Tampilkan postingan dengan label Pangkalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangkalan. Tampilkan semua postingan

14 Juli 2026

TNI Kejar Target Pembangunan Fasilitas Lanal Lampung untuk Kapal induk Garibaldi

14 Juli 2026

ITS Giuseppe Garibaldi (photo: Riegert)

Jakarta (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur di Pangkalan TNI AL Lampung untuk menjadi tempat sandar kapal induk pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan fasilitas itu harus selesai dibangun sebelum Garibaldi datang ke Indonesia sebelum hari jadi TNI pada Oktober 2026.

"Pembangunan terus berjalan sehingga harapannya sebelum Garibaldi sampai di Indonesia semuanya sudah siap," kata Tunggul saat jumpa pers di Mabes AL, Jakarta Timur, Senin.

Menurut Tunggul, ada banyak hal yang harus dipersiapkan di Lanal Lampung mulai dari pengerukan, pembangunan fasilitas tambat atau tempat untuk mengikat tali kapal untuk bersandar hingga peningkatan fasilitas listrik untuk mendukung operasional Garibaldi.

Pangkalan Angkatan Laut Lampung (image: GoogleMaps)

Salah satu yang paling penting, yakni pengerukan laut. Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan agar Lanal Lampung memiliki kedalaman dasar laut yang cukup untuk menampung kapal induk.

Hingga saat ini, proses pengembangan fasilitas di Lanal Lampung masih terus berlangsung. Tunggul mengharapkan pembangunan itu bisa berjalan dengan maksimal dan selesai tepat waktu.

Sebelumnya, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata beserta jajarannya sempat meninjau proses pengembangan fasilitas Lanal Lampung, Kamis (4/6).

Dalam kunjungan itu Denih meninjau beberapa fasilitas pendukung lanal seperti markas, fasilitas labuh, dan pembangunan fasilitas militer di Pulau Kelagian yang lokasinya tidak jauh dari Lanal Lampung.

21 Juni 2026

TNI AU Tingkatkan Status Tiga Lanud dari Tipe "C" menjadi Tipe "B"

21 Juni 2026

Lanud Pangeran M. Bun Yamin Lampung AKQ (photo: GoogleMaps)

TNI AU -- TNI Angkatan Udara meningkatkan status tiga Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) dari tipe "C" menjadi tipe "B" sebagai langkah strategis memperkuat dukungan operasional dan kesiapan satuan dalam menghadapi dinamika tugas yang terus berkembang.

Pengukuhan peningkatan status dipimpin Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., di GOR Antarikshe, Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/6/2026). 


Lanud Wiriadinata Tasikmalaya TSY (image: GoogleMaps)

Dalam amanatnya, Pangkoopsudnas menegaskan peningkatan Lanud, selain merupakan tindak lanjut dari validasi organisasi TNI AU, juga untuk menjawab kompleksitas tantangan tugas yang terus meningkat. Peningkatan Lanud tipe "B", menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan operasional tugas-tugas satuan jajaran Koops Udara Nasional.

"Ketiga Lanud memiliki nilai strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas Koopsudnas sesuai karakteristik wilayah dan tantangan operasional masing-masing," ujar Pangkoopsudnas.Lebih lanjut Pangkoopsudnas menambahkan, ketiga Lanud yang dinaikkan status dari Tipe "C" menjadi Tipe "B" berperan penting dalam mendukung operasi udara, pengamanan wilayah udara nasional, mobilitas udara, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta OMP dan OMSP.

Lanud Yohanis Kapiyau, Timika TIM (image: GoogleMaps)

Pangkoopsudnas berharap pengukuhan menjadi momentum memperkuat sinergitas, kapabilitas, dan interoperabilitas guna mewujudkan TNI AU AMPUH.

Bersamaan dengan pengukuhan peningkatan Lanud, Pangkoopsudnas juga melantik tiga Komandan Lanud yaitu Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. (Danlanud Wiriadinata Tasimalaya), Kolonel Pnb Achmad Iwan Retmawan (Danlanud M. Bun Yamin Lampung), dan Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy (Danlanud Yohanes Kapiyau Timika).Turut hadir dalam upacara, Pangkodau I, pejabat utama Koopsudnas, Kodau I, Kodau III, Komandan Lanud Wiriadinata, Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, serta para Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN Kodau I.

19 Juni 2026

Menhan Khaled Nordin Tinjau Kesiapan Operasi Pulau Layang-Layang

19 Juni 2026

Pangkalan Pulau Layang-Layang (Swallow Reef) adalah atol kecil di di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan (image: GoogleMaps)

SABAH – Menteri Pertahanan, YB Dato’ Seri Mohamed Khaled bin Nordin telah mengadakan lawatan kerja ke Pulau Layang-Layang bagi meninjau kesiagaan operasi serta kebajikan warga Stesen LIMA TLDM yang memainkan peranan penting dalam mempertahankan kedaulatan negara di Laut China Selatan.


Dalam lawatan tersebut, beliau turut menerima taklimat mengenai pengoperasian stesen dan kemudahan sokongan yang membantu pelaksanaan tugas harian anggota dalam memastikan kesiapsiagaan pertahanan negara sentiasa berada pada tahap optimum.


