27 Maret 2026

TNI AL Pertimbangkan Rudal dari Italia, Prancis, Turki untuk KRI Prabu Siliwangi

27 Maret 2026

KRI Prabu Siliwangi 321 akan ditempatkan di Koarmada II Surabaya, menyusul kapal perang terdahulu, KRI Brawijaya-320 (photo: TNI AL)

Jakarta (ANTARA) - TNI Angkatan Laut mempertimbangkan rudal buatan Italia, Prancis, hingga Turki untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) di kapal perang terbaru Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321, yang akhirnya tiba di Jakarta pada Kamis ini.

“Rudalnya rencananya masih dalam pertimbangan, ya. Ada beberapa pilihan. Ada rudal dari Italia, ada rudal dari MBDA Prancis, ada rudal-rudal juga dari Turki, mungkin. Itu masih kita pertimbangkan,” kata Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers.

Menurut dia, perihal rudal masih dalam pertimbangan, begitu pula dengan jenis sensor kapal yang akan dilengkapi dalam waktu dekat.

“Tapi kalau meriam-meriamnya sudah fiks itu yang digunakan,” imbuh dia.

Rudal original kapal PPA adalah MBDA Aster 15 dan Aster 30 rudal pertahanan udara (photo: MBDA)

KRI Prabu Siliwangi-321 tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, usai berlayar dari dermaga Pangkalan Angakatan Laut La Spezia, Italia, pada 11 Februari 2026. Sebelum bersandar di Jakarta, kapal itu sempat bersandar di Lampung pada Senin (23/3).

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana TNI Tunggul menjelaskan kapal perang produksi galangan kapal asal Italia, Fincantieri, ini dirancang untuk menjalankan berbagai macam misi.

Kapal perang itu, imbuh dia, juga didesain untuk mampu mengemban misi patroli, peperangan permukaan, bawah laut, maupun udara; pengawalan aset penting, operasi penegakan hukum laut, hingga misi kemanusiaan.

Tunggul mengatakan KRI Prabu Siliwangi-321 yang memiliki ukuran panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter ini telah melaksanakan uji penguatan kemampuan alutsista dan kesiapan tempur sebelum tiba di tanah air.

Rudal original kapal PPA adalah MBDA Italia Teseo/Otomat MK2/E rudal anti permukaan (photo: MBDA)

Uji penguatan dilakukan melalui uji tembak struktural (structural firing) meriam 127 milimeter dalam rangkaian pelayaran terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, Selasa (27/1).

Menurut dia, kegiatan ini sekaligus menjadi uji coba penembakan perdana meriam 127 milimeter yang merupakan bagian dari pengujian sistem senjata dan struktur kapal.

“Pencapaian tersebut menandai pertama kalinya kapal perang TNI Angkatan Laut mengoperasikan meriam dengan kategori Large Caliber Gun, kaliber di atas 120 milimeter, secara operasional,” tutur Tunggul, sebagaimana siaran persnya.

Rudal anti permukaan alternatif adalah Atmaca, rudal anti permukaan (photo: Roketsan)

Ia menambahkan, kapal perang itu juga dilengkapi meriam utama OTO Melara 127 milimeter, meriam 76 milimeter Strales untuk target udara jarak menengah, 16 peluncur rudal vertikal untuk serangan udara, rudal Teseo Mk-2E untuk target permukaan, torpedo antikapal selam, hingga senjata otomatis jarak dekat.

Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan dapat memperkuat postur pertahanan laut nasional serta mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

42 komentar:

  1. Mahaallll haha!🤑🧞‍♂️🤑

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya Kapal Racing om pal mahal..bisa buat balap... wkkwkw

      Hapus
  2. KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
    -
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    ---------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    ---------------------------------
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
    ---------------------------------
    STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2024-2025)
    INDONESIA: "LEMBAR BELANJA PENUH"
    Udara: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (G2G Turki), 48 KF-21, 24 M-346, 20 T-50i, 33 F-16 (Upgrade), 22 Hawk.
    Darat/Laut: Rudal Balistik Khan & Bora, Drone Anka-S, Kapal PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500, Sistem Air Refuel.
    MALAYDESH: "LEMBAR KOSONG"
    Status SIPRI: Kosong/Nihil selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
    Kegagalan: Pembelian Hornet bekas Kuwait Batal 4 kali.
    Status Sejarah: 2020-2021 (Planned), 2022-2023 (No Order), 2024-2025 (Kosong).
    -
    PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA (TOTAL UNIT)
    INDONESIA (Estimasi 253 Unit):
    Fokus pada teknologi Generasi 4.5 dan 5 (Rafale & KAAN).
    Kemandirian melalui proyek KF-21.
    MALAYDESH (Status Grounded & Hilang):
    Grounded: MiG-29 (Monumen), MB339CM, Nuri, Lynx.
    Kasus Kritis: 48 Pesawat Skyhawk hilang, 2 Mesin Jet hilang.
    Kondisi Aset: Pilatus MK II karatan, AV8 berasap/mogok.
    -
    KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYDESH 2026)
    Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
    Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
    Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
    Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
    -
    TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYDESH)
    Akibat ketiadaan dana tunai, Malaydesh beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
    Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
    Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
    Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
    Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
    -
    KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
    Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
    Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, Malaydesh Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
    Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam

    BalasHapus
  3. Beuh…kukira rudal mevvah itu untuk KD Lekir 🧐

    BalasHapus
  4. KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------
    THE FIRST EXPORT = INDONESIA
    THE FIRST EXPORT = INDONESIA
    THE FIRST EXPORT = INDONESIA
    -
    The Korean fighter jet KF-21 is being exported for the first time. This comes 11 years after development began in 2015, and the first export destination is Indonesia.
    On the 19th, a government official stated, "Indonesian President Prabowo Subianto will make a state visit to Korea on the 1st of next month, visit Korea Aerospace Industries (KAI), and sign an export contract for the KF-21," adding, "We plan to sign an implementation contract during the first half of the year after coordinating the final agreement amount." Indonesia initially intended to acquire 48 KF-21 fighter jets. However, due to budget constraints, the plan is to initially acquire 16 units
    https://www.asiae.co.kr/article/2026031909371534562
    --------------------------------
    3 SKUADRON KF21
    3 SKUADRON KF21
    3 SKUADRON KF21
    -
    Initially, Indonesia planned to introduce 48 KF-21s, three battalions, but decided to sign only 16 of them first due to defense budget constraints. In addition, it was found that detailed consultations have been held since the beginning of this year with local defense authorities and KAI participating.
    Meanwhile, KAI has made another leap forward by formalizing the new presidential system Kim Jong-chul. The management gap, which lasted for about eight months since the retirement of former President Kang Gu-young, who was appointed by the previous government, has also been resolved.
    https://www.mk.co.kr/en/business/11992743
    --------------------------------
    NDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    ==================
    ==================
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA

    BalasHapus
  5. KESIAN INDIANESIA... PANIK GUYS.... MASA KALAH TERUS SAMA MALAYSIA..... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Indonesia Belum Boleh Lewat Selat Hormuz, Begini Perintah Prabowo

    https://www.detik.com/jateng/bisnis/d-8416897/indonesia-belum-boleh-lewat-selat-hormuz-begini-perintah-prabowo

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 = SIPRI KOSONG – F18 BATAL - JEBAKAN "DEBT SERVICE RATIO" (DSR)
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      -------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      --------------------------------
      1. JEBAKAN "DEBT SERVICE RATIO" (DSR)
      Angka RM 54,7 Miliar bukan sekadar angka statistik, melainkan beban tetap yang harus dibayar pemerintah sebelum mengalokasikan dana untuk sektor lain.
      Kanibalisasi Anggaran: Dana sebesar ini setara dengan 3-4 kali lipat total anggaran pertahanan tahunan mereka.
      Prioritas Terbalik: Pemerintah lebih memprioritaskan menjaga kepercayaan kreditur internasional agar tidak default (gagal bayar) daripada memodernisasi alutsista.
      --------------------------------
      2. IMPLIKASI TERHADAP PENGADAAN MILITER (SIPRI KOSONG)
      Beban bunga utang yang masif menjelaskan mengapa catatan SIPRI 2020-2025 mereka berstatus "Salam Kosong":
      Ketidakmampuan "Down Payment" (DP): Hampir semua produsen senjata (Dassault, Lockheed Martin, dsb.) mensyaratkan uang muka tunai. Dengan kas yang terkuras untuk bunga utang, Malaydesh tidak memiliki likuiditas untuk memulai kontrak baru.
      Rating Kredit Menurun: Rasio utang terhadap PDB yang menyentuh 69% (melewati limit aman 65%) membuat lembaga donor internasional ragu memberikan skema Export Credit (Kredit Eksport) baru.
      --------------------------------
      3. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING DEFENSE)
      Karena tidak mampu membeli (Belanja Modal/CAPEX), Malaydesh terpaksa beralih ke skema OPEX (Belanja Operasional):
      Strategi Bertahan: Daripada membeli helikopter atau kapal, mereka menyewa aset (seperti Black Hawk atau AW139) dengan kontrak jangka pendek.
      Kerugian Jangka Panjang: Secara total, biaya sewa seringkali lebih mahal daripada membeli, namun ini adalah satu-satunya cara agar militer mereka tidak lumpuh total (Grounding) di tengah krisis likuiditas.
      --------------------------------
      4. RISIKO DEMILITERISASI DE FACTO
      Jika tren bunga utang ini terus naik (proyeksi RM 1,79 Triliun di 2026), Malaydesh menghadapi risiko Demiliterisasi De Facto:
      Kematian Alutsista Tua: Pesawat seperti MiG-29 atau kapal tua tidak bisa di-upgrade karena biaya integrasi sistem sangat mahal.
      Kalah Saing Kawasan: Di saat Indonesia (PDB US$ 1,44 T) melakukan belanja besar-besaran, Malaydesh justru mengalami stagnasi kekuatan yang membuat peringkat GFP 2026 mereka merosot di bawah Filipina.
      --------------------------------
      5. DAMPAK INVESTIGASI MACC & PEMBEKUAN 2026
      Beban utang ini diperparah oleh kebocoran anggaran. Investigasi MACC terhadap praktik kartel dan korupsi alutsista menjadi alasan PM Anwar Ibrahim melakukan "Freeze" (Pembekuan)

      Hapus
    2. 2026 = SIPRI KOSONG – F18 BATAL - JEBAKAN "DEBT SERVICE RATIO" (DSR)
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      -------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      --------------------------------
      1. JEBAKAN "DEBT SERVICE RATIO" (DSR)
      Angka RM 54,7 Miliar bukan sekadar angka statistik, melainkan beban tetap yang harus dibayar pemerintah sebelum mengalokasikan dana untuk sektor lain.
      Kanibalisasi Anggaran: Dana sebesar ini setara dengan 3-4 kali lipat total anggaran pertahanan tahunan mereka.
      Prioritas Terbalik: Pemerintah lebih memprioritaskan menjaga kepercayaan kreditur internasional agar tidak default (gagal bayar) daripada memodernisasi alutsista.
      --------------------------------
      2. IMPLIKASI TERHADAP PENGADAAN MILITER (SIPRI KOSONG)
      Beban bunga utang yang masif menjelaskan mengapa catatan SIPRI 2020-2025 mereka berstatus "Salam Kosong":
      Ketidakmampuan "Down Payment" (DP): Hampir semua produsen senjata (Dassault, Lockheed Martin, dsb.) mensyaratkan uang muka tunai. Dengan kas yang terkuras untuk bunga utang, Malaydesh tidak memiliki likuiditas untuk memulai kontrak baru.
      Rating Kredit Menurun: Rasio utang terhadap PDB yang menyentuh 69% (melewati limit aman 65%) membuat lembaga donor internasional ragu memberikan skema Export Credit (Kredit Eksport) baru.
      --------------------------------
      3. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING DEFENSE)
      Karena tidak mampu membeli (Belanja Modal/CAPEX), Malaydesh terpaksa beralih ke skema OPEX (Belanja Operasional):
      Strategi Bertahan: Daripada membeli helikopter atau kapal, mereka menyewa aset (seperti Black Hawk atau AW139) dengan kontrak jangka pendek.
      Kerugian Jangka Panjang: Secara total, biaya sewa seringkali lebih mahal daripada membeli, namun ini adalah satu-satunya cara agar militer mereka tidak lumpuh total (Grounding) di tengah krisis likuiditas.
      --------------------------------
      4. RISIKO DEMILITERISASI DE FACTO
      Jika tren bunga utang ini terus naik (proyeksi RM 1,79 Triliun di 2026), Malaydesh menghadapi risiko Demiliterisasi De Facto:
      Kematian Alutsista Tua: Pesawat seperti MiG-29 atau kapal tua tidak bisa di-upgrade karena biaya integrasi sistem sangat mahal.
      Kalah Saing Kawasan: Di saat Indonesia (PDB US$ 1,44 T) melakukan belanja besar-besaran, Malaydesh justru mengalami stagnasi kekuatan yang membuat peringkat GFP 2026 mereka merosot di bawah Filipina.
      --------------------------------
      5. DAMPAK INVESTIGASI MACC & PEMBEKUAN 2026
      Beban utang ini diperparah oleh kebocoran anggaran. Investigasi MACC terhadap praktik kartel dan korupsi alutsista menjadi alasan PM Anwar Ibrahim melakukan "Freeze" (Pembekuan)

