Tampilkan postingan dengan label MARINIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MARINIR. Tampilkan semua postingan

01 Oktober 2026

Marinir Uji Thermal Weapon Sight Buatan Ceko

01 Oktober 2026

Uji fungsi Thermal Meotherm SARF 01 DF-V2 Weapon Sight buatan Ceko (photos: PasMar2)

Danbrigif 2 Marinir Uji Langsung Thermal Weapon Sight Buatan Ceko
Dispen Kormar, TNI AL (Madura). Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir (Danbrigif 2 Mar) Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro mengikuti Uji Fungsi Pengadaan Thermal Meotherm SARF 01 DF-V2 Weapon Sight buatan Republik Ceko di Lorong Tembak Laboratorium Induk Senjata (Labinsen), Jl. Sukolilo Barat No. 147, Desa Sukolilo, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa (29/09). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk melihat secara langsung kemampuan dan kinerja perangkat weapon sight berbasis termal dalam mendukung kemampuan pengamatan dan pembidikan.


Dalam kegiatan tersebut, Danbrigif 2 Marinir turut mengikuti rangkaian pengujian guna memastikan perangkat dapat berfungsi sesuai spesifikasi dan kebutuhan operasional satuan. “Uji fungsi ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan dan kemampuan Thermal Meotherm SARF 01 DF-V2 Weapon Sight dalam mendukung tugas operasional prajurit. Melalui pengujian secara langsung, kita dapat mengetahui kemampuan perangkat sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan prajurit Korps Marinir,” ujar Kolonel Marinir Eko Budi Prasetyo Adi Saputro.


Danbrigif 2 Marinir menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi dan peralatan modern perlu diimbangi dengan kesiapan personel dalam mengoperasikan serta memanfaatkan peralatan secara optimal. “Yang tidak kalah penting adalah kesiapan prajurit dalam mengoperasikan peralatan ini. Teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel sehingga dapat memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan tugas,” tegas Danbrigif 2 Marinir.


Thailand Berencana Memesan Gelombang Ketiga Kendaraan Amfibi Chaiseri AWAV 8x8

01 Oktober 2026

Jika Korps Marinir Thailand mengakuisisi seluruh kebutuhan kendaraan amfibinya dengan AWAV 8x8, maka akan ada total 36 kendaraan, berarti masih ada 15 kendaraan yang perlu diakuisisi, yang mungkin akan diperoleh secara bertahap hingga jumlah yang dibutuhkan tercapai (photos: RTMC)

Angkatan Laut Kerajaan Thailand (RTN) berencana mengadakan gelombang ketiga yang terdiri dari tujuh unit Kendaraan Amfibi Beroda Lapis Baja (AWAV) Chaiseri 8×8, sehingga total pesanan kendaraan oleh angkatan tersebut menjadi 21 unit.

Dalam rencana pengadaan yang dipublikasikan pada 24 September, RTN menyatakan bahwa pesanan baru ini bernilai THB504 juta (USD15 juta).

Langkah ini menyusul dua pesanan sebelumnya yang masing-masing mencakup tujuh unit AWAV. Kontrak awal senilai THB448 juta diberikan pada Agustus 2023, dan kendaraan-kendaraan tersebut diserahkan kepada Korps Marinir Kerajaan Thailand (RTMC) pada September 2024.

Pengadaan kedua, yang juga mencakup tujuh kendaraan, dimulai pada Februari 2026 dengan anggaran THB504 juta. Menurut informasi yang diperoleh Janes, total kebutuhan pengadaan ini mencapai 36 kendaraan.


Unit-unit AWAV yang telah diserahkan sejauh ini ditempatkan di Batalyon Kendaraan Amfibi Serbu RTMC di Sattahip. Batalyon tersebut juga mengoperasikan kendaraan amfibi serbu AAV7A1 buatan AS dan kendaraan tempur infanteri amfibi BTR-3E1 asal Ukraina.