Menteri Pertahanan turut menghadiri Program Restorasi Karang yang dilaksanakan menerusi kerjasama pelbagai agensi melibatkan Majlis Keselamatan Negara (MKN), Jabatan Perikanan Malaysia, Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS). Inisiatif ini mencerminkan komitmen berterusan kerajaan dalam memelihara ekosistem marin serta memastikan kelestarian terumbu karang di kawasan perairan strategik negara.


Pulau Layang-Layang akan terus diperkukuhkan sebagai benteng hadapan negara di Laut China Selatan melalui peningkatan infrastruktur strategik, kemudahan operasi, logistik, komunikasi serta penggunaan teknologi baharu termasuk sistem tanpa pemandu bagi mempertingkatkan kesedaran domain maritim negara.


Turut hadir Ketua Setiausaha Kementerian Pertahanan, Datuk Lokman Hakim Ali, Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri (Dr.) Zulhelmy bin Ithnain, Panglima Tentera Udara, Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Haji Muhamad Norazlan bin Aris TUDM serta Panglima Angkatan Bersama, Leftenan Jeneral Datuk Tengku Muhammad Fauzi bin Tengku Ibrahim.

12 Juni 2026

TLDM Tutup Pangkalan Seabase Tun Sharifah Rodziah di Sabah

12 Juni 2026

Pangkalan seabase Tun Sharifah Rodziah adalah pangkalan operasi yang terletak di perairan Pantai Timur Sabah, khususnya di sekitar kawasan Semporna, Sabah (photos: TLDM)

Majlis Pembubaran Pangkalan Laut Tun Sharifah Rodziah
SEMPORNA - Markas Wilayah Laut 2, Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) hari ini telah dengan rasminya melaksanakan Majlis Pembubaran Pangkalan Laut Tun Sharifah Rodziah (PL TSR) sebagai simbolik penamatan perkhidmatan pangkalan tersebut selepas hampir sedekad menjadi benteng hadapan dalam menjaga keselamatan dan kedaulatan perairan negara di Sabah Timur. Majlis yang penuh istiadat ketenteraan ini telah disempurnakan oleh Yang Berbahagia Laksamana Madya Dato’ Khir Junaidi bin Idris, Panglima Armada Timur.


Pangkalan ini pada asalnya merupakan sebuah Platform Mobile Offshore Production Unit yang dikenali sebagai Hercules 259 dan telah dibina di Houston, Amerika Syarikat pada tahun 1973. Melalui usaha sama strategik antara TLDM, PETRONAS dan Sapura Kencana, platform ini telah ditransformasikan menjadi sebuah Pangkalan Laut Hadapan berteraskan keperluan strategik negara bagi memastikan kehadiran berterusan TLDM di kawasan berkepentingan tinggi di perairan Sabah Timur.


PL TSR mula beroperasi pada 31 Julai 2015 dan seterusnya telah dirasmikan oleh Perdana Menteri Malaysia Ke-6 pada 28 Mei 2016. Pangkalan ini dinamakan bersempena nama isteri kepada Perdana Menteri Malaysia yang pertama, Allahyarhamah Yang Amat Berbahagia Tun Dato' Seri Hajah Sharifah Rodziah binti Syed Alwi Barakbah.


Sepanjang tempoh perkhidmatannya, PL TSR telah digunakan sebagai sebuah platform strategik yang menyokong pelaksanaan operasi keselamatan maritim, pemantauan zon berkepentingan maritim serta memperkukuhkan kehadiran pasukan keselamatan di Eastern Sabah Security Zone (ESSZONE). Lokasinya yang strategik membolehkan tindak balas yang pantas terhadap sebarang ancaman keselamatan, sekali gus menjadi simbol komitmen berterusan TLDM dalam mempertahankan kedaulatan negara.


Walaupun operasi PL TSR ditamatkan, fungsi dan peranannya sebagai pangkalan hadapan akan diambil alih oleh Kapal Auksiliari Tun Azizan (KA TAZ) bagi memastikan kesinambungan kehadiran dan kesiagaan operasi TLDM di kawasan strategik Sabah Timur. TLDM akan terus memperkukuhkan keupayaan operasinya selaras dengan keperluan semasa serta perkembangan landskap keselamatan maritim demi menjamin kedaulatan dan keselamatan perairan negara sentiasa terpelihara.

27 Mei 2026

Kodaeral XI Kunker ke Wanam, Merauke untuk Survey Lahan Pembangunan Pangkalan Angkatan Laut

27 Mei 2026

Survey lahan untuk Lanal di Wanam, Merauke, Papua Selatan (photos: Kodaeral XI)

TNI AL. Kodaeral XI -- Asrena Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Dadan Hamdani melaksanakan kunjungan kerja ke Posal Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan pada 20–21 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meninjau dan mensurvey lokasi yang direncanakan sebagai lahan pembangunan Pangkalan TNI AL (Lanal) Wanam sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamanan wilayah pesisir selatan Papua. Merauke (23/05/2026)


Dalam pelaksanaannya, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi geografis, akses transportasi, serta kesiapan lahan pembangunan pangkalan. Survey ini dinilai penting karena Wanam menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan nasional, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur di Papua Selatan.

