31 Maret 2021

Royal Thai Navy Accepts Two Coastal Patrol Boats Tor 114-class Ships

31 Maret 2021

Coastal patrol boats Tor 114 and Tor 115 (photos : RTN)

The two coastal patrol boats, Tor. 114, and the boat Tor. 115, were held on March 29, 2021. The keel laying ceremony was held on 8 June 2018 and performed the boat launch ceremony on 31 July 2020 at the Marsun Shipyard Public Company Limited, Tai Ban Subdistrict, Mueang District, Samut Prakan Province.

Both ships are based on Marsun's M36 Mk II, which is an improvement on the M36 Patrol Boat, which is used as the basis of the coastal patrol ship Tor.111 or Naval Operation Support Boat, Tor.111. 


By the coastal patrol boats the set of ships Tor 111, which entered service before the number of ships, including the ships Tor 111, Tor. 112 and Tor. 113, it is one of the work of the Marsun Company in Thailand that has been contracted to build ships to the Royal Thai Navy as well.

The two new ships were renovated, different from the previous series of Tor 111 series ships, using the main weapon, a 30mm machine gun, a MSI-DS SEAHAWK, 1 platform, ready. Fire control system instead of the hand-operated Denel Land Systems GI-2 20mm machine gun and 2 M2 .50cal machine guns, including a room inside the hull for special operations 13 Naval Special Warfare Command (Royal Thai Navy SEAL) with high flexibility in various operations.


In addition to the last three ships, the third set of the Tor 111 ships and the last two ships of Tor. 114 The Royal Thai Navy is also stationed with 3 near-shore patrol boats, Tor 991 ships (Tor 991, Tor 992 and Tor 993) and 3 coastal patrol boats, Tor 994 ships (Tor 994 ships, Tor 994, T. 995 and T. 996) total 11 ships.

With another demand the two ships are the coastal patrol boats, the T. 997 series, the two ships, namely the T. 997 and the T. 998, which performed the serpent laying ceremony on 14 November 2019 and is expected to launch the boat in the water in this year 2021.

(AAG)

Pindad Penuhi Pesanan Kemenhan dan Ekspor

31 Maret 2021

6 unit Anoa akan diekspor ke Bangladesh (photo : Konga)

Pindad Ekspor Peluru ke Thailand, Bangladesh dan Amerika Serikat

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia melalui PT Pindad akan mengekspor peluru dan kendaraan tempur ke Thailand, Bangladesh dan Amerika Serikat.

Hal itu diungkapkan Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan PT Pindad, Wijil Jadmiko Budi di Bandung, Selasa 30 Maret 2021.

Selain itu, PT Pindad akan mengekspor 5.000 butir granat tangan ke negeri gajah putih tersebut.

Pindad juga sedang mengurus izin ekspor 3.000 butir peluru kaliber 9 milimeter dan 3.000 lainnya yang berkaliber 5,56 milimeter.

BUMN Strategis bidang pertahanan itu juga akan mengekspor 6 unit kendaraan tempur Anoa ke Bangladesh.

“Kami akan support enam unit Anoa dan menawarkan senjata laras panjang, kata Wijil.

Di kesempatan itu Dirut PT Pindad, Abraham Mose mengatakan Filipina tertarik mengakusisi Tank Harimau, namun belum terwujud karena Pandemi Covid 19. (MINews)

Senjata SS2-V5 A1 buatan PT Pindad (photo : AA)

Indonesia siapkan 25.000 senjata baru untuk komponen cadangan

Pemerintah menyiapkan 25.000 senjata laras panjang jenis SS2-V5 A1 buatan PT Pindad untuk digunakan komponen cadangan.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengaku mendapatkan pesanan dari pemerintah untuk memproduksi senjata varian baru tersebut.

Dia menyatakan senjata SS2-V5 A1 berbeda dengan senjata yang saat ini digunakan TNI karena memiliki bobot lebih ringan.

"Ini lebih ringan karena saya yakin komponen cadangan itu sipil yang menggunakannya," kata Abraham Mose kepada wartawan di kantor pusat Pindad pada Selasa.

Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Marsekal Madya TNI Penny Radjendra menegaskan senjata produksi Pindad itu hanya digunakan saat latihan.

"Jadi bukan nanti [senjata] dibawa pulang, tidak seperti itu," jelas Penny kepada jurnalis di Bandung

Indonesia akan membentuk pasukan komponen cadangan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PDSN).

Komponen cadangan berasal dari masyarakat sipil yang secara sukarela mendaftar membantu komponen utama yakni pasukan TNI menghadapi ancaman terhadap negara.

Pemerintah memastikan komponen cadangan, yang akan segera direkrut melalui Kementerian Pertahanan, bukan merupakan wajib militer.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3/2021 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara yang salah satunya mengatur mengenai komponen cadangan.

