28 Agustus 2026

Angkatan Darat Australia Mengerahkan AS9 Huntsman dalam Latihan untuk Pertama Kalinya

28 Agustus 2026

AS9 Hunstman SPH beroperasi bersama AS10 Armoured Ammunition Resupply Vehicle (AARV) (photos: Aus DoD)

Angkatan Darat Australia telah mengerahkan howitzer swa-gerak (SPH) beroda rantai AS9 Huntsman kaliber 155 mm/52—yang diproduksi di dalam negeri—dalam latihan lapangan untuk pertama kalinya; hal ini diumumkan oleh Departemen Pertahanan (DoD) Australia pada tanggal 20 Agustus.

Menurut DoD, AS9 tersebut berpartisipasi dalam Latihan 'Pozieres Run', sebuah kegiatan Divisi ke-1 (Australia) yang diselenggarakan di Area Latihan Lapangan Townsville, Queensland, mulai 30 Juli hingga 23 Agustus.


Personel dari Resimen ke-4 Artileri Kerajaan Australia (4 RAA) di bawah Brigade ke-3 menguji platform tersebut dalam serangkaian kegiatan latihan terintegrasi selama latihan berlangsung. Resimen ini bermarkas di Barak Lavarack, Townsville.

Letnan Kolonel Simon Frewin, komandan 4 RAA, menyatakan bahwa transisi dari artileri tarik (*towed artillery*) ke platform swa-gerak akan meningkatkan kemampuan resimen serta memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar bagi para komandan.

Menurut Letkol Frewin, AS9 menawarkan mobilitas dan daya tanggap yang lebih baik dibandingkan howitzer tarik M777 yang saat ini digunakan, sekaligus meningkatkan kemampuan dukungan tembakan brigade.


"Kendaraan ini dapat bergerak dari posisi perlindungan ke posisi tembak dalam hitungan detik, menembakkan peluru lebih cepat daripada M777, dan kembali dengan sangat cepat ke posisi perlindungan. Artinya, jika musuh mendeteksi keberadaan kami, mereka tidak akan sempat merespons sebelum AS9 berpindah ke posisi baru," ujar Letkol Frewin.

Sebelumnya pada bulan Agustus 2026, sebuah upacara resmi di Barak Lavarack, Townsville, menandai dimulainya masa tugas Baterai 106, 4 RAA, sebagai baterai tembakan bergerak terlindung pertama Angkatan Darat Australia. Baterai tersebut telah menerima enam unit SPH AS9 dan satu kendaraan lapis baja pengangkut amunisi AS10.

129 komentar:

  1. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
    F15IDN
    F15IDN
    F15IDN
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
    -
    INDONESIA
    a. 48 KAAN Gen 5
    b. 42 RAFALE Gen 4.5
    c. 16 Sukhoi 27/30
    d. 33 F16
    e. 12 M346FA
    f. 20 T50i
    g. 24 HAWK
    =============================
    =============================
    MALONYET
    a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
    b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
    c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
    d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
    -------------------------------
    1. Procurement Mismanagement
    The project began in 2011, with a contract awarded to Boustead Naval Shipyard (BNS) to build 6 ships.
    By 2022, despite RM6.08 billion already spent, not a single ship had been delivered.
    Poor oversight and lack of accountability led to cost overruns and schedule slippage.
    2. Design Changes Midway
    The original plan was to use the MEKO A-100 design from France.
    Midway, the Navy requested changes to combat systems and sensors, causing delays in integration and testing.
    These changes required re-certification and re-engineering, adding years to the timeline.
    3. Supply Chain & OEM Issues
    Delays in receiving components from Original Equipment Manufacturers (OEMs) disrupted construction schedules.
    Some systems were not delivered on time, while others were incompatible with the revised ship design.
    4. Financial Overruns
    Metric Original Plan Current Status
    Total Cost RM9 billion RM11.22 billion
    Ships Ordered 6 5 (1 cancelled)
    Completion Timeline 2019–2023 2026–2029
    The cost ballooned by RM2.22 billion, forcing the government to scale down the number of ships.
    5. Political & Institutional Delays
    Multiple changes in government between 2018–2022 led to policy uncertainty.
    Investigations by the Public Accounts Committee (PAC) revealed serious lapses in governance.
    The project was temporarily frozen, then restarted under a restructured plan.
    6. Impact on National Security
    Experts warn that the delay leaves MALONYET vulnerable in its maritime zones, especially in the South China Sea.
    The Navy lacks modern surface combatants to replace aging ships like the KD Kasturi and KD Lekir
    --------------------------------------------
    USA BANNED MALONYET : USA PALAK ART USD 240 MILLIAR
    NSM
    AMRAAM
    F18
    UH60A
    --------------------------------------------
    🀣ART PALAK USD 240 MILLIAR = BANNED : NSM AMRAAM F18🀣

    BalasHapus
  2. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
    F15IDN
    F15IDN
    F15IDN
    https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
    -
    INDONESIA
    a. 48 KAAN Gen 5
    b. 42 RAFALE Gen 4.5
    c. 16 Sukhoi 27/30
    d. 33 F16
    e. 12 M346FA
    f. 20 T50i
    g. 24 HAWK
    =============================
    =============================
    MALONYET = ART PALAK USD 240 MILLIAR =
    a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
    b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
    c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
    d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
    e. BANNED NSM
    f. BANNED AMRAAM
    g. CANCELLED F18
    h. CANCELLED UH60A
    -------------------------------------------
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    ------------------
    Kesimpulan: Skema "Gali Lubang" 10 Tahun FA-50M
    1. Ketergantungan Total pada Utang & Barter
    Pengadaan ini membuktikan ketidakmampuan finansial secara tunai (cash). Dengan total kontrak US$ 920 Juta (RM 4,08 Miliar), pemerintah harus memecah pembayaran menjadi dua jalur selama satu dekade penuh, yang mengunci anggaran pertahanan hingga jauh ke depan.
    2. Beban Bunga dan Fiskal yang Panjang
    Porsi kredit 50% melalui KEXIM (Korea) memaksa negara membayar bunga sekitar 4,5% per tahun. Artinya, harga asli pesawat membengkak karena akumulasi bunga selama 10 tahun. Setiap tahunnya, kas negara harus terkuras sekitar US$ 66,7 Juta hanya untuk mencicil sebagian dari 18 unit pesawat tersebut.
    3. Pertaruhan Komoditas (Sawit)
    Skema barter 50% menggunakan CPO (Minyak Sawit) adalah langkah berisiko tinggi.
    Volume Masif: Harus mengirim 51.111 ton CPO per tahun.
    Risiko Harga: Jika harga sawit dunia anjlok di bawah US

    900/ton,jumlahvolumesawityangharusdikirimakanmembengkakdemimenutupinilai**US900 / t o n comma j u m l a h v o l u m e s a w i t y a n g h a r u s d i k i r i m a k a n m e m b e n g k a k d e m i m e n u t u p i n i l a i * * cap U cap S
    900/π‘‘π‘œπ‘›,π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Žπ‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’π‘ π‘Žπ‘€π‘–π‘‘π‘¦π‘Žπ‘›π‘”β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘ π‘‘π‘–π‘˜π‘–π‘Ÿπ‘–π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’π‘šπ‘–π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘‘π‘’π‘π‘–π‘›π‘–π‘™π‘Žπ‘–**π‘ˆπ‘†
    46 Juta/tahun**, yang berpotensi merugikan pendapatan negara dari sektor ekspor.
    4. Status Alutsista "Kredit"
    Selama 10 tahun ke depan (hingga sekitar 2034/2035), jet tempur ini berstatus "belum lunas". Kondisi ini sangat kontras dengan negara yang memiliki ruang fiskal lebar yang mampu melakukan pengadaan secara bertahap namun tunai untuk menghindari beban bunga OECD.
    5. Dampak pada Pengadaan Lain
    Cicilan tetap selama 10 tahun ini menjadi alasan utama terjadinya "Kekangan Kewangan" untuk proyek lain seperti MRCA atau LCS. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk belanja baru justru habis tersedot untuk membayar cicilan pesawat ringan (Lead-in Fighter) yang teknologinya akan terus menua selama masa angsuran berlangsung.
    Ringkasan Kondisi:
    Membeli pesawat tempur dengan cicilan 10 tahun dan bayar pakai sawit adalah potret nyata ekonomi yang sedang "sesak napas", di mana alutsista didapat dengan cara menjaminkan kekayaan alam dan utang luar negeri jangka panjang.
    ---------------------------------------------
    • FA-50M Tanpa BVR: Belum terintegrasi rudal AMRAAM jarak jauh (Sumber: Defence Security Asia / Air Times).
    • Krisis Sukhoi: Hanya 4 dari 18 unit siap terbang karena minim perawatan (Sumber: Okezone / Asian Military Review).
    • F/A-18D Terbatas: AS kunci source code, modifikasi senjata mandiri dilarang (Sumber: Military Watch Magazine).
    • Hawk Langka Suku Cadang: Armada tua alami krisis komponen operasional (Sumber: Global Air Forces).
    • F/A-18 Bekas Batal: Pembelian jet Kuwait dibatalkan akibat risiko logistik jangka panjang (Sumber: New Straits Times).
    • Sewa Black Hawk Gagal: Kontrak UH-60A diputus karena vendor telat kirim unit (Sumber: The Star Malaysia).

