Tampilkan postingan dengan label TURKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TURKI. Tampilkan semua postingan

17 September 2026

First Vehicle Pre-delivery Acceptance Tests Successfully Completed in the Kaplan APC Program Developed by FNSS and PT Pindad

17 September 2026

Kaplan APC (Harimau APC) tracked armoured personnel carrier (photos: FNSS)

Following the contract signed between PT Pindad and the Indonesian Ministry of Defense to meet the Indonesian army's requirement for a 30-ton class tracked armoured personnel carrier, the first KAPLAN APC (HARIMAU APC) was manufactured at FNSS facilities under the "KAPLAN Armoured Personnel Carrier (KAPLAN APC) Development and Production Agreement" signed between PT Pindad and FNSS. The vehicle's pre-delivery acceptance tests were successfully carried out in Türkiye with the participation of PT Pindad.

Following the shipment of the HARIMAU APC to Indonesia, final acceptance tests will be carried out together with the end user. Production activities for the second vehicle, to be manufactured at PT Pindad's facilities in Indonesia, are also continuing at the same time.


The KAPLAN APC (HARIMAU APC) Project, a continuation of the success achieved in the KAPLAN MT (HARIMAU) Project, has once again demonstrated FNSS's experience and success in technology transfer and local production.

Kaplan APC 
The structural design will enable vehicle to accommodate a crew of 13 personnel, including driver, commander, and a gunner. The vehicle will be developed to operate under all terrain and weather conditions. Its advanced suspension system will reduce internal vibration and improve traction. The vehicle will feature an open architecture electronics infrastructure, facilitating easy integration of various mission-critical systems, including a Battlefield Management System and 360° Situational Awareness System that provides both day and night vision for the crew.


The KAPLAN APC will be equipped with modular protection systems to effectively counter evolving battlefield challenges, providing a unique protection against ballistic and mine threats. In addition to its high personnel carrying capacity, the KAPLAN APC will be designed as the fastest vehicle in its class. Additionally, based on user requirements, the KAPLAN APC can be optionally fitted with an active protection system to defend against anti-tank missiles and rocket-propelled grenades.

The vehicle will be equipped with an automatic fire suppression system, an A/C system, and CBRN system, achieved through maintaining a sealed internal environment. These features will be designed to ensure the crew's survival and maintain their combat effectiveness in most challenging conditions.


The KAPLAN APC will be designed as a modular vehicle capable of integrating both manned and unmanned turret systems. It can be equipped with light and medium calibers such as 30 mm or 35 mm as well as 120 mm mortars and anti-tank guided missile systems.

This modular design will enable the KAPLAN APC to be configured for a wide array of missions, including mechanized infantry, reconnaissance, command and control, force protection, medical evacuation, rescue operations, combat engineering, and both direct and indirect fire support.


All these configurations are built on an armored combat vehicle platform that is equipped with a powerful engine and an automatic transmission, ensuring mobility capabilities compatible with modern main battle tanks.

The extensive use of identical parts and subsystems in the KAPLAN APC, with KAPLAN MT and other configurations within the KAPLAN tracked vehicle family, will offer significant advantages. Additionally, the vehicle will share common subsystems with the Armored Amphibious Assault Vehicle (ZAHA), which FNSS has deployed to the Turkish Naval Forces Marine Infantry Brigade. These features will ensure the KAPLAN APC's reliability, logistical integration, and ease of service, leveraging proven components from a battle-proven vehicle family used by the Turkish and Indonesian armies. This advantage will also reduce logistical burdens for global users, improve mean time between failures (MTBF), and enhance combat readiness.

12 Januari 2026

Kunjungi Aselsan, Menhan Dapat Helm Pilot KAAN

12 Januari 2026

Menhan Sjafrie diberikan cenderamata helm pilot KAAN (photo: Kemhan)

Menhan Sjafrie Dapat Cenderamata Helm Pilot Jet Tempur KAAN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan ke kompleks industri pertahanan Aselsan, Ankara, Turki, Jumat (10/1/2026). Sjafrie melihat berbagai produk Aselsan, termasuk sistem antidrone, sistem pertahanan udara (hanud), radar dan torpedo, hingga mock up jet tempur KAAN.

Dalam video yang dilihat Republika, didampingi Menhan Turki Yasar Guler, Sjafrie dengan saksama memerhatikan berbagai produk terkini Aselsan. Kunjungan diakhiri dengan pemberian cenderamata helm pilot jet tempur generasi kelima KAAN yang diserahkan Guler ke Sjafrie. Bahkan, helm karya Aselsan tersebut tertulis nama "Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin" dan bendera Turki-Indonesia.

"Helm pilot (KAAN)," kata Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi Republika di Jakarta, Sabtu (10/1/2026). Momen penyerahan helm dilakukan Guler ke Sjafrie didampingi CEO Aselsan Ahmet Akyol dan Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun.

Dik urip dari akun X @avionot, kontrak pembelian 48 unit jet KAAN sudah mencakup masalah mesin. "Indonesia bergantung pada persetujuan mesin AS untuk menerima pengiriman pesawat KAAN yang telah dibelinya? Perjanjian ekspor final yang ditandatangani dengan Indonesia merencanakan pengiriman pesawat tersebut dengan mesin TEI-TF35000 buatan Turki," demikian keterangannya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki yang telah terjalin erat selama ini. Baik Sjafrie dan Guler sepakat mengembangkan industri pertahanan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara.

