09 Oktober 2026
Australia Receives Second Tranche of HIMARS Launchers
08 Oktober 2026
Pangdivif 3 Kostrad Tinjau Latbakjatrat Kikav 14/JJ, Pastikan Kesiapan Tempur Satuan
07 Oktober 2026
Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada Peringatan HUT ke-81 TNI
06 Oktober 2026
Angkatan Darat Singapura Memperkenalkan Artileri dan Sistem Serangan Presisi Baru
04 Oktober 2026
Visionary Machines and Hanwha Defence Australia Advance Joint Counter-Drone Capability Assessment for Redback IFV
Hunter AFV Takes Part in Exercise Wallaby 2026 (XWB) in Australia and Exercise Panzer Strike (XPS) in Germany
30 September 2026
The 5th Battalion, Singapore Infantry Regiment (5 SIR) Ready for Ex Wallaby 2026
Elbit Systems Mengirimkan Munisi D11A ke Thailand
30 September 2026
D11A adalah sistem peluncur roket ganda (multi-purpose self-propelled multiple rocket launcher) hasil kerja sama antara Thailand dan Elbit Systems, Israel (photo: Deepbluesea)
Reporter urusan militer Thailand, Wassana Nanuam, melaporkan bahwa perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, telah mengirimkan amunisi roket D11A ke Thailand, termasuk sistem dengan jangkauan yang dilaporkan hingga 450 km.
Ia mengatakan roket-roket tersebut telah diserahkan kepada Angkatan Darat Kerajaan Thailand untuk persiapan jika diperlukan.
Wassana juga melaporkan bahwa China telah mengirimkan munisi DTI 1G ke Thailand. (Khaosod)
Mengapa roket D11A dapat memiliki jangkauan hingga 450 km?
Menyusul perdebatan tentang rudal D11A, yang diteliti, dikembangkan, dan diproduksi bersama oleh Defence Technology Institute (DTI) dan Israel, dengan jangkauan hingga 450 km, dan setelah laporan bahwa Israel telah mengirimkan berbagai rudal dengan jangkauan berbeda ke Angkatan Darat Kerajaan Thailand,
informasi dari DTI menunjukkan bahwa jangkauan 450 km dari D11A berarti bahwa dengan menambahkan perpanjangan jangkauan 150 km ke amunisi jangkauan 300 km, ia dapat mencapai hingga 450 km. Namun, kita mungkin tidak membutuhkan jangkauan 450 km; itu adalah kemampuan, karena 300 km sudah cukup untuk mencapai target penting, jantung musuh.
DTI 1G adalah sistem peluncur roket ganda berpandu berkaliber besar milik dari Thailand yang dikembangkan melalui kerja sama alih teknologi dengan China (photo: Oryx)Karena meskipun Angkatan Darat Kerajaan Thailand membeli rudal Himars dari AS di masa depan, belum dipastikan apakah AS akan menjual amunisi dengan jangkauan 300 km.
Namun Angkatan Darat Kerajaan Thailand sudah memiliki rudal D11A dengan jangkauan 300 km dalam stok.
Laporan menunjukkan bahwa lebih banyak rudal D11A sedang diproduksi saat ini.
29 September 2026
8 Helikopter AH-6i Telah Tiba di Thailand
28 September 2026
Australian Army Farewells ARH Tiger Helicopters
Philippine Army Receives New Combat Engineer Equipment
26 September 2026
Minister of State for Defence Desmond Choo Visits SAF’s Artillery Live-Firing Exercise in the United States
23 September 2026
Royal Thai Aviation Army Recived Delivery of Four Black Hawk Helicopters
22 September 2026
TUAH UGV Tampil di Majlis Pelancaran Tim Nukleus Angkatan Siber
21 September 2026
KSAD Akui TNI AD Kerahkan Dua Helikopter Baru untuk Antar Logistik ke Papua
21 September 2026
Helikopter baru Mi-35M TNI AD (photo: Keris Reborn)Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan mengerahkan dua helikopter baru yang dibeli dari Rusia untuk mengantar logistik ke wilayah Papua.
Dua helikopter tersebut, yakni Mi-35M yang saat ini sudah berada di pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) Semarang pada awal September 2026 lalu.
"Mungkin operasional bulan 10 ada dua jenis yang bisa, jenis Kamov (angkut) yang bisa untuk membantu masyarakat," kata Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui di acara TNI Fair 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Maruli menjelaskan selama ini pihaknya selalu mengerahkan helikopter untuk memberikan logistik berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan di wilayah Papua.
TNI AD menggunakan helikopter karena kondisi medan di wilayah Papua dipenuhi bukit dan pegunungan sehingga sulit untuk ditempuh menggunakan kendaraan darat.
"Kan ketinggian-ketinggian (dataran tinggi) itu sampai 2.000 kaki lebih di Papua itu," ungkap Maruli.
Helikopter Kamov Ka-32T masih menggunakan camo Rosavia (photo: Keris Reborn)Kendati demikian, dia mengaku selama ini helikopter yang digunakan bukanlah milik TNI melainkan dari negara lain.
"Jadi, selama ini kita ini hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun, ya," kata dia.
Saat ini, usai TNI AD memiliki dua helikopter baru itu, Maruli meyakini pengiriman logistik dapat dapat dilakukan dengan maksimal.
Helikopter tersebut, lanjut dia, mampu mengangkut muatan tiga sampai lima ton. Kemampuan tersebut membuat helikopter jenis tempur tersebut juga bisa mengangkut personel dalam jumlah banyak.
"Sehingga ini juga bisa sekalian dipakai untuk mendukung personil kita dalam membantu masyarakat," ucapnya.
Dengan adanya helikopter itu, Maruli mengharapkan operasi kemanusiaan yang dijalankan TNI AD di wilayah Papua bisa lebih maksimal.
(Antara)

























