30 September 2026
The 5th Battalion, Singapore Infantry Regiment (5 SIR) Ready for Ex Wallaby 2026
26 September 2026
Minister of State for Defence Desmond Choo Visits SAF’s Artillery Live-Firing Exercise in the United States
25 September 2026
AMX Pegase 2026, TNI AU dan FASF Perkuat Interoperabilitas Kekuatan Udara
Gugus Tugas Pegase 2026 Armée de l'Air et de l'Espace (photo: FASF)
23 September 2026
TNI dan RSAF Tingkatkan Kemampuan Tempur Udara Melalui BFI ke-15
22 September 2026
Philippine, Brunei Navies Strengthen Maritime Cooperation through MTA SEAGULL 10-2026
18 September 2026
The 74th SEAEX THAMAL Joint Maritime Exercise between Thai and Malaysian Maritime Security Agencies
15 September 2026
Samudra Laksamana: Together at Sea, Stronger in Partnership
RSAF AH-64D Successfully Concluded Exercise in Idaho, U.S.
13 September 2026
The Republic of Singapore Navy Successfully Concludes Exercise Maritime Cooperation with People’s Liberation Army (Navy)
RNZAF Proves Ability to Support Hi-tech Partners During F-35 Exercise
11 September 2026
Rudal Mistral dan Stinger Siap Hadapi Target Udara di SGS 2026
11 September 2026
Latihan penembakanb sasaran udara dengan Manpads rudal Mistral (TNI AD) dan Stinger (US Army) dalam Super Garuda Shield 2026 (photos: TNI, DVIDS)(Puspen TNI). Prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat bersama personel Air Defense US Army melaksanakan latihan penembakan sasaran udara menggunakan pesawat tanpa awak dalam rangka Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di *Lapangan Tembak Staling Armed* Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026).
Dalam latihan tersebut, Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya mengoperasikan Rudal Mistral, sedangkan US Army menggunakan Rudal Stinger untuk menguji kesiapan dan kemampuan unsur pertahanan udara menghadapi ancaman dari udara.
Usai penembakan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan Brevet Air Defence Indonesia kepada personel US Army dan Brevet Air Defence US Army kepada prajurit TNI. Penyematan brevet menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan, dedikasi, dan profesionalisme prajurit sekaligus simbol kualifikasi dalam bidang pertahanan udara.
Latihan dan penyematan brevet tersebut memperkuat interoperabilitas serta kesamaan prosedur TNI dan US Army.
Melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan, kedua negara terus meningkatkan kemampuan serta profesionalisme prajurit dalam membangun kesiapan pertahanan udara guna mendukung keberhasilan SGS 2026.
(ТNI)









.jpg)


