Chaiseri memperkenalkan AWAV dalam pameran Defense & Security di Bangkok pada tahun 2023 setelah mengembangkan kendaraan tersebut melalui kerja sama dengan RTMC. AWAV merupakan kendaraan militer 8×8 pertama buatan Chaiseri.

Menurut Chaiseri, AWAV memiliki panjang 9,2 m, lebar 3,1 m, dan tinggi 3 m, dengan berat kotor sekitar 25,7 ton. Didukung oleh mesin bertenaga 711 hp, kendaraan ini memiliki kecepatan maksimum 105 km/jam di darat dan 10 km/jam di air, serta jarak tempuh sejauh 600 km.

Kendaraan ini mampu mengangkut 11 personel pasukan selain tiga orang awak yang terdiri dari pengemudi, komandan, dan penembak. Konfigurasi dasarnya memberikan perlindungan balistik STANAG 4569 Level 3 serta perlindungan terhadap ranjau Level 3a/3b.

29 September 2026

Menhan RI Resmikan AAV M-35 untuk Marinir, 35 Ranpur Amfibi Masuk 2026 dan 70 unit Tahun 2027

29 September 2026

Korps Marinir total akan memiliki 105 ranpur AAV M-35. Arti seri M-35 adalah: M berarti Marines/Marinir, angka 3 mempunyai arti 3 awak (komandan, pengemudi dan penembak) serta angka 5 berarti mempunyai kemampuan operasi Sea State 5 (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta). Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI)  Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin acara penerimaan dan penyerahan kendaraan tempur amfibi AAV M-35 untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL). Kegiatan digelar di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, (28/09/2026). 


Sejumlah pejabat tinggi TNI turut hadir, di antaranya Panglima TNI Jenderal TNI  Agus Subiyanto,  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, S.E., M.M. serta Direktur International Narcotics and Law Enforcement (INL) sekaligus Penjabat Wakil Duta Besar AS di Jakarta, Aqueelah T. Johnson.


Sebanyak 12 unit AAV M-35 telah tiba di Indonesia pada Selasa, 22 September 2026. Kedatangan tahap pertama ini merupakan bagian dari pemenuhan 35 unit AAV M-35 pada 2026, dengan 23 unit lainnya akan dipenuhi secara bertahap hingga akhir tahun 2026. Kendaraan tempur amfibi tersebut akan memperkuat kemampuan mobilitas pasukan, daya angkut, perlindungan, serta manuver pasukan Korps Marinir dari laut menuju pantai pendaratan hingga sasaran di darat.

Ranpur AAV M-35 Korps Marinir (photo: Kompas)

AAV M-35 merupakan varian AAV-7A1 RAM/RS asal Amerika Serikat yang menggunakan sistem penggerak roda rantai. Ranpur ini dirancang mampu beroperasi di wilayah perairan maupun daratan dan dapat membawa hingga 21 prajurit beserta perlengkapannya, dengan tiga awak kendaraan yang terdiri atas komandan kendaraan, pengemudi, dan penembak.

Ranpur AAV M-35 Korps Marinir (photo: Detik)

Dari sisi kemampuan, AAV M-35 menggunakan mesin Cummins V903 berkekuatan 525 horsepower. Kendaraan ini mampu mencapai kecepatan sekitar 15 kilometer per jam di air dan sekitar 75 kilometer per jam di darat. AAV M-35 juga memiliki kemampuan operasi perairan hingga Sea State 5, serta dilengkapi persenjataan berupa senapan mesin 12,7 mm dan pelontar granat otomatis 40 mm untuk mendukung pelaksanaan tugas operasi.

