Tampilkan postingan dengan label Senjata Anti Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senjata Anti Tank. Tampilkan semua postingan

20 November 2025

Uji Fungsi Senjata Peluncur Roket di Puslatpurmar 3 Grati

20 November 2025

Uji fungsi senjata rocket thermobaric BKT1-80 di Puslatpur 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur (photos: Puslatpurmar 3)

TNI AL Dispen Kormar (Pasuruan). Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati bersama Komando Latih Marinir (Kolatmar) menjadi tuan rumah pelaksanaan uji fungsi senjata Rocket Thermobaric Disposable serta senjata RPG Type 69-1 Rheat dan amunisinya yang digelar oleh Laboratorium Induk Senjata Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Labinsen Dislitbangal). Kegiatan ini berlangsung di lapangan tembak Puslatpurmar 3 Grati dan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan keandalan Alutsista TNI Angkatan Laut. Jumat (14/11/2025). 

Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat Marinir, antara lain Kadissenlek Kormar Kolonel Laut Risang Sadewa, Pabanren Srena Kormar Letkol Marinir Samsul, Aslog Pasmar 2 Kolonel Bayu Aji, serta Danyonif 3 Marinir Letkol Marinir Iskandar Muda.

Dari unsur TNI AL turut hadir Kaarsenal Laksma TNI Frandinanto Suwarno beserta jajaran terkait, meliputi pejabat dari Srena AL, Slog AL, Dissenlekal, Dislitbangal, Puslaikmatlamjaal, serta perwakilan industri pertahanan. 

Uji fungsi senjata RPG Type 69-I HEAT di Puslatpur 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur (photos: Puslatpurmar 3)

Penyambutan peserta uji dilaksanakan oleh Dankolatmar Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra bersama Wadan Kolatmar Kolonel Marinir Edi Prayitno, pejabat Kolatmar, Danpuslatsus Letkol Marinir Alamsyah, Pgs Danpuslatpurmar 3 Grati Mayor Marinir M. Yamin, Pasops PLP 3 Grati Mayor Marinir Wijaya, serta Danden Satdemlat PLP 3 Grati Kapten Marinir Putro Yuniantoro.

Pelaksanaan uji fungsi diawali dengan pemaparan teknis oleh Kasilat Senum Labinsen, Letkol Laut (E) Ali Mashudi, yang disampaikan di Mako Kolatmar. Selanjutnya, kegiatan berlanjut dengan uji tembak senjata RPG Type 69-1 Rheat, diikuti uji tembak Rocket Thermobaric Disposable di lapangan tembak Puslatpurmar 3 Grati. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi uji tembak oleh Tim Labinsen.

Pgs Danpuslatpurmar 3 Grati Mayor Marinir M. Yamin menyampaikan bahwa pelaksanaan uji fungsi senjata ini merupakan bentuk dukungan penuh Puslatpurmar 3 Grati terhadap pengembangan kemampuan sistem persenjataan TNI AL.

19 November 2025

Korps Marinir Thailand Adakan Latihan Penembak Rudal TOW

19 November 2025

Latihan Penembak Rudal TOW anti-tank (photos: RTMC)

Pada tanggal 28 Oktober 2025, Laksamana Muda Yothin Thanamoon, Komandan Divisi Marinir, bersama para perwira senior dan staf administrasi Divisi Marinir, memeriksa kesiapan tempur personel, persenjataan, dan peralatan Batalyon Pendukung, Divisi Marinir Kerajaan Thailand. 


Letnan Komandan Surat Songthip, Komandan Batalyon Tank, Divisi Marinir, beserta personel dan peralatan menjalani inspeksi kesiapan tempur di lapangan parade Resimen Infantri 1, Kamp Phra Maha Jessadarajchao, Distrik Sattahip, Provinsi Chonburi.


Pada tanggal 5 November 2025, Kompi Anti-Tank, Batalyon Tank, Divisi Marinir, melakukan latihan tembak menggunakan sistem senjata berpemandu TOW 2A-RF selama pelatihan. 


Latihan bertajuk "Tinjauan Penembak Rudal TOW, Sesi ke-1, Tahun Anggaran 2026" mempunyai topik:
- Misi Organisasi Unit
- Pengantar TOW 2A - Komponen RF
- Peluncuran Darat Skuadron
Latihan berlangsung di Kamp Kompi Anti-Tank Krom Luang Chumphon, Distrik Sattahip, Propinsi Chonburi.

10 Oktober 2025

Sistem Senjata Lawan Tank Ganda THCT-105TM2 Lansiran Vietnam

11 Oktober 2025

Senjata lawan tank THCT-105TM2 buatan Vietnam (photo: Thanh Nien)

Senjata anti-tank THCT-105TM2 menggunakan teknologi rekayasa modern dengan hulu ledak umpan tambahan yang digunakan untuk menetralkan sistem pertahanan aktif pada tank, membantu menghancurkan tank modern. 

Saat ini, di Tentara Rakyat Vietnam, senjata anti-tank masih memainkan peran penting dalam pertahanan, terutama di tingkat infanteri. Secara tradisional, sejak perang perlawanan, pasukan kami telah menggunakan berbagai jenis senjata anti-tank yang disediakan oleh Uni Soviet.

Laras utama dan sub-laras sistem anti-tank THCT-105TM2 (photo: Thanh Nien)

Hingga hari ini, banyak unit infanteri masih dilengkapi dengan RPG-7 yang lebih baik, bersama dengan amunisi penembus baja modern yang mampu menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, dan posisi yang dibentengi.

