03 Maret 2026

TNI AU Bangun Satuan Radar di Bengkulu Selatan Pada April 2026

03 Maret 2026

Kecamatan Kota Manna, Bengkulu (image: GoogleMaps)

Bengkulu (ANTARA) - TNI Angkatan Udara akan memulai pembangunan satuan radar di Bengkulu Selatan pada April 2026 untuk memperkuat sistem pertahanan udara di wilayah selatan Sumatra.

"Atas nama Gubernur Bengkulu kami menyampaikan terima kasih. Dalam waktu dekat akan dilaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan fasilitas radar di Bengkulu Selatan sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan udara," kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Jumat.

Menurut dia Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh rencana pembangunan satuan radar tersebut karena dinilai strategis dalam memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah udara bagian barat Indonesia.

Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara diperlukan agar proses pembangunan berjalan lancar sesuai jadwal serta memberi dampak jangka panjang bagi keamanan daerah.

Sementara itu, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Zulkifli Arif Purba menjelaskan pembangunan satuan radar atau Satrad tersebut akan berlokasi di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Kami dari Lanud Sri Mulyono Herlambang yang salah satu wilayah teritorialnya mencakup Provinsi Bengkulu berkunjung untuk menyampaikan rencana pembangunan satuan radar. Pembangunan direncanakan dimulai pada minggu kedua April 2026 dan kami memohon dukungan dari pemerintah daerah," ujar Zulkifli Arif Purba.

Dia menyebutkan keberadaan radar itu nantinya akan meningkatkan kemampuan pemantauan dan pengamanan wilayah udara serta memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi ancaman di ruang udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurut dia pembangunan Satrad tersebut merupakan langkah strategis TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan udara nasional, terutama di kawasan Sumatera Bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

(Antara)

26 komentar:

  1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    IDN : BARGANING VERSUS MY : FARMING
    -
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    INDONESIA .....
    BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    -
    MALAYDESH.......
    BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED

    BalasHapus
  2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    IDN : BARGANING VERSUS MY : FARMING
    -
    INDONESIA .....
    BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    -
    2018–2021:
    11 Su-35 BATAL (Risiko sanksi CAATSA AS) → Ganti 42 Rafale (Prancis).
    -
    2024:
    12 Mirage 2000-5 BATAL (Masalah fiskal) → Ganti 48 KAAN (Turki, Jet Siluman).
    -
    2025:
    42 J-10CE BATAL (Fokus kerja sama) → Ganti 48 KF-21 Block II (Korsel-RI).
    -
    2026:
    24 F-15IDN PROSES (Risiko ITAR AS) → Ganti 24 M-346F (Latih tempur/serang ringan).
    =============
    =============
    MALAYDESH.......
    BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    -
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    2017:
    MiG-29N → PENSIUN
    Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
    -
    2018 - 2022:
    RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
    Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
    -
    2023:
    TEJAS → GAGAL
    Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
    -
    2023:
    FA-50 (M) → DEAL
    Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
    -
    2026: FA-50 → VETO USA
    AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
    -
    2026:
    F-18 KUWAIT → BATAL
    Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.

    BalasHapus
  3. satrad bengkulu, sperti satuan baruw di pulau sumatra ini..mantap haha!👍😎👍

    yg dr slatan makin kliatan

    BalasHapus
  4. INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    ________________________________________

    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    2017:
    MiG-29N → PENSIUN
    Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
    -
    2018 - 2022:
    RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
    Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
    -
    2023:
    TEJAS → GAGAL
    Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
    -
    2023:
    FA-50 (M) → DEAL
    Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
    -
    2026: FA-50 → VETO USA
    AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
    -
    2026:
    F-18 KUWAIT → BATAL
    Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
    ________________________________________
    2005: Prank China (Rudal KS-1A)
    Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
    Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
    Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
    Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
    Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
    Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
    Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
    Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
    Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    -
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
    Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
    -
    2024–2025: Prank Black Hawk
    Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
    Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
    -
    2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
    Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
    Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
    -
    2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
    Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Sudah tidak ada blank spot di selatan Sumatera. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  7. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
    33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
    ________________________________________
    2023: Fase Penandatanganan Kontrak
    • Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
    • Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
    -
    2024: Fase Persiapan Infrastruktur
    • Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
    • Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
    -
    2025: Fase Konstruksi Fisik
    • Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
    • Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
    -
    2026 - 2028: Fase Pengiriman & Instalasi
    • 2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
    • 2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
    -
    2029: Target Operasional Penuh
    • Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
    ________________________________________
    Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
    • Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
    -
    • Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
    -
    • Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
    • The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
    ________________________________________
    Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
    • Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
    -
    • Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
    -
    • Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
    -
    • Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
    -
    • Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
    ________________________________________
    Kerjasama Produksi & ToT
    Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
    • Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
    -
    • Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