26 September 2026

Pangkormar Tinjau Ranpur AAV, Perkuat Kesiapan Kekuatan Amfibi Korps Marinir

26 Mei 2026

Pangkormar meninjau ranpur AAV ke Pasmar 1 (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta). Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memastikan kesiapan awal 12 unit Ranpur Amfibi AAV M-35 gelombang pertama yang telah tiba di Garase Menkav 1 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (23/09/2026). Kehadiran kendaraan tempur tersebut merupakan bagian dari pemenuhan 35 unit AAV untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.


Didampingi Pejabat Utama Korps Marinir, Pangkormar meninjau langsung kondisi 12 unit AAV M-35 yang sehari sebelumnya tiba melalui Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kas Kormar Mayjen TNI (Mar) Suherlan, Danpasmar 1 Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., para Asisten Pangkormar, Sahli A Bid Ops Pangkormar, perwakilan US Marines, perwakilan Kementerian Pertahanan RI, perwakilan Disadal, para Dankolak, serta Dansatlak Resimen Kavaleri Korps Marinir.


Kehadiran AAV M-35 memperkuat kemampuan pasukan pendarat dalam melaksanakan pergerakan dari laut menuju darat. Dengan kemampuan membawa personel dan perlengkapan tempur serta mobilitas di medan perairan dan daratan, AAV menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan kemampuan operasi amfibi Korps Marinir melalui Resimen Kavaleri Korps Marinir.


Setelah kedatangan 12 unit gelombang pertama, pemenuhan AAV akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai 35 unit. Kehadiran kendaraan tempur amfibi tersebut menjadi langkah nyata Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kekuatan pendarat yang modern, memiliki mobilitas tinggi, dan siap melaksanakan operasi dari laut menuju sasaran di darat.

24 September 2026

12 Ranpur AAV Gelombang Pertama Tiba, Korps Marinir Perkuat Kemampuan Operasi Amfibi

24 September 2026

Kedatangan 12 ranpur AAV7 untuk Korps Marinir di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta). Sebanyak 12 unit Ranpur Amfibi AAV tiba di Indonesia dan menjalani proses pembongkaran di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/09/2026). Kedatangan tahap pertama ini menjadi bagian dari pemenuhan 35 unit AAV untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.


Kedatangan Ranpur disambut Aslog Pangkormar Brigadir Jenderal TNI (Mar) Efhardian, M.Tr.Opsla., didampingi Sahli A Bid Ops Pangkormar Kolonel Marinir Didiet Hendra Wijaya, M.Mp., Danmenkav 1 Marinir Kolonel Marinir Agus Setiyo Budi, M.Tr.Opsla., serta Danyon Ranratfib 1 Marinir Letkol Marinir Muhan Solihan, M.M.Tr.Opsla. Rombongan meninjau kondisi dan proses penerimaan Ranpur yang kemudian diturunkan ke truk oplegger untuk diberangkatkan ke Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, dengan sistem pengikatan guna menjamin keamanan selama perjalanan.


Kehadiran AAV menjadi tonggak penting bagi Korps Marinir setelah sebelumnya menerima 10 unit LVT-7A1 dari Korea Selatan pada 7 Desember 2009. Sebagai kendaraan pendarat amfibi, AAV memperkuat kemampuan pasukan dalam melaksanakan operasi dari laut menuju pantai hingga mencapai sasaran di darat.


AAV dirancang membawa pasukan melintasi zona tempur perairan dan mampu menghadapi gelombang serta arus hingga Sea State 5. Ranpur ini menggunakan mesin Cummins V903 berdaya 525 horsepower, memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, tinggi 3,26 meter, dan bobot 23 ton, dengan kecepatan hingga 15 km/jam di laut dan 75 km/jam di darat.


AAV diawaki tiga personel dan mampu membawa 21 prajurit infanteri Marinir beserta perlengkapan siap tempur. Kehadirannya bukan sekadar penambahan alutsista, tetapi juga meningkatkan mobilitas laut ke darat, perlindungan lapis baja, daya angkut pasukan, dan kecepatan manuver dalam mendukung kemampuan amfibi Resimen Kavaleri Korps Marinir di negara kepulauan.


Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menegaskan bahwa kehadiran AAV akan semakin memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir, khususnya

28 Agustus 2026

BrahMos Memasuki Tahap Akhir Pengiriman

28 Agustus 2026

Pengiriman rudal tahap terakhir ke Filipina (photos: Reddit)

Sistem rudal BrahMos dilaporkan sedang dikirim ke Filipina seiring dengan hampir rampungnya pengiriman tahap akhir dalam kesepakatan pertahanan pesisir.

Sistem ini merupakan bagian dari kontrak India untuk memasok baterai pertahanan pesisir BrahMos kepada Manila.


Pengiriman terbaru ini menandakan bahwa proses penyerahan sedang memasuki tahap akhir.

Pengerahan ini akan memperkuat kemampuan pertahanan pesisir anti-kapal jarak jauh Filipina.

Kesepakatan ini juga menyoroti peningkatan ekspor pertahanan India serta kemitraan strategisnya dengan Filipina.

22 Agustus 2026

Kabaharwathan Kemhan Tinjau kemampuan Harwat Ranpur PT 76 M di PT Lumindo Artha Sejati Surabaya

22 Agustus 2026

Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Ranpur PT 76 M Marinir TNI AL (photos: Korps Marinir)

Kabaharwathan Kemhan Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, ST., M.Tr. Opsla, IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng.melaksanakan kunjungan kerja ke PT Lumindo Artha Sejati dalam rangka meninjau secara langsung fasilitas dan kemampuan industri pertahanan dalam mendukung Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Matra Laut, khususnya Ranpur PT 76 M Marinir TNI AL.


Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi dan validasi terhadap kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, peralatan kerja dan alat uji, metode pemeliharaan, pengelolaan suku cadang, serta dukungan purnajual yang dimiliki PT Lumindo Artha Sejati.


Kabaharwathan menegaskan pentingnya mendorong industri pertahanan nasional agar tidak hanya berperan sebagai pelaksana pengadaan dan pemasangan suku cadang, tetapi secara bertahap mampu menjadi mitra strategis TNI dan Kemhan dalam membangun kemandirian Harwat Alpalhankam nasional.


Melalui kunjungan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Kemhan, TNI, dan industri pertahanan nasional dalam meningkatkan kesiapan operasional Alpalhankam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dukungan luar negeri.

19 Agustus 2026

Terima Kunjungan SIG Sauer, Jajaki Modernisasi Persenjataan Korps Marinir

19 Agustus 2026

SIG Sauer lakukan kunjungan kehormatan ke Korps Marinir (photo: Korps Marinir)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Executive President SIG Sauer Inc. USA Amaro Goncalves dan Director Global Defence Jonatan Edward Abramovic beserta rombongan melaksanakan courtesy call kepada Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. dalam rangka mempererat hubungan serta menjajaki peluang kerja sama di bidang teknologi dan modernisasi persenjataan prajurit Korps Marinir. Kegiatan berlangsung di Gedung Neptunus, Mabesal Cilangkap, Jakarta, Kamis (13/08/2026).

M18 pistol kaliber 9 mm USMC (photo: SIG Sauer)

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk bertukar informasi mengenai perkembangan teknologi persenjataan modern, khususnya senjata perorangan dan persenjataan ringan yang memiliki tingkat keandalan, akurasi, ergonomi, serta fleksibilitas tinggi guna mendukung kebutuhan prajurit Marinir dalam melaksanakan berbagai tugas operasi.

SIG Sauer MCX yang dipakai pasukan komando Royal Marine (photo: Gold Troop)

Dalam kesempatan tersebut, Pangkormar menyambut baik kunjungan perwakilan SIG Sauer Inc. USA dan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi persenjataan perlu terus diikuti guna mendukung peningkatan kemampuan tempur dan kesiapan prajurit Korps Marinir. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang komunikasi dan kerja sama yang konstruktif dalam pengembangan serta modernisasi persenjataan sesuai kebutuhan operasional Korps Marinir.

SIG Sauer NGWS yang digunakan USMC (photo: SIG Sauer)

Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Korps Marinir untuk memperoleh informasi dan wawasan mengenai perkembangan persenjataan modern, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kemampuan prajurit, baik dari aspek ketepatan, daya guna, maupun efektivitas penggunaan senjata di medan tugas.

SIG Sauer Mk22 sniper US Army (photo: SIG Sauer)

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan profesional, serta diakhiri dengan pemberian cendera mata dan foto bersama sebagai dokumentasi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asrena Pangkormar, Dandenma Mako Kormar, Danyon Roket 1 Marinir, Korsmin Pangkormar, rombongan SIG Sauer Inc. USA, serta rombongan PT Prawira Indodarma.

13 Agustus 2026

Kunjungan Kerja Komandan Batalyon Ranratfib 2 Marinir Di Skuadron Udara 700 Puspenerbal

13 Agustus 2026

Kunjungan kerja Komandan Batalyon Ranratfib 2 Marinir di Skuadron Udara 700 Puspenerbal (photos: PasMar2)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Surabaya). menyongsong era modernisasi Alutsista berbasis teknologi ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) Komandan Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar), Mayor Mar Ferry Prasetiadi menyambangi Skuadron Udara 700 Puspenerbal yang merupakan satuan khusus Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di bawah jajaran Wing Udara 2 Puspenerbal yang berlokasi di Juanda Surabaya Jawa timur. Senin (10/08)


Langkah strategis ini diambil untuk mempelajari dan menyerap kapabilitas teknologi drone intai guna memperkuat referensi kebutuhan taktis Kavaleri Marinir di medan operasi.


​Kegiatan ini selaras dengan misi komandan, yaitu membangun batalyon yang profesional, berkarakter, modern dan siap terintegrasi dengan teknologi mutakhir.

06 Agustus 2026

Korps Marinir Adakan Kajian Meriam Howitzer 105mm LG1 MK III

06 Agustus 2026

Presentasi howitzer 105 mm LG1 MK III (photo: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Jakarta) -- Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., berkenan menerima Presentasi dan Diskusi Teknis Meriam Howitzer 105 mm LG1 MK III produk KNDS Prancis yang berlangsung di Golf Driving Range Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (03/08/2026).

Pada kegiatan tersebut, Pangkormar didampingi Kepala Staf Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Suherlan, Ir. Kormar, Komandan Pasmar 1 yang diwakili oleh Aslog Danpasmar 1, Asrena Pangkormar, Aster Pangkormar, Sahli A Bidang Operasi Kormar, Waaslog Kormar, Waasrena Kormar, Kadisenlekal Kormar, Danmenart 1 Mar, serta Danyon Howitzer 1 Mar.


Kegiatan diawali dengan pemaparan oleh Direktur PT Lentera Sumber Makmur Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo mengenai kemampuan, spesifikasi teknis, serta perkembangan teknologi Meriam Howitzer 105 mm LG1 MK III. Sistem senjata artileri medan ringan ini memiliki mobilitas tinggi, bobot yang ringan, laju tembak yang optimal, serta dirancang untuk memberikan dukungan tembakan secara efektif dalam berbagai operasi tempur.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung interaktif, dibahas berbagai aspek teknis, operasional, hingga dukungan logistik dan pemeliharaan sistem senjata. Kegiatan ini menjadi sarana bertukar informasi dan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi alutsista modern yang dapat menjadi bahan kajian dalam mendukung peningkatan kemampuan tempur Korps Marinir TNI Angkatan Laut.


Pada kesempatan tersebut, Pangkormar menekankan bahwa setiap pengembangan kemampuan tempur Korps Marinir harus didukung oleh alutsista yang modern, andal, dan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan. Oleh karena itu, setiap pemaparan teknologi pertahanan harus dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kemampuan tempur, interoperabilitas, dukungan logistik, pemeliharaan, serta efektivitas penggunaannya dalam mendukung pelaksanaan tugas Korps Marinir di masa mendatang.

