11 Maret 2021

Melihat Tanpa Terlihat, Radar Pasif Bantu Tingkatkan Keamanan Nasional

11 Maret 2021

Radar Pasif Mobile untuk Kohanudnas (all photos : Kompas, ITB)

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia berhasil mengembangkan prototipe radar pasif untuk memperkuat keamanan udara dan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI). 

Perangkat elektronik buatan Indonesia tersebut berfungsi untuk mendeteksi target dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh target itu sendiri. 

Adapun pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) ini merupakan bagian dari kebutuhan radar nasional khususnya kebutuhan radar pasif untuk Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). 

Kepala pusat penelitian dan pengembangan (Kapuslitbang) alat peralatan pertahanan (Alpalhan) Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin mengatakan, radar pasif yang Balitbang kembangkan ini mampu menangkap semua pergerakan target di udara tanpa terdeteksi oleh pihak lawan. 

“Radar pasif ini sistem pendeteksinya menggunakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari target itu sendiri,” ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.com, di Kantor Balitbang Kemhan, Jakarta, Senin (1/3/2021).


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Matra Udara Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Tek Bambang Edy menambahkan, radar pasif dapat menentukan lokasi target dengan memanfaatkan sumber sinyal, dari frekuensi televisi, radio, dan pesawat. Metode tersebut dinamakan dengan passive location. 

Dalam kesempatan yang sama, Kabalitbang Kemhan Marsekal Madya (Marsda) TNI Julexi Tambayong mengatakan, salah satu kelebihan dari radar pasif ini mampu mendeteksi keberadaan “pesawat siluman” (stealth). 

Seperti diketahui, pesawat siluman dirancang untuk mengalihkan pantauan radar dengan menggunakan teknologi siluman sehingga sulit untuk dideteksi. 

Dengan teknologi tersebut, pesawat siluman dapat dengan mudah menyusup ke wilayah suatu negara untuk dapat melakukan kegiatan spionase maupun serangan tiba-tiba (stealth attack). 

“Pesawat siluman ini dengan teknologinya tidak bisa terdeteksi keberadaannya oleh radar aktif biasa. Kalaupun bisa dideteksi, malah radar (radar aktif) tersebut menjadi sasarannya. Keberadaan radar pasif ini dapat mengisi celah yang tidak terjangkau oleh radar aktif di area perbatasan. Maka dari itu, nanti akan kami buat mobile untuk disebar ke (seluruh) NKRI,” ujarnya.


Ia menyebutkan, radar pasif memiliki keunggulan yang tidak dimiliki radar aktif, yakni ukurannya yang kecil sehingga mudah dikerahkan, tahan terhadap deteksi electronic support measure (ESM), dan sulit dilumpuhkan. 

Alat ini juga dapat dioperasikan dengan remote dan stand alone. Secara susunan, radar pasif terdiri dari empat unit perangkat, yakni satu master station dan tiga remote station.

Adapun master station adalah pusat kendali dari radar pasif yang berada di dalam truk. Sementara itu, remote station merupakan perangkat pendeteksi sinyal yang dilengkapi dengan antena, tower mast, data link, dan receiving signal processing. 

Agar berfungsi maksimal, keempat perangkat tersebut harus diletakkan dengan jarak masing-masing minimal 15 kilometer (km) antartitik. 

Tujuannya untuk meningkatkan akurasi dalam menentukan target dalam bentuk tiga dimensi (3D). Berdasarkan uji coba di lapangan, radar pasif memiliki jangkauan sejauh 70 kilometer (km). 


Sekretaris Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani menyebutkan, pengembangan yang dilakukan oleh pihaknya bukan tanpa halangan. 

Menurutnya, komponen yang tidak dijual di dalam negeri menjadi masalah utama Balitbang dalam mengembangkan alutsista. 

Oleh karena itu, Kemhan membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri pertahanan baik itu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) untuk membantu meningkatkan pengembangan radar pasif yang saat ini masih berupa prototipe menuju first article (FA). 

