28 Agustus 2026

BrahMos Memasuki Tahap Akhir Pengiriman

28 Agustus 2026

Pengiriman rudal tahap terakhir ke Filipina (photos: Reddit)

Sistem rudal BrahMos dilaporkan sedang dikirim ke Filipina seiring dengan hampir rampungnya pengiriman tahap akhir dalam kesepakatan pertahanan pesisir.

Sistem ini merupakan bagian dari kontrak India untuk memasok baterai pertahanan pesisir BrahMos kepada Manila.


Pengiriman terbaru ini menandakan bahwa proses penyerahan sedang memasuki tahap akhir.

Pengerahan ini akan memperkuat kemampuan pertahanan pesisir anti-kapal jarak jauh Filipina.

Kesepakatan ini juga menyoroti peningkatan ekspor pertahanan India serta kemitraan strategisnya dengan Filipina.

10 komentar:

  1. Negara Sultan nih M 😁 πŸ€‘
    Non Stop Mblonjo aka shopping πŸ€—πŸ˜˜
    8 new FFM upgraded Mogami class frigate, dengan sebagian dibangun di lokal 🀩πŸ₯°

    Indonesia eyes Japan's Upgraded Mogami-class frigates during trilateral defense talks with Australia

    https://x.com/ArmyRecognition/status/2092897330177491060

    BalasHapus
    Balasan
    1. Negara Sultan = semua negara mepet sambil bawa upeti dan harapan untuk kerjasama atau belanja barangnya 😎

      Dari Indihe, Jerman, Korea, Tiongkok, amrik, japan, dll

      Hapus
    2. 6 FREMM, 3-4 PPA/MPC, 4 AH140, 8 New FFM, 2 SIGMA 10513 dan 4 I-class. Masih kurang 8 fregat lagi. Asagiri dan fregat PLAN?

      Hapus
  2. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
    --------------------------------------------
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
    --------------------------------------------
    • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
    --------------------------------------------
    • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  3. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
    --------------------------------------------
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
    --------------------------------------------
    • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
    --------------------------------------------
    • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  4. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
    --------------------------------------------
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
    --------------------------------------------
    • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
    --------------------------------------------
    • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------
    Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
    Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
    Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
    Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
    -
    Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
    Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
    Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
    Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    -
    Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
    Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
    Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.



    BalasHapus
  5. ini BrahMos yg mao dipasang deket sabah yak, pantesan pmx MeWeK😭 ..ternyata gde banget gentongnye haha!πŸš€πŸ¦ΎπŸ˜±

    BalasHapus
  6. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
    --------------------------------------------
    • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
    • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
    • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
    • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
    • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
    • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
    --------------------------------------------
    • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
    • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
    • Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
    • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
    --------------------------------------------
    • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
    • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
    --------------------------------------------
    DEFENSE INDUSTRY (MDIC/MIDES) =
    FRAGMENTED ECOSYSTEM
    NO ENFORCEABLE BLUEPRINT
    SKILLED MANPOWER SHORTAGE
    --------------------------------
    PRODUCTION CAPACITY =
    LICENSED ASSEMBLER ONLY
    NO FULL-SPECTRUM DEVELOPER
    M4 CARBINE (ASSEMBLY ONLY) vs SS2/SAR-21 (INDIGENOUS)
    --------------------------------
    R&D & TECHNOLOGY =
    UNDERFUNDED INNOVATION
    NASCENT CMS & SENSORS
    AI & CYBER WARFARE GHOST PROJECTS
    --------------------------------
    FOREIGN OEM DEPENDENCE =
    SU-30MKM (RUSSIA)
    FA-50 (SOUTH KOREA)
    SCORPÈNE (FRANCE)
    --------------------------------
    STRATEGIC VULNERABILITY =
    ZERO INDIGENOUS MISSILE
    NO LOCAL RADAR PRODUCTION
    NO DOMESTIC ARMORED DESIGN
    --------------------------------
    POLICY & EXECUTION =
    BUDGET CONSTRAINTS
    POLITICAL DISCONTINUITY
    FAILED 15-TO-5 TRANSFORMATION
    --------------------------------
    IMPACT ANALYSIS =
    TOTAL LOGISTIC DEPENDENCY
    EMBARGO THREAT VULNERABILITY
    ASPIRATIONAL BUT NOT OPERATIONAL
    --------------------------------
    DEFENCE WHITE PAPER (DWP) 2019 =
    AMBITIOUS 10-YEAR ROADMAP
    UNIMPLEMENTED DRAFT
    PAPER-BASED STRATEGY ONLY
    --------------------------------
    CREDIBILITY GAP =
    POLICY vs REALITY MISMATCH
    FAILED CAPACITY PLAN
    SLOW CYBER/AIR PROGRESS
    --------------------------------
    LCS PROJECT SCANDAL =
    RM9 BILLION VANISHED
    ZERO SHIP DELIVERED (2025)
    MANAGEMENT NIGHTMARE
    --------------------------------
    OPERATIONAL STAGNATION =
    GBAD SYSTEM UNFUNDED
    HMAV APPROVAL STALL
    RELIANCE ON ANCIENT PLATFORMS
    --------------------------------
    POLITICAL INSTABILITY =
    GOVERNMENT CHANGE (2020-2022)
    DISRUPTED PLANNING CYCLES
    ABANDONED PROGRAMS
    --------------------------------
    INSTITUTIONAL WEAKNESS =
    DIFFUSED ACCOUNTABILITY
    NO CENTRALIZED ENFORCEMENT
    BUREAUCRATIC INERTIA
    --------------------------------
    AUDIT & TRANSPARENCY =
    REDACTED AUDIT REPORTS
    ENFORCEMENT FAILURE
    SYSTEMIC INEFFICIENCY
    --------------------------------
    IMPACT ANALYSIS =
    CREDIBILITY COLLAPSE
    MISSED MODERNIZATION TIMELINES
    CAPABILITY GAP WIDENING

    BalasHapus
  7. Manakala INDIANESIA warganya Lagi DEMO di Depan DPR sekarang... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus