03 Maret 2026
Kecamatan Kota Manna, Bengkulu (image: GoogleMaps)
Bengkulu (ANTARA) - TNI Angkatan Udara akan memulai pembangunan satuan radar di Bengkulu Selatan pada April 2026 untuk memperkuat sistem pertahanan udara di wilayah selatan Sumatra.
"Atas nama Gubernur Bengkulu kami menyampaikan terima kasih. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan fasilitas radar di Bengkulu Selatan sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan udara," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Jumat.
Menurut dia Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh rencana pembangunan satuan radar tersebut karena dinilai strategis dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah udara bagian barat Indonesia.
Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara diperlukan agar proses pembangunan berjalan lancar sesuai jadwal serta memberi dampak jangka panjang bagi keamanan daerah.
Sementara itu, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Zulkifli Arif Purba menjelaskan pembangunan satuan radar atau Satrad tersebut akan berlokasi di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
"Kami dari Lanud Sri Mulyono Herlambang yang salah satu wilayah teritorialnya mencakup Provinsi Bengkulu berkunjung untuk menyampaikan rencana pembangunan satuan radar. Pembangunan direncanakan dimulai pada minggu kedua April 2026 dan kami memohon dukungan dari pemerintah daerah," ujar Zulkifli Arif Purba.
Dia menyebutkan keberadaan radar itu nantinya akan meningkatkan kemampuan pemantauan dan pengamanan wilayah udara serta memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi ancaman di ruang udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut dia pembangunan Satrad tersebut merupakan langkah strategis TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan udara nasional, terutama di kawasan Sumatera Bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
(Antara)

IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
BalasHapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
IDN : BARGANING VERSUS MY : FARMING
-
INDONESIA .....
11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
INDONESIA .....
BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
=============
=============
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
-
MALAYDESH.......
BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
BalasHapusIDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
IDN : BARGANING VERSUS MY : FARMING
-
INDONESIA .....
BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
-
2018–2021:
11 Su-35 BATAL (Risiko sanksi CAATSA AS) → Ganti 42 Rafale (Prancis).
-
2024:
12 Mirage 2000-5 BATAL (Masalah fiskal) → Ganti 48 KAAN (Turki, Jet Siluman).
-
2025:
42 J-10CE BATAL (Fokus kerja sama) → Ganti 48 KF-21 Block II (Korsel-RI).
-
2026:
24 F-15IDN PROSES (Risiko ITAR AS) → Ganti 24 M-346F (Latih tempur/serang ringan).
=============
=============
MALAYDESH.......
BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
-
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
satrad bengkulu, sperti satuan baruw di pulau sumatra ini..mantap haha!👍😎👍
BalasHapusyg dr slatan makin kliatan
INDONESIA .....
BalasHapus11 SU-35 > 42 RAFALE
12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
24 F-15IDN > 24 M-346F
-
MALAYDESH.......
F18 KUWAIT = CANCELLED
JF17 = PRANK
RAFALE = PRANK
TYPHOON = PRANK
GRIPEN = PRANK
TEJAS = PRANK
MIG29N = TIADA GANTI
FA50MURAH = DIBLOKIR USA
________________________________________
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
-
2017:
MiG-29N → PENSIUN
Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
-
2018 - 2022:
RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
-
2023:
TEJAS → GAGAL
Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
-
2023:
FA-50 (M) → DEAL
Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
-
2026: FA-50 → VETO USA
AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
-
2026:
F-18 KUWAIT → BATAL
Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
________________________________________
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSudah tidak ada blank spot di selatan Sumatera. Alhamdulillah.
BalasHapus25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
BalasHapus33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
________________________________________
2023: Fase Penandatanganan Kontrak
• Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
• Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
-
2024: Fase Persiapan Infrastruktur
• Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
• Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
-
2025: Fase Konstruksi Fisik
• Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
• Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
-
2026 - 2028: Fase Pengiriman & Instalasi
• 2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
• 2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
-
2029: Target Operasional Penuh
• Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
________________________________________
Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
• Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
-
• Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
-
• Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
• The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
________________________________________
Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
• Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
-
• Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
-
• Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
-
• Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
-
• Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
________________________________________
Kerjasama Produksi & ToT
Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
• Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
-
• Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.
manakala MALAYSIA Shoping 4 radar GM400 ALPHA versi MAHAL ya guys.....
BalasHapus