Indonesia dan Turki menegaskan komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang. Menhan Sjafrie menekankan, Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional.

Menteri Luar Negeri turut serta membahas kerjasama pertahanan (photo: Kemlu)

"Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global," ucap Sjafrie dalam siaran pers. 

Sekretaris SSB Haluk Gorgun di akun media sosialnya menjelaskan tentang makna kehadiran Menhan Sjafrie di fasilitas Aselsan. Menurut dia, selama kunjungan tersebut, kedua pihak melakukan penilaian komprehensif terhadap kemampuan pengembangan dalam negeri Turki di industri pertahanan.

"Kami membahas kolaborasi yang ada serta peluang kemitraan baru yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat. Kami percaya bahwa peningkatan dialog antara Turki dan Indonesia di bidang industri pertahanan akan semakin diperkuat berdasarkan kepercayaan timbal balik dan visi strategis jangka panjang. Teknologi, infrastruktur produksi, dan keahlian teknik yang ditampilkan di Aselsan memberikan landasan penting untuk mengembangkan kolaborasi yang berkelanjutan, konkret, dan saling menguntungkan di industri pertahanan antara kedua negara. Saya berterima kasih kepada Menteri atas kunjungan dan penilaian konstruktifnya," kata Gorgun.

Kunjungan Sjafrie ke Ankara didampingi wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Dubes RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama, Kabaloghan Kemenhan Marsdya Yusuf Jauhari, Dirjen Strahan Kemenhan Mayjen Agus Widodo, serta delegasi Kemenhan. Adapun agenda Sjafrie dan Menlu Sugiono di Turki adalah melakukan pertemuan perdana 2+2 dengan Menhan Guler dan Menlu Turki Hakan Fidan.

(Republika)

10 Januari 2026

Menhan RI Awali Kunjungan Kerja di Turki, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Indonesia–Turki

10 Januari 2026

Delegasi Indonesia melaksanakan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Turki, Angkatan Bersenjata dan perwakilan perusahaan dari ASELSAN, ASFAT, Roketsan dan lain-lain (photos: Kemhan)

Ankara, Turki — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengawali rangkaian kunjungan kerja di Turki dengan melaksanakan pertemuan dan courtesy call bersama Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki, serta pimpinan Presidency of Defence Industries (SSB). Pertemuan tersebut berlangsung di kompleks ASELSAN, Ankara, Turki, Jumat (9/1/2026).


Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pertahanan Indonesia–Turki yang telah terjalin erat selama ini, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan hubungan antarlembaga pertahanan kedua negara. Indonesia dan Turki menegaskan komitmen untuk terus mendorong kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.


Pada kesempatan ini, Menhan RI menekankan bahwa Indonesia memandang Turki sebagai mitra strategis dalam upaya memperkuat kemandirian pertahanan nasional. Kerja sama diarahkan untuk mendukung pembangunan ekosistem industri pertahanan yang berkelanjutan, peningkatan profesionalisme prajurit, serta penguatan kapasitas pertahanan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global.


Selain itu, dalam pertemuan ini Menhan bersama jajarannya juga meninjau fasilitas industri pertahanan Turki di ASELSAN guna memperoleh gambaran umum mengenai kapabilitas dan perkembangan teknologi pertahanan yang dimiliki Turki. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.


Di akhir pertemuan, Indonesia dan Turki sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang intensif melalui mekanisme kerja sama yang telah ada, guna memastikan implementasi kerja sama pertahanan Indonesia–Turki berjalan secara efektif dan berkelanjutan, sejalan dengan kepentingan nasional masing-masing negara serta stabilitas kawasan.

Dalam pertemuan ini Menhan RI turut didampingi Wakil Panglima TNI, Duta Besar RI untuk Turki, Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan, Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan, serta delegasi Kementerian Pertahanan RI lainnya. Sementara dari pihak Turki yaitu Menteri Pertahanan Turki, Kepala Staf Gabungan, Sekretaris Industri Pertahanan, dan perwakilan perusahaan dari ASELSAN, ASFAT, Roketsan dan lainnya. 

24 Juli 2025

DENİZHAN Naval Gun from MKE to the Indonesian Navy

24 Juli 2025

Three Denizhan 76 mm calibre naval gun will equip Indonesian Navy (infographic: MKE)

Türkiye’s first naval gun export contract has been signed!

Our Company and the Indonesian firm Republikorp have signed a contract for the supply of the DENİZHAN Naval Gun to the Indonesian Navy.

About MKE

The Mechanical and Chemical Industry Corporation (Turkish: Makine ve Kimya Endüstrisi or MKE for short), established in 1950, is a reorganization of government-controlled group of factories in Turkey that supplied the Turkish Armed Forces with military products.

The company's legal status has changed from state-owned enterprise to a corporation, with the Law Nr. 7330 dated July 3, 2021.