    BalasHapus
  8. manakala MALAYSIA Shoping 4 radar GM400 ALPHA versi MAHAL ya guys.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: Fase Penandatanganan Kontrak
      • Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      • Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: Fase Persiapan Infrastruktur
      • Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      • Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: Fase Konstruksi Fisik
      • Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      • Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: Fase Pengiriman & Instalasi
      • 2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      • 2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: Target Operasional Penuh
      • Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      ________________________________________
      Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
      • Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
      -
      • Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
      -
      • Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
      • The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
      ________________________________________
      Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
      • Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
      -
      • Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
      -
      • Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
      -
      • Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
      -
      • Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
      ________________________________________
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      • Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      • Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

      Hapus
    2. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: Fase Penandatanganan Kontrak
      • Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      • Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: Fase Persiapan Infrastruktur
      • Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      • Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: Fase Konstruksi Fisik
      • Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      • Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: Fase Pengiriman & Instalasi
      • 2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      • 2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: Target Operasional Penuh
      • Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      ________________________________________
      Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
      • Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
      -
      • Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
      -
      • Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
      • The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
      ________________________________________
      Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
      • Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
      -
      • Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
      -
      • Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
      -
      • Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
      -
      • Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
      ________________________________________
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      • Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      • Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut

      Hapus
    3. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      -
      pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
      1. Esensi Strategis Pengadaan
      Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
      Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
      -
      2. Fokus Penempatan Geografis
      Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
      Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
      -
      3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
      Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
      Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
      -
      4. Garis Waktu Operasional
      2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
      2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
      2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
      2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.

      Hapus
    4. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      Pengadaan 25 radar baru (13 Thales GM400a & 12 Retia) untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029 memiliki implikasi mendalam bagi kedaulatan dan strategi pertahanan Indonesia. Berikut adalah analisis implikasinya:
      -
      1. Implikasi Terhadap Kedaulatan Wilayah (Air Sovereignty)
      Eliminasi Blind Spot: Dengan jangkauan radar GM400a hingga 515 km, Indonesia akan memiliki "pagar elektronik" yang rapat. Tidak ada lagi celah udara yang bisa dimanfaatkan oleh pesawat asing atau penyusup untuk masuk tanpa terdeteksi (terutama di wilayah Timur dan perbatasan NTT-Australia).
      Pengawasan Real-Time 24/7: Penempatan radar di titik strategis seperti Natuna dan Morotai memastikan setiap pergerakan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) terpantau secara instan, meningkatkan kemampuan intersep oleh jet tempur TNI AU.
      -
      2. Implikasi Strategis terhadap IKN dan ALKI II
      Perisai Udara Ibu Kota Baru: Penempatan Satrad di Banjarbaru dan Samboja menciptakan deteksi berlapis untuk IKN. Radar Retia yang memiliki kemampuan deteksi target ketinggian rendah (low-level) akan sangat efektif menangkal ancaman drone atau rudal jelajah yang mencoba menyelinap di bawah cakupan radar jarak jauh.
      Keamanan Jalur Maritim Internasional: Penguatan di Takalar dan Banjarbaru memberikan pengawasan total atas ALKI II (jalur lintas laut internasional utama), yang krusial bagi stabilitas ekonomi dan keamanan regional di kawasan Indo-Pasifik.
      -
      3. Implikasi Teknologi dan Kemandirian (ToT)
      Kedaulatan Data: Melalui integrasi oleh PT Len Industri, Indonesia memiliki kontrol penuh atas "kode sumber" dan aliran data. Ini mencegah risiko intervensi pihak asing melalui pintu belakang (backdoor) pada sistem radar.
      Efisiensi Biaya Jangka Panjang: Dengan penguasaan pemeliharaan (Life Cycle Cost) secara lokal, TNI AU tidak lagi bergantung penuh pada teknisi luar negeri untuk perbaikan. Hal ini mempercepat kesiapan operasional alutsista dan menghemat anggaran negara dalam jangka panjang.
      -
      4. Implikasi Deterrence Effect (Efek Gentar)
      Peningkatan Postur Pertahanan: Kepemilikan radar generasi terbaru (AESA) yang mampu mendeteksi target siluman (stealth) dan objek berkecepatan tinggi menempatkan Indonesia sebagai kekuatan udara yang diperhitungkan di Asia Tenggara.
      Sinergi Sistem Senjata: Radar ini akan menjadi "mata" bagi jet tempur Rafale dan F-15IDN yang juga sedang diproses. T-anpa radar yang mumpuni, jet tempur canggih tidak akan bisa beroperasi maksimal.

