23 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Tanah Air

23 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi 321 tiba di Dermaga Lampung (photos: Lanal Lampung)

Pangkalan TNI AL Lampung Sambut Kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 di Dermaga Pelindo Lampung
TNI AL, Jala Wira Saburai-Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung melaksanakan kegiatan penyambutan kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 yang sandar di Dermaga C Pelindo Panjang, Bandar Lampung, pada hari Minggu (22/3/2026). Pada kesempatan yang sama, prajurit Lanal Lampung juga turut menyambut kedatangan KRI Bung Karno-369 yang juga tiba di Dermaga C Pelindo Panjang, Kota Bandar Lampung.


KRI Prabu Siliwangi-321 yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja, tiba di Dermaga C Pelindo Panjang setelah melalui pelayaran Panjang dari Italia sampai dengan sekarang berada di wilayah Indonesia.


KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal perang baru yang siap menjadi bagian dari Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) TNI AL, guna memperkuat kemampuan pertahanan laut Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan nasional.


Komandan Lanal Lampung Kolonel Laut (P) Krido Satriyo U, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen Lanal Lampung untuk selalu siap mendukung setiap unsur TNI AL yang melaksanakan tugas operasi di wilayah kerjanya.

6 komentar:

  1. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    --
    Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

    BalasHapus
  2. Lebaran : baju baru? Itu biasa..
    Lebaran kapal baru...khas orang kaya..😁🤟

    BalasHapus
  3. HORANG KAYA LEBARAN KAPAL BARU 👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  4. Ditunggu kedatangannya kapal induk pertama Indo..👍

    BalasHapus