(AA)

Navy Eyes 6 Anti-Air Frigates, 12 ASW Corvettes, 3 Submarines

31 Maret 2021

PN Desired Force Mix (photo : GlobalSecurity)

Submarines to give AFP credible maritime defense capabilities

MANILA – Having diesel-electric submarines in its inventory will allow the Armed Forces of the Philippines (AFP) to achieve a credible defense posture, aside from enhancing the Philippine Navy’s (PN) maritime defense capabilities, the country's Navy chief said Tuesday night. 

"We have (a) desired force-mix of submarines, frigates, corvettes, OPVs (offshore patrol vessels), LDs (landing docks), FAIC-Ms (fast attack interdiction craft-missiles), MPACs (multi-purpose attack craft), AAVs (amphibious assault vehicles), etc. This is embodied in our Naval Operating Concept submitted to HHQ (higher headquarters) in 2020," Vice Adm. Giovanni Carlo Bacordo said in a message to the Philippine News Agency (PNA).

Bacordo made the response when asked why the Navy continues to focus on the acquisition of diesel-electric submarines.

Under this plan, the Navy would acquire six anti-air frigates, 12 anti-submarine corvettes, and three submarines, along with other naval assets.

"This is the force-mix that will enable the AFP to achieve a credible defense," he said.

In another message on Wednesday morning, Bacordo said the acquisition and development of submarine warfare capability would better equip the Navy to fulfill its primary mandate on territorial defense, security, and stability.

"Submarines will enhance our maritime defense capability and can effectively carry out anti-access/area denial, maritime surveillance, maritime interdiction, intelligence, surveillance, and reconnaissance. The submarine is the most effective ISR (intelligence, surveillance, and reconnaissance) platform and the best killing machine in the Navy inventory," he added.

Bacordo said a submarine capability would provide deterrence against aggressors, credibility to the PN, international consideration of the Philippines, and recognition of the AFP from other armed forces.

"Submarines are undetectable and could be anywhere patrolling around the WPS (West Philippine Sea) to act firmly if necessary. Having an operational submarine at sea will be a game-changer for the PN. Contenders will have to take into consideration the probability of facing a submarine at anytime, anywhere, without any warning, hence will affect their entire assessment of the tactical situation and their behavior," he said.

Bacordo noted that the planned Philippine submarines would be equipped with a large number of weapons.

"It can infiltrate an enemy task force to hunt aircraft carriers and landing docks, and provide decisive superiority with a single lethal hit," he said.

"It will enhance our maritime defense capability for us to fulfill the primary mandate on territorial defense and maritime security.”

Earlier, the French Navy (Marine Nationale) has committed to helping the PN in developing its submarine arm. 

"The French Navy committed to assisting the Philippine Navy in the creation of a submarine force, especially in terms of training and project management," Bacordo said, adding that this commitment was made during a bilateral high-level meeting between ranking officers of the PN and the French Navy in Paris on March 12.

Bacordo, who was head of the Navy delegation in France, met with Adm. Pierre Vandier, chief of the Naval Staff of the Marine Nationale.

"(The) PN and French Navy bilateral meeting enabled a high-level engagement between the two navies in terms of naval cooperation and other potential areas of interest. The visit of the PN delegation to France has been a successful and fruitful one. The bilateral talks provided significant input that is useful in the PN's thrust on capability development and modernization," he said. 

(PNA)

KRI Pulau Rimau – 724 Laksanakan Operasi Netralisasi Ranjau Di Perairan Makassar

31 Maret 2021

KRI Pulau Rimau 724 Condor class MCMV (photos : Koarmada 2)

Makassar, KRI Pulau Rimau – 724 melaksanakan Netralisasi ranjau di wilayah perairan Kota Makassar tepatnya di wilayah sekitar perairan Makassar New Port (MNP) pada hari ini, Senin (29/3/21).

KRI yang termasuk dalam jajaran Kapal perang penyapu ranjau milik Satuan Ranjau (Satran) Koarmada II ini dikomandani oleh Mayor Laut (P) Dimas Wira Pria Nugraha telah berhasil meledakkan salah satu ranjau sisa perang yang masih ada di sekitar perairan kota Makassar ini.

“Kami berangkat mulai dari tempat kami bersandar yaitu di dermaga layang Mako Lantamal VI kemudian menuju wilayah perairan yang akan di netralisir dari ranjau sisa-sisa perang tersebut”, ujar Komandan KRI Pulau Rimau – 724.


“Operasi ini dipimpin langsung oleh Komandan Satran Koarmada II Kolonel Laut (P) Maman Nurachman selaku Dansatgas bersama tim penyelam dari Dislambair”, lanjutnya.