Melalui kegiatan ini, Korps Marinir terus berupaya mengikuti perkembangan teknologi pertahanan modern sebagai bagian

04 Agustus 2026

Thailand Tawarkan 36 Kendaraan Tempur Amfibi untuk Korps Marinir Indonesia

04 Agustus 2026

AWAV 8x8 Korps Marinir Thailand (photos: Reddit)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Thailand menawarkan pasokan 36 kendaraan tempur amfibi beroda (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) untuk memperkuat alutsista Korps Marinir Indonesia. 

Tawaran tersebut menjadi salah satu usulan kerja sama yang disampaikan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). 

Menurut Anutin, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Thailand perlu diperluas, tidak hanya dalam bentuk latihan militer bersama, tetapi juga melalui pengembangan industri pertahanan. 

“Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan. Thailand siap memasok 36 kendaraan tempur amfibi beroda (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia,” ujar Anutin. 

AWAV 8x8 Korps Marinir Thailand (photos: Chaiseri)

Ia mengatakan kendaraan tempur tersebut saat ini telah digunakan secara aktif oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand sehingga dinilai memiliki kemampuan operasional yang telah teruji.

“Model ini saat ini digunakan secara aktif oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand. Saya sangat berterima kasih karena Anda telah memberikan kesempatan bagi produk kami untuk digunakan di negara Anda,” katanya. 

Selain menawarkan kendaraan tempur, Anutin juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam Defence and Security Expo yang akan diselenggarakan di Thailand pada November tahun depan. Pameran tersebut diharapkan menjadi ajang memperluas kerja sama industri pertahanan kedua negara. 

Di bidang pertahanan, Anutin mengatakan hubungan militer Indonesia dan Thailand selama ini telah berjalan erat. Menurutnya, kedua negara akan terus melanjutkan latihan militer bersama secara berkala, pertukaran informasi, serta memperkuat kerja sama keamanan maritim. 

AWAV 8x8 Korps Marinir Thailand (photos: Chaiseri)

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum berkunjung ke Indonesia, para pejabat tinggi militer Thailand menyampaikan bahwa Prabowo merupakan sosok yang sangat dihormati di kalangan militer Thailand.

“Banyak jenderal muda kami mengagumi perjalanan dan kiprah Anda. Mereka semua ingin ikut bersama rombongan saya untuk bertemu langsung dengan Anda hari ini,” ujar Anutin. 

Sebagai bentuk penghormatan, Anutin mengatakan dirinya membawa tanda jasa dari Angkatan Darat Thailand yang akan dianugerahkan kepada Prabowo. 

“Karena itu, saya membawa beberapa medali yang dengan sepenuh hati ingin diberikan oleh Angkatan Darat kami kepada Anda, karena Anda adalah tokoh militer yang sangat mereka hormati,” katanya. 

AWAV 8x8 Korps Marinir Thailand (photos: Chaiseri)

Anutin berharap penguatan kerja sama di bidang pertahanan, termasuk peluang penggunaan produk industri pertahanan Thailand oleh Indonesia, dapat semakin mempererat hubungan strategis kedua negara yang telah ditingkatkan menjadi kemitraan strategis sejak tahun lalu. 

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengatakan mengusulkan peningkatan kerja sama melalui penambahan frekuensi maupun kualitas latihan militer bersama antara angkatan bersenjata Indonesia dan Thailand. Selain itu, ia juga mendorong peningkatan program pertukaran perwira untuk pendidikan dan pelatihan. 

“Kita harus memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan. Kita juga perlu meningkatkan jumlah dan tingkat latihan bersama antara angkatan bersenjata kedua negara, serta memperbanyak pertukaran perwira dalam pendidikan dan pelatihan,” katanya. 