Posal Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan (image: GoogleMaps)

Selain survey lahan, rombongan juga melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan rencana pembangunan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi keamanan serta pembangunan wilayah. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Asops Dankodaeral XI Kolonel Laut (P) Totok Susilo, Pgs Aslog Dankodaeral XI Kolonel Laut (T) Luluk, Pgs Dansathantai Kodaeral XI Kolonel Laut (P) Fery Anton, serta Danposal Wanam.

14 Mei 2026

TNI AU Siap Melengkapi Fasilitas Operasional untuk Pesawat Baru

14 Mei 2026

Hanggar pesawat angkut C-130 Hercules di Skadron Udara 33 (photo: MyLesat)

Jakarta (ANTARA) - Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo memastikan pihaknya siap melengkapi fasilitas operasional pesawat-pesawat baru yang ada di bawah wilayah Komando Daerah Udara (Kodau) I.

Hal tersebut, kata Minggit, juga jadi salah satu pekerjaan rumah Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi yang baru saja dilantik sebagai Pangkodau I pada Sabtu.

Minggit menjelaskan, saat ini beberapa lanud di bawah komando Pangkodau I menerima alutsista baru, salah satunya pesawat angkut A400M di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Hadirnya A400M di Lanud Halim Perdanakusuma menuntut TNI AU untuk membangun fasilitas operasional yang memadai seperti hanggar dan sebagainya.

"Alutsista ini butuh adanya peningkatan sarana prasarana, tetapi juga dukungan operasional penerbangan," kata Minggit.

Tidak hanya A400M, Minggit mengatakan pihaknya juga perlu memperkuat fasilitas operasional pesawat tempur baru milik TNI AU, Rafale, di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Namun demikian, Minggit tidak menjelaskan secara rinci kapan seluruh fasilitas pendukung pesawat-pesawat baru itu akan dilengkapi.

"Kita akan support semaksimal mungkin, sehingga dengan kedatangan alutsista yang baru ini menjadi kekuatan yang sangat signifikan bagi TNI Angkatan Udara," tutup Minggit.

Untuk diketahui, Kodau I membawahi beberapa lanud strategis tempat bermarkasnya skuadron pesawat angkut dan pesawat tempur yakni Lanud Halim Perdanakusuma (HLM), Jakarta, Lanud Atang Sendjaja (ATS) Bogor, Lanud Roesmin Nurjadin (RSN)Pekanbaru, Lanud Supadio (SPO) Pontianak, Lanud Husein Sastranegara (HSN) Bandung, Lanud Soewondo (SWO) Medan, Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna, Lanud Suryadarma (SDM) Kalijati Subang, Lanud Maimun Saleh (MUS) Sabang dan Lanud Hang Nadim (HNM) Batam.

(Antara)

29 April 2026

PAF Inagurates Completed Basing Support System on Pag-Asa Island

29 April 2026

Municipality of Kalayaan, Pag-asa Island (Image: GoogleMaps)

The Philippine Air Force (PAF) inaugurated the completed Basing Support System under the Pag-asa Island Project on April 23, 2026, at the Municipality of Kalayaan, Pag-asa Island, Palawan. The ceremony was presided over by the Commanding General, PAF, Lieutenant General Arthur M Cordura PAF, who served as the Guest of Honor.

Inaguratation of Airbase Support at-Asa Island (photos: PAF)

The project marked the completion of key basing support infrastructure and facilities designed to enhance air operations in the area, strengthening the PAF’s capability to sustain operations and support strategic infrastructure in the West Philippine Sea. Implemented in close coordination with the Armed Forces of the Philippines (AFP), MAMSAR Construction Corporation, and the Local Government Unit of Palawan, the project reflects a unified effort in advancing strategic infrastructure in the area. In his remarks, Lieutenant General Cordura underscored that conditions which once limited operational tempo have now been addressed, enabling more reliable and continuous mission support.


In the same visit, the CG, PAF led the distribution of school supplies to students of Pag-asa Elementary School, underscoring the PAF’s continued commitment to community engagement and support for local residents alongside its operational mandate.


This milestone highlights the PAF’s dedication to improving operational readiness and reinforcing its presence in strategically significant areas, as it remains steadfast in its mission to protect the nation’s sovereignty and territorial integrity while contributing to regional stability and security.

(PAF)

20 Maret 2026

Pemeriksaan Tahunan Mawilud 1 ke Pangkalan Udara Kuantan, Calon Markas Pesawat FA-50M

20 Maret 2026

Panglima Markas Wilayah Udara 1 melakukan kunjungan ke Pangkalan Udara Kuantan ibu kota negara bagian Pahang, Malaysia yang menghadap ke Laut China Selatan (photos: TUDM)

KUANTAN -- Markas Wilayah Udara 1 (MAWILUD 1) telah melaksanakan pemeriksaan tahunan ke Pangkalan Udara Kuantan bermula 9 hingga 13 Mac 26 bagi menilai tahap kesiagaan pangkalan serta memastikan setiap operasi dan senggaraan dilakukan mengikut prosedur operasi standard (SOP) yang telah ditetapkan oleh TUDM.