      5. Implikasi Geopolitik
      Sentralitas ASEAN: Indonesia mempertegas perannya sebagai pemimpin keamanan di kawasan dengan menjaga wilayah udara yang luas secara mandiri.
      Keseimbangan Kawasan: Modernisasi ini merupakan respon rasional terhadap meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dan pakta pertahanan regional lainnya, memastikan Indonesia tetap netral namun kuat secara defensif.


      Hapus
    5. 25 RADAR =
      13 PERANCIS
      12 RETIA
      Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Retia.
      “Kalau enggak salah dari Retia, dari Retia ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).
      Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.
      Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
      "Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
      Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.
      Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.
      Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.
      “Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.
      Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.
      “Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.
      ============
      ============
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      ---
      5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      ---
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      ---
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
      -------------------------------------
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      -------------------------------------
      CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
      -
      HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
      -
      HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
      -------------------------------------
      DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
      DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
      DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
      CHEAPEST VARIANT LMS
      -
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------------------------------
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT

      Hapus
    6. NATUNA RADAR WEIBEL : 1000 KM
      RADAR VERA NG SPESIALIS PERAWAT SILUMAN
      Natuna Sabah : 960 KM
      Natuna Kuala lumpur : 736 KM
      Natuna Kedah : 884 KM
      Natuna Johor : 589 KM
      --------------
      25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
      25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
      25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
      Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
      "Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
      ===================
      ===================
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    7. 25 RADAR = 13 GM400a + 12 RETIA
      33 SATUAN RADAR (SATRAD) HINGGA 2029
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI.
      ________________________________________
      Rencana Pengadaan 25 Radar (13 Thales & 12 Retia)
      Thales Group Official: Mengonfirmasi kontrak pengadaan 13 unit Ground Master 400 Alpha yang mencakup kolaborasi dengan PT Len Industri untuk memperkuat kedaulatan udara Indonesia.
      -
      Janes Defense: Melaporkan detail teknis mengenai akuisisi radar jarak jauh GM400a oleh Indonesia serta langkah TNI AU dalam memodernisasi sensor pertahanan udaranya.
      -
      Airforce Technology: Menjelaskan bahwa sistem GM400 Alpha milik Indonesia dirancang untuk deteksi target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem pada jarak yang sangat jauh.
      The Defense Post: Memuat berita tentang pengadaan radar dari Republik Ceko (Retia) sebagai bagian dari paket 25 radar baru untuk menutup celah wilayah udara (blind spots).
      ________________________________________
      Target 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029
      Antara News (English Edition): Memberitakan pernyataan KSAU mengenai rencana penempatan radar pertahanan udara baru di titik-titik strategis seperti Morotai untuk mencapai cakupan penuh.
      -
      Asia Pacific Defense Journal: Mengulas ambisi Indonesia untuk memiliki total 33 stasiun radar operasional pada tahun 2029 guna mendukung sistem pertahanan udara nasional yang terintegrasi.
      -
      Defense News: Melaporkan strategi jangka panjang Indonesia dalam memperluas jaringan radar
      -
      Indonesia Defense: Memberitakan target strategis TNI AU untuk memiliki total 33 Satuan Radar (Satrad) pada tahun 2029.
      -
      Kompas.id: Menjelaskan visi agar seluruh wilayah udara Indonesia terlindungi radar sepenuhnya pada 2029.
      ________________________________________
      Kerjasama Produksi & ToT
      Transfer of Technology (ToT) antara Thales dan PT Len Industri:
      Thales Group Official: Menyatakan secara resmi bahwa kontrak 13 radar GM400a melibatkan PT Len Industri untuk membangun infrastruktur radar serta melakukan perakitan komponen tertentu secara lokal di Indonesia.
      -
      Janes Defense: Menjelaskan detail kolaborasi strategis di mana PT Len Industri akan memproduksi komponen radar dan bertanggung jawab atas pemeliharaan jangka panjang sistem sensor tersebut.