    BalasHapus
  3. PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer MALAYSEWA berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat MALAYSEWA bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer MALAYSEWA. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    NASIB 🦧GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
    1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
    2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
    3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    4. TIAP TAHUN = DEFISIT
    5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
    -----
    2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
    Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional MALAYSEWA tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
    Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
    Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
    Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
    -----
    2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
    Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto MALAYSEWA sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
    ------------------
    MALAYSEWA ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    -
    MALAYSEWA = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    ============
    ============
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN

    BalasHapus
  4. manakala MALAYSIA lagi SHOPING CASH meriam CAESAR SPH BARU guys...... HOREYYYYY

    Yang MISKIN NGUTANG terussss tu tepi sikit...... HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. DIBAWAH KAKI =
      LAOS
      VIETNAM
      MYANMAR
      BANGLADESH
      KENYA
      -
      The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
      -
      SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
      -
      SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
      -
      SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
      -
      SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
      -
      SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
      -
      NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
      This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
      -------------------------------------
      The MALONYET army has faced some challenges, including corruption and issues with military personnel:
      • Corruption
      MALONYET 's military has been involved in corruption, and the country's military doctrine doesn't recognize it as a threat. The Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document, and commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
      • Military personnel
      Some say that military personnel have struggles with thinking skills, decision-making, and problem-solving.
      • Logistics
      Some say that MALONYET has had problems ensuring the readiness of the MALONYET Armed Forces (MAF) in the face of threats
      -
      ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
      (5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
      2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
      2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
      2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
      2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
      2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
      2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin

      Hapus
    2. 2016 PRANK NEXTER
      Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALONYET Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALONYET Army's firepower inventory.
      --
      2023 PRANK MKE
      The MALONYET Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
      --
      2022 PRANK KDS
      MALONYET is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm self-propelled howitzers for the MALONYET Army.
      -------------------------------------
      The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
      -
      SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
      -
      SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
      -
      SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
      -
      SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
      -
      SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
      -
      NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
      This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
      -
      ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
      (5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
      2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
      2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
      2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
      2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
      2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
      2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin

      Hapus
    3. SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
      BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
      Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
      -
      ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
      (5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
      2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
      2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
      2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
      2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
      2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
      2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
      Tahun depan 2024
      18 SPH
      12 HELIKOPTER CSAR
      50-60 KENDERAAN ARMOR
      3 KAPAL LMS BATCH 2
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
      Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🀣🀣🀣🀣
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
      Alhamdulilah MALONYET shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
      18 buah puan syukur beli CASH...
      dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🀣🀣🀣🀣🀣
      -
      SPH CAESAR =
      GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALONYET SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      -
      SPH YAVUZ =
      GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      -
      SPH EVA =
      GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALONYET guys.... pengisian peluru Auto guys
      -----------
      2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALONYET n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
      20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALONYET n Army's firepower inventory.
      ====================
      ====================
      ITBM KHAN = 280 KM
      55 SPH CAESAR
      -
      ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
      ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
      -
      ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
      Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
      Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
      Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
      Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
      -
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      -
      CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (ArmΓ©e de Terre), the DGA (Direction GΓ©nΓ©rale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
      The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.

      Hapus
    4. SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
      BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
      Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    5. ITBM KHAN = 280 KM
      55 SPH CAESAR
      -
      ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
      ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
      -
      ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
      Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
      Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
      Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
      Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
      Sumber Berita & Informasi:
      Kabar mengenai kehadiran rudal ini bersumber dari pernyataan resmi otoritas pertahanan dan liputan media nasional:
      Pernyataan TNI AD: Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, memberikan konfirmasi mengenai proses pengadaan dan penempatan rudal tersebut melalui kanal Kompas TV dan Tribun Jateng.
      Lembaga Berita Nasional: Kantor Berita Antara melaporkan kedatangannya pada Agustus 2025.
      Media Massa Terkemuka: Berita detail mengenai spesifikasi dan penempatan strategisnya dimuat oleh Kompas.id dan CNBC Indonesia.
      Produsen: Spesifikasi teknis dasar merujuk pada data resmi dari Roketsan.
      -
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      -
      CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (ArmΓ©e de Terre), the DGA (Direction GΓ©nΓ©rale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
      The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
      ====================
      ====================
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
      Tahun depan 2024
      18 SPH
      12 HELIKOPTER CSAR
      50-60 KENDERAAN ARMOR
      3 KAPAL LMS BATCH 2
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
      Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🀣🀣🀣🀣
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
      Alhamdulilah MALONYET shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
      18 buah puan syukur beli CASH...
      dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🀣🀣🀣🀣🀣
      -
      SPH CAESAR =
      GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALONYET SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      -
      SPH YAVUZ =
      GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      -
      SPH EVA =
      GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALONYET guys.... pengisian peluru Auto guys
      -----------
      2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALONYET n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
      20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALONYET n Army's firepower inventory.

      Hapus
    6. SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
      BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
      Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
      -----------
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
      Tahun depan 2024
      18 SPH
      12 HELIKOPTER CSAR
      50-60 KENDERAAN ARMOR
      3 KAPAL LMS BATCH 2
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
      Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🀣🀣🀣🀣
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
      Alhamdulilah MALONYET shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
      18 buah puan syukur beli CASH...
      dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🀣🀣🀣🀣🀣
      -
      SPH CAESAR =
      GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALONYET SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      -
      SPH YAVUZ =
      GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      -
      SPH EVA =
      GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALONYET guys.... pengisian peluru Auto guys
      -----------
      2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALONYET n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
      20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALONYET n Army's firepower inventory.
      -----------
      KASIAN LOI = SURAT HASRAT
      KLAIM KAYA = MOD 6X PM 5X AKAN SEWA MORTAR
      -
      LIMA 2025
      -LOI kepada Mildef International Technologies Sdn Bhd bagi permohonan perolehan 136 unit Kenderaan Perisai Jenis A (KJA) & Infrastruktur yang bernilai RM1.88 bilion.
      -Penambahan 2 Long Range Radar (LRR) di Bukit Peteri, Terengganu dan Bukit Lunchu, Johor bernilai RM277 juta.
      -Perolehan 178 buah Light Anti-Tank Weapon Reloadable (LATW) – Short Range bernilai RM49 juta
      -Membekal dan menghantar 780 laras Light Anti-Tank Weapon (LAW) C90 bernilai RM35 juta
      -Membekal dan menghantar 18 laras Mortar 81mm bernilai RM30 juta
      -Pembekalan 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
      -Membekal dan menghantar 1,300 butir Rounds 84mm Recoilless High Explosive (HE) bernilai RM42 juta.
      -Membekal dan menghantar 5,000 butir Mortar Bomb 60mm Illuminating IR kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta
      -Membekal dan menghantar 1,900 butir Mortar Bomb 120mm High Explosive (HE) kepada Tentera Darat bernilai RM34 juta;l
      -Membekal dan menghantar peluru 5.56mm Ball bernilai RM32 juta
      -Membekal dan menghantar 1,000 butir Rounds 125mm HEAT-SD-T” bernilai RM31 juta.
      ====================
      ====================
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
      -
      CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (ArmΓ©e de Terre), the DGA (Direction GΓ©nΓ©rale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
      The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months

      Hapus
    7. 10 TAHUN ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
      2026 : KNDS – ADS
      2016 : NEXTER – ADS
      2026 : KNDS – ADS : AKAN 18 SPH
      2016 : NEXTER – ADS : PRANK LOI 20 SPH
      -----------
      2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
      2016 LOI SPH CAESAR
      2016 LOI SPH CAESAR
      PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALONYET n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
      20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALONYET n Army's firepower inventory.
      -----------
      2026 SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
      BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
      Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory
      --------------------------------
      DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      --------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4X4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    8. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
      F15IDN
      F15IDN
      F15IDN
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
      -
      INDONESIA
      a. 48 KAAN Gen 5
      b. 42 RAFALE Gen 4.5
      c. 16 Sukhoi 27/30
      d. 33 F16
      e. 12 M346FA
      f. 20 T50i
      g. 24 HAWK
      =============================
      =============================
      MALONYET
      a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
      b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
      c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
      d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
      -------------------------------
      1. Procurement Mismanagement
      The project began in 2011, with a contract awarded to Boustead Naval Shipyard (BNS) to build 6 ships.
      By 2022, despite RM6.08 billion already spent, not a single ship had been delivered.
      Poor oversight and lack of accountability led to cost overruns and schedule slippage.
      2. Design Changes Midway
      The original plan was to use the MEKO A-100 design from France.
      Midway, the Navy requested changes to combat systems and sensors, causing delays in integration and testing.
      These changes required re-certification and re-engineering, adding years to the timeline.
      3. Supply Chain & OEM Issues
      Delays in receiving components from Original Equipment Manufacturers (OEMs) disrupted construction schedules.
      Some systems were not delivered on time, while others were incompatible with the revised ship design.
      4. Financial Overruns
      Metric Original Plan Current Status
      Total Cost RM9 billion RM11.22 billion
      Ships Ordered 6 5 (1 cancelled)
      Completion Timeline 2019–2023 2026–2029
      The cost ballooned by RM2.22 billion, forcing the government to scale down the number of ships.
      5. Political & Institutional Delays
      Multiple changes in government between 2018–2022 led to policy uncertainty.
      Investigations by the Public Accounts Committee (PAC) revealed serious lapses in governance.
      The project was temporarily frozen, then restarted under a restructured plan.
      6. Impact on National Security
      Experts warn that the delay leaves MALONYET vulnerable in its maritime zones, especially in the South China Sea.
      The Navy lacks modern surface combatants to replace aging ships like the KD Kasturi and KD Lekir
      --------------------------------------------
      USA BANNED MALONYET : USA PALAK ART USD 240 MILLIAR
      NSM
      AMRAAM
      F18
      UH60A
      --------------------------------------------
      🀣ART PALAK USD 240 MILLIAR = BANNED : NSM AMRAAM F18🀣