Secara khusus, industri pertahanan Vietnam kini telah memproduksi dan menghasilkan banyak jenis senjata anti-tank modern, yang digunakan dalam misi pelatihan maupun kesiapan tempur.

2 jenis munisi sistem anti-tank THCT-105TM2 (photo: Thanh Nien)

Peningkatan dan produksi senjata-senjata ini membantu infanteri Vietnam menjadi lebih lincah dan fleksibel, dan di saat yang sama dapat dipadukan dengan rudal anti-tank modern untuk membentuk banyak lapisan senjata anti-mekanis, yang cocok untuk peperangan modern.

Pada pameran prestasi nasional baru-baru ini "80 tahun perjalanan kemerdekaan - kebebasan - kebahagiaan" (Komune Dong Anh, Hanoi ), Departemen Umum Industri Pertahanan memperkenalkan sistem anti-tank THCT-105TM2.

2 jenis munisi sistem anti-tank THCT-105TM2 (photo: Thanh Nien)

Menurut data yang dipublikasikan, THCT-105TM2 berbobot 13,8 kg, memiliki jarak tembak lurus (dengan target setinggi 2 m) 200 m, jarak tembak maksimum 400 m, dan dapat menembus laras utama 105 mm dan laras sekunder 42 mm. Kompleks ini dapat menembak tank dengan lapisan pelindung reaktif eksplosif setebal 600 mm.

Staf di area pameran menyampaikan bahwa fitur khusus sistem anti-tank THCT-105TM2 adalah penggunaan teknologi modern yang dimilikinya, termasuk hulu ledak umpan. Hulu ledak ini digunakan untuk menetralkan sistem pertahanan aktif pada tank. Dari sana, hulu ledak ini membantu menghancurkan tank-tank modern.

Perwira tersebut menjelaskan bahwa saat ini, setiap jenis tank memiliki sistem pertahanan aktif. Sistem ini membantu tank mendeteksi peluru yang masuk dalam waktu 0,5 detik. Kemudian, tank akan meluncurkan peluru untuk mencegat peluru yang menyerang.

Peluru umpan kompleks (photo: Thanh Nien)

Namun, dengan THCT-105TM2, hulu ledak umpan akan diluncurkan terlebih dahulu, menyebabkan tank musuh mengaktifkan sistem pertahanan aktifnya, meluncurkan hulu ledak untuk menghancurkannya, sekitar 0,15 detik kemudian, hulu ledak utama akan ditembakkan.

Pada saat itu, sistem pertahanan aktif tank tidak memiliki waktu untuk memulai ulang kedua kalinya (waktu mulai 0,5 detik), sehingga mengakibatkan kehancurannya.

Menurut data yang dipublikasikan, amunisi utama THCT-105TM2 adalah DTC-105TM2. Amunisi ini berukuran 105 mm, panjang 1,1 m, dan berat 6,8 kg, yang mampu menembus baja saat terdapat lapisan pelindung reaktif eksplosif lebih besar atau sama dengan 600 mm.

11 September 2025

Republikorp Presentasikan Produk Senjata Lawan Tank dan Drone Surveiilance ke TNI AD

11 September 2025

Bulspike AT senjata lawan tank buatan VMZ, Bulgaria (photo: VMZ)

Presentasi Senjata Lawan Tank Sejenis DART/Bulspike-AT

Direktur Materiil Ditjen Kuathan Kemhan Brigadir Jenderal TNI Totok Budhi Sugiarto, S.E., M.A., memimpin Rapat Presentasi Senjata Lawan Tank Sejenis DART/RPG Bulspike-AT oleh PT. Republik Defence Indonesia di Ruang Rapat Lantai 6 Gedung D.I. Panjaitan Ditjen Kuathan Kemhan Jalan Tanah Abang Timur No.7 Jakarta Pusat. Turut hadir Pejabat Kemhan dan Pejabat UO TNI AD di Jakarta. Selasa, 9 September 2025. 

Presentasi Drone Surveillance TNI AD

Kasubdit Renbutmat Dit Mat Ditjen Kuathan Kemhan Kolonel Inf Wahyudin mewakili Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan memimpin Rapat Presentasi Pengadaan Penambahan Drone Surveillance oleh PT Republik Aero Dirgantara di Ruang Rapat Lantai 6 Gedung D.I. Panjaitan Ditjen Kuathan Kemhan Jalan Tanah Abang Timur No.7 Jakarta Pusat. Turut hadir Pejabat Kemhan dan Pejabat UO TNI AD di Jakarta. Rabu, 10 September 2025.

(Ditjen Kuathan)

29 Juni 2025

Royal Thai Army Adakan Pelatihan Penggunaan Senjata Carl Gustav

29 Juni 2025

Pelatihan penggunaan senjata Carl Gustav M3 (all photos: Royal Thai Army)

Batalyon ke-8, Resimen ke-3 Royal Thai Army pada tanggal 25 Juni 2025 lalu melakukan posting pelatihan tugas khusus untuk prajurit baru, angkatan 1/68. 


Pelatihan yang dilakukan adalah belajar menggunakan senjata api tanpa hentakan 84 mm untuk mengembangkan kemampuan mereka, menambah pengetahuan, pemahaman, meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka agar lebih sesuai dengan posisi dan tugas mereka sendiri, sesuai dengan standar Royal Thai Army.


Senjata yang digunakan adalah senjata pendukung tembakan langsung sedang M3 Carl Gustav 84 mm adalah senjata yang diisi dari belakang, ditembakkan tanpa hentakan, dikendalikan di bahu yang sangat akurat dan serbaguna.