      Hapus
    8. 5 RADAR RUSAK
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
      -
      2023 GIFTED PAID BY USA
      Back in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
      -
      2023 DONATED BY US
      Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
      -
      2023 DONATED BY JAPAN
      It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
      ==============
      ==============
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
      -
      pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
      1. Esensi Strategis Pengadaan
      Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
      Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
      -
      2. Fokus Penempatan Geografis
      Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
      Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
      -
      3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
      Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
      Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
      -
      4. Garis Waktu Operasional
      2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
      2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
      2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
      2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.
      ________________________________________
      2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
      Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
      Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
      -
      2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
      Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
      Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
      -
      2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
      Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
      Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
      -
      2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
      2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
      2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
      -
      2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
      Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI

      Hapus
  9. ✅️peta 10 taon laluw ini, nunjukin bbrpa daerah blank spot, karna blom punyak satuan radar militer

    di wilayah barat, setelah satrad sibolga dan dumai keselatannya kosong..
    satrad baruw bengkulu ini buka cakrawala langit selatan sumatra dan samudra hindia haha!😉👍😉
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnzNmhpGGfYUWBnFhYvAGU0bKmslV39WLa8IyVi7wKc2Nu21jkgf5HNpLgY_cBvXaijuPuksnueaXNBiWUWdVk6Sx-tsWrhv2oq0PYmUVljO-G0A9GS6WmpRP1SZoWY89si-qCIzoVU7M/s1600/radar.jpeg
    =======

    ✅️peta 2024
    pasang baruw dan replacement
    ✅️thp1=biak, merauke, saumlaki, timika
    ✅️thp2=bengkulu,hasanudin, morotai, jayapura, ganti ploso & ngliyep
    ✅️thp3=ambon, kendari, tj pandan, singkawang 2 dan samarinda
    ✅️thp4=sumbawa, sorong, kaimana, ganti congot dan pemalang
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxstFDsbeJfjMX1kL8wV1wyHuh3UxGaXnxLjNYhdBPI-wI447ENFnSjjIb5KolHqbv4HyfaOVUmPACkCJmhzgrXQkLavw6Hdw8DdRQm1p2utQIVgxvkxAiVZ01TqTvphR8oudGI2CJFAF-xjA1-jaG4b-vVXrnGSwAvQaqh0HFzamI0kLkp4LPBKMfrIPx/s1396/483106044_122231804414211399_637604869553659300_n.jpg

    BalasHapus
    Balasan
    1. setelah 25 radar Baruw terpasang 99% langit nusantara terawasi radar militer,
      tinggal pasang radar di pulau alor..beres dah haha!🦾👍🦾

      Hapus
    2. 2029 = satrad baru om @palu gada ......

      Hapus
    3. Radius lingkaran peta lama dan baru berubah. Karena ganti frekuensi atau melihat situasi real?

      Hapus
  10. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    ________________________________________
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    -
    pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
    1. Esensi Strategis Pengadaan
    Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
    Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
    -
    2. Fokus Penempatan Geografis
    Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
    Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
    -
    3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
    Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
    Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
    -
    4. Garis Waktu Operasional
    2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
    2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
    2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
    2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.

    BalasHapus
  11. INDONESIA ......
    2018–2021:
    11 Su-35 BATAL (Risiko sanksi CAATSA AS) → Ganti 42 Rafale (Prancis).
    -
    2024:
    12 Mirage 2000-5 BATAL (Masalah fiskal) → Ganti 48 KAAN (Turki, Jet Siluman).
    -
    2025:
    42 J-10CE BATAL (Fokus kerja sama) → Ganti 48 KF-21 Block II (Korsel-RI).
    -
    2026:
    24 F-15IDN PROSES (Risiko ITAR AS) → Ganti 24 M-346F (Latih tempur/serang ringan).
    =============
    =============
    MALAYDESH ……
    -
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    2017:
    MiG-29N → PENSIUN
    Operasional berhenti total; tidak ada pengganti kelas berat hingga kini.
    -
    2018 - 2022:
    RAFALE, TYPHOON, GRIPEN, JF-17 → WACANA
    Semua batal karena masalah anggaran dan peralihan fokus ke jet tempur ringan.
    -
    2023:
    TEJAS → GAGAL
    Kalah saing dalam tender jet tempur ringan (FLIT-LCA).-
    -
    2023:
    FA-50 (M) → DEAL
    Kontrak 18 unit dari Korea Selatan (RM4 miliar) resmi ditandatangani.
    -
    2026: FA-50 → VETO USA
    AS dilaporkan memblokir integrasi rudal jarak menengah AMRAAM; jet terancam hanya bersenjata jarak pendek.
    -
    2026:
    F-18 KUWAIT → BATAL
    Pembelian 33 unit Hornet bekas resmi dibatalkan karena masalah teknis dan jadwal.
    ________________________________________
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
    39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
    ________________________________________
    🤣2017-2025 BERJAYA NGEMIS = 2026 BERJAYA BATAL🤣