“Sebelum pelaksanaan operasi kami memastikan wilayah sekitarnya aman untuk dilaksanakan penetralisiran ranjau” tambah Mayor Laut (P) Dimas.

Hadir meninjau jalannya kegiatan ini yaitu Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP.

30 Maret 2021

Bandara Kertajati Akan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Milik TNI

30 Maret 2021

Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (photo : Merdeka)

BANDUNG - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, bahwa Bandara Kertajati akan difungsikan untuk Maintenance, Repair and Overhaul (MRO). Dimana sasaran pertamanya adalah untuk pesawat-pesawat milik TNI.

“Kita usulkan agar Kertajati difungsikan pada fungsi-fungsi yang lain, yaitu MRO. Tercatat kami sudah berdiskusi dengan Panglima TNI, Kasau, untuk memanfaatkan kegiatan MRO atau perawatan pesawat-pesawat milik TNI. Dimana TNI dan GMF sudah melakukan koordinasi,” katanya dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (29/3/2021).

Bahkan menurutnya, GMF sudah melakukan lisence untuk memperbaiki pesawat-pesawat yang bermerek dari Amerika Serikat. “Nah karenanya kita akan segera bangun dan kita akan kembangkan pada lahan-lahan yang sudah dimiliki. Dan ini akan kita lakukan dengan cepat,” ujarnnya.

Dia mengatakan, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan agar tidak saja pesawat TNI tapi pesawat instansi lainnya. Misalnya saja BNBP, Basarnas, Kemenhub, dan kepolisian di.

“Selain itu kami juga inginkan, MRO ini menjadi MRO tidak saja untuk pemerintah tetapi yang akan datang akan digunakan juga MRO pesawat-pesawat private yang selama ini melakukan perawatan di luar negeri,” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengutarakan, bahwa selain penumpang, Bandara Kertajati memang akan dikembangkan untuk bisnis non penumpang. Dia mengatakan, sebelumnya industri kargo sudah dimulai oleh Bandara Kertajati.

“Nah yang terbesar akan dikonsolidasikan oleh Pak Menhub adalah MRO, Maintanance Repair and Overhaul. Nah itu sehingga semua pesawat-pesawat di Indonesia ini kira-kira nanti bisa difasilitasi maintanance-nya di sana. Termasuk TNI AU,” ungkapnya.

Menurutnya bahwa sudah ada penerbangan internasional di Asia yang berminat untuk membuka MRO maskapainya di Kertajati. Tidak hanya itu dia menyebutkan Presiden Jokowi ingin agar PT Pindad dan PT DI dipindahkan ke kawasan Kertajati.

“Sehingga kawasan PTDI PT Pindad di Bandung bisa diubah untuk bisnis-bisnis yang relevan terhadap wilayah geografisnya yaitu mungkin pariwisata,” pungkasnya.


Fourth Myanmar Frigate under Construction

30 Maret 2021

Fourth frigate of the Myanmar Army (all photos : Jason007)

A fourth nationally built frigate is under construction at the Myanmar naval shipyard in Sinmalayik, Yangon. 


It is reported that the construction of the ship is carried out with the technical assistance of the PRC and the DPRK. 

The frigate, made with the use of Stealth technology elements in the structure, has a hull length of 135 meters and a displacement of 4500 tons.


It is also reported that this is the first frigate in the Myanmar navy to be equipped with a universal launcher with 16 cells for anti-aircraft guided missiles.

Singapore Receives its First H225M Helicopter

30 Maret 2021

First H225M for RSAF (photo : Airbus)

Singapore – The Republic of Singapore Air Force (RSAF) has taken delivery of its first H225M helicopter in Singapore.

Airbus Helicopters signed a contract with Singapore’s Ministry of Defence for the acquisition of H225M Medium Lift Helicopters in 2016.

Congratulating Singapore on the H225Ms, Airbus Helicopters CEO Bruno Even said: “Airbus is very happy to celebrate this important milestone with the RSAF. This delivery is exceptionally significant as Airbus and the RSAF overcame the COVID-19 pandemic challenges in 2020 to achieve a smooth handover of the helicopter.”

“The RSAF has been a long-term partner of Airbus since its first Aerospatiale SA316B Alouette III entered into service more than 50 years ago. We appreciate the trust Singapore has placed in our helicopters, and we look forward to the H225Ms playing a critical role in the RSAF for many years to come,” added Even.


Singapore’s fleet of H225Ms is expected to assume a wide range of roles, including search and rescue, aeromedical evacuation, as well as humanitarian assistance and disaster relief operations.

A combat-proven multi-purpose and versatile asset, the H225M enables military forces to deploy wherever and whenever needed. H225Ms are currently in service across the world, having accumulated more than 143,000 flight hours. The H225M is relied upon by Brazil, France, Indonesia, Malaysia, Mexico Thailand to support their most demanding missions.