      Hapus
    9. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
      F15IDN
      F15IDN
      F15IDN
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
      -
      INDONESIA
      a. 48 KAAN Gen 5
      b. 42 RAFALE Gen 4.5
      c. 16 Sukhoi 27/30
      d. 33 F16
      e. 12 M346FA
      f. 20 T50i
      g. 24 HAWK
      =============================
      =============================
      MALONYET
      a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
      b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
      c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
      d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
      -------------------------------
      1. Procurement Mismanagement
      The project began in 2011, with a contract awarded to Boustead Naval Shipyard (BNS) to build 6 ships.
      By 2022, despite RM6.08 billion already spent, not a single ship had been delivered.
      Poor oversight and lack of accountability led to cost overruns and schedule slippage.
      2. Design Changes Midway
      The original plan was to use the MEKO A-100 design from France.
      Midway, the Navy requested changes to combat systems and sensors, causing delays in integration and testing.
      These changes required re-certification and re-engineering, adding years to the timeline.
      3. Supply Chain & OEM Issues
      Delays in receiving components from Original Equipment Manufacturers (OEMs) disrupted construction schedules.
      Some systems were not delivered on time, while others were incompatible with the revised ship design.
      4. Financial Overruns
      Metric Original Plan Current Status
      Total Cost RM9 billion RM11.22 billion
      Ships Ordered 6 5 (1 cancelled)
      Completion Timeline 2019–2023 2026–2029
      The cost ballooned by RM2.22 billion, forcing the government to scale down the number of ships.
      5. Political & Institutional Delays
      Multiple changes in government between 2018–2022 led to policy uncertainty.
      Investigations by the Public Accounts Committee (PAC) revealed serious lapses in governance.
      The project was temporarily frozen, then restarted under a restructured plan.
      6. Impact on National Security
      Experts warn that the delay leaves MALONYET vulnerable in its maritime zones, especially in the South China Sea.
      The Navy lacks modern surface combatants to replace aging ships like the KD Kasturi and KD Lekir
      --------------------------------------------
      USA BANNED MALONYET : USA PALAK ART USD 240 MILLIAR
      NSM
      AMRAAM
      F18
      UH60A
      --------------------------------------------
      🀣ART PALAK USD 240 MILLIAR = BANNED : NSM AMRAAM F18🀣

      Hapus
    10. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
      F15IDN
      F15IDN
      F15IDN
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
      -
      INDONESIA
      a. 48 KAAN Gen 5
      b. 42 RAFALE Gen 4.5
      c. 16 Sukhoi 27/30
      d. 33 F16
      e. 12 M346FA
      f. 20 T50i
      g. 24 HAWK
      =============================
      =============================
      MALONYET
      a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
      b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
      c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
      d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
      -------------------------------
      πŸ› ️ What Does “Legacy Platforms” Mean?
      Legacy platforms refer to aging military equipment—aircraft, ships, vehicles, and systems—that are:
      Outdated in technology
      Costly to maintain
      Operationally limited in modern combat scenarios
      MALONYET continues to operate many such platforms across its armed services.
      πŸ” Why MALONYET Overrelies on Legacy Platforms
      1. Budget Constraints & Prioritization Gaps
      Defence spending has never been a top priority in MALONYET ’s national budget.
      Most funds go to personnel costs, leaving little for capital upgrades.
      Modernization plans are often delayed or cancelled due to economic pressures.
      2. Delayed Procurement Cycles
      Example: The MiG-29N jets, delivered in 1995, were supposed to retire by 2010. But due to budget issues, their service was extended indefinitely.
      The Littoral Combat Ship (LCS) program, meant to replace aging naval assets, has faced years of delay, leaving the Navy reliant on older patrol vessels.
      3. Fragmented Modernization Strategy
      MALONYET lacks a cohesive long-term procurement roadmap.
      Acquisitions are often piecemeal, reactive, and politically driven.
      This leads to a mix of platforms from Russia, the U.S., France, and China, complicating logistics and interoperability.
      4. Maintenance Burden
      Legacy systems require frequent repairs, spare parts, and specialized technicians.
      Example: MALONYET ’s fleet includes C-130 Hercules from the 1970s and CN-235s from the early 2000s.
      These platforms consume budget without delivering modern capability.
      5. Capability Gaps
      MALONYET ’s Air Force can only cover one-third of its territory with current aircraft.
      The Navy lacks sufficient sealift, anti-submarine warfare, and maritime surveillance assets.
      The Army relies on older armored vehicles with limited protection and mobility.
      πŸ“Š Examples of Legacy Platforms Still in Use
      Platform Service Branch Year Introduced Status
      MiG-29N Fulcrum Air Force 1995 Retired (late)
      F/A-18D Hornet Air Force 1997 Still active
      C-130 Hercules Air Force 1970s–1990s Operational
      Scorpene Submarines Navy 2009 Aging, limited fleet
      Condor APCs Army 1980s Still in service
      ⚠️ Strategic Risks
      Reduced deterrence in the South China Sea
      Limited interoperability with allies
      High lifecycle costs without capability returns
      Vulnerability to modern threats like drones, cyber warfare, and precision strikes
      --------------------------------------------
      USA BANNED MALONYET : USA PALAK ART USD 240 MILLIAR
      NSM
      AMRAAM
      F18
      UH60A
      --------------------------------------------
      🀣ART PALAK USD 240 MILLIAR = BANNED : NSM AMRAAM F18🀣

      Hapus
    11. WITHOUT MALONYET = PENGEMIS BERAS : BANNED NSM AMRAAM : ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    12. WITHOUT MALONYET = PENGEMIS BERAS : BANNED NSM AMRAAM : ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    13. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Komitmen Komersial ART: Dibebani isu komitmen pembelian dagang senilai USD 240 miliar di bawah Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Banned Rudal Strategis: Di tengah beban komitmen ekonomi tersebut, armada militer tetap terkena embargo/larangan integrasi senjata pemukul kritis seperti rudal NSM (oleh Norwegia) dan keterbatasan integrasi rudal AMRAAM (oleh AS) (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    14. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Komitmen Komersial ART: Dibebani isu komitmen pembelian dagang senilai USD 240 miliar di bawah Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Banned Rudal Strategis: Di tengah beban komitmen ekonomi tersebut, armada militer tetap terkena embargo/larangan integrasi senjata pemukul kritis seperti rudal NSM (oleh Norwegia) dan keterbatasan integrasi rudal AMRAAM (oleh AS) (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    15. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    16. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    17. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,5% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
    18. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    19. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    20. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
  5. Manakala malaydesh belum guna SPH 155....tertinggal se ASEAN

    HAHAHAHAHAHAHAHA
    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ˜›πŸ˜›

    BalasHapus
  6. MALAYDESH Sekedar idamkan Caesar saja sejak 1993 hingga sekarang belum punya..

    HAHAHAHAHAHAHAHAH
    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ˜›πŸ˜›

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3x uji..last last mpu doank..ituw pun yg sign midelmen om pedang, alamat tamat sebelom mimpi para pembual warganyet kl haha!πŸ€₯❌️πŸ˜†

      Hapus
  7. MALAYDESH Tunggu NSM 14 tahun, ternyata kena banned Erling Halland

    WAKAKAKAKAKAKAKKAKAK
    Akibat terlalu lama NGUTANG, dan AKAN jee...

    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

    BalasHapus
  8. SPH VERSI AKAN : UANG KOPI ......
    BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
    Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
    -
    ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
    (5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
    2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
    2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
    2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
    2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
    2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
    2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
    Tahun depan 2024
    18 SPH
    12 HELIKOPTER CSAR
    50-60 KENDERAAN ARMOR
    3 KAPAL LMS BATCH 2
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
    Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🀣🀣🀣🀣
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
    Alhamdulilah MALONYET shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
    -
    GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
    18 buah puan syukur beli CASH...
    dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🀣🀣🀣🀣🀣
    -
    SPH CAESAR =
    GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
    Wkwkwkwkkw.... MALONYET SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
    -
    SPH YAVUZ =
    GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
    SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
    -
    SPH EVA =
    GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
    Video Eva SPH yang di runding oleh MALONYET guys.... pengisian peluru Auto guys
    -----------
    2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
    2016 LOI SPH CAESAR
    2016 LOI SPH CAESAR
    2016 LOI SPH CAESAR
    PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALONYET n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
    20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALONYET n Army's firepower inventory.
    ====================
    ====================
    ITBM KHAN = 280 KM
    55 SPH CAESAR
    -
    ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
    ITBM KHAN (INDONESIAN TACTICAL BALLISTIC MISSILE) 280 KM
    -
    ITBM KHAN (Indonesian Tactical Ballistic Missile) adalah sistem rudal balistik taktis pertama milik Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Turki, Roketsan.
    Detail Utama ITBM KHAN Indonesia:
    Identitas & Jangkauan: Dikenal juga sebagai ITBM-600, rudal ini merupakan versi ekspor dari rudal Bora milik Turki. Memiliki jangkauan tembak antara 80 hingga 280 km dengan akurasi tinggi (CEP < 10 meter).
    Kecepatan: Mampu melesat hingga Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Lokasi Penempatan: Sejak 1 Agustus 2025, rudal ini ditempatkan di Markas Yonarmed 18/Buritkang, Tenggarong, Kalimantan Timur, guna memperkuat pertahanan strategis di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).
    Status Sejarah: Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik ini.
    -
    CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
    CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
    CLUB CAESAR = 55 SPH VS 18 SPH VERSI AKAN
    -
    CAESAR CLUB = The CAESAR club was launched on November 14 at the camp of Canjuers by the French Ground Force (ArmΓ©e de Terre), the DGA (Direction GΓ©nΓ©rale de l'Armement) and KNDS. The aim of this club is to promote the CAESAR family and contribute to strengthening interoperability between the French Army and customer armies, as well as sharing operational topics, including maintenance, concerning this system. It will also provide useful feedback for the French Army and Nexter, a company of KNDS, with a view to developing the entire CAESAR family.
    The ‘CAESAR club’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.

    BalasHapus
  9. ada yang menyesal, Free tank SPH M109 BATAL haha!⛔️πŸ˜‚πŸ€₯

    BalasHapus
  10. last last Tank SPH M109 KENSEL haha!❌️🍌🀣
    negri manakah itu?