    BalasHapus
  12. 5 RADAR RUSAK
    Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
    -
    2023 GIFTED PAID BY USA
    Back in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
    -
    2023 DONATED BY US
    Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
    -
    2023 DONATED BY JAPAN
    It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
    ==============
    ==============
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    25 RADAR BARU = 33 SATRAD BARU
    -
    pengadaan 25 radar baru TNI AU untuk mencapai target 33 Satrad pada tahun 2029:
    1. Esensi Strategis Pengadaan
    Total Kekuatan: Integrasi 13 unit Thales GM400 Alpha (jarak jauh/515 km) dan 12 unit radar Retia (Ceko) untuk menutup blind spot secara nasional.
    Target Akhir: Mencapai 33 Satuan Radar (Satrad) yang beroperasi penuh pada tahun 2029.
    -
    2. Fokus Penempatan Geografis
    Poros IKN & ALKI II: Pembangunan infrastruktur di Banjarbaru dan Takalar sebagai benteng udara ibu kota baru dan jalur pelayaran internasional Januari 2025.
    Sabuk Luar (Perbatasan): Penempatan di titik krusial seperti Morotai, NTT, dan Papua untuk memastikan cakupan deteksi dini terhadap target berkecepatan tinggi dan manuver ekstrem.
    -
    3. Kemandirian Industri Pertahanan (ToT)
    Mitra Lokal: PT Len Industri memegang peran sentral dalam membangun infrastruktur, perakitan komponen lokal, serta pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost).
    Integrasi Sistem: Kolaborasi ini memungkinkan Indonesia memiliki kontrol penuh atas integrasi data radar ke dalam jaringan komando pertahanan udara nasional (NADS).
    -
    4. Garis Waktu Operasional
    2023: Finalisasi kontrak legal (Thales & Retia).
    2025: Puncak pembangunan fisik stasiun radar di lokasi baru.
    2026-2028: Kedatangan alutsista dan fase instalasi teknis.
    2029: Pencapaian Full Operational Capability (FOC) dengan 33 Satrad.
    ________________________________________
    2023: FASE PENANDATANGANAN KONTRAK
    Juni 2023: Thales Group dan PT Len Industri menandatangani kontrak pengadaan 13 unit radar GM400 Alpha. Kesepakatan mencakup Transfer of Technology (ToT) dan pembangunan infrastruktur di Subang, Jawa Barat.
    Desember 2023: Menhan Prabowo Subianto mengonfirmasi pembelian 12 unit radar tambahan dari perusahaan Retia (Republik Ceko) 4 Desember 2023.
    -
    2024: FASE PERSIAPAN INFRASTRUKTUR
    Januari - Juni 2024: TNI AU mulai memetakan lokasi penempatan radar baru untuk menutup blind spot di wilayah timur Indonesia dan sekitar IKN.
    Agustus 2024: Dimulainya koordinasi teknis antara PT Len Industri dan Thales untuk penyiapan lahan stasiun radar (Satrad).
    -
    2025: FASE KONSTRUKSI FISIK
    Januari 2025: Groundbreaking pembangunan Satrad baru di Banjarbaru (Kalimantan Selatan) dan Takalar (Sulawesi Selatan) dimulai untuk mendukung pertahanan udara IKN dan ALKI II.
    Pertengahan 2025: Pembangunan fisik stasiun radar di wilayah perbatasan (seperti NTT dan Morotai) dijadwalkan berjalan.
    -
    2026 - 2028: FASE PENGIRIMAN & INSTALASI
    2026: Target pengiriman unit pertama radar GM400 Alpha dari Perancis ke Indonesia untuk mulai diinstalasi di lokasi prioritas.
    2027: Kedatangan dan instalasi radar dari Retia (Ceko) secara bertahap untuk mengisi titik-titik celah udara di wilayah tengah dan timur.
    -
    2029: TARGET OPERASIONAL PENUH
    Akhir 2029: TNI AU menargetkan seluruh 25 unit radar baru telah terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional, sehingga total Indonesia memiliki 33 Satuan Radar (Satrad) yang aktif mengawasi wilayah kedaulatan RI

    BalasHapus
  13. 25 radar Baruw...
    radar kita full 100% deteksi langit negri🎰kasino di kalimantan & semenanjung haha!🤭😂🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tante Vera dan om weibel juga di perbanyak juga om @palu gada .......

