08 Maret 2026
Damen Landing Ship Transport (LST) 100 (image: Damen)On Friday, 20 February, Austal Defence Australia and Damen Shipyards Group signed a contract supporting the local construction of Landing Ship Transport (LST) 100 vessels for the Australian Defence Force. Under the agreement, Damen will provide the design and associated licences, enabling Austal to build the vessels at its Henderson shipyard in Western Australia.
The signing ceremony took place at the Australian Marine Complex Common User Facility (AMC CUF) in Henderson and was attended by representatives from industry and government, reflecting the importance of the programme for Australia’s defence and industrial capability.
The contract follows the Commonwealth of Australia’s announcement in November 2024 selecting the LST 100 as the preferred design for the Australian Defence Force’s Landing Craft Heavy (LCH) programme, following a competitive tender process.
Proven and trusted design
The LST 100 design was selected based on its proven operational credentials and successful service history. An earlier model has already been constructed and delivered, and its performance has contributed to further international adoption, including selection by NAVSEA for the United States Navy.
In recent years, defence organisations have increasingly adopted proven and in-service vessel designs as a means of reducing programme risk and accelerating delivery schedules. By building on established platforms with a demonstrated operational track record, defence organisations are able to minimise technical uncertainties, shorten development timelines, and focus on rapid capability deployment.
For Australia, the vessels will be built by Austal as part of the company’s fifteen-year Strategic Shipbuilding Agreement with the Commonwealth of Australia. A total of eight Landing Craft Heavy vessels will be delivered over a twelve-year period, with construction scheduled to commence later this year.
The vessels will be constructed in Henderson using Austal facilities and the AMC CUF, located 23 kilometres south of Perth. The complex, which already plays an important role in supporting the local economy, is undergoing major upgrades in order to be able to facilitate large-scale defence shipbuilding projects in the coming years.
Damen representatives at Henderson Shipyard, Western Australia before The Land 8710 Landing Craft Heavy (LCH) contract signing ceremony (photo: Aus DoD)Strengthening littoral capabilities
The Landing Craft Heavy program supports the Australian Army’s contribution to the 2024 National Defence Strategy, which includes enhancing the Army’s ability to conduct agile, distributed and littoral operations as part of an integrated force. The new vessels will help enable Army to project, sustain and support land forces across Australia’s northern approaches and wider region, contributing to a more responsive and resilient national defence posture.
Damen is proud to bring our expertise and craftsmanship to this Australian shipbuilding project, which will enhance capability, support sustainability, drive regional development, and strengthen the Australian Defence Force’s littoral capabilities.
Wide-ranging operational role
Each vessel, measuring 100 metres by 16 metres, will be capable of transporting more than 500 tonnes of military vehicles and equipment. In addition to supporting amphibious operations, the ships will enable deployment, sustainment, logistics movements, humanitarian assistance, and disaster relief missions.
Building a strong partnership
Damen Regional Director Oceania Rabien Bahadoer said: “It has been a pleasure to work closely with Austal throughout this process. By maintaining an open, transparent, and constructive partnership, we have been able to establish a strong basis for a programme that delivers lasting value for Western Australia and Australia’s defence capability.”
Speaking at the signing ceremony, Damen Area Director Asia Pacific Michiel Hendrikx added: “We are grateful for the opportunity to work alongside Austal and our Australian partners on this important programme. Around the world, we actively seek long-term cooperation with strong local shipbuilders and industrial partners, combining shared expertise, mutual respect, and a commitment to quality. This approach allows us to contribute to sustainable national shipbuilding ecosystems while learning from our partners and growing together. We are confident that this collaboration will support the Australian Army’s operational needs for many years to come, and we are proud to be part of Australia’s shipbuilding future.”
(Damen)


KRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
BalasHapusKRISIS AYAM GPS
KRISIS DAGING AYAM
KRISIS DAGING SAPI
KRISIS DAGING KAMBING
KRISIS TELUR AYAM
KRISIS HUTANG
________________________________________
1. KRISIS HUTANG (HUTANG NEGARA & RUMAH TANGGA)
Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF): Pernyataan resmi Timbalan Menteri Kewangan (Juli 2025) mengenai pencapaian angka hutang RM1,3 triliun per Juni 2025 [1].
Bank Negara Malaydesh (BNM): Laporan Tahunan dan Tinjauan Stabilitas Keuangan (Maret 2025) yang mengonfirmasi rasio hutang isi rumah sebesar 84,3% terhadap KDNK [3].
CEIC Data: Laporan statistik ekonomi makro kuartal III-2025 terkait proyeksi rasio hutang pemerintah terhadap PDB di angka 68,9% [3].
Bernama: Laporan rilis data ekonomi nasional mengenai beban hutang federasi [1].
-
2. KRISIS BERAS (KETAHANAN PANGAN)
Kementerian Pertanian Republik Indonesia: Siaran pers mengenai kesepakatan ekspor beras dari Kalimantan Barat ke Malaydesh sebesar 2.000 ton/bulan (Mei 2025) [5].
MSN News / Headline Bogor: Laporan pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Pertanian Malaydesh, Datuk Seri Mohammad Sabu, di Jakarta terkait diplomasi pangan [5, 6].
Data mengenai impor 500.000 ton (proyeksi total) atau pengiriman rutin dari Kalimantan Barat bersumber dari laporan Kementerian Pertanian RI dan Perum BULOG pada periode April–Mei 2025.
-
3. KRISIS UNGGAS & TELUR
The Edge Malaydesh: Berita utama mengenai pengumuman pemerintah tentang penghentian total subsidi telur per 1 Agustus 2025 .
-
4. KRISIS DAGING MERAH (SAPI & KAMBING)
Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) Malaydesh: Data statistik tahunan mengenai Self-Sufficiency Level (SSL) daging sapi dan kambing yang tetap berada di bawah 15% [9].
The Star Malaydesh: Berita ekonomi terkait ketergantungan 90% impor daging merah untuk kebutuhan hari raya besar.
-
5. ART USA – MALAYDESH : IMPOR AYAM GPS
Rilis Resmi Pemerintah AS (USTR):
Dokumen utama berasal dari Office of the United States Trade Representative (USTR) melalui Fact Sheet berjudul "United States and Malaysia Reach Agreement on Reciprocal Trade" yang diterbitkan pada 15 Oktober 2025. Dokumen ini merinci poin-poin akses pasar preferensial untuk produk pertanian dan genetika unggas (GPS).
________________________________________
HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
________________________________________
BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 69.0
KRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
BalasHapusKRISIS AYAM GPS
KRISIS DAGING AYAM
KRISIS DAGING SAPI
KRISIS DAGING KAMBING
KRISIS TELUR AYAM
KRISIS HUTANG
________________________________________
1. KRISIS HUTANG (TREN MENINGKAT)
Beban Negara: Utang Pemerintah Federasi melonjak dari RM1,25 triliun (2024) menjadi proyeksi RM1,3 triliun (2025), mencapai 69% dari PDB.
Beban Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 triliun (85,8% PDB) pada 2025, membatasi daya beli masyarakat.
-
2. KRISIS BERAS (KETAHANAN PANGAN)
Pemicu: Larangan ekspor India (2023) memicu lonjakan harga Beras Impor (BPI) dan kelangkaan Beras Lokal (BPT) karena panic buying.
Pemulihan: Tahun 2025, Malaydesh mulai mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (Kalimantan Barat) untuk menstabilkan stok, terutama di Sarawak.
-
3. KRISIS UNGGAS & TELUR (KETERGANTUNGAN PAKAN)
Ayam: Berubah dari eksportir menjadi net importer (Juli 2025). Subsidi dicabut (2023) untuk menyeimbangkan pasar setelah sempat melarang ekspor pada 2022.
Telur: Sempat impor darurat dari India (2022). Per Agustus 2025, subsidi telur dihapus sepenuhnya untuk menghemat anggaran negara RM1,2 miliar.
Penyebab: Kenaikan harga pakan global (jagung/kedelai) akibat konflik geopolitik.
-
4. DAGING MERAH (SAPI & KAMBING)
Kemandirian Rendah: Malaydesh bergantung pada 90% impor untuk kebutuhan daging sapi.
Masalah Utama: Biaya produksi lokal tinggi, isu daging ilegal di perbatasan (2024), dan pelemahan Ringgit yang membuat harga daging impor makin mahal hingga 2025.
-
5. KRISIS AYAM GPS - RILIS RESMI PEMERINTAH AS (USTR):
Dokumen utama bersumber dari Office of the United States Trade Representative (USTR) melalui Fact Sheet berjudul "United States and Malaysia Reach Agreement on Reciprocal Trade" yang diterbitkan pada 15 Oktober 2025. Dokumen ini secara resmi merinci komitmen Malaysia dalam memberikan akses pasar preferensial bagi produk pertanian Amerika Serikat, yang mencakup prioritas pada genetika unggas (GPS)
________________________________________
1. KRISIS HUTANG (HUTANG NEGARA & RUMAH TANGGA)
Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF): Pernyataan resmi Timbalan Menteri Kewangan (Juli 2025) mengenai pencapaian angka hutang RM1,3 triliun per Juni 2025 [1].
Bank Negara Malaydesh (BNM): Laporan Tahunan dan Tinjauan Stabilitas Keuangan (Maret 2025) yang mengonfirmasi rasio hutang isi rumah sebesar 84,3% terhadap KDNK [3].
CEIC Data: Laporan statistik ekonomi makro kuartal III-2025 terkait proyeksi rasio hutang pemerintah terhadap PDB di angka 68,9% [3].
Bernama: Laporan rilis data ekonomi nasional mengenai beban hutang federasi [1].
-
2. KRISIS BERAS (KETAHANAN PANGAN)
Kementerian Pertanian Republik Indonesia: Siaran pers mengenai kesepakatan ekspor beras dari Kalimantan Barat ke Malaydesh sebesar 2.000 ton/bulan (Mei 2025) [5].
MSN News / Headline Bogor: Laporan pertemuan bilateral antara Menteri Pertanian RI dan Menteri Pertanian Malaydesh, Datuk Seri Mohammad Sabu, di Jakarta terkait diplomasi pangan [5, 6].
Data mengenai impor 500.000 ton (proyeksi total) atau pengiriman rutin dari Kalimantan Barat bersumber dari laporan Kementerian Pertanian RI dan Perum BULOG pada periode April–Mei 2025.
-
3. KRISIS UNGGAS & TELUR
The Edge Malaydesh: Berita utama mengenai pengumuman pemerintah tentang penghentian total subsidi telur per 1 Agustus 2025 .
-
4. KRISIS DAGING MERAH (SAPI & KAMBING)
Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) Malaydesh: Data statistik tahunan mengenai Self-Sufficiency Level (SSL) daging sapi dan kambing yang tetap berada di bawah 15% [9].
The Star Malaydesh: Berita ekonomi terkait ketergantungan 90% impor daging merah untuk kebutuhan hari raya besar.
-
5. ART USA – MALAYDESH : IMPOR AYAM GPS
Rilis Resmi Pemerintah AS (USTR):
Dokumen utama berasal dari Office of the United States Trade Representative (USTR) melalui Fact Sheet berjudul "United States and Malaysia Reach Agreement on Reciprocal Trade" yang diterbitkan pada 15 Oktober 2025. Dokumen ini merinci poin-poin akses pasar preferensial untuk produk pertanian dan genetika unggas (GPS).
IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
BalasHapusIMPOR AYAM GPS USA
IMPOR DAGING AYAM
IMPOR DAGING SAPI
IMPOR DAGING KAMBING
IMPOR TELUR AYAM
KRISIS HUTANG GOVERMENT - HOUSEHOLD
________________________________________
1. KRISIS HUTANG: Utang Pemerintah melonjak ke proyeksi RM1,3 triliun (69% PDB) pada 2025. Utang rumah tangga juga sangat tinggi di angka RM1,73 triliun (85,8% PDB), yang menekan daya beli masyarakat.
-
2. KRISIS BERAS: Dipicu larangan ekspor India (2023), Malaysia mengalami kelangkaan stok lokal. Sebagai solusi, per April 2025 Malaysia mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (Kalimantan Barat) untuk menstabilkan pasokan, khususnya di Sarawak.
-
3. UNGGAS & TELUR: Malaysia menjadi net importer ayam mulai Juli 2025 setelah pencabutan subsidi. Per 1 Agustus 2025, subsidi telur dihapus sepenuhnya untuk menghemat anggaran negara sebesar RM1,2 miliar per tahun.
-
4. DAGING MERAH: Kemandirian sangat rendah dengan ketergantungan 90% pada impor daging sapi. Masalah diperparah oleh biaya pakan yang tinggi dan pelemahan nilai tukar Ringgit.
-
5. IMPOR AYAM GPS: Melalui perjanjian ART (Oktober 2025), Malaysia memberikan akses pasar preferensial kepada Amerika Serikat untuk mengekspor genetika unggas (GPS) guna memperkuat indukan dalam negeri sesuai standar USTR.
________________________________________
2004 - 2007: ERA AWAL JANJI MANIS (PRANK CHINA & PRANCIS) =
-
Januari 2004 (TIPU CHINA - KS-1A): Najib Razak menyatakan setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak pernah terealisasi.
-
Mei 2007 (TIPU PRANCIS - DASSAULT): Negosiasi pembelian 18 jet tempur Rafale senilai USD 2 miliar dimulai. Hasil: Hanya berakhir sebagai wacana bertahun-tahun tanpa kontrak efektif.
________________________________________
2016 - 2017: PUNCAK MANIPULASI ALUTSISTA (PRANK NEXTER & PSIM FAKE)
-
April 2016 (TIPU PRANCIS - NEXTER): Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Batal/Prank.
-
Agustus 2017 (TIPU SULTAN - PSIM FAKE): Peluncuran kapal LCS pertama. Sidang PAC mengungkapkan bahwa modul PSIM (Integrated Mast) yang dipasang saat seremoni adalah palsu/dummy. Modul dilepas segera setelah acara selesai untuk pemasangan hanggar.
________________________________________
2019 - 2021: KEGADUHAN JET TEMPUR (PRANK PAKISTAN, INDIA, & SLOVAKIA)
-
Maret 2019 (TIPU PAKISTAN - JF-17): Pejabat pertahanan Pakistan mengklaim minat serius Malaydesh pada JF-17 Thunder saat kunjungan PM Mahathir. Hasil: Dibantah/Tidak difinalisasi.
-
Oktober 2021 (TIPU INDIA - TEJAS): Laporan negosiasi tingkat lanjut untuk mengganti MiG-29 dengan Tejas buatan India. Hasil: Kandas, kontrak akhirnya jatuh ke FA-50 Korea Selatan.
-
2021 (TIPU SLOVAKIA - KDS): Rencana pembelian artileri EVA 155mm dari Slovakia mencuat ke publik. Hasil: Menguap tanpa kejelasan.
________________________________________
2022 - 2024: PRANK REGIONAL & KONTRAK GANTUNG (TURKI & INDONESIA)
-
Juni 2022 (TIPU INDONESIA - PT PAL): Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada bulan Agustus. Hasil: Hingga kini kontrak tersebut tidak pernah ditandatangani ("Gantung").
-
Juli 2024 (TIPU TURKI - YAVUZ): Kementerian Pertahanan meninjau ulang rencana akuisisi Yavuz 155mm dari MKE Turki. Hasil: Menambah daftar panjang alutsista yang "hampir" dibeli namun batal.
________________________________________
2025 - 2026: SKANDAL GLOBAL & "GAME OVER" (FIFA & CAS)
-
Juni 2025 (AWAL TIPU NATURALISASI): Klaim residensi 10 tahun dan dokumen garis keturunan untuk 7 pemain naturalisasi diajukan ke FIFA.
-
5-6 Maret 2026 (TIPU FIFA - GAGAL BANDING CAS): Puncak Kehancuran. CAS menolak banding FAM. Terbukti secara hukum melakukan manipulasi data terorganisir dan pemalsuan dokumen kakek/nenek pemain.
Status: "Game Over". Sanksi denda 350rb CHF, skorsing 1 tahun bagi pemain, dan pengurangan poin kualifikasi.
3 buah LCS sudah di air ya guys.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapushttps://pbs.twimg.com/media/HCpWCLZawAAFW1a?format=jpg&name=large
Perlu 15 tahun buat cercah 3 ekor LCS..lemah
HapusKRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
HapusKRISIS AYAM GPS
KRISIS DAGING AYAM
KRISIS DAGING SAPI
KRISIS DAGING KAMBING
KRISIS TELUR AYAM
KRISIS HUTANG
________________________________________
1. KRISIS HUTANG (TREN MENINGKAT)
Beban Negara: Utang Pemerintah Federasi melonjak dari RM1,25 triliun (2024) menjadi proyeksi RM1,3 triliun (2025), mencapai 69% dari PDB.
Beban Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 triliun (85,8% PDB) pada 2025, membatasi daya beli masyarakat.
-
2. KRISIS BERAS (KETAHANAN PANGAN)
Pemicu: Larangan ekspor India (2023) memicu lonjakan harga Beras Impor (BPI) dan kelangkaan Beras Lokal (BPT) karena panic buying.
Pemulihan: Tahun 2025, Malaydesh mulai mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (Kalimantan Barat) untuk menstabilkan stok, terutama di Sarawak.
-
3. KRISIS UNGGAS & TELUR (KETERGANTUNGAN PAKAN)
Ayam: Berubah dari eksportir menjadi net importer (Juli 2025). Subsidi dicabut (2023) untuk menyeimbangkan pasar setelah sempat melarang ekspor pada 2022.
Telur: Sempat impor darurat dari India (2022). Per Agustus 2025, subsidi telur dihapus sepenuhnya untuk menghemat anggaran negara RM1,2 miliar.
Penyebab: Kenaikan harga pakan global (jagung/kedelai) akibat konflik geopolitik.
-
4. DAGING MERAH (SAPI & KAMBING)
Kemandirian Rendah: Malaydesh bergantung pada 90% impor untuk kebutuhan daging sapi.
Masalah Utama: Biaya produksi lokal tinggi, isu daging ilegal di perbatasan (2024), dan pelemahan Ringgit yang membuat harga daging impor makin mahal hingga 2025.
-
5. KRISIS AYAM GPS - RILIS RESMI PEMERINTAH AS (USTR):
Dokumen utama bersumber dari Office of the United States Trade Representative (USTR) melalui Fact Sheet berjudul "United States and Malaysia Reach Agreement on Reciprocal Trade" yang diterbitkan pada 15 Oktober 2025. Dokumen ini secara resmi merinci komitmen Malaysia dalam memberikan akses pasar preferensial bagi produk pertanian Amerika Serikat, yang mencakup prioritas pada genetika unggas (GPS)
________________________________________
GAME OVER
-
2026: GAME OVER (CAS/FIFA) – Banding ditolak, terbukti TIPU dokumen naturalisasi. Denda Rp7,5 M & sanksi 1 tahun.
-
2024: Prank Turki (Yavuz) – Rencana beli meriam MKE kembali DITINJAU ULANG (PHP lagi).
-
2022: Prank PT PAL (Indonesia) – Janji kontrak kapal MRSS bulan Agustus, status tetap GANTUNG.
-
2021: Prank India & Slovakia – PHP jet Tejas & meriam EVA, hasil akhirnya MENGUAP.
-
2019: Prank Pakistan (JF-17) – Pura-pura minat jet tempur saat kunjungan kenegaraan, berujung DIBANTAH.
-
2017: Skandal PSIM Palsu – Pasang modul mast PALSU/DUMMY pada kapal LCS saat peluncuran demi pamer ke Sultan.
-
2016: Prank Nexter (Prancis) – Sudah TTD Letter of Intent (LoI) meriam Caesar, tapi akhirnya BATAL.
-
2007: Prank Rafale (Prancis) – Wacana beli 18 jet tempur senilai $2M, berakhir PHP bertahun-tahun.
-
2004: Prank China (Rudal KS-1A) – Janji beli & transfer teknologi, realisasi ZONK.
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
Hapus2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
Hapus2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
Hapus2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
------------------
BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 69.0
INDONESIA .....
HapusKAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
-
1. KRI Klewang (625)
Insiden: Kapal cepat rudal (trimaran) siluman ini terbakar habis pada 28 September 2012 di Banyuwangi saat masih dalam tahap uji coba.
KAPAL PENGGANTI:
KRI Golok (688). Kapal ini adalah generasi kedua dari kelas trimaran yang sama, diluncurkan pada 21 Agustus 2021 dan resmi beroperasi pada 2022.
-
2. KRI Nanggala (402)
Insiden: Kapal selam kelas Cakra (Tipe 209/1300) ini tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 dalam latihan torpedo.
KAPAL PENGGANTI:
Pemerintah melakukan pengadaan kapal selam baru yang lebih modern. Hingga 2026, Indonesia telah menyepakati kontrak pembangunan Kapal Selam Kelas Scorpène (Evolved) dari Prancis. Selain itu, armada kapal selam saat ini diperkuat oleh kelas Nagapasa (KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405).
-
3. KRI Teluk Jakarta (541)
Insiden: Kapal angkut logistik jenis Landing Ship Tank (LST) kelas Frosch ini tenggelam di dekat Pulau Damar, Kepulauan Seribu pada Juli 2020 akibat kebocoran saat cuaca buruk.
KAPAL PENGGANTI:
Peran kapal angkut tank ini digantikan secara fungsional oleh KRI Teluk Weda (526) dan KRI Teluk Wondama (527), serta kapal-kapal LST kelas Teluk Bintuni yang terus diproduksi secara massal oleh galangan kapal dalam negeri untuk memperkuat armada amfibi.
-
4. KRI Rencong (622)
Insiden: Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas Mandau ini terbakar dan tenggelam di perairan Sorong, Papua Barat, pada 11 September 2018 akibat korsleting listrik.
KAPAL PENGGANTI:
TNI AL mengganti kehilangan unit KCR dengan mempercepat produksi KCR Kelas Sampari (KCR-60m). Unit-unit baru seperti KRI Kapak (625) dan KRI Panah (626) kini telah memperkuat jajaran kapal cepat rudal untuk mengisi kekosongan tersebut.
-
5. KRI Teluk Hading (538)
Insiden: Terjadi kebakaran besar pada 3 Juni 2023 di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Meskipun tidak tenggelam, kapal yang sudah berusia tua ini mengalami kerusakan berat.
KAPAL PENGGANTI:
Sejalan dengan pemensiunan kapal-kapal tua kelas Frosch, penggantinya adalah LST Kelas Teluk Bintuni (seperti KRI Teluk Youtefa-522 atau KRI Teluk Palu-523) yang memiliki kapasitas lebih besar dan teknologi lebih baru
=================
=================
MALAYDESH.....
TIADA GANTI KAPAL TUA
TIADA GANTI KAPAL TUA
TIADA GANTI KAPAL TUA
TIADA GANTI KAPAL TUA
TIADA GANTI KAPAL TUA
-
1. KD Sri Inderapura (1505)
Insiden: Kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) terbesar Malaydesh ini mengalami kebakaran hebat pada 8 Oktober 2009 saat berlabuh di Pangkalan TLDM Lumut.
STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
Hingga Desember 2024 (15 tahun pasca kejadian), TLDM dilaporkan masih menunggu kapal pengganti permanen yang setara. Malaydesh sempat berencana mengakuisisi kapal sejenis dari negara lain, namun hingga kini kemampuan pengangkutan amfibi tersebut belum sepenuhnya digantikan oleh kapal baru dengan kapasitas yang sama.
-
2. KD Pendekar (3513)
Insiden: Kapal serang cepat (Fast Attack Craft) kelas Handalan ini tenggelam di lepas pantai Johor pada 25 Agustus 2024 setelah menabrak objek bawah laut yang tidak teridentifikasi.
STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
Meskipun berhasil diapungkan kembali pada Oktober 2024 untuk investigasi, nasib kapal ini belum ditentukan dan belum ada pemesanan kapal baru sebagai pengganti langsung dari kelas yang sama. Saat ini, Malaydesh lebih berfokus pada program kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship) dari Turki dan kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship) yang baru akan mulai beroperasi pada 2026.
-
3. KD Pari (3510)
Insiden: Kapal patroli kelas Jerong ini sempat mengalami insiden kebocoran serius dan hampir tenggelam pada tahun 2011 akibat kerusakan pada poros baling-baling saat beroperasi di perairan Sabah.
STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
Walaupun sempat diperbaiki, kapal-kapal kelas tua (seperti kelas Jerong) secara bertahap dipensiunkan tanpa adanya penggantian unit "satu-ke-satu" yang sejenis secara desain.
LOGIKA 🦧GORILA ......
Hapus-
KAPAL 1975 DIPENSIUN
KAPAL 1975 DIPENSIUN
KAPAL 1975 DIPENSIUN
KD PARI telah dilancarkan pada tahun 1975 di Limbungan Hong Leong-Lurssen, Butterworth, Pulau Pinang dan ditauliahkan pada tahun 23 Mac 1977. Menggunakan panggilan antarabangsa 9MJO dan nombor pennant 3510, kapal ini diletakkan di bawah Skuadron Fast Attack Craft (GUN) bersama enam buah kapal ronda di bawah Kelas Jerong. Pada tahun 2019, Skuadron Fast Attack Craft (GUN) telah ditukarkan kepada Skuadron Kapal Ronda Laju Ke-6 (SKRL-6) dan diletakkan dibawah naungan Markas Wilayah Laut 2 bagi menjalankan tugas rondaan di Pantai Timur Sabah.
----------------
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
KAPAL 1967 DITERIMA
Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
----------------
NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
NO AMRAAMs
NO AIM 9X
RADAR AN/APG 65 = 110 KM
ANALOG TAHUN 1990an
----------------
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
MERIAM 105 = UMUR NEGARA
Walaupun 18 buah meriam 105mm LG1 MKIII telah mula digunakan oleh Rejimen Pertama Artileri Diraja Para (1 RAD Para) tetapi tulang belakang kepada unit-unit artilleri tentera darat negara tetap meriam Oto Melara Model 56 (Mod 56) 105mm.
Dibangunkan oleh syarikat Oto Melara daripada Itali, meriam itu yang juga dikenali dengan panggilan “Pack Howitzer” mula memasuki produksi pada 1957 dan sehingga lebih 30 buah negara terus menggunakan meriam itu.
GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
HapusGAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
GAME OVER = CAS TOLAK BANDING FAM
________________________________________
Berdasarkan keputusan terbaru dari Court of Arbitration for Sport (CAS) yang diumumkan pada 5-6 Maret 2026, banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) terkait sanksi FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi telah ditolak.
Berikut adalah poin-poin utama hasil keputusan tersebut:
Status Pemain: CAS tetap menyatakan bahwa tujuh pemain naturalisasi timnas Malaydesh tersebut ilegal dan terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah.
Sanksi Larangan Bermain: Hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan (1 tahun) bagi ketujuh pemain tersebut tetap berlaku.
Denda Finansial: FAM tetap diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 CHF (sekitar Rp7,2 - 7,6 miliar) sesuai keputusan FIFA sebelumnya.
Pengurangan Poin: Upaya FAM untuk membatalkan sanksi pengurangan poin di Kualifikasi Piala Asia 2027 juga dilaporkan gagal/ditolak.
________________________________________
Sumber Berita Internasional & Malaydesh
The Star (Malaydesh): Menjelaskan bahwa meskipun hukuman larangan bertanding di laga resmi tetap berlaku, CAS memberikan keringanan bagi pemain untuk tetap bisa berlatih bersama klub mereka.
VnExpress (Vietnam): Melaporkan bahwa CAS menolak banding Malaydesh dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi tersebut.
Vietnam.vn: Memberitakan dampak buruk hasil sidang bagi masa depan sepak bola Malaydesh, termasuk potensi kekalahan WO 0-3 di kualifikasi mendatang.
ASEAN Football: Melalui kanal media sosialnya, mereka mengonfirmasi bahwa FAM telah menerima keputusan resmi dari CAS terkait penolakan banding tersebut.
________________________________________
TIPU SULTAN - PSIM FAKE
Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
-
TIPU PAKISTAN-PRANK JF17
“The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News.
-
TIPU INDIA-PRANK TEJAS
MALAYDESH has reportedly identified the Indian-manufactured Tejas light combat aircraft to replace its current fleet of MiG-29 fighter jets and is believed to be in advanced negotiations to firm up its procurement.
-
TIPU TURKI = PRANK YAVUZ
PRANK MKE : The Malonnn Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
-
TIPU FRANCE - PRANK NEXTER : LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the Malonnn Army's firepower inventory
-
TIPU INDONESIA - PRANK PT PAL : "The contract with Malonn’s Navy will be inked next August. There is a possibility that they will order more than one MRSS.
-
TIPU FRANCE - PRANK DASSAULT : Malonn, which wants to buy up to 18 combat planes in a deal potentially worth more than USD2 billion, is now talking to only one supplier, France's Dassault Aviation, about its Rafale jets,
-
TIPU SLOVAKIA - PRANK KDS : Malonn is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm
-
TIPU CHINA-PRANK KS-1A
MalAYDEWH has agreed in principle to purchase medium-range missiles from China, which in return will transfer technology on very short-range air defence to the country, Deputy Prime Minister Najib Razak said Tuesday
-
TIPU FIFA/GAGAL BANDING CAS
Berdasarkan hasil investigasi FIFA yang dikuatkan oleh keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) pada 5-6 Maret 2026, Federasi Sepak Bola Malaydesh (FAM) terbukti melakukan manipulasi data terorganisir untuk menaturalisasi pemain tanpa garis keturunan yang sah.
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
15 tahun belajar berenang 🤣🤣🤣
HapusOwww.. tugboatnya sudah disiapkan buat narik LCS nya? minimal harus ada 3 tugboatnya biar tu LCs tiga2 nya bisa jalan.. Biar ngga ngambang doang kaya tok*i..
HapusLST ini muat brp Tank kapasitas nya
BalasHapusINDIANESIA MAKIN LAWAK... 🤣🤣🤣Ternyata GADAI KEDAULATAN ke ANTEK ASING.... 😂😂😂
BalasHapusJebakan 'Antek Asing' dalam Diplomasi Dagang Prabowo
https://katadata.co.id/indepth/opini/69a7a2edcd251/jebakan-antek-asing-dalam-diplomasi-dagang-prabowo
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
Hapus2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
Hapus2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
Daftar Utang & Liabilitas Pemerintah Malaydesh (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
Hapus4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
2 UNIT FREEGAT ISTIF
2 UNIT SCORPENE EVOLVED
====================
====================
2022 2024 2025 2026 =
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
MEMBUAL NSM
----------------
Tahun 2022
Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
----------------
Tahun 2024
Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
----------------
Tahun 2025
Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
----------------
Januari 2026
Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
-----------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
TIMELINE KAPAL PERANG INDONESIA (2006–2025)
Hapus2006–2010: Awal Kebangkitan Industri Kapal Perang Nasional
2006–2009 → Produksi awal Kapal Patroli Cepat oleh galangan swasta nasional (KRI Pari 849, KRI Sembilang 850, KRI Sidat 851, dst).
2009 → Peluncuran KRI Clurit 641 (KCR pertama buatan swasta nasional).
2010 → KRI Kujang 642 (KCR).
2011–2015: Era Modernisasi & Korvet SIGMA
2011 → KRI Beladau 643 (KCR).
2012 → KRI Alamang 644 (KCR).
2013 → KRI Surik 645, KRI Siwar 646 (KCR).
2014 → KRI Parang 647, KRI Terapang 648 (KCR).
2014–2015 → Produksi masif Kapal Patroli Cepat (hingga KRI Lumba-Lumba 881).
2015 → KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, KRI Frans Kaisiepo 368 (Korvet SIGMA).
2016–2020: Diversifikasi & Kapal Selam
2016 → KRI Sampari 628 (KCR PT PAL).
2017 → KRI Tombak 629, KRI Halasan 630 (KCR PT PAL).
2017 → KRI Nagapasa 403 (Kapal Selam pertama hasil ToT Korsel).
2018 → KRI Ardadedali 404 (Kapal Selam).
2019 → KRI Alugoro 405 (Kapal Selam pertama dirakit di Indonesia).
2019–2020 → KRI Bung Karno 369, KRI Bung Hatta 370, KRI Raja Ali Fisabilillah 391, KRI Lukas Rumkoren 392 (Korvet tambahan).
2020 → KRI Golok 688 (Trimaran KCR).
2021–2024: Kapal Logistik & LPD
2021 → KRI Dumai 904, KRI Tarakan 905 (Kapal Logistik).
2022 → KRI Bontang 906, KRI Balongan 907 (Kapal Logistik).
2022 → KRI Semarang 594 (LPD).
2022–2023 → KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991, KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992 (LPD).
2023 → KRI Pollux 935 (Kapal Pemetaan Bawah Air).
2025: Produk Baru & Fregat Merah Putih
2025 → KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih).
2025 → KRI Belati 622 (KCR).
2025 → KRI Kerambit 627 (KCR terbaru).
===========
===========
7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
KD TUN FATIMAH 2023
3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
--------------
😝BEDA KASTA BEDA LEVEL😝
PRODUK DALAM NEGERI 2025 =
Hapus1. Kapal Fregat (Frigate Merah Putih) = KRI BALAPUTRADEWA 322
2. Kapal Cepat Rudal (KCR) = KRI BELATI-622 DAN KRI KERAMBIT-627
3. Kapal Korvet dan Pendukung = KRI BUNG KARNO-369
4. Proyek Kapal Selam = KSOT DAN SCORPENA EVOLVED
---------
PRODUK DALAM NEGERI 2009-2024
KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK PT PAL =
1. KRI Kapak 625
2. KRI Panah 626
3. KRI Kerambit 627
4. KRI Sampari 628
5. KRI Tombak 629
6. KRI Halasan 630
KAPAL CEPAT RUDAL PRODUK SWASTA NASIONAL =
1. KRI Clurit 641
2. KRI Kujang 642
3. KRI Beladau 643
4. KRI Alamang 644
5. KRI Surik 645
6. KRI Siwar 646
7. KRI Parang 647
8. KRI Terapang 648
9. KRI Golok (Trimaran) 688
KAPAL PATROLI CEPAT PRODUK SWASTA NASIONAL =
1. KRI Pari 849
2. KRI Sembilang 850
3. KRI Sidat 851
4. KRI Cakalang 852
5. KRI Tatihu 853
6. KRI Layaran 854
7. KRI Madidihang 855
8. KRI Kurau 856
9. KRI Torani 860
10. KRI Lepu 861
11. KRI Albakora 867
12. KRI Bubara 868
13. KRI Gulamah 869
14. KRI Posepa 870
15. KRI Escolar 871
16. KRI Karotang 872
17. KRI Mata Bongsang 873
18. KRI Dorang 874
19. KRI Bawal 875
20. KRI Tuna 876
21. KRI Marlin 877
22. KRI Butana 878
23. KRI Selar 879
24. KRI Hampala 880
25. KRI Lumba-Lumba 881
KAPAL KORVET PRODUK SWASTA NASIONAL =
1. KRI VVIP Bung Karno 369
2. KRI Bung Hatta 370
3. KRI Raja Ali Fisabilillah 391
4. KRI Lukas Rumkoren 392
ASET KAPAL PERANG SUPPORTING FORCE TNI AL PRODUKSI DALAM NEGERI
KAPAL LOGISTIK PRODUK SWASTA NASIONAL =
1. KRI Dumai 904
2. KRI Tarakan 905
3. KRI Bontang 906
4. KRI Balongan 907
KAPAL LPD (LANDING PLATFORM DOCK) PRODUK PT PAL =
1. KRI Semarang 594
2. KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
3. KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
KAPAL PEMETAAN BAWAH AIR PRODUK SWASTA NASIONAL =
1. KRI Pollux 935
KAPAL SELAM TRANSFER TEKNOLOGI KORSEL-PT PAL =
1. KRI Nagapasa 403
2. KRI Ardadedali 404
3. KRI Alugoro 405
==========
==========
🦧GORILA MALAYDESH ......
LCS OPV NGPVS FAILED
LCS OPV NGPVS FAILED
LCS OPV NGPVS FAILED
Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030. Learning is one thing, tolerating “still learning” after 20 plus years is not good enough. Not recognising learning is not possible because of limited pipeline is another. Local shipyards have proven capable of building certain type of ships because of good pipeline, so good for them that they win those contract – they can learn over time to build bigger ships. But for now, no need to be a cheerleader for local shipyards pitching to win big ships for RMN and MMEA.
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
________________________________________
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
________________________________________
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH .....
DIPERAS TERBESAR
Hapus-
Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
-
🇲🇾 Malaydesh: USD 242 Miliar
Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
-
🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
-
🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
-
🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
-
🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah..
________________________________________
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH .....
3 buah LCS sudah di air ya guys.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
BalasHapus1. KD MAHARAJA LELA
2. KD RAJA MUDA NALA
3. KD SHARIF MASHOR
https://pbs.twimg.com/media/HCpWCLZawAAFW1a?format=jpg&name=large
KRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
HapusKRISIS DAGING AYAM
KRISIS DAGING SAPI
KRISIS DAGING KAMBING
KRISIS TELUR AYAM
KRISIS HUTANG
________________________________________
1 KRISIS HUTANG: Data Kementerian Kewangan (MOF) dan Bank Negara Malaysia (BNM) mengonfirmasi utang negara mencapai RM1,3 triliun (Juni 2025) dengan rasio utang rumah tangga sebesar 84,3% PDB. Laporan CEIC Data memproyeksikan rasio utang pemerintah berada di angka 68,9% PDB.
-
2 KRISIS BERAS: Berdasarkan siaran pers Kementerian Pertanian RI dan Perum BULOG, Malaysia menyepakati impor beras dari Kalimantan Barat sebesar 2.000 ton/bulan (Mei 2025) dengan total proyeksi mencapai 500.000 ton untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
-
3 UNGGAS & TELUR: Laporan The Edge Malaysia dan Jabatan Penerangan mencatat penghentian total subsidi telur per 1 Agustus 2025 guna menghemat anggaran RM1,2 miliar. Analisis USA-ASEAN Business Council menunjukkan transisi penuh ke mekanisme pasar bebas.
-
4 DAGING MERAH: Data Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) menunjukkan tingkat kemandirian daging sapi/kambing di bawah 15%. Astro Awani dan The Star melaporkan ketergantungan impor sebesar 90% serta isu penyelundupan daging ilegal di perbatasan.
-
5 IMPOR AYAM GPS: Dokumen resmi USTR (15 Oktober 2025) berjudul "United States and Malaysia Reach Agreement on Reciprocal Trade" merinci pemberian akses pasar preferensial Malaysia bagi genetika unggas (GPS) asal Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian dagang ART.
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
HapusIMPOR AYAM GPS USA
IMPOR DAGING AYAM
IMPOR DAGING SAPI
IMPOR DAGING KAMBING
IMPOR TELUR AYAM
KRISIS HUTANG GOVERMENT - HOUSEHOLD
________________________________________
1. KRISIS HUTANG: Utang Pemerintah melonjak ke proyeksi RM1,3 triliun (69% PDB) pada 2025. Utang rumah tangga juga sangat tinggi di angka RM1,73 triliun (85,8% PDB), yang menekan daya beli masyarakat.
-
2. KRISIS BERAS: Dipicu larangan ekspor India (2023), Malaysia mengalami kelangkaan stok lokal. Sebagai solusi, per April 2025 Malaysia mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (Kalimantan Barat) untuk menstabilkan pasokan, khususnya di Sarawak.
-
3. UNGGAS & TELUR: Malaysia menjadi net importer ayam mulai Juli 2025 setelah pencabutan subsidi. Per 1 Agustus 2025, subsidi telur dihapus sepenuhnya untuk menghemat anggaran negara sebesar RM1,2 miliar per tahun.
-
4. DAGING MERAH: Kemandirian sangat rendah dengan ketergantungan 90% pada impor daging sapi. Masalah diperparah oleh biaya pakan yang tinggi dan pelemahan nilai tukar Ringgit.
-
5. IMPOR AYAM GPS: Melalui perjanjian ART (Oktober 2025), Malaysia memberikan akses pasar preferensial kepada Amerika Serikat untuk mengekspor genetika unggas (GPS) guna memperkuat indukan dalam negeri sesuai standar USTR.
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus-
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
-
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
-
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
-
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
________________________________________
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
-
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
-
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
-
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
-
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
________________________________________
1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
2. ECRL= USD 20 BILLION
3.CHINA-MALAYDESH QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
4. MALAYDESH -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
________________________________________
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
Hapus2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL (Total: 6 unit)
HapusKRI Sampari 628 (2014)
KRI Tombak 629 (2014)
KRI Halasan 630 (2018)
KRI Kerambit 627 (2019)
KRI Kapak 625 (2021)
KRI Panah 626 (2021)
Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional (Total: 9 unit)
KRI Clurit 641 (2011)
KRI Kujang 642 (2011)
KRI Beladau 643 (2013)
KRI Alamang 644 (2013)
KRI Surik 645 (2014)
KRI Siwar 646 (2014)
KRI Parang 647 (2014)
KRI Terapang 648 (2014)
KRI Golok 688 (Trimaran) (2022)
Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional (Total: 25 unit)
KRI Pari 849, KRI Sembilang 850, KRI Sidat 851, KRI Cakalang 852, KRI Tatihu 853, KRI Layaran 854, KRI Madidihang 855, KRI Kurau 856 (berbagai tahun, umumnya dalam periode ini)
KRI Torani 860, KRI Lepu 861 (berbagai tahun)
KRI Albakora 867, KRI Bubara 868, KRI Gulamah 869, KRI Posepa 870, KRI Escolar 871, KRI Karotang 872, KRI Mata Bongsang 873 (berbagai tahun)
KRI Dorang 874, KRI Bawal 875, KRI Tuna 876, KRI Marlin 877, KRI Butana 878, KRI Selar 879, KRI Hampala 880, KRI Lumba-Lumba 881 (berbagai tahun)
Kapal Korvet – Swasta Nasional (Total: 8 unit)
KRI Diponegoro 365 (2007)
KRI Hasanuddin 366 (2007)
KRI Sultan Iskandar Muda 367 (2008)
KRI Frans Kaisiepo 368 (2009)
KRI Bung Karno 369 (2023)
KRI Raja Ali Fisabilillah 391 (Dalam proses pembangunan)
KRI Bung Hatta 370 (Dalam proses pembangunan)
KRI Lukas Rumkoren 392 (Dalam proses pembangunan)
Kapal Logistik – Swasta Nasional (Total: 4 unit)
KRI Tarakan 905 (2014)
KRI Bontang 907 (2018)
KRI Dumai 904 (2023)
KRI Balongan 906 (2023)
Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL (Total: 3 unit)
KRI Semarang 594 (2019)
KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991 (2022)
KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992 (2023)
Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional (Total: 1 unit)
KRI Pollux 935 (2016)
Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) (Total: 3 unit)
KRI Nagapasa 403 (2017)
KRI Ardadedali 404 (2018)
KRI Alugoro 405 (2021)
Produk Baru (Perkiraan 2025/2026+)
KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih) (diluncurkan 2025)
KRI Belati 622 (KCR) (diluncurkan 2025)
===========
===========
7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
KD TUN FATIMAH 2023
3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
--------------
😝 😝 😝 😝 😝 😝 😝 😝
1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
Hapus4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
2 UNIT FREEGAT ISTIF
2 UNIT SCORPENE EVOLVED
-
62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
KRI Kapak 625
KRI Panah 626
KRI Kerambit 627
KRI Sampari 628
KRI Tombak 629
KRI Halasan 630
-
2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
KRI Clurit 641
KRI Kujang 642
KRI Beladau 643
KRI Alamang 644
KRI Surik 645
KRI Siwar 646
KRI Parang 647
KRI Terapang 648
KRI Golok 688 (Trimaran)
-
3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
KRI Pari – 849
KRI Sembilang – 850
KRI Sidat – 851
KRI Cakalang – 852
KRI Tatihu – 853
KRI Layaran – 854
KRI Madidihang – 855
KRI Kurau – 856
KRI Torani – 860
KRI Lepu – 861
KRI Albakora – 867
KRI Bubara – 868
KRI Gulamah – 869
KRI Posepa – 870
KRI Escolar – 871
KRI Karotang – 872
KRI Mata Bongsang – 873
KRI Dorang – 874
KRI Bawal – 875
KRI Tuna – 876
KRI Marlin – 877
KRI Butana – 878
KRI Selar – 879
KRI Hampala – 880
KRI Lumba-Lumba – 881
-
4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
KRI Diponegoro 365
KRI Hasanuddin 366
KRI Sultan Iskandar Muda 367
KRI Frans Kaisiepo 368
KRI Bung Karno 369
KRI Bung Hatta 370
KRI Raja Ali Fisabilillah 391
KRI Lukas Rumkoren 392
-
5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
KRI Dumai 904
KRI Tarakan 905
KRI Bontang 906
KRI Balongan 907
-
6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
KRI Semarang 594
KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
-
7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
KRI Pollux 935
8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
KRI Nagapasa 403
KRI Ardadedali 404
KRI Alugoro 405
9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
KRI Belati 622 (KCR)
KRI Kerambit 627 (KCR)
📊 Total Keseluruhan
KCR PT PAL = 6
KCR Swasta = 9
Kapal Patroli Cepat = 25
Korvet = 4
Logistik = 4
LPD = 3
Pemetaan = 1
Kapal Selam = 3
Produk Baru 2025 = 3
➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
===========
===========
PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
---+---
Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
-
📌 Latar Belakang Skandal LCS
Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.
NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
HapusNGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah..
15 thn belajar berenang😝🤪😜
HapusKRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
BalasHapusKRISIS DAGING AYAM
KRISIS DAGING SAPI
KRISIS DAGING KAMBING
KRISIS TELUR AYAM
KRISIS HUTANG
________________________________________
1 KRISIS HUTANG: Data Kementerian Kewangan (MOF) dan Bank Negara Malaysia (BNM) mengonfirmasi utang negara mencapai RM1,3 triliun (Juni 2025) dengan rasio utang rumah tangga sebesar 84,3% PDB. Laporan CEIC Data memproyeksikan rasio utang pemerintah berada di angka 68,9% PDB.
-
2 KRISIS BERAS: Berdasarkan siaran pers Kementerian Pertanian RI dan Perum BULOG, Malaysia menyepakati impor beras dari Kalimantan Barat sebesar 2.000 ton/bulan (Mei 2025) dengan total proyeksi mencapai 500.000 ton untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
-
3 UNGGAS & TELUR: Laporan The Edge Malaysia dan Jabatan Penerangan mencatat penghentian total subsidi telur per 1 Agustus 2025 guna menghemat anggaran RM1,2 miliar. Analisis USA-ASEAN Business Council menunjukkan transisi penuh ke mekanisme pasar bebas.
-
4 DAGING MERAH: Data Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) menunjukkan tingkat kemandirian daging sapi/kambing di bawah 15%. Astro Awani dan The Star melaporkan ketergantungan impor sebesar 90% serta isu penyelundupan daging ilegal di perbatasan.
-
5 IMPOR AYAM GPS: Dokumen resmi USTR (15 Oktober 2025) berjudul "United States and Malaysia Reach Agreement on Reciprocal Trade" merinci pemberian akses pasar preferensial Malaysia bagi genetika unggas (GPS) asal Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian dagang ART.
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
BalasHapus1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
KRI Kapak 625
KRI Panah 626
KRI Kerambit 627
KRI Sampari 628
KRI Tombak 629
KRI Halasan 630
2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
KRI Clurit 641
KRI Kujang 642
KRI Beladau 643
KRI Alamang 644
KRI Surik 645
KRI Siwar 646
KRI Parang 647
KRI Terapang 648
KRI Golok 688 (Trimaran)
3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
KRI Pari – 849
KRI Sembilang – 850
KRI Sidat – 851
KRI Cakalang – 852
KRI Tatihu – 853
KRI Layaran – 854
KRI Madidihang – 855
KRI Kurau – 856
KRI Torani – 860
KRI Lepu – 861
KRI Albakora – 867
KRI Bubara – 868
KRI Gulamah – 869
KRI Posepa – 870
KRI Escolar – 871
KRI Karotang – 872
KRI Mata Bongsang – 873
KRI Dorang – 874
KRI Bawal – 875
KRI Tuna – 876
KRI Marlin – 877
KRI Butana – 878
KRI Selar – 879
KRI Hampala – 880
KRI Lumba-Lumba – 881
4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
KRI Diponegoro 365
KRI Hasanuddin 366
KRI Sultan Iskandar Muda 367
KRI Frans Kaisiepo 368
KRI Bung Karno 369
KRI Bung Hatta 370
KRI Raja Ali Fisabilillah 391
KRI Lukas Rumkoren 392
5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
KRI Dumai 904
KRI Tarakan 905
KRI Bontang 906
KRI Balongan 907
6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
KRI Semarang 594
KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
KRI Pollux 935
8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
KRI Nagapasa 403
KRI Ardadedali 404
KRI Alugoro 405
9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
KRI Belati 622 (KCR)
KRI Kerambit 627 (KCR)
📊 Total Keseluruhan
KCR PT PAL = 6
KCR Swasta = 9
Kapal Patroli Cepat = 25
Korvet = 4
Logistik = 4
LPD = 3
Pemetaan = 1
Kapal Selam = 3
Produk Baru 2025 = 3
➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
===========
===========
7 KAPAL GUNBOAT 2006-2025 BUATAN MALAYDESH
1. NGPVs GUNBOAT = PAY 27 REAL 6
KD Pahang (F172) – 3 Ogos 2006
KD Terengganu (F174) – 8 Disember 2009
KD Kelantan (F175) – 8 Mei 2010
KD Selangor (F176) – 28 Disember 2010
KD Perak (F173) – 3 Jun 2009
2. OPV PAY 3 REAL 1 = MIRING
KD TUN FATIMAH 2023
3. LCS PAY 6 REAL 0 (NULL) = MANGKRAK 15 TAHUN
--------------
😝2006-2025 = 62 WITH AMMO versus 7 GUNBOAT😝
IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
BalasHapusIMPOR AYAM GPS USA
IMPOR DAGING AYAM
IMPOR DAGING SAPI
IMPOR DAGING KAMBING
IMPOR TELUR AYAM
KRISIS HUTANG GOVERMENT - HOUSEHOLD
________________________________________
1. KRISIS HUTANG: Utang Pemerintah melonjak ke proyeksi RM1,3 triliun (69% PDB) pada 2025. Utang rumah tangga juga sangat tinggi di angka RM1,73 triliun (85,8% PDB), yang menekan daya beli masyarakat.
-
2. KRISIS BERAS: Dipicu larangan ekspor India (2023), Malaysia mengalami kelangkaan stok lokal. Sebagai solusi, per April 2025 Malaysia mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (Kalimantan Barat) untuk menstabilkan pasokan, khususnya di Sarawak.
-
3. UNGGAS & TELUR: Malaysia menjadi net importer ayam mulai Juli 2025 setelah pencabutan subsidi. Per 1 Agustus 2025, subsidi telur dihapus sepenuhnya untuk menghemat anggaran negara sebesar RM1,2 miliar per tahun.
-
4. DAGING MERAH: Kemandirian sangat rendah dengan ketergantungan 90% pada impor daging sapi. Masalah diperparah oleh biaya pakan yang tinggi dan pelemahan nilai tukar Ringgit.
-
5. IMPOR AYAM GPS: Melalui perjanjian ART (Oktober 2025), Malaysia memberikan akses pasar preferensial kepada Amerika Serikat untuk mengekspor genetika unggas (GPS) guna memperkuat indukan dalam negeri sesuai standar USTR.
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
________________________________________
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah