02 Juli 2022

Disaksikan Menhan RI & UEA, PINDAD dan PT DI Sepakati Kerjasama dengan Calidus-UEA

02 Juli 2022

Kendaraan tempur 8x8 produksi Calidus saat ini adalah Wahash 8x8 (photo : Dead District)

PINDAD Jalin Kerjasama Pengembangan Ranpur 8X8 dengan Calidus-UEA

Abu Dhabi – Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose beserta Chairman Calidus LLC, Faris Al Mazrouei menandatangani nota kesepahaman di bidang pertahanan, khususnya terkait pengembangan bersama produk kendaraan tempur 8x8 pada Kamis, 30 Juni 2022 di Kantor Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab, Abu Dhabi. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pindad dan Calidus LLC disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Uni Emirat Arab, H.E. Mohammed Ahmed Al Bowardi.

Adapun penandatanganan Nota Kesepahaman kali ini merupakan kelanjutan kerja sama pertahanan antara kedua negara, di antaranya pada bidang industri pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab yang ditandatangani Februari 2020 lalu di Abu Dhabi. Penandatanganan ini juga sebagai langkah bagi Indonesia dan Uni Emirat Arab untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kemampuan serta keahlian industri pertahanan masing-masing. 

Calidus LLC adalah perseroan terbatas swasta berbasis di Uni Emirat Arab, dengan kompetensi penciptaan desain, pengembangan & integrasi produk serta pembuatan produk pertahanan baik untuk Air Vehicles maupun Land Vehicles. 

Lingkup Kerjasama dalam penandatangan nota kesepahaman antara PT Pindad dengan Calidus LLC adalah kerjasama bidang pertahanan dalam pengembangan dan produksi bersama, engineering design, asistensi teknis dan pasokan komponen untuk produk kendaraan tempur 8x8. Melalui Kerjasama ini, PT Pindad memperluas kompetensi teknologi, terutama dalam pengembangan produk kendaraan tempur 8x8 untuk penggunaan gurun dan ketahanan balistik. 

Dengan adanya penandatanganan Nota Kesepahaman ini, diharapkan hubungan bilateral kedua negara akan semakin meningkat.  Sebagai industri pertahanan nasional, PT Pindad memiliki kompetensi pada pengembangan dan produksi produk kendaraan tempur antara lain ; kendaraan taktis 4x4 Maung, kendaraan tempur 4x4 Komodo, kendaraan tempur 6x6 Anoa & Badak dan kendaraan tempur roda rantai – Medium Tank Harimau. Melalui kerjasama dengan Calicus LLC, diharapkan akan meningkatkan kemampuan PT Pindad baik dari sisi ilmu pengetahuan, teknologi, kapasitas dan kapabilitas perusahaan terutama di bidang produksi kendaraan 8x8. (Pindad)

CN-235 Angkatan Udara UAE (photo : Mario Serrano)

Joint Marketing untuk pesawat CN235 dan N219, serta Joint Development untuk upgrade version pesawat N219 dan UAV MALE Elang Hitam

Abu Dhabi -- Disertai dukungan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, PTDI perluas cakupan bisnisnya di Negara United Arab Emirates (UAE). Bersama dengan Calidus LLC, Perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi dengan kompetensi pengembangan dan manufaktur teknologi baik untuk Air Vehicles maupun Land Vehicles, PTDI sepakati kerja sama dalam hal Joint Marketing untuk pesawat CN235 dan N219, serta Joint Development untuk upgrade version pesawat N219 dan UAV MALE Elang Hitam, berikut kerja sama Engineering, Design & Flight Testing Work Package terhadap setiap pengembangan produk yang dilakukan bersama.

Kesepakatan kerja sama dikukuhkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan CEO Calidus, Faris Al Mazrouei, disaksikan langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan UAE, Mohammed Ahmed Al Bowardi di Kantor Kementerian Pertahanan UAE, Abu Dhabi.

"Kerja sama di bidang pertahanan, khususnya industri pertahanan sangat penting bagi kedua negara, terutama untuk pengembangan industri pertahanan di masa depan," kata Menhan Prabowo.

“Dengan dijalinnya kerja sama baru antara PTDI dengan Calidus, kami berharap dapat mendorong peningkatan dan pengembangan bisnis kedua Perusahaan, termasuk akselerasi strategi pemasaran produk PTDI di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara," kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Kolaborasi bisnis antara PTDI dengan Calidus merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan UAE dalam ilmu pengetahuan dan teknologi industri pertahanan, peningkatan kapasitas termasuk SDM dan pertukaran informasi, serta pandangan terkait kepentingan kedua negara dalam hal pertahanan dan keamanan. (PT DI)

Kontrak Pembelian LPD Muncul dalam Perjanjian Kerjasama yang Diteken dengan UEA

02 Juli 2022

LPD yang pernah dinegosiasikan dengan UEA adalah versi 163 meter (photo : PT PAL)

Indonesia-UAE CEPA Disepakati Kedua Negara

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan menyaksikan pertukaran dokumen IUAE-CEPA (Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang telah disepakati kedua negara, Jumat (01/07/2022), di Istana Al Shatie, Abu Dhabi, PEA.