CN-235 Skadron Udara 27 Akan Ditambah

30 Maret 2021

CN-235 di Skadron Udara 27, Biak Numfor (all photos : Skadron Udara 27)

Komando Operasi III TNI AU (Koopsau III) adalah Komando Operasi TNI Angkatan Udara yang dibentuk pada tahun 2018 yang mencakup wilayah Indonesia bagian timur yang meliputi seluruh Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Saat ini Koopsau III mempunyai 2 skadron angkut, masing-masing adalah Skadron Udara 27 (angkut sedang) yang dilayani dengan pesawat CN-235 dan Skadron Udara 33 (angkut berat) yang dilayani dengan pesawat C-130 Hercules.


Apabila Skadron Udara 33 bermarkas di Lanud Hasanuddin, Makassar, maka Skadron Udara 27 mempunyai markas di Lanud Manuhua, Biak Numfor, Papua. Jika kita kunjungi laman Skadron Udara 27 saat ini maka kita akan menjumpai dua pesawat angkut CN-235 masing-masing adalah nomor 2302 dan 2307, kemudian ditambah dua pesawat intai CN-235 MPA yang sekarang juga ditugaskan disini.


Pesawat angkut CN-235 TNI AU sebelumnya bertugas di Skadron Udara 2, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebagai skadron angkut sedang waktu itu TNI AU mempunyai 8 pesawat jenis ini. Seiring berjalannya waktu, karena anggaran O&M yang terbatas maka pemerintah waktu itu fokus untuk memberikan anggaran pada pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk penanggulangan bencana alam. Tak pelak lagi, keadaan ini menyebabkan tingkat serviceable pesawat CN-235 menurun. 


Pada sisi lain, ketika ekonomi negara membaik, pemerintah memberikan persetujuan untuk pengadaan satu skadron pesawat angkut CN-295 untuk Skadron Udara 2 sebanyak 9 pesawat yang sekarang sudah terpenuhi semua.

Pesawat CN-235 dari Skadron Udara 2 inilah yang dipindahkan ke Skadron Udara 27. Jika sekarang ini hanya ada 2 yang serviceable, kabar baiknya adalah pemerintah telah menyetujui alokasi anggaran untuk menghidupkan kembali CN-235 sisanya untuk dapat dibawa ke Skadron Udara 27. Berapa unit pesawat CN-235 yang akan kembali servicable, kita tunggu saja kelanjutannya.

(Defense Studies)

29 Maret 2021

DitjenPothan Koordinasikan Percepatan PUNA MALE

29 Maret 2021

PUNA MALE Elang Hitam (photo : Inovesia)

Selasa (16/03), Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha memimpin rapat koordinasi PUNA MALE yang dihadiri oleh anggota konsorsium PUNA MALE antara lain Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPTT, Kabalitbang Kemhan, Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan, Kapuslitbang IPTEK Han Balitbang Kemhan, Perwakilan Staf Ops Kasau, Perwakilan Dislitbangau, Perwakilan Deputi Bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas, Deputi Bidang Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan Bappenas, Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa Lapan, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, SVP Rekayasa dan Inovasi Teknologi PT. Len, Perwakilan Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara ITB dan Direktur Pusat Teknologi Pertahanan dan Keamanan BPPT.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapart Lt.2 Gedung R. Suprapto ini dimaksudkan untuk percepatan pencapaian target Program Strategi Nasional PUNA MALE.

Dalam rapat tersebut menghasilkan kesepakatan untuk merealisasikan arahan Bapak Presiden RI agar PUNA MALE Elang Hitam diterbangkan di akhir bulan Agustus 2021. Konsorsium agar melakukan percepatan kegiatan yang semula direncanakan uji terbang dilaksanakan di akhir 2021.

Sehingga perlunya koordinasi dan sinergitas dari anggota konsorsium agar PUNA MALE Elang Hitam 1 mampu untuk diuji terbang (First flight dan Demo flight) sesuai arahan Bapak Presiden RI. 

(DitjenPothan)

Eks Ubique Claw Siri 1/21 Uji Ketumbukan 10 BGD (Para) dalam Operasi Menyeberangi Sungai

29 Maret 2021

Latihan Ubique Claw Siri 1/21 (all photos : 10 Briged Para)

MELAKA: Eks UBIQUE CLAW Siri 1/21 telah menguji keupayaan 10 Skn RAJD (Para) sebagai elemen bantuan tempur ketumbukan 10 Bgd (Para) dalam Operasi Menyeberangi Sungai di dalam latihan yang diadakan di Ladang Taman Permai, Kuala Sg Baru, Melaka mulai 15 hingga 18 Mac 2021. 

