05 Maret 2026

Australia Menjajaki Integrasi Persenjataan Eropa untuk Ghost Bat

05 Maret 2026

MQ-28A Ghost Bat sedang membawa rudal AIM-120 AMRAAM (photo: Aus DoD)

Beberapa bulan setelah Royal Australian Air Force (RAAF) dan Boeing melaksanakan uji tembak senjata perdana pesawat tempur kolaboratif MQ-28A Ghost Bat (CCA) dengan rudal udara-ke-udara AS, pemerintah Australia mengumumkan bahwa mereka sedang menjajaki integrasi senjata asal Inggris ke dalam platform tersebut.

Berbicara setelah Dialog Industri Pertahanan Australia-Inggris (AUKDID) di London pada 23 Februari, Pat Conroy, Menteri Industri Pertahanan Australia, mengatakan bahwa pemerintah sedang berupaya memperluas kemampuan senjata Ghost Bat “ke dalam keluarga senjata Eropa”.

Menurut Conroy, peningkatan kerja sama Australia-Inggris dalam CCA adalah salah satu "hasil penting dari dialog [AUKDID]". Meskipun Conroy menolak berkomentar tentang jenis rudal apa yang sedang dipertimbangkan untuk diuji di lapangan tembak Australia, ia mengatakan bahwa senjata tersebut akan berupa sistem jarak jauh.

Uji coba senjata awal Ghost Bat, yang dilakukan pada Desember 2025, melibatkan rudal udara-ke-udara jarak menengah canggih Raytheon AIM-120 (AMRAAM). RAAF adalah operator varian C dan D dari rudal tersebut, yang diperoleh dari AS.

Fokus Eropa
Memperluas portofolio senjata Ghost Bat ke keluarga senjata Eropa juga akan "berpotensi memfasilitasi ekspor Ghost Bat ke negara-negara Eropa", menurut Conroy.

"Sifat senjata-senjata ini adalah bahwa mereka seringkali merupakan konsorsium. Itu berarti senjata-senjata ini digunakan oleh banyak negara Eropa," katanya. “Saya tidak akan mengatakan bahwa ini adalah pertanda bagi negara tertentu untuk membeli Ghost Bat. Ini tentang kita melakukan investasi lebih lanjut. Sehingga Ghost Bat siap diekspor ke berbagai negara.”

Uji Terbang Helikopter Subaru-Bell 412EPX Filipina

05 Maret 2026

Uji terbang helikopter Subaru Bell 412 EPX Angkatan Udara Filipina (photos: Para Belum)

Akun Para Bellum pada tanggal 26 Februari 2026 lalu membuat posting Helikopter tempur utilitas Subaru Bell 412EPX baru yang baru saja dikirim dan dirakit oleh Angkatan Udara Filipina (Phillipine Air Force).


Selesai perakitan, helikopter dari Jepang ini sedang melakukan uji terbang dan uji coba mesin. Dua helikopter pertama dari delapan helikopter Subaru Bell 412EPX telah dirakit di Filipina, setelah pengiriman pada tanggal 20 Februari 2026 lalu.


Kontrak pengadaan 8 helikopter Bell 412 EPX telah ditanda-tangani pada tahun 2023 lalu, namun ada progres signifikan pada pertengahan Desember 2025 lalu saat dilakukan pembayaran ketiga atau terakhir yang dilakukan oleh Department of Budget and Management Filipina yang menandai momen untuk siap dilakukannya pengiriman pesanan helikopter ini. 

Penandatanganan Kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 dan Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026

05 Maret 2026

Kendaraan taktis full track dan high speed aerial target (photo ssv: Batekhan)

Momentum strategis kembali ditorehkan dalam upaya penguatan kemandirian industri pertahanan nasional melalui penandatanganan kontrak Rancang Bangun Kendaraan Taktis Fulltrack Tahap II-II TA. 2026 serta Prototipe High Speed Aerial Target TA. 2026.

Kendaraan taktis full track dari PT SAS Aero Sishan (images: Medef)

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen dalam mendukung modernisasi Alutsista serta peningkatan kemampuan operasional pertahanan, khususnya dalam menghadirkan kendaraan taktis berdaya jelajah tinggi di berbagai medan ekstrem, serta target udara berkecepatan tinggi guna mendukung kebutuhan latihan dan pengujian sistem persenjataan.


