30 September 2026
Malaysia Mendapatkan Tawaran Helikopter NH90 Rekondisi
22 September 2026
TUAH UGV Tampil di Majlis Pelancaran Tim Nukleus Angkatan Siber
20 September 2026
Delegasi Malaysia Tinjau Ex-USCGC Valiant, Bakal Dihibahkan ke APMM
18 September 2026
The 74th SEAEX THAMAL Joint Maritime Exercise between Thai and Malaysian Maritime Security Agencies
16 September 2026
Terra Drone Menandatangani Kolaborasi Strategis dengan DEFTECH untuk Ekspansi ke Pasar Pertahanan Malaysia dan Mempercepat Pertumbuhan di Seluruh ASEAN
15 September 2026
Samudra Laksamana: Together at Sea, Stronger in Partnership
14 September 2026
Malaysia Pertimbang Peroleh Peluru Berpandu BrahMos - Anwar
05 September 2026
G7 Aerospace Kunjungi Infoglobal, Bahas Penguatan Kolaborasi Avionik
03 September 2026
263 Unit TEDUNG dan KALA akan Diserahkan kepada ATM
29 Agustus 2026
Kapal LCS Keempat akan Diluncurkan pada Januari 2027
Lumut Naval Shipyard (LUNAS) milik Malaysia berencana meluncurkan kapal tempur pesisir (*littoral combat ship*/LCS) kelas Maharaja Lela keempat pada Januari 2027—sebuah tonggak pencapaian yang mengindikasikan bahwa program yang sempat tertunda lama ini tetap berjalan sesuai jadwal revisi terbaru.
Rencana peluncuran pada Januari 2027 ini menyusul serangkaian pencapaian penting yang diraih pada tahun 2026, termasuk peluncuran kapal ketiga (calon KD Sharif Mashor) pada bulan Februari, serta dimulainya uji coba laut (*sea trials*) oleh kapal pertama (calon KD Maharaja Lela) pada awal tahun yang sama.
Program LCS Malaysia ini mengadopsi desain dasar Gowind dari Naval Group dan menjadi elemen kunci dalam upaya modernisasi armada permukaan Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN).
Kapal ini memiliki panjang keseluruhan sekitar 111 meter dengan bobot benaman (*displacement*) sekitar 3.000 ton pada muatan standar.
Persenjataan yang melengkapi kapal ini meliputi rudal pertahanan udara MBDA VL MICA, meriam laut BAE Systems 57 mm Mk 3, meriam MSI-Defence Seahawk 30 mm, serta peluncur torpedo tiga tabung J+S 324 mm.
Awalnya, kapal-kapal ini direncanakan untuk dipersenjatai dengan rudal Naval Strike Missile buatan Kongsberg, namun rencana tersebut terdampak oleh peraturan pengendalian ekspor terbaru dari Norwegia.
Perangkat sensor kapal ini mencakup radar Thales SMART-S Mk 2, sistem kendali tembakan Rheinmetall TMEO Mk 2 TMX/EO, serta sonar frekuensi rendah dengan kedalaman variabel Thales Captas-2 untuk operasi peperangan anti-kapal selam.
(Jane's)





























