Pesawat tempur Rafale TNI AU (photos: Armée de l'Air et de l'Espace)
TNI AU kedatangan pesawat tempur Rafale baru tahun depan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memastikan pesawat tempur Rafale pesanan Indonesia akan kembali datang tahun 2027.
"Di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 secara bertahap, ya. Secara bertahap sampai dengan diperkirakan di tahun 2029," kata Tedi saat dijumpai awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.
Kendati demikian, Tedi tidak menjelaskan secara rinci kapan gelombang ketiga kedatangan Rafale akan terjadi.
Dia hanya memastikan bahwa sejauh ini TNI AU sudah mempersiapkan fasilitas yang layak untuk pengoperasian dan perawatan pesawat tempur Rafale.
Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dari pengoperasian pesawat tempur Rafale yang telah berjalan dengan baik di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Sebelumnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Dassault Aviation, Prancis.
Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan yang kala itu dijabat Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.
"Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit," kata Edwin.
Sejauh ini, TNI AU baru menerima enam pesawat tempur Rafale. Tiga pesawat pertama datang pada gelombang kedatangan pertama yakni pada awal 2026 lalu.
Sisanya datang pada gelombang ke dua pada Mei 2026 dan diterima langsung oleh TNI Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Ini baru mantaf
BalasHapuslah dia kata AKAN.....??? HAHAHAHAHAHAHHA
BalasHapusini bau bau seperti F15 dan J10 ni guys....MEMBUAL....HAHAHHAHA
Goblognya gemesin deh keledai keledai Malaysia ini.... TOLOL AKUT
HapusSeperti biasa iri & dengki si gempork
HapusKarena cuma mampu beli FA 50... wkkwkw
Pur kl di kami itu Pesawat Latih bukan Pesawat Tempur.
HapusPesawat Tempur itu Rafale.
Tapi kl Malaydesh yang Miskin Akut, pesawat latih berasa pesawat tempur ya...🤣🤣🤣🤣🤣
lah dia kata AKAN.....??? HAHAHAHAHAHAHHA
BalasHapusini bau bau seperti F15 dan J10 ni guys....MEMBUAL....HAHAHHAHA
Akan Indonesia itu sedang dalam proses untuk diterima.
HapusTp kl MALAYDESH, jangankan AKAN sudah kontrak dan bayarpun BATAL. Contoh NSM 😂😂😂
MALAYDESH adalah NEGARA NAJIS
Akan Indonesia itu sedang dalam proses untuk diterima.
HapusTp kl MALAYDESH, jangankan AKAN sudah kontrak dan bayarpun BATAL. Contoh NSM 😂😂😂
MALAYDESH adalah NEGARA NAJIS
Www.rafalemalaysia.com
HapusRAFALE VERSI GHOIB
🤭🤭🤭🤭🤭
HIK...HIK..HIK
Ha ha ha yg hanya mampu shoping pesawat murahan iri tuh. Pesawat murahan warganyet kapan datang ??? Krik.. Krik..Krik...
BalasHapusWarganyet nangis di jamban karena hanya mampu shoping pesawat paling murah
BalasHapusWarganyet makin jauh tertinggal.
BalasHapusMantap Indonesia, manakala malaydesh pesawat murah fa 50 downgrade pun blm juga datang
BalasHapusWww.rafalemalaysia.com
BalasHapusRAFALE VERSI GHOIB
🤭🤭🤭🤭🤭
HIK...HIK..HIK
INDONESIA 60 RAFALE
BalasHapusMALONDESH 18 FA 50 VERSI BARTER SAWIT + HUTANG
RAFALE VERSI GHOIB
🤭🤭🤭🤭🤭
HIK...HIK..HIK
Saya kira yg datang thn depan www.rafalemalaysia.com.ha ha ha ha ha warganyet hanya bisa mimpi basah pakai kondom unisex
BalasHapusBEDA KASTA GAES...JET PEJUANG MURAHPUN CUMA BISA BARTER SAWIT + HUTANG
BalasHapus🤭🤭🤭🤭🤭
HIK...HIK..HIK
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://indomiliter.com/malaysia-resmi-order-18-unit-fa-50-fighting-eagle-separuh-pembayaran-via-barter-minyak-kelapa-sawit/&ved=2ahUKEwi3pKCUiY6XAxVmZ0EAHSKYMwUQFnoECBkQAQ&usg=AOvVaw3S9qu5IpqkXDa21uRxFxkJ
BalasHapusSEKEDAR JET PEJUANG MURAHPUN HARUS BARTER SAWIT + HUTANG...MISSQUEEN BUDGET KECIK BAGI 5
🤭🤭🤭🤭🤭
HIK...HIK..HIK
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://internasional.kompas.com/read/2019/04/19/21312921/malaysia-ingin-beli-peralatan-militer-dengan-cara-bartter-hutang ved=2ahUKEwja86LliY6XAxXaT0EAHQuEASUQFnoECE4QAQ&usg=AOvVaw0L8n4VfboLWQNKu_YWfrg5
BalasHapusPINGIN BELI ALATAN PERANG DENGAN BARTER DAN HUTANG
🤭🤭🤭🤭🤭
HIK...HIK..HIK
Ada beruk semenanjung lagi komen diatas katanya versi AKAN... padahal Rafale kita sedang dirakit di Perancis siap hantar... Tak macam rafakemalaysia. Com yang cuma MEMBUAL... ujung ujungnya beli pesawat tempur kelas berat hanya FA 50 versi basic yang dipaksa jadi penempur kelas berat hahaha gempur gempur, sudah hisap dadah kau hari ini?
BalasHapus