Pemeriksaan tahunan ini diketuai Panglima Wilayah Udara 1 (PANGWILUD 1), Mej Jen Dato’ Mahadzer bin Amin TUDM. Sebaik ketibaan, PANGWILUD 1 telah diberikan taklimat pengoperasian oleh Komander Pangkalan, Kol Baharin bin Mohamad TUDM di Bilik Mesyuarat Pangkalan.


Usai taklimat, PANGWILUD 1 membuat lawatan ke No 10 Skuadron, Skuadron 320, Skuadron 401 serta melawat tapak projek bagi perolehan pesawat Light Combat Aircraft (LCA) dan Maritime Patrol Aircraft (MPA).


Lawatan ini penting bagi melihat tahap kemajuan projek supaya pengoperasian aset-aset TUDM dapat dilakukan mengikut garis masa yang telah dirancang sekaligus meningkatkan kesiagaan bagi melindungi kedaulatan ruang udara negara.


Turut serta semasa lawatan adalah Ketua Staf MAWILUD 1, Brig Jen Ahmad Edros bin Ahmad Osman TUDM dan Pengarah A4 MAWILUD 1, Kol Khairul Anuar bin Abdul Razak TUDM.

14 Maret 2026

Bengkulu Akan Ada Lanud TNI AU

12 Maret 2026

Lanud TNI AU di Bengkulu berdekatan dengan bandara sipil Fatmawati (image: GoogleMaps)

Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menemui pihak PTPN I terkait rencana hibah lahan seluas sekitar 100 hektare di Kabupaten Seluma untuk mendukung rencana pembangunan lapangan bandar udara TNI Angkatan Udara (TNI AU).

"Kami kemarin mendapatkan surat pada minggu kedua Februari dari Danlanud Palembang. Sesuai arahan Presiden, ada 31 provinsi yang akan memiliki landasan lapangan udara TNI AU tersendiri dan Bengkulu termasuk salah satunya," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Kamis.

Mian mengatakan usulan tersebut sudah disampaikan saat menemui Direktur Utama PTPN I Tedy Yunirman Danas di kantor PTPN I Jakarta pada Selasa 10 Maret 2026.

Dia menjelaskan rencana pembangunan lapangan udara TNI AU tersebut diproyeksikan berada di wilayah Sukaraja, Kabupaten Seluma, yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.

Menurut Mian pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan lahan dengan estimasi hampir 100 hektare yang sebagian besar berada di kawasan perkebunan milik PTPN I.

"Atas nama Gubernur Bengkulu kami mengusulkan hibah tanah PTPN I di Kabupaten Seluma tepatnya di Sukaraja yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan estimasi kebutuhan lahan kurang lebih 100 hektare," kata Mian.

Wagub Mian mengatakan proses pengusulan hibah lahan tersebut tetap akan mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, yang dimulai lewat surat permohonan resmi dari Gubernur Bengkulu.

Mian berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat realisasi pembangunan pangkalan udara TNI AU di Bengkulu. Hal tersebut dinilai penting demi mendukung pertahanan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.

Sementara itu, Direktur Utama PTPN I Tedy Yunirman Danas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah terhadap pengelolaan wilayah perkebunan perusahaan tersebut.

"Tentunya dukungan dari Forkopimda di Bengkulu menjadi bentuk sinergi yang sangat kami apresiasi dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan wilayah perkebunan PTPN I," katanya.

(Antara)

22 Februari 2026

Runway Pulau Sudong Diperpanjang Menjadi 3 km untuk Melayani Pesawat F-35B

22 Februari 2026

Pulau Sudong pasca reklamasi dalam Master Plan 2025 (image: URA)

Master Plan 2025 dari Urban Redevelopment Authority Singapura telah mengungkapkan konfigurasi Pulau Sudong pasca-reklamasi, menunjukkan lapangan terbang militer yang diperluas secara signifikan yang dapat memperpanjang landasan pacu pulau yang ada dari 2.000 meter menjadi sekitar 3.000 meter. Perluasan ini, yang dijadwalkan selesai pada tahun 2028, berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pelatihan Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) yang terus meningkat sekaligus mengurangi polusi suara pesawat yang memengaruhi daerah pemukiman di daratan utama.

Landasan pacu yang diperpanjang akan memungkinkan RSAF untuk melakukan latihan pendaratan F-35B di lokasi lepas pantai, mengurangi beban kebisingan di daerah padat penduduk yang saat ini terpapar operasi pesawat tempur canggih tersebut. Fasilitas ini juga akan memungkinkan pesawat sayap tetap RSAF lainnya untuk melakukan latihan pendaratan yang saat ini dilakukan di pangkalan udara Tengah dan Paya Lebar, yang keduanya dikelilingi oleh lingkungan perumahan yang mengalami peningkatan keluhan tentang kebisingan jet.

Pendaratan pesawat F-35B (photo: Lockheed Martin)

Menurut artikel dari Straits Times, Housing and Development Board (HDB) akan mereklamasi sekitar 31,1 hektar lahan di bagian timur Pulau Sudong untuk mengakomodasi peningkatan landasan pacu dan infrastruktur terkait. Proyek yang mulai pengadaannya pada tahun 2024 ini juga akan mencakup pembangunan tanggul laut baru di sekeliling area reklamasi. HDB menyatakan pada Januari 2024 bahwa peningkatan tersebut akan "meningkatkan keselamatan penerbangan, terutama saat cuaca buruk."

16 Februari 2026

Australia Opens Drone Faclity at RAAF Base Tindal for Northern Defense

16 Februari 2026

Triton facility opening RAAF Base Tindal (photos: Aus DoD)

Strengthening northern air power

The recent completion of the new MQ‑4C Triton facilities at RAAF Base Tindal is a major boost to Australia’s northern air power and marks a significant milestone for Defence with the introduction of next‑generation uncrewed capability.

Opened by Assistant Minister for Defence Peter Khalil, the $355.7 million AIR7000 Phase 1B Project has delivered purpose‑built facilities to support the MQ‑4C Triton, including maintenance hangars, new airfield pavements, working accommodation and essential supporting infrastructure.

During the opening ceremony, Mr Khalil praised the collaboration between Defence and industry partners, acknowledging their essential role in strengthening Australia’s defence posture.

“What you see here is a whole‑of‑country effort,” Mr Khalil said. 

“Industry, Defence, contractors and our men and women in uniform working together towards a common goal – protecting our national interests.”

Commencing construction in May 2023, the project was designed by BVN architects and delivered by Sitzler Pty Ltd, with Jacobs Pty Ltd engaged as the project manager and contract administrator. The project injected more than $166 million into Northern Territory businesses through awarded work packages, with a significant amount directed to Indigenous subcontractors.

Mr Khalil highlighted that this milestone ensured Defence was better positioned to deliver on the priorities outlined in the 2024 National Defence Strategy, such as strengthening northern bases and enhancing Defence’s ability to respond to evolving security challenges.

“The defence of Australia’s national interests depends on our ability to protect and monitor the northern maritime approaches,” Mr Khalil said.

“The work the Tritons will do contributes directly to the security and stability of our region, and that underpins the prosperity of our nation as a trading country.”

'It provides us with our permanent home at RAAF Base Tindal – a facility that has been designed, conceived and built with our people in mind, and will serve the squadron for many years to come.'

While the Triton aircraft will be operated remotely by aircrew from 9 Squadron based at RAAF Base Edinburgh, they will be launched, recovered and maintained at RAAF Base Tindal. The newly formed squadron will occupy the facility, supported by Northrop Grumman Australia.

Commander Surveillance and Reconnaissance Group Air Commodore Michael Durant stated that a key attribute of the MQ-4C Triton was its ability to operate independently, and from a range of locations.

“The Triton does not need the controllers to be co-located with the aircraft itself,” Air Commodore Durant said.

“Our intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) hub at RAAF Base Edinburgh provides the ideal location for 9 Squadron aircrew to access and integrate with our full range of ISR capabilities.”

Air Commodore Durant emphasised that the new facilities were established at RAAF Base Tindal for several key reasons, including enabling operations within our primary area of strategic interest and supporting the priorities outlined in the 2024 National Defence Strategy. 

“Locating the aircraft inland at RAAF Base Tindal provides a northern operating position while also reducing our exposure to the coastal weather systems that frequently affect northern Australia,” Air Commodore Durant said. 

Commanding Officer 9 Squadron Wing Commander Neale Thompson said the completion of the new facility also marked an important milestone for the squadron.

“It’s incredibly satisfying to see this facility finished,” Wing Commander Thompson said. 

“It provides us with our permanent home at RAAF Base Tindal – a facility that has been designed, conceived and built with our people in mind, and will serve the squadron for many years to come.”

(Aus DoD)

16 Januari 2026

Lanud Haluoleo Akan Ditingkatkan Menjadi Main Operating Base (MOB)

16 Januari 2026

Kunjungan Wamnenhan ke Lanud Haluoleo  (Kendari (KDI) di Sulawesi Tenggara (photo: Kemhan)

Lanud Haluoleo Terima Kunjungan Wamenhan RI dalam Rangka Peninjauan Peningkatan Lanud Haluoleo Menjadi Main Operating Base (MOB)

Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, S.AP., M.M., M.Sc., menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (Purn) Donny Ernawan T., M.D.S., M.S.P. didampingi Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., beserta rombongan, dalam rangka peninjauan dan pembahasan rencana peningkatan Lanud Haluoleo menjadi Main Operating Base (MOB). Rabu, (14/1/2026)

Dalam kunjungan tersebut, Wamenhan RI beserta rombongan turut disambut oleh Pangkodau II Marsda TNI M. Untung Suropati, S.E., Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Kopolda Sultra, Danrem 143/HO, Bupati Konawe Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis Kementerian Pertahanan dalam memperkuat postur pertahanan udara nasional khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah, serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Runway Lanud Haluoleo (image: FlightSim)

Komandan Lanud Haluoleo menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Lanud Haluoleo. Diharapkan, dengan peningkatan status menjadi Main Operating Base, Lanud Haluoleo dapat memiliki kemampuan operasional yang lebih optimal, baik dari sisi infrastruktur, alutsista, maupun sumber daya manusia.