Perjanjian Kerja Sama IUAE-CEPA yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Jumat, 1 Juli 2022 saling ditukarkan bersama dengan nota kesepahaman lain yaitu:

1. Nota Kesepahaman Manajemen Proyek Bersama tentang Mangrove antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dengan Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan PEA.
2. Protokol Perubahan Nota Kesepahaman antara RI dan PEA tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan.
3. Nota Kesepahaman antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan PEA tentang kontrol vaksin dan obat-obatan.
4. Protokol tentang Kerja Sama di bidang Industri Pertahanan dan Pengadaan Alat militer.
5. Nota Kesepahaman dan Kerja Sama antara Universitas Nahdlatul Ulama dengan Universitas Kemanusiaan Mohammed Bin Zayed.
6. Kontrak Pembelian Landing Platform Dock (LPD) antara PT PAL Indonesia dengan Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono, Ketua INA Ridha Wirakusumah, dan Duta Besar RI Abu Dhabi Husin Bagis. 

Anos Also Unveils Design for 4x4 Light Tactical Vehicle

02 Juli 2022

Anos 4x4 Light Tactical Vehicle (images : Anos)

After unveiling its prototype tactical vehicle called Squad Vehicle Charlie, Anos Research Manufacturing has unveiled a design for an armored 4x4 light tactical vehicle.


Anos’ Light Tactical Vehicle. Perfect for high-profile missions and tactical incursions into enemy territory. It has a specially designed STANAG 3 V-hull for IED protection and bomb dispersion with an armor-plating of at least STANAG 2 for the rest of the vehicle. It seats 11 personnel and has ample space for different military equipment or attachments.

The Philippine Army has a requirement for 200 units of Tactical Vehicle under its Horizon 2 procurement plan, although it could raise requirements for more units in the future.

(Defense Studies)

01 Juli 2022

Prajurit Batalyon ARHANUD 1 Marinir Melaksanakan Latihan Pertahanan Udara

01 Juli 2022

Latihan Pertahanan Udara Batalyon Arhanud 1 Marinir (photos : Pasmar1)

Prajurit Batalyon Arhanud 1 Marinir (Yon Arhanud 1 Mar) melaksanakan latihan pertahanan udara dengan BVP-2 untuk mempertahankan objek vital negara dalam rangka Latihan Satuan Lanjutan (LSL) II TW II TA 2022, yang dilaksanakan di Subdenharlat Cakra Kostrad, Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat. Rabu (29/06/2022).


Sebagai pertahanan udara yang dimiliki Korps Marinir, Yon Arhanud 1 Mar bertugas untuk menghalau, menghancurkan, dan meniadakan serangan udara musuh terhadap objek vital negara serta memberikan perlindungan kepada satuan kawan dari bahaya udara. Latihan ini merupakan bagian dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudho Margono, S.E.,M.M., yaitu membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional, serta tangguh menghadapi ancaman serta sejalan dengan yang disampaikan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto tentang Profesionalisme Prajurit Korps Marinir.


Dalam latihan kali ini Prajurit Batalyon Arhanud 1 Marinir yang dipimpin oleh Danrai Bravo Lettu Marinir Yusha Amriz Raffrizal, mempersiapkan 1 Batrai Gempur kendaraan tempur (Ranpur) BVP-2 guna melaksanakan pengamanan dari serangan udara.


Komandan Batalyon Arhanud 1 Marinir (Danyon Arhanud 1 Mar) Mayor Marinir Faizal Imam Muharam pada kesempatan ini menegaskan bahwa kegiatan latihan ini seluruh Prajurit Yon Arhanud 1 Mar harus mampu memiliki tingkat akurasi tembakan yang baik dan cepat mengingat lawan yang dihadapi nantinya merupakan pesawat udara, rudal balistik, dan drone yang memiliki kecepatan yang tinggi.

Lebih lanjut Mayor Marinir Faizal Imam Muharam mengingatkan agar tetap menjaga faktor keselamatan para prajurit saat melaksanakan latihan kali ini.

First Evolved Cape-class has a Home in North Australia

01 Juli 2022

Cape Otway, first Evolved Cape-class patrol boat (ECCPB) (photo : Austal)

New patrol boat has a home

Navy’s first Evolved Cape-class patrol boat (ECCPB), Australian Defence Vessel Cape Otway, was officially welcomed to its home port of Cairns on June 24.

The 58-metre aluminium monohull vessel will be used in constabulary operations, primarily to the North of Australia, enforcing Australian sovereign immigration and fisheries laws.

Deputy Chief of Navy Rear Admiral Chris Smith was one of the special guests at the ceremony held at Defence establishment HMAS Cairns to welcome Cape Otway to its home port.

“Navy has a proud and long-established connection with Cairns stretching back before World War 2. The city is a fitting home port for Australian Defence Vessel Cape Otway, the first of our Evolved Cape-class patrol boats,” Rear Admiral Smith said.

Cape Otway, first Evolved Cape-class patrol boat (ECCPB) (photo : Austal)

“The six Cape-class vessels will be maintained at the Regional Maintenance Centre North East in Cairns, opened in January, which brings together industry and Defence to support and sustain Navy’s growing fleet.

“This is a robust relationship that benefits us all."

Commanding Officer Cape Otway Lieutenant Commander James Thompson said getting the boat ready for service was a combined effort.

“Everyone has worked really hard to get to this point,” Lieutenant Commander Thompson said.

Cairns, Queensland, Australia (image : GoogleMaps)

“The training we have done with the boat-builder, Austal, has been excellent. 

“As a crew, we are prepared and excited to be a part of the new class of patrol boats providing a stronger capability for our region."

The ECCPB’s replace Navy’s Armidale-class patrol boats and come with enhancements and greater operational capabilities.

The new vessels include an improved communications system and more berths, which can accommodate up to 32 crew members.

Cape Otway was built in about 18 months at Austal’s Henderson Shipyard in Western Australia.

HHI Eyes Maintenance Depot in Subic: DND

01 Juli 2022

Subic Bay, Zambales (photo : PN)

MANILA – Department of National Defense (DND) Delfin Lorenzana said there is a possibility that South Korean shipbuilder Hyundai Heavy Industries (HHI) will construct its maintenance depot in Subic, Zambales.

Lorenzana said the facility, which may rise at the former Hanjin Heavy Industries and Construction Philippines (HHIC-Phil) shipyard in Subic Bay, would cater to the maintenance needs of all HHI-built naval vessels of the Armed Forces of the Philippines (AFP).

"They are planning to construct a maintenance depot here for all (HHI-ordered) ships," Lorenzana said in his farewell meeting with reporters Tuesday, responding to queries on whether the DND will have to send its HHI-constructed ships to South Korea if they are due for repairs or maintenance.

HHI is the builder of the Philippine Navy (PN)'s first two missile frigates, BRP Jose Rizal (FF-150) and BRP Antonio Luna (FF-151). The firm also bagged the PHP28 billion contract for the two anti-submarine corvettes last December and the PHP30 billion offshore patrol vessel (OPV) deal.

The HHI is also the contractor for the South Korean Navy's "Pohang"-class corvettes, of which one is now in service with the PN, and another one is expected to be transferred soon.

Aside from the OPV deal, both the DND and HHI also signed on June 27 a lifetime service support contract for the sustainment of the two Jose Rizal guided-missile frigates.

Lorenzana earlier said HHI is ideal for the OPV project as it has previously had constructed two modern ships, the Jose Rizal-class missile frigates, for the PN.

A part of the former HHIC-Phil shipyard was also converted into Naval Operating Base (NOB) Subic which was activated last May and now houses the PN's capital ships.

The activation came after the recent approval of the lease agreement for the PN to occupy the northern portion of the former HHIC-Phil shipyard which spans around 100 hectares of the site's more than 280 hectares.

The PN's acquisition of this strategic harbor was made through the collaborative efforts of the Department of National Defense, the Office of the Executive Secretary, the Department of Finance, the Department of Budget and Management, the Department of Justice, Bases Conversion and Development Authority and Subic Bay Metropolitan Authority.

The activation and subsequent operationalization of NOB Subic are in line with the Navy's scaled-up maritime operations to support the needed base services of the deep-draft vessels such as Jose Rizal-class missile-frigates, Del Pilar-class offshore patrol ships, and Tarlac-class landing docks.

The newly activated base will house select fleet marine units, maintenance, and replenishment facilities that will enable the fleet to sustain the operational requirements of the current and future capital vessels.

The NOB Subic is a vital component in the Navy's modernization effort toward becoming a multi-capable naval force. 

(PNA)

Tejas Pilihan LCA TUDM?

