengan agenda strategis penguatan pertahanan dan kemandirian teknologi keantariksaan nasional.

22 Agustus 2026

Latihan Bersama China-Thailand "Falcon Strike-2026" Berakhir

22 Agustus 2026

Latihan bersama Falcon Strike 2026 diadakan di Pangkalan Udara Udorn (Udorn Royal Thai Air Force Base / Wing 23) yang terletak di Provinsi Udon Thani, wilayah timur laut Thailand (photo: China Military)

UDORN -- Upacara penutupan latihan bersama angkatan udara China-Thailand "Falcon Strike-2026" diselenggarakan pada pagi hari tanggal 20 Agustus di Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand Udorn.

China telah mengerahkan jet tempur J-10C dan J-11 serta pesawat AEW&C, sementara Thailand ikut serta dengan jet tempur Gripen dan Alphajet (photos: RTAF)

Pihak China mengerahkan berbagai jenis peralatan, termasuk pesawat tempur, pesawat peringatan dini, pesawat pengisian bahan bakar di udara, helikopter, dan sistem rudal darat-ke-udara, serta berlatih dalam kelompok gabungan bersama Angkatan Udara Kerajaan Thailand, dengan sukses menyelesaikan seluruh tugas yang telah dijadwalkan.


Selama latihan bersama tersebut, kedua belah pihak melaksanakan latihan yang mencakup materi pertahanan udara gabungan dan penyelamatan medis kemanusiaan, serta mengadakan diskusi mengenai berbagai isu seperti pelatihan personel angkatan udara dan penggunaan armada pesawat nirawak (UAV).


Diketahui bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kesembilan dari rangkaian latihan gabungan antara angkatan udara China dan Thailand. Rangkaian latihan udara bersama "Falcon Strike" telah menjadi wadah penting untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama antara kedua militer, serta memiliki arti penting dalam memperdalam rasa saling percaya dan persahabatan antara kedua belah pihak, sekaligus menjaga keamanan dan stabilitas kawasan secara bersama-sama.

Successful Trial of Laser Marks Deepening of Australia-Japan Defence Collaboration

22 Agustus 2026

Mitsubishi Electric to invest $70M in Australian laser weapon facility (photo: MELCO)

The Albanese Government has marked a significant milestone in Australia-Japan defence collaboration with successful field trials of a co-developed laser in South Australia.

The Boobook project has broken new ground as the first co-development project between Australian and Japanese defence industries, demonstrating deepening cooperation between our two nations.

The collaboration between Defence Science and Technology Group (DSTG), Mitsubishi Electric Australia (MEA) and Mitsubishi Electric Corporation (MELCO) has seen the successful field testing of a world-first prototype laser system.

The laser system draws on more than 20 years of research and development by DSTG to deliver a cutting-edge technology with the potential to enhance surveillance capability.

Boobook supports the implementation of Prime Minister Anthony Albanese and Prime Minister Sanae Takaichi’s 4 May announcement, which committed to enhanced defence and security cooperation.

The successful Boobook trials conducted at Cultana Training Area and DSTG Edinburgh have provided valuable insights into the system's design and technical requirements, informing the next phases of development and commercialisation.

The testing also demonstrated Australia and Japan’s ability to jointly develop advanced technologies and conduct multinational testing on Australian ranges. This paves the way for ongoing defence industrial collaboration on advanced defence capabilities between our two countries.

As the project progresses, MEA is establishing new facilities at Rydalmere, New South Wales in preparation for large-scale manufacturing within Australia.

This $70 million investment will become the home of a new MEA Defence Division, supporting future manufacturing opportunities in Australia and strengthening access to advanced Mitsubishi Electric defence technologies for the Australian Defence Force into the future.

Quotes attributable to Minister for Defence Industry, the Hon. Pat Conroy MP:
"This project demonstrates close collaboration with Japan, to develop cutting-edge technologies that address real capability needs for the Australian Defence Force.

"Boobook is more than a technology project. It is a practical example of the growing defence industrial partnership between Australia and Japan, as well as the opportunities that partnership creates for both nations.

"The establishment of Mitsubishi Electric Australia's new defence facilities in Rydalmere is a strong vote of confidence in Australia's defence industrial future and will support new opportunities for advanced manufacturing, technology transfer and workforce growth."

Kabaharwathan Kemhan Tinjau kemampuan Harwat Ranpur PT 76 M di PT Lumindo Artha Sejati Surabaya

22 Agustus 2026

Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Ranpur PT 76 M Marinir TNI AL (photos: Korps Marinir)

Kabaharwathan Kemhan Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, ST., M.Tr. Opsla, IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng.melaksanakan kunjungan kerja ke PT Lumindo Artha Sejati dalam rangka meninjau secara langsung fasilitas dan kemampuan industri pertahanan dalam mendukung Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Matra Laut, khususnya Ranpur PT 76 M Marinir TNI AL.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi dan validasi terhadap kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, peralatan kerja dan alat uji, metode pemeliharaan, pengelolaan suku cadang, serta dukungan purnajual yang dimiliki PT Lumindo Artha Sejati.


Kabaharwathan menegaskan pentingnya mendorong industri pertahanan nasional agar tidak hanya berperan sebagai pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi secara bertahap mampu menjadi mitra strategis TNI dan Kemhan dalam membangun kemandirian Harwat Alpalhankam nasional.


Melalui kunjungan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Kemhan, TNI, dan industri pertahanan nasional dalam meningkatkan kesiapan operasional Alpalhankam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dukungan luar negeri.