30 September 2023

Puspenerbal Dapatkan 1 Unit UAS Camcopter S-100

30 September 2023

Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Puspenerbal melaksanakan Demo Terbang Schiebel Camcopter S-100 dalam Penutupan Pelatihan Unmanned Air System (UAS) di Shelter Skuadron Udara 700 (all photos : Puspenerbal)

Danpuspenerbal Tutup Training UAS dan Cek Kemampuan Terbang Drone baru Ron 700

TNl AL-Dispen Puspenerbal -- Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda TNl Dr. Imam Musani menutup Training Unmanned Air sytem (UAS) Schiebel Camcopter S-100 dan mengecek kemampuan operasional terbang Pesud Drone baru Skuadron 700 Wing Udara 2 Puspenerbal, Jumat (29/9/2023).

Closing Event Training UAS Schiebel Camcopter S-100 dan uji terbang Drone baru tersebut, digelar di Shelter 700 Wing Udara 2 Puspenerbal, Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda.


Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Wadan Puspenerbal Laksma TNI Bayu Alisyahbana, Irpuspenerbal Kolonel Laut (T) Bambang Yunianto, Dirrenbang, Dirops, Dirlog, Dirlambangja, Danwing Udara 2, Danlanudal Juanda, Dankolat Penerbal, Kafasharkan Pesud Puspenerbal dan Komandan Skuadron 700 Wingud 2 Juanda.

Sementara dari pihak Mitraco sebagai mitra dalam pelaksanaan training tampak hadir Wolf-Dieter Grosse, CEO Mitraco, Lukas Schmidt, Customer Programme Manager Schiebel, Frans Widyanata, Kuasa Usaha Mitraco dan bebe roaa staf Mitraco lainnya.


Hadir juga Crew Training UAS Schiebel Camcopter S-100 yaitu, Mayor Laut (P) Agus Bakhrudin, Kapten Laut (P) Ruben Tabuni, Kapten Laut (E) Ande Wiyanga, Lettu Laut (T) Henkky Muharrajun Nasaf, Letda Laut (P) Oscar Panji Sapta Nugraha, Serda MPU Agung Prayoga, Serda MPU Dedek Karisma Barus, Serda MPU Leonardo Pardosi, Serda LPU Irfan Naufal Massar, Klk Syarif LPU M. Syarifuddin, Mr. Christopher Stefan Benczak (For Operator Class) dan Mr. Jeffrey Alan Metzger (For Operator Class)

Komandan Puspenerbal mengatakan, sejak tanggal 11-28 September 2023, telah dilaksanakan kegiatan technical support satu unit Unmanned Serial Vertical take off landing maritim surveillance system yang diikuti 10 personel Skuadron Udara 700 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda.


"Saya ucapkan terimakasih atas kehadiran tim technical support di Puspenerbal. Kehadiran tim ini merupakan bukti nyata dukungan luar biasa dari pabrikan UAS Camcopter S-100 terhadap kemajuan kemampuan maritim surveillance penerbangan TNl AL," terangnya.

Penambahan satu unit alutsista berupa UAS camcopter S-100 dengan kemampuannya yang canggih lanjut Imam, tentunya akan meningkatkan kemampuan Skuadron 700 Wingud 2 Puspenerbal untuk memantau dan mengamankan perbatasan maritim.

"lni tidak hanya meningkatkan keamanan nasional, tetapi juga akan berkontribusi besar pada pengamanan SDA maritim Indonesia," terangnya.


Kepada para peserta pelatihan lanjutan UAS Camcopter S-100, Imam -sapaan akrab Danpuspenerbal ini- menekankan agar ilmu yang telah didapat dalam pelatihan, dapat diterapkan dan ditingkatkan, mengingat pentingnya perawatan dan pemeliharaan yang cermat oleh para personel pengawak yang berdedikasi untuk memastikan Camcopter S-100 dapat beroperasi setiap saat.

"Saya instruksikan kepada para personel Skuadron 700 yang terlibat dan bertanggung jawab dalam pengoperasiannya, untuk mempertahankan dan meningkatkan standar profesionalismenya, sehingga alutsista ini selalu dalam kondisi siap dalam melaksanakan dukungan operasi TNl AL," pintanya.

