Ujicoba Rafale T-0304 di Bordeaux Mérignac, Prancis (photo: Swiderek Maciejka)
SIPRI kembali mengeluarkan laporan mengenai transfer persenjataan dunia, berikut disampaikan data order dan pengiriman persenjataan selama kurun waktu 2025.
(SIPRI)
Untuk negara Indonesia, order dan pengiriman persenjataan serta ekspor selama tahun 2025 tidak ada dalamn catatan SIPRI.



Mantapp.. 🤗
BalasHapus@Duta Rudal kemana ya?
BalasHapusbanyak yang gak di publish datanya
BalasHapusKek nya..
HapusScorpene juga nda dimasukin
PERSENTASE IMPOR SENJATA GLOBAL =
BalasHapusSIPRI PERIODE 2021–2025:
SIPRI PERIODE 2021–2025:
SIPRI PERIODE 2021–2025:
SIPRI PERIODE 2021–2025:
SIPRI PERIODE 2021–2025:
-
Sumber Data : Trends in International Arms Transfers, 2025
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1. INDONESIA (1,5%)
STATUS: PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
-
2. Filipina (1,2%)
Status: Urutan kedua di kawasan.
Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
-
3. Singapura (1,1%)
Status: Urutan ketiga di kawasan.
Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
-
4. Thailand (0,5%)
Status: Urutan keempat di kawasan.
Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
-
5. Malaysia (0,3%)
Status: Urutan kelima di kawasan.
Fokus: Modernisasi terbatas namun strategis, seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
-
6. Kamboja (0,1%)
Status: Urutan keenam di kawasan.
Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
________________________________________
DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
-
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
________________________________________
HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
2010: 150 miliar USD
2011: 165 miliar USD
2012: 180 miliar USD
2013: 195 miliar USD
2014: 210 miliar USD
2015: 225 miliar USD
2016: 240 miliar USD
2017: 255 miliar USD
2018: 270 miliar USD
2019: 285 miliar USD
2020: 300 miliar USD
2021: 315 miliar USD
2022: 330 miliar USD
2023: 345 miliar USD
2024: 360 miliar USD
2025: 375 miliar USD
-
Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
-
Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
-
Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
________________________________________
BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 69.0
-
Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
Beli design Brawijaya Class .?? Mau dibikin di Indonesia..?
BalasHapusBagian mana dikatakan beli design?
Hapusskorpeng EVO, Otomelara 127, 76 sovraponte, Slyver A50, midlas, Cenk350, cenk400, H225, T50i, BHO105, 13 GM400, 12 Retia kok belom masyuk? ngeriiihh kepanjangan yaa, takut seblah kicep🥶 haha!😄😄😄
BalasHapusyg ekspor kmana? tumben ke skip haha!😁😁😁
BalasHapusWuidihhhh... Dassault Rafale F4 42 unit pesanan INDONESIA diakui oleh SIPRI 2026....
BalasHapusGAGAL TOTAL Negative Framing terhadap INDONESIA yang dilakukan oleh malaydesh di forum DS...
ah140/fmp jugak gak kliatan, apa di itung lokal yak haha!😉🤭😉
BalasHapusKita menanti SIPRI nya Malaydesh si negeri Gempurwaria 🤭😁😂🤣
BalasHapusPaling-paling Sewa, Sewa Cancel 😂🤣
Kl pun belu juga barang receh 🤣🤣🤣
Maklum negeri Halu. Beli LCA FA-50 serasa beli F-22 Raptor 🤣🤣🤣🤣
Sejak tahun kemarin, Sipri hanya menampilkan belanja yg dideliver pada tahun tersebut. Jadi gak perlu dicari2 pesanan yg belum ada pengiriman di tahun 2025.
BalasHapusTapi memang lebih asyik liat format sipri sebelumnya sih