      Hapus
  14. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    -

    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    Perbandingan antara strategi pertahanan udara "Malaydesh" (sebutan satir dalam konteks diskusi netizen untuk Malaysia) dan Indonesia menunjukkan perbedaan fundamental dalam model pengadaan, kemandirian teknologi, dan visi strategis jangka panjang.
    Berikut adalah analisa mendalamnya:
    ________________________________________
    1. Model Pengadaan: Hibah vs Investasi Mandiri
    Malaydesh (Ketergantungan Hibah): Pola pengadaan sangat bergantung pada bantuan asing (Amerika Serikat dan Jepang). Meskipun menghemat anggaran jangka pendek, model ini menciptakan kerentanan terhadap keberlanjutan suku cadang dan ketergantungan pada teknologi yang diberikan oleh donor. Laporan mengenai 5 radar CSS SPEXER 2000 yang rusak dan tidak ekonomis untuk diperbaiki menunjukkan risiko teknologi hibah yang mencapai akhir masa pakai tanpa rencana regenerasi yang kuat.
    -
    Indonesia (Belanja Strategis): Indonesia melakukan pengadaan masif 25 unit radar baru (13 Thales GM400 Alpha dan 12 radar Retia) menggunakan anggaran negara. Ini memberikan Indonesia posisi tawar tinggi untuk menentukan spesifikasi sesuai kebutuhan geografis dan memastikan sistem tersebut adalah teknologi garis depan (AESA jarak jauh).
    ________________________________________
    2. Kapasitas Deteksi dan Cakupan Geografis
    Malaydesh (Celah Coastal): Fokus Malaysia terlihat lebih berat pada Coastal Surveillance (pengawasan pantai) melalui peningkatan radar 1206 dan hibah TPS-77. Namun, rusaknya sejumlah radar CSS menciptakan celah deteksi dini di wilayah pesisir yang krusial.
    -
    Indonesia (Blanket Coverage): Dengan target 33 Satuan Radar (Satrad) pada 2029, Indonesia bertujuan menghapus blind spot secara nasional. Penempatan di Poros IKN, ALKI II, NTT, hingga Papua menunjukkan strategi "sabuk luar" untuk mendeteksi target dengan manuver ekstrem sebelum memasuki ruang udara kedaulatan.
    ________________________________________
    3. Kemandirian dan Transfer of Technology (ToT)
    Malaydesh: Tidak terlihat adanya penekanan pada keterlibatan industri pertahanan lokal dalam proses pemeliharaan atau perakitan radar hibah tersebut.
    -
    Indonesia (PT Len Industri): Kemitraan dengan Thales Group melibatkan PT Len Industri secara mendalam. Ini bukan sekadar jual-beli, melainkan pembangunan infrastruktur lokal di Subang untuk perakitan dan pemeliharaan jangka panjang (Life Cycle Cost). Hal ini memastikan Indonesia tidak akan mengalami nasib "radar rusak tak bisa diperbaiki" karena memegang kendali teknis secara mandiri.
    ________________________________________
    4. Visi Masa Depan (2029)
    Malaydesh: Terkesan reaktif, melakukan upgrade pada sistem lama yang sudah berumur 17 tahun dan menerima hibah untuk menutup lubang kemampuan yang ada.
    Indonesia: Proaktif dan terencana. Garis waktu dari penandatanganan kontrak (2023) hingga operasional penuh (2029) menunjukkan peta jalan menuju Full Operational Capability (FOC) yang terintegrasi dalam sistem pertahanan udara nasional (NADS).
    ________________________________________
    Kesimpulan:
    Indonesia sedang bertransformasi menjadi kekuatan pemantauan udara dominan di Asia Tenggara melalui modernisasi sistemik
    -
    Malaysia saat ini sedang berjuang mempertahankan kapabilitas dasarnya dengan mengandalkan bantuan eksternal yang memiliki keterbatasan usia operasional.

    BalasHapus