(MKE)

12 Juni 2025

Indonesia Menandatangani Perjanjian untuk Akuisisi Pesawat Tempur Kaan

12 Juni 2025

Prototipe pesawat tempur Kaan saat menjalani uji coba terbang pada tahun 2023 (photo: TUSAS)

Indonesia telah menandatangani perjanjian dengan Türkiye untuk mendapatkan 48 Pesawat Tempur Nasional (MMU) generasi kelima "Kaan" dari Turkish Aerospace (TUSAŞ), kata TUSAŞ.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada 11 Juni di Indo Defence Expo and Forum 2025 di Jakarta. “Sesuai dengan perjanjian tersebut, seluruh 48 pesawat tempur Kaan akan dikirimkan dalam waktu 120 bulan,” imbuh TUSAŞ.

Sebagai acara dua tahunan, Indo Defence Expo and Forum 2025 diadakan dari 11 hingga 14 Juni.

Penandatanganan perjanjian tersebut menyusul kunjungan resmi Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Turki pada bulan April, di mana ia menyatakan niat Indonesia untuk berpartisipasi dalam program pesawat tempur "Kaan" dan kapal selam "Milden".

Pesawat tempur generasi kelima "Kaan" (photo: TUSAS)

Menurut TUSAŞ, "perjanjian" tersebut tidak hanya mencakup "pengiriman" pesawat Kaan tetapi juga transfer teknologi yang "signifikan". Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada Janes bahwa kesepakatan potensial tersebut diperkirakan bernilai USD10 miliar.

"Melalui kerja sama strategis ini, Turki dan Indonesia bertujuan untuk mempromosikan berbagi pengetahuan dan meningkatkan kemampuan lokal. Perjanjian tersebut juga bertujuan untuk memanfaatkan infrastruktur industri dan kapasitas produksi Indonesia untuk program Kaan," perusahaan menambahkan dalam pernyataannya.

Pesawat Kaan MMU yang akan dikirim ke Indonesia akan didukung oleh mesin baru (disebut sebagai TF35000) yang sedang dikembangkan oleh TUSAŞ Engine Industries (TEI) di dalam negeri untuk pesawat tersebut.

Sebelumnya, TUSAŞ telah memberi tahu Janes bahwa pihaknya berencana untuk menyelesaikan pengembangan mesin tersebut pada tahun 2032.

19 Mei 2025

Menhan Sjafrie Menerima Secretary of Defense Industry Turki, H.E. Haluk Görgün di Kantor Kemhan

19 Mei 2025

Turki mengajak Indonesia turut serta dalam pengembangan pesawat tempur generasi ke-5 KAAN (photo: Kemhan)

Kabaranahan Kemhan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng., mendampingi Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan Secretary of Defense Industry Turki, H.E. Haluk Görgün di Kantor Kemhan Jakarta, Jumat (16/5).

Industri Pertahanan Turki memiliki program upgrade F-16 sendiri dalam Project Ozgur (nfographic: SavunmaSanayist)

Pertemuan ini bertujuan mempercepat dan memperdalam kerja sama pertahanan strategis antara Indonesia dan Turki serta membahas berbagai proyek prioritas, seperti modernisasi F-16, kelanjutan pengadaan dan alih teknologi drone ANKA, pengembangan pesawat tempur generasi ke-5 KAAN, kolaborasi kapal selam, serta peluang kerja sama teknologi peluncuran roket bersama Delta V.

Roket Delta V Turki peluncurannya dilakukan di Sinop, kota di ujung utara Turki (infographic: DeltaV)

Menhan menyambut baik komitmen Turki untuk membentuk pertemuan teknis berkala serta penunjukan penasihat khusus yang akan berkantor di Jakarta demi menjaga kesinambungan koordinasi. Turki juga akan hadir dengan delegasi besar pada pameran Indo Defence mendatang. Hal ini menjadi sebuah momentum untuk menandatangani kesepakatan penting di hadapan publik dunia.

23 Oktober 2024

FNSS Showcases the Newest Member of the Tracked Vehicle Family, KAPLAN APC’s Conceptual Design; Joint Development and Production Program with PT PINDAD

23 Oktober 2024

FNSS-Pindad Kaplan APC (photos: Defence Turkey Magz)

As part of the contract signed between PT Pindad and the Indonesian Ministry of Defense to meet the Indonesian army's requirement for a 30-ton class tracked personnel carrier, PT Pindad and FNSS have signed a “KAPLAN Armored Personnel Carrier (KAPLAN APC) Development and Production Agreement.” 

The success of the KAPLAN MT (HARIMAU) Program; developed by FNSS in collaboration with PT Pindad for the Indonesian Army, under the Long-Term Cooperation Agreement for serial production of the KAPLAN MT (HARIMAU) Medium Weight Class Tank and the implementation of the technology transfer model, played a significant role in the Indonesian Ministry of Defense's preference for FNSS and PT Pindad in the Tracked Armored Personnel Carrier program. 


This preference marks a continuation of the KAPLAN MT (HARIMAU) Program. FNSS showcases the conceptual design model of KAPLAN APC for the first time at SAHA EXPO, in Hall:6 Stand No: F04.

Manufacturing activities for the program are expected to begin in 2025, with the first vehicle being produced at FNSS facilities in Türkiye and the second by PT Pindad in Indonesia. The vehicles, which are planned to be delivered by the end of 2026, will be designed according to end-user requirements, and qualification tests will be carried out by FNSS and PT Pindad in Turkey and Indonesia.