Carl Gustav versi M3 dirancang untuk bertahan dalam kondisi kutub utara, tropis, dan gurun yang lebih baik daripada versi M1 atau M2. Royal Thai Army diketahui mempunyai senjata lawan tank berupa: 
-Recoilless rifle/senapan tanpa hentakan: Carl Gustav M3 (Swedia) dan M40 (AS),
-Rocket-propelled grenade/granat berpeluncur roket: M72 LAW (AS) dan Type 69 (China), dan
-Anti-tank guided missile/rudal berpandu antitank: FGM-148 Javelin (AS) dan Spike-MR (Israel), dan BGM-71 TOW (AS). 

16 Juni 2025

Dahana Bersama Hariff Defense Mengembangkan Roket Senjata Lawan Tank (SLT) untuk Diproduksi Masal

16 Juni 2025

Roket Senjata Lawan Tank (SLT) di stand Dahana (photo: Defense Studies)

Di Indo Defence, 2 Perusahaan RI Kerja Sama Kembangkan Roket Antitank

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua perusahaan industri pertahanan dalam negeri, PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense) dan PT Dahana, resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan teknologi pertahanan, khususnya di bidang bahan peledak dan otomatisasi sistem peledakan. 

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di ajang Indo Defence 2024, Kamis (12/6/2025). 

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan roket Senjata Lawan Tank (SLT) Latih, sebuah sistem senjata ringan antitank untuk keperluan pelatihan militer.

"Kolaborasi ini mencerminkan bahwa kami, anak bangsa, berkomitmen penuh untuk memperkuat pertahanan nasional lewat sinergi antara perusahaan swasta nasional dan BUMN,” kata President Director PT Hariff Dipa Persada (Hariff Defense) Adi Nugroho.

SLT Latih dirancang agar efisien dalam penggunaan, dengan roket yang dapat ditembakkan melalui peluncur (launcher) yang digunakan berulang kali. 

SLT Latih yang dikembangkan Hariff Defense dan Dahana, lanjut Adi, telah menunjukkan performa menjanjikan.

Roket Senjata Lawan Tank (SLT) di webs Hariff Defence (photo: Hariff Defence)

Roket yang dirancang untuk latihan tersebut mampu melaju lurus hingga 600 meter, melebihi ekspektasi awal. 

Ke depan, pengembangan tidak berhenti di SLT Latih. 

Keduanya berencana melanjutkan ke Guided Missile, dan pada tahap lanjutan menjadi Smart Missile buatan dalam negeri. 

"Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam pengembangan teknologi bahan peledak yang lebih canggih, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional guna menghadapi tantangan strategis pertahanan di masa mendatang," ungkapnya.

PT Hariff Dipa Persada dikenal sebagai perusahaan teknologi swasta nasional yang bergerak di bidang sistem kontrol, telekomunikasi, dan solusi teknologi pertahanan. 

Sementara PT Dahana adalah BUMN yang bergerak di sektor layanan bahan peledak terpadu. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato sambutan pembukaan Indo Defence mengatakan bahwa gelaran ini memang bertujuan memberikan kesempatan bagi industri pertahanan nasional tampil di kancah industri pertahanan internasional. 

"Expo ini dimaksud untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri, industri pertahanan negara-negara sahabat, dunia akademisi di Indonesia, semua unsur-unsur pimpinan politik dan kemasyarakatan, dan tentunya generasi muda Republik Indonesia untuk mengikuti perkembangan teknologi dan sains, khususnya di bidang pertahanan," ungkap Presiden Prabowo, Rabu (11/6/2025).

25 Mei 2025

MINDEF Meterai Kontrak RM11 Bilion pada LIMA 2025

25 Mei 2025

Anggota Tentera Darat Malaysia dengan M-72 LAW Light Anti-Tank Weapon Reloadable (photo: TDM)

LANGKAWI  – Sebanyak 136 buah kenderaan berperisai mobiliti tinggi (HMAV 4×4) Tarantula akan menjadi aset baharu Tentera Darat Malaysia apabila kontrak perolehannya dimeterai Kementerian Pertahanan (Mindef).

Mindef hari ini menandatangani surat hasrat (LOI) bernilai RM1.8 bilion kepada Mildef International Technologies Sdn. Bhd. (MILDEF).

Tempoh penghantaran kenderaan HMAV Tarantula dijangka selama 4 tahun dengan penghantaran secara berperingkat-peringkat.

Selain Tarantula, Mindef turut menganugerahkan LOI bernilai RM800 juta kepada Lumut Naval Shipyard (Lunas) bagi perolehan kelengkapan logistik untuk kapal tempur pesisir (LCS).  Seterusnya membekal 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.

Perolehan ini adalah sebahagian daripada pelbagai kontrak termasuk surat setuju terima (SST), surat hasrat (LOI) dan memorandum persefahaman (MoU) yang dimeterai Mindef pada hari ketiga LIMA 2025.

Menteri Pertahanan, Dato’ Seri Mohamad Khaled Nordin berkata, keseluruhan kontrak bernilai RM11 bilion melibatkan 40 kontrak atau SST, LOI (2) kepada syarikat-syarikat yang telah dianugerahkan kontrak perolehan oleh MINDEF dari penghujung tahun 2023 hingga kini.

Katanya, turut dimeterai ialah 6 MoU antara Mindef  dan rakan strategik terpilih.

“Bagaimanapun, nilai keseluruhan kontrak juga adalah termasuk tambahan 45 lagi kontrak perolehan bernilai antara RM10 juta hingga RM30 juta yang telah ditandatangani sebelum ini.