Latihan perairan ini merupakan eks gabungan bersama unit-unit di bawah naungan 10 Bgd (Para) yang dipecahkan mengikut elemen iaitu 17 RAMD (Para), 8 RRD (Para), Komp Bantuan (Para) dan 10 SSB (Para) sebagai Bridgehead Force, 10 Skn RAJD (Para) dan 10 Pl KPTD (Para) sebagai Manouver Sp Force serta 10 Komp KPD (Para) dan Komp Perubatan (Para) sebagai Service Sp Force.

Tujuan eks ini dilaksanakan adalah sebagai persediaan untuk menguji tahap kesiagaan peralatan perairan sedia ada sebelum menghadapi Eks PARA PREDATOR pada bulan Jun hingga Jul akan datang. Misi menyeberangi sungai bermula dengan menyelamatkan tanah dekat dan tanah jauh seterusnya menawan objektif di tanah jauh melalui dua jenis lokasi penyeberangan iaitu Foot Crossing Site menggunakan Portable Floating Platform (PFP) dan Rafting Site menggunakan Rakit Catamaran.


Panglima 10 Bgd (Para), Brig Jen Khairul Azmizal Ahmad Natal dalam lawatannya ke kawasan latihan pada 18 Mac 2021 telah menyaksikan dan turut menguji keupayaan pasukan di dalam pembinaan Portable Floating Platform (PFP) dan Rakit Catamaran pada waktu malam.


Latihan diakhiri dengan After Action Review yang dilaksanakan di MK Taktikal bagi membincangkan keberkesanan serta kelemahan latihan yang telah dilaksanakan bagi tujuan penambahbaikan pada masa hadapan.

(10 Briged Para)

Royal Thai Navy Succesful Firing Harpoon Block 1C Missile

29 Maret 2021

Firing of Harpoon Block 1C missile from HMTS Taksin 422 successfully destroy a 100 km target (all photos : RTN)

On March, 25 2021, the Navy is conducting a historic firing of Harpoon Block 1C, defining a firing area in the Andaman Sea about 130 nautical miles west of Phuket (or approximately 240 kilometers) missile fired at a distance of 55 nautical miles, or about 100 kilometers, this is the longest shot ever fired in the ASEAN region using actual bomb heads, operated by the Navy independently of the host country or other. 

The practice of firing the Harpoon Block 1C missile is a relatively long period of time, and it is still in the lifespan of this fire. 

It is the success of the Royal Thai Navy that is no less than anyone else in the region, and it is a continuation of the skill, knowledge of the operation to be a guarantee of the maritime nation. 

The Harpoon missile n can be regarded as a strategic weapons.

(Royal Thai Navy)

AOR Stalwart Commences Sea Trials

29 Maret 2021

AOR Stalwart (photo : Navantia)

Navantia Ferrol Shipyard timelapse of the AOR ‘Stalwart’ docking maneuver after successfully completing its sea trials.

The 'Stalwart' is the second logistics ship built for the Australian Navy. It is based on the A15 Cantabria platform, built in the Navantia Puerto Real Shipyard for the Spanish Navy (Armada EspaƱola).

The AOR (Auxiliary Oiler Replenishment) ‘Stalwart’ sets sail for its first sea trials in Maret, 20.

28 Maret 2021

BRP Magat Salamat Conducts Territorial Defense Operations

28 Maret 2021

BRP Magat Salamat (PS-20) corvettes (photos : PN)

Naval Forces Eastern Mindanao through BRP Magat Salamat (PS20) conducted sustained Territorial Defense Operations (TDO) at the common border areas and territorial waters adjacent to Sarangani Islands, Davao Occidental from March 19-21, 2021.
                                                  

Said sustained TDO patrols aim to secure the internal waters as well as prevent unauthorized vessels watercrafts from entering the waters off Regions 11 and 12 in lieu of the suspension of sea travel to limit COVID-19 contagion.


PS20 likewise conducted Internal Security Operations (ISO) along nearby approaches and adjacent waters off Sarangani Province and Davao Occidental through Maritime Patrols (MARPAT), Naval Presence and Show the Flag and Sovereignty Patrol (SOVPAT) to deter the entry and exit of local and foreign terrorists.
        
The sustained and proactive conduct of patrol missions by said patrol ship ensures projection of naval presence and supremacy in its designated area of operations (AO).

Paskhas Berlatih dengan Senjata Bantuan

28 Maret 2021

Pskhas berlatih dengan senjata bantuan : Senjata Lawan Tank (SLT), Senjata Mesin Berat, Sniper dan Mortir (all photos : Paskhas)

Guna membina dan memelihara serta meningkatkan kemampuan prajurit, Yonko 462 Paskhas gelar senjata bantuan dalam rangka Uji Trampil Perorangan (UTP) TA. 2021 di AWR (Air Weapon Range) Siabu Kabupaten Kampar. Jum’at (26/03).

Adapun senjata bantuan yang di gelar pada pelaksanaan UTP (Uji Trampil Perorangan) tersebut meliputi Senjata Lawan Tank (SLT), Senjata Mesin Berat (SMB), Senjata Mesin Sedang (SMS), Senjata Mesin Ringan (SMR), Senjata Pelontar Granat (SPG), Sniper, dan Mortir.

Pada kesempatan ini Danyonko 462 Paskhas Letkol Pas Yoseph M. Purba, MAvnMgt, MMS, pcsc menyampaikan kepada seluruh prajurit Batalyon Komando 462 Paskhas, diharapkan dengan digelarnya latihan senjata bantuan ini prajurit Yonko 462 Paskhas dapat meningkatkan motivasi untuk terus berlatih, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan kedepan nantinya.

“Pelaksanaan kegiatan ini tetap mengutamakan keselamatan kerja, sehingga pelaksanaan latihan tercipta zero accident”, ujar Danyonko 462 Paskhas, Letkol Pas Yoseph M. Purba.

(Paskhas)

Royal Thai Navy Ready to Protect Andaman Sea

28 Maret 2021

Third Naval Area Command, guard of Andaman Sea (all photos : RTN)

A compilation of naval vessels in the navy show potential to protect the Andaman Sea area in the 2021 Navy training in the middle of the sea, Laem Panwa, Phuket.


According to the Navy, the Field/Sea (FTX) training in the Navy for fiscal year 2021 in the Andaman sea area which is in the range between 22-23 March 2021 is a maritime prevention training. Third Naval Command provides mission to protect the Andaman Sea and refuse to use the sea of enemy shipwrecks and boats participating in preventive training.


The area comprises of the ships HMTS Taksin 422, HTMS Kraburi 457, HTMS Sukhothai 442, HTMS Krabi 551, HTMS Prachuap Khiri Khan 552, HTMS Sriracha 553, HTMS Matra 836, and Tor 992. A section which has arrived to park for anchor in the middle of the sea in Laem Panwa area, Phuket province to prepare for this training.


This training purpose is to test the ability to execute commandment, test the ability to comply with navy force concepts in defence of space and tactical action to stifle the enemy and reject the use of the Andaman Sea to provide maximum combat preparation according to country defense plan.


This 2564nd Annual Navy Training is a major time training with integration of all agencies in the Navy. Attend training at the Andaman Sea Area, building faith in the potential of the Thai Navy. Protect sovereign, save maritime national interests and keep brothers and sisters safe at sea. It's a navy that people believe and proudly believe in.

Marinir Berlatih dengan Senjata Bantuan

28 Maret 2021

PasMar berlatih dengan senjata bantuan :  RPG 7, mortir 60 mm, sniper Truvello dan pelontar granat (all photos : PasMar 2)

Dispen Kormar (Pasuruan) Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Mar Tri Yudha Ismanto, S.E.,MSDA meninjau langsung prajuritnya yang sedang berlatih menembak senjata bantuan di Puslatpurmar 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Kamis (25/03/2021).

Kegiatan latihan menembak senjata bantuan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan prajurit Petarung Yonif 3 Marinir yang akan melaksanakan Satgas Muara dan Pantai (MUPE) TA. 2021. 

Selain itu, juga untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam menembak, khususnya senjata bantuan, senjata yang digunakan dalam latihan menembak yaitu RPG 7, Mortir 60mm dan Truvello.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Mar Tri Yudha Ismanto, S.E.,MSDA menyampaikan bahwa kegiatan latihan menembak dilakukan selain mengasah kemampuan prajurit dalam menembak adalah agar prajurit mengetahui karakteristik senjata yang di gunakan. "Manfaatkan latihan semaksimal mungkin agar dapat melaksanakan penugasan dengan baik dan utamakan keamanan serta keselamatan (Zero Accident)," pesannya.

(PasMar2)

27 Maret 2021

Jalan Terjal Prabowo dalam Pengadaan Pesawat Tempur Indonesia

27 Maret 2021

Pesawat tempur F-15EX Advanced Eagle (image : Boeing)

Pengadaan pesawat tempur baru merupakan salah satu agenda utama Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Sebab, hal itu termasuk dalam upaya pemenuhan Minimum Essential Force 2020-2024.

Demi mendapatkan kandidat terbaik, dalam satu tahun terakhir orang nomor satu di Kementerian Pertahanan itu, telah bertemu dengan sejumlah menteri pertahanan antara lain Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly, Menhan Austria Klaudia Tanner dan Menhan Amerika Serikat (AS) di era Presiden ke-45 Donald Trump, yakni Mark Esper. Prabowo juga bertemu dengan eksekutif Boeing dan Dassault Aviation, di mana Dassault Aviation telah bolak-balik ke Jakarta tanpa peduli dengan pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia.