Collins Elbit Vision Systems Awarded JHMCS Contract for Indonesia and Other Countries

30 September 2023

Join Helmet Mounted Cueing System-JHMCS (photo : Collins Aerospace)

Collins Elbit Vision Systems, Fort Worth, Texas, was awarded a $25,837,392 firm‐fixed‐price, requirements contract for the Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS) repairs. This contract provides for the repair and maintenance of the JHMCS hardware and equipment. Work will be performed in Talladega, Alabama; and Fort Worth, Texas, and is expected to be completed by Sept. 28, 2026. 

This contract involves Foreign Military Sales to Australia, Belgium, Canada, Chile, Colombia, Denmark, Egypt, Finland, Greece, Indonesia, Iraq, Japan, Korea, Morocco, Netherlands, Norway, Oman, Pakistan, Poland, Portugal, Romania, Singapore, Switzerland, Taiwan, and Thailand.

JHMCS II (photo : Elbit Syatems)

This contract was a sole-source acquisition. No funds are being obligated at the time of award. The Air Force Sustainment Center, Robins Air Force Base, Georgia, is the contracting activity (FA8539‐23‐D‐0003).

France Renews Its Offer to Philippine Navy

30 September 2023

Scorpene class submarine and projected submarine in the region for 2030 (image : naval News)

France to help in dev't of PH submarine force

MANILA – France has reiterated its support to the ongoing Armed Forces of the Philippines Modernization Program (AFPMP) including the development of the country's submarine force, the Department of National Defense (DND) said Wednesday.

This came following French Ambassador-designate Marie Fontanel-Lassalle's introductory call to DND Secretary Gilberto C. Teodoro Jr. on Sept. 14.

"Emphasizing France’s role as a partner in the Indo-Pacific region, Ambassador-designate Fontanel reiterated France’s offer to support the AFPMP, including (French defense manufacturer) Naval Group’s readiness to assist in building a Philippine submarine force," DND spokesperson Arsenio Andolong said in a statement.

Andolong was referring to the Naval Group's commitment to help the Philippine Navy (PN) develop Subic Bay in Zambales into a modern base capable of handling submarine operations should it win the contract for the construction and delivery of the warship capable of submersible operations.

Subic Bay Naval Base, Zambales (image : GoogleMaps)

The PN has earlier announced that Subic Bay will be the location of its submarine base.

This includes proposals for docks capable of handling more than two submarines and surface ships needed to support the growth of the force, operation zones for the squadron's command center, maintenance yards and logistics depots, and the Philippine Submarine Force Training Center that includes classrooms and simulators.

Naval Group is also the manufacturer of the Scorpene diesel-electric submarine which is included on the list of preferred submarine platforms of the country and was evaluated by Filipino naval and defense officials in 2019.

Under the AFPMP, the country is planning to acquire two to three submarines.

France earlier expressed its interest to participate in the ongoing AFPMP, especially on Horizon 3 which is geared towards the acquisition of equipment for external defense.

Horizon 3 is slated for 2023 up to 2028 while Horizon 2 is from 2018 to 2022 and Horizon 1 from 2013 to 2017.

The DND official also said the French Ambassador-designate is looking forward to the continued improvement of the two countries' relations following the recent opening of the French Embassy's Defense Mission.

(PNA)

Kemhan-Safran Tandatangani Offset Hammer Smart Weapon

30 September 2023

Safran Hammer Smart Weapon (all infographic : Safran)

Penandatanganan Offset Agreement Pengadaan Hammer Smart Weapon

Jakarta --- Bertempat di Ditjen Pothan Kemhan Gd. R. Suprapto, Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Mohammad Fadjar. MPICT., memimpin pelaksanaan penandatanganan Offset Agreement Pengadaan Hammer Smart Weapon dengan penyedia Safran Electronic & Defence yang diwakili oleh Mr. Andrea Bianchini, Managing Director for Offset & Industrial Cooperation.


Kegiatan ini dihadiri oleh Sesditjen Pothan Kemhan, Dir Tekindhan Ditjen Pothan Kemhan, Kasubdit IDKLO Dittekindhan , perwakilan Pusalpalhan Baranahan Kemhan dan Tim Safran Electronic & Defence Perancis.


Melalui Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, ofset menjadi kewajiban dalam setiap pengadaan alpalhankam dari luar negeri.


Ofset pertahanan merupakan salah satu langkah pemerintah dalam upaya membangun kemandirian Industri Pertahanan dan peningkatan kualitas SDM bidang pertahanan.


