12 Maret 2026
Lanud TNI AU di Bengkulu berdekatan dengan bandara sipil Fatmawati (image: GoogleMaps)Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bengkulu menemui pihak PTPN I terkait rencana hibah lahan seluas sekitar 100 hektare di Kabupaten Seluma untuk mendukung rencana pembangunan lapangan bandar udara TNI Angkatan Udara (TNI AU).
"Kami kemarin mendapatkan surat pada minggu kedua Februari dari Danlanud Palembang. Sesuai arahan Presiden, ada 31 provinsi yang akan memiliki landasan lapangan udara TNI AU tersendiri dan Bengkulu termasuk salah satunya," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Kamis.
Mian mengatakan usulan tersebut sudah disampaikan saat menemui Direktur Utama PTPN I Tedy Yunirman Danas di kantor PTPN I Jakarta pada Selasa 10 Maret 2026.
Dia menjelaskan rencana pembangunan lapangan udara TNI AU tersebut diproyeksikan berada di wilayah Sukaraja, Kabupaten Seluma, yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Menurut Mian pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan lahan dengan estimasi hampir 100 hektare yang sebagian besar berada di kawasan perkebunan milik PTPN I.
"Atas nama Gubernur Bengkulu kami mengusulkan hibah tanah PTPN I di Kabupaten Seluma tepatnya di Sukaraja yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Fatmawati Soekarno dengan estimasi kebutuhan lahan kurang lebih 100 hektare," kata Mian.
Wagub Mian mengatakan proses pengusulan hibah lahan tersebut tetap akan mengikuti mekanisme dan regulasi yang berlaku, yang dimulai lewat surat permohonan resmi dari Gubernur Bengkulu.
Mian berharap dukungan dari berbagai pihak dapat mempercepat realisasi pembangunan pangkalan udara TNI AU di Bengkulu. Hal tersebut dinilai penting demi mendukung pertahanan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.
Sementara itu, Direktur Utama PTPN I Tedy Yunirman Danas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah terhadap pengelolaan wilayah perkebunan perusahaan tersebut.
"Tentunya dukungan dari Forkopimda di Bengkulu menjadi bentuk sinergi yang sangat kami apresiasi dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan wilayah perkebunan PTPN I," katanya.
(Antara)

buat ska Dron cuco hadap samudra indihe haha!👍✌️👍
BalasHapusBUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
BalasHapusHttps://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
________________________________________
PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1. INDONESIA (1,5%)
STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
-
2. Filipina (1,2%)
STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
-
3. Singapura (1,1%)
STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
-
4. Thailand (0,5%)
STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
-
5. Malaydesh (0,3%)
STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
-
6. Kamboja (0,1%)
STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
10 EKONOMI TERBESAR ASIA
Hapus10 EKONOMI TERBESAR ASIA
10 EKONOMI TERBESAR ASIA
Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
------------------
20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
------------------
DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
2. Tiongkok – US$19,90 triliun
3. Jerman – US$5,36 triliun
4. Jepang – US$4,46 triliun
5. India – US$4,26 triliun
6. Inggris – US$3,70 triliun
7. Prancis – US$3,26 triliun
8. Italia – US$2,56 triliun
9. Brasil – US$2,52 triliun
10. Kanada – US$2,49 triliun
11. Rusia – US$2,48 triliun
12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
13. Meksiko – US$1,99 triliun
14. Spanyol – US$1,82 triliun
15. Indonesia – US$1,69 triliun
16. Australia – US$1,68 triliun
17. Turki – US$1,34 triliun
18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
19. Belanda – US$1,27 triliun
20. Swiss – US$1,16 triliun
=================
=================
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
Hapus(PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
Indonesia vs Thailand (US$1,85 T)
Ekonomi Indonesia 3,07 kali lipat lebih besar dari Thailand.
Indonesia vs Vietnam (US$1,89 T)
Ekonomi Indonesia 3,01 kali lipat lebih besar dari Vietnam.
Indonesia vs Filipina (US$1,87 T)
Ekonomi Indonesia 3,04 kali lipat lebih besar dari Filipina.
Indonesia vs Malaysia (US$1,34 T*)
Ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
Indonesia vs Singapura (US$0,85 T*)
Ekonomi Indonesia 6,69 kali lipat lebih besar dari Singapura.
________________________________________
PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
(PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
Indonesia vs Thailand (US$0,58 T)
Ekonomi Indonesia 2,91 kali lipat lebih besar dari Thailand.
Indonesia vs Singapura (US$0,53 T)
Ekonomi Indonesia 3,18 kali lipat lebih besar dari Singapura.
Indonesia vs Filipina (US$0,51 T)
Ekonomi Indonesia 3,31 kali lipat lebih besar dari Filipina.
Indonesia vs Vietnam (US$0,49 T)
Ekonomi Indonesia 3,44 kali lipat lebih besar dari Vietnam.
Indonesia vs Malaysia (US$0,46 T)
Ekonomi Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
________________________________________
HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
-
Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
-
Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
________________________________________
BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 69.0
-
Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics