27 September 2026

18 Pesawat Tempur Rafale Baru Tahun 2027

27 September 2026

Pesawat tempur Rafale TNI AU (photos: Armée de l'Air et de l'Espace)

TNI AU kedatangan pesawat tempur Rafale baru tahun depan
Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI  Tedi Rizalihadi memastikan pesawat tempur Rafale pesanan Indonesia akan kembali datang tahun 2027.

"Di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 secara bertahap, ya. Secara bertahap sampai dengan diperkirakan di tahun 2029," kata Tedi saat dijumpai awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu.

Kendati demikian, Tedi tidak menjelaskan secara rinci kapan gelombang ketiga kedatangan Rafale akan terjadi.

Dia hanya memastikan bahwa sejauh ini TNI AU sudah mempersiapkan fasilitas yang layak untuk pengoperasian dan perawatan pesawat tempur Rafale.

Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dari pengoperasian pesawat tempur Rafale yang telah berjalan dengan baik di Skadron 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur jenis Rafale yang diproduksi Dassault Aviation, Prancis.


Tercatat Kementerian Pertahanan telah memborong sebanyak 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation Prancis setelah kontrak pembelian tahap ketiga untuk 18 unit terakhir efektif.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan yang kala itu dijabat Brigadir Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha menyampaikan kontrak efektif itu menjadi dasar Dassault Aviation mulai memproduksi 18 unit terakhir jet tempur Rafale pesanan Indonesia.

"Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit," kata Edwin.

Sejauh ini, TNI AU baru menerima enam pesawat tempur Rafale. Tiga pesawat pertama datang pada gelombang kedatangan pertama yakni pada awal 2026 lalu.

Sisanya datang pada gelombang ke dua pada Mei 2026 dan diterima langsung oleh TNI Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

20 komentar:

  1. lah dia kata AKAN.....??? HAHAHAHAHAHAHHA

    ini bau bau seperti F15 dan J10 ni guys....MEMBUAL....HAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Goblognya gemesin deh keledai keledai Malaysia ini.... TOLOL AKUT

      Hapus
    2. Seperti biasa iri & dengki si gempork
      Karena cuma mampu beli FA 50... wkkwkw

      Hapus
    3. Pur kl di kami itu Pesawat Latih bukan Pesawat Tempur.
      Pesawat Tempur itu Rafale.
      Tapi kl Malaydesh yang Miskin Akut, pesawat latih berasa pesawat tempur ya...🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  2. lah dia kata AKAN.....??? HAHAHAHAHAHAHHA

    ini bau bau seperti F15 dan J10 ni guys....MEMBUAL....HAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akan Indonesia itu sedang dalam proses untuk diterima.
      Tp kl MALAYDESH, jangankan AKAN sudah kontrak dan bayarpun BATAL. Contoh NSM 😂😂😂
      MALAYDESH adalah NEGARA NAJIS

      Hapus
    2. Akan Indonesia itu sedang dalam proses untuk diterima.
      Tp kl MALAYDESH, jangankan AKAN sudah kontrak dan bayarpun BATAL. Contoh NSM 😂😂😂
      MALAYDESH adalah NEGARA NAJIS

      Hapus
    3. Www.rafalemalaysia.com

      RAFALE VERSI GHOIB

      🤭🤭🤭🤭🤭

      HIK...HIK..HIK

      Hapus
  3. Ha ha ha yg hanya mampu shoping pesawat murahan iri tuh. Pesawat murahan warganyet kapan datang ??? Krik.. Krik..Krik...

    BalasHapus
  4. Warganyet nangis di jamban karena hanya mampu shoping pesawat paling murah

    BalasHapus
  5. Mantap Indonesia, manakala malaydesh pesawat murah fa 50 downgrade pun blm juga datang

    BalasHapus
  6. Www.rafalemalaysia.com

    RAFALE VERSI GHOIB

    🤭🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK..HIK

    BalasHapus
  7. INDONESIA 60 RAFALE


    MALONDESH 18 FA 50 VERSI BARTER SAWIT + HUTANG


    RAFALE VERSI GHOIB

    🤭🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK..HIK

    BalasHapus
  8. Saya kira yg datang thn depan www.rafalemalaysia.com.ha ha ha ha ha warganyet hanya bisa mimpi basah pakai kondom unisex

    BalasHapus
  9. BEDA KASTA GAES...JET PEJUANG MURAHPUN CUMA BISA BARTER SAWIT + HUTANG

    🤭🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK..HIK

    BalasHapus
  10. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://indomiliter.com/malaysia-resmi-order-18-unit-fa-50-fighting-eagle-separuh-pembayaran-via-barter-minyak-kelapa-sawit/&ved=2ahUKEwi3pKCUiY6XAxVmZ0EAHSKYMwUQFnoECBkQAQ&usg=AOvVaw3S9qu5IpqkXDa21uRxFxkJ

    SEKEDAR JET PEJUANG MURAHPUN HARUS BARTER SAWIT + HUTANG...MISSQUEEN BUDGET KECIK BAGI 5

    🤭🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK..HIK

    BalasHapus
  11. https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://internasional.kompas.com/read/2019/04/19/21312921/malaysia-ingin-beli-peralatan-militer-dengan-cara-bartter-hutang ved=2ahUKEwja86LliY6XAxXaT0EAHQuEASUQFnoECE4QAQ&usg=AOvVaw0L8n4VfboLWQNKu_YWfrg5

    PINGIN BELI ALATAN PERANG DENGAN BARTER DAN HUTANG

    🤭🤭🤭🤭🤭

    HIK...HIK..HIK

    BalasHapus
  12. Ada beruk semenanjung lagi komen diatas katanya versi AKAN... padahal Rafale kita sedang dirakit di Perancis siap hantar... Tak macam rafakemalaysia. Com yang cuma MEMBUAL... ujung ujungnya beli pesawat tempur kelas berat hanya FA 50 versi basic yang dipaksa jadi penempur kelas berat hahaha gempur gempur, sudah hisap dadah kau hari ini?

    BalasHapus