26 Juli 2026

ST Engineering's Counter-Drone Capability Gains Momentum in Asia

26 Juli 2026

ST Engineering's counter-drone combine soft-kill and hard-kill (image: ST Engineering)

Singapore – ST Engineering's Digital Systems business has secured new deployments in Asia outside Singapore in the last few months for its counter-drone capability, reflecting growing demand for effective counter-unmanned aerial system (C-UAS) solutions as defence and security agencies strengthen protection against evolving drone threats.

The deployments span both defence and critical infrastructure applications, underscoring the versatility, operational maturity and effectiveness of ST Engineering's counter-drone capability across diverse mission requirements. These include an air defence deployment and another for the protection of multiple critical infrastructure sites against evolving drone threats.

Built on a layered defence architecture, ST Engineering's counter-drone solution combines advanced sensors, AI-enabled command-and-control, and soft-kill and hard-kill effectors to detect, track, identify and neutralise evolving drone threats. Its modular design enables deployment across defence, public security and critical infrastructure protection missions.

Low Jin Phang, Chief Operating Officer for Defence & Public Security, and President for Digital Systems, ST Engineering, said, "Counter-drone capabilities have become an increasingly important part of modern defence and security operations. These deployments underscore the growing demand for integrated solutions against evolving drone threats and validate our ability to deliver operationally proven counter-drone capabilities."

Developed through extensive testing and operational validation, ST Engineering's counter-drone capability draws on the Group's expertise in sensors, communications, AI, and mission systems to deliver integrated protection against a broad spectrum of drone threats.

Prajurit Menkav 1 Marinir Asah Kemampuan Menembak Tank dalam LSD II TW II TA 2026

26 Juli 2026

Latihan menembak menggunakan tank BMP-3F dan PT-76M Korps Marinir (photos: PasMar1)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Sukabumi) -- Prajurit Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) melaksanakan Latihan LSD II Triwulan II TA 2026 di Subdenharrahlat Kostrad, Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (19/07/2026).


Dalam latihan tersebut, prajurit melaksanakan materi menembak menggunakan Tank PT-76(M) dan ranpur BMP-3F sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur, serta keterampilan mengoperasikan sistem persenjataan kendaraan tempur.


Selain meningkatkan akurasi menembak, latihan ini juga menjadi sarana menjaring kader penembak tank yang diproyeksikan menjadi personel andal di masa mendatang. 


Melalui kegiatan ini diharapkan lahir prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mendukung pelaksanaan tugas Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Simulator Tank T-54/T-55 AD Vietnam

26 Juli 2026

Simulator tank T-54/T-55 (photo: Ann Quann)

Vietnam menggunakan simulator tank T-54/T-55 untuk memberikan gambaran bagi para prajurit kavaleri tentang apa yang akan mereka awaki dan sekaligus mengurangi biaya pelatihan.

Para awak tank tempur utama T-54/55 Tentara Rakyat Vietnam bisa mendapatkan keterampilan menembak, keahlian mengemudi taktis, serta koordinasi tim. Latihan ini juga menghemat biaya operasional dan mencegah risiko kecelakaan.

Interiornya simulator tank ini memang tidak luas, tetapi T-54/55 dirancang untuk Eropa sehingga awak tank Vietnam dapat menjalankan tugas mereka tanpa banyak kesulitan.

25 Juli 2026

KRI Prabu Siliwangi-321 Laksanakan Uji Kemampuan Penembakan Meriam 127 MM di Laut Jawa

25 Juli 2026

Penembakan meriam 127 mm dari KRI Prabu Siliwangi-321 (photos: TNI AL)

Koarmada II -- KRI Prabu Siliwangi-321 yang merupakan kapal fregat terbaru dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II melaksanakan uji kemampuan penembakan meriam 127 mm di perairan Laut Jawa sebagai bagian dari pembinaan kemampuan tempur dan peningkatan profesionalisme prajurit. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel, sistem persenjataan, serta prosedur operasional dalam pengoperasian meriam utama kapal perang. Rangkaian kegiatan latihan diawali dengan pemeriksaan kesiapan material, personel, dan sistem persenjataan sebelum pelaksanaan penembakan sesuai dengan prosedur yang berlaku.