FNSS-Pindad Kaplan APC (all photos: FNSS)

KAPLAN APC
The KAPLAN APC will be the new member of FNSS KAPLAN tracked armored vehicle family; an armored personnel carrier, designed by FNSS to meet the requirements of future battlefields. Its design architecture will feature advanced ballistic protection, best-in-class mine protection systems, and formidable firepower, ensuring superior survivability in combat scenarios. The KAPLAN APC will exemplify FNSS's experience and superiority in tracked armored vehicle design and will incorporate all enhancements made during the development of the Kaplan MT.

The structural design will enable vehicle to accommodate a crew of 13 personnel, including driver, commander, and a gunner. The vehicle will be developed to operate under all terrain and weather conditions. Its advanced suspension system will reduce internal vibration and improve traction. The vehicle will feature an open architecture electronics infrastructure, facilitating easy integration of various mission-critical systems, including a Battlefield Management System and 360° Situational Awareness System that provides both day and night vision for the crew.


The KAPLAN APC will be equipped with modular protection systems to effectively counter evolving battlefield challenges, providing a unique protection against ballistic and mine threats. In addition to its high personnel carrying capacity, the KAPLAN APC will be designed as the fastest vehicle in its class. Additionally, based on user requirements, the KAPLAN APC can be optionally fitted with an active protection system to defend against anti-tank missiles and rocket-propelled grenades.

The vehicle will be equipped with an automatic fire suppression system, an A/C system, and CBRN system, achieved through maintaining a sealed internal environment. These features will be designed to ensure the crew's survival and maintain their combat effectiveness in most challenging conditions.


The KAPLAN APC will be designed as a modular vehicle capable of integrating both manned and unmanned turret systems. It can be equipped with light and medium calibers such as 30 mm or 35 mm as well as 120 mm mortars and anti-tank guided missile systems.

This modular design will enable the KAPLAN APC to be configured for a wide array of missions, including mechanized infantry, reconnaissance, command and control, force protection, medical evacuation, rescue operations, combat engineering, and both direct and indirect fire support.


All these configurations are built on an armored combat vehicle platform that is equipped with a powerful engine and an automatic transmission, ensuring mobility capabilities compatible with modern main battle tanks.

The extensive use of identical parts and subsystems in the KAPLAN APC, with KAPLAN MT and other configurations within the ACV-AD tracked vehicle family, will offer significant advantages. Additionally, the vehicle will share common subsystems with the Marine Assault Vehicle (MAV), which FNSS has deployed to the Turkish Naval Forces, Marine Infantry Brigade. These features will ensure the KAPLAN APC's reliability, logistical integration, and ease of service, leveraging proven components from a battle-proven vehicle family used by the Turkish and Indonesian armies. This advantage will also reduce logistical burdens for global users, improve mean time between failures (MTBF), and enhance combat readiness.

11 Desember 2021

Rencana Kolaborasi Antara Pindad dengan FNSS dalam Kendaraan Amphibi

11 Desember 2021

Presentasi Marine Assault Vehicle ZAHA (photo : Pindad)

VP Pengembangan Bisnis PT Pindad (Persero) Bandung, Yayat Ruyat didampingi oleh VP Pemasaran dan Penjualan, Edy Purwanto beserta jajaran menyambut kunjungan dari Baris Aslan, Project Manager Medium beserta tim FNSS dan Kolonel Aji Nurmanihadi, Paban 1 Ren Slogal beserta jajaran Mabes TNI Angkatan Laut pada Jum’at, 10 Desember 2021 berlokasi di Ruang Auditorium Kantor Pindad Bandung. 

Adapun tujuan dari kunjungan ini ialah membahas mengenai kerja sama dengan pihak FNSS. FNSS turut menyampaikan paparannya mengenai kendaraan amphibi untuk kelanjutan kerja sama dengan PT Pindad (Persero). Kedepannya kedua belah pihak akan melanjutkan kolaborasi dalam memproduksi varian kendaraan amphibi. 

Melalui sambutannya VP Pengembangan Bisnis PT Pindad (Persero), Yayat Ruyat menyambut hangat atas kedatangan berbagai pihak yang telah hadir pada pertemuan ini.


"Kami mengapresiasi kehadiran tim FNSS yang telah hadir di Bandung dari Turki untuk pembahasan kelanjutan kerja sama dengan PT Pindad (Persero). Besar harapan kami dengan adanya kolaborasi yang telah terjalin dapat mendukung pengembangan produk PT Pindad (Persero) terutama varian kendaraan amphibi" jelas Yayat Ruyat. 

Dalam kegiatan ini Baris Aslan selaku Project Manager Medium FNSS menjelaskan mengenai proyeksi kolaborasi kedepan dengan PT Pindad (Persero). Adapun salah satu fokus produk kolaborasi adalah produk kendaraan amphibi dengan harapan dapat menjawab kebutuhan TNI AL. 

Setelah mendiskusikan kelanjutan kerja sama yang dilakukan oleh kedua belah pihak, kegiatan diakhiri dengan ramah tamah.

19 Oktober 2021

KAPLAN YN-ZMA : The Powerful Platform of the Modern Battlefield

19 Oktober 2021 

Kaplan New Generation Armored Fighting Vehicle (NG-AFV) (photos : FNSS)

Developed by FNSS, taking into account the needs of the modern battlefield, KAPLAN YN-ZMA draws attention with its original design and modular structure.

KAPLAN YN-ZMA is a modular vehicle designed to integrate 120 mm manned and unmanned turret systems, especially small and medium caliber, with high mobility and growth potential, taking into account not only the present but also the future.

Coming to the fore as a "Yeni Nesil Zırhlı Muharebe Aracı" (YN-ZMA)/New Generation Armored Fighting Vehicle (NG-AFV), KAPLAN; It is also possible to produce configurations that will perform a wide variety of tasks such as armored personnel carrier, command vehicle, rescue vehicle, mortar vehicle, engineer reconnaissance vehicle, ambulance.

KAPLAN YN-ZMA, depending on the task it undertakes; It is a new generation armored fighting vehicle with a power-to-weight ratio of at least 20 Hp/ton, automatic transmission, and joint action with main battle tanks. It is resistant to all kinds of climate and terrain conditions and has the ability to move at high speed on asphalt or stabilized roads. The advanced suspension system is designed to reduce vehicle vibration and increase road holding. KAPLAN has an open-architecture vehicle electronics infrastructure that allows easy integration of different mission equipment according to needs.

There is a personnel (squad) section for 8 people in the personnel carrier version and 6 people in the version with gun turrets (photo : FNSS)

Built on FNSS' more than 35 years of experience in the field of land systems, KAPLAN YN-ZMA is equipped with modular survivability systems to offer an effective solution to the changing threats of the battlefield. There are protection packages against ballistic, mine and improvised explosive threats. KAPLAN also offers an active protection system option against anti-tank missiles.

(SavunmaSanayiST)

04 Oktober 2021

Teknofest 2021: Turki Tertarik dengan Proyek R-80?

04 Oktober 2021

Pesawat angkut R-80 (images : RAI)

Beberapa tahun yang lalu, Turki telah memulai proyek ambisius untuk membangun pesawat regional turboprop dan turbofan berdasarkan pesawat Dornier Do-328 dan Dornier Do-628. Dikenal sebagai TRJets, TRJ328 dan TRJ628 akan berbenturan dengan turbopropliner lainnya seperti Bombardier Dash 8, ATR-72, IAe N-270 dan Regio R-80.

Rupanya program TRJet telah dihentikan karena kekhawatiran pengembangan pesawat ini akan terlalu mahal untuk dilaksanakan. Namun, kebutuhan pesawat regional tersebut masih tetap ada terutama untuk memenuhi kebutuhan di dalam dan di luar Turki mengingat negara tersebut terletak di pusat Eropa.


Teknofest 2021 memberikan kesempatan bagi Turki untuk menjalin aliansi baru dengan negara Muslim lain yang memiliki industri manufaktur kedirgantaraan yang solid seperti Indonesia. Yang terakhir saat ini sedang mengerjakan pengembangan turbopropliner N-270 dan R-80 untuk memenuhi kebutuhan domestiknya sendiri akan pesawat regional. R-80 pada dasarnya adalah inisiatif sektor swasta tetapi bersama dengan N-270, itu juga berasal dari pesawat regional IAe N-250 sebelumnya yang dihentikan karena krisis keuangan yang parah pada tahun 1997.

(MFH)

19 Agustus 2021

Sejumlah Pesanan Telah Menanti bagi Tank Medium FNSS-Pindad

10 Agustus 2021

Tank medium Kaplan MT atau nama Indonesia-nya dikenal sebagai Harimau (photos : Defencehub, FNSS)

FNSS menampilkan versi produksi Medium Tank Kaplan untuk Indonesia, yang dikenal sebagai Harimau.

FNSS memamerkan versi produksi serial Kaplan Medium Tank (MT) di pameran pertahanan IDEF di Istanbul pada 17-20 Agustus, mengklaim bahwa 'proses kesempurnaan desain telah selesai' untuk Angkatan Darat Indonesia sebagai pelanggan pertama.


Kaplan MT yang dipamerkan di IDEF menampilkan sejumlah perbedaan dari prototipe aslinya, termasuk bagian depan yang didesain ulang dan posisi pengemudi yang dipindahkan.

Berdasarkan ketentuan kontrak dengan FNSS, pabrikan Indonesia PT Pindad memproduksi sebagian besar tank (dikenal sebagai Harimau dalam layanan Indonesia) di bawah lisensi.


Indonesia mengharapkan untuk menerima gelombang pertama dari 18 unit Kaplan MT pada akhir tahun 2021. Sebanyak 52 unit lagi akan dipesan pada tahun 2022, diikuti dengan 19 unit pada tahun 2023 dan 17 unit pada tahun 2024.

Kaplan MT adalah tank medium pertama yang dirancang Turki untuk diekspor, dan merupakan pengiriman pertama dari perjanjian kerjasama industri pertahanan antara Indonesia dan Turki.

16 Agustus 2021

The Serial Production of Kaplan Tank (Harimau Tank) will Appear at IDEF

16 Agustus 2021

The serial production configuration of the Kaplan MT (Indonesia : Harimau tank) with minor changed (photos : Anadolu)

Ankara -  Kaplan MT (Indonesia : Harimau), the first vehicle exported by the Turkish defense industry in the tank class, will be exhibited at the 15th International Defense Industry Fair (IDEF 2021) with its serial production configuration.

According to the information obtained by the AA correspondent, FNSS, the armored land vehicle manufacturer of the Turkish defense industry, will make a strong participation in IDEF 2021, which will be held on August 17-20 with the armored communication vehicles in its product portfolio.