    BalasHapus
  11. katanya sedang apgred setara TANK SPH M109 PALADIN...last last KENSEL, alamak muka warganyet pembual merah padam haha!❌️😀πŸ€₯

    BalasHapus
  12. 2026 HORNET RONGSOK KUWAIT BATAL❌️
    2018 SEDEKAH TANK M109 dari Amerika pun BATAL❌️
    negri🎰kasino genting, takde wang ongkos kirim haha!πŸ₯΄πŸŒπŸ€₯

    BalasHapus
  13. drama tetangga 30 taon mencari SPH doank haha!πŸ€ͺ❌️🍌
    ❌️tank SPH M109 BATAL by MENHAN
    ❌️SPH Yavuz BATAL by PM/MOF,
    ❌️SPH Cesar last last BATAL by PM/MOF?

    kita dah dapet ITBM 600 BORA KHAN..280km haha!πŸš€πŸ¦ΎπŸ˜Ž

    emang BEDA LEVEL, BEDA KASTA gaeszπŸ˜„

    BalasHapus
  14. BERUK BOTOL MALAYDESH MUKA NYA DADAH SEMUA πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
  15. Sir... casava flour sir to extinguish Kalimantan fire sir .... cassava flour sir...

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    2. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    3. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    4. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.
      Gap Pelatihan: Pembatasan anggaran berdampak pada frekuensi latihan tempur, pengadaan sistem simulasi, dan pengembangan doktrin modern.

      Hapus
    5. KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝


      Hapus
    6. KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      KURANG BERAS =
      • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
      • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
      • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
      Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year.
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      MALING TERIAK MALING =
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      The Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM, or Royal Malaydesh Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
      -
      MALING TERIAK MALING =
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      The Malaydesh government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
      -
      MALING TERIAK MALING =
      SALE F 5 TIGERS
      SALE F 5 TIGERS
      SALE F 5 TIGERS
      This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to Malaydesh at one of the country’s ports.
      -
      MALING TERIAK MALING =
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      Singapore is the world's largest importer of sea sand, and relies on the material for land reclamation projects. In 2018, Singapore imported around $350 million worth of sand from Malaydesh, which was 97% of the country's total sand imports
      -
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan............
      😝KRISIS BERAS = 200 RIBU TON IMPOR BERAS MALONYET😝

      Hapus
    7. KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA MALAYDESH SEWA
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. TUDM SEWA 12 AW149
      24. TUDM SEWA 4 AW139
      25. TUDM SEWA 5 EC120B
      26. TLDM SEWA 2 AW159
      27. TDM SEWA 4 UH-60A
      28. TDM SEWA 12 AW149
      29. BOMBA SEWA 4 AW139
      30. MMEA SEWA 2 AW159
      31. POLIS SEWA 7 BELL429
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    8. KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      -
      SEWA MALAYDESH SEWA
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. TUDM SEWA 12 AW149
      24. TUDM SEWA 4 AW139
      25. TUDM SEWA 5 EC120B
      26. TLDM SEWA 2 AW159
      27. TDM SEWA 4 UH-60A
      28. TDM SEWA 12 AW149
      29. BOMBA SEWA 4 AW139
      30. MMEA SEWA 2 AW159
      31. POLIS SEWA 7 BELL429
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    9. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    10. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONYET SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    11. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    12. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    13. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    14. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
      F15IDN
      F15IDN
      F15IDN
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
      -
      INDONESIA
      a. 48 KAAN Gen 5
      b. 42 RAFALE Gen 4.5
      c. 16 Sukhoi 27/30
      d. 33 F16
      e. 12 M346FA
      f. 20 T50i
      g. 24 HAWK
      =============================
      =============================
      MALONYET
      a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
      b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
      c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
      d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
      -------------------------------
      1. Procurement Mismanagement
      The project began in 2011, with a contract awarded to Boustead Naval Shipyard (BNS) to build 6 ships.
      By 2022, despite RM6.08 billion already spent, not a single ship had been delivered.
      Poor oversight and lack of accountability led to cost overruns and schedule slippage.
      2. Design Changes Midway
      The original plan was to use the MEKO A-100 design from France.
      Midway, the Navy requested changes to combat systems and sensors, causing delays in integration and testing.
      These changes required re-certification and re-engineering, adding years to the timeline.
      3. Supply Chain & OEM Issues
      Delays in receiving components from Original Equipment Manufacturers (OEMs) disrupted construction schedules.
      Some systems were not delivered on time, while others were incompatible with the revised ship design.
      4. Financial Overruns
      Metric Original Plan Current Status
      Total Cost RM9 billion RM11.22 billion
      Ships Ordered 6 5 (1 cancelled)
      Completion Timeline 2019–2023 2026–2029
      The cost ballooned by RM2.22 billion, forcing the government to scale down the number of ships.
      5. Political & Institutional Delays
      Multiple changes in government between 2018–2022 led to policy uncertainty.
      Investigations by the Public Accounts Committee (PAC) revealed serious lapses in governance.
      The project was temporarily frozen, then restarted under a restructured plan.
      6. Impact on National Security
      Experts warn that the delay leaves MALONYET vulnerable in its maritime zones, especially in the South China Sea.
      The Navy lacks modern surface combatants to replace aging ships like the KD Kasturi and KD Lekir
      --------------------------------------------
      USA BANNED MALONYET : USA PALAK ART USD 240 MILLIAR
      NSM
      AMRAAM
      F18
      UH60A
      --------------------------------------------
      🀣ART PALAK USD 240 MILLIAR = BANNED : NSM AMRAAM F18🀣

      Hapus
    15. RELEASE US DEPARTEMENT OF WAR 24/08/2026
      F15IDN
      F15IDN
      F15IDN
      https://www.war.gov/News/Contracts/Contract/Article/4581800/contracts-for-aug-24-2026/
      -
      INDONESIA
      a. 48 KAAN Gen 5
      b. 42 RAFALE Gen 4.5
      c. 16 Sukhoi 27/30
      d. 33 F16
      e. 12 M346FA
      f. 20 T50i
      g. 24 HAWK
      =============================
      =============================
      MALONYET
      a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
      b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
      c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
      d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
      -------------------------------
      MALONYET ’s Military Modernization Is Slow
      1. Budget Allocation Imbalance
      Over 60–70% of the defence budget goes to salaries, pensions, and maintenance, leaving little for new systems or upgrades.
      MALONYET spends around RM15–18 billion annually, but most of it is used to “keep the lights on” rather than invest in future capabilities.
      2. Procurement Delays & Scandals
      The Littoral Combat Ship (LCS) program—meant to modernize the Navy—has faced years of delay, cost overruns, and corruption investigations2.
      These setbacks have eroded public trust and stalled critical upgrades, leaving the Navy with outdated ships.
      3. Fragmented Modernization Strategy
      MALONYET lacks a cohesive long-term defence roadmap.
      Procurement is often reactive, driven by political cycles rather than strategic planning.
      Result: a patchwork of platforms from Russia, the U.S., France, and China, complicating logistics and interoperability.
      4. Weak Indigenous Defence Industry
      MALONYET ’s domestic defence sector focuses on maintenance and basic manufacturing, not advanced systems.
      Outsourcing of maintenance since the 1970s was meant to build self-reliance, but it hasn’t scaled to meet modernization needs.
      5. Currency Depreciation & Fiscal Constraints
      The weak ringgit reduces MALONYET ’s purchasing power for foreign defence equipment.
      Declining oil revenues and economic pressures have shrunk the government’s coffers, limiting capital expenditure.
      ⚠️ Why Readiness Is Poor
      1. Aging Equipment
      Many platforms are decades old, including:
      C-130 Hercules (1970s)
      Condor APCs (1980s)
      Scorpene submarines (2009)
      These systems require frequent maintenance and offer limited combat capability.
      2. Limited Joint Operations Capability
      The Army, Navy, and Air Force operate with minimal integration.
      There’s no unified Joint Operations Command, reducing effectiveness in multi-domain missions.
      3. Training & Doctrine Gaps
      Budget constraints affect training frequency, simulation systems, and doctrinal development.
      MALONYET lacks advanced cyber warfare, electronic warfare, and drone operations capabilities.
      --------------------------------------------
      USA BANNED MALONYET : USA PALAK ART USD 240 MILLIAR
      NSM
      AMRAAM
      F18
      UH60A
      --------------------------------------------
      🀣ART PALAK USD 240 MILLIAR = BANNED : NSM AMRAAM F18🀣

      Hapus
    16. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.

      Hapus
    17. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONYET tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONYET karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    18. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.

      Hapus
    19. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + ARMADA TAHUN 80-AN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    20. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + ARMADA TAHUN 80-AN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    21. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    22. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KETIMPANGAN ANGGARAN: ORANG VS ALUTSISTA (SALARY VS CAPABILITY):
      Kanibalisme Gaji (60% Budget): Lebih dari setengah anggaran pertahanan (RM 15-18 Miliar) habis hanya untuk gaji, tunjangan, dan pensiun. Dana pengadaan alutsista baru hanya tersisa <20%.
      Beban Pensiun Membengkak: Jumlah veteran yang terus bertambah menjadikan beban pensiun seumur hidup lebih besar daripada belanja peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir.
      Kekakuan Fiskal: Sistem militer yang terikat budaya pegawai negeri membuat pengurangan personel sulit dilakukan karena sensitivitas politik, meskipun militer menjadi under-equipped.
      Kelumpuhan Modernisasi: Dana pengembangan yang tersisa (~15-20%) tidak cukup untuk membeli pesawat atau kapal baru. Contoh: Proyek LCS menyerap hampir seluruh jatah pengadaan selama satu dekade tanpa hasil nyata.
      Kesiapan Tempur Semu: MALONYET memiliki banyak prajurit di atas kertas, namun tanpa dukungan suku cadang, jam terbang pilot yang rendah, dan hari patroli laut yang minim.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + BEBAN PENSIUN RAKSASA = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    23. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    24. PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      -----------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONYET tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONYET karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
  16. KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
    -
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
    -
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===================
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
    Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
    -
    CASSAVA =
    AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
    SEA : MALAYDESH
    Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
    -
    MALAYDESH=
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
    =========
    AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
    MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
    cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
    -
    OPLOS BERAS SEJAK 1970
    OPLOS BERAS SEJAK 1970
    OPLOS BERAS SEJAK 1970
    KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
    Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
    😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝


    BalasHapus
  17. 3 Bendera, 3 Wilayah, 3 Suara!