Diharapkan dengan kerja sama tersebut, mampu membuat kualitas radar pasif setara dengan produsen luar dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan user. 

Sebagai informasi, radar pasif merupakan salah satu dari tiga alutsista telah dibuat Kemhan untuk memaksimalkan sistem pertahanan nasional. Dua alutsista lainnya adalah Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B dan Mobile Command Control Vehicle (MCCV).

162 komentar:

  1. Pertamax diamankan dari gank sewa wkwkwk

    BalasHapus
  2. MANTAP, setelah bikin UCAV,tank medium,kapal selam,bikin radar pasif lagi, MALON pasti sangat IRI DAN DENGKI Wkwkwkwkw....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tambah juga MLRS R-HAN 122B lagi, MALON semakin ketinggalan jauh karena cuma buat Vita berapi tembak tupai dan taming sari roti Wkwkwkwkw... KASIHAN MALON WKWKWKWKW...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Hebatlah lon,radar pasif itu bs mengesan pesawat halimun

      Hapus
    2. MALON buat RADAR apa...???? Wkwkwkwkw

      Hapus
    3. Bisa buat sndri lbh bagus.

      Hapus
    4. Mestilah sombong Wkwkwkwkw....

      Hapus
    5. Malaysia punya radar mengesan pati haram kat indones

      Hapus
    6. Malon baru stampal stiker je pun dah sombong wkwkwk

      Hapus
    7. Hahahahaha halu tak berkesudahan

      Hapus
    8. Malon gk punya kemampuan aja sombongnya minta ampun... Ngaku ngaku grade A hahaha

      Hapus
    9. Yahahhahhaa baru main ke defense study ya😂😂😂😂😂😂😂 GRADE A KONON

      Hapus
  4. MALON dah bisa buat RADAR apa GUYS...???? Wkwkwkwkw....

    BalasHapus
  5. Salam heli EC-725 TUDM kongsi dgn TLDM dalam exercise Borneo siri 2 wkwkwk

    BalasHapus
  6. Beli radar passif Vera NG : OK!

    Buat radar passif sendiri :
    Jelas lebih Mantab!

    👍👍👍

    BalasHapus
  7. Mana ni hasil karya TOP 5 UNIVERSITY asal MALON masa cuma VITA BERAPI TEMBAK TUPAI dan TAMING SARI ROTI saja... Wkwkwkwkw....

    BalasHapus
    Balasan
    1. DENGKI apanya saya KETAWA TENGOK VITA BERAPI TEMBAK TUPAI dan TAMING SARI ROTI hasil karya MALON Wkwkwkwkw...

      Hapus
    2. Vita berapi boleh cuba diletupkan di kepala engkau..

      Hapus
    3. mau saya letupkan kepala kau pakai SS2..??? Wkwkwkwkw

      Hapus
    4. Kepakaran malon hanya meletupkan dubor wkwkwk

      Hapus
    5. Unknown kw panas hahaha... Mana genk sombong loo?

      Hapus
  8. Malon tak de kepakaran yang ada cuma tampal sticker,kalau ada kepakaran mana mungkin ugly macam tank stride sama vita birahi eh brapi😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hizir Turkey pun di claim malon buatan tempatan wkwkwk

      Hapus
    2. Semakin mengukuhkan bahwa malon ada king of calim and king of tampal sticker wkwkwk

      Hapus
  9. Mantap kan terus InHan dalam negeri.
    Lumyan ni radar disebar ke pelosok nusantara.

    BalasHapus
  10. Salam CCG kekal 289 hari kat beting ali wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa @om pit,
      Ingat radar, ingat radar dome:

      Konon, kata @gempur:
      Semakin besar size dome, semakin jauh jangkauan radarnya!