Among the vehicles to be exhibited by FNSS, there will be the medium weight class Kaplan MT tank. IDEF fairs witnessed important developments for Kaplan MT. The launch of Kaplan MT in 2017 and a co-production contract with PT Pindad was signed in 2019 to meet the needs of the Indonesian army. At IDEF 2021, this time the serial production configuration of the tank will be introduced.

The design perfection work for Kaplan MT, which was developed within the scope of the project where FNSS successfully applied the technology transfer model to PT Pindad, and for which a serial production contract was signed after the prototype period tests were concluded, has been completed.


Kaplan MT successfully passed the endurance and firing tests carried out in Turkey and Indonesia during the prototype period. With the entry into force of Kaplan MT's co-production contract signed in 2019, mass production work has begun at FNSS facilities. Under the contract, 18 Kaplan MT tanks will be produced. The first 10 tanks will be produced in Turkey, and the remaining 8 tanks will be produced in Indonesia.

Body design changed

Many improvements were made to the tank during the transition from prototype to mass production. In this context, driver visibility and handling ergonomics have been improved. The body design was perfected in line with the feedback from the end user.

Based on the experience gained from the tests, improvements were made in the tower system, power transmission group, cooling system and suspension system.

The first leg of the first vehicle acceptance tests was completed in Turkey with customer participation. After the final acceptances in Indonesia by the end of the year, the first vehicle will be delivered to the army of this country.

The production of the remaining vehicles in the project continues. Towards the end of the year, the acceptance of these vehicles will start and will continue in 2022.

Kaplan MT Project draws attention as the first project initiated and concluded within the framework of the "Defense Industry Cooperation Agreements" signed between Indonesia and Turkey, as well as being the first export contract signed by Turkey in the medium weight tank class.

03 Agustus 2020

Menristek Indonesia, Turki Mulai Gelar Pembahasan Kerja Sama Teknologi

03 Agustus 2020

Pesawat angkut R80 (image : RAI)

Menteri Riset dan Teknologi Indonesia Bambang Brodjonegoro melakukan virtual meeting dengan Menteri Teknologi dan Industri Turki Mustafa Varank pada Selasa.

Lalu Muhamad Iqbal, Duta Besar RI untuk Turki, menyampaikan pertemuan ini merupakan pertemuan pendahuluan untuk memulai kerja sama teknologi pada bidang-bidang yang sudah dijajaki.

“Ini akan diikuti dengan berbagai pertemuan lanjutan, baik pada level menteri maupun level teknis. Kedua pihak sangat antusias untuk bekerja sama,” ujar Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan persnya kepada Anadolu Agency, Selasa sore.

Dalam pertemuan itu, kedua Menteri membahas perkembangan teknologi serta peluang kerja sama di bidang pengembangan vaksin serta obat Covid-19, industri pesawat terbang komersial (N-219 dan R-80), satelit dan peluncuran satelit (roket) serta pengembangan teknologi pesawat tanpa awak (drone).

“Dari presentasi-presentasi yang disampaikan kedua delegasi, semakin jelas bahwa peluang konkrit kerja sama teknologi di berbagai bidang di antara Indonesia dan Turki sangat menjanjikan. Kita harus segera menindaklanjuti,” ujar Menteri Varank.

MALE UAV (image : BPPT)

Sementara itu, Menteri Bambang mengatakan Indonesia sangat terbuka untuk memperkuat kerja sama dalam bidang-bidang yang sudah dibahas.

Karena itu, lanjut dia, kedua negara setuju membahas memorandum kesepakatan di masing-masing bidang sesegera mungkin dan juga menandatangani perjanjian di antara kedua menteri yang akan menjadi payung bagi kerja sama-kerja sama tersebut.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan informasi WHO, Turki adalah satu dari empat negara di dunia yang sudah mencapai kemajuan paling berarti dalam pengembangan vaksin di dunia. Sementara itu PT. Bio Farma adalah salah satu industri vaksin paling besar di dunia Islam.

Berdasarkan data pemerintah Indonesia, saat ini terdapat 3 proyek pengembangan pesawat terbang yang sedang dilakukan Indonesia yaitu N-219 dan N-245 oleh PT. Dirgantara Indonesia serta R-80 oleh PT. RAI.

Di bidang satelit dan roket, Turki sudah mulai mengembangkan satelit komunikasi skala besar yang sepenuhnya merupakan buatan dalam negeri dan merupakan salah satu negara maju dalam industri roket, khususnya untuk keperluan militer.

“Kedua negara melihat terdapat peluang besar bagi kedua negara untuk bekerja sama mengembangkan teknologi satelit, roket serta peluncuran satelit,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.

07 Maret 2020

Indonesia dan Turki Sepakat Kembangkan APC Roda Rantai dan Amfibi

07 Maret 2020


Hull tank medium Harimau akan dikembangkan menjadi APC roda rantai (photo : defence.pk)

Indonesia dan Turki kembangkan jenis baru medium tank

Perusahaan milik pemerintah Indonesia di bidang pertahanan, Pindad, dan Perusahaan Turki FNSS akan kembali melakukan kerja sama pengembangan alat utama sistem pertahanan (Alutsista).