Dengan mekanisme ofset diharapkan Industri Pertahanan dapat meraih teknologi pertahanan yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi alpalhankam untuk kemandirian Industri Pertahanan di masa mendatang, serta Pembangunan SDM pertahanan melalui pengembangan pendidikan.


Ofset merupakan implementasi paradigma belanja pertahanan menjadi investasi pertahanan. Pengadaan Hammer Smart Weapon merupakan salah satu pengadaan dengan ofset pertahanan yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan, dalam pengembangan industri pertahanan bidang amunisi kaliber besar dan bidang pengembangan Pendidikan SDM Pertahanan.

29 September 2023

Australian Army’s MRH 90 Taipans Will Not Fly Again Before They’re Replaced by UH-60M Black Hawks

29 September 2023

Australian Army’s MRH 90 Taipan helicopter (photo : ADF)

Army helicopter fleet update

The Australian Defence Force’s MRH-90 Taipan helicopters will not return to flying operations before their planned withdrawal date of December 2024.

The Government remains focused on the introduction into service of the new fleet of UH‑60M Black Hawk helicopters. The first three Black Hawks have arrived in Australia and commenced flying in September, with remaining Black Hawks continuing to be delivered.

The Australian Defence Force will continue to operate its CH-47F Chinooks, Tigers and MH‑60R Seahawks. Together, these helicopters will continue to provide a robust and ready aviation capability to the Australian people.

From 2025, the new AH-64E Apache helicopters will also be introduced into service for the Australian Army.

To help mitigate further impacts on Army’s operations and training, the Government has been exploring options to accelerate the delivery of Black Hawks to Australia and for aircrew training with our international partners.

The MRH-90 Taipan workforce is highly skilled and Defence is working with industry partners to ensure they are supported through the capability transitional period.

Today’s announcement does not presuppose or any way suggest the outcome of the investigations into the tragic incident on 28 July, where an MRH-90 Taipan impacted waters near Lindeman Island, Queensland during Exercise Talisman Sabre.

As the Government made clear at the time, Defence would not fly this platform until investigations into that incident were complete.

The advice provided to Government has outlined these ongoing investigations are likely to continue well into 2024.

Uji Kesiapan Tempur, KRI Surik-645 Laksanakan Latihan Penembakan Permukaan

29 September 2023

KRI Surik 645 Kapal Cepat Rudal kelas KCR-40M (photo : Foggy)

TNI AL, Koarmada I, Tanjungpinang  -- KRI Surik-645 di bawah jajaran Koarmada I melaksanakan latihan internal kapal. Latihan yang dilaksanakan yakni latihan GUNEX atau penembakan dengan sasaran permukaan terapung. Latihan ini digelar di perairan Selat Riau.


Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji kesiapan kesenjataan pada umumnya dan mempertahankan serta meningkatkan kemampuan tempur personel KRI Surik-645 pada khususnya.

Senjata yang digunakan pada Latihan ini yaitu, Meriam utama 30 mm Seahawk dan Meriam 12,7 mm pada jarak maksimal 2 Nm sebanyak 3 Round.

Hasil penembakan 100 butir amunisi Meriam 30 mm berjalan lancar dengan Mode Single Shot dan Continues Burst High Rate, Perkenaan tepat sasaran.

Adapun Mer 12,7 mm menembakan sejumlah 200 butir amunisi dengan lancar. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan tempur persenjataan KRI Surik-645 dalam keadaan siap operasional.

Latihan ini merupakan perintah dari Pangkoarmada I, Laksda TNI Achmad Wibisono agar para Komandan KRI selalu melaksanakan pembinaan prajurit saat melaksanakan tugas operasi.

Hal ini selaras dengan Program Prioritas Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, tentang Penyiapan unsur yang memiliki Daya Gempur dan Daya Gentar Tinggi serta pembinaan SDM yang Profesional.

(KoArmada1)

Germany Lifts Embargo on Philippine Guarani

29 September 2023

Philippine version of Guarani 6x6 presented at LAAD 2023 (photo : Tecnodefesa)

This week, after months of negotiations between the parties involved (governments and companies), Germany, through the Government Office for Export Control (Bundesamt für Wirtschaft und Ausfuhrkontrolle – BAFA), lifted the embargoes on the six components manufactured in its country and used by the 6X6 Guarani medium wheeled armored personnel carrier (VBTP-MSR), allowing its export to the Philippines.

The embargoed components were Ballistic steel, Anti-mine ballistic protection plates, Periscopes models M17 (driver) and M45 (commander), CV axle shafts, Transmission, and Cooling system fan (FAN) were all manufactured by the German company.

Iveco Defence Vehicles (IDV), which has already produced five units, plans to ship these vehicles in the coming weeks, as soon as customs procedures are completed, and the rest of the 23 are already in production.

See full article Tecnodefesa

28 September 2023

Kapal Selam Kelas Matchanu : 86 Tahun Sejarah Kapal Selam Angkatan Laut Kerajaan Thailand

28 September 2023

Kapal selam kelas Matchanu (photo : Royal Thai Navy)

4 September, Hari Kapal Selam Thailand

Kembali ke 4 September 1937, Perusahaan Mitsubishi kota Kobe Jepang yang merupakan perusahaan kontraktor pembangunan 4 kapal selam untuk Royal Thai Navy. Dua kapal selam pertama selesai dibangun: HTMS Matchanu dan HTMS Wirun. Setelah itu, dilakukan upacara penyerahan kedua kapal selam tersebut kepada Angkatan Laut Kerajaan Thailand.

Ini dianggap sebagai hari penting lainnya dalam sejarah Angkatan Laut. dan setelah perusahaan Pembangunan keempat kapal selam telah selesai dan kapal telah dikirim ke Angkatan Laut Kerajaan Thailand. Kapal Kerajaan Matchanu, Kapal Kerajaan Virun, HTMS Sinsamut dan HTMS Phlai Chumphon Ia berangkat dari Jepang pada tanggal 5 Juni 1938 dan tiba di Thailand pada tanggal 29 Juni 1938 sendirian, tanpa kapal pengawal. yang mengejutkan banyak orang Jepang dan Amerika. Sebab, kapal selam kecil seperti ini akan memiliki kapal pengawal di luar negeri. Ini merupakan simbol keberanian dan kemampuan personel kapal selam AL Thailand.

Kapal selam kelas Matchanu (image : santiparp12)

Untuk keempat kapal selam, HTMS Matchanu, Kapal Kerajaan Virun, Kapal Kerajaan Sinsamut dan Kapal Kerajaan Plai Chumphon Itu adalah gelar kerajaan yang dianugerahkan pada tanggal 30 Agustus 1937.

Kapal Kerajaan Matchanu (HTMS Matchanu) Kapal nomor 1 merupakan nama kerajaan yang dianugerahkan. Berasal dari nama tokoh sastra Thailand yang mempunyai kekuatan menyelam yaitu Matchanu dari cerita Ramakien dengan Letnan Sui Noppakhun sebagai komandan kapalnya. Lunasnya diletakkan pada 6 Mei 1936 dan diluncurkan ke air pada 24 Desember 1936.

Kapal Kerajaan Wirun (HTMS Wirun) Kapal nomor 2 merupakan nama kerajaan yang dianugerahkan. Berasal dari nama tokoh sastra Thailand yang mempunyai kekuatan menyelam yaitu Wirun Jambang dari cerita Ramakien dengan Ekphon Dejdamrong sebagai panglima perahunya. Lunasnya diletakkan pada 6 Mei 1936 dan diluncurkan ke air pada 24 Desember 1936.

Kapal selam kelas Matchanu (image : santiparp12)

HTMS Sinsamut, kapal nomor 3, merupakan nama kerajaan yang dianugerahkan. Berasal dari nama tokoh sastra Thailand yang mempunyai kekuatan menyelam yaitu Sinsamut dari cerita Phra Aphai Mani, dengan Letnan Sanong Thanakom sebagai komandan kapalnya. Lunasnya diletakkan pada tanggal 1 Oktober 1936 dan diluncurkan ke air pada tanggal 14 Mei 1937.

HTMS Phlai Chumphon, kapal nomor 4, merupakan nama kerajaan yang diberikan dari nama tokoh dalam sastra Thailand yang mempunyai kekuatan menyelam yaitu Phlai Chumphon dari kisah Khun Chang Khun Phaen. Ada Letnan Sakorn Chanthaprasit, jadilah komandan kapal. Lunasnya diletakkan pada tanggal 1 Oktober 1936 dan diluncurkan ke air pada tanggal 14 Mei 1937.

Kapal Kerajaan Matchanu dan Kapal Kerajaan Wirun Selesai perakitan pada tanggal 4 September 1937, Perusahaan Mitsubishi mengadakan upacara penyerahannya kepada Angkatan Laut Kerajaan Thailand, dan membawa kru ke kapal.

Kapal selam kelas Matchanu (image : santiparp12)

Empat kapal selam Thailand Berangkat dari kota Kobe Jepang pada tanggal 5 Juni 1938, tiba di Bangkok pada tanggal 29 Juni 1938, mulai beroperasi pada tanggal 19 Juli 1938, dan beroperasi dalam Perang Indochina dengan Perancis. dan Perang Dunia II pada tanggal 30 November 1951, di mana dia ditempatkan. 

Ada operasi penting selama perang yang harus dicatat, yaitu pada saat perselisihan Indochina-Prancis pasca HTMS Thonburi dan kapal torpedo ditembak dan ditenggelamkan oleh kapal Perancis. HTMS Matchanu, Kapal Kerajaan Virun, Kapal Kerajaan Sinsamut dan Kapal Kerajaan Plai Chumphon pergi berpatroli di 4 baris di depan area Pangkalan Angkatan Laut Riam. Habiskan total 12 jam di bawah air per perahu pada siang hari. Pada malam hari, mereka berpatroli di permukaan air. Itu adalah operasi hitam terlama yang pernah ada. Tampak juga dari bukti Perancis pada Pertempuran Koh Chang bahwa Perancis sangat takut dengan empat kapal selam Thailand. Namun untuk hasil pertempuran tersebut, oleh karena itu memutuskan untuk menghindari operasi di Teluk Thailand. Rencana aksi ditetapkan untuk jangka waktu yang sangat singkat. Ketika operasi selesai, mereka segera mundur. karena takut diserang kapal selam.

Kapal selam kelas Matchanu (photo : Royal Thai Navy)

Keempat kapal selam tersebut dinonaktifkan secara bersamaan pada tanggal 30 November 1951 karena kurangnya suku cadang. Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia dan tidak diperbolehkan memproduksi senjata dan peralatan.

Pabrik baterai Thailand yang telah didirikan tidak mampu memproduksi baterai untuk digunakan di kapal. Bersamaan dengan Pemberontakan Manhattan pada tanggal 29 Juni 1951, terjadi perubahan drastis di Angkatan Laut. Ada perintah untuk membubarkan peleton kapal selam. Dipindahkan untuk bergabung dengan peleton kapal patroli pantai yang sudah mapan. Keempat kapal selam tersebut telah beroperasi di Angkatan Laut selama lebih dari 14 tahun.

Setelah dinonaktifkan, keempat kapal berlabuh di Dermaga di Sungai Chao Phraya dekat dengan Rumah Sakit Siriraj Kapal tersebut kemudian dijual ke perusahaan semen Thailand. Untuk studi dan rekayasa balik, hanya menara kendali, senjata api, dan cakupan angkatan laut yang tersisa. Itu digunakan untuk membangun model jembatan kapal. Dipajang di Museum Angkatan Laut di depan Akademi Angkatan Laut dan di Benteng Phra Chulachomklao Provinsi Samut Prakan.

Kasal Meninjau TKMS dan Melihat Langsung Kapal Selam Tipe HWD 212

28 September 2023

Background kapal selam HDW 212 menyertai kunjungan Kasal (photo : TNI AL)

TNI AL Tingkatkan Kerjasama dengan Jerman

Dalam lawatannya di Eropa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali meninjau galangan produsen Kapal Selam thyssenKrupp Marine System (tk MS), di Kiel, Jerman, Senin (25/09).

TKMS menjelaskan IDAS submarine-launched Surface-to-Air Missile (SAM) yang dapat ditembakkan dari tabung torpedo kapal selam Type 212A (photo : TNI AL)

Dalam kesempatan ini Laksamana TNI Muhammad Ali menerima penjelasan tentang produksi Submarine 212/214, pengenalan perkembangan terpedo SUT dan konfigurasi sistem senjata serta sensor pada produk kapal selam yang telah dan sedang dibangun.

Dalam kunjungan ini Kasal beserta sejumlah delegasi yang hadir berkesempatan melihat langsung salah satu unit Kapal Selam Jerman tipe HWD 212 dengan didampingi Flotila Commander RADM Sacha Rackwitz dan CEO tkMS Oliver Burkhard.