01 Juli 2022

HAL Tejas LCA dengan camo TUDM (image : Perajurit)

Perbincangan empat mata antara Menteri Pertahanan India – Malaysia, Rajnath Singh dengan Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein pada Isnin lepas merancakkan lagi perkembangan mutakhir perolehan pesawat dwifungsi tempur ringan dan latihan lanjutan (LCA/FLIT) Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Berlangsung secara maya, kedua-dua pemimpin itu membincangkan hal kerjasama pertahanan dua negara dan sudah pasti tidak terkecuali tentang pesawat HAL MK1 Tejas.

Pada perbincangan menerusi sidang video itu, fokus termasuk berhubung penawaran pesawat Tejas bagi program LCA TUDM serta kerjasama penyelenggaraan pesawat Sukhoi Su-30MKM.

Seperti diketahui, India berhasrat menawarkan 18 buah pesawat Tejas bagi memenuhi keperluan TUDM.

Selain pakej kewangan yang menarik dalam perolehan tersebut, tawaran bagi kerjasama senggaraan dan pembekalan alat ganti untuk pesawat Sukhoi Su-30MKM dikatakan sebagai sangat menarik.

Dengan situasi konflik Rusia – Ukraine yang dijangka memakan masa panjang, TUDM perlu mencari negara yang memiliki keupayaan setanding untuk memastikan Sukhoi Su-30MKM terus terbang.

Dalam hal ini, sudah pasti India merupakan negara sahabat yang memiliki jalinan kerjasama sejak dahulu. Tambahan pula, pesawat Sukhoi Su-30MKI India mempunyai konfigurasi menyamai pesawat kita.

Sejak diumumkan beberapa tahun lalu, program perolehan ini telah meletakkan negara dalam radar firma-firma aeroangkasa apabila menawarkan calon menggantikan pesawat-pesawat BAe Hawk dan Aermacchi MB-339CM TUDM.

HAL Mk1 Tejas turut tersenarai antara pilihan TUDM dalam pencarian pesawat LCA dengan keperluan sekurang-kurangnya 36 buah pesawat.

India Berminat Dengan MiG-29N?

India pada 2017 turut menyatakan minat membeli pesawat MiG-29N dengan menaik taraf pesawat itu bagi kegunaan tentera udara negara itu.

Perdana Menteri masa itu, Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, cadangan tersebut adalah antara aspek kerjasama ketenteraan yang dipersetujui antara Malaysia – India.

HAL Tejas dan Su-30MKI (photo : AirpowerAsia)

Dalam hal ini katanya, Kementerian Pertahanan dan TUDM akan melihat bentuk kerjasama termasuk pengendalian pesawat tempur Sukhoi Su-30MKM dan peralatan ganti pesawat berkenaan.

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib dalam lawatannya ke New Delhi semasa menghadiri Sidang Kemuncak Peringatan ASEAN-India pada 2017 turut membincangkan tentang hasrat kedua-dua negara meningkatkan kerjasama dalam bidang pertahanan termasuk mengadakan eksesais ketenteraan udara bersama dan menangani isu keganasan.

Najib dan Perdana Menteri India, Narendra Modi bersetuju mengadakan latihan ketenteraan udara bersama khususnya dalam penugasan taktikal pesawat Sukhoi.

Kedua-dua negara juga berharap dapat meningkatkan kerjasama antara angkatan tentera laut terutama sekali dalam aspek pertempuran kapal selam.

India membeli enam kapal selam Scorpene dari Naval Group di mana empat telah pun beroperasi sejak 2017 dan merupakan negara pengguna terbesar selepas Chile (dua), Malaysia (dua) dan Brazil (empat).

India kini merancang membina 12 buah lagi kapal selam buatan tempatan berdasarkan pengalaman serta penguasaaan teknologi yang diperolehi menerusi program pembinaan Scorpene ini.

Sawit Menjadi Tukaran

Sekiranya tukaran dagang menjadi sandaran, India sebagai negara pengguna minyak sawit terbesar dunia iaitu kira-kira 20% daripada bekalan global ada kelebihan.

Negara itu mengimport komoditi tersebut dari Indonesia dan Malaysia iaitu kira-kira sembilan juta tan setahun. Dalam konteks Malaysia pula, India adalah pengimport minyak sawit terbesar negara diikuti Belanda, Pakistan, China dan AS.

Eksport sawit ke India pada tahun 2020 menyumbang sebanyak RM7.2 bilion dan RM8.9 bilion tahun sebelumnya dengan pendapatan keseluruhan negara hasil minyak sawit pada 2020 adalah RM36.87 bilion.

Bagaimana pun, semua pihak hanya mampu berteka-teki sehinggalah pesawat yang benar-benar menambat hati kerajaan Malaysia dan pemutus keputusannya diumumkan kelak. Sekiranya benar Tejas, ia juga akan membuka lembaran baharu dalam industri aeroangkasa India dan sudah pasti membina jalinan lebih akrab buat Malaysia.

See fill article Perajurit