Rencana pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia sejak 2018 nasibnya tidak menentu. Ini karena ada ancaman sanksi Countering America's Adversaries Through Sanction (CAATSA) dari Negeri Paman Sam terhadap para pejabat dan pihak lain di Indonesia yang terlibat dalam kontrak itu.

Isu ini pula yang nampaknya menjadi salah satu topik pembicaraan antara Prabowo dengan mitranya dari Rusia, termasuk Rostec, dalam lawatan ke Rusia pada 24-26 Maret 2021. Nampaknya Rusia menekan Indonesia agar melanjutkan rencana pembelian Su-35 melalui mekanisme khusus yang tidak menggunakan sistem keuangan internasional.

Salah satu dinamika yang menarik dari rencana akuisisi pesawat tempur di era Prabowo adalah tersingkirnya F-16V buatan Lockheed Martin dari kompetisi karena tidak memenuhi persyaratan yaitu pesawat tempur bermesin ganda.

Padahal manajemen Lockheed Martin setidaknya sejak 2015 sudah bolak-balik ke Jakarta untuk mempromosikan produk mereka. Pergantian kepemimpinan di Kemenhan pada 24 Oktober 2019 membawa bencana bagi Lockheed Martin, namun membawa berkah bagi F-15 produksi Boeing dan Rafale milik Dassault Aviation. Sebelumnya F-15 dan Rafale mempunyai peluang kecil untuk dapat mengisi pasar pesawat tempur Indonesia.

Kini terdapat kecenderungan Kemenhan nampaknya akan memborong F-15 dan Rafale sekaligus yang merupakan perpaduan antara pertimbangan keunggulan teknologi dan geopolitik. Indonesia memainkan kartu geopolitik Prancis sebagai salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB sekaligus negara yang memegang teguh strategic autonomy dalam bidang industri pertahanan.

Jakarta masih memiliki memori buruk tentang embargo senjata oleh AS dan beberapa negara Barat pascaperistiwa 12 November 1991 di Dili, Timor Timur. Singkatnya, Indonesia tidak menginginkan semua pesawat kombatannya buatan AS atau memiliki banyak komponen yang membutuhkan izin ekspor dari Washington DC untuk pembeliannya.

Pesawat tempur bekas Eurofighter Typhoon milik Austria bukan lagi pilihan bagi Indonesia mengingat tidak adanya lampu hijau dari pemerintah Austria. Belum lagi persoalan kebutuhan dana yang besar yang harus disiapkan oleh Indonesia untuk memodernisasi Typhoon nantinya. Sejak berita rencana pembelian Typhoon eks Austria mengemuka ke publik pada pertengahan 2020, muncul suara kritis terhadap rencana itu.

Dassault Rafale (photo : Dassault Aviation)

Tantangan dari sisi anggaran

Pasar pesawat tempur Indonesia memang menjanjikan karena terdapat kebutuhan untuk menambah sejumlah skuadron pesawat tempur baru.

Dari sisi anggaran pertahanan, mengacu pada data Janes, Indonesia membelanjakan US$ 7,4 miliar (Rp 106,58 triliun) pada tahun anggaran 2020. Nominal itu sudah mencakup pemotongan anggaran karena pandemi Covid-19.

Pada tahun anggaran 2021, anggaran pertahanan mengalami kenaikan 7,1% menjadi US$ 8.2 miliar (Rp 118 triliun). Untuk pengadaan alutsista, mayoritas mengandalkan pada pinjaman luar negeri (PLN) dengan dana pendamping rupiah murni pendamping harus ditanggung oleh APBN.

Bagaimana dengan dukungan anggaran untuk pengadaan F-15 dan Rafale? Pada 13 Juli 2020, Prabowo secara resmi mengajukan surat Pengajuan Usulan Rencana PLN Tahun 2020-2024 kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa senilai US$ 20,8 miliar (Rp 299,5 triliun).

Namun, menurut informasi dari seorang pejabat senior pemerintah pada September 2020, kapasitas pemerintah untuk mendukung pembiayaan PLN untuk pengadaan alutsista hingga 2024 hanya akan pada kisaran US$ 9 miliar (Rp 129,6 triliun) hingga US$ 11 miliar (Rp 158,4 triliun) saja.

Kemampuan membiayai belanja alutsista melalui PLN mengkhawatirkan karena kapasitas fiskal pemerintah semakin tertekan akibat pandemi Covid-19 yang hingga kini belum jelas kapan akan berakhir.

Mengacu pada Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri (DRPPLN) Kementerian PPN/Bappenas, pembiayaan untuk Kemenhan hanya dialokasikan sebesar US$ 9,3 miliar (Rp 133,9 triliun).