Vice President Inovasi PT Pindad Windu Paramata mengatakan setelah sukses membuat medium tank, kedua perusahaan milik Indonesia dan Turki itu akan kembali bekerja sama mengembangkan jenis baru Harimau Medium Tank atau Kaplan MT, berupa kendaraan angkut personel dan tank amfibi.

Selain itu, Pindad dan FNSS akan melengkapi kendaraan itu dengan Unmaned Turret atau senjata khusus tank dengan kaliber 30 mm.

"Jadi turret 30 mm tanpa awak, berupa remote control weapon system yang digunakan untuk perlindungan atau menyerang kendaraan ataupun pertahanan musuh," kata Windu, kepada Anadolu Agency.

Diharapkan pada tahun ini Pindad rampung membuat desain senjata itu.


Platform kendaraan amfibi juga ZAHA pernah ditawarkan oleh FNSS (photo : EDR Magz)

"Jadi skemanya hampir sama dengan pengembangan prototipe tank medium, dimana FNSS dengan pindad melakukan pertukaran informasi, pertukaran proses design kerja sehingga kita mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dari pengguna di Indonesia," tambah dia.

Sebelumnya, Pindad Indonesia dan FNSS Turki sepakat menandatangani kerja sama pembuatan purwarupa medium tank pada 2015 lalu. Perancangan tank ini dimulai Februari 2016.

Setelah selesai diproduksi di Turki, medium tank ini diberi nama Kaplan MT.

Kaplan MT sempat dikirim ke Indonesia dan dipamerkan pada hari ulang tahun TNI 5 Oktober 2017 lalu di Cilegon, Banten.

Indonesia pun memberi nama Harimau Medium Tank.

Tank ini dilengkapi dengan two-man turret kaliber 105 mm serta senapan mesin kaliber 7,62 mm.

Harimau Medium Tank didesain khusus untuk daerah operasi tropis seperti hutan karena memiliki bobot yang lebih ringan dari Main Battle Tank.

(AA)

10 Desember 2019

The 8th Defence Industry Cooperation Meeting DICM RI Turki

10 Desember 2019


Medium tank Kaplan MT/Harimau (photo : haberler)

The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI–Turki merupakan forum kerjasama bilateral antara kedua negara bidang Industri Pertahanan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 berdasarkan Agreement on Defence Industry Cooperation between the government of the Republic of indonesia and the Government of the Republic of Turkey. Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki. Kemhan RI berharap bahwa Defence Industry Cooperation Meeting yang ke–8 yang dilaksanakan di Hotel Orchardz, Jalan Industri, Jakarta Pusat pada tanggal 5 s.d. 6 Desember 2019 juga dapat memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara seperti yang diharapkan bersama. Kedua negara telah sepakat melanjutkan kerja sama bidang Industri Pertahanan lebih intensif melalui “Indonesia–Turkey Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting” yang telah disepakati oleh kedua negara pada tahun 2011.

Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M. Si memimpin kegiatan The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI–Turki pada 5 s.d 6 Desember 2019, bertempat di Hotel Orchardz Jakarta Pusat, Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pejabat Kemhan, KKIP, Angkatan, Kementerian/Lembaga Terkait dan Industri Pertahanan (PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. Dahana, PT. LEN, PT.PAL, PT.NTP, PT. Garda Persada, PT. Jala Berikat, PT. Bhimasena, PT. Ridho Agung Mitra Abadi, PT. T & E Simulation dan PT. Lundin Sedangkan Delegasi Turki dipimpin oleh Vice President of Presidency of Defenc Industries (SSB) of the Republic of Turkey, Mr. Serdar Demirel beserta 31 orang.


STM naval mini drone (photo : Armada International)

Forum kerjasama bilateral antara kedua negara bidang Industri Pertahanan yang telah berlangsung sejak tahun 2011 berdasarkan Agreement on Defence Industry Cooperation between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Turkey. Keberhasilan forum tersebut menjadi tanda semakin eratnya hubungan kerja sama pertahanan antara RI dan Republik Turki. Kemhan RI berharap bahwa Defence Industry Cooperation Meeting yang ke–8 yang juga dapat memperkuat kerja sama bilateral pertahanan kedua negara seperti yang diharapkan bersama. Kedua negara telah sepakat melanjutkan kerja sama bidang Industri Pertahanan lebih intensif melalui “Indonesia–Turkey Towards an Enhanced Partnership in a New World Setting yang telah disepakati oleh kedua negara pada tahun 2011.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Pothan Kemhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: 
*Program produksi bersama untuk Tank kelas menengah (Medium Tank) telah selesai dan sedang memasuki tahap produksi massal. 
*Kerjasama antara PT. Dirgantara Indonesia dan TAI pada pesawat N219, N245 yang MoM nya telah ditanda-tangani pada tanggal 30 april 2019 namun masih perlu diskusi lebih lanjut. 
*Selanjutnya kerjasama antara ASELSAN dan PT. LEN di mana memasuki tahap proses produksi, 
*Pelatihan pilot Indonesia pesawat CN–235 masih dilakukan pada tahun 2019. Hannya 16 pilot dari rencana 40 pilot yang dilatih dan 12 pilot direncanakan untuk tahun 2020. 
*Sementara itu, produksi bersama terhadap roket berkaliber 122 mm dan kaliber lainnya antara ROKETSAN dan PT. PINDAD/PT. Dirgantara Indonesia telah disepakati. 
*Kerjasama antara STM dan Angkatan Laut Indonesia dalam Attack Drone telah dilakukan oleh Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut pada 4 – 6 Juli 2019 di Golcuk.