Komandan KRI Prabu Siliwangi-321, Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, menyampaikan bahwa uji kemampuan ini merupakan bagian dari pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memastikan kesiapan tempur kapal beserta seluruh prajuritnya.


Latihan ini sesuai dengan perintah Pangkoarmada II yaitu melalui latihan penembakan meriam utama diharapkan bahwa kemampuan, ketepatan, dan koordinasi seluruh personel pengawak semakin meningkat, sehingga KRI Prabu Siliwangi-321 senantiasa siap melaksanakan setiap penugasan guna menegakkan kedaulatan dan menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

DND Eyeing Over 500 Fighting Vehicles for PH Ground Forces

25 Juli 2026

Over 500 fighting vehicle will be acquired for Philippine Army (photo: AFP)

 MANILA – Department of National Defense (DND) Secretary Gilberto Teodoro Jr. said there are plans to acquire "500 plus fighting vehicles" for the military as part of ongoing efforts to enhance the mobility and protection for its troops.

In an interview over Radyo Pilipinas late Wednesday, Teodoro, in a mix of Filipino and English, said ground troops “need to react fast and they must be fully protected, along with their vehicles.”

”Kaya nag-e-embark tayo na bumili ng 500 plus fighting vehicles para protektado ang ating mga sundalo (and that is why we are embarking on acquiring 500 plus fighting vehicles to ensure that troops will be protected)," he said.

Type of fighting vehicle for Philippine Army (infographic: MaxDefense)

The "fighting vehicles" the DND chief was referring to are also known as the "infantry fighting vehicles”, a type of armored fighting vehicle designed to transport infantry into combat and provide direct fire support.

Teodoro did not give specifics for security reasons but noted that once these platforms are acquired, the ground forces no longer need to walk or march as much as possible.

He added that these "fighting vehicles" will have a deterrent effect as they allow troops to respond immediately to any threats.

(PNA)

New Zealand’s Helicopter-Launched Penguin Missile Strike during RIMPAC

25 Juli 2026

Seasprite SH-2G(I) firing Penguin missile during RIMPAC 2026 (photo: NZDF)

HMNZS Te Mana’s Seasprite helicopter recently conducted a successful anti-ship guided missile launch against a target vessel.


Travelling at high subsonic speed and packing a 120kg warhead, the Penguin missile slammed into the hull of the US Navy's decommissioned amphibious assault ship USS Peleliu in deep waters off Hawaii during Exercise RIMPAC.


As intended, the missile detonated inside the vessel inflicting significant damage compromising the ships integrity.


A number of navies participated in this Sinking Exercise (SINKEX) designed to test airborne and shipborne munitions against seagoing threats.

Kemhan Malaysia Tanda-tangani LOA untuk Sistem Rudal SAM bagi Kapal LCS

25 Juli 2026

Kementerian Pertahanan Malaysia bersama MBDA Prancis lakukan penanda-tanganan Letter of Acceptance (photo: MBDA)

KSU Tanda-tangani Surat Setuju Terima (SST) Bersama MBDA France Sempena Farnborough International Airshow (FIA) 2026
UNITED KINGDOM – Ketua Setiausaha Kementerian Pertahanan, YBhg. Datuk Lokman Hakim Ali menandatangani Surat Setuju Terima (SST) bersama MBDA France sempena Farnborough International Airshow (FIA) 2026.

Sistem rudal SAM VL Mica bagi kapal LCS Maharaja class (photo: MBDA)

SST tersebut melibatkan perolehan sistem peluru berpandu permukaan ke udara (Surface-to-Air Missile – SAM) bagi melengkapkan keupayaan persenjataan Littoral Combat Ship (LCS) Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM).

Kapal LCS Maharaja class (photo: LUNAS)

Perolehan ini juga merupakan kontrak pelengkap penting bagi projek LCS untuk memastikan kapal berkenaan memiliki keupayaan pertahanan udara yang memenuhi keperluan operasi TLDM. Pemeteraian SST ini mencerminkan komitmen berterusan Kerajaan dalam memperkukuh keupayaan strategik pertahanan maritim negara bagi mendepani cabaran dengan geopolitik semasa.