Pengembangan Kendaraan Taktis Fulltrack difokuskan pada peningkatan mobilitas, daya tahan, serta adaptabilitas terhadap berbagai kondisi medan operasi. Sementara itu, Prototipe High Speed Aerial Target dirancang untuk mendukung efektivitas latihan sistem pertahanan udara melalui simulasi target bergerak cepat yang realistis dan presisi.


Melalui kontrak ini, diharapkan tercipta sinergi optimal antara unsur pemerintah, industri pertahanan, serta pemangku kepentingan terkait dalam mendorong inovasi teknologi, peningkatan TKDN, dan percepatan penguasaan teknologi strategis nasional.

Langkah ini menegaskan komitmen berkelanjutan dalam membangun pertahanan negara yang tangguh, modern, dan mandiri demi menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.

04 Maret 2026

Sukses Upgrade Falcon Star-eMLU, F-16 AM TS-1608 Resmi Perkuat Skadron Udara 3

04 Maret 2026

Pesawat F-16 AM tail number TS-1608 pesawat F-16 TNI AU ke sepuluh yang selesai menjalani program Falcon STAR dan eMLU (photos: Grup 3 Tempur)

Grup 3 Tempur -- TNI Angkatan Udara kembali memperkuat kesiapan operasional melalui keberhasilan program Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update) pada pesawat F-16 AM tail number TS-1608.

Setelah menyelesaikan proses upgrade di Skatek 042 dan uji terbang, pesawat resmi diserahkan kepada Skadron Udara 3 oleh Komandan Grup 3 Tempur Marsma TNI David Yohan Tamboto, S.Sos., di Hanggar Skatek 042 Depohar 80, Senin (2/3/2026).


Keberhasilan ini sejalan dengan program prioritas TNI AU dalam modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpahankam) guna menjaga kesiapan operasional satuan tetap optimal.

Dalam sambutannya, Dangrup 3 Tempur menyampaikan apresiasi kepada Tim Falcon STAR-eMLU atas dedikasi dan profesionalisme sehingga proses peningkatan pesawat dapat selesai tepat waktu. Ia berharap, dengan diserahterimakannya TS-1608, kemampuan dan kesiapsiagaan Skadron Udara 3 semakin meningkat dalam menjaga kedaulatan udara nasional, dengan tetap mengedepankan prosedur dan keselamatan penerbangan.


Acara ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Dangrup 3 Tempur dan Kadislog Lanud Iswahjudi selaku Kasatgas Falcon STAR-eMLU, dilanjutkan penyerahan dokumen riwayat pesawat.

Mindef Laksana Tender Terbuka Sewaan Helikopter Tempur Utiliti untuk PUTD

04 Maret 2026

Helikopter tempur utiliti Black Hawk (photo: Lockheed Martin)

Kementerian Pertahanan (MINDEF) melaksanakan Tender Terbuka bagi perolehan perkhidmatan sewaan helikopter Combat Utility Helicopter (CUH) selama lima tahun.

Langkah tersebut diambil susulan pembatalan kontrak perolehan helikopter Black Hawk sebelum ini.

"Kementerian Pertahanan telah mengambil tindakan susulan secara berperingkat bagi memastikan keupayaan operasi Pasukan Udara Tentera Darat (PUTD) tidak terjejas," katanya dalam jawaban lisan di Dewan Rakyat.

Beliau berkata demikian, bagi menjawab soalan Ahli Parlemen Setiawangsa, Nik Nazmi Nik Ahmad berhubung tindakan lanjut kementerian dalam memperoleh helikopter baharu untuk PUTD susulan pembatalan kontrak Black Hawk sebelum ini.

E-System Solution FZ Dipilih untuk Akuisisi 24 Pesawat Latih PC-21 NG

04 Maret 2026

PC-21 Angkatan Udara Prancis (photo: Michael Brazier)

PC-21 secara khusus dipilih oleh Prancis untuk pelatihan pilot tempur tingkat lanjut: Angkatan Udara Prancis mengoperasikan 26 pesawat ini di Sekolah Pelatihan Pilot Angkatan Udara (EFOPAA) di Cognac.

PC-21 terkenal dengan kokpit digital dan sistem simulasi onboard-nya, yang memungkinkan pelatihan untuk misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Sangat lincah, pesawat ini tetap jauh lebih murah untuk dioperasikan daripada pesawat bertenaga jet.

Versi NG adalah yang paling canggih, dan Indonesia akan menjadi pelanggan ekspor pertamanya.

