25 Mei 2026
Hulu Ledak GMLRS Sukses Diuji Coba di Australia
Athan Warsawa Lakukan Kunjungan ke Industri Pertahanan Polandia
25 Mei 2026
Kunjungan ke industri pertahanan Polandia (photos: Athan Warsawa)Pada 19–20 Mei 2026, Atase Pertahanan RI di Warsawa melaksanakan kunjungan ke industri pertahanan Polandia, BBT Holding LLC di Warsawa dan Mista Sp. z o.o., dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang pertahanan.
MISTA memproduksi berbagai peralatan militer, termasuk kendaraan lapis baja (seperti keluarga ONCILLA dan kendaraan evakuasi), modul senjata, sistem anti-drone, robot darat tanpa awak, serta berbagai sistem pendukung tempur seperti UAV dan perlengkapan kendaraan militer. Produk-produk tersebut dirancang untuk mendukung operasi militer modern, khususnya dalam aspek mobilitas, perlindungan, dan pengintaian di medan operasi.
LMS Batch 2 Pertama Diluncurkan
25 Mei 2026
KD Tunku Laksamana Abdul Jalil diluncurkan di Turkiye (photos: MY Kemhan)ISTANBUL — Malaysia melakar satu lagi pencapaian penting dalam memperkukuh pertahanan maritim negara menerusi Upacara Penamaan dan Pelancaran Kapal Misi Pesisir Batch 2 (LMSB2) pertama, TUNKU LAKSAMANA ABDUL JALIL, di Istanbul Shipyard, Türkiye.
Upacara bersejarah ini disempurnakan oleh Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah dan turut dihadiri Menteri Pertahanan, YB Dato’ Seri Mohamed Khaled bin Nordin.
Kapal Kelas Tunku berasaskan reka bentuk korvet ADA Class oleh STM ini merupakan aset tempur terkini TLDM yang direka untuk operasi pelbagai dimensi. Selepas pelancaran, kapal ini akan memasuki fasa Setting to Work (STW) serta integrasi sistem peperangan dan penderia sebelum diserahkan kepada TLDM.
Pelancaran LMSB2 pertama ini turut mencerminkan kejayaan kerjasama strategik Malaysia–Türkiye dalam pembangunan keupayaan pertahanan dan pemindahan teknologi, sekali gus memperkukuh kesiapsiagaan TLDM dalam menghadapi cabaran keselamatan maritim yang semakin kompleks.
(MYKemhan)
24 Mei 2026
GMFI Catatkan Laba Bersih Sebesar 33,9 Juta Dolar AS
24 Mei 2026
GMF ketika melakukan maintenance pesawat C-130 Hercules TNI AU (photo: IDM)Jakarta (ANTARA) - Anak usaha Garuda Indonesia Group, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), membukukan laba bersih sebesar 33,9 juta dolar AS atau sekitar Rp570 miliar sepanjang tahun 2025.
"Pada tahun 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar 33,9 juta dolar AS (Rp570 miliar), naik signifikan sebanyak 26,3 persen dibanding tahun 2024 sebesar 26,9 juta dolar AS (Rp451 miliar)," kata Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
GMFI sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (22/05).
RUPSLB dihadiri oleh 117.047.128.927 suara atau sebesar 93,76 persen pemegang saham, sementara RUPST dihadiri oleh 117.437.717.575suara atau sebesar 94,07 persen pemegang saham, dengan sejumlah keputusan strategis yang disetujui dalam rapat.
GMFI juga berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial yang solid dengan pendapatan usaha mencapai 491,9 juta dolar AS (Rp8,25 triliun) pada tahun 2025, tumbuh 16,8 persen dari tahun sebelumnya.
Lebih lanjut, kinerja perseroan juga meningkat dari sisi neraca dengan total aset melesat menjadi 813 juta dolar AS (Rp13,6 triliun) atau tumbuh 91,5 persen dari tahun sebelumnya.
Struktur permodalan juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan ekuitas berbalik dari yang sebelumnya negatif sebesar 257,9 juta dolar AS (-Rp4,33 triliun) menjadi positif sebesar 114,6 juta dolar AS (Rp1,92 triliun).
GMFI melakukan maintenance pesawat C-130 Hercules TNI AU (photo: GMFI)
Peningkatan kinerja disebut turut didukung oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap Perseroan serta mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif.
