14 Juli 2026

Air Assault Operations, Marinir Indonesia Tuntaskan Aksi Penyelamatan Warga di Medan Tempur

14 Juli 2026

Latihan Air Assault dalam RIMPAC 2026 (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI AL (Hawaii) -- Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Marinir Amerika Serikat (USMC) dan Tentara Fiji kembali menunjukkan profesionalisme dalam skenario operasi militer perkotaan (Military Operations on Urban Terrain/MOUT) pada ajang RIMPAC 2026. Dengan menggunakan pesawat MV-22 Osprey, pasukan gabungan diterjunkan ke Gaendong Village untuk melaksanakan misi penyelamatan warga sipil yang menjadi korban serangan kelompok musuh bersenjata di MOUT 1 Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Minggu (12/07/2026).


Dalam skenario latihan tersebut, kelompok musuh berhasil menguasai wilayah Gaendong Village dan melakukan serangan terhadap warga sipil. Sejumlah korban mengalami luka akibat ledakan maupun tembakan, sementara situasi di desa berada dalam kondisi kritis. Setibanya di lokasi, pasukan gabungan bergerak cepat melaksanakan pembersihan sektor demi sektor, melumpuhkan seluruh ancaman, mengevakuasi warga yang terluka ke tempat aman, serta menguasai gudang persenjataan milik musuh sebagai bagian dari upaya mengembalikan situasi menjadi aman dan terkendali.


Seluruh rangkaian operasi berlangsung dengan koordinasi yang solid antarnegara, memperlihatkan kemampuan tempur, komunikasi taktis, serta interoperabilitas prajurit dalam menghadapi berbagai skenario operasi modern. Keberhasilan misi tersebut menjadi bukti kesiapan Korps Marinir TNI AL untuk beroperasi bersama pasukan sahabat dalam misi gabungan berskala internasional.


Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, Letkol Marinir Huda Prawira, S.E., M.Tr.Opsla., mengatakan bahwa latihan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi gabungan, khususnya pada misi penyelamatan warga sipil di wilayah konflik.


"Setiap skenario yang dilaksanakan menuntut prajurit mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur. Melalui latihan ini, prajurit Korps Marinir tidak hanya mengasah kemampuan tempur, tetapi juga memperkuat interoperabilitas dengan pasukan negara sahabat sehingga siap menghadapi berbagai tantangan operasi di masa depan," ujarnya.

Jepang Melaju dalam Kemampuan Pertahanan Pulau dengan Kendaraan Amfibi Otonom

14 Juli 2026

Konsep kendaraan amfibi tak berawak ATLA (images: ATLA)

Jepang telah mengembangkan prototipe skala penuh dari kendaraan amfibi tak berawak masa depannya, kata juru bicara Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA) negara itu kepada Janes pada 9 Juli.

Pengembangan prototipe ini mengikuti program Penelitian Teknologi Amfibi Masa Depan/Future Amphibious Technology Research (FAT-R) ATLA, yang diselesaikan organisasi tersebut pada tahun 2023. “Teknologi dan pengetahuan yang diperoleh melalui program [FAT-R] saat ini diterapkan pada pengembangan kendaraan amfibi tak berawak,” kata juru bicara tersebut.

“Kendaraan amfibi tak berawak yang sedang dikembangkan saat ini diharapkan mampu melakukan manuver otonom, serta manuver dan penggunaan daya tembak yang dikendalikan dari jarak jauh,” tambah juru bicara tersebut, tetapi tidak mengungkapkan tingkat otonomi yang ditunjukkan oleh prototipe tersebut.


Menurut juru bicara tersebut, tantangan teknis yang diatasi selama program tersebut meliputi kemampuan manuver di perairan dangkal, peningkatan kecepatan mobilitas maritim, dan peningkatan keselamatan awak kapal.

Meskipun ATLA tidak mengungkapkan persyaratan kinerja program FAT-R, juru bicara tersebut mengatakan bahwa pengujian menggunakan model simulasi, model skala, dan prototipe skala penuh mengkonfirmasi bahwa “semua persyaratan kinerja berhasil dipenuhi”.

“Di antara… tantangan teknis dalam program FAT-R, teknologi dan pengetahuan yang diperoleh terkait dengan peningkatan kemampuan manuver di perairan dangkal dan keselamatan awak kapal terutama diterapkan pada pengembangan kendaraan amfibi tak berawak,” tambah juru bicara tersebut.

Model yang dipamerkan di MAST Asia 2019, dengan kendaraan yang akan diubah menjadi platform tanpa awak (photo: Shephard)

Program pengembangan kendaraan amfibi tak berawak dimulai pada tahun 2024. Buku putih pertahanan Jepang tahun 2025 menyatakan bahwa kendaraan amfibi tak berawak akan “bertindak secara otonom dalam operasi amfibi dan melakukan misi, termasuk pengangkutan pasokan dari laut ke sekitar pasukan”.