      😂😂😂


      Hapus
    2. Wkwkwkwkw biasa bro kata GEMPUR hasil DIDIKAN TOP 5 UNIVERSITY Wkwkwkwkw

      Hapus
    3. Betul,radar malon besarnya cem kubah mesjid Istiqlal itu lebih menggerunkan kata gempurgila wkwkwk

      Hapus
    4. Wkwkwkwk😂😂😂🤣🤣

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Yang tak bisa bina radar pasif tepi sikit kat tandas wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Radar buruk macam itu pon di banggakan sangat wkwkw

      Hapus
    2. Radar boleh kesan pesawat halimun ko katakan buruk,ko pasti dengkilah wkwkwk

      Hapus
  13. TNI Tidak Memihak ke China Ataupun Amerika Serikat di Polemik Laut China Selatan
    Namun demikian, TNI akan menjaga kedaulatan di sepanjang teritori Laut Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.
    Kamis, 11-03-2021
    TSM-Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad menegaskan, TNI tidak memihak ke China dan Amerika Serikat terkait polemik Laut China Selatan (LCS).
    "Terkait dengan kebijakan posisi kita, karena kita menganut bebas aktif, maka kita tidak ikut mereka. Kalau dulu misalkan ada Nonblok, kalau yang jelas sekarang kita memiliki kebijakan negara kita sendiri, sehingga kita tidak mengikut kemana-mana," kata Riad kepada wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 10 Maret 2021.
    Ia memastikan tetap membina hubungan diplomasi yang sangat baik dengan seluruh negara. "Kita tidak ikut atau berpihak kemana-mana, karena kita berhubungan baik dengan semuanya," katanya lagi.
    Hal tersebut terlihat dari alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI. "Kita punya alutsista dari AS, Rusia, dari banyak negara kita punya," ujarnya pula.
    Riad juga mencontohkan diplomasi Indonesia dengan negara lain, yakni pengadaan vaksin Covid-19. "Sebagai contoh kecil hasil diplomasi kita dengan negara lain terkait dengan vaksin, ini saya hubungkan dengan vaksin karena ada hubungannya dengan diplomasi juga, kita ada vaksin dari AstraZeneca (Inggris), ada Sinovac (China)," katanya.
    Namun demikian, ujar dia, TNI akan menjaga kedaulatan di sepanjang teritori Laut Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

    BalasHapus
  14. Bahkan RADAR PASIF buatan Kemhan sudah di uji cobakan Wkwkwkwkw...

    https://militermeter.com/kemhan-laksanakan-demo-radar-pasir-buatan-dalam-negeri/

    BalasHapus
  15. Malon ada radar balon pakai mobil kancil

    BalasHapus
  16. Wowww,radar pasif ITB ini bisa mengesan pesawat halimun cem F-35 dan F-22...mantap 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu bro bukan macam MALON buat PELURU saja tak ada KEPAKARAN KONON katanya TOP 5 UNIVERSITY Wkwkwkwkw....

      Hapus
    2. Jangankan nak bina peluru uniform askar je pun masih import dari Indonesia wkwkwk

      Hapus
    3. Wkwkwkwkw MALON takde KEPAKARAN buat seragam ASKAR KONON katanya MALON nak buat jet tempur GENERASI KE 6 Wkwkwkwkw...

      Hapus
  17. Balasan
    1. MALON tak berani cegat pesawat BOMBER China Wkwkwkwk... Sebab ditagih HUTANG wkwkwkwkwkwk

      Hapus
    2. Ada CCG kekal 289 hari dan telah explorasi kekayaan laut malon malon cuma diam je,malon dari Rimau MALAYA berubah jadi beruk MALAYA kukukkkk kukukkkk bila jumpa CCG wkwkwk

      Hapus
    3. Cem mane kapal perang china terobos natuna diam jeh..
      Plonga plonga wkwkwkwk

      Hapus
    4. Itu bkn terobos ru,mereka lewat ALKI,paham tak ru wkwkwk

      Hapus
    5. Mengelak kepalamu ru,ada tak ko tengok CCG kekal sampai 289 hari kat laut Indonesia

      Hapus
    6. Babu indonesia pecinta bangla

      Hapus
    7. Mungkin kalian yg moment sampah ini keturunan bangla ke kwkwk

      Hapus
    8. Perempuan malon banyak di kongkek bangla,itu realiti wkwkwk

      Hapus
    9. Malon DNA beruk makanya perang aja tembakin pohon pisang di lahat datu wkwkwk

      Hapus
    10. Majikan ente mana? Kok xbantu pun katanya negara persemakmuran wkwkwk

      Hapus
  18. Daripada MALON BERHALUSINASI membuat jet tempur GENERASI ke 6 lebih baik MALON buat PELURU saja buat PELURU aja kalian belum TENTU BISA Wkwkwkwkw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangankan nak bina peluru,uniform askar je pun masih import dari Indonesia wkwkwk

      Hapus
    2. Wkwkwkwkw.... BAJU ASKAR pun masih IMPOR dari INDONESIA apakah di MALON tak ada PENJAHIT BAJU YA..???? Wkwkwkwkw...

      Hapus
    3. Ada bro tapi penjahitnya mat Bangla semua wkwkwk

      Hapus
    4. Bangla tuh kesukaan babu indones..
      Wkwkwkwk

      Hapus
    5. Unknown,bukannya bangla banyak dimalon wkwkwk

      Hapus
    6. Betul babu indon pon banyak di sana

      Hapus
    7. Orang malon penggangguran banyak jual dadah di Indonesia 🤣😂

      Hapus
    8. Faktanya orng malon pemalas

      Hapus
    9. Ruw makin gila aja jadi orang 😆

      Hapus
  19. Aka suwandaruw kehabisan obat dan mulai berkeliaran wkwkwk

    BalasHapus
  20. Jangan lupa!
    Ingat radar, ingat radar dome:

    Konon, kata @gempur:
    Semakin besar size dome, semakin jauh jangkauan radarnya!

    😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk biji gempur pun semakin besar semakin luas jangkauan mencari dubor wkwkwk

      Hapus
    2. Apalagi size radarnya besar cem kubah masjid Istiqlal itu lebih haibat kata gempurgila buzzer parti UMNO wkwkwk

      Hapus

  21. Logo


    Tambah pelanggan, Sritex (SRIL) ekspor perdana seragam tentara Filipina
    Oleh: Nur Qolbi

    Senin, 14 Desember 2020 14:39 WIB

    Tambah pelanggan, Sritex (SRIL) ekspor perdana seragam tentara Filipina


    KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) alias Sritex melaksanakan ekspor perdana seragam tentara Filipina sebanyak sebelas container. Acara inaugurasi ini berlangsung pada Senin (14/12) di kantor pusat Sritex yang terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah.
    Filipina menjadi negara ke-36 yang seragamnya dibuat oleh Sritex dan merupakan negara ke-8 di kawasan Asia Pasifik setelah Indonesia, Malaysia, Brunei, Timor Leste, Singapura, Nepal, dan Australia. Sritex juga menjadi mitra resmi yang memproduksi seragam tentara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO), antara lain Jerman, Swedia, Belanda, Austria, dan Norwegia.

    Presiden Direktur SRIL Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, rencana kerja sama ini telah dimulai sejak dua tahun lalu. Sritex mengunjungi kantor tentara Filipina dan membahas cara untuk meningkatkan spesifikasi teknis seragam tentara Filipina.




    Ada nama MALON di atas Kan..??? Wkwkwkwkw...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buatan sritex pon di claim made in tampatan konon wkwkwk

      Hapus
    2. Wowww,hari gini malon tak de kepakaran bina uniform askar wkwkwk

      Hapus
    3. Awas, nanti ada yg cakap,
      -Kami dah bina uniform tak kasat mata
      -Kami dah bina eksoskeleton

      😂😂😂

      Hapus
    4. RBL@ yang cakap cem tuh pasti halu wkwkwk

      Hapus
  22. Hati-hati dengan si unkown kW 😂

    BalasHapus
  23. Radar dome malon besar cem kubah mesjid pun tak bisa mengesan MH-370 terhempas dan pesawat halimun wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwkw kata GEMPUR semakin besar RADARNYA semakin jauh jangkauannya Wkwkwkwkw

      Hapus
    2. Nusantara@ top 5 university ASEAN konon tapi otaknya error,kl radar besar cem kubah mesjid gimana bisa pesawat terbang bawa radar cem tuh,zaman sekarang radar itu dibuat kecil semaksimal mungkin biar bisa dibawa wkwkwk

      Hapus
    3. Wkwkwkwkw hasil DIDIKAN TOP 5 UNIVERSITY bro wkwkwkwkw

      Hapus
  24. mana nih si otong ANTEK BARAT..!!!

    yang selalu terpukau seperti anak kecil dengan kalimat sales STEALTH alias siluman produksi barat seperti F22 atau F35.

    TIDAK ADA yang BENAR2 STEALTH (kecuali mahluk ghaib)

    semakin tahun tehnologi selalu berkembang, tehnologi stealth sudah usang karena itu tehnologi tahun 80an hingga akhir tahun 90.

    karena stealth sendiri memancarkan gelombang elektronik untuk mencari target lawan.
    gelombang elektro inilah yang ditangkap lawan untuk melihat keberadaan pesawat stealth itu sendiri.

    kesimpulan:
    pihak lawan sudah berpikir keras dan sudah mengeluarkan dana yang besar utk menciptakan tehnologi terbaru untuk melemahkan lawan.
    sedangkan pihak lawannya tidak memerlukan dana besar untuk segera mencari antidote tehnologi lawannya.

    tinggal si om @DUTA RUDAL beraksi dengan meluncurkan rudal untuk menembak jatuh pesawat stealth tersebut.

    contoh kasus:
    tertembaknya pesawat stealth F-117 NightHawk USA oleh rudal sepuh milik Serbia. walapun rudal sepuh tapi tehnologi radarnya sudah diupgrade sehingga mampu mendetekai pesawat f177.

    BalasHapus
  25. Salam heli EC-725 TUDM kongsi dgn TLDM saat exercise Borneo siri 2 wkwkwk

    BalasHapus
  26. RADOME itu singkatan dari Radar Dome. Yang terdiri dari unit radar yg berada di dalam kubah (dome).

    Kubah (dome) ini hanya berfungsi melindungi radar dari cuaca. Tidak ada kaitannya dgn isian unit radarnya.

    Jangkauan radar jelas hanya ditentukan oleh jenis unit radar di dalam dome itu sendiri.

    Tapi di tangan @gempur, ukuran (size) dome menjadi penentu jangkauan radar!

    😂😂😂



    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklumlah gempurgila itu orang awam buzzer parti UMNO mana paham soal militer,gempurgila cuma paham soalan jubor,judi,dadah dan mat bangla wkwkwk

      Hapus
  27. Setelah diupload latihan malon...dibanting sama radar pasif...mimin jahaatttt

    BalasHapus
  28. Balasan
    1. melihat tanpa terlihat.
      memang aneh sih....

      jadi yang siluman itu siapa?
      radarnya atau pesawat stealthnya?

      hahahahahaha

      Hapus
    2. Yang siluman tuh suwandaru, kerjaannya menyaru jadi malon.

      Wakakakak...

      Hapus
  29. Semoga di PERCEPAT pembuatannya dan jangkuaanya bisa sejauh VERA.

    BalasHapus
  30. Balasan
    1. Buat UGV sama kapal tanpa awak kayak punya Singapura 👍

      Hapus
    2. RN01 SS semoga bisa nyusul segera ke halaman Menhan

      Hapus
  31. KOTAK lagi...... wkwkwkwkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  32. gempurwira, kami persilahkan

    BalasHapus
  33. HODOH dan design dia kelihatan kotak dan aneh....wkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mang bentuk radar itu spt apa

      Hapus
    2. Kata top 5 university xbisa bikin radar sendiri kah wkwkwk

      Hapus
    3. Top 5 university tak boleh buat 😂

      Hapus
    4. Memang cem radar malon bentuknya cem kubah mesjid wkwkwk

      Hapus
  34. Malon buat senapan lowtech saja dulu.....takpayah yg canggih²..hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah tampal stiker sudah sangat bangga tampal stiker jenama FN kan...Aneh...wkwkwkwkw

      Hapus
    2. SS-1 lisen tapi SS-2 desain buatan tempatan,dengkilah tuh wkwkwk

      Hapus
  35. korang memang takde design lain ke selain KOTAK...???

    BalasHapus
  36. vera E tak bentuk KOTAK pun..... wkwkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengkilah tuh tak bisa bina radar pasif wkwkwk

      Hapus
    2. Iya.. Vera E khusus punya malon bentuknya lonjong cem vibrator ya pur.. 🤣🤣

      Hapus
  37. "Kalo mengacu istilah dalam kitab primbon kemukus gagrak anyar, akitivitas ini dikenal dg nama : 'Nginjen' atau 'ndingkik'.....dan salah satu ciri khas para aktivis aka penggiat aksi 'nginjen' ini.....silahkan mengamati segala gerak-gerik dan raut mukanya @mbah_gono 🏄💨💨💨💨💨


    👉👈👈👈Melihat Tanpa Terlihat 👉👉👉👈

    BalasHapus
  38. Memang cem radar malon cem kubah mesjid wkwkwk

    BalasHapus
  39. ngakalin rudal bisa gak ? kejadiannya mirip di perang falkland tahun 80an. hawk argentina terbang rendah rendah. banget segaris sama ombak sampai garam laut nutupi kaca kokpit. alhasil kapal al inggris kebingungan bidik buat ngeluncurin misil seadart.

    BalasHapus
  40. Gempur keberatan dengan desain segi enam,yg dia pengen tuh berbentuk bulat panjang secara gempur penikmat lobang dubor wkwkwk

    BalasHapus
  41. .
    KD Kedah (kedah class)
    https://en.m.wikipedia.org/wiki/Kedah-class_offshore_patrol_vessel


    OMPONG guys...!!!
    Wkwkwkwk....
    ....All Kedah-class vessels are fitted for but not with the ....."


    RASUAH guys...!!!
    Wkwkwkwk....
    ".......The shipbuilding has been plagued by financial and technical problems and delays. The first setback occurred when
    ...........
    The programme resumed, but the scandal discouraged the Malaysian Government from further investments. ......"

    BalasHapus
  42. EMEJING,,,tahniah abd lanjutkan! 👍😎

    BalasHapus
  43. Purr..Malon buat senapan dan peluru lowtech saja dulu.....takpayah yg canggih²..hahahaha.



    BalasHapus
  44. Pur sudah mkn Tae lah hari ini. Sana pusing2 Kat jamban dlu

    BalasHapus
  45. Malon mana mampu buat yg ku bgni. Senapan tembak tupai,kapal salah potong hasil para enggginer Malon yg be AQ jongkok..

    BalasHapus
  46. Andai perencanaan indhan kita bisa lebih baik mungkin barang2 kayak gini bisa jadi komoditas ekspor kita ke negara2 terangga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketika dana dari pemerintah gabisa diandalkan maka satu2nya jalan yaitu membuat apa yang kita riset selamaa ini menjadi suatu produk yang menguntungkan dan bisa menghidupi diri sendiri

      Hapus
  47. Gambar ke 3 itu isi Dome nya, klo diperhatiin mirip bintang Daud

    BalasHapus
  48. Ehh Malon nggak usah komen modelnya deh. Sok tau amat lu kayak negeravlu bisa buat ajah😂😂😂🤣🤣🤣🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🇱🇷🤣🤣🤣😂😂😂

    BalasHapus