      Hapus
    3. 2026 = SIPRI KOSONG (SALAM KOSONG) – F18 BATAL
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      --------------------------------
      1. STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2025)
      Indonesia (Peringkat 18 Dunia - Shopping):
      Total Estimasi: ~USD 10,47 Miliar + EUR 1,2 Miliar.
      Aset Utama: 42 Jet Rafale F-4, 2 Fregat PPA-L-Plus, 2 A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, Drone Anka-S.
      Sistem Pendukung: Mesin TP400-D6, LM-2500, dan sistem Air Refuel.
      Malaydesh (Out List - Lembar Kosong):
      Total Kontrak: NIL (KOSONG).
      Kondisi: Anggaran RM 5,8 Miliar (USD 1,34 M) hanya terserap untuk pemeliharaan (senggara) dan perbaikan aset lama.
      --------------------------------
      2. KEKUATAN MILITER ASEAN (GLOBAL FIREPOWER 2026)
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN)
      Vietnam: Peringkat 23 Dunia
      Thailand: Peringkat 24 Dunia
      Singapura: Peringkat 29 Dunia
      Myanmar: Peringkat 35 Dunia
      Filipina: Peringkat 41 Dunia
      Malaydesh: Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN)
      --------------------------------
      3. DINAMIKA KAWASAN (KATEGORI SIPRI 2025)
      Kelompok Aktif (Belanja Masif): Indonesia, Vietnam, Myanmar, Thailand, Filipina, Singapura.
      Kelompok Pasif (Tanpa Pengadaan Besar): Malaydesh, Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
      --------------------------------
      4. CATATAN KEGAGALAN PERTAHANAN MALAYDESH (2005–2026)
      Era 2005–2017: Kegagalan realisasi Rudal KS-1A (China), Rafale (Prancis), dan JF-17 (Pakistan).
      Era 2018–2025: Pembatalan kontrak MRSS (PT PAL), Kapal Yavuz (Turki), dan skandal sewa helikopter Black Hawk yang mangkrak.
      Update 2026: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet bekas Kuwait dan moratorium total belanja modal militer oleh PM Anwar Ibrahim demi penyelamatan fiskal.

      Hapus
    4. 2026 = SIPRI KOSONG – F18 BATAL - LEASING
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      --------------------------------
      1. STATUS INVENTARIS SIPRI 2025
      Indonesia (Aktif/Masif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Mesin TP400-D6, Air Refuel System.
      Darat: Rudal Bora, Rudal Khan, Drone Anka-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine, LM-2500.
      Malaydesh (Kosong/Stagnan):
      Status: "Salam Kosong" (2020–2025). Tidak ada kontrak efektif, hanya rencana (planned) atau pesanan yang belum dieksekusi.
      --------------------------------
      2. PERINGKAT GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41.
      Malaydesh: Peringkat 42 (Turun ke posisi 7 di ASEAN).
      --------------------------------
      3. ANALISA KONTRAS FISKAL & EKONOMI
      INDONESIA (SEHAT):
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Debt-to-GDP: 40% (Di bawah batas aman 60%).
      Kemampuan: Belanja tunai dan kredit ekspor resmi untuk modernisasi.
      Malaydesh (Kritis):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Debt-to-GDP: 69% (Melampaui limit 65%).
      Beban: Hutang negara RM 1,65 Triliun; 84% warga tidak memiliki tabungan bulanan.
      --------------------------------
      4. PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA & LAUT
      INDONESIA (TRANSFORMASI GEN 4.5/5):
      Akuisisi 42 Rafale, 24 F-15IDN, dan pengembangan KF-21 Boramae.
      Malaydesh (Kelistrikan & "Prank"):
      Aset Grounded: MiG-29N, MB339CM, Heli Nuri.
      Skandal: Kehilangan 48 unit Skyhawk dan 2 mesin jet.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS (karatan) dan OPV.
      --------------------------------
      5. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING)
      AKIBAT KETERBATASAN ANGGARAN, MALAYDESH BERALIH DARI KEPEMILIKAN MENJADI PENYEWA ASET:
      Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan simulator.
      Darat: Sewa truk 3 ton, motor polisi (BMW R1250RT), dan kendaraan 4x4.
      Laut: Sewa kapal hidro-oseanografi dan berbagai jenis boat (FIB, RHFB).
      --------------------------------
      6. TIMELINE KEGAGALAN PENGADAAN (2005–2026)
      BATAL/MANGKRAK:
      Rafale (2014), Artileri Caesar (2016), JF-17 (2017), Tejas (2022).
      Blokade/Isu Teknis: Komponen FA-50 (USA), F/A-18 Hornet Kuwait (2026 - Batal biaya logistik).
      Kebijakan Terbaru: PM Anwar Ibrahim melakukan Pembekuan Total (Freeze) pengadaan militer 2026 karena investigasi korupsi.