Jepang bermaksud agar kendaraan amfibi tak berawak tersebut dapat melintasi punggung bukit terumbu karang dan mendarat di lokasi mana pun di seluruh pulau terpencilnya.

TNI Kejar Target Pembangunan Fasilitas Lanal Lampung untuk Kapal induk Garibaldi

14 Juli 2026

ITS Giuseppe Garibaldi (photo: Riegert)

Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur di Pangkalan TNI AL Lampung untuk menjadi tempat sandar kapal induk pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan fasilitas itu harus selesai dibangun sebelum Garibaldi datang ke Indonesia sebelum hari jadi TNI pada Oktober 2026.

"Pembangunan terus berjalan sehingga harapannya sebelum Garibaldi sampai di Indonesia semuanya sudah siap," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Jakarta Timur, Senin.

Menurut Tunggul, ada banyak hal yang harus dipersiapkan di Lanal Lampung mulai dari pengerukan, pembangunan fasilitas tambat atau tempat untuk mengikat tali kapal untuk bersandar hingga peningkatan fasilitas listrik untuk mendukung operasional Garibaldi.

Pangkalan Angkatan Laut Lampung (image: GoogleMaps)

Salah satu yang paling penting, yakni pengerukan laut. Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan agar Lanal Lampung memiliki kedalaman dasar laut yang cukup untuk menampung kapal induk.

Hingga saat ini, proses pengembangan fasilitas di Lanal Lampung masih terus berlangsung. Tunggul mengharapkan pembangunan itu bisa berjalan dengan maksimal dan selesai tepat waktu.

Sebelumnya, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata beserta jajarannya sempat meninjau proses pengembangan fasilitas Lanal Lampung, Kamis (4/6).

Dalam kunjungan itu Denih meninjau beberapa fasilitas pendukung lanal seperti markas, fasilitas labuh, dan pembangunan fasilitas militer di Pulau Kelagian yang lokasinya tidak jauh dari Lanal Lampung.

13 Juli 2026

Menhan Filipina Mengupayakan Peningkatan Anggaran Pertahanan Menjadi 4% dari PDB

13 Juli 2026

Jose Rizal class fregat Angkatan Laut Filipina (photo: PN)

Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. pada hari Jumat mengatakan pemerintah harus mengalihkan sebagian pendanaannya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Filipina Barat.

Teodoro mengatakan hal ini dalam wawancara dadakan di sela-sela forum yang diselenggarakan oleh Stratbase Institute untuk memperingati ulang tahun ke-10 Putusan Arbitrase Laut Cina Selatan tahun 2016 yang bersejarah.

“Kita pasti perlu mengalihkan anggaran. Ini bukan ‘mungkin.’ Kita perlu melakukannya karena anggaran adalah pos yang terbatas, bukan? Jadi, lebih banyak untuk satu pihak berarti lebih sedikit untuk pihak lain,” katanya.

“Yang saya katakan adalah kita perlu meningkatkannya. Dan ada beberapa cara. Kita perlu meningkatkannya setidaknya menjadi 2 hingga 3 hingga 4 persen dari PDB,” tambahnya.

Menurut Menteri Pertahanan, negara-negara tetangga Filipina telah meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka masing-masing hingga hampir 5%.

“Indonesia, yang bukan negara penuntut dan tanpa ancaman apa pun, baru-baru ini telah memperoleh 47 pesawat tempur Rafale, varian terbaru dari pesawat tempur Rafale,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan negara harus mencakup pengeluaran nyata untuk mendukung militer.

“Pencegahan berarti lebih dari sekadar komitmen. Itu berarti pengeluaran nyata, dan itu berarti mengurangi hak publik dan mengalokasikan hak-hak ini untuk membangun kekuatan yang kredibel dan tangguh,” jelas Teodoro.

“Itulah mengapa jika kita gagal untuk menyebarkan nilai dari sikap membela diri dalam hal yang paling rinci dan kesadaran publik tentang elemen-elemen yang diperlukan untuk membangun pencegahan yang kredibel tanpa masalah penumpang gelap seperti yang ingin dinyatakan oleh para ekonom, masalah penumpang gelap di sini yang diambil secara ekstrem mungkin adalah musuh terburuk yang kita miliki dalam perjalanan kita untuk membangun postur pencegahan yang kredibel. Dan mungkin itulah yang harus diartikulasikan oleh strategi,” lanjutnya.

Tanpa komitmen tersebut, kata Teodoro, negara itu “tidak dapat membangun postur pencegahan yang kredibel yang pada akhirnya diperlukan bagi kita untuk menegakkan hak-hak kita.”

Pemerintah Filipina menggugat Tiongkok di hadapan pengadilan arbitrase internasional di Den Haag pada tahun 2013. Pengadilan tersebut memutuskan mendukung Filipina pada Juli 2016 ketika menolak klaim sembilan titik Tiongkok atas Laut Cina Selatan.

Namun, Tiongkok menolak seruan Filipina untuk mematuhi putusan arbitrase tahun 2016, menyebut keputusan tersebut "ilegal dan tidak sah." 