Wamenhan RI menegaskan bahwa peningkatan Lanud Haluoleo menjadi Main Operating Base memiliki nilai strategis dalam mendukung sistem pertahanan negara, sekaligus mendorong sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung fasilitas Lanud Haluoleo serta paparan rencana pengembangan pangkalan ke depan, guna memastikan kesiapan dan kelayakan Lanud Haluoleo sebagai pangkalan udara utama yang mampu mendukung operasi pertahanan dan keamanan wilayah udara nasional.

05 Januari 2026

BRIN Targetkan Pembangunan Bandar Antariksa Nasional Biak Dimulai 2026

05 Januari 2026

Bandar Antariksa nantinya seperti halnya layanan SpaceX (photo: GettyImages)

Percepat Pembangunan Bandar Antariksa Nasional, BRIN Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Jakarta – Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua, sebagai upaya mewujudkan kemandirian akses antariksa dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelarasan kebijakan, regulasi, serta kesiapan infrastruktur bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, unsur pertahanan dan keamanan, industri, serta perguruan tinggi.

Plt. Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN, Anugerah Widiyanto, menjelaskan, pembangunan Bandar Antariksa memiliki dasar hukum yang kuat. Landasan tersebut antara lain Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan 2016–2040, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penguasaan Teknologi Keantariksaan yang menekankan aspek technology safeguard.

“Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa telah menyelesaikan proses harmonisasi dan siap menjadi dasar operasional pembangunan. Selain itu, rencana induk keantariksaan perlu diperbarui hingga 2045 agar sejalan dengan visi pembangunan nasional,” kata Anugerah. Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bandar Antariksa, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Jumat (19/12).

Ia menambahkan, kajian pembangunan Bandar Antariksa di Biak telah dilakukan sejak 1990 dan perlu dimutakhirkan sesuai perkembangan teknologi, kebutuhan nasional, serta kondisi lingkungan terkini.

Pulau Biak memiliki keunggulan geografis karena berada dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga memberikan efisiensi energi dan biaya peluncuran roket ke orbit rendah bumi (LEO). Selain itu, meningkatnya ekonomi antariksa global membuka peluang besar bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam industri peluncuran dan jasa antariksa.

“Ekonomi antariksa global diperkirakan mencapai sekitar lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) di dunia. Pembangunan Bandar Antariksa di Biak akan memberikan multiplier effect bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, hingga penguatan diplomasi antariksa,” jelasnya.

Bandar Antariksa telah lama diidamkan untuk dapat dibangun (photo: LAPAN)

Dalam Rakornas tersebut, dipaparkan tahapan proses peluncuran roket di BRIN, mulai dari desain dan manufaktur roket, proses verifikasi kesiapan teknis dan rencana untuk penetapan go or no go, notifikasi pengajuan NOTAM (Notice to Air Missions) dan NOTMAR (Notice to Mariners) untuk pembukaan ruang udara dan laut, sosialisasi kepada masyarakat, transportasi roket dan peralatan ground station, persiapan roket, hingga pelaksanaan peluncuran dan pascapeluncuran. Seluruh tahapan tersebut menekankan aspek keselamatan, keamanan, dan koordinasi lintas instansi.

Pembangunan Bandar Antariksa juga membutuhkan dukungan infrastruktur dasar, antara lain jalan akses, kelistrikan, jaringan telekomunikasi, fasilitas kesehatan berstandar internasional, serta sistem logistik dan keamanan.

Dari sisi perencanaan nasional, perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Bappenas, Yusuf Suryanto, menyampaikan pembangunan Bandar Antariksa sejalan dengan arah pembangunan wilayah Papua dalam RPJMN 2025–2029 dan RPJPN 2026–2045.

“Pengembangan Bandar Antariksa memiliki keterkaitan erat dengan upaya penurunan tingkat pengangguran, pengentasan kemiskinan, serta penguatan sumber daya manusia unggul di Papua. Karena itu, dukungan infrastruktur dasar dan sinkronisasi tata ruang menjadi sangat penting,” kata Yusuf.

Ia menambahkan penguatan regulasi, kesiapan teknis, dan integrasi lintas sektor menjadi prasyarat utama dalam pengusulan Bandar Antariksa sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kepala BRIN, Arif Satria menegaskan bahwa pembangunan Bandar Antariksa merupakan amanah strategis negara untuk memperkuat kemandirian Indonesia dalam akses ke antariksa.

“BRIN sedang memformulasikan regulasi turunan agar setelah pengesahan RPP, penetapan lokasi dan implementasi pembangunan dapat segera dilakukan, termasuk pembukaan lahan BRIN di Biak yang direncanakan mulai tahun 2026,” ujar Arif.