    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Aceh!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Borneo!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Papua!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    2. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
    3. PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      -----------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONYET tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONYET karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    4. WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 TΓΌrkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

      Hapus
    5. PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      --------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + INDUSTRI "TUKANG RAKIT" + MISMANAJEMEN LCS = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    6. PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      --------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KELUMPUHAN KEBIJAKAN & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + ARMADA TAHUN 80-AN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    7. KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM F18 UH60A : PALAK ART USD 240 MILLIAR
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
      KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).


      Hapus
    8. PENGEMIS BERAS = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALONYET (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
      -
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALONYET: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    9. PENGEMIS BERAS = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------------
      SIPRI 2025-2024 = KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALONYET – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------------------------
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
      ---------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALONYET
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALONYET terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
  18. 3 Bendera, 3 Wilayah, 3 Suara!

    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Aceh!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Borneo!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Papua!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    2. PENGEMIS BERAS FFBNP AGUSTUS 2026 = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD

      Hapus
    3. PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
      #kerajaanPembunuh
      #kerajaanGagal
      #kerajaanZalim
      tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
      -
      “#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
      Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574

      Hapus
    4. BANTUAN NGO BSR
      KANTOR PUSAT CHINA
      KANTOR PUSAT CHINA
      KANTOR PUSAT CHINA
      Blue Sky Rescue (BSR) adalah organisasi non-pemerintah (NGO) profesional yang berbasis di Tiongkok. Organisasi ini berdiri pada tahun 2007 dan dikenal sebagai salah satu tim penyelamat sipil terbesar di Asia, dengan fokus pada misi kemanusiaan, evakuasi bencana, dan bantuan medis
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574

      Hapus
    5. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
      -------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      =============
      =============
      INDONESIA
      Govt Debt-to-GDP : 40,46%
      -
      Household Debt-to-GDP : 15,70%

      Hapus
    6. DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
      MALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
      --------------------------------
      US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
      1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
      2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
      Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
      --------------------------------
      SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
  19. 3 Bendera, 3 Wilayah, 3 Suara!

    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Aceh!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Borneo!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯Merdeka buat Papua!πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      Tercetus memorandum 23 organisasi kemasyarakatan di Sarawak dan Sabah yang ingin memisahkan diri dari federasi MALONDESH.
      ---------------
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
      ---------------
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
      ---------------
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
      Beberapa sumber hukum yang menjadi dasar bagi Indonesia dalam memperkuat kuasainya terhadap Blok Ambalat, yaitu:
      • Deklarasi Djuanda tahun 1957
      • Prp No.4/1960 tentang Perairan Indonesia
      • Undang-Undang No.17 Tahun 1985
      • Undang-Undang No.6 Tahun 1996 tentang perairan Indonesia
      ---------------
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)
      ---------------
      BAU KOTORAN BAU KENTUT =
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
      ---------------
      NGEMIS BENDERA =
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950.[9] On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
      ---------------
      TIRU BENDERA USA =
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALONDESH, and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.
      ===================
      52.225 RELINQUISH [PINDAH NEGARA]
      PER TAHUN = 10.104 MALONDESH PINDAH NEGARA
      PER BULAN = 842 MALONDESH PINDAH NEGARA
      PER HARI = 28 MALONDESH PINDAH NEGARA
      Total of 52,225 applications from MALONDESHs to renounce their citizenship were approved between 1 January 2020 and 15 February this year.
      This means, on average, 842 MALONDESHs relinquish their citizenship every month

      Hapus
    2. CELANA DALAM =
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD

      Hapus
    3. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      -------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    4. DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
      MALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
      ----------------------------------
      US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
      1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
      2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
      Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
      ----------------------------------
      SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
      ----------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      BEBAN SUBSIDI
      Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.

      Hapus
    5. US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
      1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
      2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
      Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
      ----------------------------------
      SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
      ----------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  20. INDON Before; Sir... Money Sir...
    INDON Now; Sir... cassava flour Sir...

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      Sultan Johor, MALONDESH, Ibrahim Sultan Iskandar yang mengancam Johor akan memilih untuk keluar dari MALONDESH, jika kerajaan persekutuan gagal mewujudkan janji kepada kerajaan negeri, seperti yang termaktub dalam Perjanjian Persekutuan Tanah Melayu
      ---------------
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      Tercetus memorandum 23 organisasi kemasyarakatan di Sarawak dan Sabah yang ingin memisahkan diri dari federasi MALONDESH.
      ---------------
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
      ---------------
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
      ---------------
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
      Beberapa sumber hukum yang menjadi dasar bagi Indonesia dalam memperkuat kuasainya terhadap Blok Ambalat, yaitu:
      • Deklarasi Djuanda tahun 1957
      • Prp No.4/1960 tentang Perairan Indonesia
      • Undang-Undang No.17 Tahun 1985
      • Undang-Undang No.6 Tahun 1996 tentang perairan Indonesia
      ---------------
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)
      ---------------
      PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TAHUN TUNDUK TAAT KE BRITISH
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      ---------------
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ---------------

      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ---------------
      😝KURANG BERAS 999 TAHUN TUNDUK BRITISH = PESAKITAN ASEAN😝

      Hapus
    2. SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      Sultan Johor, MALONDESH, Ibrahim Sultan Iskandar yang mengancam Johor akan memilih untuk keluar dari MALONDESH, jika kerajaan persekutuan gagal mewujudkan janji kepada kerajaan negeri, seperti yang termaktub dalam Perjanjian Persekutuan Tanah Melayu
      ---------------
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      Tercetus memorandum 23 organisasi kemasyarakatan di Sarawak dan Sabah yang ingin memisahkan diri dari federasi MALONDESH.
      ---------------
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
      ---------------
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
      ---------------
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
      Beberapa sumber hukum yang menjadi dasar bagi Indonesia dalam memperkuat kuasainya terhadap Blok Ambalat, yaitu:
      • Deklarasi Djuanda tahun 1957
      • Prp No.4/1960 tentang Perairan Indonesia
      • Undang-Undang No.17 Tahun 1985
      • Undang-Undang No.6 Tahun 1996 tentang perairan Indonesia
      ---------------
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)
      ---------------
      PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TAHUN TUNDUK TAAT KE BRITISH
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      ---------------
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ---------------

      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ---------------
      😝KURANG BERAS 999 TAHUN TUNDUK BRITISH = PESAKITAN ASEAN😝

      Hapus
    3. 🚒 KAPAL BERUSIA 40 TAHUN KE ATAS (KELAS KOMBATAN & LOGISTIK)
      Kapal-kapal ini umumnya mulai bertugas di awal dekade 1980-an:
      KD Lekir (FSG 26) – Korvet kelas Kasturi yang mulai beroperasi sejak tahun 1984. Sempat menjadi sorotan karena sukses menyelesaikan pelayaran samudera ke Hawaii untuk misi RIMPAC.
      KD Kasturi (FSG 25) – Korvet kelas utama seangkatan KD Lekir yang juga ditauliahkan pada tahun 1984.
      KD Mahawangsa (1504) – Kapal pendukung logistik berbobot besar (Multi-Purpose Command and Support Ship) yang ditauliahkan TLDM pada tahun 1983.
      KD Sri Indera Sakti (1503) – Kapal pendukung logistik sekelas KD Mahawangsa yang masuk layanan aktif sejak tahun 1980.
      KD Perdana (3501), KD Gempita (3502), KD Pendekar (3503), KD Handalan (3511) – Seri Kapal Peronda Laju Berpeluru Pandu (FAC-M) kelas Perdana dan Handalan yang dibangun di Prancis/Swedia pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an.
      ----------------------------------
      ⚓ KAPAL BERUSIA 50 TAHUN KE ATAS (KAPAL PERONDA CEPAT / PC)
      Kapal dalam kategori ini merupakan kapal-kapal peronda laju (Fast Attack Craft / Patrol Craft) yang mayoritas ditempatkan di bawah naungan Pangkalan TLDM Kuantan (Tanjung Gelang):
      KD Sri Sabah (3144) – Kapal patroli kelas Sunda buatan Vosper Thornycroft Inggris yang aslinya masuk dinas militer sejak tahun 1960-an (berusia di atas 55 tahun). Kapal ini sempat dinonaktifkan namun telah menjalani proses pasang pulih (refit) dan ditauliahkan kembali pada Januari 2024.
      KD Sri Sarawak (3145) – Kapal sekelas KD Sri Sabah yang juga telah ditauliahkan kembali ke dalam jajaran armada setelah menjalani peremajaan struktur badan kapal dan mesin baru untuk masa operasional 15 tahun ke depan.
      Kapal Skuadron FAC Sedia Ada – Beberapa sisa kapal patroli cepat dari Kelas Sri Setia atau Kelas Jerong lama yang dibangun awal hingga pertengahan 1970-an.
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDE

      Hapus
  21. INDON Before; Sir... Money Sir...
    INDON Now; Sir... cassava flour Sir...

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. BEBAN BABU FPDA = NSM BANNED
      A number of challenges face the FPDA. A key one is the issue of interoperability, with countries such as New Zealand and MALONDESH falling far behind the other partners in terms of military capability, creating what the IISS terms a 2-tier grouping. The FPDA also suffers from a lack of attention, which is typically focused on more high-profile security partnerships. The IISS observes that the inclusion of MALONDESH is crucial – if it loses interest in participating, ‘Australia, the UK and New Zealand would lose significant access for their armed forces in Southeast Asia’.
      ---
      WEAKEST.....
      the MALONDESH military is today the region’s weakest. It is riddled with corruption, poor planning, and interference by political leaders in procurement, NO longer a potent force even in managing low-level intensity conflict at a time when tensions in the South China Sea are higher than they have been since the days of the Vietnam War.
      A 2019 White Paper on Defense – nearly four years ago – called for more funds and punch as well as an overhaul of the procurement system to allow professionals to decide on what weapon systems they need. Instead, PM Anwar Ibrahim’s proposal to increase the defense budget by 10 percent to fund procurement will be delayed because of budgetary considerations related to the flagging ecoNOmy, expected by the World Bank to grow at a mediocre 3.9 percent in 2023, down from an earlier estimate of 4.3 percent in April.
      The immediate impact is on the MALONDESH Armed Forces’ combat readiness, which depends on state-of-the-art techNOLogy, training, and morale. EXCLUDING adequate funding, all three will be affected, in turn undermining the country’s planned strategic deterrence capability
      ---
      PULLED OUT AUSIEE = Armidale class is a class of patrol boats built for the Royal Australian Navy (RAN). Planning for a class of vessels to replace the fifteen Fremantle-class patrol boats began in 1993 as a joint project with the Royal MALONDESH Navy, but was cancelled when MALONDESH pulled out of the process. The project was reopened in 1999 under the designation SEA 1444, with the RAN as the sole participant.
      ===========================
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      MALONDESH Government DEBT accounted for 65.6 % of the country's Nominal GDP in Mar 2024, compared with the ratio of 64.3 % in the previous quarter. MALONDESH government DEBT to GDP ratio data is updated quarterly, available from Dec 2010 to Mar 2024.
      ------------------
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      MALONDESH Plan, 2021-2025 (Twelfth Plan), the Government maintained the statutory DEBT limit at 65% of GDP under the Loan (Local) (Statutory Ceiling for Borrowing) and Government Funding (Statutory Ceiling of Moneys Received) Order 2022 [P.U. (A) 399/2022] which came into effect on 1 January 2023. As at end-August 2023, the Federal Government statutory DEBT which comprises MGS, MGII and MITB recorded 59.9% of GDP, below the stipulated DEBT ceiling.
      ------------------
      ACTUALLY MONKEY
      ACTUALLY MONKEY
      ACTUALLY MONKEY
      ACTUALLY MONKEY
      ACTUALLY MONKEY
      Tengku Razaleigh, better known as Ku Li, dismissed the label which was claimed by many, including former prime minister Dr Mahathir Mohamad.
      Ku Li said MALONDESH could not claim to being an Asian Tiger as the country had financed most of its projects, including dams and highways, because foreign investors had skirted around MALONDESH.
      “You call yourself an Asian Tiger, but you’re actually a monkey. You’re not developed,” he was quoted as telling Free MALONDESH Today


      Hapus
    2. 171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      Angkatan Tentera Malaydesh (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
      -
      Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
      -
      Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
      -
      Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
      -
      Sumber = Astro Awani, Malaysiakini, DagangNews, dan Airtimes Malaysia.
      ----------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      BEBAN SUBSIDI
      Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.

      Hapus
    3. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9
      -
      171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  22. INDON Before; Sir... Money Sir...
    INDON Now; Sir... cassava flour Sir...

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TAHUN TUNDUK TAAT KE BRITISH
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      ---
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ---
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ---
      CELANA DALAM =
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
      ---
      NGEMIS BENDERA =
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950.[9] On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
      ---
      TIRU BENDERA USA =
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALONDESH, and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.
      ===================
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
      ---------------
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
      ---------------
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
      ---------------
      SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
      SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
      SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
      Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)

      Hapus
    2. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TAHUN TUNDUK TAAT KE BRITISH
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      ---
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ---
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      ---
      CELANA DALAM =
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
      ---
      NGEMIS BENDERA =
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
      The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950.[9] On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
      ---
      TIRU BENDERA USA =
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
      The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALONDESH, and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.
      ===================
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
      ---------------
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
      ---------------
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
      ---------------
      SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
      SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
      SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
      Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)

      Hapus
    3. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,5% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
    4. ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.

      Hapus
    5. 171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      Angkatan Tentera Malaydesh (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
      -
      Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
      -
      Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
      -
      Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
      -
      Sumber = Astro Awani, Malaysiakini, DagangNews, dan Airtimes Malaysia.
      ----------------------------------
      TENTERA LAUT DIRAJA MALAYSIA (TLDM) — 34 UNIT
      Dari 34 unit kapal tua tersebut, sebanyak 28 kapal bahkan telah melampaui usia 40 tahun. Contoh aset maritim yang masuk dalam rentang usia ini meliputi:
      -
      KD Pendekar (Kapal Serang Laju): Berusia 45 tahun dan telah tenggelam di perairan Johor akibat menabrak objek bawah air. Laporan publik mengonfirmasi kondisi kapal yang sudah usang ikut memengaruhi insiden ini.
      -
      Kapal Serang Laju (Fast Attack Craft) Kelas Perdana & Handalan: Kapal-kapal seperti KD Perdana dan KD Handalan yang dibeli sejak era 1970-an.
      -
      KORVET Kelas Kasturi: Kapal perang seperti KD Kasturi dan KD Lekir yang telah beroperasi sejak awal tahun 1980-an (berusia sekitar 40 tahun).
      ----------------------------------
      TENTERA UDARA DIRAJA MALAYSIA (TUDM) — 29 UNIT
      Aset udara komparatif yang dibeli pada era akhir 1970-an hingga awal 1990-an dan masih dipertahankan meliputi:
      -
      Pesawat Angkut Lockheed C-130 Hercules: Pesawat angkut taktis andalan Malaysia yang mayoritas variannya telah digunakan sejak tahun 1976 hingga 1980-an (berusia lebih dari 40 tahun).
      -
      Helikopter Sikorsky S-61A-4 Nuri: Meskipun sebagian besar sudah dipensiunkan secara bertahap, helikopter ini merupakan contoh transisi alutsista udara usang karena telah digunakan sejak tahun 1968.
      -
      Jet Tempur Hawk 108/208: Jet latih dan tempur ringan milik Malaysia yang mulai dikirim sejak tahun 1993 hingga 1995 (mencapai batas usia 30 tahun).
      ----------------------------------
      TENTERA DARAT MALAYSIA (TDM) — 108 UNIT
      Untuk matra darat, unit yang dimaksud didominasi oleh kendaraan taktis dan kendaraan lapis baja ringan era Perang Dingin:
      -
      Kendaraan Lapis Baja Condor 4x4 (APC): Kendaraan pengangkut personel buatan Jerman yang dibeli oleh Malaysia dalam jumlah besar pada awal tahun 1980-an (berusia di atas 40 tahun).
      -
      Tank Ringan Alvis Scorpion: Tank ringan pengintai beroda rantai yang dioperasikan sejak tahun 1981.
      -
      Kendaraan Lapis Baja Sibmas 6x6: Kendaraan pendukung tembakan beroda ban yang juga diakuisisi pada era awal 1980-an.

      Hapus
    6. HUTANG BAYAR HUTANG
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      BEBAN SUBSIDI
      Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)


      Hapus
  23. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
    1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
    2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
    3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
    4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
    5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
    6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
    7. Tahun 1957 - 999 TAHUN TUNDUK TAAT KE BRITISH
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
    ---
    8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
    ---
    9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
    ---
    CELANA DALAM =
    BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
    BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
    BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
    Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
    ---
    NGEMIS BENDERA =
    MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
    MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
    MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
    The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950.[9] On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
    ---
    TIRU BENDERA USA =
    INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
    INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
    INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
    The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALONDESH, and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.
    ===================
    CHINA KUASAI BTA
    CHINA KUASAI BTA
    CHINA KUASAI BTA
    Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
    ---------------
    KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
    KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
    KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
    The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
    ---------------
    AMBALAT MILIK INDONESIA
    AMBALAT MILIK INDONESIA
    AMBALAT MILIK INDONESIA
    Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
    ---------------
    FILIPINA KUASAI SABAH
    FILIPINA KUASAI SABAH
    FILIPINA KUASAI SABAH
    MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
    ---------------
    SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
    SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
    SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
    Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)

    BalasHapus
  24. CELANA DALAM =
    BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
    BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
    BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
    Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
    ---
    NGEMIS BENDERA =
    MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
    MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
    MALONDESH FLAG APPROVED KING GEORGE VI
    The final version of the Malayan flag was approved by king George VI on 19 May 1950 and was first raised in front of the Sultan of Selangor's residence on 26 May 1950.[9] On 31 August 1957, it was raised upon independence at Merdeka Square in place of the British Union Flag.
    ---
    TIRU BENDERA USA =
    INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
    INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
    INFLUENCED BY THE FLAG OF THE UNITED STATES.
    The current version has 14 stripes and a 14-pointed star. Yellow is a royal colour in MALONDESH, and red, white, and blue indicate the close association of the country with the Commonwealth. The flag design was also influenced by the flag of the United States.
    ===================
    52.225 RELINQUISH [PINDAH NEGARA]
    PER TAHUN = 10.104 MALONDESH PINDAH NEGARA
    PER BULAN = 842 MALONDESH PINDAH NEGARA
    PER HARI = 28 MALONDESH PINDAH NEGARA
    Total of 52,225 applications from MALONDESHs to renounce their citizenship were approved between 1 January 2020 and 15 February this year.
    This means, on average, 842 MALONDESHs relinquish their citizenship every month
    ===================
    CHINA KUASAI BTA
    CHINA KUASAI BTA
    CHINA KUASAI BTA
    Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
    ---------------
    KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
    KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
    KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
    The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
    ---------------
    AMBALAT MILIK INDONESIA
    AMBALAT MILIK INDONESIA
    AMBALAT MILIK INDONESIA
    Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
    ---------------
    FILIPINA KUASAI SABAH
    FILIPINA KUASAI SABAH
    FILIPINA KUASAI SABAH
    MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
    ---------------
    SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
    SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
    SINGAPURA MILIK PEDRA BRANCA
    Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)

    BalasHapus
  25. NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    ===========
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    ===========
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===========
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    ==============
    PETRONAS BERDEBT KE PGN
    PETRONAS BERDEBT KE PGN
    PETRONAS BERDEBT KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    ================
    OVER LIMIT DEBT
    Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
    • 2021: 69.16%
    • 2022: 65.5%
    • 2023: 69.76%
    • 2024: 68.38%
    Explanation
    The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
    In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
    In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
    ================
    OVERLIMIT DEBT 66,3%
    OVERLIMIT DEBT 66,3%
    LIMIT DEBT 65%
    LIMIT DEBT 65%
    In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
    Explanation
    • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
    • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
    • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
    • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
    • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
    ================
    KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sir... cassava flour Sir...

      πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
    2. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      KELUMPUHAN PERENCANAAN JANGKA PANJANG:
      Mentalitas Anggaran Tahunan: Anggaran pertahanan diputuskan tahun-ke-tahun tanpa alokasi multi-tahun yang dijamin. Jika ekonomi turun, dana pertahanan langsung dipangkas atau dialihkan.
      Kegagalan Proyek Besar: Aset modern butuh 10-20 tahun untuk direncanakan. Tanpa multi-year budgeting, kontrak kapal frigat (LCS) dan jet tempur (MRCA) terus tertunda, dikecilkan, atau dibatalkan.
      Kegagalan Kertas Putih Pertahanan 2019: Peta jalan 10 tahun (2021-2030) lumpuh total setelah pemerintahan runtuh pada 2020. Tidak ada kerangka hukum yang memaksa pemerintah selanjutnya untuk mengikuti rencana tersebut.
      Instabilitas Politik: 5 PM dan banyak Menhan sejak 2018 menyebabkan prioritas selalu di-reset. Modernisasi pertahanan hanya menjadi bahan tawar-menawar politik jangka pendek.
      Kontras Regional: Singapura memiliki rencana bergulir 20 tahun yang dilindungi undang-undang; Indonesia memiliki peta jalan Minimum Essential Force (MEF) yang konsisten di setiap pemerintahan.
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL:
      Belanja Absolut Rendah: Anggaran pertahanan hanya ~USD 3,5–4,0 Miliar (RM 15–18 Miliar/tahun), sangat kecil untuk negara dengan kebutuhan maritim luas.
      Perbandingan Regional: MALONYET menghabiskan jauh lebih sedikit secara absolut dibanding Singapura (~USD 16 Miliar) atau Indonesia (~USD 13 Miliar).
      Penyebab Fiskal: Hutang publik tinggi (69% PDB) dan hilangnya pendapatan pajak (penghapusan GST) membuat pemerintah memprioritaskan subsidi sosial dan gaji PNS daripada pertahanan.
      Dampak Nyata:
      Pengadaan Terbatas: Tidak mampu membeli platform modern (Frigat, Kapal Selam, Jet Tempur) dalam jumlah yang cukup.
      Krisis Suku Cadang: Alokasi O&M kecil menyebabkan aset seperti Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + TANPA PETA JALAN LEGAL + ANGGARAN TERENDAH ASEAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KETIMPANGAN ANGGARAN: ORANG VS ALUTSISTA (SALARY VS CAPABILITY):
      Kanibalisme Gaji (60% Budget): Lebih dari setengah anggaran pertahanan (RM 15-18 Miliar) habis hanya untuk gaji, tunjangan, dan pensiun. Dana pengadaan alutsista baru hanya tersisa <20%.
      Beban Pensiun Membengkak: Jumlah veteran yang terus bertambah menjadikan beban pensiun seumur hidup lebih besar daripada belanja peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir.
      Kekakuan Fiskal: Sistem militer yang terikat budaya pegawai negeri membuat pengurangan personel sulit dilakukan karena sensitivitas politik, meskipun militer menjadi under-equipped.
      Kelumpuhan Modernisasi: Dana pengembangan yang tersisa (~15-20%) tidak cukup untuk membeli pesawat atau kapal baru. Contoh: Proyek LCS menyerap hampir seluruh jatah pengadaan selama satu dekade tanpa hasil nyata.
      Kesiapan Tempur Semu: MALONYET memiliki banyak prajurit di atas kertas, namun tanpa dukungan suku cadang, jam terbang pilot yang rendah, dan hari patroli laut yang minim.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + BEBAN PENSIUN RAKSASA = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      ----------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    5. PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  26. Ini contoh NEGARA GAGAL!! FAILED STATE!!

    πŸ”₯Aceh tuntut kemerdekaanπŸ”₯
    πŸ”₯Papua tuntut kemerdekaanπŸ”₯
    πŸ”₯Borneo tuntut kemerdekaanπŸ”₯

    πŸ”₯Di Jakarta pula, rusuhan!πŸ”₯
    https://www.youtube.com/shorts/sazWKNWqs4w

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      KELUMPUHAN PERENCANAAN JANGKA PANJANG:
      Mentalitas Anggaran Tahunan: Anggaran pertahanan diputuskan tahun-ke-tahun tanpa alokasi multi-tahun yang dijamin. Jika ekonomi turun, dana pertahanan langsung dipangkas atau dialihkan.
      Kegagalan Proyek Besar: Aset modern butuh 10-20 tahun untuk direncanakan. Tanpa multi-year budgeting, kontrak kapal frigat (LCS) dan jet tempur (MRCA) terus tertunda, dikecilkan, atau dibatalkan.
      Kegagalan Kertas Putih Pertahanan 2019: Peta jalan 10 tahun (2021-2030) lumpuh total setelah pemerintahan runtuh pada 2020. Tidak ada kerangka hukum yang memaksa pemerintah selanjutnya untuk mengikuti rencana tersebut.
      Instabilitas Politik: 5 PM dan banyak Menhan sejak 2018 menyebabkan prioritas selalu di-reset. Modernisasi pertahanan hanya menjadi bahan tawar-menawar politik jangka pendek.
      Kontras Regional: Singapura memiliki rencana bergulir 20 tahun yang dilindungi undang-undang; Indonesia memiliki peta jalan Minimum Essential Force (MEF) yang konsisten di setiap pemerintahan.
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL:
      Belanja Absolut Rendah: Anggaran pertahanan hanya ~USD 3,5–4,0 Miliar (RM 15–18 Miliar/tahun), sangat kecil untuk negara dengan kebutuhan maritim luas.
      Perbandingan Regional: MALONYET menghabiskan jauh lebih sedikit secara absolut dibanding Singapura (~USD 16 Miliar) atau Indonesia (~USD 13 Miliar).
      Penyebab Fiskal: Hutang publik tinggi (69% PDB) dan hilangnya pendapatan pajak (penghapusan GST) membuat pemerintah memprioritaskan subsidi sosial dan gaji PNS daripada pertahanan.
      Dampak Nyata:
      Pengadaan Terbatas: Tidak mampu membeli platform modern (Frigat, Kapal Selam, Jet Tempur) dalam jumlah yang cukup.
      Krisis Suku Cadang: Alokasi O&M kecil menyebabkan aset seperti Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + TANPA PETA JALAN LEGAL + ANGGARAN TERENDAH ASEAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    2. KASTA FFBNP : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD

      Hapus
    3. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. 171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      Angkatan Tentera Malaydesh (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
      -
      Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
      -
      Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
      -
      Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
      -
      Sumber = Astro Awani, Malaysiakini, DagangNews, dan Airtimes Malaysia.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  27. Ini contoh NEGARA GAGAL!! FAILED STATE!!

    πŸ”₯Aceh tuntut kemerdekaanπŸ”₯
    πŸ”₯Papua tuntut kemerdekaanπŸ”₯
    πŸ”₯Borneo tuntut kemerdekaanπŸ”₯

    πŸ”₯Di Jakarta pula, rusuhan!πŸ”₯
    https://www.youtube.com/shorts/sazWKNWqs4w

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      SULTAN JOHOR = KELUAR DARI MALONDESH
      Sultan Johor, MALONDESH, Ibrahim Sultan Iskandar yang mengancam Johor akan memilih untuk keluar dari MALONDESH, jika kerajaan persekutuan gagal mewujudkan janji kepada kerajaan negeri, seperti yang termaktub dalam Perjanjian Persekutuan Tanah Melayu
      ---------------
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      REFERENDUM SABAH SERAWAK
      Tercetus memorandum 23 organisasi kemasyarakatan di Sarawak dan Sabah yang ingin memisahkan diri dari federasi MALONDESH.
      ---------------
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      FILIPINA KUASAI SABAH
      MALONDESH akan mengirim nota protes ke Filipina yang baru saja mengesahkan dua undang-undang terkait kuasai wilayah di perairan sengketa Laut China Selatan (LCS).
      ---------------
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      CHINA KUASAI BTA
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALONDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ---------------
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      KL = DIKUASAI BANGLA = LITTLE DHAKA
      The bustling enclave known as 'Mini Dhaka' here is coming back to life. A survey by Harian Metro revealed that the area in Jalan Silang and Lebuh Pudu here was full of foreigners during the Chinese New Year public holiday. Every corner of the area in the city centre was packed with foreigners, mostly Bangladeshis...
      ---------------
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      AMBALAT MILIK INDONESIA
      Blok Ambalat milik Indonesia berdasarkan hukum internasional. Hal ini didasarkan pada Perjanjian Tapal Batas Landas Kontinen Indonesia-MALONDESH yang ditandatangani pada 27 Oktober 1969.
      Beberapa sumber hukum yang menjadi dasar bagi Indonesia dalam memperkuat kuasainya terhadap Blok Ambalat, yaitu:
      • Deklarasi Djuanda tahun 1957
      • Prp No.4/1960 tentang Perairan Indonesia
      • Undang-Undang No.17 Tahun 1985
      • Undang-Undang No.6 Tahun 1996 tentang perairan Indonesia
      ---------------
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      SINGAPURA KUASAI PEDRA BRANCA
      Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca)
      ---------------
      BAU KOTORAN BAU KENTUT =
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      BENDERA DI CELANA DALAM AUSSIE
      Celana dalam bergambar bendera MALONDESH “Jalur Gemilang” yang dipakai sembilan pemuda Australia di Formula 1 Grand Prix Sepang, MALONDESH, ternyata dijual secara online seharga 174 ringgit MALONDESH.
      ===================
      NO MONEY SIPRI 2024 = NO SHOPPING
      NO MONEY SIPRI 2023 = NOT YET ORDERED
      NO MONEY SIPRI 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      SALAM NOL SALAM SEWA ......
      ===================
      52.225 RELINQUISH [PINDAH NEGARA]
      PER TAHUN = 10.104 MALONDESH PINDAH NEGARA
      PER BULAN = 842 MALONDESH PINDAH NEGARA
      PER HARI = 28 MALONDESH PINDAH NEGARA
      Total of 52,225 applications from MALONDESHs to renounce their citizenship were approved between 1 January 2020 and 15 February this year.
      This means, on average, 842 MALONDESHs relinquish their citizenship every month

      Hapus
    2. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, ScorpΓ¨ne, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.