Tak hanya itu, Prabowo juga menilai peluang kerja sama ekonomi perlu terus diperluas, khususnya melalui perdagangan, investasi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.

AWAV 8x8 Korps Marinir Thailand (photos: MGRonline)

Selain kerja sama ekonomi, Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi di bidang teknologi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi digital akan menjadi salah satu faktor penentu masa depan dunia sehingga Indonesia dan Thailand perlu memperkuat sinergi di sektor tersebut. 

Di sisi lain, Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya mempererat konektivitas dan hubungan antarmasyarakat (people-to-people ties) sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral. 

Prabowo optimistis penguatan kerja sama di berbagai bidang tersebut tidak hanya akan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Thailand, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara. 

“Kita dapat memperkuat kemitraan bilateral sekaligus memberikan kontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan,” tutup Prabowo.

26 Juli 2026

Prajurit Menkav 1 Marinir Asah Kemampuan Menembak Tank dalam LSD II TW II TA 2026

26 Juli 2026

Latihan menembak menggunakan tank BMP-3F dan PT-76M Korps Marinir (photos: PasMar1)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Sukabumi) -- Prajurit Resimen Kavaleri 1 Marinir (Menkav 1 Mar) melaksanakan Latihan LSD II Triwulan II TA 2026 di Subdenharrahlat Kostrad, Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (19/07/2026).


Dalam latihan tersebut, prajurit melaksanakan materi menembak menggunakan Tank PT-76(M) dan ranpur BMP-3F sebagai upaya meningkatkan profesionalisme, kemampuan tempur, serta keterampilan mengoperasikan sistem persenjataan kendaraan tempur.


Selain meningkatkan akurasi menembak, latihan ini juga menjadi sarana menjaring kader penembak tank yang diproyeksikan menjadi personel andal di masa mendatang. 


Melalui kegiatan ini diharapkan lahir prajurit yang profesional, tangguh, dan siap mendukung pelaksanaan tugas Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

20 Juli 2026

Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) Yonif 11 Marinir - Pasmar 3

20 Juli 2026

Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) Batalyon Infanteri 11 Marinir (photos: Yonif 11 Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Sorong) -- Batalyon Infanteri 11 Marinir melaksanakan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPK) TW II TA 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 17 Juli 2026 di kawasan Bandara Segun, Distrik Segun, Kabupaten Sorong, selama lima hari penuh. Jum’at (17/07/2026)


Latihan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan tempur prajurit Yonif 11 Marinir dalam menguasai berbagai sistem persenjataan andalan Korps Marinir. Senjata yang digunakan meliputi Senjata Mesin Sedang (SMS), Senjata Mesin Ringan (SMR), Mortir 60, Mortir 81, serta Rocket-Propelled Grenade (RPG).


Dengan medan latihan yang menantang, para prajurit menunjukkan disiplin, ketepatan, dan koordinasi yang tinggi dalam setiap materi latihan. Rentetan tembakan dan ledakan yang terdengar dari area latihan menjadi bukti nyata kesiapsiagaan prajurit petarung Yonif 11 Marinir dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman di medan operasi.


Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis menembak, tetapi juga memperkuat mental tempur, kepercayaan diri, dan profesionalisme prajurit. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan faktor keamanan personel maupun material sesuai prosedur yang berlaku.


Ditempat yang sama Komandan Batalyon Infanteri 11 Marinir Letnan Kolonel Marinir Deni Kusmana “Latihan Perorangan Kesenjataan ini merupakan bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit. Saya menekankan kepada seluruh prajurit Yonif 11 Marinir agar melaksanakan setiap materi latihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan mengutamakan faktor keamanan. Kuasai setiap sistem persenjataan yang diamanahkan, karena kemampuan tersebut akan menjadi bekal utama dalam menghadapi setiap tugas operasi demi kejayaan Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, bangsa, dan negara” ujarnya.