TNI Angkatan Udara mendapatkan alokasi terbesar dalam DRPPLN, disusul TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan Mabes TNI. Terdapat banyak usulan pengajuan belanja senjata oleh Kemenhan yang tidak diloloskan dalam DRPPLN. Namun, bukan hal mustahil bahwa beberapa item yang tidak muncul dalam DRPPLN alokasinya berada pada DRPPLN Khusus.

Rencana pengadaan F-15 dan Rafale secara simultan akan menemui jalan terjal apabila tidak didukung dengan anggaran yang memadai. Pemerintah sedang menghadapi tekanan fiskal akibat pandemi Covid-19, sehingga alokasi PLN untuk pengadaan pesawat tempur secara simultan belum sepenuhnya aman.

Diskusi intensif antara Kemenhan dan Kementerian Keuangan dalam alokasi PLN untuk belanja alutsista masih terus terjadi. Menurut kalkulasi kasar, secara total minimal diperlukan US$ 4 miliar (Rp 57,6 triliun) guna membeli F-15 dan Rafale, itu pun dengan jumlah yang tidak banyak.

Anggaran untuk pengadaan pesawat tempur yang saat ini tercantum pada DRPPLN nominalnya tidak mencukupi untuk dua tipe sekaligus. Boleh jadi pemerintah akan menerbitkan DRPPLN khusus untuk pengadaan pesawat tempur berikutnya apabila tercapai kesepakatan antara Kemenhan, Kemenkeu dan Kementerian PPN/Bappenas. Mana tipe pesawat tempur tempur yang akan dibiayai oleh DRPPLN dan mana yang difasilitasi oleh DRPPLN khusus masih belum jelas. Kata kunci pengadaan pesawat tempur, apapun jenisnya, berada pada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Kunjungi PT Lundin, Dirjen Pothan Cek Prototype Tank Boat

27 Maret 2021

Prototipe Tank Boat TNI AD (all photos : Tankboat)

Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha berserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi untuk melihat Program Binpottekindhan Tank Boat.


Tank Boat adalah Kapal berdesain Katamaran dengan struktur platform komposit yang mempunyai kemampuan angkut personel yang dilengkapi dengan sistem senjata RCWS 30MM untuk mendukung Operasi Rawasuntai TNI AD.



Program Tank Boat merupakan kegiatan tahun jamak dari Konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Lundin Industry Invest dan PT Hariff DTE dengan lead integrator PT Pindad.

Five Companies Announced for RAN Maritime UAS

27 Maret 2021

Northrop Grumman Australia has announced it will team with Leonardo to offer the AWHero vertical take off UAS (photo : Northrop Grumman)

Morrison Government equipping Navy with cutting edge intelligence capability

The Morrison Government is boosting the Royal Australian Navy’s intelligence capability through Defence’s Maritime Unmanned Aircraft System Continuous Development Program.

The Program has reached a new milestone following the selection of five respondents to progress to the next phase of the procurement process.

Raytheon Australia teams with Camcopter offer Schiebel S-100 (photo : ADF)

The Acting Minister for Defence, Senator the Hon Marise Payne today announced that BAE Systems Australia, Insitu Pacific, Northrop Grumman Australia, Raytheon Australia, and Textron Systems Australia had been shortlisted for Block One of SEA129 Phase 5.

“This Program will acquire maritime unmanned intelligence, surveillance, reconnaissance and targeting aircraft systems which will complement current sensors and systems on Navy’s ships, while boosting a ship’s area of surveillance,” Minister Payne said.

An Aerosonde by Textron Systems Australia on board a US Navy vessel (photo : US Navy)

“Today’s milestone is a result of the Morrison Government’s unprecedented $270 billion investment in defence capability over the next decade, which is equipping the Australian Defence Force with world-class, cutting edge capability.”

Block One of the program is the first phase of a 30-year continuous development program, with five-year rolling block upgrades, which will incorporate new technology upgrades.

BAE Systems teams with Skedar for Sea 129 (photo : Skeldar)

Minister for Defence Industry Melissa Price said the project was delivering on the Morrison Government’s commitment to maximise Australia’s defence industry involvement in the acquisition, operation and sustainment of defence capability.

“By incorporating new technology through block upgrades every five years, the program supports the development of Australia’s Unmanned Aircraft System industry, and provides the Navy with a leading edge maritime surveillance capability,” Minister Price said.

Insitu Pacific offer RQ-21/Integrator (photo : Insitu)

“This process will allow Australian businesses to be directly involved in providing greater situational awareness for the Fleet, in particular the new Arafura Offshore Patrol Vessels, while strengthening long-term job growth and security.”

Future opportunities will be available in forthcoming Blocks of SEA129 Phase 5 from 2024.