Peningkatan kinerja finansial Perseroan ditopang oleh transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten sepanjang tahun 2025, mulai dari peningkatan produktivitas operasional, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan berbagai sertifikasi dan kualifikasi internasional.
"Tahun 2025 menjadi momentum pembuktian GMF dalam mengeksekusi berbagai langkah transformasi dan aksi korporasi strategis secara agresif sekaligus terukur. Pencapaian positif ini tentu tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid," ujarnya.
Pada tahun 2025, GMFI berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan kontribusi pendapatan dari segmen non-group-afiliasi yang mencapai 141,3 juta dolar AS atau setara 28,7 persen dari total pendapatan.
Pada sektor perawatan pesawat komersial, GMFI berhasil mempertahankan kepercayaan existing customer seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus memperluas basis customer baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.
Sepanjang tahun 2025, GMFI juga berhasil menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink dan dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia sebagai bagian dari sinergi Garuda Indonesia Group dalam mengoptimalisasi kesiapan armada penerbangan nasional.
Pada sektor pertahanan, GMFI berhasil menyelesaikan pekerjaan perawatan helikopter Bell 412 hingga unit keempat dan dua pesawat VIP Boeing 737-800.
Perseroan memperluas kapabilitas industri pertahanan melalui kerja sama strategis dengan Dassault Aviation dalam implementasi program Imbal Dagang Kandungan Lokal dan Offset (IDKLO) untuk pesawat Rafale.
GMFI juga melakukan maintenance helikopter Bell 412 TNI AD (photo: Fahmun)
Lini bisnis non-commercial aircraft, khususnya SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, turut mencatatkan pertumbuhan positif dengan capaian pendapatan sebesar 36,7 juta dolar AS atau tumbuh 59,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi perseroan.
Di sisi pengembangan kapabilitas dan ekspansi bisnis, GMFI mencatatkan sejumlah tonggak strategis, termasuk groundbreaking Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) serta dimulainya kerja sama dengan Pelita Air dalam pemanfaatan hanggar milik Pelita Air Service di Bandar Udara Pondok Cabe untuk layanan perawatan pesawat tipe propeller.
Perseroan juga berhasil menyelesaikan pembangunan hangar door di Hanggar 1 guna memperkuat kapasitas operasional yang selaras dengan standar internasional, khususnya European Union Aviation Safety Agency (EASA).
“Kami telah bertumbuh secara signifikan dan berkelanjutan. Dengan kapabilitas semakin kuat dan adaptif, GMFI akan terus membuka peluang baru untuk memenuhi kebutuhan industri penerbangan nasional maupun global,” ujar Andi.
Kinerja keuangan GMFI di awal tahun 2026 menunjukkan performa yang solid, didorong oleh fundamental operasional yang semakin sehat. Pada Kuartal I 2026, Perseroan berhasil membukukan laba berjalan sebesar 6,76 juta dolar AS dan pendapatan usaha sebesar 114,94 juta dolar AS.
GMFI menargetkan total pendapatan tahunan sebesar 542,8 juta dolar AS dengan estimasi laba bersih mencapai 35,1 juta dolar AS. Target ini akan dicapai melalui keberlanjutan transformasi korporasi, penguatan fundamental operasional, dan pertumbuhan bisnis profitable.
“Melalui pencapaian positif dan efisiensi yang terjaga di tengah dinamika pasar dan tantangan industri, GMFI siap melangkah lebih jauh dalam menghadirkan solusi terintegrasi bagi industri aviasi maupun sektor lainnya,” kata Andi.
Adapun pada RUPSLB tersebut, rapat menyetujui penyesuaian, penambahan, dan/atau perubahan anggaran dasar perseroan sesuai dengan surat BP BUMN, surat Danantara asset management.
Selain itu penyesuaian Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2025), dan penyelarasan dengan Anggaran Dasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Pada RUPST, rapat menyetujui sejumlah mata acara di antaranya Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2025, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025.
Kemudian penetapan gaji honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2026 serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 bagi pengurus perseroan, penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Selanjutnya persetujuan pelimpahan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan dalam menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026 – 2030 dan rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan Tahun 2027 termasuk perubahannya,
Kemudian penerimaan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.


.jpg)

.jpg)
















