15 Maret 2026

Transfer Persenjataan Dari dan Ke Myanmar Tahun 2025

15 Maret 2026

Myanmar Air Force Shaanxi Y-8 (photo: Wiki)

SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.


Untuk negara Myanmar, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 adalah sebagai berikut ini.


Menhan Australia Soroti Peluang Kerja Sama Latihan Militer di Morotai

15 Maret 2026

Morotai dapat menjadi gerbang bagi Australia untuk masuk ke Asia Timur (image: GoogleMaps)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles melihat peluang bagi Australia untuk menggunakan fasilitas pelatihan militer internasional milik Indonesia yang akan dibangun di Morotai, Maluku Utara.

"Ini adalah fasilitas pelatihan Indonesia, tetapi kami melihat ada peluang bagi Australia untuk terlibat dalam pelatihan di sana," kata Marles dalam jumpa pers di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan pernyataan itu menyusul pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, Kamis, dalam rangkaian kegiatan kunjungannya ke Indonesia pekan ini.

Pelabuhan kota Daruba, ibukota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara (photo: Kontan)

Dalam pertemuan tersebut, menteri pertahanan kedua negara membahas tentang tindak lanjut Traktat Keamanan Bersama Australia-Indonesia yang ditandatangani pada Februari 2026 serta Perjanjian Kerja Sama Pertahanan Australia-Indonesia yang ditandatangani pada Agustus 2024.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu ialah tentang rencana Australia akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai pada akhir tahun untuk meninjau potensi kerja sama dalam pengembangan infrastruktur fasilitas pelatihan militer Indonesia.

"Kami akan mengirim tim survei militer ke Pulau Morotai untuk meninjau bagaimana kami dapat melakukan lebih banyak pekerjaan infrastruktur di sana, di fasilitas pelatihan yang sangat penting bagi TNI," jelasnya.

Airstrip di Morotai peninggalan Perang Dunia II (photo: Dave Robitaille)

Marles menegaskan bahwa fasilitas pelatihan tersebut ialah milik Indonesia dan akan digunakan sebagai fasilitas pelatihan militer bagi tentara Indonesia. Namun demikian, Marles tidak menutup kemungkinan bagi tentara Australia untuk berlatih di fasilitas pelatihan tersebut.

"Ini akan menjadi fasilitas milik Indonesia dan kami memikirkan bagaimana dapat menggunakan fasilitas pelatihan satu sama lain telah menjadi bagian penting dari diskusi yang telah kami lakukan antara kedua angkatan pertahanan kita," jelasnya.

Australia juga memiliki area pelatihan yang cukup luas di negaranya. Marles pun mempersilakan Indonesia untuk mengirimkan anggota TNI dan menggunakan area pelatihan tersebut.

Armada Angkatan Laut Australia (photo: Aus DoD)

"Kami telah melihat hal (kerja sama semacam) itu terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saya pikir ini adalah kesempatan bagi Australia ke depannya untuk melihat Morotai dikembangkan dengan cara ini, tetapi tempat ini akan lebih banyak menjadi fasilitas pelatihan bagi Indonesia," katanya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa keterlibatan Australia dalam pembangunan fasilitas pelatihan militer di Morotai itu ialah di bidang infrastruktur.

"Beliau (Menhan Sjafrie) sangat ingin melibatkan kami dalam masalah ini, dalam hal-hal yang dapat kami lakukan untuk mendukung infrastruktur yang perlu dikembangkan di Morotai. Ini sebagian besar dipimpin oleh Indonesia, tetapi kami melihat ini sebagai peluang besar bagi kami juga," ujar Menhan Marles.

Kapal TNI AL KRI Canopus-936 Memulai Pelayaran Perdana dari Jerman ke Indonesia

15 Maret 2026

KRI Canopus-936 memulai pelayaran perdana dari Bremen, Jerman, menuju Indonesia untuk memperkuat riset hidro-oseanografi (photo: KBRI Berlin)

Bremen: Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) KRI Canopus-936 resmi mengawali pelayaran perdananya menuju Indonesia dari galangan kapal Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Bremen, Jerman pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Dalam siaran pers KBRI Berlin yang diterima Metrotvnews.com, disebutkan bahwa keberangkatan ini menjadi tonggak penting bagi TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kemampuan riset kelautan dan pemetaan maritim nasional.

Setelah melalui rangkaian pembangunan, uji fungsi, dan persiapan operasional, KRI Canopus-936 kini memasuki fase akhir sebelum bertugas penuh di tanah air. Pelayaran jarak jauh ini sekaligus menjadi uji kesiapan kapal riset modern tersebut dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.

KRI Canopus-936 akan mengarungi rute pelayaran internasional dengan sejumlah titik singgah penting untuk pemenuhan logistik, koordinasi diplomatik, serta pengecekan teknis berkala.

Adapun rute yang ditempuh meliputi: Lemwerder (Jerman) – Las Palmas (Spanyol) – Lagos (Nigeria) – Cape Town (Afrika Selatan) – Port Louis (Mauritius) – Lampung – Jakarta.

KRI Canopus-936, kapal bantu hidro-oseanografi (photo: Bernd U)

Selama pelayaran, tim teknisi dari galangan kapal turut mendampingi untuk memastikan seluruh sistem kapal berfungsi optimal hingga tiba di Indonesia.

Kapal Riset Modern untuk Misi Kelautan Masa Depan
Dibangun melalui kerja sama antara PT Palindo Marine Shipyard (Indonesia) dan Abeking & Rasmussen Shipyard (Jerman), KRI Canopus-936 dirancang sebagai kapal riset hidro-oseanografi generasi baru yang mampu menjalankan berbagai misi strategis, antara lain: penelitian hidro-oseanografi dan pemetaan dasar laut, penguatan keamanan maritim, dukungan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), serta operasi maritim jarak jauh.

Dengan panjang 105 meter, lebar 16 meter, dan displacement sekitar 3.650 ton, kapal ini mampu melaju hingga 16 knot dan memiliki daya tahan tinggi untuk operasi di laut lepas.

Momentum Penting bagi Indonesia
Pelayaran KRI Canopus-936 menuju tanah air bukan sekadar perjalanan teknis, tetapi simbol komitmen Indonesia dalam memperkuat kemandirian riset kelautan dan meningkatkan kesiapan TNI AL dalam menjaga keamanan wilayah maritim nasional.

Upacara pelepasan kapal turut dihadiri oleh Koordinator Fungsi Politik KBRI Berlin serta perwakilan Abeking & Rasmussen Shipyard, menandai eratnya kerja sama Indonesia–Jerman dalam pengembangan teknologi maritim.

14 Maret 2026

Transfer Persenjataan Dari dan Ke Thailand Tahun 2025

14 Maret 2026

AT-6TH Wolverine (photo: RTAF)

SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.


Untuk negara Thailand, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 adalah sebagai berikut ini.


Royal Australian Navy Mendapatkan 11 Bluebottle Surveillance USV

14 Maret 2026

Bluebottle USV untuk pengawasan jalur laut (photos: Ocius Technology)

Departemen Pertahanan Australia (DoD) telah memberikan kontrak senilai AUD176 juta (USD126 juta) kepada perusahaan domestik Ocius Technology untuk pengadaan kendaraan permukaan tak berawak (USV) untuk Angkatan Laut Kerajaan Australia/Royal Australian Navy (RAN).

Berdasarkan kontrak tersebut, Ocius akan mengirimkan 40 USV Bluebottle kepada DoD untuk meningkatkan operasi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) RAN, demikian diumumkan DoD pada 11 Maret.

Ocius mengatakan Bluebottle ini akan diproduksi di fasilitas baru perusahaan di Sydney dengan dukungan produksi dari fasilitas lain yang terletak di Hunter Valley di New South Wales. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa mereka akan menyelesaikan pengiriman Bluebottle ini pada akhir tahun 2031.

Menteri Industri Pertahanan Australia, Pat Conroy, mengatakan, “Dengan [USV Bluebottle], kami dapat meningkatkan pengawasan di jalur masuk utara Australia dan menanggapi ancaman maritim yang semakin meningkat.”


CEO Ocius, Robert Dane, mengatakan, “Bluebottle ini seperti ‘satelit laut’, yang memberikan kemampuan ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) yang terus mengawasi di atas dan di bawah lautan kita dengan biaya yang sangat rendah.”

Ocius sebelumnya telah memasok 15 Bluebottle yang ditenagai oleh energi terbarukan ke Angkatan Laut Australia (RAN). Perusahaan tersebut mengatakan sebagian besar Bluebottle ini telah dikerahkan untuk mendukung Operasi ‘Resolute’ Angkatan Pertahanan Australia (ADF), yang berfokus pada perlindungan perbatasan Australia dan kepentingan maritim lepas pantai dalam kemitraan dengan Pasukan Perbatasan Australia.

Dane mengatakan kepada Janes pada 11 Maret bahwa Bluebottle baru yang akan dikirim ke RAN juga akan ditenagai oleh energi terbarukan, termasuk energi surya, angin, dan gelombang. Sumber energi terbarukan memungkinkan pengoperasian USV yang lebih lama dan lebih tenang.

Bengkulu Akan Ada Lanud TNI AU

12 Maret 2026

Lanud TNI AU di Bengkulu berdekatan dengan bandara sipil Fatmawati (image: GoogleMaps)

Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menemui pihak PTPN I terkait rencana hibah lahan seluas sekitar 100 hektare di Kabupaten Seluma untuk mendukung rencana pembangunan lapangan bandar udara TNI Angkatan Udara (TNI AU).

"Kami kemarin mendapatkan surat pada minggu kedua Februari dari Danlanud Palembang. Sesuai arahan Presiden, ada 31 provinsi yang akan memiliki landasan lapangan udara TNI AU tersendiri dan Bengkulu termasuk salah satunya," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Kamis.

Mian mengatakan usulan tersebut sudah disampaikan saat menemui Direktur Utama PTPN I Tedy Yunirman Danas di kantor PTPN I Jakarta pada Selasa 10 Maret 2026.

Dia menjelaskan rencana pembangunan lapangan udara TNI AU tersebut diproyeksikan berada di wilayah Sukaraja, Kabupaten Seluma, yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Menurut Mian pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan lahan dengan estimasi hampir 100 hektare yang sebagian besar berada di kawasan perkebunan milik PTPN I.

"Atas nama Gubernur Bengkulu kami mengusulkan hibah tanah PTPN I di Kabupaten Seluma tepatnya di Sukaraja yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan estimasi kebutuhan lahan kurang lebih 100 hektare," kata Mian.

Wagub Mian mengatakan proses pengusulan hibah lahan tersebut tetap akan mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, yang dimulai lewat surat permohonan resmi dari Gubernur Bengkulu.

Mian berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat realisasi pembangunan pangkalan udara TNI AU di Bengkulu. Hal tersebut dinilai penting demi mendukung pertahanan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN I Tedy Yunirman Danas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah terhadap pengelolaan wilayah perkebunan perusahaan tersebut.

"Tentunya dukungan dari Forkopimda di Bengkulu menjadi bentuk sinergi yang sangat kami apresiasi dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan wilayah perkebunan PTPN I," katanya.

(Antara)

13 Maret 2026

Transfer Persenjataan Dari dan Ke Philippines Tahun 2025

13 Maret 2026

Kendaraan tempur Guarani 6x6 dan tank ringan Sabrah (photo: AFP) 

SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.




Untuk negara Singapore, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 adalah sebagai berikut ini.