      Hapus
    3. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: FISKAL LUMPUH & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ALUTSISTA (AGEING & OBSOLESCENCE):
      Aset Usang (30-40+ Tahun): Kapal TLDM dari era 70-an dan APC Condor era 80-an masih dipaksa bertugas. Penuaan aset membuat biaya perawatan membengkak dengan kesiapan tempur rendah.
      Minim Investasi Modernisasi: Anggaran pertahanan hanya ~1% PDB; 40% habis untuk gaji dan pensiun. Tidak ada anggaran untuk membeli senjata baru secara rutin seperti tetangga.
      Fiasco & Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) sejak 2011 (RM 9 Miliar) nol unit operasional hingga 2025. Angkatan Laut terjebak menggunakan kapal tua yang sudah melewati masa pakai.
      Krisis Suku Cadang RMAF: Kesiapan Su-30MKM sering di bawah 50% karena kelangkaan spare parts; pilot kekurangan jam terbang karena keterbatasan bahan bakar.
      Ketertinggalan Regional: Saat Singapura, Indonesia, dan Vietnam membeli kapal selam dan jet tempur canggih, MALONYET hanya bisa menggunakan alutsista karatan.
      Instabilitas Politik: Pergantian PM yang sering sejak 2018 menyebabkan proyek pertahanan terus-menerus dihentikan, dinegosiasi ulang, atau dibatalkan (reset).
      KESIMPULAN:
      HUTANG 69% PDB + RAKYAT HOBI HUTANG + ALUTSISTA KARATAN = KEBANGKRUTAN NASIONAL

      Hapus
    4. TOTAL AKUMULASI PHK NASIONAL
      38.953 Orang: Total jumlah pekerja di Malaydesh yang terkena PHK dalam lima bulan pertama (Januari hingga Mei).
      -
      TREN ANGKA PHK BULANAn
      Data bulanan menunjukkan dinamika pergerakan angka PHK yang fluktuatif sejak awal tahun:
      Januari: 10.658 hingga 10.700 orang terkena PHK (puncak tertinggi akibat restrukturisasi awal tahun).
      Februari: 7.512 orang kehilangan pekerjaan.
      Maret: 5.855 orang kehilangan pekerjaan (titik terendah di awal tahun).
      April: 7.057 orang terkena PHK (mengalami lonjakan sebesar 21% dibanding bulan Maret)
      --------------------------------------------
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  28. Ini contoh NEGARA GAGAL!! FAILED STATE!!

    πŸ”₯Aceh tuntut kemerdekaanπŸ”₯
    πŸ”₯Papua tuntut kemerdekaanπŸ”₯
    πŸ”₯Borneo tuntut kemerdekaanπŸ”₯

    πŸ”₯Di Jakarta pula, rusuhan!πŸ”₯
    https://www.youtube.com/shorts/sazWKNWqs4w

    πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,5% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
    2. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.

      Hapus
    3. FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
      --------------------------------------------
      • FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
      • Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
      • F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
      • Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
      • F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
      • UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
      --------------------------------------------
      • LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
      • LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
      • KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
      • AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
      --------------------------------------------
      • Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
      • Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------------------
      TEKANAN EKONOMI & BEBAN ANGGARAN (FISCAL BURDEN):
      Pendapatan Minyak Merosot: Pendapatan tradisional dari minyak menyusut, mengurangi ruang fiskal pemerintah secara drastis.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan mata uang menghancurkan daya beli alutsista impor, terutama dari vendor Barat dan Korea.
      Kanibalisme Anggaran Gaji: Lebih dari 40% anggaran (RM 8,2 Miliar) habis hanya untuk gaji dan tunjangan, menyisakan ruang sangat sempit untuk modernisasi.
      Beban Cicilan Kontrak: Sebagian besar dana pengadaan (RM 5,71 Miliar) sudah terikat untuk pembayaran progresif kontrak lama (FA-50 & A400M), bukan untuk aset baru.
      Ketergantungan OEM Asing: Industri lokal gagal mandiri, membuat biaya pemeliharaan alutsista (Su-30MKM & Scorpene) menjadi beban yang sangat mahal.
      ________________________________________
      ALUTSISTA USANG & SKANDAL PENGADAAN:
      171 Aset Usang (>30 Tahun): Mencakup 108 unit TDM, 29 unit TUDM, dan 34 unit TLDM. Contoh tragis: KD Pendekar (45 tahun) tenggelam setelah menabrak objek bawah laut.
      Krisis Armada Maritim: Sepertiga armada kapal keamanan rusak atau tidak berfungsi; tidak mampu menjaga ZEE secara efektif.
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar yang penuh korupsi dan mismanagement. Desain dipaksakan tanpa persetujuan AL; pengiriman pertama tertunda dari 2019 ke estimasi 2026.
      Risiko Korupsi Tinggi: Militer masuk dalam "Band D" (kategori risiko korupsi tinggi). Intervensi politik dalam kontrak menurunkan efektivitas tempur dan memicu biaya siluman.
      ________________________________________
      MASALAH OPERASIONAL & SUMBER DAYA:
      Krisis Suku Cadang: TUDM mengalami masalah pemeliharaan kronis untuk jenis pesawat seperti Su-30MKM; kesiapan tempur terus menurun.
      Kelemahan Personel: Laporan menunjukkan personel militer menghadapi masalah keterampilan berpikir dan pengambilan keputusan selama operasi nyata.
      Pengadaan Reaktif: Pembelian alutsista sering dilakukan tanpa kebutuhan pengguna yang jelas (Contoh: Kasus jet tempur LCA), hanya didorong kepentingan politik jangka pendek.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + ASET USANG 45 TAHUN + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. PENGEMIS BERAS FFBNP : DIPALAK ART USD 240 MILLIAR : BANNED NSM AMRAAM
      PENGEMIS BERAS FFBNP : DIPALAK ART USD 240 MILLIAR : BANNED NSM AMRAAM
      ---------------------------------
      MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    5. PANTAS BELUM BERJAYA = PESAKITAN ASEAN
      1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
      2. 14th Century: Ruled by Majapahit
      3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
      4. Year 1641: Ruled by the Dutch
      5. Year 1824: Ruled by the British
      6. Year 1942: Ruled by the Japanese
      7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
      https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
      -
      8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
      -
      9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
      ------------------------------
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
      MALAYSEWA (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      MALAYSEWA (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      MALAYSEWA (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
  29. PENGEMIS BERAS FFBNP : DIPALAK ART USD 240 MILLIAR : BANNED NSM AMRAAM
    PENGEMIS BERAS FFBNP : DIPALAK ART USD 240 MILLIAR : BANNED NSM AMRAAM
    ---------------------------------
    MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
    2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
    2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
    Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
    Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
    Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
    Skala Ekonomi (PDB 2026):
    PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
    PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
    Peringkat Militer (GFP 2026):
    Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
    Ketahanan Fiskal:
    Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
    ________________________________________
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
    Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
    Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
    2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    Peringkat Militer (GFP 2026):
    Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
    KESIMPULAN:
    INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

    BalasHapus
  30. WITHOUT MALONYET = PENGEMIS BERAS : BANNED NSM AMRAAM : ART USD 240 MILLIAR
    THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1 Ukraina
    2 India
    3 Arab Saudi
    4 Qatar
    5 Pakistan
    6 Jepang
    7 Polandia
    8 Amerika Serikat
    9 Kuwait
    10 Australia
    11 UEA
    12 Mesir
    13 Inggris
    14 Israel
    15 Belanda
    16 Korea Selatan
    17 Jerman
    18 Indonesia
    19 Yunani
    20 Norwegia
    21 China
    22 Italia
    23 Filipina
    24 TΓΌrkiye
    25 Brasil
    26 Singapura
    27 Bahrain
    28 Maroko
    29 Denmark
    30 Rumania
    31 Belgia
    32 Belarusia
    33 Aljazair
    34 Taiwan
    35 Hungaria
    36 Kazakhstan
    37 Serbia
    38 Kanada
    39 Spanyol
    40 Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
    Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    Radius Tempur & Dominasi Geografis:
    Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
    Kesehatan Fiskal (Pruden):
    Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
    Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
    ________________________________________
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
    Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
    F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
    MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
    Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

    BalasHapus
  31. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ----------------------------------
    MAHATHIR = MALAS MISKIN
    menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
    -
    Sumber Berita:
    The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
    Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
    Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
    -
    ANWAR IBRAHIM = MISKIN
    “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
    -
    Sumber Berita:
    Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
    Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
    The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    =============
    =============
    INDONESIA
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
    (Note: The safety threshold of 60%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
    (Note: The safety threshold of 60%)

    BalasHapus
  32. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    --------------------------------
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    πŸ“Œ 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
    Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
    Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
    Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
    πŸ“Œ 2. Dampak Ekonomi
    Negatif:
    Menambah beban utang luar negeri.
    Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
    Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
    πŸ“Š Alur Sederhana
    Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
    Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

    BalasHapus
  33. PENGEMIS BERAS = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
    GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------------------------
    SIPRI 2025-2024 = KOSONG
    -
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------------------------
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
    ---------------------------------
    Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
    Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
    INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
    Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
    MALONYET (Stagnasi total 6 tahun).
    Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
    Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
    Vietnam (Peringkat 23)
    Thailand (Peringkat 24)
    Singapura (Peringkat 29)
    Myanmar (Peringkat 35)
    Filipina (Peringkat 41)
    MALONYET (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
    -
    Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
    Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
    Badut Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
    Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALONYET kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
    -
    Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
    Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
    MALONYET (Demiliterisasi De Facto):
    Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
    Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

    BalasHapus