Ia menekankan pembangunan Bandar Antariksa sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam pengembangan ekonomi antariksa, lingkungan antariksa, dan keamanan antariksa, serta diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

Melalui Rakornas ini, BRIN berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembangunan Bandar Antariksa yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian teknologi antariksa Indonesia, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

13 Desember 2025

Dassault Aviation Serahkan Rafale Infrastructure Building MOB#1 RSN Kepada Kemhan RI

13 Januari 2025

Serah terima Rafale Infrastructure Building MOB#1 RSN di Lanu Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau (photos: Lanud RSN)

Upaya penguatan fasilitas pendukung pengoperasian pesawat tempur Rafale kembali mencapai tonggak penting di Lanud Roesmin Nurjadin. Pada Kamis (11/12/2025), Dassault Aviation secara resmi menyerahkan Rafale Infrastructure Building MOB#1 RSN kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Prosesi serah terima berlangsung di Ruang Rapat Nakula VIP Pandawa dengan suasana tertib dan profesional.


Penyerahan tersebut dilakukan oleh Rafale & Falcon Program Management Representative in Indonesia, Mr. Samy Ajlani Gillmann, dan diterima oleh Ketua Program Management Team (PMT) Pengawasan Kegiatan Infrastruktur, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., bersama Kasatgas Rafale Kolonel Pnb Yulmaizir Chaniago, Kol Kal Moch. Zainul Arif perwakilan Kemhan, Letkol Tum Torata Torata Priyo, S.T. perwakilan Diskons Mabesau dan Letkol Tum Ali Rahman Hakim Kasifasint Dislog Lanud RSN yang merupakan Anggota PMT. Perwakilan PT WMK, serta jajaran terkait yang selama ini mengawal proses pembangunan infrastruktur Rafale di Lanud Roesmin Nurjadin.


Pada penyerahan tahap kedua ini, Dassault Aviation menyerahkan sejumlah fasilitas insfrastruktur strategis yang menjadi komponen penting dalam mendukung kesiapan operasional Rafale. Fasilitas tersebut meliputi Pilot Building Skadron Udara 12, Hanggar Skadron Udara12, Dispatch Skadron Udara 12, Rafale Training & Simulator Center (RTSC), GSE dan Parachute Building, Warehouse, serta instalasi pendukung berupa Medium Voltage dan IT Network. Seluruh fasilitas dirancang sesuai standar operasional modern untuk memastikan ekosistem Rafale berjalan dengan optimal.


Dalam sambutannya, Danlanud Roesmin Nurjadin menyampaikan pesan penting mengenai tanggung jawab penerimaan fasilitas tersebut. “Mari kita laksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan. Kita yang hadir saat ini, baik itu Kasatgas, kemudian juga perwakilan dari Kemhan, perwakilan dari Diskons Mabesau pada dasarnya semuanya mewakili Kemhan karena penyerahan ini dari Dassault Aviation kepada Kemhan,” tegas Danlanud. 


Ia menekankan bahwa fasilitas ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung tugas pertahanan negara.

23 November 2025

TNI AU: Lanud Haluoleo Tipe A Untuk Jaga Wilayah Udara ALKI I dan II

23 November 2025

Lanud Haluleo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (image: GoogleMaps)

Morowali (ANTARA) - TNI AU berupaya meningkatkan kelas Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Haluoleo di Sulawesi Tenggara menjadi Lanud tipe A untuk memperkuat pengawasan wilayah udara di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan II.

"Jadi ke depan TNI Angkatan Udara akan mengembangkan pangkalan yang terdekat yaitu di Kendari. Kita pangkalan Haluoleo itu akan dikembangkan menjadi Pangkalan tipe A yang akan tergelar beberapa alutsista," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi saat ditemui awak media di bandara IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu.

Menurut Tedi, kawasan Morowali ini berdekatan dengan wilayah strategis yakni Alki I dan II di mana kerap terjadi pelanggaran perlintasan udara.

Untuk menindak para pilot yang kerap melanggar ketentuan jalur lintasan udara, Tedi mengatakan TNI AU berupaya memperkuat pengawasan udara dengan mempertebal kekuatan di lanud, salah satunya Lanud Haluoleo.

Tedi mengaku lanud tersebut akan dilengkapi dengan beragam alutsista untuk pertahanan udara, satuan radar, hingga satu kompi pasukan Korpasgat.


Tidak hanya itu, pihaknya juga akan terus mempertajam kemampuan para personel lanud dan para penerbang tempur dalam menjaga kawasan udara.

Salah satunya yakni dengan menggelar latihan penurunan pesawat asing atau force down dengan pesawat tempur seperti yang telah digelar di Lanud IMIP hari ini.

Selain itu, Tedi juga memastikan setiap bandara akan dilengkapi sepuluh lembaga untuk memperkuat kekuatan, seperti arahan dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

"Setiap bandara itu harus dilengkapi oleh 10 komponen kementerian dan lembaga. Seperti halnya adanya Imigrasi, kemudian Bea Cukai, kemudian dari Angkasa Pura sendiri, dan tentunya dari TNI AU.