PC-24 mampu mendarat di landasan kasar (photo: Pilatus)

E-System Solutions akan memanfaatkan PC-21NG ini untuk menciptakan Pusat Pelatihan Lanjutan yang didedikasikan untuk pelatihan pilot tempur, yang mencakup fase 2 hingga 4. Pelatihan tempur akan berlanjut di Pusat Perang Udara yang telah direncanakan oleh E-System Solutions, yang dilengkapi untuk peran agresor dengan MiG-29 dan drone Ultra Maneuverable Subsonik Tinggi.

Keputusan Indonesia ini menyusul dua keputusan lain yang secara resmi diumumkan bulan lalu di Singapore Air Show, mengenai 36 Leonardo M346FI (12 di antaranya opsional) dan 12 Pilatus PC-24PC-24 akan digunakan untuk melatih pilot transportasi dan pilot Kementerian Perhubungan.

Indonesia memiliki rencana ambisius dan berinvestasi dalam kemampuan pelatihan yang komprehensif. Selain pilot Indonesia, rencananya juga akan melatih pilot asing, yang menunjukkan ambisi Indonesia untuk kemitraan internasional.

03 Maret 2026

MISSION SUCCESS: Australian Hypersonic Pioneer Achieves First Flight

03 Maret 2026

Hypersonix's DART AE demonstrator vehicle (photo: HLS)

Wallops Island, Virginia, USA -- Australian hypersonic flight pioneer Hypersonix Launch Systems (HLS) has successfully completed the first flight of its DART AE hypersonic aircraft, marking a major milestone in the development of advanced hypersonic systems.

The mission, titled That’s Not A Knife, lifted off at 7pm Eastern on Friday, February 27th (11am AEDT on Saturday, February 28th) from Rocket Lab Launch Complex 2 within the Virginia Spaceport Authority’s Mid-Atlantic Regional Spaceport on Wallops Island, Virginia, aboard Rocket Lab’s HASTE launch vehicle. 

The flight was conducted under the US Department of War’s Defense Innovation Unit (DIU). 

Hypersonic flight refers to speeds above Mach 5, more than five times the speed of sound. Hypersonix is developing a new class of autonomous hypersonic aircraft capable of sustained flight up to Mach 12. Its flagship DART AE is a 3.5-metre autonomous hypersonic aircraft designed to validate propulsion, materials, sensors and guidance systems in real hypersonic flight conditions.

During the mission, HASTE carried DART AE to the planned deployment point in the upper atmosphere. DART AE then executed its hypersonic mission, gathering invaluable technical data for the team to analyse in the coming weeks.

Hypersonix co-founder Dr Michael Smart, a former NASA research scientist and former Chair of Hypersonic Propulsion at the University of Queensland, said the mission confirmed years of technical work.

The Hypersonix DART AE vehicle aboard Rocket Lab’s HASTE launch vehicle at the Virginia Spaceport Authority’s Mid-Atlantic Regional Spaceport on Wallops Island, Virginia (photo: HLS)

“This mission allowed us to test propulsion, materials and control systems in real hypersonic conditions,” Dr Smart said.

“At these speeds and temperatures, there is no substitute for flight data. The results from this mission will directly shape the design of future operational hypersonic aircraft.”

Hypersonix CEO Matt Hill said the successful mission represents a defining moment for the company and for Australia’s advanced aerospace capability.

“This flight reflects years of focused engineering work and the confidence placed in us by our partners,” Mr Hill said.

“Successfully flying DART AE in a true hypersonic environment confirms that an Australian company can design, build and operate technology in one of the most demanding flight regimes on Earth. It is an important step toward delivering hypersonic systems that are operationally relevant for Australia and its allies.”

The successful mission follows Hypersonix’s recent $46 million Series A funding round, backed by Australia’s National Reconstruction Fund Corporation and Queensland Investment Corporation. The round was led by High Tor Capital, a UK investor in national security and frontier technology, with European defence company Saab and Polish family office RKKVC also supporting the raise.

The funding is accelerating Hypersonix’s flight test program, expanding advanced manufacturing capability in Queensland and fast-tracking development of the company’s next hypersonic platform, VISR (Velos Intelligence, Surveillance and Reconnaissance). Hypersonix currently employs more than 50 people in Brisbane across aerospace engineering, advanced manufacturing and testing roles.

(HLS)