Roketsan roket kaliber 122mm dan kaliber lainnya di pameran Indodefence 2014 (photo : thearmedforcesoftheworld)

Industri Pertahanan Indonesia saat ini juga telah mampu menyediakan dan memproduksi peralatan dan dukungan sistem yang digunakan oleh TNI. Industri Pertahanan Indonesia siap untuk berkolaborasi dan bahkan sudah ada yang telah berkolaborasi dengan industri pertahanan Turki, perusahaan tersebut antara lain: PT. Pindad, PT Len, PT. Bhimasena dan PT. ITS.

Pada hari pertama kedua negara mempresentasikan Industri Pertahanannya masing–masing tentang kemampuan memproduksi, kerjasama yang telah dijalani selama ini dan peluang kerjasama kedepan. Dari Indonesia di awakili oleh TNI, PT.Pindad, PT. Dirgantara Indonesia, PT. LEN, PT. Garda Persada, PT. NTP. Sedangkan dari Turki, dipresentasikan oleh ASEAF, STM, TAI, BAYKAR, ROKETSAN, HAVELSAN, ASELSAN, FNSS, BMC, KOLUMAN, GOKSER MAKINA, SARSILMAZ. Setelah melaksanakan presentasi antara kedua negara, dilanjutkan dengan Diskusi dan pembahasan Items Action List yang akan disepakati. Items Action List merupakan hasil meeting yang akan dilaksanakan sampai dengan DICM RI–Turki ke–9 nanti di Turki. Agenda pada hari kedua yaitu melaksanakan penadatanganan MoM hasil meeting hari pertama, B to B antara Industri kedua negara, Courtesy Call dengan Sekjen Kemhan dan kunjungan ke PT. Jala Berikat dan PT. Ridho Agung Mitra Abadi.

Kegiatan The 8th Defence Industry Cooperation Meeting between RI–Turki berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

(Kemhan)

03 Mei 2019

Marine Assault Vehicle (MAV) Makes First Appearance at IDEF’19

03 Mei 2019


ZAHA Marine Assault Vehicle (photo : FNSS)

IDEF’19 will witness the unveiling of the MAV Marine Assault Vehicle, which has been greatly anticipated by the sector due to limited number of comparable vehicles in the same class, principally because of the challenging requirements and highly specialised mission definition associated with these vehicles.


ZAHA Marine Assault Vehicle (photo : ptisidiastima)

Visitors to the FNSS stand will have opportunity to see the first prototype MAV, whose main role is to support the combat capabilities of marine forces in line with the requirements of the 21st century combat environments.


ZAHA Marine Assault Vehicle (photo : Anadolu)

MAV is being developed as part of the Armoured Amphibious Assault Vehicles (Zırhlı Amfibi Hücum Araçları, ZAHA) Project being conducted by the Presidency of Defence Industries (SSB) to meet a need of Turkish Naval Forces Command. Within the project, FNSS will deliver a total of 27 vehicles, including 23 personnel carriers, two command and control vehicles and two recovery vehicles.


ZAHA Marine Assault Vehicle (photo : Star)

In addition to enabling the safe landing of units during amphibious operations, the armoured amphibious assault vehicles also serve as armoured personnel carriers after reaching the shore. During the amphibious assault phase of an operation, these vehicles are launched from Landing Helicopter Dock (LHD) and rapidly cover the distance between the vessel and shore, allowing forces to land under protection and with minimum delay. Once on land, these vehicles can continue taking part in operations side-by-side with other armoured vehicles. As vehicles with a dual role due to their mission requirements, armoured amphibious assault vehicles need to exhibit superior performance both at sea and on land, and only a few countries around the world have such vehicles in their inventories. Among the NATO countries and allies, there is only one company other than FNSS producing vehicles of this class.


ZAHA Marine Assault Vehicle (photo : hurriyet)

Compared to similar examples, MAV is expected to be superior in the following aspects:

-Number of personnel transported by the vehicle,
-Level of ballistic and mine protection, and Performance criteria on land and in water,
-With ZAHA, FNSS takes armoured amphibious assault vehicles into the 21st century, and the project has now reached the Critical Design Review phase. Venturing outside classical approaches within the defence projects, FNSS has completed its evaluation of the vehicle’s design not only on paper, but also on the prototype, for this review. The review will be on executed on the prototype vehicle in the integration hall.


ZAHA Marine Assault Vehicle cannon (photo : EDR)

-K. Nail Kurt, General Manager and CEO of FNSS, emphasises that MAV is a very special vehicle: “MAV has to make sure that marines reach the shore in the shortest time possible, both to ensure rapid movement and to minimize their exposure to threats while at sea. Once ashore, it should be able to operate effectively as an armoured combat vehicle, while also safeguarding the troops inside with superior ballistic and mine protection. To put it briefly, until the MAV made its appearance, there was no such vehicle on the market. We are developing MAV in response to the requirements of the Turkish Naval Forces, which carried out one of the most important amphibious operations in the last 50 years with great success. We are confident that friendly and allied nations with high amphibious operational requirements, particularly island countries like Indonesia, will also look to take advantage of MAV’s superior characteristics; and we look forward to working with them in the future.”

(FNSS)