Dengan adanya ragam upaya penguatan itu, Tedi yakin TNI AU akan semakin kuat dalam menjaga kawasan strategis udara nasional.

04 November 2025

TNI AL Bangun Dua Koarmada Baru untuk Perkuat Pertahanan di Laut

04 November 2025

Komando Armada IV akan ditempatkan di Kalimantan Timur (image: GoogleMaps)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan pihaknya berencana membangun dua komando armada (Koarmada) baru untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.

"Memang benar adanya rencana pembentukan dua koarmada tersebut yang pembentukannya sesuai dengan konsep pertahanan pulau-pulau besar dan gugusan pulau strategis," kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Tunggul mengatakan penambahan jumlah koarmada itu sesuai dengan apa yang dirapatkan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) beberapa hari lalu tentang konsep pertahanan Indonesia yakni optimum essential force (OEF).

Rencananya, Koarmada IV akan ditempatkan di Kalimantan Timur dan Koarmada V ditempatkan di Ambon.

Koarmada itu nantinya akan diisi pasukan dan beberapa KRI yang akan berpatroli di perairan sesuai wilayah teritorial laut. Dengan adanya rencana tersebut, TNI AL dipastikan akan diperkuat lima koarmada.

"Seiring dengan penggelaran lima koarmada tersebut, TNI AL Juga rencana akan mengembangkan satuan-satuan pendukung sesuai Konsep SSAT sebanyak dukungan logistik sesuai wilayah," kata Tunggul.

Namun demikian, Tunggul tidak merinci kapan persisnya koarmada baru tersebut akan dibangun.

Komando Armada V akan ditempatkan di Ambon (image: GoogleMaps)

Sebelumnya, Kemenko Polkam menggelar rapat membahas peningkatan kekuatan TNI dari mulai matra Angkatan Darat (AD), matra Angkatan Laut (AL) dan matra Angkatan Udara (AU) dalam rapat yang digelar di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

Berdasarkan siaran pers resmi Kemenko Polkam yang diikuti pada Jumat, dijelaskan bahwa peningkatan kekuatan TNI itu dibalut dalam konsep OEF yang menjadi amanat RPJMN 2025–2029.

"Melalui rakor ini, Kemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025–2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional yang diamanatkan dalam RPJMN,” kata Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo dalam siaran pers tersebut.

Kresno dalam siaran pers tersebut menjelaskan rapat membahas penguatan TNI di beberapa lini, di antaranya TNI AD yang memfokuskan penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, serta menargetkan pembentukan 750 batalyon hingga tahun 2029.

Sementara itu, TNI AL berencana membentuk lima koarmada dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral), serta meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal baru yang berbasis teknologi informasi.

Adapun TNI AU menargetkan pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029 serta pengembangan Satuan Antariksa di bawah Kohanudnas untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.

31 Oktober 2025

TNI Bangun Satuan Radar dan Skadron Udara Baru di Sulawesi Tenggara

31 Oktober 2025

Lokasi radar di Bombana, Sulawesi Tenggara (image: Google Maps)

Pembangunan site radar
Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, S.AP., M.M., M.Sc., mendampingi Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto, S.E., M.M., beserta rombongan dalam kegiatan peninjauan aset tanah TNI Angkatan Udara yang akan dijadikan lokasi pembangunan site radar di wilayah Bombana, Sulawesi Tenggara, Rabu (22/10/2025).

Lokasi pembangunan site radar dan skadron baru di Lanud Haluoleo, Sulawesi Tenggara (photos: Lanud Haluleo)

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan kelayakan lokasi yang akan digunakan sebagai titik strategis pengawasan udara dalam memperkuat sistem pertahanan Udara wilayah Indonesia bagian tengah. Pangkoopsau bersama rombongan meninjau langsung kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah yang menjadi rencana lokasi radar tersebut.


Skadron Udara baru
Usai melakukan peninjauan di Bombana, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau rencana lokasi pembangunan Skadron Udara di Lanud Haluoleo. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan kekuatan dan peningkatan kemampuan operasional TNI AU di wilayah tengah Indonesia.


Selanjutnya, Pangkoopsau juga meninjau progres pembangunan Markas Komando (Mako) Lanud Haluoleo. Dalam kesempatan itu, Pangkoopsau memberikan arahan agar pembangunan dilakukan secara bertahap namun terencana dengan baik, serta memperhatikan efisiensi dan manfaat jangka panjang bagi satuan.

Gambar pesawat J-10 dalam materi paparan memberi spekulasi bahwa skadron tempur disini akan diisi dengan pesawat tempur J-10 buatan China (photo: Lanud Haluleo)

“Kami siap melaksanakan setiap arahan dan perintah pimpinan untuk mempersiapkan aset Lanud dalam rangka pengembangan Lanud Haluoleo menjadi _Main Operation Base_” ujar Danlanud.

Pangkoopsau menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Komandan dan seluruh Staf Lanud Haluoleo dan melanjutkan perjalanan menuju Biak.