      Hapus
  6. TIMELINE HUTANG BAYAR HUTANG MALAYDESH =
    -
    2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan) karena utang tembus RM1 triliun.
    -
    2019: 59% pinjaman baru dipakai bayar utang lama (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: Meningkat ke 60%, anggaran pembangunan mulai terhimpit.
    -
    2021: Sedikit turun ke 50,4% (RM98 miliar untuk cicilan pokok).
    -
    2022: Naik ke 52,4% seiring pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: Rekor tertinggi 64,3% (RM145,8 miliar hanya untuk bayar utang).
    -
    2024: Konsolidasi dimulai, posisi di angka 58,9%.
    -
    2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar disiapkan untuk utang jatuh tempo).
    -
    2026: Tren bayar utang pakai utang diprediksi terus berlanjut berdasarkan Tinjauan Fiskal MOF.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

    BalasHapus
  7. BUKTI KAPAL PPA OMPONG NGUTANG LENDER versi GUN BOAT FFNBW.... 👎👎🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      EKSODUS 97.000 ORANG + ART UNTUNG USA
      -
      Kondisi ekonomi dan pertahanan Malaydesh saat ini berada dalam titik nadir akibat ketidakstabilan politik yang ekstrem—ditandai dengan pergantian berkali-kali posisi Perdana Menteri dan Menteri—yang memicu kegagalan total (zonk) pada berbagai proyek alutsista strategis seperti MRCA, LCS, SPH, dan MRSS serta pembekuan pengadaan barang hingga 2026. Beban utang yang mencapai 84,3% terhadap PDB dan fenomena eksodus massal 97.000 warga memperparah krisis "gali lubang tutup lubang", yang diperburuk oleh perjanjian ART yang dinilai sangat merugikan karena memaksa Malaydesh membuka pasar bagi AS tanpa timbal balik tarif yang setara, mewajibkan pasokan mineral kritis, serta mengikat kedaulatan politik-ekonomi negara di bawah ancaman sanksi dan terminasi sepihak oleh Amerika Serikat.
      ________________________________________
      Kedaulatan Ekonomi dan Penguasaan Aset
      -
      Indonesia: Mengukuhkan kedaulatan sumber daya dengan penguasaan 63,23% saham PT Freeport Indonesia. Keberhasilan mendapatkan tambahan 12% saham secara gratis menunjukkan posisi tawar yang sangat kuat dalam negosiasi tanpa membebani keuangan negara.
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko kedaulatan melalui "Klausul Pemutusan Sepihak" oleh AS. Kebijakan luar negeri Malaydesh menjadi terbatas karena ketergantungan pada restu geopolitik AS terhadap mitra dagang pihak ketiga (seperti China/Rusia).
      ________________________________________
      2. Efisiensi Biaya dan Pemanfaatan Devisa
      -
      Indonesia: Sangat efisien dengan komitmen hanya US$ 22,7 Miliar untuk akses 1.819 pos produk tarif 0%. Fokus pada hilirisasi memastikan modal tetap berputar di dalam negeri untuk membangun industri manufaktur.
      -
      Malaydesh: Mengalami kerugian ekonomi ganda (double loss) dengan membayar US$ 242 Miliar (10 kali lipat lebih mahal) untuk jumlah produk yang lebih sedikit (1.711 pos). Dana tersebut dialokasikan untuk konsumsi produk jadi AS (Boeing & LNG), yang merupakan bentuk transfer kekayaan kembali ke negara maju.
      ________________________________________
      3. Kedaulatan Data dan Standarisasi Regulasi
      -
      Indonesia: Memegang kendali penuh melalui UU PDP. Pertukaran data lintas batas hanya berlaku untuk Data Komersial, bukan data kependudukan pribadi, sehingga privasi warga negara tetap terlindungi.
      -
      Malaydesh: Terpaksa mengadopsi standar regulasi dan keamanan nasional AS (Imperialisme Regulasi). Kewajiban memfasilitasi transfer data dan larangan membatasi layanan digital AS berpotensi menghambat inovasi dan kemandirian teknologi lokal.
      ________________________________________
      4. Ketahanan Fiskal dan Orientasi Masa Depan
      -
      Indonesia: Memiliki ruang fiskal yang sehat (utang ~40% GDP) dan fokus pada pembangunan basis produksi serta energi hijau melalui hilirisasi.
      -
      Malaydesh: Berada dalam tekanan krisis utang (69% GDP) dengan pola ekonomi yang cenderung konsumtif terhadap produk Barat demi mengamankan posisi politik.

      Hapus
    2. 1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      ________________________________________
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      ________________________________________
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
    3. 1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      ________________________________________
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      ________________________________________
      KLAIM KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI

      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      --------------------
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.

      Hapus
    4. MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.


      Hapus
    5. 1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      ________________________________________
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      ________________________________________
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    6. 1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      ________________________________________
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      ________________________________________
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus

    7. 1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      ________________________________________
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      ________________________________________
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
      Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
      Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
      4️⃣ Analisis
      • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
      • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
      • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
      Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
      4️⃣ Analisis
      • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
      • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
      • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
      Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga

      Hapus
    8. MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      🦧GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      ---------------------------
      1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
      -------------------
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).

      Hapus
    9. 2026 = TARIF 25% - SIPRI KOSONG – F18 BATAL
      -
      Senjata Hukum USTR (Tarif Pembalasan)
      Section 301 (Pedang Perdagangan)
      -
      IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi"
      -------------------------------
      1. Senjata Hukum USTR (Tarif Pembalasan)
      Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
      IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.
      -------------------------------
      2. Tujuan Tekanan Washington
      Efek Jera: Memberikan biaya ekonomi tinggi bagi negara yang membatalkan perjanjian sepihak.
      Negosiasi Ulang: Memaksa mitra kembali ke meja perundingan dengan posisi tawar yang jauh lebih lemah.
      Proteksi Produk AS: Menjamin komoditas AS (Pangan & Teknologi) tetap masuk ke pasar lokal meskipun tanpa payung ART.
      -------------------------------
      3. Kondisi Fiskal & Risiko 2026
      Utang Federal: Diproyeksikan menyentuh RM 1,3 Triliun (Rasio PDB 70,4% pada 2025/2026).
      Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM 1,63 Triliun (84,3% PDB), didominasi KPR (60,5%).
      Isolasi Ekonomi: Kombinasi tarif tinggi dan beban utang memicu Capital Flight (relokasi pabrik) ke negara tetangga yang lebih kooperatif dengan AS, mengancam likuiditas domestik.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
  8. 143 meter Kapal Kombatan Raksasa TERBESAR SEKAWASAN haha!🦾🚀🦾
    Moderen
    Full WEPON haha!🚀🔥🚀
    VLS SLYVER A50