TKMS menjelaskan torpedo anti-torpedo pada kapal selam Type 212A (photo : TNI AL)

Sebelumnya, TNI AL juga baru saja mendatangkan dua unit kapal perang jenis pemburu ranjau Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) buatan Galangan Abeking and Resmussen, Lamwerder, Bremen, Jerman. Kedua KRI tersebut diberi nama KRI Fani-731 dan KRI Fanildo-732.

Upaya meningkatkan diplomasi luar negeri dengan negara - negara sahabat terus digalakkan oleh TNI AL. "Membangun kerja sama pertahanan dengan negara sahabat merupakan salah satu prioritas guna mewujudkan Jalesveva Jayamahe", tandas Laksamana TNI Muhammad Ali.

RSAF's Upgraded F-16 Take Part in Exercise Forging Sabre 2023

28 September 2023

Upgraded F-16 C/D of the RSAF and A330 MRTT during Exercise Forging Sabre 2023 at Mountain Home Air Force Base, Idaho, US (all photos : RSAF)

Exercise Forging Sabre 2023 saw the participation of our F-16 fighter aircraft and A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) with new capabilities that allowed them to be employed more efficiently in the battlefield!


The A330 Multi-Role Tanker Transport extends the airborne endurance of fighter aircraft through its refuelling capabilities. The Automatic Air-to-Air Refuelling capability of the MRTT, featured for the first time in the exercise, further enhances the efficiency of refuelling missions.


The A330 MRTT is now equipped with Automatic Air-To-Air Refuelling capabilities that makes the operation more efficient.

An Air Refuelling Operator on board the A330 MRTT conducts refuelling operations for the fighters, extending their airborne endurance (photo : RSAF)

An upgraded F-16 fighter aircraft roars into the skies, heading towards the vast training area. With its new and advanced capabilities, it is able to track and engage targets at longer distances.

While our F-16 pilots hone their skills in the air, our AFEs on the ground ensure that the aircraft stay mission ready at all times (photo : RSAF)

Our upgraded F-16s come with new and advanced capabilities that ensure that they are able to stay operationally ready and defend Singapore’s skies until the mid-2030s.

An upgraded F-16 fighter aircraft roars into the skies, heading towards the vast training area. With its new and advanced capabilities, it is able to track and engage targets at longer distances (photo : RSAF)

With the new Active Electronically Scanned Array radar, targets can be tracked and engaged at greater distances. An all-weather ground-attack capability enables the upgraded F-16s to strike targets with more capable precision munitions such as the Laser Joint Direct Attack Munition, and an enhanced air-to-air combat capability allows them to employ modern air-to-air missiles to engage a wider spectrum of air threats.


In addition, the datalink system coupled with the advanced helmet mounted display will provide the pilot with superior situational awareness that enhances safety and enables the pilot to maximise the employment of fighter aircraft weapons.

27 September 2023

Puncak Latihan Elang Ausindo 2023 Manado: Pertempuran Udara Jarak Jauh Offensive Counter Air

27 September 2023

Latma Elang Ausindo 2023 di Manado, Sulawesi Utara (all photos : TNI AU)

Latihan bersama pertempuran udara antara TNI AU dan RAAF (Royal Australian Air Force) yang dikenal sebagai "Elang Ausindo 2023" telah mencapai tahap puncaknya. Latihan ini berlangsung di Lanud Sam Ratulangi Manado pada Selasa (26/9/2023).


Dalam latihan ini, pesawat F-16 TNI AU dan F-35 RAAF bergabung sebagai Flight Gabungan untuk melaksanakan misi Offensive Counter Air (OCA) dan Defensive Counter Air (DCA). 
Keempat pesawat F-16 TNI AU terbagi menjadi dua tim, yakni tim merah dan tim biru, dan serupa halnya dengan pesawat F-35 RAAF. 
 

Pertempuran simulasi ini berlangsung dalam skenario Beyond Visual Range (BVR) atau pertempuran jarak jauh menggunakan rudal jarak sedang AMRAAM yg dimiliki kedua negara, menekankan pada pertempuran udara jarak jauh yang menuntut tingkat ketepatan dan koordinasi tinggi diantara penerbang dan Pengendali Ground Control Interceptor.