“Mindef komited dalam memperkukuhkan pertahanan negara amnya dan Angkatan Tentera Malaysia melalui beberapa rundingan yang sedang berlangsung,” ujarnya pada sidang akhbar selepas menyaksikan majlis menandatangani perjanjian dan MoU tersebut.

Hadir sama Panglima Angkatan Tentera, Jeneral Datuk Mohd Nizam Jaffar serta Timbalan Menteri Pertahanan, Adly  Zahari.

Peningkatan jumlah kontrak adalah sebanyak RM1 bilion berbanding LIMA 2023 iaitu RM10 bilion.

Turut dimeterai ialah kontrak sewaan 4 buah lagi helikopter Leonardo AW139 daripada Westar Aviation Sdn Bhd untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Anggota Tentera Darat Malaysia dengan Light Anti-Tank Weapon C90 dan M72 (photo: MyPatriot)

Mindef juga membeli sebanyak 178 pelancar antinkereta kebal ringan dan 2 buah sistem radar pengawasan jarak jauh.

Di samping perolehan aset strategik pertahanan, turut dibandingkan ialah pembinaan Hospital
Angkatan Tentera (94 HAT) yang baharu di Kem Terendak, Melaka, bagi menggantikan fasiliti sedia ada yang telah berusia lebih 50 tahun.

Hospital baharu ini dijangka menyediakan kemudahan serta peralatan perubatan terkini yang lebih moden dan berteknologi tinggi demi kesejahteraan warga Angkatan Tentera Malaysia.

Mengulas lanjut kata Mohamad Khaled, perolehan hari ini mempunyai beberapa matlamat yang ingin dicapai terutamanya daripada kepentingan pertahanan negara.

Katanya, ia bagi meningkatkan kesiapsiagaan aset untuk memperkukuhkan pertahanan wilayah.

“Rundingan ini adalah langkah penting dalam memperkukuh kesiagaan aset Tentera Darat Malaysia pada tahap maksimum serta menyokong pembangunan kapasiti pertahanan dan
pengukuhan keupayaan industri tempatan.

“Kontrak ini juga bagi mendokong peningkatan industri pertahanan tempatan yang benar-benar melaksanakan tanggungjawab mengendalikan dan bukan ejen.

“Semua kontrak yang dimeterai hari ini adalah dengan syarikat-syarikat tempatan yang berdaya saing dalam bidang masing-masing termasuklah selenggaraan,” ujarnya.

Info Kontrak Utama Mindef pada LIMA 2025
-LOI kepada Mildef International Technologies Sdn Bhd bagi permohonan perolehan 136 unit Kenderaan Perisai Jenis A (KJA) &  Infrastruktur yang bernilai RM1.88 bilion.
-Penambahan 2 Long Range Radar (LRR) di Bukit Peteri, Terengganu dan Bukit Lunchu, Johor bernilai RM277 juta.
-Perolehan 178 buah Light Anti-Tank Weapon Reloadable (LATW) – Short Range bernilai RM49 juta
-Membekal dan menghantar 780 laras Light Anti-Tank Weapon (LAW) C90 bernilai RM35 juta
-Membekal dan menghantar 18 laras Mortar 81mm bernilai RM30 juta
-Pembekalan 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
-Membekal dan menghantar 1,300 butir Rounds 84mm Recoilless High Explosive (HE) bernilai RM42 juta.
-Membekal dan menghantar 5,000 butir Mortar Bomb 60mm Illuminating IR kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta
-Membekal dan menghantar 1,900 butir Mortar Bomb 120mm High Explosive (HE) kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta;l
-Membekal dan menghantar peluru 5.56mm Ball bernilai RM32 juta
-Membekal dan menghantar 1,000 butir Rounds 125mm HEAT-SD-T” bernilai RM31 juta.

29 Oktober 2024

TDM Terima Carl Gustav M4 dan Beberapa Perlengkapan Baru

29 Oktober 2024

TDM telah menerima 110 recoilless rifles 84mm Carl Gustaf M4 yang dipercayai untuk anggota 10 Briged Para dan Gerup Gerak Khas (GGK) (photo: BTDM)

Kesiagaan TDM Terus Diperkasa Dengan Perolehan Aset Baharu

Panglima Tentera Darat (PTD), Jeneral Tan Sri Dato’ Muhammad Hafizuddeain bin Jantan telah menyempurnakan Majlis Penyerahan Aset Tentera Darat bertempat di 92 Depot Kenderaan Pusat (DKP), Kem Batu Kentomen hari ini.

Beberapa perlengkapan tempur baru untuk TDM: truk, ATV, radio dan night vision goggle (photo: TDM)

Tentera Darat Malaysia (TDM) telah menerima beberapa perolehan baharu untuk kegunaan pasukan-pasukan di bawah Tentera Darat antaranya adalah 57 unit Modular Tent, 13 unit Multi Channel Radio System (MCRS), 10 unit Multipurpose Mobile Inventory Vehicle (MMIV), 153 unit Trak 1 Tan Fitted For Radio (FFR), 2 unit Kenderaan Penarik dan Horse Float, 30 unit All Terrain Vehicle (ATV), Night Vision Goggle, Anti Tank 84mm Carl Gustav dan pelbagai lagi.

Perolehan baharu ini membolehkan anggota melaksanakan tugas dengan lebih berkesan dan menjadikan kesiagaan TDM  di tahap yang tinggi sama ada dalam mempertahankan keselamatan negara dan juga untuk melaksanakan misi bantuan kemanusiaan.



Turut hadir adalah Timbalan Panglima Tentera Darat (TPTD), Leftenan Jeneral Dato’ Tengku Muhammad Fauzi bin Tengku Ibrahim, Ketua Staf Tentera Darat (KSTD), Leftenan Jeneral Dato’ Zaidan bin Atan serta Pegawai – Pegawai Kanan Tentera Darat dan wakil-wakil syarikat yang terlibat.

(TDM)

05 September 2024

Korps Marinir Ujicoba Senjata Lawan Tank Baru ATGL L-2 dari Bulgaria

05 September 2024

Senjata Lawan Tank baru Korps Marinir adalah ATGL-2 buatan Arsenal, Bulgaria (all photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Pasuruan) -- Wakil Komandan Korps Marinir (Wadan Kormar)  Brigjen TNI (Mar) Suherlan didampingi Dankolatmar Kolonel Marinir Dede Harsana, S.A.P., M.Han meninjau uji fungsi material kontrak Dissenlekal pengadaan Anti Tank Grenade Launcher (ATGL) di Lapangan Tembak Puslatpurmar 3 Grati Pasuruan, Selasa (03/09/2024).


Kegiatan diawali paparan oleh tim Labinsen tentang spesifikasi teknis ATGL-L2, prosedur tindakan dan keamanan senjata di Indoorsport Puslatpurmar 3 Grati dilanjutkan uji fungsi penembakan senjata di lapangan tembak Puslatpurmar 3 Grati serta  penyampaian hasil uji fungsi dan evaluasi senjata yang akan memperkuat jajaran Korps Marinir nantinya.


Turut hadir pada acara tersebut, Wadan Pasmar 2, Aslog Dankormar, Asintel Dankormar, Asrena Dankormar, Korsahli Kormar, Danlanmar Sby, Aslog Danpasmar 2,  Wadanbrigif  2, Sekdissenlekal,  Kalabinsen,  Kasubdis SPT Senekal, Sekdis Litbangal, Dislaikmatal, dan perwakilan dari PT Artha Baruna Indonesia. (Marinir)


Dampingi Wadan Kormar, Dankolatmar Hadir Pada Uji Fungsi Senjata ATGL – L2 40 mm

Dispen Kormar (Pasuruan). Dankolatmar Kolonel Marinir Dede Harsana, S.A.P., M.Han bersama Perwira Staf Mako Kolatmar, Danpuslatpurmar 3 Grati dan pejabat Kormar lainnya turut dampingi Wadan Kormar  Brigjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., SC., CHRMP., pada acara uji fungsi material kontrak Dissenlekal pengadaan Anti Tank Grenade Launcher (ATGL) di Lapangan tembak Puslatpurmar 3 Grati Pasuruan, Selasa (03/09/2024).


Acara diawali paparan oleh tim Labinsen tetang spesifikasi teknis ATGL-L2, prosedur tindakan dan keamanan senjata di Indoorsport Puslatpurmar 3 Grati dilanjutkan uji fungsi penembakan senjata tersebut di lapangan tembak Puslatpurmar 3 Grati, juga digelar penyampaian hasil uji fungsi dan evaluasi senjata yang akan memperkuat jajaran Korps Marinir nantinya.


Turut hadir pada acara tersebut, Wadan Pasmar 2, Aslog Dankormar, Asintel Dankormar, Asrena Dankormar, Korsahli Kormar, Danlanmar Sby, Aslog Danpasmar 2,  Wadanbrigif  2, Sekdissenlekal,  Kalabinsen, Kasubdis SPT Senekal, Sekdis Litbangal, Dislaikmatal, dan perwakilan dari PT. Artha Baruna Indonesia. (Marinir)

15 Agustus 2024

Hariff Defense Conducts SLT (Light Anti-tank Weapon) Trials

15 Agustus 2024

SLT prototype from Hariff Defense (photo: Hariff Defense)

Our passion drives every step of our product development, here's raw photo of our anti-tank missile, named SLT (Senjata Lawan Tank).

Preparation of SLT firing test (photo: Hariff Defense)

Crafting the future, our development process is a blend of passion, precision, and innovation. Here’s our latest test on our Anti-Tank named SLT, this product still under our development to achieve precise and constant firing.

The Firing test of SLT (video: Hariff Defense)

Hariff Defense is subsidiay of PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff DTE) one of the Indonesia’s leading technology innovator of power system, defense, digital transformation, and environmental industries. Founded in 1982 as a Communication System Integration Service Firm specialty in HF, VHF and UHF communication project.

28 Juli 2024

Malaysia Membuka Tender untuk Pengadaan 800 Unit M72 LAW-EC

28 Juli 2024

Nammo M-72 EC LAW (photo: Nammo)

Kementerian Pertahanan Malaysia baru-baru ini mengumumkan tender untuk mengundang perusahaan lokal untuk memasok 800 unit M72 LAW-EC (Light Anti-tank Weapon Enhanced Capability) untuk Brigade Para ke-10, demikian unggahan Malaysian Defence belum lama ini.

M72-EC LAW diproduksi oleh perusahaan Norwegia-Finlandia, Nammo, senjata ini diharapkan dapat menggantikan RPG-7 buatan Rusia yang ada dalam inventaris Brigade. Untuk senjata roket anti-tank/senjata anti-tank ringan (LAW) Angkatan Darat Malaysia juga mengoperaikan Carl Gustav 84mm (Goose), dan Instalanza C90, namun untuk pasukan khusus GGK juga dilengkapi dengan Saab Bofors AT4.

Spesifikasi Nammo M72-EC LAW (image: Nammo)

Adapun pemilihan  persyaratan M72-EC sebagai senjata anti-tank ringan untuk Brigade Para  ke-10 yang akan digunakan untuk operasi dan pelatihan harus memenuhi syarat-syarat berikut ini.

-Senjata tersebut akan digunakan untuk menembus kendaraan lapis baja ringan, tempat penempatan senjata, bunker, benteng, atau target keras yang setara.

-Senjata tersebut akan mudah dibawa oleh personel tanpa menurunkan mobilitas mereka selama infiltrasi dan eksfiltrasi melalui laut, udara, atau darat.

-Sifat operasi udara untuk melakukan operasi ofensif dan defensif memerlukan karakteristik senjata yang ringan, mandiri dengan daya tembak yang efektif, dan sekali pakai/disposable.

Tender pengadaan M72 LAW-EC ini akan ditutup pada akhir Juli 2024.

06 Februari 2024

Tentera Darat Malaysia Akan Mendapatkan 780 Unit C90 Senjata Anti-Tank

06 Februari 2024

Instalanza C90 RPG telah digunakan di Spanyol dan diekspor ke 11 negara lainnya. Di kawasan Asia Tenggara, C90 telah digunakan oleh Brunei, Indonesia, dan Malaysia (photo: Milmag)

Kementerian Pertahanan Malaysia telah menerbitkan permintaan penawaran (request for bids) untuk penyediaan dan pengiriman 780 unit senjata anti-tank ringan C90 buatan Instalanza Spanyol untuk Tentera Darat. C90 adalah senjata anti-tank ringan jenis Rocket Propelled Grenades (RPG).

Pengadaan ini akan menjadi pembelian senjata anti-tank terbesar dalam kurun waktu terakhir. Tender tersebut dipublikasikan pada 30 Januari lalu – dan ditutup pada tanggal 20 Februari, yang berarti perusahaan memiliki waktu 21 hari untuk mengajukan penawaran.

Instalanza memproduksi empat varian C90 – anti armor; anti-armor plus fragmentasi, anti-bunker dan asap. Kemungkinan Tentera Darat Malaysia hanya ingin membeli tiga varian pertama saja.

See full article Malaysian Defence


15 Januari 2024

Korps Marinir Uji Senjata Lawan Tank Baru

15 Januari 2024

Uji fungsi senjata lawan tank Korps Marinir TNI AL (photos : Korps Marinir)

Wadan Kormar Tinjau Uji Fungsi Senjata Lawan Tank

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Pasuruan)-- Wakil Komandan Korps Marinir (Wadan Kormar) Brigjen TNI (Mar) Suherlan didampingi Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Y. Rudy Sulistyanto, S.E meninjau uji fungsi penembakan Senjata Lawan Tank di daerah Latihan Puslatpurmar 3 Grati Pasuruan, Jumat (12/01/2004).

Senjata Lawan Tank yang diuji mempunyai kemiripan dengan RPG-75 buatan Zevela Ceko (photo: exsof_sec)

Mengawali kegiatannya Wakil Komandan Korps Marinir menerima paparan dari Tim Dislaikmatal Kolonel Laut (T) Agung, Kolonel Laut (T) Awan Sudiro dan Mayor Marinir Baihaqi  tentang karakteristik, prosedur, tindakan dan  keamanan Senjata dilanjutkan uji fungsi penembakan senjata tersebut.


Usai pelaksanaan uji fungsi Brigjen TNI (Mar) Suherlan beserta rombongan menerima penyampaian hasil uji fungsi juga digelar evaluasi senjata yang akan memperkuat jajaran Korps Marinir.


Ikut serta mendampingi Wadan Kormar dalam uji fungsi Aslog Dankormar Kolonel Marinir Tri Subandyana, S.H., Asintel Dankormar Kolonel Marinir Ena Suksana, S.E., Koorsahli Dankormar Kolonel Marinir Nanang Purwoko, Dandenjaka Kolonel Marinir Rino Rianto, Danlanmar Sby Kolonel Marinir A A. Gede Agung.

01 Agustus 2023

Roketsan Luncurkan ATGM UMTAS-GM Jarak Jauh

01 Agustus 2023

Jangkauan maksimal UMTAS-GM hingga 16 km saat ditembakkan dari kendaraan darat/kapal angkatan laut, dan hingga 20 km saat ditembakkan dari helikopter (foto : Janes)

Roketsan meluncurkan Sistem Anti-Tank Jarak Jauh terbarunya – Sistem Tempur Masa Depan (Uzun Menzilli Tanksavar Sistemi – GeleceÄŸin Muharebe Sistemi: UMTAS-GM) peluru kendali anti-tank (ATGM) di International Defence Industry Fair (IDEF) ke-16 yang diadakan di Istanbul dari 25 hingga 28 Juli.

Perusahaan yang memproduksi ATGM UMTAS dan L-UMTAS ini telah mengoptimalkan varian terbaru untuk digunakan oleh berbagai platform termasuk sistem udara, angkatan laut, dan darat.

Pengembangan UMTAS-GM adalah program dua fase/blok: UMTAS-GM Blok-1 (pencari ganda) dan UMTAS-GM Blok-2 (pencari hibrida).

UMTAS-GM Block-1, seperti yang ditampilkan di IDEF 2023, adalah sistem senjata pencari ganda jarak jauh. Ini adalah varian UMTAS yang ditingkatkan dan lebih berat, dan menampilkan pencari laser pencitraan-inframerah (IIR) dan laser semi-aktif (SAL) serta datalink frekuensi radio (RF) dua arah. Rudal itu memiliki badan silinder dengan hidung datar dan sayap lipat berbentuk salib yang sejajar dan rakitan sirip belakang.

Dibandingkan dengan UMTAS asli, varian Block-1 memiliki bagian hidung yang datar (desain terpisah), permukaan kontrol yang lebih besar dan lebih baik, dan sedikit peningkatan bobot. UMTAS-GM Block-1 memiliki panjang 1,72 m, diameter 160 mm, dan berat 41,3 kg. Rudal ini dapat dilengkapi dengan tiga opsi hulu ledak – anti-tank tandem yang tidak sensitif, fragmentasi ledakan berdaya ledak tinggi, atau termobarik – untuk menyerang set target pada jarak dari 1 km hingga 16 km, ketika ditembakkan dari kendaraan darat/kapal angkatan laut, dan dari jarak 1 km. hingga 20 km saat ditembakkan dari helikopter.

06 Juli 2023

Saab Receives Order for Carl-Gustaf M4 from Australia

06 Juli 2023

Saab Carl Gustaf M4 anti-tank weapons (photo : Saab)

Saab has received an order from the Australian Department of Defence for the supply of additional Carl-Gustaf® M4 weapons. The order value is SEK 400 million with deliveries during 2024-2025.

The Carl-Gustaf M4 weapons will be delivered with Saab’s new Fire Control Device, FCD 558.

“This order continues Saab’s longstanding relationship with the Australian Defence Force. We are proud to deliver modern and user-focused weapon systems that ensures the Australian armed forces’ ability to meet a wide range of challenges on the battlefield,” says Görgen Johansson, head of Saab’s business area Dynamics.

Proven to deliver results on the battlefield, Carl-Gustaf provides the effectiveness soldiers need. The wide range of ammunition types for Carl-Gustaf makes it flexible and able to handle any situation, whether it is to destroy an armoured vehicle or structure, or illuminating the battlefield during night operations.

The Carl-Gustaf system is supplied to more than 40 countries around the world.

(Saab)

30 Maret 2023

Malaysia Mengeluarkan Tender Rudal Anti-tank

30 Maret 2023

ATGM baru akan menggantikan sistem ATGM Metis-M yang dipasang pada Mercedes G-Wagen 4x4 pembawa senjata milik TDM (photo : KLSReview)

Kementerian Pertahanan Malaysia (MINDEF) telah meminta penawaran untuk pasokan 18 sistem peluru kendali anti-tank (ATGM) jarak menengah.

Dalam dokumen penawaran, MINDEF mengatakan ada persyaratan untuk peleton anti-tank dari batalion infanteri untuk dilengkapi dengan ATGM jarak menengah, yang dapat menyerang dan menghancurkan lapis baja musuh pada jarak antara 2.000 dan 4.000 m.

Menurut MINDEF, sistem ATGM mencakup tabung/tabung peluncuran, rudal, unit observasi dan peluncuran (OLU), tripod, dan wadah rudal.

Tabung peluncuran harus menerima dan bereaksi terhadap perintah tugas dari OLU untuk menyalakan motor ejeksi dan mengeluarkan rudal, kata MINDEF. “Rudal tidak boleh melebihi panjang 1.200 mm dan diameter 130 mm.”

Rudal tersebut harus dilengkapi dengan kemampuan untuk mengalahkan Explosive Reactive Armor (ERA) dan pelat baja utama minimal 900 mm rolled homogeneous armor (RHA), tambah MINDEF. Selain itu, MINDEF mengatakan rudal harus menghasilkan energi sisa yang cukup untuk efek lapis baja belakangbehind armour effect (BAE) untuk menimbulkan korban pada awak dan kendaraan.

Menurut dokumen penawaran, probabilitas serangan ATGM tidak boleh kurang dari 90% dan harus memiliki mode serangan teratas dan langsung. “Jarak mempersenjatai rudal harus setidaknya 80 m dan harus dilengkapi dengan panduan pelacak pencitraan inframerah (IIR) dengan sistem berpendingin atau tidak berpendingin untuk memberikan citra yang lebih baik. Selain itu, ia harus melengkapi sistem panduan fire-and-forget automatic command line-of-sight (ACLOS), ”kata dokumen penawaran itu.

09 Maret 2023

US Government Approved Sale of 255 Javelin FGM-148F Missiles to Australia

09 Maret 2023

Javelin FGM-148F Missiles of the ADF (photo : Aus DoD)

WASHINGTON - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Australia of Javelin FGM-148F missiles and related equipment for an estimated cost of $60.18 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today.

The Government of Australia has requested to buy up to two hundred fifty-five (255) Javelin FGM-148F missiles (includes five (5) fly-to-buy missiles). Also included is U.S. technical assistance, consisting of Tactical Air Ground Missiles (TAGM) Project Office technical assistance and other related elements of logistical and program support. The estimated total cost is $60.18 million.

This proposed sale will support the foreign policy and national security objectives of the United States. Australia is one of our most important allies in the Western Pacific. The strategic location of this political and economic power contributes significantly to ensuring peace and economic stability in the region. It is vital to the U.S. national interest to assist our ally in developing and maintaining a strong and ready self-defense capability.

The proposed sale will improve the Australian Army’s capability to meet current and future threats by maintaining and increasing its anti-armor capability. Australia will have no difficulty absorbing this equipment into its armed forces.

The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

The prime U.S. contractor will be the Javelin Joint Venture between Lockheed Martin in Orlando, FL and Raytheon Missiles and Defense in Tucson, AZ. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.