    sedangkan gowing lcs, kapal pendek, tua, teknologi USANG..MANGKRAK haha!😋😝😋

    BalasHapus
  9. MAHATHIR = MALAS MISKIN
    menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
    -
    Sumber Berita:
    The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
    Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
    Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
    -
    ANWAR IBRAHIM = MISKIN
    “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
    -
    Sumber Berita:
    Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
    Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
    The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
    -
    EKSODUS 97.000 ORANG + ART UNTUNG USA
    -
    Kondisi ekonomi dan pertahanan Malaydesh saat ini berada dalam titik nadir akibat ketidakstabilan politik yang ekstrem—ditandai dengan pergantian berkali-kali posisi Perdana Menteri dan Menteri—yang memicu kegagalan total (zonk) pada berbagai proyek alutsista strategis seperti MRCA, LCS, SPH, dan MRSS serta pembekuan pengadaan barang hingga 2026. Beban utang yang mencapai 84,3% terhadap PDB dan fenomena eksodus massal 97.000 warga memperparah krisis "gali lubang tutup lubang", yang diperburuk oleh perjanjian ART yang dinilai sangat merugikan karena memaksa Malaydesh membuka pasar bagi AS tanpa timbal balik tarif yang setara, mewajibkan pasokan mineral kritis, serta mengikat kedaulatan politik-ekonomi negara di bawah ancaman sanksi dan terminasi sepihak oleh Amerika Serikat.
    ________________________________________
    Kedaulatan Ekonomi dan Penguasaan Aset
    -
    Indonesia: Mengukuhkan kedaulatan sumber daya dengan penguasaan 63,23% saham PT Freeport Indonesia. Keberhasilan mendapatkan tambahan 12% saham secara gratis menunjukkan posisi tawar yang sangat kuat dalam negosiasi tanpa membebani keuangan negara.
    -
    Malaydesh: Menghadapi risiko kedaulatan melalui "Klausul Pemutusan Sepihak" oleh AS. Kebijakan luar negeri Malaydesh menjadi terbatas karena ketergantungan pada restu geopolitik AS terhadap mitra dagang pihak ketiga (seperti China/Rusia).
    ________________________________________
    2. Efisiensi Biaya dan Pemanfaatan Devisa
    -
    Indonesia: Sangat efisien dengan komitmen hanya US$ 22,7 Miliar untuk akses 1.819 pos produk tarif 0%. Fokus pada hilirisasi memastikan modal tetap berputar di dalam negeri untuk membangun industri manufaktur.
    -
    Malaydesh: Mengalami kerugian ekonomi ganda (double loss) dengan membayar US$ 242 Miliar (10 kali lipat lebih mahal) untuk jumlah produk yang lebih sedikit (1.711 pos). Dana tersebut dialokasikan untuk konsumsi produk jadi AS (Boeing & LNG), yang merupakan bentuk transfer kekayaan kembali ke negara maju.
    ________________________________________
    3. Kedaulatan Data dan Standarisasi Regulasi
    -
    Indonesia: Memegang kendali penuh melalui UU PDP. Pertukaran data lintas batas hanya berlaku untuk Data Komersial, bukan data kependudukan pribadi, sehingga privasi warga negara tetap terlindungi.
    -
    Malaydesh: Terpaksa mengadopsi standar regulasi dan keamanan nasional AS (Imperialisme Regulasi). Kewajiban memfasilitasi transfer data dan larangan membatasi layanan digital AS berpotensi menghambat inovasi dan kemandirian teknologi lokal.
    ________________________________________
    4. Ketahanan Fiskal dan Orientasi Masa Depan
    -
    Indonesia: Memiliki ruang fiskal yang sehat (utang ~40% GDP) dan fokus pada pembangunan basis produksi serta energi hijau melalui hilirisasi.
    -
    Malaydesh: Berada dalam tekanan krisis utang (69% GDP) dengan pola ekonomi yang cenderung konsumtif terhadap produk Barat demi mengamankan posisi politik.

    BalasHapus

  10. 1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
    Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
    -
    South China Morning Post (SCMP)
    Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
    Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
    -
    The Straits Times (Singapore)
    Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
    Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
    -
    Reuters
    Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
    Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
    ________________________________________
    2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
    Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
    -
    Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
    Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
    Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
    -
    CNA (Channel News Asia)
    Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
    Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
    -
    The Star (Malaydesh)
    Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
    Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
    ________________________________________
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
    Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
    Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
    4️⃣ Analisis
    • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
    • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
    • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
    Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
    4️⃣ Analisis
    • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
    • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
    • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
    Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga

    BalasHapus
  11. Terkuak LRAD PPA BRAWIJAYA adalah SITEP MASS SX-424 made in Italiano haha!👍😎👍

    menjadikan kita Operator Laser Pertamax Sekawasan ASEAN haha!🧞‍♂️🔥🧞‍♂️
    Premium..Ciu ciuuu..haha!💰🔫💰

    ayo min, aplot donk..mayan bikin tetangga FANNAAAS🔥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    SITEP MASS SX-424,
    Sistem LRAD Untuk KRI Brawijaya-320Pada sistem MASS SX-424 besutan SITEP Italia ini, terdapat beberapa perangkat yang diintegrasikan kedalam satu sistem pedestal, diantaranya yakni perangkat Acoustic Hailer (pemanggil/pemancar gelombang akustik/suara); Thermal Camera; Laser Range Finder; Laser Dazzler; Search Light atau lampu sorot untuk pencarian objek; serta perangkat Video Tracking Module dan sistem kendali remote yang terhubung ke konsol kontrol/kendali.
    https://www.hobbymiliter.com/13632/sitep-mass-sx-424-sistem-lrad-untuk-kri-brawijaya-320/

    BalasHapus
  12. penampakan SITEP 424 di
    ✨️KRI PRABU SILIWANGI 421

    mamamia...citra rasa italiano, grazias haha!🤗👍🤗

    kapal kl, pasti gak punyak haha!😋😋😋
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.hobbymiliter.com/wp-content/uploads/2025/02/321-bersama-Copy-scaled.jpg

    BalasHapus
  13. 2026 = TARIF 25% - SIPRI KOSONG – F18 BATAL
    -
    MALAYDESH OUT = USTR TARIF 10-25%
    SECTION 301 DAN IEEPA SEBAGAI BENTUK "TARIF PEMBALASAN"
    --------------------------------
    INSTRUMEN HUKUM AS (SECTION 301 DAN IEEPA) SEBAGAI BENTUK "TARIF PEMBALASAN" TERHADAP NEGARA YANG KELUAR DARI KERANGKA KERJA SAMA (SEPERTI ART) DAPAT DIJELASKAN SEBAGAI BERIKUT:
    -
    1. SECTION 301 DARI TRADE ACT 1974 (PEDANG PERDAGANGAN)
    Ini adalah senjata utama Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) untuk menyelidiki dan merespons praktik perdagangan negara asing yang dianggap tidak adil atau membatasi ekspor AS.
    Mekanisme: Jika sebuah negara keluar dari perjanjian timbal balik (ART), AS dapat menuduh negara tersebut melakukan praktik diskriminatif.
    Dampak: USTR memiliki wewenang hukum untuk menaikkan tarif impor secara sepihak (biasanya 10-25%) pada daftar produk tertentu dari negara tersebut sebagai kompensasi atas kerugian akses pasar AS.
    Kasus Nyata: Instrumen inilah yang digunakan AS dalam perang dagang melawan Tiongkok untuk memaksakan perubahan kebijakan domestik mereka.
    --------------------------------

    2. INTERNATIONAL EMERGENCY ECONOMIC POWERS ACT / IEEPA (STATUS DARURAT)
    IEEPA adalah undang-undang federal yang memberi Presiden AS otoritas luas untuk mengatur ekonomi dalam menghadapi "ancaman luar biasa" terhadap keamanan nasional, luar negeri, atau ekonomi AS.
    Mekanisme: Jika keluarnya suatu mitra dagang dianggap mengganggu stabilitas ekonomi atau rantai pasok strategis AS, Presiden dapat menyatakan "Darurat Nasional".
    Dampak: Presiden bisa langsung memblokir transaksi, menyita aset, atau memberlakukan hambatan perdagangan ketat tanpa memerlukan persetujuan panjang dari Kongres. Ini adalah instrumen yang jauh lebih agresif dibanding tarif standar.
    --------------------------------
    3. MENGAPA DIGUNAKAN UNTUK MENEKAN MITRA YANG KELUAR?
    Ketika sebuah negara (seperti Malaydesh) membatalkan ART, AS kehilangan jaminan akses pasar yang sebelumnya disepakati. Penggunaan instrumen ini bertujuan untuk:
    Memberi Efek Jera: Menunjukkan bahwa keluar dari kesepakatan AS memiliki biaya ekonomi yang jauh lebih tinggi daripada tetap bertahan.
    Memaksa Negosiasi Ulang: Menekan negara tersebut agar kembali ke meja perundingan dengan posisi tawar yang lebih lemah bagi mereka.
    Melindungi Kepentingan AS: Memastikan bahwa produk AS (seperti teknologi atau pangan) tetap bisa masuk ke pasar negara tersebut meski tanpa payung ART.
    -
    Analisis Risiko 2026:
    Bagi negara yang terkena instrumen ini, dampaknya adalah "Isolasi Ekonomi" dari pasar AS. Produk unggulan seperti Elektronik (E&E) dan Manufaktur akan langsung kehilangan pembeli di AS karena harga yang melonjak akibat tarif Section 301, yang pada akhirnya memicu Capital Flight (relokasi pabrik) ke negara tetangga yang dianggap lebih kooperatif dengan Washington
    --------------------------------
    1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
    Posisi Utang: Mencapai RM1,25 triliun (akhir 2024) dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada akhir 2025.
    Rasio terhadap PDB: Diperkirakan stabil di kisaran 64% – 69% hingga 2025. Angka ini masih di bawah plafon hukum 65% untuk instrumen utama (MGS/MGII).
    Tren Jangka Panjang: Data Statista memprediksi rasio akan naik tipis ke 70,4% (2025) sebelum stabil hingga 2029.
    -
    2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
    Posisi Utang: Tercatat sebesar RM1,63 triliun (Desember 2024), meningkat dari RM1,19 triliun pada 2018.
    Rasio terhadap PDB: Berada di level tinggi, yakni 84,1% – 84,3% (2024/2025).
    Komposisi & Risiko: Didominasi pinjaman perumahan (60,5%). Bank Negara Malaydesh (BNM) menilai kondisi masih terkendali dengan rasio kredit macet rendah (1,1%).
    -------------------------------------------------
    KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043

    BalasHapus
  14. 2026 = SIPRI KOSONG – F18 BATAL – STAGNASI NO SHOPPING
    -
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    -------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    -------------------------------
    1. HIERARKI KEKUATAN MILITER ASEAN (GFP 2026)
    Dominasi Puncak: Indonesia mengokohkan posisi di peringkat 13 dunia (Skor 0.2582), memimpin mutlak di Asia Tenggara.
    Papan Menengah: Vietnam (23), Thailand (24), Singapura (29), dan Myanmar (35).
    Papan Bawah & Stagnasi: Filipina (41) dan Malaydesh (42). Peringkat Malaydesh merosot ke urutan ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina dan Myanmar.
    -------------------------------
    2. KONDISI PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2025)
    Kelompok Aktif (Shoppers): Indonesia, Singapura, Vietnam, Thailand, dan Filipina terus melakukan transfer senjata besar (Rafale, Scorpène, rudal jarak jauh).
    Kelompok "Lembar Kosong" (Stagnan): Malaydesh, Timor Leste, Kamboja, Laos, dan Brunei mencatat aktivitas nol atau minimal.
    Fenomena Malaydesh: Mengalami "mati suri" pengadaan (2020–2025). Banyak rencana yang berstatus Planned atau Selected berakhir dengan pembatalan (Cancelled) karena kendala anggaran.
    -------------------------------
    3. ANALISIS PENYEBAB STAGNASI MALAYDESH
    KRISIS FISKAL:
    Beban utang yang mencapai RM 1,7 Triliun membatasi ruang gerak belanja pertahanan.
    Kegagalan Kontrak: Pembatalan pengadaan jet F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait dan helikopter Black Hawk.
    Skandal Tata Kelola: Isu proyek Littoral Combat Ship (LCS) yang tak kunjung tuntas merusak kredibilitas manajemen pertahanan.
    --------------------------------
    4. PERBANDINGAN EKONOMI & GEOPOLITIK
    SKALA EKONOMI:
    PDB Indonesia (PPP US$ 5,69 Triliun) kini 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh, melampaui kekuatan Eropa seperti Inggris dan Prancis.
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia stabil di ~39%, sementara Malaydesh tertekan di angka ~64%.
    Kontrol Komoditas: Indonesia menjadi Price Maker global melalui hilirisasi nikel (60% pasokan dunia), memberikan daya tawar tinggi di panggung internasional.

    BalasHapus
  15. sedangkan gowing lcs, dari 2011..
    frigat MURAH FULL OMFONG...

    ⛔️NO MERIAM
    ⛔️NO RADAR
    ⛔️NO VLS
    ⛔️NO TORPEDO
    ⛔️NO ENGINE haha!🤥🤪🤥

    eittt kensel 1 bijik, nambah lagi segra
    kahsiyan, tak bisa melawan kenyataan haha!😂🤣😂

    BalasHapus
  16. 1. INDONESIA VS ASEAN (SKALA EKONOMI)
    Perbandingan PDB PPP (Daya Beli Riil):
    vs Vietnam: Indonesia 3,01x lebih besar ($5,69 T vs $1,89 T)
    vs Filipina: Indonesia 3,04x lebih besar ($5,69 T vs $1,87 T)
    vs Thailand: Indonesia 3,07x lebih besar ($5,69 T vs $1,85 T)
    vs Malaydesh: Indonesia 4,24x lebih besar ($5,69 T vs $1,34 T)
    vs Singapura: Indonesia 6,69x lebih besar ($5,69 T vs $0,85 T)
    -
    Perbandingan PDB Nominal (Nilai Pasar):
    vs Thailand: Indonesia 2,91x lebih besar ($1,69 T vs $0,58 T)
    vs Singapura: Indonesia 3,18x lebih besar ($1,69 T vs $0,53 T)
    vs Filipina: Indonesia 3,31x lebih besar ($1,69 T vs $0,51 T)
    vs Vietnam: Indonesia 3,44x lebih besar ($1,69 T vs $0,49 T)
    vs Malaydesh: Indonesia 3,67x lebih besar ($1,69 T vs $0,46 T)
    --------------------------------
    2. POSISI INDONESIA DI ASIA & DUNIA (2025)
    Peringkat 6 Dunia (PPP): Di atas Jerman, Inggris, dan Prancis.
    Peringkat 15 Dunia (Nominal): Di atas Australia dan Turki.
    Peringkat 5 Asia (Nominal): Di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korsel.
    --------------------------------

    3. PROFIL RISIKO: INDONESIA VS MALAYDESH
    Indonesia: Ekonomi sehat dengan Utang Pemerintah 40% (Limit 60%) dan Utang Rumah Tangga rendah (16%).
    Malaydesh: Tekanan fiskal tinggi dengan Utang Pemerintah 69% (Melewati limit 65%) dan Utang Rumah Tangga ekstrem (84,3%).
    Proyeksi Utang Malaydesh (2026): Diperkirakan terus naik mencapai RM 1,79 Triliun
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

    BalasHapus
  17. katanya ada rudal mana NSM?...
    dari 2011 KONTRAK KOSONK haha!🤣🤥🤣

    malah kita duluan punyak NSM haha!🤑🥳🤑
    kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGIIIII

    BalasHapus
  18. PERBANDINGAN PDB PPP INDONESIA VS ASEAN
    (PDB PPP Indonesia: US$5,69 Triliun)
    -
    3,07x = Indonesia vs Thailand (US$5,69 Triliun versus US$1,85 T)
    -
    3,01x = Indonesia vs Vietnam (US$5,69 versus Triliun US$1,89 T)
    -
    3,04x = Indonesia vs Filipina (US$5,69 Triliun US$1,87 T)
    -
    4,24x = Indonesia vs Malaydesh (US$5,69 Triliun US$1,34 T)
    -
    6,69x = Indonesia vs Singapura (US$5,69 Triliun US$0,85 T)
    -
    PERBANDINGAN PDB NOMINAL INDONESIA VS ASEAN
    (PDB Nominal Indonesia: US$1,69 Triliun)
    -
    2,91x = Indonesia vs Thailand (US$1,69 Triliun versus US$0,58 T)
    -
    3,18x = Indonesia vs Singapura (US$1,69 Triliun versus US$0,53 T)
    -
    3,31x = Indonesia vs Filipina (US$1,69 Triliun versus US$0,51 T).
    -
    3,44x = Indonesia vs Vietnam (US$1,69 Triliun versus US$0,49 T)
    -
    3,67x = Indonesia vs Malaydesh (US$1,69 Triliun versus US$0,46 T)
    -
    2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
    Explanation
    • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
    • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
    • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
    • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
    • Indonesia is a member of the BRICS
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED

    BalasHapus
  19. INDONESIA 256 UNIT
    48 KAAN / TF-X (Turkiye): USD 208 – 312 Juta Per Unit
    42 Dassault Rafale F4 (Prancis): USD 115 – 192 Juta Per Unit
    48 KF-21 Boramae (Korsel-RI): USD 80 – 100 Juta Per Unit
    33 F-16 (AS): USD 40 – 64 Juta Per Unit
    16 Sukhoi USD 54,8 – 65 juta per unit
    19 T-50i Golden Eagle (Korsel): USD 30 – 35 Juta Per Unit
    24 M-346FA (Italia): USD 25 – 35 Juta Per Unit
    26 BAE Hawk 109/209 (Inggris): USD 20 – 30 Juta
    =====================
    =====================
    MALAYDESH 55 UNIT
    18 : 10 LCA 8 LIFT FA-50M (Korsel): USD 51,1 Juta Per Unit
    18 Sukhoi (Rusia): USD 50 – 70 Juta Per Unit
    7 F/A-18D Hornet (AS): USD 30 – 35 Juta Per Unit
    12BAE Hawk 108/208 (Inggris): USD 18 – 25 Juta Per Unit
    --------------------------------
    KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------
    SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
    -
    SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
    --------------------------------
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    SIPRI PERIODE 2021–2025:
    SIPRI PERIODE 2021–2025:
    SIPRI PERIODE 2021–2025:
    -
    1. INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    2. Filipina (1,2%)
    STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
    Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
    -
    3. Singapura (1,1%)
    STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
    Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
    -
    4. Thailand (0,5%)
    STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
    Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
    -
    5. Malaydesh (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
    -
    6. Kamboja (0,1%)
    STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
    Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
    --------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
    -
    2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
    -
    3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
    -
    4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
    -
    5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
    -
    6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
    -
    7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
    -
    8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
    -
    9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)

    BalasHapus
  20. PPA sudah komplit yaaa...
    FULL WEPON haha!🦾🚀🦾

    Kahsiyan Warganyet kl, NGAMUK🔥 KALAH LAAGGIIIII...haha!😆😤😆
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Ia menambahkan, kapal perang itu juga dilengkapi meriam utama OTO Melara 127 milimeter, meriam 76 milimeter Strales untuk target udara jarak menengah, 16 peluncur rudal vertikal untuk serangan udara, rudal✅️Teseo Mk-2E untuk target permukaan, torpedo antikapal selam, hingga senjata otomatis jarak dekat.

    BalasHapus
  21. BUKTI KAPAL PPA OMPONG FFBNW... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA 256 UNIT
      48 KAAN / TF-X (Turkiye): USD 208 – 312 Juta Per Unit
      42 Dassault Rafale F4 (Prancis): USD 115 – 192 Juta Per Unit
      48 KF-21 Boramae (Korsel-RI): USD 80 – 100 Juta Per Unit
      33 F-16 (AS): USD 40 – 64 Juta Per Unit
      16 Sukhoi USD 54,8 – 65 juta per unit
      19 T-50i Golden Eagle (Korsel): USD 30 – 35 Juta Per Unit
      24 M-346FA (Italia): USD 25 – 35 Juta Per Unit
      26 BAE Hawk 109/209 (Inggris): USD 20 – 30 Juta
      =====================
      =====================
      MALAYDESH 55 UNIT
      18 : 10 LCA 8 LIFT FA-50M (Korsel): USD 51,1 Juta Per Unit
      18 Sukhoi (Rusia): USD 50 – 70 Juta Per Unit
      7 F/A-18D Hornet (AS): USD 30 – 35 Juta Per Unit
      12BAE Hawk 108/208 (Inggris): USD 18 – 25 Juta Per Unit
      --------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)

      Hapus
  22. Saya sudah kata dari awal. Kapal PPA versi NGUTANG LENDER ni hanya sebatas GUN BOAT FFNBW je... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA 256 UNIT
      48 KAAN / TF-X (Turkiye): USD 208 – 312 Juta Per Unit
      42 Dassault Rafale F4 (Prancis): USD 115 – 192 Juta Per Unit
      48 KF-21 Boramae (Korsel-RI): USD 80 – 100 Juta Per Unit
      33 F-16 (AS): USD 40 – 64 Juta Per Unit
      16 Sukhoi USD 54,8 – 65 juta per unit
      19 T-50i Golden Eagle (Korsel): USD 30 – 35 Juta Per Unit
      24 M-346FA (Italia): USD 25 – 35 Juta Per Unit
      26 BAE Hawk 109/209 (Inggris): USD 20 – 30 Juta
      =====================
      =====================
      MALAYDESH 55 UNIT
      18 : 10 LCA 8 LIFT FA-50M (Korsel): USD 51,1 Juta Per Unit
      18 Sukhoi (Rusia): USD 50 – 70 Juta Per Unit
      7 F/A-18D Hornet (AS): USD 30 – 35 Juta Per Unit
      12BAE Hawk 108/208 (Inggris): USD 18 – 25 Juta Per Unit
      --------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      --------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)

      Hapus
  23. Eittt 2 tanker kita duluan LOLOS Hormuz
    uda lama 2 minggu laluw
    Kahsiyan , kl baruw merasa haha!😁🤥😁
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah
    https://youtube.com/watch?v=Goy9z69IGZg

    BalasHapus
  24. Bukti GOWING HASIL NGUTANG dari 2011..
    frigat MURAH FULL OMFONG...KONTRAK KOSONK haha!🤪🤥🤪

    ⛔️NO NSM
    ⛔️NO MERIAM
    ⛔️NO RADAR
    ⛔️NO VLS
    ⛔️NO TORPEDO
    ⛔️NO ENGINE haha!🤥🤪🤥

    eittt kensel 1 bijik, nambah lagi segra
    kahsiyan, tak bisa melawan kenyataan haha!😂🤣😂

    BalasHapus
  25. uda kubilang ke warganyet kl si anuw,
    KAPAL KOSONK, TAKDE PROPELER apalagi ENGINE...
    dari loncing kapal darat Gowing lcs 2018 ...PASTI DELAY..terbukti khan skarang 2026 tak ada satupun jalan haha!🤣🤥🤣

    BalasHapus
  26. Kahsiyan dari 2011....6 jadi 5..itupun semua MANGKRAK haha!😝😄😝

    kita uda punyak frigat Baruw
    ✅️2 DAMEN REM KLAS
    ✅️2 PPA BRAWIJAYA KLAS
    ✅️2 ISTIF KLAS
    ✅️4 FMP KLAS
    TOTAL 10 ASET BARUW

    dan segra tambah lagiii...
    kleian warganyet kl, takkan mampu kejar kita..jauhhhh kalah lagii haha!🤣🤥🤣

    BalasHapus