Selain itu, dalam upaya untuk memperpanjang waktu operasional, seluruh pesawat yang terlibat dalam latihan ini melakukan misi pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling) dengan menggunakan pesawat KC-30 RAAF.


Setelah pengisian bahan bakar udara ini berhasil, pesawat-pesawat tersebut melanjutkan misi operasi udara mereka dengan bahan bakar penuh.
 

Latihan bersama ini tentu saja bukan hanya tentang meningkatkan keterampilan dan kerjasama antara kedua angkatan udara, tetapi juga menjadi bukti komitmen Indonesia dan Australia dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Asia-Pasifik.


Elang Ausindo sejak tahun 1993 hingga 2023 telah sukses mencerminkan kerja sama erat antara kedua negara dalam menjaga kesiapsiagaan militer dan menghadapi tantangan keamanan yang kompleks di masa depan.

Jajaran TNI AL Kunjungi Kapal Perang Angkatan Laut India Yang Dilengkapi Rudal Brahmos

27 September 2023

INS Kolkata D63 adalah Destroyer AL India dengan panjang 163m dan berat 7.500ton (photo : TNI AL)

Berita Kolinlamil TNI AL ------- Asisten Intelijen Panglima Komando Lintas Laut Militer Kolonel Laut (T) Ariyadi dalam hal ini mewakili Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. menghadiri undangan Duta Besar India untuk berkunjung ke kapal perang Angkatan Laut India (Indian Navy Ship/INS) INS Kolkata (D63) yang tengah sandar di dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Jumat (22/9). Tampak hadir pula Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksda TNI Denih Hendrata.

INS Kolkata D-63 dilengkapi dengan 16 rudal jelajah anti kapal Brahmos yang berjarak jangkau >500km dengan sistem Vertical Launcher System (photos : TNI AL)  

Kapal perang India INS Kolkata (D63) merupakan kapal perang jenis perusak rudal terpadu (destroyer) yang diresmikan pada tanggal 30 Maret 2006 dengan panjang 163 meter, lebar 17,4 meter, draft 6,5 meter, bobot 8.300 ton, kecepatan 30 knot. Kapal perang tersebut didukung persenjataan peperangan anti udara, peperangan anti permukaan dan peperangan anti kapal selam.

Posisi VLS rudal Brahmos dalam konfigurasi 2x8 terletak di dek depan kapal INS Kolkata D-63 (image : Medium)

Pihak INS Kolkata (D63) mengundang jajaran TNI AL dalam rangka melaksanakan sosialisasi dan promosi senjata jenis peluru kendali (rudal) yang bernama Brahmos kepada perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemhan), TNI Angkatan Laut dan PT PAL. Rudal Brahmos adalah Rudal jelajah supersonik jarak pendek dan dapat membawa hulu ledak nuklir dengan bobot sebesar 2,5 ton dikembangkan bersama oleh India dan Rusia melalui Brahmos Aerospace Private Limited (BAPL) yang didirikan pada tahun 1998.

Sensor dan perangkat peperangan elektronika INS Kolkata D-63 (image : Medium)

Panglima Kolinlamil melalui Asintel Pangkolinlamil menyampaikan bahwa kedatangan INS Kolkata (D63) ini merupakan moment yang sangat penting untuk meningkatkan persaudaraan angkatan laut kedua negara.

Kunjungan jajaran TNI AL ke kapal INS Kolkata D-63 ini adalah dalam rangka Navy Brotherhood (photo : TNI AL) 

"Tentunya dengan keakraban seperti ini diharapkan TNI AL dan India dapat saling berbagi pengetahuan, semangat navy brotherhood dan juga dapat meningkatkan hubungan bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India dalam berbagai bidang kerja sama”, ujar Asintel Pangkolinlamil. 

Last 2 Units of T129B ATAK Attack Helicopters to Arrive in the Next Few Months

27 September 2023

T129B ATAK helicopter at the TAI in Ankara, Türkiye (photo : MaxDefense)

Sneak peek on one of the T129B ATAK attack helicopters of the Philippine Air Force at Turkish Aerospace Industries in Türkiye.

This unit is one of the last 2 units for delivery to the PAF in the next few months, as part of the PAF's Attack Helicopter Acquisition Project under the Horizon 2 phase of the RAFPMP (Revised Armed Forces of the Philippines Modernization Program).

6 helicopters were ordered from Turkish Aerospace Industries under a G2G deal between the Philippines and Türkiye.