(GMANetwork)

Kas Kormar Saksikan Langsung Uji Fungsi Amunisi Roket 122 MM Buatan Serbia di Baluran

13 Juli 2026

Uji fungsi amunisi roket 122 mm buatan Serbia (all photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Situbondo) -- Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan menyaksikan langsung pelaksanaan uji fungsi amunisi Roket Kaliber 122 mm buatan Serbia di daerah Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (11/07/2026).

Uji fungsi tersebut dilaksanakan oleh Laboratorium Induk Senjata TNI Angkatan Laut (Labinsenal) dengan melibatkan Batalyon Roket 2 Marinir sebagai unsur pelaksana penembakan. Dalam kegiatan tersebut, Kas Kormar didampingi Komandan Kolatmar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra, Kadislitbangal Laksamana Pertama TNI Denny Hotler Bachtera, S.T., M.Tr.Opsla., serta sejumlah pejabat utama Korps Marinir dan TNI Angkatan Laut.


Sebelum uji penembakan dilaksanakan, Kepala Staf Korps Marinir beserta rombongan menerima paparan prosedur pengujian dari Kalabinsenal Kolonel Laut (E) Aab Abdul Wahab, S.T., M.T., dilanjutkan dengan paparan teknis penembakan oleh Komandan Batalyon Roket 2 Marinir. 

Pelaksanaan uji fungsi dilakukan melalui serangkaian penembakan Roket Kaliber 122 mm yang berhasil mencapai dan meledak di daerah sasaran. Hasil penembakan selanjutnya dievaluasi sebagai bahan penilaian terhadap fungsi dan kelayakan amunisi.


Di sela-sela peninjauan, Mayjen TNI (Mar) Suherlan menyampaikan bahwa pelaksanaan uji fungsi amunisi merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan material tempur dan sistem persenjataan Korps Marinir.


 “Pengujian ini dilaksanakan untuk memastikan amunisi yang digunakan memenuhi fungsi dan kelayakan serta siap mendukung kebutuhan operasional satuan dalam pelaksanaan tugas,” pungkas orang nomor dua di Korps Marinir.


Turut hadir Waasintel Pangkormar Kolonel Marinir Teguh Santoso, Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., Aslog Danpasmar 2 Kolonel Marinir Bakti Dasasasi Penanggungan, S.E., M.M., dan Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP.

PTDI Resmikan Kemitraan degan ANI Siap Bersaing di Pasar MRO Regional

13 Juli 2026

Penanda-tanganan kerja sama PT DI dan PT ANI (photos: PT DI)

Jakarta Utara  – Mengawali agenda pada hari kedua pameran IISAR 2026, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Aero Nusantara Indonesia (PT ANI) sebagai landasan awal kerja sama dalam bidang jasa pemeliharaan, perbaikan, overhaul, serta pemanfaatan fasilitas pendukung pesawat udara beserta kegiatan pendukungnya. PKS ini ditandatangani oleh Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh. Arif Faisal dan Direktur Utama PT ANI, Otto Sigit Budianto.

Perjanjian ini menjadi landasan bagi PTDI dan PT ANI untuk mengembangkan berbagai peluang sinergi dalam bidang MRO, meliputi pemanfaatan hanggar yang dimiliki dan/atau dikuasai secara sah oleh salah satu pihak, sumber daya manusia, peralatan kerja, tools, hanggar equipment, serta fasilitas logistik, yang pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kebutuhan operasional, kapabilitas, kesepakatan lebih lanjut para pihak, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui kolaborasi ini, kedua Perusahaan berkomitmen memperkuat kapasitas dan daya saing industri MRO nasional guna mendukung kemandirian industri penerbangan nasional serta meningkatkan daya saing layanan MRO Indonesia di tingkat regional.


PTDI melalui unit Aircraft Services (ACS) memegang peran penting dalam penyediaan layanan MRO bagi berbagai jenis pesawat dan helikopter, baik untuk kebutuhan militer maupun sipil. Didukung fasilitas berstandar internasional, tenaga ahli berpengalaman, serta kapabilitas yang mencakup perawatan, perbaikan, overhaul, modifikasi, hingga peningkatan kemampuan pesawat, ACS PTDI terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilar layanan MRO nasional.

Ke depan, kedua Perusahaan akan menindaklanjuti PKS ini melalui pembahasan berbagai program dan inisiatif kerja sama yang disepakati bersama, sesuai dengan kebutuhan pengembangan bisnis serta penguatan ekosistem MRO nasional. Diharapkan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong terwujudnya ekosistem MRO nasional yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan.

12 Juli 2026

Dirjen Pothan Tinjau Progres Pembangunan Frigate Merah Putih

12 Juli 2026

Kunjungan Dirjen Pothan ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) yang membuat bridge Fregat Merah Putih (photos: Ditjen Pothan)

Surabaya, - Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.


Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional. 


Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.


Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.