Implementation of this proposed sale will not require the assignment of any U.S. Government or contractor representatives to Australia. (DSCA)

See also :

US Government Approved Sale of 63 AARGM-ERs to Australia (Corrected)

WASHINGTON - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Australia of Advanced Anti-Radiation Guided Missiles-Extended Range (AARGM-ERs) and related equipment for an estimated cost of $506 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today.

The Government of Australia has requested to buy up to sixty-three (63) Advanced Anti-Radiation Guided Missiles-Extended Range (AARGM-ERs); and up to twenty (20) AARGM-ER Captive Air Training Missiles (CATMs). Also included are AGM-88G Advanced Anti-Radiation Guided Missile-Extended Range Dummy Air Training Missiles (AARGM-ER DATMs), containers, component parts and support equipment; Repair of Repairables; software (Classified and Unclassified); publications (Classified and Unclassified); training (Classified and Unclassified); transportation; U.S. Government and Contractor engineering support; and other related elements of logistical and program support. The estimated total cost is $506 million.

This proposed sale will support the foreign policy and national security objectives of the United States. Australia is one of our most important allies in the Western Pacific. The strategic location of this political and economic power contributes significantly to ensuring peace and economic stability in the region. It is vital to the U.S. national interest to assist our ally in developing and maintaining a strong and ready self-defense capability.

The proposed sale will improve Australia’s capability to meet current and future threats by suppressing and destroying land or sea-based radar emitters associated with enemy air defenses. This capability denies the adversary the use of its air defense systems, thereby improving the survivability of Australia’s tactical aircraft. Australia will have no difficulty absorbing this equipment into its armed forces.

The proposed sale of this equipment and support will not alter the basic military balance in the region.

The prime U.S. contractor will be Northrop Grumman Information Systems, Ridgecrest, CA. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.

02 Desember 2022

Marinir Minati Senjata Anti Tank C90

02 Desember 2022

Instalaza C90 anti tank (photo : DSA)

Danmenart 1 MAR ikut mendampingi Dankormar kunker dan workshop ke PT Cipta Teknik Berjaya

TNI AL,Pasmar 1 ,Kamis ( 01/12/2022 ) Komandan Resimen Artileri 1 Marinir Kolonel Marinir Ali Sumbogo S.E.,M.M ikut mendampingi Dankormar beserta Pejabat Utama Mako Kormar melaksanakan kunjungan kerja dan workshop ke PT. Cipta Teknik Berjaya di Kompleks Pergudangan taman tekno Blok D No 10C Setu,Tangerang Selatan,Banten.

Kunjungan kerja kali ini untuk meninjau peralatan persenjataan pertahanan, dalam hal ini dari pihak PT.Cipta Tehnik Berjaya memaparkan Produk- produk seperti Thales Air Defence Starstreak dan Anti Tank C90 Reusable-Instalaza, setelah pemaparan rombongan melaksanakan Tour fasility workshop CTB untuk melihat dari dekat produk-produk yang dipaparkan pihak PT. Cipta Teknik Berjaya

Pada kesempatan ini Danmenart 1 Mar mengatakan bahwa kegiatan Kunjungan kerja ini untuk mengenal dan melihat apakah peralatan kesenjataan yang ditawarkan kepada Korps Marinir terutama untuk Prajurit Artileri dapat benar-benar nantinya dapat memberikan efek daya guna dan hasil guna dalam melengkapi sistem persenjataan Resimen Artileri 1 Marinir terutama Sistem Pertahan Udara yang akan digunakan oleh Batalyon Artileri Pertahanan Udara.

Lebih lanjut Danmenart 1 Mar berterimakasih kepada Pimpinan yang memberi kepercayaan penuh terhadap Resimen Artileri 1 Marinir dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kesenjataan Artileri untuk digunakan dimasa yang akan datang yang membutuhkan teknologi tinggi, mutakhir dan moderen.

08 November 2022

PT Pindad Tandatangani MOU dengan Norinco Terkait ATGM

08 November 2022

SLT (Senjata Lawan Tank) yang saat ini sedang dikembangkan DEFEND ID (photo : Defense Studies)

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose di dampingi Vice President Pengembangan Bisnis, Yayat Ruyat dan General Manager Asia-Pacific Dept NORINCO, Lin Wei menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Pengembangan Teknologi Anti-tank Guided Missile pada 07 November 2022 di Gedung Direktorat PT Pindad, Bandung. Pada kerja sama ini PT Pindad dan Norinco akan menjajaki kerja sama terkait MKB dan peralatan pendukung lainnya.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dalam sambutannya menyampaikan apresiasi nya kepada Norinco atas jalinan kerja sama nya dengan PT Pindad dan kemudian menjelaskan berbagai produk unggulannya.

“Setelah sebelumnya kita sudah mempersiapkan semuanya akhirnya penandatanganan ini dapat dilakukan, kita berharap dengan adanya penandatanganan MoU ini kedepannya kedua perusahaan dapat terus bekerja sama lebih baik lagi.” Jelas Abraham Mose.

ATGM buatan Norinco cukup dikenal di Asia dan Afrika (photo : Defense Arab)

General Manager Asia-Pacific Dept Norinco, Lin Wei dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasih nya terhadap sambutan yang sudah di berikan oleh PT Pindad. 

“PT Pindad merupakan perusahaan yang sudah beroperasi sangat lama dan sangat berpengalaman membuat penandatanganan ini merupakan bab baru bagi Norinco karena dapat bekerja sama dengan PT Pindad dan dapat membawa Norinco lebih berkembang.” Ujar Lin Wei.

Setelah mendengarkan Sambutan dari perwakilan masing – masing perusahaan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU serta foto bersama.