Lanud Pangeran M. Bun Yamin Lampung AKQ (photo: GoogleMaps)
TNI AU -- TNI Angkatan Udara meningkatkan status tiga Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) dari tipe "C" menjadi tipe "B" sebagai langkah strategis memperkuat dukungan operasional dan kesiapan satuan dalam menghadapi dinamika tugas yang terus berkembang.
Pengukuhan peningkatan status dipimpin Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, S.I.P., di GOR Antarikshe, Makoopsudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Ketiga Lanud tersebut masing-masing Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Lanud Pangeran M. Bun Yamin Lampung, dan Lanud Yohanis Kapiyau, Timika.
Lanud Wiriadinata Tasikmalaya TSY (image: GoogleMaps)
Dalam amanatnya, Pangkoopsudnas menegaskan peningkatan Lanud, selain merupakan tindak lanjut dari validasi organisasi TNI AU, juga untuk menjawab kompleksitas tantangan tugas yang terus meningkat. Peningkatan Lanud tipe "B", menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan operasional tugas-tugas satuan jajaran Koops Udara Nasional.
"Ketiga Lanud memiliki nilai strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas Koopsudnas sesuai karakteristik wilayah dan tantangan operasional masing-masing," ujar Pangkoopsudnas.Lebih lanjut Pangkoopsudnas menambahkan, ketiga Lanud yang dinaikkan status dari Tipe "C" menjadi Tipe "B" berperan penting dalam mendukung operasi udara, pengamanan wilayah udara nasional, mobilitas udara, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta OMP dan OMSP.
Pangkoopsudnas berharap pengukuhan menjadi momentum memperkuat sinergitas, kapabilitas, dan interoperabilitas guna mewujudkan TNI AU AMPUH.
Bersamaan dengan pengukuhan peningkatan Lanud, Pangkoopsudnas juga melantik tiga Komandan Lanud yaitu Kolonel Pnb A. Kholiq Yulianto, S.E., M.M., M.Han. (Danlanud Wiriadinata Tasimalaya), Kolonel Pnb Achmad Iwan Retmawan (Danlanud M. Bun Yamin Lampung), dan Kolonel Pnb Taufik Andriadi, S.Sos., M.Intl.Sy (Danlanud Yohanes Kapiyau Timika).Turut hadir dalam upacara, Pangkodau I, pejabat utama Koopsudnas, Kodau I, Kodau III, Komandan Lanud Wiriadinata, Komandan Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, serta para Perwira, Bintara, Tamtama, dan ASN Kodau I.
(TNI AU)



Mantap naik status...isi radar, pespur yg mumpuni..
BalasHapusPpenempatan Pespur J10C di Papua buat lawan F 35 Australia...?..🤔
HapusJ10 harusnya di Sulawesi. Terakhir kali baca nempatin skadron di Timika, yg direncanakan adalah skadron PTTA (UAV).
HapusKoopsau III skadron tempurnya di Biak atau Kupang.
Berita apa ni Admin...... 🤣🤣🤣
BalasHapusMAHATHIR = MALAS MISKIN
Hapusmenyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
berita persiyapan invasi tetangga bandel haha!😋👌🚀
BalasHapusLanud tipe B bisa dijadikan Markas Skadron UCAV :
BalasHapus1. UCAV MALE Anka-S Full Combat Ready
2. UCAV MALE Bayraktar TB-3 Full Combat Ready
3. UCAV HALE Akinci Full Combat Ready
4. UCAV HALE Kizilelma Full Combat Ready
Perbanyak persebaran Lanud Tipe B di wilayah Indonesia lainnya !
Lanud tipe B bisa dijadikan Markas Skadron UCAV :
BalasHapus1. UCAV MALE Anka-S Full Combat Ready
2. UCAV MALE Bayraktar TB-3 Full Combat Ready
3. UCAV HALE Akinci Full Combat Ready
4. UCAV HALE Kizilelma Full Combat Ready
Perbanyak persebaran Lanud Tipe B di wilayah Indonesia lainnya !
MEMALUKAN SEKALI INI ....RONGSOK ASETNYA GUYS !!!!!
BalasHapusFAKTA BERITA SAH DAN VALID INI DARI MENTERI MINDEF BERUK MALAYDESH SENDIRI.....DITAMBAH DARI PANGLIMA ARMADA BARAT BERUK ASET TLDM 75% RONGSOK SEMUA 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
⬇️⬇️⬇️⬇️
Khaled mengatakan Anka-S juga mampu membawa senjata, tetapi Malaysia memilih untuk tidak melengkapi pesawat tersebut dengan senjata
ANKA BASIC MALAYDESH CUMA PUSING PUSING CARI POKOK PISANG DAN UBI BUAT BERUK BOTOL KASTA SUBSIDI MAKLUM NEGARA MISKIN 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
Pak Menhan Indonesia ini ada BRAND NEW PREMIUM QUALITY Made in GERMAN SPH-155 mm 58 calibre dengan Radius 60-100 Km untuk menjadi Asset Serang Strategis TNI AD menjaga Ibukota dan ALKI I, II, III dan Area Perbatasan dengan negara tetangga.
BalasHapushttps://knds.com/en/press-releases/knds-unveils-a-new-main-battle-tank-generation-and-charts-the-future-of-very-long-range-artillery
Dibungkus ya Pak Menhan Indonesia batch -1 = 36 unit ketika pertimbangan procurement SPH Nexter Caesar 155 mm telah dipandang cukup untuk sementara.